50% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
375 tayangan8 halaman

Capaian Pembelajaran Bahasa Inggris 2025

Dokumen ini menjelaskan capaian pembelajaran untuk mata pelajaran Bahasa Inggris Tingkat Lanjut bagi siswa Kelas XI dan XII, dengan fokus pada penguasaan keterampilan bahasa Inggris setara level B2 CEFR. Pembelajaran ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, keterampilan abad 21, serta membentuk karakter siswa yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Metode pengajaran yang digunakan adalah pendekatan berbasis teks yang mencakup berbagai jenis teks dan elemen keterampilan bahasa yang terintegrasi.

Diunggah oleh

almeilinwahyu
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
50% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
375 tayangan8 halaman

Capaian Pembelajaran Bahasa Inggris 2025

Dokumen ini menjelaskan capaian pembelajaran untuk mata pelajaran Bahasa Inggris Tingkat Lanjut bagi siswa Kelas XI dan XII, dengan fokus pada penguasaan keterampilan bahasa Inggris setara level B2 CEFR. Pembelajaran ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, keterampilan abad 21, serta membentuk karakter siswa yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Metode pengajaran yang digunakan adalah pendekatan berbasis teks yang mencakup berbagai jenis teks dan elemen keterampilan bahasa yang terintegrasi.

Diunggah oleh

almeilinwahyu
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

CAPAIAN PEMBELAJARAN

MATA PELAJARAN : BAHASA INGGRIS TINGKAT LANJUT


(Keputusan BSKAP Nomor : 046/H/KR/2025)

CAPAIAN PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS TINGKAT LANJUT


A. Rasional
Bahasa Inggris Tingkat Lanjut adalah program tambahan yang dapat dipilih oleh
murid Kelas XI dan XII (SMA/MA/Program Paket C) yang sangat berminat
untuk mempelajari bahasa Inggris dengan lebih komprehensif dan terfokus.
Program ini diharapkan dapat membantu murid agar berhasil mencapai
kemampuan akademik yang ditargetkan serta keterampilan hidup (life skills)
yang diperlukan untuk dapat hidup dalam tatanan dunia dan teknologi yang
berubah dengan cepat. Selain life skills, di dalam pembelajaran bahasa Inggris
Tingkat lanjut juga menekankan pada penguasaan keterampilan abad 21 (kritis,
kreatif, komunikatif, dan kolaboratif), pengembangan karakter, dan peningkatan
kemampuan berliterasi sesuai kebutuhan.

Pembelajaran bahasa Inggris Tingkat Lanjut ini memberikan kesempatan kepada


murid untuk mengembangkan kemampuan bahasa Inggris yang lebih tinggi pada
keenam keterampilan bahasa Inggris yang meliputi Menyimak-Berbicara,
Membaca-Memirsa, dan Menulis-Mempresentasikan. Capaian Pembelajaran
minimal keenam keterampilan bahasa Inggris
pada program bahasa Inggris Tingkat lanjut ini mengacu pada Common European
Framework of Reference for Languages: Learning, Teaching, Assessment
(CEFRL) yang setara level B2. Kemampuan berbahasa Inggris level B2 adalah
tingkat kompetensi berbahasa Inggris level empat (Upper Intermediate) dalam
Common European Framework of Reference (CEFR). Dalam percakapan sehari-hari,
tingkat ini biasa disebut sebagai tingkat ketika murid sudah mampu menggunakan
bahasa Inggris dengan percaya diri.

Pembelajaran bahasa Inggris Tingkat Lanjut ini menggunakan pendekatan


pembelajaran mendalam yang diintegrasikan dengan Pengajaran Berbasis Teks
(genre-based pedagogy), yakni pembelajaran difokuskan pada teks, dalam berbagai
moda, baik lisan, tulisan, visual, audio, maupun multimodal. Pengajaran dirancang
untuk memberikan pengalaman belajar dalam menggunakan teks-teks berbahasa
Inggris untuk memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, dan
prosedural berdasarkan rasa keingintahuan (curiosity) tentang ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, dan budaya terkait fenomena dan kejadian tampak kasat mata. Teks
menjadi fokus pembelajaran untuk menguatkan kemampuan menggunakan bahasa
Inggris dalam enam elemen, yakni menyimak, berbicara, membaca, memirsa, menulis,
dan mempresentasikan secara terintegrasi, dalam tiga jenis teks: narasi, eksposisi, dan
diskusi. Ada 4 tahap pada pembelajaran bahasa yang menggunakan pendekatan
berbasis teks. Tahap pertama Building Knowledge of Field; pendidik dan murid
membangun pengetahuan mengenai topik yang dipelajari, yang dibaca, disimak,
dibahas, ditulis, dengan mengenali konteks situasi (topik, siapa penulis kepada
siapa, moda-apakah teks itu tulis, lisan, audio, visual, atau kombinasi dari
berbagai moda) serta konteks budaya (jenis teks, tujuan, serta tahapan dari teks yang
dibahas), berbagi pengalaman, membahas ungkapan yang ada dalam teks yang
dibahas, kosakata, pola-pola kalimat serta penggunaannya sesuai konteks.
Tahap kedua, Modelling of the Text; pendidik menunjukkan teks model (lisan,
tulisan, audio atau multimodal) dari jenis teks yang sedang dipelajari. Tahap
ketiga, Joint
Construction of the Text; pendidik dan murid mencoba memproduksi teks dengan
pendidik berperan sebagai “scribe” di depan kelas, mencatat apa yang diungkapkan
oleh murid terkait dengan topik serta teks yang dipelajari. Tahap keempat,
Independent Construction of the Text; murid diberi kesempatan untuk
memproduksi teks lisan dan tulisan secara mandiri, dengan bimbingan pendidi,
hanya kalau diperlukan. Dalam pelaksanaannya, pembelajaran bahasa Inggris
juga dapat menggunakan berbagai model pembelajaran lainnya yang relevan.

Pembelajaran bahasa Inggris Tingkat Lanjut juga dirancang untuk membentuk


murid yang memiliki keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan YME,
kewargaan, kreativitas, kemandirian, komunikasi, kesehatan, kolaborasi dan
penalaran kritis, baik secara langsung maupun tidak langsung, dalam berinteraksi
dengan lingkungan sosial dan alam melalui pembelajaran yang bersifat
kontekstual. Dalam kaitannya dengan tujuan pembentukan profil lulusan,
pembelajaran bahasa Inggris Tingkat lanjut diharapkan dapat mewujudkan murid
pengguna bahasa Inggris yang mandiri dan percaya diri, dan mencapai delapan
dimensi profil lulusan yaitu keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan YME,
kewargaan, kreativitas, kemandirian, komunikasi, kesehatan, kolaborasi dan penalaran
kritis melalui berbagai aktivitas pembelajaran dengan berbagai jenis teks.

B. Tujuan
Mata pelajaran Bahasa Inggris Tingkat Lanjut bertujuan untuk memastikan murid
sebagai berikut.
1. Menggunakan bahasa Inggris secara mandiri dan dengan rasa percaya diri
untuk mencapai tujuan komunikasi baik lisan maupun tulisan dalam tiga
jenis teks, yakni narasi, eksposisi, dan diskusi dalam enam elemen secara
terintegrasi, dengan kompetensi bahasa Inggris setara level B2 CEFR.
Pada level B2 CEFR, murid diharapkan mampu:
a. memahami gagasan utama dari teks yang kompleks
baik tentang topik konkrit terkait kejadian-kejadian di lingkungan sekitar,
maupun abstrak terkait isu terkini atau topik terkait mata pelajaran lain
dalam teks narasi, eksposisi, dan diskusi;
b. berinteraksi dengan lancar, spontan, dan mampu berinteraksi secara
teratur dan tanpa ada hambatan berarti untuk berkomunikasi; dan
c. memproduksi teks dengan struktur organisasi yang jelas dan rinci,
tentang berbagai topik dan menjelaskan pendapat atau pandangan terkait
isu dalam topik tertentu dengan memberikan manfaat dan kelemahan
(pro dan kontra) dari berbagai pilihan atau pendapat.
Semua karakteristik kemampuan bahasa Inggris level B2 di atas sesuai dengan tujuan
dari teks narasi, eksposisi, dan diskusi.
2. Memiliki keterampilan abad 21, termasuk bernalar kritis, kreatif,
berkomunikasi lisan dan tulisan, dan mampu bekerja sama, serta mampu
berliterasi digital.
3. Menjadi warga masyarakat global yang tetap memegang teguh nilai-nilai
Pancasila sebagai falsafah hidup bangsa dengan mengedepankan dimensi
profil lulusan (keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan YME, kewargaan,
kreativitas, kemandirian, komunikasi, kesehatan, kolaborasi dan penalaran
kritis).

C. Karakteristik
Karakteristik pembelajaran bahasa Inggris Tingkat Lanjut hampir sama dengan
karakteristik pembelajaran bahasa Inggris umum, yakni sebagai berikut.
1. Pengajaran berbasis teks dan jenis teks yang diajarkan dalam bahasa Inggris
beragam dan pembelajaran mencakup enam elemen, yakni menyimak,
berbicara, membaca, memirsa, menulis dan mempresentasikan, yang diajarkan
secara terintegrasi dalam siklus pengajaran berbasis teks, khususnya 3 jenis
teks, yakni narasi, eksposisi, dan diskusi. Teks narasi dipilih karena tiga
alasan utama. Pertama, teks narasi tersedia di setiap masa, dalam setiap
kalangan dan kelompok usia, dalam berbagai jenis dan topik, mulai dari topik
sejarah sampai topik terkini. Kedua, teks narasi bertujuan untuk menghibur,
dan merupakan bagian dari karya sastra. Hal ini diharapkan mampu
menarik perhatian dan meningkatkan minat murid untuk terus belajar bahasa
Inggris. Alasan terakhir adalah teks narasi juga mempengaruhi cara
pandang seseorang terhadap suatu fenomena. Teks eksposisi dan diskusi
dipilih karena jenis teks ini mempunyai peran yang sangat penting, tidak
hanya di dunia akademik, tetapi juga di dunia kerja. Teks eksposisi dan
diskusi menghendaki murid mampu menggunakan bahasa Inggris untuk
mengemukakan pendapat tentang suatu isu yang didukung fakta, data, dan
pendapat para ahli terkait isu tersebut. Teks diskusi, khususnya
menghendaki murid untuk melihat satu isu dari berbagai perspektif,
minimal dua perspektif, yakni perspektif yang mendukung dan menentang.
Pembelajaran teks diskusi dapat memfasilitasi murid untuk berlatih berdebat
dalam bahasa Inggris dan juga kemampuan yang sangat penting baik dalam
dunia akademik maupun dalam dunia kerja dewasa ini. Kedua jenis teks
ini, dengan argumen sebagai bagian utama, berperan penting dalam
pengembangan kemampuan bernalar kritis dan kreatif.
2. Pilihan jenis teks pada pembelajaran bahasa Inggris Tingkat
Lanjut disajikan dalam bentuk teks tulisan, teks lisan (monolog atau dialog),
teks visual, teks audio, dan teks multimodal (teks yang mengandung aspek
verbal, visual dan audio), baik otentik maupun teks yang dibuat untuk tujuan
pembelajaran, baik tunggal maupun teks ganda, yang diproduksi dalam
kertas maupun digital. Hal ini diupayakan untuk memfasilitasi murid
supaya terampil menggunakan teknologi (literasi teknologi), sehingga
kemampuan mengelola informasi digital murid meningkat.
3. Pembelajaran sastra dan lintas budaya menjadi bagian dari bahasa Inggris
tingkat lanjut karena teks merupakan konstruksi sosial. Pembahasan teks tidak
akan terlepas dari
pembahasan budaya yang direfleksikan dalam setiap teks yang dibahas. Dengan
demikian, pembelajaran sastra dan lintas budaya termasuk dalam pembelajaran
pada 3 jenis teks di atas.
4. Proses belajar harus memberi ruang bagi penyelesaian masalah secara
mandiri dan yang dicapai di bawah bimbingan orang dewasa (pendidik
atau pendidik) atau kerja sama dengan teman sebaya yang lebih mampu. Dalam
kaitannya dengan pendekatan pembelajaran pendalam, pembelajaran
bahasa Inggris tingkat lanjut diharapkan dapat mewujudkan para murid yang
mampu menggunakan bahasa Inggris secara mandiri dan percaya diri.
5. Proses belajar merupakan proses sosial meliputi belajar bahasa, belajar
melalui bahasa dan belajar tentang bahasa.
6. Proses belajar berfokus pada murid, yakni upaya mengubah perilaku murid dari
tidak tahu menjadi tahu, dari tidak mampu mampu menjadi mampu, dari
tidak suka menjadi suka, dalam menggunakan bahasa Inggris pada enam
elemen dalam jenis teks narasi, eksposisi, dan diskusi.
7. Prinsip belajar adalah membangun jembatan pemahaman (scaffolding), yakni
pendidik berperan mengajarkan kepada murid cara melakukan sesuatu, dalam
hal ini cara menggunakan bahasa Inggris dan memberikan kesempatan untuk
mempraktikkannya.

Elemen dan deskripsi elemen mata pelajaran Bahasa Inggris Tingkat Lanjut adalah sebagai
berikut.
Elemen Deskripsi
Menyimak-Berbicara Kemampuan menangkap pesan yang
(Listening-Speaking) disampaikan secara lisan, mengapresiasi lawan
bicara, dan kemampuan berinteraksi dengan
lancar, spontan, teratur dan tanpa ada hambatan
untuk berkomunikasi secara lisan, relevan, dan
kontekstual. Kemampuan menyimak
memengaruhi komunikasi lisan

Elemen Deskripsi
murid dalam menyampaikan
gagasan, pikiran, serta perasaan secara lisan
dalam interaksi sosial.
Membaca-Memirsa Kemampuan menangkap pesan yang
(Reading-Viewing) disajikan dalam berbagai jenis teks tulis, visual
atau multimodal, menggunakan dan merefleksi
berbagai jenis teks (genre) sesuai tujuan/fungsi
sosialnya sehingga murid dapat berpartisipasi
dalam masyarakat melalui pengetahuan dan
kemampuan membaca/memirsanya.

Menulis-Mempresent Kemampuan mengomunikasikan


asikan gagasan dan pengalaman, mengekspresikan
(Writing-Presenting) kreativitas, dan mencipta dalam berbagai jenis
teks (genre) dengan efektif, yakni dengan struktur
teks dan unsur kebahasaan yang tepat, sehingga
teks itu dapat dipahami dengan mudah serta
diminati oleh pembaca/pemirsa.

D. Capaian Pembelajaran
Fase F (Umumnya untuk Kelas XI dan XII SMA/MA/Program Paket C)

Pada akhir fase F, murid memiliki kemampuan sebagai berikut.


1. Menyimak - Berbicara (Listening - Speaking)
Memahami alur cerita atau informasi dari teks narasi, eksposisi, dan diskusi
tentang isu terkini atau topik terkait mata pelajaran lain secara lisan atau
multimodal; menggunakan bahasa Inggris untuk mengungkapkan pendapat
dan mempertahankan argumen tentang topik yang dibahas.
(Understand the storyline or information from narrative,
exposition, and discussion texts on current issues or topics related to
other subjects in spoken or multimodal texts; using English to express
their opinions and defend their arguments about the topics being
discussed)
2. Membaca-Memirsa (Reading-Viewing)
Mengevaluasi dan merefleksi informasi tersurat dan tersirat dari teks narasi,
eksposisi dan diskusi tentang isu terkini baik nasional maupun global, atau
topik yang terkait mata pelajaran lain secara tertulis atau multimodal.
(Evaluate and reflect on explicit and implicit information from
narrative, exposition, and discussion on current issues, both national
and global, or topics related to other subjects in written or multimodal
texts)
3. Menulis-Mempresentasikan (Writing-Presenting) Mengomunikasikan
gagasan atau pengalaman secara
tertulis atau multimodal dalam teks narasi, eksposisi, dan diskusi tentang
berbagai topik dengan struktur teks dan unsur kebahasaan yang tepat, jelas,
dan detail dengan menggunakan berbagai media presentasi (cetak atau digital);
menulis cerita pendek, pendapat atau pandangan tentang suatu topik atau isu
dengan mengungkapkan argumen yang didukung dengan data dan fakta, atau
membahas suatu isu dengan menjelaskan manfaat dan kelemahan atau argumen
yang mendukung dan menentang tentang suatu isu terkini yang kontroversial.
(Communicate ideas or experiences in written or multimodal texts in
narrative, exposition, and discussion texts on various topics with clear
and detailed text structure and language features using different media
of presentation (print or digital); write short stories, their opinions or
viewpoints about a topic or an issue by using arguments supported
with data and facts, or discuss an issue by explaining the advantages
and disadvantages or arguments for and against controversial current
issues)

Anda mungkin juga menyukai