WALI KOTA TERNATE
PROVINSI MALUKU UTARA
PERATURAN WALI KOTA TERNATE
NOMOR 6 TAHUN 2024
TENTANG
TEKNIS PEMBERIAN TUNJANGAN HARI RAYA DAN GAJI KETIGA BELAS
YANG BERSUMBER DARI ANGGARAN PENDAPATAN
DAN BELANJA DAERAH TAHUN 2024
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
WALI KOTA TERNATE,
Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 17 ayat (2)
Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2024 tentang
Pemberian Tunjangan Hari Raya dan Gaji Ketiga Belas kepada
Aparatur Negara, Pensiunan, Penerima Pensiun, dan Penerima
Tunjangan Tahun 2024, perlu menetapkan Peraturan Wali
Kota tentang Teknis Pemberian Tunjangan Hari Raya dan Gaji
Ketiga Belas yang Bersumber dari Anggaran Pendapatan dan
Belanja Daerah Tahun 2024;
Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1999 tentang
Pembentukan Kotamadya Daerah Tingkat II Ternate
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor
45, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
3824);
2. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang
Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah
beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang
Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan
Pemerintah Pengganti Undang–Undang Nomor 2 Tahun
2022 tentang Cipta Kerja (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2023 Nomor 41, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 6856);
3. Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2024 tentang
Pemberian Tunjangan Hari Raya Dan Gaji Ketiga Belas
Kepada Aparatur Negara, Pensiunan, Penerima Pensiun,
dan Penerima Tunjangan Tahun 2023 (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2024 Nomor 50, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6911);
4. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 80 Tahun 2015
tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah (Berita
Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 2036)
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri
Dalam Negeri Nomor 120 Tahun 2018 tentang Perubahan
atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 80 Tahun
2015 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah (Berita
Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 157);
MEMUTUSKAN:
Menetapkan : PERATURAN WALI KOTA TENTANG TEKNIS PEMBERIAN
TUNJANGAN HARI RAYA DAN GAJI KETIGA BELAS YANG
BERSUMBER DARI ANGGARAN PENDAPATAN DAN
BELANJA DAERAH TAHUN 2024.
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Dalam Peraturan Wali Kota ini yang dimaksud dengan:
1. Daerah adalah Kota Ternate.
2. Pemerintahan Daerah adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh
Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah menurut asas
otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi seluas-luasnya
dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia
sebagaimana dimaksud dalam Undang–Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945.
3. Pegawai Negeri Sipil yang selanjutnya disingkat PNS adalah warga negara
Indonesia yang memenuhi syarat tertentu, diangkat sebagai Aparatur
Sipil Negara secara tetap oleh Pejabat Pembina Kepegawaian untuk
menduduki jabatan pemerintahan.
4. Pejabat Negara adalah Wali Kota, Wakil Wali Kota.
5. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang selanjutnya disingkat
Anggota DPRD adalah Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Ternate.
6. Calon Pegawai Negeri Sipil yang selanjutnya disebut CPNS adalah
Pegawai yang baru lulus tes seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri
Sipil tahap pertama dan Calon Pegawai Negeri Sipil belum mengikuti
kewajiban untuk memenuhi syarat sebagai Pegawai Negeri Sipil dengan
gaji 100 % (seratus persen).
7. Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja yang selanjutnya disebut
PPPK adalah warga Negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu,
yang diangkat berdasarkan perjanjian kerja untuk jangka waktu tertentu
dalam rangka melaksanakan tugas pemerintahan.
8. Hari Raya adalah hari raya Idul Fitri.
BAB II
PEMBERIAN TUNJANGAN HARI RAYA DAN GAJI KETIGA BELAS
Bagian Kesatu
Umum
Pasal 2
(1) Pemberian tunjangan Hari Raya dan Gaji Ketiga Belas diberikan kepada:
a. PNS dan Calon PNS;
b. Wali Kota, Wakil Wali Kota;
c. Pimpinan dan Anggota DPRD;
d. Pimpinan Badan Layanan Umum Daerah;
e. Pegawai Non Pegawai Aparatur Sipil negara pada perangkat daerah
yang menerapkan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum
Daerah; dan
f. PPPK.
(2) Tunjangan Hari Raya tidak diberikan kepada PNS:
a. sedang cuti diluar tanggungan negara; atau
b. sedang ditugaskan di luar instansi pemerintah baik di dalam negeri
maupun diluar negeri yang gajinya dibayar oleh instansi tempat
penugasan.
Bagian Kedua
Pemberian Tunjangan Hari Raya
Pasal 3
(1) Tunjangan Hari Raya bagi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1)
terdiri atas:
a. gaji pokok;
b. tunjangan keluarga;
c. tunjangan pangan;
d. tunjangan jabatan atau tunjangan umum; dan
e. tambahan penghasilan paling banyak sebesar yang diterima dalam
1 (satu) bulan bagi instansi pemerintah daerah yang memberikan
tambahan penghasilan dengan memperhatikan kemampuan kapasitas
fiskal daerah dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan.
(2) Dalam hal guru yang gaji pokoknya bersumber dari anggaran pendapatan
dan belanja daerah tidak menerima tambahan pengahasilan sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) huruf e, dapat diberikan paling banyak sebesar
tunjangan profesi guru atau paling banyak sebesar tambahan penghasilan
guru Aparatur Sipil Negara yang diterima dalam 1 (satu) bulan.
(3) Tunjangan Hari Raya dan gaji ketiga belas bagi Pimpinan dan Anggota
DPRD, paling banyak sebesar akumulasi dari uang representasi, tunjangan
keluarga, dan tunjangan jabatan pimpinan dan anggota DPRD sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur hak
keuangan dan administratif Pimpinan dan Anggota DPRD.
(4) Tunjangan Hari Raya dan gaji ketiga belas bagi:
a. pimpinan Badan Layanan Umum Daerah; dan
b. pegawai non-Pegawai Aparatur Sipil Negara yang bertugas pada
instansi pemerintah yang menerapkan pola pengelolaan keuangan
Badan Layanan Umum Daerah.
paling banyak sebesar tunjangan Hari Raya dan gaji ketiga belas yang
diberikan kepada PNS pada Badan Layanan Umum Daerah tersebut yang
pangkat, jabatan, peringkat jabatan, atau kelas jabatannya setara.
(5) Dalam hal penghasilan 1 (satu) bulan pada 2 (dua) bulan sebelum bulan
Hari Raya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) belum dibayarkan sebesar
penghasilan yang seharusnya diterima karena berubahnya penghasilan,
kepada yang bersangkutan tetap diberikan selisih kekurangan Tunjangan
Hari Raya.
(6) Penghasilan sebagaimana pada ayat (1) diberikan bagi CPNS meliputi:
a. 80 % (delapan puluh persen) dari gaji pokok PNS;
b. tunjangan keluarga;
c. tunjangan pangan;
d. tunjangan umum; dan
e. tambahan penghasilan paling banyak sebesar yang diterima dalam 1
(satu) bulan bagi instansi pemerintah daerah yang memberikan
tambahan penghasilan dengan memperhatikan kemampuan kapasitas
fiskal daerah dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan.
Bagian Ketiga
Pemberian Gaji Ketiga Belas
Pasal 4
Besaran Pemberian Gaji Ketiga Belas berlaku secara Mutatis Mutandis
terhadap Besaran Pemberian tunjangan Hari Raya.
BAB III
PEMBAYARAN
Pasal 5
(1) Tunjangan Hari Raya untuk Penerima Tunjangan sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 2 ayat (1) dibayarkan paling cepat 10 (sepuluh) hari kerja
sebelum tanggal Hari Raya.
(2) Dalam hal Tunjangan Hari Raya sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
belum dapat dibayarkan, Tunjangan Hari Raya dapat dibayarkan setelah
tanggal Hari Raya.
(3) Besaran tunjangan Hari Raya yang dibayarkan sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) didasarkan pada besaran komponen penghasilan yang
dibayarkan pada bulan Maret Tahun 2024.
(4) Gaji Ketiga Belas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 dibayarkan paling
cepat pada bulan Juni Tahun 2024.
(5) Dalam hal Gaji Ketiga Belas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) belum
dapat dibayarkan Gaji Ketiga Belas dapat dibayarkan setelah bulan Juni
Tahun 2024.
(6) Gaji Ketiga Belas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) besarannya yaitu
sebesar penghasilan 1 (satu) bulan pada bulan Mei Tahun 2024.
Pasal 6
Proses Pembayaran Tunjangan Hari Raya dan Gaji Ketiga Belas dilakukan
sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
BAB IV
PENDANAAN
Pasal 7
Pendanaan pemberian tunjangan hari raya dan gaji ketiga belas dapat
bersumber dari :
a. anggaran pendapatan dan belanja Daerah;
b. sumber pembiayaan lain yang sah dan tidak mengikat
BAB V
KETENTUAN PENUTUP
Pasal 8
Pada saat Peraturan Wali Kota ini mulai berlaku, Peraturan Wali Kota Ternate
Nomor 14 Tahun 2023 tentang Teknis Pemberian Tunjangan Hari Raya dan
Gaji Ketiga Belas yang Bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja
Daerah (Berita Daerah Kota Ternate Tahun 2023 Nomor 521), dicabut dan
dinyatakan tidak berlaku
Pasal 9
Peraturan Wali Kota ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan
Wali Kota ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Kota Ternate.
Ditetapkan di Ternate
pada tanggal 26 Maret 2024
WALI KOTA TERNATE,
ttd
M. TAUHID SOLEMAN
Diundangkan di Ternate
pada tanggal 26 Maret 2024
SEKRETARIS DAERAH KOTA TERNATE,
ttd
RIZAL MARSAOLY
BERITA DAERAH KOTA TERNATE TAHUN 2024 NOMOR 568