Fase F (Umumnya untuk Kelas XI dan XII SMA/MA/Program
Paket C)
Pada akhir Fase F, murid memiliki kemampuan sebagai berikut.
1. Menyimak
Mengevaluasi teks nonsastra berbentuk teks aural yang
digunakan dalam konteks sosial, akademis, dan dunia
kerja; dan mengapresiasi teks sastra Indonesia dan teks
sastra dunia berbentuk teks aural dan teks audio.
2. Membaca dan Memirsa
Mengevaluasi berbagai teks yang digunakan dalam konteks
sosial, akademis, dan/atau dunia kerja berbentuk cetak
dan digital; dan mengapresiasi teks sastra Indonesia dan
teks sastra dunia yang dibaca dan dipirsa.
3. Berbicara dan Mempresentasikan
Mempresentasikan berbagai teks dalam konteks sosial,
akademis, dan/atau dunia kerja dalam berbagai media; dan
mempresentasikan teks sastra Indonesia dan teks sastra
dunia dalam bentuk digital atau pertunjukan.
4. Menulis
Menulis berbagai tipe teks dalam konteks sosial, akademis,
dan dunia kerja; memodifikasi teks sastra Indonesia dan
teks sastra dunia ke dalam bentuk multimedia lisan/cetak
atau digital; dan mempublikasikan hasil karya baik di
media cetak maupun digital.
IV.1. CAPAIAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA
A. Rasional
Matematika merupakan ilmu atau pengetahuan tentang belajar
atau berpikir logis yang mendasari perkembangan teknologi
modern dan sangat dibutuhkan dalam kehidupan manusia.
Matematika berkontribusi terhadap pengembangan dan
pemahaman dalam berbagai disiplin ilmu dan menjadi landasan
bagi banyak inovasi saat ini maupun memberikan solusi masa
depan. Matematika dipelajari bukan hanya untuk dipahami,
tetapi juga berperan sebagai alat untuk membangun
pemahaman, melatih cara berpikir, dan menyelesaikan masalah
dalam kehidupan. Belajar matematika dapat meningkatkan
kemampuan murid dalam berpikir logis, analitis, sistematis,
kritis, dan kreatif. Kompetensi tersebut diperlukan agar murid
memiliki kemampuan memperoleh, mengelola, dan
memanfaatkan informasi untuk bertahan hidup pada keadaan
yang selalu berubah, penuh dengan ketidakpastian, dan bersifat
kompetitif.
Mata pelajaran Matematika membekali murid dengan
pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan serta kapasitas
untuk berpikir logis, kritis, dan analitis sehingga mereka belajar
bernalar secara bertahap untuk memahami konsep, prinsip, dan
solusi dalam matematika. Proses ini juga membentuk sikap
positif terhadap matematika dan menumbuhkan nilai-nilai
seperti kemandirian, ketekunan, ketelitian, rasionalitas, serta
kreativitas.
Dengan demikian, mata pelajaran matematika relevan dan
berkontribusi dalam mewujudkan delapan dimensi profil
lulusan, di antaranya untuk mengembangkan kompetensi
penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, dan
komunikasi murid. Materi pembelajaran pada mata pelajaran
Matematika di setiap jenjang pendidikan dikemas melalui
elemen, domain atau bidang kajian Bilangan, Aljabar,
Pengukuran, Geometri, serta Analisis Data dan Peluang.
B. Tujuan
Mata pelajaran Matematika bertujuan untuk membekali murid
agar dapat:
1. memahami materi pembelajaran matematika berupa fakta,
konsep, prinsip, operasi, dan relasi matematis dan
mengaplikasikannya secara luwes, akurat, efisien, dan tepat
dalam pemecahan masalah matematis (pemahaman
matematis dan kecakapan prosedural);
2. menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan
manipulasi matematis dalam membuat generalisasi,
menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan
pernyataan matematika (penalaran dan pembuktian
matematis);
3. memecahkan masalah yang meliputi kemampuan
memahami masalah, merancang model matematis,
menyelesaikan model atau menafsirkan solusi yang
diperoleh (pemecahan masalah matematis);
4. mengomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram,
atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah,
serta menyajikan suatu situasi ke dalam simbol atau model
matematis (komunikasi dan representasi matematis);
5. mengaitkan materi pembelajaran matematika berupa fakta,
konsep, prinsip, operasi, dan relasi matematis pada suatu
bidang kajian, lintas bidang kajian, lintas bidang ilmu, dan
dengan kehidupan (koneksi matematis); dan
6. memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam
kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan
minat dalam mempelajari matematika, serta sikap kreatif,
sabar, mandiri, tekun, terbuka, tangguh, ulet, dan percaya
diri dalam pemecahan masalah (disposisi matematis).
C. Karakteristik
Mata pelajaran Matematika diorganisasikan dalam lingkup lima
elemen konten dan lima elemen proses.
1. Elemen konten dalam mata pelajaran Matematika terkait
dengan pandangan bahwa matematika sebagai materi
pembelajaran (subject matter) yang harus dipahami murid.
Pemahaman matematis terkait erat dengan pembentukan
alur pemahaman terhadap materi pembelajaran matematika
berupa fakta, konsep, prinsip, operasi, dan relasi yang
bersifat formal-universal.
Elemen dan deskripsi elemen konten mata pelajaran Matematika
adalah sebagai berikut.
Elemen Deskripsi
Bilangan Bidang kajian Bilangan membahas
tentang angka sebagai simbol
bilangan, konsep bilangan, operasi
hitung bilangan, dan relasi antara
berbagai operasi hitung bilangan
dalam sub-elemen representasi visual,
Elemen Deskripsi
sifat urutan, dan operasi.
Aljabar Bidang kajian Aljabar membahas
tentang aljabar non-formal dalam
bentuk simbol gambar sampai dengan
aljabar formal dalam bentuk simbol
huruf yang mewakili bilangan tertentu
dalam sub-elemen persamaan dan
pertidaksamaan, relasi dan pola
bilangan, serta rasio dan proporsi.
Pengukuran Bidang kajian Pengukuran membahas
tentang besaran-besaran pengukuran,
cara mengukur besaran tertentu, dan
membuktikan prinsip atau teorema
terkait besaran tertentu dalam
sub-elemen pengukuran besaran
geometris dan non-geometris.
Geometri Bidang kajian Geometri membahas
tentang berbagai bentuk bangun datar
dan bangun ruang serta ciri-cirinya
dalam sub-elemen geometri datar dan
geometri ruang.
Analisis Data Bidang kajian Analisis Data dan
dan Peluang Peluang membahas tentang pengertian
data, jenis-jenis data, pengolahan data
dalam berbagai bentuk representasi,
dan analisis data kuantitatif terkait
pemusatan dan penyebaran data serta
peluang munculnya suatu data atau
kejadian tertentu dalam sub-elemen
data dan representasinya, serta
ketidakpastian dan peluang.
2. Elemen proses dalam mata pelajaran Matematika, terkait
dengan pandangan bahwa matematika sebagai alat
konseptual untuk mengkonstruksi dan merekonstruksi
materi pembelajaran matematika berupa aktivitas mental
yang membentuk alur berpikir dan alur pemahaman yang
dapat mengembangkan kecakapan matematika berikut.
Elemen Deskripsi
Penalaran dan Penalaran terkait dengan proses
Pembuktian penggunaan pola hubungan dalam
Matematis menganalisis situasi untuk
menyusun serta menyelidiki praduga.
Pembuktian matematis terkait proses
membuktikan kebenaran suatu
prinsip, rumus, atau teorema
tertentu.
Pemecahan Masalah Pemecahan masalah matematis
Matematis terkait dengan proses penyelesaian
masalah matematis atau masalah
sehari-hari dengan cara menerapkan
dan mengadaptasi berbagai strategi
yang efektif. Proses ini juga
mencakup konstruksi dan
rekonstruksi pemahaman
matematika melalui pemecahan
masalah.
Komunikasi Komunikasi matematis terkait
dengan pembentukan alur
pemahaman materi pembelajaran
matematika melalui cara
mengomunikasikan pemikiran
matematis menggunakan bahasa
matematis yang tepat. Komunikasi
matematis juga mencakup proses
menganalisis dan mengevaluasi
pemikiran matematis orang lain.
Representasi Representasi matematis terkait
Matematis dengan proses membuat dan
menggunakan simbol, tabel, diagram,
atau bentuk lain untuk
mengomunikasikan gagasan dan
Elemen Deskripsi
pemodelan matematika. Proses ini
juga mencakup fleksibilitas dalam
mengubah dari satu bentuk
representasi ke bentuk representasi
lainnya, dan memilih representasi
yang paling sesuai untuk
memecahkan masalah.
Koneksi Matematis Koneksi matematis terkait dengan
proses mengaitkan antara materi
pembelajaran matematika pada
suatu bidang kajian, lintas bidang
kajian, lintas bidang ilmu, dan
dengan kehidupan.
D. Capaian Pembelajaran
1. Fase A (Umumnya untuk Kelas I dan II SD/MI/Program
Paket A)
Pada akhir Fase A, murid memiliki kemampuan sebagai
berikut.
1.1. Bilangan
Menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi
bilangan (number sense) pada bilangan cacah
sampai 100; membaca, menulis, menentukan
nilai tempat, membandingkan, mengurutkan,
serta melakukan komposisi (menyusun) dan
dekomposisi (mengurai) bilangan; melakukan
operasi penjumlahan dan pengurangan
menggunakan benda-benda konkret yang
banyaknya sampai 20; dan menunjukkan
pemahaman pecahan sebagai bagian dari
keseluruhan melalui konteks membagi sebuah
benda atau kumpulan benda sama banyak
(pecahan yang diperkenalkan adalah setengah
dan seperempat).
1.2. Aljabar
Menunjukan pemahaman makna simbol
matematika "=" dalam suatu kalimat matematika
yang terkait dengan penjumlahan dan
pengurangan bilangan cacah sampai 20
menggunakan gambar. Contoh:
Murid dapat mengenali, meniru, dan
melanjutkan pola bukan bilangan (misalnya,
gambar, warna, bunyi/suara).
1.3. Pengukuran
Membandingkan panjang dan berat benda
secara langsung, dan membandingkan durasi
waktu; mengukur dan mengestimasi panjang
dan berat benda menggunakan satuan tidak
baku.
1.4. Geometri
Mengenal berbagai bangun datar (segitiga,
segiempat, segi banyak, lingkaran) dan bangun
ruang (balok, kubus, kerucut, dan bola);
melakukan komposisi (penyusunan) dan
dekomposisi (penguraian) suatu bangun datar
(segitiga, segiempat, dan segi banyak); dan
menentukan posisi benda terhadap benda lain
(kanan, kiri, depan belakang, bawah, atas).
1.5. Analisis Data dan Peluang
Mengurutkan, menyortir, mengelompokkan,
membandingkan, dan menyajikan data dari
banyak benda dengan menggunakan turus dan
piktogram paling banyak 4 kategori.
2. Fase B (Umumnya untuk Kelas III dan IV
SD/MI/Program Paket A)
Pada akhir Fase B, murid memiliki kemampuan sebagai
berikut.
2.1. Bilangan
Memiliki pemahaman dan intuisi bilangan
(number sense) pada bilangan cacah sampai
10.000; membaca, menulis, membandingkan,
dan mengurutkan bilangan; menentukan dan
menggunakan nilai tempat; melakukan
komposisi dan dekomposisi bilangan cacah
sampai 10.000.
Murid dapat melakukan dan menyelesaikan
masalah operasi bilangan penjumlahan dan
pengurangan bilangan cacah sampai 1.000;
melakukan dan menyelesaikan masalah operasi
perkalian dan pembagian bilangan cacah sampai
100 dengan bantuan benda konkret, gambar dan
simbol; mengenal kelipatan dan faktor.
Murid dapat melakukan perbandingan dan
pengurutan pecahan dengan pembilang satu dan
antar pecahan dengan penyebut yang sama;
mengenal dan dapat menerapkan pecahan
senilai, memiliki intuisi pecahan dan desimal,
serta dapat menentukan pecahan sebagai
desimal dan persen.
2.2. Aljabar
Menemukan nilai yang tidak diketahui dalam
kalimat matematika yang melibatkan
penjumlahan dan pengurangan pada bilangan
cacah sampai 100, dengan menggunakan
sifat-sifat bilangan dan operasinya.
Murid dapat mengidentifikasi, meniru, dan
mengembangkan pola gambar atau objek
sederhana dan pola bilangan membesar dan
mengecil yang dapat melibatkan penjumlahan
dan pengurangan pada bilangan cacah sampai
100.
2.3. Pengukuran
Mengukur panjang dan berat benda
menggunakan satuan baku; menentukan
hubungan antar-satuan baku panjang (cm, m)
dan antar-satuan berat (g, kg); serta mengukur
dan mengestimasi luas dan volume
menggunakan satuan tidak baku dan satuan
baku berupa bilangan cacah.
2.4. Geometri
Mendeskripsikan ciri berbagai bentuk bangun
datar (segiempat, segitiga, segi banyak);
menyusun (komposisi) dan mengurai
(dekomposisi) berbagai bangun datar dengan
lebih dari satu cara jika memungkinkan.
2.5. Analisis Data dan Peluang
Mengurutkan, membandingkan, menyajikan,
menganalisis dan menginterpretasi data dalam
bentuk tabel, diagram gambar, piktogram, dan
diagram batang (skala satu satuan).
3. Fase C (Umumnya untuk Kelas V dan VI SD/MI/Program
Paket A)
Pada akhir Fase C, murid memiliki kemampuan sebagai
berikut.
3.1. Bilangan
Menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan
(number sense) pada bilangan cacah sampai
1.000.000; membaca, menulis, menentukan nilai
tempat, membandingkan, mengurutkan,
melakukan komposisi dan dekomposisi bilangan;
menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan
uang; melakukan operasi penjumlahan,
pengurangan, perkalian, dan pembagian
bilangan cacah sampai 100.000; serta
menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan
KPK dan FPB.
Murid dapat membandingkan dan mengurutkan
berbagai pecahan termasuk pecahan campuran,
melakukan operasi penjumlahan dan
pengurangan pecahan, serta melakukan operasi
perkalian dan pembagian pecahan dengan
bilangan asli; mengubah pecahan menjadi
berbagai bentuk pecahan lain, serta
membandingkan dan mengurutkan bilangan
desimal (satu angka di belakang koma).
3.2. Aljabar
Menemukan nilai yang belum diketahui dalam
kalimat matematika yang melibatkan
penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan
pembagian pada bilangan cacah sampai 1000
dengan menggunakan sifat-sifat bilangan dan
operasinya.
Murid dapat mengidentifikasi, meniru, dan
mengembangkan pola bilangan membesar dan
mengecil yang melibatkan perkalian dan
pembagian; bernalar secara proporsional untuk
menyelesaikan masalah sehari-hari dengan rasio
satuan; menggunakan operasi perkalian dan
pembagian dalam menyelesaikan masalah
sehari- hari yang terkait dengan proporsi.
3.3. Pengukuran
Menentukan keliling dan luas berbagai bentuk
bangun datar (segitiga, segiempat, dan segi
banyak) serta gabungannya; menghitung durasi
waktu dan mengukur besar sudut pada bangun
datar atau yang dibentuk dari dua garis
berpotongan.
3.4. Geometri
Mengkonstruksi dan mengurai bangun ruang
(kubus, balok, dan gabungannya) dan mengenali
visualisasi spasial (bagian depan, atas, dan
samping); membandingkan karakteristik antar
bangun datar dan antar bangun ruang; serta
menentukan lokasi pada peta yang
menggunakan sistem berpetak.
3.5. Analisis Data dan Peluang
Mengurutkan, membandingkan, menyajikan,
dan menganalisis data banyak benda dan data
hasil pengukuran dalam bentuk gambar,
piktogram, diagram batang, dan tabel frekuensi
untuk mendapatkan informasi; menentukan
kejadian dengan kemungkinan yang lebih besar
atau lebih kecil dalam suatu percobaan acak.
4. Fase D (Umumnya untuk Kelas VII, VIII dan IX
SMP/MTs/Program Paket B)
Pada akhir Fase D, murid memiliki kemampuan sebagai
berikut
4.1. Bilangan
Membaca, menulis, dan membandingkan
bilangan bulat, bilangan rasional, bilangan
desimal, bilangan berpangkat bulat dan akar,
bilangan dalam notasi ilmiah; menerapkan
operasi aritmatika pada bilangan real, dan
memberikan estimasi/perkiraan dalam
menyelesaikan masalah (termasuk berkaitan
dengan literasi finansial).
Murid dapat menggunakan rasio (skala,
proporsi, dan laju perubahan) dalam
penyelesaian masalah.
4.2. Aljabar
Mengenali, memprediksi dan menggeneralisasi
pola dalam bentuk susunan benda dan bilangan;
Menyatakan suatu situasi ke dalam bentuk
aljabar; menggunakan sifat-sifat operasi
(komutatif, asosiatif, dan distributif) untuk
menghasilkan bentuk aljabar yang ekuivalen.
Murid dapat memahami relasi dan fungsi
(domain, kodomain, range) serta menyajikannya
dalam bentuk diagram panah, tabel, himpunan
pasangan berurutan, dan grafik; membedakan
beberapa fungsi non linear dari fungsi linear
secara grafik; menyelesaikan persamaan dan
pertidaksamaan linear satu variabel;
menyajikan, menganalisis, dan menyelesaikan
masalah dengan menggunakan relasi, fungsi dan
persamaan linear; serta menyelesaikan sistem
persaman linear dua variabel melalui beberapa
cara untuk penyelesaian masalah.
4.3. Pengukuran
Menentukan keliling, luas, panjang busur, sudut
dan luas juring lingkaran, serta menyelesaikan
masalah yang terkait; menjelaskan cara untuk
menentukan luas permukaan dan volume
bangun ruang (prisma, tabung, bola, limas dan
kerucut) dan menyelesaikan masalah yang
terkait; dan menjelaskan pengaruh perubahan
secara proporsional dari bangun datar dan
bangun ruang terhadap ukuran panjang, besar
sudut, luas, dan/atau volume.
4.4. Geometri
Membuat jaring-jaring bangun ruang (prisma,
tabung, limas dan kerucut) dan membuat
bangun ruang dari jaring-jaringnya.
Murid dapat menggunakan hubungan
antar-sudut yang terbentuk oleh dua garis yang
berpotongan, dan oleh dua garis sejajar yang
dipotong sebuah garis transversal untuk
menyelesaikan masalah (termasuk menentukan
jumlah besar sudut dalam sebuah segitiga,
menentukan besar sudut yang belum diketahui
pada sebuah segitiga); menjelaskan sifat-sifat
kekongruenan dan kesebangunan pada segitiga
dan segiempat, dan menggunakannya untuk
menyelesaikan masalah; menunjukkan
kebenaran teorema Pythagoras dan
menggunakannya dalam menyelesaikan masalah
(termasuk pengenalan bilangan irasional dan
jarak antara dua titik pada bidang koordinat
Kartesius).
Murid dapat melakukan transformasi tunggal
(refleksi, translasi, rotasi, dan dilatasi) titik,
garis, dan bangun datar pada bidang koordinat
Kartesius dan menggunakannya untuk
menyelesaikan masalah.
4.5. Analisis Data dan Peluang
Merumuskan pertanyaan, mengumpulkan,
menyajikan, dan menganalisis data untuk
menjawab pertanyaan dari situasi atau masalah;
menggunakan diagram batang dan diagram
lingkaran untuk menyajikan dan
menginterpretasi data; mengambil sampel yang
mewakili suatu populasi untuk mendapatkan
data yang terkait dengan diri dan lingkungan
mereka; menentukan dan menafsirkan rerata
(mean), median, modus, dan jangkauan (range)
dari data tersebut untuk menyelesaikan masalah
(termasuk membandingkan suatu data terhadap
kelompoknya, membandingkan dua kelompok
data, memprediksi, membuat keputusan);
menyelidiki kemungkinan adanya perubahan
pengukuran pusat tersebut akibat perubahan
data.
Murid dapat menjelaskan dan menggunakan
pengertian peluang dan frekuensi relatif untuk
menentukan frekuensi harapan satu kejadian
pada suatu percobaan sederhana (semua hasil
percobaan dapat muncul secara merata).
5. Fase E (Umumnya untuk Kelas X dan XI
SMA/MA/SMK/MAK/Program Paket C)
Pada akhir Fase E, murid memiliki kemampuan sebagai
berikut
5.1. Bilangan
Menggeneralisasi sifat-sifat bilangan berpangkat
(termasuk bilangan pangkat pecahan), dan
menggunakannya untuk menyelesaikan
masalah.
5.2. Aljabar dan Fungsi
Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan
sistem pertidaksamaan linear dua variabel;
menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan
persamaan dan fungsi kuadrat (termasuk akar
imajiner), serta persamaan eksponensial
(berbasis/ bilangan pokok sama) dan fungsi
eksponensial.
5.3. Geometri
Mengaplikasikan perbandingan trigonometri
(sinus, cosinus, tangen) dari sudut lancip.
5.4. Analisis Data dan Peluang
Merepresentasikan dan menginterpretasi data
dengan cara menentukan jangkauan kuartil dan
interkuartil; membuat dan menginterpretasi
diagram box plot dan menggunakannya untuk
membandingkan himpunan data; menentukan
dan menggunakan dari box plot, histogram dan
dot plot sesuai dengan natur (karakteristik) data
dan kebutuhan; menggunakan diagram pencar
untuk menyelidiki dan menjelaskan hubungan
antara dua variabel numerik/kuantitatif
(termasuk salah satunya variabel bebas berupa
waktu); serta mengevaluasi laporan statistika di
media berdasarkan tampilan, statistika dan
representasi data, termasuk yang disajikan
dalam bentuk matriks.
6. Fase F (Umumnya untuk Kelas XI dan XII
SMA/MA/SMK/MAK/Program Paket C)
Pada akhir Fase F, murid memiliki kemampuan sebagai
berikut
6.1. Bilangan
Menjelaskan barisan dan deret (aritmetika dan
geometri), menerapkannya pada beragam
masalah terutama masalah bunga tunggal dan
majemuk, memodelkan pinjaman dan investasi
dengan bunga majemuk dan anuitas, serta
menyelidiki (secara numerik atau grafis)
pengaruh masing-masing parameter (suku
bunga, periode pembayaran) dalam model
tersebut.
6.2. Aljabar dan Fungsi
Menentukan fungsi invers, komposisi fungsi, dan
transformasi fungsi untuk memodelkan situasi
dunia nyata menggunakan fungsi yang sesuai
(linear, kuadrat, eksponensial).
6.3. Geometri
Menerapkan, mengidentifikasi dan menjelaskan
hubungan antara unsur-unsur lingkaran untuk
menyelesaikan masalah.
6.4. Analisis Data dan Peluang
Melakukan proses penyelidikan statistika untuk
mengidentifikasi dan menjelaskan asosiasi
antara dua variabel kategorikal (kualitatif) dan
antara dua variabel numerikal (kuantitatif);
memperkirakan model linear terbaik (best fit
linear) pada data numerikal (kuantitatif);
membedakan hubungan asosiasi dan
sebab-akibat; menjelaskan peluang dan
menentukan frekuensi harapan dari kejadian
majemuk; menyelidiki konsep dari kejadian
saling bebas dan saling lepas, dan menentukan
peluangnya; serta memahami konsep peluang
bersyarat dan kejadian yang saling bebas
menggunakan konsep permutasi dan kombinasi.
IV.2. CAPAIAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA TINGKAT LANJUT
A. Rasional
Matematika Tingkat Lanjut memuat materi pembelajaran untuk
memperdalam pemahaman konsep-konsep matematika yang
telah dipelajari pada mata pelajaran Matematika sebelumnya.
Mata pelajaran Matematika Tingkat Lanjut merupakan mata
pelajaran pilihan dalam struktur kurikulum di fase F dalam
memperkuat abstraksi murid dalam meningkatkan
pengetahuan, konsep, dan keterampilan matematika yang
dibutuhkan dalam berbagai bidang disiplin ilmu seperti teknik
dan kerekayasaan serta aplikasi lainnya yang lebih luas dalam
kehidupan sehari-hari.
Sesuai dengan karakteristiknya, mata pelajaran matematika
tingkat lanjut tetap relevan dan berkontribusi dalam
mewujudkan delapan dimensi profil lulusan, di antaranya untuk
mengembangkan kompetensi penalaran kritis, kreativitas,
kolaborasi, kemandirian, dan komunikasi murid. Adapun materi
pembelajaran pada mata pelajaran Matematika Tingkat Lanjut
dikemas melalui elemen, domain atau bidang kajian Aljabar dan
Fungsi, Geometri, Analisis Data dan Peluang, serta Kalkulus.
B. Tujuan
Mata pelajaran Matematika Tingkat Lanjut bertujuan untuk
membekali murid agar dapat:
1. memahami materi pembelajaran Matematika berupa fakta,
konsep, prinsip, operasi, dan relasi matematis dan
mengaplikasikannya secara luwes, akurat, efisien, dan tepat
dalam pemecahan masalah matematis (pemahaman
matematis dan kecakapan prosedural);
2. menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan
manipulasi matematis dalam membuat generalisasi,
menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan
pernyataan Matematika (penalaran dan pembuktian
matematis);
3. memecahkan masalah yang meliputi kemampuan
memahami masalah, merancang model matematis,
menyelesaikan model atau menafsirkan solusi yang
diperoleh (pemecahan masalah matematis);
4. mengomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram,
atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah,
serta menyajikan suatu situasi ke dalam simbol atau model
matematis (komunikasi dan representasi matematis);
5. mengaitkan materi pembelajaran Matematika berupa fakta,
konsep, prinsip, operasi, dan relasi matematis pada suatu
bidang kajian, lintas bidang kajian, lintas bidang ilmu, dan
dengan kehidupan (koneksi matematis); dan
6. memiliki sikap menghargai kegunaan Matematika dalam
kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan
minat dalam mempelajari Matematika, serta sikap kreatif,
sabar, mandiri, tekun, terbuka, tangguh, ulet, dan percaya
diri dalam pemecahan masalah (disposisi matematis).
C. Karakteristik
Mata pelajaran Matematika Tingkat Lanjut diorganisasikan
dalam lingkup empat elemen konten dan lima elemen proses.
1. Elemen konten dalam mata pelajaran Matematika Tingkat
Lanjut terkait dengan pandangan bahwa matematika
sebagai materi pembelajaran (subject matter) yang harus
dipahami murid. Pemahaman matematis terkait erat
dengan pembentukan alur pemahaman terhadap materi
pembelajaran Matematika berupa fakta, konsep, prinsip,
operasi, dan relasi yang bersifat formal-universal.
Elemen dan deskripsi elemen konten mata pelajaran
Matematika Tingkat Lanjut adalah sebagai berikut.
Elemen Deskripsi
Aljabar dan Bidang kajian Aljabar membahas
Fungsi tentang bentuk aljabar nonformal
dalam bentuk simbol gambar
sampai dengan aljabar formal
dalam bentuk simbol huruf yang
mewakili bilangan tertentu dalam
subelemen persamaan dan
pertidaksamaan, relasi dan pola
bilangan, rasio dan proporsi,
transformasi geometri, dan fungsi
trigonometri
Geometri Bidang kajian Geometri
membahas tentang berbagai
bentuk bangun datar dan bangun
ruang, vektor, serta ciri-cirinya
dalam subelemen geometri datar
dan geometri ruang.
Analisis Data Bidang kajian Analisis Data dan
Elemen Deskripsi
dan Peluang Peluang membahas tentang
pengertian data, jenis-jenis data,
pengolahan data dalam berbagai
bentuk representasi, dan analisis
data kuantitatif terkait pemusatan
dan penyebaran data serta
peluang munculnya suatu data
atau kejadian tertentu dalam
sub-elemen data dan
representasinya, serta membahas
variabel acak diskrit dan fungsi
peluang.
Kalkulus Bidang kajian Kalkulus
membahas tentang laju
perubahan sesaat dari suatu
fungsi kontinu, dan mencakup
topik limit, diferensial, dan
integral, serta penggunaannya.
2. Elemen proses dalam mata pelajaran Matematika Tingkat
Lanjut, terkait dengan pandangan bahwa Matematika
sebagai alat konseptual untuk mengkonstruksi dan
merekonstruksi materi pembelajaran Matematika berupa
aktivitas mental yang membentuk alur berpikir dan alur
pemahaman yang dapat mengembangkan kecakapan
Matematika.
Elemen dan deskripsi elemen mata pelajaran Matematika
Tingkat Lanjut adalah sebagai berikut.
Elemen Deskripsi
Penalaran Penalaran terkait dengan proses
dan penggunaan pola hubungan dalam
Pembuktian menganalisis situasi untuk
Matematis menyusun serta menyelidiki
praduga. Pembuktian matematis
terkait proses membuktikan
Elemen Deskripsi
kebenaran suatu prinsip, rumus,
atau teorema tertentu.
Pemecahan Pemecahan masalah matematis
Masalah terkait dengan proses penyelesaian
Matematis masalah matematis atau masalah
sehari-hari dengan cara
menerapkan dan mengadaptasi
berbagai strategi yang efektif.
Proses ini juga mencakup
konstruksi dan rekonstruksi
pemahaman Matematika melalui
pemecahan masalah.
Komunikasi Komunikasi matematis terkait
dengan pembentukan alur
pemahaman materi pembelajaran
Matematika melalui cara
mengomunikasikan pemikiran
matematis menggunakan bahasa
matematis yang tepat. Komunikasi
matematis juga mencakup proses
menganalisis dan mengevaluasi
pemikiran matematis orang lain.
Representasi Representasi matematis terkait
Matematis dengan proses membuat dan
menggunakan simbol, tabel,
diagram, atau bentuk lain untuk
mengomunikasikan gagasan dan
pemodelan Matematika. Proses ini
juga mencakup fleksibilitas dalam
mengubah dari satu bentuk
representasi ke bentuk representasi
lainnya, dan memilih representasi
yang paling sesuai untuk
memecahkan masalah.
Koneksi Koneksi matematis terkait dengan
Elemen Deskripsi
Matematis proses mengaitkan antara materi
pembelajaran Matematika pada
suatu bidang kajian, lintas bidang
kajian, lintas bidang ilmu, dan
dengan kehidupan.
D. Capaian Pembelajaran
Fase F (Umumnya untuk Kelas XI dan XII SMA/MA/Program
Paket C)
Pada akhir Fase F, murid memiliki kemampuan sebagai berikut.
1. Aljabar dan Fungsi
Melakukan operasi aritmetika pada polinomial (suku
banyak), menentukan faktor polinomial, dan menggunakan
identitas polinomial untuk menyelesaikan masalah;
melakukan operasi aljabar pada matriks dan
menerapkannya dalam transformasi geometri; menyatakan
fungsi trigonometri menggunakan lingkaran satuan,
memodelkan fenomena periodik dengan fungsi trigonometri,
dan membuktikan serta menerapkan identitas trigonometri
dan aturan cosinus dan sinus; mengenal berbagai fungsi
(termasuk fungsi rasional, fungsi akar, fungsi eksponensial,
fungsi logaritma, fungsi nilai mutlak, fungsi tangga dan
fungsi piecewise) dan menggunakannya untuk memodelkan
berbagai fenomena.
2. Geometri
Menyatakan vektor pada bidang datar, dan melakukan
operasi aljabar pada vektor; melakukan pembuktian
geometris menggunakan vektor; serta menyatakan
sifat-sifat geometri dari persamaan lingkaran, elips dan
persamaan garis singgung.
3. Analisis Data dan Peluang
Memahami variabel acak diskrit (distribusi binomial) dan
fungsi peluang (distribusi normal), dan menggunakannya
dalam memodelkan data; menginterpretasi parameter
distribusi data secara statistik, menghitung nilai harapan
distribusi binomial dan normal, dan menggunakannya
dalam penyelesaian masalah.
4. Kalkulus
Memahami laju perubahan dan laju perubahan rata-rata,
serta laju perubahan sesaat sebagai konsep kunci derivatif
(turunan), baik secara geometris maupun aljabar;
menentukan turunan dari fungsi polinomial, eksponensial,
dan trigonometri, dan menerapkan derivatif untuk
membuat sketsa kurva, menghitung gradien dan
menentukan persamaan garis singgung, menentukan
kecepatan sesaat dan menyelesaikan soal optimasi;
memahami integral, baik sebagai proses yang merupakan
kebalikan dari derivatif dan juga sebagai cara menghitung
luas; serta memahami teorema dasar kalkulus sebagai
penghubung antara derivatif dan integral.
V.1. CAPAIAN PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS
A. Rasional
Bahasa Inggris adalah salah satu bahasa yang digunakan secara
global dalam banyak aspek, termasuk pendidikan, bisnis,
perdagangan, ilmu pengetahuan, hukum, pariwisata, hubungan
internasional, kesehatan, dan teknologi. Kemampuan berbahasa
Inggris diharapkan mampu memberikan murid kesempatan
untuk berkomunikasi dengan warga dunia dari latar belakang
budaya yang berbeda. Dengan menguasai bahasa Inggris, maka
murid diharapkan memiliki kesempatan yang lebih besar untuk
berinteraksi dengan berbagai pihak tidak hanya di dalam negeri
tetapi juga secara global. Dari interaksi tersebut, mereka
diharapkan memperoleh pengetahuan, mempelajari berbagai
keterampilan, dan perilaku manusia yang dibutuhkan untuk
dapat hidup dalam budaya dunia yang beraneka ragam.
Pembelajaran bahasa Inggris pada jenjang Pendidikan Dasar dan
Menengah (SD/MI/Program Paket A; SMP/MTs/Program Paket
B; dan SMA/SMK/MA/MAK/Program Paket C) dalam kurikulum
memberikan kesempatan bagi murid untuk membuka wawasan
yang berkaitan dengan diri sendiri, hubungan sosial,
kebudayaan, dan kesempatan kerja yang tersedia secara global.