0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
71 tayangan8 halaman

Asuhan Kebidanan Nifas: Kasus Mastitis

Dokumen ini adalah laporan refleksi kasus asuhan kebidanan nifas pada Ny. T, seorang ibu berusia 22 tahun yang mengalami mastitis. Penulis, Adriyah, menjelaskan kronologi, analisis, dan penanganan kasus tersebut, termasuk teknik menyusui yang tepat untuk mencegah mastitis. Laporan ini disusun sebagai syarat kelulusan pada Stase Nifas dan Menyusui di Program Studi Pendidikan Profesi Bidan ITSK RS dr Soepraoen.

Diunggah oleh

Kamrori Al Fatrie
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
71 tayangan8 halaman

Asuhan Kebidanan Nifas: Kasus Mastitis

Dokumen ini adalah laporan refleksi kasus asuhan kebidanan nifas pada Ny. T, seorang ibu berusia 22 tahun yang mengalami mastitis. Penulis, Adriyah, menjelaskan kronologi, analisis, dan penanganan kasus tersebut, termasuk teknik menyusui yang tepat untuk mencegah mastitis. Laporan ini disusun sebagai syarat kelulusan pada Stase Nifas dan Menyusui di Program Studi Pendidikan Profesi Bidan ITSK RS dr Soepraoen.

Diunggah oleh

Kamrori Al Fatrie
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

REFLEKSI KASUS

ASUHAN KEBIDANAN NIFAS


PADA NY. T USIA 22 TAHUN DENGAN MASTITIS
DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN IBU

Disusun untuk memenuhi persyaratan kelulusan


Pada Stase Nifas dan Menyusui
Program Studi Pendidikan Profesi Bidan ITSK RS dr Soepraoen

Disusun oleh
ADRIYAH
NIM : 23072146

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI BIDAN


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
INSTITUT TEKNOLOGI, SAINS DAN KESEHATAN RS dr SOEPRAOEN
TAHUN 2024
LEMBAR PENGESAHAN

REFLEKSI KASUS
ASUHAN KEBIDANAN NIFAS
PADA NY. T USIA 22 TAHUN P1 Ab0 DENGAN MASTITIS
DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN IBU

OLEH
ADRIYAH
NIM : 23072146

Pembimbing Lahan Pembimbing Institusi

(Bdn. [Link] [Link]) (Anik Purwati [Link].,[Link])


NIDN.8872930017

Mengetahui,
Ketua Prodi Kebidanan Sarjana Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan

Dr. Rifzul Maulina [Link].,[Link]


NIDN 0705098801
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah
senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayahNya sehingga kami dapat menyelesaikan
tugas Akhir stase Keluarga Berencana. Sholawat serta salam senantiasa tercurahkan
kepada junjungan Nabi besar Muhammad SAW.
Kami menyadari bahwasanya laporan refleksi kasus ini jauh dari sempurna.
Oleh karena itu kami menerima kritik dan saran yang membangun agar pembuatan
makalah kami dapat lebih baik lagi dimasa yang mendatang. Dalam kesempatan ini
penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada:
1. Kolonel (Ckm) Arief Efendi, [Link]., SH (Adv), [Link].,Ners.,MM.,[Link]
selaku Rektor Institut Teknologi, Sains dan Kesehatan RS dr Soepraoen
2. Dr. Ardhiles Wahyu Kurniawan [Link].,Ners.,[Link] selaku Dekan Fakultas
Ilmu Kesehatan, ITSK RS dr Soepraoen
3. Dr. Rifzul Maulina [Link].,[Link] selaku Kepala Prodi Sarjana Kebidanan dan
Pendidikan Profesi Bidan, ITSK RS dr Soepraoen
4. Anik Purwati [Link].,[Link] selaku Pembimbing Institusi ITSK RS dr Soepraoen
5. Bdn. [Link] [Link] selaku pembimbing lahan praktek di RS dr
Soepraoen
6. Ny T yang sudah bersedia untuk menjadi klien dalam kasus stase asuhan
kebidanan nifas.
Semoga laporan refleksi kasus ini bermanfaat bagi kita semua dan menjadi salah
satu sumber informasi yang layak diketahui terutama generasi muda sekarang ini.

Banjarbaru, April 2024

(Penulis)
LAPORAN REFLEKSI KASUS

ASUHAN KEBIDANAN NIFAS


PADA NY.T USIA 22 TAHUN P1Abo DENGAN MASTITIS
DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN IBU
Oleh:
Nama Mahasiswa : Adriyah
NIM : 23072146
Stase : Nifas dan menyusui
Pembimbing Institusi : Dr. Rifzul Maulina [Link].,[Link]
(Kronologi)
Pada hari Senin, 17 April 2024 merupakan hari pertama saya menempuh praktik
pendidikan profesi bidan di stase nifas yang bertempat di Praktik Mandiri Bidan Ibu. Di
PMB tidak banyak kasus yang saya temui pada masa nifas. Pada tanggal 28 April 2024
saya bertemu dengan seorang ibu nifas hari ke-10.
Dari hasil anamnesa Ibu mengatakan pada payudara kiri membengkak, terasa
nyeri dan berwarna kemerahan serta badannya juga terasa panas dikarnakan putting
susu lecet. Ibu merasa cemas namun ibu tetap menyusui bayinya dan ASInya kurang
lancar sejak tanggal 19 April 2024. Ibu mengatakan cemas dengan keadaannya karena
payudaranya membengkak, terasa nyeri dan berwarna kemerahan serta badannya juga
terasa panas, selain itu ibu juga sulit tidur, merasa bersalah, mudah tersinggung dan
berpikiran negatif terhadap bayinya. Ibu mengatakan saat ini tidak mempunyai penyakit
seperti Hipertensi, Asma, HIV/AIDS, TBC, DM dan mengatakan dahulu dan keluarga
pasien tidak pernah menderita penyakit menurun seperti hipertensi, DM dan riwayat
penyakit menular seperti hepatitis, TBC dan HIV/AIDS, dan tidak ada riwayat penyakit
degeneratif seperti tumor, kanker pada organ reproduksi.
Status perkawinan sah, nikah satu kali umur 20 tahun dengan suami umur 25
tahun lamanya 1 tahun dengan anak 1 orang. Riwayat menstruasi sebelum
menggunakan kontrasepsi menarche umur 15 tahun, siklusnya 28 hari, lamanya 5 hari,
banyaknya 3x ganti pembalut per hari, teratur, darahnya encer, warnanya merah segar
dan terdapatnya nyeri haid pada hari pertama menstruasi dan keputihan jika mendekati
menstruasi.
Saat dilakukan pemeriksaan, keadaan umum pasien baik hanya saja terdapat
benjolan pada payudara dan ada nyeri tekan dan lecet pada puting. Setelah itu saya
menjelaskan bahwa penyebab masalah ini salah satunya karena teknik menyusui yang
kurang tepat
(Alasan)
Saya mempersilahkan pasien untuk masuk ruangan pemeriksaan dan menjaga
privasinya. Setelah itu, pasien diukur tanda tanda vitalnya (tekanan Darah, Nadi,
Respirasi, Suhu) serata dilakukan pemeriksaan pada bagian payudara.
Setelah dilakukan pemeriksaan di dapatkan keadaan pasien baik hanya saja
benjolan pada payudara dan ada nyeri tekan dan lecet pada puting. Pemahaman saya
selama ini pada kasus yang dialami pasien hanya terbentuk dari pengetahuan teori yang
saya dapatkan selama kuliah dari dosen pengajar dan studi literatur dari jurnal dan
artikel tentang dampak teknik menyusui yang tidak tepat yaitu mastitis. Penilaian saya
terhadap kondisi pasien tersebut memiliki keadaan umum yang baik hanya saja sedang
mengalami mastitis. Hal tersebut cukup membuat saya tertarik dengan kasus ini.
(Analisis)
Diagnosa pada kasus ini Asuhan Kebidanan pada Ny T usia 22 tahun P 1Ab0
Nifas hari ke-10 dengan mastitis yang dalam keadaan umum baik sudah dilakukan
sesuai dengan teori dan jurnal yang menjadi refernsi penanganan asuhan ini.
Pasien datang dengan tujuan melakukan kontrol setelah melahirkan dengan
keluhan payudara bengkak dan putting lecet . Dalam pemeriksaan nifas ini saya
melakukan anamnese, pemeriksaan fisik, melakukan perawatan payudara dan
memberikan konseling tentang teknik menyusui yang tepat. Setelah dilakukan
pemeriksaan dan konseling, pasien sekarang tahu bahwa penyebab mastitis adalah
teknik menyusui yang kurang tepat.
(Penalaksanaan)
Pada kasus ini Ny T usia 22 Pasien datang dengan tujuan melakukan kontrol
setelah melahirkan dengan keluhan payudara bengkak dan putting lecet. Mastitis adalah
kejadian yang ditandai dengan adanya rasa sakit pada payudara yang disebabkan adanya
peradangan payudara yang bisa disertai infeksi maupun non infeksi (Tristanti,I, 2019).
Mastitis adalah peradangan payudara. Payudara menjadi merah, bengkak, terkadang
nyeri dan panas, serta suhu tubuh meningkat. Pada bagian dalam terasa ada masa padat
(lump),dan diluarnya kulit menjadi merah (Astuti, Sri dkk, 2015)
Menurut Vivian Nanny Lia Dewi dan Tri Sunarsih (2011) Selain pembesaran
berat, precursor dan tanda gejala mastitis biasanya tidak ada sebelum akhir minggu
pertama pascapartum. Selama masa itu, wanita mungkin mengalami gejala-gejala
pertama postpartum. Setelah masa itu wanita mungkin mengalami gejala-gejala berikut
ini.
1. Nyeri ringan pada salah satu lobus payudara, yang diperberat jika bayi menyusui.
2. Gejala seperti flu ; nyeri otot, sakit kepala, keletihan. Tanda dan gejala actual
mastitis meliputi hal-hal sebagai berikut.
a. Peningkatan suhu yang cepat dari (39,5-400C).
b. Peningkatan kecepatan nadi.
c. Menggigil.
d. Malaise umum, sakit kepala.
e. Nyeri hebat, bengkak, inflamasi, area payudara keras.
f. f) Mastitis yang tidak ditangani memiliki hamper 10% resiko terbentuknya
abses (Dewi, 2010)
Saat dilakukan pemeriksaan, keadaan umum pasien baik hanya saja didapatkan
bengkak pada payudara dan putting lecet. Menurut Varney (2007), penatalaksanaa
mastitis adalah sebagai berikut:
1. Seringnya menyusui dan mengosongkan payudara untuk mencegah statis.
2. Memakai bra dengan penyangga tetapi tidak terlalu sempit, jangan menggunakan
bra dengan kawat di bawahnya.
3. Perhatian yang cermat untuk mencuci tangan dan merawat payudara.
4. Pengompresan dengan air hangat pada area yang efektif pada saat menyusui untuk
memfasilitasi aliran susu.
5. Meningkatkan pemasukan cairan.
6. Istirahat, satu atau dua kali di tempat tidur.
7. Membantu kebutuhan prioritas ibu untuk mengurangi stress dan kelelahan dalam
kehidupannya.
8. Antibiotik, penisilin jenis penicillinase resisten atau cephalosporin.
9. Erythromicin dapat digunakan jika wanita alergi terhadap penisilin.
10. Diberi dukungan pada ibu.:
DAFTAR PUSTAKA

Hartanto, H. (2015). Keluarga Berencana dan Kontrasepsi. Jakarta: Pustaka Sinar


Harapan

Herawati, E (2022). Penetalaksanaan Spotting Pada Akseptor Lama KB Suntik 3 Bulan


di BPM Bd Eliryani., [Link] di Kab. Blega Bangkalan. STIKES Ngudi
Husada

Irianto, K. (2015). Pelayanan Keluarga Berencana. Bandung: Alfabeta. 2015. Gangguan


Reproduksi. Bandung: Alfabeta

Pinem, Saroha (2014). Kesehatan Reproduksi dan Kontrasepsi. Jakarta: Trans Info
Media

Satimah. (2019). Asuhan Kebidanan keluarga Berencana Pada Ny M Akseptor KB


Implan dengan Spotiing di Puskesmas keling II Jepara

Anda mungkin juga menyukai