0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
28 tayangan3 halaman

SOP Persetujuan Tindakan Medis

Dokumen ini adalah SOP tentang informed consent untuk tindakan medis di Puskesmas Poleang, yang menjelaskan pentingnya memberikan informasi kepada pasien sebelum melakukan tindakan medis. Tujuannya adalah untuk memastikan persetujuan yang sah dan menghindari risiko hukum. Prosedur dan langkah-langkah yang harus diikuti dalam memberikan penjelasan serta mendapatkan persetujuan pasien juga diuraikan secara rinci.

Diunggah oleh

Muhammad Hatta
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
28 tayangan3 halaman

SOP Persetujuan Tindakan Medis

Dokumen ini adalah SOP tentang informed consent untuk tindakan medis di Puskesmas Poleang, yang menjelaskan pentingnya memberikan informasi kepada pasien sebelum melakukan tindakan medis. Tujuannya adalah untuk memastikan persetujuan yang sah dan menghindari risiko hukum. Prosedur dan langkah-langkah yang harus diikuti dalam memberikan penjelasan serta mendapatkan persetujuan pasien juga diuraikan secara rinci.

Diunggah oleh

Muhammad Hatta
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SOP INFORMED CONSENT

[Link]:SOP/00/
KMP/I/2023
SOP No. Revisi : 00
Tanggal Terbit:
Halaman :1/2

UPTD MUHAMMAD HATTA,SKM


PUSKESMASPOLEANG NIP. 19740412 199403 1 005

1. Pengertian Inform consent tindakan medis adalah suatu penjelasan


kepada pasien dan keluarganya yang akan dilakukan
tindakan medis, dimana penjelasan diberikan oleh petugas
puskesmas
2. Tujuan Sebagai acuan dlam langkah-langkah memberikan informasi
dan penjelasan kepada pasien sebagai bukti kekuatan
hukum
3. Kebijakan Surat Keputusan Kepala Puskesmas Poleang Nomor: ......
4. Referensi Peraturan menteri kesehatan nomor 290 tahun 2008 tentang
pesetujuan tindakan kedokteran (inform consent)
5. Langkah-langkah 1. Setelah pasien diperiksa status kesehatannya oleh
dokter, bila diperlukan suatu tindakan medis maka
dokter yang memeriksa harus memberikan informasi
selengkap-lengkapnya kecuali bila dokter menilai
bahwa informasi tersebut dapat merugikan
kepentingan kesehatan pasien
2. Pada saat dokter memberikan penjelasan kepada
pasien maka dokter harus menjelaskan mengenai :
a. Diagnosa penyakitnya
b. Manfaat dan urgensinya dilakukan tindakan
medis tersebut
c. Resiko dan komplikasi yang mingkin terjadi
d. Alternatif prosedur atau cara lain tindakan
medis tersebut
e. Konsekuensinya apabila tidak dilakukan
tindakan medis tersebut
f. Prognosis penyakit apabila tindakan medis
tersebut
g. Hari depan dari akibat penyakit tindakan medis
tersebut
h. Keberhasilan atau ketidakberhasilan tindakan
medis tersebut
3. Pelaksanaan inform consent tersebut dianggap benar
bila persetujuan atau penolakan tindakan medis
a. Diberikan tanpa paksa
b. Diberikan setelah mendapat informasi dan
penjelasan yang diperlukan
c. Dilakukan oleh pasien dewasa yang sehat
mental (lebih dari 21 tahun)
d. Bagi pasien dibawah umur 21 tahun dan tidak
mempunyai orang tua/wali atau orang tua wali
berhalangan hadir, maka persetujuan
diberikan oleh keluarga terdekat atau induk
semang dengan menandatangani format yang
disediakan
4. Persetujuan tindakan medis ini diperlukan untuk
tindakan medis bedah yang menggunakan narkose
umum, tindakan medis yang beresiko tingg. Tindakan
medis pada pasien gawat darurat yang tidak sadar
5. Bila pasien menolak dilakukan tindakan medis
terhadapnya setelah diberikan penjelasan yang cukup,
maka pasien harus menandatangani surat penolakan
tindakan medis.
6. Pada tindakan beresiko tinggi dan tindakan medis
bedah informed consent harus ditanda tangani oleh
pasien itu sendiri, dokter yang bertanggung jawab dan
2 orang saksi
7. Dalam hal pasien tidak sadar serta tidak didampingi
oleh keluarga terdekat dan secara medis brada dalam
keadaan gawat darurat yang perlu tindakan medis
segera untuk kepentinganny, maka lembar
persetujuannya dapat ditanda tangani oleh seorang
dokter dan para medis yang menangani pasien
tersebut atas sepengetahuan kepala puskesmas
8. Perluasan tindakan medis/operasi selain tindakan
medis yang telah disetujui tidak dibenarkan dilakukan
dengan alasan apapun juga kecuali apabila perluasan
tindakan medis tersebut terpaksa dilakukan untuk
menyelamatkan jiwa pasien
9. Setelah dilakukan perluasan tindakan medis/operasi
sebagaimana tersebut diatas dilakukan, dokter harus
memberikan informasi kepada pasien atau
keluarganya
10. Dokter yang akan melakukan tindakan medis
mempunyai tanggung jawab untuk memberikan
informasi dan penjelasan yang diperlukan. Apabila
berhalangan maka informasi dan penjelasan yang
harus diberikan dapat diwakilkan kepada para medis
dengan sepengetahuan dokter yang bersangkutan
11. Dalam hal ini tindakan medis yang bukan bedah
operasi dan tindakan non invasif lainnya maka
informasi dapat diberikan oleh dokter lain atau
paramedis dengan sepengetahuan atau petunjuk
dokter yang bertanggung jawab
6. Bagan alir
7. Unit terkait UGD, Rwat Inap, Persalinan/PONED, KB

Anda mungkin juga menyukai