EFEKTIVITAS PENGELOLAAN KEUANGAN DESA DI DESA GUMULUNGLEBAK
DIHUBUNGKAN DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 14 TAHUN 2008 TENTANG
KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK
SKRIPSI
Diajukan sebagai salah satu syarat
untuk memperoleh Gelar Sarjana Hukum (SH)
pada jurusan Ilmu Hukum fakultas Hukum
Diajukan Oleh:
Nama : Riska Noviyanti
NIM : 0301201004
Konsentrasi : Hukum Perdata
PROGRAM STUDI ILMU HUKUM FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS NAHDLATUL
ULAMA (UNU) CIREBON
2024
JUDUL : EFEKTIVITAS PENGELOLAAN KEUANGAN DESA DI DESA
GUMULUNGLEBAK DI HUBUNGKAN DENGAN UNDANG-
UNDANG N0M0R 14 TAHUN 2008 TENTANG KETERBUKAAN
INFORMASI PUBLIK
PENYUSUN : RISKA NOVIYANTI
NIM : 0301201004
PENGESAHAN STATUS SKRIPSI
Mengizinkan laporan proposal ini disimpan di perpustakaan Universitas
Nahdlatul Ulama Cirebon dengan syarat-syarat kegunaan sebagai berikut :
1. Proposal adalah hak milik Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon
2. Perpustakaan Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon dibenarkan membuat
salinan untuk referensi
3. Perpustakaan juga dibenarkan membuat salinan skripsi ini sebagai bahan
pertukaran antar Institusi Pendidikan Tinggi
4. Berikan tanda √ sesuai dengan katagori Proposal
Sangat Rahasia (Mengandung isi tentang keselamatan atau kepentingan
Negara)
Rahasia (Mengandung isi tentang kerahasiaan dari
suatu organisasi/badandi mana penelitian Skripsi ini
dikerjakan)
Biasa
Ketua Program Studi
Dr. Muktar,S.H., M.H
NIDN. 0402026606
2
JUDUL : EFEKTIVITAS PENGELOLAAN KEUANGAN DESA DI
DESA GUMULUNGLEBAK DI HUBUNGKAN DENGAN
UNDANG-UNDANG N0M0R 14 TAHUN 2008 TENTANG
KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK
PENYUSUN : RISKA NOVIYANTI
NIM : 0301201004
PENGESAHAN SKRIPSI
Skripsi ini telah diujikan dan di pertahankan dihadapan Dewan Penguji pada
Sidang Skripsi.
Ketua Program Studi, Tanggal, Tanda tangan
Dr. Muktar, SH,. MH
NIDN. 0402026606
Pembimbing 1
Dr. Agus Sugiarto, SH., MH, MM
NIDN. 0416076201
Pembimbing 2
Dr. H. Agustiana,SH,. MH
NIDN. 888190017
Mengetahui,
DEKAN FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA CIREBON
Dr. Amir Machmud, SH,. MH
NIDN. 0407057102
3
PERNYATAAN
Dengan ini saya menyatakan bahwa penulisan Hukum Skripsi ini belum dan/atau
tidak pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan disuatu perguruan
tinggi lain, dan sepanjang pengetahuan saya di dalam nya tidak terdapat karya atau
pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain kecuali yang secara
tertulis diacu dalam naskah ini dan disebut dalam daftar pustaka.
Cirebon, 12 Juli 2024
MATERAI
10.000
RISKA NOVIYANTI
(0301201004)
4
JUDUL : EFEKTIVITAS PENGELOLAAN KEUANGAN DESA DI
DESA GUMULUNGLEBAK DI HUBUNGKAN DENGAN
UNDANG-UNDANG N0M0R 14 TAHUN 2008 TENTANG
KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK
PENYUSUN : RISKA NOVIYANTI
NIM : 0301201004
PERSETUJUAN SKRIPSI
Skripsi ini telah diperiksa dan disetujui, Cirebon, 12
Juli 2024
Pembimbing I Pembimbing II
Dr. Agus Sugiarto, SH, MH,. MM Dr.H. Agustiana, SH, MH
NIDN. 0416076201 NIDN. 88819001
5
MOTTO
“Maa dumta tusyaahidu basmata ummika, fa alhayaatu laa tazaalu jamiilatan”
(Selagi engkau dapat melihat senyuman ibumu, hidupmu senantiasa indah)
PERSEMBAHAN
Skripsi ini saya persembahkan sepenuhnya kepada:
1. Dua orang hebat dalam hidup saya, yaitu Ayahanda Didi Sukardi dan Ibunda Ati
Supriati. Keduanya lah yang membuat segalanya menjadi mungkin sehingga saya
bisa sampai pada tahap di mana skripsi ini akhirnya selesai. Terima kasih atas
segala pengorbanan, nasihat dan doa baik yang tidak pernah berhenti kalian
berikan kepadaku. Karena tidak ada do’a yang paling khusyuk dan mustajab
selain do’a Orang tua.
2. Selain itu saya persembahkan skripsi ini kepada kakak-kakak saya yang cantik
yaitu Nelly Alfiani dan Dahlia, terimakasih kalian sudah mensuport saya baik
moril ataupun materil, ketika orang-orang menutup telinganya untuk saya,
mereka berdua telah membuka hati untuk saya.
3. Tidak lupa untuk nenek yaitu Ipoh yang selalu support dan khawatir ketika
cucunya ini belum pulang kuliah, terimakasih telah selalu memberikan support.
4. Waktu adalah hal yang paling berharga dalam hidup kita dan orang-orang yang
rela mengorbankan waktu mereka untuk orang lain pantas mendapatkan rasa
hormat dan terima kasih. Terima kasih atas keterlibatan dan waktunya.
6
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
rahmat dan hidayah nya kepada penulis, sehingga dalam penyusunan skripsi ini
penulis dapat menyelesaikan tanpa mengalami hambatan yang berarti.
Tersusunnya skripsi ini merupakan hasil partisipasi dan bantuan serta
bimbingan dari berbagai pihak baik secara moril maupun materil, oleh karena itu
pada kesempatan yang berbahagia ini penulis memohon kepada Allah SWT semoga
Allah memberikan balasan kepada Bapak/Ibu serta rekan-rekan yang telah
memberikn bantuan kepada penulis. Begitupun penulis mengucapkan terima kasih
dan penghargaan yang sedalam-dalamnya kepada :
1. Bapak Dr. Agus Sugiarto, S.H,. M.H,. M.M. selaku Rektor Universitas
Nahdlatul Ulama Cirebon.
2. Bapak Dr. Amir Machmud,. S.H,. M.H. selaku Dekan Fakultas Hukum
Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon.
3. Bapak Dr. Muktar, S.H, M.H selaku Ketua Program Studi Fakultas
HukumUniversitas Nahdlatul Ulama Cirebon.
4. Bapak Dr. Agus Sugiarto, S.H., M.H., M.M selaku Dosen Pembimbing I
5. Ibu Dr. Pupu Sriwulan Sumaya, S.H., M.H selaku Dosen Pembimbing II
6. Dosen-dosen Fakultas Hukum Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon
7. Staff pegawai Fakultas Hukum Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon
8. Kedua orang tua yang telah mendoakan saya dan selalu memberikan support
untuk keberhasilan saya sejauh ini.
7
9. Sahabat-sahabat yang telah memberikan pandangan dan wawasan kepada
penulis dalam rangka menyelesaikan skripsi ini.
Segala rintangan dan hambatan yang penulis alami selama penyusunan
skripsi ini tidaklah membuat penulis putus asa dan putus harapan. Penulis
mengharap kritik dan saran yang bersifat membangun demi kemanfaatan skripsi ini.
Akhir kata hanya kepada Allah SWT penulis berserah diri semoga
petunjuknya selalu menyertai kita semua sehingga kita selalu berada di jalan dan
ridho-Nya. Semoga segala kebaikan dan pertolongan semuanya mendapatkan
berkah dari Allah SWT. Akhir kata penulis mohon maaf apabila masih banyak
kekurangan dalam penyusunan skripsi ini. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi
semua pihak yang memerlukan, Aamiin Ya Robal A’lamin.
Cirebon, 12 Juli 2024
Penulis,
Riska Noviyanti
(0301201004)
8
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan pentingnya Keterbukaan Informasi
Publik (KIP) dalam kaitannya dengan tercapainya akuntabilitas, transparansi, dan
partisipasi, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan Komisi Informasi Publik
untuk memastikan keterbukaan informasi publik dilakukan secara tepat di semua
tingkatan dan di seluruh wilayah. Masyarakat informasi di Indonesia cukup kuat.
Metode analisisnya menggunakan studi hubungan antar melakukan analisis
terhadap teori dan konsep terkait penyebaran informasi publik dan akuntabilitas,
transparansi dan partisipasi sehingga perbandingan antara keduanya dapat dibuat.
Hasil penelitian menunjukkan penyebaran informasi publik merupakan salah satu
cara terpenting untuk mempercepat proses perubahan dan perluasan penerapan
good governance governance (transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi
masyarakat) di Indonesia.
Kata kunci: keterbukaan informasi publik, akuntabilitas, transparansi,
partisipasi
Abstrack
This research aims to explain the importance of Public Information Openness
(KIP) in relation to achieving accountability, transparency and participation, as
well as steps that the Public Information Commission can take to ensure that
public information disclosure is carried out appropriately at all levels and in all
regions. The information society in Indonesia is quite strong. The analytical
method uses relationship studies to analyze theories and concepts related to the
9
dissemination of public information and accountability, transparency and
participation so that comparisons between the two can be made. The research
results show that the dissemination of public information is one of the most
important ways to accelerate the process of change and expand the
implementation of good governance (transparency, accountability and community
participation) in Indonesia.
Key words: openness of public information, accountability, transparency,
participant.
10
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Informasi merupakan bagian penting yang tak terpisahkan dari kehidupan
manusia, manusia saling berkomunikasi antar manusia untuk mendapatkan
informasi baik antar sesama Individu, Individu dengan kelompok maupun
kelompok dengan kelompok untuk mengembangkan hidupnya baik secara
politik, hukum, ekonomi, dan sosial budaya serta keamanan dalam rangka
pengembangan pribadi dan lingkungannya. Ketersediaan informasi sangat penting
bagi kelangsungan hidup manusia. Tanpa informasi, manusia tidak akan mampu
mengambil keputusan akan suatu hal. Ketersediaan informasi akan mampu
memberikan pertimbangan bagi manusia untuk mengambil keputusan yang
rasional. Oleh karenanya, informasi harus dapat diperoleh oleh setiap orang. Oleh
karena itu tidak salah jika kebebasan memperoleh informasi publik
merupakan bagian dari hak asasi manusia1. Bahkan efektifitas pembangunan
nasional juga ditentukan oleh adanya komunikasi yang baik antara
pemerintah selaku pejabat publik dengan masyarakat.
Indonesia juga merupakan negara yang sedang berkembang, baik di
bidang ilmu pengetahuan, teknologi maupun didalam sistem pemerintahan. Era
globalisasi yang menuntut kebebasan informasi, kebebasan pers dan media massa
merupakan suatu sarana penting yang menjadi kebutuhan untuk konsumsi publik,
1
Mengenal Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik, Lembaga Bantuan Hukum
Masyarakat, 2010
11
masyarakat yang butuh akan informasi dapat mengakses berbagai informasi
yang dibutuhkannya melalui berbagai macam media baik media elektronik
maupun media lainnya sehingga kebutuhan akan informasi kian meningkat.
Tak bisa dipungkiri, kemajuan teknologi informasi berdampak langsung
terhadap era keterbukaan saat ini setiap orang mampu menerima informasi
langsung dan lebih cepat dari sebelumnya. Dunia yang sekarang ini sudah
memasuki era kebebasan informasi, dalam hal informasi yang berhubungan
dengan segala sesuatu yang berkaitan dengan pemerintahan amatlah penting
untuk diketahui oleh publik, karena semakin terbukanya informasi terhadap
publik maka semakin terbuka pula peluang masyarakat untuk ikut
berpartisipasi dalam mendorong serta menciptakan pemerintahan yang baik
dan bersih. Era informasi ini sejalan dengan demokratisasi, pengurangan
dominasi pemerintah, pemajuan civil liberties, civil society, hak asasi manusia,
pemberdayaaan publik dan ihwal lain yang serupa.
Era keterbukaan yang mengiringi Reformasi 1998 semakin menimbulkan
kesadaran akan terbukanya akses informasi dari berbagai kalangan. Secara
khusus, keterbukaan akses menuju informasi publik diperlukan oleh mereka yang
berkecimpung dalam bidang lingkungan, gerakan antikorupsi, hak asasi manusia,
dan pers yang sering mengalami kesulitan dalam mengakses berbagai informasi
dari lembaga pemerintah, dengan dalih rahasia Negara.2 Sejak reformasi 1998
Indonesia sudah mulai menuju kearah perubahan yang menuntut keterbukaan
informasi publik, dengan terbukanya informasi kepada publik maka peluang
2
Mengenal Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik, Lembaga Bantuan Hukum
Masyarakat, hlm. 1, 2010
12
rakyat untuk berpartisipasi dalam berbagai kebijakan publik menjadi lebih
besar, karena rakyat yang “open informed” (terbuka dengan informasi) akan
menjadi kekuatan dan aktor dalam proses penetuan dan pengawasan
kebijakan publik. Arus informasi yang lebih baik akan menghasilkan
pemerintahan yang efektif dan membantu pengembangan yang lebih fleksibel
serta kerjasama antara publik dan pemerintah akan semakin erat karena
informasi yang semakin banyak tersedia. Tiga isu besar yang mendorong
lahirnya kesadaran atas kebutuhan informasi adalah upaya pemberantasan korupsi,
penegakan hak asasi manusia, dan tata kelola pemerintah yang baik (good
governance).3
Keterbukaan informasi publik membuat masyarakat dapat mengontrol
setiap langkah dan kebijakan yang diambil oleh pemerintah. Penyelenggaraan
kekuasaan dalam negara demokrasi harus setiap saat dapat
dipertanggungjawabkan kembali kepada masyarakat. Akuntabilitas membawa ke
tata pemerintahan yang baik yang bermuara pada jaminan pada hak asasi manusia.
Keterbukaan informasi sejalan dengan salah satu pilar reformasi yakni
transparansi. Secara komprehensif Undang-undang nomor 14 tahun 2008 tentang
Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP) mengatur mengenai kewajiban
badan publik negara dan badan publik non negara untuk memberikan
pelayanan informasi yang terbuka, transparan dan bertanggung jawab kepada
masyarakat. Komisi Informasi (KI) pun dibentuk sebagai lembaga mandiri
3
Mengenal Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik, Lembaga Bantuan Hukum
Masyarakat, hlm. 2, 2010
13
yang berfungsi menjalankan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik
(KIP) dan peraturan pelaksanaannya, menetapkan petunjuk teknis standar
layanan informasi publik dan menyelesaikan sengketa informasi publik melalui
mediasi dan/atau ajudikasi nonlitigasi. Mediasi adalah penyelesaian sengketa
informasi publik antara para pihak melalui bantuan mediator Komisi
Informasi. Sedangkan ajudikasi nonlitigasi adalah proses penyelesaian sengketa
informasi publik antara para pihak yang diputus oleh Komisi Informasi.
Undang - Undang no 14 Tahun 2008, tentang Keterbukaan Informasi
Publik (KIP) bertujuan untuk menjamin hak warga negara untuk mengetahui
rencana pembuatan kebijakan publik, program kebijakan publik, dan proses serta
alasan pengambilan suatu keputusan publik, mendorong partisipasi
masyarakat dalam proses pengambilan kebijakan publik, dan meningkatkan peran
aktif masyarakat dalam pengambilan kebijakan publik dan pengelolaan
Badan Publik yang baik. Mewujudkan penyelenggaraan negara yang baik,
yaitu yang transparan, efektif dan efisien, akuntabel serta dapat
dipertanggungjawabkan serta mengetahui alasan kebijakan publik yg
mempengaruhi hajat hidup orang banyak, serta mengembangkan ilmu
pengetahuan dan mencerdaskan kehidupan bangsa dan/atau meningkatkan
pengelolaan dan pelayanan informasi dilingkungan Badan Publik untuk
menghasilkan layanan informasi yang berkualitas, Berbeda dengan undang-
undang lain yang umumnya langsung efektif setelah disahkan, Undang-
Undang Keterbukaan Informasi Publik baru efektif diberlakukan pada 1 Mei
2010. Kurun waktu dua tahun setelah diundangkan tersebut diberikan untuk
14
Badan- Badan Publik agar mempersiapkan diri menyongsong implementasi
Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik karena undang undang yang
terdiri dari 64 pasal ini yang pada intinya memberikan kewajiban kepada setiap
Badan Publik untuk membuka akses bagi setiap pemohon informasi publik untuk
mendapatkan informasi publik, kecuali beberapa informasi tertentu.
Setelah kurun waktu dua tahun tersebut, Undang-Undang Keterbukaan
Informasi Publik resmi diberlakukan, maka seharusnya setiap Badan Publik
Pemerintah maupun non Pemerintah Wajib melaksanakan Keterbukaan Informasi
Publik kepada masyarakat, namun dalam pelaksanaannya Undang-Undang
Keterbukaan Informasi Publik masih dirasakan masih belum sepenuhnya merata
dilaksanakan oleh badan Publik, dirasakan hanya berjalan efektiv pada level top
management yaitu Pemerintah Pusat.
Keterbukaan Informasi Publik di negeri ini seakan masih aneh ditelinga
masyarakat Indonesia khususnya di daerah, kurangnya sosialisasi oleh
pemerintah, rendahnya kualitas sumber daya manusia dalam badan publik serta
minimnya pengetahuan masyarakat atas hal ini membuat peraturan ini seakan
hanya berjalan di Pemerintah Pusat dan hanya dipahami oleh kalangan Intelektual
dan praktisi hukum. Padahal Keterbukaan Informasi Publik ini merupakan
Kewajiban bagi Badan Publik untuk melaksanakannya dan merupakan Hak bagi
masyarakat untuk mendapatkan Informasi Publik, untuk itu perlu adanya pelatihan
khusus terkait Keterbukaan Informasi Publik terhadap sumber daya manusia
Badan Publik baik di Pusat sampai di Daerah hingga sampai ke Desa serta
sosialisasi kepada seluruh masyarakat agar Keterbukaan Informasi Publik ini
15
dapat berjalan dengan baik dalam rangka mewujudkan Pemerintah yang terbuka
dan akuntabel.
Dalam mengelola Informasi Badan Publik melalui Pejabat Pengelola
Informasi dan Dokumentasi wajib menyediakan informasi secara berkala yaitu
informasi yang berkaitan dengan badan publik, Informasi yang berkaitan dengan
kegiatan dan kinerja badan publik, informasi tentang keuangan dan informasi lain
yang diatur dalam perundang-undangan. Dalam hal ini Badan Publik wajib
menyediakan informasi yang sudah berada dalam kewenangannya kepada
pemohon informasi publik, informasi yang disediakan oleh badan publik wajib
merupakan informasi yang akurat, benar, dan tidak menyesatkan. Dalam
pelaksanaannya terdapat kesenjangan antara aturan (Das Sein) dan
Pelaksanaannya (Das Sollen). Terdapat beberapa contoh kesenjangan, antara lain :
Badan publik baik tidak menyediakan informasi yang sudah ada dalam
kewenangannya dengan alasan bahwa informasi tersebut masuk dalam kategori
informasi yang dikecualikan menurut undang-undang dan berdalih bahwa
informasi yang diminta pemohon belum dikuasai sepenuhnya, maupun alasan lain
yang sebenarnya tidak diperkenan dalam undang-undang. Penyimpangan
Keterbukaan Informasi Publik oleh badan Publik sendiri banyak terjadi khususnya
dalam tata Pemerintahan Daerah sampai ke Desa, dimana masyarakat serta
Pejabat Publik nya belum paham betul akan Keterbukaan Informasi Publik.
Berdasarkan latar belakang masalah ini, maka dalam penelitian hukum ini penulis
memilih judul: “EFEKTIVITAS PENGELOLAAN KEUANGAN DESA DI
DESA GUMULUNGLEBAK DIHUBUNGKAN DENGAN UNDANG-
16
UNDANG NOMOR 14 TAHUN 2008 TENTANG KETERBUKAAN
INFORMASI PUBLIK ”.
A. Identifikasi Masalah
Perumusan masalah merupakan hal yang penting dalam suatu penelitian,
karena perumusan masalah akan membantu peneliti untuk mengidentifikasi
persoalan yang akan diteliti dan akan mengarahkan penelitian sesuai dengan
tujuan penelitian.
Dari uraian latar belakang diatas, maka peneliti merumuskan masalah yang akan
diteliti yakni :
1. Bagaimana efektivitas Undang-undang nomor 14 Tahun 2008 tentang
Keterbukaan Informasi Publik dalam pengelolaan keuangan Desa di Desa
Gumulunglebak ?
2. Apa saja faktor – faktor yang menjadi penghambat masyarakat untuk
memperoleh informasi publik dan apakah masyarakat sudah sadar akan
ada pengecualian dalam Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik di
desa Gumulunglebak ?
B. Tujuan Penelitian
Suatu penelitian harus memiliki maksud dan tujuan yang jelas agar
penelitian tersebut memiliki arahan dan pedoman yang pasti. Maksud dan tujuan
penelitian pada prinsipnya mengungkapkan apa yang hendak dicapai oleh peneliti
sebagai solusi atas permasalahan yang dihadapi.
17
Adapun tujuan yang hendak dicapai peneliti dalam penelitian ini adalah :
1. Untuk mengetahui sejauh mana berjalannya pelaksanaan UU No.14
Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik di desa
Gumulunglebak
2. Untuk mengetahui Faktor Faktor apa saja yang menjadi penghambat
pelaksanaan Keterbukaan Informasi Publik dan apakah masyarakat
sudah sadar akan ada pengecualian dalam Undang-Undang
Keterbukaan Informasi Publik di desa Gumulunglebak
C. Kegunaan Penelitian
Adapun kegunaan penelitian ini penulis dapat membagi kedalam dua
bagian yaitu kegunaan secara teoritis dan kegunaan secara praktis. Adapun
kegunaan secara teoritis dan kegunaan praktis adalah sebagai berikut :
1. Kegunaan secara Teoritis
A. Sebagai bahan masukan berupa sumbangan pemikiran bagi
perkembangan ilmu hukum khusunya bidang hukum hak asasi
manusia, yang berkaitan dengan keterbukaan informasi publik.
B. Sebagai bahan informasi bagi peneliti dan pihak lain yang ingin
melanjutkan dengan permasalahan yang sama.
2. Kegunaan secara Praktis
Dengan pembahasan dan penelitian ilmiah yang berbentuk skripsi dapat
menjadi bahan informasi bagi masyarakat dan rekan-rekan mahasiswa
yang hendak mempelajari guna mengetahui tentang Keterbukaan
18
Informasi Publik, Kebijakan Publik, partisipasi masyarakat dan semuanya
dalam lingkungan Publik secara mendalam dan terperinci bagi yang
melakukan penelitian terhadap perkembangan di masyarakat.
D. Kerangka Pemikiran
Dalam Pasal 19 Deklarasi Universal tentang Hak Asasi Manusia 1948
disebutkan tentang Kebebasan untuk mendapat Informasi. Pasal tersebut berbunyi
“Setiap orang berhak atas kebebasan mempunyai dan mengeluarkan
pendapat; dalam hal ini termasuk kebebasan menganut pendapat tanpa
mendapat gangguan, dan untuk mencari, menerima dan menyampaikan
keterangan-keterangan dan pendapat dengan cara apa pun dan dengan
tidak memandang batas-batas.”
Jelas terlihat bahwa hak untuk mencari dan mendapatkan informasi merupakan
bagian yang termasuk dalam kerangka kebebasan berpendapat dan berekspresi
(freedom of opinion and expression). Pengaturan tersebut secara umum ditujukan
untuk menjamin hak memperoleh informasi yang dikuasai oleh otoritas publik
termasuk kedalam Hak Asasi Manusia.
Hak Asasi Manusia merupakan hak mutlak yang melekat pada setiap
manusia sejak manusia dilahirkan, sebagai negera Hukum Indonesia menjunjung
tinggi Hak Asasi Manusia yang diadopsi dan difiltrasi baik dari hasil konvensi
Internasional maupun Traktat hingga terbentuklah suatu peraturan yang secara
19
khusus mengatur tentang Hak Asasi Manusia di Indonesia yaitu Undang-undang
nomor 39 Tahun 1999.
Dalam undang-undang tersebut diatur beberapa kategori Hak - hak Asasi
Manusia, antara lain sebagai berikut :
1. Hak untuk hidup
2. Hak untuk berkeluarga dan melanjutkan keturunan
3. Hak mengembangkan diri
4. Hak memperoleh keadilan
5. Hak atas kebebasan Pribadi
6. Hak atas rasa aman
7. Hak atas kesejahteraan
8. Hak turut serta dalam pemerintahan
9. Hak Wanita
10. Hak anak;
Berdasarkan pengelompokan kategori tersebut salah satu Hak asasi
manusia adalah Hak untuk mengembangkan diri yang berdasarkan Pasal 14 ayat 1
undang-undang nomor 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia berbunyi
“Setiap orang berhak untuk memperoleh informasi yang diperlukan untuk
mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya” dan, sehubungan dengan hal
tersebut maka setiap orang dengan semangat demi mengembangkan kehidupan
pribadi dan sosialnya berhak mengakses informasi dari manapun tanpa terkecuali.
Pemerintah yang dalam hal ini adalah Badan Publik dan atau pejabat Publik.
20
Selain untuk mengembangkan diri dan lingkuangan sosial akses informasi atas
Badan Publik juga dapat menjadi suatu wadah kontrol masyarakat terhadap Badan
Publik baik di Pusat maupun di Daerah yang secara khusus diatur dalam undang-
undang nomor 14 tahun 2008 tentang Kterbukaan Informasi Publik.
Dalam kehidupan bernegara, informasi telah dinyatakan sebagai hak-hak
dasar yang akan menentukan kualitas demokrasi di satu sisi dan kualitas
kehidupan warga negara di sisi lain. Sedemikian pentingnya informasi dalam
demokrasi hingga ada yang menyatakan bahwa informasi adalah oksigen
demokrasi.4 Dalam undang-undang nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan
Informasi Publik disebutkan dalam pasal 1 ayat 3 “Badan Publik adalah lembaga
eksekutif, legislatif, yudikatif dan badan lain yang fungsi dan tugas pokoknya
berkaitan dengan penyelenggaraan Negara, yang sebagaian atau seluruh dananya
bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan/atau Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah, atau organisasi nonpemerintah sepanjang
sebagian atau seluruh dananya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja
Negara dan/atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, sumbangan
masyarakat, dan/atau luar negeri” serta dalam pasal 1 ayat 8 “Pejabat Publik
adalah orang yang ditunjuk dan diberi tugas untuk menduduki posisi atau jabatan
tertentu pada badan publik”.
4
Puddephatt, Andrew. International Guidelines Series Article 19. The Public’s Right to Know:
Principles on Freedom of Information Legislation states. London, Article 19, 1999.
21
Badan Publik berdasarkan Ketentuan Pasal 3 Undang-undang nomor 14
tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik mempunyai kewajiban untuk
melaksanakan Keterbukaan Informasi Publik dengan tujuan untuk :
a. Menjamin hak warga Negara untuk mengetahui rencana pembuatan
kebijakan publik, program kebijakan publik, dan proses pengambilan
keputusan publik, serta alasan pengambilan suatu keputusan publik.
b. Mendorong partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan kebijakan
publik
c. Meningkatkan peran aktif masyarakat dalam pengambilan kebijakan
publik dan pengelolaan badan publik yang baik.
d. Mewujudkan penyelenggaraan Negara yang baik, yaitu yang transparan,
efektif dan efisien, akuntabel serta dapat dipertanggung jawabkan.
e. Mengetahui alasan kebijakan publik yang mempengaruhi hajat hidup
orang banyak;
f. Mengembangkan ilmu pengetahuan dan mencerdaskan kehidupan bangsa;
dan/atau
g. Meningkatkan pengelolaan dan pelayanan informasi dilingkungan badan
publik untuk menghasilkan layanan informasi yang berkualitas.
Dari kutipan pasal 3 undang-undang nomor 14 tahun 2008 tentang
keterbukaan informasi publik tersebut dapat diketahui bahwa setiap Badan Publik
wajib melaksanakan hal-hal tersebut dengan semangat transparansi untuk
mewujudkan Penyelenggaraan Pemerintahan yang baik.
22
E. Metode Penelitian
Metode adalah cara atau langkah yang berulang kali sehingga menjadi
pola untuk mengkaji pengetahuan tentang suatu gejala ( Joko Poerwono, 1998 : 54
). Dalam sebuah penelitian, untuk memperoleh data yang akurat dan valid
diperlukan adanya suatu metedologi. Metedologi pada hakekatnya memberikan
pedoman tentang tata cara seorang ilmuan mempelajari, menganalisa dan
memahami lingkungan – lingkungan yang dihadapinya ( Soejono Soekanto 1986 :
6 ).
Adapun metode penelitian yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian
ini adalah sebagai berikut :
1. Metode Pendekatan
Penelitian ini bersifat deskriptik-analitik, yaitu memaparkan secara
lengkap bagaimana penerapan sistem keterbukaan informasi publik dalam
Badan Publik, untuk selanjutnya dengan menggunakan pendekatan
normative-empiris. Pendekatan normative dimaksudkan untuk mengetahui
landasan metodologis operasional yang digunakan dalam menerapkan
system Keterbukaan Informasi Publik dalam Badan Publik. Sedangkan,
pendekatan empiris digunakan untuk melakukan penelitian langsung
kelokasi penelitian untuk mengetahui sejauh mana Badan Publik
menerapan system keterbukaan Informasi publik.
2. Spesifikasi Penelitian
Spesifikasi penelitian adalah deskriptif yaitu penelitian yang dimaksudkan
untuk memberikan data yang seteliti mungkin dengan manusia, keadaan
23
atau gejala gejala lainnya, serta hanya menjelaskan keadaan objek
masalahnya tanpa bermaksud mengambil keputusan yang berlaku umum.
Spesifikasi penelitian secara deskriptif bertujuan untuk memperoleh
gambaran tentang sistem keterbukaan Informasi Publik terhadap
masyarakat. Dalam hal ini peneliti akan menggambarkan bagaimanakah
sistem keterbukaan informasi publik terhadap masyarakat serta bagaimana
cara memecahkan masalah masalah tersebut.
3. Teknik Pengumpulan Data
Suatu penelitian pasti membutuhkan data yang lengkap dalam hal
dimaksudkan agar data yang terkumpul benar – benar memiliki nilai
validitas dan reabilitas yang baik. Di dalam penelitian, lazimnya dikenal
paling sedikit tiga jenis teknik pengumpulan data, yakni : studi dokumen
atau bahan pustaka, pengamatan dan observasi, dan wawancara atau
interview.
Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini antara
lainmenggunakan metode-metode sebagai berikut :
a. Dokumentasi, yaitu mengumpulkan data-data yang terkait dengan
focus penelitian yang berasal dari sumber utamanya (Obyek
Penelitian), dalam hal ini adalah dokumen pelanggaran system
Keterbukaan Informasi, arsip-arsip, buku, modul, artikel, jurnal baik
cetak maupun online, dan sebagainya yang terkait dengan
permasalahan yang dikaji.
24
b. Interview, adalah usaha mengumpulkan data/informasi dengan
mengajukan sejumlah pertanyaan secara lisan untuk dijawab secara
lisan pula, dengan cirri utama adalah kontak langsung, bertatap muka
antara si pencari informasi dengan sumber informasi. Dalam hal ini
melakukan wawancara dengan Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi (PPID).
c. Observasi, adalah pengamatan dan pencatatan secara sistematik
terhadap gejala yang Nampak pada obyek penelitian. Metode observasi
ini digunakan untuk mengumpulkan data tentang system keterbukaan
informasi Publik.
4. Analisa Data
Analisis data merupakan tahap yang penting dalam sebuah penelitian,
karena peneliti harus mengolah data dan mendapatkan jawaban dari
permasalahan yang diteliti untuk selanjutnya dibuat kesimpulan. Teknik
analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik interpretasi
atau penafsiran. Adapun metode analisis yang digunakan dalam penelitian
ini adalah metode analisis kualitatif, yaitu penelitian yang obyeknya bukan
berupa angka, dimana kajian ini diupayakan mendasar dan mendalam,
berorientasi pada data-data yang diperoleh, dalam hal ini adalah hasil
wawancara bagimana sistem keterbukaan informasi publik. Dengan
demikian cara untuk menganalisa data yang diperoleh dari penelitian ini
adalah dengan langkah pertama mengobservasi data di lapangan,
25
kemudian wawancara dengan Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi setelah mendapatkan informasi yang diinginkan, maka
ditambah data-data dari dokumentasi dan observasi tersebut. Lalu
menganalisa data dengan kata-kata sebagai gambaran dan penjelas.
Menganalisis data penelitian merupakan suatu langkah yang sangat kritis,
apakah menggunakan data statistic atau non statistic.5 Analisis data adalah
proses mengatur urutan data, mengorganisasikannya kedalam suatu pola,
kategori dan satuan uraian sehingga dapat ditemukan tema dan dapat
dirumuskan hipotesis seperti yang disarankan oleh data.6
Dalam penelitian ini analisis data dilakukan secara berkesinambungan dari
awal sampai akhir penelitian, baik dilapangan maupun diluar lapangan
dengan memperguankan teknik seperti yang dikemukan oleh Miles dan
huberman:7
a. Reduksi data, yaitu membuat abstraksi seluruh data yang diperoleh dari
seluruh catatan lapangan hasil observasi wawancara dan pengkajian
dokumen. Reduksi data merupakan suatu bentuk analisis data yang
menajamkan, mengaharapkan hal-hal penting, menggolongkan
mengarahkan, membuang yang tidak dibutuhkan dan mengorganisasikan
data agar sistematis serta dapat membuat satu simpulan yang bermakna.
Jadi, data yang diperoleh melalui observasi wawancara dan pengkajian
5
Ibid,..
6
Moleong, Metodologi,h.161
7
Mattew B. Miles dan A. Michael Huberman, Analisis Data Kualitatif (terj. Tjejep Rohendi
Rohidi, (Jakarta: UI-Press, 1992) h.19-19.
26
dokumen dikumpulkan, diseleksi, dan dikelompokkan kemudian
disimpulkan dengan tidak menghilangkan nilai data itu senidri.
b. Penyajian data, yaitu sekumpulan informasi tersusun yang memberi
kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dalam pengambilan tindakakan.
Proses penyajian data ini mengungapkan secara kesluruhan dari sekelompok data
yang diperoleh agar mudah dibaca dan dipahami, yang paling sering digunakan
unt uk penyajian data dalam penelitian kualitatif adalah dengan teks yang bersifat
naratif.8
c. Kesimpulan dan verifikasi Data yang sudah diatur sedemikian rupa (dipolakan,
difokuskan, disusun secara sistematis) kemudian disimpulkan sehingga makna
data dapat ditemukan. Namun, kesimpulan tersebut hanya bersifat sementara dan
umum. Untuk memperoleh kesimpulan yang “grounded” maka perlu dicari data
lain yang baru untuk melakukan pengujian kesimpulan tentatif tadi terhadap
pelaksanaan penelitian di desa Gumulunglebak. Dengan kegiatan mereduksi data,
dan penyimpulan terhadap hasil penelitian yang dilakukan memberikan
kemudahan pembaca dalam memahami proses dan hasil penelitian
BAB II
LANDASAN TEORITIS
2.1 Pengertian Informasi Publik
8
Sugiono, Metode Penelitian Pendidikan, Pendekatan Kuanititatif, Kualitatif dan R&D (Bandung:
Alfabeta, 2008)
27
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Informasi mengandung
pengertian penerangan atau pemberitahuan atau kabar atau berita tentang
sesuatu istilah. Menurut Hiro Tugiman9 informasi adalah hasil dari
pengolahan data dalam sebuah bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti
bagi [Link] ini menggambarkan suatu kejadian nyata
yang digunakan untuk pengambilan [Link] dari informasi
adalah data, yang dapat berbentuk simbol, huruf, alfabet, angka, suara
sinyal, gambar-gambar dan sebagainya. Sebagai negara berkembang,
informasi merupakan bagian yang sangat diperlukan dalam pendidikan dan
penelitian untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Informasi merupakan tafsiran atas data, sehingga mempunyai makna
karena sudah diproses, informasi yang baik adalah karena masuknya nilai
dan norma kedalam informasi tersebut. informasi pemerintah yang benar
(valid dan sahih) dapat dipergunakan untuk membantu pengambilan
keputusan dalam mengurangi ketidakpastian serta mengantisipasi kendala
yang akan diperkirakan terjadi.
Jadi informasi bukan hanya sekedar data mentah yang kemudian
asal disampaikan apa adanya. Tetapi harus sudah diproses, diolah dan
disaring mana yang baik, benar dan perlu disampaikan kepada pihak
tertentu. Sebagai abdi masyarakat maka para administrator publik
hendaknya menjadi pencari informasi dan sumber informasi bagi
9
Hiro tugiman (1996). Pengenalan internal audit, penerbit kanisius, Yogyakarta
28
masyarakatnya, Menurut Hetifah Sj. Sumarto10 hak terhadap informasi
adalah bagian yang esensial dalam mekanisme partisipatori. Indonesia
baru saja mengesahkan Undang-undang Keterbukaan Informasi Publik
Nomor 14 Tahun 2008 yang menjamin akses perlu diperkuat oleh
fasilitator partisipasi adalah bagaimana membuka akses terhadap berbagai
informasi yang dapat menstimulasi dan memberikan tantangan pada
komunitas untuk terlibat pada berbagai kegiatan yang bertujuan untuk
mendorong kualitas governance. berbagai pengalaman advokasi
governance menunjukkan pentingnya peran data dan informasi sebagai
salah satu kunci kesuksesan. Namun dalam periode transisi seperti saat ini,
keterbukaan dan akses terhadap informasi adalah sesuatu yang masih harus
diperjuangkan Kewajiban menyebarluaskan informasi publik semestinya
dilakukan dengan cara yang mudah dijangkau oleh masyarakat dan dalam
bahasa yang mudah dipahami dan ditentukan oleh Pejabat Pengelola
Informasi dan Dokumentasi terkait. Secara ringkas ini manfaat Teknologi
Informasi dan Komunikasi bagi proses administrasi.
pengelolaan atau pengurusan negara11:
1. Transparansi : politik dan administrasi (dalam arti sempit) menjadi lebih
terbuka, kecurigaan antar aktor berkurang; meskipun kemudian
pertengkaran antar actor juga dapat lebih leluasa ditonton (secara
berulang-ulang) melalui televisi.
10
Hetifa Sj. Sumarto Inovasi, partisipasi dan Good Governace, Bandung: Yayasan Obor Indonesia
11
Wibawa, samodra. 2012, mengelola Negara, Yogyakarta, Gava Media
29
2. Partisipasi : tersampaikannya informasi secara cepat diantara
pemerintah dan masyarakat baik pengusaha maupun konsumen atau warga
biasa, pers atau media massa dapat lebih leluasa bekerja. Kebebasan
berpendapat, bersuara, dan bernegosiasi juga menjadi lebih terekspresikan.
Masyarakat mempunyai power yang lebih tinggi.
3. Efisiensi : dengan arus informasi yang lancar, maka proses pelayanan
masyarakat juga dapat lebih cepat. Proses kerja pemerintah dapat
dipersingkat, jenjang birokrasi dapat dipangkaskan.
2.2 Keterbukaan Informasi Publik
Reformasi pada tahun 1998 telah membawa banyak perubahan
pada Indonesia. Dari latar belakang pemerintahan yang tertutup dan penuh
kerahasiaan tersebut kini sudah mulai menciptakan keterbukaan terhadap
masyarat tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan
mendorong keterbukaan informasi publik yang diwujudkan dalam UU No.
14 Tahun 2008.
Menurut Erlina Hasan12 berkembangnya semangat keterbukaan
dalam masyarakat setidaknya dipandu oleh kecanggihan sistem
komunikasi dan informasi dimana masyarakat dengan mudah mengakses
berbagai permasalahan, khususnya bidang pemerintahan dari berbagai
belahan dunia yang secara tidak langsung membuka mata dan telinga
12
Erlina, Hasan. 2010. Komunikasi Pemerintahan Cetakan kedua. Bandung: Refika Aditama.
30
bagaimana negara lain mengelola dan memajukan kesejahteraan
masyarakatnya. Hak untuk mendapatkan informasi merupakan hak asasi
manusia dan keterbukaan informasi publik merupakan salah satu ciri
penting negara yang baik dan bahwa keterbukaan informasi publik
merupakan sarana dalam mengoptimalkan pengawasan publik lainnya dan
segala sesuatu yang berakibat pada kepentingan publik dan bahwa
pengelolaan informasi publik merupakan salah satu upaya untuk
mengembangkan masyarakat informasi maka dianggap penting untuk
menerbitkan undang-undng tentang keterbukaan informasi publik.
Tujuan diundangkannya Keterbukaan Informasi Publik adalah
meningkatkan kualitas pelayanan informasi publik dilingkungan badan
publik, mengembangkan sistem penyediaan pelayanan informasi secara
cepat, mudah dan wajar serta mengembangkan sistem dokumentasi yang
baik untuk penyediaan dan penyimpanan informasi publik secara efektif
dan efisien. Disamping itu tujuannya sesuai undangundang adalah : 13
1. Menjamin hak warga negara untuk mengetahui rencana pembuatan
kebijakan publik, program kebijakan publik dan proses pengambilan
keputusan publik serta alasan pengambilan keputusan publik.
2. Mendorong partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan kebijakan
publik.
13
Erlina, Hasan. 2010. Komunikasi Pemerintahan Cetakan kedua. Bandung: Refika Aditama.
31
3. Meningkatkan peran aktif masyarakat dalam pengambilan kebijakan
publik dan pengelolaan badan publik yang baik.
4. Mewujudkan penyelenggaraan negara yang baik yaitu transparan,
efektif dan efisien, akuntabel serta dapat dipertanggungjawabkan.
5. Mengetahui alasan kebijakan publik yang mempengaruhi hajat hidup
orang banyak.
6. Mengembangkan ilmu pengetahuan dan mencerdaskan kehidupan
bangsa.
7. Meningkatkan pengelolaan dan pelayanan informasi diligkungan badan
publik untuk menghasilkan layanan informasi yang berkualitas.
2.3 Pengertian Kepemimpinan Pemerintahan Desa
Menurut buku Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12
tahun 2008 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang nomor 32 tahun
2004 tentang Pemerintahan Daerah pengertian kepemimpinan
pemerintahan desa ialah:
Pasal 202
1) Pemerintahan desa terdiri atas kepala desa dan perangkat desa.
2) Perangkat desa terdiri dari sekretaris desa dan perangkat desa lainnya.
32
3) Sekretaris desa sebagaimana dimaksuid pada ayat (2) diisi dari pegawai
negeri sipil yang memenuhi persyaratan.
Pasal 203
1) Kepala desa sebagaimana dimaksud dalam pasal 202 ayat (1) dipilih
langsung oleh dan dari penduduk desa warga Negara Republik Indonesia
yang syarat selanjutnya dan tata
2) cara pemilihan nya diatur dengan perda yang berpedoman kepada
Peraturan Pemerintahan.
3) Calon Kepala Desa yang memperoleh suara terbanyak dalam pemilihan
Kepala Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ditetapkan sebagai
Kepala Desa.
14
4) Pemiilihan dalam Kepala Desa dalam kesatuan masyarakat hokum adat
beserta hak tradisionalnya sepanjang masih hidup dan yang diakui
keberadaannya berlaku ketentuan hokum adat setempat yang ditetapkan
dalam perda dengan berpedoman pada peraturan pemerintahan.
14
2008 (Undang-undang republik Indonesia nomor 12 tahun 2008 tentang perubahan kedua atas
undang-undang nomor 32 tahun2004 tentang pemerintah daerah, BP restindo mediatama, Jakarta,
hlm 162)
33
Pasal 204
Masa jabatan kepala Desa adalah 6 (enam) tahun dan dapat dipilih kembali
hanya untuk 1 (satu) kali masa jabatan berikutnya.
Pasal 205
1) Kepala desa terpilih dilantik oleh Bupati/Walikota paling lambat
30 (tiga puluh) hari setelah pemilihan.
2) Sebelum memangku jabatannya, kepala desa mengucapkan
sumpah/ janji.
3) Susunan kata-kata sumpah/janji dimaksud adalah sebagai berikut:
15"Demi Allah (Tuhan), saya bersumpah/berjanji bahwa saya akan
memenuhi kewajiban saya selaku kepala desa dengan sebaik-baiknya,
sejujur-jujurya, dan seadil-adilnya; bahwa say. akan selalu taat dalam
mengamalkan dan mempertahankan Pancas ila sebagai dasar negara; dan
bahwa saya akan menegakkan kehidupan demokrasi dan Undang-Undang
Dasar 1945 serta melaksanakan segala peraturan perundang-undangan
dengan selurus-lurusnya yang berlaku bagi desa, daerah, dan Negara
Kesatuan Republik Indonesia".
Pasal 206
15
Ibit (halaman 162)
34
Urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan desa mencakup:
a. urusan pemerintahan yang sudah ada berdasarkan hak asa-usul desa.
b. urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan kabupaten/kota yang
diserahkan pengaturannya kepada desa.
c. tugas pembantuan dari Pemerintah, pemerintah provinsi, dan/atau
pemerintah kabupaten/kota.
d. urusan pemerintahan lainya yang oleh peraturan perundang-undangan
diserahkan kepada desa.
16Pasal 207
Tugas pembantuan dari Pemerintah, pemerintah provinsi, dan/atau
pemerintah Kabupaten/kota kepada desa disertai dengan pembiayaan,
sarana dan prasarana, serta sumber daya manusia.
Keuangan Desa
Pasal 212
1) Kuangan desa adalah semua hak dan kewajiban desa yang dapat
dinilai dengan uang, serta segala sesuatu baik berupa uang maupun
16 Ibit (halaman 162)
35
berupa barang yang dapat dijadikan milik desa berhubung dengan
pelaksanaan hak dan kewajiban.
2) Hak dan kewajiban sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
menimbulkan pendapatan, belanja dan pengelolaan keuangan desa.
3) Sumber pendapatan desa sebagaimana dimaksud pada ayat (2)
terdiri atas:
a. pendapatan asli desa;
b. bagi hasil pajak daerah dan retribusi daerah kabupaten/kota;
c. bagian dari dana perimbangan keuangan pusat dan daerah yang
diterima oleh kabupaten/kota;
d. bantuan dari Pemerintah, pemerintah provinsi, dan pemerintah
kabupaten/kota;
e. hibah dan sumbangan dari pihak ketiga.
4) Belanja desa sebagaimana dimaksud pada ayat (2) digunakan untuk
mendanai penyelenggaraan pemerintahan desa dan
pemberdayaan masyarakat desa. 17
5) pengelolaan keuangan desa sebagaimana dimaksud pada ayat (2)
dilakukan oleh kepala desa yang dituangkan dalam peraturan desa
tentang anggaran pendapatan dan belanja desa
17
Ibit (halaman 162)
36
6) pedoman pengelolaan keuangan desa sebagaimana dimaksud pada
ayat (5) ditetapkan okeh Bupati/Walikota dengan berpedoman pada
peraturan perundang-undangan.
Pasal 213
1) Desa dapat mendirikan badan usaha milik desa sesuai dengan
kebutuhan dan potensi desa.
2) Badan usaha milik desa sebagaimana dimaksud ayat (1)
berpedoman pada peraturan perundang-undangan.
3) Badan usaha milik desa sebagaimana dimaksud ayat (1) dapat
melakukan pinjaman sesuai peraturan perundang-undangan.18
2.4 Undang-undang KIP Nomor 14 Tahun 2008
Undang-undang ini membahas tentang bagaimana cara atau tata
laksana dalam mengelola, memberikan dan menyediakan informasi dan
sarana informasi publik kepada masyarakat. Bahwa informasi merupakan
kebutuhan pokok setiap orang bagi pengembangan pribadi dan lingkungan
sosialnya serta merupakan bagian penting bagi ketahanan nasional.
Dalam undang-undang ini menyatakan bahwa memperoleh
informasi merupakan hak asasi manusia dan keterbukaan informasi publik
merupakan salah satu cirri penting negara .
18
Ibit (halaman 163)
37
demokratis yang menjunjung tinggi kedaulatan rakyat untuk mewujudkan
penyelenggaraan negara yang baik. Keterbukaan informasi publik
merupakan sarana dalam mengoptimalkan pengawasan publik terhadap
penyelenggaraan negara dan badan publik lainnya serta segala sesuatu
yang berakibat pada kepentingan publik. Pengelolaan informasi publik
merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan masyarakat informasi.
Semua itu adalah bentuk atau alasan mengapa dibentuk Undang-undang
tentang Keterbukaan Informasi Publik Nomor 14 Tahun 2008.
Undang-undang ini tidak hanya membahas tentang keterbukaan
informasi publik saja, tetapi juga membahas hak dan kewajiban pemohon
dan pengguna dan apa saja pengecualian pada Undang-Undang
Keterbukaan Informasi Publik, mekanisme memperoleh informasi dan
komisi informasi. Komisi informasi didalam undang-undang ini juga
sangat dibahas dan ditentukan syarat-syarat hak dan kewajibannya sampai
kepada proses pengangkatan dan pemberhentian. Tidak hanya itu, dalam
undang-undang ini juga membahas megenai keberatan dan penyelesaian
sengketa melalui komisi informasi.
2 ngsung oleh masyarakat desa. Kepala desa harus memiliki
kemampuan, bakat, kecakapan, dan sifat kepemimpinan. Disamping
menjalankan kegiatan-kegiatan, koordinasi, fungsi, peran dan tanggung
38
jawab mengenai fungsinya sebagai kepala desa, dalam melaksanakan
pembangunan, pengawasan pembangunan dan pelopor pembangunan.
peran kepala desa sangat penting dalam mengadakan pendekatan dan
menumbuhkan serta mengembangkan swadaya gotong royong masyarakat
untuk dapat merealisasikan pelaksaan pembangunan yang telah
direncanakan dalam anggaran pendapatan dan belanja desa.
1. Informasi Yang Wajib Disediakan Dan Diumumkan Secara
Berkala.
Pasal 9 UU KIP memuat uraian mengenai informasi yang wajib disediakan
dan diumumkan secara berkala:
a. Setiap Badan Publik wajib mengumumkan Informasi Publik secara
berkala.
b. Informasi Publik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:
1) Informasi yang berkaitan dengan Badan Publik
2) Informasi mengenai kegiatan dan kinerja Badan Publik terkait
3) Informasi mengenai laporan keuangan.
4) Informasi lain yang diatur dalam peraturan perundang undangan.
c. Informasi Publik sebagaimana dimaksud pada ayat (2) wajib
disediakan dan disampaikan sekurang-kurangnya enam bulan sekali.
39
d. Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi pada Badan Publik
yang bersangkutan juga menetapkan cara sebagaimana dimaksud pada
ayat (4).
e. Petunjuk Teknis Komisi Informasi memuat pengaturan tambahan
Mengenai kewajiban Badan Publik untuk menyediakan dan
menyampaikan Informasi Publik secara berkala sebagaimana
dimaksud pada ayat (1), (2), dan (3). Ketentuan pada ayat (6)
sebelumnya kemudian mewajibkan Komisi Informasi untuk
mengontrol informasi apa saja yang termasuk dalam informasi yang
wajib dipublikasikan oleh Badan Publik secara berkala. Peraturan
Standar Pelayanan Informasi Publik (PERKI SLIP) Nomor 1 Tahun
2010 oleh Komisi Informasi pun dirilis untuk menjalankan ketentuan
tersebut. Pasal 11 peraturan ini menggariskan informasi yang wajib
diberikan dan diumumkan secara berkala dan menyebutkan bahwa :
1. Setiap badan publik wajib mengumumkan secara berkala Informasi
Publik sekurang-kurangnya terdiri atas:
a. Informasi tentang profil badan publik yang meliputi:
1) Rincian tentang jabatan atau tempat tinggal, termasuk alamat
lengkap, jangkauan kegiatan, maksud dan tujuan, serta kewajiban
dan tugas badan publik dan jabatan unit-unit di bawahnya;
2) Keputusan yang dibuat oleh badan publik dan dampaknya;
3) Semua peraturan yang berlaku dan dokumen yang mendukungnya;
40
4) Pengeluaran tahunan yang diproyeksikan untuk Badan Publik
dimasukkan dalam rencana kerja proyek;
5) Kontrak antara badan publik dan pihak luar;
6) Kebijakan dan informasi yang disampaikan oleh perwakilan publik
pada pertemuan publik;
7) Praktik kerja pegawai badan publik yang berkaitan dengan
pelayanan public dan/atau laporan pelayanan akses informasi publik
yang diatur dalam Undang-undang ini.19
2. Undang-Undang Pengecualian Keterbukaan Informasi Publik (Informasi
yang dikecualikan)
INFORMASI YANG DIKECUALIKAN
Pasal 17
Setiap Badan Publik wajib membuka akses bagi setiap Pemohon Informasi Publik
untuk mendapatkan Informasi Publik, kecuali:
a. Informasi Publik yang apabila dibuka dan diberikan kepada Pemohon
Informasi Publik dapat menghambat proses penegakan hukum, yaitu
informasi yang dapat:
1. menghambat proses penyelidikan dan penyidikan
suatu tindak pidana;
19
Putri pitriyani 2023, analisis keterbukaan informasi publik terhadap partisipasi masyarakat
dalam pembangunan desa di Karunji Dalang, universitas Muhammadiyah Mataram
41
2. mengungkapkan identitas informan, pelapor, saksi,
dan/atau korban yang mengetahui adanya tindak
pidana; 20
3. mengungkapkan data intelijen kriminal dan
rencanarencana yang berhubungan dengan
pencegahan dan penanganan segala bentuk
kejahatan transnasional;21
4. membahayakan keselamatan dan kehidupan
penegak hukum dan/atau keluarganya; dan/atau
5. membahayakan keamanan peralatan, sarana,
dan/atau prasarana penegak hukum. b. Informasi
Publik yang apabila dibuka dan diberikan kepada
Pemohon Informasi
Publik dapat mengganggu kepentingan perlindungan hak atas
kekayaan intelektual dan perlindungan dari persaingan usaha tidak sehat;
c. Informasi Publik yang apabila dibuka dan diberikan kepada Pemohon
Informasi Publik dapat membahayakan pertahanan dan keamanan negara,
yaitu:
1. informasi tentang strategi, intelijen, operasi, taktik
dan teknik yang berkaitan dengan penyelenggaraan
20
Undang-Undang republik Indonesia nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi public,
halaman 6, 2008
21
Undang-Undang republik Indonesia nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi public,
halaman 6, 2008
42
sistem pertahanan dan keamanan negara, meliputi
tahap perencanaan, pelaksanaan dan pengakhiran
atau evaluasi dalam kaitan dengan ancaman dari
dalam dan luar negeri;
2. dokumen yang memuat tentang strategi, intelijen,
operasi, teknik dan taktik yang berkaitan dengan
penyelenggaraan sistem pertahanan dan keamanan
negara yang meliputi tahap perencanaan,
pelaksanaan dan pengakhiran atau evaluasi;
3. jumlah, komposisi, disposisi, atau dislokasi
kekuatan dan kemampuan dalam penyelenggaraan
sistem pertahanan dan keamanan negara serta
rencana pengembangannya;
4. gambar dan data tentang situasi dan keadaan
pangkalan dan/atau instalasi militer;
5. data perkiraan kemampuan militer dan pertahanan
negara lain terbatas pada segala tindakan dan/atau
indikasi negara tersebut yang dapat membahayakan
kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia
dan/atau data terkait kerjasama militer dengan
negara lain yang disepakati dalam perjanjian
tersebut sebagai rahasia atau sangat rahasia; 6.
sistem persandian negara; dan/atau
43
6. sistem intelijen negara.
d. Informasi Publik yang apabila dibuka dan diberikan kepada Pemohon
Informasi Publik dapat mengungkapkan kekayaan alam Indonesia;
e. Informasi Publik yang apabila dibuka dan diberikan kepada Pemohon
Informasi Publik, dapat merugikan ketahanan ekonomi nasional: 22
2.7 Hak Memperoleh Informasi
Merupakan hak publik untuk memperoleh informasi sesuai dengan
peraturan perundang-undangan dalam mewujudkan penyelenggaraan
negara yang terbuka.
Memastikan bahwa semua anggota masyarakat menerima informasi sesuai
dengan persyaratan hukum adalah salah satu cara untuk mempromosikan
administrasi negara yang terbuka.
Hak atas informasi sangat penting karena administrasi pemerintah
yang transparan mendorong keterlibatan warga negara dan menjunjung
tinggi akuntabilitas administratif. UU KIP harus dilaksanakan secara
penuh guna melindungi hak setiap orang di masyarakat atas informasi,
mengingat hal tersebut merupakan hak asasi manusia yang fundamental
dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang demokratis. Peningkatan
22
Undang-Undang republik Indonesia nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik,
halaman 7, 2008
44
keterlibatan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan publik
sangat bergantung pada hak masing-masing masyarakat atas informasi.23
BAB III
TINJAUAN NORMATIF (HASIL PENELITIAN)
23
Putri pitriyani 2023, analisis keterbukaan informasi publik terhadap partisipasi masyarakat
dalam pembangunan desa di Karunji Dalang, universitas Muhammadiyah Mataram
45
3.1 Jenis penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dimana
penelitian kualitatif sebagai metode ilmiah sering digunakan dan
dilaksanakan oleh sekelompok peneliti dalam bidang ilmu sosial,
termasuk juga ilmu hukum. Sejumlah alasan juga dikemukakan yang
intinya bahwa penelitian kualitatif memperkaya hasil penelitian
kuantitaif. Penelitian kualitatif dilaksanakan untuk membangun
pengetahuan melalui pemahaman dan penemuan. Pendekatan
penelitian kualitatif adalah suatu proses penelitian dan pemahaman
yang berdasarkan pada metode yang menyelidiki suatu fenomena
social dan masalah manusia. Pada penelitian ini peneliti membuat
suatu gambaran kompleks, meneliti kata-kata, laporan terinci dari
pandagan responden dan melakukan studi pada situasi yang alami.24
Sebelum masuk pada inti deskripsi data hasil penelitian, peneliti
sebelumnya sudah melakukan wawancara dengan kepala desa, aparat
desa dan masyarakat. Pada penelitian ini, wawancara dilakukan pada
tempat dan hari yang berbeda. Waktu dan tempat wawancara di
tentukan dari peneliti dan informan yang menjadi objek penelitian.
Pelaksanakan penelitian dilaksanakan pada tanggal 25 Maret 2024 – 9
Juli 2024. Peneliti mengambil informan atau narasumber dimulai dari
umur 20 tahun.
24
Iskandar, Metodologi Penelitian Kualitatif (Jakarta: Gaung Persada, 2009) cet.1 halaman. 11
46
Hakikat penelitian kualitatif adalah mengamati orang dalam
lingkungan hidupnya berinteraksi dengan mereka, berusaha memahami
bahasa dan tafsiran mereka tentang dunia sekitarnya, mendekati atau
berinteraksi dengan orang-orang yang berhubungan dengan focus
penelitian dengan tujuan mencoba memahami, menggali pandangan dan
pengalaman mereka untuk mendapat informasi atau data yang
diperlukan.25
3.2 Hasil penelitian
Wawancara menjadi salah satu teknik yang digunakan untuk
mengumpulkan data penelitian. Wawancara merupakan komunikasi dua
arah untuk memperoleh informasi dari Responden yang terkait. Dapat pula
dikatakan bahwa wawancara merupakan percakapan tatap muka (face to
face) antara pewawancara dengan narasumber, di mana pewawancara
bertanya langsung tentang suatu objek yang diteliti dan telah dirancang
sebelumnya. Wawancara yang dipilih oleh peneliti adalah wawancara
semiterstruktur (semistructure interview). Jenis wawancara ini sudah
termasuk dalam kategori in-depth interview, dimana wawancara
semiterstruktur dilakukan dengan mengajukan pertanyaan secara bebas
dibandingkan wawancara terstruktur namun masih tetap berada pada
pedoman wawancara yang sudah dibuat. Tujuan dari wawancara ini adalah
untuk menemukan permasalahan secara lebih terbuka, dimana Responden
yaitu para masyarakat desa Gumulunglebak yang dimintai pendapat, ide
25
Ibid, halaman 51
47
atau suatu trobosan dalam menangani suatu permasalahan yang ada.
Responden utama dalam wawancara ini adalah kepala desa (kuwu) ,
nantinya informasi yang didapat akan menjadi studi banding.26
Dalam mewawancarai pelaku peneliti memerlukan bantuan alat-
atat yang diantaranya adalah buku catatan yang berfungsi untuk
mendapatkan data dari hasil wawancara, alat perekam yang berfungsi
untuk merekam semua percakapan akan tetapi dalam menggunakan alat
perekam peneliti meminta izin terlebih dahulu apakah percakapan tersebut
boleh direkam, serta kamera yang berfungsi untuk memperkuat keabsahan
data penelitian dalam pengumpulan dan masih ada alat lainnya.
Narasumber:
No Nama Umur Jabatan
1 Akman Sodikin 35 th Kepala desa Gumulunglebak
2 Eka Budiyawan 30 th Kepala Urusan Perencanaan
3 Silviani 21 th Masyarakat (mahasiswa)
4 Fitri Hikmahwati 20 th Masyarakat (mahasiswa)
5 Nelly Alfiani 28 th Masyarakat
6 Ita Rosita 29 th Ketua RW 02
7 Ati Supriati 46 th Masyarakat
8 Dana 34 th Petugas kebersihan balai desa
9 Susi 32 th Ketua RT 03
26
Arikunto, Prosedur Penlitian halaman 231.
48
10 Ipoel 29 th Masyarakat
11 Heni 49 th Masyarakat
A. Sejarah Desa Gumulunglebak
Pada masa zaman Kerajaan Pakuan Pajajaran Prabu
Siliwangi namanya ia adalah putera mahkota Prabu Anggalarangerasal
dari Galuh yang merupakan daerah keraton Swawisesa yang terletaki
Priangan sebelah timur. Pada waktu masih muda Prabu Siliwangi
pernahnengikuti sayembara perang tanding yang diselenggarakan pleh
Ratusingapura, bertempat di negeri Surantaka (sekarang berada di
wilayahAdministrasi Kecamatan Kapetrakan). Dalam sayembara tersebut
banyak paraawara atau Ki Gedheng yang mempunyai kesaktian tiada
duanya, dalampertandingan sayembara tersebut terdapat pula Ratu Japura,
namun RatuJapura dapat dikalahkan oleh Prabu Siliwangi, maka Prabu
Siliwangiselanjutnya dikawinkan dengan Nyai Subang Larang. Nama
kecilnya NyaiLarang [Link] Ki Gedheng Sindang Kasih meninggal
dunia, maka PrabuSiliwangi dinobatkan menjadi raja di daerah Sindang
Kasih. Selang beberapalama kemudian dinobatkan menjadi raja di Pakuan
Pajajaran oleh uwaknya dengan gelar Prabu Dewata Wisesa. Keraton
tersebut berkedudukan diPakuan yang bernama Sang Bhima (Sri Bhima
Untarayana mandura Surapati).
49
Selanjutnya Nyai Subang Larang diboyong ke keraton
PajajaranSekitar abad XV perkembangan agama Islam mulai
berkembangdi tatar Sunda dan Jawa, adapun pusatnya di Gunung
Sembung dan Amparan Jati. Disitu terdapat sebuah pedukuhan yang
bernama pesambangan. Jugaterdapat sebuah pelabuhan bernama Muara
Jati, maka dengan demikian setiap hari banyak orang-orang datang dari
berbagai negara lain: Cina, ParsiArab, Malaka, Tunasik, Palembang, Jawa
Timur, dsb. Sehingga di daerah tersebut semakin hari semakin ramai,
karena banyak dikunjungi dari berbagainegara, sehingga rakyatnya subur
makmur. Apalagi di waktu malam gemerlap lampu mercusuar sebagai
tanda untuk berlabuhnya kapal dagang. Mercusuar tersebut dibangun oleh
Laksamana Fe Ho yang dipimpin oleh Wei Ping dalamrangka expedisi
dagang. Sebagai (yah Bandar pelabuhan Mura Jati yaitu KIJumajan Jati.
Setelah selesai pembangunan menara tersebut, lalu sebagai upahnya
diberikan beras, tuton, terasi, garam dan kayu jati.
Dalam pengembangan ajaran Agama Islam, kian hari
kianberkembang semakin pesat, maka tak heran apabila di peguron
Pasambangan banyak para santri yang mampu untuk dapat menyebarkan
ke pelosok-pelosok pedukuhan di wilayah Sunda dan Jawa, yang memang
pada waktu itu masih menganut agama Budha. Karena tidak menutup
kemungkinan banyak Adipatidari Galuh juga ingin mengembangkannya,
seperti Adipati Gelong, Majagede, Karangbanjar, Ki Browes, tetapi
dengan bekal ketegaran dan iman yang ditanamkan kepada para santri,
50
sehingga dapat meluluhkan hati nurani tanpaadanya kekerasan, sehingga
para adipati dari Galuh tersebut pada akhirnya memeluk Agama Islam.
Kedatangan Eyang Kafhi dan saudara perempuan yang bernama Nyai
Remis berasal dari Rembang. Beliau adalah seorang ulama yang punya
pendirian sangat teguh dan tidak mau dijajah atau dipengaruhi oleh
siapapun. la ingin memperdalam ajaran Islam di tanah Cerbon, dengan
tekad dan semangat yang membara, sehingga apa yang mereka cita-citakan
dapat tercapal. Lama kelamaan Eyang Kafhi banyak para santrinya yang
kelak bisa untuk menggantikan Eyang Kafhi. Para santri diberikan bekal
yang cukup, baik secara lahir maupun secara bathin, sehingga apa yang
diharapkan dapat [Link] santri-santri tersebut yang dianggap sudah
cukup mampu, antara lain
1. Buyut Samba
2. Buyut Deleg
3. Buyut Dadung - (Adung Kaler).
4. Buyut Pasarean
Maka dengan sendirinya Eyang Kafhi hanya tinggal melakukan
semedi. Beliau secara lahir tidak mementingkan urusan keduniawian,
hanya yang ingin ia lakukan mendekatkan diri kepada sang Kholik.
Adapun saudara perempuan yang bernama Nyai Remi dijodohkan dengan
Buyut Samba (Astarudin). Dalam mengarungi bahterai rumah tangga,
beliau dikaruniai seorang puteri bernama Al Maijah adalah puteri pertama
dari Badariyah. Sebagai pembantu Eyang Kafhi yang sangat setia yaitu
51
Nyai Buyut Putin. Beliau tidak pernah membeda-bedakan antar majikan
dan pembantu, sehingga masyarakat menganggapnya seperti keluarga saja.
Setelah apa yang dicita-citakan oleh Eyang Kafhi terkabul, ia
menghembuskan nafasnya yang terakhir. Adapun kuburan Eyang Kafhi,
Buyut Al Maijah dan Buyut Putih berada di Desa Putat Kecamatan
Sedong, hingga sampai akhir hayatnya masi banyak dikunjungi dari
berbagai daerah, apakah itu hanya sekedar ziarah, bahkan ada yang
melakukan tirakat untuk mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa,
karena di tempat tersebut sangat menunjang diantaranya jauh dari
keramaian juga terdapat mushola. Para penziarah datang dari berbagai
penjuru seperti Garut,Ciamis, Krawang, dsb. Apalagi pada saat hari Kamis
malam Jum,'at Kliwon sangat banyak para penziarah, hanya saja ditempat
tersebut masih belum tertata secara rapih.
Sepeninggalnya beliau, maka tempat tersebut diteruskan olehpara
santri-santri untuk mengambil suatu keputusan berlandaskan musyawarah
dan mufakat. Gum (dari Bahasa Belanda) yaitu setuju. Sedangkan ulung
(orang-orang yang paling luhur/ulung). Jadi kata Gemulung yaitu hasil
keputusan dari orang-orang yang mempunyai pandangan jauh kearah
depan demi kemajuan daerah tersebut, maka dengan sendirinya tempat
tersebut sampai sekarang dijadikan sebuah nama suatu desa Gemulung
Sesuai dengan kemajuan, Gemulung terbagi menjadi 3 yaitu: Gemulung
Tonggoh, Gemulung Lebak dan Lebak Mekar.
52
B. Profil Desa Gumulunglebak
1). Profil desa
Gambar 1: Gedung kantor Desa Gumulunglebak kecamatan Greged kabupaten Cirebon
Desa Gumulunglebak merupakan salah satu Desa yang sebagian
besar penduduknya bermata pencaharian bertani, dan yang lainnya
pedagang, buruh harian lepas. Desa Gumulunglebak secara administrasi
termasuk dalam wilayah Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon, Provinsi
Jawa Barat. Kode wilayah 32.09.38.2001. Dan memiliki batas-batas
wilayah sebagai berikut:
a. Sebelah utara : Desa Lebak Mekar
b. Sebelah selatan : Desa Wangkelang
53
c. Sebelah timur : Desa Gumulung Tonggoh
d. Sebelah barat : Desa Nanggela dan Sindang Kempeng
Gambar 2: peta desa Gumulunglebak, Kecamatan Greged, kabupaten Cirebon,
Jawa Barat27
Berdasarkan data monografi Desa Gumulunglebak, luas Desa Kuo
adalah 400 ha/m2 yang terbagi menjadi 6 rw (dusun) meliputi: Dayeuh,
Kalanganyar, Kebondalem, Panyusuhan, Tapak kuda dan Balandongan
yang terdiri dari 25 Rt. Luas tanah tersebut digunakan untuk berbagai
keperluan baik jalan, sawah, perkebunan, pemukiman, bangunan umum,
peternakan dan pemakaman. Desa Gumulunglebak mempunyai keadaan
27
Gambar peta desa Gumulunglebak kecamatan Greged kabupaten Cirebon
54
tanah yang tergolong dalam dataran rendah, sedangkan suhu udara rata-
rata yang dimiliki adalah 26oC dengan curah hujan 180mm/th.
Total jumlah penduduk Desa Gumulunglebak adalah 10.192
(sepuluh ribu seratus Sembilan puluh dua) jiwa yang terdiri dari 3073
Kepala Keluarga (KK) dengan laki-laki 2575 KK dan perempuan 498 KK.
Dengan jumlah penduduk perempuan 4727 orang, sedangkan laki-laki
5465 Orang. Komposisi penduduk dapat dillihat dalam tabel berikut:
No Nama dusun penduduk perempuan Penduduk laki- jumlah
laki
1 Dusun 1 Dayeuh 1564 1394 2958
2 Dusun 2 Kebondalem 1525 1713 3238
3 Dusun 3 Kalanganyar 1808 2188 3996
Tabel 1: penduduk desa Gumulunglebak
Tingkat pendidikan berpengaruh dengan pekerjaan penduduk Desa
Gumulunglebak. Komposisi penduduk berdasarkan mata pencaharian
dapat dilihat pada tabel berikut :
N0 Mata pencaharian tahun jumlah
1 Petani 2024 36
2 Angkutan/sopir 2024 25
3 PNS 2024 16
4 Swasta/honorer 2024 11
55
5 Buruh 2024 19111
6 Pedagang 2024 572
7 Wirausaha 2024 823
8 Perdagangan 2024 131
9 Karyawan swasta 2024 109
10 Tani perkebunan 2024 53
11 pensiunan 2024 11
12 Nelayan 2024 04
13 Pelajar/mahasiswa 2024 1711
14 Ibu rumah tangga 2024 2636
Tabel 2: mata pencaharian masyarakat desa Gumulunglebak, sumber dari data kartu
keluarga (KK)28
Dari tabel diatas terlihat bahwa mayoritas penduduk Desa
Gumulunglebak bermata pencaharian sebagai pedagang dan buruh.
Khusus pertanian padi, penduduk Desa hanya mampu panen satu kali
dalam setahun karena tanah persawahan adalah sawah tanah hujan. Guna
mendapatkan penghasilan lebih beberapa petani yang memiliki modal,
menanam umbi-umbian, buah manga, durian, pete, dan lainnya. Penduduk
yang memiliki profesi sebagai PNS atau pensiunan PNS dianggap sebagai
tokoh masyarakat bagi seluruh penduduk Desa Gumulunglebak. Rasa
hormat dan keseganan ini di apresiasikan dengan menunjuk tokoh-tokoh
tersebut sebagai perangkat desa seperti Ketua RT atau Ketua RW.
28
Hasil wawancara Eka budiyana (kepala urusan perencanaan), rabu 09 juli 2024 di balai desa
Gumulunglebak
56
Pendapat-pendapat mereka juga merupakan pertimbangan penting dalam
setiap musyarawarah desa. Desa Gumulunglebak memiliki empat Sekolah
Dasar (SD) atau sederajat yaitu SDN 1 Gumulunglebak, SDN 2
Gumulunglebak, M AL-Maijah, dan M Akrimuddin. Desa Gumulunglebak
memiliki sarana pendidikan untuk anak usia dini atau PAUD (Pendidikan
Anak Usia Dini). Dapat dilihat berdasarkan tabel dibawah ini
no Tingkat jumlah keterangan
pendidikan
1 SD/sederajat 4 sekolahan SDN 1 dan 2 Gumulunglebak, MI Akrimuddin , dan MI
Al-maijah
2 SMP/sederajat 1 sekolahan MTs Al-maijah
3 SMK/sederajat 2 sekolahan SMK Lestari dan SMA Madrasah Aliyah Terpadu
(MAT)
Tabel 3: tingkat pendidikan didesa Gumulunglebak
2). Visi
Membangun tata kelola pemerintahan desa yang baik, bersih dan terbuka.
Guna untuk mewujudkan kehidupan masyarakat desa Gumulunglebak yang
adil, makmur dan sejahtera.
3). Misi
1. Meningkatkan kinerja tugas fungsi dan kewenangan
pemerintahan desa Gumulunglebak.
57
2. Meningkatkan hubungan kemitraan antara lembaga dan
pemerintahan desa.
3. Meningkatkan profesional pemerintahan desa secara integral.
4. Membangun komunikasi yang efektif untuk menyerap dan
memperjuangkan aspirasi masyarakat.
5. Meingkatkan perekonomian dan mutu kesejahteraan masyarakat
untuk mencapai taraf kehidupan yang lebih baik.
6. Membangun dan mengelola sarana dan prasarana yang kurang
memadai.
4). Struktur desa Gumulunglebak
Struktur Organisasi Tata Kerja Pemerintahan Desa
Gumulunglebak
Kecamatan Greged Kabupaten Cirebon
58
kuwu
Akman Sodikin
kepala seksi pemerintahan
sekretaris desa kepala urusan staf urusan usaha Suhardi
perencanaan & umum
Lubis Marzuqi,[Link]
Eka Budiawan Novi Laela,[Link] kepala seksi kesejahteraan
Ucup Supriatna
kepala urusan tata kepala seksi pelayanan
usaha & umum Asep Sodikin
Eka Supriatna
kepala pelaksana
kewilayahan/kadus 01
Sahuri
kepala urusan kepala pelaksana
keuangan kewilayahan/kadus 02
Lina Aktalina,[Link] Ivan Vadila
kepala pelaksana
kewilayahan/kadus 03
Nanang Kosim
C. Adat-Istiadat dan Pemerintahan Desa
Masyarakat Desa Gumulunglebak masih sangat menjunjung tinggi
adat istiadat yang ada sejak dulu. Salah satu upacara yang sering dilakukan
adalah wilujengan atau slametan. Slametan merupakan upacara makan dan
berkumpul bersama untuk memperingati hari-hari tertentuseperti muludan,
tahlil, sedekah cai. Dalam slametan dipimpin oleh ustadz (seseorang yang
dianggpap oleh masyarakat sebagai orang yang memiliki tingkat religi
lebih tinggi dari masyarakat lainnya) yang memimpin doa. Ungkap Eka
Budiyana29
29
Hasil wawancara Eka budiyana (kepala urusan perencanaan), rabu 09 juli 2024 di balai desa
Gumulunglebak
59
Agar penelitian ini lebih objektif dan data-data lebih akurat,
peneliti mencari informasi tambahan dengan cara melakukan wawancara
mendalam, dimana wawancara tersebut dimaksudkan untuk memperoleh
informasi secara akurat dari sumber data terpercaya. Selain itu, peneliti
juga melakukan wawancara dengan informasi pendukung yang masih ada
kaitannya dengan fokus, penelitian ini guna memperoleh data tambahan
mengenai keterbukaan informasi publik di desa Gumulunglebak.
Selanjutnya, peneliti akan melakukan analisis dengan
menggunakan tahapan-tahapan dalam melakukan observasi, dimana
tahapan observasi yang dilakukan oleh peneliti adalah sebagai berikut:
1) Untuk melakukan survey dan wawancara
2) Mendatangi balai desa Gumulunglebak Untuk memperoleh data
mengenai desa Gumulunglebak
3) Mendatangi masyarakat desa Gumulunglebak
4) Mendatangi RT setempat
5) Mengetahui faktor-faktor apa saja yang menjadi penghambat
masyarakat untuk memperoleh informasi keterbukaan informasi
publik
6) Mengetahui sejauh mana masyarakat mengetahui undang-undang
keterbukaan informasi publik
7) Mengetahui efektfitas pengelolaan keuangan di desa
Gumulunglebak
60
3.3 Sumber Daya Manusia
Sasaran akhir dari setiap pembangunan bermuara pada peningkatan
kualitas sumber daya manusia (SDM). SDM merupakan subyek dan
sekaligus obyek pembangunan, mencakup seluruh siklus kehidupan
manusia, sejak kandungan hingga akhir hayat. Oleh karena itu
pembangunan kualitas manusia harus menjadi perhatian penting. Pada saat
ini SDM di Desa Gumulunglebak cukup baik dibandingkan pada masa-
masa sebelumnya. Jika dikaji dalam sosial budaya masyarakat Desa
Gumulunglebak bahwa tingkat homogenitas 80%, dan Heterogenitas 20%.
Namun didalam 30% ini pola pikir masyarakat masih ada pola pikir yang
terdahulu (kolot), tidak melihat pekembangan zaman dan tidak
menyesuaikan antara zaman dahulu dengan zaman sekarang walaupun
secara budaya tidak ada yang berubah. Penduduk heterogenitas ini lebih
cendrung mengajarkan anak pada sebuah materi, bukan sebuah ilmu yang
nantinya akan berkembang menjadi sebuah wawasan yang berguna bagi
pembangunan Desa tersebut.
Saya tidak paham mengenai undang-undang ini, karena
kami sudah tua generasinya jauh berbeda dari sekarang jadi sangat awam
sekali untuk mengetahui informasi-informasi tersebut. Ungkap Heni30
3.4 Hasil kuisioner partisipasi masyarakat melalui Google Form
30
Hasil wawancara Silviani masyarakat desa Gumulunglebak, selasa 18 juni 2024, dirumah
narasumber
61
Dari hasil pengumpulan data dengan kuisioner terstruktur yang
disebar menggunakan google form didapatkan responden sebanyak 100
orang. Data yang diperoleh ini telah diverifikasi sebelumnya untuk
membuang data yang tidak valid yang akan mempengaruhi hasil dari
analisis data penelitian. Profil responden dalam penelitian ini diamati
untuk memberi gambaran seperti apa sampel penelitian ini. Responden
yang dikategorikan berdasarkan beberapa kelompok berdasarkan nama,
jenis kelamin, dan usia.
a. Profil responden
Berdasarkan jenis kelamin, terdapat 51 orang (51%) responden
laki-laki dan jumlah responden berjenis perempuan sebanyak 49 orang
(49%). Hal ini menunjukan bahwa responden yang berjenis kelamin laki-
laki lebih banyak terlibat dipenelitian ini dibandingkan yang berjenis
kelamin perempuan dan hanya selisih 1 orang atau 1% responden. (lihat
Gambar 4.1).
62
Sales
laki-lki perempuan
49%
51%
Gambar 3:jenis kelamin responden
Berdasarkan kelompok usia, responden yang berusia 17-20 tahun
yaitu sebanyak 10 orang (10%) responden, respoden yang berusia 21-30
tahun yaitu sebanyak 51 orang (51%), responden dengan usia 31-45 tahun
yaitu 26 (26%) Sementara itu, kelompok usia reponden yang lebih lanjut
yaitu usia 46-56 tahun sebanyak 13 (12%) dari total responden (lihat pada
Gambar 4.2).
63
Sales
usia 17-20 usia 21-30 usia 31-45 usia 246-56
13% 10%
26%
51%
Gambar 4: usia responden
3.5 Hasil Jawaban Responden
1. Masyarakat desa terlibat dalam pengambilan keputusan program-
program desa.100 jawaban
Setuju 95
Tidak Setuju 5
Ragu-Ragu 2
Sangat Tidak setuju 0
2. Masyarakat desa terlibat aktif dalam rapat dengar pendapat atau
penetapan anggaran desa.100 jawaban
64
Setuju 92
Tidak Setuju 4
Ragu-Ragu 4
Sangat Tidak Setuju 0
3. APBDesa disepakati secara bersama.99 jawaban
Setuju 94
Tidak Setuju 1
Ragu-Ragu 2
Sangat Tidak Setuju 2
4. Pemerintah desa dilarang melakukan pungutan sebagai penerimaan
desa selain yang ditetapkan dalam peraturan desa.100 jawaban
Setuju 95
Tidak Setuju 2
Ragu-Ragu 3
Sangat Tidak Setuju 0
5. Bendahara desa melakukan pembuatan buku kas umum.100 jawaban
Setuju 94
Tidak Setuju 1
Ragu-Ragu 5
Sangat Tidak Setuju 0
65
6. Kepala desa menyampaikan laporan realisasi APBDesa kepada
bupati/walikota.100 jawaban
Setuju 95
Tidak Setuju 0
Ragu-Ragu 4
Sangat Tidak Setuju 1
7. Kepala desa memyampaikan laporan semester pertama berupa laporan
realisasi APBDesa.100 jawaban
Setuju 93
Tidak Setuju 2
Ragu-Ragu 5
Sangat Tidak Setuju 0
8. Kepala desa menyampaikan lapotan keterangan penyelenggaraan
pemerintah desa secara tertulis kepada BPD setiap akhir tahun
anggaran.100 jawaban
Setuju 96
Tidak Setuju 1
Ragu-Ragu 3
Sangat Tidak Setuju 0
9. Laporan pertanggungjawaban realisasi pelaksanaan APBDesa terdiri
dari pendapatan, belanja, dan pembiayaan.100 jawaban
Setuju 94
66
Tidak Setuju 0
Ragu-Ragu 6
Sangat Tidak Setuju 0
10. Laporan pertanggungjawaban realisasi pelaksanaan APBDesa
disampaikan paling lambat 1 (satu) bulan setelah akhir tahun
anggaran.99 jawaban
Setuju 91
Tidak Setuju 1
Ragu-Ragu 7
0
Sangat Tidak Setuju
11. Program alokasi dana desa telah meningkatkan kemampuan lembaga
kemasyarakatan di desa dalam perencanaan, pelaksanaan, dan
pengendalian pembangunan secara partisiptif.100 jawaban
Setuju 93
Tidak Setuju 3
Ragu-Ragu 4
Sangat Tidak Setuju 0
12. Program alokasi dana desa telah meningkatkan penyelenggaraan
pemerintah desa dalam melaksanakan pembangunan, dan
kemasyarakatan sesuai kewenangan nya.100 jawaban
Setuju 94
Tidak Setuju 3
Ragu-Ragu 2
67
Sangat Tidak Setuju 1
13. Program alokasi desa telah meningkatkan penyelenggaraan
pemerintahan desa dalam melaksanakan pelayanan pemerintahan.99
jawaban
Setuju 89
Tidak setuju 2
Ragu-Ragu 8
Sangat Tidak Setuju 0
14. Kepala desa mengelola kembali sosial media desa baik facebook,
instagram, twitter,dll.100 jawaban
Setuju 93
Tidak Setuju 1
Ragu-Ragu 4
Sangat Tidak Setuju 2
15. Masyarakat desa memberikan penilaian pelaksanaan anggaran
desa100 jawaban
Setuju 93
Tidak Setuju 1
Ragu-Ragu 4
Sangat Tidak Setuju 2
68
BAB IV
PEMBAHASAN
4.1 Pengetahuan Masyarakat mengenai Keterbukaan Informasi
Publik
Dalam bagian ini peneliti akan menjelaskan mengenai persepsi
masyarakat dalam menghadapi keterbukaan informasi publik di desa
Gumulunglebak. Bagaimana mereka mempersespsikan keterbukaan
informasi publik yang telah dijalankan oleh Akman sodikin sebagai kepala
desa yang akan diuraikan sesuai data yang telah penulis dapatkan di
Lingkungan Pemerintah desa Gumulunglebak sejak 24 Maret 2022 hingga
saat ini.
Dalam pasal 1 disebutkan bahwa pengertian dari informasi publik
adalah informasi yang dihasilkan, disimpan, dikelola, dikirim, atau
diterima oleh badan publik yang berkaitan dengan penyelenggaraan negara
atau penyelenggaraan badan publik serta informasi lain yang berkaitan
dengan kepentingan publik, sesuai dengan undang-undang keterbukaan
informasi publik. Hal ini berarti informasi publik dapat digunakan oleh
semua orang selain informasi yang dikecualikan. Pengetahuan dasar
mengenai informasi publik merupakan hal yang penting karena melalui
inilah masyarakat dapat mengetahui hak dan kewajiban mereka dalam
mendapatkan informasi publik.
69
Dari hasil wawancara tersebut dapat dianalisis bahwa sebagian
masyarakat yang saya wawancarai hanya beberapa orang yang memahami
secara umum mengenai keterbukaan informasi publik, seperti hanya
mengetahui bahwa keterbukaan itu penting dilakukan agar tidak terjadi
penyalahgunaan wewenang, banyak juga masyarakat yang belum
mengetahui konteks keterbukaan informasi publik yang mengacu pada
tujuan adanya UU KIP No 14 tahun 2008, yaitu keterbukaan informasi
publik merupakan sarana dalam mengoptimalkan pengawasan publik
terhadap penyelenggaraan pemerintahan.31
Saya baru tau undang-undang 14 tahun 2008 karena selama periode
waktu sebelumnya sampai saat ini perangkat organisasi desa belum
melakukan sosialisasi tentang keterbukaan informasi publik dibalai desa
maupun disetiap RT. Menurut Silviani 32
Kalo undang-undang saya belum membacanya, tapi melihat
dibeberapa sosial media itu memang diharuskan setiap desa untuk
mencantumkan dipapan reklame atau baligho tentang keterbukaan
informasi publik tentunya lebih tentang ke APBDes yang akan digelar
untuk setahun kedepan. Menurut ipul33
31 UU KP NO 14 tahun 2008
32
Hasil wawancara Silviani masyarakat desa gumulunglebak, selasa 18 juni 2024, dirumah
narasumber
33
Hasil wawancara Ipul masyarakat desa gumulunglebak, selasa 09 juli 2024, dirumah
narasumber
70
Saya tidak paham mengenai undang-undang ini, karena kami sudah
tua generasinya jauh berbeda dari sekarang jadi sangat awam sekali untuk
mengetahui informasi-informasi tersebut. Ungkap Heni34
Kebetulan saya sering melihat internet, jadi saya sedikit tahu
tentang undang-undang
Keterbukaan publik dan saya beberapa kali melihat di depan kantor balai
desa Gumulunglebak terpampang baliho papan informasi/Anggaran
Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Meurut ita35
Setiap masyarakat berhak untuk memperoleh informasi tanpa
melihat latar belakang sosial, politik, ekonomi, suku, gender dan
agamanya. Masyarakat berfungsi sebagai pengontrol pemerintah
sebagaimana diataur pada UU No 14 tahun 2008 mengenai keterbukaan
informasi publik bahwa hak memperoleh informasi merupakan hak asasi
manusia dan merupakan salah satu ciri penting negara demokratis, serta
sebagai sarana dalam mengoptimalkan pengawasan publik terhadap
penyelenggaraan pemerintahan untuk mewujudkan penyelenggaraan
pemerintahan yang baik.
Selain itu, salah satu warga menyatakan bahwa memang sangat
penting sekali struktur desa menerapkan keterbukaan informasi publik,
34
Hasil wawancara Heni masyarakat desa gumulunglebak, selasa 18 juni 2024, dirumah
narasumber
35
Hasil wawancara Ita masyarakat desa gumulunglebak, selasa 18 juni 2024, di warung
narasumber
71
contohnya dimulai dari adanya social media, website dan sebgainya. Jadi
pemerintahan tidak hanya mempromosikan dari baliho di depan balai desa
saja, karena mungkin itu popular di tahun 90 an. Sedangkan sekarang kan
era digital pemerintah juga harus bisa mengikutinya dengan cara yang
modern, karena adanya keterbukaan ini pemerintah bisa lebih efektif
dalam menyampaikan informasi apapun. Menurut susi36
Tetapi aparat desa sangat cekatan bila masyarakat mendatangi balai
desa untuk keperluan atau kepentingan masing-masing. Menurut Dana37
Tidak hanya dari petugas tenaga kebersihannya saja, menurut
silviani “aparat desa ramah, untuk kecekatan petugasnya juga bagus
sehingga kami masyarakat bisa mendapatkan bantuan dengan cepat tidak
bertele-tele”38.
Pada dasarnya transparansi ini merupakan dasar dari terciptanya
akuntabilitas pemerintah yang mensyaratkan adanya keterbukaan
informasi, adanya akses dan prosedur bagi masyarakat untuk mendapatkan
informasi, dan jaminan hukum bagi terlaksanannya hak-hak masyarakat
untuk mendapatkan informasi. Sampai saat ini pengetahuan masyarakat
mengenai keterbukaan informasi belum merata. beberapa masyarakat
mengatakan mereka tidak mengetahui adanya Undang-undang yang
36
Hasil wawancara Susi sebagai RT (Rukun Warga) dusun 01 rt 02 rw 04 desa Gumulunglebak,
selasa 09 juli 2024, dirumah narasumber
37
Hasil wawancara Dana sebagai petugas tenaga kebersihan balai desa Gumulunglebak, selasa 09
juli 2024, dirumah narasumber
38
Hasil wawancara Silviani masyarakat desa gumulunglebak, selasa 18 juni 2024, dirumah
narasumber
72
mengatur tentang keterbukaan informasi publik. Hal ini menandakan
bahwa tingkat kepedulian mereka terhadap jalannya suatu pemerintahan
kurang diminati. Esensi demokrasi yang mengatakan bahwa kedaulatan
ada ditangan rakyat kurang dimaksimalkan.
4.2 faktor-faktor yang mempengaruhi keterbukaan informasi publik
di desa Gumulunglebak
Pengungkapan informasi proaktif oleh pemerintahan dapat
dikondisikan oleh keberadaan faktor-faktor tertentu yang dapat
memengaruhi dan mendorong penyebaran informasi. Selama periode
analisis, terdapat tren media sosial yang menunjukkan lebih banyak
transparansi mengenai pengelolaan pelayanan publik. Peneliti sudah
melakukan wawancara kepada kepala desa Gumulunglebak dan beberapa
masyarakat setempat guna untuk mengetahui faktor apa saja yang
menghambat keterbukaan informasi publik ada di desa Gumulunglebak.
yang menghambat masyarakat untuk memperoleh informasi desa ialah
kepasifan dalam mengelola media social seperti facebook (FB), instagram
39
(ig), twitter, dan lain sebagainya. Karena memang desa Gumulunglebak
tidak mempunyai sosmed kita hanya mendengarkan cerita dari orang-
orang atau hanya mendengarkan temen-temen yang terlibat didalamnya
termasuk karang taruna yang mungkin sampai hari ini dilibatkan untuk
mengikuti musrembang (musyawarah perencanaan pembangunan) jadi
setiap tahun desa akan melakukan musyawarah desa dengan masyarakat,
39
Hasil wawancara Akman Sodikin sebagai kepala desa Gumulunglebak, pada hari senin tanggal
25 maret 2024 di balai desa Gumulunglebak
73
pemuda, RT/RW dan tokoh ulama untuk merencanakan pembangunan
kedepan akan seperti apa aja baik itu infrastruktur maupun SDM atau
bentuk lainnya. Selama ini desa masih objektif dan transparan, karena
sebelum ke musrembang ini kita biasa mengadakan musyawarah terlebih
dahulu. Walaupun desa tidak aktif dalam bermedia sosial. Tambah ipul40
Tetapi saya mempunyai akun media sosial milik pribadi untuk
mengapload tentang desa. Tandas Akman Sodikin41
Saya kesulitan untuk mendapatkan informasi secara jarak jauh, karena
desa Gumulunglebak tidak mempunyai sosial media apapun, padahal
dizaman sekarang serba modern seaharusnya desa lebih mengedepankan
sosial media, selain mengikuti era modern masyarakat juga bisa melihat
perkembangan desa dengan jarak jauh. Menurut Nelly Alfiani42
Dari hasil wawancara diatas bahwa faktor masyarakat untuk dapat
memperoleh informasi ialah aparat desa tidak memfasilitasi sosial media
bagi masyarakat untuk mempermudah mendapatkan informasi. “sosial
media sangat penting bagi masyarakat untuk mengetahui apa saja
informasi yang terbaru di desanya”. Menurut ita43
40
Hasil wawancara Ipul masyarakat desa gumulunglebak, pada hari selasa 09 juli 2024, dirumah
narasumber
41
Hasil wawancara Akman Sodikin sebagai kepala desa Gumulunglebak, senin tanggal 25 maret
2024 di balai desa Gumulunglebak
42
Hasil wawancara Nelly Alfiani masyarakat desa Gumulunglebak, selasa tanggal 18 juni 2024, di
depan warung ita
43
Hasil wawancara ita RW 02 desa Gumulunglebak, selasa 09 juli 2024, di warung narasumber
74
4.3 Aspek Afektif Pandangan/pemahaman Masyarakat mengenai KIP
melalui adanya Pusat Informasi Publik
Melalui perspektif ini, peneliti berharap dapat memahami nilai yang
diperoleh masyarakat desa Gumulunglebak dari tersedianya informasi
publik melalui berbagai sumber informasi publik. Aspek efektif ini
merupakan setuju atau tidaknya untuk menerima keputusan yang telah
diambil. Halaman informasi publik ini diperuntukkan bagi masyarakat
desa Gumulunglebak yang belum berkomitmen penuh dalam mencari
informasi publik tentang keterbukaan informasi publik. Oleh karena itu,
hak tersebut perlu diajukan secara terorganisir. Proses ini harus dilihat
secara menyeluruh.
Informasi merupakan kebutuhan dasar manusia yang sudah pasti terjadi
dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Hampir seluruh informasinya
menarik dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat umum. Namun
terkadang, sejumlah besar informasi tertunda karena berbagai alasan,
seperti kurang mendapat perhatian atau tidak memiliki cukup waktu, dan
adanya informasi yang lebih akurat dibandingkan informasi yang tertunda.
Meski demikian, informasi yang dimaksud belum tersebar luas di
masyarakat. Situasi seperti ini membuat pemerintah harus lebih selektif
dalam memperoleh informasi tersebut. Ada tiga fungsi pemerintahan, yaitu
memperkuat tiga fungsi hakiki yaitu pelayanan, pemberdayaan, dan
pembangunan. Praktik pemerintahan tidak dapat dipisahkan dari dampak
75
media sosial. Hal ini tidak lepas dari interaksi yang terus menerus antara
pemerintah dan masyarakat untuk menjawab berbagai kebutuhan dan
aspirasi masyarakat, baik di ranah publik maupun swasta.
4.4 Pandangan Masyarakat mengenai adanya Pusat Informasi Publik
sebagai pemenuhan informasi publik
Berdasarkan hasil wawancara, beberapa masyarakat menunjukkan hal
itu. Dengan adanya informasi ini, mereka jauh lebih terbantu dalam
menyebarkan informasi di ruang publik. Hal ini dinyatakan oleh pitri yaitu
“saya sebagai mahasiswa sangat bangga dengan adanya papan informasi
yang terpampang di depan balai desa Gumulunglebak, itu artinya aparat
desa transparan dengan APBDes nya.”44
Adanya papan informasi ini sangat membantu untuk meniningkatkan
sumber daya manusia untuk lebih mengenal dan mencintai desanya.
Sambung Heni45
Dari hasil wawancara tersebut dapat dikatakan bahwa sebagian besar
masyarakat menganggap bahwa papan informasi yang ada dibalai desa
cukup membantu masyarakat untuk mengetahui pengelolaan keuangan
desa. Setidaknya sebagai penulis yang mengalami hal tersebut ketika
kebingungan mencari informasi pengelolaan keuangan desa/atau APBDes
44
Hasil wawancara pitri masyarakat Gumulunglebak, selasa 18 juni 2024, dirumah narasumber
45
Hasil wawancara Heni masyarakat Gumulunglebak, selasa 18 juni 2024, dirumah narasumber
76
di desa Gumulunglebak tinggal memfoto dan tidak sulit untuk menggali
informasi di kantor balai desa.
4.5 Aksebilitas Informasi
Ketersediaan informasi dalam konteks kebocoran informasi publik
mengacu pada kemudahan masyarakat memperoleh informasi yang
disediakan oleh instansi pemerintah atau badan publik. Keterbukaan
informasi publik tahap perencanaan nya dimulai dalam Musyawarah Desa
(Musdes). Musyawarah Kegiatan Desa Pemerintah desa perlu
mengakomodasi kebutuhan masyarakat. Musyawarah Desa ini harus
dihadiri oleh seluruh Aparat Desa, Badan Permusyawaratan Desa, Kepala
Dusun, Rukun Tentangga (RT), dan masyarakat desa yang dianggap
sebagai bagian dari penduduk setempat. “sangat penting untuk
melaksanakan musyawarah desa ini dan kalo untuk keterbukaan informasi
publik untuk kegiatan Desa yang dilakukan oleh pemerintah desa yaitu
melalui spanduk anggaran dana desa tetapi memang faktanya desa kurang
dalam pelaksanaan bermedia sosial. Tidak ada dimedia sosial seperti
facebook, instagram, twitter, namun informasi desa dapat diakses di
website resmi (siap desa). Pernyataan Akman Sodikin46
Dari hasil wawancara dengan kepala desa Akman Sodikin dapat
disimpulkan bahwa keterbukaan informasi publik dalam tahap
46
Hasil wawancara Akman Sodikin sebagai kepala desa Gumulunglebak, senin tanggal 25 maret
2024 di balai desa Gumulunglebak
77
perencanaan yang dilakukan dalam Musyawarah Desa (Musdes) memiliki
peran penting dalam memastikan partisipasi aktif dan transparansi dalam
proses pembangunan desa. Dengan melibatkan seluruh aparat desa, ,
kepala dusun, RT, serta masyarakat desa yang dianggap sepuh, pemerintah
desa memperlihatkan komitmen untuk mendengarkan aspirasi dan
masukan dari berbagai pihak. Langkah-langkah ini mencerminkan bahwa
pemerintah desa dalam memenuhi standar keterbukaan informasi publik.
Dengan memberikan akses terbuka kepada informasi yang berkaitan
dengan rencana pembangunan dan pengelolaan dana desa, pemerintah desa
menciptakan lingkungan yang mendorong partisipasi masyarakat dan
membangun kepercayaan terhadap proses pembangunan desa secara
transparan.
4.6 Keterbukaan Anggaran Desa
Indikator keterbukaan anggaran desa mengacu pada pengukuran dan
tanda-tanda yang digunakan untuk menentukan kapan pemerintah desa
mulai beroperasi. Aspek praktis transparansi dan akuntabilitas terkait
pengelolaan keuangan desa. Indikator ini penting karena masyarakat
mempunyai hak untuk mengetahui bagaimana dana publik, seperti
anggaran dan desa, [Link] dan pemeliharaan di tingkat
lokal. Beberapa contoh indikator desa anggaran ditunjukkan di bawah ini.
Keterbukaan anggaran desa dapat diukur dengan sejauh mana informasi
mengenai Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tersedia dan
78
dapat diakses oleh masyarakat. Ini mencakup rincian alokasi dana untuk
program, proyek, dan pelayanan publik:
BELANJA DESA
1. Bidang pemerintahan Rp. 765.324.000
2. Bidang pembangunan Rp. [Link]
3. Bidang pembinaan Rp. 623.491.000
4. Bidang pemberdayaan Rp. 10.000.000
5. Penanggulangan bencana Rp. 699.400.000
JUMLAH Rp. [Link]
47
SURPLUS/DEFISIT Rp. 140.000.000
PEMBIAYAAN DESA
Penerimaan pembiayaan jumlah Rp. 10.000.000
Pengeluaran
1. penyertaan modal BUMDes jumlah Rp. 150.000.000
Sisa lebih pembiayaan
[Link] tambah pembiayaan desa jumlah Rp. 0;
47
Dokumen desa Gumulunglebak kecamatan Greged kabupaten Cirebon, selasa 09 Juli 2024
79
DIAGRAM BELANJA DESA:48
Belanja Desa
20%
penanggulangan bencana
44% bidang pemerintahan
bidang pemberdayaan
19% bidang pembinaan
bidang pembangunan
16% 1%
48
Dokumen desa Gumulunglebak kecamatan Greged kabupaten Cirebon, selasa 09 Juli 2024
80
Gambar 3: spanduk anggaran desa Gumulunglebak
Gambar 4: spanduk anggaran desa Gumulunglebak49
Berdasarkan penjelasan mengenai keterbukaan anggaran desa dan
indikator yang diukur dengan informasi mengenai Anggaran Pendapatan
dan Belanja Desa (APBDes), serta rincian alokasi dana untuk program,
proyek, dan pelayanan publik, dapat disimpulkan bahwa desa
Gumulunglebak menjalankan indikator ini dengan baik.
49
Dokumentasi desa Gumulunglebak
81
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Dari pengolahan data yang telah diteliti dan diolah, peneliti tela
menarik kesimpulan dari hasil penelitian tersebut sebagai berikut:
a. efektifitas Penerapan Kebijakan dan Prosedur Perlindungan
Informasi dan Dokumen (PPID) di Pemerintah desa
Gumulunglebak telah dilaksanakan sesuai arahan dalam Undang-
Undang Nomor 14 Tahun 2008. Dibahas juga Keterbukaan
Informasi Publik (KIP) sebagaimana dimaksud dalam Peraturan
Pemerintah No. 61 Tahun 2010 sebagai Undang-Undang tentang
Pelaksanaan Undang-Undang tersebut di atas, serta Peraturan
Menteri Dalam Negeri No. 35 Tahun 2010. Meski terkadang ada
permasalahan pekerjaan yang berkaitan dengan cara penyampaian
informasi, media sosial namun secara umum semuanya berjalan
sesuai harapan dan tujuan.
b. Peran Pejabat Pengelola Informasi pada dasarnya telah mempunyai
pedoman, sehingga standarisasi pelayanan bisa dilakukan sesuai
dengan Informasi Publik yang dituangkan dalam undang-undang
no.14 tahun 2008, standarisasi pelayanan sudah dilakukan dengan
sesuai. Mekanisme penyebaran informasi publik yang diperlukan
82
masyarakat telah ditetapkan untuk memberikan kemudahan kepada
masyarakat.
Alat ukur KIP menjadi penting, karena dengan adanya instrumen untuk
mengukur kinerja keterbukaan informasi publik khususnya di situs web
pemerintah maka kinerja pemerintah dalam usaha meningkatkan
transparansi kepada publik bisa di ketahui dan terukur. Penilaian ini efektif
dalam komparasi penilaian kinerja keterbukaan informasi publik pada situs
web resmi pemerintah.
Tetapi pemerintah desa Gumulunglebak tidak menyediakan layanan
informasi melalui sosial media (sosmed) baik di instagram, facebook,
twitter, dan lain sebagainya. Sehingga masyarakat kesulitan untuk
memperoleh informasi ketika sedang berada diluar daerah desa
Gumulunglebak.
5.2 Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas, maka saran yang dapat diberikan antara
lain sebagai berikut:
a. masih perlu dilakukan sosialisasi kepada semua pihak mengenai
berlakunya Undang-undang nomor 14 tahun 2008 agar semua bisa
memahami terkait hak dan kewajiban yang ada pada masing-
masing pihak baik itu dari badan publik atau masyarakat.
83
b. Untuk meningkatkan Kinerja Pemerintah Daerah agar semakin
baik diperlukan Keterbukaan informasi yang baik. Seperti
mengelola kembali akun sosial media didesanya.
84
DAFTAR PUSTAKA
Mengenal Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik, Lembaga
Bantuan Hukum Masyarakat, 2010
Mengenal Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik, Lembaga
Bantuan Hukum Masyarakat, hlm. 1, 2010
Puddephatt, Andrew. International Guidelines Series Article 19. The
Public’s Right to Know:
Principles on Freedom of Information Legislation states. London, Article
19, 1999.
Hiro tugiman (1996). Pengenalan internal audit, penerbit kanisius,
Yogyakarta
Hetifa Sj. Sumarto Inovasi, partisipasi dan Good Governace, Bandung:
Yayasan Obor Indonesia
Wibawa, samodra. 2012, mengelola Negara, Yogyakarta, Gava Media
Erlina, Hasan. 2010. Komunikasi Pemerintahan Cetakan kedua. Bandung:
Refika Aditama.
2008 (Undang-undang republik Indonesia nomor 12 tahun 2008 tentang
perubahan kedua atas
85
undang-undang nomor 32 tahun2004 tentang pemerintah daerah,
BP restindo mediatama, Jakarta,
[Link]
[Link]/17854/7/7.%20BAB%20II%20%281%[Link]
Widjaja. 2003, Otonomi Desa. Jakarta : Pt Raja Grafindo Persada
Nurcholis, Hanif, 2011. “Pertumbuhan & Penyelenggaraan
Pemerintahan Desa”, Penerbit Erlangga.
Putri pitriyani 2023, “ANALISIS KETERBUKAAN
INFORMASI PUBLIK TERHADAP PARTISIPASI MASYARAKAT
DALAM PEMBANGUNAN DESA DIKARUNJI
DALANG”universitas Muhammadiyah Mataram
Undang-Undang republik Indonesia nomor 14 tahun 2008 tentang
keterbukaan informasi public, 2008
Iskandar, Metodologi Penelitian Kualitatif (Jakarta: Gaung
Persada, 2009)
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif , Kualitatif, dan
R&D, Bandung : Alfabeta, CV.
Muri Yusuf. 2013. “Metode penelitian Kuantitatif, Kualitatif &
penelitian Gabungan.” Jakarta. Prenadamedia group
Arikunto, Prosedur Penlitian.
86
Afifuddin dan Beni Ahmad Saebani, Metodologi Penelitian Kualitatif
(Bandung: Pustaka Setia, 2009) cet.1, Moleong, Metodologi,
Mattew B. Miles dan A. Michael Huberman, Analisis Data Kualitatif (terj.
Tjejep Rohendi
Rohidi, (Jakarta: UI-Press, 1992) h.19-19.
Wawancara:
wawancara Akman Sodikin sebagai kepala desa Gumulunglebak, senin
tanggal 25 maret 2024 di balai desa Gumulunglebak
wawancara Eka Budiyawan kepala urusan perencanaan, selasa 18 juni
2024, dirumah narasumber
Hasil wawancara ita RW 02 desa Gumulunglebak, selasa 09 juli 2024, di
warung narasumber
wawancara Ipul masyarakat desa gumulunglebak, pada hari selasa 09 juli
2024, dirumah narasumber
wawancara pitri masyarakat Gumulunglebak, selasa 18 juni 2024,
dirumah narasumber
wawancara Heni masyarakat Gumulunglebak, selasa 18 juni 2024,
dirumah narasumber
wawancara Ati masyarakat Gumulunglebak, selasa 18 juni 2024, di depan
warung
87
wawancara Entin masyarakat Gumulunglebak, selasa 18 juni 2024, di
depan warung
wawancara Nelly masyarakat Gumulunglebak, selasa 18 juni 2024, di
depan warung
wawancara Silviani masyarakat Gumulunglebak, selasa 18 juni 2024,
dirumah narasumber
wawancara Ayu Rayani masyarakat Gumulunglebak, selasa 18 juni 2024,
dirumah narasumber
88
A. LAMPIRAN 1-GAMBAR
Gambar I Keterangan
Wawancara bersama kepala desa
Gumulunglebak
Gambar II Keterangan
Wawancara bersama kepala urusan
perencanaan
Gambar III Keterangan
Wawancara bersama masyarakat
89
Gambar IV Keterangan
Wawancara bersama masyarakat
dan ketua RW 02
Gambar V Keterangan
Wawancara bersama masyarakat
Gambar VI Keterangan
Wawancara bersama masyarakat
Gambar VII Keterangan
90
Balai desa Gumulunglebak
Gambar VIII Keterangan
Wawancara bersama RW 03 dan
petugas kebersihan balai desa
Gumulunglebak
B. LAMPIRAN 2 – DAFTAR PERTANYAAN WAWANCARA
a. daftar wawancara kepala desa
Dalam daftar wawancara ini berfungsi untuk menjawab rumusan
masalah yang peneliti mengambil judul ”EFEKTIFITAS
PENGELOLAAN KEUANGAN DESA DI DESA GUMULUNGLEBAK
DIHUBUNGKAN DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 14
TAHUN 2008 TENTANG KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK”
Berikut daftar pertanyaan wawancara untuk menjawab rumusan masalah :
91
1. Biodata singkat kepala desa
2. Berapa lama bapak sudah menjabat sebagai kepala desa di desa
Gumulunglebak?
3. Pekerjaan apa saja yang sudah terealisasikan selama bapak menjabat
kepala desa?
4. Apa saja faktor kendala informasi publik dalam pengelolaan dana desa
baik internal maupun eksternal?
5. Menurut bapak seberapa penting keterbukaan informasi publik bagi
masyarakat?
6. Bagaimana efektifitas atau solusi untuk desa Gumulunglebak?
7. Bagaimana dampak dana desa bagi kemajuan desa,menurunkah atau
meningkat ?
8. Bagaimana proses yang harus dilalui masyarakat untuk dapat
berpartisipasi dalam rapat tahunan desa?
9. Siapa saja yang berhak dalam melakukan perencanaan penyusunan
anggaran dan kegiatan pembangunan desa dan pengelolaannya?
10. Anggaran dana desa per tahun diterima berapa banyak ?
11. Kepada siapa laporan pertanggungjawaban penggunaan dana desa
dilaporkan ?
92
b. daftar wawancara masyarakat
1. Bagaimana kepuasan saudara tentang prosedur pelayanan di balai desa
Gumulunglebak?
2. Bagaimana pendapat saudara tentang pelayanan kecekatan petugas
desa?
3. Apakah semua masyarakat atau sebagian masyarakat ikut berperan
dalam kegiatan pembangunan desa?
4. Sejauh mana anda mengetahui Undang-Undang Keterbukaan
Informasi Publik?
5. Jika terdapat forum musyawarah, adakah kesempatan untuk
berpendapat?
6. Apakah saudara pernah melihat atau membaca baliho APBDesa secara
langsung?
7. Apakah masyarakat puas dengan kinerja pemerintah desa dalam
pemanfaatan dana desa?
8. Apakah perencanaan pembangunan infrastruktur desa sudah sesuai
dengan yang diharapkan oleh masyarakat?
9. Apakah saudara pernah mendapat bantuan dana desa?
10. Faktor apa saja yang mempengaruhi masyarakat memperoleh
informasi dari desa?
93
C. LAMPIRAN 3 – TRANSKIP WAWANCARA
Transkip wawancara 1
Waktu Wawancara : 25 Maret 2024
Lokasi Wawancara : Kantor balai desa Gumulunglebak kecamatan Greged
Kabupaten Cirebon
Profil Narasumber
Nama : Akman Sodikin
Umur : 39 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Jabatan : Kepala desa Gumulunglebak
Hasil wawancara
keterangan Tanya jawab
peneliti selamat siang pak, terimakasih atas kesempatan nya dan
terimakasih bapak sudah meluangkan waktunya untuk menjadi
narasumber saya.
Narsumber siang, iya teh sama-sama
Peneliti baik pak, perkenalkan biodata singkat bapak
Narasumber Nama Akman Sodikin jabatan sebagai kepala desa, alamat
94
dusun 3 RT.04/RW.06 Desa Gumulunglebak kecamatan
Greged kabupaten Cirebon
Peneliti berapa lama bapak sudah menjabat disini?
Narasumber sudah 2 tahun teh.
Peneliti Pekerjaan apa saja yang sudah terealisasikan selama bapak
menjabat kepala desa?
Narasumber banyak, contohnya mengalokasikan anggaran desa yag sudah
disepakati dan tercantum dalam APBDesa.
Peneliti Apa saja faktor kendala informasi publik dalam pengelolaan
dana desa baik internal maupun eksternal?
Narasumber didesa kami faktornya ialah kurang aktif dalam mengelola
sosial media.
Peneliti Menurut bapak seberapa penting keterbukaan informasi publik
bagi masyarakat?
Narasumber Sangat penting, salah satu kewajiban nya untuk transparansi
kepada masyarakat walaupun dalam faktanya kami kurang
aktif ya teh dalam bermedia sosial.
Peneliti Oke pak, menurut bapak bagaimana efektifitas atau solusi
untuk desa Gumulunglebak?
Narasumber Sewajarnya, perihal anggaran sudah saya cantumkan di baliho
depan, tidak hanya dibaliho, dimedia sosial milik pribadi saya
sering menginformasikan tentang desa Gumulunglebak.
Peneliti Bagaimana dampak dana desa bagi kemajuan
95
desa,menurunkah atau meningkat ?
Narasumber Meningkat, yang tadinya tidak ada masjid, lapangan sekarang
lagi proses pengerjaan, jalanan rusak sekarang alhamdulillah
sudah diperbaiki.
Peneliti Bagaimana proses yang harus dilalui masyarakat untuk dapat
berpartisipasi dalam rapat tahunan desa?
Narasumber Kami selalu mengadakan musrembang dan musdes setiap
tahun dan setiap akan mengadakan kegiatan didesa. Kami akan
mengambil perwakilan dar RT maupun RW dan karang taruna.
Peneliti Siapa saja yang berhak dalam melakukan perencanaan
penyusunan anggaran dan kegiatan pembangunan desa dan
pengelolaannya?
Narasumber Kalau dalam perencanaan itu kan melalui musyawarah desa
yang dilibatkan untuk perwakilan-perwakilan masyarakat dari
unsur tokoh-tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan,
kemudian dari RT dan RW.
Peneliti Anggaran dana desa per tahun diterima berapa banyak ?
Narasumber Dana desa yang diterima tahun 2024 anggarannya sebanyak
Rp. 2.953,713.000, tapi tiap tahun berbeda-beda jumlah
anggaran yang diterima.
Peneliti Oke terakhir pak. Kepada siapa laporan pertanggungjawaban
penggunaan dana desa dilaporkan ?
Narasumber Laporan dilaporkan ke pihak atasan BPD, Inspektorat dan
96
Pemerintah Daerah.
Peneliti Baik pak terimaksih banyak atas ketersediaan waktunya untuk
menjawab semua pertanyaan saya.
Narasumber Iya teh sama-sama.
Transkip wawancara 2
Waktu Wawancara : 09 Juli 2024
Lokasi Wawancara : Kantor balai desa Gumulunglebak kecamatan Greged
Kabupaten Cirebon
Profil Narasumber
Nama : Eka Budiyawan
Umur : 30 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Jabatan : Ketua Urusan Perencanaan
97
Hasil wawancara
Peneliti Selamat siang pak, terimakasih sudah menyempatkan waktunya
untuk saya.
Narasumber Siang teh, iya sama-sama
Peneliti Baik langsung saja ya pak, saya datang disini untuk menanyakan
perihal data penduduk, mata pencaharian, dan adat istiadat desa
Gumulunglebak,.
Narasumber Baik teh,
Peneliti Untuk jumlah penduduk didesa Gumulunglebak ada berapa jiwa?
Narasumber Dengan sumber dari KK (Kartu Keluarga), KK laki-laki ada
2575, perempuan 373, dengan jumlah penduduk laki-laki 5465
jiwa dan perempuan 4727 jiwa dengan jumlah 1193.000 jiwa.
Penduduk desa dibagi menjadi 3 Dusun yaitu:
1. dusun 1 dengan jumlah penduduk 2.958 jiwa, laki-laki 1.394
jiwa dan perempuan 1.564 jiwa dengan KK 932
2. dusun 2 dengan jumlah penduduk 3.238 jiwa, laki-laki 1.713
jiwa dan perempuan 1.525 jiwa dengan KK 1.007
3. dusun 3 dengan jumlah penduduk 3.996 jiwa, laki-laki 2.188
jiwa dan perempuan 1.808 jiwa dengan KK 1134
Peneliti Baik, untuk mata pencaharian nya rata-rata apa ya pak?
Narasumber Untuk mata pencaharian rata-rata disini buruh, dan ada beberapa
mata pencaharian dan jumlah nya yaitu:
98
1. Buruh 1.9111 orang.
2. Wirausaha 823 orang.
3. Pedagang 575 orang.
4. Perdagangan 131 orang.
5. Karyawan swasta 109 orang
6. Buruh tani perkebunan 53 orang.
7. Petani 36 orang.
8. Guru 35 orang.
9. Sopir 25 orang.
10. PNS 16 orang.
11. Pensiunan 11 orang
12. Honorer 11 orang.
13. Nelayan 04 orang
14. Pelajar/ mahasiswa 1.711 orang.
15. Ibu rumah tangga (IRT) 2.636 orang.
Peneliti Untuk adat istiadat sendiri apakah ada acara khusus pak?
Narasumber Adat istiadat sih paling tahlilan, sedekah cai, sedekah bumi,
sedekah muludan.
Peneliti Baik pak, untuk tambahan melengkapi profil desa jumlah sekolah
SD sampai SMK disini ada berapa pak?
Narasumber Untuk tingkatan SD/ sederajat ada 2, SMP/Sederajat ada 1 dan
SMK/Sederajat ada 2.
Peneliti Pak terimaksih banyak sudah menyempatkan waktunya untuk
99
menjawab semua pertanyaan saya.
Narasumber Iya teh sama-sama.
Transkip wawancara 3
Waktu Wawancara : 18 Juni 2024
Lokasi Wawancara : Di rumah Narasumber
Profil Narasumber
Nama : Silviani
Umur : 23 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Jabatan : Masyarakat/mahasiswi
Hasil wawancara
Peneliti Selamat siang bu, bisa minta waktunya sebentar untuk saya
Tanya-tanya seputar desa Gumulunglebak?
Narasumber Oh iya teh silahkan
Peneliti Bagaimana kepuasan saudara tentang prosedur pelayanan di
100
balai desa Gumulunglebak?
Narasumber Cukup puas karena aparatur desa ramah.
Peneliti Bagaimana pendapat saudara tentang pelayanan kecekatan
petugas desa?
Narasumber Untuk kecekatan tergantung the kadang lelet dan juga tidak,
tergantung aparatur desa yang melayani nya. Tetapi kebanyakan
cekatan dan terbuka.
Peneliti Apakah semua masyarakat atau sebagian masyarakat ikut
berperan dalam kegiatan pembangunan desa?
Narasumber Tidak semua masyarakat, hanya perwakilan saja dari RT/RW,
dan hanya sesepuh nya aja.
Peneliti Sejauh mana anda mengetahui Undang-Undang Keterbukaan
Informasi Publik?
Narasumber Tidak tahu, karena tidak pernah ada sosialisasi the.
Peneliti Jika terdapat forum musyawarah, adakah kesempatan untuk
berpendapat?
Narasumber Ada teh pasti, jika diberikan kesempatan.
Peneliti Apakah masyarakat puas dengan kinerja pemerintah desa dalam
pemanfaatan dana desa?
Narasumber Puas karena adanya informasi.
Peneliti Apakah perencanaan pembangunan infrastruktur desa sudah
sesuai dengan yang diharapkan oleh masyarakat?
Narasumber Belum sesuai karena jalan nya masih banyak yang kurang
101
bagus.
Peneliti Apakah saudara pernah melihat atau membaca baliho APBDesa
secara langsung?
Narasumber Tidak pernah.
Peneliti Apakah saudara pernah mendapat bantuan dana desa?
Narasumber Tidak pernah karena orang tua saya yang dapat.
Peneliti Faktor apa saja yang mempengaruhi masyarakat memperoleh
informasi dari desa?
Narasumber Fakornya dari keingintahuan dari masyarakat.
Peneliti Baik, terimakasih bu sudah menyempatkan waktunya untuk bisa
saya diwawancarai.
Narasumber Iya teh sama-sama
102
Transkip wawancara 4
Waktu Wawancara : 09 Juli 2024
Lokasi Wawancara : Di rumah Narasumber
Profil Narasumber
Nama : Ipul
Umur : 29 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Jabatan : Masyarakat
Hasil wawancara
Peneliti Selamat malam pak, bisa minta waktunya sebentar untuk saya
Tanya-tanya seputar desa Gumulunglebak?
Narasumber Oh iya teh silahkan
Peneliti Bagaimana kepuasan saudara tentang prosedur pelayanan di
balai desa Gumulunglebak?
Narasumber Kalau kepuasan atau menanggapinya masih terbilang bagus
diangka 80% karena memang sudah tidak ada lagi pungutan-
pungutan liar, kedua memang desa sedang melayani masyaraka
dengan baik sesuai SOP.
103
Peneliti Bagaimana pendapat saudara tentang pelayanan kecekatan
petugas desa?
Narasumber Sejauh ini desa sangat cekatan dan transparan ketika ada
masyarakat yang menanyakan tentang APBDesa atau ADD,
tidak hanya disitu desa sangat melayani masyarakat dengan baik
disegala keperluan masyarakat tersebut.
Peneliti Apakah semua masyarakat atau sebagian masyarakat ikut
berperan dalam kegiatan pembangunan desa?
Narasumber Semua masyarakat ikut andil dalam segala bentuk perencanaan
desa.
Peneliti Sejauh mana anda mengetahui Undang-Undang Keterbukaan
Informasi Publik?
Narasumber Kalau undang-undang saya belum baca tapi melihat beberapa
disosial media itu memang harus setiap desa itu mencantumkan
di baligho tentang keterbukaan informasi publik tentunya lebih
ke APBDesa ataupun ADD yang akan digelar satu tahun
kedepan.
Peneliti Jika terdapat forum musyawarah, adakah kesempatan untuk
berpendapat?
Narasumber Ada the, karena disitu kesempatan aparat desa untuk
menginstropeksi segala kekurangan dan kelebihan nya untuk
melayani masyarakat.
Peneliti Apakah masyarakat puas dengan kinerja pemerintah desa dalam
104
pemanfaatan dana desa?
Narasumber Cukup puas.
Peneliti Apakah perencanaan pembangunan infrastruktur desa sudah
sesuai dengan yang diharapkan oleh masyarakat?
Narasumber Sudah sesuai karena jalan desa Gumulunglebak sudah
diperbaiki sedikit demi sedikit.
Peneliti Apakah saudara pernah melihat atau membaca baliho APBDesa
secara langsung?
Narasumber Tau karena ada dipapan reklame, apalagi tahun ini setiap bulan
ada bansos beras bulog.
Peneliti Apakah saudara pernah mendapat bantuan dana desa?
Narasumber Saya pribadi belum pernah mendapat bantuan karena saya juga
bertugas diwilayah situ, saya juga sebagai pendamping sosial
tidak boleh menerima bantuan apa pun.
Peneliti Faktor apa saja yang mempengaruhi masyarakat memperoleh
informasi dari desa?
Narasumber Karena memang melihat desa Gumulunglebak tidak punya akun
sosial media kita hanya mendengarkan dari cerita orang-orang
ataupun temen-temen yang terlibat didalamnya termasuk karang
taruna yang mungkin perhari ini masuk dan dilibatkan untuk
mengikuti MUSREMBANG (Musyawarah perencanaan
pembangunan) jadi setiap tahun desa akan melakukan
musyawarah desa dengan masyarakat, tokoh pemuda, ulama
105
untuk merencanakan pembangunan kedepan baik insprastruktur
maupun sumber daya manusia.
Peneliti Baik pak terimakasih atas waktu dan kesempatan nya untuk
menjawab semua pertanyaan saya.
Narasumber Iya teh sama-sama.
D. LAMPIRAN 4 – KUISIONER PARTISIPASI MASYARAKAT
Nama:
Teks jawaban singkat
Umur:
Teks jawaban singkat
Jenis kelamin:
Teks jawaban singkat
Masyarakat desa terlibat dalam pengambilan keputusan program-program
desa.
*
Setuju
Tidak Setuju
Ragu-Ragu
Sangat Tidak s
Masyarakat desa terlibat aktif dalam rapat dengar pendapat atau penetapan
anggaran desa.
Setuju
Tidak Setuju
106
Ragu-Ragu
Sangat Tidak S
APBDesa disepakati secara bersama.
Setuju
Tidak Setuju
Ragu-Ragu
Sangat Tidak S
Pemerintah desa dilarang melakukan pungutan sebagai penerimaan desa selain
yang ditetapkan dalam peraturan desa.
Setuju
Tidak Setuju
Ragu-Ragu
Sangat Tidak S
Bendahara desa melakukan pembuatan buku kas umum.
Setuju
Tidak Setuju
Ragu-Ragu
Sangat Tidak S
Kepala desa menyampaikan laporan realisasi APBDesa kepada
bupati/walikota.
Setuju
Tidak Setuju
Ragu-Ragu
Sangat Tidak S
Kepala desa memyampaikan laporan semester pertama berupa laporan
realisasi APBDesa.
Setuju
Tidak Setuju
Ragu-Ragu
Sangat Tidak S
Kepala desa menyampaikan lapotan keterangan penyelenggaraan pemerintah
desa secara tertulis kepada BPD setiap akhir tahun anggaran.
Setuju
Tidak Setuju
107
Ragu-Ragu
Sangat Tidak S
Laporan pertanggungjawaban realisasi pelaksanaan APBDesa terdiri dari
pendapatan, belanja, dan pembiayaan.
Setuju
Tidak Setuju
Ragu-Ragu
Sangat Tidak S
Laporan pertanggungjawaban realisasi pelaksanaan APBDesa disampaikan
paling lambat 1 (satu) bulan setelah akhir tahun anggaran.
Setuju
Tidak Setuju
Ragu-Ragu
Sangat Tidak S
Program alokasi dana desa telah meningkatkan kemampuan lembaga
kemasyarakatan di desa dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian
pembangunan secara partisiptif.
Setuju
Tidak Setuju
Ragu-Ragu
Sangat Tidak S
Program alokasi dana desa telah meningkatkan penyelenggaraan pemerintah
desa dalam melaksanakan pembangunan, dan kemasyarakatan sesuai
kewenangan nya.
Setuju
Tidak Setuju
Ragu-Ragu
Sangat Tidak S
Program alokasi desa telah meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan desa
dalam melaksanakan pelayanan pemerintahan.
Setuju
Tidak setuju
Ragu-Ragu
Sangat Tidak S
108
Kepala desa mengelola kembali sosial media desa baik facebook, instagram,
twitter,dll.
Setuju
Tidak Setuju
Ragu-Ragu
Sangat Tidak S
Masyarakat desa memberikan penilaian pelaksanaan anggaran desa
*
Setuju
Tidak Setuju
Ragu-Ragu
Sangat Tidak S
E. Link Kuisioner Partisipasi Masyarakat
[Link]
rr29bKgA3HV4PLQ/edit
109