0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan18 halaman

Komponen Sistem Pembelajaran Efektif

Makalah ini membahas komponen-komponen sistem pembelajaran yang meliputi tujuan pendidikan, peserta didik, guru, materi, metode, media, evaluasi, serta peran orang tua dan lingkungan. Setiap komponen saling berhubungan dan berperan penting dalam proses pendidikan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Penulis berharap makalah ini dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang strategi pembelajaran.

Diunggah oleh

Nola 12
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan18 halaman

Komponen Sistem Pembelajaran Efektif

Makalah ini membahas komponen-komponen sistem pembelajaran yang meliputi tujuan pendidikan, peserta didik, guru, materi, metode, media, evaluasi, serta peran orang tua dan lingkungan. Setiap komponen saling berhubungan dan berperan penting dalam proses pendidikan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Penulis berharap makalah ini dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang strategi pembelajaran.

Diunggah oleh

Nola 12
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Makalah

STRATEGI PEMBELAJARAN
Tentang
KOMPONEN-KOMPONEN SISTEM
PEMBELAJARAN

Disusun oleh :

Kelompok 13
ZAHROTU M. MUFIDAH : 2301203001

Dosen Pengampu :
DR Firdaus Thahar, [Link]

PRODI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH


YAYASAN PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN
SOLOK NAN INDAH (YP3SNI)
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI)
1446 H / 2025 M
KATA PENGANTAR

Bismillaahirrahmanirrrohim,
Puji syukur kehadiran Allah Yang Maha Esa atas petunjuk, rahmat, dan
hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan strategi pembelajaran yang berjudul
“komponen-komponen sistem pembelajaran”.
Sholawat serta salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada junjungan
Nabi Muhammad SAW, pemimpin para Nabi dan panutan bagi umat Islam di
dunia yang beriman dan bertaqwa, begitu juga dengan para keluarga dan sahabat
yang telah membawa kita dari zaman kegelapan menuju zaman terang-benderang.
serta kepada pengemban risalah mulia yang selalu mengikuti metode serta langka
beliau yang menjadikan, “Al-Quran’ sebagai pedoman sekaligus sumber hukum.
Penulis sadar bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena
itu kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan, demi
kesempurnaan karya ilmiah yang akan datang. Semoga amal kebaikan dan
aktivitas yang akan kita lakukan selalu ada dalam rahmat dan ampunan-Nya,
Aamiin.

Solok, 5 mei 2025

Pemakalah

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.......................................................................................................i
DAFTAR ISI......................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN..................................................................................................1
A. Latar Belakang.........................................................................................................1
B. Rumusan Masalah....................................................................................................1
C. Tujuan......................................................................................................................1

BAB II PEMBAHASAN...................................................................................................2
A. Pengertian komponen pembelajaran........................................................................2
B. Komponen- komponen pembelajaran......................................................................4
C . Hubungan antar komponen pembelajaran.................................................................4

BAB III PENUTUP..........................................................................................................6


A. Kesimpulan..............................................................................................................6
B. Saran .......................................................................................................................6

DAFTAR PUSTAKA ..............................................................................................8

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pembelajaran sama artinya dengan kegiatan mengajar. Kegiatan mengajar

dilakukan oleh guru untuk menyampaikan pengetahuan kepada siswa.

Pembelajaran merupakan suatu sistem, yang terdiri dari berbagai komponen

yang saling berhubungan satu dengan yang lain. Komponen tersebut meliputi:

kurikulum, guru, siswa, materi, metode, media dan evaluasi. Pelaksanaan

pembelajaran adalah operasionalisasi dari perencanaan pembelajaran, sehingga

tidak lepas dari perencanaan pengajaran / pembelajaran yang sudah dibuat.

Oleh karenanya dalam pelaksanaannya akan sangat tergantung pada

bagaimana perencanaan pengajaran sebagai operasionalisasi dari sebuah

kurikulum.

Setelah membahas mengenai pengertian pengeloalaan pembelajaran,

timbulah pemikiran tentang ha-hal apakah yang terdapat dalam proses

pembelajaran. Perhatian pada proses terjadinya pembelajaran mengarahkan

pada pemikiran tentang komponen-komponen pembelajaran. Berikut akan

diuraikan satu persatu komponen-komponen tersebut.

B. Rumusan Masalah

1. Apa pengertian komponen pembelajaran?


2. Apa saja Komponen- komponen pembelajaran?
3. Apa Hubungan antar komponen pembelajaran?
C. Tujuan

1. Mengetahui pengertian komponen pembelajaran


2. Mengetahui Apa saja Komponen- komponen pembelajaran
3. Mengetahui hubungan antar komponen pembelajaran

1
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian komponen pembelajaran


Komponen merupakan bagian dari suatu sistem yang memiliki peran dalam

keseluruhan berlangsungnya suatu proses pembelajaran. Komponen pendidikan

berarti bagian-bagian dari sistem proses pendidikan, yang menentukan berhasil

atau tidaknya proses pendidikan. Bahkan dapat dikatakan bahwa untuk

berlangsungnya proses kerja pendidikan diperlukan keberadaan komponen-

komponen tersebut.

Jadi dapat disimpulkan bahwa komponen pembelajaran adalah kumpulan

dari beberapa item yang saling berhubungan satu sama lain yang merupakan hal

penting dalam proses belajar mengajar.

B. Komponen komponen pembelajaran

Komponen-komponen yang memungkinkan terjadinya proses

pendidikan atau terlaksananya proses mendidik terdiri dari 8

komponen. Berikut akan kami uraikan satu persatu komponen-

komponen tersebut.

A. Tujuan pendidikan

Tingkah laku manusia, secara sadar maupun tidak sadar tentu berarah

pada tujuan. Demikian juga halnya tingkah laku manusia yang bersifat

dan bernilai pendidikan. Keharusan terdapatnya tujuan pada tindakan

pendidikan didasari pada ilmu pendidikan yang normatif dan praktis.

Sebagai ilmu pengetahuan normatif, ilmu pendidikan merumuskan

kaidah-kaidah, norma-norma atau ukuran tingkah laku perbuatan yang


1
sebenarnya dilaksanakan oleh manusia.

1 Anderson, R. C. (1977). The notion of schemata and the educational enterprise. In R. C.


Anderson, R. J. Spiro, & W. E. Montague (Eds.), Schooling and the acquisition of knowledge.
Hillsdale, NJ: Erlbaum.

2
Sebagai ilmu pengetahuan praktis, tugas pendidikan atau pendidik

maupun guru ialah menanamkan sistem-sistem norma tingkah laku

perbuatan yang didasarkan kepada dasar-dasar filsafat yang dijunjung

oleh lembaga pendidikan dan pendidik dalam suatu

masyarakat.

B . peserta didik

Siswa atau Murid biasanya digunakan untuk seseorang yang mengikuti

suatu program pendidikan di sekolah atau lembaga pendidikan lainnya, di bawah

bimbingan seorang atau beberapa guru. Dalam konteks keagamaan murid

digunakan sebagai sebutan bagi seseorang yang mengikuti bimbingan seorang

tokoh bijaksana. Meskipun demikian, siswa jangan selalu dianggap sebagai objek

belajar yang tidak tahu apa-apa. Ia memiliki latar belakang, minat, dan kebutuhan

serta kemampuan yang berbeda. Bagi siswa, sebagai dampak pengiring (nurturent

effect) berupa terapan pengetahuan atau kemampuan di bidang lain sebagai suatu

transfer belajar yang akan membantu perkembangan mereka mencapai keutuhan

dan kemandirian.

Perkembangan konsep pendidikan yang tidak hanya terbatas pada usia

sekolah saja memberikan konsekuensi pada pengertian peserta didik. Kalau dulu

orang mengasumsikan peserta didik terdiri dari anak-anak pada usia sekolah,

maka sekarang peserta didik dimungkinkan termasuk juga didalamnya orang

dewasa.2

2 Arends, R. I. (2012). Learning to Teach. New York: McGraw-Hill Education.

3
Sehubungan dengan persoalan anak didik disekolah Amstrong (1981)

mengemukakanbeberapa persoalan anak didik yang harus dipertimbangkan 3 4

dalam pendidikan. Persoalan tersebut mencakup apakah latar belakang budaya

masyarakat peserta didik? Bagaimana tingkat kemampuan anak didik?

Hambatan-hambatan apakah yang dirasakan anak didik disekolah? Dan

bagaimana penguasaan anak didik disekolah? Berdasarkan persoalan tersebut

perlu diciptakan pendidikan yang memperhatikan perbedaan individual, perhatian

khusus pada anak yang memiliki kelainan, dan penanaman sikap dan tanggung

jawab pada anak didik.

C. Guru atau pendidik di sekolah

Kata Guru berasal dari bahasa Sansekerta “guru” yang juga berarti guru, tetapi arti

harfiahnya adalah “berat” yaitu seorang pengajar suatu ilmu. Dalam bahasa

Indonesia, guru umumnya merujuk pendidik profesional dengan tugas utama

mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi

peserta didik.

Guru sebagai pendidik disekolah yang secara langsung maupun tidak langsung

mendapat tugas dari orang tua atau masyarakat untuk melaksanakan pendidikan.

Karena itu kedudukan guru sebagai pendidik dituntut memenuhi persyaratan-

persyaratan baik persyaratan pribadi maupun persyaratan jabatan.

Di dalam masyarakat, dari yang paling terbelakang sampai yang

paling maju, guru memegang peranan penting. Guru merupakan satu

diantara pembentuk-pembentuk utama calon warga masyarakat.

Peranan guru tidak hanya terbatas sebagai pengajar (penyampai ilmu

pengetahuan), tetapi juga sebagai pembimbing, pengembang, dan


3
4 Carroll, J. M. (1990). The Nurnberg Funnel: Designing Minimalist Instruction for Practical
Computer Skill. Cambridge, MA: MIT Press. (Meskipun judul spesifik tentang komputer, prinsip-
prinsip minimalist instruction relevan dengan desain pembelajaran secara umum).

4
pengelola kegiatan pembelajaran yang dapat memfasilitasi kegiatan

belajar siswa dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan

[Link] pelajaran

Isi atau konten yang disampaikan kepada peserta didik selama proses pembelajaran.

Materi disusun berdasarkan kurikulum dan disesuaikan dengan tujuan serta karakteristik

peserta [Link] pelajaran ini Sebagai medium untuk mencapai tujuan

[Link] harus relevan, akurat, terstruktur, dan disajikan secara menarik agar

mudah dipahami peserta didik

Contohnya: .Mata Pelajaran: IPA

Materi: Mengenal bagian-bagian tumbuhan dan fungsinya. (Contoh materi bisa berupa

teks, gambar, atau video tentang akar, batang, daun, bunga, dan buah).

Mata Pelajaran: IPS

Materi: Keragaman budaya di Indonesia. (Contoh materi bisa meliputi tarian daerah,

pakaian adat, makanan khas, dan rumah adat dari berbagai provinsi).

.5

[Link] Pembelajaran

Cara atau strategi yang digunakan pendidik untuk menyampaikan materi

5 Dimyati, & Mudjiono. (2010). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

5
pembelajaran agar tujuan tercapai secara efektif dan [Link] pembelajaran

ini: Menjadi jembatan antara materi dan peserta didik. Pemilihan metode yang

tepat dapat meningkatkan keterlibatan, motivasi, dan pemahaman peserta didik.

Contohnya:

 Metode Ceramah: Guru menjelaskan tentang sejarah kemerdekaan

Indonesia.

 Metode Diskusi Kelompok: Siswa bekerja sama untuk memecahkan soal

matematika atau membahas sebuah topik dalam pelajaran PPKn.

[Link] Pembelajaran

Alat atau sarana yang digunakan untuk membantu proses penyampaian materi

pembelajaran. Media pembelajaran ini Memvisualisasikan konsep abstrak,

meningkatkan minat belajar, dan mempermudah pemahaman peserta didik. Media

dapat berupa media cetak, audio, visual, audio-visual, hingga multimedia interaktif.

Contohnya :

 Visual: Papan tulis, buku teks, gambar, poster, peta, flashcard.

 Audio: Rekaman suara cerita, lagu anak-anak

 Audiovisual: Video edukasi tentang siklus air, film pendek tentang

keanekaragaman hayati.

 Multimedia: Aplikasi interaktif di tablet atau komputer, presentasi

PowerPoint dengan animasi.

[Link] pembelajaran aran

6
Proses sistematis untuk mengukur tingkat keberhasilan pembelajaran, baik dari

sisi pencapaian tujuan oleh peserta didik maupun efektivitas proses yang telah

dilaksanakan. Evaluasi pembelajaran ini Memberikan umpan balik bagi pendidik

dan peserta didik. Hasil evaluasi digunakan untuk mengetahui kekuatan dan

kelemahan pembelajaran, serta menjadi dasar untuk perbaikan di masa mendatang.

Contoh: Evaluasi Formatif (Kuis harian/mingguan): Setelah mempelajari bab baru

tentang “Sistem Pencernaan”, guru memberikan kuis singkat untuk mengecek

pemahaman awal siswa.

Evaluasi Sumatif (Ujian Akhir Semester): Di akhir semester, siswa mengerjakan soal-soal

yang mencakup seluruh materi untuk mengukur pencapaian tujuan pembelajaran secara

keseluruhan.

Evaluasi Proyek: Dalam pelajaran Seni Budaya, siswa membuat patung dari tanah liat,

dan hasilnya dievaluasi berdasarkan kriteria kreativitas, kerapian,

dan kesesuaian dengan tema.6

[Link] tua dan lingkungan masyaraka

Kedudukan orang tua sebagai pendidik, merupakan pendidik yang kodrati

lingkungan keluarga. Arinya orang tua sebagai pendidik utama dan

berlandaskan pada cinta-kasih keluarga atau anak yang lahir dari lingkungan

keluarga mereka.

Selain orang tua dan guru, pemimpin masyarakat dan pemimpin keagamaan merupakan

pendidik juga. Peran pemimpin masyarakat menjadi pendidik didasarkan pada aktifitas

6 Dimyati, & Mudjiono. (2010). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka


Cipta.

7
pemimpin dalam mengadakan pembinaan atau bimbingan. Pemimpin keagamaan sebagai

pendidik, tampak pada aktifitas kerohanian manusia.

I .Interaksi edukatif pendidik dan anak didik

Proses pendidikan bisa terjadi apabila terdapat interaksi antara

komponen-komponen pendidikan. Terutama interaksi antara pendidik dan

anak didik. Interaksi pendidik dengan anak didik dalam rangka mencapai

tujuan pendidikan yang diinginkan. Tindakan yang dilakukan pendidik

dalam interaksi tersebut mungkin berupa tindakan berdasarkan kewibawaan,

tindakan berupa alat pendidikan, dan metode pendidikan.

Metode pembelajaran adalah cara yang dapat dilakukan untuk

membantu proses belajar-mengajar agar berjalan dengan baik, metode-

metode tersebut antara lain :

A. Metode Ceramah

Metode ceramah yaitu sebuah metode mengajar dengan menyampaikan informasi

dan pengetahuan secara lisan kepada sejumlah siswa yang pada umumnya mengikuti

secara pasif.

B. Metode Tanya Jawab

Metode Tanya jawab adalah suatu metode dimana guru menggunakan atau memberi

pertanyaan kepada murid dan murid menjawab, atau sebaliknya murid bertanya pada

guru dan guru menjawab pertanyaan murid itu .

C. Metode Diskusi

Metode diskusi dapat diartikan sebagai siasat “penyampaian” bahan ajar yang

8
melibatkan peserta didik untuk membicarakan dan menemukan alternatif pemecahan

suatu topik bahasan yang bersifat problematis.

D. Metode Demonstrasi

Metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang,

kejadian, aturan, dan urutan melakukan suatu kegiatan, baik secara langsung

maupun melalui penggunaan media pembelajaran yang relevan dengan pokok

bahasan atau materi yang sedang disajikan.

E. Metode Eksperimen

Metode eksperimen adalah metode atau cara di mana guru dan murid bersama-sama

mengerjakan sesuatu latihan atau percobaan untuk mengetahui pengaruh atau akibat

dari sesuatu aksi.

[Link] pendidikan

Isi pendidikan memiliki kaitan yang erat dengan tujuan pendidikan. Untuk mencapai

tujuan pendidikan perlu disampaikan kepada peserta didik isi yang biasanya disebut

kurikulum dalam pendidikan formal. kurikulum mengandung arti sejumlah

pengetahuan atau mata pelajaran yang harus ditempuh atau diselesaikan siswa guna

mencapai suatu tingkatan atau ijazah. Pengertian kurikulum secara luas tidak hanya

berupa mata pelajaran atau bidang studi dan kegiatan-kegiatan belajar siswa saja,

tetapi juga segala sesuatu yang berpengaruh terhadap pembentukan pribadi siswa

sesuai dengan tujuan pendidikan yang diharapkan. Misalnya fasilitas kampus,

lingkungan yang aman, suasana keakraban dalam proses belajar mengajar, media

dan sumber-sumber belajar yang memadai. Selain kurikilum materi pun merupakan

salah satu isi dari pendidikan dan juga merupakan salah satu faktor penentu

keterlibatan siswa.7

7 Ibrahim, M. (2012). Model Pembelajaran Inovatif. Surabaya: Unesa University Press.

9
[Link] antar komponen pembelajaran

Dari semua komponen pembelajaran, antara komponen yang satu

dengan yang lain memiliki hubungan saling keterkaitan. Guru sebagai ujung

tombak pelaksanaan pendidikan di lapangan, sangat menentukan

keberhasilan dalam mencapai tujuan pendidikan. Tidak hanya berfungsi

sebagai pelaksana kurikulum, guru juga sebagai pengembang kurikulum.

Bagi guru, memahami kurikulum merupakan suatu hal yang mutlak.

Setelah guru mempelajari kurikulum yang berlaku, selanjutnya

membuat suatu desain pembelajaran dengan mempertimbangkan

kemampuan awal siswa (entering behavior), tujuan yang hendak dicapai,

teori belajar dan pembelajaran, karakteristik bahan yang akan diajarkan,

metode dan media atau sumber belajar yang akan digunakan, dan unsur-

unsur lainnya sebagai penunjang. Setelah desain dibuat, kemudian KBM

atau pembelajaran dilakukan. Dalam hal ini ada dua kegiatan utama, yaitu

guru bertindak mengajar dan siswa bertindak belajar. Kedua kegiatan

tersebut berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan.

Pada akhirnya implementasi pembelajaran itu akan menghasilkan suatu

hasil belajar. Hasil ini akan memberikan dampak bagi guru dan siswa.

Bagi setiap guru, dituntut untuk memehami masing-masing metode

secara baik. Dengan pemilihan dan penggunaan metode yang tepat untuk

setiap unit materi pelajaran yang diberikan kepada siswa,maka akan

meningkatkan proses interaksi belajar-mengajar. Siswa juga akan

memperoleh hasil belajar yang efektif dan mendapatkan kesempatan belajar

10
yang seluas-luasnya. Jika ada salah satu komponen pembelajaran yang

bermasalah, maka proses belajar mengajar tidak dapat berjalan baik .

Jadi Semua komponen pembelajaran saling berhubungan dan tidak dapat dipisahkan.

Misalnya, tujuan pembelajaran menentukan materi apa yang harus diajarkan. Materi dan

tujuan akan mempengaruhi metode dan media yang digunakan. Pemilihan metode harus

disesuaikan dengan karakteristik siswa. Guru yang profesional akan mampu memilih

pendekatan dan alat yang sesuai. Seluruh proses kemudian diakhiri dengan evaluasi untuk

mengetahui efektivitas [Link] satu komponen tidak sesuai, maka seluruh

proses pembelajaran bisa terganggu. Misalnya, tujuan sudah tepat tetapi metode yang

digunakan tidak sesuai, maka siswa akan kesulitan memahami materi.

Jadi Semua komponen pembelajaran saling berhubungan dan tidak dapat dipisahkan.

Misalnya, tujuan pembelajaran menentukan materi apa yang harus diajarkan. Materi dan

tujuan akan mempengaruhi metode dan media yang digunakan. Pemilihan metode harus

disesuaikan dengan karakteristik siswa. Guru yang profesional akan mampu memilih

pendekatan dan alat yang sesuai. Seluruh proses kemudian diakhiri dengan evaluasi untuk

mengetahui efektivitas pembelajaran8

BAB lll

PENUTUP

[Link]

Berdasarkan pembahasan dalam makalah ini, dapat disimpulkan bahwa komponen-komponen


8 Kemp, J. E., Morrison, G. R., & Ross, S. M. (1994). Designing effective instruction. Merrill.
(Model Kemp adalah salah satu model desain instruksional yang umum).

11
pembelajaran merupakan unsur penting yang saling berkaitan dan menentukan keberhasilan proses

pembelajaran. Komponen-komponen tersebut meliputi tujuan pembelajaran, peserta didik, pendidik, materi

pembelajaran, metode, media, serta evaluasi. Masing-masing komponen memiliki peran tersendiri namun

tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Dengan pengelolaan yang baik terhadap semua komponen ini, proses

pembelajaran dapat berlangsung secara efektif, efisien,dan menyenangkan

[Link]

Makalah ini diharapkan bisa menjadi dasar awal dalam memahami dan meneliti lebih lanjut tentang

pengaruh tiap komponen pembelajaran terhadap kualitas pendidikan.

12
DAFTAR PUSTAKA

Anderson, R. C. (1977). The notion of schemata and the educational enterprise. In


R. C. Anderson, R. J. Spiro, & W. E. Montague (Eds.), Schooling and the
acquisition of knowledge. Hillsdale, NJ: Erlbaum.

Djamarah, S. B., & Zain, A. (2013). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka
Cipta.

Dimyati, & Mudjiono. (2010). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

13
Hamalik, O. (2015). Proses Belajar Mengajar. Bandung: Bumi Aksara. (Referensi
lokal tentang proses belajar mengajar yang mencakup elemen-elemen
pembelajaran).

Hosnan, M. (2014). Pendekatan Saintifik dan Kontekstual dalam Pembelajaran


Abad 21. Bogor: Ghalia Indonesia.

Ibrahim, M. (2012). Model Pembelajaran Inovatif. Surabaya: Unesa University


Press.

Kemp, J. E., Morrison, G. R., & Ross, S. M. (1994). Designing effective


instruction. Merrill. (Model Kemp adalah salah satu model desain
instruksional yang umum).

Mulyasa, E. (2013). Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013.


Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nana Sudjana. (2014). Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar


Baru Algensindo.

Nasution, S. (2011). Didaktik Asas-asas Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.

Rusman. (2017). Model-model Pembelajaran: Mengembangkan Profesionalisme


Guru. Jakarta: Rajawali Pers.

Sanjaya, W. (2010). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses


Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Sardiman, A. M. (2012). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta:


Rajawali Pers.

Suyanto, & Asep Jihad. (2013). Menjadi Guru Profesional: Strategi Meningkatkan
Kualifikasi dan Kualitas Guru di Era Global. Jakarta: Erlangga.

Trianto. (2014). Desain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta: Kencana

14
15

Anda mungkin juga menyukai