Proyek IPAS: Mengenal Panca Indra
Proyek IPAS: Mengenal Panca Indra
COM
6. Bermasyarakat: "Di rumah atau di lingkungan sekitar, apa saja kegiatan yang
sudah kalian lakukan untuk membantu orang lain atau lingkungan?
Bagaimana rasanya ketika kita bisa membantu sesama?"
7. Tidur Cepat: "Semalam, jam berapa kalian tidur? Bagaimana rasanya jika
kita tidur cukup? Mengapa tidur cukup itu penting untuk kesehatan dan
konsentrasi kita di sekolah?"
Tujuan Pembelajaran:
• Peserta didik mengidentifikasi nama-nama panca indra (mata, telinga,
hidung, lidah, kulit) dengan benar.
• Peserta didik menjelaskan fungsi masing-masing panca indra (penglihatan,
pendengaran, penciuman, pengecap, peraba) dengan tepat.
• Peserta didik menghubungkan panca indra dengan objek atau sensasi yang
dirasakan melalui kegiatan observasi dan eksperimen sederhana.
• Peserta didik mengidentifikasi cara merawat panca indra dengan baik.
• Peserta didik mengembangkan rasa syukur atas anugerah panca indra
melalui refleksi.
G. Model Pembelajaran
• Model Pembelajaran: Project-Based Learning (PBL)
• Metode: Diskusi Kelompok, Eksperimen Sederhana, Observasi, Presentasi,
Bermain Peran.
H. Pertanyaan Pemantik
• Mindful Learning: "Pernahkah kalian benar-benar memperhatikan suara di
sekitar kita? Atau, bagaimana bau hujan setelah lama tidak turun? Apa yang
kalian rasakan saat menyentuh daun yang halus atau batu yang kasar?"
• Meaningful Learning: "Pernahkah kalian membayangkan bagaimana
rasanya jika salah satu panca indra kita tidak berfungsi? Seberapa penting
panca indra bagi kita untuk belajar dan memahami dunia di sekitar kita?"
• Joyful Learning: "Jika panca indra kita bisa berbicara, kira-kira apa yang
akan mereka katakan tentang apa yang sudah mereka rasakan hari ini? Apa
hal paling menarik yang ingin kalian coba dengan panca indra kalian hari ini?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan (1 JP)
1. Pembukaan (5 menit): Guru menyapa peserta didik, memimpin doa, dan
memeriksa kehadiran.
2. Ice Breaking (10 menit): Guru mengajak peserta didik melakukan permainan
"Tebak Suara" atau "Tebak Bau" dengan mata tertutup untuk memancing
rasa ingin tahu tentang panca indra.
3. Apersepsi (10 menit): Guru mengajukan pertanyaan pemantik (mindful,
meaningful, joyful learning) untuk mengaitkan pengetahuan awal peserta didik
dengan materi panca indra.
4. Motivasi (5 menit): Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan manfaat
mempelajari panca indra dalam kehidupan sehari-hari. Guru juga mengaitkan
dengan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat, terutama "Gemar Belajar" dan
"Kesehatan", dengan menekankan pentingnya panca indra untuk belajar dan
menjalani hidup sehat.
Penutup (1 JP)
1. Refleksi (15 menit): Guru memimpin diskusi tentang hal-hal penting yang
telah dipelajari tentang panca indra, termasuk bagaimana panca indra
membantu mereka belajar dan berinteraksi dengan dunia. Guru juga
mengaitkan kembali dengan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat.
2. Umpan Balik (10 menit): Peserta didik memberikan umpan balik tentang
kegiatan pembelajaran yang paling mereka sukai dan mengapa.
3. Tindak Lanjut (10 menit): Guru memberikan tugas singkat (misal: mencari
tahu lebih banyak tentang penyakit yang berhubungan dengan panca indra
atau cara menjaga kesehatan panca indra di rumah).
4. Doa dan Salam Penutup (5 menit): Guru menutup pelajaran dengan doa
dan salam.
K. Pemahaman Bermakna
Memahami panca indra bukan hanya tentang mengetahui nama dan fungsinya,
tetapi juga tentang menyadari betapa pentingnya panca indra dalam membantu kita
memahami dan berinteraksi dengan dunia di sekitar kita. Panca indra
memungkinkan kita untuk menikmati keindahan alam, berkomunikasi dengan
[Link]
sesama, belajar hal baru, dan melindungi diri dari bahaya. Dengan memahami dan
merawat panca indra dengan baik, kita dapat menjalani hidup yang lebih bermakna
dan penuh pengalaman. Panca indra adalah jendela kita menuju dunia.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik:
1. Apa hal baru yang paling menarik yang kalian pelajari tentang panca indra
hari ini?
2. Bagaimana perasaan kalian saat melakukan kegiatan eksperimen dengan
panca indra?
3. Hal apa yang akan kalian lakukan untuk menjaga kesehatan panca indra
kalian mulai sekarang?
Refleksi Pendidik:
1. Apakah semua peserta didik terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran hari
ini? Jika tidak, mengapa?
[Link]
2. Apakah tujuan pembelajaran tercapai dengan baik? Jika ada kendala, apa
yang bisa diperbaiki di pertemuan selanjutnya?
3. Bagian mana dari modul ajar ini yang paling efektif dalam memfasilitasi deep
learning pada peserta didik?
Anggota Kelompok:
Makan bakso
pedas
Menyeberang jalan
Membaca buku
Bermain musik
Memilih buah di
pasar
Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi
Tema: "Panca Indra dan Dunia Kita"
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)
Kualitas
Diskusi
Kelomp
ok
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)
Kerja
sama
Kerja
sangat
Tidak sama Kerja
baik,
ada Sedikit cukup sama baik,
2. semua
kerja kerja baik, semua
Kolabor anggota
sama, sama, namun anggota
asi berpartisip
ada sebagian masih berpartisip
dalam asi penuh,
dominas besar ada asi aktif
Kelomp saling
i individu anggota anggota dan saling
ok menginspi
atau pasif. yang mendukun
rasi, dan
konflik. kurang g.
berkontrib
aktif.
usi
signifikan.
Anggota
Anggota
kelompok Anggota
Anggota kelompok
Anggota memberik kelompok
kelompo memberi
kelompok an ide-ide memberik
3. k tidak kan ide
memberik yang an ide-ide
Kontrib memberi yang
an sedikit relevan orisinal
usi kan ide cukup
ide, dan dan
Ide/Argu atau relevan,
namun mengemb argument
men argume namun
kurang angkan asi yang
n yang kurang
relevan. argumen kuat serta
relevan. dikemba
dengan logis.
ngkan.
baik.
Kualitas
Present
asi
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)
Menguasa
i materi
Tidak dengan
mengua Menguasai sangat
Kurang Cukup
sai materi baik,
menguasai menguas
5. materi, dengan mampu
materi, ai materi,
Pengua sering baik, menjelask
banyak namun
saan membac menjawab an konsep
ragu, dan masih
Materi a teks, pertanyaa secara
sering terlihat
Present atau n dengan mendalam
bergantun kurang
asi menjaw tepat, dan , dan
g pada percaya
ab di percaya menjawab
catatan. diri.
luar diri. pertanyaa
konteks. n dengan
analisis
tajam.
Present
Presenta Presentasi Presentasi
asi Presentasi
si cukup menarik, sangat
monoton sedikit
menarik, mengguna kreatif,
6. , tanpa menarik,
menggun kan media inovatif,
Kreativit media namun
akan yang interaktif,
as atau kurang
media relevan, dan
Present cara bervariasi
sederhan dan berhasil
asi penyam dalam
a, namun penyampai memikat
paian penyampai
kurang an cukup perhatian
yang an.
inovatif. bervariasi. audiens.
menarik.
P. Glosarium
1. Panca Indra: Lima alat indra yang dimiliki manusia untuk merasakan
rangsangan dari luar, yaitu mata, telinga, hidung, lidah, dan kulit.
2. Deep Learning (Pendekatan): Pendekatan pembelajaran yang berfokus
pada pemahaman konsep secara mendalam, koneksi antar ide, dan
kemampuan mengaplikasikan pengetahuan dalam berbagai situasi, bukan
hanya menghafal fakta.
3. Project-Based Learning (PBL): Model pembelajaran yang mengorganisir
kegiatan belajar di sekitar proyek. Peserta didik terlibat dalam desain,
perencanaan, dan penyelesaian proyek yang menuntut mereka untuk
menggunakan pengetahuan dan keterampilan dalam konteks nyata.
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS Kelas IV
Sekolah Dasar. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. (2022). Panduan
Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar,
dan Menengah. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan
Teknologi.
3. Slameto. (2015). Belajar dan Faktor-Faktor yang Memengaruhinya. Jakarta:
Rineka Cipta.
[Link]
A. Identitas Penulis
• Nama Penyusun: Umar Tholib
• Satuan Pendidikan: SDN Karangsari 02
• Tahun Ajaran: 2025/2026
• Mata Pelajaran: IPAS
• Fase: B
• Kelas/Semester: 4/1
• Alokasi Waktu: 12 JP (Jam Pelajaran)
Peserta didik memahami siklus hidup makhluk hidup dan upaya pelestariannya;
masalah yang berkaitan dengan pelestarian sumber daya alam sebagai upaya
mitigasi perubahan iklim.
Tujuan Pembelajaran:
• Peserta didik mengidentifikasi tahapan siklus hidup beberapa jenis makhluk
hidup (hewan dan tumbuhan) dengan benar.
• Peserta didik menjelaskan pentingnya pelestarian makhluk hidup dan
sumber daya alam bagi keberlangsungan hidup.
• Peserta didik mengidentifikasi masalah-masalah yang mengancam
kelestarian sumber daya alam (misalnya, pencemaran, penebangan liar) di
lingkungan sekitar.
• Peserta didik merancang ide-ide sederhana untuk upaya pelestarian makhluk
hidup dan sumber daya alam di lingkungan sekolah atau rumah.
• Peserta didik menghubungkan tindakan manusia dengan dampaknya
terhadap lingkungan dan perubahan iklim.
• Peserta didik mengembangkan sikap peduli dan bertanggung jawab
terhadap lingkungan melalui kegiatan nyata.
G. Model Pembelajaran
• Model Pembelajaran: Project-Based Learning (PBL)
• Metode: Observasi Langsung, Diskusi Kelompok, Eksperimen Sederhana,
Kunjungan Lapangan (mini), Presentasi.
H. Pertanyaan Pemantik
• Mindful Learning: "Pernahkah kalian mengamati bagaimana kupu-kupu
berubah dari ulat? Atau, bagaimana biji kecil bisa tumbuh menjadi tanaman
besar? Apa yang kalian rasakan saat melihat keindahan alam di sekitar kita?"
• Meaningful Learning: "Menurut kalian, mengapa penting bagi kita untuk
menjaga kelestarian hewan dan tumbuhan? Apa yang akan terjadi jika semua
pohon di hutan ditebang atau semua hewan di laut punah? Bagaimana
tindakan kecil kita bisa berdampak besar pada lingkungan?"
• Joyful Learning: "Jika kalian bisa menciptakan taman impian, tanaman dan
hewan apa yang akan kalian rawat di sana? Apa yang paling ingin kalian
lakukan hari ini untuk membantu bumi kita tetap indah dan sehat?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan (1 JP)
1. Pembukaan (5 menit): Guru menyapa peserta didik, memimpin doa, dan
memeriksa kehadiran.
2. Apersepsi (10 menit): Guru mengajak peserta didik menonton video singkat
tentang keindahan alam atau hewan/tumbuhan yang sedang tumbuh. Guru
mengajukan pertanyaan pemantik (mindful, meaningful, joyful learning) untuk
[Link]
mengaitkan pengetahuan awal peserta didik dengan materi siklus hidup dan
pelestarian.
3. Motivasi (10 menit): Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan manfaat
mempelajari siklus hidup makhluk hidup dan upaya pelestarian sumber daya
alam. Guru juga mengaitkan dengan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat,
terutama "Gemar Belajar", "Makan Sehat dan Bergizi", dan "Bermasyarakat"
untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.
4. Menjelaskan Proyek (5 menit): Guru secara singkat memperkenalkan
proyek yang akan dilakukan selama beberapa pertemuan: "Proyek
Penyelamat Lingkungan Cilik".
Penutup (1 JP)
1. Refleksi (15 menit): Guru memimpin diskusi tentang hal-hal penting yang
telah dipelajari tentang siklus hidup makhluk hidup, pentingnya pelestarian,
dan peran mereka sebagai agen perubahan. Guru juga mengaitkan kembali
dengan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat.
2. Umpan Balik (10 menit): Peserta didik memberikan umpan balik tentang
kegiatan pembelajaran yang paling mereka sukai dan mengapa, serta apa
yang mereka rasakan setelah merancang proyek pelestarian.
3. Tindak Lanjut (10 menit): Guru menginstruksikan peserta didik untuk mulai
menjalankan proyek "Penyelamat Lingkungan Cilik" mereka di rumah atau
sekolah, dan mencatat hasilnya untuk dilaporkan di pertemuan selanjutnya.
4. Doa dan Salam Penutup (5 menit): Guru menutup pelajaran dengan doa
dan salam.
K. Pemahaman Bermakna
Memahami siklus hidup makhluk hidup dan pelestarian sumber daya alam bukan
hanya sekadar menghafal fakta, tetapi juga tentang menyadari bahwa kita semua
adalah bagian dari ekosistem yang saling terhubung. Setiap tindakan kita, sekecil
apa pun, dapat memengaruhi makhluk hidup lain dan kelestarian lingkungan.
Dengan menjaga alam, kita tidak hanya melindungi masa depan bumi, tetapi juga
memastikan bahwa generasi mendatang dapat menikmati keindahan dan manfaat
yang sama. Kita adalah "penjaga" bumi ini, dan sudah menjadi tugas kita untuk
merawatnya dengan penuh tanggung jawab.
maka akan berdampak pada seluruh rantai kehidupan dan bahkan dapat
menyebabkan perubahan iklim yang ekstrem. Oleh karena itu, melestarikan makhluk
hidup dan sumber daya alam adalah tanggung jawab kita bersama.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik:
1. Apa hal baru yang paling kalian pahami tentang siklus hidup makhluk hidup
dan pentingnya menjaga lingkungan?
2. Bagaimana perasaan kalian saat merancang ide proyek "Penyelamat
Lingkungan Cilik"?
3. Satu hal apa yang akan kalian ubah dalam kebiasaan sehari-hari kalian untuk
lebih peduli lingkungan?
Refleksi Pendidik:
1. Apakah semua peserta didik terlibat aktif dan menunjukkan pemahaman
mendalam selama kegiatan pembelajaran? Jika tidak, strategi apa yang bisa
saya coba selanjutnya?
2. Apakah tujuan pembelajaran tercapai dengan baik, terutama dalam
mendorong penalaran kritis dan kreativitas?
3. Bagian mana dari kegiatan pembelajaran yang paling efektif dalam
menumbuhkan rasa peduli dan tanggung jawab peserta didik terhadap
lingkungan?
Anggota Kelompok:
Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Ide
Proyek "Penyelamat Lingkungan Cilik"
Tema: "Siklus Hidup dan Pelestarian Lingkungan"
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)
Kualitas
Diskusi
Kelompo
k
Anggota
kelompok
Anggota Anggota Anggota menunjuk
kelompo kelompok kelompok kan
k tidak Anggota menunju menunju pemaha
menunju kelompok kkan kkan man
1.
kkan menunjukk pemaha pemaha mendala
Kedalam
pemaha an man man baik m,
an
man pemahama cukup dan mampu
Pemaha
tentang n terbatas tentang mampu menganal
man
masalah tentang masalah menjelas isis akar
Masalah
lingkung masalah lingkunga kan masalah
an yang lingkungan. n dan dampak dan
diidentifik dampakn secara dampakn
asi. ya. detail. ya
kompreh
ensif.
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)
Kerja
sama
sangat
Kerja Kerja
baik,
sama sama
Tidak semua
cukup baik,
ada kerja Sedikit anggota
3. baik, semua
sama, kerja sama, berpartisi
Kolabora namun anggota
ada sebagian pasi
si dalam masih berpartisi
dominasi besar penuh,
Kelompo ada pasi aktif
individu anggota saling
k anggota dan
atau pasif. menginsp
yang saling
konflik. irasi, dan
kurang menduku
berkontri
aktif. ng.
busi
signifikan
.
Kualitas
Presenta
si
Penyamp
Penyampai Penyamp
aian
Penyam an kurang aian Penyamp
sangat
paian jelas, cukup aian
jelas,
4. tidak sering jelas, jelas,
persuasif,
Kejelasa jelas, terputus, namun lugas,
menarik,
n sulit dan masih dan
dan
Penyam dimenger menggunak ada mudah
menggun
paian ti, dan an bahasa bagian dimenger
akan
berbelit- yang yang ti oleh
bahasa
belit. membingun kurang audiens.
yang
gkan. lugas.
efektif.
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)
Presenta
si
Presenta Presenta menarik, Presenta
Presentasi
si si cukup menggun si sangat
sedikit
monoton, menarik, akan kreatif,
6. menarik,
tanpa menggun media inovatif,
Kreativit namun
media akan yang interaktif,
as kurang
atau cara media relevan, dan
Presenta bervariasi
penyamp sederhan dan berhasil
si dalam
aian a, namun penyamp memikat
penyampai
yang kurang aian perhatian
an.
menarik. inovatif. cukup audiens.
bervarias
i.
P. Glosarium
1. Siklus Hidup: Serangkaian tahapan pertumbuhan dan perkembangan yang
dilalui oleh suatu organisme dari awal kehidupan hingga mati dan
bereproduksi.
2. Mitigasi Perubahan Iklim: Upaya mengurangi risiko dan dampak dari
perubahan iklim, baik melalui pengurangan emisi gas rumah kaca maupun
adaptasi terhadap dampaknya.
3. Sumber Daya Alam: Segala sesuatu yang berasal dari alam dan
dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia, seperti air, tanah,
hutan, dan hasil tambang.
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS Kelas IV
Sekolah Dasar. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. (2022). Panduan
Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar,
dan Menengah. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan
Teknologi.
3. Suara Pembaharuan. (2018). Pendidikan Lingkungan Hidup. Jakarta:
Penerbit Erlangga.
[Link]
A. Identitas Penulis
• Nama Penyusun: Umar Tholib
• Satuan Pendidikan: SDN Karangsari 02
• Tahun Ajaran: 2025/2026
• Mata Pelajaran: IPAS
• Fase: B
• Kelas/Semester: 4/1
• Alokasi Waktu: 12 JP (Jam Pelajaran)
Peserta didik memahami proses perubahan wujud zat dan perubahan bentuk energi;
sumber dan bentuk energi serta proses perubahan bentuk energi dalam kehidupan
sehari-hari.
Tujuan Pembelajaran:
• Peserta didik mengidentifikasi tiga wujud zat (padat, cair, gas) dan
memberikan contohnya dalam kehidupan sehari-hari.
• Peserta didik menjelaskan proses perubahan wujud zat (mencair, membeku,
menguap, mengembun, menyublim, mengkristal) dengan benar.
• Peserta didik melakukan eksperimen sederhana untuk mengamati
perubahan wujud zat.
• Peserta didik mengidentifikasi berbagai sumber energi (matahari, listrik,
angin, air) yang ada di sekitar.
• Peserta didik menjelaskan berbagai bentuk energi (panas, cahaya, bunyi,
gerak, listrik) dan memberikan contohnya.
• Peserta didik menjelaskan proses perubahan bentuk energi dalam
kehidupan sehari-hari (misalnya, listrik menjadi cahaya dan panas pada
lampu).
• Peserta didik mengembangkan kesadaran akan pentingnya penggunaan
energi secara hemat dan bijak.
G. Model Pembelajaran
• Model Pembelajaran: Inquiry-Based Learning (Pembelajaran Berbasis
Inkuiri)
• Metode: Eksperimen, Observasi, Diskusi Kelompok, Demonstrasi,
Penyelidikan.
H. Pertanyaan Pemantik
• Mindful Learning: "Perhatikan lilin yang menyala. Apa yang terjadi pada
lilinnya? Mengapa air yang tadinya dingin bisa menjadi uap saat direbus? Apa
yang membuat benda-benda di sekitar kita bergerak, berbunyi, atau
bersinar?"
• Meaningful Learning: "Mengapa kita perlu tahu tentang perubahan wujud
benda atau bagaimana energi berubah? Apa manfaatnya bagi kehidupan kita
sehari-hari? Bagaimana kita bisa menghemat energi di rumah dan di
sekolah?"
• Joyful Learning: "Jika kalian bisa menciptakan mesin yang mengubah satu
bentuk energi menjadi bentuk energi lain, mesin apa yang akan kalian buat
dan untuk apa? Eksperimen apa yang paling kalian ingin coba hari ini untuk
melihat keajaiban perubahan?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan (1 JP)
1. Pembukaan (5 menit): Guru menyapa peserta didik, memimpin doa, dan
memeriksa kehadiran.
2. Apersepsi (10 menit): Guru mengajak peserta didik melakukan permainan
singkat "Apa yang Berubah?" dengan menunjukkan beberapa benda dan
bertanya apa yang bisa berubah dari benda tersebut (misal: es batu yang
[Link]
Penutup (1 JP)
1. Refleksi (15 menit): Guru memimpin diskusi tentang hal-hal penting yang
telah dipelajari tentang perubahan wujud zat dan energi, serta bagaimana
mereka dapat menggunakan pengetahuan ini untuk bertindak bijak. Guru juga
mengaitkan kembali dengan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat.
2. Umpan Balik (10 menit): Peserta didik memberikan umpan balik tentang
kegiatan pembelajaran yang paling mereka sukai dan mengapa, serta apa
yang mereka rasakan setelah merancang kampanye hemat energi.
3. Tindak Lanjut (10 menit): Guru menugaskan peserta didik untuk mengamati
perubahan wujud zat atau perubahan energi lain di rumah dan
menceritakannya di pertemuan selanjutnya.
[Link]
4. Doa dan Salam Penutup (5 menit): Guru menutup pelajaran dengan doa
dan salam.
K. Pemahaman Bermakna
Memahami proses perubahan wujud zat dan berbagai bentuk energi adalah kunci
untuk memahami bagaimana dunia di sekitar kita bekerja. Dari es yang meleleh
menjadi air, hingga listrik yang diubah menjadi cahaya lampu, semua adalah bagian
dari fenomena alam yang menakjubkan. Pengetahuan ini membantu kita mengerti
mengapa kita bisa memasak, mengapa alat elektronik bisa berfungsi, dan
bagaimana kita dapat menggunakan sumber daya alam secara lebih efisien dan
bertanggung jawab. Dengan memahami energi, kita dapat menjadi agen perubahan
yang cerdas dan hemat.
Perubahan wujud zat terjadi karena adanya perubahan energi, khususnya energi
panas. Energi adalah kemampuan untuk melakukan usaha atau kerja. Ada banyak
bentuk energi yang bisa kita temui dalam kehidupan sehari-hari, seperti energi
panas (dari matahari atau api), energi cahaya (dari lampu atau senter), energi
bunyi (dari musik atau suara), energi gerak (dari angin atau kendaraan), dan
energi listrik (yang mengalir di kabel). Energi ini berasal dari berbagai sumber
energi, seperti matahari, air, angin, dan bahan bakar.
Transformasi Energi dan Penggunaannya
Energi tidak bisa diciptakan atau dimusnahkan, tetapi bisa berubah bentuk dari satu
jenis ke jenis lainnya. Misalnya, saat kita menyalakan lampu, energi listrik diubah
menjadi energi cahaya dan sebagian menjadi energi panas. Ketika kita memasak
air dengan kompor gas, energi kimia dari gas diubah menjadi energi panas.
Memahami bagaimana energi berubah membantu kita menggunakan energi dengan
lebih efisien. Menghemat energi berarti menggunakan sumber daya alam secara
bijak, menjaga ketersediaannya untuk masa depan, dan membantu mengurangi
dampak negatif terhadap lingkungan.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik:
1. Apa hal baru yang paling membuat kalian terkejut atau menarik tentang
perubahan wujud zat atau energi?
2. Bagaimana perasaan kalian saat melakukan eksperimen dan melihat
langsung perubahan wujud benda atau energi?
3. Satu kebiasaan baru apa yang akan kalian terapkan di rumah atau sekolah
untuk menghemat energi?
Refleksi Pendidik:
1. Apakah semua peserta didik menunjukkan pemahaman tentang konsep
perubahan wujud zat dan energi secara mendalam? Jika tidak, bagian mana
yang perlu diperkuat?
2. Apakah kegiatan eksperimen dan proyek berhasil memicu rasa ingin tahu dan
melatih keterampilan berpikir kritis peserta didik?
3. Bagian mana dari modul ajar ini yang paling efektif dalam memfasilitasi deep
learning pada peserta didik?
Anggota Kelompok:
Contoh di
Jenis Perubahan Kehidupan Sehari- Apa yang Terjadi dan Mengapa?
hari
Perubahan Wujud
Zat
2. Menguap
3. Mengembun
Perubahan
Bentuk Energi
2. Gerak ke Bunyi
3. Kimia ke Panas
Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi
Proyek "Hemat Energi di Rumahku"
Tema: "Perubahan Wujud Zat dan Energi: Hemat untuk Masa Depan"
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)
Kualitas
Diskusi
Kelompo
k
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)
Contoh
Contoh
Contoh Contoh Contoh sangat
2. yang
kurang cukup relevan relevan,
Kualitas diberikan
relevan relevan, dan orisinal,
Contoh tidak
atau namun penjelasa dan
dan relevan
penjelasan penjelasa n rinci penjelasa
Penjelas atau
sangat n kurang serta n sangat
an penjelas
minim. rinci. akurat. rinci serta
an salah.
analitis.
Kerja
sama
sangat
Kerja Kerja
baik,
sama sama
Tidak semua
cukup baik,
ada kerja Sedikit anggota
3. baik, semua
sama, kerja sama, berpartisi
Kolabora namun anggota
ada sebagian pasi
si dalam masih berpartisi
dominasi besar penuh,
Kelompo ada pasi aktif
individu anggota saling
k anggota dan
atau pasif. menginsp
yang saling
konflik. irasi, dan
kurang menduku
berkontri
aktif. ng.
busi
signifikan
.
Kualitas
Presenta
si
Proyek
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)
Menguas
ai materi
dengan
Menguas sangat
ai materi baik,
Tidak
Kurang Cukup dengan mampu
menguas
menguasai menguas baik, menjelas
ai materi,
5. materi, ai materi, mampu kan ide
sering
Penguas banyak namun menjelas proyek
membac
aan ragu, dan masih kan ide secara
a teks,
Materi sering terlihat proyek mendala
atau
Proyek bergantung kurang dengan m, dan
menjawa
pada percaya tepat, menjawa
b di luar
catatan. diri. dan b
konteks.
percaya pertanya
diri. an
dengan
analisis
tajam.
Proyek
Proyek menarik, Proyek
Proyek Proyek
cukup menggun sangat
monoton, sedikit
menarik, akan kreatif,
6. tanpa menarik,
menggun media inovatif,
Kreativit media namun
akan yang interaktif,
as dan atau cara kurang
media relevan, dan
Desain penyamp bervariasi
sederhan dan berhasil
Proyek aian dalam
a, namun desain memikat
yang penyampai
kurang cukup perhatian
menarik. an.
inovatif. bervarias audiens.
i.
P. Glosarium
1. Wujud Zat: Bentuk fisik suatu materi yang dapat berupa padat, cair, atau gas.
2. Energi: Kemampuan untuk melakukan usaha atau kerja; dapat berubah
bentuk namun tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan.
3. Inquiry-Based Learning: Model pembelajaran yang mendorong peserta didik
untuk mengajukan pertanyaan, menyelidiki, dan menemukan jawaban sendiri
melalui eksperimen dan observasi.
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS Kelas IV
Sekolah Dasar. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. (2022). Panduan
Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar,
dan Menengah. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan
Teknologi.
3. Purwanto, B. (2018). Sains untuk Anak-anak: Seri Fisika Dasar. Jakarta:
Gramedia Pustaka Utama.
[Link]
A. Identitas Penulis
• Nama Penyusun: Umar Tholib
• Satuan Pendidikan: SDN Karangsari 02
• Tahun Ajaran: 2025/2026
• Mata Pelajaran: IPAS
• Fase: B
• Kelas/Semester: 4/1
• Alokasi Waktu: 12 JP (Jam Pelajaran)
4. Gemar Belajar: "Hari ini kita akan menjelajahi kekuatan tak terlihat seperti
magnet dan berbagai gaya. Mengapa menurut kalian penting sekali untuk
mengetahui tentang kekuatan-kekuatan ini dalam kehidupan sehari-hari?"
5. Makan Sehat dan Bergizi: "Makanan memberi kita energi untuk bergerak
dan melakukan banyak hal. Gerakan dan tindakan kita adalah hasil dari gaya.
Bagaimana energi dari makanan diubah menjadi gaya gerak tubuh kita?"
6. Bermasyarakat: "Di rumah atau di lingkungan, kalian mungkin pernah
melihat orang mendorong gerobak, menarik tali, atau menggunakan magnet
untuk menempelkan catatan di kulkas. Bagaimana pemahaman tentang gaya
dan magnet bisa membantu kita dalam kehidupan bermasyarakat?"
7. Tidur Cepat: "Tidur cukup membuat kita segar esok hari. Saat kita
beristirahat, ada banyak gaya di sekitar kita yang tetap bekerja, seperti gaya
gravitasi yang menahan kita di tempat tidur. Apa lagi gaya yang bekerja saat
kita tidur?"
Tujuan Pembelajaran:
• Peserta didik mengidentifikasi benda-benda yang dapat ditarik oleh magnet
dan benda yang tidak dapat ditarik magnet.
• Peserta didik menjelaskan sifat-sifat dasar magnet (kutub, tarik-menarik,
tolak-menolak) melalui eksperimen sederhana.
• Peserta didik mengidentifikasi berbagai jenis gaya (gaya otot, gaya
gravitasi, gaya gesek, gaya pegas) yang bekerja dalam kehidupan sehari-
hari.
• Peserta didik menjelaskan pengaruh gaya terhadap arah, gerak, dan bentuk
benda melalui observasi dan percobaan.
• Peserta didik merancang dan membuat alat sederhana yang memanfaatkan
konsep magnet atau gaya.
• Peserta didik mengembangkan sikap ingin tahu dan teliti dalam melakukan
penyelidikan ilmiah.
G. Model Pembelajaran
• Model Pembelajaran: Discovery Learning (Pembelajaran Penemuan)
• Metode: Eksperimen, Observasi, Diskusi Kelompok, Demonstrasi,
Penyelidikan.
H. Pertanyaan Pemantik
• Mindful Learning: "Pernahkah kalian melihat magnet menempel pada kulkas
tanpa perekat? Atau, mengapa saat kita melompat, kita selalu kembali ke
bawah? Apa yang membuat mobil mainan bisa bergerak dan berhenti?"
• Meaningful Learning: "Mengapa kita perlu tahu tentang magnet dan
berbagai gaya? Apakah ada manfaatnya dalam hidup kita? Bisakah kita
membuat sesuatu yang bergerak tanpa harus menyentuhnya?"
• Joyful Learning: "Jika kalian punya kekuatan super, gaya apa yang paling
ingin kalian miliki? Jika kalian bisa membuat mainan yang menggunakan
magnet, mainan apa yang akan kalian buat?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan (1 JP)
1. Pembukaan (5 menit): Guru menyapa peserta didik, memimpin doa, dan
memeriksa kehadiran.
2. Apersepsi (10 menit): Guru memulai dengan demonstrasi sederhana:
menempelkan klip kertas dengan magnet atau menjatuhkan penghapus dan
menanyakan mengapa jatuh. Guru mengajukan pertanyaan pemantik
(mindful, meaningful, joyful learning) untuk memancing rasa ingin tahu.
3. Motivasi (10 menit): Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan manfaat
mempelajari gejala kemagnetan dan jenis-jenis gaya dalam kehidupan sehari-
hari, dari mainan hingga alat elektronik. Guru juga mengaitkan dengan 7
[Link]
Penutup (1 JP)
1. Refleksi (15 menit): Guru memimpin diskusi tentang hal-hal penting yang
telah dipelajari tentang magnet dan gaya, serta bagaimana mereka dapat
[Link]
K. Pemahaman Bermakna
Memahami gejala kemagnetan dan berbagai jenis gaya adalah kunci untuk mengerti
bagaimana benda-benda di dunia ini berinteraksi. Dari benda yang menempel pada
kulkas karena magnet, hingga bola yang melambung tinggi karena tendangan,
semua adalah hasil dari gaya yang bekerja. Pengetahuan ini tidak hanya membuat
kita lebih peka terhadap lingkungan sekitar, tetapi juga membantu kita memahami
cara kerja berbagai alat dan teknologi, serta mengapa benda bisa bergerak, berubah
arah, atau bahkan berubah bentuk. Kita dapat melihat bahwa gaya ada di mana-
mana, menggerakkan dan membentuk dunia kita.
disebut benda non-magnetis. Magnet memiliki dua ujung yang disebut kutub, yaitu
kutub utara dan kutub selatan. Jika dua kutub magnet yang sama didekatkan,
mereka akan tolak-menolak. Sebaliknya, jika dua kutub magnet yang berbeda
didekatkan, mereka akan tarik-menarik. Gaya tarik magnet ini bahkan bisa
menembus benda tipis seperti kertas atau plastik.
Berbagai Jenis Gaya yang Bekerja
Selain magnet, ada banyak jenis gaya lain yang bekerja di sekitar kita. Gaya adalah
tarikan atau dorongan yang dapat menyebabkan perubahan pada benda. Beberapa
jenis gaya yang sering kita temui antara lain: Gaya Otot, yaitu gaya yang dihasilkan
oleh otot tubuh kita saat bergerak, seperti mendorong meja atau menarik tali. Gaya
Gravitasi, yaitu gaya tarik bumi yang membuat semua benda jatuh ke bawah dan
menahan kita tetap di permukaan bumi. Gaya Gesek, yaitu gaya yang muncul ketika
dua permukaan saling bersentuhan dan menghambat gerakan, seperti saat kita
mengerem sepeda. Serta Gaya Pegas, yaitu gaya yang dihasilkan oleh benda
elastis yang diregangkan atau ditekan, seperti pada ketapel atau per.
Pengaruh Gaya Terhadap Benda
Gaya memiliki banyak pengaruh terhadap benda. Pertama, gaya dapat membuat
benda diam menjadi bergerak. Contohnya, saat kita mendorong gerobak yang
diam, gerobak itu akan bergerak. Kedua, gaya dapat mengubah arah gerak benda.
Saat kita menendang bola, kita bisa mengubah arah gerak bola. Ketiga, gaya dapat
mengubah kecepatan gerak benda, seperti saat kita mengerem sepeda untuk
memperlambatnya atau mengayuh sepeda lebih kencang untuk mempercepatnya.
Keempat, gaya juga dapat mengubah bentuk benda, misalnya saat kita meremas
kertas atau menekan plastisin hingga berubah bentuk.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik:
1. Apa eksperimen tentang magnet atau gaya yang paling kalian sukai hari ini?
Mengapa?
2. Hal apa yang paling penting yang kalian pelajari tentang bagaimana gaya
memengaruhi benda?
3. Bagaimana kalian akan menggunakan pengetahuan tentang magnet atau
gaya dalam kehidupan sehari-hari?
Refleksi Pendidik:
1. Apakah semua peserta didik terlibat aktif dalam kegiatan penemuan dan
eksperimen? Jika ada yang pasif, bagaimana cara saya dapat lebih
melibatkan mereka di lain waktu?
2. Apakah tujuan pembelajaran tercapai dengan baik, terutama dalam
mendorong penalaran kritis dan kreativitas peserta didik?
3. Bagian mana dari modul ajar ini yang paling efektif dalam memfasilitasi deep
learning pada peserta didik?
Anggota Kelompok:
Contoh:
Gaya Otot, Gaya otot membuat ayunan bergerak,
Bermain
Gaya Gravitasi gaya gravitasi menariknya ke bawah.
ayunan
Kualitas
Diskusi
Kelompo
k
Anggota
Anggota
Anggota kelompok
kelompok
Anggota kelompok menunju
Anggota menunju
kelompok menunju kkan
kelompok kkan
tidak kkan pemaha
1. menunjukk pemaha
menunju pemaha man
Kedalama an man
kkan man mendala
n pemaham yang baik
pemaha yang m dan
Pemaham an yang dan
man cukup mampu
an sangat mampu
tentang tentang mengaitk
Konsep terbatas menjelas
magnet konsep an
tentang kan
atau dan berbagai
konsep. konsep
gaya. contohny konsep
dengan
a. dengan
benar.
cermat.
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)
Kerja
sama
sangat
Kerja Kerja baik,
sama sama semua
Tidak
Sedikit cukup baik, anggota
ada kerja
3. kerja baik, semua berpartisi
sama,
Kolabora sama, namun anggota pasi
ada
si dalam sebagian masih berpartisi penuh,
dominasi
Kelompo besar ada pasi aktif saling
individu
k anggota anggota dan mengins
atau
pasif. yang saling pirasi,
konflik.
kurang menduku dan
aktif. ng. berkontri
busi
signifikan
.
Kualitas
Presenta
si Proyek
Penyampa
Penyamp Penyamp
ian kurang
aian Penyamp aian
Penyamp jelas,
cukup aian sangat
aian tidak sering
4. jelas, jelas, jelas,
jelas, terputus,
Kejelasan namun lugas, persuasif
sulit dan
Penyamp masih dan ,
dimenger mengguna
aian ada mudah menarik,
ti, dan kan
Konsep bagian dimenger dan
berbelit- bahasa
yang ti oleh menggun
belit. yang
kurang audiens. akan
membingu
lugas. bahasa
ngkan.
[Link]
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)
yang
efektif.
Menguas
ai materi
dengan
Menguas sangat
ai materi baik,
Tidak
Kurang Cukup dengan mampu
menguas
menguasai menguas baik, menjelas
ai materi,
materi, ai materi, mampu kan ide
5. sering
banyak namun menjelas proyek
Penguasa membac
ragu, dan masih kan ide secara
an Materi a teks,
sering terlihat proyek mendala
Proyek atau
bergantun kurang dengan m, dan
menjawa
g pada percaya tepat, menjawa
b di luar
catatan. diri. dan b
konteks.
percaya pertanya
diri. an
dengan
analisis
tajam.
Proyek
Proyek
sangat
Proyek sedikit Proyek
Proyek kreatif,
monoton, menarik, menarik,
cukup inovatif,
6. tidak fungsi berfungsi
menarik, berfungsi
Kreativita berfungsi terbatas, dengan
berfungsi dengan
s dan , atau atau baik, dan
sederhan sangat
Fungsi tanpa kurang desain
a, namun baik, dan
Proyek media bervariasi cukup
kurang berhasil
yang dalam bervarias
inovatif. memikat
menarik. penyampai i.
perhatian
an.
audiens.
P. Glosarium
1. Magnet: Benda yang dapat menarik benda lain yang terbuat dari bahan
tertentu (besi, baja, nikel, kobalt) karena memiliki medan magnet.
2. Gaya: Tarikan atau dorongan yang dapat menyebabkan perubahan pada
benda (misalnya, mengubah arah, gerak, atau bentuk benda).
3. Discovery Learning: Model pembelajaran yang mendorong peserta didik
untuk menemukan konsep dan prinsip sendiri melalui kegiatan eksperimen
dan observasi.
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS Kelas IV
Sekolah Dasar. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. (2022). Panduan
Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar,
dan Menengah. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan
Teknologi.
3. Suripto, A. (2017). Konsep Dasar IPA Fisika untuk SD. Bandung: Remaja
Rosdakarya.
[Link]
A. Identitas Penulis
• Nama Penyusun: Umar Tholib
• Satuan Pendidikan: SDN Karangsari 02
• Tahun Ajaran: 2025/2026
• Mata Pelajaran: IPAS
• Fase: B
• Kelas/Semester: 4/2
• Alokasi Waktu: 12 JP (Jam Pelajaran)
4. Gemar Belajar: "Hari ini kita akan belajar tentang peran kita di masyarakat
dan bagaimana kita berinteraksi. Mengapa penting bagi kita untuk memahami
peran dan tanggung jawab kita dalam kelompok atau masyarakat?"
5. Makan Sehat dan Bergizi: "Makanan sehat dan bergizi seringkali disiapkan
bersama di rumah. Siapa yang punya peran menyiapkan makanan di rumah
kalian? Bagaimana pembagian tugas itu membuat semuanya berjalan
lancar?"
6. Bermasyarakat: "Di lingkungan sekitar, kalian pasti sering bertemu tetangga,
teman, atau orang dewasa. Bagaimana cara kalian menyapa atau
berinteraksi dengan mereka? Mengapa interaksi yang baik itu penting?"
7. Tidur Cepat: "Tidur cukup membuat kita segar untuk berinteraksi esok hari.
Bayangkan jika semua orang di sekitar kita tidak menjalankan perannya
dengan baik, apa yang akan terjadi? Bagaimana ini memengaruhi interaksi
kita?"
Peserta didik memahami peran, tugas, dan tanggung jawab serta interaksi sosial
yang terjadi di sekitar tempat tinggal dan sekolah.
Tujuan Pembelajaran:
• Peserta didik mengidentifikasi berbagai peran, tugas, dan tanggung jawab
individu di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat sekitar.
• Peserta didik menjelaskan pentingnya menjalankan peran dan tanggung
jawab masing-masing dalam interaksi sosial.
• Peserta didik mengidentifikasi bentuk-bentuk interaksi sosial yang terjadi di
lingkungan tempat tinggal dan sekolah (misalnya, kerja sama, tolong-
menolong, musyawarah).
• Peserta didik menjelaskan dampak positif dan negatif dari berbagai bentuk
interaksi sosial.
• Peserta didik merancang ide kegiatan kolaboratif untuk meningkatkan
interaksi sosial yang positif di lingkungan sekolah atau rumah.
• Peserta didik mengembangkan sikap toleransi, empati, dan rasa tanggung
jawab sosial.
G. Model Pembelajaran
• Model Pembelajaran: Problem-Based Learning (Pembelajaran Berbasis
Masalah)
• Metode: Diskusi Kelompok, Permainan Peran (Role Play), Observasi, Studi
Kasus, Presentasi.
H. Pertanyaan Pemantik
• Mindful Learning: "Perhatikan teman sebangku kalian. Apa peran dia di
kelas ini? Apa yang terjadi jika ada teman yang tidak menjalankan tugasnya?
Bagaimana perasaan kalian ketika teman membantu kalian?"
• Meaningful Learning: "Mengapa kita tidak bisa hidup sendiri? Mengapa kita
membutuhkan orang lain? Apa gunanya kita punya peran dan tanggung
jawab di rumah dan di sekolah?"
• Joyful Learning: "Jika kalian bisa menjadi 'agen perubahan' di sekolah,
perubahan apa yang ingin kalian lakukan untuk membuat interaksi antar
teman menjadi lebih menyenangkan dan saling membantu?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan (1 JP)
1. Pembukaan (5 menit): Guru menyapa peserta didik, memimpin doa, dan
memeriksa kehadiran.
2. Apersepsi (10 menit): Guru memutar video singkat atau menampilkan
gambar tentang kegiatan sosial di lingkungan sekitar (misalnya, kerja bakti,
gotong royong, atau anak-anak yang saling membantu di sekolah). Guru
mengajukan pertanyaan pemantik (mindful, meaningful, joyful learning).
3. Motivasi (10 menit): Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan manfaat
mempelajari peran, tugas, tanggung jawab, serta interaksi sosial dalam
[Link]
Penutup (1 JP)
1. Refleksi (15 menit): Guru memimpin diskusi tentang hal-hal penting yang
telah dipelajari tentang peran, tanggung jawab, dan interaksi sosial. Guru
menekankan bahwa setiap individu memiliki peran penting dalam
menciptakan lingkungan yang positif. Guru juga mengaitkan kembali dengan
7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat.
2. Umpan Balik (10 menit): Peserta didik memberikan umpan balik tentang
kegiatan pembelajaran yang paling mereka sukai dan mengapa, serta apa
yang mereka rasakan setelah merancang proyek aksi sosial.
3. Tindak Lanjut (10 menit): Guru mendorong peserta didik untuk benar-benar
mencoba menerapkan ide proyek mereka di kelas atau di rumah, dan
melaporkan hasilnya di pertemuan selanjutnya.
4. Doa dan Salam Penutup (5 menit): Guru menutup pelajaran dengan doa
dan salam.
K. Pemahaman Bermakna
Memahami peran, tugas, dan tanggung jawab serta interaksi sosial adalah fondasi
penting untuk menjadi anggota masyarakat yang baik. Kita tidak hidup sendiri; setiap
individu memiliki peranan dan terhubung dengan orang lain. Dengan menjalankan
peran kita dengan penuh tanggung jawab dan berinteraksi secara positif, kita dapat
menciptakan lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat yang harmonis,
nyaman, dan saling mendukung. Belajar tentang ini membantu kita menjadi pribadi
yang peduli, bertanggung jawab, dan mampu bekerja sama demi kebaikan bersama.
rukun, saling menghargai, dan membuat pekerjaan lebih mudah diselesaikan. Kita
merasa nyaman dan didukung. Sebaliknya, interaksi yang negatif dapat
menimbulkan permusuhan, kesalahpahaman, dan ketidaknyamanan. Oleh karena
itu, kita memiliki tanggung jawab untuk selalu berinteraksi secara positif, dengan
berbicara santun, bersikap ramah, saling menghormati, dan menyelesaikan masalah
melalui musyawarah. Peran aktif kita dalam menciptakan interaksi positif sangat
penting bagi diri sendiri dan orang lain.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik:
1. Apa hal baru yang paling kalian sadari tentang peran dan tanggung jawab
kalian di rumah atau sekolah?
2. Bagaimana perasaan kalian saat melakukan permainan peran atau
merancang proyek aksi sosial?
3. Satu hal apa yang akan kalian lakukan mulai sekarang untuk membuat
interaksi kalian dengan teman atau keluarga menjadi lebih baik?
Refleksi Pendidik:
1. Apakah semua peserta didik menunjukkan pemahaman tentang pentingnya
peran dan tanggung jawab dalam interaksi sosial? Jika tidak, bagaimana cara
saya dapat memperkuat pemahaman tersebut?
2. Apakah kegiatan pembelajaran berhasil memicu empati dan keinginan
peserta didik untuk menciptakan interaksi positif?
3. Bagian mana dari modul ajar ini yang paling efektif dalam memfasilitasi deep
learning tentang nilai-nilai sosial pada peserta didik?
Anggota Kelompok:
Peran yang
Tindakan Kalian dan
Skenario Interaksi Sosial Bisa Kalian
Dampaknya Terhadap Interaksi
Ambil
Menawarkan bantuan,
Contoh: Teman menjelaskan kembali materi.
Teman yang
sebangku kesulitan Dampaknya: teman merasa
membantu
memahami pelajaran. terbantu, hubungan makin
akrab.
[Link]
Peran yang
Tindakan Kalian dan
Skenario Interaksi Sosial Bisa Kalian
Dampaknya Terhadap Interaksi
Ambil
Kualitas
Diskusi
Kelompo
k
Anggota
Anggota Anggota
kelompo
Anggota kelompo kelompok
k
kelompo Anggota k menunjuk
menunju
1. k tidak kelompok menunju kan
kkan
Kedalam menunju menunjukk kkan pemaham
pemaha
an kkan an pemaha an
man
Pemaha pemaha pemahama man mendala
yang
man man n yang yang m,
baik dan
Peran & tentang sangat cukup mampu
mampu
Tanggun peran terbatas tentang mengaitk
menjelas
g Jawab atau tentang peran an peran
kan
tanggung peran. dan dengan
peran
jawab. fungsiny dampak
dengan
a. sosial.
benar.
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)
Kerja
sama
Kerja Kerja sangat
sama sama baik,
Tidak
cukup baik, semua
ada kerja Sedikit
3. baik, semua anggota
sama, kerja sama,
Kolabora namun anggota berpartisi
ada sebagian
si dalam masih berpartisi pasi
dominasi besar
Kelompo ada pasi aktif penuh,
individu anggota
k anggota dan saling
atau pasif.
yang saling menginsp
konflik.
kurang menduku irasi, dan
aktif. ng. berkontrib
usi
signifikan.
Kualitas
Presenta
si Proyek
Penyamp
Penyampai Penyamp
aian
Penyamp an kurang aian Penyamp
sangat
aian jelas, cukup aian
4. jelas,
tidak sering jelas, jelas,
Kejelasa persuasif,
jelas, terputus, namun lugas,
n menarik,
sulit dan masih dan
Penyamp dan
dimenger menggunak ada mudah
aian menggun
ti, dan an bahasa bagian dimenger
Pesan akan
berbelit- yang yang ti oleh
bahasa
belit. membingun kurang audiens.
yang
gkan. lugas.
efektif.
[Link]
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)
Menguas
ai materi
dengan
Menguas
sangat
ai materi
Tidak baik,
Kurang Cukup dengan
menguas mampu
menguasai menguas baik,
ai materi, menjelas
5. materi, ai materi, mampu
sering kan ide
Penguas banyak namun menjelas
membac proyek
aan ragu, dan masih kan ide
a teks, secara
Materi sering terlihat proyek
atau mendala
Proyek bergantung kurang dengan
menjawa m, dan
pada percaya tepat,
b di luar menjawa
catatan. diri. dan
konteks. b
percaya
pertanyaa
diri.
n dengan
analisis
tajam.
Proyek
sangat
Proyek kreatif,
Proyek
Proyek menarik, inovatif,
sedikit Proyek
monoton, relevan, sangat
menarik, cukup
6. tidak dan relevan,
relevansi menarik,
Kreativit relevan, desain dan
terbatas, cukup
as dan atau cukup berpotens
atau kurang relevan,
Kelayaka tanpa bervarias i
bervariasi namun
n Proyek media i serta memberik
dalam kurang
yang layak an
penyampai inovatif.
menarik. dilaksana dampak
an.
kan. positif
yang
nyata.
P. Glosarium
1. Interaksi Sosial: Hubungan timbal balik antara individu, kelompok, atau
individu dengan kelompok dalam masyarakat.
2. Peran: Kedudukan atau fungsi yang harus dilakukan seseorang dalam suatu
kelompok atau masyarakat.
3. Tanggung Jawab: Kewajiban yang harus dilaksanakan oleh seseorang
sesuai dengan perannya.
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS Kelas IV
Sekolah Dasar. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. (2022). Panduan
Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar,
dan Menengah. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan
Teknologi.
3. Soekanto, S. (2012). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers.
[Link]
A. Identitas Penulis
• Nama Penyusun: Umar Tholib
• Satuan Pendidikan: SDN Karangsari 02
• Tahun Ajaran: 2025/2026
• Mata Pelajaran: IPAS
• Fase: B
• Kelas/Semester: 4/2
• Alokasi Waktu: 16 JP (Jam Pelajaran)
Peserta didik mengenal letak kota/kabupaten dan provinsi tempat tinggalnya melalui
peta konvensional/digital; ragam bentang alam serta keterkaitannya dengan profesi
masyarakat; keanekaragaman hayati, keragaman budaya, kearifan lokal, sejarah
keluarga dan masyarakat tempat tinggalnya, dan upaya pelestariannya.
Tujuan Pembelajaran:
• Peserta didik menunjukkan letak kota/kabupaten Karangsari dan provinsi
Jawa Timur pada peta konvensional atau digital.
• Peserta didik mengidentifikasi ragam bentang alam di sekitar tempat
tinggalnya (dataran rendah, dataran tinggi, pantai, sungai, gunung) dan
memberikan contohnya.
• Peserta didik menjelaskan keterkaitan antara bentang alam dengan jenis
profesi masyarakat di sekitarnya.
• Peserta didik mengidentifikasi keanekaragaman hayati (hewan dan
tumbuhan khas) dan keragaman budaya (adat istiadat, pakaian adat,
kesenian daerah) di daerahnya.
• Peserta didik menjelaskan contoh kearifan lokal yang masih diterapkan di
masyarakat tempat tinggalnya.
• Peserta didik mengumpulkan informasi tentang sejarah singkat keluarga
atau masyarakat di tempat tinggalnya.
• Peserta didik merancang ide-ide sederhana untuk upaya pelestarian
keanekaragaman hayati, keragaman budaya, dan kearifan lokal.
• Peserta didik mengembangkan sikap bangga terhadap daerah asal dan
semangat melestarikan kekayaan lokal.
[Link]
G. Model Pembelajaran
• Model Pembelajaran: Project-Based Learning (PBL)
• Metode: Penyelidikan Lapangan (mini), Wawancara (sederhana), Observasi,
Diskusi Kelompok, Pembuatan Proyek (Peta Interaktif/Pameran Mini),
Presentasi.
H. Pertanyaan Pemantik
• Mindful Learning: "Pejamkan mata sejenak, bayangkan rumah kalian,
sekolah kalian, sawah di dekat rumah, atau gunung yang terlihat dari
kejauhan. Apa yang kalian rasakan saat membayangkan tempat-tempat itu?
Bisakah kalian menggambarkannya?"
• Meaningful Learning: "Jika ada orang dari negara lain datang ke sini, apa
yang paling ingin kalian tunjukkan atau ceritakan tentang daerah kita?
Mengapa penting bagi kita untuk tahu tentang tempat tinggal kita, budaya,
dan sejarah keluarga kita?"
[Link]
• Joyful Learning: "Jika kalian adalah seorang pemandu wisata di daerah kita,
ke mana saja kalian akan mengajak tamu? Apa cerita paling menarik yang
akan kalian sampaikan tentang Karangsari dan Jawa Timur?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan (1 JP)
1. Pembukaan (5 menit): Guru menyapa peserta didik, memimpin doa, dan
memeriksa kehadiran.
2. Apersepsi (15 menit): Guru memulai dengan menunjukkan peta Indonesia.
Guru bertanya: "Di mana pulau Jawa? Di mana Provinsi Jawa Timur? Di
mana letak kota/kabupaten kita?" Guru bisa menggunakan peta digital
interaktif. Guru mengajukan pertanyaan pemantik (mindful, meaningful, joyful
learning).
3. Motivasi (15 menit): Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan manfaat
mempelajari lebih dalam tentang daerah tempat tinggal mereka, dari
geografinya hingga budayanya. Guru mengaitkan dengan 7 Kegiatan Anak
Indonesia Hebat, terutama "Gemar Belajar" dan "Bermasyarakat" untuk
menumbuhkan rasa cinta tanah air dan kepedulian sosial.
4. Pengenalan Proyek (15 menit): Guru memperkenalkan proyek utama
selama tema ini: "Pameran Mini: Aku Cinta Daerahku". Setiap kelompok akan
membuat sebuah diorama, poster interaktif, atau presentasi digital yang berisi
informasi lengkap tentang Karangsari dan Jawa Timur, termasuk bentang
alam, profesi, budaya, kearifan lokal, dan sejarah singkat.
o Setiap kelompok memilih satu bentang alam dan profesi terkait, lalu
membuat sketsa atau mind map untuk proyek mereka.
3. Observasi Lingkungan (90 menit):
o Jika memungkinkan dan aman, guru mengajak peserta didik berkeliling
sekitar lingkungan sekolah (misal: ke sawah terdekat, sungai, atau
hanya mengamati dari kejauhan) untuk melihat langsung contoh
bentang alam dan aktivitas profesi.
o Peserta didik mencatat hasil observasi mereka.
Pertemuan 4-6 (6 JP): Menggali Keanekaragaman Budaya, Kearifan Lokal, dan
Sejarah
1. Keanekaragaman Hayati dan Budaya (90 menit):
o Guru menampilkan gambar/video tentang keanekaragaman hayati
khas Jawa Timur (misal: harimau jawa - meskipun punah, burung,
bunga rafflesia - contoh kekayaan hayati Indonesia, dsb) dan
keragaman budaya (tari remo, reog ponorogo, wayang kulit, baju adat,
bahasa daerah).
o Peserta didik mengidentifikasi beberapa contoh keanekaragaman
hayati dan budaya di daerah mereka.
o Guru bisa mengundang narasumber lokal (jika memungkinkan) untuk
bercerita tentang tradisi atau kesenian daerah.
2. Kearifan Lokal dan Sejarah (90 menit):
o Guru menjelaskan konsep kearifan lokal (kebiasaan atau
pengetahuan masyarakat turun-temurun yang baik untuk
lingkungan/masyarakat, misal: menjaga kebersihan sungai, gotong
royong).
o Peserta didik berdiskusi dan mencari contoh kearifan lokal yang masih
ada di lingkungan mereka.
o Guru bercerita singkat tentang sejarah berdirinya SDN Karangsari 02
atau sejarah singkat daerah Lumajang. Peserta didik juga bisa
ditugaskan untuk bertanya kepada orang tua atau kakek nenek tentang
sejarah keluarga atau lingkungan mereka.
o Ini melatih komunikasi dan kolaborasi serta menumbuhkan
kewargaan.
3. Merancang Pelestarian (90 menit):
o Setelah memahami berbagai kekayaan daerah, setiap kelompok
mendiskusikan upaya pelestarian yang bisa mereka lakukan untuk
menjaga keanekaragaman hayati, keragaman budaya, dan kearifan
lokal.
o Mereka mulai mengumpulkan ide dan bahan untuk proyek "Pameran
Mini: Aku Cinta Daerahku", fokus pada bagian keanekaragaman dan
pelestarian. Ini melatih kreativitas.
Pertemuan 7 (2 JP): Persiapan dan Finalisasi Proyek "Pameran Mini: Aku Cinta
Daerahku"
1. Penyelesaian Proyek (90 menit):
o Setiap kelompok bekerja sama untuk menyelesaikan proyek mereka.
[Link]
Penutup (1 JP)
1. Refleksi (15 menit): Guru memimpin diskusi tentang apa yang telah mereka
pelajari tentang daerahnya. Bagaimana perasaan mereka setelah mengetahui
begitu banyak hal tentang tempat tinggalnya? Guru juga mengaitkan kembali
dengan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat.
2. Umpan Balik (10 menit): Peserta didik memberikan umpan balik tentang
kegiatan pembelajaran yang paling mereka sukai dan mengapa, serta apa
yang mereka rasakan setelah menyelesaikan proyek.
3. Tindak Lanjut (10 menit): Guru menyiapkan jadwal untuk "Pameran Mini:
Aku Cinta Daerahku" di kelas atau di area sekolah yang dapat dilihat oleh
siswa lain atau orang tua. Peserta didik diharapkan bisa menjelaskan proyek
mereka kepada pengunjung pameran.
4. Doa dan Salam Penutup (5 menit): Guru menutup pelajaran dengan doa
dan salam.
K. Pemahaman Bermakna
Mengenal dan memahami tempat tinggal kita lebih dalam adalah seperti
menemukan harta karun tersembunyi. Dari letak geografis di peta, ragam bentang
alam yang indah, hingga kekayaan budaya, kearifan lokal, dan sejarah
masyarakatnya, semua itu membentuk identitas kita sebagai warga daerah. Dengan
memahami hal ini, kita tidak hanya menjadi lebih bangga akan asal-usul kita, tetapi
juga menyadari pentingnya melestarikan warisan alam dan budaya agar tetap
lestari untuk generasi mendatang. Kita adalah bagian dari sejarah dan masa depan
daerah kita.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik:
1. Apa fakta paling menarik yang kalian temukan tentang kota/kabupaten
Karangsari atau Provinsi Jawa Timur?
2. Bagaimana perasaan kalian setelah mengetahui begitu banyak tentang
kebudayaan dan kearifan lokal daerah kita?
[Link]
3. Satu hal apa yang ingin kalian lakukan untuk membantu melestarikan
kekayaan alam atau budaya di daerah kalian?
Refleksi Pendidik:
1. Apakah semua peserta didik menunjukkan pemahaman mendalam tentang
keterkaitan antara geografi, budaya, dan profesi di daerah mereka? Jika tidak,
bagaimana cara saya dapat memperkuat pemahaman tersebut?
2. Apakah kegiatan proyek berhasil memicu rasa bangga dan keinginan peserta
didik untuk melestarikan warisan lokal?
3. Bagian mana dari modul ajar ini yang paling efektif dalam memfasilitasi deep
learning tentang identitas lokal dan tanggung jawab sosial pada peserta
didik?
Anggota Kelompok:
Bagaimana
Kearifan
Profesi Bentang Alam
Bentang Alam di Lokal yang
Masyarakat Memengaruhi
Karangsari/Lumajang Terkait (jika
yang Terkait Profesi? (minimal
ada)
2 poin)
Tradisi
Tanah subur cocok
"Bersih
untuk menanam
Contoh: Dataran Desa"
Petani Padi padi. Air mudah
Rendah (persawahan) sebelum
didapat dari
menanam
sungai/irigasi.
padi
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)
Kualitas
Diskusi
Kelompo
k
Anggota
kelompok
Anggota Anggota
menunjuk
kelompok Anggota kelompok
kan
tidak Anggota kelompok menunju
pemaha
menunjuk kelompok menunju kkan
1. man
kan menunjukk kkan pemaha
Kedalam mendala
pemaha an pemaha man baik
an m dan
man pemahama man dan
Pemaha mampu
tentang n sangat cukup mampu
man mengaitk
geografi, terbatas tentang menjelas
Konsep an
budaya, tentang konsep kan
Lokal berbagai
atau konsep lokal dan konsep
konsep
kearifan lokal. contohny lokal
lokal
lokal a. dengan
secara
daerah. benar.
kompreh
ensif.
Analisis
keterkaita
n sangat
Analisis
tepat,
keterkaita Analisis Analisis
orisinal,
n Analisis keterkait keterkait
2. dan
bentang keterkaitan an cukup an tepat
Kualitas penjelasa
alam dan kurang tepat, dan
Analisis n sangat
profesi/bu tepat atau namun penjelasa
Keterkait rinci serta
daya sangat penjelasa n rinci
an analitis
salah minim. n kurang serta
tentang
atau tidak rinci. akurat.
hubunga
relevan.
n
kompleks
.
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)
Kualitas
Presenta
si
Proyek
Penyamp
Penyampai Penyamp
aian
an kurang aian Penyamp
sangat
4. Penyamp jelas, cukup aian
jelas,
Kejelasa aian tidak sering jelas, jelas,
persuasif,
n jelas, sulit terputus, namun lugas,
menarik,
Penyam dimenger dan masih dan
dan
paian ti, dan mengguna ada mudah
menggun
Informas berbelit- kan bahasa bagian dimenger
akan
i belit. yang yang ti oleh
bahasa
membingu kurang audiens.
yang
ngkan. lugas.
efektif.
Menguas
ai materi
Menguas
dengan
ai materi
sangat
Tidak Kurang Cukup dengan
baik,
menguas menguasai menguas baik,
mampu
5. ai materi, materi, ai materi, mampu
menjelas
Penguas sering banyak namun menjelas
kan ide
aan membaca ragu, dan masih kan ide
proyek
Materi teks, atau sering terlihat proyek
secara
Proyek menjawa bergantung kurang dengan
mendala
b di luar pada percaya tepat,
m, dan
konteks. catatan. diri. dan
menjawa
percaya
b
diri.
pertanya
an
[Link]
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)
dengan
analisis
tajam.
Proyek
Proyek sangat
Proyek menarik, kreatif,
Proyek Proyek cukup menggun inovatif,
6. monoton, sedikit menarik, akan interaktif,
Kreativit tanpa menarik, menggun media dan
as dan media kurang akan yang berhasil
Kualitas atau cara bervariasi media relevan, memikat
Produk penyamp dalam sederhan dan perhatian
Proyek aian yang penyampai a, namun desain audiens
menarik. an. kurang cukup dengan
inovatif. bervarias produk
i. berkualita
s tinggi.
P. Glosarium
1. Bentang Alam: Bentuk permukaan bumi yang bervariasi, seperti gunung,
pantai, dataran rendah, atau sungai.
2. Kearifan Lokal: Kebiasaan atau nilai-nilai luhur yang diwariskan secara
turun-temurun oleh suatu masyarakat dan berguna dalam kehidupan.
3. Keanekaragaman Hayati: Berbagai jenis makhluk hidup (tumbuhan dan
hewan) beserta ekosistem tempat hidupnya.
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS Kelas IV
Sekolah Dasar. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. (2022). Panduan
Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar,
dan Menengah. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan
Teknologi.
3. Setiawan, A. (2019). Geografi Sosial Budaya. Bandung: PT Remaja
Rosdakarya.
[Link]
A. Identitas Penulis
• Nama Penyusun: Umar Tholib
• Satuan Pendidikan: SDN Karangsari 02
• Tahun Ajaran: 2025/2026
• Mata Pelajaran: IPAS
• Fase: B
• Kelas/Semester: 4/2
• Alokasi Waktu: 12 JP (Jam Pelajaran)
5. Makan Sehat dan Bergizi: "Makanan adalah kebutuhan dasar kita. Mengapa
penting untuk makan makanan sehat dan bergizi setiap hari? Apakah
membeli camilan yang tidak sehat itu kebutuhan atau keinginan?"
6. Bermasyarakat: "Di masyarakat, ada banyak orang dengan kebutuhan dan
keinginan yang berbeda. Bagaimana kita bisa saling membantu memenuhi
kebutuhan dasar, terutama bagi mereka yang kurang beruntung?"
7. Tidur Cepat: "Tidur cukup adalah kebutuhan agar tubuh kita sehat.
Bayangkan jika kita tidak punya uang untuk membeli makanan atau tempat
tinggal. Apa yang akan terjadi? Mengapa uang itu penting?"
Peserta didik memahami perbedaan kebutuhan dan keinginan, nilai mata uang dan
fungsinya.
Tujuan Pembelajaran:
• Peserta didik mengidentifikasi perbedaan antara kebutuhan dan keinginan
dengan memberikan contoh yang relevan.
• Peserta didik mengklasifikasikan daftar benda atau layanan ke dalam
kategori kebutuhan atau keinginan.
• Peserta didik menjelaskan fungsi uang sebagai alat tukar, alat pembayaran,
dan alat penyimpan nilai.
• Peserta didik mengidentifikasi nilai berbagai pecahan mata uang Rupiah
(kertas dan logam) dan menggunakannya dalam simulasi transaksi
sederhana.
• Peserta didik membuat rencana sederhana untuk menghemat atau
menabung uang untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan tertentu.
• Peserta didik mengembangkan sikap bijak dalam mengelola uang dan
prioritas pengeluaran.
G. Model Pembelajaran
• Model Pembelajaran: Inquiry-Based Learning (Pembelajaran Berbasis
Inkuiri)
• Metode: Diskusi Kelompok, Permainan Simulasi (Role Play), Studi Kasus,
Brainstorming, Presentasi.
H. Pertanyaan Pemantik
• Mindful Learning: "Jika kalian punya uang Rp10.000, apa yang akan kalian
beli? Apakah itu sesuatu yang harus kalian punya, atau hanya kalian
inginkan?"
• Meaningful Learning: "Mengapa kita tidak bisa membeli semua yang kita
inginkan? Mengapa penting bagi kita untuk tahu bedanya kebutuhan dan
keinginan?"
• Joyful Learning: "Kalau kalian bisa punya tabungan sebanyak-banyaknya,
hal apa yang paling ingin kalian wujudkan dengan uang itu? Mengapa itu
penting untuk kalian?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan (1 JP)
1. Pembukaan (5 menit): Guru menyapa peserta didik, memimpin doa, dan
memeriksa kehadiran.
2. Apersepsi (15 menit): Guru memulai dengan menunjukkan dua gambar: satu
gambar anak sedang makan nasi dan lauk pauk sederhana, satu gambar
anak sedang bermain robot mahal. Guru bertanya: "Manakah yang lebih
penting? Mengapa? Apa bedanya?" Guru mengajukan pertanyaan pemantik
(mindful, meaningful, joyful learning).
3. Motivasi (15 menit): Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan manfaat
mempelajari perbedaan kebutuhan dan keinginan, serta fungsi uang dalam
kehidupan sehari-hari. Guru mengaitkan dengan 7 Kegiatan Anak Indonesia
Hebat, terutama "Makan Sehat dan Bergizi" (kebutuhan dasar) dan "Gemar
Belajar" (mengelola keuangan).
4. Pengenalan Topik (5 menit): Guru memperkenalkan bahwa hari ini kita akan
menjadi "manajer keuangan cilik" yang akan belajar membedakan apa yang
[Link]
kita perlukan dan apa yang kita inginkan, serta bagaimana menggunakan
uang dengan bijak.
Penutup (1 JP)
1. Refleksi (15 menit): Guru memimpin diskusi tentang apa yang telah mereka
pelajari tentang kebutuhan, keinginan, dan bagaimana mengelola uang. Guru
menekankan pentingnya menjadi pribadi yang bijak dalam keuangan. Guru
juga mengaitkan kembali dengan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat.
2. Umpan Balik (10 menit): Peserta didik memberikan umpan balik tentang
kegiatan pembelajaran yang paling mereka sukai dan mengapa, serta apa
yang mereka rasakan setelah merancang rencana keuangan.
3. Tindak Lanjut (10 menit): Guru mendorong peserta didik untuk mulai
menerapkan rencana menabung mereka di rumah dan menceritakan
pengalamannya di pertemuan selanjutnya.
4. Doa dan Salam Penutup (5 menit): Guru menutup pelajaran dengan doa
dan salam.
K. Pemahaman Bermakna
Memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan adalah pelajaran hidup
yang sangat penting. Kebutuhan adalah hal-hal dasar yang harus kita miliki untuk
hidup, seperti makanan, air, pakaian, dan tempat tinggal. Sedangkan keinginan
adalah hal-hal yang menyenangkan, namun tidak mutlak harus ada. Uang menjadi
alat yang sangat penting untuk mendapatkan keduanya. Dengan memahami fungsi
uang dan bagaimana mengelolanya dengan bijak, kita bisa memprioritaskan
pengeluaran, menabung untuk masa depan, dan mencapai tujuan finansial. Ini akan
membantu kita menjadi pribadi yang mandiri dan bertanggung jawab dalam
mengelola sumber daya.
Meskipun uang sangat penting, kita tidak bisa membeli semua yang kita inginkan.
Sumber daya kita terbatas. Oleh karena itu, kita perlu mengelola uang dengan
bijak. Cara terbaik adalah dengan selalu memprioritaskan kebutuhan di atas
keinginan. Setelah kebutuhan dasar terpenuhi, barulah kita bisa memikirkan
keinginan. Salah satu cara bijak mengelola uang adalah dengan menabung.
Menabung berarti menyisihkan sebagian uang yang kita miliki untuk tujuan tertentu
di masa depan, misalnya membeli sesuatu yang kita inginkan, atau untuk keadaan
darurat. Dengan menabung, kita belajar disiplin dan bertanggung jawab atas
keuangan kita sendiri.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik:
1. Satu pelajaran paling berharga apa yang kalian dapatkan tentang uang hari
ini?
2. Bagaimana perasaan kalian saat melakukan simulasi "Pasar Mini" dan harus
menghitung kembalian?
3. Apakah kalian sekarang merasa lebih siap untuk menabung uang saku
kalian? Mengapa?
Refleksi Pendidik:
1. Apakah semua peserta didik dapat membedakan antara kebutuhan dan
keinginan dengan baik? Jika tidak, strategi apa yang bisa saya gunakan untuk
memperkuat pemahaman ini?
2. Apakah simulasi "Pasar Mini" efektif dalam membantu peserta didik
memahami fungsi dan nilai uang?
3. Bagian mana dari modul ajar ini yang paling efektif dalam memfasilitasi deep
learning tentang literasi keuangan dasar pada peserta didik?
Kelas:
Kebutuhan /
No. Benda/Layanan Alasan
Keinginan
Kebutuhan /
No. Benda/Layanan Alasan
Keinginan
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
Rencana Menabungku
Aku ingin menabung untuk membeli:
____________________________________________________ (Nama Barang
Keinginan/Tujuan Menabung)
Kualitas
Pemaha
man
Konsep
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)
Peserta
didik
Peserta memaha
didik mi fungsi
Peserta Peserta
Peserta memahami dan nilai
2. didik didik
didik fungsi dan mata
Pemaha tidak memaha
memahami nilai mata uang
man memaha mi cukup
fungsi/nilai uang secara
Fungsi mi fungsi fungsi
uang dengan kompreh
dan Nilai atau nilai dan nilai
sangat baik, serta ensif,
Uang mata mata
terbatas. dapat termasuk
uang. uang.
menggunak peran
annya. uang
dalam
ekonomi.
Rencana
menabun
Rencana Rencana
g sangat
3. menabu Rencana menabu Rencana
realistis,
Perenca ng tidak menabung ng menabung
detail,
naan ada atau sangat cukup realistis dan
dan
Keuanga tidak sederhana realistis, terstruktur
menunju
n realistis dan kurang namun dengan
kkan
Pribadi sama realistis. detailnya baik.
pemikira
sekali. kurang.
n jangka
panjang.
Kualitas
Presenta
si
[Link]
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)
Penyam
Penyampai
Penyam paian
an kurang
Penyam paian sangat
jelas,
paian cukup Penyampai jelas,
4. sering
tidak jelas, an jelas, persuasif
Kejelasa terputus,
jelas, namun lugas, dan ,
n dan
sulit masih mudah menarik,
Penyam mengguna
dimenge ada dimengerti dan
paian kan
rti, dan bagian oleh menggun
Ide bahasa
berbelit- yang audiens. akan
yang
belit. kurang bahasa
membingu
lugas. yang
ngkan.
efektif.
Tidak
percaya Sangat
Cukup
diri, Percaya percaya
Kurang percaya
menghin diri, mampu diri,
percaya diri,
5. Rasa dari menyampai antusias,
diri, sering namun
Percaya kontak kan ide dan
ragu, dan masih
Diri mata, dengan mampu
butuh terlihat
atau tenang dan mengins
dorongan. sedikit
berbicar jelas. pirasi
gugup.
a sangat audiens.
pelan.
P. Glosarium
1. Kebutuhan: Hal-hal dasar yang mutlak diperlukan untuk bertahan hidup dan
beraktivitas.
2. Keinginan: Hal-hal yang diharapkan atau didambakan untuk kesenangan
atau kenyamanan, tetapi tidak mutlak diperlukan.
3. Mata Uang: Alat pembayaran atau tukar yang sah dan diterima secara umum
di suatu negara (di Indonesia: Rupiah).
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS Kelas IV
Sekolah Dasar. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. (2022). Panduan
Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar,
dan Menengah. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan
Teknologi.
3. Rahayu, A. (2018). Pendidikan Keuangan untuk Anak Usia Sekolah Dasar.
Bandung: Alfabeta.