TUGAS 2
MESIN MESIN FLUIDA
Pompa sentrifugal teori dan perencanaan serta head pompa dan
daya pompa
FAJRI SONDA
2410003423904
DOSEN : Ir. MUKHNIZAR, M.T.
UNIVERSITAS EKASAKTI
FAKULTAS TEKNIK DAN PERENCANAAN
PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN
2025
DASAR TEORI POMPA
1. Definisi Pompa
Pompa merupakan alat yang digunakan untuk memindahkan suatu cairan
dari suatu tempat ke tempat lain dengan cara menaikkan tekanan cairan tersebut.
Kenaikan tekanan cairan tersebut digunakan untuk mengatasi hambatan-hambatan
pengaliran. Hambatan-hambatan pengaliran itu dapat berupa perbedaan tekanan,
perbedaan ketinggian atau hambatan gesek. Klasifikasi pompa secara umum dapat
diklasifikasikan menjadi 2 bagian yaitu pompa kerja positif (positive displacement
pump) dan pompa kerja dinamis (non positive displacement pump).
Pompa pemindah positif (positive displacement pump)
a. Pompa Reciprocating
- Pompa torak
- Pompa plunger
b. Pompa Diaphragma
c. Pompa Rotari
- Pompa vane
- Pompa lobe
- Pompa screw
- Pompa roda gigi
Pompa kerja dinamis (non positive displacement pump)
a. Pompa kerja khusus
- Pompa Jet
- Pompa Hydran
- Pompa Elektromagnetik
b. Pompa Sentrifugal (Centrifugal Pumps)
2. Pompa Sentrifugal (Centrifugal Pumps)
Pompa sentrifugal adalah salah satu jenis pompa kerja dinamis yang
prinsip kerjanya mengubah energi kinetik (kecepatan) cairan menjadi energi
potensial melalui suatu impeller yang berputar dalam casing. Gaya sentrifugal
yang timbul karena adanya gerakan sebuah benda atau partikel melalui lintasan
lengkung (melingkar).
Gambar Lintasan Aliran Cairan Pompa Sentrifugal.
2. Bagian – bagian pompa sentrifugal
Secara umum bagian – bagian utama pompa sentrifugal dapat dilihat
seperti gambar berikut :
Gambar Komponen Utama Pompa Sentrifugal.
3. Klasifikasi Pompa Sentrifugal
1. Menurut jenis aliran dalam impeller
a. Pompa aliran radial
b. Pompa aliran campur
c. Pompa aliran aksial
2. Menurut Jenis Impeler
a. Impeler tertutup
b. Impeler setengah terbuka
c. Impeler terbuka
3. Menurut Bentuk Rumah
a. Pompa volut
b. Pompa diffuser
c. Pompa aliran campur jenis volut
4. Menurut jumlah tingkat
a. Pompa satu tingkat
b. Pompa bertingkat banyak
5. Menurut letak poros
Menurut letak porosnya, pompa dapat dibedakan menjadi poros horisontal dan
poros vertikal
4. Head Pompa
a. Head Total Pompa
Dalam memilih suatu pompa untuk maksud tertentu, terlebih dahulu harus
diketahui aliran serta head yang diperlukan untuk mengalirkan zat cair yang akan
dipompa. Head pompa adalah energi per satuan berat yang harus disediakan untuk
mengalirkan sejumlah zat cair yang direncanakan sesuai kondisi instalasi pompa
atau tekanan untuk mengalirkan sejumlah zat cair, yang umumnya dinyatakan
dalam satuan panjang. Head dapat bervariasi pada penampang yang berbeda,
tetapi pada kenyataannya selalu ada rugi energi. Head total pompa yang harus
disediakan untuk mengalirkan jumlah air seperti direncanakan, dapat ditentukan
dari kondisi instalasi yang akan dilayani oleh pompa.
Gambar Head pompa
Dari gambar 2.15. kita dapat menentukan head total pompa dengan
persamaan dibawah ini:
Hsis = ha + Δhp + hl + .............................. (1)
Dimana : Hsis : Head sistem pompa (m)
ha : Head statis total (m)
hp : Perbedaan head tekanan yang bekerja pada kedua
permukaan (m), hp = hp2 – hp1
hl : Berbagai kerugian head di pipa, katup, belokan,
sambungan, dll (m) h1 = hld + hls
vd2/2g : Head kecepatan keluar (m)
g : Percepatan gravitasi (9,81 m/s2)
1. Kerugian Head
Berikut ini adalah macam-macam kerugian dalam instalasi pompa antara
lain:
1. Head kerugian gesek dalam pipa lurus, dirumuskan sebagai berikut :
hf . ....................................... (2)
Dimana : : Head kerugian gesek (m)
Q : Kapasitas pompa (m³/s)
L : Panjang pipa (m)
D : Diameter dalam pipa (m)
C : Koefisien pipa
2. Kerugian belokan , dirumuskan sebagai berikut :
.......................................................... (3)
.............................. (4)
Dimana : : Head kerugian belokan (m)
v : Kecepatan aliran (m/s)
g : Gaya gravitasi (m/s2)
D : Diameter dalam pipa (m)
R : Jari-jari lengkung sumbu belokan (m)
: Sudut belokan (derajat)
f : Koefisien kerugian
3. Kerugian katup isap dengan saringan
........................................................ (5)
Dimana: : Head kerugian katup isap (m)
f : Koefisien kerugian katup isap
v : Kecepatan aliran m/s
g : Gaya gravitasi (m/s2)
4. Kerugian karena pengecilan penampang pipa secara mendadak
.............................................................. (6)
Dimana : : Head kerugian kecepatan keluar (m)
: Kecepatan aliran sisi keluar (m/s)
g : Gaya gravitasi (m/s2)
f : Koefisien kerugian
5. Kerugian karena perbesaran penampang secara mendadak
............................................ (7)
Dimana : : Head kerugian kecepatan keluar (m)
: Kecepatan aliran sisi masuk/diameter kecil (m/s)
: Kecepatan aliran sisi keluar/diameter besar (m/s)
: Gaya gravitasi (m/s2)
g
F : Koefisien kerugian
b. Kecepatan Spesifik
Kecepatan spesifik merupakan indeks jenis pompa yang memakai
kapasitas, putaran pompa dan tinggi tekan yang diperoleh pada titik efesiensi
maksimum pompa, kecepatan spesifik digunakan untuk menentukan bentuk
umum impeler. Kecepatan spesifik dapat didefinisikan seperti persamaan berikut
....................................................... (8)
Dimana : nS = Putaran spesifik
Q = Kapasitas spesifik (m/s)
H = Head pompa (m)
n = Putaran pompa (rpm)
5. Penentuan Daya
Dari instalasi pengujian pompa ini dapat diketahui besarnya daya hidrolis
yang dibangkitkan dan daya motor penggerak yang diperlukan untuk
menggerakkannya, sehingga besarnya efesiensi dari pompa dan efesiensi sistem
instalasi pengujian pompa dapat diketahui. Besarnya daya dan besarnya efesiensi
tersebut dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:
1. Daya Hidrolis
Daya hidrolis (daya pompa teoritis) adalah daya yang diperlukan untuk
mengalirkan sejumlah zat cair. Daya hidrolis dapat dihitung dengan persamaan
berikut.
Ph = γ . htot . Q ....................................................................... (9)
Dimana : Ph : Daya Hidrolis (kW)
γ : Berat jenis air (kN/m3)
Q : Debit (m3/s)
htot : Head Total (m)
2. Daya Poros
Daya poros yang diperlukan untuk menggerakan sebuah pompa adalah
sama dengan daya hidrolis ditambah kerugian daya didalam pompa. Daya ini
dapat dinyatakan sebagai berikut.
............................................................................. (10)
Dimana : ηp : Efisiensi Pompa
Ph : Daya Hidrolis (kW)
Ps : Daya Poros (kW)
3. Daya Motor
Daya motor dapat dihitung dengan cara menggunakan data voltase dan
arus listrik dengan rumus berikut ini :
Pi = V . I . Cosè ................................................................... (11)
Dimana: Pi : Daya Motor (kW)
V : Tegangan Listrik (volt)
I : Arus Listrik (Amper)
Cos θ : Faktor Daya
6. Efisiensi Pompa
Efisiensi pompa merupakan perbandingan antara output dan input atau
antara daya hidrolis pompa dengan daya poros pompa. Harga efisiensi yang
tertinggi sama dengan satu harga efisiensi pompa yang didapat dari pabrik
pembuatnya. Rumus efisiensi dapat dilihat seperti berikut ini.
x 100%.............................................................. (12)
Dimana : ηp : Efisiensi Pompa
Ph : Daya Hidrolis (kW)
Pi : Daya Motor (kW)
7. Karakteristik Pompa
Karakteristik dari pompa sentrifugal merupakan hubungan antara tekanan
yang dibangkitkan (head) dan kecepatan aliran volum (kapasitas). Karakteristik
dapat juga menyertakan kurva efisiensi dan harga brake horse power- nya.
Karakteristik pompa sentrifugal dapat digambarkan dalam kurva karakteristik
yang melukiskan jalannya lintasan dan besaran-besaran tertentu terhadap besaran
kapasitas, besaran-besaran itu adalah
1. Head pompa
2. Daya pompa ( P )
3. Efesiensi pompa ( η )