SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
DIABETES MELLITUS
DI RUANG DAHLIA 2 RSUD WALED CIREBON
Disusun untuk memenuhi tugas Praktik Belajar Lapangan 2 (PBL)
Disusun Oleh :
Nisa Maharani
[23142011133]
PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN
UNIVERSITAS YAYASAN PENDIDIKAN IMAM BONJOL MAJALENGKA
Jl. Gerakan Koperasi No. 003 Majalengka
2025
SATUAN ACARA PENYULUHAN
(SAP)
Hari/tanggal : Selasa, 15 Juli 2025
Waktu : 10 Menit
Tempat/Ruangan : Ruang Dahlia 2 Kamar A1 RSUD Waled Cirebon
Sasaran : Klien Penderita Diabetes Mellitus dan keluarga pasien
Pelaksana : Nisa Maharani
Topik Penkes : Diabetes Mellitus (DM)
A. Tujuan
1. Tujuan Instruksional Umum (TIU)
Setelah mengikuti penyuluhan kesehatan selama 10 menit, diharapkan pasien
dan keluarga pasien mengetahui dan memahami kasus Diabetes Mellitus.
2. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)
Setelah mengikuti penyuluhan selama 10 menit, ma diharapkan akan mampu :
1. Menjelaskan pengertian diabetes mellitus dengan benar.
2. Menyebutkan tanda dan gejala diabetes mellitus.
3. Meyebutkan penyebab diabetes mellitus.
4. Meyebutkan komplikasi dari diabetes mellitus.
5. Menjelaskan kenapa pentingnya pengobatan bagi penderita diabetes
mellitus.
6. Menjelaskan pencegahan penyakit diabetes mellitus .
B. Materi
a) Pokok Bahasan :
Diabetes Mellitus (DM)
b) Sub pokok bahasan :
1. Pengertian Diabetes mellitus
2. Tanda dan gejala Diabetes Mellitus
3. Penyebab Diabetes Mellitus
4. Komplikasi dari Diabetes Mellitus
5. Pentingnya pengobatan bagi penderita Diabetes Mellitus
6. Pencegahan penyakit Diabetes Mellitus
C. Metode
Diskusi, Tanya jawab.
D. Media
Leaflet
E. Kegiatan Penyuluhan
1. Pendahuluan
Pembukaan dan menjelaskan tujuan
2. Penyajian
Menjelaskan materi ( Sesuai TIK atau sub pokok bahasan)
3. Penutup
Merangkum dan melakukan evaluasi.
Tahapan-tahapan
No. Kegiatan Penyuluh Peserta Waktu
1. PEMBUKAAN Memberi salam dan Menjawab salam 2 menit
perkenalan -
Menjelaskan tujuan, Mendengarkan dan
manfaat dan cakupan memperhatikan
materi
2 KEGIATAN INTI Menjelaskan Mendengarkan dan 5 menit
pengertian penyakit memperhatikan
dan penyebab
penyakit DM. Memperhatikan
dan menyimak.
Menjelaskan tanda
-
dan gejala penyakit
DM. Mendengarkan dan
Menjelaskan memperhatikan
Komplikasi dari
penyakit DM. -
Menjelaskan Bertanya jika ada
pentingnya yang tidak jelas.
pengobatan penyakit
DM.
Menjelaskan
pencegahan penyakit
DM.
Memberikan
kesempatan untuk
bertanya jika ada yang
kurang jelas
3. PENUTUP Mengevaluasi menjawab 3 menit
pengetahuan peserta pertanyaan
penyuluhan tentang
materi yang
disampaikan dengan
memberi pertanyaan
Menyimpulkan materi mendengarkan dan
yang telah memperhatikan
disampaikan. -
menjawab salam
Memberi salam
F. Evaluasi
1) Evaluasi Struktur
Kesiapan mahasiswa memberikan materi penyuluhan
Media dan alat memadai
Setting sesuai dengan kegiatan
2) Evaluasi Proses
pelaksana dan sasaran mengikuti penkes sesuai waktu yang di tetapkan.
sasaran aktif selama proses penkes
sasaran mampu menjawab pertanyaan
Pelaksana menyajikan semua materi secara lengkap dan jelas
3) Evaluasi Hasil
a. Sasaran mampu mendefinisikan Pengertian DM.
b. Sasaran mampu menyebutkan Penyebab DM.
c. Sasaran mampu menyebutkan Tanda dan gejala DM.
d. Sasaran mampu menjelaskan Komplikasi DM.
e. Sasaran mampu menyebutkan Pentingnya Pengobatan DM.
f. Sasaran mampu menyebutkan Pencegahan DM.
LAMPIRAN MATERI PENYULUHAN KESEHATAN
Diabetes Mellitus (DM)
1. Pengertian diabetes mellitus
Pengertian diabetes mellitus secara umum adalah suatu keadaan dimana tubuh
tidak bisa menghasilkan hormon insulin sesuai kebutuhan atau tubuh tidak bisa
memanfaatkan secara optimal insulin yang dihasilkan, sehingga terjadi kelonjakan
kadar gula dalam darah melebihi normal. Diabetes mellitus bisa juga terjadi karena
hormon inulin yang dihasilkan oleh tubuh tidak dapat bekerja dengan baik (Fitriana &
Rahmawati, 2016).
2. Tanda dan gejala diabetes mellitus
Menurut Yunus (2015) tanda dan gejala diabetes mellitus yaitu :
a. Sering kencing (polyuria)
b. Rasa haus berlebihan (polidipsi)
c. Rasa lapar berlebihan (polifagia)
d. Pandangan kabur
e. Mudah Lelah
f. Kadar gula darah tinggi
g. Luka lambat sembuh
h. Berat badan turun drastis
3. Penyebab diabetes mellitus
Menurut Yunus (2015) penyebab diabetes mellitus yaitu :
a. Pola makan yang berlebih
b. Obesitas
c. Faktor genetik
d. Bahan-bahan kimia dan obat-obatan
e. Penyakit dan infeksi pada prankeas
f. Jenis kelamin
g. Usia
4. Komplikasi
a. Komplikasi akut merupakan salah satu penyakit kombinasi antara diabetes dengan
penyakit lainnya. Beberapa tergolong kedalam komplikasi akut yaitu : infeksi,
hipoglikemia, hiperglikemia hyperosmolar non ketosis (HHNK), dan diabetik
ketoasidosis.
b. Komplikasi Kronik adalah komplikasi menahun yang biasanya muncul setelah
seseorang penderita diabetes mellitus selama 10-15 tahun.
Komplikasi ini menyerang beberapa organ tubuh anatara lain :
1) Mata : dapat menyebabkan mata menjadi rabun
2) Kulit : disebut juga diabetes dermapathy, ditandai dengan adanya bercak merah
kecoklatan pada kulit
3) Tulang : resiko terjadinya fraktur atau patah tulang
4) Kaki : dapat menyebabkan diamputasi kakinya karena telah mencapai stadium
yang sangat parah.
5) Jantung : mempengaruhi tekanan darah dan gangguan pada jantung
6) Ginjal : Insulin tidak diproduksi, maka glukosa tidak akan diubah menjadi
glikogen sebagai energy. Gula dalam darah yang terlalu banyak tentu saja
memperkeras kerja ginjal. Kerja keras ginjal yang terus menerus dapat membuat
ginjal berhenti untuk bekerja suatu saat nanti.
5. Pentingnya pengobatan bagi penderita diabetes mellitus
Penanganan penderita diabetes tidak bisa disamakan antara satu penderita
dengan penderita lainnya. Penanganan harus dilakukan bergantung pada kondisi
penderita, gaya hidup sehari-hari, dan lainnya.
“Oleh karena itu, pengobatan diabetes sangat bersifat individual. Penting sekali seorang
penderita diabetes untuk selalu berdiskusi dengan dokternya supaya dapat
mengevaluasi pilihan pengobatan yang cocok untuk masingmasing individu, agar
tercapainya pengendalian gula darah yang baik,” ujar Prof. Dr. dr. Ketut Suastika,
SpPD-KEMD, selaku Ketua Umum PB PERKENI.
Dengan kata lain, penanganan diabetes tak hanya bergantung pada pengobatan
dari dokter itu sendiri. Perlu ada partisipasi aktif dari pasien. Dalam hal ini, lingkungan
turut menjadi penentu. Misalnya, dukungan keluarga yang sangat berarti. Lalu,
bagaimana juga aktivitas fisiknya selama ini, apakah penderita diabetes olahraga atau
tidak selama menjalani pengobatan. “Peran lingkungan turut diperlukan sebagai upaya
memberikan pengaruh positif terhadap pasien. Pasalnya, keberhasilan pengelolaan
diabetes mandiri membutuhkan partisipasi aktif pasien, keluarga, tim kesehatan,
masyarakat, dan pemerintah,” kata Dr. dr. Em Yunir, [Link]-
KEMD, selaku Sekretaris Jenderal PB Perkeni. “Selain itu, untuk mencapai
keberhasilan perubahan perilaku, dibutuhkan edukasi yang komprehensif serta
pengembangan keterampilan dan motivasi," sambungnya.
Sanofi Indonesia diketahui telah bekerja selama hampir satu abad untuk
mengembangkan solusi terapeutik untuk penderita diabetes dan bekerja bersama
berbagai mitra perawatan kesehatan untuk memberikan serangkaian obat-obatan
melalui pendekatan personal untuk fokus pada kebutuhan individu. Tujuan utamanya
adalah membantu orang yang hidup dengan diabetes untuk mencegah dan mengelola
diabetes agar dapat menjalani hidup dengan lebih bermakna. Jadi jelas, penanganan
diabetes tidak bisa bergantung pada tenaga medis semata. Penderita diabetes juga perlu
aktif dalam pengobatan, serta dukungan orang terdekat juga masih indikator baiknya
sebuah penanganan diabetes.
6. Pencegahan diabetes mellitus
Obesitas merupakan faktor risiko utama diabetes melitus. Dengan demikian,
kita bisa menurunkan risiko diabetes melitus dengan mencegah obesitas. Beberapa
metode pencegahan disarankan di bawah ini:
1. menjaga berat badan ideal. Mereka yang sudah mengalami kelebihan berat
2. Pola makan yang seimbang dengan target "Tiga rendah dan satu tinggi yaitu prinsip
pola makan rendah lemak, rendah gula, rendah natrium, dan tinggi. serat.
3. Tetap aktif, berolahraga secara teratur dengan intensitas sedang (dianjurkan untuk
berolahraga setiap hari selama 30 menit atau lebih selama setidaknya 5 hari seminggu).
4. Periksa kedokter
Berikut adalah pencegahan diabetes ketika pasien di rumah:
1. Perencanaan pola makan dan diet yang tepat
Diet yang baik untuk para diabetisi adalah diet yang seimbang, jadwal makan
yang teratur serta jenis makanan yang dimakan bervariasi yang kaya nutrisi dan rendah
karbohidrat. Diet perlu dilakukan dengan mengurangi asupan karbohidrat (berbagai
jenis gula dan tepung termasuk nasi, kentang ubi, siangkong dan lain sebagainya),
mengurangi makanan berlemak serta memperbanyak makan sayur dan buah sebagai
sumber serat, vitamin dan mineral. Sebagai sumber protein anda dapat memanfaatkan
ikan, ayam (terutama daging dada, tahu dan tempe)
2. Monitoring kadar gula darah
Kadar gula darah harus di test secara berkala yaitu pada saat sebelum sarapan
pagi dan sebelum makan malam. Nilai yang diharapkan dari pengukuran tersebut
adalah berada pada rentan antara 70-120 mg/dl.
3. Olahraga dan latihan
Penderita diabetes disarankan untuk melakukan olahraga secara teratur dengan
cara bertahap sesuai dengan kemampuan. Olahraga yang ideal adalah yang bersifat
aerobic seperti jalan atau lari pagi, bersepeda, berenang, dan lain sebagainya. Olahraga
aerobic ini dilakukan selama 30-40 menit didahului dengan pemanasan 5-10 menit dan
diakhiri pendinginan antara 5-10 menit. Latihan ini dilakukan sebanyak 3 kali
seminggu. Olahraga akan memperbanyak jumlah dan meningkatkan aktivitas reseptor
insulin dalam tubuh penderita. Selain itu para diabetes dapat melakukan olahraga
dengan cara jalan kaki selama 30 menit. Kegiatan ini membantu untuk mengontrol gula
dan meningkatkan kadar kolesterol baik dalam darah.
4. Pengobatan yang teratur
Diabetisi harus minum obat yang diberikan oleh dokter secara teratur. dan
jangan sampai terlewatkan. Selain itu tidak diperkenankan untuk menambah atau
mengurangi dosis obat tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Untuk para
diabetisi yang mendapatkan terapi insulin secara berlanjut mereka diharapkan dapat
melakukan penyuntikan secara mandiri. Bila tidak melakukannya meminta pertolongan
kepada tenaga kesehatan atau kader kesehatan yang ada disekitar tempat tinggalnya.
Pastikan sebelum memberikan obat terutama jika mendapatkan suntikan insulin,
makanan yang akan dimakan oleh diabetisi sudah siap saji 30 menit sebelumnya. Hal
ini dimaksudkan untuk mencegah resiko terjadinya hipoglikemia atau kadar glukosa
darah yang tiba-tiba turun. Selain itu, monitoring dari efek samping obat yang diminum
oleh penderita sendiri dan diabntu oleh keluarga yang tinggal bersamanya. Jika terdapat
tanda dan gejala yang tidak diharapkan, segera menghubungi tenaga medis.
5. Pengukuran tekanan darah dan kadar kolesterol secara teratur
Diabetisi harus melakukan pengukuran tekanan darah secara teratur guna untuk
mengantsipasi terjadinya komplikasi stroke akibat hipertensi. Begitu pula dengan kadar
kolesterol yang tinggi merupakan resiko tinggi terjadinya atherosclerosis.
6. Menghindari stress yang berlebihan
Stress dapat meningkatkan kadar gula darah dan tekanan darah. Stress. ini dapat
berasal dari kondisi fisik, misalnya nyeri, kurang tidur, pekerjaan. pengaruh obat-
obatan steroids dan lainnya.
7. Mengurangi resiko
Penderita diabetes rentan untuk mengalami komplikasi berupa luka atau borok
yang sukar sembuh. Seringnya mereka mendapat luka yang sukar sembuh pada daerah
kaki, dimana untuk itu perawatan kaki yang teratur sangat diperlukan. Jaga kelembapan
kulit dengan menggunakan lotion yang tidak menimbulkan alergi. Potong kuku secara
teratur dan ratakan ujung kuku dengan menggunakan kikir dan jangan pernah
memotong kuku terlalu dalam. Pilih alas kaki yang ayaman dan sesuai dengan bentuk
serta ukuran kaki. Pilih bahan sepatu yang lembut dan sol yang tidak keras. Pakai sepatu
yang tertutup jika hendak bepergian keluar rumah. Waspada jika terjadi luka sekecil
apapun, segera diobati dengan antiseptic.
DAFTAR PUSTAKA
Citra Juniarti ht, Akuilina Semana.2014. Hubungan Pengetahuan Dengan Kepatuhan Diet
Pada Penderita Daibetes Mellitus yang dirawat di RSUD Labuang Baji
Makassar, Volume 4, Nomor 1: 84-9. 2014
Depkes. 2014. Pedoman Pengendalian Diabetes Mellitus dan Penyakit Metabolik. Jakarta.
DepKes RI
Dewi, Ayu BFK. 2013. Menu Sehat 30 Hari Untuk Mencegah dan Mengatasi
[Link]. Jakarta: Media Pustaka. Dewi, Ayu BFK. 2013. Menu Sehat 30
Hari Untuk Mencegah dan Mengatasi [Link]. Jakarta: Media Pustaka
Fitriana, R., & Rachmawati, S. 2016. Cara ampuh tumpas diabetes. Yogyakarta : Medika
Yunus, B. (2015). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Lama Penyembuhan Luka Pada
Pasien Ulkus Etn Centre Makassar Bahri Yunus. [Link]. Retrieved
from [Link] [Link].
Ernawati, (2013). Penatalaksanaan Keperawatan Diabetes Melittus
[Link] Wacana Media