100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
2K tayangan9 halaman

Modul Ajar Deep Learning PJOK Kelas X

Modul ajar ini dirancang untuk mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di SMK Negeri Batu XX, dengan fokus pada permainan bola voli. Materi mencakup teknik dasar, strategi permainan, dan pengembangan karakter siswa melalui aktivitas fisik, serta penekanan pada pendekatan Deep Learning. Capaian pembelajaran mencakup keterampilan gerak, kerja sama tim, dan pemahaman tentang kesehatan dan kebugaran.

Diunggah oleh

riwantospd05
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
2K tayangan9 halaman

Modul Ajar Deep Learning PJOK Kelas X

Modul ajar ini dirancang untuk mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di SMK Negeri Batu XX, dengan fokus pada permainan bola voli. Materi mencakup teknik dasar, strategi permainan, dan pengembangan karakter siswa melalui aktivitas fisik, serta penekanan pada pendekatan Deep Learning. Capaian pembelajaran mencakup keterampilan gerak, kerja sama tim, dan pemahaman tentang kesehatan dan kebugaran.

Diunggah oleh

riwantospd05
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR DEEP LEARNING

MATA PELAJARAN : PJOK


BAB 4 : PERMAINAN BOLA VOLI

A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SMK Negeri Batu XX Pamatang Raya
Nama Penyusun : Riwanto Efendi Purba
Mata Pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga, & Kesehatan (PJOK)
Kelas / Fase /Semester : X/ E / Ganjil
Alokasi Waktu : 2 JP
Tahun Pelajaran : 2025/ 2026

B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK

C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN

D DIMENSI PROFIL LULUSAN

Tentu, Dias. Berikut adalah draf Modul Ajar (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) Mata
Pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMA/SMK Kelas X dengan
bab "Permainan Bola Voli" menggunakan pendekatan Deep Learning (Mindful Learning,
Meaningful Learning, Joyful Learning), dengan mengacu pada buku yang Anda unggah.

MODUL AJAR
Mata Pelajaran: Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK)
Fase: E
Kelas: X (Sepuluh)
Bab: Permainan Bola Voli
Alokasi Waktu:
A. Informasi Umum
● Nama Penyusun: Riwanto Efendi Purba
● Institusi: SMK
● Tahun Ajaran: 2025/2026
B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK
Identifikasi kesiapan peserta didik sebelum pembelajaran dapat dilakukan melalui
observasi saat aktivitas fisik sebelumnya, wawancara singkat, dan kuesioner minat:
● Pengetahuan Awal: Peserta didik kemungkinan besar sudah mengenal permainan
bola voli dari jenjang SMP, atau melalui media massa. Beberapa mungkin sudah
mengetahui aturan dasar dan beberapa teknik dasar (seperti passing bawah secara
intuitif). Namun, pemahaman mendalam tentang teknik, strategi, dan peraturan
mungkin masih terbatas.
● Minat: Minat peserta didik terhadap bola voli bervariasi. Beberapa mungkin sangat
antusias karena sering bermain atau menonton pertandingan. Ada pula yang mungkin
kurang tertarik karena merasa kurang terampil atau takut bola. Penting untuk
menciptakan lingkungan yang inklusif dan menyenangkan.
● Latar Belakang Fisik: Tingkat kebugaran dan kemampuan motorik peserta didik
berbeda-beda. Beberapa mungkin memiliki koordinasi dan kekuatan yang baik,
sementara yang lain mungkin perlu latihan lebih intensif. Perlu diperhatikan juga
kondisi kesehatan fisik peserta didik.
● Kebutuhan Belajar: Ada peserta didik yang memerlukan instruksi visual yang jelas
dan demonstrasi berulang. Ada pula yang lebih cepat belajar melalui praktik
langsung dan umpan balik segera. Beberapa mungkin membutuhkan modifikasi alat
atau aturan untuk bisa berpartisipasi aktif.

C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN


● Jenis Pengetahuan: Materi ini mencakup pengetahuan konseptual (aturan permainan,
formasi), prosedural (teknik dasar passing bawah, passing atas, servis, spike, blok), serta
metakognitif (merefleksikan strategi bermain, mengevaluasi kinerja tim, dan memahami
pentingnya fair play).
● Relevansi dengan Kehidupan Nyata: Bola voli sangat relevan karena:
○ Meningkatkan kebugaran fisik dan kesehatan jantung.
○ Mengembangkan keterampilan motorik dasar dan spesifik.
○ Melatih kerja sama tim, komunikasi, dan strategi.
○ Mengajarkan sportivitas, kejujuran, dan menghargai lawan.
○ Menjadi sarana rekreasi dan sosialisasi yang sehat.
○ Potensi untuk karir profesional atau hobi seumur hidup.
● Tingkat Kesulitan: Menengah. Teknik dasar seperti passing bawah dapat dipelajari
dengan relatif cepat, namun penguasaan teknik lanjutan (passing atas, spike, blok)
memerlukan latihan berulang, koordinasi tinggi, dan kekuatan fisik. Memahami strategi
permainan juga membutuhkan pemikiran taktis.
● Struktur Materi (Mengacu pada buku yang diunggah):
○ Teknik Dasar dan Keterampilan Bermain Bola Voli (passing bawah, passing atas
(set up), spike dan tip, blok).
○ Mengevaluasi fakta, konsep, prinsip, dan prosedur keterampilan gerak spesifik dan
fungsional.
○ Mempraktikkan hasil evaluasi dalam bentuk permainan sesuai potensi dan
kreativitas.
● Integrasi Nilai dan Karakter (Sesuai Profil Pelajar Pancasila dari buku):
○ Mandiri: Belajar dan berlatih teknik secara individu.
○ Gotong Royong: Bekerja sama dalam tim, saling membantu dalam latihan dan
pertandingan.
○ Tanggung Jawab: Mengerjakan tugas dengan baik, menjaga peralatan, menjunjung
tinggi sportivitas.
○ Penalaran Kritis: Menganalisis strategi lawan, mengevaluasi kesalahan diri dan
tim.
○ Kolaborasi: Berkomunikasi efektif di lapangan, membangun kekompakan tim.
○ Kesehatan: Menjaga kebugaran fisik, melakukan pemanasan dan pendinginan.
○ Komunikasi: Memberikan instruksi, umpan balik, dan dukungan kepada teman.

D DIMENSI PROFIL LULUSAN


Berdasarkan tujuan pembelajaran dan karakteristik materi, dimensi profil lulusan yang
akan dicapai meliputi:
● Penalaran Kritis: Menganalisis situasi permainan, mengevaluasi efektivitas teknik,
dan merumuskan strategi.
● Kreativitas: Mengembangkan variasi gerakan, mencari solusi taktis dalam
permainan.
● Kolaborasi: Bekerja sama secara efektif dalam tim, membangun kekompakan, dan
saling mendukung.
● Kemandirian: Melakukan latihan teknik secara mandiri, mengambil inisiatif dalam
permainan.
● Kesehatan: Menjaga kebugaran fisik, memahami pentingnya aktivitas fisik teratur.
● Komunikasi: Memberikan instruksi dan umpan balik yang jelas di lapangan,
berkomunikasi efektif dengan rekan tim.

DESAIN PEMBELAJARAN

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) NOMOR : 32 TAHUN 2024


Pada akhir Fase E, peserta didik menerapkan dan menghaluskan keterampilan gerak
spesifik yang menantang dan menganalisis dampak penerapan konsep gerak pada
capaian keterampilan gerak. Mereka juga mengembangkan dan menerapkan strategi
gerak untuk kesuksesan capaian keterampilan gerak pada situasi gerak yang tidak asing
dan menantang. Peserta didik memeragakan fair play, perilaku etis, pendekatan
kepemimpinan, dan strategi kolaborasi dalam berbagai konteks gerak. Mereka
menginvestigasidampak partisipasi terhadap kebugaran dan kesehatan dan serta
merancang strategi peningkatan manfaatnya.
Capaian Pembelajaran setiap elemen adalah sebagai berikut.
Elemen Capaian Pembelajaran
Terampil Bergerak Peserta didik merancang, menerapkan, dan menghaluskan
keterampilan gerak spesifik di dalam berbagai situasi gerak
yang menantang. Peserta didik menciptakan dan mengembang-
kan strategi gerak untuk mendapatkan keberhasilan capaian
keterampilan gerak melintasi berbagai situasi gerak yang
menantang. Peserta didik menerapkan konsep gerak di dalam
situasi gerak baru yang menantang dan menganalisis dampak
tiap konsep pada capaian keterampilan gerak.
Belajar melalui Peserta didik mentransfer dan mengadaptasi strategi gerak yang
Gerak telah dikuasai dalam situasi gerak yang berbeda. Peserta didik
memeragakan fair play dan mengevaluasi pengaruh perilaku
etis terhadap capaian aktivitas jasmani bagi individu dan
kelompok. Peserta didik merencanakan, menerapkan, dan
menyempurnakan strategi pengambilan keputusan dalam kerja
tim yang mempertunjukkan keterampilan kepemimpinan dan
kolaborasi.
Bergaya Hidup Aktif Peserta didik berpartisipasi dalam aktivitas kebugaran dan
menginvestigasi dampak partisipasi yang teratur terhadap
kesehatan. Peserta didik berpartisipasi dalam aktivitas kebuga-
ran di luar ruang dan /atau lingkungan alam, dan merancang
strategi peningkatan pemanfaatannya. Peserta didik merancang
strategi peningkatan aktivitas kebugaran untuk kesehatan.
Memilih Hidup yang Peserta didik mengevaluasi risiko kesehatan akibat gaya hidup dan
Menyehatkan tindakan pencegahan melalui aktivitas jasmani serta
mempromosikannya menggunakan berbagai media. Peserta didik
mengevaluasi pilihan makanan sehat berdasarkan analisis
kandungan gizi sesuai kebutuhan aktivitas jasmani. Peserta didik
mempraktikkan pertolongan pertama sesuai prinsip dan prosedur
operasional standar (POS) untuk mengelola situasi yang
mengancam kesehatan dan keselamatan sendiri atau orang lain.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1 (3 JP): Passing Bawah dan Passing Atas
● Subjek belajar: Peserta didik
● Pengetahuan/Keterampilan/Sikap: Mempraktikkan teknik dasar passing bawah
dan passing atas permainan bola voli dengan benar sesuai prosedur, serta
menunjukkan sikap kerja sama dan tanggung jawab.
● Kondisi/Konteks: Melalui latihan drill individu dan berpasangan di lapangan,
dengan bimbingan dan umpan balik dari guru dan teman.
● Tingkat Pencapaian: Peserta didik mampu melakukan passing bawah dan passing
atas dengan kontrol bola yang baik (bola mengarah ke target yang ditentukan)
sebanyak minimal 7 dari 10 percobaan, serta aktif dalam kelompok.
Pertemuan 2 (3 JP): Servis (Bawah dan Atas) dan Spike/Tip
● Subjek belajar: Peserta didik
● Pengetahuan/Keterampilan/Sikap: Mempraktikkan teknik dasar servis bawah dan
atas, serta teknik spike atau tip dalam permainan bola voli dengan koordinasi yang
baik, dan menunjukkan sportivitas.
● Kondisi/Konteks: Melalui latihan drill secara berpasangan atau berkelompok di
lapangan, dengan fokus pada akurasi dan kekuatan, serta pengamatan dan koreksi
antar teman.
● Tingkat Pencapaian: Peserta didik mampu melakukan servis bawah dengan bola
melewati net sebanyak minimal 5 dari 8 percobaan, dan mampu melakukan gerakan
awal spike/tip dengan formasi yang benar.
Pertemuan 3 (3 JP): Blok dan Simulasi Permainan
● Subjek belajar: Peserta didik
● Pengetahuan/Keterampilan/Sikap: Mempraktikkan teknik blok, serta menerapkan
kombinasi teknik dasar (passing bawah, passing atas, servis, spike, blok) dalam
simulasi permainan bola voli sederhana dengan memahami strategi tim.
● Kondisi/Konteks: Melalui latihan drill blok dan simulasi permainan 3 lawan 3 atau 4
lawan 4 di lapangan, dengan aturan yang dimodifikasi.
● Tingkat Pencapaian: Peserta didik mampu melakukan gerakan blok dengan timing
yang tepat saat bola serangan datang, dan mampu berpartisipasi aktif dalam simulasi
permainan dengan menunjukkan koordinasi tim dan pemahaman aturan dasar.

D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL


● "Rahasia Tim Juara: Bagaimana Kerja Sama Tim Meningkatkan Permainan Bola
Voli?"
● "Biomekanika di Balik Spike Sempurna: Mengapa Atlet Voli Bisa Melompat
Tinggi?"
● "Fair Play di Lapangan: Menjunjung Tinggi Sportivitas dalam Setiap Pertandingan"
● "Voli Pantai vs. Voli Ruangan: Perbedaan Aturan dan Strategi"
● "Peran Data dalam Voli Modern: Analisis Kinerja Pemain dan Strategi Tim"

E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK (MODEL, STRATEGI, METODE):
○ Model Pembelajaran: Discovery Learning (saat eksplorasi gerak), Cooperative
Learning (saat drill berpasangan/kelompok), dan Game-Based Learning (saat
simulasi permainan).
○ Pendekatan: Deep Learning (Mindful Learning, Meaningful Learning, Joyful
Learning).
○ Strategi:
■ Mindful Learning: Pemanasan dengan fokus pada sensasi tubuh dan napas,
refleksi singkat setelah latihan ("Bagaimana perasaanku saat melakukan gerakan
ini?"), jeda singkat untuk mengamati gerakan teman.
■ Meaningful Learning: Mengawali dengan tayangan video pertandingan voli
profesional, membahas peran voli dalam kesehatan dan sosialisasi, mengaitkan
teknik dengan situasi nyata dalam permainan.
■ Joyful Learning: Latihan berbasis permainan, kompetisi kecil antarkelompok,
musik pengiring saat pemanasan/pendinginan, kuis interaktif tentang aturan
voli, sesi bebas bermain di akhir pertemuan.
○ Metode: Demonstrasi, drill (individu, berpasangan, kelompok), bermain game kecil,
simulasi pertandingan, diskusi, tanya jawab, observasi teman sebaya.

KEMITRAAN PEMBELAJARAN:
○ Lingkungan Sekolah: Guru Bimbingan Konseling (untuk manajemen emosi dan
kerja sama tim), klub olahraga/voli sekolah (jika ada, untuk mentoring atau latihan
bersama), petugas UKS (untuk pertolongan pertama).
○ Lingkungan Luar Sekolah: Atlet voli lokal/nasional (jika memungkinkan
diundang sebagai narasumber inspiratif), pelatih klub voli (untuk workshop singkat),
fasilitas olahraga umum (lapangan voli di komunitas).
○ Masyarakat: Mengajak peserta didik untuk berpartisipasi dalam pertandingan
persahabatan antar RT/RW atau turnamen kecil di lingkungan sekitar.

LINGKUNGAN BELAJAR:
○ Ruang Fisik: Lapangan bola voli (indoor/outdoor) dengan net dan bola yang
memadai, area pemanasan/pendinginan yang aman, ruang kelas untuk diskusi teori
dan refleksi.
○ Ruang Virtual: YouTube (video tutorial teknik, cuplikan pertandingan), aplikasi
analisis gerak (misalnya, Coach's Eye jika memungkinkan), Google Classroom
(materi teori, video demonstrasi, tugas refleksi).
○ Budaya Belajar: Budaya aktif bergerak, disiplin dalam latihan, saling menghargai
kemampuan individu, menjunjung tinggi sportivitas, berani mencoba dan belajar
dari kesalahan, serta semangat pantang menyerah.

PRAKTIK PEDAGOGIK
○ Perpustakaan Digital: Mencari artikel tentang sejarah voli, aturan terbaru, atau
manfaat kesehatan dari voli.
○ Forum Diskusi Daring: Fitur diskusi di Google Classroom untuk pertanyaan
tentang teknik atau strategi.
○ Penilaian Daring: Kuis teori tentang aturan voli di Google Forms/Quizizz,
pengumpulan video rekaman latihan individu melalui Google Classroom.
○ Aplikasi Video Analisis: Menggunakan smartphone untuk merekam gerakan
peserta didik dan menganalisisnya bersama.
○ YouTube/Platform Streaming: Menonton pertandingan voli profesional untuk
analisis strategi dan teknik.
○ Google Classroom: Sebagai platform utama untuk materi, penugasan, dan
pengumuman.

F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI


PERTEMUAN 1
KEGIATAN PENDAHULUAN
○ Pembelajaran Berkesadaran (Mindful Learning): Guru mengajak peserta didik
melakukan pemanasan dengan fokus pada kesadaran tubuh dan pernapasan
(misalnya, teknik pernapasan perut) untuk mempersiapkan diri secara fisik dan
mental.
○ Pembelajaran Bermakna (Meaningful Learning): Guru menayangkan video
cuplikan pertandingan bola voli yang menarik atau momen penting dalam sejarah
voli. Guru bertanya: "Apa yang membuat permainan ini menarik? Keterampilan apa
saja yang kalian lihat?" Guru juga bisa membahas manfaat fisik dan mental dari
bermain voli.
○ Pembelajaran Menggembirakan (Joyful Learning): Guru dapat memulai dengan
"ice breaking" atau permainan ringan yang mengaktifkan otot-otot yang akan
digunakan dalam voli (misalnya, peregangan dinamis diiringi musik).
○ Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dan pentingnya
penguasaan teknik dasar dalam permainan.

KEGIATAN
○ Pembelajaran Memahami (Understanding):
■ Guru mendemonstrasikan teknik dasar (passing bawah, passing atas, servis,
spike, blok) dengan jelas, diikuti penjelasan kunci-kunci gerakannya.
■ Peserta didik mengamati demonstrasi dan mencoba melakukan gerakan secara
terpisah (tanpa bola terlebih dahulu) untuk memahami alur gerak.
■ Guru memfasilitasi diskusi tentang "mengapa gerakan ini penting?" atau "apa
kesalahan umum yang sering terjadi?".
■ Diferensiasi Konten: Menyediakan materi ajar dalam berbagai format (video
tutorial, poster langkah-langkah, panduan teks) dan tingkat kesulitan drill yang
bervariasi (misalnya, drill passing bawah dari jarak dekat vs. jarak jauh).
○ Pembelajaran Mengaplikasi (Applying):
■ Peserta didik melakukan drill teknik secara berjenjang (individu, berpasangan,
kelompok kecil) dengan intensitas dan repetisi yang berbeda sesuai kemampuan.
■ Guru memberikan umpan balik langsung (coaching) kepada peserta didik saat
mereka melakukan gerakan.
■ Peserta didik melakukan "peer coaching" (saling mengamati dan memberikan
koreksi) di bawah pengawasan guru.
■ Diferensiasi Proses: Guru memberikan pilihan bagi peserta didik untuk berlatih
sesuai gaya belajar mereka (misalnya, yang kinestetik langsung praktik, yang
visual melihat video berulang, yang auditori mendengarkan instruksi). Guru
juga dapat membagi kelompok berdasarkan tingkat keterampilan untuk
memberikan latihan yang sesuai.
○ Pembelajaran Merefleksi (Reflecting):
■ Peserta didik menuliskan di jurnal olahraga mereka "Satu hal yang saya kuasai
hari ini adalah..." dan "Satu hal yang masih perlu saya perbaiki adalah...".
■ Guru memfasilitasi diskusi kelas tentang tantangan yang dihadapi dan strategi
untuk mengatasinya.
■ Peserta didik dapat menonton ulang video gerakan mereka (jika direkam) dan
mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki.
■ Diferensiasi Produk: Peserta didik dapat menunjukkan pemahaman mereka
melalui demonstrasi gerakan, penjelasan lisan tentang teknik, atau membuat
catatan/peta konsep tentang strategi permainan.

KEGIATAN PENUTUP
Umpan Balik Konstruktif: Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap
kinerja individu dan kelompok, mengapresiasi usaha dan peningkatan yang telah
ditunjukkan, serta memberikan saran untuk latihan lanjutan.
○ Menyimpulkan Pembelajaran: Bersama peserta didik, guru merekapitulasi teknik-
teknik yang telah dipelajari dan pentingnya kerja sama tim. Guru dapat menanyakan
"Apa pelajaran terbesar yang kalian dapatkan dari sesi ini selain keterampilan fisik?"
○ Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya: Guru memberikan tugas mandiri berupa
mencari video pertandingan voli profesional untuk menganalisis strategi atau
mempraktikkan teknik dasar di rumah. Guru juga dapat menginformasikan tentang
pertemuan selanjutnya dan fokus materinya.

G. ASESMEN PEMBELAJARAN
● Asesmen pada Awal Pembelajaran (Assessment for Learning - Diagnostik):
○ Kuesioner Minat dan Pengalaman: Mengidentifikasi pengetahuan awal,
pengalaman bermain voli, dan tingkat minat peserta didik.
○ Observasi Awal: Guru mengamati kemampuan dasar peserta didik dalam
menangkap/melempar bola atau melakukan gerakan menyerupai passing tanpa
instruksi detail.
○ Tes Fisik Sederhana: (Opsional) Mengukur kebugaran dasar seperti kelincahan
atau daya tahan otot kaki/tangan.
● Asesmen pada Proses Pembelajaran (Assessment for Learning - Formatif):
○ Observasi Kinerja (Saat Drill/Latihan): Guru menggunakan lembar observasi
untuk menilai teknik dasar (posisi tubuh, kontak bola, tindak lanjut) passing
bawah, passing atas, servis, spike, dan blok.
■ Contoh Rubrik Observasi Passing Bawah:
■ Aspek: Posisi Kaki, Posisi Lengan, Titik Kontak Bola, Gerakan
Lanjutan.
■ Skala: 1 (Belum mampu), 2 (Perlu bimbingan), 3 (Cukup mampu), 4
(Mampu dengan baik).
○ Umpan Balik Lisan: Guru memberikan koreksi dan pujian secara langsung saat
peserta didik berlatih.
○ Peer Assessment: Peserta didik saling mengamati dan memberikan umpan balik
menggunakan daftar periksa sederhana yang disediakan guru.
○ Jurnal Refleksi: Peserta didik mencatat pengalaman, tantangan, dan kemajuan
mereka dalam menguasai teknik.
■ Tugas Jurnal: "Tuliskan 3 hal yang kamu rasakan saat melakukan passing
atas. Apa yang membuatmu merasa puas atau frustasi?"
● Asesmen pada Akhir Pembelajaran (Assessment of Learning - Sumatif):
○ Penilaian Kinerja (Praktik Permainan): Peserta didik bermain bola voli dalam
tim dengan aturan yang dimodifikasi. Penilaian mencakup:
■ Kemampuan Mengaplikasikan Teknik: Seberapa sering peserta didik
mampu menerapkan teknik yang benar dalam situasi permainan.
■ Kerja Sama Tim: Komunikasi, posisi, dan dukungan antaranggota tim.
■ Sportivitas: Menjunjung tinggi fair play, menghargai keputusan
wasit/lawan.
■ Contoh Tugas: "Bermain bola voli 6 vs 6. Guru akan menilai seberapa
efektif kalian menggunakan passing bawah, passing atas, dan servis dalam 10
rally."
○ Tes Keterampilan Spesifik (Unjuk Kerja): Peserta didik diminta melakukan
serangkaian percobaan teknik secara terukur.
■ Contoh Tugas: "Lakukan 10 kali passing bawah ke dinding dari jarak 3
meter. Hitung berapa kali bola tepat sasaran (misalnya, dalam lingkaran
berdiameter 1 meter)."
■ Contoh Tugas: "Lakukan 5 kali servis bawah. Berapa kali bola berhasil
melewati net dan masuk area servis lawan?"
○ Tes Tertulis/Lisan (Teori): Mengukur pemahaman tentang aturan permainan,
fungsi setiap teknik, atau strategi sederhana.
■ Contoh Pertanyaan Tertulis: "Jelaskan perbedaan mendasar antara passing
bawah dan passing atas dalam permainan bola voli."
■ Contoh Pertanyaan Lisan: "Menurut Anda, mengapa komunikasi sangat
penting dalam permainan bola voli?"
○ Penilaian Proyek (Opsional, jika waktu memungkinkan): Peserta didik
membuat video tutorial singkat tentang salah satu teknik dasar voli atau
menganalisis strategi tim voli profesional.
■ Contoh Tugas Proyek: "Buatlah video berdurasi 2-3 menit yang
mendemonstrasikan teknik 'spike' yang benar, disertai penjelasan langkah-
langkahnya."

Anda mungkin juga menyukai