0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan20 halaman

Peran Petugas Kesehatan di Pujungan

Dokumen ini adalah proposal penelitian yang membahas peran petugas kesehatan dalam meningkatkan status kesehatan masyarakat di Kecamatan Pujungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik petugas kesehatan dan menganalisis kontribusi mereka terhadap kesehatan masyarakat, serta memberikan manfaat bagi aparatur setempat dan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional.

Diunggah oleh

switawinarni9
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan20 halaman

Peran Petugas Kesehatan di Pujungan

Dokumen ini adalah proposal penelitian yang membahas peran petugas kesehatan dalam meningkatkan status kesehatan masyarakat di Kecamatan Pujungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik petugas kesehatan dan menganalisis kontribusi mereka terhadap kesehatan masyarakat, serta memberikan manfaat bagi aparatur setempat dan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional.

Diunggah oleh

switawinarni9
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

1

PERAN PETUGAS KESEHATAN DALAM UPAYA PENINGKATAN


STATUS KESEHATAN MASYARAKAT DI WILAYAH
KECAMATAN PUJUNGAN

PROPOSAL PENELITIAN

Disusun dan Diajukan


Oleh :

Nama: KIRING
Nim: R 23013054

PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN


INSTITUT TEKNOLOGI KESEHATAN DAN
SAINS WIYATA HUSADA SAMARINDA
2024
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .............................................................................................. i


BAB I PENDAHULUAN .......................................................................................1
A. Latar Belakang................................................................................................1
B. Rumusan Masalah ..........................................................................................5
C. Tujuan Penelitian ............................................................................................5
1. Tujuan Umum ..........................................................................................5
2. Tujuan Khusus .........................................................................................5
D. Manfaat Penelitian ..........................................................................................5
BAB II TINJAUAN PUSTAKA............................................................................7
A. Penelitian Terkait ...........................................................................................7
B. Telaah Pustaka....................................................................................................... 7
C. Kerangka Teori ..............................................................................................8
BAB III METODE PENELITIAN .......................................................................9
A. Rancangan Penelitian ....................................................................................9
B. Kerangka Konsep Penelitian .........................................................................9
C. Populasi dan Sampel ......................................................................................9
D. Variabel Penelitian ......................................................................................10
E. Definisi Operasional ....................................................................................11
F. Waktu dan Tempat.......................................................................................11
G. Instrumen Penelitian ....................................................................................11
H. Teknik Pengumpulan Data ..........................................................................11
I. Analisa Data ................................................................................................13
J. Etika Penelitian ............................................................................................13
K. Alur Penelitian .............................................................................................15
Daftar Pustaka
Lampiran

i
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Status kesehatan masyarakat merupakan salah satu indikator penting

dalam menilai kualitas hidup sebuah komunitas atau negara. Status kesehatan

ini mencakup berbagai aspek, mulai dari prevalensi penyakit, tingkat

S S
kematian, hingga faktor-faktor sosial dan ekonomi yang mempengaruhi

kesehatan. Faktor-faktor seperti akses terhadap layanan kesehatan, kualitas

E E
lingkungan, pola makan, dan gaya hidup memainkan peran penting dalam

menentukan status kesehatan masyarakat. Data mengenai status kesehatan

biasanya diperoleh melalui survei kesehatan, catatan medis, dan indikator


N
kesehatan masyarakat lainnya.
N
Menurut data dari WHO, petugas kesehatan, termasuk tenaga
S S
kesehatan masyarakat (Community Health Workers/CHWs), memiliki peran

penting dalam upaya peningkatan status kesehatan masyarakat, khususnya di


O O
daerah yang kurang terlayani. Mereka berkontribusi langsung dalam mencapai

Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) terkait kesehatan, seperti

R R
cakupan kesehatan universal dan kesetaraan kesehatan. Tenaga kesehatan ini

efektif dalam memberikan edukasi kesehatan, pencegahan penyakit, serta

memfasilitasi akses layanan kesehatan dasar yang krusial untuk meningkatkan

ketahanan masyarakat dan hasil kesehatan. Investasi dalam tenaga kesehatan

berdampak pada pertumbuhan ekonomi secara luas, termasuk penciptaan

lapangan kerja. Wanita, yang mewakili sekitar 67% dari tenaga kerja

1
2

kesehatan global, juga diuntungkan melalui peningkatan peluang ekonomi

(WHO, 2020).

Di Indonesia, upaya peningkatan status kesehatan masyarakat sangat

bergantung pada peran tenaga kesehatan. Pada tahun 2023, Indonesia memiliki

S S
sekitar 1,49 juta tenaga kesehatan, dengan jumlah perawat mendominasi

sebanyak 582 ribu orang, diikuti oleh 344 ribu bidan. Tenaga kesehatan ini

E E
memiliki tanggung jawab penting dalam memberikan pelayanan kesehatan

dasar, termasuk pendidikan kesehatan, imunisasi, dan pengelolaan penyakit

N N
menular dan tidak menular. Sistem kesehatan di Indonesia juga terus berupaya

mencapai Universal Health Coverage (UHC), dengan fokus pada peningkatan

S S
cakupan layanan kesehatan masyarakat, termasuk pengendalian penyakit dan

peningkatan akses terhadap layanan kesehatan di daerah-daerah terpencil

O
(BPS, 2023).
O
Data di Provinsi Kalimantan Utara, data menunjukkan bahwa pada

tahun 2021 terdapat lebih dari 1.800 tenaga kesehatan yang tersebar di seluruh
R R
wilayah provinsi, termasuk dokter, perawat dan bidan. Di Kabupaten Malinau,

tenaga kesehatan mencakup lebih dari 300 orang, dengan fokus pada

pelayanan di daerah pedesaan dan terpencil. Sementara itu, di Kecamatan

Pujungan, yang merupakan salah satu daerah terpencil, jumlah tenaga

kesehatan relatif terbatas, dengan sekitar 20 petugas kesehatan yang bekerja

untuk melayani penduduk setempat, mencakup layanan dasar seperti imunisasi

dan pemeriksaan kesehatan (BPS, 2021).


3

Peran petugas kesehatan sangat krusial dalam upaya peningkatan status

kesehatan masyarakat. Mereka bertanggung jawab untuk memberikan

pelayanan medis, melakukan penyuluhan kesehatan, serta menjalankan

program-program pencegahan penyakit. Petugas kesehatan, seperti dokter,

S S
perawat, dan bidan, tidak hanya berfungsi sebagai penyedia layanan langsung

tetapi juga sebagai agen perubahan dalam meningkatkan kesadaran kesehatan

E E
di masyarakat. Melalui pendidikan dan informasi yang mereka berikan,

petugas kesehatan membantu masyarakat memahami pentingnya gaya hidup

N N
sehat, vaksinasi, dan pemeriksaan kesehatan rutin, yang semua ini

berkontribusi pada perbaikan status kesehatan secara keseluruhan.

S S
Selain itu, petugas kesehatan berperan dalam mengidentifikasi dan

mengatasi masalah kesehatan yang spesifik di komunitas mereka. Mereka

O O
sering kali menjadi penghubung antara masyarakat dan sistem kesehatan,

membantu memastikan bahwa layanan kesehatan tersedia dan dapat diakses

oleh semua lapisan masyarakat, terutama bagi mereka yang kurang beruntung.
R R
Dengan melakukan kunjungan rumah, survei kesehatan, dan program

screening, petugas kesehatan dapat mendeteksi penyakit secara dini dan

memberikan intervensi yang diperlukan sebelum masalah kesehatan

berkembang lebih lanjut.

Meskipun peran petugas kesehatan sangat penting, mereka menghadapi

berbagai tantangan dalam melaksanakan tugasnya. Keterbatasan sumber daya,

beban kerja yang tinggi, dan kesenjangan dalam distribusi tenaga kesehatan

dapat menghambat efektivitas mereka. Oleh karena itu, penting untuk


4

menyediakan dukungan yang memadai bagi petugas kesehatan, seperti

pelatihan berkelanjutan, perlengkapan yang memadai, dan sistem dukungan

yang kuat. Dengan memastikan bahwa petugas kesehatan memiliki semua alat

dan dukungan yang mereka butuhkan, kita dapat meningkatkan efektivitas

S S
mereka dalam memperbaiki status kesehatan masyarakat dan menghadapi

tantangan kesehatan yang ada.

E E
Peneliti melakukan studi pendahuluan di Wilayah Kecamatan

Pujungan dengan mewawancarai 15 responden menggunakan tiga pertanyaan

N N
terkait status kesehatan mereka: 1) Bagaimana Anda menilai kondisi kesehatan

diwilayah tugas anda saat ini? 2) Apakah Anda merasa ada kebutuhan khusus

S S
dari pasien yang belum terpenuhi dalam hal pelayanan kesehatan? 3) Seberapa

sering pasien mengakses layanan kesehatan di fasilitas umum? Dari hasil

O O
wawancara, ditemukan bahwa 4 orang menyatakan status kesehatannya baik, 8

orang menyatakan status kesehatan diwilayahnya cukup, dan 3 orang

menyatakan bahwa status kesehatan kurang. Temuan ini memberikan


R R
gambaran awal mengenai variasi kondisi kesehatan masyarakat di wilayah

tersebut, yang akan menjadi dasar dalam menganalisis peran petugas

kesehatan dalam upaya peningkatan status kesehatan masyarakat di

Kecamatan Pujungan.

Berdasarkan latar belakang di atas, diperlukan analisis yang lebih

mendalam terkait dengan peran petugas kesehatan dalam upaya peningkatan

status kesehatan masyarakat di Wilayah Kecamatan Pujungan.


5

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan rumusan latar belakang yang telah dipaparkan di atas,

didapatkan rumusan masalah, yaitu “bagaimana peran petugas kesehatan

dalam upaya peningkatan status kesehatan masyarakat di Wilayah Kecamatan

S
Pujungan?”
S
C. Tujuan Penelitian

E
1. Tujuan Umum
E
Untuk mengetahui peran petugas kesehatan dalam upaya

N N
peningkatan status kesehatan masyarakat di Wilayah Kecamatan

Pujungan.

S
2. Tujuan Khusus

a. Mengidentifikasi karakteristik
S
petugas kesehatan di Wilayah

O Kecamatan Pujungan.
O
b. Menganalisis peran petugas kesehatan dalam upaya peningkatan status

kesehatan masyarakat di Wilayah Kecamatan Pujungan.


R
D. Manfaat Penelitian
R
1. Bagi Aparatur Setempat

Penelitian ini memberikan manfaat bagi aparatur setempat dengan

menyediakan data dan wawasan mengenai peran petugas kesehatan dalam

meningkatkan status kesehatan masyarakat. Informasi ini dapat digunakan

untuk menyusun kebijakan kesehatan yang lebih efektif dan memastikan


6

alokasi sumber daya yang tepat untuk mendukung program kesehatan di

wilayah Kecamatan Pujungan.

2. Bagi Masyarakat

Bagi masyarakat, penelitian ini dapat meningkatkan kesadaran

S
akan pentingnya peran petugas kesehatan
S dalam menjaga dan

meningkatkan kesehatan mereka. Hasil penelitian ini diharapkan

E
mendorong partisipasi aktif
E
masyarakat dalam program-program

kesehatan yang diselenggarakan, sehingga menciptakan lingkungan yang

Nlebih sehat dan sejahtera.

3. Bagi Petugas Kesehatan


N
S S
Penelitian ini bermanfaat bagi petugas kesehatan dengan

memberikan evaluasi terhadap upaya mereka dalam peningkatan status

O metode kerja,
O
kesehatan masyarakat. Hasil penelitian ini dapat menjadi acuan untuk

memperbaiki meningkatkan kompetensi, serta

mengidentifikasi area yang memerlukan perhatian lebih guna mencapai


R R
hasil kesehatan yang optimal di wilayah Kecamatan Pujungan.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Penelitian Terkait

1. Andayani, (2023) Analisis Peran Petugas Kesehatan dalam Meningkatkan

Partisipasi Peserta Program Prolanis Hipertensi di Puskesmas Dempo

S
Kota Palembang.
S
2. Savana, (2022) Pemberdayaan Masyarakat dalam Meningkatkan

E E
Kesehatan Melalui Program Gerakan Serentak Penanaman Kelor (Gertak

Pelor) di Desa Sidoasri Kecamatan Candipuro Kabupaten Lampung

NSelatan.
N
3. Gunawan, (2022) Peran Tenaga Kesehatan Dalam Mendukung Gerakan

S
Masyarakat Hidup Sehat.
S
4. Darmawan, (2021) Peningkatan Kualitas Kesehatan Masyarakat melalui

O O
Pemberdayaan Masyarakat Peduli Olahraga bagi Warga Perum Griya

Sekargading Semarang.

5. Samranah, (2017) Faktor-faktor yang Mempengaruhi Status Kesehatan


R R
pada Santri Kelas X SMA di Pondok Pesantren Ummul Mukminin

Makassar.

B. Telaah Pustaka

1. Konsep Status Kesehatan Masyarakat

a. Definisi Status Kesehatan Masyarakat

b. Indikator Status Kesehatan Masyarakat

1) Angka Kematian

7
8

2) Angka Kelahiran

3) Harapan Hidup

4) Morbiditas dan Mortalitas

5) Status Gizi

c. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Status Kesehatan

d. Strategi Peningkatan Status Kesehatan Masyarakat

S
2. Konsep Peran Petugas Kesehatan
S
a. Definisi Petugas Kesehatan

E E
b. Tugas dan Tanggung Jawab Petugas Kesehatan

c. Peran Petugas Kesehatan dalam Pelayanan Kesehatan

N N
d. Peran Petugas Kesehatan dalam Masyarakat

e. Keterlibatan Petugas Kesehatan dalam Upaya Promotif dan Preventif

S S
f. Kolaborasi Petugas Kesehatan dengan Masyarakat

e. Peran Petugas Kesehatan dalam Meningkatkan Status Kesehatan

O 1) Peran sebagai Pemberi Layanan

2) Peran sebagai Pendidik


O
3) Peran sebagai Agen Perubahan
R
C. Kerangka Teori `
R
Pada kerangka teori ini, penulis akan memaparkan konsep-konsep dan

teori yang relevan terkait peran petugas kesehatan dalam upaya peningkatan

status kesehatan masyarakat. Teori ini mencakup peran dan fungsi petugas

kesehatan sebagai pelaksana pelayanan kesehatan, agen perubahan, serta

sebagai pendidik kesehatan di masyarakat. Selain itu, penulis juga akan


9

menguraikan pentingnya pendekatan promotif dan preventif dalam

peningkatan status kesehatan, serta teori tentang determinan sosial kesehatan

yang mempengaruhi kondisi kesehatan masyarakat. Kerangka teori ini

diharapkan dapat memberikan landasan teoritis yang kuat untuk memahami

bagaimana intervensi dari petugas kesehatan berkontribusi terhadap

peningkatan status kesehatan di Wilayah Kecamatan Pujungan.


BAB III
METODE PENELITIAN

A. Rancangan Penelitian

Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah

rancangan penelitian kuantitatif dengan jenis deskriptif dengan pendekatan


S
cross sectional .
S
B. Kerangka Konsep Penelitian
E E
Variabel Independen Variabel Dependen
N
Peran petugas kesehatan
N Peningkatan status
kesehatan masyarakat

S S
Gambar 3.1 Kerangka Konsep Penelitian

O O
C. Populasi dan Sampel
R
1. Populasi R
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petugas kesehatan di

Wilayah Kecamatan Pujungan berjumlah 27 orang.

2. Sampel

Dalam menentukan jumlah sampel dalam penelitian ini digunakan

Total sampling, dengan kriteria sebagai berikut :.

a. Kriteria Inklusi

1) Petugas kesehatan yang bertugas di Kecamatan Pujungan.

10
11

2) Petugas kesehatan yang telah bekerja minimal 1 tahun di wilayah

penelitian.

3) Petugas kesehatan dengan latar belakang pendidikan kesehatan

(dokter, perawat, bidan, dsb.).

S S
4) Petugas kesehatan yang terlibat dalam program peningkatan status

kesehatan masyarakat.

E E
5) Petugas kesehatan yang terlibat dalam kegiatan penyuluhan

kesehatan di Kecamatan Pujungan.

Nb. Kriteria Eksklusi


N
1) Petugas kesehatan yang sedang cuti atau tidak aktif bertugas

S selama periode penelitian.


S
2) Petugas kesehatan yang menolak memberikan persetujuan atau

O O
tidak bersedia berpartisipasi dalam penelitian.

3) Petugas kesehatan yang memiliki keterbatasan dalam memberikan

informasi karena alasan kesehatan atau kondisi pribadi.


R
D. Variabel Penelitian
R
1. Variabel Independen

Variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini adalah peran

petugas kesehatan.

2. Variabel Dependen

Variabel terikat yang digunakan dalam penelitian ini adalah

peningkatan status kesehatan masyarakat.


12

E. Definisi Operasional

Tabel 3.1 Definisi Operasional


Variabel Definisi Skala Ukur
Alat Ukur Hasil Ukur
Penelitian Operasional
Tanggung jawab
tenaga kesehatan AKTIF jika
dalam responden
memberikan menjawab >
pelayanan Median
Peran kesehatan,

S
petugas
kesehatan
edukasi, serta
upaya promotif
dan preventif
Kuesioner
S
KURANG
AKTIF jika
responden
S
Ordinal

untuk menjawab <


meningkatkan Median

E status kesehatan
masyarakat.. E E
Status Kondisi BAIK jika
kesehatan kesehatan secara

N masyarakat keseluruhan dari


suatu kelompok N
responden
menjawab >
Median
N
atau populasi,
Kuesioner Ordinal
yang KURANG

S dipengaruhi oleh
akses terhadap S jika responden
menjawab <
Median
S
layanan
kesehatan.

O
F. Tempat dan Waktu Penelitian
O O
R
Penelitian ini akan dilakukan di Wilayah Kecamatan Pujungan,
R
Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, pada bulan September-Oktober 2024.
R
G. Instrumen Penelitian

Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner untuk

mengukur peran petugas kesehatan dalam upaya peningkatan status kesehatan

masyarakat.
13

H. Prosedur Pengumpulan Data

1. Tahap Perizinan

a. Peneliti mengurus surat izin penelitian di Institut Teknologi Kesehatan

dan Sains (ITKES) Wiyata Husada Samarinda (WHS).

b. Peneliti mengurus surat izin penelitian di Kecamatan Pujungan.

c. Peneliti melakukan studi pendahuluan dan pengumpulan data

S responden di Kecamatan Pujungan.


S
2. Tahap pelaksanaan

E E
a. Peneliti menentukan sampel berdasarkan kriteria yang dibutuhkan

dalam penelitian.

N N
b. Peneliti memberikan penjelasan terkait dengan penelitian yang

dilakukan dan melakukan informed consent

S S
c. Kemudian peneliti menjelaskan alur penelitian dan membuat kontrak

waktu

O O
d. Peneliti membagikan instrumen penelitian kepada responden untuk

diisi sesuai kontrak waktu yang telah ditentukan.

e. Setelah proses penelitian selesai dilakukan pada semua responden,


R R
peneliti selanjutnya mengumpulkan kuesioner tersebut.

3. Tahap Akhir

a. Memeriksa data (editing), daftar pertanyaan yang telah selesai diisi

kemudian diperiksa yaitu dengan memeriksa kelengkapan jawaban.

b. Memberi tanda kode (coding), hasil jawaban yang telah diperoleh

diklasifikasikan ke dalam kategori yang telah ditentukan dengan cara


14

memberi tanda atau kode berbentuk angka pada masing-masing

variabel. Pemberian kode dilakukan pada data umum dan data khusus.

c. Tabulating, data disusun dalam bentuk tabel tertentu menurut sifat-

sifat yang dimiliki. Pada data ini dianggap bahwa data telah diproses

S S
sehingga harus segera disusun pola format yang telah dirancang

d. Pengolahan data (processing), berdasarkan suatu kelompok data

E E
mentah dengan menggunakan rumus tertentu sehingga menghasilkan

informasi yang diperlukan.

N N
e. Cleaning, data diteliti kembali agar pada pelaksanaan analisa data

bebas dari kesalahan.

I.
S
Analisa Data
S
Pada penelitan ini hanya menggunakan analisa univariat. Menurut

O O
Notoatmodjo (2018), analisi univariat dilakukan terhadap tiap variabel dan

hasil penelitian. Menurut (Sugiyono, 2019), hasil analisis dapat berupa

distribusi frekuensi dan presentase. Frekunsi dan presentase dapat dihitung


R R
dengan menggunakan rumus statistika sederhana yang kemudian disajikan

dalam bentuk tabel/grafik.

J. Etika Penelitian

1. Informed consent

Seluruh subyek penelitian diberikan prosedur penelitian dan

dimintai persetujuannya dengan informed consent secara tertulis. Calon

responden berhak menolak untuk diikutsertakan dalam penelitian dengan


15

alasan apapun, selanjutnya calon responden yang menolak tersebut tidak

mendapat sangsi berupa apapun.

2. Justice

Peneliti menjalankan penelitian dengan memperlakukan semua

S S
responden dengan sama rata, tanpa membedakan mereka berdasarkan

kedudukan sosial, tingkat pendidikan, atau status sosial masing-masing.

E E
Pendekatan ini menunjukkan upaya untuk memastikan bahwa semua data

yang dihasilkan berasal dari beragam latar belakang dan pengalaman

N N
responden, sehingga hasil penelitian dapat mencerminkan keseluruhan

populasi secara lebih merata. Dengan demikian, integritas dan keadilan

S S
penelitian dapat dipertahankan, memberikan landasan yang kuat bagi

analisis dan kesimpulan yang lebih representatif.

O
3. Anonimity (tanpa nama)
O
Identitas subyek penelitian dirahasiakan dan tidak dipublikasikan

tanpa seizin subyek penelitian. Peneliti memberikan jaminan dalam


R R
penggunaan data identitas diri dari subyek penelitian dengan tidak

mencantumkan nama responden pada lembar instrumen, namun hanya

menuliskan nama kode pada lembar instrumen tersebut sebagai data hasil

penelitian.

4. Confidentiality (kerahasiaan)

Peneliti memberikan jaminan terhadap kerahasiaan hasil

penelitian, baik berupa informasi, hal-hal yang menyangkut tentang data

diri subyek penelitian, serta masalah-masalah lainnya dari subyek


16

penelitian, hal ini berkaitan dengan hak prefasi seseorang. Informasi yang

telah terkumpul, akan dijamin kerahasiaannya oleh peneliti, kecuali data

tertentu yang dilaporkan untuk keperluan hasil penelitian.

K. Alur Penelitian

S Persiapan prasarana penelitian S


Jurnal ilmiah, buku dan

E Studi pustaka penelitian


E internet

Penentuan topik dan metode Deskriptif cross sectional


Total sampling
N
penelitian
N
Penentuan lokasi penelitian
Kecamatan Pujungan

S
Persiapan Intrumen Pengumpul data S
O Penyebaran Kuesioner
O
Data

R Analisis Data
R
Hasil dan Pembahasan

Kesimpulan

Seminar Hasil

Gambar 3.2 Alur Penelitian


DAFTAR PUSTAKA

Andayani, (2023) Analisis Peran Petugas Kesehatan dalam Meningkatkan


Partisipasi Peserta Program Prolanis Hipertensi di Puskesmas Dempo
Kota Palembang. Universitas Sriwijaya.

Badan Pusat Statistik Indonesia, (2023). Jumlah Tenaga Kesehatan Menurut


Provinsi, 2023. Jakarta: BPS. Retrieved from
[Link]
table/3/YVdwSFJHRjRVVkJqWlRWRU9EQkhNVFY0UjB4VVVU
MDkjMw==/jumlah-tenaga-kesehatan-menurut-provinsi--
[Link]?year=2018.

Badan Pusat Statistik, (2021). Jumlah Tenaga Kesehatan di Provinsi Kalimantan


Utara 2021. BPS Kalimantan Utara. Retrieved from

S S
[Link]
[Link].

Darmawan, (2021) Peningkatan Kualitas Kesehatan Masyarakat melalui

E E
Pemberdayaan Masyarakat Peduli Olahraga bagi Warga Perum Griya
Sekargading Semarang. Universitas Negeri Semarang. Jurnal
Implementasi. Vol 1 No 1.

N N
Gunawan, (2022) Peran Tenaga Kesehatan Dalam Mendukung Gerakan
Masyarakat Hidup Sehat. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan
Muhammadiyah Cirebon.

S S
Samranah, (2017) Faktor-faktor yang Mempengaruhi Status Kesehatan pada
Santri Kelas X SMA di Pondok Pesantren Ummul Mukminin Makassar.
Uin Alauddin Makassar.

O O
Savana, (2022) Pemberdayaan Masyarakat dalam Meningkatkan Kesehatan
Melalui Program Gerakan Serentak Penanaman Kelor (Gertak Pelor) di
Desa Sidoasri Kecamatan Candipuro Kabupaten Lampung Selatan.
Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.

R R
World Health Organization, (2020). State of the World’s Nursing 2020: Investing
in Education, Jobs, and Leadership. Geneva: WHO. Retrieved from
[Link]

22
23

LAMPIRAN

Anda mungkin juga menyukai