0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan3 halaman

Prosedur Operasional Sopir Ambulans

Dokumen ini adalah Standar Prosedur Operasional (SPO) untuk pelayanan ambulans terpadu di Kabupaten Tojo Una Una, yang mencakup prosedur yang harus diikuti oleh sopir ambulans dalam merespon keadaan darurat. Tujuannya adalah untuk memberikan penanganan yang cepat, tepat, dan aman kepada korban atau penderita. Prosedur ini juga mencakup tahapan persiapan, perjalanan menuju lokasi, dan penanganan setelah pasien dipindahkan.

Diunggah oleh

delvianabito26
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai XLSX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan3 halaman

Prosedur Operasional Sopir Ambulans

Dokumen ini adalah Standar Prosedur Operasional (SPO) untuk pelayanan ambulans terpadu di Kabupaten Tojo Una Una, yang mencakup prosedur yang harus diikuti oleh sopir ambulans dalam merespon keadaan darurat. Tujuannya adalah untuk memberikan penanganan yang cepat, tepat, dan aman kepada korban atau penderita. Prosedur ini juga mencakup tahapan persiapan, perjalanan menuju lokasi, dan penanganan setelah pasien dipindahkan.

Diunggah oleh

delvianabito26
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai XLSX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PELAYANAN AMBULANS TERPADU

STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO)

Pemerintah Kabupaten Tojo Una Una


Dinas Kesehatan
PEMERINTAH ACEH
JL. Sultan Hasanuddin No. 155 Telepon (0464) 21877
DINASAmpana
KESEHATAN
- 94683
UPTD PUSAT PENANGGULANGAN SOPIR AMBULANCE
KRISIS KESEHBanda Aceh 23241

Halaman
No. Dokumen No. Revisi
1/1

PROSEDUR TETAP Ditetapkan di Ampana,


Dinas Kesehatan Kabupaten Tojo Una Una

kegiatan yang dilakukan oleh sopir ambulans


dalam merespon keadaan-keadaan darurat
PENGERTIAN
Undang-Undang No. 24 Tahun 2007, Tentang
Untuk menolong korban/
Penanggulangan penderita secara cepat,
Bencana.
TUJUAN
tepat dan aman.
1.
Undang-Undang Kesehatan Nomor 36 Tahun
2.
2009, Tentang
KepMenkes [Link].
882/Menkes/SK/X/2009 Tentang
KEBIJAKAN 3.
Pedoman Penanganan
Permenkes Evakuasi medis.
No. 64/Menkes/SK/X/2013 Tentang
4.
Penanggulangan Krisis Kesehatan.

Referensi
A. Tahapan Persiapan
1. Pastikan mobil ambulance dalam keadaan
baik, bersih dan siap pakai.
- BBM tersedia ( Minimal Stenga )
- Ban mobil kondisi baik
- Semua lampu mobil berfungsi dengan baik
- Sirene berfungsi dengan baik
Rem, Gas dan Kopling berfungsi dengan
-
baik
2. Sopir mengecek semua kelengkapan alat yg
tersedia dalam mobil Ambulance.

B. Tahap Menuju Lokasi


1. Setelah mendapatkan panggilan, driver
mengarahkan mobil ambulance menuju
ketempat kejadian
2. Jika panggilan bukan darurat yang
mengancam nyawa, maka hanya lampu
rotator yang dinyalakan.
3. Jika penggilan darurat mengancam nyawa,
maka dibolehkan membunyikan sirine untuk
memperoleh kesempatan mendahului
kenderaan di depannya (Kondisi
disesuaikan).
4. Kecepatan ambulans 40-80 km/ jam (sesuai
kondisi)
PROSEDUR 5. Sopir ambulans harus mematuhi peraturan
lalu lintas yang benar

C. Setelah sampai di lokasi


1. Sopir memarkirkan kenderaan pada tempat
yang aman dan tidak mengganggu
kenderaan lain (Sesuai kondisi).
2. Sopir membantu perawat dan segera
mengeluarkan brankar dari mobil dan
membantu perawat membawa brankar
ketempat pasien yang akan dirujuk
3. Sopir membantu perawat menaikkan
brankar kedalam mobil dan menutup
pintu belakang mobil
D. Tahap Menuju Tempat Rujukan
1. Sopir dibolehkan membunyikan sirine untuk
memperoleh kesempatan mendahului
kenderaan di depannya (Kondisi
disesuaikan).
2. Kecepatan ambulans 40-80 km/ jam (sesuai
kondisi)
3. Sopir ambulans harus mematuhi peraturan
lalu lintas yang benar
E. Setelah sampai
Sesampai ditempatrujukan
ditempat Rujukansopir
1. memarkirkan mobil, membuka pintu
belakang mobil dan membantu perawat
menurunkan pasien dengan brankar dari
dalam mobil.
2. Setelah pasien dipindahkan sopir
menaikkan kembali brankar kedalam
mobil dan menutup pintu belakang

F. Saat ambulans kembali ke tempat semula


1. Kabarkan ke Call Center bahwa ambulans
dalam perjalanan kembali ke posko semula
dan siap menerima perintah & arahan
selanjutnya.
2. Alirkan udara terbuka ke dalam ambulans
jika diperlukan.
3. Perhatikan indicator bahan bakar, bila perlu
diisi ulang sampai penuh (Sesuai
kesepakatan system pengisian BBM ).
4. Bersihkan Ambulans dengan menggunakan
sarung tangan seperti : membersihkan darah,
muntahan, dan cairan tubuh lainnya yang
mengering di lantai Ambulance (Gunakan
cairan antiseptic & bilas dg air bersih).
5. Pisahkan atau kumpul sampah medis seperti
kapas, perban dan lainnya yang sudah
dibuka ke tempat sampah khusus yang telah
disiapkan walaupun belum dipakai dan
barang-barang sejenis.
6. Gunakan pengharum ruangan untuk
menetralisir bau muntah, urin, atau tinja.
7. Membantu perawat mengganti barang-
barang yang telah digunakan seperti :
- Segera ganti alat / barang disposable
(Sekali pakai) atau tdk layak pakai lagi di
ambulans berdasarkan prinsip -satu untuk
satu - seperti balut steril, perban, handuk,
masker oksigen sekali pakai, sarung
tangan sekali pakai, air steril, dan airways
(alat bantu jalan nafas) dll.
- Tukar barang-barang seperti bidai dan
spinal board yang digunakan oleh pasien.
Jika perlengkapan memang bisa ditukar,
segera periksa kelengkapan dan fungsi
perlengkapan dengan cepat.

G. Tahap pergantian Sip


1. Sebelum pertukaran sip sopir mengisi daftar
kelengkapan dan kekurangan alat yg telah
digunakan dalam ambulance
2. Membuat laporan kegiatan

PELAKSANA Sopir Ambulans PSC 119 yang Jaga.


1. Rumah Sakit

UNIT TERKAIT
PELAYANAN AMBULANS TERPADU
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR ( SOP )

Pemerintah Kabupaten Tojo Una Una


Dinas Kesehatan
JL. Sultan Hasanuddin No. 155 Telepon (0464) 21877
Ampana - 94683 CALL CENTER

Halaman
No. Dokumen No. Revisi
1/1

Ditetapkan di Ampana,
PROSEDUR TETAP Dinas Kesehatan Kabupaten Tojo Una Una

Suatu ruang lingkup kerja yang mengelola menerima


panggilan dari penelpon, sehingga menghasilkan
sebuah interaksi langsung dengan pembawa berita
melalui beragam media teknologi, didukung oleh pilar
PENGERTIAN proses, sumber daya manusia, pelayanan ambulans
yang, berlokasi di suatu tempat dengan memberikan
pengalaman tertentu bagi pembawa berita.

Untuk Aksesibilitas, Berkualitas (Nilai Kepuasan kepada


TUJUAN masyarakat), Serta No.
Undang-Undang memiliki Strategi
24 Tahun dalam
2007, berinteraksi
Tentang
yang di perlukan. Bencana.
Penanggulangan
1.

2. Undang-Undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009,


Tentang Kesehatan.
KEBIJAKAN 3. KepMenkes No. 882/Menkes/SK/X/2009 Tentang
Pedoman Penanganan Evakuasi medis.
4. Permenkes No. 64/Menkes/SK/X/2013 Tentang
Penanggulangan Krisis Kesehatan.
5. Surat Keputusan Kepala Dinas Kesehatan
1. Jika ada panggilan telepon dan radio
komunikasi ,petugas operator mengangkat telepon
ataupun radio komunikasi dan menjawab panggilan
dengan sopan dan santun memberi salam
2. Petugas Call Center menanyakan nama, alamat,
PROSEDUR keluhan, kondisi umum, nomor Hp yang bisa
dihubungi, Mengingatkan untuk menyiapkan Kartu
Jaminan Kesehatan
3. Kemudian petugas menganalisa laporan tersebut.
4. Petugas Call Center segera menindak lanjuti
informasi tersebut kepada petugas jaga dengan
cepat, dan tepat.
5. Sebelum pertukaran sip, petugas Call Center mengisi
daftar kelengkapan dan kondisi alat komunikasi
4. Membuat laporan kegiatan

PELAKSANA Call Center

UNIT TERKAIT 1. Rumah Sakit

Anda mungkin juga menyukai