0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan14 halaman

Sinkronisasi Kurikulum SMK Teknik Audio Video

Dokumen ini membahas sinkronisasi kurikulum di SMK Negeri 2 Singosari untuk konsentrasi keahlian Teknik Audio Video dengan industri, khususnya PT. Samsung Indonesia, guna meningkatkan keterampilan dan pengetahuan siswa sesuai kebutuhan pasar kerja. Tujuan dari sinkronisasi ini adalah untuk menumbuhkan karakter dan etos kerja siswa serta mempersiapkan mereka menjadi tenaga kerja yang profesional. Proses sinkronisasi meliputi analisis kurikulum dan penentuan kompetensi yang harus dikuasai siswa agar siap menghadapi tantangan di dunia industri.

Diunggah oleh

FALKUDIN FALKUDIN
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan14 halaman

Sinkronisasi Kurikulum SMK Teknik Audio Video

Dokumen ini membahas sinkronisasi kurikulum di SMK Negeri 2 Singosari untuk konsentrasi keahlian Teknik Audio Video dengan industri, khususnya PT. Samsung Indonesia, guna meningkatkan keterampilan dan pengetahuan siswa sesuai kebutuhan pasar kerja. Tujuan dari sinkronisasi ini adalah untuk menumbuhkan karakter dan etos kerja siswa serta mempersiapkan mereka menjadi tenaga kerja yang profesional. Proses sinkronisasi meliputi analisis kurikulum dan penentuan kompetensi yang harus dikuasai siswa agar siap menghadapi tantangan di dunia industri.

Diunggah oleh

FALKUDIN FALKUDIN
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KOMPETENSI SKILL SINKRONIKASASI KURIKULUM

SMK NEGERI 2 SINGOSARI


KONSENTRASI KEAHLIAN TEKNIK AUDIO VIDEO

1. PENDAHULUAN
Pendidikan memegang peran penting dalam mencetak generasi muda yang berkualitas.
Peran ini dianggap penting karena generasi muda mengemban tugas yang tidak mudah dalam
meneruskan perjuangan meningkatkan kemajuan bangsa. Terlebih tantangan era globalisasi
mengharuskan mereka tampil di antara bangsa-bangsa lain dengan percaya diri sebagai bagian dari
masyarakat dunia. Kepercayaan diri ini akan tumbuh ketika mereka memiliki keterampilan dan
pengetahuan yang mumpuni. Selain pengetahuan dan keterampilan, generasi muda perlu memiliki
karakter yang kuat sehingga selain trampil dan cerdas mereka juga dapat hidup dengan memegang
teguh norma-norma yang berlaku.
Sekolah Menegah Kejuruan sebagai lembaga pendidikan yang mencetak lulusannya untuk
siap bekerja menduduki jabatan tertentu perlu memberikan wahana yang dapat memupuk ketiga
unsur diatas yaitu keterampilan, pengetahuan, dan karakter. Hal ini sesuai dengan tujuan
pendidikan nasional yang tercantum dalam UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri,
dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Keberhasilan Sekolah
Menengah Kejuruan dalam mencetak peserta didik sesuai dengan tujuan pendidikan nasional
mendukung program pembangunan yang dilaksanakan di daerah.
Tantangan SMK saat ini antara lain masih lemahnya kerjasama/sinergitas antara SMK
dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), keterbatasan kualitas dan kuantitas peralatan,
rendahnya biaya praktik, dan lingkungan belajar yang belum sesuai dengan lingkungan DUDI.
Tantangan lainnya yang dihadapi SMK yaitu menghadapi keterbukaan ekonomi, sosial dan budaya
antar negara secara global, khususnya dalam menghadapi penerapan Masyarakat Ekonomi Asean
(MEA) yang telah diberlakukan sejak akhir tahun 2015. lndonesia dihadapkan pada persaingan
yang makin ketat termasuk dalam penyediaan tenaga kerja dibidang pertanian, kemaritiman,
pariwisata, industri, perdagangan dan lapangan kerja lainnya. Apabila lndonesia tidak menyiapkan
tenaga terampil dapat dipastikan lndonesia hanya akan menjadi lahan tempat bekerja bagi tenaga
kerja terampil dari negara-negara anggota MEA lainnya. Direktorat PSMK dalam salah satu
programnya berupaya meningkatkan kerjasama dengan DUDI dengan tujuan untuk membangun
kemitraan SMK dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dan mempercepat waktu penyesuaian
bagi lulusan SMK untuk memasuki dunia kerja.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan telah berupaya secara maksimal meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)
melalui berbagai program pendidikan, menanamkan jiwa wirausaha di setiap jenjang dan tingkat
pendidikan. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (Direktorat PSMK) berpartisipasi
dengan berupaya meningkatkan kompetensi kerja dan jiwa wirausaha lulusan SMK. Direktorat
Pembinaan SMK memiliki visi terbentuknya insan dan ekosistem pendidikan SMK yang
berkarakter berlandaskan gotong royong. Salah satu program prioritas untuk mendukung visi
tersebut adalah melakukan penyelarasan/sinkronisasi dengan dunia industri, sebagai upaya untuk
meningkatkan skill dan kemampuan peserta didik. Adanya sinkronisasi ini sesuai dengan
Instruksi Presiden No. 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK dalam rangka peningkatan kualitas
dan daya saing Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia.
Berdasarkan latar belakang di atas, dalam rangka mewujudkan kegiatan pembelajaran yang
berbasis industri maka perlu adanya sinkronisasi kurikulum dengan industri sehingga diharapkan
memiliki dampak positif untuk membangun mekanisme kerja sama secara sistematis, terencana, dan
memiliki keselarasan dengan kebutuhan pasar kerja.

2. MAKSUD DAN TUJUAN


Maksud dan tujuan dari pembelajaran berbasis industri adalah untuk menumbuh
kembangkan karakter dan etos kerja (disiplin, tanggung jawab, jujur, kerjasama, kepemimpinan,
dan lain-lain) yang dibutuhkan DU/DI serta meningkatkan kualitas hasil pembelajaran dari sekadar
membekali kompetensi (competency based training) menuju ke pembelajaran yang membekali
kemampuan memproduksi barang/jasa (production based training).

3. PROSES SINKRONISASI
Sinkronisasi kurikulum dilakukan Konsentrasi Keahlian Teknik Audio Video dengan
industri yaitu [Link] Indonesia yang bergerak di bidang Produksi Retailer dan Service Produk
Samsung. Sinkronisasi kurikulum dengan [Link] Indonesia dilaksanakan tanggal 13 Agustus
2024. Berikut hasil sinkronisasi kurikulum :
1. Analisis Kurikulum merujuk kepada pola Developing Curriculum, dengan langkah-langkah
sebagai berikut.
1) Menentukan Job Analisis (Analisis Pekerjaan yang menjadi bidang keahlian siswa)
Job (bidang pekerjaan) siswa lulusan Konsentrasi Keahlian Teknik Audio Video :
1) Pemrograman dan aplikasi mikrokontroler (Arduino Uno, ESP-STM32)
2) Penerapan rangkaian elektronika (Rangkaian analog tetap ada dan porsi digital di
tambahan), sensor transduser (tambahan kompetensi), rangkaian catu daya power,
supplay, UPS (yang di wajibkan di industry bidang elektronik), PLTS (tambahan
kompetensi), keamanan berbais elektronik (alarm kompetensi tambahan)
3) Perencanaan dan instalasi sistem audio video (merangkai amplifier, spiker, sound
system rumah mobil dan pertunjukan, sistem audio paging, alat dokumentasi audio
video (camera ponsel), CCTV, MATV (kopetensi tambahan).
4) Penerapan Sistem Radio dan Televisi (merancang sistem antena radio televisi sinyal
analog dan digital)
5) Perawatan dan perbaikan peralatan elektronika audio
video ( perawatan dan perbaikan peralatan elektronika audio video)
2) Menentukan tugas-tugas utama pekerjaan yang menjadi keahlian siswa.
Tugas-tugas utama pekerjaan yang harus dikuasai oleh siswa Program Keahlian Teknik
Audio Video agar menjadi tenaga kerja yang profesional, berdasarkan pekerjaan yang ada di
[Link] Indonesia antara lain sebagai berikut.
a) Pemrograman dan aplikasi mikrokontroler (Arduino Uno, ESP-STM32) nantinya
peserta didik dapat bekerja di bagian program peralatan berbasis digital dan alat-alat
control kendali berbasis IoT.
b) Penerapan rangkaian elektronika (Rangkaian analog digital, sensor transduser,
rangkaian catu daya power, supplay, UPS, PLTS, keamanan berbais elektronik)
nantinya peserta didik dapat bekerja pada bagian proses produksi maintenece dan
teknisi power supply atau kelistrikan arus lemah.
c) Perencanaan dan instalasi sistem audio video (merangkai amplifier, spiker, sound
system rumah mobil dan pertunjukan, sistem audio paging, alat dokumentasi audio
video, CCTV, MATV) peserta didik dapat di tempatkan pada pekerjaan peralatan
berbasis keamanan elektronik di bagian teknisi.
d) Penerapan Sistem Radio dan Televisi (merancang sistem antena radio televisi sinyal
analog dan digital) peserta didik dapat di tempatkan pada bagian perancangan pemancar
antenna televise maupun sinyal radiodigital maintenance dan teknisi.
e) Perawatan dan perbaikan peralatan elektronika audio video ( perawatan dan perbaikan
peralatan elektronika audio video) peserta didik dapat di tempatkan di bagian teknisi
untuk melayani konsumen di bagian service.
f) Bisnis bidang manufaktur dan rekayasa elektronika peserta didik dapat di tempatkan di
bagian customer service.
2. Competencies (Kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa)
Hasil analisis jenis-jenis pekerjaan di Industri, disinkronkan dengan Capaian Pembelajaran
(CP) yang harus dikuasai oleh siswa untuk menjadi tenaga ahli yang profesional, antara lain
sebagai berikut.

Hasil Sinkronisasi dengan CP Teknik


Audio Video
Bidang Hard and Soft Uraian Jumlah
No Mata Kelas Capaian
Pekerjaan Skill Pekerjaan Jam
Pelaja Pembelajaran
ran
1. Marketing 1) Tau proses 1) Marketing 1) Dasar X  Proses bisnis 12
Produk bisnis bidang barang Program bidang
elektronik manufatur elektronik Keahlian manufaktur dan
dan rekayasa (customer Teknik rekayasa
bidang service) Elektroni elektronika
elektronika 2) Pemasok ka secara
2) Bisa bekerja barang menyeluruh
dengan tim elektronik pada berbagai
3) Bertanggung industri,antara
3) Sales
jawab lain
promosi
4) Disiplin perancangan
barang
5) Menghargai produk, mata
elektronik
orang lain rantai pasok
4) Manajemen
6) Publik (Supply Chain),
tim
speaking logistik, proses
7) Atitude produksi pada
8) Groming industri
manufaktur dan
rekayasa
elektronik,
perawatan
peralatan
produksi, dan
pengelolaan
sumber daya
manusia dengan
memperhatikan
potensi dan
kearifan lokal.
 Perkembangan
proses produksi
pada industri
manufaktur dan
rekayasa
elektronika,
mulai dari
teknologi
konvensional
sampai dengan
teknologi
modern, Industri
4.0, teknik
digitalisasi di
industri, Product
Life Cycle, isu
pemanasan
global, Waste
Control,
perubahan iklim
dan aspek-
aspek
ketenagakerjaan
.
 Memahami
profesi dan
kewirausahaa
n (job profile
dan
technopreneu
r), serta
peluang usaha
di bidang
manufaktur
dan rekayasa
elektronika
serta dunia
kerja di
bidang
industri
manufaktur
dan rekayasa
elektronika,
dalam
membangun
visi dan
passion, serta
melakukan
pembelajaran
berbasis
projek nyata
sebagai
simulasi
projek
kewirausahaa
n.
1) Produk XI  Menyusun 18
kreatif rencana
dan produksi
Kewiraus meliputi
ahaan menetapkan
jenis dan jumlah
produk,
menetapkan
desain/rancanga
n produk,
menyusun
proses kerja
pembuatan
prototipe/
contoh produk,
dan menghitung
biaya produksi.
Peserta didik
mampu
membuat
produk mulai
dari menyusun
rencana dan
jadwal kerja,
menetapkan
strategi
produksi,
menetapkan
kriteria
standar/spesifik
asi produk,
melaksanakan
kegiatan
produksi,
pengendalian
mutu produk
(quality
assurance).
 Membuat desain
kemasan,
melaksanakan
pengemasan
produk,
membuat
labelling.
 Menentukan
strategi
distribusi dan
memberikan
layanan
terhadap
keluhan
pelanggan.
2. Teknisi dan 1. Memahami 1. Mengoperasi 1) Dasar X, XI,  Peserta didik 18
Maintenanc Embeded kan Program XII dapat
e Perangkat System perangkat Keahlian melakukan
Elektronika Programing elektronik Elektoni proses
Mikrokontrole yang ka produksi dan
r. berbasis IoT 2) Mata teknologi

2. Memahami 2. Memperbaik Pelajaran yang

rangkaian i berbagai Konsentr diaplikasikan

elektronika maca asi dalam industri

analog peralatan Keahlian elektronika,

maupun catu daya Teknik meliputi

digital elektronika Audio praktik


Video merangkai
3. Menguasai 3. Mengoperasi
komponen
pealatan kan/operator
elektronika
system audio alat audio
(soldering-
4. Menguasai dan video
desoldering),
peralatan 4. Membuat
praktik
system video data sheet
pengukuran
5. Kemampuan untuk elektronika
berkomunikasi planning dan
yang baik pekerjaan instrumentasi,

6. Beratanggung 5. Kemampuan karakteristik

jawab pada komunikasi komponen

pekerjaan dan elektronika

maupun yang konsisten analog dan

lain pada digital, serta


pekerjaan pengenalan
7. Disiplin
elemen
8. Kemampuan
mesin- mesin
melaksanakan
listrik.
pekerjaan
 Penerapan
sesuai SOP
K3LH dan
dan K3LH
budaya kerja
9. Groming industri,
antara lain:
praktik-
praktik kerja
yang aman,
bahaya-
bahaya di
tempat kerja,
prosedur-
prosedur
dalam
keadaan
darurat, dan
penerapan
budaya kerja
industri
seperti 5R
(Ringkas,
Rapi, Resik,
Rawat, Rajin)
dan etika
kerja.
 Peserta didik
mengenal
jenis
perkakas
tangan,
penggunaan,
dan
pemeliharaan
perkakas
tangan untuk
pekerjaan
elektronika.
 Peserta didik
dapat
membaca dan
menggambar
teknik listrik,
elektronika,
dan
instrumentasi
termasuk
pengenalan
macam-
macam
peralatan
gambar,
simbol
komponen
dan
rangkaian
listrik,
elektronika,
dan
instrumentasi.
 Peserta didik
dapat
mengoperasik
an jenis alat
ukur, cara
penggunaan,
penginterpreta
sian hasil
pengukuran,
dan
perawatan alat
ukur listrik,
elektronika,
dan
instrumentasi.
 Peserta didik
dapat
mengenal
komponen
elektronika
pasif dan
aktif,
membaca
nilai
komponen
sesuai
kodenya,
mengenal
hukum
elektronika
dasar (hukum
Ohm -
Kirchoff, dll)
 Peserta didik
mampu
mengenal dan
mengoperasik
an mesin-
mesin listrik,
peralatan
elektronika,
peralatan
instrumentasi,
serta
komponen-
komponen
listrik dan
elektronika.
 Peserta didik
dapat
mengaplikasi
kan sistem
bilangan,
Aljabar
Boole, teknik
dasar listrik,
teknik
elektronika
analog dan
digital,
rangkaian
aplikasi
elektronika
dasar dan
elektronika
optik.
 Peserta didik
mampu
menerapkan
pemrograman
mikrokontroler
dan program
aplikasi sistem
pengendali
berbasis
mikrokontroler.
 Peserta didik
mampu
menerapkan
rangkaian
elektronika
analog, sensor
dan transduser,
rangkaian
elektronikadaya,
rangkaian catu
daya, rangkaian
Uninterruptible
Power Supplies
(UPS), sistem
elektronika pada
pembangkit
listrik tenaga
surya (PLTS),
dan sistem
keamanan
berbasis
elektronik.
 Peserta didik
mampu
memahami
psikoakustik
anatomi telinga
manusiaserta
menerapkan
sistem dan
perencanaan
akustik ruang,
sistem audio
rumah, mobil,
dan
pertunjukan,
sistem audio
paging,
peralatan
dokumentasi
audio video,
closed
circuittelevision
(CCTV), dan
Multi Access
Television
(MATV).
 Peserta didik
mampu
memahami
transmisi antena
gelombang
radio serta
menerapkan
perekayasaan
sinyalanalog,
sistem penerima
radio, sistem
penyiaran radio
digital, dan
sistem penerima
televisi.
 Peserta didik
mampu
menerapkan
penggunaan
user dan service
manualbook,
serta perawatan
dan perbaikan
peralatan
elektronika
audio video.

Kepala Konsentrasi Keahlian


Teknik Audio Video

FALKUDIN, S.T.
NIP.19790102 202221 1 010
KOMPETENSI SKILL
TEKNIK AUDIO VIDEO
SMK NEGERI 2 SINGOSARI

TAHUN PELAJARAN 2024/2025

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur


Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 2 Singosari
Jalan Perusahaan No. 20 Tunjungtirto – Singosari – Kabupaten Malang

2025

Anda mungkin juga menyukai