0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan29 halaman

Simulasi Event-Diskrit dalam Sistem ATM

Bab ini membahas tentang simulasi event-diskrit, yang merupakan metode pemodelan sistem di mana perubahan status terjadi pada titik-titik tertentu dalam waktu yang dipicu oleh kejadian. Contoh yang diberikan adalah sistem ATM, di mana pelanggan tiba dan menggunakan layanan dengan waktu antar-kedatangan dan waktu pelayanan yang terdistribusi eksponensial. Selain itu, bab ini juga menjelaskan tentang pengaturan simulasi, tipe-tipe kejadian, dan cara menghitung hasil simulasi.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan29 halaman

Simulasi Event-Diskrit dalam Sistem ATM

Bab ini membahas tentang simulasi event-diskrit, yang merupakan metode pemodelan sistem di mana perubahan status terjadi pada titik-titik tertentu dalam waktu yang dipicu oleh kejadian. Contoh yang diberikan adalah sistem ATM, di mana pelanggan tiba dan menggunakan layanan dengan waktu antar-kedatangan dan waktu pelayanan yang terdistribusi eksponensial. Selain itu, bab ini juga menjelaskan tentang pengaturan simulasi, tipe-tipe kejadian, dan cara menghitung hasil simulasi.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Bab 4:

Simulasi Event-Diskrit
(Discrete-Event Simulation)

Pemodelan dan Simulasi Sistem


Monica A. Kappiantari - 2009

Sumber: Harrell, C., B.K. Ghosh and R.O. Bowden, Jr., Simulation Using Promodel, 2nd
ed., McGraw-Hill, Singapore, 2003.
Bab 4:
Simulasi Event-Diskrit

Bacaan: Topik
 Harrell, Bab 4
 Discrete-event vs.
 [Link]
continuous simulation
 Discrete-event simulation
 Contoh manual

2 [Link] 2009
1. Discrete-event vs. continuous
simulation

3 [Link] 2009
Types of Simulation
 Statik atau dinamik
 Stokastik atau deterministik
 Discrete event atau continuous

4 [Link] 2009
Apakah “Discrete-Event Simulation” itu?

Discrete-Event Simulation
Simulasi dimana perubahan statusnya terjadi pada titik-titik diskrit
dalam waktu yang dipicu oleh kejadian (event)

Kejadian yang biasa terdapat dalam simulasi:


 Kedatangan sebuah entitas ke sebuah stasiun kerja
(workstation)
 Kegagalan resource
 Selesainya sebuah aktivitas
 Akhir sebuah shift

5 [Link] 2009
Discrete-event vs. continuous simulation

6 [Link] 2009
Discrete-event vs. continuous simulation

Continuous-change state variable

Discrete-change state variable

7 [Link] 2009
2. Discrete Event Simulation

8 [Link] 2009
Kejadian (Event)
 Menggambarkan sistem  aliran proses
 Aliran proses (process flow): urutan kejadian untuk
menjalankan simulasi
 Event akan menciptakan keterlambatan dalam simulasi untuk
mereplikasi satu lintasan waktu
 Event memicu eksekusi logika yang dihubungkan dengan
event

9 [Link] 2009
Tipe event
 Kejadian terjadwal (Scheduled event): sebuah event
dimana saat terjadinya dapat ditentukan dan dijadwalkan
sebelumnya
 Kejadian kondisional (Conditional event): dipicu oleh
kondisi yang ditemui, bukan oleh satu lintasan waktu

10 [Link] 2009
Start

Create simulation database


and schedule initial events

Advance clock to next event


time

Yes Update statistics


Termination event? and generate output
report.

No

End
Process event and schedule
any new events

Update statistics, state


variables, and animation

Yes
Any conditional events ?

No

11 [Link] 2009
3. Contoh Manual

12 [Link] 2009
Contoh: sistem ATM

Arriving customers ATM queue ATM server Departing


(entities) (FIFO) (resource) customers
(entities)

8 7 6 5 4 3 2 1

Interarrival
time 4.8
minutes

7th customer 6th customer


arrives at arrives at
21.0 min. 16.2 min.

Figure: Descriptive drawing of the ATM system

13 [Link] 2009
Contoh: sistem ATM
 Pelanggan tiba untuk menggunakan ATM dengan waktu antar-kedatangan
3.0 menit yang terdistribusi eksponensial
 Antrian memiliki kapasitas untuk menampung pelanggan dalam jumlah
tak terbatas
 ATM memiliki kapasitas satu pelanggan
 Pelanggan menghabiskan rata-rata 2.4 menit terdistribusi eksponensial
untuk menyelesaikan transaksinya (waktu jasa / service time di ATM)
 Simulasi mulai pada saat nol
 Simulasikan sistem ATM pada 22 menit pertama operasinya dan
estimasikan waktu tunggu (expected waiting time) pelanggan dalam
antrian

14 [Link] 2009
Asumsi
 Tidak ada pelanggan dalam sistem pada saat awal, sehingga
antrian kosong dan ATM tidak dipergunakan (idle)
 Waktu bergerak dari antrian ke ATM sangat kecil, sehingga
diabaikan
 Pelanggan diproses dari antrian dengan dasar FIFO
 ATM tidak pernah mengalami kerusakan

15 [Link] 2009
Mempersiapkan simulasi
(Setting up the simulation)

Simulasi waktu (clock):


 ti: nilai waktu simulasi (simulation clock) pada langkah i,
untuk i=0 sampai jumlah discrete event
 Asumsikan simulasi mulai pada saat nol, t0=0
 t1: nilai simulation clock saat discrete event pertama dalam
daftar diproses
 t2: nilai simulation clock saat discrete event kedua dalam
daftar diproses

16 [Link] 2009
Mempersiapkan simulasi
(Setting up the simulation)

Atribut entitas
 Adalah karakteristik suatu entitas yang dipertahankan
oleh entitas tersebut sampai entitas keluar dari sistem
 Untuk simulasi ATM: atribut waktu kedatangan (Arrival
Time)

17 [Link] 2009
Mempersiapkan simulasi
(Setting up the simulation)

Variabel status
 Jumlah entitas dalam antrian pada langkah ke-i, NQi.
 ATM statusi untuk menunjukkan apakah ATM sibuk atau
menganggur (idle) pada langkah ke-i.

18 [Link] 2009
Mempersiapkan simulasi
(Setting up the simulation)

Akumulator Statistik (Statistical accumulators)

 Simple-average:
• Waktu rata-rata pelanggan menunggu dalam antrian

 Time-average:
• Jumlah rata-rata pelanggan di dalam antrian

19 [Link] 2009
Mempersiapkan simulasi
(Setting up the simulation)

Akumulator Statistik (Statistical accumulators)

 Simple-average time in queue


• Menghitung jumlah pelanggan yang melewati antrian
• Saat pelanggan melalui antrian, waktu menunggu dicatat.
• Dihitung dari saat masuk antrian sampai saat meninggalkan antrian:
Simple-average time in queue = ti – Arrival time

 Time-average number of customers in the queue


• Untuk durasi langkah terakhir (ti – ti-1) dan jumlah pelanggan yang
memasuki antrian selama langkah terakhir (NQi-1), hitung Time-Weighted
Number of Entities in the Queue = (ti – ti-1) NQi-1

20 [Link] 2009
Mempersiapkan simulasi
(Setting up the simulation)

Kejadian (Event)
 Arrival event: terjadi saat entitas pelanggan (customer
entity) tiba dalam antrian
 Departure event: terjadi saat entitas pelanggan
menyelesaikan transaksi ATM
 Termination event: untuk mengakhiri simulasi

21 [Link] 2009
Mempersiapkan simulasi
(Setting up the simulation)

Waktu antar-kedatangan (inter-arrival time) dan waktu


pelayanan pelanggan (customer service time) pada ATM
terdistribusi eksponensial dengan rata-rata 3 menit dan
2.4 menit
 Waktu kedatangan dari pelanggan berikutnya dapat
dijadwalkan sebagai: ti + E(3.0)

 Waktu kepergian dari entitas yang telah mengakses ATM


dijadwalkan sebagai: ti + E(2.4)

22 [Link] 2009
Running the Simulation

23 [Link] 2009
Running the Simulation (cont)

24 [Link] 2009
25 [Link] 2009
Menghitung Hasil Simulasi

Statistik rata-rata sederhana (Simple-average


statistic): Jumlah seluruh nilai observasi dari
variabel respon dibagi dengan jumlah observasi

n: number of observations
xi: value of ith observation

26 [Link] 2009
Calculating results (cont)

Statistik waktu rata-rata (Time-Average Statistic/ time-


weighted average): nilai rata-rata sebuah variabel respon yang
diukur dari durasi waktu masing-masing nilai yang diamati dari
variabel tersebut
xi: value of ith observation
Ti: time duration of the ith observation

27 [Link] 2009
Calculating results (cont)
Average NQ
i=12 i=12

Average NQ = Σ i=1 (Tixi) = Σ i=1 (ti – ti-1)NQi-1


T T
Average NQ = (2.18)(0)+(0.10(0)+(5.63)(0)+(4.46)(0)+(2.63)(0)+(0.17)(0)+…+(1.5)(2)
22

Average NQ = 13.21 = 0.60 customers


22

28 [Link] 2009
Menghitung Hasil Simulasi

29 [Link] 2009

Anda mungkin juga menyukai