Tugas Anorganik II
MAKALAH
ALKALI
Di susun oleh :
Arialdi Jamil
Fathur Rozi
Ina Magfirah
Karina Fitria
Raudatul Jannah
Dosen Pembimbing:
Hayatuz Zakiyah, [Link]., [Link].
Jurusan Pendidikan Kimia
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan
UIN AR-RANIRY
Banda Aceh
2016
KATA PENGANTAR
Puji syukur yang dalam penulis ucapkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa
karena berkat rahmat-Nyalah makalah ini dapat penulis selesaikan sesuai dengan
waktu yang telah ditentukan. Dalam makalah ini, penulis membahas mengenai
“Alkali”. Makalah ini dibuat dalam rangka memperdalam pemahaman mengenai
pengertian tentang alkali dan berbagai hal-hal lain yang berkaitan dengan alkali.
Proses penyusunan makalah ini, tentunya penulis mendapatkan bimbingan,
arahan, koreksi, dan saran. Untuk itu rasa terima kasih yang dalam penulis kepada
yang terhormat : kepada dosen yang telah membimbing kami dalam membuat
proses pembuatan makalah,dan kepada kawan-kawan semua.
Hanya kepada Tuhan Maha Kuasa jualah penulis memohon doa sehingga
bantuan dari berbagai pihak bernilai ibadah. Penulis menyadari bahwa sebagai
manusia biasa tidak luput dari kesalahan dan kekurangan sehingga hanya yang
demikian sajalah yang dapat penulis berikan. Penulis juga sangat mengaharapkan
kritikan dan saran dari para pembaca sehingga penulis dapat memperbaiki
kesalahan-kesalahan dalam penyusunan makalah selanjutnya. Demikian makalah
ini, semoga bermanfaat bagi kita semua. Amiin.
Banda Aceh, 27 Mei 2016
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR..............................................................................................
DAFTAR ISI.............................................................................................................
BAB I: PENDAHULUAN
A. Latar Belakang.........................................................................................
B. Rumusan Masalah....................................................................................
C. Tujuan.......................................................................................................
BAB II: PEMBAHASAN
A. Pengertian Alkali.......................................................................................
[Link] Fisika Unsur Alkali............................................................................
C. Sifat-sifat Kimia Unsur Alkali...................................................................
D. reaksi-reaksi Khas Unsur Alkali...............................................................
E. Kelarutan Garam-garam Alkali.................................................................
F. Ekstraksi Logam Alkali.............................................................................
G. Senyawa-senyawa Golongan Alkali..........................................................
H. Kegunaan Logam Unsur-unsur Alkali......................................................
I. Senyawa Kompleks.....................................................................................
J. Perbedaan Unsur Litium dengan Unsur Lainnya.......................................
BAB III: PENUTUP
A. Kesimpulan................................................................................................
B. Saran..........................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA...............................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Unsur – unsur golongan IA terdiri dari hidrogen (H), natrium (Na),
kalium(K), rubidium (Rb), sesium (Cs) dan fransium (Fr). Kecuali hidrogen
semua unsur – unsur dalam golongan ini lebih dikenal dengan istilah Logam
Alkali. Dinamakan logam karena memiliki sifat – sifat logam seperti mempunyai
permukaan mengkilap serta mempunyai daya hantar panas dan listrik yang baik.
Disebut alkali karena bereaksi dengan air dan membentuk senyawa hidroksida
yang bersifat alkali atau basa. Hidrogen termasuk nonlogam walaupun dengan
alkali sama-sama memiliki satu elektron pada kulit terluarnya. Berdasarkan
konfigurasi elektron diketahui semua unsur alkali memiliki 1 elektron yang
terletak pada kulit terluar. Persamaan ini menyebabkan unsur-unsur alkali
memiliki sifat kimia yang [Link] memiliki sifat yang mirip tetapi unsur-
unsur alkali keberadaan di alam tidak bersama-sama. Hal ini disebabkan oleh
ukuran-ukuran ion alkali yang sangat berbeda satu dengan yang lainnya.
Fransium jarang dipelajari sebagai salah satu anggota unsur Golongan IA,
sebab Fransium adalah unsur radioaktif yang tidak stabil dan cenderung meluruh
membentuk unsur baru lainnya. Dari konfigurasi elektron unsur, masing-masing
memiliki satu elektron valensi . Dengan demikian, unsur Alkali cenderung
membentuk ion positif bermuatan satu (M+). Secara umum, unsur Alkali memiliki
titik leleh yang cukup rendah dan lunak, sehingga logam Alkali dapat diiris
dengan pisau. Unsur Alkali sangat reaktif, sebab mudah melepaskan elektron agar
mencapai kestabilan (konfigurasi elektron ion Alkali menyerupai konfigurasi
elektron Gas Mulia).
Dengan demikian, unsur Alkali jarang ditemukan bebas di alam. Unsur
Alkali sering dijumpai dalam bentuk senyawanya. Unsur Alkali umumnya
bereaksi dengan unsur lain membentuk senyawa halida, sulfat, karbonat, dan
silikat. Oleh karena itu, pada makalah ini akan dipelajari tentang kelimpahan, cara
isolasi, reaktivitas, senyawaan dan reaksinya dengan unsur lain, dan jenis
ikatan yang terbentuk pada logam alkali.
B. Rumusan Maslah
Adapun rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Apa Pengertian Alkali?
2. Bagaimana sifat fisika dan kimia unsur-unsur alkali?
3. Apa saja reaksi khas untuk unsur alkali?
4. Bagaimana teknik ekstraksi logam alkali?
5. Apa kegunaan unsur-unsur alkali dan perbedaan litium dengan unsur
alkali lainnya?
C. Tujuan
Adapun tujuan ditulisnya makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Mengetahui pengertian alkali.
2. Mengetahui sifat fisika dan kimia dari unsur-unsur alkali.
3. Memahami reaksi-reaksi khas untuk unsur alkali.
4. Memahami teknik-teknik titrasi dalam logam alkali.
5. Mengetahui kegunaan unsur-unsur alkali dan perbedaan litium dengan
unsur alkali lainnya.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Alkali
Logam alkali adalah unsur-unsur kimia yang berada pada golongan satu (1)
juga sering disebut IA dari tabel unsur priodik. Logam alkali meliputi litium (Li),
natrium (Na), kalium (K), ribidium (Rb), cescium (Cs), dan fransium (Fr).
Sementara itu hidrogen juga ada di golongan satu, namun tidak termasuk dalam
logam alkali karena tidak menunjukkan sifat yang sama. Kata “alkali” berasal dari
bahasa Arab yaitu “Al Qali”, yang berarti “abu”. Unsur-unsur tertentu diberi nama
alkali karena mereka bereaksi dengan air untuk membentuk ion hidroksida,
sehingga bersifat basa (pH > 7), yang juga disebut larutan alkali.
Sumber utama logam alkali adalah air laut. Air laut merupakan larutan
garam-garam alkali dan alkali tanah dengan NaCl sebagai zat terlarut utamanya.
Jika air laut diuapkan, garam-garam yang terlarut akan membentuk [Link]
alkali dikenal sebagai logam yang paling reaktif. Hal ini disebabkan sebagian
besar logam alkali mempunyai jari-jari atom dan energi ionisasi yang rendah.
Kelimpahan unsur-unsur alkali di alam:
a. Litium (Li)
Litium adalah suatu unsur kimia dalam table periodik yang memiliki nomor
atom 3 yang termasuk dalam kelompok golongan alkali berwarna perak.
Pada keadaan standar litium merupakan logam paling kecil, litium sama
seperti logam alkali lainnya sangant reaktif dan terkorosi dengan cepat dan
dapat menjadi lembab di udara yang lembab, sehingga penyimpanan litium
diletakkan didalam wadah yang berisi minyak anhidrat. Berdasarkan
teorinya litium merupakan salah satu dari sedikit unsure yang disintesis
dalam kejadian dentuman besar tetapi kelimpahan pada saat ini sudah jauh
berkurang. Litium merupakan unsur ke-33 yang melimpah dibumi, tetapi
karena reaktivitasnya sangat tinggi membuat unsur ini hanya dapat
ditemukan dalam keadaan bersenyawaan dengan unsur lain. Litium
ditemukan dibeberapa mineral pegmatite, namun dapat juga ditemukan di
air asin atau tanah merah. Pada skala komersial, logam litium didapatkan
dengan elektrolisis dari campuran litium klorida dan kalium kloria. Litium
berbentuk padatan dengan densitas setengah dari densitas air, dengan
demikian litium menjadi logan dengan densitas paling kecil diantar logam
yang lain. Pada permukaan litium apabila dipotong memiliki warna
keperakan dan akan berubah warna menjadi abu-abu apabila terkena udara.
Logam litium larut dalam senyawaan alifatik amina berantai pendek akan
tetapi logam ini tidak larut dalam hodrokarbon. Litium memiliki isotop 4Li,
5Li, 6Li, 7Li, 8Li, 9Li, 10Li, 11Li.
b. Natrium (Na)
Natrium melimpah di litosfer, natrium banyak ditemukan di bintang-
bintang. Garis D pada spektrum matahari sangat jelas. Natrium juga
merupakan elemen terbanyak keempat di bumi (setelah Aluminium, Besi
(Fe), dan Kalsium), terkandung sebanyak 2.6% di kerak bumi. Unsur ini
merupakan unsur terbanyak dalam golongan logam alkali.
c. Kalium (K)
Logam ini merupakan logam ketujuh paling banyak sekitar 1,5 % menutupi
kerak bumi. Kebanyakan mineral kalium tidak terlarut dalam air dan unsur
kalium sangat sulit diambil dari mineral-mineral tersebut. Mineral-mineral
tertentu, seperti sylvite, carnalite, langbeinite, dan polyhalite ditemukan di
danau purba dan dasar laut yang membentuk deposit dimana kalium dan
garam-garamnya dengan mudah dapat diambil. Kalium ditambang di
Jerman, negara bagian-negara bagian New Mexico, California, dan Utah.
Deposit besar yang ditemukan pada kedalaman 3000 kaki di Saskatchewan,
Kanada diharapkan menjadi tambang penting di tahun-tahun depan. Kalium
juga ditemukan di samudra, tetapi dalam jumlah yang lebih sedikit
ketimbang natrium. Dalam tumbuh-tumbuhan, kalium banyak terkandung
sebagai garam oksalat dan tatrat. Jika tumbuh-tumbuhan diperabukan, kita
memperoleh K2CO3. Sebagai unsur-unsur alkali yang paling banyak
dijumpai di alam, tidak aneh jika unsur kalium ikut berperan dalam
metabolisme pada tubuh makhluk hidup. Pada tubuh man usia dan hewan,
ion dan K+ berperan dalam menghantarkan konduksi saraf, serta dalam
memelihara keseimbangan osmosis dan pH darah. Pada tumbuh-tumbuhan,
ion K+ jauh lebih penting dari pada ion Na+, sebab ion K+ merupakan zat
esensial untuk pertumbuhan.
d. Rubidium (Rb)
Rubidium ternyata ditemukan lebih banyak dari yang diperkirakan beberapa
tahun lalu. Rubidium dianggap sebagai elemen ke-16 yang paling banyak
ditemukan di kerak bumi. Rubidium ada di pollucite, leucite dan
zinnwaldite, yang terkandung sekitar 1% dan dalam bentuk oksida. Ia
ditemukan di lepidolite sebanyak 1.5% dan diproduksi secara komersil dari
bahan ini. Mineral-mineral Kalium, seperti yang ditemukan pada danau
Searles, California, dan Kalium Klorida yang diambil dari air asin di
Michigan juga mengandung Rubidium dan sukses diproduksi secara
komersil. Unsur ini juga ditemukan bersamaan dengan Cesium di dalam
deposit pollucite di danau Bernic, Manitoba.
e. Cesium (Cs)
Cesium merupakan logam alkali yang terdapat di lepidolite, pollucte (silikat
aluminum dan Sesium basah) dan di sumber-sumber lainnya. Salah satu
sumber terkaya yang mengandung Sesium terdapat di danau Bernic di
Manitoba, Kanada. Deposit di danau tersebut diperkirakan mengandung
300.000 ton pollucite yang mengandung 20% Cesium. Unsur ini juga dapat
diisolasi dengan cara elektrolisis fusi sianida dan dengan beberapa metoda
lainnya.
B. Sifat Fisika Unsur Alkali
Unsur-unsur alkali memiliki kilap keperakan logam yang khas pada
permukaan yang baru sipotong (tetapi ini cepat menghitam setelah bersinggungan
dengan udara). Unsur-unsur ini juga memiliki daya hantar (konduktivitas)listrik
dan panas yang tinggi, adalah khas logam. Struktur kristas logam alkali adalah
kubus berpusat badan (bcc = body-centered-cubic). Beberapa sifat unsur ini yang
tak biasa terdapat pada logam, adalah titik lelehnya yang relatif rendah, rapatan
(massa jenis) yang relatif rendah, dan [Link] sifat ini terutama khas
bagi unsur-unsur alkali. Semuanya dari Litium sampai Cesium dapat diubah
bentuknya (deformasi) dengan memencetnya diantara jempol dari jari telunjuk
(dengan melindungi kulit bai-baik).
Logam alkali memiliki jari-jari atom terbesar dibandingkan dengan unsur
lain yang terletak dalam satu priode. Dan bila atom-atom itu melepaskan elektron
terluarnya, maka akan terbentuk ion positif. Massa jenis logam alkali tidak normal
sebagian besar logam memiliki massa jenis antara 5 hingga 15 gcm -3, tetapi ligam
alkali sangat berbeda seperti di tabel.
Sifat Li Na K Rb Cs Fr
Nomor
3 11 19 37 55 87
Atom
Konfigura
[Rn]7
si [He]2s1 [Ne]3s1 [Ar]4s1 [Kr]s1 [Xe]6s1
s1
Elektron
Massa
223,0
atom 6,941 22,989 39,098 85,48 132,905
19
Relatif
Putih Abu-
Putih Putih Kuning
Warna Keperak abu -
Keperakan Keperakan keemasan
an putih
Jari-jari
1,23 1,57 2,03 2,16 2,35 -
atom
Massa
jenis
0,534 0,968 0,828 1,532 1,93 -
(20°C/g
cm-3)
Energi
ionisasi 520,2 495,8 418,8 403,0 375,7 380,0
(Kjmol-1)
Titik leleh 180,54 97,72 63,38 39,31 28,44 27
(°C)
Titik didih
1342 883 759 686 669 677
(°C)
Elektrone-
ga- 0,98 0,93 0,82 0,82 0,79 0,7
tivitas
Struktur
bcc bcc bcc bcc bcc -
kristal
Kekerasan
0,6 0,5 0,4 0,3 0,2 -
(mohs)
Elektron valensi dalam atom alkali juga dapat dengan mudah mengalami
eksitasi ke tingkat energi yang lebih tinggi, sehingga unsur-unsur ini dapat
dianalisis secara kualitatif berdasarkan warna nyala yang ditimbulkan pada
pemanasan unsur itu, ternyata warna itu ada dalam daerah tampak yang
karakteristik untuk setiap unsur.
Unsur Li Na K Rb Cs
Warna nyala Merah Kuning Ungu Ungu-merah Biru
Panjang
gelombang 670,8 589,3 766,5 780,0 455,5
(nm)
C. Sifat-sifat Kimia Unsur Alkali
Unsur-unsur logam alkali merupakan logam yang sangat reaktif sehingga
tidak terdapat dalam keadaan unsur bebasnya di alam. Bila logam litium, natrium
dan kalium, direaksikan dengan air maka dapat diamati bahwa reaksi-reaksi
tersebut menghasilkan panas, bahkan Na sampai meleleh dan kalium sampai
terbakar, yang nampak dari nyala ungu muda yang terbentuk. Hal ini
menunjukkan bahwa kalium lebih reaktif dibandingkan natrium dan natrium lebih
reaktif dibandingkan litium.
Sifat logam unsur alkali dari atas ke bawah pada tabel periodik cenderung
bertambah. Itu karena pengaruh dari jari-jari atom nya, jari-jari dari unsur alkali
dari atas ke bawah semakin besar. Sifat ini terkait dengan kecenderungan atom
unsur alkali melepas elektron. Hampir semua senyawa logam alkali bersifat ionic
dan mudah larut dalam air. Unsur alkali tidak ada yang terdapat di alam dalam
bentuk unsurnya, biasanya bergabung dalam mineral yang larut dalam air, misal
NaCl (natrium klorida). Unsur alkali terdapat dalam senyawaan alam sebagai ion
uni-positif (positif satu).
Semua unsur alkali memiliki reaktivitas tinggidan sangat cepat bereaksi
dengan udara membentuk oksida atau nitrida untuk litium. Reaktivitas unsur-
unsur alkali terhadap air bertambah litium ke cesium. Dalam hal ini akan
membentuk hidroksida dan gas hidrogen, dan hidroksida yang terbentuk dikenal
sebagai basa yang sangat kuat:
2 M + 2 H2O 2 MOH + H2
Oksida unsur alkali yang diperoleh dari perubahan logam alkali di udara
adalah bermacam-macam. Pembakaran litium akan menghasilkan monoksida
Li2O, sedangkan menghasilkan peroksida Na2O2 dan logam yang lain akan
menghasilkan superoksida dengan rumus molekul MO2.
Dengan gas hidrogen, logam-logam alkali akan membentuk senyawa
hidrida, dengan reaktivitas yang makin besar dari litium ke cesium. Hidrida yang
membentuk bersifat ionik M+H-, sehingga apabila dielektrolisis akan
menghasilkan gas hidrogen pada anoda. Apabila hidrida alkali direaksikan dengan
air, maka akan terbentuk gas hidrogen.
LiH + H2O LiOH + H2
Peningkatan kereaktifan logam alkali dari Li ke Fr dapat dijelaskan dari
kelarutan sifat jari-jari atom yang bertambah keelektronegatifannya. Nilai jari-jari
atom yang bertambah dari Li ke Fr menunjukkan elektron valensi semakin terikat
lemah ke inti.
D. Reaksi-reaksi Khas Unsur Alkali
a. Reaksi dengan Air
Produk yang diperoleh dari reaksi antara logam alkali dan air adalah gas
hidrogen dan logam hidroksida. Logam hidroksida yang dihasilkan merupakan
suatu basa kuat. Makin kuat sifat logamnya basa yang dihasilkan makin kuat pula,
dengan demikian basa paling kuat yaitu dihasilkan oleh sesium. Reaksi antara
logam alkali dan air adalah sebaga berikut:
2M(s) + 2H2O(l) 2MOH(aq) + H2(g) (M = logam alkali)
Reaksi antara logam alkali dengan air merupakan reaksi yang eksotermis. Li
bereaksi dengan tenang dan sangat lambat, Natrium dan kalium bereaksi dengan
keras dan cepat, sedangkan rubidium dan sesium bereaksi dengan keras dan dapat
menimbulkan ledakan.
b. Reaksi dengan Udara
Logam alkali pada udara terbuka dapat bereaksi dengan uap air dan oksigen.
Untuk menghindari hal ini, biasanya litium, natrium dan kalium disimpan dalam
minyak atau minyak tanah untuk menghindari terjadinya kontak dengan
[Link] merupakan satu-satunya unsur alkali yang bereaksi dengan nitrogen
membentuk Li3N. Hal ini disebabkan ukuran kedua atom yang tidak berbeda jauh
dan struktur yang dihasilkanpun sangat kompak dengan energi kisi yang
[Link] yang diperoleh dari reaksi antara logam alkali dengan oksigen yakni
berupa oksida logam.
Berikut reaksi yang terjadi antara alkali dengan oksigen:
4M + O2 2M2O (M = logam alkali)
Pada pembakaran logam alkali, oksida yang terbentuk bermacam-macam
tergantung pada jumlah oksigen yang tersedia. Bila jumlah oksigen berlebih,
natrium membentuk peroksida, sedangkan kalium, rubidium dan sesium selain
peroksida dapat pula membentuk membentuk superoksida.
Persamaan reaksinya:
Na(s) + O2(g) Na2O2(s)
M(s) + O2(g) MO2(s) (M = kalium, rubidium dan sesium)
c. Reaksi dengan Hidrogen
Dengan pemanasan logam alkali dapat bereaksi dengan hidrogen
membentuk senyawa hidrida. Senyawa hidrida yaitu senyawaan logam alkali yang
atom hidrogen memiliki bilangan oksidasi -1.
2M(s) + H2(g) 2MH(s) (M = logam alkali)
d. Reaksi dengan Halogen
Unsur-unsur halogen merupakan suatu oksidator sedangkan logam alkali
merupakan reduktor kuat. Oleh sebab itu reaksi yang terjadi antara logam alkali
dengan halogen merupakan reaksi yang kuat. Produk yang diperoleh dari reaksi
ini berupa garam halida.
2M + X2 2MX (M = logam alkali, X = halogen)
e. Reaksi dengan Senyawa
Logam-logam alkali dapat bereaksi dengan amoniak bila dipanaskan dan
akan terbakar dalam aliran hidrogen klorida.
2M + 2HCl MCl + H2
2M + 2NH3 MNH2 + H2 ( L = logam alkali)
f. Reaksi dengan Amonia
Logam-logam alkali mempunyai sifat yang menarik dalam hal kelarutannya
dengan amonia yang menghasilkan larutan biru tua jika larutannya encer. Larutan
ini dapat menghantarkan arus listrik dengan spesies utama yang diduga membawa
arus dalam larutan adalah elektron yang tersolvasi sebagai hasil kali ion alkali.
Jika larutan ini dipekatkan dengan penguapan, warna larutan berubah
menjadi seperti perunggu dan berperilaku logam cair. Jika dibiarkan dalam waktu
lama atau dipercepat dengan penambahan katalisator logam transisi, larutan ini
teruai dengan menghasilkan garam amida dan gas hidrogen menurut persamaan
reaksi.
E. Kelarutan Garam-garam Alkali
Hampir semua garam alkali larut dalam air meskipun tingkat kelarutannya
berbeda-beda. Kelarutan garam-garam alkali membuat logam alkali begitu
berguna sebagai pereaksi dalam laboratorium kimia.
Senyawa Kelarutan (mol/L)
NaF 0,099
NaCl 0,62
NaBr 0,92
NaI 1,23
Pengukuran daya hantar listrik larutan garam alkali dalam air memberikan
hasil daya hantar ion alkali menurut urutan : Cs + > Rb+ > K+ > Na+ > Li+. Hal ini
menunjukkan bahwa ion-ion alkali dalam air mengalami peristiwa hidrasi,
sehingga ion-ion ini ada dalam keadaan terhidrad.
Litium mengalami hidrasi, sangat kuat sehingga ion ini akan hanya akan
bergerak lambat dalam air, sedangkan cesium kurang terhidrat, sehingga akan
bergerak lebih cepat. Penurunan kekuatan hidrasi pada ion-ion alkali dapat
dijumpai pula pada fakta bahwa hampir semua garam litium mengandung air
kristal, beberapa garam natrium dan sedikit garam kalium juga mengandung air
kristal, tetapi untuk garam-garam ribidium dan cesium tidak mengandung air
kristal.
Oleh karena itu, hampir semua garam alkali mudah larut dalam air, maka
anlisis kualitatif unsur ini jarang dikerjakan dengan metode pengendapan.
Beberapa unsur alkali yang dapat diendapkan adalah kalium kobaltinitril
K3Co(NO2)6, kalium perkhlorat KClO4 dan natrium uranil asetat
NaUO2(CH3COOH)3.
F. Ekstraksi Logam Alkali
Senyawa logam alkali merupakan senyawa yang sangat setabil terhadap
pemanasan jadi, dekomposisi termal tidak praktis. Karena logam-logam alkali
berada puncak pada deret elektrokimia, mereka bereaksi dengan air jadi
penggantian satu unsur dari larutan oleh unsur yang lebih atas dari deret
elektrokimia akan tidak berhasil. Logam-logam alkali dikenal sebgai reduktor
yang paling kuat, sehingga ekstraksi tidak dapat dilakukan dengan cara mereduksi
oksidasinya.
Keberadaan natrium dan kalium telah dikenali sejak lama, namun untuk
mereduksi logam-logam alkali dalam air tidak dapat dilakukan karena logam-
logam alkali dapat bereaksi dengan air membentuk basa kuat. Pada abad ke-19 H.
Davy akahirnya dapat mengisolasi natrium dan kalium dengan melakukan
elektrolisis terhadap lelehan garam KOH atau NaOH. Dengan metode yang sama
Davy berhasil mengisolasi Li dari Li2O. Kemudian Rb dan Cs ditemukan sebagai
unsur baru dengan teknik spektroskopi pada tahun 1860-1861 oleh Bunsen dan
Kirchhoff. Sedangkan fransium ditemukan oleh Perey dengan menggunakan
teknik radiokimia tahun 1939.
Semua logam alkali hanya dapat diisolasi dari leburan garam halidanya
melalui proses elektrolisis. Garam-garam halida mempunyai titik lebur yang
sangat tinggi, oleh karena itu umumnya ditambahkan garam halida yang lain
untuk menurunkan titik lebur garam halidanya.
Gambar 5.1 Sel Downs Untuk Produksi Logam Natrium
Logam natrium dibuat melalui proses downs, dimana NaCl (titik leleh
801°C)dielektrolisis dalam keadaan leburannya. Elektrolisis dilakukan dalam sel
silinder dengan pusat anoda grafit dan dikelilingi oleh katoda baja (Gambar 5.1).
Campuran dari CaCl2 dan NaCl digunakan untuk menurunkan titik lebur
dan juga merendahkan pada suhu pada kondisi sel dapat beroperasi. Meskipun
CaCl2 mempunyai titik leleh 772°C, campuran 33% NaCl dan 67% CaCl 2
memiliki titik leleh sekitar 580°C. Ini adalah titik didih yang rendah dari
campuran agar dapat dilalukan secara komersil. Kemudian kedua elektroda
dipisahkan oleh sekat berongga yang terbuat dari lapisan tipis dari silinder baja,
sehingga lelehan natrium, yang melayang pada bagian atas rongga katoda, akan
menjauhi gas klorin yang terbentuk di anoda:
2 Na+(NaCl) + 2 e- 2Na(l)
2 Cl-(NaCl) Cl2(g) + 2 e-
Logam natrium yang dihasilkan mengandungsekitar 0,2% logam kalsium.
Pendinginan campuran logam hingga suhu 110°C menyebabkan kalsium (titik
leleh 842°C) menjadi padat dan tenggelam ke dalam leburan. Natrium yang murni
(titik leleh 98°C) tetap cair dan dapat dipompa ke dalam cetakan dingin, dimana
logam natrium menjadi padat.
Sel yang sama dapat digunakan untuk memperoleh kalium dengan
mengelektrolisis leburan KCl. Namun, sel harus beroperasi pada suhu lebih tinggi
karena titik leleh KCl lebih tinggi, dan menghasilkan uap dari kalium yang
dibebaskan. Karena natrium merupakan reduktor lebih kuat dibandingkan kalium,
metode modern adalah dengan mereduksi lelehan KCl dengan uap natrium pada
suhu 850°C dalam tower fraksionasi yang besar. Proses ini menghasilkan kalium
dengan kemurnian 99,5%.
Na + KCl K + NaCl
Reaksi ini berada dalam kesetimbangan. Karena K yang terbentuk mudah
menguap, maka K dapat dikeluarkan dan sistem dan kesetimbangan akan bergeser
ke kanan untuk terus memproduksi K.
Rubidium dan cesium juga diproduksi dengan cara yang sama melalui
reduksi lelehan kloridanya dengan natrium atau kalsium.
Na + RbCl Rb + NaCl
Ca + 2 CsCl 2 Cs + CaCl2
Reaksi ini berada dalam kesetimbangan. Karena Rb atau Cs yang terbentuk
mudah menguap, maka Rb atau Cs dapat diproduksi terus dengan cara yang sama
seperti memproduksi kalium.
G. Senyawa-senyawa Golongan Alkali
sifat kimia yang begitu serupa dari logam-logam alkali sehingga senyawa-
senyawanya begitu mirip. Beberapa senyawa dari golongan alkali sebagai berikut:
a. Oksida
Oksida golongan alkali dari jenis M 2O (Na2O, K2O dan seterusnuya) adalah
zat padat yang yang luar biasa peka terhadap air dan karbon dioksida, dan bila
bereaksi, masing-masing membentuk hidroksida, MOH, dan karbonat, M 2CO3,
monoksida , M2O, dari logam alkali dapat diperoleh dengan memanaskan logam
itu dalam udara kering yang disediakan terbatas dan pada suhu yang relatif rendah
(dibawah sekitar 180°C).
b. Hidroksida
Hidroksidanya putih merupakan padatan kristal NaOH yang menyerap air.
(titik leleh 3180) dan KOH (titik leleh 3600). Padatan dan larutan akuanya
menyerap CO2 dari atmosfer. Litium hidroksida digunakan dalam penerbangan
pesawan Apollo 11 ke bulan untuk menghilangkan karbondioksida yang
dikeluarkan oleh nafas astronot, dari atsmosfer kapsul:
2LiOH + CO2 Li2CO3 + H2O
Natrium hidroksida dibuat dalam jumlah yang besar dengan elektrolisis larutan
garam pekat (brine) natrium klorida.
2NaCl + 2H2O Cl2 + 2NaOH + H2
Litium hidroksida, LiOH, digunakan penerbangan appolo 11 ke bulan
untuk menghilangkan karbondioksida yang dikeluarkan oleh nafas astronoot dari
atmosfirkapsull.
2LiOH + CO2 LiCO3 + H2O
c. Halida
Beberapa halida alkali terdapat begitu melimpah di alam, sehingga
digunakan sebagai bahan mentah untuk membuat senyawa lain seperti logam dan
halogen. Natrium klorida dan kalium klorida diambil langsung dari tambangnya.
Kadang diperoleh halida lainnya seperti litium, rubidium, dan cesium klorida dan
beberapa bromida dan iodida yang ada dalam kuantitas yang kecil.
d. Karbonat
Karboanat alkali, M2CO3, jauh lebih larut dibandingkan karbonat alkali
tanah, MCO3, suatu fakta yang menjelaskan mengapa zat yang terakhir ini
umumditemukan sebagai lapisan batu sedimen. Semua logam alkali kecuali
litium, membentuk karbonat yang larut dimana paling murah dan berguna adalah
natrium karbonat, NaHCO3, dan natrium karboanat, Na2CO3.
Bikarbonat adalah zat amfoter, yaitu dapat yaitu dapat bereaksi baik dengan
asam asam atau basa. Bikarbonat tidak stabil, bila dipanaskan akan terurai
menjadi karbonat kalium bikarbonat bubuk digunakan dalam alat pemadam
kebakaran karena mudah terurai dengan menghasilkan karbon dioksida.
KHCO3 K2CO3 + H2O + CO2
e. Sulfat
Natrium sulfat (Na2SO4), digunakan dalam pembuatan kaca dan dalam
membuat kaca dan dalam membuat kayu menjadi bubur serat (pulp). Natrium
sulfat dekahidrat (disebut garam gauber), mempunyai sifat yang mempunyai
harapan baik sebagai bahan penyimpan energi surya untuk pemanasan dengan
matahari. Zat ini mempunyai suhu transisi yang cocok (32,4°C), panas lebur yang
mengesankan besarnya (251 KJ/kg), dan murah harganya. Kalium sulfat (K 2SO4)
adalah bahan berharga dalam jenis pupuk tertentu.
H. Kegunaan Logam Unsur-unsur Alkali
Logam-logam alkali juga berguna dalam kehidupan manusia, baik dalam
pembuatan bahan-bahan kimia maupun dalam hal-hal lainnya yang sangat
membantu kegiatan ataupun pembuatan hal-hal seperti berikut:
1.1. Kegunaan Litium dan senyawaannya
Kegunaan logam Litium (Li) adalah untuk membuat baterai dan Li 2CO3
digunakan untuk pembuatan beberapa jenis peralatan gelas dan keramik. Litium
juga digunakan untuk membuat alloy, seperti dengan timbal untuk membuat
logam putih bantalan poros mesin, dengan alumunium untuk membuat bagian
pesawat yang ringan dan kuat, Dn dengan magnesium untuk membuat lapis baja
untuk pelindung kapal perang, teng, mobil, dan sebagainya.
1.2. Kegunaan Natrium (Na)
Kegunaan natrium dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut:
a. Natrium digunakan sebagai cairan pendingin pada reaktor nuklir karena
meleleh pada 980 C dan mendidih pada 9000C
b. Natrium digunakan untuk membuat senyawa Natrium yang tidak dapat dibuat
dari NaCl seperti Natrium peroksida (Na2O2) dan Natrium Sianida (NaCN)
c. Natrium digunakan pada pengolahan logam-logam tertentu seperti Li, K, dan
Zn
d. Campuran Na dan K untuk termometer temperatur tinggi
e. Uap Natrium digunakan untuk lampu natrium yang bewarna kuning dan
menembus kabut
Kegunaan senyawa Natrium
a. Natrium Hidroksida (NaOH) disebut dengan soda kaustik yang digunakan
untuk industri sabun dan deterjen yang dibuat dengan mereaksikan lemak atau
minyak dengan NaOH, Industri pulp dan kertas, pada pengolahan alumunium
menggunakan bauksit menjadi alumunium murni diperlukan NaOH , dan
NaOH untuk industri tekstil, plastik, dan pemurniaan minyak bumi.
b. Natrium Klorida (NaCl) digunakan untuk pengolahan bahan makanan,
Regenerasi alat pelunak air, pada industri susu, pengawetan ikan dan daging,
pengolahan kulit, dan sebagai bahan baku untuk membuat Natrium.
c. Natrium Karbonat (Na2CO3) yang digunakan soda abu yang digunakan sebagai
industri pembuatan kertas, indutri kaca, industri deterjen, dan bahan pelunak
air yang mehilangkan kesadahan pada air.
d. Natrium Bikarbonat (NaHCO3) disebut juga soda kue. Kegunaannya sebagai
bahan pengembang pada pembuatan kue.
e. Natrium Sulfida (Na2S) digunakan bersama-sama NaOH pada proses
pengolahan pulp yang merupakan bahan dasar pembuatan kertas
f. NaCN digunakan untuk ekstraksi emas
g. NaNO2 digunakan sebagai bahan pengawet
1.3. Kegunaan Kalium
Kegunaan kalium dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut:
a. Unsur kalium sangat penting bagi pertumbuhan. Tumbuhan membutuhkan
garam-garam Kaliu, tidak sebagai ion K + sendiri tetapi bersama-sama ion Ca+
dalam perbandingan tertentu.
b. Unsur kalium digunakan untuk pembuatan kalim superoksida (KO 2) yang dapat
bereaksi dengan air membentuk oksigen. Senyawa kalim superoksida
digunakan sebagai bahan cadangan oksigen dalam tambang, kapal selam, dan
digunakan untuk memulihkan seseorang yang keracunan gas.
1.4 Kegunaan Rubidium (Rb)
Ribidium sangat sedikit digunkan dalam industri hingga 1930 dan
kebanykan dipakai pada aplikasi kimia dan elektronik. Pada 1999, rubidium-87
digunakan untuk membuat suatu Bose-Einstein condensate, dimana penemuannya
memenangkan hadiah Nobel Fisika. Rubidium sangat mudah terionisasi sehingga
dipertimbangkan untuk digunakan dalam mesin-ion untuk pesawat ruang angkasa
tetapi cesium dan xenon lebih efesien untuk keperluan ini. Senyawa-senyawa
rubidium sering digunakan untuk pesta kembang api.
I. Senyawa Kompleks
Unsur-unsur alkali dapat menggantikan hidrogen dalam berbagai asam
organik, membentuk garam-garam ionik, seperti pada natrium asetat dan kalium
benzoat. Unsur-unsur ini dapat membentuk senyawa kovalen seperti alkil litium
dan natrium LiCH3 dan NaC2H5. Ion-ion alkali terlalu besar untuk membentuk
senyawa kompleks dengan cepat, tetapi pembentukan senyawa chelate dengan
molekul-molekul organik seperti salisil aldehida dan asetil aseton masih
dimungkinkan. Unsur-unsur alkali dalam senyawa kompleks biasanya memiliki
bilangan koordinasi empat atau enam.
J. Perbedaan Litium dengan Unsur Alkali Lainnya
Dalam beberapa hal, litium menunjukkan perbedaan sifat dari unsur-unsur
golongan I, tetapi memiliki kemiripan sifat dengan golongan II, terutama pada
magnesium. Berikut ini adalah beberapa gambaran tentang sifat-sifat tersebut:
a. Titik lebur dan titik didih litium relatif tinggi.
b. Litium jauh lebih keras dari pada unsur alkali yang lainnya.
c. Litium membentuk oksida yang setabil, sedang kan oksida alkali adalah
tidak stabil.
d. Litium kurangelektropositif, sehingga beberapa senyawa unsur ini kurang
stabil, Li2CO3, LiNO3, dan LiOH pada pemanasan menghasilkan Li2O.
e. Berbeda dengan unsur alkali, tetapi mirip dengan unsur alkali tanah, litium
dapat membentuk nitrida Li2N.
f. Litium bereaksi langsung dengan karbon membentuk senyawa kompleks.
g. Litium memiliki kecendrungan lebih besar untuk membentuk senyawa
kompleks.
h. Seperti garam-garam magnesium yang sejenis, Li2CO3, Li3PO4, dan LiF4
sukar larut dalam air, sedangkan LiOH hanya larut sebagian.
i. Karena sifat kovalen, halida dan alki dari magnesium dan litium mudah
larut dalam pelarut organik.
j. Baik ion maupun senyawa yang terbentuk dari litium terhidrasi lebih kuat
dibandingkan ion dan senyawa unsur alkali lainnya.
k. Litium karbonat dan magnesium karbonat terurai menjadi oksida logamnya,
karbon dioksida dan oksigen. Karbonat logam alkali lainnya tidak terurai
bila dipanaskan.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Logam alkali adalah unsur-unsur kimia yang berada pada golongan satu (I)
juga sering disebut IA dari tabel unsur priodik. Logam alkali meliputi litium (Li),
natrium (Na), kalium (K), ribidium (Rb), cescium (Cs), dan fransium (Fr). Unsur
Alkali memiliki titik leleh yang cukup rendah dan lunak, sehingga logam Alkali
dapat diiris dengan pisau. Unsur Alkali sangat reaktif, sebab mudah melepaskan
elektron agar mencapai kestabilan (konfigurasi elektron ion Alkali menyerupai
konfigurasi elektron Gas Mulia). Kereaktifan logam alkali bertambah dari atas
kebawah dalam satu golongan. Unsur alkali dapat bereaksi dengan air, udara,
hidrogen, halogen, dan senyawa lainnya. Rubidium, dan Cesium tidak dapat diperoleh
dengan proses elektrolis karena logam-logam yang terbentuk pada anoda akan segera
larut kembali dalam larutan garam yang digunakan. Unsur natrium merupakan unsuryang
paling melimpah dari unsur-unsur alkali lainnya. Unsur–unsur logam alkali berguna
dalam kehidupan sehari-hari.
Unsur- unsur logam alkali bereaksi dengan air, oksigen, Amonia, halogen.
Kelarutan unsur-unsur logam alkali dalam air sangat tinggi. Adanya kemiripan
sifat-sifat unsur-unsur logam alkali dengan unsur-unsur yang bukan satu
golongan. Reaksi unsur-unsur alkali dengan amonia menyebabkan terjadinya
solvasi Unsur-unsur golongan alkali juga membentuk senyawa kompleks.
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas penulis mengharapkan kepada pembaca
dapat memahami tengtang isi makalah ini yakni tentang “alkali”. Yang mana
penulis telah menjelaskan pengertian dan hal-hal lain yang berkaitan tentang
materi alkali. Penulis juga manusia biasa, jadi apabila ada kesalahan dalam
penulisan, pengertian dan lainnya diharapkan agar memberikan saran dan
memberitahu pemakalah. Kebenaran hanyalah milik Allah semata.
DAFTAR PUSTAKA
Fitri, Zarlaida. 2016. Kimia Anorganik II. Banda Aceh: Universitas Syiah Kuala.
Cotton dan [Link] Anorganik Dasar. Jakarta : Penerbit Universitas
Indonesia (UI-Press)
Willey , John.1965. Concept and models of inorganic chemistry. Singapura: Kin
keong Printing
Keenan, Charles, Donal Kleinfelter, dan Jesse Wood. Kimia untuk universitas.
Jakarta: erlangga
Sugiyarto,Kristian dan Retno sugiyanti. Kimia Anorganik logam. Yogyakarta:
Graha Ilmu