LAPORAN
PERTANGUNG JAWABAN
PIMPINAN RANITNG
LOGO KONFERENSI
Sekretariat :
Jalan Imam Bonjol Nomor 38 Kediri | Kode Pos 64122 Telp.
(0354) 681997, 62 822-4254-5555 | email :
[Link]@[Link]
DAFTAR ISI
LOGO KONFERENSI.....................................................................................................................................2
BAB 1 PENDAHULUAN................................................................................................................................4
A. SEKILAS SEJARAH ANSOR.............................................................................................................4
B. MAKSUD DAN TUJUAN...................................................................................................................6
BAB II ISI LAPORAN PERTANGUNG JAWABAN.....................................................................................7
A. BIDANG KADERISASI......................................................................................................................7
B. BIDANG MDS RIJALUL ANSOR......................................................................................................9
C. BIDANG KEBANSERAN.................................................................................................................12
BAB III PENUTUP........................................................................................................................................16
BAB 1 PENDAHULUAN
A. SEKILAS SEJARAH ANSOR
Alhamdulillahirabbil ‘alamin, puji syukur hanya milik Allah. Sholawat serta salam tetap
kepada junjungan kita nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan para pengikuti setia Beliau.
Ansor merupakan sebuah organisasi social kemasyarakatan Indonesia. Kelahiran Gerakan
Pemuda Ansor (GP Ansor) diwarnai oleh semangat perjuangan, nasionalisme, pembebasan, dan
etos kepahlawanan. GP Ansor terlahir dalam suasana keterpaduan antara kepeloporan pemuda
pasca-Sumpah Pemuda, semangat kebangsaan, kerakyatan, dan sekaligus spirit keagamaan.
Karenanya, kisah Laskar Hizbullah, Barisan Kepanduan Ansor, dan Banser (Barisan Serbaguna)
sebagai bentuk perjuangan Ansor nyaris melegenda. Terutama, saat perjuangan fisik melawan
penjajahan dan penumpasan G 30 S/PKI, peran Ansor sangat menonjol.
Ansor dilahirkan dari rahim Nahdlatul Ulama (NU) dari situasi ”konflik” internal dan
tuntutan kebutuhan alamiah. Berawal dari perbedaan antara tokoh tradisional dan tokoh modernis
yang muncul di tubuh Nahdlatul Wathan, organisasi keagamaan yang bergerak di bidang
pendidikan Islam, pembinaan mubaligh, dan pembinaan kader. KH Abdul Wahab Hasbullah, tokoh
tradisional dan KH Mas Mansyur yang berhaluan modernis, akhirnya menempuh arus gerakan yang
berbeda justru saat tengah tumbuhnya semangat untuk mendirikan organisasi kepemudaan Islam.
Dua tahun setelah perpecahan itu, pada 1924 para pemuda yang mendukung KH Abdul
Wahab (yang kemudian menjadi salah satu pendiri NU) membentuk wadah dengan nama
Syubbanul Wathan (Pemuda Tanah Air). Organisasi inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya
Gerakan Pemuda Ansor setelah sebelumnya mengalami perubahan nama seperti Persatuan Pemuda
NU (PPNU), Pemuda NU (PNU), dan Anshoru Nahdlatul Oelama (ANO).
Nama Ansor ini merupakan saran KH. Abdul Wahab, “ulama besar” sekaligus guru besar
kaum muda saat itu, yang diambil dari nama kehormatan yang diberikan Nabi Muhammad SAW
kepada penduduk Madinah yang telah berjasa dalam perjuangan membela dan menegakkan agama
Allah. Dengan demikian ANO dimaksudkan dapat mengambil hikmah serta tauladan terhadap
sikap, perilaku dan semangat perjuangan para sahabat Nabi yang mendapat predikat Ansor tersebut.
Gerakan ANO (yang sekarang disebut GP Ansor) harus senantiasa mengacu pada nilai-nilai dasar
Sahabat Ansor, yakni sebagi penolong, pejuang dan bahkan pelopor dalam menyiarkan,
menegakkan dan membentengi ajaran Islam. Inilah komitmen awal yang harus dipegang teguh
setiap anggota ANO (GP Ansor).
Meski ANO dinyatakan sebagai bagian dari NU, secara formal organisatoris belum
tercantum dalam struktur organisasi NU. Hubungan ANO dengan NU saat itu masih bersifat
hubungan pribadi antar tokoh. Baru pada Muktamar NU ke-9 di Banyuwangi, tepatnya pada tanggal
10 Muharram 1353 H atau 24 April 1934, ANO diterima dan disahkan sebagai bagian (departemen)
pemuda NU dengan pengurus antara lain: Ketua H.M. Thohir Bakri; Wakil Ketua Abdullah
Oebayd; Sekretaris H. Achmad Barawi dan Abdus Salam.
Dalam perkembangannya secara diam-diam khususnya ANO Cabang Malang,
mengembangkan organisasi gerakan kepanduan yang disebut Banoe (Barisan Ansor Nahdlatul
Oelama) yang kelak disebut BANSER (Barisan Serbaguna). Dalam Kongres II ANO di Malang
tahun 1937. Di Kongres ini, Banoe menunjukkan kebolehan pertamakalinya dalam baris berbaris
dengan mengenakan seragam dengan Komandan Moh. Syamsul Islam yang juga Ketua ANO
Cabang Malang. Sedangkan instruktur umum Banoe Malang adalah Mayor TNI Hamid Rusydi,
tokoh yang namaya tetap dikenang dan bahkan diabadikan sebagai sama salah satu jalan di kota
Malang.
Salah satu keputusan penting Kongres II ANO di Malang tersebut adalah didirikannya
Banoe di tiap cabang ANO. Selain itu, menyempurnakan Anggaran Rumah Tangga ANO terutama
yang menyangkut soal Banoe.
Pada masa pendudukan Jepang organisasi-organisasi pemuda diberangus oleh pemerintah
kolonial Jepang termasuk ANO. Setelah revolusi fisik (1945 – 1949) usai, tokoh ANO Surabaya,
Moh. Chusaini Tiway, mengemukakan ide untuk mengaktifkan kembali ANO. Ide ini mendapat
sambutan positif dari KH. Wachid Hasyim, Menteri Agama RIS kala itu, maka pada tanggal 14
Desember 1949 lahir kesepakatan membangun kembali ANO dengan nama baru Gerakan Pemuda
Ansor, disingkat Pemuda Ansor (kini lebih pupuler disingkat GP Ansor).
GP Ansor hingga saat ini telah berkembang sedemikan rupa menjadi organisasi
kemasyarakatan pemuda di Indonesia yang memiliki watak kepemudaan, kerakyatan, keislaman dan
kebangsaan. GP Ansor hingga saat Ini telah berkembang hingga ke tingkat kecamatan atau desa.
Ditambah dengan kemampuannya mengelola keanggotaan khusus BANSER (Barisan Ansor
Serbaguna) yang memiliki kualitas dan kekuatan tersendiri di tengah masyarakat.
Di sepanjang sejarah perjalanan bangsa, dengan kemampuan dan kekuatan tersebut GP
Ansor memiliki peran strategis dan signifikan dalam perkembangan masyarakat Indonesia. GP
Ansor mampu mempertahankan eksistensi dirinya, mampu mendorong percepatan mobilitas sosial,
politik dan kebudayaan bagi anggotanya, serta mampu menunjukkan kualitas peran maupun kualitas
keanggotaannya. GP Ansor tetap eksis dalam setiap episode sejarah perjalan bangsa dan tetap
menempati posisi dan peran yang stategis dalm setiap pergantian kepemimpinan nasional.
GP Ansor Kabupaten Kediri juga telah mewarnai dalam social kemasyarakatan di wilayah
Kabupaten Kediri , ini terbukti dengan eksisnya keberadaan GP Ansor dan aktifnya seluruh GP
Ansor mulai dari tingkat ranting / Pimpinan Ranting dan Kecamatan/ Pimpnan Anak Cabang. Oleh
karena itu betapa pentingnya organisasi ini untuk di kembangkan keberadaannya agar tujuan dan
visi misi dari berdirinya GP Ansor tercapai untuk kemaslahatan umat islam.
Awal tahun 2024 adalah masa masa untuk periodisasi kepengurusan baru. Kepengurusan
tentu perlu adanya periodisasi untuk evaluasi dan untuk memompa spirit baru demi kamajuan
organisasi. Tentu banyak pekerjaan-pekerjaan rumah yang belum bisa kami selesaikan, harapan
kami, jika program ini bagus untuk kemjauan organisasi tentu harus dilanjutkan dan di
sempurnakan oleh pemegang estafet pengurus selanjutnya. Komitmen, kemampuan dan kerjasama
antar pengurus pun juga merupakan PR besar di PC GP ANSOR Kabupaten Kediri yang belum
sepenuhnya sempurna, mungkin faktor ini yang menjadi penyebab program kerja yang tidak
mampu kami kerjakan. Namun demikian pengurus juga tetap bangga di zaman yang makin bebas
ini masih banyak generasi-generasi muda yang masih peduli dengan organisasi GP. ANSOR. untuk
itu kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan
bekerjasama untuk kemajuan organisasi ini. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua
pengurus yang masih komitmen dengan organisasi ini, tanpa kalian tentu kegiatan-kegiatan tak akan
bisa berjalan dengan baik.
B. MAKSUD DAN TUJUAN
Maksdu penyusunan laporan pertanggung jawaban ini adalah sebagai wujud dan bukti bahwa
program program telah kita laksanakan sesuai rencana dan anggaran. Adapun di dalamnya terdapat
kesalahan dan ketidaksesuaian dengan rencana, karena factor situasi dan kebijakan yang di ambil
sesuai dengan keadaan yang ada.
Adapun tujuan penyusunan LPJ ini adalah sebagai tolak ukur dan evaluasi dalam kinerja yang telah
dilakukan pengurus selama menjabat. Adanya kekurangan tentu harus di koreksi dan di perbaikai
untuk pengurus yang akan dating.
BAB II ISI LAPORAN PERTANGUNG JAWABAN
KAGIATAN PR GP ANSOR DESA MASA KHIDMAT …………….
TANGGAL/
NO KEGIATAN TEMPAT KET
BULAN
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.
29.
30.
Ketau Sekretaris
Ttd Ttd
LAPORAN KEUANGAN
NO KEGIATAN PENGELUARAN SALDO KET
1.
2.
3.
Ketua Bendahara
Ttd Ttd
,
BAB III PENUTUP
Alhamdulillah puji syukur kami haturkan, atas segala nikmat dan karunia Nya sehingga laporan
kecil ini dapat kami susun dengan lancar.
Tentu laporan ini belumlah sempurna. Masih banyak hal yang belum bisa kami rekamkan secara
detail. Untuk itu kami mohon maaf yang sebesar besarnya. Kami ucapkan terima kasih kepada
seluruh sahabt sahabat yang telah membersamai kami dan membantu kami dalam menjalankan roda
organisasi ini, semoga menjadi amal sholih maqbulan indallah. Amin , selanjutnya kami mohon
maaf atas segala khilaf dan kesalahan. Semoga laporan ini bermanfaat dan dapat menjadi bahan
acuan untuk pimpinan GP Ansor kedepan. Amin
Ketua Sekretaris
Ttd Ttd