0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan5 halaman

Proses dan Biaya Backfilling Tambang

Dokumen ini membahas proses backfilling dalam kegiatan pertambangan timah, termasuk tahapan, waktu, biaya, dan efisiensi alat berat yang digunakan. Proses backfilling memerlukan tanah dari stripping overburden dan dilakukan secara bertahap untuk mencegah longsor. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa volume tanah yang dibutuhkan untuk backfilling adalah 87.000 m³ dengan total biaya sebesar Rp 675.100.000.

Diunggah oleh

Dayu Anggara
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan5 halaman

Proses dan Biaya Backfilling Tambang

Dokumen ini membahas proses backfilling dalam kegiatan pertambangan timah, termasuk tahapan, waktu, biaya, dan efisiensi alat berat yang digunakan. Proses backfilling memerlukan tanah dari stripping overburden dan dilakukan secara bertahap untuk mencegah longsor. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa volume tanah yang dibutuhkan untuk backfilling adalah 87.000 m³ dengan total biaya sebesar Rp 675.100.000.

Diunggah oleh

Dayu Anggara
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Jurnal Mineral, 6HSWHPEHU 2016, Vol. 1 (1), Hal.

1-9

3. Hasil Dan Pembahasan Faktor yang harus diperhatikan dalam proses


kegiatan backfilling adalah sebagai berikut:
Tahapan Proses Kegiatan Backfilling 1. Kegiatan pertambangan dilakukan secara total
mining atau menyeluruh, alasannya karena
Berdasarkan penelitian kegiatan backfilling ini cadangan timah yang kaya atau pun miskin
dilakukan untuk mengembalikan timbunan pasir kadarnya harus tetap digali atau diambil ore-
tailing dan tanah atas (overburden) secara nya, sehingga nantinya jika lubang tersebut
bertahap ke dalam kolong bekas penggalian yang telah ditutup tidak akan digali untuk yang kedua
nantinya lahan tersebut dilakukan perataan dan kalinya.
sebagai perencanaan awal kegiatan reklamasi 2. Cadangan harus alluvial bukan primer,
serta mencegah penumpukan overburden alasannya karena kedalaman cadangannya
disekitaran front kerja yang dapat mengakibatkan tidak terlalu jauh dengan lapisan overburden
longsor dan menggangu ruang gerak untuk (dangkal) hanya berkisaran antara 8 – 18 m.
lintasan alat berat. Lubang bekas galian yang telah 3. Metode penambangannya harus bersifat maju
ditutup pada proses backfilling ini dapat (bukan trap).
dimanfaatkan untuk keperluan akses jalan, tempat Berikut pada Gambar 4 di bawah ini merupakan
parkir alat-alat berat, kantor tambang, toilet, tempat peta sketsa alur proses kegiatan backfilling pada
penyimpangan limbah B3 atau sebagai tempat TS 1.44 Mapur.
reklamasi penanaman pohon.

Gambar 4. Sketsa alur proses backfilling

Tanah yang Dibutuhkan untuk Lubang


Backfilling
Lubang pada proses backfilling di TS 1.44
Mapur PT Timah (Persero) Tbk, diketahui
2
luasannya adalah 0,87 Ha atau 8.700 m dapat
dilihat pada Gambar 5 dengan kedalaman lubang
dari TLR kedasar kolong adalah 10 m. Maka,
tanah yang diperlukan untuk menutup lubang
3
backfilling sebesar 87.000 m . Tanah untuk
menutup lubang backfilling ini diambil dari kegiatan
stripping (pengupasan overburden). Gambar 5. Lubang backfilling

30
Jurnal Mineral, 6HSWHPEHU 2016, Vol. 1 (1), Hal. 1-9

Waktu Pekerjaan Backfilling Biaya Backfilling


Waktu yang diperlukan untuk pelaksanaan Biaya dihitung dari penggunaan 3 jenis alat
pekerjaan backfilling dengan jumlah tanah 87.000 berat yaitu alat muat (excavator), alat angkut
3
m adalah selama 41 hari dengan realisasi tanah (dump truck), dan alat dorong (bulldozer) selama
3
yang dibutuhkan 88.560 m , sehingga memiliki 41 hari.
3
kelebihan tanah sebesar 1.560 m dengan
menggunakan 1 unit excavator dan 3 unit dump
truck.
Tabel 1. Hasil perhitungan biaya backfilling selama 41 hari
No. Alat Unit Biaya Sewa Biaya Operasi Biaya Biaya Helper Total
Operator
1. Excavator 1 Rp 82.000.000 Rp 70.565.000 Rp 9.585.000 Rp 2.320.000 Rp 164.470.000
2. Dump Truck 3 Rp 196.800.000 Rp 70.050.000 Rp 20.625.000 Rp 2.320.000 Rp 289.795.000
3. Bulldozer 1 Rp 131.200.000 Rp 74.450.000 Rp 12.865.000 Rp 2.320.000 Rp 220.835.000
Jumlah Rp 675.100.000
Volume Overburden Berdasarkan kedua perhitungan antara volume
Pada TS 1.44 Mapur PT Timah (Persero) Tbk, lubang backfilling dan volume overburden memiliki
memiliki kondisi tanah overburden berupa berbedaan jumlah tanah. Tanah backfilling yang
3
overburden tailing yang dimana overburden dibutuhkan sebesar 87.000 m dan tanah yang
3
tersebut berasal dari tambang besar lama yang dihasilkan dari overburden sebesar 150.000 m ,
pernah ditambang sebelumnya oleh PT Timah sehingga jumlah tanah overburden lebih besar
yaitu TB Mapur 1 sehingga overburden tersebut dibandingkan tanah yang dibutuhkan, oleh karena
tidak dilakukan perlakuan dan perawatan khusus. itu perlu diketahui berapa sisa tanah yang
3
Kondisi tanah overburden pada TS 1.44 dapat dihasilkan, adalah 63.000 m . Jadi, kelebihan
3
dilihat pada Gambar 6. Tanah yang digunakan tanah overburden sebanyak 63.000 m nantinya
untuk menutup lubang bekas penambangan pada akan ditimbun ketempat lubang backfilling dari
TS 1.44 Mapur PT Timah (Persero) Tbk, berasal sakan pencucian tidak akan dibiarkan disekitaran
dari pekerjaan stripping (pengupasan tanah atas), front kerja. Hal itu disebabkan untuk menghindari
untuk itu diperlukan perhitungan volume tanah tanah tersebut longsor dan dapat melancarkan
overburden. Berdasarkan hasil pengukuran, luas aktivitas penambangan.
Stripping (overburden) tersebut adalah 1,0 Ha atau Waktu Pekerjaan Stripping
2
10.000 m dengan ketinggian overburden adalah
15 m. Maka, volume tanah overburden yang Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan
3
dihasilkan sebesar 150.000 m . Tanah inilah yang pekerjaan stripping dengan jumlah tanah 150.000
3
nantinya akan digunakan untuk menutup lubang m adalah selama 70 hari dengan realisasi tanah
3
backfilling. yang dibutuhkan 151.200 m , sehingga memiliki
3
kelebihan tanah sebesar 1.200 m dengan
menggunakan 1 unit excavator dan 3 unit dump
truck.
Tabel 2. Perhitungan waktu pekerjaan backfilling
dan stripping
Pekerjaan Jumlah Waktu Realisasi Kelebihan
Tanah (hari) Tanah Tanah
3 3 3
(m ) (m ) (m )
Backfilling 87.000 41 88.560 1.560
Stripping 150.000 70 151.200 1.200

Gambar 6. Kondisi tanah overburden

31
Jurnal Mineral, 6HSWHPEHU 2016, Vol. 1 (1), Hal. 1-9

Tabel 2. Hasil perhitungan volume backfilling dan volume overburden


Volume Kelebihan Waktu
Perhitungan 3 3 Biaya
Tanah (m ) Tanah (m ) Kegiatan (hari)
Backfilling dari Patok
171.390 84.390 - -
Basis
Backfilling dari TLR 87.000 - 41 Rp 675.1000/41 hari
Overburden 150.000 63.000 70 -

Kapasitas Produksi Excavator Waktu edar (cycle time) dump truck adalah 6
menit, sehingga produksi dump truck perjamnya
Kapasitas produksi excavator dihitung dari 3
sebesar 65,82 m /jam, produksi dump truck perhari
cycle time, bucket faktor, faktor koreksi, dan 3
526,55 m /hari dan produksi dump truck perbulan
kapasitas bucket. Waktu edar (cycle time) 3
13.163,78 m /bulan. Jadi, total produksi dump
excavator adalah 9,58 detik atau 0,16 menit,
truck perbulan dengan 3 unit dump truck adalah
sehingga produksi excavator perjamnya sebesar 3
3 39.491,33 m /bulan.
246,82 m /jam, produksi excavator perhari
3
1.975,57 m /hari dan produksi excavator perbulan Kapasitas Produksi Bulldozer Komatsu D-65P
3
49.364,17 m /bulan. Jadi, total produksi excavator
perbulan dengan 1 unit excavator adalah Kapasitas produksi bulldozer dihitung dari cycle
49.364,17 m3/bulan. time, kapsitas blade, dan faktor koreksi. Waktu
edar (cycle time) bulldozer adalah 0,11 menit,
Kapasitas Produksi Dump Truck Nissan Fuso sehingga produksi bulldozer perjamnnya sebesar
3
Kapasitas produksi dump truck dihitung dari 1.501,25 m /jam, produksi perhari sebesar
3
cycle time, kapasitas vessel, dan faktor koreksi. 12.009,96 m /hari dan produksi perbulan sebesar
3
300.249,09 m /bulan. Jadi, total produksi bulldozer
perbulan dengan 1 unit bulldozer adalah
3
300.249,09 m /bulan.

Tabel 3. Hasil perhitungan kapasitas produsi alat berat


Kapasitas Kapasitas Kapasitas
Total
No. Alat Berat Type Unit Produksi Produksi Produksi/Bulan 3
3 3 3 (m /bulan)
(m /jam) (m /hari) (m /bulan)
1. Excavator Komatsu PC 200 1 246,82 1.975,57 49.364,17 49.364,17
2. Dump Truck Nissan Fuso 3 65,82 526,55 13.163,78 39.491,33
3. Bulldozer Komatsu D-65P 1 1.501,25 12.009,96 300.249,09 300.249,09

Efesiensi Kerja Alat Berat


Tabel 5. Waktu hambatan yang tidak dapat
Proses pengerjaan alat berat kita harus dihindari
mengetahui efesiensi dari kerja alat tersebut. Rata–Rata
Efesiensi kerja alat diperoleh dari waktu kerja Waktu
No. Hambatan
produktif dibagi dengan waktu kerja tersedia Hambatan
dikali 100%. (Menit)
Pengecekan kondisi
Tabel 4. Waktu hambatan yang dapat dihindari 1. 05,00
alat berat
Rata–Rata
2. Mengisi BBM 15,00
No. Hambatan Waktu Hambatan
3. Memanaskan mesin 15,00
(Menit)
4. Menuju Lokasi 05,00
1. Standby 02,00
5. Pelumasan 10,00
Berhenti sebelum
2. 05,00 6. Mengatur alat berat 05,00
waktunya
7. Tunggu excavator 03,00
Jumlah 07,00
8. Tunggu dump truck 03,00
9. Tunggu dumping 00,18
10. Makan dan istirahat 60,00
Jumlah 121,18

32
Jurnal Mineral, 6HSWHPEHU 2016, Vol. 1 (1), Hal. 1-9

Waktu kerja produktif dihitung dengan maksimal. Berdasarkan match factor sebenarnya
menjumlahkan waktu hambatan yang dapat didapatkan hasil kurang dari satu, jadi untuk
dihindari dengan waktu hambatan yang tidak dapat mendapatkan match factor sama dengan satu,
dihindari dan dikurangi dengan waktu kerja maka penambahan jumlah alat angkut akan efektif
tersedia. Waktu hambatan juga mengalami sehingga alat muat tidak akan menunggu alat
pengaruh terhadap produksi. Jika waktu hambatan angkut, untuk itu akan dilakukan penambahan
sedikit maka produksi akan menurun. Waktu jumlah dump truck. Menambahkan 1 alat angkut
hambata juga berkaitan dengan proses pekerjaan dump truck, maka MF = 96% yang artinya alat
backfilling, karena jika waktu hambatan hambatan muat dan angkut bekerja 100%, sehingga tidak
sedikit, maka waktu pekerjaan backfilling akan terjadi waktu tunggu dari kedua jenis alat tersebut,
berjala sesuai dengan rencana waku yang sehingga aktivitas produksi akan maksimal.
diperhitungkan. Tetapi jika waktu hambatan
banyak, maka waktu untuk proses backfilling akan 4. Kesimpulan
lama, tidak sesuai dengan waktu yang
diperhitungkan. TS 1.44 Mapur jam kerja yang Berdasarkan data yang diperoleh serta
berjalan adalah 8 jam/hari dan 25 hari kerja perhitungan dan analisa yang dilakukan, maka
selama satu bulan, untuk mencari efesiensi alat dapat ditarik kesimpulan yaitu:
harus mengetahui waktu kerja produktifnya dalam 1. Tahapan proses backfilling dilakukan dari
seharinya. seharinya waktu kerja alat angkut yang stripping overburden, dumping tanah
tersedia adalah 10 jam atau 600 menit. Waktu overburden ke lubang backfilling dan perataan
kerja produktifnya sebesar 471,82 menit. Jadi, tanahnya. Kegiatan backfilling pada cadangan
efesiensi kerja yang diperoleh sebesar 0,786%. timah alluvial, dilakukan melalui total mining
Efesiensi kerja alat adalah dimana kondisi kerja dan penambangan maju. Volume tanah yang
3
alat tersebut dihitung efesiensinya untuk diketahui dibutuhkan untuk backfilling sebesar 87.000 m ,
tingkat % penggunaanya. Efesiensi kerja alat dengan waktu pengerjaan selama 41 hari, dan
bukan hanya dilihat dari alat tetapi dari operator biaya sebesar Rp 675.100.000 dengan
yang menggunakan alat tersebut. Efesiensi menggunakan 1 unit excavator, 3 unit dump
diihitung dari waktu kerja produktif dan waktu kerja truck dan 1 unit bulldozer.
tersedia. Dari perhitungan di atas didapatkan hasil 2. Perhitungan volume patok basis menghasilkan
3
0,786% atau 78,6%. Dari hasil tersebut dapat jumlah tanah backfilling sebesar 171.390 m ,
diketahui parameter nilai efesiensi kerja alat berat sedangkan perhitungan volume dari titik nol
dengan nilai 0,786% atau 78,6% tergolong bagus atau TLR menghasilkan jumlah tanah backfilling
3
untuk kondisi kerja dan tergolong excellent untuk sebesar 87.000 m , sehingga terdapat selisih
3
kondisi managemen. penumpukan tanah sebesar 84.390 m dari
TLR. Jumlah tanah yang dibutuhkan untuk
3
Match Factor backfilling adalah 87.000 m .
Faktor keserasian atau Match Factor (MF) 3. Kegiatan stripping menghasilkan volume
3
digunakan untuk mengetahui jumlah alat angkut overburden sebesar 150.000 m dengan waktu
yang sesuai (serasi) untuk melayani satu unit alat pengerjaan selama 70 hari kerja dan memiliki
3
gali muat agar terdapat hubungan kerja yang kelebihan tanah sebesar 63.000 m . Kelebihan
serasi antara alat muat dan alat angkut maka tanah akan ditimbun ketempat lubang
produksi alat muat harus sesuai dengan produksi backfilling untuk menghindari tanah longsor dan
alat angkut. Alat yang digunakan 1 unit excavator melancarkan aktivitas penambangan.
dengan cycle time 0,16 menit dan 3 unit dump 4. Alat angkut yang digunakan menghasilkan
truck dengan cycle time 6 menit, sehingga match factor 72% atau MF < 80%, sehingga
didapatkan MF = 72%. MF = 72% artinya, MF < perlu dilakukan penambahan 1 unit alat angkut
80% artinya alat muat bekerja kurang dari 100%, dump truck agar alat muat excavator tidak
sedangkan alat angkut bekerja 100% sehingga terjadi waktu tunggu, dengan jumlah dump
terdapat waktu tunggu bagi alat muat karena truck bertambah menjadi 4, maka
menunggu alat angkut yang belum datang, menghasilkan 96% atau MF = 80% - 100% dan
sehingga membuat aktivitas produksi kurang produksi akan maksimal.

Daftar Pustaka Azwardi, Ichwan, 2007, Pedoman Teknik


Penambangan Timah Alluvial Di Darat, Buku
Arif, Irwandy, 2000, Tambang Terbuka, Buku Ajar Pelatihan Karyawan PT Timah (Persero) Tbk,
Teknik Pertambangan Institut Teknologi Pangkalpinang.
Bandung, Bandung.

33
Jurnal Mineral, 6HSWHPEHU 2016, Vol. 1 (1), Hal. 1-9

Azwardi, Ichwan, 2012, Penambangan Timah Prodjosumarto, P., 1983, Pemindahan Tanah
Alluvial, Buku Pelatihan Karyawan PT Timah Mekanis, Teknik Pertambangan Institut
(Persero) Tbk, Pangkalpinang. Teknologi Bandung, Bandung.
Musa, H. Padri, 2011, Pengoperasian Tambang Tenriajeng, Adi Tenrisukki, 2003, Pemindahan
Besar (TB) atau Tambang Mekanik (TM) PT Tanah Mekanis, Seri Diktat Kuliah, Gunadarma,
Timah (Persero) Tbk Unit Tambang Darat, Jakarta.
Materi Pelatihan Tingat Dasar, Pangkalpinang. Sujoko dan Sigit Prabowo, 2009, Geologi Dasar,
Musa, H. Padri, 2013, Pemindahan Tanah Pemetaan dan Perhitungan Cadangan, Buku
Mekanik, Materi Pelatihan Teknis Tingkat Panduan Pelatihan PT Timah (Persero) Tbk,
Lanjutan, Pangkalpinang. Pangkalpinang.
Pendra, Ahmad Riyad, Hartini Iskandar dan Tono, E.P.S.B. Taman, 2007, Pemindahan Tanah
Harminuke Eko Handayani, 2013, Desain Mekanis, Diktat Kuliah Teknik Pertambangan
Backfilling Berdasarkan Rencana Universitas Bangka Belitung, Pangkalpinang.
Pascatambang pada Tambang Batubara PT Wibowo, Heri, Edy Sutriyono dan Syarifudin, 2013,
Karbindo Abesyapradhi Coal SITE Tiang Satu Penutupan Lubang Bukaan Bekas Tambang
Sungai Tambang Sumatera Barat, Jurnal Batubara di Daerah Sungai Lilin Sumatera
Penelitian Mahasiswa Jurusan Teknik Selatan, Jurnal Penelitian Mahasiswa Jurusan
Pertambangan Universitas Sriwijaya, Teknik Pertambangan Universitas Sriwijaya,
Palembang. Palembang.

34

Anda mungkin juga menyukai