0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
56 tayangan14 halaman

Program Manajemen Fasilitas Keselamatan Puskesmas

Keputusan Kepala UPTD Puskesmas Watukapu menetapkan Program Manajemen Fasilitas Keselamatan (MFK) untuk memastikan fasilitas kesehatan yang aman dan berfungsi baik bagi pasien, staf, dan pengunjung. Program ini mencakup pengelolaan risiko, manajemen bahan berbahaya, serta penanganan keadaan darurat dan bencana. Keputusan ini berlaku sejak 16 Januari 2024 dan bertujuan untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan di lingkungan Puskesmas.

Diunggah oleh

angeldopo90
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
56 tayangan14 halaman

Program Manajemen Fasilitas Keselamatan Puskesmas

Keputusan Kepala UPTD Puskesmas Watukapu menetapkan Program Manajemen Fasilitas Keselamatan (MFK) untuk memastikan fasilitas kesehatan yang aman dan berfungsi baik bagi pasien, staf, dan pengunjung. Program ini mencakup pengelolaan risiko, manajemen bahan berbahaya, serta penanganan keadaan darurat dan bencana. Keputusan ini berlaku sejak 16 Januari 2024 dan bertujuan untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan di lingkungan Puskesmas.

Diunggah oleh

angeldopo90
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

KEPUTUSAN

KEPALA UPTD PUSKESMAS WATUKAPU


NOMOR : Ksr.032.1/11/WTK/AKR/368/I/2024

TENTANG
PROGRAM MANAJEMEN FASILITAS KESELAMATAN (MFK)
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
KEPALA UPTD PUSKESMAS WATUKAPU

Menimbang : a. bahwa Puskesmas menjamin tersedianya fasilitas (fisik,


medis dan peralatan lainnya) yang aman, berfungsi dan
suportif bagi pasien, keluarga, staf dan pengunjung;
b. bahwa untuk mencapai tujuan pada poin a diatas, maka
fasilitas (fisik, medis dan peralatan lainnya) di
Puskesmas harus dikelola secara efektif untuk
mengurangi dan mengendalikan bahaya/resiko,
mencegah kecelakaan/cidera dan memelihara kondisi
aman;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana
dimaksud dalam huruf a dan b, perlu ditetapkan dengan
Keputusan Kepala UPTD Puskesmas Watukapu;
Mengingat : 1. Undang-undang RI Nomor 24 Tahun 2007 Tentang
Penanggulangan Bencana;
2. Undang-undang RI Nomor 17 Tahun 2023 tentang
Kesehatan;
3. Peraturan Menteri tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor
PER.04/MEN/1980 Tentang Syarat-Syarat Pemasangan
dan Pemeliharaan Alat Pemadam Api Ringan;
4. Peraturan Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri
Nomor 188/MENKES/PBI/I/2011 Tentang Pedoman
Pelaksanaan Kawasan Tanpa Rokok;
5. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Republik Indonesia Nomor P.56/MenLHK-Sekjen/2015
Tentang Tata Cara dan Persyaratan Teknis Pengelolaan
Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun dari Fasilitas
Pelayanan Kesehatan;
6. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 11 Tahun 2017
Tentang Keselamatan Pasien;
7. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 27 Tahun 2017
Tentang Pencegahan Pengendalian Infeksi di Fasilitas
Pelayanan Kesehatan;
8. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 31 Tahun 2018
Tentang Aplikasi Sarana, Prasarana, dan Alat Kesehatan;
9. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 52 Tahun 2018
Tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja;
10. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 25 Tahun 2019
Tentang Penerapan Manajemen Risiko Terintegrasi di
Lingkungan Kementrian Kesehatan;
11. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
Nomor 15 Tahun 2023 Tentang Pemeliharaan Alat
Kesehatan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan;

MEMUTUSKAN

Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA UPTD PUSKESMAS WATUKAPU


TENTANG PROGRAM MANAJEMEN FASILITAS
KESELAMATAN (MFK).
Kesatu : Menetapkan Program Manajemen Fasilitas Keselamatan
(MFK) berdasarkan identifikasi resiko.
Kedua : Lampiran dari keputusan ini merupakan bagian yang tidak
tepisahkan dari keputusan ini.
Ketiga : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkannya, dan
apabila di kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan
dalam penetapan ini akan diadakan perbaikan
sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di : Watukapu
pada tanggal : 16 Januari 2024
Kepala UPTD Puskesmas Watukapu,

MATEUS JAWA
LAMPIRAN
KEPUTUSAN KEPALA UPTD PUSKESMAS
WATUKAPU
NOMOR Ksr.032.1/11/WTK/AKR/368/I/2024
TANGGAL 16 Januari 2024
TENTANG PROGRAM MANAJEMEN FASILITAS
KESELAMATAN (MFK)

PROGRAM MANAJEMEN FASILITAS KESELAMATAN (MFK)

BAB 1
PENDAHULUAN

Manajemen Fasilitas Keselamatan di Puskesmas melaksanakan


program yang merupakan bagian dari komponen keselamatan dan
keamanan lingkungan fisik yang berupaya untuk mengelola semua resiko-
resiko yang mungkin terjadi di dalam pelayanan dan mempertahankan
kodisi aman bagi pasien, keluarga, staf dan pengunjung.
Manajemen sarana, prasarana, peralatan puskesmas dan
keselamatan dan keamanan lingkungan puskesmas dilaksanakan sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan dikaji dengan
memperhatikan manajemen resiko.
1.1. Latar Belakang
Fasilitas pelayanan kesehatan adalah tempat dan/atau alat yang
digunakan untuk menyelenggarakan pelayanan kesehatan kepada
perseorangan ataupun masyarakat dengan pendekatan promotif, preventif,
kuratif maupun rehabilitatif yang dilakukan oleh Pemerintah, pemerintah
daerah, dan/atau masyarakat (UU No. 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan).
Salah satu tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya
pelayanan kesehatan adalah Puskesmas.
Puskesmas sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama yang
memberikan pelayanan kepada masyarakat mempunyai kewajiban untuk
mematuhi peraturan perundangan yang terkait dengan bangunan,
prasarana, peralatan puskesmas dan menyediakan lingkungan yang aman
bagi pengguna layanan, pengunjung, petugas dan masyarakat termasuk
pasien dengan keterbatasan fisik diberikan akses untuk memperoleh
layanan.
Dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat maka
keberadaan fasilitas pelayanan kesehatan harus mencukupi. Di samping
ketersediaan fasilitas pelayanan kesehatan yang cukup, kualitas lingkungan
juga merupakan hal yang penting dalam pencapaian derajat kesehatan.
Puskesmas perlu menyusun program manajemen fasilitas dan
keselamatan (MFK) untuk menyediakan lingkungan yang aman bagi
pengguna layanan, pengunjung, petugas dan masyarakat. Program MFK
meliputi :
1. Manajemen Keselamatan dan Keamanan Fasilitas.
2. Manajemen bahan berbahaya beracun (B3) dan limbah B3.
3. Manajemen kedaruratan dan bencana.
4. Manajemen pengamanan kebakaran.
5. Manajemen alat kesehatan.
6. Manajemen sistem utilitas.
7. Pendidikan MFK.
1.2. Tujuan
1. Tujuan Umum
Tersedianya fasilitas dan lingkungan dalam rumah sakit yang
aman, berfungsi baik, danmemberikan lingkungan perawatan yang
aman bagi pasien, keluarga, staff, dan pengunjung.
2. Tujuan Khusus
1. Memberi jaminan keselamatan dan keamanan fasilitas.
2. Menetapkan dan menerapkan pengelolaan Bahan Berbahaya dan
Beracun (B3) serta limbah B3 sesuai dengan peraturan
perundang-undangan.
3. Menerapkan proses untuk pencegahan, penanggulangan bahaya
kebakaran dan penyediaan sarana jalan keluar yang aman dari
fasilitas sebagai respon terhadap kebakaran dan keadaan darurat
lainnya.
4. Menerapkan proses penanganan bencana untuk menanggapi
bencana yang berpotensiterjadi di wilayah Puskesmas.
5. Menetapkan dan menerapkan proses pengelolaan peralatan
medis.
6. Menetapkan dan melaksanakan proses untuk memastikan
semua sistem utilitas (sistem pendukung) berfungsi efidien
dan efektif yang meliputi pemeriksaan, pemeliharaan, dan
perbaikan sistem utilitas.
7. Pendidikan dan pelatihan seluruh pegawai Puskesmas.
1.3. Sasaran
Program manajemen fasilitas dan keselamatn dibuat untuk diterapkan
oleh seluruh pegawai di UPTD Puskesmas Watukapu.
BAB II
KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN

1. Manajemen Keselamatan dan Keamanan Fasilitas.


Keselamatan fasilitas adalah suatu keadaan tertentu pada
bangunan, halaman, prasarana, peralatan yang tidak menimbulkan
bahaya atau risiko bagi pengguna layanan, pengunjung, petugas
dan masyarakat.
a. Pengelolaan risiko keselamatan di lingkungan Puskesmas secara
komprehensif.
b. Penyediaan fasilitas pendukung yang aman untuk mencegah
kecelakaan dan cedera, penyakit akibat kerja, mengurangi bahaya
dan risiko aman bagi pasien, keluarga, staf dan pengunjung.
c. Pemeriksaan fasilitas dan lingkungan secara berkala dan
dilaporkan sebagai dasar perencanaan anggaran untuk
perbaikan, penggantian atau “upgdrading”.
d. Keamanan fasilitas adalah perlindungan terhadap kehilangan,
pengrusakan dan kerusakan, atau penggunaan akses oleh mereka
yang tidak berwenang.
e. Menjamin lingkungan yang aman dengan memberikan
identitas/tanda pengenal (badge nama sementara atau tetap) pada
pasien, staf, penunggu pasien ataupengunjung.
f. Melakukan pemeriksaan dan pemantauan keamanan fasilitas dan
lingkungansecara berkala dan membuat tindak lanjut perbaikan.
g. Pemantauan pada daerah berisiko keamanan sesuai penilaian risiko
di Puskesmas.
h. Melindungi semua individu yang berada di lingkungan rumah sakit
terhadap kekerasan, kejahatan, dan ancaman, dan
i. Menghindari terjadinya kehilangan, kerusakan, atau pengrusakan
barang milik pribadi maupun rumah sakit.
2. Manajemen bahan berbahaya beracun (B3) dan limbah B3.
Bahan berbahaya harus dikendalikan dan limbah bahan berbahaya
harus dibuang secara aman. Manajemen B3 dan limbah B3 meliputi:
a. Penetapan jenis dan area/lokasi penyimpanan B3 harus sesuai
ketentuan peraturan perundang-undangan;
b. Pengelolaan, penyimpanan, dan penggunaan B3 harus sesuai
ketentuan peraturan perundang-undangan;
c. Sistem pelabelan B3 harus sesuai ketentuan peraturan
perundang-undangan;
d. Sistem pendokumentasian dan perizinan B3 harus sesuai
ketentuan peraturan perundang-undangan;
e. Penanganan tumpahan dan paparan B3 harus sesuai
ketentuan peraturan perundang-undangan;
f. Sistem pelaporan dan investigasi jika terjadi tumpahan
dan/atau paparan harus sesuai ketentuan peraturan
perundang-undangan;
g. Pembuangan limbah B3 yang memadai harus sesuai
peraturan perundang-undangan;
h. Penggunaan alat pelindung diri (APD) harus sesuai
ketentuan peraturan perundang- undangan.
3. Manajemen kedaruratan dan bencana.
Manajemen kedaruratan dan bencana adalah tanggap terhadap wabah,
bencana dan keadaan kegawatdaruratan akibat bencana. Manajemen
kedaruratan dan bencana direncanakan dan efektif.
Manajemen kedaruratan dan bencana perlu disusun dalam upaya
menanggapi kejadian bencana, baik internal maupun eksternal yang
meliputi:
a. Identifikasi jenis, kemungkinan, dan akibat dari bencana
yang mungkin terjadi menggunakan Hazard Vulnerability
Assessment (HVA).
b. Menentukan peran Puskesmas dalam kejadian bencana.
c. Strategi komunikasi jika terjadi bencana.
d. Manajemen sumber daya.
e. Penyediaan pelayanan dan alternatifnya.
f. Identifikasi peran dan tanggung jawab tiap pegawai serta
manajemen konflik yang mungkin terjadi pada saat bencana,
dan
g. Peran Puskesmas dalam tim terkoordinasi dengan sumber
daya masyarakat yang tersedia.
4. Manajemen pengamanan kebakaran.
a. Pencegahan kebakaran melalui pengurangan risiko seperti
penyimpanan dan penanganan bahan-bahan yang mudah
terbakar secara aman, termasuk gas-gas medis yang mudah
terbakar seperti oksigen, penggunaan bahan non
combustible,bahan yang waterbase dan lainnya yang dapat
mengurangi potensi bahaya kebakaran.
b. Pengendalian potensi bahaya dan risiko kebakaran yang terkait
dengan konstruksi apapun di atau yang berdekatan dengan
bangunan yang ditempati pasien.
c. Penyedian rambu dan jalan keluar (evakuasi) yang aman serta
tidak terhalang apabila terjadi kebakaran
d. Penyedian fasilitas pemadaman api secara aktif meliputi APAR.
5. Manajemen alat kesehatan.
a. Identifikasi dan penilaian kebutuhan alat medik dan uji
fungsi sesuai ketentuan penerimaan alat medik baru.
b. Inventarisasi seluruh peralatan medis yang dimiliki oleh
Puskesmas dan peralatan medis kerja sama operasional (KSO)
milik pihak ketiga; serta peralatan medic yang dimiliki oleh staf
Puskesmas jika ada Inspeksi peralatan medis sebelum
digunakan.
c. Pemeriksaan peralatan medis sesuai dengan penggunaan dan
ketentuan pabrik secara berkala.
d. Pengujian yang dilakukan terhadap alat medis untuk memperoleh
kepastian tidak adanya bahaya yang ditemukan sebagai akibat
penggunaan alat.
e. Puskesmas melakukan pemeliharaan preventif dan kalibrasi, dan
seluruh prosesnya di dokumentasikan.
6. Manajemen sistem utilitas.
a. Ketersedian air dan listrik 24 jam setiap hari dan dalam
waktu 7 (tujuh) hari dalam seminggu secara terus menerus.
b. Membuat daftar inventaris komponen-komponen system
utilitas,memetakan pendistribusiannya, dan melakukan update
secara berkala.
c. Pemeriksaan, pemeliharaan, serta perbaikan semua
komponen utilitas yang ada di daftar inventaris.
d. Jadwal pemeriksaan, uji fungsi, dan pemeliharaan semua sistem
utilitas berdasar atas kriteria seperti rekomendasi dari pabrik,
tingkat risiko, dan pengalaman Puskesmas, dan
e. Pelabelan pada tuas-tuas kontrol system utilitas untuk
membantu pemadaman darurat secara keseluruhan atau
sebagaian saat terjadi kebakaran.
7. Pendidikan Manajemen Fasilitas Keselamatan (MFK)
a. Pelatihan program manajemen Keselamatan dan Keamanan
Fasilitas.
b. Pelatihan program manajemen bahan berbahaya beracun (B3)
dan limbah B3.
c. Pelatihan program manajemen kedaruratan dan bencana.
d. Pelatihan program manajemen pengamanan kebakaran.
e. Pelatihan program manajemen alat kesehatan.
BAB III
JADWAL KEGIATAN

BULAN
NO KEGIATAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 Menyusun Program Kerja MFK X
Membuat SK dan SOP terkait MFK X
Program Manajemen Keselamatan dan Keamanan
Fasilitas
Inspeksi Fasilitas Secara Berkala Yang Meliputi X X X X X X X X X X X X
Bangunan, Prasarana Dan Peralatan
2 Simulasi Bantuan Hidup Dasar (Code Blue) X
Simulasi keadaan darut bencana dan penanganan X
kebakaran (Code Red)
Debrifing Simulasi Code Red X X X X X X X X X X
Pembagian Jadwal Code Blue dan Code Red X X X X X X X X X X
Pemantauan terhadap pekerjaan konstruksi terkait X X X X X X X X X X X
keamanan dan pencegahan penyebaran infeksi
Program Manajemen Bahan Berbahaya Beracun (B3)
Dan Limbah B3
3 Inventarisasi B3 X X
Pemantaauan penyimpanan, dan penggunaan B3 X X X X X X X X X X X
Pemantaauan Pengelolaan Limbah B3 X X X X X X X X X X X
Simulasi Penggunaan SpillKit X
Program Manajemen Kedaruratan Dan Bencana
Identifikasi Risiko Terjadinya Bencana X
4 Berdasarkan Hasil Penilaian Kerentanan Bahaya
(HVA).
Menyediakan petunjuk arah evakuasi bencana dan titik X
kumpul
Pelaksanaan monev manajemen kedaruratan bencana X X X X

5 Program Manajemen Pengamanan Kebakaran


Simulasi APAR X
Debrifing simulasi APAR X
Inspeksi pengujian dan pemeliharaan terhadap jalur X X X X X X X X X X
evakuasi dan alat pemadam kebakaran (APAR)
Melakukan pemasangan larangan merokok X

Program Manajemen Alat Kesehatan


6 Inventarisasi Alat Kesehatan X
Pemeliharaan terhadap alat kesehatan secara X X X X X X
periodik
Pengusulan Kalibrasi X
Program Manajemen Sistem Utilitas
7 Inventarisasi sistem utilitas X
Melakukan pemantau secara rutin air, listrik dan gas X X X X X X X X X X X X
medik
Program pendidikan Manajemen Fasilitas
8 Keselamatan (MFK)
Pengusulan pelatihan bagi PJ MFK X
BAB IV
EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN

Evaluasi dan pelaporan program MFK dilakukan 3 bulan sekali.

Kepala UPTD Puskesmas Watukapu,

MATEUS JAWA

Anda mungkin juga menyukai