0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
37 tayangan32 halaman

Teori dan Jenis Jaringan Komputer

Dokumen ini membahas tentang jaringan komputer, termasuk definisi, komponen dasar, model jaringan (Peer to Peer dan Client-Server), serta sejarah perkembangan jaringan dari ARPANET hingga munculnya Internet. Selain itu, dijelaskan juga jenis-jenis jaringan berdasarkan cakupan area (PAN, LAN, MAN, WAN) dan topologi jaringan (Bus, Ring, Star, Mesh). Terakhir, dokumen ini menyoroti pentingnya keamanan jaringan di era teknologi yang terus berkembang.

Diunggah oleh

indrianifd
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
37 tayangan32 halaman

Teori dan Jenis Jaringan Komputer

Dokumen ini membahas tentang jaringan komputer, termasuk definisi, komponen dasar, model jaringan (Peer to Peer dan Client-Server), serta sejarah perkembangan jaringan dari ARPANET hingga munculnya Internet. Selain itu, dijelaskan juga jenis-jenis jaringan berdasarkan cakupan area (PAN, LAN, MAN, WAN) dan topologi jaringan (Bus, Ring, Star, Mesh). Terakhir, dokumen ini menyoroti pentingnya keamanan jaringan di era teknologi yang terus berkembang.

Diunggah oleh

indrianifd
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Jaringan Komputer


Jaringan komputer didefinisikan sebagai sekumpulan komputer ( lebih dari

satu ) yang terhubung satu dengan lainnya menggunakan media tertentu sehingga

memungkinkan diantara komputer tersebut untuk berinteraksi, bertukar data dan

berbagi peralatan bersama, misalkan printer, scanner dan lain-lain.

Komponen-komponen dasar yang terdapat pada jaringan komputer yang

perlu diketahui yaitu :

1. Host atau Node

Merupakan komputer yang bertindak sebagai prosesor utama dalam

sebuah jaringan.

2. Link atau Saluran

Merupakan media yang digunakan untuk menghubungkan antar

komputer dalam sebuah jaringan. Link atau saluran dapat berupa

media kabel, fiber optik, udara ataupun media lainnya.

3. Perangkat Lunak

Perangkat lunak ini menjadi bagian penting dalam sebuah jaringan,

dikarenakan fungsinya yang bertugas untuk mengatur jalannya

informasi, pengelolaan antara satu simpul dengan simpul lainnya.

Di dalam jaringan juga terdapat beberapa model jaringan, model jaringan

ini terdiri dari : Peer to Peer dan Client – Server. Model jaringan ini memiliki

perannya masing-masing, yaitu :


1. Peer to Peer

Jaringan komputer dimana setiap komputer yang terhubung dalam

jaringan tersebut merupakan client sekaligus server. Jaringan ini

dibentuk tanpa adanya kontrol terpusat dari sebuah server yang

terdedikasi. Jaringan Peer to Peer biasanya diterapkan pada jaringan

dengan skala kecil 2 hingga 10 komputer dengan satu atau dua

perIPheral. Tujuan penggunaan jaringan Peer to Peer yabg utama

adalah penggunaan program, data atau perIPheral secara bersama-

sama.

2. Client – Server

Jaringan client – server didefinisikan sebagai suatu arsitektur jaringan

komputer dimana perangkat client melakukan proses meminta data

dan server yang memiliki tugas untuk memberikan respon berupa data

terhadap request tersebut. Perangkat client biasanya berupa perangkat

komputer dengan aplikasi software jaringan yang telah terinstal guna

untuk meminta dan menerima data melalui jaringan. Server

merupakan sebuah komputer yang dirancang khusus untuk melayani

client dengan memproses request yag telah diterima dari client lalu

kemudian mengirim kembali respon data client melalui jaringan.

2.1.1 Tentang Jaringan Komputer

Pada tahun 1950-an ketika jenis komputer mulai membesar sampai tercipta

superkomputer, maka sebuah komputer harus melayani beberapa terminal. Untuk

itu ditemukan konsep distribusi proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan

nama TSS ( Time Sharing System ), dan untuk pertama kali terbentuklah jaringan (
Network ) komputer pada lapis aplikasi. Pada sistem TSS beberapa terminal

terhubung ke sebuah host komputer. Dalam proses TSS mulai nampak perpaduan

teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi yang pada awalnya berkembang

sendiri-sendiri. Pada tahun 1957 Advanced Research Project Agency ( ARPA )

dibentuk oleh Department of Defence ( DoD ) USA. Pada tahun 1967 desain awal

dari ARPANET diterbitkan dan tahun 1969 DoD menggelar pengembangan

ARPANET dengan mengadakan riset untuk menghubungkan sejumlah komputer

sehingga membentuk jaringan organik ( program ini dikenal dengan nama

ARPANET ).

Memasuki tahun 1970-an, sudah lebih dari 10 komputer berhasil

dihubungkan sehingga komputer-komputer tersebut bisa berkomunikasi satu sama

lain. Tahun 1972 Roy Tomlison berhasil menyempurnakan program e-mail yang

ia ciptakan satu tahun sebelumnya untuk ARPANET. Program ini begitu mudah

dan langsung populer dengan memperkenalkan ikon @ yang berarti “at” atau

“pada”. Tahun 1973 jaringan komputer ARPANET berkembang luas keluar

Amerika Serikat. Komputer University Collage di London merupakan komputer

pertama di luar USA yang menjadi anggota jaringan ARPANET. Pada tahun yang

sama, 2 orang ahli komputer, Vinton Cerf dan Bob Kahn mempresentasikan

sebuah gagasan yang lebih besar, yang menjadi cikal bakal pemikiran

Internasional Network ( Internet ). Ide ini untuk pertama kalinya dipresentasikan

di Sussex University.

Pada tanggal 26 Maret 1976, ketika Ratu Inggris berhasil mengirim e-mail

dari Royal Signal and Radar Establishment di Malvern. Setahun kemudian sudah

lebih dari 100 komputer yang tergabung di ARPANET membentuk sebuah


network. Pada tahun 1979 Tom Truscott, Jim Ellis, dan Steve Bellovin

menciptakan newsgroup pertama yang diberi nama USENET. Tahun 1981 France

Telecom menciptakan gebrakan baru dengan meluncurkan telepon TV pertama,

dimana orang bisa telephone sambil melihat wajah lawan bicaranya melalui video

link.

Sementara itu di Eropa muncul jaringan komputer tandingan yang dikenal

dengan EUNET, yang menyediakan jasa jaringan komputer di negara Belanda,

Inggris, Denmark, Swedia, yang menyediakan jasa e-mail dan newsgroup

USENET, dan untuk menyeragamkan alamat dijaringan yang ada. Pada tahun

1984 diperkenalkan Domain Name System ( DNS ) yang merupakan sistem

penamaan masing-masing unit komputer yang terhubung di jaringan. Telah

terhubung lebih dari 1000 unit komputer hingga tahun 1984 dan pada tahun 1987

komputer yang tersambung sudah melebihi angka 10.000 unit. Pada tahun 1988

Jarko Oikarinen dari Finland menemukan dan memperkenalkan IRC dan setahun

kemudian jumlah komputer yang terhubung melonjak 10 kali lipat atau lebih dari

100.000 unit komputer. Tahun 1992 adalah tahun yang paling bersejarah ketika

Tim Berners Lee menemukan program editor dan browser yang bisa menjelajah

antara satu komputer dengan komputer lainnya. Program ini disebut dengan

WWW ( World Wide Web ) yang kemudian memunculkan istilah surfing (

menjelajah ) atau browsing .

2.1.2 Jenis – Jenis Jaringan Komputer

Jenis – jenis jaringan komputer berdasarkan cakupan areanya dapat di

bedakan menjadi beberapa jenis jaringan, yaitu PAN, LAN, MAN dan WAN:
1. PAN ( Personal Area Network )

PAN adalah jaringan yang dimana penggunaan jaringannya bersifat

pribadi atau personal, seperti menghubungkan komputer dengan

handphone, printer, keyboard, mouse dan alat-alat lainnya yang

jaraknya berdekatan ( 4-6 meter ).

2. LAN ( Local Area Network )

LAN adalah jaringan komputer yang mencakup wilayah kecil, seperti

jaringan komputer kampus, gedung, dalam rumah dan sekolah yang

dimana jaraknya tidak lebih dari 1 km persegi.

3. MAN ( Metropolitan Area Network )

Biasanya MAN meliputi area yang lebih luas dari LAN, seperti

jaringan yang menghubungkan antar wilayah dalam satu provinsi.

4. WAN ( Wide Area Network )

WAN adalah jaringan yang lingkupnya sudah menggunakan sarana

satelit dan juga sudah terhubung dengan jaringan antar negara, seperti

menghubungkan jaringan antara negara Indonesia dengan negara

Lainnya.

2.1.3 Topologi Jaringan Komputer

Topologi merupakan layout atau bentuk fisisk dalam membentuk sebuah

jairngan komputer. Dan topologi ini dapat di kategorikan dalam beberapa jenis

atau bentuk, yaitu :

1. Topologi Bus ( Linier )

Topologi Bus merupakan topologi yang digunakan pertama kali,

topologi bus atau juga disebut dengan linear bus yaitu topologi yang
menghubungkan komputer dengan komputer yang lain dengan satu

kabel (linear).Topologi linear dirangkai dengan urut menggunakan

kabel utama yang dihubungkan pada setiap titik yang terdapat dalam

komputer. Ciri utama topologi linear adalah memiliki skema yang

serupa dengan topologi bus dan menggunakan konektor BNC serta

kabel RJ 58. Media penghantar untuk jenis topologi BUS adalah kabel

coaxial. Topologi bus menggunakan metode unicast, multicast dan

broadcast. Unicast adalah komunikasi antara satu pengirim dengan

satu penerima di jaringan sedangkan multicast merupakan komunikasi

antara satu pengirim ke banyak penerima di jaringan dan broadcast

merupakan tiap titik akan menerima frame dan menyimpan yang

disalurkan.

Gambar 2.1 Topologi Bus


2. Topologi Ring ( Cincin )

Topologi Ring adalah sebuah jaringan yang menyerupai lingkaran

sederhana yang terdiri dari beberapa node disusun secara seri

menggunakan kabel tipe UTP dan Patch Cable. Setiap simpul

mempunyai tingkatan yang sama, data yang dikirimkan ke tiap-tiap

simpul dan setiap informasi yang diterima akan diperiksa alamatnya.

Gambar 2.2 Topologi Ring.

Kelebihan Topologi Ring

a. Mudah untuk dirancang

b. Untuk level rangkaian sederhana, topologi ring termasuk

lebih bagus daripada pilihan lain seperti topologi jaringan

bus.

c. Mudah untuk melakukan instalasi baru.

d. Penggunaan kabel yang hemat.

e. Kecepatan aliran data lebih tinggi.

f. Tidak memiliki resiko collusion karena aliran data berjalan

satu arah.
Kekurangan Topologi Ring

a. Jika ada kerusakan di satu sisi, keseluruhan sistem akan

terganggu.

b. Kecepatan aliran data tergantung dari banyaknya jumlah node

didalam jaringan. Jadi, tipe topologi ini tidak cocok digunakan

untuk sistem yang memiliki banyak jaringan.

c. Sinyal semakin melemah jika node yang dituju jaraknya cukup

jauh.

d. Proses untuk menambah atau mengurangi perangkat jaringan

mempengaruhi keseluruhan sistem.

3. Topologi Star ( Bintang )

Topologi star merupakan sebuah topologi berbentuk seperti bintang

yang terhubung ke konsentrator atau hub melalui sebuahkabel. Topologi

star atau bintang adalah kontrol terpusat, semua link harus melewati pusat

yang menyalurkan data tersebut ke semua simpul atau client yang

dipilihnya. Simpul pusat dinamakan stasiun primer atau server dan lainnya

dinamakan stasiun sekunder atau client server. Setelah terhubung jaringan

dimulai oleh server maka setiap client server sewaktu-waktu dapat

menggunakan hubungan jaringan tersebut tanpa menunggu perintah dari

server.
Gambar 2.3 Topologi Star

Kelebihan Topologi Star :

a. Paling fleksibel.

b. Pemasangan atau perubahan stasiun sangat mudah dan

tidak mengganggu bagian jaringan lain.

c. Kontrol terpusat.

d. Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan atau kerusakan.

e. Kemudahan pengolahan jaringan.

Kekurangan Topologi Star :

a. Boros kabel.

b. Perlu penanganan khusus.

c. Kontrol terpusat (HUB/ Switch) jadi elemen kritis.

4. Topologi Mash

Topologi mesh adalah topologi yang menerapkan hubungan ke

semua komputer sehingga membutuhkan lebih dari satu LAN Card,

topologi ini jarang digunakan karena rumit dan tidak praktis sebab

membutuhkan kabel yang banyak. Topologi mesh merupakan sistem


topologi dimana koneksi antar komputer saling terhubung secara langsung

satu sama lain. Koneksi antarkomputer secara langsung seperti ini disebut

dedicated link (Hidayah,n.d.)

Gambar 2.4 Topologi Mesh

2.2. Jaringan LAN ( Local Area Network )


Pengertian LAN (Local Area Network) adalah jaringan komputer di mana

area jangkauan jaringan sangat kecil atau terbatas. Misalnya, jaringan kantor,

sekolah, rumah, atau dalam satu ruangan. Saat ini, sebagian besar LAN

menggunakan teknologi IEEE 802.3 Ethernet dan dilengkapi dengan perangkat

switch dengan kecepatan transfer data 10, 100, atau 1000 Mbits / detik. Selain itu,

ada juga teknologi 802.11b (Wi-fi) yang banyak digunakan untuk membentuk

LAN, di mana area yang menyediakan teknologi Wi-fi disebut koneksi LAN hot

spot. Secara umum, jaringan LAN dipakai untuk mengkoneksikan beberapa

komputer yang ada di area kecil atau yang berdekatan. Contohnya jaringan

komputer di dalam ruangan laboratorium sekolah yang terhubung sehingga proses

pertukaran data dapat dilakukan dengan mudah dan cepat.


2.2.1. Sejarah LAN ( Local Area Network )
Meningkatnya permintaan dan penggunaan komputer di universitas dan

laboratorium penelitian pada akhir 1960-an membuatnya perlu untuk

menyediakan interkoneksi kecepatan tinggi antara sistem komputer. Sebuah

laporan tahun 1970 dari Laboratorium Radiasi Lawrence yang merinci

pertumbuhan jaringan “Gurita” mereka memberikan indikasi bagus tentang

situasinya. Sejumlah teknologi LAN komersial eksperimental dan awal

dikembangkan pada 1970-an. Cambridge Ring dikembangkan di Universitas

Cambridge mulai tahun 1974. Ethernet dikembangkan di Xerox PARC antara

tahun 1973 dan 1974. ARCNET dikembangkan oleh Datapoint Corporation pada

tahun 1976 dan diumumkan pada tahun 1977. Instalasi komersial pertama pada

Desember 1977 di Chase Manhattan Bank di New York. Pengembangan dan

proliferasi komputer pribadi menggunakan sistem operasi CP / M pada akhir

1970-an, dan kemudian sistem berbasis DOS yang dimulai pada 1981, berarti

banyak situs berkembang menjadi puluhan atau bahkan ratusan komputer.

Kekuatan pendorong awal untuk jaringan secara umum adalah untuk

berbagi penyimpanan dan mencetak, keduanya mahal pada saat itu. Ada banyak

antusiasme untuk konsep ini dan selama beberapa tahun, dari sekitar tahun 1983

dan seterusnya, para pakar industri Komputer akan secara teratur mengumumkan

tahun yang akan datang, “Tahun LAN”. Dalam praktiknya, konsep ini rusak oleh

protokol jaringan dan proliferasi lapisan fisik yang tidak kompatibel, serta

sebagian besar metode untuk berbagi sumber daya. Biasanya, setiap vendor

mempunyai jenis kabel, protokol, kartu jaringan, dan sistem operasi jaringan. Satu

solusi muncul bersamaan dengan munculnya Novell NetWare memberikan


dukungan bahkan untuk puluhan jenis kartu / kabel yang bersaing, dan sistem

operasi yang jauh lebih canggih daripada kebanyakan pesaing. Netware

mendominasi bisnis LAN komputer pribadi dari awal setelah diperkenalkan pada

tahun 1983 hingga pertengahan 1990-an ketika Microsoft memperkenalkan

Windows NT Advanced Server dan Windows untuk Workgroups.

Dari pesaing ke NetWare, hanya Banyan Vines yang memiliki kekuatan

teknis yang sebanding, tetapi Banyak tidak pernah mendapatkan basis yang aman.

3Com dan Microsoft bekerja bersama untuk membuat sistem operasi jaringan

yang sederhana berbentuk dasar 3 + Share 3Com, Microsoft LAN Manager dan

IBM LAN Server – tetapi tidak satu pun pekerjaan apa. Selama periode yang

sama, workstation Unix menggunakan jaringan TCP / IP. Meskipun segmen pasar

ini sekarang jauh berkurang. Teknologi sedang dikembangkan di bidang ini terus

memiliki efek di Internet dan di Linux dan jaringan Apple Mac OS X – dan

protokol TCP / IP telah menggantikan IPX, AppleTalk, NBF, dan protokol

lainnya.

2.2.2. Ciri-ciri LAN ( Local Area Network )

LAN memiliki beberapa karakteristik yang membedakannya dari jaringan

MAN (Metropolitan Area Network) dan WAN (Wide Area Network). Adapun

beberapa karakteristik LAN adalah sebagai berikut.

a. LAN berada dalam ruang lingkup geografis yang lebih sempit (kantor,

kampus, sekolah, dan area rumah).

b. LAN memiliki kecepatan transfer data yang lebih tinggi.


c. LAN dapat berfungsi dengan baik tanpa saluran telekomunikasi. Dengan kata

lain,

d. LAN tidak memerlukan akses internet.

2.2.3. Fungsi Jaringan LAN ( Local Area Network )

Pada dasarnya, fungsi utama jaringan LAN adalah menghubungkan

beberapa komputer pada suatu jaringan sehingga proses kerjanya menjadi lebih

mudah dan cepat. Sesuai dengan pengertian LAN yang dijelaskan sebelumnya,

tujuan LAN adalah sebagai berikut:

a. Untuk menghubungkan beberapa komputer di area kecil

b. Untuk mengaktifkan komunikasi antara komputer dan perangkat dalam

jaringan

c. Untuk mengaktifkan dan mempercepat proses berbagi data dan program antar

komputer di jaringan

d. Membantu menghemat biaya operasional karena perangkat di satu jaringan

dapat digunakan bersama (misalnya: printer, server, dll.)

[Link] Security
Pada saat ini pesatnya perkembangan teknologi membuat teknologi menjadi

suatu hal yang penting dan tak dapat dipisahkan dari kita. Dari perkembangan

teknologi ini membuat perangkat komputer menjadi rentan terkena serangan dari

pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab terutama penggunaan dari internet,


maka dari itu diperlukannya suatu keamanan jaringan yang mampu

mengantisipasi serangan tersebut.

Menurut definisi komputer kemanan jaringan oleh Organisasi

Internasional untuk Standarisasi, keamanan jaringan mengacu pada perlindungan

perangkat keras, perangkat lunak dan sumber daya data yang ada pada sistem

komputer agar tidak dicuri, dihancurkan dan diubah oleh pihak yang tak

bertanggung jawab. Keamanan jaringan tidak terdiri dari satu aspek yang dimana

keamanan jaringan memiliki empat (4) tautan penting yaitu : perangkat lunak,

perangkat keras jaringan, layanan Internet of Things dan daya sumber bersama.

Keamanan jaringan atau Network Security biasanya terdiri atas tiga kontrol

yang berbeda dan sangat penting untuk diperhatikan, yaitu :

1. Fisik

Keamanan jaringan fisik didesain untuk mencegah personel yang tidak

berwenang untuk mendapat akses fisik ke jaringan seperti router,

lemari kabel, atau yang lainnya.

2. Teknis

Kontrol keamanan jaringan teknik diperlukan untuk melindungi data

yang disimpan jaringan atau data yang transit melintas.

3. Administratif

Kontrol keamanan jaringan administratif terdiri dari kebijakan yang

mengatur perilaku user, seperti langkah autentifikasi, tingkat akses

user, serta bagaimana staff IT ketika menerapkan perubahan pada

infrastruktur jaringan.
[Link] Network Security

Keamanan jaringan intinya adalah mengendalikan akses terhadap

sumberdaya jaringan. Akses jaringan dikontrol atau diatur agar bisa diakses oleh

siapa saja yang berhak dan menghalangi orang atau subjek yang tidak terdaftar

untuk mengaksesnya ( Ikhwan Syariful, dkk, 2014).

Prinsip-prinsip keamanan jaringan diklasifikasikan atau diurut menjadi 3

bagian :

1. Confidentiality ( Kerahasiaan )

Confidentiality mengacu pada kerahasiaan sebuah objek, dimana

sebuah objek dijaga agar tidak diakses oleh subjek yang tidak berhak.

Istilah ini juga mengacu pada data pribadi yang diberikan kepada

pihak lain untuk keperluan tertentu dan hanya digunakan untuk

keperluan tersebut.

2. Integrity ( Integritas )

Integritas mengacu pada objek yang tetap asli atau original, yang

mana objek tidak berubah di perjalanan hingga sampai pada suatu

tujuan dari objek tersebut. Contohnya, email yang dikirim seseorang

bisa dicegat ditengah jalan kemudian diubah isi email tersebut tanpa

diketahui oleh pengirimnya, kemudian baru dikirim kepada penerima,

sehingga data yang diterima adalah data yang sudah diubah dari yang

diinginkan oleh pengirim. Bentuk serangan terhadap terhadapa aspek

integrity diantaranya adalah virus, trojan horse, dan lain-lain yang

berada ditengah komunikasi.


3. Availability ( Ketersediaan )

Availability mengacu pada ketersediaan resource dengan tepat,

dimana user atau pengguna mempunyai hak akses tepat waktu dan

tidak terkendala oleh hal-hal yang dapat menghambat ketersediaan

resource.

[Link] Network Security


Cybercrime adalah istilah untuk kejahatan yang menyerang sistem

komputer dan jaringan internet, dengan tujuan pencurian data, keuangan dan

penyebaran kode perangkat lunak berbahaya.

Faktor yang menyebabkan cybercrime berkembang dengan pesat yaitu

alat, cara dan media cybercrime dengan sangat mudah diakses atau didapatkan di

internet, peningkatan teknologi yang meningkat pesat terkait dengan kecepatan

proses, pengolahan data dan analisis data, bandwith internet dan aktifitas jaringan

internet lainnya serta terjangkaunya akses manual ke sumber informasi atau

server.

2.4.1 Jenis-jenis serangan pada Network Security

Jenis-jenis serangan yang ada pada sistem komputer dan jaringan internet

adalah sebagai berikut :

1. DDoS atau Distributed Denial of Service

Serangan DDos merupakan teknik yang sangat populer digunakan

oleh hacker untuk mengambil alih sebuah server. Teknik DDoS

memanfaatkan penyerang menggunakan komputer zombie yang

dibuat dengan perangkat lunak berbahaya yang ditempatkan di

komputer korban untuk mengirim paket dalam jumlah besar. Serangan


DDoS menyebabkan lalu lintas jaringan yang tinggi dengan paket

yang dikirim ke jaringan, menyebabkan pengguna biasa yang ingin

menerima layanan tidak menanggapi permintaan mereka.

2. Spoofing

Spoofing adalah salah satu bentuk penipuan online yang dilakukan

dengan cara menyamar sebagai seseorang / pihak tertentu. Jenis-jenis

spoofing adalah email spoofing, website atau URL spoofing, caller

spoofing, SMS spoofing, Man-in-the-middle ( MitM ), IP spoofing.

3. Phising

Phising adalah bentuk dari penipuan yang hampir sama dengan

spoofing, namun phising biasanya ditujukan kepada pengguna online

banking, karena menggunakan isian data ( ID ) pengguna dan kata

sandi. Ketika pengguna memasukkan isian data pengguna dan kata

sandinya ke form login yang merupakan fake form login maka pelaku

cybercrime akan mengetahuinya dalam bentuk phising tersebut.

4. Trojan Horse

The Trojan Horse, diartikan sebagai suatu prosedur untuk menambah,

mengurangi atau mengubah suatu instruksi pada program, sehingga

program tersebut selain menjalankan tugas yang sebenarnya juga akan

melaksanakan tugas lain yang tidak sah.

5. Packet Sniffer

Packet Sniffer adalah suatu mekanisme, baik perangkat lunak maupun

perangkat keras yang digunakan untuk memperoleh informasi yang

menggunakan protokol apa saja ( Ethernet, TCP/IP, IPX atau yang


lain ). Packet Sniffer digunakan untuk membuat sebuah NIC (

Network Interface Card ).

6. DNS Poisoning

DNS adalah komponen infrastrukstur utama internet dan target utama

untuk berbagai serangan. Salah satu ancaman yang paling signifikan

terhadap keamanan DNS adalah serangan DNS Poisoning, dimana

respons DNS diganti dengan menjadi jahat, atau diracuni oleh

penyerang.

7. SQL Injection

SQL Injenction merupakan perubahan data yang menggunakan cara

menyisipkan syntax command SQL yang bertujuan mengganggu

keamanan basis data untuk menyerang atau menyusup ke dalam basis

data.

2.5.1. Jenis-jenis Ancaman Dari Sektor Komputer

Selain dari ancaman yang ada pada network security, ada juga ancaman

yang berasal dari sistem komputer, diantaranya yaitu :

1. Interupsi ( Interruption )

Interupsi merupakan bentuk ancaman terhadap ketersediaan, yang

mana data mengalami kerusakan sehingga tidak dapat diakses bahkan

tidak bisa digunakan lagi.

2. Intersepsi ( Interception )

Intersepsi merupakan bentuk sebuah ancaman terhadap kerahasiaan

atau secrery, dimana pihak yang tidak mempunyai hak akses berhasil
mendapatkan hak akses untuk membaca suatu data atau informasi dari

suatu sistem komputer.

3. Modifikasi ( Modification )

Merupakan sebuah bentuk dari ancaman terhadap integritas ( integrity

), yang mana oihak yang tidak bertanggung jawab berhasil

mendapatkan hak akses dalam mengubah suatu data ataupun informasi

dari suatu sistem komputer.

4. Fabrikasi ( Fabrication )

Merupakan suatu bentuk ancaman terhadap integritas. Tindakan yang

dilakukan adalah dengan meniru dan juga memasukkan suatu objek ke

dalam sistem komputer.

2.5.2. Tipe Sistem Keamanan Jaringan

Jaringan komputer yang dikelola dengan baik adalah dengan memiliki

rancangan jaringan yang sesuai dengan kebutuhan dan mudah dalam

implementasinya, serta memiliki keamanan jaringan yang tidak gampang

ditembus dan performa jaringan yang baik.

Dari banyaknya ancaman atau serangan yang terjadi pada komputer maka

diperlukan pertahanan yang dapat mencegah atau meminimalisir terjadinya

serangan yang dapat menimbulkan kerugian, untuk mendapatkan pertahanan yang

maksimal, ada beberapa tipe sistem keamanan jaringan yang perlu diketahui,

yaitu:

1. Access Control

Access Control adalah sistem keamanan jaringan yang dimana sistem

keamanan membatasi akses pengguna untuk mengakses jaringan


komputer. Hal ini dapat mencegah ancaman dari pengguna yang ingin

mencuri atau menyusup dalam jaringan komputer.

2. Antimalware Security

Merupakan suatu perangkat lunak antivirus atau antimalware yang

dapat melindungi komputer dari berbagai macam malicious software,

seperti virus, ransomeware, worm, dan trojan.

3. Application Security

Application Security merupakan aplikasi yang berfungsi untuk

mengamankan suatu aplikasi yang terhubung didalam jaringan, hal ini

bertujuan untuk melindungi aplikasi yang digunakan agar tidak dapat

di akses oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

4. Behavioral Analitycs

Behavioral Analitycs merupakan sebuah cara atau metode dalam

mengidentifikasi lalu lintas sebuah jaringan yang tidak normal atau

Anomaly, seperti serangan DDoS yang dimana dapat di identifikasi

melalui trafik suatu jaringan yang tidak normal. Untuk mendeteksi

serangan DDoS di jaringan aliran komunikasi menggunakan algoritma

pembelajaran berkelanjutan yang mempelajari pola normal lalu lintas

jaringan, perilaku protokol jaringan, dan mengidentifikasi sebuah

aliran jaringan yang terganggu.

5. Data Loss Preventive

Manusia atau user merupakan rantai terdepan pada sistem keamanan

jaringan. Oleh karena itu, Data Loss Preventive ( DLP ) tools


digunakan agar data yang bersifat sensitif tidak hilang, di salah

gunakan atau di akses oleh pengguna yang tidak bertanggung jawab.

6. Email Security

Email Security merupakan hal yang penting, dimana pada saat ini

banyak orang yang menggunakan email untuk mengirim file-file yang

bersifat rahasia, jenis kejahatan yang sering terjadi pada pengguna

email adalah phising. Dimana penyerang akan mengubah suatu isi

dalam email secara ilegal. Dengan email security bisa menjadi

langkah untuk mengamankan email dari serangan seperti phising dan

mengidentifikasi email berbahaya yang dapat menimbulkan kerugian.

7. Firewall

Firewall bertindak sebagai penghalang antara jaringan eksternal yang

tidak terpercaya dengan jaringan internal. Biasanya administrator akan

mengkonfigurasi sekumpulan aturan yang ditentukan untuk

memblokir atau mengizinkan lalu lintas ke dalam jaringan.

8. Intrusion Preventive Systems

Intrusion Preventive Systems atau biasa dikenal dengan Intrusion

Detection adalah suatu metode atau cara dimana dapat memindai dan

menganalisa lalu lintas / paket jaringan sehingga berbagai jenis

serangan dapat di identifikasi dengan mudah.

9. Virtual Private Network

Virtual Private Network ( VPN ) merupakan alat yang dapat

mengautentikasi komunikasi antara perangkat dan jaringan. VPN akan

menciptakan terowongan terenkripsi yang aman untuk


menghubungkan perangkat dengan jaringan internet. Penggunaan

VPN bertujuan untuk melindungi User dari pengintai atau gangguan

lain seperti hacker.

10. Web Security

Secara garis besar, Web Security merupakan langkah-langkah

keamanan yang diperlukan untuk memastikan penggunaan website

yang aman saat terhubung dengan jaringan internal. Web Security

membantu mencegah serangan berbasis Website yang menggunakan

browser sebagai titk akses untuk masuk ke jaringan.

11. Security Information and Event Management ( SIEM )

SIEM merupakan metode yang dimana SIEM akan memberikan

informasi atau insight kepada para IT security mengenai track record

atau aktivitas yang terjadi di dalam IT environment perusahaan.

Dengan SIEM perusahaan khususnya pekerja IT dapat

mengidentifikasi dan menanggapi berbagai ancaman yang datang

menyerang.

12. Endpoint Security

Endpoint Security diperlukan untuk melindungi jaringan yang

terhubung dengan menggunakan remote device, terkadang serangan

menargetkan perangkat pribadi yang mengakses jaringan bisnis.

13. Wireless Security

Wireless Security diperlukan untuk melindungi jaringan yang

terhubung melalui Wifi, dikarenakan jaringan Wireless masih kurang

aman jika di bandingkan dengan jaringan tradisional atau jaringan


dengan penggunaan kabel, sehingga untuk penanganan keamanan

jaringan Wireless harus lebih ketat lagi dan lebih kuat lagi untuk

mencegah penyerang bisa mengexploitasi jaringan secara ilegal.

14. Network Segmentation

Network Segmentation dapat meningkatkan sistem keamanan jaringan

dengan cara Network Segmentation akan membagi jaringan komputer

menjadi beberapa bagian sehingga mudah untuk mengontrol

bagaimana traffic mengalir ke seluruh jaringan.

[Link] Zone

Demilitarized Zone atau DMZ adalah jaringan yang tidak berada pada

luar maupun dalam firewall. Bahwa jaringan ketiga ini dapat diakses dari dalam

dan juga mungkin bisa diakses dari luar firewall, tetapi aturan keamanan akan

melarang perangkat di DMZ untuk terhubung keperangkat didalamnya.

Teknik DMZ yang merupakan mekanisme untuk melindungi sistem

internal dari serangan hacker atau pihak luar yang tidak bertanggung jawab,

dengan menggunakan filter menolak pihak-pihak yang ingin memasuki sistem

tanpa hak akses.

Teknik DMZ merupakan suatu area yang hanya akan berinteraksi dengan

pihak luar. Dalam hubungannya dengan jaringan komputer, DMZ merupakan

suatu network yang terpisah dari sub network internal untuk keperluan keamanan.

Teknik ini bekerja dengan memisahkan traffic data dari IP publik internet dan IP

lokal untuk melindungi server dengan membuat lingkungan khusus dalam

jaringan.
Cara kerja teknik ini adalah dengan merancang dan mengatur IP perangkat

yang digunakan pengguna dapat diakses dari luar dan di petakan melalui IP Publik

yang di berikan oleh firewall, perangkat yang umumnya menggunakan IP privat

dan dapat diakses dari jaringan publik adalah perangkat server. Bentuk skenario

sederhana dari DMZ bisa dilihat pada gambar berikut.

Gambar 2.5 Jaringan DMZ Sederhana

DMZ memiliki desain dan konfigurasi sebagai pelindung, beberapa

konfigurasi yang dimaksud adalah dengan menggunakan single firewall ( Tunggal

) dan dual firewall ( Ganda ). Konfigurasi DMZ yang paling banyak dipakai

adalah dengan dual firewall yang dapat diperluas untuk pengembangan sistem

yang lebih kompleks.

1. Single Firewall

Singel Firewall akan memebutuhkan setidaknya tiga atau lebih

interface jaringan. Pertama adalah jaringan eksternal yang

menghubungkan internet publik dengan firewall, interface kedua

untuk membentuk jaringan internal, dan yang ketiga untuk

menghubungkan pada DMZ.


2. Dual Firewall

Karena menggunaka dual firewall, DMZ tersedia pada kedua firewall

untuk keamanan yang lebih baik dibanding singel firewall. Firewall

yang pertama hanya akan mengizinkan trafik eksternal menuju DMZ,

sedangkan yang kedua mengizinkan trafik yang berasal dari DMZ

menuju jaringan internal. Peretas harus dapat melewati kedua firewall

untuk mendapatkan otorisasi jaringan lokal ( LAN ).

Firewall DMZ dapat di implementasikan atau diterapkan tepat pada

border corporet LAN yang lazim mempunyai tiga jaringan interface yang saling

mendukung yaitu :

1. Interface Internet

Interface ini berhubungan langsung dengan internet dan IP address-

nya pun juga IP public yang ter-register.

2. Interface Private atau Interface Intranet

Merupakan interface yang terhubung langsung dengan jaringan

corporate LAN dimana diletakkan server-server yang rentan terhadap

serangan.

3. Jaringan DMZ

Interface DMZ ini berada didalam jaringan internet yang sama

sehingga bisa diakses oleh user dari internet. Resource publik yang

umumnya berada pada firewall DMZ adalah web-server, proxy, dan

mail-server.

Pada penilitian terdahulu dilakukan pendeteksian serangan ARP Spoofing

dengan memeriksa log file dan melakukan analisis pada paket-paket data yang
beredar pada jaringan komputer. Paket-paket tersebut diperiksa pada paket header,

jumlah paket, sumber pengirim paket dan alamat tujuan paket. Pada penelitian

lain, dilakukan penelitian pengembangan sistem keamanan jaringan komputer

berdasar analisis forensik jaringan. Penelitian tersebut dilakukan dengan tujuan

untuk menyelidiki dan menentukan jenis serangan berdasarkan data log. Untuk

penelitian dengan menggun metode Live Forensic, dilakukan penelitian terhadap

serangan Man In The Middle Attack berbasis Evil Twin, dimana pada penelitian

tersebut lebih fokus dari sisi penggunan. Penilitian forensik jaringan telah

dilakukan juga untuk mendeteksi flooding attack pada web server. Pada penelitian

tersebut, Peneliti menerapkan sistem pendeteksi Intrusion Detection System (IDS)

seperti snort. Snort adalah sebuah tools yang digunakan untuk mendeteksi

flooding attack. Semua aktifitas lalu lintas jaringan tersimpan didalam log file,

kemudian dilakukan analisis atau investigasi terhadap log file tersebut. Pada

penelitian-penelitian terdahulu terfokus terhadap serangan yang terjadi pada

jaringan komputer. Forensik jaringan adalah ilmu yang berfokus pada suatu area

jaringan komputer dan perangkat-perangkat yang terhubung dalam suatu jaringan

tersebut dalam upaya untuk menemukan informasi penyerang dan untuk mencari

bukti atas serangan pada suartu jaringan komputer. ARP protocol merupakan

suatu protocol yang bekerja pada network layer, yang bertugas untuk

menerjemahkan IP address menjadi MAC Address. ARP Spoofing merupakan

suatu kejahatan atau serangan yang dapat terjadi pada suatu jaringan dengan cara

memalsukan MAC Address. Jaringan LAN berjalan dengan kondisi normal ketika

pengguna terhubung keperangakat Hub/Swith dan gateway, kemudian tersambung

dengan internet dengan data tidak terlebih dahulu melalui attacker.


[Link] TCP/IP

TCP/IP adalah sekumpulan protokol komunikasi yang berbeda yang

bekerja melalui internet dan jaringan komunikasi pribadi lainnya dan membawa

sebagian besar layanan penting yang berjalan melalui jaringan. TCP/IP

menyediakan konektivitas ujung ke ujung dengan membangun, memelihara dan

melepaskan koneksi antara pengirim dan penerima (Alotaibi et al., 2017). TCP/IP

menyediakan flow control, error control, IP address dan lalu lintas antarmuka

antara node dan jaringan fisik. Lapisan dengan protokol dan fungsinya dijelaskan

di bawah ini :

2.7.1. Application Layer


Application Layer adalah lapisan paling atas dari mode TCP/IP.

Application Layer ini terutama berkaitan dengan interaksi manusia bagaimana

aplikasi perangkat lunak diimplementasikan. Application Layer ini terdiri dari

metode antarmuka dan protokol komunikasi yang mendasari yang dapat

diterapkan dalam komunikasi proses ke proses. Pada Application Layer ini setiap

jalur dan sesi aplikasi dapat dibedakan dengan penggunaan soket dan nomor port

tertentu.

Application Layer ini mencakup semua protokol tingkat yang lebih tinggi:

1. Hypertext Transfer Protocol (HTTP).

Protokol HTTP memungkinkan koneksi antara server web dan client

untuk mendistribusikan informasi di World Wide Web (WWW) ini

menggunakan nomor port 80. Contoh utama pada server seperti Apache Web

Server dan Internet Information Server (IIS), sedangkan di sisi client seperti
firefox, Internet Explorer, Mozilla dan Google Chrome yang paling umum.

2. Simple Mail Transfer Protocol (SMTP).

SMTP adalah satu-satunya standar untuk surat elektronik (E-mail)

melalui jaringan TCP/IP untuk menangani layanan pesan dengan

menggunakan port 25 yang terkenal.

3. Domain Name System (DNS)

Domain Name System adalah sistem database terdistribusi

digunakan untuk pencarian nama komputer (name resolution) di jaringan

menggunakan TCP/ IP. DNS merupakan solusi untuk masalah berisi nama

alfanumerik yang mudah digunakan dengan alamat IP tertanam untuk

membuat sumber daya jaringan.

4. Simple Network Management Protocol (SNMP).

Simple Network Management Protocol adalah protokol populer

yang memungkinkan manajemen perangkat jaringan jarak jauh dan lokal

seperti server, workstation hub, router, dan perangkat terkelola lainnya.

5. File Transfer Protocol (FTP).

File Transfer Protocol merupakan protokol untuk bertukar file

melalui jaringan. File Transfer Protocol digunakan untuk mengirim dan

menerima file besar dari server jauh tanpa memerlukan koneksi yang

panas dibuat sebelumnya. Cara kerja protokol FTP hampir sama dengan

protokol lainnya. Apabila protokol HTTP bertugas untuk urusan web,

kemudian protokol SMTP bertugas dalam urusan mail, maka FTP ini

bertugas untuk urusan pertukaran file.


6. File Transfer Protocol (FTP).

Protokol ini adalah versi sederhana dari FTP, terutama desain

untuk UDP dan sumber daya komputer lapar. Ini hanya berisi sedikit

bagian dari kemampuan FTP yang kurang pemantauan paket dan

penanganan kesalahan kemampuan, maka proses overhead adalah lebih

rendah dari FTP

2.7.2. Transport Layer


Transport Layer merupakan lapisan kedua dalam TCP/IP yang

bertanggung jawab atas aliran data antara client dan server. Transport

Layer juga menyediakan koneksi secara efisien, menawarkan pengiriman

data secara berurutan, menghindari duplikasi atau penurunan. TCP/IP

biasanya lapisan ini digunakan oleh aplikasi.

Internet Layer merupakan lapisan ketiga dalam TCP/IP fungsi

utama dari internet layer yaitu untuk menangani komunikasi dari satu PC

ke PC lainnya. Internet Layer ini bertanggung jawab meminta dan

mengirimkan paket dari lapisan transport dengan mengetahui PC mana saja

yang menerima. Internet Protocol bertujuan untuk pengalamatan, perutean

dan pengiriman paket melalui jaringan komputer.

1. Address Resolution Protocol (ARP).

Address Resolution Protocol adalah sebuah protokol dalam

TCP/ IP yang bertanggung jawab melakukan resolusi alamat IP

kedalam media access control. ARP bertujuan untuk

menghubungkan dan menerjemahkan dari alamat lapisan internet

ke alamat lapisan antarmuka.


2. Internet Control Message Protocol (ICMP).

Internet Control Message Protocol adalah protokol inti yang

digunakan oleh sistem operasi komputer jaringan untuk mengirim

pesan kesalahan. Tugas utama dari ICMP adalah menghasilkan

pesan kesalahan yang dikirim ke alamat IP sumber. ICMP

merupakan protokol yang bertanggung jawab untuk mendeteksi

kondisi kesalahan jaringan.

3. Internet Group Management Protocol (IGMP).

Internet Group Management Protocol adalah salah satu

protokol jaringan yang bertugas pada lapisan jaringan digunakan

untuk menginformasikan router-router IP untuk keberadaan grup-

grup jaringan multicast. Tugasutama IGMP yaitu komunikasi

antara host dan router multicast.

2.7.3. Network Layer


Network Layer merupakan lapisan yang bertanggung jawab untuk

pengiriman datagram host-to-host. Tugas utama dari network layer yaitu untuk

menghasilkan koneksi antara komputer sumber ke komputer tujuan dan

bertanggung jawab untuk memilih rute terbaik untuk setiap paket. Fungsi lain dari

network layer yaitu perutean paket ujung ke ujung dari komputer sumber ke

komputer sasaran. Untuk mendapatkan poin-to-point pada network layer ada 3

fitur yaitu :

1. Forwarding.

Forwarding adalah packet switching dimana sebuah node setelah

komunikasi menerima antarmuka input melalui paket IP, proses output untuk
mengirimkan paket berdasarkan tujuan paket node, tabel perutean dan alamat

IP.

2. Routing.

Routing adalah proses penghitungan suatu job dari berbagai sumber.

Routing merupakan proses pengiriman data dari satu host ke host dalam

network yang lain melalui suatu router. Tugas utama dari routing adalah

proses pengiriman data atau informasi dengan meneruskan paket data yang

dikirim dari satu jaringan ke jaringan lainnya.


[Link] Point

Access point merupakan suatu perangkat yang dapat menghubungkan

piranti nirkabel dengan jaringan lokal pada jaringan komputer seperti wifi,

bluetooth, wireless dan sebagainya. Perangkat tambahan access point biasanya

router, hub dan switch untuk dapat menghubungkan perangkat nirkabel dengan

jaringan lokal yang dibuat oleh administrator. Access point juga berfungsi untuk

meneruskan data dari piranti nirkabel dengan jaringan yang berkabel pada suatu

jaringan.

[Link] Packet Tracer

Cisco Packet Tracer dibuat oleh perusahaan Cisco di San Francisco

California pada tahun 1984. Cisco Packet Tracer digunakan untuk simulasi

jaringan komputer IoT dalam aplikasi ini tersedia alat-alat untuk dapat merancang

suatu sistem jaringan dan IoT. Packet Tracer berfungsi untuk merancang topologi

jaringan yang akan diterapkan atau untuk gambaran susunan sebuah topologi

jaringan. Dengan menggunakan aplikasi Cisco Packet Tracer dapat melakukan

simulasi perancangan jaringan yang memudahkan untuk membangun sebuah

jaringan, biasanya Cisco Packet Tracer hanya digunakan untuk pembelajaran.

Anda mungkin juga menyukai