NOMOR STATISTIK SEKOLAH
1 0 1 0 4 0 1 1 6 0 1 7
PROGRAM
BIMBINGAN DAN KONSELING
(BK)
NAMA SEKOLAH : SDN BANGUNTAPAN
STATUS : NEGERI
NPSN : 20400796
ALAMAT : TEGALKOPEN
DESA / KELURAHAN: BANGUNTAPAN
KAPANEWON : BANGUNTAPAN
KABUPATEN : BANTUL
PROPINSI : D. I. YOGYAKARTA
Tegalkopen, Banguntapan, Banguntapan, Bantul
(0274) 444636 Kode Pos 55198
I. JENIS-JENIS LAYANAN BIMBINGAN
Beberapa jenis layanan dan kegiatan perlu dilakukan sebagai wujud
penyelenggaraan pelayanan bimbingan terhadap siswa. Layanan dan kegiatan pokok
tersebut adalah :
a. Layanan Orientasi
Yaitu layanan bimbingan yang memungkinkan siswa memahami lingkungan
(seperti sekolah) yang baru dimasukinya untuk mempermudah dan memperlancar
berperannya siswa di lingkungan yang baru
b. Layanan Informasi
Yaitu layanan bimbingan yang memungkinkan siswa menerima atau memahami
informasi (seperti informasi pendidikan dan informasi pekerjaan) yang dapat
dipergunakan sebagai bahan pertimbangan dan pengambilan keputusan.
c. Layanan Penempatan dan Penyeluran
Yaitu layanan bimbingan yang memungkinkan siswa memperoleh penempatan
dan penyeluran yang tepat (misalnya penempatan/ penyeluran di dalam kelas,
kelompok belajar, ekstra kurikuler) sesuai dengan kondisi pribadi siswa (potensi/
kemampuan, bakat dan minat).
d. Layanan Bimbingan Belajar
Yaitu layanan bimbingan yang memungkinkan siswa mengembangkan sikap dan
kebiasaan belajar yang baik dan benar secara individu maupun kelompok, sesuai
dengan kondisi pribadi siswa (bakat, minat, potensi/ kemampuan).
e. Layanan Bimbingan Kelompok
Yaitu layanan bimbingan yang memungkinkan sejumlah siswa secara bersama-
sama memperoleh berbagai bahan/ informasi dari nara sumber tertentu (terutama
dari pembimbing) yang berguna untuk menunjang kehidupannya sehari-hari.
Pembimbing perlu menyelenggarakan jenis-jenis layanan bimbingan dengan
penyesuaian sepenuhnya terhadap karakteristik siswa yang dilayani.
A. Isi Layanan Bimbingan
Layanan bimbingan hendaknya disesuaikan dengan sasaran layanan bimbingan.
Serta sesuai dengan perkembangan siswa dalam aspek pribadi-sosial, pendidikan
dan karier. Di samping itu harus diperhatikan pula kebutuhan siswa dari masing-
masing tingkatan kelas. Dengan memperhatikan hal tersebut, isi layanan
bimbingan di SD adalah sebagai berikut :
a. Kelas Rendah (Kelas I, II, III)
1. Bimbingan Pribadi – Sosial
1) Mengenal ciri-ciri yang ada di dalam diri sendiri
2) Menunjukkan makna sikap terpuji dan tercela
3) Mengenalkan cara hidup sehat dengan makan bergizi dan olah raga
4) Mengenalkan ciri khusus orang lain
5) Menggambarkan peran sebagai anggota keluarga di rumah
6) Menjelaskan makna kerja sama
7) Menggambarkan berbagai perasaan dalam berbagai situasi
8) Melatih cara mengambil keputusan sendiri
9) Mengenalkan cara mengungkapkan perasaan bahagia dan sedih
10) Membimbing berfikir positif
11) Mengenalkan persamaan dan perbedaan orang lain dan siswa
12) Mengenalkan cara hidup bersih dan sehat
13) Membimbing siswa menciptakan dan memelihara persahabatan
14) Membimbing siswa mengenali kecakapan yang dimilikinya untuk
penampilan suatu tugas tertentu
15) Menjelaskan cara menjadi pendengar yang baik
16) Menjelaskan perlunya memiliki beberapa pilihan sebelum mengambil
keputusan
17) Melatih cara mengenal diri sendiri kepada orang lain
18) Melatih sikap tenang dan tabah ketika menghadapi perasaan tertekan
19) Melatih siswa mengenali hal-hal yang disukai dari orang lain
20) Melatih siswa mengenali tanggung jawab orang dewasa yang
diketahui
21) Mengenalkan pengaruh tindakan siswa terhadap orang lain
22) Mengenalkan sopan santun berbicara dengan orang lain
23) Mengenalkan akibat dari keputusan yang diambil
24) Membimbing siswa mendiskusikan tentang macam-macam
keterampilan yang dimiliki
2. Bimbingan Belajar
1) Mengenalkan cara merencanakan cita-cita
2) Memotivasi agar menyenangi mata pelajaran
3) Menjelaskan arti suatu ulangan dalam kegiatan belajar
4) Mengenalkan manfaat belajar yang benar
5) Mengenalkan tujuan belajar
6) Mengenalkan hambatan dalam belajar
7) Menjelaskan tujuan suatu ulangan
8) Menunjukkan bahwa membuat catatan yang teratur dapat membantu
belajar lebih baik
9) Mengenalkan situasi yang mendukung dapat membantu kemudahan
belajar
10) Menjelaskan pentingnya “ketrampilan mengingat” dalam menghadapi
ulangan
11) Membimbing diskusi siswa tentang cara merencanakan belajar yang
baik di sekolah
3. Bimbingan Karier
1) Mengenalkan perbedaan antara kawan sebaya
2) Menggambarkan perkembangan diri siswa
3) Menjelaskan bahwa bekerja itu penting bagi kehidupan sesuai dengan
tuntutan lingkungan
4) Mengenalkan ketrampilan yang dimiliki
5) Menjelaskan macam-macam pekerjaan yang ada di lingkungan
sekolah
6) Menggambarkan kegiatan setelah tamat sekolah dasar
7) Mengenalkan macam pekerjaan yang dilakukan orang dewasa
8) Mengenalkan kegiatan-kegiatan yang menarik
9) Mengenalkan alas an orang memeilih suatu pekerjaan dan pilihan itu
masih dapat berubah
10) Menjelaskan bahwa kehidupan masa depan dapat direncanakan sejak
sekarang
11) Mengenalkan bahwa seseorang dapat memiliki banyak peran
12) Menjelaskan pekerjaan seseorang dipengaruhi oleh minat dan
kecakapannya
b. Kelas Tinggi (IV, V, VI)
1. Bimbingan Pribadi–Sosial
1) Menjelaskan perkembangan ciri dan sifat seseorang
2) Mengenalkan bahwa setiap orang berguna bagi dirinya dan orang lain
3) Menggambarkan bahwa setiap orang mempunyai perkembangan fisik
yang berbeda
4) Melatih mengenali dan menghargai perbedaan diri siswa dengan
orang lain dalam hal minat, bakat, kecakapan dan prestasi
5) Menjelaskan bahwa setiap siswa mempunyai berbagai tanggung
jawab
6) Melatih siswa menilai pengaruh ucapan dalam pergaulan
7) Melatih dan menjelaskan kepada siswa bahwa bekerjasama yang baik
dengan anak-anak lain/ temannya maupun orang dewasa dapat
membantu menyelesaikan masalah
8) Melatih dan menjelaskan kapan siswa dapat mengubah suatu
keputusan
9) Melatih siswa menghargai diri sendiri
10) Melatih siswa memahami nilai-nilai diri sendiri
11) Melatih siswa menggambarkan situasi yang menimbulkan ketidak
bahagiaan marah atau perasaan gelisah dan cara mengatasinya
12) Melatih siswa menunjukkan ciri pribadi yang dihargai orang lain
13) Melatih siswa mengungkapkan perasaan dapat diterima dilingkungan
sosial
14) Melatih siswa mengenali dan menerima perbedaan individu
15) Melatih siswa menilai cara orang mendengarkan dan menyatakan
pikiran dan perasaannya
16) Melatih siswa menilai cara kemampuan diri dan pengembangannya
17) Membimbing sikap-sikap siswa yang mempengaruhi terhadap apa
yang dikerjakan
18) Melatih siswa memahami arti stress dan menjelaskan cara-cara
mengatasinya
19) Membimbing siswa mengenal perbedaan orang lain dan menilai
pengaruh dirinya terhaap orang lain
20) Menjelaskan kepada siswa adanya perubahan tanggung jawab sesuai
dengan perkembangan
21) Melatih siswa menerapkan keterampilan pemecahan masalah-
masalah dalam menyelesaikan kesulitan
22) Melatih siswa menggunakan komunikasi isyarat (non-verbal) secara
tepat
23) Membimbing siswa berdiskusi tentang pengaruh informasi positif atau
negative dari lingkungan atau mass media
24) Menjelaskan bahwa peraturan dan keputusan sekolah bertujuan untuk
kebaiakan masa depan siswa.
2. Bimbingan Belajar
1) Menjelaskan pentingnya kegiatan mendengarkan dalam proses belajar
mengajar
2) Mengenalkan bahwa seseorang belajar dengan cara-cara yang
berbeda
3) Melatih siswa belajar dari hasil ulangan
4) Mengenalkan pentingnya menyelesaikan tugas
5) Membimbing siswa menghargai pentingnya belajar
6) Mengenalkan perbedaan cara-cara belajar untuk bermacam-macam
mata pelajaran
7) Menjelaskan persiapan menghargai ulangan
8) Melatih siswa belajar mengungkapkan diri sendiri dengan mengajukan
pertanyaan
9) Melatih menilai keinginan orang tua dan pengaruhnya terhadap diri
siswa
10) Mengenalkan cara belajar yang baik
11) Memberikan motivasi dan merencanakan kegiatan belajar dalam
rangka melanjutkan studi ke SLTP
12) Merencanakan tujuan jangka pendek, khususnya penguasaan dan
keterampilan dasar yang meliputi keterampilan dasar yang meliputi
baca, tulis, dan hitung
13) Melatih siswa melihat pentingnya keterampilan mengingat untuk
memperbaiki cara-cara mengungkapkan informasi
3. Bimbingan Karier
1) Menjelaskan manfaat mencontoh orang-orang yang berhasil
2) Melatih siswa menggambarkan kehidupan dimasa yang akan datang
3) Membimbing diskusi mengenai pekerjaan wanita dan pria
4) Menjelaskan jenis-jenis keterampilan yang dikaitkan dengan pekerjaan
tertentu
5) Melatih siswa membayangkan hal-hal yang akan dilakukan pada usia
kira-kira 25 tahun yang akan datang
6) Membimbing siswa tentang macam-macam gaya hidup dan
pengaruhnya
7) Menjelaskan pengaruh nilai yang dianut dalam pengambilan
keputusan
8) Membimbing siswa untuk memperkirakan bahwa meneladani tokoh
panutan dapat mempengaruhi karier
9) Melatih siswa melihat hubungan antara minat dan kemampuan
10) Mengenalkan bermacam-macam pekerjaan yang ada dilingkungan
sekitar
B. Teknik Pelayanan
Layanan bimbingan dapat dilaksanakan dalam beberapa cara:
a. Cara kelompok/klasikal yaitu layanan untuk sejumlah siswa yang sarana
kebutuhannya/masalahnya
b. Cara individual yaitu pelayanan secara individual sesuai dengan keadaan
masalah dan karakteristiknya
c. Cara alih tangan yaitu meminta bantuan pihak lain yang dipandang lebih
berwenang, misalnya dokter, psikolog, guru mata pelajaran, ulama dan
sebagainya
C. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
a. Waktu
Oleh karena pelaksanaan layanan bimbingan SD dapat diintegrasikan dengan
kegiatan pengarahan maka dengan demikian pengaturan waktu dapat
dilakukan dengan alternatif sebagai berikut:
1. Terpadu dengan waktu kegiatan belajar mengajar
Pengaruh waktu seperti ini dilakukan dalam keterpaduan antara kegiatan
pengajaran dengan kegiatan bimbingan. Di sekolah dasar pengaruh
seperti di atas sangat mungkin karena pelaksanaan layanan bimbingan
dilakukan oleh guru kelas.
Contoh seorang guru yang mengajarkan IPS tentang Sejarah
Kepahlawanan bahan itu dapat dikaitkan dengan bimbingan pribadi-sosial,
bimbingan belajar dan bimbingan karier.
2. Mengambil waktu di luar jam pelajarran akan tetapi pada hari-hari sekolah
Pengaturan waktu seperti itu harus sesuai dengan kesepakatan antara
guru kelas/ guru Pembina dengan siswa misalnya waktu istirahat, jam
bebas diluar waktu belajar. Layanan ini berlaku baik untuk bimbingan
individu atau bimbingan kelompok dalam menangani kasus-kasus.
b. Tempat Pelaksanaan
Kegiatan bimbingan dapat dilakukan diruang kelas masing-masing atau ruang
yang disiapkan secara khusus untuk keperluan bimbingan atau
diperpustakaan atau tempat lain yang disepakati bersama dengan siswa.
D. Penilaian
Penilaian diperlukan untuk memperoleh informasi baik terhadap keefektifan
layanan bimbingan yang telah dilaksanakan. Dengan informasi inidapat diketahui
sampai sejauh mana derajat keberhasilan kegiatan layanan bimbingan.
Berdasarkan informasi ini dapat ditetapkan langkah-langkah tindak lanjut. Untuk
memperbaiki dan mengembangkan program selanjutnya. Ada dua macam
kegiatan penilaian program kegiatan bimbingan, yaitu penilaian proses dan
penilaian hasil. Penilaian proses dimaksudkan untuk mengetahui sampai sejauh
mana keefektifan layayan bimbingan dilihat dari proses sedangkan Penilaian hasil
dimaksudkan untuk memperoleh informasi keefektifan layanan bimbingan dilihat
dari hasilnya. Aspek yang dinilai baik proses maupun hasil antara lain :
a. Kesesuian antara program dengan pelasanaan
b. Keterlaksanaan program
c. Hambatan-hambatan yang dijumpai
d. Dampak layanan terhadap kegiatan belajar mengajar
e. Respon siswa, personil sekolah, orang tua, dan masyarakat terhadap layanan
bimbingan
f. Perubahan kemajuan siswa dilihat dari pencapaian tujuan perkembangan dan
hasil belajar
g. Perkembangan siswa setelah menamatkan sekolah baik study lanjut ataupun
kehidupan di masyarakat
Penilian ditingkat sekolah dibawah tanggung jawab Kepala Sekolah yang
dibantu oleh para [Link] itu penilaian kegiatan bimbingan dilakukan
pula oleh pejabat yang berwenang dari instansi yang lebih tinggi (wilayah
Kabupaten, Kapanewon). Sumber informasi untuk keperluan penilaian antara
siswa, Kepala Sekolah, para guru kelas, guru mata pelajaran, orang tua, tokoh
masyarakat, para pejabat Depdikbud, organisasi profesi bimbingan, sekolah
lanjutan dan sebagainya. Penilaian dilakukan dengan berbagai cara dan alat
seperti, wawancara, observasi, studi dokumentasi, angket, tes, analisis hasil
kerja siswa dan sebagainya.
BAB II
STRUKTUR ORGANISASI
A. Organisasi
Dalam organisasi layanan bimbingan Kepala Sekolah bertangung jawab untuk
mengkoordinasikan seluruh kegiatan di sekolah masing-masing, baik kegiatan
kurikuler, maupun ekstrakurikuler. Setiap guru kelas memberikan layanan
bimbingan dikelas masing-masing. Sementara itu guru mata pelajaran (guru
Pendididkan Jasmani Olahraga dan Kesehatan, guru Pendidikan Agama) juga ikut
melaksanakan layanan bimbingan melalui mata pelajaran masing – masing.
Walaupun saat ini tenaga pembimbing pada saat SD dirangkap oleh guru kelas,
namun dalam perkembangan masa yang akan datang diperlukan tenaga
pembimbing khusus (konselor). Secara bertahap guru pembimbing khusus
(konselor) dapat diangkat di setiap kapanewon dengan jumlah yang sesuai
dengan kebutuhannya. Konselor tersebut akan melayani kegiatan bimbingan untuk
masalah-masalah yang sifatnya khusus.
Guru kelas yang melaksanakan layanan bimbingan berperan aktif sebagai :
1. Pendidik yang bertanggung jawab atas perkembangan pribadi sosial, belajar
dan karir siswa.
2. Pendidik yang membantu siswa memahami dirinya, memehami lingkungan di
sekitarnya termasuk nilai-nilai yang ada di dalamnya dan belajar bagaimana
membuat keputusan yang realities dan positif.
B. Uraian Tugas Personil
Setiap personil terkait dan bertanggung jawab terhadap kegiatan layanan
bimbingan perlu memahami tugas-tugasnya dan melaksanakan sesuai dengan
tugas masing-masing.
Uraian tugas masing masimg-masing adalah sebagai berikut :
1. Kepala Sekolah
Sebagai penangung jawab kegiatan pendidikan termasuk layanan bimbingan,
tugas kepala sekolah sebagai berikut :
a. Memodifikasi kegiatan layanan bimbingan
b. Menyediakan tenaga, sarana, dan fasilitas yang diperlukan
c. Melakukan supervise terhadap perencanaan, pelaksanaan dan penilaian
kegiatan layanan bimbingan.
2. Guru Kelas/ Guru Pembimbing
Sebagai pelaksana layanan bimbingan, guru kelas bertugas sebagai berikut :
a. Merencanakan program bimbingan termasuk rencana mengidentifikasi
siswa bermasalah (anak berbakat, anak berkelainan)
b. Melakukan koordinasi dengan kepala Sekolah dan guru mata pelajaran
c. Melaksanakan kegiatan layanan bimbingan dengan mengintegrasikan pada
mata pelajaran masing–masing.
d. Menilai proses dan hasil layanan bimbingan
e. Menganalisa hasil penilaian layanan bimbingan
f. Melaksanakan tindak lanjut atau alih tangan
3. Guru Mata Pelajaran
a. Melaksanakan bimbingan melalui bimbingan melalui proses belajar
mengajar sesuai dengan mata pelajaran yang menjadi tanggung jawabnya
b. Berkonsultasi dengan guru kelas/ guru pembimbing adalah hal masalah-
masalah yang berkaitan dengan bimbingan
c. Berkerjasama dengan guru kelas/ guru pembimbing dalam hal
pengembangan program bersama/ terpadu
C. Pengawasan
Untuk menjamin terlaksananya layanan bimbingan secara tepat diperlukan
kegiatan pengawasan bimbingan, baik secara teknis maupun administrative.
Fungsi kepengawasan layanan bimbingan adalah memantau, menilai memperbaiki
meningkatkan dan mengembangkan kegiatan layanan bimbingan di Sekolah
Dasar. Kegiatan pengawasan dilaksanakan mulai dari tingkat nasional, wilayah,
kabupaten, dan kapanewon. Tingkat nasional kepengawasan berada di Direktorat
Pendidikan Dasar, tingkat wilayah kepengawasan berada di Bidang Pendidikan
Dasar/Bidang Pendidikan Dasar dan Guru, tingkat Kabupaten/kotamadya
kepengawasan berada di Seksi Pendidikan Dasar, dan tingkat kecamatan
kepengawasan berada di Penilik TK/ SD.
D. Sarana dan Prasarana
Program yang tersusun sedemikian rupa dan dapat terlaksana dengan efektif,
apabila didukung oleh tersedianya sarana dan prasarana yang memadai sesuai
dengan kekhususan layanan bimbingan. Sarana dan prasarana yang diperlukan
antara lain sebagai berikut:
1. Sarana
Sarana yang diperlukan untuk menunjang layanan bimbingan adalah :
a. Alat Pengumpul Data
Seperti : format-format, pedoman observasi, pedoman wawancara,
angket, catatan harian, daftar nilai prestasi, kartu konsultasi, dan
sebagainya
b. Alat Penyimpan Data
Seperti : kartu pribadi, buku pribadi, map dan sebagainya
c. Perlengkapan Teknis
Seperti buku pedoman/ petunjuk, buku informasi (pribadi, social,
pendidikan dan karier) paket bimbingan (pribadi, belajar, dan karir)
d. Perlengkapan Administrasi
Seperti : blangko surat, agenda surat, alat-alat tulis, dan sebagainya
2. Prasarana
Prasarana penunjang layanan bimbingan antara lain :
a. Ruang Bimbingan
Guru dalam melaksanakan layanan bimbingan bisa saja menggunakan
kelas sebagai tempat konsultasi ataupun diskusi disamping pemanfaatan
fasilitas lainnya seperti ruang perpustakaan dan sebagainya. Dalam
kondisi ideal, ruang bimbingan, terdiri atas: ruang tamu, ruang konsultasi,
ruang diskusi, ruang dokumentasi dan sebagainnya. Ruang tersebut
sebaiknya dilengkapi dengan perabotan seperti meja, kursi, lemari, papan
tulis, rak dan sebagainya.
b. Anggran Biaya
Anggaran biaya diperlukan untuk menunjanng kegiatan transportasi,
penataran, pembelian alat, dan sebagainya
E. Kerjasama
Layanan bimbingan yang efektif tidak mungkin terlaksana dengan baik tanpa
adanya kerjasama guru kelas dengan pihak-pihak yang terkait di dalam maupun di
luar sekolah.
1. Kerjasama dengan pihak di dalam sekolah
Kerjasama di dalam sekolah antara lain: guru kelas, dengan guru mata
pelajaran lainnya serta tenaga administrasi sekolah.
2. Kerjasama dengan pihak di luar sekolah
Kerjasama dengan pihak luar sekolah antara lain: Badan Pembantu
Penyelengara Pendidikan atau BP3, organisasi profesi seperti IPBI (Ikatan
Petugas Bimbingan Indonesia), Puskesmas, Psikolog, Lembaga pemerintah,
dan swasta serta masyarakat yang relevan.
III. PENGEMBANGAN
Upaya pengembangan mencakup aspek pengembangan system dan program,
pembina dan pengembangan sarana.
Pengembangan dan pelaksanaan program dilakukan melalui kerjasama dengan
pihak-pihak terkait, seperti Lembaga Pendidikan Tenaga kependidikan (LPTK), Pusat
pengembangan Penataran Guru Keguruan (P3GK), Balai Penataran Guru (BPG) dan
organisasi dan lembaga-lembaga yang relevan.
A. Pengembangan Sistem dan Program
Sistem dan program layanan bimbingan yang telah diterapkan perlu secara terus
menerus di kaji dan dikembangkan agar diperoleh suatu system dan program
layanan bimbingan yang efektif sesuai dengan tuntutan perkembangan
lingkungan dan perkembangan pendidikan serta kebutuhan siswa.
Sistem dan program layanan bimbingan yang telah berjalan selama ini sesuai
dengan kurikulum 1984 pada dasarnya dapat dikembangkan. Sebagai contoh
paket-paket bimbingan karier yang dipakai selama ini dapat dijadikan salah satu
modul untuk digunakan sebagai media bimbingan dalam kurikulum 2013
B. Pembinaan dan Pengembangan Personil
1. Tujuan
Program pembinaan dan pengembangan personil bertujuan agar para guru
kelas sebagai pelaksana bimbingan memiliki kompetensi sebagai berikut:
a. Menguasai pengetahuan dasar konseptual tentang bimbingan dan
konseling beserta ilmu-ilmu penunjangnya.
b. Memiliki keterampilan-keterampilan yang diperlukan bagi pelaksanaan
layanan bimbingan di sekolah khususnys yang menyangkut aspek:
1) Pengembangan program bimbingan
2) Pelaksanaan program layanan bimbingan (bimbingan pribadi-sosial,
bimbingan belajar dan bimbingan karier)
3) Penilaian pelaksanaan layanan bimbingan
4) Pengembangan upaya tindak lanjut
5) Partisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler siswa
6) Kerjasama dengan pihak-pihak lain yang terkait
2. Program
Program pembinaan dan pengembangan personil dibuat sedemikian rupa
sehingga setiap kegiatan pembinaan mempunyai dampak yang positif bagi
para guru kelas yang bersangkutan baik akademis maupun administratif.
Sehubungan dengan itu ada dua macam program yaitu program terstruktur
ddan program tak terstruktur. Yang dimaksud program terstruktur adalah
program yang dibuat dan dilaksanakan sedemikian rupa sehingga
mempunyai beban dan produk kegiatan belajar yang dapat diakreditasikan
secara akademik dalam jumlah tertentu. Program tak terstruktur adalah
program pembinaan pengembangan guru kelas yang dibuat berdasarkan
kebutuhan tertentu sesuai dengan keadaan atau tuntutan waktu dan
lingkungan.
Ada beberapa macam bentuk program pembinaan yang temasuk kategori tak
terstruktur adalah:
a. Penataan tingkat nasional dan wilayah
b. Pengawasan supervisi yang dilaksanakan oleh pejabat yang terkait seperti
Kakandepdikbud, Penilik, dan sebagainya.
c. Pembinaan dan pengembangan sejawat, yaitu yang dilakukan sesama
guru pembimbing melalui suatu forum komunikasi yang disebut PKG.
d. Pembinaan dan pengembangan individual yaitu yang dilakukan atas
inisiatif sendiri denngan berpartisipasi dalam seminar, lokakarya atau
pertemuan ilmiah lainnya yang ada kaitannya dengan profesi bimbingan.
C. Pengembangan Sarana
Pengembangan sarana dimaksudkan agar secara bertahap dapat diwujudkan
sarana dan prasarana penunjang layanan bimbingan secara memadai. Secara
terus menerus mengembangkan sarana dan prasarana sesuai dengan
kebutuhan dan tuntutan perkembangan serta disesuaikan dengan kemampuan
yang ada.
*
BAB IV
PENUTUP
Tujuan pendidikan adalah tercapainya perkembangan yang optimal dari setiap
individu sesuai dengan kemampuan bakat, minat dan nilai-nilai yang dianutnya
masing-masing.
Tujuan pendidikan akan tercapai bila di sekolah terdapat administrasi dan
supervise yang baik, proses belajar mengajar yang baik serta layanan bimbingan
yang baik pula.
Kegiatan bimbingan merupakan bagian integral yang tidak bisa terpisahkan
dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah.
Diharapkan kegiatan bimbingan dapat dilaksanakan sebaik-baiknya di setiap
sekolah dalam upaya peningkatan mutu pendidikan. Pelaksanaan kegiatan
bimbingan disesuaikan dengan situasi dan kondisi menurut kemampuan sekolah.
Banguntapan, Juli 2022
Kepala Sekolah
An Nisa, [Link].
NIP 197807012008012011