Makalah
STRATEGI PEMBELAJARAN
Tentang
KOMPONEN-KOMPONEN SISTEM
PEMBELAJARAN
Disusun oleh :
Kelompok 13
ZAHROTU M. MUFIDAH : 2301203001
Dosen Pengampu :
DR Firdaus Thahar, [Link]
PRODI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH
YAYASAN PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN
SOLOK NAN INDAH (YP3SNI)
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI)
1446 H / 2025 M
KATA PENGANTAR
Bismillaahirrahmanirrrohim,
Puji syukur kehadiran Allah Yang Maha Esa atas petunjuk, rahmat, dan
hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan strategi pembelajaran yang berjudul
“komponen-komponen sistem pembelajaran”.
Sholawat serta salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada junjungan
Nabi Muhammad SAW, pemimpin para Nabi dan panutan bagi umat Islam di
dunia yang beriman dan bertaqwa, begitu juga dengan para keluarga dan sahabat
yang telah membawa kita dari zaman kegelapan menuju zaman terang-benderang.
serta kepada pengemban risalah mulia yang selalu mengikuti metode serta langka
beliau yang menjadikan, “Al-Quran’ sebagai pedoman sekaligus sumber hukum.
Penulis sadar bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena
itu kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan, demi
kesempurnaan karya ilmiah yang akan datang. Semoga amal kebaikan dan
aktivitas yang akan kita lakukan selalu ada dalam rahmat dan ampunan-Nya,
Aamiin.
Solok, 5 mei 2025
Pemakalah
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.......................................................................................................i
DAFTAR ISI......................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN..................................................................................................1
A. Latar Belakang.........................................................................................................1
B. Rumusan Masalah....................................................................................................1
C. Tujuan......................................................................................................................1
BAB II PEMBAHASAN...................................................................................................2
A. Pengertian komponen pembelajaran........................................................................2
B. Komponen- komponen pembelajaran......................................................................4
C . Hubungan antar komponen pembelajaran.................................................................4
BAB III PENUTUP..........................................................................................................6
A. Kesimpulan..............................................................................................................6
B. Saran .......................................................................................................................6
DAFTAR PUSTAKA ..............................................................................................8
ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pembelajaran sama artinya dengan kegiatan mengajar. Kegiatan mengajar
dilakukan oleh guru untuk menyampaikan pengetahuan kepada siswa.
Pembelajaran merupakan suatu sistem, yang terdiri dari berbagai komponen
yang saling berhubungan satu dengan yang lain. Komponen tersebut meliputi:
kurikulum, guru, siswa, materi, metode, media dan evaluasi. Pelaksanaan
pembelajaran adalah operasionalisasi dari perencanaan pembelajaran, sehingga
tidak lepas dari perencanaan pengajaran / pembelajaran yang sudah dibuat.
Oleh karenanya dalam pelaksanaannya akan sangat tergantung pada
bagaimana perencanaan pengajaran sebagai operasionalisasi dari sebuah
kurikulum.
Setelah membahas mengenai pengertian pengeloalaan pembelajaran,
timbulah pemikiran tentang ha-hal apakah yang terdapat dalam proses
pembelajaran. Perhatian pada proses terjadinya pembelajaran mengarahkan
pada pemikiran tentang komponen-komponen pembelajaran. Berikut akan
diuraikan satu persatu komponen-komponen tersebut.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian komponen pembelajaran?
2. Apa saja Komponen- komponen pembelajaran?
3. Apa Hubungan antar komponen pembelajaran?
C. Tujuan
1. Mengetahui pengertian komponen pembelajaran
2. Mengetahui Apa saja Komponen- komponen pembelajaran
3. Mengetahui hubungan antar komponen pembelajaran
1
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian komponen pembelajaran
Komponen merupakan bagian dari suatu sistem yang memiliki peran dalam
keseluruhan berlangsungnya suatu proses pembelajaran. Komponen pendidikan
berarti bagian-bagian dari sistem proses pendidikan, yang menentukan berhasil
atau tidaknya proses pendidikan. Bahkan dapat dikatakan bahwa untuk
berlangsungnya proses kerja pendidikan diperlukan keberadaan komponen-
komponen tersebut.
Jadi dapat disimpulkan bahwa komponen pembelajaran adalah kumpulan
dari beberapa item yang saling berhubungan satu sama lain yang merupakan hal
penting dalam proses belajar mengajar.
B. Komponen komponen pembelajaran
Komponen-komponen yang memungkinkan terjadinya proses
pendidikan atau terlaksananya proses mendidik terdiri dari 8
komponen. Berikut akan kami uraikan satu persatu komponen-
komponen tersebut.
A. Tujuan pendidikan
Tingkah laku manusia, secara sadar maupun tidak sadar tentu berarah
pada tujuan. Demikian juga halnya tingkah laku manusia yang bersifat
dan bernilai pendidikan. Keharusan terdapatnya tujuan pada tindakan
pendidikan didasari pada ilmu pendidikan yang normatif dan praktis.
Sebagai ilmu pengetahuan normatif, ilmu pendidikan merumuskan
kaidah-kaidah, norma-norma atau ukuran tingkah laku perbuatan yang
1
sebenarnya dilaksanakan oleh manusia.
1 Anderson, R. C. (1977). The notion of schemata and the educational enterprise. In R. C.
Anderson, R. J. Spiro, & W. E. Montague (Eds.), Schooling and the acquisition of knowledge.
Hillsdale, NJ: Erlbaum.
2
Sebagai ilmu pengetahuan praktis, tugas pendidikan atau pendidik
maupun guru ialah menanamkan sistem-sistem norma tingkah laku
perbuatan yang didasarkan kepada dasar-dasar filsafat yang dijunjung
oleh lembaga pendidikan dan pendidik dalam suatu
masyarakat.
B . peserta didik
Siswa atau Murid biasanya digunakan untuk seseorang yang mengikuti
suatu program pendidikan di sekolah atau lembaga pendidikan lainnya, di bawah
bimbingan seorang atau beberapa guru. Dalam konteks keagamaan murid
digunakan sebagai sebutan bagi seseorang yang mengikuti bimbingan seorang
tokoh bijaksana. Meskipun demikian, siswa jangan selalu dianggap sebagai objek
belajar yang tidak tahu apa-apa. Ia memiliki latar belakang, minat, dan kebutuhan
serta kemampuan yang berbeda. Bagi siswa, sebagai dampak pengiring (nurturent
effect) berupa terapan pengetahuan atau kemampuan di bidang lain sebagai suatu
transfer belajar yang akan membantu perkembangan mereka mencapai keutuhan
dan kemandirian.
Perkembangan konsep pendidikan yang tidak hanya terbatas pada usia
sekolah saja memberikan konsekuensi pada pengertian peserta didik. Kalau dulu
orang mengasumsikan peserta didik terdiri dari anak-anak pada usia sekolah,
maka sekarang peserta didik dimungkinkan termasuk juga didalamnya orang
dewasa.2
2 Arends, R. I. (2012). Learning to Teach. New York: McGraw-Hill Education.
3
Sehubungan dengan persoalan anak didik disekolah Amstrong (1981)
mengemukakanbeberapa persoalan anak didik yang harus dipertimbangkan 3 4
dalam pendidikan. Persoalan tersebut mencakup apakah latar belakang budaya
masyarakat peserta didik? Bagaimana tingkat kemampuan anak didik?
Hambatan-hambatan apakah yang dirasakan anak didik disekolah? Dan
bagaimana penguasaan anak didik disekolah? Berdasarkan persoalan tersebut
perlu diciptakan pendidikan yang memperhatikan perbedaan individual, perhatian
khusus pada anak yang memiliki kelainan, dan penanaman sikap dan tanggung
jawab pada anak didik.
C. Guru atau pendidik di sekolah
Kata Guru berasal dari bahasa Sansekerta “guru” yang juga berarti guru, tetapi arti
harfiahnya adalah “berat” yaitu seorang pengajar suatu ilmu. Dalam bahasa
Indonesia, guru umumnya merujuk pendidik profesional dengan tugas utama
mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi
peserta didik.
Guru sebagai pendidik disekolah yang secara langsung maupun tidak langsung
mendapat tugas dari orang tua atau masyarakat untuk melaksanakan pendidikan.
Karena itu kedudukan guru sebagai pendidik dituntut memenuhi persyaratan-
persyaratan baik persyaratan pribadi maupun persyaratan jabatan.
Di dalam masyarakat, dari yang paling terbelakang sampai yang
paling maju, guru memegang peranan penting. Guru merupakan satu
diantara pembentuk-pembentuk utama calon warga masyarakat.
Peranan guru tidak hanya terbatas sebagai pengajar (penyampai ilmu
pengetahuan), tetapi juga sebagai pembimbing, pengembang, dan
3
4 Carroll, J. M. (1990). The Nurnberg Funnel: Designing Minimalist Instruction for Practical
Computer Skill. Cambridge, MA: MIT Press. (Meskipun judul spesifik tentang komputer, prinsip-
prinsip minimalist instruction relevan dengan desain pembelajaran secara umum).
4
pengelola kegiatan pembelajaran yang dapat memfasilitasi kegiatan
belajar siswa dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan
[Link] pelajaran
Isi atau konten yang disampaikan kepada peserta didik selama proses pembelajaran.
Materi disusun berdasarkan kurikulum dan disesuaikan dengan tujuan serta karakteristik
peserta [Link] pelajaran ini Sebagai medium untuk mencapai tujuan
[Link] harus relevan, akurat, terstruktur, dan disajikan secara menarik agar
mudah dipahami peserta didik
Contohnya: .Mata Pelajaran: IPA
Materi: Mengenal bagian-bagian tumbuhan dan fungsinya. (Contoh materi bisa berupa
teks, gambar, atau video tentang akar, batang, daun, bunga, dan buah).
Mata Pelajaran: IPS
Materi: Keragaman budaya di Indonesia. (Contoh materi bisa meliputi tarian daerah,
pakaian adat, makanan khas, dan rumah adat dari berbagai provinsi).
.5
[Link] Pembelajaran
Cara atau strategi yang digunakan pendidik untuk menyampaikan materi
5 Dimyati, & Mudjiono. (2010). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
5
pembelajaran agar tujuan tercapai secara efektif dan [Link] pembelajaran
ini: Menjadi jembatan antara materi dan peserta didik. Pemilihan metode yang
tepat dapat meningkatkan keterlibatan, motivasi, dan pemahaman peserta didik.
Contohnya:
Metode Ceramah: Guru menjelaskan tentang sejarah kemerdekaan
Indonesia.
Metode Diskusi Kelompok: Siswa bekerja sama untuk memecahkan soal
matematika atau membahas sebuah topik dalam pelajaran PPKn.
[Link] Pembelajaran
Alat atau sarana yang digunakan untuk membantu proses penyampaian materi
pembelajaran. Media pembelajaran ini Memvisualisasikan konsep abstrak,
meningkatkan minat belajar, dan mempermudah pemahaman peserta didik. Media
dapat berupa media cetak, audio, visual, audio-visual, hingga multimedia interaktif.
Contohnya :
Visual: Papan tulis, buku teks, gambar, poster, peta, flashcard.
Audio: Rekaman suara cerita, lagu anak-anak
Audiovisual: Video edukasi tentang siklus air, film pendek tentang
keanekaragaman hayati.
Multimedia: Aplikasi interaktif di tablet atau komputer, presentasi
PowerPoint dengan animasi.
[Link] pembelajaran aran
6
Proses sistematis untuk mengukur tingkat keberhasilan pembelajaran, baik dari
sisi pencapaian tujuan oleh peserta didik maupun efektivitas proses yang telah
dilaksanakan. Evaluasi pembelajaran ini Memberikan umpan balik bagi pendidik
dan peserta didik. Hasil evaluasi digunakan untuk mengetahui kekuatan dan
kelemahan pembelajaran, serta menjadi dasar untuk perbaikan di masa mendatang.
Contoh: Evaluasi Formatif (Kuis harian/mingguan): Setelah mempelajari bab baru
tentang “Sistem Pencernaan”, guru memberikan kuis singkat untuk mengecek
pemahaman awal siswa.
Evaluasi Sumatif (Ujian Akhir Semester): Di akhir semester, siswa mengerjakan soal-soal
yang mencakup seluruh materi untuk mengukur pencapaian tujuan pembelajaran secara
keseluruhan.
Evaluasi Proyek: Dalam pelajaran Seni Budaya, siswa membuat patung dari tanah liat,
dan hasilnya dievaluasi berdasarkan kriteria kreativitas, kerapian,
dan kesesuaian dengan tema.6
[Link] tua dan lingkungan masyaraka
Kedudukan orang tua sebagai pendidik, merupakan pendidik yang kodrati
lingkungan keluarga. Arinya orang tua sebagai pendidik utama dan
berlandaskan pada cinta-kasih keluarga atau anak yang lahir dari lingkungan
keluarga mereka.
Selain orang tua dan guru, pemimpin masyarakat dan pemimpin keagamaan merupakan
pendidik juga. Peran pemimpin masyarakat menjadi pendidik didasarkan pada aktifitas
6 Dimyati, & Mudjiono. (2010). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka
Cipta.
7
pemimpin dalam mengadakan pembinaan atau bimbingan. Pemimpin keagamaan sebagai
pendidik, tampak pada aktifitas kerohanian manusia.
I .Interaksi edukatif pendidik dan anak didik
Proses pendidikan bisa terjadi apabila terdapat interaksi antara
komponen-komponen pendidikan. Terutama interaksi antara pendidik dan
anak didik. Interaksi pendidik dengan anak didik dalam rangka mencapai
tujuan pendidikan yang diinginkan. Tindakan yang dilakukan pendidik
dalam interaksi tersebut mungkin berupa tindakan berdasarkan kewibawaan,
tindakan berupa alat pendidikan, dan metode pendidikan.
Metode pembelajaran adalah cara yang dapat dilakukan untuk
membantu proses belajar-mengajar agar berjalan dengan baik, metode-
metode tersebut antara lain :
A. Metode Ceramah
Metode ceramah yaitu sebuah metode mengajar dengan menyampaikan informasi
dan pengetahuan secara lisan kepada sejumlah siswa yang pada umumnya mengikuti
secara pasif.
B. Metode Tanya Jawab
Metode Tanya jawab adalah suatu metode dimana guru menggunakan atau memberi
pertanyaan kepada murid dan murid menjawab, atau sebaliknya murid bertanya pada
guru dan guru menjawab pertanyaan murid itu .
C. Metode Diskusi
Metode diskusi dapat diartikan sebagai siasat “penyampaian” bahan ajar yang
8
melibatkan peserta didik untuk membicarakan dan menemukan alternatif pemecahan
suatu topik bahasan yang bersifat problematis.
D. Metode Demonstrasi
Metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang,
kejadian, aturan, dan urutan melakukan suatu kegiatan, baik secara langsung
maupun melalui penggunaan media pembelajaran yang relevan dengan pokok
bahasan atau materi yang sedang disajikan.
E. Metode Eksperimen
Metode eksperimen adalah metode atau cara di mana guru dan murid bersama-sama
mengerjakan sesuatu latihan atau percobaan untuk mengetahui pengaruh atau akibat
dari sesuatu aksi.
[Link] pendidikan
Isi pendidikan memiliki kaitan yang erat dengan tujuan pendidikan. Untuk mencapai
tujuan pendidikan perlu disampaikan kepada peserta didik isi yang biasanya disebut
kurikulum dalam pendidikan formal. kurikulum mengandung arti sejumlah
pengetahuan atau mata pelajaran yang harus ditempuh atau diselesaikan siswa guna
mencapai suatu tingkatan atau ijazah. Pengertian kurikulum secara luas tidak hanya
berupa mata pelajaran atau bidang studi dan kegiatan-kegiatan belajar siswa saja,
tetapi juga segala sesuatu yang berpengaruh terhadap pembentukan pribadi siswa
sesuai dengan tujuan pendidikan yang diharapkan. Misalnya fasilitas kampus,
lingkungan yang aman, suasana keakraban dalam proses belajar mengajar, media
dan sumber-sumber belajar yang memadai. Selain kurikilum materi pun merupakan
salah satu isi dari pendidikan dan juga merupakan salah satu faktor penentu
keterlibatan siswa.7
7 Ibrahim, M. (2012). Model Pembelajaran Inovatif. Surabaya: Unesa University Press.
9
[Link] antar komponen pembelajaran
Dari semua komponen pembelajaran, antara komponen yang satu
dengan yang lain memiliki hubungan saling keterkaitan. Guru sebagai ujung
tombak pelaksanaan pendidikan di lapangan, sangat menentukan
keberhasilan dalam mencapai tujuan pendidikan. Tidak hanya berfungsi
sebagai pelaksana kurikulum, guru juga sebagai pengembang kurikulum.
Bagi guru, memahami kurikulum merupakan suatu hal yang mutlak.
Setelah guru mempelajari kurikulum yang berlaku, selanjutnya
membuat suatu desain pembelajaran dengan mempertimbangkan
kemampuan awal siswa (entering behavior), tujuan yang hendak dicapai,
teori belajar dan pembelajaran, karakteristik bahan yang akan diajarkan,
metode dan media atau sumber belajar yang akan digunakan, dan unsur-
unsur lainnya sebagai penunjang. Setelah desain dibuat, kemudian KBM
atau pembelajaran dilakukan. Dalam hal ini ada dua kegiatan utama, yaitu
guru bertindak mengajar dan siswa bertindak belajar. Kedua kegiatan
tersebut berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan.
Pada akhirnya implementasi pembelajaran itu akan menghasilkan suatu
hasil belajar. Hasil ini akan memberikan dampak bagi guru dan siswa.
Bagi setiap guru, dituntut untuk memehami masing-masing metode
secara baik. Dengan pemilihan dan penggunaan metode yang tepat untuk
setiap unit materi pelajaran yang diberikan kepada siswa,maka akan
meningkatkan proses interaksi belajar-mengajar. Siswa juga akan
memperoleh hasil belajar yang efektif dan mendapatkan kesempatan belajar
10
yang seluas-luasnya. Jika ada salah satu komponen pembelajaran yang
bermasalah, maka proses belajar mengajar tidak dapat berjalan baik .
Jadi Semua komponen pembelajaran saling berhubungan dan tidak dapat dipisahkan.
Misalnya, tujuan pembelajaran menentukan materi apa yang harus diajarkan. Materi dan
tujuan akan mempengaruhi metode dan media yang digunakan. Pemilihan metode harus
disesuaikan dengan karakteristik siswa. Guru yang profesional akan mampu memilih
pendekatan dan alat yang sesuai. Seluruh proses kemudian diakhiri dengan evaluasi untuk
mengetahui efektivitas [Link] satu komponen tidak sesuai, maka seluruh
proses pembelajaran bisa terganggu. Misalnya, tujuan sudah tepat tetapi metode yang
digunakan tidak sesuai, maka siswa akan kesulitan memahami materi.
Jadi Semua komponen pembelajaran saling berhubungan dan tidak dapat dipisahkan.
Misalnya, tujuan pembelajaran menentukan materi apa yang harus diajarkan. Materi dan
tujuan akan mempengaruhi metode dan media yang digunakan. Pemilihan metode harus
disesuaikan dengan karakteristik siswa. Guru yang profesional akan mampu memilih
pendekatan dan alat yang sesuai. Seluruh proses kemudian diakhiri dengan evaluasi untuk
mengetahui efektivitas pembelajaran8
BAB lll
PENUTUP
[Link]
Berdasarkan pembahasan dalam makalah ini, dapat disimpulkan bahwa komponen-komponen
8 Kemp, J. E., Morrison, G. R., & Ross, S. M. (1994). Designing effective instruction. Merrill.
(Model Kemp adalah salah satu model desain instruksional yang umum).
11
pembelajaran merupakan unsur penting yang saling berkaitan dan menentukan keberhasilan proses
pembelajaran. Komponen-komponen tersebut meliputi tujuan pembelajaran, peserta didik, pendidik, materi
pembelajaran, metode, media, serta evaluasi. Masing-masing komponen memiliki peran tersendiri namun
tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Dengan pengelolaan yang baik terhadap semua komponen ini, proses
pembelajaran dapat berlangsung secara efektif, efisien,dan menyenangkan
[Link]
Makalah ini diharapkan bisa menjadi dasar awal dalam memahami dan meneliti lebih lanjut tentang
pengaruh tiap komponen pembelajaran terhadap kualitas pendidikan.
12
DAFTAR PUSTAKA
Anderson, R. C. (1977). The notion of schemata and the educational enterprise. In
R. C. Anderson, R. J. Spiro, & W. E. Montague (Eds.), Schooling and the
acquisition of knowledge. Hillsdale, NJ: Erlbaum.
Djamarah, S. B., & Zain, A. (2013). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka
Cipta.
Dimyati, & Mudjiono. (2010). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
13
Hamalik, O. (2015). Proses Belajar Mengajar. Bandung: Bumi Aksara. (Referensi
lokal tentang proses belajar mengajar yang mencakup elemen-elemen
pembelajaran).
Hosnan, M. (2014). Pendekatan Saintifik dan Kontekstual dalam Pembelajaran
Abad 21. Bogor: Ghalia Indonesia.
Ibrahim, M. (2012). Model Pembelajaran Inovatif. Surabaya: Unesa University
Press.
Kemp, J. E., Morrison, G. R., & Ross, S. M. (1994). Designing effective
instruction. Merrill. (Model Kemp adalah salah satu model desain
instruksional yang umum).
Mulyasa, E. (2013). Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013.
Bandung: Remaja Rosdakarya.
Nana Sudjana. (2014). Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar
Baru Algensindo.
Nasution, S. (2011). Didaktik Asas-asas Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.
Rusman. (2017). Model-model Pembelajaran: Mengembangkan Profesionalisme
Guru. Jakarta: Rajawali Pers.
Sanjaya, W. (2010). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses
Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Sardiman, A. M. (2012). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta:
Rajawali Pers.
Suyanto, & Asep Jihad. (2013). Menjadi Guru Profesional: Strategi Meningkatkan
Kualifikasi dan Kualitas Guru di Era Global. Jakarta: Erlangga.
Trianto. (2014). Desain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta: Kencana
14
15