0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan4 halaman

Faktor Pengaruh Status Gizi Balita

Dokumen ini membahas tentang status gizi balita, termasuk pengertian, indikator penilaian, dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Terdapat kerangka teori yang mendasari penelitian ini, merujuk pada teori WHO, Erikson, dan Dahlgren & Whitehead. Hipotesis penelitian menyatakan bahwa status gizi balita dipengaruhi oleh faktor sosial, ekonomi, pola asuh, dan pengetahuan ibu.

Diunggah oleh

saepudin aep
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan4 halaman

Faktor Pengaruh Status Gizi Balita

Dokumen ini membahas tentang status gizi balita, termasuk pengertian, indikator penilaian, dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Terdapat kerangka teori yang mendasari penelitian ini, merujuk pada teori WHO, Erikson, dan Dahlgren & Whitehead. Hipotesis penelitian menyatakan bahwa status gizi balita dipengaruhi oleh faktor sosial, ekonomi, pola asuh, dan pengetahuan ibu.

Diunggah oleh

saepudin aep
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Kajian Teori

2.1.1 Pengertian Status Gizi

Status gizi adalah keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan

dan penggunaan zat gizi. Status gizi balita menggambarkan

keseimbangan antara asupan zat gizi dengan kebutuhan tubuh untuk

pertumbuhan dan perkembangan. Penilaian status gizi balita dilakukan

dengan menggunakan indikator antropometri, yaitu pengukuran tinggi

badan, berat badan, dan umur anak.

2.1.2 Indikator Penilaian Status Gizi

Terdapat tiga indikator utama yang digunakan dalam pengukuran status

gizi balita menurut standar WHO :

 Berat Badan menurut Tinggi Badan (BB/TB): Menggambarkan

status gizi akut, seperti wasting (gizi kurang akut).

 Berat Badan menurut Umur (BB/U): Menunjukkan status gizi secara

umum, termasuk underweight.

 Tinggi Badan menurut Umur (TB/U): Menggambarkan status gizi

jangka panjang, seperti stunting (kerdil).


2.1.3 Faktor yang Mempengaruhi Status Gizi Balita

Beberapa faktor yang memengaruhi status gizi balita antara lain:

 Faktor individu: usia, jenis kelamin, dan kondisi kesehatan anak

 Faktor ibu: pendidikan, pengetahuan gizi, status ekonomi keluarga

 Faktor lingkungan: sanitasi, akses ke pelayanan kesehatan, dan pola

asuh

2.1.4 Teori Gizi

Menurut Soekirman (2010), status gizi adalah ukuran keberhasilan dalam

pemenuhan kebutuhan gizi individu. Status ini dipengaruhi oleh konsumsi

makanan dan penggunaan zat gizi oleh tubuh, serta dipengaruhi oleh

faktor lingkungan, kesehatan, dan sosial ekonomi.

2.1.5 Teori Pertumbuhan Anak

Menurut teori perkembangan Erik Erikson, masa balita merupakan tahap

awal pertumbuhan yang sangat penting dalam pembentukan dasar

kesehatan dan perilaku anak. Status gizi yang buruk pada masa ini dapat

mengganggu pertumbuhan fisik dan perkembangan mental anak.

2.1.6 Teori Determinan Kesehatan

Menurut teori Dahlgren dan Whitehead, status kesehatan seseorang

(termasuk gizi) dipengaruhi oleh berbagai lapisan determinan seperti gaya

hidup individu, pengaruh sosial, kondisi kehidupan dan kerja, serta faktor

sosio-ekonomi, budaya, dan lingkungan.


2.2 Kerangka Teori

Kerangka teori merupakan landasan ilmiah yang mendukung penelitian ini.

Penelitian ini mengacu pada:

 Teori status gizi dan pengukurannya (WHO, 2006)

 Teori perkembangan anak balita (Erikson)

 Teori determinan sosial kesehatan (Dahlgren & Whitehead)

Ketiga teori ini membantu menjelaskan bahwa status gizi balita dipengaruhi

oleh faktor internal (umur, jenis kelamin), faktor eksternal (pendidikan ibu,

pendapatan keluarga), dan lingkungan (akses layanan kesehatan dan pola

asuh).

2.3 Kerangka Konsep

Kerangka konsep menggambarkan hubungan antarvariabel dalam penelitian.

Dalam penelitian ini:

Variabel utama:

 Status gizi balita usia 0–59 bulan (dengan indikator BB/TB, BB/U, dan

TB/U)

Faktor yang memengaruhi (digali secara kualitatif):

 Asupan makanan

 Pola asuh orang tua

 Akses ke layanan kesehatan


 Sosial ekonomi keluarga

 Pengetahuan ibu tentang gizi

2.4 Hipotesis Penelitian

Asumsi Penelitian :

Status gizi balita usia 0–59 bulan di Desa Cintarakyat dipengaruhi oleh

faktor-faktor sosial, ekonomi, pola asuh, dan pengetahuan ibu, yang akan

dianalisis secara mendalam melalui pendekatan kualitatif.

Anda mungkin juga menyukai