RISK GRADING
No. Dokumen : 034 TAHUN
SOP 2023
No. Revisi : 00
Tanggal Terbit : 4 Januari
2023
Halaman : 1/3
PUSKESMAS dr. Arsis
JATIBARANG NIP. 196910122007011014
1. Pengertian Risk Grading merupakan salah satu langkah dalam pengelolaan
risiko dengan menentukan level risiko dari dampak dan
probabilitas insiden/risiko yang akan dinilai agar dapat
menentukan tindak lanjut.
2. Tujuan a. Untuk memberikan penilaian sehingga dapat ditentukan
rencana tindak lanjut.
b. Untuk membantu memetakan risiko.
3. Kebijakan Keputusan Kepala Puskesmas Jatibarang Nomor 023 Tahun 2023
tentang Penetapan Tim Mutu Puskesmas Jatibarang
4. Referensi Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 25
tahun 2019 tentang Penerapan Manajemen Risiko Terintegrasi di
Lingkungan Kementerian Kesehatan
5. Alat dan Tabel Risk Grading Matrix
Bahan
6. Langkah - a. Identifikasi risiko (risiko/insiden) berdasarkan dampak/impact
Langkah dan probabilitas:
1. Dampak/impact adalah seberapa berat akibat yang dialami
pasien mulai dari tidak ada cedera sampai meninggal.
2. Probabilitas/frekuensi risiko adalah seberapa seringnya
insiden tersebut terjadi.
b. Lakukan penilaian dampak/impact (konsekuensi)
c. Lakukan penilaian probalilitas/frekuensi
Setelah nilai Dampak dan Probabolitas diketahui, dimasukkan
dalam Tabel Matriks Grading Risiko untuk menghitung skor
risiko dan mencari warna bands risiko.
Skor risiko = Dampak x Probability
Cara menghitung skor risiko:
Untuk menentukan skor risiko digunakan matriks grading risiko:
1. Tetapkan frekuensi pada kolom kiri
2. Tetapkan dampak pada baris ke arah kanan
3. Tetapkan warna bandsnya, berdasarkan pertemuan antara
frekuensi dan dampak
d. Tabel Risk Grading Matrix
e. Tentukan hasil dari Risk Grading Matrix, berdasarkan bands
risiko. Bands risiko adalah derajat risiko yang digambarkan
dalam empat warna, yaitu: Biru, Hijau, Kuning, dan Merah.
Warna “bands” akan menentukan Investigasi yang akan
dilakukan:
1. Bands Biru dan Hijau: Investigasi sederhana
2. Bands Kuning dan Merah: Investigasi Komprehensif/RCA
Warna bands: Hasil pertemuan antara nilai dampak
yang diurut ke bawah dan nilai probabilitas
Contoh:
Pasien jatuh dari tempat tidur dan meninggal, kejadian seperti
ini di Puskesmas X terjadi pada 2 tahun yang lalu.
1. Nilai dampak: 5 (katastropik) karena pasien meninggal
2. Nilai probabilitas: 3 (mungkin terjadi) karena pernah terjadi
2 tahun lalu
3. Skoring risiko: 5 x3 = 15, Warna Bands: Merah (ekstrim)
4. Skor risiko: 5 x 3 = 15
5. Warna bands: merah (ekstrim)
7. Bagan Alir
Identifikasi risiko (risiko/insiden) berdasarkan
dampak/impact dan probabilitas
Lakukan penilaian dampak/impact (konsekuensi)
Lakukan penilaian probalilitas/frekuensi
Tentukan hasil dari Risk Grading Matrix, berdasarkan bands
risiko.
8. Unit Terkait Seluruh Unit
9. Dokumen Panduan Manajemen Resiko, Register Resiko
terkait
10. Rekaman No Yang diubah Isi Tanggal mulai di
historis Perubahan berlakukan
perubahan