0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan21 halaman

Desain Balok Segiempat Bertulangan Rangkap

Dokumen ini membahas desain balok segiempat bertulangan rangkap dalam teknik sipil, termasuk perhitungan momen nominal, kapasitas momen, dan luas tulangan yang diperlukan. Contoh soal diberikan untuk ilustrasi perhitungan momen ultimit dan tulangan yang diperlukan, serta pembatasan rasio tulangan baja. Metode analisis dan langkah-langkah perhitungan dijelaskan secara rinci untuk memastikan kekuatan dan keamanan struktur balok.

Diunggah oleh

selvia.230110165
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan21 halaman

Desain Balok Segiempat Bertulangan Rangkap

Dokumen ini membahas desain balok segiempat bertulangan rangkap dalam teknik sipil, termasuk perhitungan momen nominal, kapasitas momen, dan luas tulangan yang diperlukan. Contoh soal diberikan untuk ilustrasi perhitungan momen ultimit dan tulangan yang diperlukan, serta pembatasan rasio tulangan baja. Metode analisis dan langkah-langkah perhitungan dijelaskan secara rinci untuk memastikan kekuatan dan keamanan struktur balok.

Diunggah oleh

selvia.230110165
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

LENTUR PADA BALOK PERSEGI

(Tulangan Rangkap)

Jurusan Teknik Sipil


Fakultas Teknik
Universitas Malikussaleh
1
KONSEP DESAIN BALOK SEGIEMPAT
BERTULANGAN RANGKAP
(Doubly Reinforced Section)

Momen Ultimit
Akibat beban
berfaktor hasil Perbesar
Analisis Struktur dimensi --- h

Mu Mn1 < Mn
As1 Menambah
Tulangan Tekan

Mn1 > Mn = Mu/ Cukup


Tulangan Tunggal
Kapasitas Momen
Nominal dgn
tulangan tunggal
maksimum

2
DESAIN BALOK SEGIEMPAT BERTULANGAN
RANGKAP (Doubly Reinforced Section)

3
Desain Balok Bertulangan Rangkap

a. Tentukan Momen Nominal Maksimum (Mn1)


 600 
Hitung : k maks 
 0,75 k b  0,75   1  
 600  f y 
 
Hitung kapasitas momen Mn1:
Mn1 = 0,[Link]’.[Link] . (1 - ½.kmaks )

Tentukan tulangan As1 untuk memikul Mn1


M n1
A s1 
 k maks 
f y  d  1  
 2 

4
b. Menghitung Tulangan Rangkap

Hitung selisih momen: Mn2 = M = Mn – Mn1


 Jika Mn2 > 0 diperlukan tulangan rangkap
 Jika tulangan rangkap diperlukan, maka harus
ada tulangan tekan
 Jika Mn2 < 0 cukup dipakai tulangan tunggal

c. Jika diperlukan tulangan rangkap


Mn
L uas t ula ngan t ek an : A s '  2

d  d '  f y '
Luas Total Tulangan Tarik :
As2  As '  Ast  As1  As2
Mn Mn2
Ast  1

 k  (d  d') f y '
f y  d 1 maks 
 2 
5
d. Pembatasan rasio tulangan baja

 Tulangan tekan belum leleh, fs’ = Es . s’

 s'  cu 
 
k  1  d' d
maka :
k
fs '
maks  0,75. b  '.
fy'

 Tulangan tekan leleh, fs '  fy maka :


  0,75    '
ma ks b

6
Contoh soal 1:
Desainlah balok segiempat dengan momen ultimit
Mu = 290 kN.m, dimensi balok dibatasi b = 25 cm,
h = 50 cm, dan d = 45 cm. Jika semua mutu baja fy
= 400 MPa dan mutu beton fc’ = 25 MPa. Hitung
luas tulangan yg diperlukan.
Penyelesaian:
Hitung momen yg dapat ditahan oleh tulangan
tunggal dgn kondisi rasio tul. maksimum:
1 = 0,85  fc’  30 MPa,  = 0,80 untuk balok yang
menahan lentur.
 600   600 
k maks  0,75       0,75   0,85    0,3825

600  f y  600  400 

1

7
Mn1 = 0,85 . fc’ . b . d2 . kmaks . (1 - ½ . kmaks)
Mn1 = 0,85 . 25 . 250 . 4502 . 0,3825 . (1 - ½ . 0,3825) . (10-6)
= 332,790 kN.m

As1 
Mn1

 
332,790  106
 kmaks   0,3825 
f y  d  1  400  450  1  
 2   2 
 2286 mm2

Hitung selisih momen:


Mn2 = Mn – Mn1 = 290/0,80 – 332,790 = 29,710 kN.m > 0

Mn2 = 29,71 kN.m  perlu tulangan rangkap

8
 Hitung tulangan tekan(asumsi tul. tekan leleh ) :
M n2 29,71. (106 )
As '    185,70 mm 2
d  d ' f y ' (450  50). 400
A s2  A s'  185,70 mm 2

 Hitung luas total tulangan tarik :


Ast = As1 + As2 ; Ast = 2286 + 185,70
= 2471,70 mm2
Maka dipakai:
Tulangan tekan : 3D-10 (As’ = 235,50 mm2)
Tulangan tarik : 6D-25 (Ast = 2946 mm2 )

9
 Check kondisi leleh tula ngan tekan :
As ' 235,50
A s '  235,50 mm   ' 
2   0,0021
b  d 250  450
Ast 2946
A st  2946 mm 2
     0,0262
bd 250  450
 0,85  f c '   600 
  '     1  d ' 
 f  d   600  f 
 y   y 

 0,85  25   600 
0,0262  0,0021       0,85  50
 400  450   600  400 
0,0241  0,0151  tulangan tekan leleh

10
11
Contoh soal 2:
Sebuah balok segiempat diatas 2 tumpuan, bentang L = 8 m,
memikul beban merata terfaktor total (qu) = 62,50 kN/m.
Desainlah tulangan balok untuk menahan momen ultimit
struktur jika dimensi balok dibatasi b = 300 mm, h = 500
mm, fy = 350 MPa, fc’ = 28 MPa., selimut beton 50 mm,
diameter sengkang 8 mm dan jarak min. antar tulangan
utama 20 mm. Diameter baja utk tulangan tekan = 18 mm &
tulangan tarik = 27 mm.

12
Penyelesaian:
Hitung momen nominal akibat beban terfaktor:
1 1
M u   qu  L2   62,50  8 2  500 kN.m
8 8
M u 500
Mn    625 kN.m
 0,80

Hitung titik tangkap tulangan tarik dan tekan


terhadap serat tekan beton:
Asumsi tulangan tarik 1 lapis:
d = h – (ds + s + ½ . t)
d = 500 – (50 + 8 + ½ . 27) = 428,50 mm
Asumsi tulangan tekan 1 lapis:
d’ = ds + s + ½ . t‘
d’ = 50 + 8 + ½ . 18 = 67 mm
13
Hitung Momen yang dapat ditahan oleh
tulangan tunggal (kmaks):
1 = 0,85  fc’  30 MPa
 = 0,80 untuk balok yang menahan lentur
 600   600 

kmaks  0,75    1    0,75   0,85  

600  f y   600  350 

 0,4026
Mn1 = 0,85 . fc’ . b . d2 . kmaks . (1 - ½ . kmaks)
Mn1 = 0,[Link],502 . 0,4026.(1 - ½ . 0,4026).(10-6)
= 421,583 kN.m
M n1 421,583
As1    3519,564 mm 2
f y  d  1 k maks 2 350  428,50  1 0,4026 2

14
 Hitung selisih momen:
Mn2 =Mn – Mn1 = 625 – 421,583 = 203,417 kN.m > 0
Mn2 = 203,417 kN.m (maka perlu tulangan rangkap)

 Hitung tulangan tek an :


M n2 203,417  (106 )
As '    1607,724 mm 2
d  d ' f y ' (429  67)  350
A s2  As '  1607,724 mm 2

15
Hitung luas total tulangan tarik:
Ast = As1 + As2
Ast = 3519,564 + 1607,724 = 5127,288 mm2

Dipakai :
Tulangan tekan : 7D-18 (As’ = 1781,283 mm2)
Tulangan tarik : 9D-27 (Ast = 5152,997 mm2)

16
 Lebar balok dgn. tulangan terpasang (Tekan)
bt  2  d s  2 s  n t '(n 1)  st
bt  2  50  2 8  5 18  (5 1)  20
 286 mm  b  300 mm.....Ok !
 Lebar balok dgn. tulangan terpasang (Tarik)
bt  2  d s  2 s  n t  (n 1)  st
bt  2  50  2 8  318  (3 1)  20
 237 mm  b  300 mm.....Ok !
 Perhitungan Titik Tangkap Tulangan:
Titik Berat Tul. Tekan Thd Serat Tekan
Lapis
1
n
5
As
1272,345
x
67
As.x
85247,12 d' 
 A 'x
s

2 2 508,938 105 53438,49 A ' s

Total 7 1781,283 138685,60  77,857 mm


17
Titik Berat Tulangan Tarik thd. Serat Tekan

Titik Berat Tulangan Tarik thd. Serat Tekan

Lapis n As x As.x

1 3 1717,666 72,0 122813,1


2 3 1717,666 118,5 203543,4
3 3 1717,666 165,5 284273,7
Total 6 5152,997 610630,2

d  A x
 381,50 mm
s

A s

18
 0,85  f c '   600 
  '      d'
 f y d   600  f y  1
   
 0,85  28   600 
0,04502  0,01556    (0,85  77,857)
 350  381,5   600  350 

0,02946  0,02831  tulangan tekan  meleleh

19
ANALISIS BALOK SEGIEMPAT
BERTULANGAN RANGKAP

20
21

Anda mungkin juga menyukai