1
PERAN PETUGAS KESEHATAN DALAM UPAYA PENINGKATAN
STATUS KESEHATAN MASYARAKAT DI WILAYAH
KECAMATAN PUJUNGAN
PROPOSAL PENELITIAN
Disusun dan Diajukan
Oleh :
Nama: KIRING
Nim: R 23013054
PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN
INSTITUT TEKNOLOGI KESEHATAN DAN
SAINS WIYATA HUSADA SAMARINDA
2024
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL .............................................................................................. i
BAB I PENDAHULUAN .......................................................................................1
A. Latar Belakang................................................................................................1
B. Rumusan Masalah ..........................................................................................5
C. Tujuan Penelitian ............................................................................................5
1. Tujuan Umum ..........................................................................................5
2. Tujuan Khusus .........................................................................................5
D. Manfaat Penelitian ..........................................................................................5
BAB II TINJAUAN PUSTAKA............................................................................7
A. Penelitian Terkait ...........................................................................................7
B. Telaah Pustaka....................................................................................................... 7
C. Kerangka Teori ..............................................................................................8
BAB III METODE PENELITIAN .......................................................................9
A. Rancangan Penelitian ....................................................................................9
B. Kerangka Konsep Penelitian .........................................................................9
C. Populasi dan Sampel ......................................................................................9
D. Variabel Penelitian ......................................................................................10
E. Definisi Operasional ....................................................................................11
F. Waktu dan Tempat.......................................................................................11
G. Instrumen Penelitian ....................................................................................11
H. Teknik Pengumpulan Data ..........................................................................11
I. Analisa Data ................................................................................................13
J. Etika Penelitian ............................................................................................13
K. Alur Penelitian .............................................................................................15
Daftar Pustaka
Lampiran
i
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Status kesehatan masyarakat merupakan salah satu indikator penting
dalam menilai kualitas hidup sebuah komunitas atau negara. Status kesehatan
ini mencakup berbagai aspek, mulai dari prevalensi penyakit, tingkat
S S
kematian, hingga faktor-faktor sosial dan ekonomi yang mempengaruhi
kesehatan. Faktor-faktor seperti akses terhadap layanan kesehatan, kualitas
E E
lingkungan, pola makan, dan gaya hidup memainkan peran penting dalam
menentukan status kesehatan masyarakat. Data mengenai status kesehatan
biasanya diperoleh melalui survei kesehatan, catatan medis, dan indikator
N
kesehatan masyarakat lainnya.
N
Menurut data dari WHO, petugas kesehatan, termasuk tenaga
S S
kesehatan masyarakat (Community Health Workers/CHWs), memiliki peran
penting dalam upaya peningkatan status kesehatan masyarakat, khususnya di
O O
daerah yang kurang terlayani. Mereka berkontribusi langsung dalam mencapai
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) terkait kesehatan, seperti
R R
cakupan kesehatan universal dan kesetaraan kesehatan. Tenaga kesehatan ini
efektif dalam memberikan edukasi kesehatan, pencegahan penyakit, serta
memfasilitasi akses layanan kesehatan dasar yang krusial untuk meningkatkan
ketahanan masyarakat dan hasil kesehatan. Investasi dalam tenaga kesehatan
berdampak pada pertumbuhan ekonomi secara luas, termasuk penciptaan
lapangan kerja. Wanita, yang mewakili sekitar 67% dari tenaga kerja
1
2
kesehatan global, juga diuntungkan melalui peningkatan peluang ekonomi
(WHO, 2020).
Di Indonesia, upaya peningkatan status kesehatan masyarakat sangat
bergantung pada peran tenaga kesehatan. Pada tahun 2023, Indonesia memiliki
S S
sekitar 1,49 juta tenaga kesehatan, dengan jumlah perawat mendominasi
sebanyak 582 ribu orang, diikuti oleh 344 ribu bidan. Tenaga kesehatan ini
E E
memiliki tanggung jawab penting dalam memberikan pelayanan kesehatan
dasar, termasuk pendidikan kesehatan, imunisasi, dan pengelolaan penyakit
N N
menular dan tidak menular. Sistem kesehatan di Indonesia juga terus berupaya
mencapai Universal Health Coverage (UHC), dengan fokus pada peningkatan
S S
cakupan layanan kesehatan masyarakat, termasuk pengendalian penyakit dan
peningkatan akses terhadap layanan kesehatan di daerah-daerah terpencil
O
(BPS, 2023).
O
Data di Provinsi Kalimantan Utara, data menunjukkan bahwa pada
tahun 2021 terdapat lebih dari 1.800 tenaga kesehatan yang tersebar di seluruh
R R
wilayah provinsi, termasuk dokter, perawat dan bidan. Di Kabupaten Malinau,
tenaga kesehatan mencakup lebih dari 300 orang, dengan fokus pada
pelayanan di daerah pedesaan dan terpencil. Sementara itu, di Kecamatan
Pujungan, yang merupakan salah satu daerah terpencil, jumlah tenaga
kesehatan relatif terbatas, dengan sekitar 20 petugas kesehatan yang bekerja
untuk melayani penduduk setempat, mencakup layanan dasar seperti imunisasi
dan pemeriksaan kesehatan (BPS, 2021).
3
Peran petugas kesehatan sangat krusial dalam upaya peningkatan status
kesehatan masyarakat. Mereka bertanggung jawab untuk memberikan
pelayanan medis, melakukan penyuluhan kesehatan, serta menjalankan
program-program pencegahan penyakit. Petugas kesehatan, seperti dokter,
S S
perawat, dan bidan, tidak hanya berfungsi sebagai penyedia layanan langsung
tetapi juga sebagai agen perubahan dalam meningkatkan kesadaran kesehatan
E E
di masyarakat. Melalui pendidikan dan informasi yang mereka berikan,
petugas kesehatan membantu masyarakat memahami pentingnya gaya hidup
N N
sehat, vaksinasi, dan pemeriksaan kesehatan rutin, yang semua ini
berkontribusi pada perbaikan status kesehatan secara keseluruhan.
S S
Selain itu, petugas kesehatan berperan dalam mengidentifikasi dan
mengatasi masalah kesehatan yang spesifik di komunitas mereka. Mereka
O O
sering kali menjadi penghubung antara masyarakat dan sistem kesehatan,
membantu memastikan bahwa layanan kesehatan tersedia dan dapat diakses
oleh semua lapisan masyarakat, terutama bagi mereka yang kurang beruntung.
R R
Dengan melakukan kunjungan rumah, survei kesehatan, dan program
screening, petugas kesehatan dapat mendeteksi penyakit secara dini dan
memberikan intervensi yang diperlukan sebelum masalah kesehatan
berkembang lebih lanjut.
Meskipun peran petugas kesehatan sangat penting, mereka menghadapi
berbagai tantangan dalam melaksanakan tugasnya. Keterbatasan sumber daya,
beban kerja yang tinggi, dan kesenjangan dalam distribusi tenaga kesehatan
dapat menghambat efektivitas mereka. Oleh karena itu, penting untuk
4
menyediakan dukungan yang memadai bagi petugas kesehatan, seperti
pelatihan berkelanjutan, perlengkapan yang memadai, dan sistem dukungan
yang kuat. Dengan memastikan bahwa petugas kesehatan memiliki semua alat
dan dukungan yang mereka butuhkan, kita dapat meningkatkan efektivitas
S S
mereka dalam memperbaiki status kesehatan masyarakat dan menghadapi
tantangan kesehatan yang ada.
E E
Peneliti melakukan studi pendahuluan di Wilayah Kecamatan
Pujungan dengan mewawancarai 15 responden menggunakan tiga pertanyaan
N N
terkait status kesehatan mereka: 1) Bagaimana Anda menilai kondisi kesehatan
diwilayah tugas anda saat ini? 2) Apakah Anda merasa ada kebutuhan khusus
S S
dari pasien yang belum terpenuhi dalam hal pelayanan kesehatan? 3) Seberapa
sering pasien mengakses layanan kesehatan di fasilitas umum? Dari hasil
O O
wawancara, ditemukan bahwa 4 orang menyatakan status kesehatannya baik, 8
orang menyatakan status kesehatan diwilayahnya cukup, dan 3 orang
menyatakan bahwa status kesehatan kurang. Temuan ini memberikan
R R
gambaran awal mengenai variasi kondisi kesehatan masyarakat di wilayah
tersebut, yang akan menjadi dasar dalam menganalisis peran petugas
kesehatan dalam upaya peningkatan status kesehatan masyarakat di
Kecamatan Pujungan.
Berdasarkan latar belakang di atas, diperlukan analisis yang lebih
mendalam terkait dengan peran petugas kesehatan dalam upaya peningkatan
status kesehatan masyarakat di Wilayah Kecamatan Pujungan.
5
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan rumusan latar belakang yang telah dipaparkan di atas,
didapatkan rumusan masalah, yaitu “bagaimana peran petugas kesehatan
dalam upaya peningkatan status kesehatan masyarakat di Wilayah Kecamatan
S
Pujungan?”
S
C. Tujuan Penelitian
E
1. Tujuan Umum
E
Untuk mengetahui peran petugas kesehatan dalam upaya
N N
peningkatan status kesehatan masyarakat di Wilayah Kecamatan
Pujungan.
S
2. Tujuan Khusus
a. Mengidentifikasi karakteristik
S
petugas kesehatan di Wilayah
O Kecamatan Pujungan.
O
b. Menganalisis peran petugas kesehatan dalam upaya peningkatan status
kesehatan masyarakat di Wilayah Kecamatan Pujungan.
R
D. Manfaat Penelitian
R
1. Bagi Aparatur Setempat
Penelitian ini memberikan manfaat bagi aparatur setempat dengan
menyediakan data dan wawasan mengenai peran petugas kesehatan dalam
meningkatkan status kesehatan masyarakat. Informasi ini dapat digunakan
untuk menyusun kebijakan kesehatan yang lebih efektif dan memastikan
6
alokasi sumber daya yang tepat untuk mendukung program kesehatan di
wilayah Kecamatan Pujungan.
2. Bagi Masyarakat
Bagi masyarakat, penelitian ini dapat meningkatkan kesadaran
S
akan pentingnya peran petugas kesehatan
S dalam menjaga dan
meningkatkan kesehatan mereka. Hasil penelitian ini diharapkan
E
mendorong partisipasi aktif
E
masyarakat dalam program-program
kesehatan yang diselenggarakan, sehingga menciptakan lingkungan yang
Nlebih sehat dan sejahtera.
3. Bagi Petugas Kesehatan
N
S S
Penelitian ini bermanfaat bagi petugas kesehatan dengan
memberikan evaluasi terhadap upaya mereka dalam peningkatan status
O metode kerja,
O
kesehatan masyarakat. Hasil penelitian ini dapat menjadi acuan untuk
memperbaiki meningkatkan kompetensi, serta
mengidentifikasi area yang memerlukan perhatian lebih guna mencapai
R R
hasil kesehatan yang optimal di wilayah Kecamatan Pujungan.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Penelitian Terkait
1. Andayani, (2023) Analisis Peran Petugas Kesehatan dalam Meningkatkan
Partisipasi Peserta Program Prolanis Hipertensi di Puskesmas Dempo
S
Kota Palembang.
S
2. Savana, (2022) Pemberdayaan Masyarakat dalam Meningkatkan
E E
Kesehatan Melalui Program Gerakan Serentak Penanaman Kelor (Gertak
Pelor) di Desa Sidoasri Kecamatan Candipuro Kabupaten Lampung
NSelatan.
N
3. Gunawan, (2022) Peran Tenaga Kesehatan Dalam Mendukung Gerakan
S
Masyarakat Hidup Sehat.
S
4. Darmawan, (2021) Peningkatan Kualitas Kesehatan Masyarakat melalui
O O
Pemberdayaan Masyarakat Peduli Olahraga bagi Warga Perum Griya
Sekargading Semarang.
5. Samranah, (2017) Faktor-faktor yang Mempengaruhi Status Kesehatan
R R
pada Santri Kelas X SMA di Pondok Pesantren Ummul Mukminin
Makassar.
B. Telaah Pustaka
1. Konsep Status Kesehatan Masyarakat
a. Definisi Status Kesehatan Masyarakat
b. Indikator Status Kesehatan Masyarakat
1) Angka Kematian
7
8
2) Angka Kelahiran
3) Harapan Hidup
4) Morbiditas dan Mortalitas
5) Status Gizi
c. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Status Kesehatan
d. Strategi Peningkatan Status Kesehatan Masyarakat
S
2. Konsep Peran Petugas Kesehatan
S
a. Definisi Petugas Kesehatan
E E
b. Tugas dan Tanggung Jawab Petugas Kesehatan
c. Peran Petugas Kesehatan dalam Pelayanan Kesehatan
N N
d. Peran Petugas Kesehatan dalam Masyarakat
e. Keterlibatan Petugas Kesehatan dalam Upaya Promotif dan Preventif
S S
f. Kolaborasi Petugas Kesehatan dengan Masyarakat
e. Peran Petugas Kesehatan dalam Meningkatkan Status Kesehatan
O 1) Peran sebagai Pemberi Layanan
2) Peran sebagai Pendidik
O
3) Peran sebagai Agen Perubahan
R
C. Kerangka Teori `
R
Pada kerangka teori ini, penulis akan memaparkan konsep-konsep dan
teori yang relevan terkait peran petugas kesehatan dalam upaya peningkatan
status kesehatan masyarakat. Teori ini mencakup peran dan fungsi petugas
kesehatan sebagai pelaksana pelayanan kesehatan, agen perubahan, serta
sebagai pendidik kesehatan di masyarakat. Selain itu, penulis juga akan
9
menguraikan pentingnya pendekatan promotif dan preventif dalam
peningkatan status kesehatan, serta teori tentang determinan sosial kesehatan
yang mempengaruhi kondisi kesehatan masyarakat. Kerangka teori ini
diharapkan dapat memberikan landasan teoritis yang kuat untuk memahami
bagaimana intervensi dari petugas kesehatan berkontribusi terhadap
peningkatan status kesehatan di Wilayah Kecamatan Pujungan.
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Rancangan Penelitian
Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah
rancangan penelitian kuantitatif dengan jenis deskriptif dengan pendekatan
S
cross sectional .
S
B. Kerangka Konsep Penelitian
E E
Variabel Independen Variabel Dependen
N
Peran petugas kesehatan
N Peningkatan status
kesehatan masyarakat
S S
Gambar 3.1 Kerangka Konsep Penelitian
O O
C. Populasi dan Sampel
R
1. Populasi R
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petugas kesehatan di
Wilayah Kecamatan Pujungan berjumlah 27 orang.
2. Sampel
Dalam menentukan jumlah sampel dalam penelitian ini digunakan
Total sampling, dengan kriteria sebagai berikut :.
a. Kriteria Inklusi
1) Petugas kesehatan yang bertugas di Kecamatan Pujungan.
10
11
2) Petugas kesehatan yang telah bekerja minimal 1 tahun di wilayah
penelitian.
3) Petugas kesehatan dengan latar belakang pendidikan kesehatan
(dokter, perawat, bidan, dsb.).
S S
4) Petugas kesehatan yang terlibat dalam program peningkatan status
kesehatan masyarakat.
E E
5) Petugas kesehatan yang terlibat dalam kegiatan penyuluhan
kesehatan di Kecamatan Pujungan.
Nb. Kriteria Eksklusi
N
1) Petugas kesehatan yang sedang cuti atau tidak aktif bertugas
S selama periode penelitian.
S
2) Petugas kesehatan yang menolak memberikan persetujuan atau
O O
tidak bersedia berpartisipasi dalam penelitian.
3) Petugas kesehatan yang memiliki keterbatasan dalam memberikan
informasi karena alasan kesehatan atau kondisi pribadi.
R
D. Variabel Penelitian
R
1. Variabel Independen
Variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini adalah peran
petugas kesehatan.
2. Variabel Dependen
Variabel terikat yang digunakan dalam penelitian ini adalah
peningkatan status kesehatan masyarakat.
12
E. Definisi Operasional
Tabel 3.1 Definisi Operasional
Variabel Definisi Skala Ukur
Alat Ukur Hasil Ukur
Penelitian Operasional
Tanggung jawab
tenaga kesehatan AKTIF jika
dalam responden
memberikan menjawab >
pelayanan Median
Peran kesehatan,
S
petugas
kesehatan
edukasi, serta
upaya promotif
dan preventif
Kuesioner
S
KURANG
AKTIF jika
responden
S
Ordinal
untuk menjawab <
meningkatkan Median
E status kesehatan
masyarakat.. E E
Status Kondisi BAIK jika
kesehatan kesehatan secara
N masyarakat keseluruhan dari
suatu kelompok N
responden
menjawab >
Median
N
atau populasi,
Kuesioner Ordinal
yang KURANG
S dipengaruhi oleh
akses terhadap S jika responden
menjawab <
Median
S
layanan
kesehatan.
O
F. Tempat dan Waktu Penelitian
O O
R
Penelitian ini akan dilakukan di Wilayah Kecamatan Pujungan,
R
Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, pada bulan September-Oktober 2024.
R
G. Instrumen Penelitian
Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner untuk
mengukur peran petugas kesehatan dalam upaya peningkatan status kesehatan
masyarakat.
13
H. Prosedur Pengumpulan Data
1. Tahap Perizinan
a. Peneliti mengurus surat izin penelitian di Institut Teknologi Kesehatan
dan Sains (ITKES) Wiyata Husada Samarinda (WHS).
b. Peneliti mengurus surat izin penelitian di Kecamatan Pujungan.
c. Peneliti melakukan studi pendahuluan dan pengumpulan data
S responden di Kecamatan Pujungan.
S
2. Tahap pelaksanaan
E E
a. Peneliti menentukan sampel berdasarkan kriteria yang dibutuhkan
dalam penelitian.
N N
b. Peneliti memberikan penjelasan terkait dengan penelitian yang
dilakukan dan melakukan informed consent
S S
c. Kemudian peneliti menjelaskan alur penelitian dan membuat kontrak
waktu
O O
d. Peneliti membagikan instrumen penelitian kepada responden untuk
diisi sesuai kontrak waktu yang telah ditentukan.
e. Setelah proses penelitian selesai dilakukan pada semua responden,
R R
peneliti selanjutnya mengumpulkan kuesioner tersebut.
3. Tahap Akhir
a. Memeriksa data (editing), daftar pertanyaan yang telah selesai diisi
kemudian diperiksa yaitu dengan memeriksa kelengkapan jawaban.
b. Memberi tanda kode (coding), hasil jawaban yang telah diperoleh
diklasifikasikan ke dalam kategori yang telah ditentukan dengan cara
14
memberi tanda atau kode berbentuk angka pada masing-masing
variabel. Pemberian kode dilakukan pada data umum dan data khusus.
c. Tabulating, data disusun dalam bentuk tabel tertentu menurut sifat-
sifat yang dimiliki. Pada data ini dianggap bahwa data telah diproses
S S
sehingga harus segera disusun pola format yang telah dirancang
d. Pengolahan data (processing), berdasarkan suatu kelompok data
E E
mentah dengan menggunakan rumus tertentu sehingga menghasilkan
informasi yang diperlukan.
N N
e. Cleaning, data diteliti kembali agar pada pelaksanaan analisa data
bebas dari kesalahan.
I.
S
Analisa Data
S
Pada penelitan ini hanya menggunakan analisa univariat. Menurut
O O
Notoatmodjo (2018), analisi univariat dilakukan terhadap tiap variabel dan
hasil penelitian. Menurut (Sugiyono, 2019), hasil analisis dapat berupa
distribusi frekuensi dan presentase. Frekunsi dan presentase dapat dihitung
R R
dengan menggunakan rumus statistika sederhana yang kemudian disajikan
dalam bentuk tabel/grafik.
J. Etika Penelitian
1. Informed consent
Seluruh subyek penelitian diberikan prosedur penelitian dan
dimintai persetujuannya dengan informed consent secara tertulis. Calon
responden berhak menolak untuk diikutsertakan dalam penelitian dengan
15
alasan apapun, selanjutnya calon responden yang menolak tersebut tidak
mendapat sangsi berupa apapun.
2. Justice
Peneliti menjalankan penelitian dengan memperlakukan semua
S S
responden dengan sama rata, tanpa membedakan mereka berdasarkan
kedudukan sosial, tingkat pendidikan, atau status sosial masing-masing.
E E
Pendekatan ini menunjukkan upaya untuk memastikan bahwa semua data
yang dihasilkan berasal dari beragam latar belakang dan pengalaman
N N
responden, sehingga hasil penelitian dapat mencerminkan keseluruhan
populasi secara lebih merata. Dengan demikian, integritas dan keadilan
S S
penelitian dapat dipertahankan, memberikan landasan yang kuat bagi
analisis dan kesimpulan yang lebih representatif.
O
3. Anonimity (tanpa nama)
O
Identitas subyek penelitian dirahasiakan dan tidak dipublikasikan
tanpa seizin subyek penelitian. Peneliti memberikan jaminan dalam
R R
penggunaan data identitas diri dari subyek penelitian dengan tidak
mencantumkan nama responden pada lembar instrumen, namun hanya
menuliskan nama kode pada lembar instrumen tersebut sebagai data hasil
penelitian.
4. Confidentiality (kerahasiaan)
Peneliti memberikan jaminan terhadap kerahasiaan hasil
penelitian, baik berupa informasi, hal-hal yang menyangkut tentang data
diri subyek penelitian, serta masalah-masalah lainnya dari subyek
16
penelitian, hal ini berkaitan dengan hak prefasi seseorang. Informasi yang
telah terkumpul, akan dijamin kerahasiaannya oleh peneliti, kecuali data
tertentu yang dilaporkan untuk keperluan hasil penelitian.
K. Alur Penelitian
S Persiapan prasarana penelitian S
Jurnal ilmiah, buku dan
E Studi pustaka penelitian
E internet
Penentuan topik dan metode Deskriptif cross sectional
Total sampling
N
penelitian
N
Penentuan lokasi penelitian
Kecamatan Pujungan
S
Persiapan Intrumen Pengumpul data S
O Penyebaran Kuesioner
O
Data
R Analisis Data
R
Hasil dan Pembahasan
Kesimpulan
Seminar Hasil
Gambar 3.2 Alur Penelitian
DAFTAR PUSTAKA
Andayani, (2023) Analisis Peran Petugas Kesehatan dalam Meningkatkan
Partisipasi Peserta Program Prolanis Hipertensi di Puskesmas Dempo
Kota Palembang. Universitas Sriwijaya.
Badan Pusat Statistik Indonesia, (2023). Jumlah Tenaga Kesehatan Menurut
Provinsi, 2023. Jakarta: BPS. Retrieved from
[Link]
table/3/YVdwSFJHRjRVVkJqWlRWRU9EQkhNVFY0UjB4VVVU
MDkjMw==/jumlah-tenaga-kesehatan-menurut-provinsi--
[Link]?year=2018.
Badan Pusat Statistik, (2021). Jumlah Tenaga Kesehatan di Provinsi Kalimantan
Utara 2021. BPS Kalimantan Utara. Retrieved from
S S
[Link]
[Link].
Darmawan, (2021) Peningkatan Kualitas Kesehatan Masyarakat melalui
E E
Pemberdayaan Masyarakat Peduli Olahraga bagi Warga Perum Griya
Sekargading Semarang. Universitas Negeri Semarang. Jurnal
Implementasi. Vol 1 No 1.
N N
Gunawan, (2022) Peran Tenaga Kesehatan Dalam Mendukung Gerakan
Masyarakat Hidup Sehat. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan
Muhammadiyah Cirebon.
S S
Samranah, (2017) Faktor-faktor yang Mempengaruhi Status Kesehatan pada
Santri Kelas X SMA di Pondok Pesantren Ummul Mukminin Makassar.
Uin Alauddin Makassar.
O O
Savana, (2022) Pemberdayaan Masyarakat dalam Meningkatkan Kesehatan
Melalui Program Gerakan Serentak Penanaman Kelor (Gertak Pelor) di
Desa Sidoasri Kecamatan Candipuro Kabupaten Lampung Selatan.
Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.
R R
World Health Organization, (2020). State of the World’s Nursing 2020: Investing
in Education, Jobs, and Leadership. Geneva: WHO. Retrieved from
[Link]
22
23
LAMPIRAN