NARATIF : Jurnal Ilmiah Nasional Riset Aplikasi dan Teknik Informatika
Vol. 05 No. 01 Juni 2023
P-ISSN: 2656-7377 || E-ISSN: 2714-8467
PERANCANGAN JARINGAN KOMPUTER WIDE AREA
NETWORK MENGGUNAKAN MPLS (MULTYLAYER PROTOCOL
LABELING SWITCHING)
Hendi Suhendi1, Harya Gusdevi2
Program Studi Teknik Informatika1,2
Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya1, Sekolah Tinggi Teknologi Bandung2
hendi2708@[Link].id1, deviharya@gmail.com2
Abstrak
Di era ini, penggunaan internet merupakan suatu komponen penting dalam menunjang kehidupan
manusia. Hal ini juga terjadi pada aktivitas pengiriman data secara berkala. Namun, seringkali pada saat pengiriman
data terdapat suatu error yang dapat menghambat proses pengiriman data. Mengatasi hal tersebut, diperlukan
suatu konfigurasi yang mampu melakukan aktivitas pengiriman data secara maksimal, baik dari segi keamanan,
maupun kecepatan transmisi data yang stabil. Pada penelitian ini, penulis menggunakan router Cisco yang
dikonfigurasikan dengan menggunakan kombinasi protokol EIGRP dan OSPF. Selain itu, penulis juga menggunakan
dua buah link MPLS yang dapat memberikan kecepatan transfer data yang cepat. Perancangan ini dilakukan pada
jaringan Wide Area Network. Kemudian, jenis topologi yang digunakan oleh penulis adalah topologi hybrid dimana
topologi tersebut merupakan gabungan dari topologi ring dan topologi peer-to-peer. Pengujian yang dilakukan pada
penelitian ini adalah dengan cara menggunakan perintah ping pada aplikasi command prompt untuk menguji apakah
router pengirim sudah terhubung ke router penerima. Selain itu, penulis melihat rute yang diambil oleh router pengirim pada saat
mengirimkan data ke penerima. Penulis menggunakan aplikasi Wireshark untuk mengambil nilai dari QoS seperti delay, jitter, dan
throughput. Data packet loss dan round-trip time diambil dari aplikasi Command Prompt. Hasil yang didapatkan dari perancangan ini
yaitu kualitas jaringan yang dihasilkan di mana jaringan tersebut dirancang menggunakan konfigurasi serta topologi yang sudah
dirancang oleh penulis. Kualitas jaringan tersebut berupa rata-rata delay, rata-rata jitter, throughput, packet loss, dan round trip time.
Sehingga, dari penelitian yang sudah dilakukan oleh penulis diharapkan dapat memberikan jalan baru bagi para pelaku usaha yang
rutin melakukan pengiriman data, apabila terjadi error yang dapat menghambat aktivitas tersebut.
Kata kunci : Internet, MPLS, Jaringan Komputer, OSPF, EIGRP, WAN, Cisco Router, Quality of Services.
Abstract
In this era, the use of the internet is an important component in supporting human [Link] also happens to the activity of sending
data periodically. However, often at the time of sending data there is an error that can hinder the
process of sending data. To overcome this, we need a configuration that is able to carry out data transmission activities optimally,
both in terms of security, as well as a stable data transmission speed. In this study, the author uses router
that is configured using a combination of EIGRP and OSPF protocols. In addition, the author also uses two links that can provide fast
data transfer speeds. This design is carried out on a Wide Area Network. Then, the type of topology
used by the author is a hybrid, where the topology is a combination of ring topology and peer-to-peer. The test carried out in this study
is by using the ping in the command prompt to test whether router is connected to router receivingIn
addition, the author sees the route taken by router when sending data to the recipient. The author uses the Wire shark to take a value
of QoS such as delay, jitter, and throughput. Data packet loss and round-trip time are taken from the
Command Prompt. The results obtained from this design are the quality of the resulting network where the network is designed using
the configuration and topology that has been designed by the author. The network quality is in the form
of delay, jitter, throughput, packet loss, and round trip time. So, from the research that has been done by the author, it is hoped that it
can provide a new way for business actors who routinely send data, if an error that can hinder these activities.
Key words : Internet, MPLS, Computer Networking, OSPF, EIGRP, WAN, Cisco Router, Quality of Services.
I. PENDAHULUAN
Riset dan inovasi dalam teknologi telekomunikasi dikembangkan atas dorongan kebutuhan mewujudkan jaringan
informasi yang menyediakan layanan yang beraneka ragam, memiliki kapasitas tinggi sesuai kebutuhan yang
berkembang, mudah diakses dari mana dan kapan saja serta biaya infrastruktur yang tidak terlalu mahal. Teknologi
semacam Asynchronous Transfer Mode (ATM) memiliki mekanisme pemeliharaan Quality of Service (QoS)[1], dan
memungkinkan diferensiasi, namun menghadapi masalah pada skalabilitas yang mengakibatkan perlunya investasi tinggi
untuk implementasinya. Di lain pihak, internet dengan protokol IP berkembang lebih cepat. IP sangat baik dari segi
skalabilitas, yang membuat teknologi internet menjadi cukup murah. Namun IP memiliki kelemahan serius pada
implementasi QoS yang tergolong best effort [4]. Mengatasi masalah tersebut dikembangkanlah beberapa metode untuk
memperbaiki kinerja jaringan IP antara lain dengan Multi-Protocol Label Switching (MPLS). Konsep jaringan MPLS ini
menggunakan switching node yang biasa disebut Label Switching Router (LSR) dengan melekatkan suatu label dalam
setiap paket data yang datang, dan menggunakan label tersebut untuk menentukan kearah mana seharusnya paket data
tersebut dikirimkan [3]. Jaringan ini terdiri dari titik-titik LSR dan bukan merupakan jaringan IP ataupun jaringan ATM
(Asynchronous Transfer Mode), tetapi merupakan jaringan baru dan berbeda di PT. Armada Perkasa Mobilindo. Saat ini
96
NARATIF : Jurnal Ilmiah Nasional Riset Aplikasi dan Teknik Informatika
Vol. 05 No. 01 Juni 2023
P-ISSN: 2656-7377 || E-ISSN: 2714-8467
PT. Armada Perkasa Mobilindo berkeinginan membuat backbone jaringan menggunakan MPLS (Multi-Protocol Label
Switching) [1] sebagai dasar untuk penelitian-penelitian selanjutnya. Selain itu,akan diterapkan pula QoS pada jaringan
backbone tersebut. Berdasarkan latarbelakang masalah tersebut dan PT. Armada Perkasa Mobilindo sebagai fasilitator
melalui Laboraturium IT nya, penulis akan mencoba melakukan penelitian mengenai MPLS dan berusaha menerapkan
teknologi MPLS Virtual Private Networks (MPLS VPNs) serta QoS di IT Departemen PT. Armada Perkasa Mobilindo.
II. TINJAUAN PUSTAKA
1. Jaringan WAN (Wide Area Network)
Pengertian Wide Area Network (WAN) adalah jaringan komputer dengan jangkauan area geografi yang paling
luas, antar negara, antar benua bahkan keluar angkasa (sebagai contoh jaringan internet yang menggunakan sistem
koneksi satelit) [5].
Gambar 1. Jaringan WAN (Wide Area Network)
2. MPLS (Multi-Protocol Labeling Switching)
Multi-protocol Label Switching (disingkat menjadi MPLS) adalah teknologi penyampaian paket pada jaringan
backbone berkecepatan tinggi [6]. Asas kerjanya menggabungkan beberapa kelebihan dari sistem komunikasi
circuit-switched dan packet-switched yang melahirkan teknologi yang lebih baik dari keduanya. Sebelumnya, paket-
paket diteruskan dengan protokol routing seperti OSPF, IS-IS,BGP, atau EGP [7]. Protokol routing berada pada
lapisan network (ketiga) dalam sistem OSI, sedangkan MPLS berada di antara lapisan kedua dan ketiga.
Prinsip kerja MPLS ialah menggabungkan kecepatan switching pada layer 2 dengan kemampuan routing dan
skalabilitas pada layer 3 [8]. Cara kerjanya adalah dengan menyelipkan label di antara header layer 2 dan layer 3
pada paket yang diteruskan. Label dihasilkan oleh Label-Switching Router dimana bertindak sebagai penghubung
jaringan MPLS dengan jaringan luar. Label berisi informasi tujuan node selanjutnya kemana paket harus dikirim.
Kemudian paket diteruskan ke node berikutnya, di node ini label paket akan dilepas dan diberi label yang baru yang
berisi tujuan berikutnya. Paket-paket diteruskan dalam path yang disebut LSP (Label Switching Path).
Gambar 2. MPLS (Multi-Protocol Labeling Switching)
III. ANALISIS DAN PERANCANGAN JARINGAN
Pengembangan perancangan jaringan komputer, penulis menggunakan model pengembangan sistem NDLC (Network
Development Life Cycle) dimulai pada fase analisis. Pada tahap ini dilakukan proses perumusan masalah,
mengidentifikasi konsepdari MPLS dan QoS. Tahap ini meliputi : Identify (mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi
sehingga dibutuhkan proses penerapan sistem, Understand (memahami mekanisme kerja sistem yang dibangun), Analyze
(menganalisa sejumlah elemen atau komponen dan kebutuhan sistem yang dibangun, Report (kegiatan merepresentasikan
proses hasil analisis).
97
NARATIF : Jurnal Ilmiah Nasional Riset Aplikasi dan Teknik Informatika
Vol. 05 No. 01 Juni 2023
P-ISSN: 2656-7377 || E-ISSN: 2714-8467
Implementasi model sistem NDLC (Network Development Life Cycle), maka dilakukan langkah-langkah sebagai
berikut :
1. Manajemen Jaringan Usulan
Pada manajemen jaringan usulan yang dibuat dimaksudkan agar permasalah jaringan di PT. Armada Perkasa
Mobilindo yang penulis analisa diterapkan agar menjadi solusi yang dapat dipecahkan untuk arsitektur kedepannya.
Dalam manajemen jaringan yang penulis usulkan dibagi lagi menjadi beberapa tahapan, yaitu topologi jaringan,
skema jaringan, keamanan jaringan, dan rancangan aplikasi.
2. Topologi Jaringan
Penulis mengusulkan untuk tetap memanfaatkan semua infrastruktur yang ada pada PT. Armada Perkasa
Mobilindo dan hanya menggantikan jenis koneksi yang digunakan saat ini dari mail menjadi VPN. Implementasi
menggunakan MPLS (Multi-Protocol Labeling Switching) yang membutuhkan penambahan hardware yang ada,
seperti MPLS untuk meneruskan paket data yang masuk dan keluar. Infrastruktur yang ada hanya tinggal
dikonfigurasi sedikit untuk melakukan penyesuai dengan arsitektur yang ada.
User dapat menggunakan dari media koneksi internet apa saja untuk dapat terkoneksi ke kantor pusat. Hal ini
disebabkan karena PT. Armada Perkasa Mobilindo telah mempunyai koneksi ISP, yaitu Speedy yang dapat
dipergunakan untuk akses internet sebesar 256 Kbps. Sistematika jaringan yang diusulkan, penulis hanya
mengusulkan penambahan hardware yang berupa MPLS (Multi-Protocol Labeling Switching), untuk merutekan antar
jaringan.
Building ISP
Switch
Gambar 3. Topologi Jaringan Usulan di PT. Armada Perkasa Mobilindo
3. Skema Jaringan
Pada penelitian ini penulis mencoba untuk menggambarkan usulan penulis dalam bentuk simulasi implementasi
jaringan usulan tersebut menggunakan software simulator. Software yang penulis gunakan adalah Cisco Packet Trace
versi 5.4.1 keluaran dari Cisco. Penulis memberikan gambaran koneksi yang digunakan untuk mengimplemantasikan
jaringan dari produk Cisco, dimana hardware jaringan yang dipakai pada PT. Armada Perkasa Mobilindo memakai
produk dari Cisco. Keperluan simulasi usulan, penulis mengimplementasikan jaringan usulan pada PT. Armada
Perkasa Mobilindo penulis menggunakan router produk Cisco. Konfigurasi jaringan usulan menggunakan software
simulator dapat dilihat pada berikut.
98
NARATIF : Jurnal Ilmiah Nasional Riset Aplikasi dan Teknik Informatika
Vol. 05 No. 01 Juni 2023
P-ISSN: 2656-7377 || E-ISSN: 2714-8467
Gambar 4. Simulator Jaringan Usulan PT. Armada Perkasa Mobilindo
4. Keamanan Jaringan
Keamanan jaringan yang penulis usulkan dapat menjadi solusi dari permasalah keamanan di PT. Armada Perkasa
Mobilindo. Keamanan jaringan yang peulis usulkan adalah dengan mengoptimalisasikan konfigurasi dan
penambahanperangkat keras dan perangkat lunak baru sesuai dengan kebutuhan. Berikut adalah tools yang digunakan
untuk memantau jaringan yang ada di PT. Armada Perkasa Mobilindo adalah :
a. Router
Digunakan untuk meneruskan paket data yang masuk, memonitoring paket data yang masuk, dan firewall
sebagai antisipasi intervensi dari luar.
b. Switch
Digunakan untuk membuat topologi star dalam jaringan komputer dimana fungsi dari switch adalah untuk
menghubungkan antar network atau komputer satu dengan komputer lainnya.
c. Web Server
Digunakan sebagai akses untuk memonitoring website PT. Armada Perkasa Mobilindo.
d. MPLS (Multy Protocol Label Switch)
Digunakan sebagai suatu pusat yang mengatur jalur jaringan yang berada di PT. Armada Perkasa
Mobilindo.
5. Rancangan Simulasi MPLS (Multy Protocol Labeling Swiching)
Pada tahapan rancangan aplikasi ini, penulis mengambarkan dan menjelaskan user interface yang akan dibuat
dalam bentuk gambar dan diagram flowchart.
99
NARATIF : Jurnal Ilmiah Nasional Riset Aplikasi dan Teknik Informatika
Vol. 05 No. 01 Juni 2023
P-ISSN: 2656-7377 || E-ISSN: 2714-8467
Keluar
Setting
y
a
y
a
ya
Simulasi
Gambar 5. Flowchart Simulasi Yang Dibuat
6. Pengujian Jaringan
Pengujian jaringan komputer secara detail menggambarkan tentang rancangan yang diuji dengan melakukan
komparasi perangkat keras maupun perangkat lunak yang digunakan sebelum dan setelah implementasi. Pengujian
jaringan dibagi menjadi dua tahapan, yaitu pengujian awal dan pengujian akhir.
a. Pengujian Jaringan Awal
Pengujian jaringan awal adalah pengujian jaringan dimana pengujian tersebut dilakukan sebelum adanya
perubahan rancangan pada aplikasi. Pengujian dapat dilakukan dengan tools ping untuk megetahui paket data
yang masuk dan keluar apakah memiliki delay atau tidak.
Gambar 6. Ping Jaringan PT. Armada Perkasa Mobilindo
Bytes adalah besarnya data yang dikirim untuk mencoba koneksi. Menentukan besarnya data maka bisa
dilakukan dengan menggunakan perintah ping – 1 sampai 1000 karena dengan perintah tersebut flag count akan
berhenti setelah mengirimkan mencapai 1000 kali dengan windows defaultnya 32 bytes. Time yaitu waktu reply
dari mengirim data sampai menerima laporan bahwa data telah sampai di tujuan dengan sukses dan hasil di atas
artinya 200 mili second.
100
NARATIF : Jurnal Ilmiah Nasional Riset Aplikasi dan Teknik Informatika
Vol. 05 No. 01 Juni 2023
P-ISSN: 2656-7377 || E-ISSN: 2714-8467
TTL (time to live), TTL=125 artinya jumlah maksimal untuk melewati router adalah 125 kali karena di
jaringan di dunia ini terdapat ada banyak router, sedangkan data akan mencari jalur yang terpendek atau tercepat
sehingga dapat dimungkinkan data hanya berputar pada jalur dan tidak akan pernah sampai tujuan.
Gambar 7. Trace Pada Jaringan PT. Armada Perkasa Mobilindo
Trace route adalah perintah untuk menunjukkan rute yang dilewati paket untuk mencapai tujuan. Ini
dilakukan dengan mengirim pesan Internet Control Message Protocol (ICMP) Echo Request ke tujuan dengan
nilai Time to Live yang semakin meningkat. Rute yang ditampilkan adalah daftar interface router (yang paling
dekat dengan host) yang terdapat pada jalur antara host dan tujuan. Sehingga jika ditemukan RTO pada hop atau
router hingga di bawahnya terus RTO, maka di router itulah terjadi masalah. Hasil dari analisa penulis
berdasarkan perintah tracert (Trace route) membuktikan bahwa jaringan usulan yang di berikan tidak terjadi
masalah untuk menunjukkan rute yang dilewati paket untuk mencapai tujuan.
b. Pengujian Jaringan Akhir
Pengujian jaringan akhir adalah pengujian jaringan dimana pengujian tersebut dilakukan setalah adanya
perubahan rancangan pada aplikasi. Pengujian dapat dilakukan dengan tools ping untuk megetahui paket data
yang masuk dan keluar apakah memiliki delay atau tidak.
Gambar 8. Ping Jaringan Usulan PT. Armada Perkasa Mobilindo
Bytes adalah besarnya data yang dikirim untuk mencoba koneksi. Menentukan besarnya data bisa pake
perintah ping -l 1000 artinya ping dengan data 1000 bytes dengan windows defaultnya 32 bytes. Time yaitu waktu
reply dari mengirim data sampai menerima laporan bahwa data telah sampai di tujuan dengan sukses dan hasil
di atas artinya 200 mili second.
TTL (time to live), TTL=126 artinya jumlah maksimal untuk melewati router adalah 126 kali karena di
jaringan di dunia ini terdapat ada banyak router. Data akan mencari jalur yang terpendek atau tercepat sehingga
dapat dimungkinkan data hanya berputar pada jalur dan tidak akan pernah sampai tujuan.
101
NARATIF : Jurnal Ilmiah Nasional Riset Aplikasi dan Teknik Informatika
Vol. 05 No. 01 Juni 2023
P-ISSN: 2656-7377 || E-ISSN: 2714-8467
Gambar 9. Trace Pada Jaringan Usulan PT. Armada Perkasa Mobilindo
Trace route adalah perintah untuk menunjukkan rute yang dilewati paket untuk mencapai tujuan. Ini
dilakukan dengan mengirim pesan Internet Control Message Protocol (ICMP) Echo Request ke tujuan dengan
nilai Time to Live yang semakin meningkat. Rute yang ditampilkan adalah daftar interface router (yang paling
dekat dengan host) yang terdapat pada jalur antara host dan tujuan.
Jika ditemukan RTO pada hop atau router hingga di bawahnya terus RTO maka di router itulah terjadi
masalah. Hasil dari analisa penulis berdasarkan perintah tracert (Trace route) membuktikan bahwa jaringan
usulan yang di berikan tidak terjadi masalah untuk menunjukkan rute yang dilewati paket untuk mencapai tujuan.
7. Spesifikasi Hardware dan Software Jaringan
a. Perangkat Keras
Perangkat keras (hardware) utama yang berhubungan langsung antara kantor pusat dengan koneksi setiap
kantor pada PT. Armada Perkasa Mobilindo seperti router, switch dan modem ADSL dapat dilihat pada tabel
berikut :
TABEL I.
SPESIFIKASI HARDWARE DAN JARINGAN YANG DIBUAT
Nama Spesifikasi Perangkat Keterangan
Router Model Linksys E1500 Teknologi Wireless N Bands 2.4GHz Transmit / Merk Router Cisco Linksys
Receive 2 x 3 Antena 2 Internal Ethernet ports x speed 4 Ethernet Broadband Router
Pendukung IPv6 Native IPv6 and 6rd Support WRT160NL-AP
Switch IEEE802.3, 802.3u, 802.3x, CSMA/CD, TCP/IP Basic Merek TP - Link
Function Wire-speed
Performance, MAC Address Auto-Learning and Auto-aging IEEE802.3x TL -SF1024
Flow Control Full-Duplex Mode (20/200Mpbs) andbackpressure for Half-
Duplex Mode (10/100Mpbs)Backbound Bandwidth 4.8 Gbps MAC
Address Table 8k Forwarding Rate 10BASE-T(14880pps/port),100BASE-
TX (148800pps/port) Transmission Method Store-and- Forward Ports
24x 10/100Mbps Auto-Negotiation RJ45 ports (AutoMDI/MDIX) Network
Media 10Base-T(UTP CAT3/4/5), 100Base-Tx(UTP CAT 5/5e),EIA/TIA-
568 (100Ù STP) All Max 100m LED
Modem ADSL Features IEEE 802.3u, IEEE 802.3, ITU G.992.1 ([Link]), ITU Modem ADSL2 Gateway+
G.992.2 ([Link]), ITU G.992.3, ITU G.992.5, ANSI T Security Features SPI Ethernet RouterLinksys AG241
Firewall, Port Filtering, MAC and IP Address Filtering, DMZ Hosting,
and NAT Technology Ports 4x 10/100M Auto-Negotiation RJ45 ports(Auto
MDI/MDIX), 1x RJ11 port VPN Pass Through IPSec / PPTP / L2TP
Pass-through protocols Cabling Type CAT 5 UTP (Ethernet), Standard
Telephone(ADSL) LED Indicators Power, Ethernet (1-4),DSL, Internet
Downstream Data Rates Up to 24Mbps Upstream Data Rates Up to
3.5Mbps
102
NARATIF : Jurnal Ilmiah Nasional Riset Aplikasi dan Teknik Informatika
Vol. 05 No. 01 Juni 2023
P-ISSN: 2656-7377 || E-ISSN: 2714-8467
b. Perangkat Lunak
Perangkat lunak (software) yang akan digunakan dalam mengkonfigurasi dan monitoring koneksi jaringan
yang digunakan. Operating system pada setiap komputer menggunakan Microsoft Windows 7 ultimate,
Linux Fedora, Cisco Router OS yang digunakan pada router dan perangkat monitoring menggunakan tools
dari Winbox dan mozilla firefox.
IV. KESIMPULAN
Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan oleh penulis, dapat ditarik kesimpulan yaitu perancangan jaringan
yang menggunakan penggabungan dari 2 protokol dynamic routing dapat menghasilkan aktivitas pengiriman data
yang lebih cepat dan lebih efisien dibandingkan menggunakan jenis static routing. Hal ini dibuktikan dengan nilai
dari rata-rata delay, jitter, dan throughput yang menghasilkan nilai yang lebih baik dibandingkan tidak menggunakan
protokol apapun, atau hanya menggunakan satu protokol saja. Selain itu, dengan menggabungkan 2 protokol yaitu
OSPF dan EIGRP juga terbukti dapat memberikan kemampuan bagi perangkat yang terhubung untuk menentukan
jalur terbaik pada saat mengirimkan data dari transmitter menuju receiver. Link MPLS yang digabungkan dengan
protokol OSPF dan EIGRP juga mampu menghasilkan suatu aktivitas pengiriman data dengan time yang singkat. Oleh
karena itu, kesimpulan yang penulis ambil dari hasil analisa meliputi :
1. Jaringan yang telah dibuat menunjukan bahwa perbedaan TTL (Time to Live) dengan selisih 1 artinya jumlah
maksimal untuk melewati router adalah 1 kali, lebih kecil dan lebih efisien dibandingkan jaringan yang sebelumnya,
karena belum menggunakan MPLS (Multyprotocol Label Switching).
2. Menggunakan MPLS (Multyprotocol Label Switching), maka routing pada network dapat dirapihkan karena jaringan
yang diusulkan masuk ke jaringan pusat.
REFERENSI
[1] Sofana, Iwan. [Link] Jaringan Komputer Mudah Membuat Jaringan Komputer (Wire & Wireless) Pengguna Windows dan Linux.
Bandung: Penerbit: INFORMATIKA.
[2] HERMILASARI, Y. (2022). PERANCANGAN DAN PEMBUATAN APLIKASI MOBILE POINT OF SALE PADA OUTLET MAKARONI
JUDES BERBASIS ANDROID. Insan Pembangunan Sistem Informasi Dan Komputer (IPSIKOM), 9(2).
[3] Aditya [Link] Differentiated Service pada Jaringan Multiprotocol Label Switching Untuk Runat Next Generation Network.
Vol. 31, NO : 7.
[4] Kristantil Handayani Novi. 2009. Simulasi Jaringan Universitas Diponegoro Dengan Multiprotocol Label Switching (MPLS) Menggunakan
Graphical Network Simulator. Vol.1, No.: 1-3.
[5] Odom, Wendell.2005. Computer Networking First – [Link] : Penerbit ANDI.
[6] Hidayatulloh, S., & Rifa’i, M. M. (2020). Penerapan Simple Queue Dalam Pengelolaan Bandwidth Local Area Network (Studi Kasus: PT
Sumber Berkah Niaga). Jurnal Infortech, 2(2), 217–2
[7] Aditya [Link] Differentiated Service pada Jaringan Multiprotocol Label Switching Untuk Runat Next Generation Network.
Vol. 31, NO : 7.
[8] Baroto, Wisnu. 2003. Memahami Dasar – Dasar Firewall Keluaran Check Point Versi Next Generation. Jakarta:Penerbit ELEXMEDIA
KOMPUTIND.
103