0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
22 tayangan20 halaman

Metode Logging Pengeboran Air Tanah

Dokumen ini membahas tentang logging pada pengeboran air tanah, menjelaskan metode perekaman data fisik/geofisika yang digunakan untuk mengetahui sifat batuan bawah permukaan. Terdapat tiga jenis log utama yang digunakan: Log Spontaneous Potential (SP), Log Resistivitas, dan Log Gamma Ray, masing-masing dengan prinsip pengukuran dan aplikasi untuk membedakan zona permeabel dan impermeabel. Kesimpulan menekankan pentingnya integrasi berbagai jenis log dan kalibrasi alat untuk menjamin kualitas data dan interpretasi yang akurat.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
22 tayangan20 halaman

Metode Logging Pengeboran Air Tanah

Dokumen ini membahas tentang logging pada pengeboran air tanah, menjelaskan metode perekaman data fisik/geofisika yang digunakan untuk mengetahui sifat batuan bawah permukaan. Terdapat tiga jenis log utama yang digunakan: Log Spontaneous Potential (SP), Log Resistivitas, dan Log Gamma Ray, masing-masing dengan prinsip pengukuran dan aplikasi untuk membedakan zona permeabel dan impermeabel. Kesimpulan menekankan pentingnya integrasi berbagai jenis log dan kalibrasi alat untuk menjamin kualitas data dan interpretasi yang akurat.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

LOGGING PADA

PENGEBORAN AIR
TANAH
Anggota Kelompok:
Axel Widjanarko Sibarani 12821009
Muhammad Iqbal Musthofa 12921041
Yundhera Danazahra 12021030
OUTLINE
Prosedur Pelaksanaan

Pendahuluan

Interpretasi & Analisis

Metode Logging

Kekurangan & Kelebihan

Peralatan Logging

Kesimpulan
Pendahuluan
Logging ?

Metode perekaman data


fisik/geofisika dari dalam lubang
bor (borehole). Biasa Diterapkan dalam
eksplorasi migas,
hidrogeologi, geoteknik,
dan pertambangan.

Digunakan untuk mengetahui sifat


fisik batuan bawah permukaan
secara vertikal. Bersifat in-situ, cepat,
dan presisi tinggi
dibandingkan hanya
menggunakan sampel
bor.
Well logging
Pada pengeboran air tanah biasanya paling banyak
menggunakan metode ini, dengan parameter log
yang digunakan adalah SP, Gamma Ray, dan
Resistivitas
Logging pemboran air tanah Log Spontaneous Potential

Log Spontaneous Potential (SP) merekam beda tegangan DC (dalam


mV) antara elektroda yang bergerak di dalam lubang bor dan elektroda
referensi di permukaan. Log ini dapat membedakan zona permeabel dan
impermeabel berdasarkan beda potensial akibat perbedaan salinitas
antara lumpur pemboran konduktif dan fluida formasi. Lumpur konduktif
diperlukan agar pengukuran dapat merefleksikan karakteristik batuan
seperti jenis, porositas, kandungan air, dan potensi hidrokarbon (Asquith
& Gibson, 1982).

Respon log SP ditentukan oleh perbedaan salinitas antara filtrat lumpur


(Rmf) dan air formasi (Rw) pada zona permeabel (Krygowski, 2003).
Kurva SP yang datar menunjukkan salinitas setara atau formasi
impermeabel. Sebaliknya, defleksi kurva menandakan perbedaan
salinitas dan keberadaan lapisan permeabel. Jika air formasi asin (Rw <<
Rmf), defleksi SP negatif; jika air tawar (Rw >> Rmf), defleksi SP positif.

Prinsip Pengukuran

Respon log SP terhadap lapisan litologi


Logging pemboran air tanah
Log Resistivitas

Log resistivitas mengukur tahanan


listrik batuan dan fluida di dalam pori-
porinya, yang dipengaruhi oleh
porositas, salinitas air formasi, dan
keberadaan hidrokarbon (Umar &
Setiawan, 2017). Karena batuan dan
matriksnya tidak konduktif, aliran listrik
terutama terjadi melalui fluida dalam
pori. Log ini digunakan untuk
mengidentifikasi zona akuifer, zona
permeabel, serta membedakan air
tawar dan air asin, di mana resistivitas
lebih rendah pada zona dengan
salinitas tinggi akibat sifat konduktif
garam (Ward, 1990).

Konfigurasi pengukuran short-normal dan long-normal (Yuningsih


dan Soewaeli, 2009).
Logging pemboran air tanah
Log Gamma Ray

Log gamma ray (GR) mengukur radiasi gamma alami dari formasi
batuan yang berasal dari unsur radioaktif seperti kalium, uranium,
dan thorium (Ellis & Singer, 2007). Intensitas radiasi yang
terdeteksi tergantung pada komposisi unsur batuan, hamburan
Compton, dan jarak ke detektor (Rider, 1996). Log ini digunakan
untuk membedakan lapisan permeabel dan impermeabel, karena
unsur radioaktif cenderung terkonsentrasi di lapisan lempung
yang impermeabel, sementara lapisan pasir yang permeabel
memiliki kandungan radioaktif lebih rendah.

Dalam log gamma ray, nilai rendah menunjukkan lapisan


permeabel seperti pasir yang miskin unsur radioaktif, sedangkan
nilai tinggi menunjukkan lapisan impermeabel seperti lempung
yang kaya uranium, thorium, dan kalium. Oleh karena itu, log GR
efektif untuk membedakan zona permeabel dan impermeabel
dalam formasi geologi, terutama pada eksplorasi airtanah.

Grafik log gamma ray terhadap respon litologi. Prinsip Pengukuran


Sumber: [Link]
Peralatan Logging

wireline dan winch


logging console
power supply
kaliper/meteran sumur
Software pendukung (WellCAD,
geowin)
Buku lapangan
Safety (APD, dll)
SP Probe
Elektroda
Resistivity probe
Calibration resistor
Gamma Probe

(Yuningsih dan Soewaeli, 2009).


.ru/wp-content/uploads/
Ketentuan Awal
A

Kondisi Lubang Bor


Lubang harus vertikal atau
mendekati vertikal (kemiringan <
15°).
Lubang bor cukup untuk besar
probe masuk tapi tidak terlalu
besar untuk memastikan
keakuratannya.
Diameter dan dinding lubang
stabil
Logging dilakukan tanpa casing
(open hole) untuk mendapatkan
hasil yang akurat pada log A
resistivitas, gamma, dan sonik. (Yuningsih dan Soewaeli, 2009).
Data dan Hasil Logging- SP log
Data dan Hasil Logging- Resistivity log

RESD: Deep (Hitam)


RESM: Micro (Merah)
RESS: Shallow (Biru)

RESM<RESS<RESD: Air Asin


RESM>RESS>RESD: Air Segar
RESM<RESS<RESD: Minyak

Lapisan kering apabila ketiga


garis resistivitas saling menimpa.
Ketika hanya RESD dan RESM
yang saling menimpa berarti
menunjukkan adanya reservoir
pada kedalaman tersebut.
Data dan Hasil Logging - Gamma Ray Log

Nilai gamma ray tinggi


(>40 API) diasumsikan
sebagai shale,
sedangkan untuk nilai
gamma ray rendah (<40
API) diasumsikan
sebagai non shale.
Sehingga log gamma ray
biasa digunakan untuk
memisahkan antara
shale dan non shale.
Kesimpulan

Berdasarkan hasil kajian ini, dapat disimpulkan


Diperlukan kalibrasi alat, pemahaman kondisi
bahwa integrasi beberapa jenis log seperti SP,
hidrogeologi lokal, serta standar pelaksanaan
Resistivitas, dan Gamma Ray sangat penting
yang baik untuk menjamin kualitas data dan
untuk memperoleh gambaran bawah permukaan
ketepatan interpretasi.
yang akurat dalam eksplorasi airtanah.
TERIMAKASIH

Anda mungkin juga menyukai