1.
Tema: Ramadhan dan Kesabaran
Assalamualaikum wr. wb.
Ibadah puasa adalah ibadah yang paling agung dalam
rangka mensucikan ruhani, membersihkan jiwa, menguatkan
sentimental agama dalam hati, dan menjadi bagian dari
upaya merekatkan hubungan seorang hamba dengan Rabb-
nya.
Orang yang berpuasa akan selalu ingat bahwa ia tengah
berpuasa sehingga ia selalu dalam keadaan ingat kepada
Allah. Hal ini menjadi faktor penting dalam memperbaiki
diri.
Puasa juga menjadi tempat latihan bagi kita, bagaimana cara
dan upaya dalam menjaga hawa nafsu, perilaku dan tindakan
kita agar tetap terjaga. Disinilah sifat sabar ditanamkan
dalam diri umat manusia.
Kemudian pertanyaannya adalah, apakah sabar hanya ketika
kita puasa saja? Tentu tidak, tapi dengan berpuasa kita
melatih diri untuk terbiasa sabar dalam menghadapi
berbagai ujian kehidupan.
ADVERTISEMENT
Karena ujian hidup adalah fitrah manusia, yang akan
dihadapi oleh setiap makhluk. Sikap sabar menghadapi
musibah adalah bentuk representasi ketangguhan diri
seorang hamba karena ia mampu menerima segala takdir-
Nya.
Ada tiga poin utama dalam kesabaran. Pertama, kesabaraan
memiliki nilai yang tinggi. Sabar adalah cara bertahan
terbaik ketika kondisi terburuk mendatangi kita.
Ketika seseorang berada di titik terendah dalam hidupnya,
barangkali ia akan merasakan yang namanya putus asa.
Namun dengan kesabaran pula orang akan bisa fight dan
survive dari segala bentuk kesulitan.
Kedua, kesabaran berdampak kepada perilaku dan sikap
dalam melihat suatu persoalan yang ada disekitar. Kita bisa
belajar dari musibah yang sudah kita hadapi atau kita lihat
baru-baru ini, seperti bencana alam. Sebagian dari mereka
kehilangan hartanya, anaknya dan orang-orang yang
tercinta. Namun dengan kesabaran inilah, segala persoalan
bisa dijalani dengan baik.
Ketiga, hakikat kesabaran sungguh menyadarkan kita atas
kekurangan pada diri kita sendiri. Yang mana kekurangan
bukanlah hal yang perlu ditangisi atau disesali.
Hal ini tentunya akan membuat rasa tergantung kita kepada
Allah SWT semakin kuat. Karena kita menyadari bahwa kita
tidak memiliki daya apapun selain bersabar untuk
menghadapi ujian kehidupan.
Terus berbenah diri dan jadilah orang-orang yang sabar
dalam menghadapi segala lini kehidupan.
2. Ramadhan Melatih Sabar Menghadapi Ujian
Bismillahirohmanirohim.
Assalamualaikum Warahmatullahi, Wabarakatuh.
Robis shrohli shodri way a shirli amri wah lul uqdatam
millisani yaf khohu khauli.
Alhamdulillahil ladzii an'ama bini’matil iimaani wal islam.
Wanushalli wanusallimu ‘alaa khairil anaam, sayyidinaa
muhammadin wa’alaa aalihii wasohbihi aj-ma’iin, amma
ba’du. Segala puji hanya milik Allahhu Rabbi.
Segala zat yang Maha Ghafur, zat yang Maha Syukur yang
telah memberikan beribu-ribu nikmat yang tidak terukur.
Nikmat iman, nikmat islam, sampai nikmat sehat wal afiat
sehingga kita bisa berkumpul di tempat yang insya allah
diberkahi Allah SWT.
Bapak dan ibu, saudara-saudari kaum muslimin yang di
rahmati Allah. Tema yang akan saya usung pada diskusi kali
ini adalah: Ramadhan Melatih Sabar Menghadapi Ujian.
Penjelasan Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di pada tafsir as-
Sa’di bahwasannya ujian yang diberikan bukan untuk
memalingkan mereka dari agama Allah, karena
sesungguhnya Allah tidak akan menyia-nyiakan keimanan
kaum mukminin. Allah memberikan kabar bahwa Dia hanya
akan menguji hamba-hambanya “dengan sedikit ketakutan
dan kelaparan” dengan sedikit dari keduanya. Karena jika
Allah menguji dengan seluruh ketakutan dan kelaparan
maka manusia akan binasa.
Maka dari itu, sikap seperti apa yang harus dilakukan oleh
mukmin yang baik? Al-Qur’an memberikan pedoman bagi
umat manusia dalam bersikap ketika menghadapi ujian.
Sikap yang harus dilakukan adalah bersabar.
Bersabar di sini memiliki makna tersendiri tidak cukup
hanya lisan kita mengucapkan bahwa kita adalah bagian dari
hamba yang bersabar. Tetapi, dapat tercermin dalam
tingkah laku kita.
Bersabar di sini bagi umat muslim adalah dengan tidak
mencaci-maki baik lisan maupun perbuatan terkait dengan
ujian yang sedang diterimanya. Dan bagi siapapun yang
dapat lolos dari ujian tersebut nanti akan memperoleh kabar
gembira atau bahasa lainnya adalah pahala yang tidak
terbatas.
Setelah kita menerima ujian, kita telah sabar dalam
menghadapinya maka menjadi lebih sempurna apabila kita
imbangi dengan tawakal. Melalui ibadah puasa di bulan
ramadhan kita, mari kita melatih rasa sabar dan tawakal kita
kepada Allah.
Cukup sekian diskusi singkat pada kali ini. jika ada salah
kata itu berasal dari saya pribadi dan jika ada kebenaran
tentunya hanya berasal dari Allah SWT.
ADVERTISEMENT
Wallahul Muwafiq ila aqwamit thoriq.
Tsuma assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
3. Ramadhan Bulan Mendidik Kesabaran