0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
22 tayangan31 halaman

Spesifikasi Lift untuk RSCM Kanigara

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
22 tayangan31 halaman

Spesifikasi Lift untuk RSCM Kanigara

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB-3.

SPESIFIKASI TEKNIS
PEKERJAAN LIFT/ELEVATOR DAN ESCALATOR

3.1. PERSYARATAN UMUM :


Persyaratan umum dan khusus termasuk instruksi kepada peserta
pelelangan pada Proyek Pembangunan Pembangunan RUMAH SAKIT
RSCM KANIGARA Jakarta.
Merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari isian dan uraian
pekerjaan serta pelaksanaan dari Spesfikasi Teknis ini.
Spesifikasi Teknis ini menjelaskan tentang uraian dan syarat-syarat dalam
hal penyediaan dan pemasangan seluruh peralatan serta bekerjanya
semua instalasi sistem LIFT/ELEVATOR dengan baik yang terpasang di
dalam dan di luar bangunan seperti yang tertera pada gambar rencana
atau bagian lain dari Spesifikasi Teknis ini.
Pekerjaan ini harus dikerjakan oleh sub spesialis lift yang memiliki :

• TKDN
• Sudah memasang Lift sejenis min.10 unit
• Memiliki sertifikat keahlian teknis transportasi dalam gedung.
• Surat keterangan purna jual min.5 tahun.
• Memberikan Performance Garansi dengan surat pernyataan
bermaterai, dilampirkan :
− Surat Sertifikat Original.
− Data sheet harus sesuai dengan kenyataan dilapangan (dengan
test beban dan kecepatan).
− Surat jaminan purna jual dan operasi min.5 tahun tetap handal.

3.1.1. Gambar-gambar :

 Gambar-gambar rencana yang termasuk dalam lingkup pekerjaan


instalasi Sistem Lift/Elevator pada Dokumen Tender ini adalah gambar-
gambar dengan nomor kode gambar ML.
 Penyedia Jasa/Pemborong wajib memeriksa design terhadap
kemungkinan kesalahan/ketidak cocokan baik dari segi besaran-
besaran listriknya maupun pemasangan dan lain-lain. Hal-hal diatas
harus diajukan dalam bentuk tertulis atau gambar pada waktu
penjelasan Tender (Aanwijzing).
 Sebelum pekerjaan diserahkan seluruhnya ataupun secara bertahap,
Penyedia Jasa/Pemborong wajib menyerahkan kepada MK sebanyak

1
RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT (RKS) - MEKANIKAL
JASA KONSULTAN PERENCANA DESAIN PENYEMPURNAAN
RSCM KANIGARA - RSUPN DR. CIPTO MANGUNKUSUMO- JAKARTA
4 (empat) set gambar cetak biru yang disebut "shop drawings″ dan ″as
built drawings" yaitu gambar terlaksana dari seluruh material dan
instalasi sistem Lift / Elevator dan Escalator yang terpasang pada
proyek ini.

3.1.2. Standar / Peraturan :


Seluruh material maupun instalasi dalam pekerjaan ini, minimum harus
memenuhi Standar dan atau peraturan yang berlaku, antara lain :

 PeraturanPemerintahRepublik Indonesia Nomor 10 Tahun 1993


tentangPelaksanaan UU RI No. 5/1992;
 PeraturanPresidenNomor 16 tahun 2018 tentangPengadaan
Barang/Jasa Pemerintah;
 Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI nomor
29/PRT/M/2006 tentangPedomanPersyaratan Teknis Bangunan
Gedung;
 Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI nomor
30/PRT/M/2006 tentangPedomanPersyaratan Teknis Fasilitas dan
Aksesbilitas pada Bangunan Gedung dan Lingkungan;
 Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI
No.14/PRT/M/2017 TentangPersyaratanKemudahanBangunan Gedung
 PerMen Ketenagakerjaan No.32 Tahun 2015, yaitu Perubahan atas
Peraturan Menteri Tenaga Kerja [Link].03/MEN/1999, Tentang Syarat-
syarat Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lift untuk Pengangkutan
Orang dan Barang,
 PerMen Ketenagakerjaan No.6 Tahun 2017 Tentang Keselamatan dan
Kesehatan Kerja Elevator dan Eskalator,
 Seluruh pekerjaan instalasi listrik harus dikerjakan sesuai SNI 04-0225-
2000 "Persyaratan Umum Instalasi Listrik edisi terakhir tahun 2000” (PUIL
tahun 2000 dan PUIL tahun 2011), khusus untuk pekerjaan listrik sub
pekerjaan Lift/Elevator, Escalator dan Gondola.
 SNI 03-6573-2001, Tata cara perancangan sistem transportasi vertikal
dalam gedung (lift).
 SNI 6247.2.2000, syarat-syarat umum konstruksi lift penumpang untuk
perumahan.
 SNI 7071.1, tentang pemeriksaan dan pengujian lift traksi listrik pada
bangunan gedung.
 Sesuai dengan SNI 04-7019-2004 Sistem pasokan daya listrik darurat
menggunakan energi tersimpan dan Peraturan PLN (SPLN)" serta
standar/kode-kode lainnya yang diakui (VDE, DIN);

2
RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT (RKS) - MEKANIKAL
JASA KONSULTAN PERENCANA DESAIN PENYEMPURNAAN
RSCM KANIGARA - RSUPN DR. CIPTO MANGUNKUSUMO- JAKARTA
 Peraturan yang dikeluarkan oleh DepNaKer RI lainnya tentang
penggunanan tenaga kerja harian, mingguan, bulanan dan
borongan;
 Beberapa standar internasional/negara lain yang tidak bertentangan
dengan SNI terkait seperti ; NFPA, National Plumbing Codes, dll;

3.1.3. Nama Pabrik / Merk Yang Ditentukan :

Apabila pada Spesifikasi Teknis ini disebutkan nama pabrik/merk dari satu
jenis bahan maka Penyedia Jasa/Pemborong wajib menawarkan dan
memasang sesuai dengan yang ditentukan.
Apabila pada saat pemasangan bahan/merk tersebut tidak atau sulit
diperoleh dipasaran maka Konsultan Pengawas (MK) dan Konsultan
Perencana akan menunjuk merk lain tapi dengan spesifikasi teknis yang
sama dan setara.

3.1.4. Contoh-contoh Bahan :


Contoh bahan harus diajukan kepada Pemilik proyek/Konsultan
Pengawas (MK), Konsultan Perencana untuk diperiksa dan mendapatkan
persetujuannya, antara lain :
 Untuk bahan yang disebutkan di bawah ini Penyedia Jasa/Pemborong
wajib mengajukan contoh bahannya sebelum dilakukan pemasangan.
 Apabila dianggap perlu dan hal itu memungkinkan maka Penyedia
Jasa/Pemborong wajib memperlihatkan contoh bahan tersebut, apabila
contoh-contoh tersebut ditolak oleh MK/Perencana maka Penyedia
Jasa/Pemborong harus mengganti dan memperlihatkan yang sesuai
dengan Spesifikasi Teknis untuk disetujui.
 Kualitas, merk, pabrik, karakteristik listrik, besar fisik serta estetika dari
contoh material/bahan maupun instalasi yang telah disetujui adalah
mengikat untuk dilaksanakan.
 Biaya pengadaan contoh material adalah menjadi tanggungan dan
biaya Penyedia Jasa/Pemborong, contoh bahan harus diserahkan
kepada Konsultan Pengawas (MK), Konsultan Perencana dan Pemilik
Proyek tidak lebih dari 14 (empat belas) hari kalender setelah
dikeluarkannya SPK.

3.1.5. Klausal Yang Disebutkan Kembali :

Apabila dalam Dokumen Tender ini ada klausal-klausal yang disebutkan


kembali pada item/ayat lain maka hal ini bukan berarti menghilangkan
item tersebut tetapi dengan pengertian lebih menegaskan masalahnya.

3
RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT (RKS) - MEKANIKAL
JASA KONSULTAN PERENCANA DESAIN PENYEMPURNAAN
RSCM KANIGARA - RSUPN DR. CIPTO MANGUNKUSUMO- JAKARTA
Kalau terjadi hal yang saling bertentangan antara gambar atau
terhadap Spesifikasi Teknis maka yang diambil sebagai patokan adalah
yang mempunyai bobot teknis atau bobot biaya yang paling tinggi.

3.1.6. Pembebasan Claim :

Penyedia Jasa/Pemborong harus melindungi Pemilik, Perencana/MK


terhadap semua klaim atau tuntutan, biaya dan kenaikan harga karena
bencana dalam hubungan dengan semua merk dagang atau produksi,
hak cipta, hak patent pada semua material atau peralatan yang
dipergunakan dalam proyek ini.
Pemilik, Perencana/MK terbebaskan dari segala tuntutan perihal Hak
cipta, Hak patent dari seluruh penggunaan merk pabrik atau badan
yang digunakan dalam proyek ini.

3.1.7. K o o r d i n a s i :

Pada waktu pengadaan material dan pemasangan, Penyedia Jasa


/Pemborong instalasi LIFT/ELEVATOR, ESCALATOR wajib mengadakan
koordinasi dengan bagian-bagian pekerjaan Penyedia Jasa/Pemborong
lain seperti pekerjaan Sipil, Arsitektur, Interior, Mekanikal dan Elektrikal atas
petunjuk MK/Perencana.
Apabila ada item pekerjaan yang dikerjakan oleh Penyedia
Jasa/Pemborong lain maka Penyedia Jasa / Pemborong pekerjaan ini
wajib menyiapkan/ menyerahkan bahan-bahan yang diperlukan dan
memberi penjelasan untuk cara pemasangannya.
Selama pemasangan oleh Penyedia Jasa/Pemborong lain maka
menjadi kewajiban Penyedia Jasa/Pemborong LIFT/ELEVATOR untuk hadir
dan memberi petunjuk bersama MK/Perencana sehingga hasilnya akan
sesuai dengan kebutuhan instalasi pada proyek ini.

3.1.8. Gambar Kerja /Shop Drawings :


Setiap akan memulai pelaksanaan pemasangan instalasi atau
pengadaan material, Penyedia Jasa/Pemborong pekerjaan ini wajib
mengajukan kepada Konsultan Pengawas (MK), Konsultan Perencana
gambar kerja/shop drawings sebanyak 4 (empat) set gambar cetak biru
untuk diperiksa dan disetujui, paling lambat 14 (empat belas) hari
kalender terhitung sejak dikeluarkannya SPK.

4
RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT (RKS) - MEKANIKAL
JASA KONSULTAN PERENCANA DESAIN PENYEMPURNAAN
RSCM KANIGARA - RSUPN DR. CIPTO MANGUNKUSUMO- JAKARTA
3.1.9. Gambar Terlaksana / As BuiltDrawings:

Setelah pekerjaan selesai dan material/instalasi telah pemasangan,


Penyedia Jasa/Pemborong wajib membuat gambar terlaksana/as
builtdrawings, gambar-gambar tersebut menjelaskan letak peralatan
sesuai as/poros/kolom gedung sesuai dudukan akhir peralatan, lengka
pukuran dan tergambar lebih detail dimasukkan untuk diperiksa dan
disetujui Konsultan Pengawas (MK), Konsultan Perencana dan Wakil
Pemilik proyek paling lambat 1 (satu) bulan sebelum dilakukan Serah
Terima Pertama.
Gambar-gambar yang diserahkan antara lain : 1 set kalkir, 3 set gambar
cetak biru dan 1 set compact disk.

3.1.10. Instruksi, Operasional dan Cara-cara Pemeliharaan Peralatan :


Penyedia Jasa/Pemborong wajib menyerahkan kepadá Pemilik, 1 (satu)
bulan sebelum Serah Terima Pertama yaitu sebanyak 4 (empat) set
manual instruction dalam cetakan delux, perihal cara penggunaan,
mengoperasian, pengujian dan cara-cara pemeliharaan (maintenance)
semua peralatan Lift / Elevator.

3.1.11. Peninjauan ke Tapak / Site :

Penyedia Jasa/Pemborong berkewajiban untuk melihat dan mengetahui


keadaan lapangan/site sebelum mengajukan penawaran, sesuai
kebutuhan dan kaitannya yang perlu untuk dipersiapkan pada
pelaksanaan.
Kemungkinan adanya penambahan atau perubahan merupakan
item/bagian pekerjaan yang akan dibuatkan Berita Acara hasil
peninjauan tapak/site dan disampaikan ke Penyedia Jasa/Pemborong,
sebelum pemasukan penawaran.

3.1.12. Factory Training :

Penyedia Jasa/Pemborong wajib mengadakan Factory Training


terhadap material dan perangkat yang akan dipasangkan pada proyek
ini pada pabrik asal peralatan, dimana untuk kegiatan tersebut harus
diikuti oleh Pemilik/Wakil Penanggung Jawab Proyek, Konsultan
Pengawas (MK), dan Konsultan Perencana.
Factory training dimaksudkan untuk melatih User, agar dalam mekanisme
pengoperasian peralatan tersebut sesuai dengan petunjuk serta
persyaratan yang berlaku. Seluruh biaya yang timbul akibat kegiatan ini
menjadi tanggungan Penyedia Jasa/Pemborong dan sudah termasuk
dalam penawarannya.
5
RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT (RKS) - MEKANIKAL
JASA KONSULTAN PERENCANA DESAIN PENYEMPURNAAN
RSCM KANIGARA - RSUPN DR. CIPTO MANGUNKUSUMO- JAKARTA
3.1.13. Site Training :
Penyedia Jasa/Pemborong wajib mendidik operator di lokasi atau orang-
orang atau Tim Teknis yang ditunjuk oleh Pemilik/WakilPemilikproyekuntuk
menjalankan, mengoperasikan, melakukan pengujian dan maintenance
seperlunya terhadap instalasi dan segala biaya yang timbul akibat
kegiatan ini menjadi tanggungan Penyedia Jasa/Pemborong dan sudah
termasuk dalam penawarannya.

3.1.14. Masa Jaminan :


Seluruh pekerjaan instalasiLift/Elevator, Escalator dan Gondolaini harus
dijamin akan bekerja dengan baik dan sempurna, Penyedia
Jasa/Pemborong harus membuat surat jaminan terhadap semua
peralatan yang termasuk dalam lingkup pekerjaannya dan
pemeliharaan secara cuma-cuma harusdiberikanselama 12 (duabelas)
bulan setelah penyerahan pekerjaan (SerahTerimaKedua).
Garansi peralatan selama 1 (satu) tahun setelah masa pemeliharaan
cuma-cuma berakhir dan Penyedia Jasa/Pemborongdapat saja
mengajukan usulan untuk mengadakan kontrak pemeliharaan kepada
Pemilik proyekkecuali ditentukan lain.

3.2. LINGKUP PEKERJAAN LIFT/ELEVATOR:


Lingkup pekerjaan Lift/Elevator dan Escalator yang diuraikan dibawah ini,
tidak terbatas pada yang uraian saja tetapi merupakan satu kesatuan
pekerjaan yang dimaksudkan, antara lain diuraikan :
3.2.1. Pengadaan dan pemasangan unit Lift Penumpang dan unit Lift
Hospital type bed lift, lengkap peralatan bantu dan accessories.
3.2.2. Mempersiapkan Approval dokumen yang disetujui yang
didalamnya tertuang seluruh item dalam Spesifikasi Teknis secara
detail dan material finished serta gambar kerja.
3.2.3. Melaksanakan pekerjaan instalasi, apabila pada saat
pemasangan tiap-tiap unit Lift/Elevator dan Escalator terjadi
kerusakan karena kesalahan Pemasokdan wajib diperbaiki dan
atau diganti sesuai Spesifikasi Teknis Lift/Elevator tanpa
penambahan biaya.
3.2.4. Pengadaan dan pemasangan Automatic Resque Device (ARD)
Lift,Fire Emergency Return (FER), Emergency Power Operation
(EPO), dengan kapasitas yang sesuai standar pabrik pembuat
dan lengkap dengan accessories.
3.2.5. Pengadaan dan pemasangan fireman switch lift lengkap beserta
accessoriesnya.

6
RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT (RKS) - MEKANIKAL
JASA KONSULTAN PERENCANA DESAIN PENYEMPURNAAN
RSCM KANIGARA - RSUPN DR. CIPTO MANGUNKUSUMO- JAKARTA
3.2.6. Penarikan/penyediaan daya dari sumber daya yang telah
disediakan pada setiap Panel pada ruang mesin masing-masing
Lift/Elevator,
Pengadaan dan pemasangan supervisi panel di ruang kontrol
lengkap dengan TV Monitor 54 inchi beserta accesories nya dan
compotable dengan BMS Building.
3.2.7. Pengadaan dan pemasangan AC type Wall Mounted yang
sesuai dengan kebutuhan masing-masing ruang mesin Lift
sehingga didapatkan temperatur ruang maximum 38°C (deg).
♦ Khusus untuk ruang panel kontrol, jika temperatur dibutuhkan
dibawah 35°C(deg), maka harus disediakan unit AC yang
kapasitasnya sesuai dengan kebutuhan.
♦ Mengadakan pengujian sebelum penyerahan pekerjaan
terhadap semua peralatan Lift / Elevator, antara lain;
♦ Kecepatan car, alat-alat control automatic, pembukaan dan
penutupan pintu car, landing car, alat-alat pengaman,
peralatan pada kondisi darurat dan lain-lain sampai
dinyatakan Elevator siap pakai oleh Pemilik.
3.2.8. Penyelesaian finishing pintu, dinding pada tombol operation
maupun pada indicator penunjuk dan lain-lain yang ada
hubungan pekerjaan Lift / Elevator.
3.2.9. Membuat atau melengkapi dudukan buffer Lift/Elevator yang
diperlukan termasuk memberikan tambahan pada kondisi pit bila
diperlukan dan mengkoordinasikan dengan pekerja terkait
sperator beam.
3.2.10. Penyedia Jasa/Pemborong wajib membuat Standard
Operational and Prosedure (SOP) pekerjaan Lift/Elevator
sebanyak 4 (empat) set dicetak deluxe, yang disampaikan
kepada Pemilik proyek;
3.2.11. Penyedia Jasa/Pemborong harus mengurus dan memberikan
surat izin pemasangan dan izin laik pakai Lift / Elevator dari
Departemen Tenaga Kerja (Depnaker) Daerah Setempat, perihal
kelaikan kerja dan pemakaiannya.
3.2.12. Penyedia Jasa/Pemborong harus mengkoordinasikan dengan
Penyedia Jasa/Pemborong Fire Alarm dan Fire Fighting dalam hal
mendapatkan Rekomendasi dari Dinas Pemadam Kebakaran
(DPK) untuk Fire Lift, sehingga Fire Lift berfungsi sesuai standard
dari DPK setempat yang berlaku dan mendapat persetujuan
pemakaian dan instalasi dari Dinas terkait,

7
RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT (RKS) - MEKANIKAL
JASA KONSULTAN PERENCANA DESAIN PENYEMPURNAAN
RSCM KANIGARA - RSUPN DR. CIPTO MANGUNKUSUMO- JAKARTA
3.2.13. Memberikan training pada operator, tentang teori dan praktek
operasi & maintenance dengan modul-modul yang dibutuhkan
pada Tim Engineering Gedung dari Pemberi Tugas min.5 orang.

3.3. PERSYARATAN UMUM :


3.3.1. WaktuPelaksanaan :
Lamanya waktu pelaksanaan pengadaan dan pemasangan
Lift/Elevator ;sesuai jadwal testing dan commissioning disesuaikan
dengan master skedul secara keseluruhan.
3.3.2. Material :

a. Penyedia Jasa/Pemborong harus menjamin seluruh unit


peralatan yang didatangkan adalah baru(Brand New) dan
bebas dari defective material improver material, poor work
manship dan menjamin terhadap kualuitas sesuai dengan
tujuan spesifikasi.
b. Setiap material atau peralatan yang tidak memenuhi
spesifikasi harus diganti dengan proyek termasuk yang sesuai
dalam jangka waktu secepatnya yang akan ditentukan lebih
lanjut oleh Pemilik proyek, Konsultan MK dan Perencana dan
seluruh biaya yang timbul akibat penggantian
material/peralatan tersebut menjadi tanggungan/beban
Penyedia Jasa/Pemborong pekerjaanini.
3.3.3. Gambar-gambar dan Spesifikasi :

Gambar-gambar dan spesifikasi merupakan suatu kesatuan yang


tidak dapat [Link]/kedudukan yang tepatdari
cage, machine, control panel dan lain-lain harusdiperiksa dan
disesuaikan dengan ukuran-ukuran yang diberikan oleh
pabrikpembuat.
Gambar kerja harus selalu berada di lapangan (site) dan
Penyedia Jasa/Pemborong harus menyerahkan gambar
pelaksanaan yang terpasang (as built drawing) di kertaskalkir dan
cetakansebanyak 4 (empat) set kePemberi Tugas pada
saatSerahTerima I (ST-I).

3.3.4. ContohBarang :

Penyedia Jasa/Pemborong wajib memberikan contoh-contoh


barang yang akan digunakan dalam pelaksanaan, jika tidak
harus dapat memberikan brosur secara lengkap dan jelas dan
8
RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT (RKS) - MEKANIKAL
JASA KONSULTAN PERENCANA DESAIN PENYEMPURNAAN
RSCM KANIGARA - RSUPN DR. CIPTO MANGUNKUSUMO- JAKARTA
tertulis tentang bahan-bahan dari unit material. Bila bahan-
bahan tersebut diragukan kualitasnya akan dikirim ke kantor
penyelidikan bahan-bahan atas biaya Penyedia
Jasa/Pemborong. Semua bahan-bahan yang akan dipasang
harus mendapat persetujuan Direksi Lapangan/MK, bila ternyata
terdapat bahan-bahan yang ditolak karena tidak memenuhi
Spesifikasi Teknis/kualitas, maka bahan-bahan tersebut harus
sudah tidak berada lagi di site dalam jangka waktu 3 (tiga) hari
setelah penolakan.

3.3.5. Tenaga Pelaksana :


Semua pekerjaan harus dilaksanakan dengan baik oleh semua
orang/tenaga-tenaga ahli dalam bidangnya (skilled labour) agar
dapat memberikan hasilkerja yang terbaik.
Dalam pelaksanaan pekerjaan diwajibkan mengadakan
koordinasi dengan pemborong lain yang mengerjakan pekerjaan
struktur, elektrikal, mekanikal, interior dan sebagainya, sehingga
kemungkinan terjadinya kesalahan-kesalahan dalam
pemasangan dapat diperkecil/dihilangkan.

3.3.6. Pengamanan :
Penyedia Jasa/Pemborong bertanggung jawab atas
pencegahan bahan/peralatan-peralatan untuk instalasi dari
pencurian atau kerusakan. Bahan-bahan/peralatan yang hilang
atau rusak harus diganti oleh Penyedia Jasa/Pemborong tanpa
tambahan biaya.

3.3.7. Jaminan Pengujian dan Surat Keterangan :

Penyedia Jasa/Pemborongmenjamin bahwa peralatan akan


bekerja dengan memuaskan dalam semua kondisi. Untuk hal itu
bersedia memberikan jaminan tertulis dengan masa jaminan 1
(satu) tahun setelah penandatanganan Berita Acara Serah
Terima I (ST-I) Pekerjaan. Sebelum pekerjaan dinyatakan selesai
(diserahkan harus diadakan percobaan-percobaan baik dengan
atau tanpa beban dan sekaligus mengadakan pensetan level
pemberhentian, sehingga syarat-syarat leveling clearance yang
diinginkan dapat dipenuhi dengan baik.
Pengujian dilakukan sampai pihak Pemberi Tugas menyatakan
cukup / memuaskan. Penyedia Jasa/Pemborong harus
menyerahkan 5 (lima) copy (termasuk yang asli) Buku Operation

9
RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT (RKS) - MEKANIKAL
JASA KONSULTAN PERENCANA DESAIN PENYEMPURNAAN
RSCM KANIGARA - RSUPN DR. CIPTO MANGUNKUSUMO- JAKARTA
Manual Maintenance, Repair Shop Manual, Part Catalogue dan
Description Equipment Brosure yang sesuai.
Selain yang tersebut diatas (buku dalam bahasa asing) juga
harus disediakan 2 set dalam bentuk bahasa Indonesia secara
singkat dan jelas.
Penyedia Jasa/Pemborongharus dapat mengadakan surat-surat
keterangan lain yang diperlukan dari Jawatan Keselamatan Kerja
setempat, sehingga diperoleh syarat-syarat yang diperlukan
untuk boleh beroperasinya unit Elevator.
Semua biaya yang perlu untuk pengadaan surat-surat, jaminan,
pengujian dan surat-surat keterangan ditanggung oleh Penyedia
Jasa/Pemborong.

3.3.8. Jaminan Kualitas :

a. Jenis yang dipergunakan adalah product Jepang atau


Setara yang disetujui.
b. Penyedia Jasa/Pemborong harus merupakan agen tunggal
resmi yang ditunjuk oleh pabrik, dan harus
berpengalaman, memahami dan mampu melaksnakan
pekerjaan serta telah memiliki izin instalatur lift harus bisa
bekerja sama dengan pihak lain, berdisiplin dalam ikut serta
melaksanakan proyekini.

3.4. PERSYARATAN KHUSUS :

3.4.1. Gambar Kerja (Shop Drawings) :

Penyedia Jasa/Pemborong harus membuat rencana kerja


lengkap dan menyerahkan gambar-gambar kerja brosur dan
data-data dari peralatan seluruh sistem yang diterima dari pabrik
pembuatannya, guna mendapatkan persetujuan dar iDireksi
Lapangan (MK) dan Ahli.
Penyedia Jasa/Pemborong pekerjaan ini harus memenuhi syarat-
syarat dan ketentuan yang berlaku di Indonesia atau standard
International.

3.4.2. Ketentuan Gambar Kerja :

Gambar kerja dan rencana kerja dengan keterangan-keterangannya


yang perlu disetujui Pemilik proyek, KonsultanPengawas (MK),
KonsultanPerencana dan Tenaga Ahli meliputi :

10
RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT (RKS) - MEKANIKAL
JASA KONSULTAN PERENCANA DESAIN PENYEMPURNAAN
RSCM KANIGARA - RSUPN DR. CIPTO MANGUNKUSUMO- JAKARTA
a. Peralatan dalam ruang mesin :
− Letak peralatan-peralatannya,
− Hubungan-hubungan kerjanya dari tiap peralatan dengan alat-
alat lain,
− Diagram beban-bebannya,
− Setelah persetujuan, dalam hal ini sebelum daftar spesifikasi
material Penyedia Jasa/Pemborong diharuskan menyerahkan
Shop Drawings untuk disetujui MK atau Perencana dan
berkoordinasi dengan pekerjaan sipil.
b. Bracket (pemegang material) :
− Konstruksi bracket, bahan-bahan pengikat/pemegang alat,
− Posisi serta jarak dari setiap bracket.
c. Perlengkapan control :
− Posisi stop button pengoperasian car,
− Posisi indicator

3.4.3. SuratKeterangan dari Pelaksana :

a. Diperlukan jaminan Surat Pernyataan lengkap dengan syarat


bahwa,Lift Service di jaminan tahan api dan berfungsi sebagai Lift
Kebakaran.
b. Surat keterangan lengkap atau referensi pekerjaan sistem Elevator
yang pernah dilaksanakan.
c. Surat-surat keterangan lengkap mengenai surat-surat lisensi dan ijin-ijin
untuk pemasangan.

3.4.4. Pendidikan Operator :

Pendidikan operator atau pegawai Pemilik proyek minimum 10 orang


meliputi :
a. Proses pengamanan keselamatan,
b. Pengelolaan masing-masing tiap alat-alat sistem,
c. Produser pemeliharaan secara rutin.

3.4.5. Penggunaan Sementara :

Tidak diperkenankan pemakaian sementara sebelum seluruh pekerjaan


proyek selesai, kecuali dengan ijin tertulis oleh Direksi/Ahli.

11
RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT (RKS) - MEKANIKAL
JASA KONSULTAN PERENCANA DESAIN PENYEMPURNAAN
RSCM KANIGARA - RSUPN DR. CIPTO MANGUNKUSUMO- JAKARTA
3.4.6. Pemeliharaan dan Pelayanan :
a. Jaminan pemeliharaan dan perbaikan Kembali selama 6 (enam)
bulan setelah selesai serah terimaII (kedua)pekerjaan dilaksanakan.
b. Pemeliharaan dan pemeriksaan rutin tidak kurang dari tiap dua
minggu sekali oleh orang yang berkompetent dengan pembetulan-
pembetulan penyetelan-penyetelan, pembersihan-pembersihan
semua peralatan.
Selain itu Penyedia Jasa/Pemborong harus melakukan penggantian
peralatantan pada penambahan biaya apabila terjadi kerusa
kansampai dengan peralatan tersebut berfungsi kembali dengan
baik.

3.5. SPESIFIKASI TEKNIS PERALATAN LIFT / ELEVATOR :


3.5.1. LIFT-01 & 02 Type Passenger Lift :
• Kapasitas : 1600 Kg (Mesin Room Type)
• Kecepatan : 90 mpm
• Penggerak :AC Variable Voltage, Variable
Frequency
• Operation : Simplex (Single Operasi)
• [Link] / Opening : 13 Stop / 13 Opening
(2 bukaan pintu)
• Ukuran Hoistway : 2400 mm x 2950 mm
• Car Lift Internal Size : 1500 mm x 2300 mm
• Type pintu : Single speed side opening door
• Lebar pintu : 1200mm
• Tinggi pintu : 2100mm
• Pit lift : 1800mm
• Power : 380 – 220 Volt, 3 Phase, 50 Hz
• Motor : AC ± 18kW / unit
• Jumlah : 2 (dua) unit

12
RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT (RKS) - MEKANIKAL
JASA KONSULTAN PERENCANA DESAIN PENYEMPURNAAN
RSCM KANIGARA - RSUPN DR. CIPTO MANGUNKUSUMO- JAKARTA
3.5.2. LIFT-02 & 03 Type Bed Lift) :
• Kapasitas : 1600 Kg (mesin room type)
• Kecepatan : 90 mpm
• Penggerak : AC Variable Voltage, Variable
Frequency
• Operation : Simplex (single operasi)
• [Link] / Opening : 12 Stop / 12 Opening
• Ukuran Shaft : 2400mm x 2950mm (Hospital type)
• Car Lift Internal Size : 1500 mm x 2300 mm
• Type pintu : Single speed side opening door
• Lebar pintu : 1200 mm
• Tinggi pintu : 2100 mm
• Pit lift : 1800 mm
• Power : 380 – 220 Volt, 3 Phase, 50 Hz
• Motor : AC ± 24 kW / unit
• Jumlah : 1 (satu ) unit
• Motor : AC ± 18 kW / unit
• Jumlah : 2 (dua) unit

3.5.3. PerlengkapanKereta/ ELEVATOR:


• Ceiling / Lighting : Sesuai Approved by owner
• Car Door : Sesuai Approved by owner
• Front Return Walls : Sesuai Approved by owner
• Side Rear Wallls : Sesuai Approved by owner
• Transom Panel lantai type : Sesuai Approved by owner
cal
• Entrance column : Sesuai Approved by owner
• Kick Plates : Sesuai Approved by owner
• Floor : Sesuai Approved by owner
• Ventilation : Blower tipe fan 2 vent hole
• Emergency Light : Provided
• Interphone dan sound : Provided in machine room,
system control operation

13
RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT (RKS) - MEKANIKAL
JASA KONSULTAN PERENCANA DESAIN PENYEMPURNAAN
RSCM KANIGARA - RSUPN DR. CIPTO MANGUNKUSUMO- JAKARTA
3.5.4. Perlengkapan Hoist Way :
• Landing Door : Sesuai Approved by owner
• Transom Panel : Sesuai Approved by owner
• Car Door lantai Lobby : Sesuai Approved by owner
• Car Door lantai Typical : Sesuai Approved by owner
• Transom dan Jam Lt Lobby : Sesuai Approved by owner
• Jamb : Sesuai Approved by owner
• Landing Sell : Sesuai Approved by owner

a. Signals :

• Car Operation Panel : Sesuai Approved by owner


• Transom Panel : Sesuai Approved by owner
• Car Door lantai Lobby : Sesuai Approved by owner
• Car Door lantai Typical : Sesuai Approved by owner
• Transom dan Jam Lt Lobby : Sesuai Approved by owner
• Jamb : Sesuai Approved by owner
• Landing Sell : Sesuai Approved by owner

3.5.5. Standard Safety Features ( for ELEVATOR) :


• Automatic bypass (75% loading)
• Over load device
• Safety edge
• Fire emergency return
• Emergency stop switch
• Car arrival gong
• Emergency car lighting
• Up & down indicator arrows
• Door photo cell
• Automatic Resque Device
• Supervisory panel di ruang control
• Manhole (car) switch
• Pit Switch

14
RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT (RKS) - MEKANIKAL
JASA KONSULTAN PERENCANA DESAIN PENYEMPURNAAN
RSCM KANIGARA - RSUPN DR. CIPTO MANGUNKUSUMO- JAKARTA
• Maintenance switch (didalam &diluar car)
• Nuisance call cancellation (menghapus panggilan semu,
berdasarkan proteksi dari beban)
• Non reverse phase sequence protection
• Lampudiatas dan dibawah car lift, berikut kawat pengaman &
stop kontak.
• Rope ditandaiuntuktandadilantai mana car lift berada.
• Fire controle switch in glass fronted boxes marked “ Fire Switch”
• Control elevator hendaknya terdiri dari komponen electronik yang
dilengkapi dengan peralatan pengatur operasi dengan micro
prossesor kecuali Relay penggerak utama.

3.5.6. Data Kereta / ELEVATOR :


[Link]. Rangka kereta/ Elevator :
• Terbuat atas proil baja yang dicat anti karat.
• Pada rangka ini terdapat paling sedikit 4 buah sliding type guide
shoes, dimana 2 buah terletak pada bagian atas kereta dan yang lain
pada bagian bawah kereta tepat diGuide Rail.
• Guide shoe yang dipakai adalah typeRpller.
• Setiap guide shoes harus dilengkapi dengan system pelumas sendiri .
• Pada rangka bagian bawah yang merupakan tempat tumpuan lantai
kereta , harus terdapat bantalan karet.

[Link]. Lantai kereta/ Elevator :


• Terbuatdaribaja yang dicat anti karat dan dilapisi dengan marmer
Warna ditentukan kemudian.
• Bagian bawahnya dilapisi dengan suatu bahan peredam suara.
• Ukuran dan kekuatan dari lantai ini harus sesuai dengan kapasitas
angkut elevator.

[Link]. Dinding kereta/ Elevator :.

15
RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT (RKS) - MEKANIKAL
JASA KONSULTAN PERENCANA DESAIN PENYEMPURNAAN
RSCM KANIGARA - RSUPN DR. CIPTO MANGUNKUSUMO- JAKARTA
• Dinding dalam konstrukisinya harus sedemikian rupa sehingga mudah
dipasang atau dilepas.
• Pada bagian luarnya harus dilapisi dengan suatu bahan peredam
suara.
• Dinding kereta hair line finish (SS) sesuai standar pabrik.

[Link]. Langit- langit Kereta/ Elevator :


• Ketinggian langit – langit kereta elevator tidak kurang dari 2300 mm
dimanater dapat pintu darurat yang hanya bias dibuka dari atas
kereta dan dilengkapi safety switch sehingga lift tidak beroperasi
selama pintu tersebut terbuka.
• Terdapat lampu untuk penerangan normal dan penerangan darurat
dengan sumber daya dari batere type NI-CAD dry cell lengkap
dengan automatic chargernya.
• Jenis lampu adalah type Flouraescent light ing circular milky white
acrylic cover .
• Terdapat Exhaust Fan dan exhaust grille yang terletak diatas kereta.
• Pada bagian atas harus dilapisi dengan suatu bahan peredam suara.

[Link]. Pintu Kereta/ Elevator :


• Terdiridari 2 panel opening Automatic Side Opening dengan dimensi
seperti gambar.
• Sedangka nuntuk 4 panel adalah central opening dengan dimensi
seperti gambar.
• Penggerak pintu kereta adalah motor listrik yang dilengkapi dengan
alat pengatur kecepatan.
• Pada bagian dalamnya harus dilapisi dengan bahan peredam suara.

[Link]. Car Operating Panel(COP) untuk lift penumpang:


Terbuat dari Stainless Steel Plate [Link] button yang dipakai
merupakan soft touch button yang menyala bila tersentuh.
Terdiri dari peralatan sebagai berikut:
• Soft touch button untuk setiap lantai.
• Soft touch button untuk membuka pintu kereta.

16
RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT (RKS) - MEKANIKAL
JASA KONSULTAN PERENCANA DESAIN PENYEMPURNAAN
RSCM KANIGARA - RSUPN DR. CIPTO MANGUNKUSUMO- JAKARTA
• Soft touch button untuk menutuppintukereta.
• Soft touch button untuk emergency stop.
• ON-Off switch untuk lampu penerangan
• ON-Off switch untuk Exhaust Fan
• Key switch untuk independent operation.
• Lampu tanda kelebihan penumpang yang dilengkapi dengan buzzer.
• Pushbutton untuk intercom
• Plat nama dari pabrik pembuat
• Tulisan kapasitas lift penumpang.
• COP penyandang cacat / difabel :
- Semua lift penumpang dilengkapi dengan COP dan peralatan lain
untuk keperluan penyandang cacat sesuai Permen PU
No.30/PRT/M/2006, seperti ;
- Brile
- Suara dan lampu, tanda berhenti tiap lantai
- Hand rail, dll
- Untuk lift service menggunakan push button

[Link]. Pintu Lift dan Pintu Shaft :


• Lift harus dilengkapi dengan system pintu yang bekerja secara
otomatis.
• Pintu harus mempunyai mekanisme kerja membuka dan menutu pintu
secara otomatis dengan bantuan motor listrik dan bekerja tanpa suara
, tanpa getaran atau kejutan.
• Pintu kereta dan pintu shaft harus membuka dan menutup secara
serempak, sesaat setelah kereta lift dating disuatu lantai dan sesaat
sebelum kereta lift bergerak meninggalkan lantai.
• Pada saat lift bergerak , pintu kereta tidak boleh dapat dibuka dari
dalam kabin, meskipun tombol pembuka ditekan.
• Pada saat lift bergerak , motor listrik penggerak pintu harus
memberikan torsi yang cukup kuat pada daun pintu, untuk mencegah
pintu dibuka secara paksa dari dalam kabin.

17
RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT (RKS) - MEKANIKAL
JASA KONSULTAN PERENCANA DESAIN PENYEMPURNAAN
RSCM KANIGARA - RSUPN DR. CIPTO MANGUNKUSUMO- JAKARTA
• Pada sat tidak ada sumber daya listrik, pintu – pintu harus harus dapat
dibuka secara paksa dengan tangan dari dalam kabin dan dari luar
shaft.
• Setiap pintu shaft harus dilengkapi dengan suatu system interlock jenis
elektro mechanical, untuk mencegah pintu dibuka secara paksa,
kecuali dengan kunci khusus yang disediakan untuk melepas system
interlock tersebut.
• Sistem interlock electro mechanical pada pintu shaft tersebut harus
dapat dibuka dari kabin, pada saat lift berhenti pada suatu lantai.
• Sistem interlock harus dibuat sedemikian rupa sehingga dapat dilepas
dari dalam kabin, pada saat tidak ada sumber daya listrik.
• Pintu lift harus dilengkapi dengan “safety edge” yang terpasang dari
ujung atas sampai ujung bawah panel pintu, apabila peralatan ini
menyentuh orang atau benda pada saat pintu sedang menutup,
maka pintu kereta dan pintu shaft secara otomatis harus kembali
pada posisi membuka penuh, pintu baru akan menutup kembali
secara otomatis, setelah melampaui waktu yang ditentukan.
• Pintu lift kebakaran harus tahan api selama 2 jam.

3.5.7. Data Peralatan di SHAFT :


[Link]. Magnetic Landing device :
Untuk memberhentikan kereta elevator pada setiaplantai yang
dituju dengan toleransi maksimum sebesar 5 mm dari level
lantai yang bersangkutan.

[Link]. Landing Door :


Mempunyai type dan dimensi yang sama dengan pintu
keretanya.
Dilengkapi dengan wide jamb, terbuat dari Stainless steel Sheet.
Dilengkapi dengan kunci pembukas ecara manual dan
interlock secara electris dan mekanis serta dilengkapi dengan
alat penutup otomatis dengan weigth closer.

[Link]. Door Sills dan Toe Guards :

18
RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT (RKS) - MEKANIKAL
JASA KONSULTAN PERENCANA DESAIN PENYEMPURNAAN
RSCM KANIGARA - RSUPN DR. CIPTO MANGUNKUSUMO- JAKARTA
Terletak dibawah pintu, terbuat dari extruded Alluminium
natural color, yang didudukan pada beton yang telah
disediakan.

[Link]. Hall Button :


Hanya ada satu buah disetiap lantai:
• Untuk lantai yang paling bawah hanya terdapat satu soft
touch button untuk operasi kearah atas.
• Untuk lantai yang paling atas hanya terdapat satu soft
touch button untuk operasi ke arah bawah
• Untuk lantai yang lainnya terdapat 2 soft touch
buttonuntuk operasi ke arah atas dan [Link] touch
button merupakan Soft touch button yang menyala bila
ditekan.

[Link]. Car Position Indicator :


Dilengkapi dengan Hall Lantern dan gong yang hanya menyala
dan berbunyi pada saat kedatangan kereta.

3.5.8. Safety Device :


[Link]. Pengaman terhadap kelebihan penumpang ,dimana secara otomatis
akan membunyikan buzzer yang diletakkan di car board.
[Link]. Pengaman terhadap kelebihan perjalanan, apabila pengaman ini
bekerja, maka panel kontrolakan mematikan mesin penggerak dan
barudapat dijalankan Kembali bilasecara manual posisi kereta
dikembalikan kekedudukan normal.
Pembatas yang ada yaitu :
Level 6 cm dibawah level lantai terbawah, dan
Level 10 cm di atas level lantai teratas.
[Link]. Pengaman terhadap ketegangan rope. Apabila pengaman ini bekerja,
maka panel kontrol akan mematikan mesin penggerak.
[Link]. Pengaman terhadap kelebihan kecepatan , apabila terjadi kelebihan
kecepatan maka :

19
RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT (RKS) - MEKANIKAL
JASA KONSULTAN PERENCANA DESAIN PENYEMPURNAAN
RSCM KANIGARA - RSUPN DR. CIPTO MANGUNKUSUMO- JAKARTA
• Centrifugal switch yang ada di speed governor akan menyebabkan
panel kontrol mematikan mesin penggerak.
• Safety gear sebanyak empat buah yang terletak dibagian bawah
dari pengibang berat dan kereta akan mengadakan pengereman di
rail dan microswitch yang ada disana akan menyebabkan panel
kontrol mematikan mesin penggerak.
[Link]. Pengaman pada pintu kereta elevator, berupa : Door safety edge
sebanyak 2 buah, akan bekerja bila tersentuh.
[Link]. Pengaman Lift pada saat sumber daya listrik PLN terputus:
Pada saat sumber daya utama dari PLN terputus, kereta lift secara tiba-
tiba akan berhenti, pada saat demikian lampu darurat didalam kereta
harus menyala secara otomatis, system intercom dan bell alarm harus
tetap berfungsi, dengan mendapat sumber daya dari battery.
Secepatnya setelah menerima daya listrik dari Diesel Generating Set
Emergency, semua lift dapat bekerja kembali secara normal.
Pemindahan rangkian dari jaringan listrik PLN ke Diesel Genset dilakukan
secara otomatis di panel utama listrik.
Bila sumber utama PLN telah terhubung kembali , maka rangkian kembali
berfungsi secara normal seperti semula.
[Link]. ARD, bila terjadi pemutusan daya listrik PLN, maka kereta akan turun/naik
pada lantai terdekat dengan alat ARD.

3.5.9. Pengamanan bila terjadi kebakaran :


Dilantaidasar (main enterance) harus disediakan dan dipasang saklar
khusus untuk petugas – petugas pemadam kebakaran dengan tulisan
dalam bahasa Indonesia “ SAKLAR KEBAKARAN”.
Untuk mengoperasikan saklar tersebut tidak boleh menggunakan kunci
dan harus diletakkan didalam kotak besi yang mempunyai panel depan
terbuat dari stainless steel hairline finish dan tutupkaca yang mudah
dipecah.
Saklar ini harus diberi tulisan yang jelas untuk kedudukan “On atau Off”.
Dengan mendudukan salar pada posisi “ON” , maka lift akan bekerja
sebagai berikut:

20
RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT (RKS) - MEKANIKAL
JASA KONSULTAN PERENCANA DESAIN PENYEMPURNAAN
RSCM KANIGARA - RSUPN DR. CIPTO MANGUNKUSUMO- JAKARTA
• Semua panggilan lift dan permintaan lantai akan dibatalkan, dan tidak
ada panggilan atau permintaan baru terdaftar.
• Sistem kerja lift akan berubah dari kontrol secara kolectif menjadi tidak
kolectif.
• Tanpa melihat arah gerak nya, lift secara otomatis akan bergerak turun
ke lantai dasar, tanpa berhenti di lantai-lantai lainnya.
• Setelah membuka pintu dilantai dasar, lift akan berhenti bekerja.
• Untuk selanjutnya pengoperasian lift tersebut hanya dapat dilakukan dari
dalam kereta dan lift tidak akan melanyani panggilan dari luar
kereta/lantai.
• Untuk lift penumpang juga bisa dioperasikan oleh petugas untuk evakuasi
pasien dari lantai rawat inap ke lantai dasar.

3.5.10. Pe m a s a n g a n :
[Link]. Mesin Pengangkat Elevator :

a. Mesin pengangkat dari Elevator adalah jenis mesintraksi yang


digerakkan dengan tenaga listrik arus bolak-balik (alternatinç
current AC) Keseluruhan-nya merupakan suatu unit yang harus
didudukan secara kuat pada satu dudukan mesin yang terbuat
dari profil baja dan menumpu balok bangunan (bukan pada
alatbeton). Dudukan baja tersebut harus balok bangunan (bukan
pada flat beton). Dudukan baja tersebut harus disediakan oleh
Pelaksana Pekerjaan.
b. Motor harus dari jenis yang baik untuk dapat bekerja kontinu di
daerah tropik dan harus sesuai dengan standard negara dimana
mesin lift dibuat. Terminal Kontrol listrik pada motor harus bebas
dari timbulnya loncatan bunga api untuk semua kondisi beban
dan kecepatan.
c. Setiap motor harus bekerja pada sistem tegangan PLN 380 Volt, 3
Phase, 50 Hz dengan memakai perendam getaran untuk
mencegah rambatan getaran struktur bangunan dan conduit
kabel listrik untuk motor harus menggunakan flexible conduit
berlapis galvanized.

[Link]. Rem :

a. Sistem rem harus menggunakan sistem pelepasan rem dengan


arus bolak-balik atau arus searah.

21
RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT (RKS) - MEKANIKAL
JASA KONSULTAN PERENCANA DESAIN PENYEMPURNAAN
RSCM KANIGARA - RSUPN DR. CIPTO MANGUNKUSUMO- JAKARTA
b. Sistem pemberhentian/ rem harus direncanakan untuk dapat
bekerja pada kapasitas diatas kapasitas normalnya dan sangguh
memegang dan mem-beritahukan Elevator pada kondisi yang
paling berat/ sukar.
c. Sirkuit sistem kontrol rem harus saling mengunci (interlock) secara
elektrik dengan sirkuit kontrol motor traksi dan harus direncanakan
dan diatursehingga rem hanya bekerja untuk memegang kabin
elevator pada saat berhenti sehingga pemberhentian Elevator
dapat dilakukan secara halus.
d. Dua buah sepatu rem harus disediakan dan harus bekerja tanpa
menimbulkan suara keras.
e. Disetiap mesin Elevator harus disediakan satu alat yang
diperuntukkan untuk melepas rem secara manual pada saat
darurat.

[Link]. Katrol / Sheaves :


Kawat penggantung harus dibuat secara teliti dan terbuat dari besi
cop yang terbaik, beban dari cacat dan dibentuk sedemikian
sehingga tidak terjadi slip pada gulungan kawat baja serta tidak
dapat menyebabkan kawat penggantung menjadi aus pada semua
kondisi beban.

[Link]. Kawat Penggantung (Ropes) :


a. Kawat penggantung terbuat dari baja berpilah sesuai dengan
persyaratan pabrik dengan jenis dan ukuran yang memberikan
umum pemakaian yang panjang dan bekerja dengan baik.
b. Semua kawat penggantung kabin Elevator dan counter weight
harus dipasang secara vertikal dan diatur sedemikian
sehingga beban terbagi secara merata sepanjang kawat
penggantung kabin lift dan counter weight.
c. Diameter minimum dari rope yang dipakai disesuaikan dengan
kapasitas lift secara standard.
d. Sertifikat rope/kawat penggantung harus diserahkan kepada
pemilik sebelum pelaksanakan.

22
RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT (RKS) - MEKANIKAL
JASA KONSULTAN PERENCANA DESAIN PENYEMPURNAAN
RSCM KANIGARA - RSUPN DR. CIPTO MANGUNKUSUMO- JAKARTA
[Link]. Rel Penuntun (Guides Rails) :
a. Rel penuntun untuk kabin lift dan counterweight harus terbuat
dari Profil baja T dengan lebar flange, sesuai standard pabrik.
b. Rel penuntun yang dipasang harus mempunyai kekuatan yang
cukup untuk menahan tekanan yang dapat ditimbulkan karena
cukup untuk menahan rel darurat bekerja ataupun adanya
beban yang tidaksimetris.
c. Rel penuntun harus dipasang dan diperpanjang sampai dengan
ujung teratas dari overhead shaft dan sampai dasar pit dan
diikatkan pada struktur bangunan dengan bracket yang
direkomendasikan oleh pabrik.
d. Pemasangan rel harus dibuat sedemikian sehingga tidak ada
goncangan atau goyangan yang terasa oleh penumpang
didalam kabin Elevator selama perjalanan.
e. Panjang bracket dari rel penuntun harus disesuaikan dengan
jarak rel sampai dinding shaft pada gambar rencana akan
terlihat perbedaan lebar dari shaft Elevator secara vertical
dikarenakan tebal dinding beton yang mengecil secara
beraturan kearah atas.

[Link]. Counterweight :
a. Elevator harus diseimbangkan dengan sistem counterweight untuk
bekerja secara ekonomi dan halus.
b. Counterweigh harus terbuat dari balok besi tiang yang dipasang
tersusun pada rangka baja sedemikian sehingga mudah untuk
menambah atau mengurangi berat counterweight tanpa
mengganggu kawat penggantung-nya.
c. Counterweight tersebut harus mampu memberikan
keseimbangan sebesar berat kabin lift kosong ditambah 40%
sampai dengan 45% berat beban maksimum yang diizinkan.
d. Sisi atas dan bawah dari rangka counterweigh harus dilengkapi
dengan sepatu penuntun berbentuk "U" (sliding guide) yang
dapat diatur.

23
RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT (RKS) - MEKANIKAL
JASA KONSULTAN PERENCANA DESAIN PENYEMPURNAAN
RSCM KANIGARA - RSUPN DR. CIPTO MANGUNKUSUMO- JAKARTA
[Link]. Posisi Car :
Penyedia Jasa/Pemborong harus memasang kedudukan
car/kereta dengan lintasan tegak lurus dari keduduka paling bawah
sampai kedudukan paling atas.
Pengukuran posisi car tidak hanya dilakukan satu sisi saja melainkan
setiap sisi car guna mendapatkan posisi yang tepat.
Untuk penyetelan kedudukan car pada setiap leve mana level
lantai harus lurus tepat dengan level car penyetelan dilakukan
berkali-kali baik dengan beban maupun tidak menggunakan beban.
Batas kelonggaran sistem ini tidak boleh menggunakan lebih dari 6
mm untuk service Elevator pada beban maksimum dan 3 mm untuk
Elevator penumpang pada beban maksimum.

[Link]. Pemasangan Pintu Car :


Pemasangan pintu harus dilakukan secara cermat baik posisi
tutupan maupun pembukaan. Pintu car harus dapat terbuka penuh
dengan lancar dan dapat tertutup dengan rapat. Pemasangan rel
dudukan pintu harus disesuai-kan dengan level lantai rel harus tetap
bersih dan lurus. Kelonggaran maximum antara daun pintu dan
rangka pintu yang menempel pada dinding tidak boleh lebih dari 5
mm,

[Link]. Pemasangan Buffer :


Pemasangan buffer harus tepat pada posisi dimana counter weight
dan car bekerjaKedudukan buffer harus dilengkapi dengan plat
pengikat setebal± 15 mm dimana kedudukan unit buffer pada struktur
dilengkapi baut pengikat/ angkur sebanyak 4 buah -buffer.
Buffer yang dipakai dari jenis Oil Buffer dimana pada bagian atasnya
diberikan Karet setebal 5mm.
Untuk setiap lift minimum dipergunakan 4 buah buffer ditempatkan
pada masing-masing 2 buah buffer pada Car dan Counter Weight.

[Link]. Pemasangan Mesin :

24
RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT (RKS) - MEKANIKAL
JASA KONSULTAN PERENCANA DESAIN PENYEMPURNAAN
RSCM KANIGARA - RSUPN DR. CIPTO MANGUNKUSUMO- JAKARTA
Kedudukan mesin Elevator harus pada posisi yang tepat dimana hal
tersebut berkaitan dengan posisi tali pengangkat car yang harus
dipasang secara center, kedudukan talipengikat pada fully
pembantu harus dapat disetel naik dan turut guna penyetelan bila
terjadi perubahan level car pada level lantai. Untuk kedudukan
mesinnya harus dapat disete ldengan gerak horizontal sedangkan
dudukan mesin harus rigit, kokoh dibuat atau diangker pada dinding
atau lantai pada ruang mesin.
Dudukan mesin lift pada proyek ini ada 2 macam yaitu :
1. Mesin room
2. Mesin roomless
Sesuai pada gambar

[Link]. Panel Kontrol :


Pemasangan panel control harus disesuaikan dengan situasi ruang
mesin Panel kontrol, harus cukup ventilasi punya ruanggerak untuk
maintenance. Panel control harus dilengkapi kunci pengaman
dan intercom guna untuk pemberitahuan pada operator bila terjadi
kemacetan dalam car.
Panel control ini dari jenis free standing close type dengan lubang
ventilasi secukupnya.
Semua komponen kontrol harus dapat bekerja dengan baik pada
temperatur 35 deg.C dan RH maximum 95 %
Box panel terbuat dari plat baja tebal min. 2 mm dengan rangka
penguat dan di Cat anti karat.
Semua kabel yang masuk/keluar panel dilengkapi dengan Cable
gland.
Selain tersebut di atas juga disediakan remote panel kontrol berupa
supervisor panel guna memonitor seluruh elevator yang ada, Untuk
dialokasikan pada ruang kontrol lantai satu. Isian sistem kontrol
minimum meliputi seperti yang terlihat pada gambar perencanaan.
Panel control seluruh lift harus bisa dikonek dengan sistem BMS seluruh
Gedung.
3.5.11. Testing and commissioning :

25
RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT (RKS) - MEKANIKAL
JASA KONSULTAN PERENCANA DESAIN PENYEMPURNAAN
RSCM KANIGARA - RSUPN DR. CIPTO MANGUNKUSUMO- JAKARTA
Testing dan commissioning harus dilakukan Penyedia Jasa/Pemborong
sebelum dilakukan penyerahan pertama untu kmendapatkan hasil yang
maksimal sesuai persyaratan dan lingkup pekerjaannya.
Biaya untuk pekerjaan tersebut (Testing and commissioning) diatas
tanggungan Penyedia Jasa/Pemborongdan sudah termasuk biaya
perijinan dari DEPNAKER.
Pekerjaan pengujian yang harus dipenuhi minimal adalah sebagai
berikut :
a. Pengujian terhadap pengamanan sambungan rantai
b. Handrail inlet safety device diperlukan untuk mengontrol jalannya
handrail dalam balustrade.
c. Panel control terhadap bekerjanya peralatan maupun circuit
relay-relay automatic circuit breaker serta terminasi dari sistem
pengkabelan.
d. Terminasi terhadap instalasi pada motor.
e. Pelan-pelan sisi sertasegment gigi pelat sisi untuk kelancarannya serta
pemberian bahan pelumas pada beberapa bagian dari segment
gigi poros motor dan lain-lain.
f. Menjamin hingga berfungsinya peralatan dengan baik dan
sempurna.
g. Penyedia Jasa/Pemborongdalam hal ini harus memberikan training
operation kepada Tes Engineering Pemilik proyek dan untuk waktu
serta kesediaannya akan ditentukan kemudian bersama Pemilik
Proyek/ Perencana/ MK.
h. Testing dengan beban & kecepatan sesuai speck
i. Testing leveling pada tiap lantai kurang dari 5 mm, dll.
j. Cara kerja sistem lift waktu terjadi kebakaran
k. Fasilitas yang harus disediakan untuk lift service / lift pemadam dan lift
penumpang untuk evakuasi pasien, bila terjadi kebakaran.
- Dilantai loby utama (lt.1, lantai droop of)
• Harus dipasang saklar pemadam kebakaran / firemans
switch.
• Untuk petugas pemadam kebakaran dan petugas evakuasi
pasien dari RS yang sudah terlatih.

26
RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT (RKS) - MEKANIKAL
JASA KONSULTAN PERENCANA DESAIN PENYEMPURNAAN
RSCM KANIGARA - RSUPN DR. CIPTO MANGUNKUSUMO- JAKARTA
• Saklar dengan tulisan yang jelas dalam bahasa indonesia
”saklar kebakaran” dan firemans switch.
- Saklar ini harus diberi tulisan yang jelas untuk kedudukan ”ON
atau OFF” nya.
- Untuk mengoperasikan saklar tersebut, maka panel saklar yang
terbuat dari stainless steel ke hairline finish dan ditutup kaca akan
mudah dipecahkan oleh Petugas.
l. Cara Kerja Sistem Lift Waktu Terjadi Kebakaran.
1. Jika terjadi kebakaran, untuk memanggil segera semua lift ke
lantai satu (lobby utama), maka Petugas pemadam kebakaran
dan atau petugas RS untuk evakuasi pasien dapat memecahkan
kaca sektor kebakaran / firemans switch dan merubah posisi dari
fairemans switch ke arfah ”ON”.
2. Dengan adanya Firemans switch pada posisi ”ON”, maka akan
terjadi sebagai berikut ;
• Semua panggilan terhadap lift akan terhapus / dibatalkan
dan tidak ada panggilan / permintaan baru.
• Lift-lift yang pada saat itu bergerak ke arah turun melanjutkan
perjalanannya secara ”non stop” ke lantai 1 / lobby utama
(tidak menerima panggilan dari luar kereta).
• Lift yang bergerak kearah naik, maka akan berhenti pada
lantai diatasnya yang terdekat tanpa memebuka pintu kereta
dan berbalik ke arah turun melanjutkan perjalanan secara
non stop ke lantai 1.
• Lift-lift yang pada saat itu sedang parkir pada salah satu
lantai, akan bergerak turun secara ”non stop” ke lantai 1
(tidak melayani panggilan dari luar kereta).
• Semua lift yang telah sampai pada lantai dasar pintu kereta
akan terbuka dan lift kebakaran atau lift penumpang untuk
evakuasi yang akan tetap bekerja, dimana semua gerakan lift
diatur didalam kereta.
3. Firemans lift hanya digunakan oleh Petugas dinas kebakaran dan
lift evakuasi pasien akan digunakan oleh Petugas RS yang sudah
ahli dan terlatih.
4. Sistem instalasi akan bekerja normal kembali jika tombol tekan
”off” pada firemans switch ditekan kembali.
5. Lift juga dilengkapi dengan perlengkapan ARD (Automatic
Recue Device), apabila power terputus maka lift akan berhenti.

27
RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT (RKS) - MEKANIKAL
JASA KONSULTAN PERENCANA DESAIN PENYEMPURNAAN
RSCM KANIGARA - RSUPN DR. CIPTO MANGUNKUSUMO- JAKARTA
Pada lift yang berhenti tidak tepat pada lantai gedung, maka lift
tersebut secara otomatis akan bergerak menuju lantai terdekat
dan berhenti, kemudian pintu akan membuka secara otomatis.

3.6. FORM YANG HARUS DIISI OLEH SETIAP PESERTA TENDER ELEVATOR
BERDASARKAN PRODUCT
3.6.1. SpesifikasI Teknis Umum :
• Type product :…………………………………………….
• Kapasitas :…………………………………………….
• Kecepatan :…………………………………………….
• Penggerak :…………………………………………….
• Operation :…………………………………………….
• Jumlah :…………………………………………….
• No. Stop Opening :…………………………………………….
• Ukuran Shaft :…………………………………………….
• Type pintu :…………………………………………….
• Lebar pintu :…………………………………………….
• Tinggi pintu :…………………………………………….

3.6.2. Spesifikasitekniskhusus
Daya motor Penggerak : …………………………………..
Pit depth : …………………………………..
Over head : …………………………………..
Material : …………………………………..
PeralatanPengaman : …………………………………..
Dan lain - lain sesuai
: …………………………………..
spesifikasi teknis

3.6.3. Spesifikasi teknis tambahan bila ada yang merupakan keunggulan


teknologi baru supaya ditawarkan serta penjelasan detailnya untuk
bahan pertimbangan evaluasi.

3.7. MASA JAMINAN, PEMELIHARAAN DAN SERAH TERIMA

28
RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT (RKS) - MEKANIKAL
JASA KONSULTAN PERENCANA DESAIN PENYEMPURNAAN
RSCM KANIGARA - RSUPN DR. CIPTO MANGUNKUSUMO- JAKARTA
3.7.1. Masa Jaminan :
Semua pekerjaan instalasi maupun peralatannya harus dijamin akan
bekerja dengan sempurna. Semua pekerjaan yang masuk dalam lingkup
pekerjaan ini harus diberi masa jaminan selama 1 (satu) tahun setelah
masa penyerahan ke 2 pekerjaan tersebut.

3.7.2. Masa Pemeliharaan:


Masa pemeliharaan ditetapkan 180 (seratus delapan puluh) hari kalender
sejak tanggal penyerahan pertama pekerjaan dengan disertai Berita
[Link] Jasa/Pemborong harus memperbaiki segala kerusakan-
kerusakan atau kekurangan-kekurangan yang disebabkan kurang
sempurnanya pelaksanaan dan atau bahan-bahan yang digunakan.
Pekerjaan perbaikan ini harus segera dikerjakan oleh Penyedia
Jasa/Pemborong pada peringatan pertama dari Direksi/MK.
Penyedia Jasa/Pemborong harus memperbaiki segala kerusakan-
kerusakan yang diakibatkan oleh pelaksanaan pekerjaan ini.
Jika Penyedia Jasa/Pemborong melalaikan peringatan ini atau
pekerjaan perbaikan kurang sempurna, maka MK dan Wakil Pemilik
proyek dapat meminta orang lain untuk memperbaiki atau mengganti
dengan biaya Penyedia Jasa/Pemborong pekerjaan ini.
Setelah jangka waktu pemeliharaan ini berlalu dan segala kerusakan
atau kekurangan itu telah diselesaikan dengan baik oleh Pemborong,
maka pekerjaan dapat diserahkan untuk kedua kalinya.

3.7.3. Serah Terima Pekerjaan :


Pekerjaan tersebut harus selesai seluruhnya dan diserahkan untuk
pertama kalinya pada waktu seperti tersebut diatas. Pemberitahuan
penyerahan pekerjaan, harus dinyatakan secara tertulis oleh Penyedia
Jasa/Pemborong dengan menyebutkan secara tertulis oleh Penyedia
Jasa/Pemborong dengan menyebutkan tanggal penyerahan yang
dikehendaki, dalam waktu 1 minggu sebelum penyerahan yang
dikehendaki kepada MK.

29
RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT (RKS) - MEKANIKAL
JASA KONSULTAN PERENCANA DESAIN PENYEMPURNAAN
RSCM KANIGARA - RSUPN DR. CIPTO MANGUNKUSUMO- JAKARTA
Jika pekerjaan telah memenuhi syarat, maka Manajemen Konstruksi (MK)
akan menerima pekerjaan tersebut untuk yang pertama kali, dinyatakan
secara tertulis dalam Berita Acara Penyerahan Pertama (ST-I).

3.8. PERSYARATAN BAHAN / MATERIAL :


3.8.1. Umum :
Semua material yang disuplai dan dipasang oleh Penyedia
Jasa/Pemborong harus baru dan material tersebut harus cocok untuk
dipasang di daerah [Link]-material haruslah dari produk dengan
kualitas baik dari produksi terbaru. Untuk material-material yang disebut
dibawah ini maka Pemilik proyek harus menjamin bahwa barang tersebut
adalah baik dan baru dengan jalan menunjukkan surat order pengiriman
dari dealer/agen/pabrik.
Penyedia Jasa/Pemborong harus bersedia mengganti material yang
tidak disetujui karena menyimpang dari spesifikasi atau hal lainnya,
dimana penggantian tersebut tanpa biaya ekstra.

3.8.2. Daftar Material :


Untuksemua material yang ditawarkan maka Penyedia Jasa/Pemborong
wajib mengisi daftar material yang menyebutkan merk, type, kelas
lengkap dengan brosur/katalog yang turutd ilampirkan pada waktu
[Link] daftar material ini diutamakan untuk komponen-komponen
yang berupa barang-barang produksi pabrik.

3.8.3. Penyebutan Merk/ProdukPabrik :


Apabila pada spesifikasi teknis ini atau pada gambar disebutkan
beberapa merk tertentu atau kelas mutu (quality preformance) dari
material atau komponen tertentu terutama untuk material yang dalam
taraf mutu/pabrik yang disebutkan itu. Apabila nanti selama proyek
berjalan terjadi bahwa material yang disebutkan pada tabel material
takdapat diadakan oleh Penyedia Jasa/Pemborong yang diakibatkan
oleh sesuatu alas an kuat yang dapat diterima Pemilik proyek, MK dan
Perencana, maka dapat dipikirkan penggantian merk/type dengan
suatu sanksi tertentu kepada Penyedia Jasa/Pemborong.

30
RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT (RKS) - MEKANIKAL
JASA KONSULTAN PERENCANA DESAIN PENYEMPURNAAN
RSCM KANIGARA - RSUPN DR. CIPTO MANGUNKUSUMO- JAKARTA
3.8.4. Daftar Material / Produk Pabrik, merk yang direkomendasikan :

No Uraian Peralatan Spesifikasi Teknis Merk

1. LIFT-01 & 02 • Mengikuti Spesifikasi / data diatas dan Theysen Krub (TKE)
Passenger gambar perencan. Mitsubishi ,
Hyundai
Vorks Lift.
Toshiba,
Schindler,
LINES.

2. LIFT-02 & 03 Bed • Mengikuti Spesifikasi / data diatas dan Theysen Krub (TKE)
gambar perencan. Mitsubishi ,
Hyundai,
Vorks Lift.
Toshiba,
Schindler,
LINES.

3. Kabel • StandarPabriksesuaigambar Kabelindo


Kabel metal
Supreme
Voksel
Jumbo

Catatan :
1. Seluruh produkharusberasaldariagentunggal yang telahditunjuk oleh Prinsipal
masing-masing dan dilampirkan back-up teknisdariagennya di-Indonesia.
2. Persetujuan material kepadaPemilik proyek/MK/Perencana, dan diwajibkan
Penyedia Jasa/Pemborong yang telahditunjukmelampirkan copy
suratkeagenantunggaldariPrinsipalproduk masing-masing.
3. Peserta tender harusmelampirkan Diagram Sistem yang mencantumkan
type/modelyangdiajukansesuaiproduk yang ditawarkandenganmengacu
pada SpesifikasiTeknis yang dibuat Perencana.

31
RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT (RKS) - MEKANIKAL
JASA KONSULTAN PERENCANA DESAIN PENYEMPURNAAN
RSCM KANIGARA - RSUPN DR. CIPTO MANGUNKUSUMO- JAKARTA

Anda mungkin juga menyukai