0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan11 halaman

Silabus Pendidikan Agama Islam Kelas X

Silabus ini mencakup mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk kelas X dengan alokasi waktu 3 jam per minggu. Kompetensi inti meliputi penghargaan terhadap ajaran agama, perilaku baik, pemahaman pengetahuan, dan keterampilan berpikir kritis. Materi pembelajaran mencakup analisis dan pemahaman ayat-ayat Al-Qur'an serta penerapan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.

Diunggah oleh

Nita Arianti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan11 halaman

Silabus Pendidikan Agama Islam Kelas X

Silabus ini mencakup mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk kelas X dengan alokasi waktu 3 jam per minggu. Kompetensi inti meliputi penghargaan terhadap ajaran agama, perilaku baik, pemahaman pengetahuan, dan keterampilan berpikir kritis. Materi pembelajaran mencakup analisis dan pemahaman ayat-ayat Al-Qur'an serta penerapan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.

Diunggah oleh

Nita Arianti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SILABUS

Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti


Kelas : X (Sepuluh)
Semester : Ganjil dan Genap
Alokasi Waktu : 3 Jam Pelajaran / Minggu

KOMPETENSI INTI
KI 1 :Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
KI 2 :Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, santun, percaya diri, peduli, dan
bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif sesuai dengan perkembangan anak di
lingkungan, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, dan
kawasan regional.
KI 3 : Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif
pada tingkat teknis dan spesifik sederhana berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, dan
kenegaraan terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
KI 4 :Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara kreatif, produktif, kritis,
mandiri, kolaboratif, dan komunikatif, dalam ranah konkret dan ranah abstrak sesuai dengan
yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang teori.
Kompetensi Dasar Materi Pokok Kegiatan Pembelajaran
1.1 Terbiasa membaca al-  Q.S. al-Hujurat (49):  Menyimak bacaan Q.S. al-
Qur’an dengan meyakini 10 dan 12 serta hadits Hujurat/49: 10 dan 12 serta hadits
bahwa kontrol diri terkait perilaku terkait.
(mujahadah an-nafs), kontrol diri  Membaca Q.S. al-Hujurat/49: 10
prasangka baik (mujahadah an-nafs), dan 12 serta hadits terkait.
(husnuzzan), dan prasangka baik  Mencermati makna Q.S. al-
persaudaraan (ukhuwah) (husnuzzhan), dan Hujurat/49: 10 dan 12 serta hadits
adalah perintah agama. persaudaraan terkait.
(ukhuwah)
2.1 Menunjukkan perilaku  Menanyakan cara membaca,
kontrol diri (mujahadah hukum tajwid, asbabun nuzul,
an-nafs), prasangka baik makna, dan pesan-pesan utama
(husnuzzan), dan dalam Q.S. al-Hujurat/49: 10 dan
persaudaraan (ukhuwah) 12 serta hadits terkait.
sebagai implementasi  Mengidentifikasi hukum bacaan
perintah Q.S. al- (tajwid) Q.S. al-Hujurat/49: 10
Hujurat/49: 10 dan 12 dan 12.
serta Hadis terkait.  Menterjemahkan dalam Q.S. al-
3.1 Menganalisis Q.S. al- Hujurat/49: 10 dan 12 serta hadits
Hujurat/49: 10 dan 12 terkait.
serta Hadis tentang  Menganalisis asbabun nuzul Q.S.
kontrol diri (mujahadah al-Hujurat/49: 10 dan 12.
an-nafs), prasangka baik  Menganalisis makna Q.S. al-
(husnuzzan), dan Hujurat/49: 10 dan 12 serta hadits
persaudaraan
(ukhuwah). terkait.
 Mengidentifikasi Manfaat kontrol
4.1.1 Membaca Q.S. al-
diri (mujahadah an-nafs), prasangka
Hujurat/49: 10 dan 12,
baik (husnuzzhan) dan persaudaraan
sesuai dengan kaidah
(ukhuwah) sesuai dengan pesan Q.S.
tajwid dan makharijul
al-Hujurat/49: 10 dan 12, serta hadis
huruf
terkaitsesuai dengan pesan Q.S. al-
4.1.2 Mendemonstrasikan Hujurat/49: 10 dan 12, serta hadis
hafalan Q.S. al- terkait
Hujurat/49: 10 dan 12
 Menyimpulkan hukum bacaan yang
dengan fasih dan lancar.
terdapat dalam Q.S. al-Hujurat/49:
4.1.3 Menyajikan hubungan 10 dan 12.
antara kualitas keimanan
 Menyimpulkan makna Q.S. al-
dengan kontrol diri
Hujurat/49: 10 dan 12 serta hadits
(mujahadah an-nafs),
terkait.
prasangka baik
(husnuzzan), dan  Menyimpulkan pesan-pesan utama
persaudaraan (ukhuwah) dalam Q.S. al-Hujurat/49: 10 dan
sesuai dengan pesan 12 serta hadits terkait.
Q.S. al-Hujurat/49: 10  Mengaitkan antara kualitas
dan 12, serta Hadis keimanan dengan kontrol diri
terkait. (mujahadah an-nafs), prasangka
baik (husnuzzan), dan persaudaraan
(ukhuwah) sesuai dengan pesan Q.S.
al-Hujurat/49: 10 dan 12, serta
hadis terkait.
 Mendemonstrasikan bacaan Q.S. al-
Hujurat/49: 10 dan 12, sesuai
dengan kaidah tajwid dan
makharijul huruf.
 Mendemonstrasikan hafalan Q.S. al-
Hujurat/49: 10 dan 12 dengan fasih
dan lancar.
 Menjelaskan hukum bacaan yang
terdapat pada Q.S. al-Hujurat/49: 10
dan 12.
 Menjelaskan makna Q.S. al-
Hujurat/49: 10 dan 12 serta hadits
terkait.
 Menjelaskan pesan-pesan utama
dalam Q.S. al-Hujurat/49: 10 dan
12 serta hadits terkait
 Menjelaskan keterkaitan antara
kualitas keimanan dengan kontrol
diri (mujahadah an-nafs), prasangka
baik (husnuzzan), dan persaudaraan
(ukhuwah) sesuai dengan pesan Q.S.
al-Hujurat/49: 10 dan 12, serta
hadis terkait.
1.2 Meyakini bahwa Q.S. al-Isra’/17: 32, dan  Menyimak bacaan Q.S. al-
pergaulan bebas dan zina Q.S. an-Nur/24: 2, serta Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24:
adalah dilarang agama. hadis tentang larangan 2, serta hadis tentang larangan
pergaulan bebas dan pergaulan bebas dan perbuatan
2.2 Menghindarkan diri dari perbuatan zina zina.
pergaulan bebas dan
 Membaca Q.S. al-Isra’/17: 32,
perbuatan zina sebagai
dan Q.S. an-Nur/24: 2, serta hadis
pengamalan Q.S. al-
tentang larangan pergaulan bebas
Isra’/17: 32, dan Q.S.
dan perbuatan zina.
an-Nur /24: 2, serta
Hadis terkait.  Mencermati makna Q.S. al-
Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24:
3.2 Menganalisis Q.S. al- 2, serta hadis tentang larangan
Isra’/17: 32, dan Q.S. pergaulan bebas dan perbuatan
an-Nur/24 : 2, serta zina.
Hadis tentang larangan  Menanyakan cara membaca,
pergaulan bebas dan hukum tajwid, asbabun nuzul,
perbuatan zina. makna, dan pesan-pesan utama
4.2.1 Membaca Q.S. dalam Q.S. al-Isra’/17: 32, dan
al-Isra’/17: 32, dan Q.S. Q.S. an-Nur/24: 2. serta hadits
an-Nur/24:2 sesuai terkait.
dengan kaidah tajwid  Mendiskusikan cara membaca
dan makharijul huruf. Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-
4.2.2 Mendemonstrasikan Nur/24: 2sesuai dengan kaidah
hafalan Q.S. al-Isra’/17: tajwid;
32, dan Q.S.  Mengidentifikasi hukum bacaan
an-Nur/24:2 dengan (tajwid) Q.S. al-Isra’/17: 32, dan
fasihdan lancar. Q.S. an-Nur/24: 2.
4.2.3 Menyajikan keterkaitan  Menterjemahkan dalam Q.S. al-
antara larangan berzina Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24:
dengan berbagai 2serta hadits terkait.
kekejian (fahisyah) yang  Menganalisis asbabun nuzul Q.S.
ditimbulkannya dan al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-
perangai yang buruk Nur/24: 2.
(saa-a sabila) sesuai  Menganalisis makna Q.S. al-
pesan Q.S. al-Isra’/17: Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24:
32 dan Q.S. 2 serta hadits terkait.
an-Nur/24:2.
 Mengidentifikasi manfaat
larangan pergaulan bebas dan
perbuatan zina.
 Menyimpulkan hukum bacaan
yang terdapat dalam Q.S. al-
Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24:
2.
 Menyimpulkan makna Q.S. al-
Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24:
2serta hadits terkait.
 Menyimpulkan pesan-pesan utama
dalam Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S.
an-Nur/24: 2serta hadits terkait.
 Menganalisis keterkaitan antara
larangan berzina dengan berbagai
kekejian (fahisyah) yang
ditimbulkannya dan perangai yang
buruk (saa-a sabila) sesuai pesan
Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-
Nur/24: 2 serta hadis terkait.
 Mendemonstrasikan bacaan Q.S. al-
Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2,
sesuai dengan kaidah tajwid dan
makharijul huruf.
 Mendemonstrasikan hafalan Q.S. al-
Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24:
1.3 Meyakini bahwa Allah Iman kepada Allah  Membaca teks al-Asma al- Husna
Maha Mulia, Maha SWT (Asmaul Husn: al- (al-Kariim, al-Mu’min, al-Wakiil,
Mengamankan, Maha Kariim, al-Mu’min, al- al-Matiin, al-Jaami’, al-‘Adl, dan
Memelihara, Maha Wakiil, al-Matiin, al- al-Akhiir).
Sempurna Kekuatan- Jaami’, al-‘Adl, dan al-  Memberi stimulus agar peserta
Nya, Maha Penghimpun, Akhiir) didik bertanya) :
Maha Adil, dan Maha  Mengapa Allah memiliki nama
Akhir yang begitu banyak?
2.3 Memiliki sikap  Bagaimana kaitan antara nama-
keluhuran budi; kokoh nama tersebut dengan sifat-sifat
pendirian, pemberi rasa Allah.
aman, tawakal dan adil
sebagai implementasi
pemahaman al-Asmau
al-Husna: Al-Karim, Al-
Mu’min, Al-Wakil, Al-
Matin, Al-Jami’,
Al-‘Adl, dan Al-Akhir
3.3 Menganalisis makna al-
Asma’u al-Husna: al-
Karim, al-Mu’min, al-
Wakil, al-Matin, al-
Jami’, al-‘Adl, dan al-
Akhir
4.3 Menyajikan hubungan
makna- makna al-
Asma’u al-Husna: al-
Karim, al-Mu’min, al-
Wakil, al-Matin, al-
Jami’, al-‘Adl, dan al-
Akhir dengan perilaku
keluhuran budi, kokoh  Apa yang harus dilakukan oleh umat
pendirian, rasa aman, Islam terkait nama-nama Allah yang
tawakal dan perilaku indah itu?
adil  Meyimak penjelasan materi di atas
melalui tayangan vidio atau media
lainnya.
 Menganalisis makna al-Kariim, al-
Mu’min, al-Wakiil, al-Matiin, al-
Jaami’, al-‘Adl, dan al-Akhiir bagi
Allah.
 Mendiskusikan makna dan contoh
perilaku keluhuran budi, kokoh
pendirian, pemberi rasa aman,
tawakal dan perilaku adil sebagai
implementasi dari pemahaman
makna Asmaul Husna (al-Kariim,
al-Mu’min, al-Wakiil, al-Matiin, al-
Jaami’, al-‘Adl, dan al-Akhiir)
 Mengaitkan makna al-Asma al-
1.4 Meyakini keberadaan Iman kepada Malaikat  Mencermati bacaan teks tentang
malaikat-malaikat Allah makna dan contoh perilaku
Swt. beriman kepada malaikat-malaikat
Allah Swt.
2.4 Menunjukkan sikap
 Menyimak penjelasan materi di
disiplin, jujur dan
atas melalui tutorial, tayangan
bertanggung jawab,
vidio atau media lainnya.
sebagai implementasi
beriman kepada  Memberi stimulus agar peserta
malaikat-malaikat Allah didik bertanya:
Swt.
3.4 Menganalisis makna
beriman kepada
malaikat-malaikat Allah
Swt.
4.4 Menyajikan hubungan
antara beriman kepada
malaikat-malaikat Allah
Swt. dengan perilaku
teliti, disiplin, dan
waspada.

 Mengapa kita harus beriman


kepada malaikat?
 Mengapa malaikat yang wajib
diketahui ada sepuluh?
 Apa yang harus dilakukan oleh
orang yang beriman kepada
malaikat?
 Peserta didik mengidentifikasi ayat-
ayat al-Quran yang mengungkapkan
nama-nama dan tugas malaikat.
 Peserta didik mendiskusikan makna
dan contoh perilaku beriman
kepada Malaikat sebagaimana
disebutkan dalam al-Quran.
 Membuat kesimpulan tentang
1.5 Terbiasa berpakaian Berpakaian secara  Mencermati bacaan teks tentang
sesuai dengan syariat Islami berpakaian secara islami
Islam  Mencermati model-model
berpakain secara islami melalui
2.5 Menunjukkan perilaku
tutorial, tayangan vidio atau media
berpakaian sesuai
lainnya.
dengan syariat Islam
 Mengemukakan pertanyaan
3.5 Menganalisis ketentuan tentang:
berpakaian sesuai syariat  Bagaimana berpakaian secara
Islam islami?
4.5 Menyajikan keutamaan  Mengapa kita harus berpakaian
tatacara berpakaian secara islami?
sesuai syariat Islam  Mengidentifikasi tata cara
berpakaian sesuai syariat Islam.
 Mengidentifikasi tujuan
berpakaian menurut syariat Islam
 Mengidentifikasi manfaat
berpakaian menurut syariat Islam
 Mengidentifikasi landasan hukum
berpakaian menurut syariat Islam.
 Mengaitkan antara kesesuaian
model berpakaian dengan ketentuan
syariat Islam.
1.6 Meyakini bahwa jujur Perilaku jujur  Mengamati tayangan video
adalah ajaran pokok tentang perilaku jujur dalam
agama kehidupan sehari-hari yang
berkembang di masyarakat.
2.6 Menunjukkan perilaku
 Menyimak dan membaca
jujur dalam kehidupan
penjelasan mengenai perilaku
sehari-hari
jujur dalam kehidupan sehari-hari
3.6 Menganalisis manfaat yang berkembang di masyarakat.
kejujuran dalam  Mengajukan pertanyaan tentang
kehidupan sehari-hari perilaku jujur dalam kehidupan
sehari-hari yang berkembang di
4.6 Menyajikan kaitan masyarakat.
antara contoh perilaku
jujur dalam kehidupan  Menelaah perilaku jujur dalam
sehari-hari dengan kehidupan sehari-hari yang
keimanan berkembang di
masyarakatMenyimpulkan hikmah
perilaku jujur dalam kehidupan
sehari-hari yang berkembang di
masyarakat.
 Mengaitkan perilaku jujur dalam
kehidupan sehari-hari yang
berkembang di masyarakat dengan
keimanan.
 Membuat rumusan perilaku jujur
berdasarkan al-Quran dan Hadis
 Mengidentifikasi perilaku jujur
dengan kehidupan sehari-hari.
 Menyajikan/melaporkan hasil
diskusi tentang perilaku jujur
dalam kehidupan sehari-hari yang
berkembang di masyarakat.
 Menjelaskan keterkaitan perilaku
jujur dalam kehidupan sehari-hari
yang berkembang di masyarakat
dengan keimanan.
 Menanggapi hasil presentasi
1.7 Meyakini bahwa Semangat menuntut  Mencermati bacaan teks tentang
menuntut ilmu adalah ilmu dan Q.S. at-Taubah (9) : 122 dan
perintah Allah dan menyampaikannya hadits terkait tentang semangat
Rasul-Nya. kepada sesama menuntut ilmu, menerapkan dan
menyampaikan nya kepada
2.7 Memiliki sikap sesama
semangat keilmuan
 Meyimak penjelasan materi di atas
sebagai implementasi
melalui tayangan vidio atau media
pemahaman Q.S. at-
lainnya.
Taubah/9: 122 dan Hadis
terkait.  Memberi stimulus agar peserta
didik bertanya):
3.7 Menganalisis semangat  Mengapa harus menuntut ilmu?
menuntut ilmu,
 Bagaimana cara menyampaikan
menerapkan, dan
ilmu kepada sesama?
menyampaikannya
kepada sesama.  Peserta didik mendiskusikan
makna dan contoh semangat
4.7 Menyajikan kaitan menuntut ilmu, menerapkan dan
antara kewajiban menyampaikannya kepada sesama
menuntut ilmu, dengan sebagai implementasi pemahaman
kewajiban membela kandungan Q.S. at-Taubah (9):
agama sesuai perintah 122 dan hadits terkait.
Q.S. at-Taubah/9: 122  Guru mengamati perilaku contoh
Adan Hadis terkait. semangat menuntut ilmu,
menerapkan dan
menyaampaikannya kepada
sesama melalui lembar
pengamatan di sekolah.
 Guru berkolaborasi dengan orang
tua untuk mengamati perilaku
semangat menuntut ilmu,
menerapkan dan
menyaampaikannya kepada
sesama di rumah.
 Membuat kesimpulan tentang
semangat menuntut ilmu dan
menyampaikannya kepada
sesama.
 Mempresentasikan /menyampaikan
hasil diskusi tentang semangat
1.8 Meyakini al-Qur’an, Sumber Hukum Islam  Mencermati bacaan teks
Hadis dan ijtihad sebagai tentangkedudukan al-Quran, al-
sumber hukum Islam Hadits, dan Ijtihad sebagai sumber
hukum Islam
2.8 Menunjukkan perilaku
 Meyimak penjelasan materi
ikhlas dan taat beribadah
tersebut di atas melalui tayangan
sebagai implemantasi
vidio atau media lainnya.
pemahaman terhadap
kedudukan al-Qur’an,  memberi stimulus agar peserta
Hadis, dan ijtihad didik bertanya):
sebagai sumber hukum  Mengapa al-Qur’an, Hadits, dan
Islam Ijtihad sebagai sumber hukum
Islam ?
3.8 Menganalisis kedudukan
 Apa yang anda pahami tenang al-
al-Qur’an, Hadis, dan
Qur’an, Hadits, dan Ijtihad ?
ijtihad sebagai sumber
hukum Islam  Peserta didik mendiskusikan
makna al-Qur’an, Hadits, dan
4.8 Mendeskripsikan Ijtihad sebagai sumber hukum
macam-macam sumber Islam
hukum Islam  Guru mengamati perilaku
berpegang teguh kepada al-
Qur’an, Hadits, dan Ijtihad
sebagai sumber hukum Islam
 Guru berkolaborasi dengan orang
tua untuk mengamati perilaku
berpegang teguh kepada al-
Qur’an, Hadits, dan Ijtihad di
rumah.
 Menalar/Mengasosiasi
 Membuat kesimpulan tentang
sumber hukum Islam.
 Mempresentasikan/
menyampaikan hasil diskusi
tentang sumber hukum Islam.
Meyakini bahwa haji, Pengelolaan haji, zakat  Mencermati bacaan teks tentang
zakat dan wakaf adalah dan wakaf pengertian, ketentuan dan hal-hal
perintah Allah dapat yang berkaitan dengan
memberi kemaslahatan pengelolaan haji, zakat dan
bagi individu dan wakaf.
masyarakat.  Meyimak penjelasan materi di atas
melalui tayangan vidio atau media
Menunjukkan
lainnya.
kepedulian sosial
sebagai hikmah dari
perintah haji, zakat, dan
wakaf.
Menganalisis hikmah
ibadah haji, zakat, dan
wakaf bagi individu dan
masyarakat.
 Memberi stimulus agar peserta didik
Menyimulasikan ibadah
bertanya:
haji, zakat, dan wakaf
 Mengapa haji, zakat dan wakaf
harus dikelola?
 Bagaimana cara mengelola haji,
zakat dan wakaf?
 Peserta didik mendiskusikan makna
1.10 Meyakini kebenaran Meneladani Perjuangan  Mencermati bacaan teks tentang
dakwah Nabi Rasulullah saw. di substansi dan strategi dakwah
Muhammad saw di Mekah Rasullullah saw.
Makkah.  Meyimak penjelasan materi
tersebut di atas melalui tayangan
2.10 Bersikap tangguh dan
vidio atau media lainnya.
rela berkorban
menegakkan kebenaran  Memberi stimulus agar peserta
sebagai ’ibrah dari didik bertanya)
sejarah strategi dakwah  Apa substansi dakwah Rasulullah
Nabi di Makkah. di Mekah?
 Apa strategi dakwah Rasulullah di
3.10 Menganalisis substansi,
Mekah?
strategi, dan penyebab
keberhasilan dakwah  Peserta didik mendiskusikan
Nabi Muhammad saw di substansi dan strategi dakwah
Makkah. Rasullullah saw. di Mekah.
 Guru mengamati perilaku tangguh
4.10 Menyajikan keterkaitan dan semangat menegakkan
antara substansi dan kebenaran dalam kehidupan
strategi dengan sehari-hari.
keberhasilan dakwah
 Guru berkolaborasi dengan orang
Nabi Muhammad saw di
tua untuk mengamati perilaku
Makkah
tangguh dan semangat
menegakkan kebenaran dalam
kehidupan sehari-haridi rumah.
 Membuat kesimpulan tentang
substansi dan strategi dakwah
Rasullullah saw. di Mekah.
 Mempresentasikan
/menyampaikan hasil diskusi
tentang substansi dan strategi
dakwah Rasullullah saw. di
Mekah.
1.11 Meyakini kebenaran Meneladani Perjuangan  Mencermati bacaan teks tentang
dakwah Nabi Rasulullah saw. di substansi dan strategi dakwah
Muhammad saw di Madinah Rasullullah saw. di Madinah
Madinah.  Meyimak penjelasan materi
tersebut di atas melalui tayangan
2.11 Menunjukkan sikap
vidio atau media lainnya.
semangat ukhuwah dan
kerukunan sebagai ibrah  Memberi stimulus agar peserta
dari sejarah strategi didik bertanya)
dakwah Nabi di  Apa substansi dakwah Rasulullah
Madinah. di Madinah?
 Apa strategi dakwah Rasulullah di
3.11 Menganalisis substansi,
Madinah?
strategi, dan
keberhasilan dakwah  Peserta didik mendiskusikan
Nabi Muhammad saw di substansi dan strategi dakwah
Madinah. Rasullullah saw. di Madinah.
 Guru mengamati perilaku
4.11 Menyajikan keterkaitan semangat ukhuwah sebagai
antara substansi dan implementasi dari pemahaman
strategi dengan strategi dakwah Rasulullah saw. di
keberhasilan dakwah Madinah.
Nabi Muhammad saw di
 Guru berkolaborasi dengan orang
Madinah
tua untuk mengamati perilaku
semangat ukhuwah sebagai
implementasi dari pemahaman
strategi dakwah Rasulullah saw. di
Madinah.
 Membuat kesimpulan materi
substansi dan strategi dakwah
Rasullullah saw. di Madinah.
 Mempresentasikan
/menyampaikan hasil diskusi
tentang materi substansi dan
strategi dakwah Rasullullah saw.
di Madinah.
Mengetahui, Bulukumba,03 Januari 2022
Kepala UPT SMKN 6 Bulukumba Guru Mata Pelajaran

BAHARUDDIN,[Link], M.M NITA ARIYANTI,[Link]


NIP. 19650410 199103 1 013

Anda mungkin juga menyukai