0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan8 halaman

Analisis Tiang Grup pada Pondasi Tiang Pancang

Dokumen ini membahas analisis konfigurasi tiang grup terhadap daya dukung dan penurunan pondasi tiang pancang pada tanah lunak di proyek pembangunan Gedung Kuliah Kedokteran Gigi Unissula. Penelitian menunjukkan bahwa variasi konfigurasi tiang mempengaruhi daya dukung dan penurunan, dengan hasil analisis menunjukkan nilai efisiensi tiang yang lebih tinggi menghasilkan penurunan yang lebih kecil. Metode yang digunakan dalam perhitungan meliputi Mayerhoft dan Vesic untuk daya dukung dan penurunan pondasi.

Diunggah oleh

Nita Aulia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan8 halaman

Analisis Tiang Grup pada Pondasi Tiang Pancang

Dokumen ini membahas analisis konfigurasi tiang grup terhadap daya dukung dan penurunan pondasi tiang pancang pada tanah lunak di proyek pembangunan Gedung Kuliah Kedokteran Gigi Unissula. Penelitian menunjukkan bahwa variasi konfigurasi tiang mempengaruhi daya dukung dan penurunan, dengan hasil analisis menunjukkan nilai efisiensi tiang yang lebih tinggi menghasilkan penurunan yang lebih kecil. Metode yang digunakan dalam perhitungan meliputi Mayerhoft dan Vesic untuk daya dukung dan penurunan pondasi.

Diunggah oleh

Nita Aulia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Jurnal Teknik

Vol. 03 No.02 Oktober 2023


SILITEK
ISSN 2808-5825 (Online)
Page : 91-98

ANALISA KONFIGURASI TIANG GRUP TERHADAP DAYA DUKUNG DAN PENURUNAN


PONDASI TIANG PANCANG PADA TANAH LUNAK

Lisa Fitriyana1, Eko Muliawan Satrio2


1*,2
Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Islam Sultan Agung, Semarang
[Link]@[Link]

ABSTRAK

Pondasi merupakan struktur bangunan bawah yang berfungsi menyalurkan beban struktur atas ke lapisan tanah
pendukung atau batuan yang berada di bawahnya. Perencanaan pondasi tiang ada dua tipe yaitu pondasi tiang
tunggal dan pondasi kelompok (group pile). Sistem pondasi kelompok tiang (group pile) juga direncanakan di
lokasi Pembangunan Gedung Kuliah Kedokteran Gigi Unissula dengan jumlah tiang yang berbeda-beda yaitu
tiga tiang, lima tiang dan delapan tiang. Kondisi tanah dasarnya yang lunak dengan tanah keras (NSPT >50)
ditemukan di kedalaman yang cukup dalam yaitu di kedalaman – 35 m sehingga memerlukan analisa yang
kompleks dalam desain pondasi. Maka dari itu pada penelitian ini akan dilakukan variasi konfigurasi tiang
pancang dengan memodelkan konfigurasi yang berbeda dengan panjang tiang yang sama dalam Pembangunan
Gedung Kuliah Kedokteran Gigi Unissula. Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah denah pondasi,
data struktur bangunan, dan data penyelidikan tanah di lokasi proyek tersebut. Analisa awal dilakukan dengan
menghitung nilai daya dukung pondasi tiang tunggal menggunakan metode Mayerhoft (1956) dan analisa
penurunan tiang tunggal menggunakan metode vesic (1977). Selanjutnya dilakukan analisa daya dukung dan
penurunan tiang grup berdasarkan konfigurasi (susunan) tiga tiang, lima tiang dan delapan tiang. Hasil dari
analisa diperoleh bahwa konfgurasi (susunan) tiang mempengaruhi daya dukung dan penurunan tiang.

Kata kunci : konfigurasi, tiang pancang, daya dukung pondasi, penurunan

@2021 Penerbit : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

1. PENDAHULUAN

Umumnya pondasi tiang dipasang dalam kelompok tiang dengan dimensi dan jumlah tiang berdasarkan besar
beban yang dipikul dan kondisi tanahnya. Di atas pile group biasanya kita letakkan suatu konstruksi poer
(footing) yang mempersatukan kelompok tiang tersebut (Sardjono, 1991). Dalam perhitungan poer
dianggap/dibuat kaku sempurna sehinggan bila beban-beban yang bekerja pada kelompok tiang tersebut
menimbulkan penurunan maka setelah penurunan bidang poer tetap akan merupakan bidang datar. Gaya-gaya
yang bekerja pada tiang berbanding lurus dengan penurunan tiang-tiang tersebut. (Sardjono, 1991).

Sistem pondasi group pile juga direncanakan di Pembangunan Gedung Kuliah Kedokteran Gigi Unissula
dengan jumlah tiang yang berbeda-beda yaitu tiga tiang, empat tiang, enam tiang dan delapan tiang. Kondisi
tanah dasarnya yang lunak dengan tanah keras (NSPT >50) ditemukan di kedalaman – 35 m memerlukan
analisa kompleks dalam desain pondasi. Sistem group pile tidak lepas dari perencanaan konfigurasi yang paling
baik untuk mendapatkan nilai daya dukung tinggi dan penurunan yang rendah. Oleh sebab itu, pada penelitian

Jurnal Teknik SILITEK – Vol. 03 No. 02 Oktober 2023 91


ini akan Analisa pengaruh susunan konfigurasi tiang pancang dengan memodelkan konfigurasi yang berbeda
dengan jumlah tiang yang sama dengan yang ada di lokasi proyek.

2. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Variasi Konfigurasi Kelompok Tiang Pancang

Berikut contoh variasi konfigurasi kelompok tiang pancang yang akan direncanakan.

Gambar 2. Variasi konfigurasi kelompok tiang

Gambar 1. Variasi konfigurasi kelompok tiang

2.2 Daya Dukung Kelompok Tiang


Nilai daya dukung tiang kelompok dapat diperoleh dengan menggunakan faktor efisiensi tiang dinyatakan
dengan persamaan (Hardiyatmo, 2008) :

Jurnal Teknik SILITEK – Vol. 03 No. 02 Oktober 2023 92


Qg = Eg . n . Qu
(1)Dimana,
Qg = Daya daya dukung tiang kelompok (kN)
Eg = Efisiensi kelompok tiang (m)
n = Jumlah tiang dalam kelompok
Qu = Daya dukung tiang tunggal (kN)

3. METODE PENELITIAN

Tahap analisa data dengan menghitung daya dukung pondasi tunggal menggunakan Persamaan Mayerhoft
(1956). Selanjutnya dihitung daya dukung pondasi grup pile (Persamaan (1)) berdasarkan konfigurasi pondasi
yang sudah direncanakan pada proyek tersebut (Konfigurasi V3, V4, V6, dan V8). Dari hasil perhitungkan akan
dianalisa hasil konfigurasi paling tinggi nilai daya dukung pondasinya serta paling kecil penurunannya.

4. PEMBAHASAN
4.1 Perhitungan Pembebanan

Tahap permodelan pada bagian struktur atas menggunakan sofware SAP 2000 V.20 untuk mengetahui gaya-
gaya yang bekerja dari hasil pembebanan pada balok dan kolom dimodelkan sebagai Shell.

Gambar 1. Permodelan Struktur Atas Dengan SAP 2000 V.20

Setelah semua beban dimasukkan yaitu beban mati, beban hidup, beban gempa pada permodelan struktur
dengan menggunakan software SAP, diperoleh hasil output joint reactions

- Fondasi P7 dengan beban 909,019 ton


- Fondasi P4 dengan beban 565,311 ton
- Fondasi P3 dengan beban 213,746 ton

4.2 Daya Dukung Pondasi


Pada perencanaan proyek pembangunan Gedung Fakultas Kedokteran Gigi Unissula, direncanakan

Jurnal Teknik SILITEK – Vol. 03 No. 02 Oktober 2023 93


menggunakan fondasi tiang pancang dengan diameter sebesar 40 cm. Perhitungan daya dukung pondasi single
pile menggunakan matode Mayerhoff (1956).

4.2.1 Metode Meyerhoff (1956)

 Daya Dukung Ujung Fondasi


Untuk menghitung daya dukung fondasi mengunakan metode mayerhoff (1956) dengan persamaan :
Qp = 20 x Np x Ap
dimana NP = Nspt rata ujung tiang = 21,04
Ap = 0,160 m2
Qp = 20 x Np x Ap
= 20 x 21,04 x 0,160
= 67,328 ton
 Daya Dukung Selimut
Unrtuk mencari perhitungan daya dukung selimut mengunakan rumus dengan metode mayerhoff (1956)
persamaan :
Qs = n x Ñ x As
Sehingga:
n = 0,5 (tanah kohesif)
Ñ = 10,38
Qs = 0,5 x Ñ x As
= 0,5 x 10,38 x 72
= 373,680 ton
 Daya Dukung Ultimit
Daya dukung ultimit adalah penjumlahan dari daya dukung ujung dengan daya dukung selimut :
Qu = Qp + Qs
= 67,328 + 373,680
= 441,008 ton
 Daya Dukung Yang Diijinkan
Qallowed = Qu / SF (SF menurut Mayerhoff = 3)
= 441,008 / 3
= 147,003 ton
Nilai daya dukung yang dijinkan dari perhitungan diatas diperoleh nilai sebesar 147,003 ton.

4.3 Penurunan Fondasi Spun Pile Tiang Tunggal Menggunakan Metode Vesic (1977)

Untuk mencari penurunan elastis pada fondasi maka dapat menggunakan metode Vesic (1977) Persamaan :

Se = Se(1) + Se(2) +Se(3)

Jurnal Teknik SILITEK – Vol. 03 No. 02 Oktober 2023 94


1. Perhitungan Kapasitas Daya Dukung Fondasi
Qp = 67,328 ton
Qwp = 67,328 / 4
= 16,832 ton
Qs = 373,68 ton
Qws = 373,68 / 4
= 93,42 ton
ξ = 0,67 (Faktor empiris dari tipe tanah dengan tiang pancang)
L = 45 m
d = 0,4 m
Ap = sisi x sisi
= 0,4 x 0,4
= 0,160 m2
Ep = 2,1 x 106 ton/m2
Cp = 0,03 (koefisien empirik dari tipe tanah dengan tipe tiang pancang)
Cs = An empirical constant (0,93 + 0,16 √L/D) x Cp
= (0,93 + 0,16 √45/0,4) x 0,03
= 0,35 %
Qp
qp =
Ap
67,328
= = 420,8 (tahanan ultimate ujung tiang)
0,160

2. Perhitungan penurunan tiang tunggal :


Qwp + ξ x Qws
Se(1) =
Ap EP

16,832+0,67 x 93,42
=
0,160 x 2,1 x 106

= 0,0106
Qwp x Cp
Se(2) =
D x qp

16,832 x 0,03
=
0,4 x 420,8

= 0,003
Qwp x Cs
Se(3) =
L x qp

16,823 x 0,35
=
45 x 420,8

= 0,0017
Se = 0,0106 + 0,003 + 0,0017
= 0,01535 m
= 15,3481 mm
Sijin = 10% x D

Jurnal Teknik SILITEK – Vol. 03 No. 02 Oktober 2023 95


= 0,1 x 0,4
= 0,04 m
= 40 mm

Total penurunan tiang tunggal lebih kecil dari syarat yang diijinkan, Se < Sijin yaitu 15,3481 mm < 40 mm,
sehingga syarat terpenuhi.

4.4 Analisa Konfigurasi Pondasi

Dalam menentukan sebuah variasi susunan konfigurasi yang direncanakan, peneliti menggunakan jarak antar
tiang minimum. Untuk menentukan jarak (as ke as) digunakan sesuai dengan SNI yaitu 2,5 Diameter tiang – 3
x Diameter tiang.

Tabel 1. Jarak antar tiang (s)


Tipe Fondasi Jarak Antar Tiang (m) Jarak Tiang Ke Tepi (m)

P7 1,6 0,4
P4 1,6 0,4
P3 1,6 0,4

4.4.1 Analisa Konfigurasi Pondasi 3 Tiang

Hasil dari Tabel 2. dapat dilihat bahwa susunan konfigurasi 3 tiang yang memiliki daya dukung paling besar
berada pada susunan konfigurasi F3 sebesar 406,618 ton, dan penurunan kelompok (Sg) terkecil didapat pada
konfigurasi fondasi F3.1 sebesar 0,0153 m. Dari penjabaran diatas dapat dilihat bahwa susunan konfigurasi
mempengaruhi daya dukung dan penurunan kelompok tiang.

Tabel 2. Hasil perbandingan konfigurasi 3 tiang

Konfigurasi Daya Dukung Kelompok Penurunan Kelompok


Efisiensi Tiang (Eg)
3 tiang (Qall) (ton) (Sg) (m)
F3 0,922 406,618 0,0343

F3.1 0,896 395,155 0,0153


F3.2 0,896 395,155 0,0460

4.4.2 Analisa Konfigurasi Pondasi 5 Tiang

Hasil dari Tabel 3. dapat dilihat bahwa susunan konfigurasi 5 tiang yang memiliki daya dukung paling besar
berada pada susunan konfigurasi F5.2 sebesar 585,992 ton, dan penurunan kelompok (Sg) terkecil didapat pada
konfigurasi fondasi F5.2 sebesar 0,0343 m. Dari penjabaran diatas dapat dilihat bahwa susunan konfigurasi
mempengaruhi daya dukung dan penurunan kelompok tiang

Jurnal Teknik SILITEK – Vol. 03 No. 02 Oktober 2023 96


Tabel 3. Hasil perbandingan konfigurasi 5 tiang

Konfigurasi Daya dukung kelompok Penurunan kelompok


Efisiensi Tiang (Eg)
5 tiang (Qall) (ton) (Sg) (m)
F5 0,792 582,171 0,0432

F5.1 0,771 566,887 0,0411

F5.2 0,797 585,992 0,0343

4.4.2 Analisa Konfigurasi Pondasi 8 Tiang

Hasil dari Tabel.4. dapat dilihat bahwa susunan konfigurasi 8 tiang yang memiliki daya dukung paling besar
berada pada susunan konfigurasi F8.1 dan F8.2 sebesar 946,758 ton, dan penurunan kelompok (Sg) terkecil
didapat pada konfigurasi fondasi F8.1 sebesar 0,0343 m. Dari penjabaran diatas dapat disimpulkan bahwa
susunan konfigurasi mempengaruhi daya dukung dan penurunan kelompok tiang.

Tabel 4. Hasil perbandingan konfigurasi 8 tiang


Konfigurasi Daya Dukung Kelompok Penurunan kelompok (Sg)
Efisiensi Tiang (Eg)
8 tiang (Qall) (ton) (m)
F8 0,792 931,474 0,0460

F8.1 0,805 946,758 0,0343

F8.2 0,805 946,758 0,0553

F8.3 0,766 900,905 0,0501

5. KESIMPULAN
Pengaruh susunan konfigurasi tiang pancang kelompok terhadap daya dukung tiang, dipengaruhi oleh
besarnya nilai effisiensi tiang (Eg). Besarnya nilai effisiensi tiang (Eg) dalam suatu kelompok tiang
tersebut dipengaruhi oleh : susunan tiang, jumlah baris tiang (m), jumlah tiang dalam satu baris (n),
serta jarak tiang (s). Semakin besar nilai effisiensi tiang kelompok artinya semakin baik karena
semakin kecil pula nilai penurunan kelompok yang dihasilkan.

DAFTAR PUSTAKA

[1] Sardjono HS, 1991, Pondasi Tiang Pancang, Jilid 1, Penerbit Sinar Wijaya, Surabaya
[2] Hardiyatmo, H.C., 2008, Teknik Pondasi. Edisi Keempat, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta
[3] Meyerhof G.G. 1965. Shallow Foundation. Journal of the Soil Mechanics and Foundations Division.
ASCE. Vol. 91. No. SM2. pp 21–31.

Jurnal Teknik SILITEK – Vol. 03 No. 02 Oktober 2023 97


[4] Vesic, AS. 1977. Designof Pile Foundations. NCHRRP Synthesis nof Practice. No.42. Transportation
Research Board. Washington DC.

Jurnal Teknik SILITEK – Vol. 03 No. 02 Oktober 2023 98

Anda mungkin juga menyukai