0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan4 halaman

Stunting dan Kesehatan Gigi Anak

Dokumen ini adalah daftar pustaka yang mencakup berbagai penelitian dan artikel terkait stunting dan kesehatan gigi pada anak. Referensi mencakup studi tentang hubungan antara status gizi, karies gigi, dan faktor risiko stunting. Sumber-sumber tersebut berasal dari jurnal, skripsi, dan laporan resmi dari lembaga kesehatan.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan4 halaman

Stunting dan Kesehatan Gigi Anak

Dokumen ini adalah daftar pustaka yang mencakup berbagai penelitian dan artikel terkait stunting dan kesehatan gigi pada anak. Referensi mencakup studi tentang hubungan antara status gizi, karies gigi, dan faktor risiko stunting. Sumber-sumber tersebut berasal dari jurnal, skripsi, dan laporan resmi dari lembaga kesehatan.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

DAFTAR PUSTAKA

Abdat M, Usman S, Chairunas, Suhaila H. Relationship Between Stunting With


Dental And Oral Status In Toddlers. Journal of Dentomaxillofacial
Science (J Dentomaxillofac Sci). 2020;5(2):114-119

Andriani P, Joelimar FA, dan Djoharnas H (2008). Perbedaan pola kurva keparahan
karies gigi susu dan gigi tetap serta faktor yang berperan, pada anak
dengan status gizi kurang dan gizi baik. Indonesian Journal of Dentistry;
15(3): 247-253

Angelina, C., dkk (2018), Faktor Kejadian Stunting Balita Berusia 6-23 Bulan Di
Provinsi Lampung, Jurnal Dunia Kesmas Volume 7. Nomor 3. Juli 2018
hal: 130

Anugraheni HS, Kartasurya M (2012). Faktor risiko kejadian stunting pada anak
usia 12-36 bulan di Kecamatan Pati Kabupaten Pati. J Nutr
College;1(1):30-7

Arifin J. (2018). SPSS 24 Untuk Penelitian dan Skripsi. Jakarta; PT Elex Media
Komputindo. Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan.
2017. 100 Kabupaten/Kota Prioritas untuk Intervensi Anak Kerdil
Stunting Ringkasan. Jakarta Pusat: Tim Nasional Percepatan
Penanggulangan Kemiskinan

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Hasil utama Riskesdas 2018.


Jakarta: Kemenkes RI, 2018; p.203-6, 558-79

Buletin Jendela: Situasi Balita Pendek (Stunting) di Indonesia. Jakarta: Pusat Data
& Informasi Kementerian Kesehatan RI, 2018; p.1-2

Delgado-Angulo EK, Hobdell MH, Bernabe E (2013). Childhood stunting and


caries increment in permanent teeth: a three and a half year longitudinal
study in Peru. Int J Paediatr Dent;23(2):101-9

Deliyanti EW (2003). Sistem imun tubuh terhadap karies. Skripsi. Medan: Fakultas
Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara

Fajriani, Handayani H (2011). Penatalaksanaan early childhood caries. J


Dentofasial.; 10(3):181-2

Hafizhah, S. Z dkk (2022) Early childhood caries pada balita usia 2-5 tahun yang
mengonsumsi air susu ibu dan susu formula. Fakultas Kedokteran Gigi,
Universitas Jember

49
Hendarto (2015). Nutrisi dan kesehatan gigi-mulut pada anak. Sari Pediatri; 17(1)

Illahi RK (2017). Hubungan pendapatan keluarga, berat lahir, dan panjang lahir
dengan kejadian stunting balita 24-59 bulan di Bangkalan. J Manajemen
Kesehatan Yayasan RS Dr. Soetomo; 3(1): 11

Jamil AJ (2011). Hubungan antar kebiasaan mengkonsumsi jajanan dengan


pengalaman karies pada gigi susu anak usia 4-6 Tahun di TK Medan.
Skripsi. Medan: Fakultas Kedokteran Gigi Sumatera Utara.; Hal:7-11

Laksono HR (2013). Kerangka kebijakan gerakan nasional pencegahan perbaikan


gizi dalam rangka seribu hari pertama kehidupan (1000 HPK). Jakarta:
Kementerian Kesehatan Masyarakat: 9

Lorenzent SC (2020). Hubungan Stunting Dengan Kedalaman Karies Gigi Susu


Menggunakan Indeks Icdas Pada Murid Sekolah Dasar Negeri 106448
Desa Bagan Serdang Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang; 11

Luthfi A (2021). Hubungan Stunting dengan Tingkat Keparahan Karies Gigi pada
Anak Usia 10-12 Tahun di Kecamatan Tuah Negeri Kabupaten Musi
Rawas. Jurnal Akademka Baiturrahim Jambi (JABJ) Vol 10, No 2. Hal:
429

Marfuah, I (2022) Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Stunting Pada Balita Usia 6-


23 Bulan Di Puskesmas Gondangrejo (Analisis Data Sekunder Tahun
2021). Skripsi, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Mauleti, Yohana (2020) Kebiasaan Anak Usia 5-9 Tahun Dengan Bebas Karies
Dalam Memelihara Kesehatan Gigi. Diploma thesis, Poltekes Kemenkes
Kupang

Mentari S, Hermansyah S (2018). Faktor-faktor yang berhubungan dengan status


stunting anak usia 24-59 bulan di wilayah kerja UPK Puskesmas Siantan
Hulu. PNJ; 1(1): 3

Mugianti S, Mulyadi A, Anam AK, Najah ZL (2018). Faktor penyebab anak


stunting usia 25-60 bulan di Kecamatan Sukorejo Kota Blitar. JNK; 5(3):
270

Nasution MI (2008). Morfologi Gigi Desidui dan Gigi Permanen. Medan: USU
Press,; p.111

Nova M, Afriyanti O (2018). Hubungan berat badan, ASI eksklusif, MP-ASI dan
asupan energi dengan stunting pada balita usia 24-59 bulan di Puskesmas
Lubuk Buaya. J Kesehatan Perintis; 5(1): 49

50
Pintauli S, Hamada T (2016). Menuju gigi dan mulut sehat: pencegahan dan
pemeliharaan. Medan: USU Press,: 5-6

Rafika, M. (2019). Dampak Stunting Pada Kondisi Psikologis Anak. 1(1)

Rahayu, A., Yulidasari, F, Putri, A.O dan Anggraini, L (2018). Buku Referensi
Study Guide-Stunting Dan Upaya Pencegahannya; hal: 116-117

Rahman T, Adhani R, Triawanti (2016). Hubungan antara status gizi pendek


(stunting) dengan tingkat karies gigi. Dentino J Ked Gigi; 1(1): 89

Ratnaningsih, T., 2016. Hubungan Pola Makan Dengan Kejadian Karies Gigi Pada
Anak Usia 7 – 9 Tahun. Jurnal Kesehatan Bhamada, 7(2)

Rengkuan, R.Y E, dkk (2017) Gambaran status karies dan status gizi pada murid
TK Kartika XX-16 Manado. Jurnal e-GiGi (eG), Volume 5 Nomor 2, Juli-
Desember 2017

Riyanto, A (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan . Bandung: PT. Medical Book

Setiawan B (2018). Faktor-faktor penyebab stunting pada anak usia dini. Bekasi:
Yayasan Rumah Komunitas Kreatif,: 3

Sirat, N. M. (2017) Hubungan Pola Jajan Kariogenik Dengan Karies Pada Siswa
Sekolah Dasar Di Wilayah Kerja Puskesmas III Denpasar Selatan, Bali
2016. Intisari Sains Medis 2017, Volume 8, Number 3: 193-197

Suciari, dkk. 2015. Hubungan peran orang tua dalam membimbing menykat gigi
dengan kejadian karies gigi anak prasekolah di TK Az-Zahra Gedangan
Sidoarjo [Skripsi]. Surabaya: Prodi Pendidikan Ners Fakultas
Keperawatan Universitas Airlangga

Sujianti (2021). Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Stunting pada Usia
Todler. Indonesian Journal of Nursing Health Science Vol.6, No.2,
September 2021 ,p.104-112

Sulistianingsih A, Yanti DA (2015). Kurangnya asupan makan sebagai penyebab


kejadian balita pendek (stunting). J Dunia Kesehatan; 5(1): 74

Sutarto (2018), Stunting, Faktor Resiko dan Pencegahannya. Jurnal Agromedicine,


Volume 5 Nomor 1, Juni 2018

Trihono, Atmarita, Tjandrarini DH, Irawati A, Utami NH, Tejayanti T, et al (2015).


Pendek (Stunting) di Indonesia, Masalah dan Solusinya. Jakarta: Badan
Penelitian dan Pengembangan Kesehatan;. h.82-97

51
Utomo BS (2018). Bersama Cegah Stunting. Warta Kesmas (2nd ed): Cegah
Stunting itu Penting. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI; p. 6-7

Winda, dkk. (2015). Jurnal Gambaran Karies Rampan Pada Siswa Pendidikan Anak
Usia Dini di Desa Pineleng II Indah.Vol2No1,Januari-juni 2015

52

Anda mungkin juga menyukai