0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan4 halaman

Prosedur Tim Code Blue Puskesmas Bawang

Tim Code Blue adalah tim terlatih yang merespon cepat untuk menyelamatkan pasien dalam kondisi darurat cardio respiratory arrest di Puskesmas. Prosedur mencakup langkah-langkah mulai dari aktivasi kode hingga resusitasi dan rujukan pasien. Dokumen ini juga mencantumkan kebijakan dan referensi terkait standar akreditasi kesehatan.

Diunggah oleh

ayh180789
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan4 halaman

Prosedur Tim Code Blue Puskesmas Bawang

Tim Code Blue adalah tim terlatih yang merespon cepat untuk menyelamatkan pasien dalam kondisi darurat cardio respiratory arrest di Puskesmas. Prosedur mencakup langkah-langkah mulai dari aktivasi kode hingga resusitasi dan rujukan pasien. Dokumen ini juga mencantumkan kebijakan dan referensi terkait standar akreditasi kesehatan.

Diunggah oleh

ayh180789
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

CODE BLUE

No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP
Tanggal Terbit :
Halaman : /
UPTD Tanda tangan
dr FARIDA HIRMAWATI
PUSKESMAS
197508022006042009
BAWANG 1

1. Pengertian Tim Code Blue adalah suatu tim yang terdiri dari
paramedis yang dibentuk sebagai tim terlatih yang
akan merespon secara cepat ke pasien untuk
melakukan Tindakan penyelamatan. Tim ini
dilengkapi dengan peralatan dan obat-obatan
emergency.

2. Tujuan 1. Memberikan resusitasi dan stabilisasi yang cepat


bagi korban yang mengalami kondisi darurat
cardio respiratory arrest yang berada dalam
Kawasan Puskesmas.

3. Kebijakan Surat Keputusan Kepala UPTD Puskesmas Bawang 2


Nomor 800/002/pusk.bwg2/23 tentang jenis-jenis
layanan puskesmas

4. Referensi - Peraturan Menteri Kesehatan no 34 tahun 2022


tentang standar akreditasi
5. Prosedur/ Langkah- langkah 1. Petugas Medis dan non medis yang
menemukan adanya orang dengan
kecurigaan ancaman gangguan nafas
dan sirkulasi segera melakukan
tindakan sebagai berikut:
a. Memastikan diri lingkungan dan
korban aman
b. Cek respon korban dengan
menepuk pundak
c. Bila tidak ada respon dan tidak
ada denyut nadi, petugas yang
menemukan korban bisa
berteriak aktifkan kode blue
beserta lokasi kejadian atau
bisa menghubungi operator
untuk mengaktifkan code blue
d. Penemu pertama selanjutnya
melakukan bantuan hidup dasar
sesuai dengan protab sampai
bantuan tim code blue tiba di
lokasi

2. Petugas yang mendengar atau


menerima permintaan mengaktifkan
code blue melalui alat pengeras suara
ke seluruh ruangan “ Mohon
perhatian seluruh tim, ada code blue
di ….. (sebutkan area kejadian)” dan
di ulang sebanyak 3 kali

3. Team code blue yang dipimpin oleh


dokter jaga dan perawat jaga datang
ke lokasi dengan rentang waktu
pengaktifan code blue ke lokasi
kejadian < 5 menit dengan membawa
tas emergency

4. Petugas code blue melakukan


pengambilalihan penanganan dan
tanggung jawab pasien.

5. Petugas Melakukan pemeriksaan


sirkulasi darah

6. Petugas melakukan RJP pada pasien


sesuai dengan ACLS jika tidak di
dapati denyut nadi.

7. Petugas melakukan cek nadi karotis


dengan waktu 3-5 detik, bila tidak
teraba denyut nadi, lakukan kompresi
jantung luar dengan cara 30 kompresi
dan 2x ventilasi dengan kecepatan
komresi 100x per menit (dengan 1
atau 2 penolong)
8. Petugas melakukan cek nadi karotis
ulang setelah 5 siklus komresi jantung
dan paru

9. Petugas melakukan evaluasi tindakan


diatas, jika belum berhasil, lakukan
intubasi dan pemasangan infuse jika
belum terpasang

10. Petugas member terapi sesuai sesuai


dosis/instruksi dokter : adrenalin 0,1
cc/kgBB dengan konsentrasi 1/10.000

11. Petugas melakukan CPR/resusitasi


maksimal 30 menit, jika tidak berhasil
atau setelah ada tanda kematian,
hentikan CPR, jika berhasil observasi
tanda vital, kesadaran,pupil dan
warna kulit.

12. Petugas membebaskan jalan nafas


apabila ada masalah pada
pernafasan:
a. Buka mulut pasien dengan
teknik cross finger, lihat adanya
benda – benda asing, bersihkan.
b. Posisi kepala extensi dengan
teknik head thil chin lift

13. Melakukan observasi pernafasan


dengan cara melihat,mendengar dan
merasakan (5-10detik), bila tidak ada
tanda – tanda nafas spontan lakukan
ventilasi buatan dengan 2x dengan
ambu bag

14. Petugas memposisikan ROSC


pasien setelah denyut nadi dan nafas
sudah kembali.

15. Lakukan rujukan ke RS segera

16. Mencuci tangan

17. Mendokumentasikan dalam rekam


medis pasien

6. Dokumen terkait Rekam Medis

7. Unit terkait Seluruh Unit

Anda mungkin juga menyukai