0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan8 halaman

Pembelajaran Sosial Emosional di Sekolah

Pembelajaran Sosial-Emosional (PSE) penting untuk membantu siswa mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk memahami diri sendiri dan orang lain, serta mengatasi tantangan hidup. PSE berfokus pada pengembangan kesadaran diri, manajemen diri, kesadaran sosial, keterampilan interaksi sosial, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Dengan menerapkan PSE, siswa dapat meningkatkan prestasi akademik, empati, dan kesehatan mental, serta menciptakan lingkungan belajar yang positif.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan8 halaman

Pembelajaran Sosial Emosional di Sekolah

Pembelajaran Sosial-Emosional (PSE) penting untuk membantu siswa mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk memahami diri sendiri dan orang lain, serta mengatasi tantangan hidup. PSE berfokus pada pengembangan kesadaran diri, manajemen diri, kesadaran sosial, keterampilan interaksi sosial, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Dengan menerapkan PSE, siswa dapat meningkatkan prestasi akademik, empati, dan kesehatan mental, serta menciptakan lingkungan belajar yang positif.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

JURNAL PEMBELAJARAN MODUL 2

PEMBELAJARAN SOSIAL EMOSIONAL (PSE)

DI SUSUN OLEH :

NAMA : ROSMAWAR

NIM : 25300849

PENDIDIKAN PROFESI GURU (PPG) TERTENTU TAHAP 1

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NEGERI PADANG

TAHUN 2025
A. Apa Itu Pembelajaran Sosial Emosional (PSE)

Pembelajaran Sosial-Emosional (PSE) adalah hal yang sangat penting.


Pembelajaran ini berisi keterampilan-keterampilan yang dibutuhkan anak untuk dapat
bertahan dalam masalah sekaligus memiliki kemampuan memecahkannya, juga untuk
mengajarkan mereka menjadi orang yang berkarakter baik. PSE mencoba untuk
memberikan keseimbangan pada individu dan mengembangkan kompetensi personal
yang dibutuhkan untuk dapat menjadi sukses. Bagaimana kita sebagai pendidik dapat
menggabungkan itu semua dalam pembelajaran sehingga anak-anak dapat belajar
menempatkan diri secara efektif dalam konteks lingkungan dan dunia. Pandangan lama
menyatakan bahwa pengetahuan adalah informasi yang dapat ditransfer ke otak seperti
mesin mekanis. Yang benar adalah, pengetahuan bersifat konstruktif; semua proses
pembelajaran bersifat saling berhubungan; emosi menarik perhatian, dan perhatian
mendorong terjadinya proses belajar. PSE adalah mengenai bagaimana kita menjalankan
sekolah. Pembelajaran sosial-emosional adalah tentang pengalaman apa yang akan
dialami siswa, apa yang dipelajari siswa dan bagaimana guru mengajar. Kita dapat
merancang bagaimana sekolah dan ruangan kelasnya, bagaimana waktu belajar,
ruangruangan yang ada di sekolah, hubungan dengan komunitas sekolah dan keluarga
dan yang lainnya sebagai tempat pertukaran pengetahuan, pengetahuan tentang dunia;
pengetahuan tentang diri sendiri dan pengetahuan tentang orang lain yang berinteraksi
dengan kita. Pengalamanpengalaman tersebut membantu siswa memahami diri mereka
sendiri dan orang lain. Dengan demikian kita berbicara tentang anak secara utuh. Apakah
anak kita memiliki kesadaran diri, apakah mereka memiliki pemahaman kesadaran sosial,
apakah mereka mampu mengambil keputusan yang baik dan bertanggung jawab. Baru
setelah itu, kita membahas mengenai konteks akademis dan semua keterampilan-
keterampilan penting yang kita butuhkan untuk dapat berhasil dalam hidup. Anak belajar
saat hati mereka terbuka, terhubung dengan lingkungan sekitar serta adanya tujuan.
Belajar adalah anugerah. Melalui pembelajaran sosial-emosional, kita menciptakan
kondisi yang mengizinkan semua anak mengakses anugerah tersebut.

B. Tujuan Pembelajaran Sosial Emosional (PSE)

Dalam menerapkan pembelajaran sosial emosional diperlukan kerja sama yang baik seluruh
komunitas sekolah agar tujuan dari pembelajaran ini tercapai. Adapun tujuan SEL adalah
sebagai berikut.

 Memberikan pemahaman yang lebih baik kepada siswa tentang diri sendiri dan orang-
orang di sekitar mereka.
 Membantu siswa dalam memperoleh keterampilan dan pengetahuan yang akan
membantu mereka dalam memahami emosi yang dirasakan, mengembangkan identitas
mereka, dan menetapkan tujuan.
 Mengurangi stress dan tekanan yang dialami dalam proses belajar.
 Siswa mampu mencapai kebahagiaan dan keberhasilan dalam hidup dengan
keseimbangan antara kompetensi akademik dan sosial emosional.

C. Manfaat Menerapkan Pembelajaran Sosial Emosional

Ada banyak manfaat yang bisa diperoleh siswa apabila sekolah menerapkan pembelajaran
sosial emosional. Apa saja manfaatnya?

1. Meningkatkan prestasi akademik


Melansir dari The Circle Education, pembelajaran sosial emosional dapat
meningkatkan prestasi akademik siswa. Hal ini dikarenakan, ketika siswa merasa
didengarkan dan dihormati di kelas, mereka dapat lebih mudah fokus pada pembelajaran
dan merasa percaya diri dengan kemampuan mereka. SEL juga membuat perilaku siswa
di sekolah menjadi lebih baik, meningkatkan kehadiran mereka di sekolah, dan
memotivasi mereka untuk belajar.

2. Meningkatkan empati terhadap orang lain


Empati adalah kemampuan seseorang dalam memahami perasaan dan perspektif
orang lain. Empati juga sering dianggap sebagai keterampilan sosial inti. Sayangnya,
kemampuan berempati sering diabaikan dalam kurikulum sekolah.

Dengan menerapkan pembelajaran sosial emosional, akan mendorong siswa untuk


mempertimbangkan perspektif dan perasaan teman sebaya, guru, dan orang tua mereka.
Mempraktikkan empati adalah pintu gerbang untuk membangun keterampilan penting
lainnya seperti penyelesaian konflik, komunikasi yang sehat, dan kebaikan terhadap
orang lain.

3. Meningkatkan kesadaran diri dan rasa percaya diri


Social emotional learning juga dapat meningkatkan kesadaran diri dan rasa percaya diri
siswa. Sebab, SEL mendorong perubahan perkembangan di mana siswa yang biasanya
bergantung pada orang lain dalam memutuskan bagaimana mereka bertindak dan
bersikap, kini lebih percaya diri untuk menentukan arah mereka sendiri. Pembelajaran ini
memungkinkan anak-anak untuk membangun rasa percaya diri dan percaya terhadap diri
sendiri. Selain itu, pembelajaran sosial emosional juga meningkatkan kesadaran diri
remaja dengan mengajari mereka untuk memperhatikan bagaimana tindakan dan
keputusan mereka memengaruhi diri mereka sendiri dan orang lain
4. Mengurangi tekanan emosional
Menerapkan pembelajaran sosial emosional dapat mengurangi tekanan emosional
yang dirasakan oleh siswa. Sebab, pembelajaran ini membekali siswa dengan
kemampuan dalam mengatur diri sendiri, serta mengelola dan mengatasi emosi sehingga
rasa cemas, depresi, dan stres yang dirasakan siswa dapat berkurang.

5. Meningkatkan keterampilan membangun hubungan baik


Pembelajaran sosial emosional juga meningkatkan keterampilan siswa dalam
membangun hubungan yang baik dan sehat. Ketika siswa belajar menempatkan diri pada
posisi orang lain dan melatih empati, mereka juga menjadi lebih terampil dalam
membangun dan memelihara hubungan dengan baik. Ini berlaku dalam hal mengetahui
bagaimana menjadi teman yang baik, mengenali emosi orang lain, dan terlibat dalam
penyelesaian konflik.

Pembelajaran ini juga mengajarkan siswa bagaimana cara bekerja sama yang baik
dengan orang lain dan melatih kerja sama tim. Keterampilan bekerja sama yang baik
tidak hanya bermanfaat untuk siswa di kelas saja, tapi juga dalam lingkungan sosial dan
dunia kerja nantinya.

D. Kompetensi Pembelajaran Sosial Emosional

Menurut Collaborative for Academic, Social, and Emotional Learning (CASEL), ada lima
kompetensi inti dalam pembelajaran sosial emosional, yaitu:

1. Kesadaran diri (self-awareness)


Kesadaran diri atau self-awareness adalah kemampuan seseorang dalam
mengenali emosi, pikiran, nilai, dan diri sendiri secara akurat. Siswa yang memiliki
tingkat kesadaran diri yang tinggi dapat mengenali keterkaitan antara perasaan, tindakan,
dan pikiran yang dilakukan. Siswa juga memiliki kesadaran diri yang tinggi terkait
kelebihan dan kekurangan yang dimiliki sehingga tingkat percaya diri, mindset, dan
memiliki rasa optimis yang sangat kuat.

2. Manajemen diri (self-management)


Kompetensi manajemen diri atau self-management berkaitan dengan kemampuan siswa
dalam mengelola emosi, pikiran, dan perilaku di berbagai situasi. Kemampuan ini juga
berhubungan dengan cara siswa menangani stres, mengontrol keinginannya, dan bertahan
saat menghadapi tantangan.
3. Kesadaran sosial (social awareness)
Kesadaran sosial atau social awareness adalah kemampuan yang berkaitan dengan
empati. Siswa yang memiliki empati yang tinggi mampu memahami, menghormati, dan
menempatkan diri pada posisi orang lain yang mungkin berasal dari latar belakang atau
budaya yang berbeda darinya.

4. Kemampuan berinteraksi sosial (relationship skills)


Kompetensi ini berkaitan erat dengan kemampuan berkomunikasi dan mendengarkan
siswa. Siswa yang pandai berkomunikasi dapat membangun dan memelihara hubungan
yang sehat dengan orang-orang dari berbagai latar belakang. Mereka juga mampu
mendengarkan dan mampu berkomunikasi dengan orang lain, menyelesaikan konflik
secara damai, dan mengetahui kapan harus meminta atau menawarkan bantuan.
Kompetensi ini akan sangat

5. Pengambilan keputusan bertanggung jawab (responsible decision-making)


Kompetensi dalam pembelajaran sosial emosional lainnya adalah pengambilan keputusan
bertanggung jawab(responsible decision-making). Kompetensi ini berkaitan dengan
mengidentifikasi masalah, menganalisis informasi, mengambil keputusan, dan
bertanggung jawab atas keputusan yang telah diambil.

E. Mengapa Pembelajaran Sosial Emosional Penting

Pembelajaran Sosial Emosional (PSE) penting karena berperan besar dalam membentuk
pribadi yang seimbang secara emosional, sosial, dan akademis. Berikut beberapa alasan
utama mengapa PSE sangat penting, terutama di lingkungan pendidikan:

1. Mendukung Perkembangan Pribadi Siswa


PSE membantu siswa mengenal diri sendiri, memahami emosi, dan mengembangkan
rasa percaya diri. Ini penting agar mereka tumbuh menjadi individu yang sehat secara
mental dan mampu mengatasi stres atau tantangan hidup.

2. Meningkatkan Prestasi Akademik


Berbagai studi menunjukkan bahwa siswa yang memiliki keterampilan sosial
emosional yang baik cenderung:

 Lebih fokus belajar


 Memiliki motivasi tinggi
 Mampu mengelola waktu dan tugas
Semua ini berkontribusi pada hasil akademik yang lebih baik.

3. Menciptakan Lingkungan Belajar yang Positif


PSE menumbuhkan empati, kerja sama, dan rasa hormat di antara siswa. Ini membuat
kelas lebih kondusif, aman, dan mendukung proses belajar-mengajar yang efektif.
4. Membekali Siswa untuk Kehidupan Sosial Nyata
Siswa belajar cara membangun dan mempertahankan hubungan, berkomunikasi
secara sehat, dan menyelesaikan konflik secara damai keterampilan penting dalam
dunia kerja maupun kehidupan sehari-hari.

5. Mengurangi Perilaku Negatif


PSE terbukti membantu menurunkan angka:

 Perundungan (bullying)
 Kekerasan di sekolah
 Perilaku agresif atau menyimpang

Dengan mengajarkan empati dan pengendalian diri, siswa lebih mampu bertindak
secara positif dalam situasi sosial.

6. Mendukung Kesehatan Mental


PSE membantu siswa mengenali emosi negatif seperti cemas, marah, atau sedih, dan
memberikan mereka strategi untuk mengelolanya. Ini penting untuk mencegah stres
kronis, depresi, dan masalah psikologis lainnya sejak dini.

F. Pengalaman Bermakna
Pengalaman yang sangat bermakna bagi saya dalam proses pembelajaran sosial
emosional adalah ketika saya meminta siswa untuk belajar secara berpasangan tentang
materi yang saya ajarkan yaitu tentang mengindentufikasi bangun datar pada pelajaran
matematika. Pada saat pembagian pasangan, mereka ingin memilih pasangan sendiri
sesuai keinginan mereka. Sempat terjadi kegaduhan pada saat memilih pasangan tersebut.
Saya yang saat itu bertindak sebagai guru bidang studi matematika sekaligus wali kelas
mencoba untuk menenangkan peserta didik. Saya meminta mereka untuk tenang dan
mengendalikan emosi. Saya memberikan arahan kepada peserta didik bahwa kita tidak
boleh memilih-milih teman atau pasangan dalam belajar, akan tetapi kita harus
bekerjasama dalam mengerjakan tugas. Disini saya berusaha memberikan pemahaman
tentang Relationship skills (keterampilan sosial), yaitu kemampuan untuk membangun
dan memelihara hubungan yang sehat dan mendukung serta menavigasi situasi dengan
individu dan kelompok yang beragam secara efektif. Sehingga proses pembelajaran pun
berjalan dengan lancar, kondusif dan menyenangkan.

G. Refleksi

Setelah mempelajari materi pembelajaran sosial emosional (PSE) saya


mendapatkan banyak ilmu, diantaranya:
 Mengenali emosi dengan Lebih baik yaitu mampu mengidentifikasi dan
memahami berbagai emosi yang dirasakan oleh diri sendiri dan peserta didik,
serta mengaitkannya dengan situasi yang ada.
 Menerapkan teknik-teknik untuk mengelola emosi peserta didik secara efektif,
seperti strategi untuk menenangkan diri saat marah atau cemas, dan cara untuk
tetap positif dalam menghadapi tantangan.
 Saya dapat lebih efektif dalam mengintegrasikan pembelajaran sosial emosional
dalam kurikulum dan kegiatan kelas, serta memberikan dukungan yang lebih baik
kepada siswa dalam pengembangan keterampilan sosial emosional mereka.

H. Umpan Balik
a) Peserta didik
Fandi : Saya sangat senang dengan proses
pembelajaran hari ini, karena pembelajaran hari ini
dapat membuat perasaan saya lebih senang dan
nyaman.
Mariani : Hari ini sangat menyenangkan bagi saya
karena teman-teman saya dapat bekerjasama dengan
baik dengan saya.
Irzan : Pembelajaran hari ini membuat saya lebih
mudah fokus dan hati saya sangat bahagia

b) Rekan Sejawat
Cut Asni, S. Pd,
Pembelajaran social emosional pada pembelajaran yang
ibu sampaikan sangat menarik dan dapat membantu anak
– anak mengembangkan keterampilan mengatasi
masalah dan ketahanan yang dapat mengurangi stress
dan meningkatkan hasil kesehatan mental. Disamping itu
pembelajaran juga menarik dan semoga dapat
menginspirasi teman yang lain.
Lailayani, S, Pd

Pembelajaran emosional sangat berperan penting


dalam proses pemebelajaran. Karena dengan adanya
penerapan pembelajaran ini siswa – siswa mampu
mengelola emosinya dengan baik, membangun
hubungan hubungan yang baik antar sesamanya
serta mampu mengambil keputusan yang positif
dalam kehidupannya. Sedangkan pemaparan materi
tentang pembelajaransosial emosional sudah sangat
sesuai. Teruslah bersemangat melakukan
pembelajaran terbaik untuk peserta didik kita
sehingga menjadi inspirasi untuk guru – guru hebat
lainnya.

Anda mungkin juga menyukai