Assallamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatu
Kami dari kelompok 4. Kelas tujuh tiga akan menampilkan drama bullying yang berjudul:
Pembullyan Dalam Lingkungan Sekolah
Tokoh :
Dani sebagai Pikri
Ripki sebagai Dino
Novel sebagai Mauren
Husna sebagai Mila
Suriyani sebagai Guru
Shera sebagai Nisa (Saksi Mata)
Tifania sebagai Tasya (Saksi Mata)
Ada di sebuah SMP. Disekolah ini ada sebuah rombongan jahat yang suka memindas
orang lain meraka adalah mauren, dino dan pikri. Meraka suka memalak, memarahi dan
membully murid lain.
Dino : “eh gua denger hari ini kita bakal dapat anak pindahan di kelas kita! ”
Mauren : “ Trus apa masalahnya ama gua?”
Nisa : “ ya enggak, gua kan Cuma ngasih tau lu! Kali aja lu kudet gitu”
Pikri : “ iya gua juga denger, katanya sih kalo gak salah namanya Mila”
Mauren : “ hah, siapa Mila? Nama kok kayak komodo sih. Hahaha, oke hari ini kita
bakal ngasih dia pelajaran berharga buat dia biar dia ga bisa macam-macam sama kita
kedepannya”
Mauren dan temannya pun menyusun rencananya untuk memberikan pelajaran kepada anak baru
itu.
Ning – Ning – Nung
Bel tanda masuk pun dimulai, semua anak sudah masuk kedalam kelas kecuali para anggota
Genk terkenal itu.
Brakk…..
Terdegar suara pintu terbanting, semua murid melihat ke asal suaranya.
Nisa : “Hai! Pikri , Dino. Udah aku peringatin beberapa kali bukan. Kalo buka pintu tuh
biasa aja, gak usah di banting segala. Kalo pintunya rusak mau gantiin?”
Pikri : “oh, properti sekolah ya… maaf-maaf gua gak akan ulangin kejadian banting
pintu lagi deh”
Nisa : “terserah deh! Aku ngasih tau doang, bukan bercanda!”
Pikri : “oh yaudah permisi!”
Setelah itu guru pun masuk yang dibelakangnya terdapat seorang murid.
Guru : “yap! Anak-anak seperti yang sudah kalian ketahui kita memiliki seorang murid
baru! Tolong sedikit perhatiannya” = baik buk
Mila : assalamualaikum wr-wb. Perkenalkan nama saya Mila pindahan dari SMP Negeri.
Mohon bantuannya agar saya bisa menyesuaikan diri dilingkungan sekolah ini”.
Setelah pelajaran selesai, jam istirahat tiba-tiba sekelompok orang jahat itu berkumpul.
Dino : “mau kekantin gak?”
Mauren : “ enggak ah, ga nafsu makan gua”
Pikri : “mendingan kita gangguin anak baru”
Mereka mulai menghampiri Mila dan mengganggunya.
Mauren dan Dino : “ hei, bagi duit dong”
Mila : “ aku nggak punya uang ” (sambil menundukan kepalanya )
Dino : “mana mungkin lo gak punya duit”
(Mila yang terdiam)
Pikri : “cepat serahin duit lo kampungan!” (sambil mendorong Mila dengan kasar)
Nisa : “hei, kalian ga boleh begitu dong”
Mauren : “bukan masalah lo ya! Jadi diem aja deh!”
Tasya : “tapi kalian gak boleh gitu dong. Ngebentak dia seenaknya”
Nisa : “walaupun masih baru diakan teman kita juga”
Pikri : “iya iya kita tau, udah gak usah dilanjutn ceramahnya! Cape gua dengernya”
(marah)
Nisa : “jangan nyolot gitu dong, kita bertiga kan Cuma nginatin aja”
Dino : “diam aja deh jangan banyak ngomong”
Pikri : “udahlah mending kita pergi aja dari pada dengerin ceramah gak jelas”
Kemudian setelah rombongan orang itu pergi, Nisa dan Tasya membantu Mila untuk berdiri.
Nisa : “ kamu gak apa-apa kan Mila”
Mila : “nggak apa-apa kok”
Tasya : “mereka bertiga itu memanag keterlaluan”
Tasya : “dari pada disini mending ikut kita ke perpus”
Mila : “ gapap saya di kelas aja”
Nisa : “kalau gitu kita duluan ya”
Setelah mereka berdua pergi, rombongan itu pun kembali ke kelas
Brakk…..
Suara meja yang di gebrak oleh Dino
Dino : “ he lo itu Cuma murid baru disini jadi jangan cari perhatian disini”
Mila : “tapi aku gak nyari perhatian”
Mauren : “lo udah berani ngebantah sama kita” (menampar Mila)
Mila : “aduh” (sakit)
Kebetulan bel masuk sudah berbunyi, guru pun masuk ke kelas dan teak sengaja melihat Mila
yang kesakitan
Guru : “Mila, kamu kenapa kok pipi kamu merah begini?”
Nisa dan Tasya pun melaporkan kejadian tersebut kepada guru
Tasya : “bu tadi mereka bertiga ngebully Mila”
Nisa : “ iya Bu tadi mereka juga sempat malak, ngedorong sama nampar Mila”
Guru yang mendengar hal itupun sontak kaget dan memanggil mereka semua agar mereka bisa
menjelaskan apa maksud kejadian tersebut.
Guru : “saya harap kalian bisa menjawab dengan jujur dan tak berbohongan. (sedikit
mengeraskan suaranya)
Mauren : “kita Cuma bercanda”
Tasya yang ikut kesal dengan apa yang dikatakan oleh Mauren pun membalas
Tasya : “cuman bercanda apaan, orang kalian main fisik gitu”
Guru : “kalian ini keterlaluan banget, minta maaf ke Mila sekarang”
Akhirnya mereka semua pun meminta maaf kepada Mila, dan Mila memaafkan meraka.
Guru : “agar kalian jera dan tidak melakukan hal tersebut maka kalian saya beri hukuman
untuk membersihkan lapangan sekolah”
Sejak saat itu mereka pun jera dan mulai berteman dengan Mila tanpa membeda-bedakan.