0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan20 halaman

Kuesioner Penelitian Usaha Ternak Sapi

Dokumen ini adalah kuesioner penelitian lapangan tentang usaha peternakan sapi potong dan sapi kerapaan di Pamekasan, mencakup lokasi, identifikasi peternak, komponen investasi, biaya produksi, penerimaan, dan manajemen agribisnis. Terdapat informasi detail mengenai biaya tetap dan variabel, serta tantangan yang dihadapi peternak dalam penyediaan sarana produksi dan pemasaran. Selain itu, dokumen ini juga menyajikan solusi yang diusulkan untuk mengatasi permasalahan yang ada.

Diunggah oleh

Kitten
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan20 halaman

Kuesioner Penelitian Usaha Ternak Sapi

Dokumen ini adalah kuesioner penelitian lapangan tentang usaha peternakan sapi potong dan sapi kerapaan di Pamekasan, mencakup lokasi, identifikasi peternak, komponen investasi, biaya produksi, penerimaan, dan manajemen agribisnis. Terdapat informasi detail mengenai biaya tetap dan variabel, serta tantangan yang dihadapi peternak dalam penyediaan sarana produksi dan pemasaran. Selain itu, dokumen ini juga menyajikan solusi yang diusulkan untuk mengatasi permasalahan yang ada.

Diunggah oleh

Kitten
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KUESIONER PENELITIAN LAPANGAN

USAHA PETERNAKAN SAPI POTONG

A, LOKASI SURVEY
De sa : Tengginah Dusun :
Kecamatan : Kadur Kabupaten : Pamekasan

B. IDENTIFIKASI PETERNAK RESPONDEN


1. Nama : Samsul Arifin
2. Umur : 47 Tahun
3. Pekerjaan utama ; Supir Truk Barang
4. Tingkat pendidikan : SMP Sederajat
5. Jumlah tanggungan keluarga : 4 Orang
6. Jumlah ternak sapi yang dimiliki : 10 Ekor
7. Usaha ternak lainnya : Ayam Petarung
8. Usaha tani lainnya : Petani Tembakau
9. Pengalaman beternak : 20 Tahun
10. Luas lahan yang dimiliki : 2000 Meter Persegi
11. Kursus/pelatihan beternak yang pernah diikuti : -
…………………………………………………………………………………
C. KOMPONEN INVESTASI USAHA TERNAK SAPI POTONG
Komponen Jumlah Nilai Awal Nilai Akhir Usia Nilai Teknis
(Rp) (Rp) Teknis (Rp/th)
(th)
Kandang 1 Rp.60.000.000 Rp.180.000.000 10 Tahun Rp.18.000.000
Cangkul/ 2 Rp 200.000 Rp 300.000 3 Tahun Rp 33.000
sekop
Sabit 2 Rp 200.000 Rp 230.000 1 Tahun Rp 30.000
Ember 10 Rp 200.000 Rp 250.000 1 Tahun Rp 4.800
Tempat pakan 10 Rp 50.000 Rp 300.000 5 Tahun Rp 60.000
Tempat 10 Rp 50.000 Rp 250.000 5 Tahun Rp 50.000
minum
Keranjang - -
Kendaraan 1 Rp 25.000.000 Rp 75.000.000 10 Tahun Rp 5.000.000
Jumlah Rp.
23.177.800

D. BIAYA PRODUKSI USAHA TERNAK SAPI POTONG


1. Biaya Tetap (Fixed Cost)
Komponen Satuan Nilai/Satuan (Rp) Total Nilai (Rp)
1. Nilai sewa lahan ………. m2 ……….…/ thn ………….. / thn
untuk kandang
2. Nilai PBB / thn - - Rp 250.000 / thn
3. Nilai susut alat - - Rp 6.200.000 /
thn
4. Iuran kelompok - - Rp 300.000 / thn
Jumlah Rp 6.750.000 / thn

2. Biaya Variabel ( Variabel Cost )


Komponen Satuan Nilai /satuan (Rp) Total Nilai (Rp)
1. Bakalan 10 Ekor Rp. 15.000.000 Rp. 150.000.000

2. Pakan
– Konsentrat - - -
- Hijauan 36 Ton Rp. 1.000 / Kg Rp. 36.000.000
- Pakan lain 9 Ton Rp. 3500 / Kg Rp. 31.500.000

3. Obat-obatan 1 Botol Rp. 55.000 Rp. 55.000


4. Tenaga Kerja 4 Orang Rp. 100.000 / Hari Rp. 72.000.000
5. Biaya Pemasaran - Rp. 0 Rp. 0
6. Bunga Kredit - Rp. 0 Rp. 0
(bila modal dari
kredit)
Jumlah Rp. 289.555.000

E. PENERIMAAN USAHA SAPI POTONG


Jenis Produk Satuan Nilai / satuan ((Rp) Total Nilai (Rp)
1. Penggemukan Sapi 1600 kg Rp. 15.000.000 Rp. 150.000.000
2. Pedet (anakan) 2 ekor Rp. 6.500.000 Rp. 13.000.000
3. Kotoran - - Rp. -
Jumlah Rp. 163.000.000

F. PENERAPAN MANAJEMEN AGRIBISNIS


1. Penyediaan Sarana Produksi

1. Bagaimana kondisi realitas tentang ketersediaan sarana produksi ternak ?

Sapronak Berdasarkan asas Tepat


Waktu Jumlah Jenis mutu Produk Harga
Bibit SB B SB SB B SB
Pakan Hijauan SB B SB B SB B
Pakan Konsentrat SB SB B SB SB SB
Obat-obatan SB SB B SB SB B
Tenaga Kerja SB B SB SB SB SB
Diisi : SB = sangat baik ; B= baik ; S = sedang, K- kurang, J = jelek

2. Bagaimana permasalahan tentang penyaluran sapronak ?


Kurangnya penyuluhan tentang Kesehatan ternak dari dinas peternakan.
3. Bagaimana pemecahan masalah yang dilakukan ?
Peternak menganggulangi masalah yang dialami dengan bertanya pada relasi
serta rekan peternak lainnya, berdasarkan pengalaman beternak.

2. Tatalakasana

1. Bagaimana Kondisi realitas tentang menejemen tatalaksana usaha ?


Kegiatan Kriteria
Tatalaksana Kandang SB B S K J
- Pemilihan Kandang SB B S K J
Tatalaksana Pakan SB B S K J
Tatalaksana pemeliharaan SB B S K J
Pemanenan Hasil SB B S K J
Kesinambungan usaha SB B S K J

2. Bagaimana permasalahan yang biasa muncul dalam tata laksana ?


Adanya beberapa ternak sapi yang sakit, baik terjangkit pmk atau penyakit
menular lainnya.
3. Apakah faktor penyediaan pakan jadi faktor pembatas ? (ya / tidak)
Tidak
4. Bagaimana cara mengatasi masalah yang muncul tentang pakan
Mencari pakan alternatif lain sebagai pengganti apabila pakan utama sulit
didapatkan.
3. Pemasaran produk

1. Bagaimana penerapan fungsi manajemen pemasaran produk ternak ?


Fungsi Kriteria
Pembelian dan pengumpulan SB B S K J
Penjualan dan pendistribusian SB B S K J
Pengangkutan SB B S K J
Penyimpanan SB B S K J
Pengolahan SB B S K J
Pembiayaan SB B S K J
Resiko SB B S K J
Informasi SB B S K J

2. Alur pemasaran ternak : Peternak ---- Pembeli ----- Jagal Sapi

3. Pada umumnya pedagang perantara siapa saja yang terlibat ?


a. Peternak
b. Pedagang besar
d. Jagal
4. Golongan fasilitator apa saja yang terlibat ?
a. Pengangkutan

5. Permasalahan apa yang muncul pada pemasaran produk ternak ?


Adanya oknum blantik yang curang serta bermain harga.
6. Alternatif solusi masalah tersebut ?
Menjual sapi dengan sistem timbangan

d. Jasa Penunjang

1. Bagaimana kondisi keberadaan dan peranan jasa penunjang pada usaha ternak
sapi potong ?

Jasa Penunjang Eksistensi Kriteria


Lembaga Keuangan Tidak Ada SB B S K J
Lembaga Pengembangan Tidak Ada SB B S K J
SDM
Pengembangan Organisasi Tidak Ada SB B S K J
Ekonomi
Pengembangan Fungsi Tidak Ada SB B S K J
Penelitian

2. Bagaimana permasalahan yang terkait dengan jasa penunjang agribisnis ?


Tidak adanya jasa penunjang yang berkolaborasi dengan peternak, sehingga
peternak melakukan proses Penggumkan berdasakan pengalaman pribadi.

KUESIONER PENELITIAN LAPANGAN


USAHA PETERNAKAN SAPI KERAPAN/ SONOK

A, LOKASI SURVEY
Desa : Keppo Dusun :
Kecamatan : Galis Kabupaten : Pamekasan

B. IDENTIFIKASI PETERNAK RESPONDEN


1. Nama : H. Karim
2. Umur : 60 Tahun
3. Pekerjaan utama ; Petani
4. Tingkat pendidikan : SD Sederajat
5. Jumlah tanggungan keluarga : 6 Orang
6. Jumlah ternak sapi yang dimiliki : 12 Ekor
7. Usaha ternak lainnya : Usaha Bebek dan Ayam
8. Usaha tani lainnya : Usaha Tembakau
9. Pengalaman beternak : Lebih dari 30 Tahun
10. Luas lahan yang dimiliki : 4000 m2
11. Kursus/pelatihan beternak yang pernah diikuti :
-

C. KOMPONEN INVESTASI USAHA TERNAK SAPI


KERAPAN/SONOK

Komponen Jumlah Nilai Awal Nilai Akhir Usia Nilai Teknis


(Rp) (Rp) Teknis (Rp/th)
(th)
Kandang 2 Rp.100.000.000 Rp.150.000.000 10 Tahun Rp.5.000.000
Cangkul/ 4 Rp 400.000 Rp 600.000 1 Tahun Rp 200.000
sekop
Sabit 2 Rp 200.000 Rp 230.000 1 Tahun Rp 30.000
Ember 12 Rp 240.000 Rp 360.000 1 Tahun Rp 10.000
Tempat pakan 12 Rp 50.000 Rp 540.000 1 Tahun Rp 240.000
Tempat 12 Rp 50.000 Rp 540.000 1 Tahun Rp 240.000
minum
Keranjang - -
Kendaraan 1 Rp 25.000.000 Rp 75.000.000 10 Tahun Rp 5.000.000
Jumlah Rp.
10.720.000

D. BIAYA PRODUKSI USAHA TERNAK SAPI KERAPAN/SONOK


1. Biaya Tetap (Fixed Cost)

Komponen Satuan Nilai/Satuan (Rp) Total Nilai (Rp)


1. Nilai sewa lahan ………. m2 ……….…/ thn ………….. / thn
untuk kandang
2. Nilai PBB / thn - - Rp 250.000 / thn
3. Nilai susut alat - - Rp 7.000.000 /
thn
4. Iuran kelompok - - Rp 600.000 / thn
Jumlah Rp 7.850.000 / thn

3. Biaya Variabel ( Variabel Cost )

Komponen Satuan Nilai /satuan (Rp) Total Nilai (Rp)


1. Bakalan 12 Ekor Rp. 15.000.000 Rp. 180.000.000

2. Pakan
– Konsentrat - - -
- Hijauan 43.2 Ton Rp. 1.000 / Kg Rp. 43.200.000
- Pakan lain 10.8 Ton Rp. 3500 / Kg Rp. 37.800.000

3. Obat-obatan 1 Botol Rp. 55.000 Rp. 55.000


4. Tenaga Kerja 4 Orang Rp. 100.000 / Hari Rp. 72.000.000
5. Biaya Pemasaran - Rp. 0 Rp. 0
6. Bunga Kredit - Rp. 0 Rp. 0
(bila modal dari
kredit)
Jumlah Rp. 333.055.000

E. PENERIMAAN USAHA SAPI KERAPAN/SONOK


Jenis Produk Satuan Nilai / satuan ((Rp) Total Nilai (Rp)
1. Penggemukan Sapi - - -
2. Pedet (anakan) - - -
3. HADIAH
Jumlah -

F. PENERAPAN MANAJEMEN AGRIBISNIS


1. Penyediaan Sarana Produksi

1. Bagaimana kondisi realitas tentang ketersediaan sarana produksi ternak ?


Sapronak Berdasarkan asas Tepat
Waktu Jumlah Jenis mutu Produk Harga
Bibit B B SB B SB S
Pakan Hijauan SB B SB B B SB
Pakan Konsentrat S S B S B K
Obat-obatan B B B B B S
Tenaga Kerja SB SB SB SB SB B
Diisi : SB = sangat baik ; B= baik ; S = sedang, K- kurang, J = jelek

2. Bagaimana permasalahan tentang penyaluran sapronak ?

 Keterlambatan distribusi, terutama pada pakan konsentrat dan obat-obatan,


akibat jalur distribusi yang tidak efisien atau keterbatasan armada
transportasi.
 Ketersediaan jumlah tidak sesuai kebutuhan, terutama saat musim paceklik
atau permintaan tinggi menjelang hari raya.
 Kualitas sapronak yang tidak standar, seperti bibit sapi dalam kondisi
lemah, pakan berkadar air tinggi, atau obat kadaluwarsa.
 Harga tidak stabil dan sering melonjak, khususnya pada pakan konsentrat
yang tergantung pada bahan impor.
 Kurangnya pengawasan dari dinas terkait, yang menyebabkan penyaluran
tidak merata dan menumpuk di kelompok peternak tertentu.
 Akses terbatas di wilayah pedesaan/terpencil, menyebabkan peternak sulit
mendapatkan sapronak tepat waktu.

3. Bagaimana pemecahan masalah yang dilakukan ?

 Membentuk koperasi peternak atau kelompok ternak untuk menampung


permintaan dan mempermudah penyaluran secara kolektif.
 Mengembangkan sistem penjadwalan distribusi yang terencana, terutama
menjelang musim kering atau hari raya besar.
 Bermitra langsung dengan pabrik pakan dan produsen sapronak, guna
memotong jalur distribusi dan menstabilkan harga.
 Membangun gudang penyimpanan sapronak di tingkat desa atau
kecamatan agar stok tetap aman dan mudah diakses.
 Meningkatkan peran penyuluh dan dinas peternakan dalam monitoring
distribusi dan penjaminan mutu.
 Pemanfaatan teknologi informasi seperti aplikasi peternakan digital untuk
pemesanan dan pelacakan distribusi sapronak secara online.

2. Tatalakasana

1. Bagaimana Kondisi realitas tentang menejemen tatalaksana usaha ?


Kegiatan Kriteria
Tatalaksana Kandang SB B S K J
- Pemilihan Kandang SB B S K J
Tatalaksana Pakan SB B S K J
Tatalaksana pemeliharaan SB B S K J
Pemanenan Hasil SB B S K J
Kesinambungan usaha SB B S K J

2. Bagaimana permasalahan yang biasa muncul dalam tata laksana ?


 Manajemen kandang yang belum optimal, seperti ventilasi kurang baik,
drainase jelek, dan kebersihan kandang yang tidak rutin dijaga.
 Pencatatan pertumbuhan dan kesehatan ternak yang tidak konsisten, sehingga
sulit dilakukan evaluasi performa ternak.
 Pemberian pakan yang tidak sesuai waktu dan takaran, menyebabkan
pertumbuhan ternak tidak maksimal.
 Kurangnya tenaga kerja terlatih, terutama dalam mendeteksi penyakit dini dan
manajemen pemeliharaan modern.

3. Apakah faktor penyediaan pakan jadi faktor pembatas ? (ya / tidak)


Ya
4. Bagaimana cara mengatasi masalah yang muncul tentang pakan
 Penanaman hijauan pakan ternak (HPT) secara intensif di lahan sekitar
kandang, seperti rumput odot, rumput gajah, dan legum.
 Pembuatan silase dan hay, sebagai cadangan pakan saat musim kemarau.
 Bermitra dengan produsen konsentrat, agar pasokan terjaga dan harga lebih
stabil.
 Pelatihan peternak tentang formulasi pakan sendiri dari bahan lokal seperti
dedak, ampas tahu, jagung giling, dll.
 Pengaturan jadwal pemberian pakan agar sesuai dengan kebutuhan harian
ternak berdasarkan fase pertumbuhan.

3. Pemasaran produk

1. Bagaimana penerapan fungsi manajemen pemasaran produk ternak ?


Fungsi Kriteria
Pembelian dan pengumpulan SB B S K J
Penjualan dan pendistribusian SB B S K J
Pengangkutan SB B S K J
Penyimpanan SB B S K J
Pengolahan SB B S K J
Pembiayaan SB B S K J
Resiko SB B S K J
Informasi SB B S K J
2. Alur pemasaran ternak : Peternak ---- Pembeli ----- Jagal

3. Pada umumnya pedagang perantara siapa saja yang terlibat ?


a. Pedagang besar
b. Jagal
4. Golongan fasilitator apa saja yang terlibat ?
a. Pengangkutan

1. Permasalahan apa yang muncul pada pemasaran produk ternak ?

 Fluktuasi harga pasar yang tidak stabil, terutama saat musim panen raya
atau menjelang hari besar keagamaan.
 Ketergantungan pada tengkulak/perantara, yang sering menekan harga beli
di tingkat peternak.
 Kurangnya akses informasi pasar, seperti harga harian atau permintaan
wilayah lain.
 Minimnya jaringan distribusi, sehingga pemasaran hanya berputar di
daerah lokal.
 Kualitas produk tidak seragam, akibat manajemen pemeliharaan yang
berbeda antar peternak, sehingga menyulitkan standarisasi harga.

2. Alternatif solusi masalah tersebut ?

 Membentuk koperasi atau kelompok usaha peternak, agar pemasaran bisa


dilakukan secara kolektif dengan posisi tawar yang lebih kuat.
 Mengikuti pelatihan pemasaran digital, supaya produk ternak bisa
dipasarkan lewat media sosial, marketplace, atau platform peternakan
online.
 Bekerja sama dengan rumah potong hewan (RPH) dan hotel/restoran,
untuk menjalin kontrak penjualan langsung tanpa tengkulak.
 Membangun branding dan sertifikasi mutu, seperti label “sapi sehat” atau
“sapi organik” untuk meningkatkan nilai jual.
 Memanfaatkan fasilitas pemerintah atau dinas peternakan, seperti bantuan
akses pasar, pelatihan bisnis, atau aplikasi harga online.

d. Jasa Penunjang

1. Bagaimana kondisi keberadaan dan peranan jasa penunjang pada usaha ternak
sapi KERAPAN/SONOK ?
Jasa Penunjang Eksistensi Kriteria
Lembaga Keuangan Tidak Ada SB B S K J
Lembaga Pengembangan Tidak Ada SB B S K J
PARIWISATA
Pengembangan Organisasi Tidak Ada SB B S K J
Ekonomi
Pengembangan Fungsi Tidak Ada SB B S K J
Penelitian

2. Bagaimana permasalahan yang terkait dengan jasa penunjang agribisnis ?

 Transportasi terbatas dan biaya logistik tinggi, terutama untuk distribusi


hasil ternak dari desa ke kota atau antar provinsi.

 Akses terhadap permodalan sulit, karena syarat pinjaman bank terlalu


rumit bagi peternak kecil (jaminan, bunga, dan prosedur).
 Minimnya penyuluhan dan pendampingan teknis, sehingga peternak
banyak yang belum paham manajemen usaha modern.
 Kurangnya adopsi teknologi, seperti sistem informasi pasar, pencatatan
digital, dan aplikasi pemantauan kesehatan ternak.
 Keterbatasan fasilitas pascapanen, seperti tempat pemotongan hewan
(RPH), cold storage, atau pengolahan limbah.

KUESIONER PENELITIAN LAPANGAN


USAHA PETERNAKAN SAPI KERAPAN/ SONOK

A, LOKASI SURVEY
Desa : Ponteh Dusun :
Kecamatan : Galis Kabupaten : Pamekasan
B. IDENTIFIKASI PETERNAK RESPONDEN
1. Nama : H. Tohari
2. Umur : 65 Tahun
3. Pekerjaan utama ; Bertani dan Usaha Toko Beras
4. Tingkat pendidikan : SMP Sederajat
5. Jumlah tanggungan keluarga : 5 Orang
6. Jumlah ternak sapi yang dimiliki : 15 Ekor
7. Usaha ternak lainnya : Usaha Ternak Ayam
8. Usaha tani lainnya : Petani Beras
9. Pengalaman beternak : 30 Tahun
10. Luas lahan yang dimiliki : 5000 m2
11. Kursus/pelatihan beternak yang pernah diikuti :
-

C. KOMPONEN INVESTASI USAHA TERNAK SAPI


KERAPAN/SONOK
Komponen Jumlah Nilai Awal Nilai Akhir Usia Teknis
(Rp) (Rp) (Rp)
Kandang 1 unit Rp 150.000.000 Rp 300.000.000 15 tahun
Cangkul/sekop 2 buah Rp 150.000 Rp 300.000 5 tahun
Sabit 3 buah Rp 60.000 Rp 180.000 4 tahun
Ember 15 buah Rp 20.000 Rp 240.000 3 tahun
Tempat pakan 15 buah Rp 50.000 Rp 600.000 5 tahun
Tempat minum 15 buah Rp 40.000 Rp 480.000 5 tahun
Keranjang 3 buah Rp 75.000 Rp 225.000 3 tahun
Kendaraan 1 unit Rp 35.000.000 Rp 60.000.000 8 tahun

D. BIAYA PRODUKSI USAHA TERNAK SAPI KERAPAN/SONOK


1. Biaya Tetap (Fixed Cost)
Komponen Satuan Nilai/Satuan (Rp) Total Nilai (Rp)
1. Nilai sewa lahan - - -
untuk kandang
2. Nilai PBB / thn Rp 500.000 / tahun

3. Nilai susut alat Rp 33.000.000 /


tahun
4. Iuran kelompok Rp 500.000 / tahun
Jumlah Rp 34.000.000 /
tahun
2. Biaya Variabel ( Variabel Cost )
Komponen Satuan Nilai /satuan (Rp) Total Nilai (Rp)
1. Bakalan 15 ekor Rp 15.000.000 Rp 175.000.000
2. Pakan
– Konsentrat - - -
- Hijauan 54 Ton Rp 1000 / Kg Rp 54.000.000
- Pakan lain 13.5 Ton Rp 3.000 / Kg Rp 40.500.000
3. Obat-obatan 1 Botol Rp 55.000 Rp 55.000
4. Tenaga Kerja 5 orang Rp 100.000 / Hari Rp 15.000.000
5. Biaya Pemasaran - - -
6. Biaya lomba - - -
7. Bunga Kredit - - -
(bila modal dari
kredit)
Jumlah Rp 233.100.000

E. PENERIMAAN USAHA SAPI KERAPAN/SONOK


Jenis Produk Satuan Nilai / satuan ((Rp) Total Nilai (Rp)
1. Penggemukan Sapi 15 ekor x Rp 55.000 / kg Rp 206.250.000
250 kg
2. Pedet (anakan) - - -
3. HADIAH
Jumlah Rp 206.250.000

F. PENERAPAN MANAJEMEN AGRIBISNIS


1. Penyediaan Sarana Produksi

5. Bagaimana kondisi realitas tentang ketersediaan sarana produksi ternak ?

Sapronak Berdasarkan asas Tepat


Waktu Jumlah Jenis mutu Produk Harga
Bibit SB B SB SB SB S
Pakan Hijauan SB SB B B B B
Pakan Konsentrat S SB SB SN B S
Obat-obatan B B B B B SB
Tenaga Kerja SB SB SB SB SB B
Diisi : SB = sangat baik ; B= baik ; S = sedang, K- kurang, J = jelek

6. Bagaimana permasalahan tentang penyaluran sapronak ?


 Keterlambatan distribusi pakan konsentrat dan obat-obatan akibat jalur distribusi
yang tidak efisien.
 Ketersediaan jumlah sapronak sering tidak sesuai kebutuhan, terutama saat musim
paceklik.
 Kualitas sapronak tidak standar, seperti pakan dengan kadar air tinggi atau obat
kadaluwarsa.
7. Bagaimana pemecahan masalah yang dilakukan ?
 Membentuk koperasi peternak untuk menampung permintaan dan mempermudah
penyaluran secara kolektif.
 Bermitra langsung dengan produsen sapronak untuk menstabilkan harga dan
menjamin pasokan.
 Meningkatkan peran dinas peternakan dalam monitoring distribusi dan penjaminan
mutu sapronak.

2. Tatalakasana

1. Bagaimana Kondisi realitas tentang menejemen tatalaksana usaha ?


Kegiatan Kriteria
Tatalaksana Kandang SB B S K J
- Pemilihan Kandang SB B S K J
Tatalaksana Pakan SB B S K J
Tatalaksana pemeliharaan SB B S K J
Pemanenan Hasil SB B S K J
Kesinambungan usaha SB B S K J

2. Bagaimana permasalahan yang biasa muncul dalam tata laksana ?


 Manajemen kandang yang belum optimal, seperti ventilasi dan drainase yang
kurang baik.
 Pencatatan pertumbuhan dan kesehatan ternak yang tidak konsisten.
 Pemberian pakan yang tidak sesuai waktu dan takaran, sehingga pertumbuhan
ternak tidak maksimal.

3. Apakah faktor penyediaan pakan jadi faktor pembatas ? (ya / tidak)


Tidak
8. Bagaimana cara mengatasi masalah yang muncul tentang pakan
 Penanaman hijauan pakan ternak (HPT) secara intensif di lahan sekitar
kandang, seperti rumput odot dan legum.
 Pembuatan silase dan hay sebagai cadangan pakan saat musim kemarau.
 Pelatihan peternak tentang formulasi pakan sendiri dari bahan lokal seperti
dedak, jagung giling, dan ampas tahu.

3. Pemasaran produk
1. Bagaimana penerapan fungsi manajemen pemasaran produk ternak ?
Fungsi Kriteria
Pembelian dan pengumpulan SB B S K J
Penjualan dan pendistribusian SB B S K J
Pengangkutan SB B S K J
Penyimpanan SB B S K J
Pengolahan SB B S K J
Pembiayaan SB B S K J
Resiko SB B S K J
Informasi SB B S K J

2. Alur pemasaran ternak : Peternak ---- Pembeli ----- Jagal

3. Pada umumnya pedagang perantara siapa saja yang terlibat ?


a. Blatik
b. Pedagang besar
c. Jagal
4. Golongan fasilitator apa saja yang terlibat ?
a. Pengangkutan

3. Permasalahan apa yang muncul pada pemasaran produk ternak ?


 Fluktuasi harga pasar yang tidak stabil, terutama saat hari besar atau panen
raya.
 Ketergantungan pada tengkulak yang menekan harga beli di tingkat peternak.
 Kurangnya akses informasi pasar dan jaringan distribusi yang luas.

4. Alternatif solusi masalah tersebut ?


 Membentuk koperasi atau kelompok usaha peternak untuk memperkuat posisi
tawar.
 Mengikuti pelatihan pemasaran digital agar produk dapat dijual lewat media
sosial atau marketplace.
 Bekerja sama langsung dengan RPH, hotel, atau restoran untuk kontrak
penjualan tanpa tengkulak.

d. Jasa Penunjang

3. Bagaimana kondisi keberadaan dan peranan jasa penunjang pada usaha ternak
sapi KERAPAN/SONOK ?
Jasa Penunjang Eksistensi Kriteria
Lembaga Keuangan Tidak Ada SB B S K J
Lembaga Pengembangan Tidak Ada SB B S K J
PARIWISATA
Pengembangan Organisasi Tidak Ada SB B S K J
Ekonomi
Pengembangan Fungsi Tidak Ada SB B S K J
Penelitian

4. Bagaimana permasalahan yang terkait dengan jasa penunjang agribisnis ?


 Transportasi terbatas dan biaya logistik tinggi untuk distribusi hasil ternak.
 Akses terhadap permodalan sulit karena prosedur bank yang rumit bagi
peternak kecil.
 Minimnya penyuluhan dan pendampingan teknis tentang manajemen usaha
modern.

Lampiran 2. Kriteria Penilaian Penerapan Manajemen Agribisnis

1. Variabel Penyediaan Sarana Produksi


SB : 6 poin tepat
B : 5 poin tepat
S : 3 - 4 poin tepat
K : 1 - 2 poin tepat
J : tidak ada poin tepat

2. Variabel Tata laksana Pemeliharaan


a. Tata laksana Kandang
SB : Lokasi jauh dari rumah, kandang permanen, alat-alat lengkap, aliran
air dan pembuangan lancar dan ada unit pengolahan limbah
B : Lokasi jauh dari rumah, kandang permanen, alat-alat cukup dan
aliran air lancar
S ; Lokasi dekat rumah, kandang semi permanen, alat-alat cukup, aliran
air kurang lancar
K : Lokasi dekat dengan rumah, kandang terbuat dari bambu, alat-alat
kurang dan aliran air kurang lancar
J : kandang menyatu dengan rumah, tidak ada sirkulasi udara dan tidak
ada pembuangan air limbah, alat-alat kurang dan aliran air tidak
lancar
b. Tata Laksana Pakan
SB : Perencanaan pakan sudah dilakukan, kebutuhan pakan nutrisi
tercukupi, kualitas pakan bagus, ketersediaan pakan kontinyu,
pemberian pakan terjadwal dan ada introduksi teknologi dan air
minum selalu tersedia
B : Perencanaan pakan sudah dilakukan, kebutuhan pakan dan nutrisi
belum dihitung sesuai kebutuhan sapi, ketersediaan pakan kontinyu,
pemberian pakan hijauan dan konsentrat terjadwal dan ada
introduksi teknologi sederhana dan air minum cukup tersedia.
S : Perencanaan pakan jangka pendek, pemberian hijauan dan konsentrat
tidak dihitung sesuai kebutuhan sapi, pemberian pakan tidak teratur,
tidak ada introduksi teknologi dan air minum kurang
K : Perencanaan pakan belum dilakukan, pemberian hijauan dan
konsentrat seadanya, pemberian pakan tidak teratur, tidak ada
introduksi teknologi dan air minum kurang
J : Perencanaan pakan belum dilkukan, pemberian hijauan kurang dan
tidak diberikan pakan konsentrat, pemberian pakan tidak teratur,
tidak ada introduksi teknologi dan air kurang

c. Tata Laksana Pemeliharaan


SB : Persiapan peralatan yang digunakan lengkap, melakukan urutan
langkah pemeliharaan ternak dengan baik (sanitasi kandang, sanitasi
ternak, pemberian pakan dan lainnya) dan kerjasama tenaga kerja
baik.
B : Persiapan peralatan yang digunakan cukup, melakukan urutan
langkah pemeliharaan ternak dengan baik ( sanitasi kandang, sanitasi
ternak, pemberian pakan dan lainnya) dan kerjasama tenaga kerja
baik
S : Persiapan peralatan yang digunakan cukup, kurang melakukan
urutan langkah pemeliharaan ternak dengan baik ( sanitasi kandang,
sanitasi ternak, pemberian pakan dan lainnya) dan kerjasama tenaga
kerja belum optimal
K : Persiapan peralatan yang digunakan kurang, urutan langkah
pemeliharaan ternak (sanitasi kandng, sanitasi ternak, pemberian
pakan dan lainnya) belum teratur dan kerjasama tenaga kerja belum
optimal
J : Persiapan peralatan yang digunakan kurang, tidak melakukan urutan
langkah pemeliharaan ternak (sanitasi kandang, sanitasi ternak,
pemberian pakan dan lainnya) dan kerjasama tenaga kerja kurang
optimal
d. Tata laksana Pemanenan Hasil
SB : Perencanaan panen sesuai dengan kebutuhan pasar (tepat waktu dan
tepat harga) dan ternak dalam kondisi sehat, berat badan bagus dan
sudah layak jual.
B : Perencanaan panen sesuai dengan kebutuhan pasar (tepat waktu dan
tepat harga) dan ternak dalam kondisi sehat, berat badan baik dan
sudah layak jual.
S : Perencanaan panen belum sesuai dengan kebutuhan pasar (tepat waktu
dan tepat harga) dan ternak dalam kondisi sehat, berat badan sedang
dan sudah layak jual.
K : Perencanaan panen belum sesuai dengan kebutuhan pasar (tepat waktu
dan tepat harga) dan ternak dijual bila kebutuhan mendesak, kondisi
berat badan dan kesehatan ternak baik
J : . Perencanaan panen belum sesuai dengan kebutuhan pasar (tepat waktu
dan tepat harga) dan ternak dijual bila kebutuhan mendesak, kondisi
berat badan dan kesehatan ternak tidak dihiraukan

e. Kesinambungan Usaha
SB : Melakukan replacement stock, jumlah ternak bertambah dan ada
peningkatan usaha dan peningkatan kualitas manajemen
pemeliharaan
B : Melakukan replacement stock, jumlah ternak bertambah dan ada
peningkatan usaha dan belum ada peningkatan kualitas manajemen
pemeliharaan
S : Melakukan replacement stock, jumlah ternak tetap dan belum ada peningkatan
usaha dan peningkatan kualitas manajemen pemeliharaan
K : Melakukan replacement stock, jumlah ternak kurang dan ada
peningkatan usaha dan peningkatan kualitas manajemen
pemeliharaan
J : Tidak melakukan replacement stock, jumlah ternak makin berkurang

3. Variabel Pemasaran
a. Pembelian dan Pengumpulan
SB : Waktu pengumpulan ternak yang akan dijual sangat baik dan tepat,
lokasi pembelian dekat, sarana pengumpulan ternak stersedia
sangat baik.
B : Waktu pengumpulan ternak yang akan dijual baik dan tepat, lokasi
pembelian dekat, sarana pengumpulan ternak cukup ersedia.
S : Waktu pengumpulan ternak yang akan dijual sedang, lokasi
pembelian agak jauh, sarana pengumpulan ternak cukup tersedia
K : Waktu pengumpulan ternak yang akan dijual kurang, lokasi
pembelian jauh, sarana pengumpulan ternak kurang tersedia
J : Waktu pengumpulan ternak yang akan dijual tidak terkoordinasi,
lokasi pembelian jauh, sarana pengumpulan ternak tidak tersedia
b. Penjualan dan Pendistribusian
SB : Penjualan langsung kepada pembeli, ternak yang dijual diambil
langsung oleh pembeli, harga yang ditawarkan tinggi
B : Penjualan langsung melalui pedagang perantara I, ternak yang dijual
diambil langsung pedagang perantara, harga yang ditawarkan
cukup baik
S : Penjualan langsung melalui pedagang perantara I, ternak yang dijual
diantarkan pada pedagang perantara, harga yang ditawarkan tinggi
K : Penjualan langsung melalui 2 pedagang perantara, ternak yang dijual
diantarkan pada pedagang perantara, harga yang ditawarkan kurang
J : Penjualan langsung melalui 2 pedagang perantara, ternak yang dijual
diantarkan pada pedagang perantara, harga yang ditawarkan rendah

c. Pengangkutan
SB : Sarana pengangkutan ternak tersedia dan dimiliki peternak, sasaran
lokasi pembeli diketahui dengan tepat, prasarana jalan ke lokasi
baik
B : Sarana pengangkutan ternak disediakan pedagang perantara, sasaran
lokasi pembeli diketahui dengan tepat, prasarana jalan ke lokasi
baik
S : Sarana pengangkutan ternak disediakan pedagang perantara dengan
sewa, sasaran lokasi pembeli diketahui dengan tepat, prasarana
jalan ke lokasi cukup baik
K : Sarana pengangkutan ternak disediakan pedagang perantara dengan
sewa, sasaran lokasi pembeli tidak diketahui dengan tepat,
prasarana jalan ke lokasi cukup baik
J : Sarana pengangkutan ternak tidak tersedia, sasaran lokasi pembeli
tidak diketahui dengan tepat, prasarana jalan ke lokasi kurang baik

d. Penyimpanan
SB : Lokasi penyimpanan hasil panen dekat dan dimilki peternak, sarana
dan prasarana tempat penyimpanan sangat baik dan pengelolaan
penyimpanan sangat baik
B : Lokasi penyimpanan hasil panen jauh dan dimilki peternak, sarana
dan prasarana tempat penyimpanan baik dan pengelolaan
penyimpanan baik
S : Lokasi penyimpanan hasil panen dekat dan tidak dimilki peternak,
sarana dan prasarana tempat penyimpanan cukup baik dan
pengelolaan penyimpanan cukup baik
K : Lokasi penyimpanan hasil panen jauh dan tidak dimilki peternak,
sarana dan prasarana tempat penyimpanan kurang, baik dan
pengelolaan penyimpanan kurang
J : Lokasi penyimpanan hasil panen jauh dan tidak dimilki peternak,
sarana dan prasarana tempat penyimpanan kurang, baik dan tidak
ada pengelolaan penyimpanan

4. Variabel Jasa Penunjang


SB : Peternak mengetahui keberadaan/ peranan jasa penunjang, dapat
memilih dan menggunakan jasa penunjang dalam meningkatkan
usahanya
B : Peternak mengetahui keberadaan/ peranan jasa penunjang, kurang
dapat memilih dan menggunakan jasa penunjang dalam
meningkatkan usahanya
S : Peternak mengetahui keberadaan/ peranan jasa penunjang, belum dapat
memilih dan menggunakan jasa penunjang dalam meningkatkan
usahanya
K : Peternak kurang mengetahui keberadaan/ peranan jasa penunjang,
kurang dapat memilih dan menggunakan jasa penunjang dalam
meningkatkan usahanya
J : Peternak tidak mengetahui keberadaan/ peranan jasa penunjang, tidak
dapat memilih dan menggunakan jasa penunjang dalam
meningkatkan usahanya

Anda mungkin juga menyukai