Jurnal Mineral, 6HSWHPEHU 2016, Vol. 1 (1), Hal.
1-9
Gambar 2. Kartun skema stripping (Azwardi, 2007)
Kondisi Tanah Overburden FK = faktor koreksi = machine availability factor
Haryanto (1992), menyatakan sifat tanah pada effisiensi waktu factor skill operator
pekerjaan pemindahan, penggusuran dan CT = cycle time (menit)
pemampatan perlu diketahui, karena tanah akan
mengalami perubahan volume. Keadaan tanah Kapasitas Produksi Dump Truck:
yang mempengaruhi volume tanah antara lain:
1. Keadaan tanah sebelum terusik. (4)
2. Keadaan tanah yang lepas atau loose (terusik). Keterangan:
3. Keadaan tanah pampat oleh pemampatan. P = kapasitas produksi
3
C = kapasitas vessel (m ) = n KB BF
Perhitungan Jumlah Volume Tanah
N = jumlah rit pengisian
3
Volume tanah dapat dihitung dengan KB = kapasitas bucket (m )
3
menggunakan Persamaan 2 berikut ini (Sujoko, BF = bucket faktor (m )
2009): FK = faktor koreksi = machine availability factor
Idh = ldh ddh (2) effisiensi waktu factor skill operator
Volume = luas rencana kerja/kolong kedalaman CT = Cycle time (menit)
rencana kerja/kolong
Keterangan: Kapasitas Produksi Bulldozer:
Idh = Jumlah volume tanah (isi) rencana kerja
penggalian/kolong (5)
Ldh = Luas daerah rencana kerja Keterangan:
penambangan/kolong P = kapasitas produksi
3
Ddh = Kedalaman lubang rencana kerja yang KB = kapasitas blade (m )
akan ditambang/kolong FK = faktor koreksi = machine availability factor
effisiensi waktu factor skill operator
Kapasitas Produksi Excavator, Dump Truck dan
CT = cycle time (menit)
Bulldozer
Menurut Musa (2013), kapasitas produksi Nilai Keserasian Kerja (Match Factor)
dapat dihitung dengan Persamaan 3, 4 dan 5 Menurut Prodjosumarto (1983), nilai Keserasian
berikut: kerja alat ini sering disebut sebagai match factor
Kapasitas Produksi Excavator: yaitu suatu penilaian terhadap sinkronisasi dari
alat gali muat dan alat angkut dengan tujuan agar
(3) alat-alat mekanis yang digunakan sesuai dengan
kebutuhan lapangan. Faktor keserasian ini
dipengaruhi oleh:
Keterangan: Nh : jumlah dump truck
P = kapasitas produksi
3 n : jumlah pemuatan
KB = kapasitas bucket (m )
3 cl : waktu edar excavator
BF = bucket faktor (m )
nl : jumlah excavator
ch : waktu edar dump truck
28
Jurnal Mineral, 6HSWHPEHU 2016, Vol. 1 (1), Hal. 1-9
Secara sistematis dapat dirumuskan seperti Data sekunder adalah data pendukung yang
Persamaan 6 berikut ini: berhubungan dengan permasalahan yang dibahas
di dalam penelitian tugas akhir. Data sekunder
dikumpulkan bertujuan untuk menjadi data
(6) pendukung dari data primer dan sebagai dasar
teori agar dapat dilakukan pengolahan data yang
2. Metode Penelitian lebih baik.
Pengamatan dan Pengumpulan Data Data Pengukuran
Data pengukuran yang diambil, yaitu
Data yang dikumpulkan adalah data yang pengukuran luasan kolong lubang yang akan
berhubungan dengan penelitian tugas akhir yaitu dilakukan backfilling yang bertujuan untuk
mengenai tahapan–tahapan metode backfilling mengetahui berapa volume yang dibutuhkan untuk
dengan cara mekanis. menutup lubang dan luasan overburden yang
Data Primer bertujuan untuk mengetahui volume yang
dihasilkan.
Data primer yang diambil berupa hasil
pengukuran luas lubang backfilling dan Skema Penelitian
overburden, profil tanah, biaya alat berat, cycle
time alat berat dan waktu hambatan alat berat. Penjelasan tahap-tahapan di atas dapat
disajikan dalam bentuk skema penelitian yang
Data Sekunder memuat tentang proses kegiatan backfilling pada
penambangan timah alluvial (Gambar 3).
Mulai
Proses Kegiatan Backfilling Pada
Penambangan Timah Alluvial
Pengamatan dan Pengumpulan Data Lapangan
Data Primer: Data Sekunder:
Hasil pengukuran overburden dan lubang backfilling Data profil tanah TS 1.44 Mapur dari UTD
Profil/kondisi tanah overburden Nilai Patok Basis
Harga biaya alat berat (biaya sewa, biaya operasi, Spesifikasi Alat Berat
biaya operator, biaya helper)
Cycle time alat berat (excavator, dump truck, buldozer)
Waktu hambatan
Data Pengukuran:
Pengukuran luas overburden
- Titik koordinat overburen
Pengukuran luas lubang eks tambang
- Titik koordinat lubang
Output Data:
Perhitungan volume tanah untuk backfilling ke lubang eks tambang
Perhitungan waktu yang dibutuhkan untuk proses bakcfilling
Perhitungan biaya yang dikeluarkan untuk proses backfilling
Perhitungan volume tanah overburden
Perhitungan waktu yang dibutuhkan untuk proses stripping
Perhitungan alat berat dari kapasitas produksi perbulan
Perhitungan persentase (%) efesiensi kerja alat berat dan match factor
Selesai
Gambar 3. Diagram alir penelitian
29