0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan109 halaman

Pengelolaan Keuangan Desa dan KIP

Skripsi ini membahas efektivitas pengelolaan keuangan desa di Desa Gumulunglebak terkait dengan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Penelitian ini menekankan pentingnya keterbukaan informasi untuk mencapai akuntabilitas, transparansi, dan partisipasi masyarakat dalam pemerintahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebaran informasi publik merupakan kunci untuk mempercepat penerapan good governance di Indonesia.

Diunggah oleh

bahaisull
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan109 halaman

Pengelolaan Keuangan Desa dan KIP

Skripsi ini membahas efektivitas pengelolaan keuangan desa di Desa Gumulunglebak terkait dengan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Penelitian ini menekankan pentingnya keterbukaan informasi untuk mencapai akuntabilitas, transparansi, dan partisipasi masyarakat dalam pemerintahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebaran informasi publik merupakan kunci untuk mempercepat penerapan good governance di Indonesia.

Diunggah oleh

bahaisull
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

EFEKTIVITAS PENGELOLAAN KEUANGAN DESA DI DESA GUMULUNGLEBAK

DIHUBUNGKAN DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 14 TAHUN 2008 TENTANG


KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK

SKRIPSI

Diajukan sebagai salah satu syarat

untuk memperoleh Gelar Sarjana Hukum (SH)

pada jurusan Ilmu Hukum fakultas Hukum

Diajukan Oleh:

Nama : Riska Noviyanti

NIM : 0301201004

Konsentrasi : Hukum Perdata

PROGRAM STUDI ILMU HUKUM FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS NAHDLATUL


ULAMA (UNU) CIREBON

2024
JUDUL : EFEKTIVITAS PENGELOLAAN KEUANGAN DESA DI DESA
GUMULUNGLEBAK DI HUBUNGKAN DENGAN UNDANG-
UNDANG N0M0R 14 TAHUN 2008 TENTANG KETERBUKAAN
INFORMASI PUBLIK

PENYUSUN : RISKA NOVIYANTI

NIM : 0301201004

PENGESAHAN STATUS SKRIPSI

Mengizinkan laporan proposal ini disimpan di perpustakaan Universitas


Nahdlatul Ulama Cirebon dengan syarat-syarat kegunaan sebagai berikut :

1. Proposal adalah hak milik Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon


2. Perpustakaan Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon dibenarkan membuat
salinan untuk referensi
3. Perpustakaan juga dibenarkan membuat salinan skripsi ini sebagai bahan
pertukaran antar Institusi Pendidikan Tinggi
4. Berikan tanda √ sesuai dengan katagori Proposal
 Sangat Rahasia (Mengandung isi tentang keselamatan atau kepentingan
Negara)
 Rahasia (Mengandung isi tentang kerahasiaan dari
suatu organisasi/badandi mana penelitian Skripsi ini
dikerjakan)
 Biasa

Ketua Program Studi

Dr. Muktar,S.H., M.H


NIDN. 0402026606
2
JUDUL : EFEKTIVITAS PENGELOLAAN KEUANGAN DESA DI
DESA GUMULUNGLEBAK DI HUBUNGKAN DENGAN
UNDANG-UNDANG N0M0R 14 TAHUN 2008 TENTANG
KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK

PENYUSUN : RISKA NOVIYANTI

NIM : 0301201004

PENGESAHAN SKRIPSI

Skripsi ini telah diujikan dan di pertahankan dihadapan Dewan Penguji pada
Sidang Skripsi.
Ketua Program Studi, Tanggal, Tanda tangan

Dr. Muktar, SH,. MH


NIDN. 0402026606

Pembimbing 1

Dr. Agus Sugiarto, SH., MH, MM


NIDN. 0416076201

Pembimbing 2

Dr. H. Agustiana,SH,. MH
NIDN. 888190017

Mengetahui,

DEKAN FAKULTAS HUKUM

UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA CIREBON

Dr. Amir Machmud, SH,. MH

NIDN. 0407057102

3
PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa penulisan Hukum Skripsi ini belum dan/atau

tidak pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan disuatu perguruan

tinggi lain, dan sepanjang pengetahuan saya di dalam nya tidak terdapat karya atau

pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain kecuali yang secara

tertulis diacu dalam naskah ini dan disebut dalam daftar pustaka.

Cirebon, 12 Juli 2024

MATERAI

10.000

RISKA NOVIYANTI

(0301201004)

4
JUDUL : EFEKTIVITAS PENGELOLAAN KEUANGAN DESA DI

DESA GUMULUNGLEBAK DI HUBUNGKAN DENGAN

UNDANG-UNDANG N0M0R 14 TAHUN 2008 TENTANG

KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK

PENYUSUN : RISKA NOVIYANTI

NIM : 0301201004

PERSETUJUAN SKRIPSI

Skripsi ini telah diperiksa dan disetujui, Cirebon, 12

Juli 2024

Pembimbing I Pembimbing II

Dr. Agus Sugiarto, SH, MH,. MM Dr.H. Agustiana, SH, MH

NIDN. 0416076201 NIDN. 88819001

5
MOTTO

“Maa dumta tusyaahidu basmata ummika, fa alhayaatu laa tazaalu jamiilatan”

(Selagi engkau dapat melihat senyuman ibumu, hidupmu senantiasa indah)

PERSEMBAHAN

Skripsi ini saya persembahkan sepenuhnya kepada:

1. Dua orang hebat dalam hidup saya, yaitu Ayahanda Didi Sukardi dan Ibunda Ati

Supriati. Keduanya lah yang membuat segalanya menjadi mungkin sehingga saya

bisa sampai pada tahap di mana skripsi ini akhirnya selesai. Terima kasih atas

segala pengorbanan, nasihat dan doa baik yang tidak pernah berhenti kalian

berikan kepadaku. Karena tidak ada do’a yang paling khusyuk dan mustajab

selain do’a Orang tua.

2. Selain itu saya persembahkan skripsi ini kepada kakak-kakak saya yang cantik

yaitu Nelly Alfiani dan Dahlia, terimakasih kalian sudah mensuport saya baik

moril ataupun materil, ketika orang-orang menutup telinganya untuk saya,

mereka berdua telah membuka hati untuk saya.

3. Tidak lupa untuk nenek yaitu Ipoh yang selalu support dan khawatir ketika

cucunya ini belum pulang kuliah, terimakasih telah selalu memberikan support.

4. Waktu adalah hal yang paling berharga dalam hidup kita dan orang-orang yang

rela mengorbankan waktu mereka untuk orang lain pantas mendapatkan rasa

hormat dan terima kasih. Terima kasih atas keterlibatan dan waktunya.
6
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan

rahmat dan hidayah nya kepada penulis, sehingga dalam penyusunan skripsi ini

penulis dapat menyelesaikan tanpa mengalami hambatan yang berarti.

Tersusunnya skripsi ini merupakan hasil partisipasi dan bantuan serta

bimbingan dari berbagai pihak baik secara moril maupun materil, oleh karena itu

pada kesempatan yang berbahagia ini penulis memohon kepada Allah SWT semoga

Allah memberikan balasan kepada Bapak/Ibu serta rekan-rekan yang telah

memberikn bantuan kepada penulis. Begitupun penulis mengucapkan terima kasih

dan penghargaan yang sedalam-dalamnya kepada :

1. Bapak Dr. Agus Sugiarto, S.H,. M.H,. M.M. selaku Rektor Universitas

Nahdlatul Ulama Cirebon.

2. Bapak Dr. Amir Machmud,. S.H,. M.H. selaku Dekan Fakultas Hukum

Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon.

3. Bapak Dr. Muktar, S.H, M.H selaku Ketua Program Studi Fakultas

HukumUniversitas Nahdlatul Ulama Cirebon.

4. Bapak Dr. Agus Sugiarto, S.H., M.H., M.M selaku Dosen Pembimbing I

5. Ibu Dr. Pupu Sriwulan Sumaya, S.H., M.H selaku Dosen Pembimbing II

6. Dosen-dosen Fakultas Hukum Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon

7. Staff pegawai Fakultas Hukum Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon

8. Kedua orang tua yang telah mendoakan saya dan selalu memberikan support

untuk keberhasilan saya sejauh ini.

7
9. Sahabat-sahabat yang telah memberikan pandangan dan wawasan kepada

penulis dalam rangka menyelesaikan skripsi ini.

Segala rintangan dan hambatan yang penulis alami selama penyusunan

skripsi ini tidaklah membuat penulis putus asa dan putus harapan. Penulis

mengharap kritik dan saran yang bersifat membangun demi kemanfaatan skripsi ini.

Akhir kata hanya kepada Allah SWT penulis berserah diri semoga

petunjuknya selalu menyertai kita semua sehingga kita selalu berada di jalan dan

ridho-Nya. Semoga segala kebaikan dan pertolongan semuanya mendapatkan

berkah dari Allah SWT. Akhir kata penulis mohon maaf apabila masih banyak

kekurangan dalam penyusunan skripsi ini. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi

semua pihak yang memerlukan, Aamiin Ya Robal A’lamin.

Cirebon, 12 Juli 2024

Penulis,

Riska Noviyanti

(0301201004)

8
Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan pentingnya Keterbukaan Informasi

Publik (KIP) dalam kaitannya dengan tercapainya akuntabilitas, transparansi, dan

partisipasi, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan Komisi Informasi Publik

untuk memastikan keterbukaan informasi publik dilakukan secara tepat di semua

tingkatan dan di seluruh wilayah. Masyarakat informasi di Indonesia cukup kuat.

Metode analisisnya menggunakan studi hubungan antar melakukan analisis

terhadap teori dan konsep terkait penyebaran informasi publik dan akuntabilitas,

transparansi dan partisipasi sehingga perbandingan antara keduanya dapat dibuat.

Hasil penelitian menunjukkan penyebaran informasi publik merupakan salah satu

cara terpenting untuk mempercepat proses perubahan dan perluasan penerapan

good governance governance (transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi

masyarakat) di Indonesia.

Kata kunci: keterbukaan informasi publik, akuntabilitas, transparansi,


partisipasi

Abstrack

This research aims to explain the importance of Public Information Openness

(KIP) in relation to achieving accountability, transparency and participation, as

well as steps that the Public Information Commission can take to ensure that

public information disclosure is carried out appropriately at all levels and in all

regions. The information society in Indonesia is quite strong. The analytical

method uses relationship studies to analyze theories and concepts related to the

9
dissemination of public information and accountability, transparency and

participation so that comparisons between the two can be made. The research

results show that the dissemination of public information is one of the most

important ways to accelerate the process of change and expand the

implementation of good governance (transparency, accountability and community

participation) in Indonesia.

Key words: openness of public information, accountability, transparency,

participant.

10
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Informasi merupakan bagian penting yang tak terpisahkan dari kehidupan

manusia, manusia saling berkomunikasi antar manusia untuk mendapatkan

informasi baik antar sesama Individu, Individu dengan kelompok maupun

kelompok dengan kelompok untuk mengembangkan hidupnya baik secara

politik, hukum, ekonomi, dan sosial budaya serta keamanan dalam rangka

pengembangan pribadi dan lingkungannya. Ketersediaan informasi sangat penting

bagi kelangsungan hidup manusia. Tanpa informasi, manusia tidak akan mampu

mengambil keputusan akan suatu hal. Ketersediaan informasi akan mampu

memberikan pertimbangan bagi manusia untuk mengambil keputusan yang

rasional. Oleh karenanya, informasi harus dapat diperoleh oleh setiap orang. Oleh

karena itu tidak salah jika kebebasan memperoleh informasi publik

merupakan bagian dari hak asasi manusia1. Bahkan efektifitas pembangunan

nasional juga ditentukan oleh adanya komunikasi yang baik antara

pemerintah selaku pejabat publik dengan masyarakat.

Indonesia juga merupakan negara yang sedang berkembang, baik di

bidang ilmu pengetahuan, teknologi maupun didalam sistem pemerintahan. Era

globalisasi yang menuntut kebebasan informasi, kebebasan pers dan media massa

merupakan suatu sarana penting yang menjadi kebutuhan untuk konsumsi publik,

1
Mengenal Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik, Lembaga Bantuan Hukum
Masyarakat, 2010

11
masyarakat yang butuh akan informasi dapat mengakses berbagai informasi

yang dibutuhkannya melalui berbagai macam media baik media elektronik

maupun media lainnya sehingga kebutuhan akan informasi kian meningkat.

Tak bisa dipungkiri, kemajuan teknologi informasi berdampak langsung

terhadap era keterbukaan saat ini setiap orang mampu menerima informasi

langsung dan lebih cepat dari sebelumnya. Dunia yang sekarang ini sudah

memasuki era kebebasan informasi, dalam hal informasi yang berhubungan

dengan segala sesuatu yang berkaitan dengan pemerintahan amatlah penting

untuk diketahui oleh publik, karena semakin terbukanya informasi terhadap

publik maka semakin terbuka pula peluang masyarakat untuk ikut

berpartisipasi dalam mendorong serta menciptakan pemerintahan yang baik

dan bersih. Era informasi ini sejalan dengan demokratisasi, pengurangan

dominasi pemerintah, pemajuan civil liberties, civil society, hak asasi manusia,

pemberdayaaan publik dan ihwal lain yang serupa.

Era keterbukaan yang mengiringi Reformasi 1998 semakin menimbulkan

kesadaran akan terbukanya akses informasi dari berbagai kalangan. Secara

khusus, keterbukaan akses menuju informasi publik diperlukan oleh mereka yang

berkecimpung dalam bidang lingkungan, gerakan antikorupsi, hak asasi manusia,

dan pers yang sering mengalami kesulitan dalam mengakses berbagai informasi

dari lembaga pemerintah, dengan dalih rahasia Negara.2 Sejak reformasi 1998

Indonesia sudah mulai menuju kearah perubahan yang menuntut keterbukaan

informasi publik, dengan terbukanya informasi kepada publik maka peluang

2
Mengenal Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik, Lembaga Bantuan Hukum
Masyarakat, hlm. 1, 2010

12
rakyat untuk berpartisipasi dalam berbagai kebijakan publik menjadi lebih

besar, karena rakyat yang “open informed” (terbuka dengan informasi) akan

menjadi kekuatan dan aktor dalam proses penetuan dan pengawasan

kebijakan publik. Arus informasi yang lebih baik akan menghasilkan

pemerintahan yang efektif dan membantu pengembangan yang lebih fleksibel

serta kerjasama antara publik dan pemerintah akan semakin erat karena

informasi yang semakin banyak tersedia. Tiga isu besar yang mendorong

lahirnya kesadaran atas kebutuhan informasi adalah upaya pemberantasan korupsi,

penegakan hak asasi manusia, dan tata kelola pemerintah yang baik (good

governance).3

Keterbukaan informasi publik membuat masyarakat dapat mengontrol

setiap langkah dan kebijakan yang diambil oleh pemerintah. Penyelenggaraan

kekuasaan dalam negara demokrasi harus setiap saat dapat

dipertanggungjawabkan kembali kepada masyarakat. Akuntabilitas membawa ke

tata pemerintahan yang baik yang bermuara pada jaminan pada hak asasi manusia.

Keterbukaan informasi sejalan dengan salah satu pilar reformasi yakni

transparansi. Secara komprehensif Undang-undang nomor 14 tahun 2008 tentang

Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP) mengatur mengenai kewajiban

badan publik negara dan badan publik non negara untuk memberikan

pelayanan informasi yang terbuka, transparan dan bertanggung jawab kepada

masyarakat. Komisi Informasi (KI) pun dibentuk sebagai lembaga mandiri

3
Mengenal Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik, Lembaga Bantuan Hukum
Masyarakat, hlm. 2, 2010

13
yang berfungsi menjalankan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik

(KIP) dan peraturan pelaksanaannya, menetapkan petunjuk teknis standar

layanan informasi publik dan menyelesaikan sengketa informasi publik melalui

mediasi dan/atau ajudikasi nonlitigasi. Mediasi adalah penyelesaian sengketa

informasi publik antara para pihak melalui bantuan mediator Komisi

Informasi. Sedangkan ajudikasi nonlitigasi adalah proses penyelesaian sengketa

informasi publik antara para pihak yang diputus oleh Komisi Informasi.

Undang - Undang no 14 Tahun 2008, tentang Keterbukaan Informasi

Publik (KIP) bertujuan untuk menjamin hak warga negara untuk mengetahui

rencana pembuatan kebijakan publik, program kebijakan publik, dan proses serta

alasan pengambilan suatu keputusan publik, mendorong partisipasi

masyarakat dalam proses pengambilan kebijakan publik, dan meningkatkan peran

aktif masyarakat dalam pengambilan kebijakan publik dan pengelolaan

Badan Publik yang baik. Mewujudkan penyelenggaraan negara yang baik,

yaitu yang transparan, efektif dan efisien, akuntabel serta dapat

dipertanggungjawabkan serta mengetahui alasan kebijakan publik yg

mempengaruhi hajat hidup orang banyak, serta mengembangkan ilmu

pengetahuan dan mencerdaskan kehidupan bangsa dan/atau meningkatkan

pengelolaan dan pelayanan informasi dilingkungan Badan Publik untuk

menghasilkan layanan informasi yang berkualitas, Berbeda dengan undang-

undang lain yang umumnya langsung efektif setelah disahkan, Undang-

Undang Keterbukaan Informasi Publik baru efektif diberlakukan pada 1 Mei

2010. Kurun waktu dua tahun setelah diundangkan tersebut diberikan untuk

14
Badan- Badan Publik agar mempersiapkan diri menyongsong implementasi

Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik karena undang undang yang

terdiri dari 64 pasal ini yang pada intinya memberikan kewajiban kepada setiap

Badan Publik untuk membuka akses bagi setiap pemohon informasi publik untuk

mendapatkan informasi publik, kecuali beberapa informasi tertentu.

Setelah kurun waktu dua tahun tersebut, Undang-Undang Keterbukaan

Informasi Publik resmi diberlakukan, maka seharusnya setiap Badan Publik

Pemerintah maupun non Pemerintah Wajib melaksanakan Keterbukaan Informasi

Publik kepada masyarakat, namun dalam pelaksanaannya Undang-Undang

Keterbukaan Informasi Publik masih dirasakan masih belum sepenuhnya merata

dilaksanakan oleh badan Publik, dirasakan hanya berjalan efektiv pada level top

management yaitu Pemerintah Pusat.

Keterbukaan Informasi Publik di negeri ini seakan masih aneh ditelinga

masyarakat Indonesia khususnya di daerah, kurangnya sosialisasi oleh

pemerintah, rendahnya kualitas sumber daya manusia dalam badan publik serta

minimnya pengetahuan masyarakat atas hal ini membuat peraturan ini seakan

hanya berjalan di Pemerintah Pusat dan hanya dipahami oleh kalangan Intelektual

dan praktisi hukum. Padahal Keterbukaan Informasi Publik ini merupakan

Kewajiban bagi Badan Publik untuk melaksanakannya dan merupakan Hak bagi

masyarakat untuk mendapatkan Informasi Publik, untuk itu perlu adanya pelatihan

khusus terkait Keterbukaan Informasi Publik terhadap sumber daya manusia

Badan Publik baik di Pusat sampai di Daerah hingga sampai ke Desa serta

sosialisasi kepada seluruh masyarakat agar Keterbukaan Informasi Publik ini

15
dapat berjalan dengan baik dalam rangka mewujudkan Pemerintah yang terbuka

dan akuntabel.

Dalam mengelola Informasi Badan Publik melalui Pejabat Pengelola

Informasi dan Dokumentasi wajib menyediakan informasi secara berkala yaitu

informasi yang berkaitan dengan badan publik, Informasi yang berkaitan dengan

kegiatan dan kinerja badan publik, informasi tentang keuangan dan informasi lain

yang diatur dalam perundang-undangan. Dalam hal ini Badan Publik wajib

menyediakan informasi yang sudah berada dalam kewenangannya kepada

pemohon informasi publik, informasi yang disediakan oleh badan publik wajib

merupakan informasi yang akurat, benar, dan tidak menyesatkan. Dalam

pelaksanaannya terdapat kesenjangan antara aturan (Das Sein) dan

Pelaksanaannya (Das Sollen). Terdapat beberapa contoh kesenjangan, antara lain :

Badan publik baik tidak menyediakan informasi yang sudah ada dalam

kewenangannya dengan alasan bahwa informasi tersebut masuk dalam kategori

informasi yang dikecualikan menurut undang-undang dan berdalih bahwa

informasi yang diminta pemohon belum dikuasai sepenuhnya, maupun alasan lain

yang sebenarnya tidak diperkenan dalam undang-undang. Penyimpangan

Keterbukaan Informasi Publik oleh badan Publik sendiri banyak terjadi khususnya

dalam tata Pemerintahan Daerah sampai ke Desa, dimana masyarakat serta

Pejabat Publik nya belum paham betul akan Keterbukaan Informasi Publik.

Berdasarkan latar belakang masalah ini, maka dalam penelitian hukum ini penulis

memilih judul: “EFEKTIVITAS PENGELOLAAN KEUANGAN DESA DI

DESA GUMULUNGLEBAK DIHUBUNGKAN DENGAN UNDANG-

16
UNDANG NOMOR 14 TAHUN 2008 TENTANG KETERBUKAAN

INFORMASI PUBLIK ”.

A. Identifikasi Masalah

Perumusan masalah merupakan hal yang penting dalam suatu penelitian,

karena perumusan masalah akan membantu peneliti untuk mengidentifikasi

persoalan yang akan diteliti dan akan mengarahkan penelitian sesuai dengan

tujuan penelitian.

Dari uraian latar belakang diatas, maka peneliti merumuskan masalah yang akan

diteliti yakni :

1. Bagaimana efektivitas Undang-undang nomor 14 Tahun 2008 tentang

Keterbukaan Informasi Publik dalam pengelolaan keuangan Desa di Desa

Gumulunglebak ?

2. Apa saja faktor – faktor yang menjadi penghambat masyarakat untuk

memperoleh informasi publik dan apakah masyarakat sudah sadar akan

ada pengecualian dalam Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik di

desa Gumulunglebak ?

B. Tujuan Penelitian

Suatu penelitian harus memiliki maksud dan tujuan yang jelas agar

penelitian tersebut memiliki arahan dan pedoman yang pasti. Maksud dan tujuan

penelitian pada prinsipnya mengungkapkan apa yang hendak dicapai oleh peneliti

sebagai solusi atas permasalahan yang dihadapi.

17
Adapun tujuan yang hendak dicapai peneliti dalam penelitian ini adalah :

1. Untuk mengetahui sejauh mana berjalannya pelaksanaan UU No.14

Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik di desa

Gumulunglebak

2. Untuk mengetahui Faktor Faktor apa saja yang menjadi penghambat

pelaksanaan Keterbukaan Informasi Publik dan apakah masyarakat

sudah sadar akan ada pengecualian dalam Undang-Undang

Keterbukaan Informasi Publik di desa Gumulunglebak

C. Kegunaan Penelitian

Adapun kegunaan penelitian ini penulis dapat membagi kedalam dua

bagian yaitu kegunaan secara teoritis dan kegunaan secara praktis. Adapun

kegunaan secara teoritis dan kegunaan praktis adalah sebagai berikut :

1. Kegunaan secara Teoritis

A. Sebagai bahan masukan berupa sumbangan pemikiran bagi


perkembangan ilmu hukum khusunya bidang hukum hak asasi
manusia, yang berkaitan dengan keterbukaan informasi publik.
B. Sebagai bahan informasi bagi peneliti dan pihak lain yang ingin
melanjutkan dengan permasalahan yang sama.

2. Kegunaan secara Praktis

Dengan pembahasan dan penelitian ilmiah yang berbentuk skripsi dapat

menjadi bahan informasi bagi masyarakat dan rekan-rekan mahasiswa

yang hendak mempelajari guna mengetahui tentang Keterbukaan

18
Informasi Publik, Kebijakan Publik, partisipasi masyarakat dan semuanya

dalam lingkungan Publik secara mendalam dan terperinci bagi yang

melakukan penelitian terhadap perkembangan di masyarakat.

D. Kerangka Pemikiran

Dalam Pasal 19 Deklarasi Universal tentang Hak Asasi Manusia 1948

disebutkan tentang Kebebasan untuk mendapat Informasi. Pasal tersebut berbunyi

“Setiap orang berhak atas kebebasan mempunyai dan mengeluarkan

pendapat; dalam hal ini termasuk kebebasan menganut pendapat tanpa

mendapat gangguan, dan untuk mencari, menerima dan menyampaikan

keterangan-keterangan dan pendapat dengan cara apa pun dan dengan

tidak memandang batas-batas.”

Jelas terlihat bahwa hak untuk mencari dan mendapatkan informasi merupakan

bagian yang termasuk dalam kerangka kebebasan berpendapat dan berekspresi

(freedom of opinion and expression). Pengaturan tersebut secara umum ditujukan

untuk menjamin hak memperoleh informasi yang dikuasai oleh otoritas publik

termasuk kedalam Hak Asasi Manusia.

Hak Asasi Manusia merupakan hak mutlak yang melekat pada setiap

manusia sejak manusia dilahirkan, sebagai negera Hukum Indonesia menjunjung

tinggi Hak Asasi Manusia yang diadopsi dan difiltrasi baik dari hasil konvensi

Internasional maupun Traktat hingga terbentuklah suatu peraturan yang secara

19
khusus mengatur tentang Hak Asasi Manusia di Indonesia yaitu Undang-undang

nomor 39 Tahun 1999.

Dalam undang-undang tersebut diatur beberapa kategori Hak - hak Asasi

Manusia, antara lain sebagai berikut :

1. Hak untuk hidup

2. Hak untuk berkeluarga dan melanjutkan keturunan

3. Hak mengembangkan diri

4. Hak memperoleh keadilan

5. Hak atas kebebasan Pribadi

6. Hak atas rasa aman

7. Hak atas kesejahteraan

8. Hak turut serta dalam pemerintahan

9. Hak Wanita

10. Hak anak;

Berdasarkan pengelompokan kategori tersebut salah satu Hak asasi

manusia adalah Hak untuk mengembangkan diri yang berdasarkan Pasal 14 ayat 1

undang-undang nomor 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia berbunyi

“Setiap orang berhak untuk memperoleh informasi yang diperlukan untuk

mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya” dan, sehubungan dengan hal

tersebut maka setiap orang dengan semangat demi mengembangkan kehidupan

pribadi dan sosialnya berhak mengakses informasi dari manapun tanpa terkecuali.

Pemerintah yang dalam hal ini adalah Badan Publik dan atau pejabat Publik.

20
Selain untuk mengembangkan diri dan lingkuangan sosial akses informasi atas

Badan Publik juga dapat menjadi suatu wadah kontrol masyarakat terhadap Badan

Publik baik di Pusat maupun di Daerah yang secara khusus diatur dalam undang-

undang nomor 14 tahun 2008 tentang Kterbukaan Informasi Publik.

Dalam kehidupan bernegara, informasi telah dinyatakan sebagai hak-hak

dasar yang akan menentukan kualitas demokrasi di satu sisi dan kualitas

kehidupan warga negara di sisi lain. Sedemikian pentingnya informasi dalam

demokrasi hingga ada yang menyatakan bahwa informasi adalah oksigen

demokrasi.4 Dalam undang-undang nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan

Informasi Publik disebutkan dalam pasal 1 ayat 3 “Badan Publik adalah lembaga

eksekutif, legislatif, yudikatif dan badan lain yang fungsi dan tugas pokoknya

berkaitan dengan penyelenggaraan Negara, yang sebagaian atau seluruh dananya

bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan/atau Anggaran

Pendapatan dan Belanja Daerah, atau organisasi nonpemerintah sepanjang

sebagian atau seluruh dananya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja

Negara dan/atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, sumbangan

masyarakat, dan/atau luar negeri” serta dalam pasal 1 ayat 8 “Pejabat Publik

adalah orang yang ditunjuk dan diberi tugas untuk menduduki posisi atau jabatan

tertentu pada badan publik”.

4
Puddephatt, Andrew. International Guidelines Series Article 19. The Public’s Right to Know:
Principles on Freedom of Information Legislation states. London, Article 19, 1999.

21
Badan Publik berdasarkan Ketentuan Pasal 3 Undang-undang nomor 14

tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik mempunyai kewajiban untuk

melaksanakan Keterbukaan Informasi Publik dengan tujuan untuk :

a. Menjamin hak warga Negara untuk mengetahui rencana pembuatan

kebijakan publik, program kebijakan publik, dan proses pengambilan

keputusan publik, serta alasan pengambilan suatu keputusan publik.

b. Mendorong partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan kebijakan

publik

c. Meningkatkan peran aktif masyarakat dalam pengambilan kebijakan

publik dan pengelolaan badan publik yang baik.

d. Mewujudkan penyelenggaraan Negara yang baik, yaitu yang transparan,

efektif dan efisien, akuntabel serta dapat dipertanggung jawabkan.

e. Mengetahui alasan kebijakan publik yang mempengaruhi hajat hidup

orang banyak;

f. Mengembangkan ilmu pengetahuan dan mencerdaskan kehidupan bangsa;

dan/atau

g. Meningkatkan pengelolaan dan pelayanan informasi dilingkungan badan

publik untuk menghasilkan layanan informasi yang berkualitas.

Dari kutipan pasal 3 undang-undang nomor 14 tahun 2008 tentang

keterbukaan informasi publik tersebut dapat diketahui bahwa setiap Badan Publik

wajib melaksanakan hal-hal tersebut dengan semangat transparansi untuk

mewujudkan Penyelenggaraan Pemerintahan yang baik.

22
E. Metode Penelitian

Metode adalah cara atau langkah yang berulang kali sehingga menjadi

pola untuk mengkaji pengetahuan tentang suatu gejala ( Joko Poerwono, 1998 : 54

). Dalam sebuah penelitian, untuk memperoleh data yang akurat dan valid

diperlukan adanya suatu metedologi. Metedologi pada hakekatnya memberikan

pedoman tentang tata cara seorang ilmuan mempelajari, menganalisa dan

memahami lingkungan – lingkungan yang dihadapinya ( Soejono Soekanto 1986 :

6 ).

Adapun metode penelitian yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian

ini adalah sebagai berikut :

1. Metode Pendekatan

Penelitian ini bersifat deskriptik-analitik, yaitu memaparkan secara

lengkap bagaimana penerapan sistem keterbukaan informasi publik dalam

Badan Publik, untuk selanjutnya dengan menggunakan pendekatan

normative-empiris. Pendekatan normative dimaksudkan untuk mengetahui

landasan metodologis operasional yang digunakan dalam menerapkan

system Keterbukaan Informasi Publik dalam Badan Publik. Sedangkan,

pendekatan empiris digunakan untuk melakukan penelitian langsung

kelokasi penelitian untuk mengetahui sejauh mana Badan Publik

menerapan system keterbukaan Informasi publik.

2. Spesifikasi Penelitian

Spesifikasi penelitian adalah deskriptif yaitu penelitian yang dimaksudkan

untuk memberikan data yang seteliti mungkin dengan manusia, keadaan

23
atau gejala gejala lainnya, serta hanya menjelaskan keadaan objek

masalahnya tanpa bermaksud mengambil keputusan yang berlaku umum.

Spesifikasi penelitian secara deskriptif bertujuan untuk memperoleh

gambaran tentang sistem keterbukaan Informasi Publik terhadap

masyarakat. Dalam hal ini peneliti akan menggambarkan bagaimanakah

sistem keterbukaan informasi publik terhadap masyarakat serta bagaimana

cara memecahkan masalah masalah tersebut.

3. Teknik Pengumpulan Data

Suatu penelitian pasti membutuhkan data yang lengkap dalam hal

dimaksudkan agar data yang terkumpul benar – benar memiliki nilai

validitas dan reabilitas yang baik. Di dalam penelitian, lazimnya dikenal

paling sedikit tiga jenis teknik pengumpulan data, yakni : studi dokumen

atau bahan pustaka, pengamatan dan observasi, dan wawancara atau

interview.

Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini antara

lainmenggunakan metode-metode sebagai berikut :

a. Dokumentasi, yaitu mengumpulkan data-data yang terkait dengan

focus penelitian yang berasal dari sumber utamanya (Obyek

Penelitian), dalam hal ini adalah dokumen pelanggaran system

Keterbukaan Informasi, arsip-arsip, buku, modul, artikel, jurnal baik

cetak maupun online, dan sebagainya yang terkait dengan

permasalahan yang dikaji.

24
b. Interview, adalah usaha mengumpulkan data/informasi dengan

mengajukan sejumlah pertanyaan secara lisan untuk dijawab secara

lisan pula, dengan cirri utama adalah kontak langsung, bertatap muka

antara si pencari informasi dengan sumber informasi. Dalam hal ini

melakukan wawancara dengan Pejabat Pengelola Informasi dan

Dokumentasi (PPID).

c. Observasi, adalah pengamatan dan pencatatan secara sistematik

terhadap gejala yang Nampak pada obyek penelitian. Metode observasi

ini digunakan untuk mengumpulkan data tentang system keterbukaan

informasi Publik.

4. Analisa Data

Analisis data merupakan tahap yang penting dalam sebuah penelitian,

karena peneliti harus mengolah data dan mendapatkan jawaban dari

permasalahan yang diteliti untuk selanjutnya dibuat kesimpulan. Teknik

analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik interpretasi

atau penafsiran. Adapun metode analisis yang digunakan dalam penelitian

ini adalah metode analisis kualitatif, yaitu penelitian yang obyeknya bukan

berupa angka, dimana kajian ini diupayakan mendasar dan mendalam,

berorientasi pada data-data yang diperoleh, dalam hal ini adalah hasil

wawancara bagimana sistem keterbukaan informasi publik. Dengan

demikian cara untuk menganalisa data yang diperoleh dari penelitian ini

adalah dengan langkah pertama mengobservasi data di lapangan,

25
kemudian wawancara dengan Pejabat Pengelola Informasi dan

Dokumentasi setelah mendapatkan informasi yang diinginkan, maka

ditambah data-data dari dokumentasi dan observasi tersebut. Lalu

menganalisa data dengan kata-kata sebagai gambaran dan penjelas.

Menganalisis data penelitian merupakan suatu langkah yang sangat kritis,

apakah menggunakan data statistic atau non statistic.5 Analisis data adalah

proses mengatur urutan data, mengorganisasikannya kedalam suatu pola,

kategori dan satuan uraian sehingga dapat ditemukan tema dan dapat

dirumuskan hipotesis seperti yang disarankan oleh data.6

Dalam penelitian ini analisis data dilakukan secara berkesinambungan dari

awal sampai akhir penelitian, baik dilapangan maupun diluar lapangan

dengan memperguankan teknik seperti yang dikemukan oleh Miles dan

huberman:7

a. Reduksi data, yaitu membuat abstraksi seluruh data yang diperoleh dari

seluruh catatan lapangan hasil observasi wawancara dan pengkajian

dokumen. Reduksi data merupakan suatu bentuk analisis data yang

menajamkan, mengaharapkan hal-hal penting, menggolongkan

mengarahkan, membuang yang tidak dibutuhkan dan mengorganisasikan

data agar sistematis serta dapat membuat satu simpulan yang bermakna.

Jadi, data yang diperoleh melalui observasi wawancara dan pengkajian

5
Ibid,..
6
Moleong, Metodologi,h.161
7
Mattew B. Miles dan A. Michael Huberman, Analisis Data Kualitatif (terj. Tjejep Rohendi
Rohidi, (Jakarta: UI-Press, 1992) h.19-19.

26
dokumen dikumpulkan, diseleksi, dan dikelompokkan kemudian

disimpulkan dengan tidak menghilangkan nilai data itu senidri.

b. Penyajian data, yaitu sekumpulan informasi tersusun yang memberi

kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dalam pengambilan tindakakan.

Proses penyajian data ini mengungapkan secara kesluruhan dari sekelompok data

yang diperoleh agar mudah dibaca dan dipahami, yang paling sering digunakan

unt uk penyajian data dalam penelitian kualitatif adalah dengan teks yang bersifat

naratif.8

c. Kesimpulan dan verifikasi Data yang sudah diatur sedemikian rupa (dipolakan,

difokuskan, disusun secara sistematis) kemudian disimpulkan sehingga makna

data dapat ditemukan. Namun, kesimpulan tersebut hanya bersifat sementara dan

umum. Untuk memperoleh kesimpulan yang “grounded” maka perlu dicari data

lain yang baru untuk melakukan pengujian kesimpulan tentatif tadi terhadap

pelaksanaan penelitian di desa Gumulunglebak. Dengan kegiatan mereduksi data,

dan penyimpulan terhadap hasil penelitian yang dilakukan memberikan

kemudahan pembaca dalam memahami proses dan hasil penelitian

BAB II

LANDASAN TEORITIS

2.1 Pengertian Informasi Publik

8
Sugiono, Metode Penelitian Pendidikan, Pendekatan Kuanititatif, Kualitatif dan R&D (Bandung:
Alfabeta, 2008)

27
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Informasi mengandung

pengertian penerangan atau pemberitahuan atau kabar atau berita tentang

sesuatu istilah. Menurut Hiro Tugiman9 informasi adalah hasil dari

pengolahan data dalam sebuah bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti

bagi [Link] ini menggambarkan suatu kejadian nyata

yang digunakan untuk pengambilan [Link] dari informasi

adalah data, yang dapat berbentuk simbol, huruf, alfabet, angka, suara

sinyal, gambar-gambar dan sebagainya. Sebagai negara berkembang,

informasi merupakan bagian yang sangat diperlukan dalam pendidikan dan

penelitian untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Informasi merupakan tafsiran atas data, sehingga mempunyai makna

karena sudah diproses, informasi yang baik adalah karena masuknya nilai

dan norma kedalam informasi tersebut. informasi pemerintah yang benar

(valid dan sahih) dapat dipergunakan untuk membantu pengambilan

keputusan dalam mengurangi ketidakpastian serta mengantisipasi kendala

yang akan diperkirakan terjadi.

Jadi informasi bukan hanya sekedar data mentah yang kemudian

asal disampaikan apa adanya. Tetapi harus sudah diproses, diolah dan

disaring mana yang baik, benar dan perlu disampaikan kepada pihak

tertentu. Sebagai abdi masyarakat maka para administrator publik

hendaknya menjadi pencari informasi dan sumber informasi bagi

9
Hiro tugiman (1996). Pengenalan internal audit, penerbit kanisius, Yogyakarta

28
masyarakatnya, Menurut Hetifah Sj. Sumarto10 hak terhadap informasi

adalah bagian yang esensial dalam mekanisme partisipatori. Indonesia

baru saja mengesahkan Undang-undang Keterbukaan Informasi Publik

Nomor 14 Tahun 2008 yang menjamin akses perlu diperkuat oleh

fasilitator partisipasi adalah bagaimana membuka akses terhadap berbagai

informasi yang dapat menstimulasi dan memberikan tantangan pada

komunitas untuk terlibat pada berbagai kegiatan yang bertujuan untuk

mendorong kualitas governance. berbagai pengalaman advokasi

governance menunjukkan pentingnya peran data dan informasi sebagai

salah satu kunci kesuksesan. Namun dalam periode transisi seperti saat ini,

keterbukaan dan akses terhadap informasi adalah sesuatu yang masih harus

diperjuangkan Kewajiban menyebarluaskan informasi publik semestinya

dilakukan dengan cara yang mudah dijangkau oleh masyarakat dan dalam

bahasa yang mudah dipahami dan ditentukan oleh Pejabat Pengelola

Informasi dan Dokumentasi terkait. Secara ringkas ini manfaat Teknologi

Informasi dan Komunikasi bagi proses administrasi.

pengelolaan atau pengurusan negara11:

1. Transparansi : politik dan administrasi (dalam arti sempit) menjadi lebih

terbuka, kecurigaan antar aktor berkurang; meskipun kemudian

pertengkaran antar actor juga dapat lebih leluasa ditonton (secara

berulang-ulang) melalui televisi.

10
Hetifa Sj. Sumarto Inovasi, partisipasi dan Good Governace, Bandung: Yayasan Obor Indonesia
11
Wibawa, samodra. 2012, mengelola Negara, Yogyakarta, Gava Media

29
2. Partisipasi : tersampaikannya informasi secara cepat diantara

pemerintah dan masyarakat baik pengusaha maupun konsumen atau warga

biasa, pers atau media massa dapat lebih leluasa bekerja. Kebebasan

berpendapat, bersuara, dan bernegosiasi juga menjadi lebih terekspresikan.

Masyarakat mempunyai power yang lebih tinggi.

3. Efisiensi : dengan arus informasi yang lancar, maka proses pelayanan

masyarakat juga dapat lebih cepat. Proses kerja pemerintah dapat

dipersingkat, jenjang birokrasi dapat dipangkaskan.

2.2 Keterbukaan Informasi Publik

Reformasi pada tahun 1998 telah membawa banyak perubahan

pada Indonesia. Dari latar belakang pemerintahan yang tertutup dan penuh

kerahasiaan tersebut kini sudah mulai menciptakan keterbukaan terhadap

masyarat tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan

mendorong keterbukaan informasi publik yang diwujudkan dalam UU No.

14 Tahun 2008.

Menurut Erlina Hasan12 berkembangnya semangat keterbukaan

dalam masyarakat setidaknya dipandu oleh kecanggihan sistem

komunikasi dan informasi dimana masyarakat dengan mudah mengakses

berbagai permasalahan, khususnya bidang pemerintahan dari berbagai

belahan dunia yang secara tidak langsung membuka mata dan telinga

12
Erlina, Hasan. 2010. Komunikasi Pemerintahan Cetakan kedua. Bandung: Refika Aditama.

30
bagaimana negara lain mengelola dan memajukan kesejahteraan

masyarakatnya. Hak untuk mendapatkan informasi merupakan hak asasi

manusia dan keterbukaan informasi publik merupakan salah satu ciri

penting negara yang baik dan bahwa keterbukaan informasi publik

merupakan sarana dalam mengoptimalkan pengawasan publik lainnya dan

segala sesuatu yang berakibat pada kepentingan publik dan bahwa

pengelolaan informasi publik merupakan salah satu upaya untuk

mengembangkan masyarakat informasi maka dianggap penting untuk

menerbitkan undang-undng tentang keterbukaan informasi publik.

Tujuan diundangkannya Keterbukaan Informasi Publik adalah

meningkatkan kualitas pelayanan informasi publik dilingkungan badan

publik, mengembangkan sistem penyediaan pelayanan informasi secara

cepat, mudah dan wajar serta mengembangkan sistem dokumentasi yang

baik untuk penyediaan dan penyimpanan informasi publik secara efektif

dan efisien. Disamping itu tujuannya sesuai undangundang adalah : 13

1. Menjamin hak warga negara untuk mengetahui rencana pembuatan

kebijakan publik, program kebijakan publik dan proses pengambilan

keputusan publik serta alasan pengambilan keputusan publik.

2. Mendorong partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan kebijakan

publik.

13
Erlina, Hasan. 2010. Komunikasi Pemerintahan Cetakan kedua. Bandung: Refika Aditama.

31
3. Meningkatkan peran aktif masyarakat dalam pengambilan kebijakan

publik dan pengelolaan badan publik yang baik.

4. Mewujudkan penyelenggaraan negara yang baik yaitu transparan,

efektif dan efisien, akuntabel serta dapat dipertanggungjawabkan.

5. Mengetahui alasan kebijakan publik yang mempengaruhi hajat hidup

orang banyak.

6. Mengembangkan ilmu pengetahuan dan mencerdaskan kehidupan

bangsa.

7. Meningkatkan pengelolaan dan pelayanan informasi diligkungan badan

publik untuk menghasilkan layanan informasi yang berkualitas.

2.3 Pengertian Kepemimpinan Pemerintahan Desa

Menurut buku Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12

tahun 2008 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang nomor 32 tahun

2004 tentang Pemerintahan Daerah pengertian kepemimpinan

pemerintahan desa ialah:

Pasal 202

1) Pemerintahan desa terdiri atas kepala desa dan perangkat desa.

2) Perangkat desa terdiri dari sekretaris desa dan perangkat desa lainnya.

32
3) Sekretaris desa sebagaimana dimaksuid pada ayat (2) diisi dari pegawai

negeri sipil yang memenuhi persyaratan.

Pasal 203

1) Kepala desa sebagaimana dimaksud dalam pasal 202 ayat (1) dipilih

langsung oleh dan dari penduduk desa warga Negara Republik Indonesia

yang syarat selanjutnya dan tata

2) cara pemilihan nya diatur dengan perda yang berpedoman kepada

Peraturan Pemerintahan.

3) Calon Kepala Desa yang memperoleh suara terbanyak dalam pemilihan

Kepala Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ditetapkan sebagai

Kepala Desa.

14

4) Pemiilihan dalam Kepala Desa dalam kesatuan masyarakat hokum adat

beserta hak tradisionalnya sepanjang masih hidup dan yang diakui

keberadaannya berlaku ketentuan hokum adat setempat yang ditetapkan

dalam perda dengan berpedoman pada peraturan pemerintahan.

14
2008 (Undang-undang republik Indonesia nomor 12 tahun 2008 tentang perubahan kedua atas
undang-undang nomor 32 tahun2004 tentang pemerintah daerah, BP restindo mediatama, Jakarta,
hlm 162)

33
Pasal 204

Masa jabatan kepala Desa adalah 6 (enam) tahun dan dapat dipilih kembali

hanya untuk 1 (satu) kali masa jabatan berikutnya.

Pasal 205

1) Kepala desa terpilih dilantik oleh Bupati/Walikota paling lambat

30 (tiga puluh) hari setelah pemilihan.

2) Sebelum memangku jabatannya, kepala desa mengucapkan

sumpah/ janji.

3) Susunan kata-kata sumpah/janji dimaksud adalah sebagai berikut:

15"Demi Allah (Tuhan), saya bersumpah/berjanji bahwa saya akan

memenuhi kewajiban saya selaku kepala desa dengan sebaik-baiknya,

sejujur-jujurya, dan seadil-adilnya; bahwa say. akan selalu taat dalam

mengamalkan dan mempertahankan Pancas ila sebagai dasar negara; dan

bahwa saya akan menegakkan kehidupan demokrasi dan Undang-Undang

Dasar 1945 serta melaksanakan segala peraturan perundang-undangan

dengan selurus-lurusnya yang berlaku bagi desa, daerah, dan Negara

Kesatuan Republik Indonesia".

Pasal 206

15
Ibit (halaman 162)

34
Urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan desa mencakup:

a. urusan pemerintahan yang sudah ada berdasarkan hak asa-usul desa.

b. urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan kabupaten/kota yang

diserahkan pengaturannya kepada desa.

c. tugas pembantuan dari Pemerintah, pemerintah provinsi, dan/atau

pemerintah kabupaten/kota.

d. urusan pemerintahan lainya yang oleh peraturan perundang-undangan

diserahkan kepada desa.

16Pasal 207

Tugas pembantuan dari Pemerintah, pemerintah provinsi, dan/atau

pemerintah Kabupaten/kota kepada desa disertai dengan pembiayaan,

sarana dan prasarana, serta sumber daya manusia.

Keuangan Desa
Pasal 212

1) Kuangan desa adalah semua hak dan kewajiban desa yang dapat

dinilai dengan uang, serta segala sesuatu baik berupa uang maupun

16 Ibit (halaman 162)

35
berupa barang yang dapat dijadikan milik desa berhubung dengan

pelaksanaan hak dan kewajiban.

2) Hak dan kewajiban sebagaimana dimaksud pada ayat (1)

menimbulkan pendapatan, belanja dan pengelolaan keuangan desa.

3) Sumber pendapatan desa sebagaimana dimaksud pada ayat (2)

terdiri atas:

a. pendapatan asli desa;

b. bagi hasil pajak daerah dan retribusi daerah kabupaten/kota;

c. bagian dari dana perimbangan keuangan pusat dan daerah yang

diterima oleh kabupaten/kota;

d. bantuan dari Pemerintah, pemerintah provinsi, dan pemerintah

kabupaten/kota;

e. hibah dan sumbangan dari pihak ketiga.

4) Belanja desa sebagaimana dimaksud pada ayat (2) digunakan untuk

mendanai penyelenggaraan pemerintahan desa dan

pemberdayaan masyarakat desa. 17

5) pengelolaan keuangan desa sebagaimana dimaksud pada ayat (2)

dilakukan oleh kepala desa yang dituangkan dalam peraturan desa

tentang anggaran pendapatan dan belanja desa

17
Ibit (halaman 162)

36
6) pedoman pengelolaan keuangan desa sebagaimana dimaksud pada

ayat (5) ditetapkan okeh Bupati/Walikota dengan berpedoman pada

peraturan perundang-undangan.

Pasal 213

1) Desa dapat mendirikan badan usaha milik desa sesuai dengan

kebutuhan dan potensi desa.

2) Badan usaha milik desa sebagaimana dimaksud ayat (1)

berpedoman pada peraturan perundang-undangan.

3) Badan usaha milik desa sebagaimana dimaksud ayat (1) dapat

melakukan pinjaman sesuai peraturan perundang-undangan.18

2.4 Undang-undang KIP Nomor 14 Tahun 2008

Undang-undang ini membahas tentang bagaimana cara atau tata

laksana dalam mengelola, memberikan dan menyediakan informasi dan

sarana informasi publik kepada masyarakat. Bahwa informasi merupakan

kebutuhan pokok setiap orang bagi pengembangan pribadi dan lingkungan

sosialnya serta merupakan bagian penting bagi ketahanan nasional.

Dalam undang-undang ini menyatakan bahwa memperoleh

informasi merupakan hak asasi manusia dan keterbukaan informasi publik

merupakan salah satu cirri penting negara .

18
Ibit (halaman 163)

37
demokratis yang menjunjung tinggi kedaulatan rakyat untuk mewujudkan

penyelenggaraan negara yang baik. Keterbukaan informasi publik

merupakan sarana dalam mengoptimalkan pengawasan publik terhadap

penyelenggaraan negara dan badan publik lainnya serta segala sesuatu

yang berakibat pada kepentingan publik. Pengelolaan informasi publik

merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan masyarakat informasi.

Semua itu adalah bentuk atau alasan mengapa dibentuk Undang-undang

tentang Keterbukaan Informasi Publik Nomor 14 Tahun 2008.

Undang-undang ini tidak hanya membahas tentang keterbukaan

informasi publik saja, tetapi juga membahas hak dan kewajiban pemohon

dan pengguna dan apa saja pengecualian pada Undang-Undang

Keterbukaan Informasi Publik, mekanisme memperoleh informasi dan

komisi informasi. Komisi informasi didalam undang-undang ini juga

sangat dibahas dan ditentukan syarat-syarat hak dan kewajibannya sampai

kepada proses pengangkatan dan pemberhentian. Tidak hanya itu, dalam

undang-undang ini juga membahas megenai keberatan dan penyelesaian

sengketa melalui komisi informasi.

2 ngsung oleh masyarakat desa. Kepala desa harus memiliki

kemampuan, bakat, kecakapan, dan sifat kepemimpinan. Disamping

menjalankan kegiatan-kegiatan, koordinasi, fungsi, peran dan tanggung

38
jawab mengenai fungsinya sebagai kepala desa, dalam melaksanakan

pembangunan, pengawasan pembangunan dan pelopor pembangunan.

peran kepala desa sangat penting dalam mengadakan pendekatan dan

menumbuhkan serta mengembangkan swadaya gotong royong masyarakat

untuk dapat merealisasikan pelaksaan pembangunan yang telah

direncanakan dalam anggaran pendapatan dan belanja desa.

1. Informasi Yang Wajib Disediakan Dan Diumumkan Secara

Berkala.

Pasal 9 UU KIP memuat uraian mengenai informasi yang wajib disediakan

dan diumumkan secara berkala:

a. Setiap Badan Publik wajib mengumumkan Informasi Publik secara

berkala.

b. Informasi Publik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:

1) Informasi yang berkaitan dengan Badan Publik

2) Informasi mengenai kegiatan dan kinerja Badan Publik terkait

3) Informasi mengenai laporan keuangan.

4) Informasi lain yang diatur dalam peraturan perundang undangan.

c. Informasi Publik sebagaimana dimaksud pada ayat (2) wajib

disediakan dan disampaikan sekurang-kurangnya enam bulan sekali.

39
d. Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi pada Badan Publik

yang bersangkutan juga menetapkan cara sebagaimana dimaksud pada

ayat (4).

e. Petunjuk Teknis Komisi Informasi memuat pengaturan tambahan

Mengenai kewajiban Badan Publik untuk menyediakan dan

menyampaikan Informasi Publik secara berkala sebagaimana

dimaksud pada ayat (1), (2), dan (3). Ketentuan pada ayat (6)

sebelumnya kemudian mewajibkan Komisi Informasi untuk

mengontrol informasi apa saja yang termasuk dalam informasi yang

wajib dipublikasikan oleh Badan Publik secara berkala. Peraturan

Standar Pelayanan Informasi Publik (PERKI SLIP) Nomor 1 Tahun

2010 oleh Komisi Informasi pun dirilis untuk menjalankan ketentuan

tersebut. Pasal 11 peraturan ini menggariskan informasi yang wajib

diberikan dan diumumkan secara berkala dan menyebutkan bahwa :

1. Setiap badan publik wajib mengumumkan secara berkala Informasi

Publik sekurang-kurangnya terdiri atas:

a. Informasi tentang profil badan publik yang meliputi:

1) Rincian tentang jabatan atau tempat tinggal, termasuk alamat

lengkap, jangkauan kegiatan, maksud dan tujuan, serta kewajiban

dan tugas badan publik dan jabatan unit-unit di bawahnya;

2) Keputusan yang dibuat oleh badan publik dan dampaknya;

3) Semua peraturan yang berlaku dan dokumen yang mendukungnya;

40
4) Pengeluaran tahunan yang diproyeksikan untuk Badan Publik

dimasukkan dalam rencana kerja proyek;

5) Kontrak antara badan publik dan pihak luar;

6) Kebijakan dan informasi yang disampaikan oleh perwakilan publik

pada pertemuan publik;

7) Praktik kerja pegawai badan publik yang berkaitan dengan

pelayanan public dan/atau laporan pelayanan akses informasi publik

yang diatur dalam Undang-undang ini.19

2. Undang-Undang Pengecualian Keterbukaan Informasi Publik (Informasi

yang dikecualikan)

INFORMASI YANG DIKECUALIKAN

Pasal 17

Setiap Badan Publik wajib membuka akses bagi setiap Pemohon Informasi Publik

untuk mendapatkan Informasi Publik, kecuali:

a. Informasi Publik yang apabila dibuka dan diberikan kepada Pemohon

Informasi Publik dapat menghambat proses penegakan hukum, yaitu

informasi yang dapat:

1. menghambat proses penyelidikan dan penyidikan

suatu tindak pidana;

19
Putri pitriyani 2023, analisis keterbukaan informasi publik terhadap partisipasi masyarakat
dalam pembangunan desa di Karunji Dalang, universitas Muhammadiyah Mataram

41
2. mengungkapkan identitas informan, pelapor, saksi,

dan/atau korban yang mengetahui adanya tindak

pidana; 20

3. mengungkapkan data intelijen kriminal dan

rencanarencana yang berhubungan dengan

pencegahan dan penanganan segala bentuk

kejahatan transnasional;21

4. membahayakan keselamatan dan kehidupan

penegak hukum dan/atau keluarganya; dan/atau

5. membahayakan keamanan peralatan, sarana,

dan/atau prasarana penegak hukum. b. Informasi

Publik yang apabila dibuka dan diberikan kepada

Pemohon Informasi

Publik dapat mengganggu kepentingan perlindungan hak atas

kekayaan intelektual dan perlindungan dari persaingan usaha tidak sehat;

c. Informasi Publik yang apabila dibuka dan diberikan kepada Pemohon

Informasi Publik dapat membahayakan pertahanan dan keamanan negara,

yaitu:

1. informasi tentang strategi, intelijen, operasi, taktik

dan teknik yang berkaitan dengan penyelenggaraan

20
Undang-Undang republik Indonesia nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi public,
halaman 6, 2008
21
Undang-Undang republik Indonesia nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi public,
halaman 6, 2008

42
sistem pertahanan dan keamanan negara, meliputi

tahap perencanaan, pelaksanaan dan pengakhiran

atau evaluasi dalam kaitan dengan ancaman dari

dalam dan luar negeri;

2. dokumen yang memuat tentang strategi, intelijen,

operasi, teknik dan taktik yang berkaitan dengan

penyelenggaraan sistem pertahanan dan keamanan

negara yang meliputi tahap perencanaan,

pelaksanaan dan pengakhiran atau evaluasi;

3. jumlah, komposisi, disposisi, atau dislokasi

kekuatan dan kemampuan dalam penyelenggaraan

sistem pertahanan dan keamanan negara serta

rencana pengembangannya;

4. gambar dan data tentang situasi dan keadaan

pangkalan dan/atau instalasi militer;

5. data perkiraan kemampuan militer dan pertahanan

negara lain terbatas pada segala tindakan dan/atau

indikasi negara tersebut yang dapat membahayakan

kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia

dan/atau data terkait kerjasama militer dengan

negara lain yang disepakati dalam perjanjian

tersebut sebagai rahasia atau sangat rahasia; 6.

sistem persandian negara; dan/atau

43
6. sistem intelijen negara.

d. Informasi Publik yang apabila dibuka dan diberikan kepada Pemohon

Informasi Publik dapat mengungkapkan kekayaan alam Indonesia;

e. Informasi Publik yang apabila dibuka dan diberikan kepada Pemohon

Informasi Publik, dapat merugikan ketahanan ekonomi nasional: 22

2.7 Hak Memperoleh Informasi

Merupakan hak publik untuk memperoleh informasi sesuai dengan

peraturan perundang-undangan dalam mewujudkan penyelenggaraan

negara yang terbuka.

Memastikan bahwa semua anggota masyarakat menerima informasi sesuai

dengan persyaratan hukum adalah salah satu cara untuk mempromosikan

administrasi negara yang terbuka.

Hak atas informasi sangat penting karena administrasi pemerintah

yang transparan mendorong keterlibatan warga negara dan menjunjung

tinggi akuntabilitas administratif. UU KIP harus dilaksanakan secara

penuh guna melindungi hak setiap orang di masyarakat atas informasi,

mengingat hal tersebut merupakan hak asasi manusia yang fundamental

dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang demokratis. Peningkatan

22
Undang-Undang republik Indonesia nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik,
halaman 7, 2008

44
keterlibatan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan publik

sangat bergantung pada hak masing-masing masyarakat atas informasi.23

BAB III

TINJAUAN NORMATIF (HASIL PENELITIAN)

23
Putri pitriyani 2023, analisis keterbukaan informasi publik terhadap partisipasi masyarakat
dalam pembangunan desa di Karunji Dalang, universitas Muhammadiyah Mataram

45
3.1 Jenis penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dimana

penelitian kualitatif sebagai metode ilmiah sering digunakan dan

dilaksanakan oleh sekelompok peneliti dalam bidang ilmu sosial,

termasuk juga ilmu hukum. Sejumlah alasan juga dikemukakan yang

intinya bahwa penelitian kualitatif memperkaya hasil penelitian

kuantitaif. Penelitian kualitatif dilaksanakan untuk membangun

pengetahuan melalui pemahaman dan penemuan. Pendekatan

penelitian kualitatif adalah suatu proses penelitian dan pemahaman

yang berdasarkan pada metode yang menyelidiki suatu fenomena

social dan masalah manusia. Pada penelitian ini peneliti membuat

suatu gambaran kompleks, meneliti kata-kata, laporan terinci dari

pandagan responden dan melakukan studi pada situasi yang alami.24

Sebelum masuk pada inti deskripsi data hasil penelitian, peneliti

sebelumnya sudah melakukan wawancara dengan kepala desa, aparat

desa dan masyarakat. Pada penelitian ini, wawancara dilakukan pada

tempat dan hari yang berbeda. Waktu dan tempat wawancara di

tentukan dari peneliti dan informan yang menjadi objek penelitian.

Pelaksanakan penelitian dilaksanakan pada tanggal 25 Maret 2024 – 9

Juli 2024. Peneliti mengambil informan atau narasumber dimulai dari

umur 20 tahun.

24
Iskandar, Metodologi Penelitian Kualitatif (Jakarta: Gaung Persada, 2009) cet.1 halaman. 11

46
Hakikat penelitian kualitatif adalah mengamati orang dalam

lingkungan hidupnya berinteraksi dengan mereka, berusaha memahami

bahasa dan tafsiran mereka tentang dunia sekitarnya, mendekati atau

berinteraksi dengan orang-orang yang berhubungan dengan focus

penelitian dengan tujuan mencoba memahami, menggali pandangan dan

pengalaman mereka untuk mendapat informasi atau data yang

diperlukan.25

3.2 Hasil penelitian

Wawancara menjadi salah satu teknik yang digunakan untuk

mengumpulkan data penelitian. Wawancara merupakan komunikasi dua

arah untuk memperoleh informasi dari Responden yang terkait. Dapat pula

dikatakan bahwa wawancara merupakan percakapan tatap muka (face to

face) antara pewawancara dengan narasumber, di mana pewawancara

bertanya langsung tentang suatu objek yang diteliti dan telah dirancang

sebelumnya. Wawancara yang dipilih oleh peneliti adalah wawancara

semiterstruktur (semistructure interview). Jenis wawancara ini sudah

termasuk dalam kategori in-depth interview, dimana wawancara

semiterstruktur dilakukan dengan mengajukan pertanyaan secara bebas

dibandingkan wawancara terstruktur namun masih tetap berada pada

pedoman wawancara yang sudah dibuat. Tujuan dari wawancara ini adalah

untuk menemukan permasalahan secara lebih terbuka, dimana Responden

yaitu para masyarakat desa Gumulunglebak yang dimintai pendapat, ide

25
Ibid, halaman 51

47
atau suatu trobosan dalam menangani suatu permasalahan yang ada.

Responden utama dalam wawancara ini adalah kepala desa (kuwu) ,

nantinya informasi yang didapat akan menjadi studi banding.26

Dalam mewawancarai pelaku peneliti memerlukan bantuan alat-

atat yang diantaranya adalah buku catatan yang berfungsi untuk

mendapatkan data dari hasil wawancara, alat perekam yang berfungsi

untuk merekam semua percakapan akan tetapi dalam menggunakan alat

perekam peneliti meminta izin terlebih dahulu apakah percakapan tersebut

boleh direkam, serta kamera yang berfungsi untuk memperkuat keabsahan

data penelitian dalam pengumpulan dan masih ada alat lainnya.

Narasumber:

No Nama Umur Jabatan

1 Akman Sodikin 35 th Kepala desa Gumulunglebak

2 Eka Budiyawan 30 th Kepala Urusan Perencanaan

3 Silviani 21 th Masyarakat (mahasiswa)

4 Fitri Hikmahwati 20 th Masyarakat (mahasiswa)

5 Nelly Alfiani 28 th Masyarakat

6 Ita Rosita 29 th Ketua RW 02

7 Ati Supriati 46 th Masyarakat

8 Dana 34 th Petugas kebersihan balai desa

9 Susi 32 th Ketua RT 03

26
Arikunto, Prosedur Penlitian halaman 231.

48
10 Ipoel 29 th Masyarakat

11 Heni 49 th Masyarakat

A. Sejarah Desa Gumulunglebak

Pada masa zaman Kerajaan Pakuan Pajajaran Prabu

Siliwangi namanya ia adalah putera mahkota Prabu Anggalarangerasal

dari Galuh yang merupakan daerah keraton Swawisesa yang terletaki

Priangan sebelah timur. Pada waktu masih muda Prabu Siliwangi

pernahnengikuti sayembara perang tanding yang diselenggarakan pleh

Ratusingapura, bertempat di negeri Surantaka (sekarang berada di

wilayahAdministrasi Kecamatan Kapetrakan). Dalam sayembara tersebut

banyak paraawara atau Ki Gedheng yang mempunyai kesaktian tiada

duanya, dalampertandingan sayembara tersebut terdapat pula Ratu Japura,

namun RatuJapura dapat dikalahkan oleh Prabu Siliwangi, maka Prabu

Siliwangiselanjutnya dikawinkan dengan Nyai Subang Larang. Nama

kecilnya NyaiLarang [Link] Ki Gedheng Sindang Kasih meninggal

dunia, maka PrabuSiliwangi dinobatkan menjadi raja di daerah Sindang

Kasih. Selang beberapalama kemudian dinobatkan menjadi raja di Pakuan

Pajajaran oleh uwaknya dengan gelar Prabu Dewata Wisesa. Keraton

tersebut berkedudukan diPakuan yang bernama Sang Bhima (Sri Bhima

Untarayana mandura Surapati).

49
Selanjutnya Nyai Subang Larang diboyong ke keraton

PajajaranSekitar abad XV perkembangan agama Islam mulai

berkembangdi tatar Sunda dan Jawa, adapun pusatnya di Gunung

Sembung dan Amparan Jati. Disitu terdapat sebuah pedukuhan yang

bernama pesambangan. Jugaterdapat sebuah pelabuhan bernama Muara

Jati, maka dengan demikian setiap hari banyak orang-orang datang dari

berbagai negara lain: Cina, ParsiArab, Malaka, Tunasik, Palembang, Jawa

Timur, dsb. Sehingga di daerah tersebut semakin hari semakin ramai,

karena banyak dikunjungi dari berbagainegara, sehingga rakyatnya subur

makmur. Apalagi di waktu malam gemerlap lampu mercusuar sebagai

tanda untuk berlabuhnya kapal dagang. Mercusuar tersebut dibangun oleh

Laksamana Fe Ho yang dipimpin oleh Wei Ping dalamrangka expedisi

dagang. Sebagai (yah Bandar pelabuhan Mura Jati yaitu KIJumajan Jati.

Setelah selesai pembangunan menara tersebut, lalu sebagai upahnya

diberikan beras, tuton, terasi, garam dan kayu jati.

Dalam pengembangan ajaran Agama Islam, kian hari

kianberkembang semakin pesat, maka tak heran apabila di peguron

Pasambangan banyak para santri yang mampu untuk dapat menyebarkan

ke pelosok-pelosok pedukuhan di wilayah Sunda dan Jawa, yang memang

pada waktu itu masih menganut agama Budha. Karena tidak menutup

kemungkinan banyak Adipatidari Galuh juga ingin mengembangkannya,

seperti Adipati Gelong, Majagede, Karangbanjar, Ki Browes, tetapi

dengan bekal ketegaran dan iman yang ditanamkan kepada para santri,

50
sehingga dapat meluluhkan hati nurani tanpaadanya kekerasan, sehingga

para adipati dari Galuh tersebut pada akhirnya memeluk Agama Islam.

Kedatangan Eyang Kafhi dan saudara perempuan yang bernama Nyai

Remis berasal dari Rembang. Beliau adalah seorang ulama yang punya

pendirian sangat teguh dan tidak mau dijajah atau dipengaruhi oleh

siapapun. la ingin memperdalam ajaran Islam di tanah Cerbon, dengan

tekad dan semangat yang membara, sehingga apa yang mereka cita-citakan

dapat tercapal. Lama kelamaan Eyang Kafhi banyak para santrinya yang

kelak bisa untuk menggantikan Eyang Kafhi. Para santri diberikan bekal

yang cukup, baik secara lahir maupun secara bathin, sehingga apa yang

diharapkan dapat [Link] santri-santri tersebut yang dianggap sudah

cukup mampu, antara lain

1. Buyut Samba

2. Buyut Deleg

3. Buyut Dadung - (Adung Kaler).

4. Buyut Pasarean

Maka dengan sendirinya Eyang Kafhi hanya tinggal melakukan

semedi. Beliau secara lahir tidak mementingkan urusan keduniawian,

hanya yang ingin ia lakukan mendekatkan diri kepada sang Kholik.

Adapun saudara perempuan yang bernama Nyai Remi dijodohkan dengan

Buyut Samba (Astarudin). Dalam mengarungi bahterai rumah tangga,

beliau dikaruniai seorang puteri bernama Al Maijah adalah puteri pertama

dari Badariyah. Sebagai pembantu Eyang Kafhi yang sangat setia yaitu

51
Nyai Buyut Putin. Beliau tidak pernah membeda-bedakan antar majikan

dan pembantu, sehingga masyarakat menganggapnya seperti keluarga saja.

Setelah apa yang dicita-citakan oleh Eyang Kafhi terkabul, ia

menghembuskan nafasnya yang terakhir. Adapun kuburan Eyang Kafhi,

Buyut Al Maijah dan Buyut Putih berada di Desa Putat Kecamatan

Sedong, hingga sampai akhir hayatnya masi banyak dikunjungi dari

berbagai daerah, apakah itu hanya sekedar ziarah, bahkan ada yang

melakukan tirakat untuk mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa,

karena di tempat tersebut sangat menunjang diantaranya jauh dari

keramaian juga terdapat mushola. Para penziarah datang dari berbagai

penjuru seperti Garut,Ciamis, Krawang, dsb. Apalagi pada saat hari Kamis

malam Jum,'at Kliwon sangat banyak para penziarah, hanya saja ditempat

tersebut masih belum tertata secara rapih.

Sepeninggalnya beliau, maka tempat tersebut diteruskan olehpara

santri-santri untuk mengambil suatu keputusan berlandaskan musyawarah

dan mufakat. Gum (dari Bahasa Belanda) yaitu setuju. Sedangkan ulung

(orang-orang yang paling luhur/ulung). Jadi kata Gemulung yaitu hasil

keputusan dari orang-orang yang mempunyai pandangan jauh kearah

depan demi kemajuan daerah tersebut, maka dengan sendirinya tempat

tersebut sampai sekarang dijadikan sebuah nama suatu desa Gemulung

Sesuai dengan kemajuan, Gemulung terbagi menjadi 3 yaitu: Gemulung

Tonggoh, Gemulung Lebak dan Lebak Mekar.

52
B. Profil Desa Gumulunglebak

1). Profil desa

Gambar 1: Gedung kantor Desa Gumulunglebak kecamatan Greged kabupaten Cirebon

Desa Gumulunglebak merupakan salah satu Desa yang sebagian

besar penduduknya bermata pencaharian bertani, dan yang lainnya

pedagang, buruh harian lepas. Desa Gumulunglebak secara administrasi

termasuk dalam wilayah Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon, Provinsi

Jawa Barat. Kode wilayah 32.09.38.2001. Dan memiliki batas-batas

wilayah sebagai berikut:

a. Sebelah utara : Desa Lebak Mekar

b. Sebelah selatan : Desa Wangkelang

53
c. Sebelah timur : Desa Gumulung Tonggoh

d. Sebelah barat : Desa Nanggela dan Sindang Kempeng

Gambar 2: peta desa Gumulunglebak, Kecamatan Greged, kabupaten Cirebon,

Jawa Barat27

Berdasarkan data monografi Desa Gumulunglebak, luas Desa Kuo

adalah 400 ha/m2 yang terbagi menjadi 6 rw (dusun) meliputi: Dayeuh,

Kalanganyar, Kebondalem, Panyusuhan, Tapak kuda dan Balandongan

yang terdiri dari 25 Rt. Luas tanah tersebut digunakan untuk berbagai

keperluan baik jalan, sawah, perkebunan, pemukiman, bangunan umum,

peternakan dan pemakaman. Desa Gumulunglebak mempunyai keadaan


27
Gambar peta desa Gumulunglebak kecamatan Greged kabupaten Cirebon

54
tanah yang tergolong dalam dataran rendah, sedangkan suhu udara rata-

rata yang dimiliki adalah 26oC dengan curah hujan 180mm/th.

Total jumlah penduduk Desa Gumulunglebak adalah 10.192

(sepuluh ribu seratus Sembilan puluh dua) jiwa yang terdiri dari 3073

Kepala Keluarga (KK) dengan laki-laki 2575 KK dan perempuan 498 KK.

Dengan jumlah penduduk perempuan 4727 orang, sedangkan laki-laki

5465 Orang. Komposisi penduduk dapat dillihat dalam tabel berikut:

No Nama dusun penduduk perempuan Penduduk laki- jumlah

laki

1 Dusun 1 Dayeuh 1564 1394 2958

2 Dusun 2 Kebondalem 1525 1713 3238

3 Dusun 3 Kalanganyar 1808 2188 3996

Tabel 1: penduduk desa Gumulunglebak

Tingkat pendidikan berpengaruh dengan pekerjaan penduduk Desa

Gumulunglebak. Komposisi penduduk berdasarkan mata pencaharian

dapat dilihat pada tabel berikut :

N0 Mata pencaharian tahun jumlah

1 Petani 2024 36

2 Angkutan/sopir 2024 25

3 PNS 2024 16

4 Swasta/honorer 2024 11

55
5 Buruh 2024 19111

6 Pedagang 2024 572

7 Wirausaha 2024 823

8 Perdagangan 2024 131

9 Karyawan swasta 2024 109

10 Tani perkebunan 2024 53

11 pensiunan 2024 11

12 Nelayan 2024 04

13 Pelajar/mahasiswa 2024 1711

14 Ibu rumah tangga 2024 2636

Tabel 2: mata pencaharian masyarakat desa Gumulunglebak, sumber dari data kartu
keluarga (KK)28

Dari tabel diatas terlihat bahwa mayoritas penduduk Desa

Gumulunglebak bermata pencaharian sebagai pedagang dan buruh.

Khusus pertanian padi, penduduk Desa hanya mampu panen satu kali

dalam setahun karena tanah persawahan adalah sawah tanah hujan. Guna

mendapatkan penghasilan lebih beberapa petani yang memiliki modal,

menanam umbi-umbian, buah manga, durian, pete, dan lainnya. Penduduk

yang memiliki profesi sebagai PNS atau pensiunan PNS dianggap sebagai

tokoh masyarakat bagi seluruh penduduk Desa Gumulunglebak. Rasa

hormat dan keseganan ini di apresiasikan dengan menunjuk tokoh-tokoh

tersebut sebagai perangkat desa seperti Ketua RT atau Ketua RW.

28
Hasil wawancara Eka budiyana (kepala urusan perencanaan), rabu 09 juli 2024 di balai desa
Gumulunglebak

56
Pendapat-pendapat mereka juga merupakan pertimbangan penting dalam

setiap musyarawarah desa. Desa Gumulunglebak memiliki empat Sekolah

Dasar (SD) atau sederajat yaitu SDN 1 Gumulunglebak, SDN 2

Gumulunglebak, M AL-Maijah, dan M Akrimuddin. Desa Gumulunglebak

memiliki sarana pendidikan untuk anak usia dini atau PAUD (Pendidikan

Anak Usia Dini). Dapat dilihat berdasarkan tabel dibawah ini

no Tingkat jumlah keterangan

pendidikan

1 SD/sederajat 4 sekolahan SDN 1 dan 2 Gumulunglebak, MI Akrimuddin , dan MI

Al-maijah

2 SMP/sederajat 1 sekolahan MTs Al-maijah

3 SMK/sederajat 2 sekolahan SMK Lestari dan SMA Madrasah Aliyah Terpadu

(MAT)

Tabel 3: tingkat pendidikan didesa Gumulunglebak

2). Visi

Membangun tata kelola pemerintahan desa yang baik, bersih dan terbuka.

Guna untuk mewujudkan kehidupan masyarakat desa Gumulunglebak yang

adil, makmur dan sejahtera.

3). Misi

1. Meningkatkan kinerja tugas fungsi dan kewenangan

pemerintahan desa Gumulunglebak.

57
2. Meningkatkan hubungan kemitraan antara lembaga dan

pemerintahan desa.

3. Meningkatkan profesional pemerintahan desa secara integral.

4. Membangun komunikasi yang efektif untuk menyerap dan

memperjuangkan aspirasi masyarakat.

5. Meingkatkan perekonomian dan mutu kesejahteraan masyarakat

untuk mencapai taraf kehidupan yang lebih baik.

6. Membangun dan mengelola sarana dan prasarana yang kurang

memadai.

4). Struktur desa Gumulunglebak

Struktur Organisasi Tata Kerja Pemerintahan Desa

Gumulunglebak

Kecamatan Greged Kabupaten Cirebon

58
kuwu
Akman Sodikin

kepala seksi pemerintahan


sekretaris desa kepala urusan staf urusan usaha Suhardi

perencanaan & umum


Lubis Marzuqi,[Link]
Eka Budiawan Novi Laela,[Link] kepala seksi kesejahteraan
Ucup Supriatna

kepala urusan tata kepala seksi pelayanan


usaha & umum Asep Sodikin
Eka Supriatna
kepala pelaksana
kewilayahan/kadus 01
Sahuri
kepala urusan kepala pelaksana
keuangan kewilayahan/kadus 02
Lina Aktalina,[Link] Ivan Vadila
kepala pelaksana
kewilayahan/kadus 03
Nanang Kosim

C. Adat-Istiadat dan Pemerintahan Desa

Masyarakat Desa Gumulunglebak masih sangat menjunjung tinggi

adat istiadat yang ada sejak dulu. Salah satu upacara yang sering dilakukan

adalah wilujengan atau slametan. Slametan merupakan upacara makan dan

berkumpul bersama untuk memperingati hari-hari tertentuseperti muludan,

tahlil, sedekah cai. Dalam slametan dipimpin oleh ustadz (seseorang yang

dianggpap oleh masyarakat sebagai orang yang memiliki tingkat religi

lebih tinggi dari masyarakat lainnya) yang memimpin doa. Ungkap Eka

Budiyana29

29
Hasil wawancara Eka budiyana (kepala urusan perencanaan), rabu 09 juli 2024 di balai desa
Gumulunglebak

59
Agar penelitian ini lebih objektif dan data-data lebih akurat,

peneliti mencari informasi tambahan dengan cara melakukan wawancara

mendalam, dimana wawancara tersebut dimaksudkan untuk memperoleh

informasi secara akurat dari sumber data terpercaya. Selain itu, peneliti

juga melakukan wawancara dengan informasi pendukung yang masih ada

kaitannya dengan fokus, penelitian ini guna memperoleh data tambahan

mengenai keterbukaan informasi publik di desa Gumulunglebak.

Selanjutnya, peneliti akan melakukan analisis dengan

menggunakan tahapan-tahapan dalam melakukan observasi, dimana

tahapan observasi yang dilakukan oleh peneliti adalah sebagai berikut:

1) Untuk melakukan survey dan wawancara

2) Mendatangi balai desa Gumulunglebak Untuk memperoleh data

mengenai desa Gumulunglebak

3) Mendatangi masyarakat desa Gumulunglebak

4) Mendatangi RT setempat

5) Mengetahui faktor-faktor apa saja yang menjadi penghambat

masyarakat untuk memperoleh informasi keterbukaan informasi

publik

6) Mengetahui sejauh mana masyarakat mengetahui undang-undang

keterbukaan informasi publik

7) Mengetahui efektfitas pengelolaan keuangan di desa

Gumulunglebak

60
3.3 Sumber Daya Manusia

Sasaran akhir dari setiap pembangunan bermuara pada peningkatan

kualitas sumber daya manusia (SDM). SDM merupakan subyek dan

sekaligus obyek pembangunan, mencakup seluruh siklus kehidupan

manusia, sejak kandungan hingga akhir hayat. Oleh karena itu

pembangunan kualitas manusia harus menjadi perhatian penting. Pada saat

ini SDM di Desa Gumulunglebak cukup baik dibandingkan pada masa-

masa sebelumnya. Jika dikaji dalam sosial budaya masyarakat Desa

Gumulunglebak bahwa tingkat homogenitas 80%, dan Heterogenitas 20%.

Namun didalam 30% ini pola pikir masyarakat masih ada pola pikir yang

terdahulu (kolot), tidak melihat pekembangan zaman dan tidak

menyesuaikan antara zaman dahulu dengan zaman sekarang walaupun

secara budaya tidak ada yang berubah. Penduduk heterogenitas ini lebih

cendrung mengajarkan anak pada sebuah materi, bukan sebuah ilmu yang

nantinya akan berkembang menjadi sebuah wawasan yang berguna bagi

pembangunan Desa tersebut.

Saya tidak paham mengenai undang-undang ini, karena

kami sudah tua generasinya jauh berbeda dari sekarang jadi sangat awam

sekali untuk mengetahui informasi-informasi tersebut. Ungkap Heni30

3.4 Hasil kuisioner partisipasi masyarakat melalui Google Form

30
Hasil wawancara Silviani masyarakat desa Gumulunglebak, selasa 18 juni 2024, dirumah
narasumber

61
Dari hasil pengumpulan data dengan kuisioner terstruktur yang

disebar menggunakan google form didapatkan responden sebanyak 100

orang. Data yang diperoleh ini telah diverifikasi sebelumnya untuk

membuang data yang tidak valid yang akan mempengaruhi hasil dari

analisis data penelitian. Profil responden dalam penelitian ini diamati

untuk memberi gambaran seperti apa sampel penelitian ini. Responden

yang dikategorikan berdasarkan beberapa kelompok berdasarkan nama,

jenis kelamin, dan usia.

a. Profil responden

Berdasarkan jenis kelamin, terdapat 51 orang (51%) responden

laki-laki dan jumlah responden berjenis perempuan sebanyak 49 orang

(49%). Hal ini menunjukan bahwa responden yang berjenis kelamin laki-

laki lebih banyak terlibat dipenelitian ini dibandingkan yang berjenis

kelamin perempuan dan hanya selisih 1 orang atau 1% responden. (lihat

Gambar 4.1).

62
Sales
laki-lki perempuan

49%
51%

Gambar 3:jenis kelamin responden

Berdasarkan kelompok usia, responden yang berusia 17-20 tahun

yaitu sebanyak 10 orang (10%) responden, respoden yang berusia 21-30

tahun yaitu sebanyak 51 orang (51%), responden dengan usia 31-45 tahun

yaitu 26 (26%) Sementara itu, kelompok usia reponden yang lebih lanjut

yaitu usia 46-56 tahun sebanyak 13 (12%) dari total responden (lihat pada

Gambar 4.2).

63
Sales
usia 17-20 usia 21-30 usia 31-45 usia 246-56

13% 10%

26%

51%

Gambar 4: usia responden

3.5 Hasil Jawaban Responden

1. Masyarakat desa terlibat dalam pengambilan keputusan program-


program desa.100 jawaban

Setuju 95
Tidak Setuju 5
Ragu-Ragu 2
Sangat Tidak setuju 0

2. Masyarakat desa terlibat aktif dalam rapat dengar pendapat atau


penetapan anggaran desa.100 jawaban

64
Setuju 92
Tidak Setuju 4
Ragu-Ragu 4
Sangat Tidak Setuju 0

3. APBDesa disepakati secara bersama.99 jawaban

Setuju 94
Tidak Setuju 1
Ragu-Ragu 2
Sangat Tidak Setuju 2

4. Pemerintah desa dilarang melakukan pungutan sebagai penerimaan


desa selain yang ditetapkan dalam peraturan desa.100 jawaban

Setuju 95
Tidak Setuju 2
Ragu-Ragu 3
Sangat Tidak Setuju 0

5. Bendahara desa melakukan pembuatan buku kas umum.100 jawaban

Setuju 94
Tidak Setuju 1
Ragu-Ragu 5
Sangat Tidak Setuju 0

65
6. Kepala desa menyampaikan laporan realisasi APBDesa kepada
bupati/walikota.100 jawaban

Setuju 95
Tidak Setuju 0
Ragu-Ragu 4
Sangat Tidak Setuju 1

7. Kepala desa memyampaikan laporan semester pertama berupa laporan


realisasi APBDesa.100 jawaban

Setuju 93
Tidak Setuju 2
Ragu-Ragu 5
Sangat Tidak Setuju 0

8. Kepala desa menyampaikan lapotan keterangan penyelenggaraan


pemerintah desa secara tertulis kepada BPD setiap akhir tahun
anggaran.100 jawaban

Setuju 96
Tidak Setuju 1
Ragu-Ragu 3
Sangat Tidak Setuju 0

9. Laporan pertanggungjawaban realisasi pelaksanaan APBDesa terdiri


dari pendapatan, belanja, dan pembiayaan.100 jawaban

Setuju 94

66
Tidak Setuju 0
Ragu-Ragu 6
Sangat Tidak Setuju 0

10. Laporan pertanggungjawaban realisasi pelaksanaan APBDesa


disampaikan paling lambat 1 (satu) bulan setelah akhir tahun
anggaran.99 jawaban

Setuju 91
Tidak Setuju 1
Ragu-Ragu 7
0
Sangat Tidak Setuju

11. Program alokasi dana desa telah meningkatkan kemampuan lembaga


kemasyarakatan di desa dalam perencanaan, pelaksanaan, dan
pengendalian pembangunan secara partisiptif.100 jawaban

Setuju 93
Tidak Setuju 3
Ragu-Ragu 4
Sangat Tidak Setuju 0

12. Program alokasi dana desa telah meningkatkan penyelenggaraan


pemerintah desa dalam melaksanakan pembangunan, dan
kemasyarakatan sesuai kewenangan nya.100 jawaban

Setuju 94
Tidak Setuju 3
Ragu-Ragu 2

67
Sangat Tidak Setuju 1

13. Program alokasi desa telah meningkatkan penyelenggaraan


pemerintahan desa dalam melaksanakan pelayanan pemerintahan.99
jawaban

Setuju 89
Tidak setuju 2
Ragu-Ragu 8
Sangat Tidak Setuju 0

14. Kepala desa mengelola kembali sosial media desa baik facebook,
instagram, twitter,dll.100 jawaban

Setuju 93
Tidak Setuju 1
Ragu-Ragu 4
Sangat Tidak Setuju 2

15. Masyarakat desa memberikan penilaian pelaksanaan anggaran


desa100 jawaban

Setuju 93
Tidak Setuju 1
Ragu-Ragu 4
Sangat Tidak Setuju 2

68
BAB IV

PEMBAHASAN

4.1 Pengetahuan Masyarakat mengenai Keterbukaan Informasi

Publik

Dalam bagian ini peneliti akan menjelaskan mengenai persepsi

masyarakat dalam menghadapi keterbukaan informasi publik di desa

Gumulunglebak. Bagaimana mereka mempersespsikan keterbukaan

informasi publik yang telah dijalankan oleh Akman sodikin sebagai kepala

desa yang akan diuraikan sesuai data yang telah penulis dapatkan di

Lingkungan Pemerintah desa Gumulunglebak sejak 24 Maret 2022 hingga

saat ini.

Dalam pasal 1 disebutkan bahwa pengertian dari informasi publik

adalah informasi yang dihasilkan, disimpan, dikelola, dikirim, atau

diterima oleh badan publik yang berkaitan dengan penyelenggaraan negara

atau penyelenggaraan badan publik serta informasi lain yang berkaitan

dengan kepentingan publik, sesuai dengan undang-undang keterbukaan

informasi publik. Hal ini berarti informasi publik dapat digunakan oleh

semua orang selain informasi yang dikecualikan. Pengetahuan dasar

mengenai informasi publik merupakan hal yang penting karena melalui

inilah masyarakat dapat mengetahui hak dan kewajiban mereka dalam

mendapatkan informasi publik.

69
Dari hasil wawancara tersebut dapat dianalisis bahwa sebagian

masyarakat yang saya wawancarai hanya beberapa orang yang memahami

secara umum mengenai keterbukaan informasi publik, seperti hanya

mengetahui bahwa keterbukaan itu penting dilakukan agar tidak terjadi

penyalahgunaan wewenang, banyak juga masyarakat yang belum

mengetahui konteks keterbukaan informasi publik yang mengacu pada

tujuan adanya UU KIP No 14 tahun 2008, yaitu keterbukaan informasi

publik merupakan sarana dalam mengoptimalkan pengawasan publik

terhadap penyelenggaraan pemerintahan.31

Saya baru tau undang-undang 14 tahun 2008 karena selama periode

waktu sebelumnya sampai saat ini perangkat organisasi desa belum

melakukan sosialisasi tentang keterbukaan informasi publik dibalai desa

maupun disetiap RT. Menurut Silviani 32

Kalo undang-undang saya belum membacanya, tapi melihat

dibeberapa sosial media itu memang diharuskan setiap desa untuk

mencantumkan dipapan reklame atau baligho tentang keterbukaan

informasi publik tentunya lebih tentang ke APBDes yang akan digelar

untuk setahun kedepan. Menurut ipul33

31 UU KP NO 14 tahun 2008
32
Hasil wawancara Silviani masyarakat desa gumulunglebak, selasa 18 juni 2024, dirumah
narasumber
33
Hasil wawancara Ipul masyarakat desa gumulunglebak, selasa 09 juli 2024, dirumah
narasumber

70
Saya tidak paham mengenai undang-undang ini, karena kami sudah

tua generasinya jauh berbeda dari sekarang jadi sangat awam sekali untuk

mengetahui informasi-informasi tersebut. Ungkap Heni34

Kebetulan saya sering melihat internet, jadi saya sedikit tahu

tentang undang-undang

Keterbukaan publik dan saya beberapa kali melihat di depan kantor balai

desa Gumulunglebak terpampang baliho papan informasi/Anggaran

Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Meurut ita35

Setiap masyarakat berhak untuk memperoleh informasi tanpa

melihat latar belakang sosial, politik, ekonomi, suku, gender dan

agamanya. Masyarakat berfungsi sebagai pengontrol pemerintah

sebagaimana diataur pada UU No 14 tahun 2008 mengenai keterbukaan

informasi publik bahwa hak memperoleh informasi merupakan hak asasi

manusia dan merupakan salah satu ciri penting negara demokratis, serta

sebagai sarana dalam mengoptimalkan pengawasan publik terhadap

penyelenggaraan pemerintahan untuk mewujudkan penyelenggaraan

pemerintahan yang baik.

Selain itu, salah satu warga menyatakan bahwa memang sangat

penting sekali struktur desa menerapkan keterbukaan informasi publik,

34
Hasil wawancara Heni masyarakat desa gumulunglebak, selasa 18 juni 2024, dirumah
narasumber
35
Hasil wawancara Ita masyarakat desa gumulunglebak, selasa 18 juni 2024, di warung
narasumber

71
contohnya dimulai dari adanya social media, website dan sebgainya. Jadi

pemerintahan tidak hanya mempromosikan dari baliho di depan balai desa

saja, karena mungkin itu popular di tahun 90 an. Sedangkan sekarang kan

era digital pemerintah juga harus bisa mengikutinya dengan cara yang

modern, karena adanya keterbukaan ini pemerintah bisa lebih efektif

dalam menyampaikan informasi apapun. Menurut susi36

Tetapi aparat desa sangat cekatan bila masyarakat mendatangi balai

desa untuk keperluan atau kepentingan masing-masing. Menurut Dana37

Tidak hanya dari petugas tenaga kebersihannya saja, menurut

silviani “aparat desa ramah, untuk kecekatan petugasnya juga bagus

sehingga kami masyarakat bisa mendapatkan bantuan dengan cepat tidak

bertele-tele”38.

Pada dasarnya transparansi ini merupakan dasar dari terciptanya

akuntabilitas pemerintah yang mensyaratkan adanya keterbukaan

informasi, adanya akses dan prosedur bagi masyarakat untuk mendapatkan

informasi, dan jaminan hukum bagi terlaksanannya hak-hak masyarakat

untuk mendapatkan informasi. Sampai saat ini pengetahuan masyarakat

mengenai keterbukaan informasi belum merata. beberapa masyarakat

mengatakan mereka tidak mengetahui adanya Undang-undang yang

36
Hasil wawancara Susi sebagai RT (Rukun Warga) dusun 01 rt 02 rw 04 desa Gumulunglebak,
selasa 09 juli 2024, dirumah narasumber
37
Hasil wawancara Dana sebagai petugas tenaga kebersihan balai desa Gumulunglebak, selasa 09
juli 2024, dirumah narasumber
38
Hasil wawancara Silviani masyarakat desa gumulunglebak, selasa 18 juni 2024, dirumah
narasumber

72
mengatur tentang keterbukaan informasi publik. Hal ini menandakan

bahwa tingkat kepedulian mereka terhadap jalannya suatu pemerintahan

kurang diminati. Esensi demokrasi yang mengatakan bahwa kedaulatan

ada ditangan rakyat kurang dimaksimalkan.

4.2 faktor-faktor yang mempengaruhi keterbukaan informasi publik


di desa Gumulunglebak
Pengungkapan informasi proaktif oleh pemerintahan dapat

dikondisikan oleh keberadaan faktor-faktor tertentu yang dapat

memengaruhi dan mendorong penyebaran informasi. Selama periode

analisis, terdapat tren media sosial yang menunjukkan lebih banyak

transparansi mengenai pengelolaan pelayanan publik. Peneliti sudah

melakukan wawancara kepada kepala desa Gumulunglebak dan beberapa

masyarakat setempat guna untuk mengetahui faktor apa saja yang

menghambat keterbukaan informasi publik ada di desa Gumulunglebak.

yang menghambat masyarakat untuk memperoleh informasi desa ialah

kepasifan dalam mengelola media social seperti facebook (FB), instagram


39
(ig), twitter, dan lain sebagainya. Karena memang desa Gumulunglebak

tidak mempunyai sosmed kita hanya mendengarkan cerita dari orang-

orang atau hanya mendengarkan temen-temen yang terlibat didalamnya

termasuk karang taruna yang mungkin sampai hari ini dilibatkan untuk

mengikuti musrembang (musyawarah perencanaan pembangunan) jadi

setiap tahun desa akan melakukan musyawarah desa dengan masyarakat,


39
Hasil wawancara Akman Sodikin sebagai kepala desa Gumulunglebak, pada hari senin tanggal
25 maret 2024 di balai desa Gumulunglebak

73
pemuda, RT/RW dan tokoh ulama untuk merencanakan pembangunan

kedepan akan seperti apa aja baik itu infrastruktur maupun SDM atau

bentuk lainnya. Selama ini desa masih objektif dan transparan, karena

sebelum ke musrembang ini kita biasa mengadakan musyawarah terlebih

dahulu. Walaupun desa tidak aktif dalam bermedia sosial. Tambah ipul40

Tetapi saya mempunyai akun media sosial milik pribadi untuk

mengapload tentang desa. Tandas Akman Sodikin41

Saya kesulitan untuk mendapatkan informasi secara jarak jauh, karena

desa Gumulunglebak tidak mempunyai sosial media apapun, padahal

dizaman sekarang serba modern seaharusnya desa lebih mengedepankan

sosial media, selain mengikuti era modern masyarakat juga bisa melihat

perkembangan desa dengan jarak jauh. Menurut Nelly Alfiani42

Dari hasil wawancara diatas bahwa faktor masyarakat untuk dapat

memperoleh informasi ialah aparat desa tidak memfasilitasi sosial media

bagi masyarakat untuk mempermudah mendapatkan informasi. “sosial

media sangat penting bagi masyarakat untuk mengetahui apa saja

informasi yang terbaru di desanya”. Menurut ita43

40
Hasil wawancara Ipul masyarakat desa gumulunglebak, pada hari selasa 09 juli 2024, dirumah
narasumber
41
Hasil wawancara Akman Sodikin sebagai kepala desa Gumulunglebak, senin tanggal 25 maret
2024 di balai desa Gumulunglebak
42
Hasil wawancara Nelly Alfiani masyarakat desa Gumulunglebak, selasa tanggal 18 juni 2024, di
depan warung ita
43
Hasil wawancara ita RW 02 desa Gumulunglebak, selasa 09 juli 2024, di warung narasumber

74
4.3 Aspek Afektif Pandangan/pemahaman Masyarakat mengenai KIP

melalui adanya Pusat Informasi Publik

Melalui perspektif ini, peneliti berharap dapat memahami nilai yang

diperoleh masyarakat desa Gumulunglebak dari tersedianya informasi

publik melalui berbagai sumber informasi publik. Aspek efektif ini

merupakan setuju atau tidaknya untuk menerima keputusan yang telah

diambil. Halaman informasi publik ini diperuntukkan bagi masyarakat

desa Gumulunglebak yang belum berkomitmen penuh dalam mencari

informasi publik tentang keterbukaan informasi publik. Oleh karena itu,

hak tersebut perlu diajukan secara terorganisir. Proses ini harus dilihat

secara menyeluruh.

Informasi merupakan kebutuhan dasar manusia yang sudah pasti terjadi

dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Hampir seluruh informasinya

menarik dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat umum. Namun

terkadang, sejumlah besar informasi tertunda karena berbagai alasan,

seperti kurang mendapat perhatian atau tidak memiliki cukup waktu, dan

adanya informasi yang lebih akurat dibandingkan informasi yang tertunda.

Meski demikian, informasi yang dimaksud belum tersebar luas di

masyarakat. Situasi seperti ini membuat pemerintah harus lebih selektif

dalam memperoleh informasi tersebut. Ada tiga fungsi pemerintahan, yaitu

memperkuat tiga fungsi hakiki yaitu pelayanan, pemberdayaan, dan

pembangunan. Praktik pemerintahan tidak dapat dipisahkan dari dampak

75
media sosial. Hal ini tidak lepas dari interaksi yang terus menerus antara

pemerintah dan masyarakat untuk menjawab berbagai kebutuhan dan

aspirasi masyarakat, baik di ranah publik maupun swasta.

4.4 Pandangan Masyarakat mengenai adanya Pusat Informasi Publik

sebagai pemenuhan informasi publik

Berdasarkan hasil wawancara, beberapa masyarakat menunjukkan hal

itu. Dengan adanya informasi ini, mereka jauh lebih terbantu dalam

menyebarkan informasi di ruang publik. Hal ini dinyatakan oleh pitri yaitu

“saya sebagai mahasiswa sangat bangga dengan adanya papan informasi

yang terpampang di depan balai desa Gumulunglebak, itu artinya aparat

desa transparan dengan APBDes nya.”44

Adanya papan informasi ini sangat membantu untuk meniningkatkan

sumber daya manusia untuk lebih mengenal dan mencintai desanya.

Sambung Heni45

Dari hasil wawancara tersebut dapat dikatakan bahwa sebagian besar

masyarakat menganggap bahwa papan informasi yang ada dibalai desa

cukup membantu masyarakat untuk mengetahui pengelolaan keuangan

desa. Setidaknya sebagai penulis yang mengalami hal tersebut ketika

kebingungan mencari informasi pengelolaan keuangan desa/atau APBDes

44
Hasil wawancara pitri masyarakat Gumulunglebak, selasa 18 juni 2024, dirumah narasumber
45
Hasil wawancara Heni masyarakat Gumulunglebak, selasa 18 juni 2024, dirumah narasumber

76
di desa Gumulunglebak tinggal memfoto dan tidak sulit untuk menggali

informasi di kantor balai desa.

4.5 Aksebilitas Informasi

Ketersediaan informasi dalam konteks kebocoran informasi publik

mengacu pada kemudahan masyarakat memperoleh informasi yang

disediakan oleh instansi pemerintah atau badan publik. Keterbukaan

informasi publik tahap perencanaan nya dimulai dalam Musyawarah Desa

(Musdes). Musyawarah Kegiatan Desa Pemerintah desa perlu

mengakomodasi kebutuhan masyarakat. Musyawarah Desa ini harus

dihadiri oleh seluruh Aparat Desa, Badan Permusyawaratan Desa, Kepala

Dusun, Rukun Tentangga (RT), dan masyarakat desa yang dianggap

sebagai bagian dari penduduk setempat. “sangat penting untuk

melaksanakan musyawarah desa ini dan kalo untuk keterbukaan informasi

publik untuk kegiatan Desa yang dilakukan oleh pemerintah desa yaitu

melalui spanduk anggaran dana desa tetapi memang faktanya desa kurang

dalam pelaksanaan bermedia sosial. Tidak ada dimedia sosial seperti

facebook, instagram, twitter, namun informasi desa dapat diakses di

website resmi (siap desa). Pernyataan Akman Sodikin46

Dari hasil wawancara dengan kepala desa Akman Sodikin dapat

disimpulkan bahwa keterbukaan informasi publik dalam tahap

46
Hasil wawancara Akman Sodikin sebagai kepala desa Gumulunglebak, senin tanggal 25 maret
2024 di balai desa Gumulunglebak

77
perencanaan yang dilakukan dalam Musyawarah Desa (Musdes) memiliki

peran penting dalam memastikan partisipasi aktif dan transparansi dalam

proses pembangunan desa. Dengan melibatkan seluruh aparat desa, ,

kepala dusun, RT, serta masyarakat desa yang dianggap sepuh, pemerintah

desa memperlihatkan komitmen untuk mendengarkan aspirasi dan

masukan dari berbagai pihak. Langkah-langkah ini mencerminkan bahwa

pemerintah desa dalam memenuhi standar keterbukaan informasi publik.

Dengan memberikan akses terbuka kepada informasi yang berkaitan

dengan rencana pembangunan dan pengelolaan dana desa, pemerintah desa

menciptakan lingkungan yang mendorong partisipasi masyarakat dan

membangun kepercayaan terhadap proses pembangunan desa secara

transparan.

4.6 Keterbukaan Anggaran Desa

Indikator keterbukaan anggaran desa mengacu pada pengukuran dan

tanda-tanda yang digunakan untuk menentukan kapan pemerintah desa

mulai beroperasi. Aspek praktis transparansi dan akuntabilitas terkait

pengelolaan keuangan desa. Indikator ini penting karena masyarakat

mempunyai hak untuk mengetahui bagaimana dana publik, seperti

anggaran dan desa, [Link] dan pemeliharaan di tingkat

lokal. Beberapa contoh indikator desa anggaran ditunjukkan di bawah ini.

Keterbukaan anggaran desa dapat diukur dengan sejauh mana informasi

mengenai Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tersedia dan

78
dapat diakses oleh masyarakat. Ini mencakup rincian alokasi dana untuk

program, proyek, dan pelayanan publik:

BELANJA DESA

1. Bidang pemerintahan Rp. 765.324.000

2. Bidang pembangunan Rp. [Link]

3. Bidang pembinaan Rp. 623.491.000

4. Bidang pemberdayaan Rp. 10.000.000

5. Penanggulangan bencana Rp. 699.400.000

JUMLAH Rp. [Link]


47
SURPLUS/DEFISIT Rp. 140.000.000

PEMBIAYAAN DESA

Penerimaan pembiayaan jumlah Rp. 10.000.000

Pengeluaran

1. penyertaan modal BUMDes jumlah Rp. 150.000.000

Sisa lebih pembiayaan

[Link] tambah pembiayaan desa jumlah Rp. 0;

47
Dokumen desa Gumulunglebak kecamatan Greged kabupaten Cirebon, selasa 09 Juli 2024

79
DIAGRAM BELANJA DESA:48

Belanja Desa

20%
penanggulangan bencana
44% bidang pemerintahan
bidang pemberdayaan

19% bidang pembinaan


bidang pembangunan

16% 1%

48
Dokumen desa Gumulunglebak kecamatan Greged kabupaten Cirebon, selasa 09 Juli 2024

80
Gambar 3: spanduk anggaran desa Gumulunglebak

Gambar 4: spanduk anggaran desa Gumulunglebak49

Berdasarkan penjelasan mengenai keterbukaan anggaran desa dan

indikator yang diukur dengan informasi mengenai Anggaran Pendapatan

dan Belanja Desa (APBDes), serta rincian alokasi dana untuk program,

proyek, dan pelayanan publik, dapat disimpulkan bahwa desa

Gumulunglebak menjalankan indikator ini dengan baik.

49
Dokumentasi desa Gumulunglebak

81
BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Dari pengolahan data yang telah diteliti dan diolah, peneliti tela

menarik kesimpulan dari hasil penelitian tersebut sebagai berikut:

a. efektifitas Penerapan Kebijakan dan Prosedur Perlindungan

Informasi dan Dokumen (PPID) di Pemerintah desa

Gumulunglebak telah dilaksanakan sesuai arahan dalam Undang-

Undang Nomor 14 Tahun 2008. Dibahas juga Keterbukaan

Informasi Publik (KIP) sebagaimana dimaksud dalam Peraturan

Pemerintah No. 61 Tahun 2010 sebagai Undang-Undang tentang

Pelaksanaan Undang-Undang tersebut di atas, serta Peraturan

Menteri Dalam Negeri No. 35 Tahun 2010. Meski terkadang ada

permasalahan pekerjaan yang berkaitan dengan cara penyampaian

informasi, media sosial namun secara umum semuanya berjalan

sesuai harapan dan tujuan.

b. Peran Pejabat Pengelola Informasi pada dasarnya telah mempunyai

pedoman, sehingga standarisasi pelayanan bisa dilakukan sesuai

dengan Informasi Publik yang dituangkan dalam undang-undang

no.14 tahun 2008, standarisasi pelayanan sudah dilakukan dengan

sesuai. Mekanisme penyebaran informasi publik yang diperlukan

82
masyarakat telah ditetapkan untuk memberikan kemudahan kepada

masyarakat.

Alat ukur KIP menjadi penting, karena dengan adanya instrumen untuk

mengukur kinerja keterbukaan informasi publik khususnya di situs web

pemerintah maka kinerja pemerintah dalam usaha meningkatkan

transparansi kepada publik bisa di ketahui dan terukur. Penilaian ini efektif

dalam komparasi penilaian kinerja keterbukaan informasi publik pada situs

web resmi pemerintah.

Tetapi pemerintah desa Gumulunglebak tidak menyediakan layanan

informasi melalui sosial media (sosmed) baik di instagram, facebook,

twitter, dan lain sebagainya. Sehingga masyarakat kesulitan untuk

memperoleh informasi ketika sedang berada diluar daerah desa

Gumulunglebak.

5.2 Saran

Berdasarkan kesimpulan di atas, maka saran yang dapat diberikan antara

lain sebagai berikut:

a. masih perlu dilakukan sosialisasi kepada semua pihak mengenai

berlakunya Undang-undang nomor 14 tahun 2008 agar semua bisa

memahami terkait hak dan kewajiban yang ada pada masing-

masing pihak baik itu dari badan publik atau masyarakat.

83
b. Untuk meningkatkan Kinerja Pemerintah Daerah agar semakin

baik diperlukan Keterbukaan informasi yang baik. Seperti

mengelola kembali akun sosial media didesanya.

84
DAFTAR PUSTAKA

Mengenal Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik, Lembaga

Bantuan Hukum Masyarakat, 2010

Mengenal Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik, Lembaga

Bantuan Hukum Masyarakat, hlm. 1, 2010

Puddephatt, Andrew. International Guidelines Series Article 19. The

Public’s Right to Know:

Principles on Freedom of Information Legislation states. London, Article

19, 1999.

Hiro tugiman (1996). Pengenalan internal audit, penerbit kanisius,

Yogyakarta

Hetifa Sj. Sumarto Inovasi, partisipasi dan Good Governace, Bandung:

Yayasan Obor Indonesia

Wibawa, samodra. 2012, mengelola Negara, Yogyakarta, Gava Media

Erlina, Hasan. 2010. Komunikasi Pemerintahan Cetakan kedua. Bandung:

Refika Aditama.

2008 (Undang-undang republik Indonesia nomor 12 tahun 2008 tentang

perubahan kedua atas

85
undang-undang nomor 32 tahun2004 tentang pemerintah daerah,

BP restindo mediatama, Jakarta,

[Link]

[Link]/17854/7/7.%20BAB%20II%20%281%[Link]

Widjaja. 2003, Otonomi Desa. Jakarta : Pt Raja Grafindo Persada

Nurcholis, Hanif, 2011. “Pertumbuhan & Penyelenggaraan

Pemerintahan Desa”, Penerbit Erlangga.

Putri pitriyani 2023, “ANALISIS KETERBUKAAN

INFORMASI PUBLIK TERHADAP PARTISIPASI MASYARAKAT

DALAM PEMBANGUNAN DESA DIKARUNJI

DALANG”universitas Muhammadiyah Mataram

Undang-Undang republik Indonesia nomor 14 tahun 2008 tentang

keterbukaan informasi public, 2008

Iskandar, Metodologi Penelitian Kualitatif (Jakarta: Gaung

Persada, 2009)

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif , Kualitatif, dan

R&D, Bandung : Alfabeta, CV.

Muri Yusuf. 2013. “Metode penelitian Kuantitatif, Kualitatif &

penelitian Gabungan.” Jakarta. Prenadamedia group

Arikunto, Prosedur Penlitian.

86
Afifuddin dan Beni Ahmad Saebani, Metodologi Penelitian Kualitatif

(Bandung: Pustaka Setia, 2009) cet.1, Moleong, Metodologi,

Mattew B. Miles dan A. Michael Huberman, Analisis Data Kualitatif (terj.

Tjejep Rohendi

Rohidi, (Jakarta: UI-Press, 1992) h.19-19.

Wawancara:

wawancara Akman Sodikin sebagai kepala desa Gumulunglebak, senin

tanggal 25 maret 2024 di balai desa Gumulunglebak

wawancara Eka Budiyawan kepala urusan perencanaan, selasa 18 juni

2024, dirumah narasumber

Hasil wawancara ita RW 02 desa Gumulunglebak, selasa 09 juli 2024, di

warung narasumber

wawancara Ipul masyarakat desa gumulunglebak, pada hari selasa 09 juli

2024, dirumah narasumber

wawancara pitri masyarakat Gumulunglebak, selasa 18 juni 2024,

dirumah narasumber

wawancara Heni masyarakat Gumulunglebak, selasa 18 juni 2024,

dirumah narasumber

wawancara Ati masyarakat Gumulunglebak, selasa 18 juni 2024, di depan

warung

87
wawancara Entin masyarakat Gumulunglebak, selasa 18 juni 2024, di

depan warung

wawancara Nelly masyarakat Gumulunglebak, selasa 18 juni 2024, di

depan warung

wawancara Silviani masyarakat Gumulunglebak, selasa 18 juni 2024,

dirumah narasumber

wawancara Ayu Rayani masyarakat Gumulunglebak, selasa 18 juni 2024,

dirumah narasumber

88
A. LAMPIRAN 1-GAMBAR

Gambar I Keterangan

Wawancara bersama kepala desa

Gumulunglebak

Gambar II Keterangan

Wawancara bersama kepala urusan

perencanaan

Gambar III Keterangan

Wawancara bersama masyarakat

89
Gambar IV Keterangan

Wawancara bersama masyarakat

dan ketua RW 02

Gambar V Keterangan

Wawancara bersama masyarakat

Gambar VI Keterangan

Wawancara bersama masyarakat

Gambar VII Keterangan

90
Balai desa Gumulunglebak

Gambar VIII Keterangan

Wawancara bersama RW 03 dan

petugas kebersihan balai desa

Gumulunglebak

B. LAMPIRAN 2 – DAFTAR PERTANYAAN WAWANCARA

a. daftar wawancara kepala desa

Dalam daftar wawancara ini berfungsi untuk menjawab rumusan

masalah yang peneliti mengambil judul ”EFEKTIFITAS

PENGELOLAAN KEUANGAN DESA DI DESA GUMULUNGLEBAK

DIHUBUNGKAN DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 14

TAHUN 2008 TENTANG KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK”

Berikut daftar pertanyaan wawancara untuk menjawab rumusan masalah :

91
1. Biodata singkat kepala desa

2. Berapa lama bapak sudah menjabat sebagai kepala desa di desa

Gumulunglebak?

3. Pekerjaan apa saja yang sudah terealisasikan selama bapak menjabat

kepala desa?

4. Apa saja faktor kendala informasi publik dalam pengelolaan dana desa

baik internal maupun eksternal?

5. Menurut bapak seberapa penting keterbukaan informasi publik bagi

masyarakat?

6. Bagaimana efektifitas atau solusi untuk desa Gumulunglebak?

7. Bagaimana dampak dana desa bagi kemajuan desa,menurunkah atau

meningkat ?

8. Bagaimana proses yang harus dilalui masyarakat untuk dapat

berpartisipasi dalam rapat tahunan desa?

9. Siapa saja yang berhak dalam melakukan perencanaan penyusunan

anggaran dan kegiatan pembangunan desa dan pengelolaannya?

10. Anggaran dana desa per tahun diterima berapa banyak ?

11. Kepada siapa laporan pertanggungjawaban penggunaan dana desa

dilaporkan ?

92
b. daftar wawancara masyarakat

1. Bagaimana kepuasan saudara tentang prosedur pelayanan di balai desa

Gumulunglebak?

2. Bagaimana pendapat saudara tentang pelayanan kecekatan petugas

desa?

3. Apakah semua masyarakat atau sebagian masyarakat ikut berperan

dalam kegiatan pembangunan desa?

4. Sejauh mana anda mengetahui Undang-Undang Keterbukaan

Informasi Publik?

5. Jika terdapat forum musyawarah, adakah kesempatan untuk

berpendapat?

6. Apakah saudara pernah melihat atau membaca baliho APBDesa secara

langsung?

7. Apakah masyarakat puas dengan kinerja pemerintah desa dalam

pemanfaatan dana desa?

8. Apakah perencanaan pembangunan infrastruktur desa sudah sesuai

dengan yang diharapkan oleh masyarakat?

9. Apakah saudara pernah mendapat bantuan dana desa?

10. Faktor apa saja yang mempengaruhi masyarakat memperoleh

informasi dari desa?

93
C. LAMPIRAN 3 – TRANSKIP WAWANCARA

Transkip wawancara 1

Waktu Wawancara : 25 Maret 2024

Lokasi Wawancara : Kantor balai desa Gumulunglebak kecamatan Greged

Kabupaten Cirebon

Profil Narasumber

Nama : Akman Sodikin

Umur : 39 tahun

Jenis Kelamin : Laki-laki

Jabatan : Kepala desa Gumulunglebak

Hasil wawancara

keterangan Tanya jawab

peneliti selamat siang pak, terimakasih atas kesempatan nya dan

terimakasih bapak sudah meluangkan waktunya untuk menjadi

narasumber saya.

Narsumber siang, iya teh sama-sama

Peneliti baik pak, perkenalkan biodata singkat bapak

Narasumber Nama Akman Sodikin jabatan sebagai kepala desa, alamat

94
dusun 3 RT.04/RW.06 Desa Gumulunglebak kecamatan

Greged kabupaten Cirebon

Peneliti berapa lama bapak sudah menjabat disini?

Narasumber sudah 2 tahun teh.

Peneliti Pekerjaan apa saja yang sudah terealisasikan selama bapak

menjabat kepala desa?

Narasumber banyak, contohnya mengalokasikan anggaran desa yag sudah

disepakati dan tercantum dalam APBDesa.

Peneliti Apa saja faktor kendala informasi publik dalam pengelolaan

dana desa baik internal maupun eksternal?

Narasumber didesa kami faktornya ialah kurang aktif dalam mengelola

sosial media.

Peneliti Menurut bapak seberapa penting keterbukaan informasi publik

bagi masyarakat?

Narasumber Sangat penting, salah satu kewajiban nya untuk transparansi

kepada masyarakat walaupun dalam faktanya kami kurang

aktif ya teh dalam bermedia sosial.

Peneliti Oke pak, menurut bapak bagaimana efektifitas atau solusi

untuk desa Gumulunglebak?

Narasumber Sewajarnya, perihal anggaran sudah saya cantumkan di baliho

depan, tidak hanya dibaliho, dimedia sosial milik pribadi saya

sering menginformasikan tentang desa Gumulunglebak.

Peneliti Bagaimana dampak dana desa bagi kemajuan

95
desa,menurunkah atau meningkat ?

Narasumber Meningkat, yang tadinya tidak ada masjid, lapangan sekarang

lagi proses pengerjaan, jalanan rusak sekarang alhamdulillah

sudah diperbaiki.

Peneliti Bagaimana proses yang harus dilalui masyarakat untuk dapat

berpartisipasi dalam rapat tahunan desa?

Narasumber Kami selalu mengadakan musrembang dan musdes setiap

tahun dan setiap akan mengadakan kegiatan didesa. Kami akan

mengambil perwakilan dar RT maupun RW dan karang taruna.

Peneliti Siapa saja yang berhak dalam melakukan perencanaan

penyusunan anggaran dan kegiatan pembangunan desa dan

pengelolaannya?

Narasumber Kalau dalam perencanaan itu kan melalui musyawarah desa

yang dilibatkan untuk perwakilan-perwakilan masyarakat dari

unsur tokoh-tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan,

kemudian dari RT dan RW.

Peneliti Anggaran dana desa per tahun diterima berapa banyak ?

Narasumber Dana desa yang diterima tahun 2024 anggarannya sebanyak

Rp. 2.953,713.000, tapi tiap tahun berbeda-beda jumlah

anggaran yang diterima.

Peneliti Oke terakhir pak. Kepada siapa laporan pertanggungjawaban

penggunaan dana desa dilaporkan ?

Narasumber Laporan dilaporkan ke pihak atasan BPD, Inspektorat dan

96
Pemerintah Daerah.

Peneliti Baik pak terimaksih banyak atas ketersediaan waktunya untuk

menjawab semua pertanyaan saya.

Narasumber Iya teh sama-sama.

Transkip wawancara 2

Waktu Wawancara : 09 Juli 2024

Lokasi Wawancara : Kantor balai desa Gumulunglebak kecamatan Greged

Kabupaten Cirebon

Profil Narasumber

Nama : Eka Budiyawan

Umur : 30 tahun

Jenis Kelamin : Laki-laki

Jabatan : Ketua Urusan Perencanaan

97
Hasil wawancara

Peneliti Selamat siang pak, terimakasih sudah menyempatkan waktunya

untuk saya.

Narasumber Siang teh, iya sama-sama

Peneliti Baik langsung saja ya pak, saya datang disini untuk menanyakan

perihal data penduduk, mata pencaharian, dan adat istiadat desa

Gumulunglebak,.

Narasumber Baik teh,

Peneliti Untuk jumlah penduduk didesa Gumulunglebak ada berapa jiwa?

Narasumber Dengan sumber dari KK (Kartu Keluarga), KK laki-laki ada

2575, perempuan 373, dengan jumlah penduduk laki-laki 5465

jiwa dan perempuan 4727 jiwa dengan jumlah 1193.000 jiwa.

Penduduk desa dibagi menjadi 3 Dusun yaitu:

1. dusun 1 dengan jumlah penduduk 2.958 jiwa, laki-laki 1.394

jiwa dan perempuan 1.564 jiwa dengan KK 932

2. dusun 2 dengan jumlah penduduk 3.238 jiwa, laki-laki 1.713

jiwa dan perempuan 1.525 jiwa dengan KK 1.007

3. dusun 3 dengan jumlah penduduk 3.996 jiwa, laki-laki 2.188

jiwa dan perempuan 1.808 jiwa dengan KK 1134

Peneliti Baik, untuk mata pencaharian nya rata-rata apa ya pak?

Narasumber Untuk mata pencaharian rata-rata disini buruh, dan ada beberapa

mata pencaharian dan jumlah nya yaitu:

98
1. Buruh 1.9111 orang.

2. Wirausaha 823 orang.

3. Pedagang 575 orang.

4. Perdagangan 131 orang.

5. Karyawan swasta 109 orang

6. Buruh tani perkebunan 53 orang.

7. Petani 36 orang.

8. Guru 35 orang.

9. Sopir 25 orang.

10. PNS 16 orang.

11. Pensiunan 11 orang

12. Honorer 11 orang.

13. Nelayan 04 orang

14. Pelajar/ mahasiswa 1.711 orang.

15. Ibu rumah tangga (IRT) 2.636 orang.

Peneliti Untuk adat istiadat sendiri apakah ada acara khusus pak?

Narasumber Adat istiadat sih paling tahlilan, sedekah cai, sedekah bumi,

sedekah muludan.

Peneliti Baik pak, untuk tambahan melengkapi profil desa jumlah sekolah

SD sampai SMK disini ada berapa pak?

Narasumber Untuk tingkatan SD/ sederajat ada 2, SMP/Sederajat ada 1 dan

SMK/Sederajat ada 2.

Peneliti Pak terimaksih banyak sudah menyempatkan waktunya untuk

99
menjawab semua pertanyaan saya.

Narasumber Iya teh sama-sama.

Transkip wawancara 3

Waktu Wawancara : 18 Juni 2024

Lokasi Wawancara : Di rumah Narasumber

Profil Narasumber

Nama : Silviani

Umur : 23 tahun

Jenis Kelamin : Perempuan

Jabatan : Masyarakat/mahasiswi

Hasil wawancara

Peneliti Selamat siang bu, bisa minta waktunya sebentar untuk saya

Tanya-tanya seputar desa Gumulunglebak?

Narasumber Oh iya teh silahkan

Peneliti Bagaimana kepuasan saudara tentang prosedur pelayanan di

100
balai desa Gumulunglebak?

Narasumber Cukup puas karena aparatur desa ramah.

Peneliti Bagaimana pendapat saudara tentang pelayanan kecekatan

petugas desa?

Narasumber Untuk kecekatan tergantung the kadang lelet dan juga tidak,

tergantung aparatur desa yang melayani nya. Tetapi kebanyakan

cekatan dan terbuka.

Peneliti Apakah semua masyarakat atau sebagian masyarakat ikut

berperan dalam kegiatan pembangunan desa?

Narasumber Tidak semua masyarakat, hanya perwakilan saja dari RT/RW,

dan hanya sesepuh nya aja.

Peneliti Sejauh mana anda mengetahui Undang-Undang Keterbukaan

Informasi Publik?

Narasumber Tidak tahu, karena tidak pernah ada sosialisasi the.

Peneliti Jika terdapat forum musyawarah, adakah kesempatan untuk

berpendapat?

Narasumber Ada teh pasti, jika diberikan kesempatan.

Peneliti Apakah masyarakat puas dengan kinerja pemerintah desa dalam

pemanfaatan dana desa?

Narasumber Puas karena adanya informasi.

Peneliti Apakah perencanaan pembangunan infrastruktur desa sudah

sesuai dengan yang diharapkan oleh masyarakat?

Narasumber Belum sesuai karena jalan nya masih banyak yang kurang

101
bagus.

Peneliti Apakah saudara pernah melihat atau membaca baliho APBDesa

secara langsung?

Narasumber Tidak pernah.

Peneliti Apakah saudara pernah mendapat bantuan dana desa?

Narasumber Tidak pernah karena orang tua saya yang dapat.

Peneliti Faktor apa saja yang mempengaruhi masyarakat memperoleh

informasi dari desa?

Narasumber Fakornya dari keingintahuan dari masyarakat.

Peneliti Baik, terimakasih bu sudah menyempatkan waktunya untuk bisa

saya diwawancarai.

Narasumber Iya teh sama-sama

102
Transkip wawancara 4

Waktu Wawancara : 09 Juli 2024

Lokasi Wawancara : Di rumah Narasumber

Profil Narasumber

Nama : Ipul

Umur : 29 tahun

Jenis Kelamin : Laki-laki

Jabatan : Masyarakat

Hasil wawancara

Peneliti Selamat malam pak, bisa minta waktunya sebentar untuk saya

Tanya-tanya seputar desa Gumulunglebak?

Narasumber Oh iya teh silahkan

Peneliti Bagaimana kepuasan saudara tentang prosedur pelayanan di

balai desa Gumulunglebak?

Narasumber Kalau kepuasan atau menanggapinya masih terbilang bagus

diangka 80% karena memang sudah tidak ada lagi pungutan-

pungutan liar, kedua memang desa sedang melayani masyaraka

dengan baik sesuai SOP.

103
Peneliti Bagaimana pendapat saudara tentang pelayanan kecekatan

petugas desa?

Narasumber Sejauh ini desa sangat cekatan dan transparan ketika ada

masyarakat yang menanyakan tentang APBDesa atau ADD,

tidak hanya disitu desa sangat melayani masyarakat dengan baik

disegala keperluan masyarakat tersebut.

Peneliti Apakah semua masyarakat atau sebagian masyarakat ikut

berperan dalam kegiatan pembangunan desa?

Narasumber Semua masyarakat ikut andil dalam segala bentuk perencanaan

desa.

Peneliti Sejauh mana anda mengetahui Undang-Undang Keterbukaan

Informasi Publik?

Narasumber Kalau undang-undang saya belum baca tapi melihat beberapa

disosial media itu memang harus setiap desa itu mencantumkan

di baligho tentang keterbukaan informasi publik tentunya lebih

ke APBDesa ataupun ADD yang akan digelar satu tahun

kedepan.

Peneliti Jika terdapat forum musyawarah, adakah kesempatan untuk

berpendapat?

Narasumber Ada the, karena disitu kesempatan aparat desa untuk

menginstropeksi segala kekurangan dan kelebihan nya untuk

melayani masyarakat.

Peneliti Apakah masyarakat puas dengan kinerja pemerintah desa dalam

104
pemanfaatan dana desa?

Narasumber Cukup puas.

Peneliti Apakah perencanaan pembangunan infrastruktur desa sudah

sesuai dengan yang diharapkan oleh masyarakat?

Narasumber Sudah sesuai karena jalan desa Gumulunglebak sudah

diperbaiki sedikit demi sedikit.

Peneliti Apakah saudara pernah melihat atau membaca baliho APBDesa

secara langsung?

Narasumber Tau karena ada dipapan reklame, apalagi tahun ini setiap bulan

ada bansos beras bulog.

Peneliti Apakah saudara pernah mendapat bantuan dana desa?

Narasumber Saya pribadi belum pernah mendapat bantuan karena saya juga

bertugas diwilayah situ, saya juga sebagai pendamping sosial

tidak boleh menerima bantuan apa pun.

Peneliti Faktor apa saja yang mempengaruhi masyarakat memperoleh

informasi dari desa?

Narasumber Karena memang melihat desa Gumulunglebak tidak punya akun

sosial media kita hanya mendengarkan dari cerita orang-orang

ataupun temen-temen yang terlibat didalamnya termasuk karang

taruna yang mungkin perhari ini masuk dan dilibatkan untuk

mengikuti MUSREMBANG (Musyawarah perencanaan

pembangunan) jadi setiap tahun desa akan melakukan

musyawarah desa dengan masyarakat, tokoh pemuda, ulama

105
untuk merencanakan pembangunan kedepan baik insprastruktur

maupun sumber daya manusia.

Peneliti Baik pak terimakasih atas waktu dan kesempatan nya untuk

menjawab semua pertanyaan saya.

Narasumber Iya teh sama-sama.

D. LAMPIRAN 4 – KUISIONER PARTISIPASI MASYARAKAT

Nama:
Teks jawaban singkat

Umur:
Teks jawaban singkat

Jenis kelamin:
Teks jawaban singkat

Masyarakat desa terlibat dalam pengambilan keputusan program-program


desa.
*
Setuju

Tidak Setuju

Ragu-Ragu

Sangat Tidak s

Masyarakat desa terlibat aktif dalam rapat dengar pendapat atau penetapan
anggaran desa.
Setuju

Tidak Setuju

106
Ragu-Ragu

Sangat Tidak S

APBDesa disepakati secara bersama.


Setuju

Tidak Setuju

Ragu-Ragu

Sangat Tidak S

Pemerintah desa dilarang melakukan pungutan sebagai penerimaan desa selain


yang ditetapkan dalam peraturan desa.
Setuju

Tidak Setuju

Ragu-Ragu

Sangat Tidak S

Bendahara desa melakukan pembuatan buku kas umum.


Setuju

Tidak Setuju

Ragu-Ragu

Sangat Tidak S

Kepala desa menyampaikan laporan realisasi APBDesa kepada


bupati/walikota.
Setuju

Tidak Setuju

Ragu-Ragu

Sangat Tidak S

Kepala desa memyampaikan laporan semester pertama berupa laporan


realisasi APBDesa.
Setuju

Tidak Setuju

Ragu-Ragu

Sangat Tidak S

Kepala desa menyampaikan lapotan keterangan penyelenggaraan pemerintah


desa secara tertulis kepada BPD setiap akhir tahun anggaran.
Setuju

Tidak Setuju

107
Ragu-Ragu

Sangat Tidak S

Laporan pertanggungjawaban realisasi pelaksanaan APBDesa terdiri dari


pendapatan, belanja, dan pembiayaan.
Setuju

Tidak Setuju

Ragu-Ragu

Sangat Tidak S

Laporan pertanggungjawaban realisasi pelaksanaan APBDesa disampaikan


paling lambat 1 (satu) bulan setelah akhir tahun anggaran.
Setuju

Tidak Setuju

Ragu-Ragu

Sangat Tidak S

Program alokasi dana desa telah meningkatkan kemampuan lembaga


kemasyarakatan di desa dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian
pembangunan secara partisiptif.
Setuju

Tidak Setuju

Ragu-Ragu

Sangat Tidak S

Program alokasi dana desa telah meningkatkan penyelenggaraan pemerintah


desa dalam melaksanakan pembangunan, dan kemasyarakatan sesuai
kewenangan nya.
Setuju

Tidak Setuju

Ragu-Ragu

Sangat Tidak S

Program alokasi desa telah meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan desa


dalam melaksanakan pelayanan pemerintahan.
Setuju

Tidak setuju

Ragu-Ragu

Sangat Tidak S

108
Kepala desa mengelola kembali sosial media desa baik facebook, instagram,
twitter,dll.
Setuju

Tidak Setuju

Ragu-Ragu

Sangat Tidak S

Masyarakat desa memberikan penilaian pelaksanaan anggaran desa


*
Setuju

Tidak Setuju

Ragu-Ragu

Sangat Tidak S

E. Link Kuisioner Partisipasi Masyarakat

[Link]

rr29bKgA3HV4PLQ/edit

109

Anda mungkin juga menyukai