0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan27 halaman

Pembelajaran Puisi Rakyat di SMP

Modul ajar Bahasa Indonesia untuk kelas VII di SMP Negeri 3 Rambah Samo berfokus pada pemahaman puisi rakyat, termasuk syair, pantun, dan gurindam. Peserta didik diharapkan dapat mengidentifikasi, menganalisis, dan menyimpulkan informasi dari puisi rakyat serta menerapkan pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran dilakukan melalui pendekatan scientific learning dan problem based learning, dengan metode ceramah, tanya jawab, dan diskusi.

Diunggah oleh

Marisa Heri Saputri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan27 halaman

Pembelajaran Puisi Rakyat di SMP

Modul ajar Bahasa Indonesia untuk kelas VII di SMP Negeri 3 Rambah Samo berfokus pada pemahaman puisi rakyat, termasuk syair, pantun, dan gurindam. Peserta didik diharapkan dapat mengidentifikasi, menganalisis, dan menyimpulkan informasi dari puisi rakyat serta menerapkan pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran dilakukan melalui pendekatan scientific learning dan problem based learning, dengan metode ceramah, tanya jawab, dan diskusi.

Diunggah oleh

Marisa Heri Saputri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia


Satuan Pendidikan : SMP Negeri 3 rambah Samo

Kelas/Semester : VII/I
Tahun Pelajaran : 2025/2.26
Alokasi Waktu : 2 x 40 menit

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Elemen Membaca dan Memirsa

Peserta didik memahami informasi berupa gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan
dari berbagai jenis teks misalnya teks deskripsi, narasi, puisi, eksplanasi dan eksposisi dari
teks visual dan audiovisual untuk menemukan makna yang tersurat dan tersirat. Peserta didik
menginterpretasikan informasi untuk mengungkapkan simpati, kepedulian, empati atau
pendapat pro dan kontra dari teks visual dan audiovisual. Peserta didik menggunakan sumber
informasi lain untuk menilai akurasi dan kualitas data serta membandingkan informasi pada
teks. Peserta didik mampu mengeksplorasi dan mengevaluasi berbagai topik aktual yang
dibaca dan dipirsa.

B. KOMPETENSI AWAL
1. Pengetahuan
Peserta didik sudah dapat menemukan data, fakta, dan informasi yang mudah
ditemukan dalam kehidupan sehari-harinya mengenai puisi rakyat.
2. Ukuran Kedalaman Modul
Modul diperuntukkan bagi peserta didik kelas VII dengan materi mengidentifikasi,
menganalisis, dan menyimpulkan informasi, pesan, dan makna yang terkandung
dalam puisi rakyat.
C. PROFIL PELAJAR PANCASILA
Profil Pelajar Pancasila yang dikembangkan pada modul ajar ini adalah beriman, bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia; berkebinekaan global; mandiri; bernalar
kritis; dan kreatif yang ditunjukkan melalui proses membaca dan memirsa.
D. MATERI, MEDIA, ALAT, DAN BAHAN PEMBELAJARAN
1. Materi Pokok Pembelajaran
a. Materi Pembelajaran Reguler
Puisi Rakyat
1) Pengertian syair, pantun, dan gurindam.
2) Ciri-ciri syair, pantun, dan gurindam.
b. Materi Pembelajaran Remedial
Materi pembelajaran sebagian besar sama dengan materi pembelajaran reguler.
Namun, fokus materinya terdapat pada materi yang belum dikuasai oleh peserta didik
setelah dilakukan asesmen.
c. Materi Pembelajaran Pengayaan
Peserta didik yang telah mencapai kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran (KKTP)
akan diberikan latihan tambahan untuk memperluas wawasan peserta didik, khususnya
dalam mengeksplorasi manfaat dari puisi rakyat yang dapat diaplikasikan dalam
kehidupan sehari-hari.
2. Media Pembelajaran
a. Video
b. Gambar
c. LKPD
d. Salindia
3. Alat dan Bahan Pembelajaran
a. Laptop
b. Lingkungan sekitar
c. Buku peserta didik
d. LCD Proyektor

E. TARGET PESERTA DIDIK


Peserta didik regular mencakup beragam individu. Namun, secara umum peserta didik tersebut
tidak mengalami kesulitan belajar dan telah mencapai tingkat pencapaian yang memadai.
F. MODEL PEMBELAJARAN
Pembelajaran dilakukan secara tatap muka dengan rincian sebagai berikut.
1. Pendekatan pembelajaran yang digunakan adalah scientific learning.
2. Model pembelajaran yang digunakan, yaitu problem based learning.
3. Metode pembelajaran yang digunakan, yaitu ceramah, tanya jawab, dan diskusi.
G. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Peserta didik dapat memahami isi puisi rakyat yang sedang dibaca atau didengar.
2. Peserta didik mampu mengidentifikasi informasi yang terdapat di dalam puisi rakyat
berupa ciri-ciri syair, pantun, dan gurindam.
H. PEMAHAMAN BERMAKNA
Setelah peserta didik melakukan pembelajaran puisi rakyat, adakah manfaat yang dirasakan
oleh peserta didik? Dapatkah pengalaman pembelajaran ini diterapkan ke dalam kehidupan
sehari-
hari?
I. PERTANYAAN PEMANTIK
1. Pernahkah kalian mendengar puisi rakyat?
2. Apa perbedaan puisi rakyat dengan puisi lainnya?
J. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan Pendahuluan
1. Orientasi
a. Peserta didik merespon salam.
b. Peserta didik memimpin kegiatan berdoa.
c. Guru memeriksa kehadiran peserta didik dan menanyakan kabar peserta didik.
d. Peserta didik mempersiapkan perlengkapan dan peralatan yang dibutuhkan.
2. Apersepsi
a. Peserta didik merespon pertanyaan dari guru berhubungan dengan materi
pembelajaran sebelumnya (tanya jawab).
b. Peserta didik dapat mengajukan pertanyaan jika terdapat materi yang belum dipahami.
c. Guru menghubungkan materi pembelajaran yang akan diajarkan dengan pengalaman
peserta didik.
3. Motivasi
Guru menyampaikan motivasi dan manfaat dari materi pembelajaran kepada peserta didik
untuk meningkatkan rasa semangat peserta didik selama proses pembelajaran.
4. Pemberi Acuan
Peserta didik menerima informasi mengenai hal-hal yang akan dilaksanakan seperti
kompetensi dasar, tujuan, manfaat, langkah pembelajaran, ruang lingkup materi, dan
metode penilaian.

Kegiatan Inti
1. Orientasi Peserta Didik terhadap Masalah
a. Peserta didik membentuk kelompok belajar yang masing-masing kelompok terdiri atas
tiga sampai empat anggota.
b. Peserta didik mengamati tayangan video puisi rakyat melalui tautan
[Link]
c. Peserta didik mengikuti proses tanya jawab mengenai puisi rakyat yang telah
ditayangkan secara berkelompok dengan metode cerdas cermat.
2. Mengorganisasikan Peserta Didik untuk Belajar
a. Guru menjelaskan materi pembelajaran mengenai pengertian dan ciri-ciri dari syair,
pantun, dan gurindam.
b. Peserta didik menyimak pembahasan dan membaca materi yang ditampilkan guru
melalui salindia.
c. Peserta didik dapat bertanya kepada guru jika terdapat materi yang belum dipahami.
3. Membimbing Penyelidikan Individual dan Kelompok
a. Peserta didik diarahkan berdiskusi dengan anggota kelompoknya dan setiap kelompok
akan mendapatkan LKPD.
d. Peserta didik diminta untuk menalar informasi yang ditemukan terkait ciri-ciri dari
syair, pantun, dan gurindam yang telah disajikan oleh guru.
4. Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya
a. Peserta didik menuliskan hasil diskusi di LKPD yang sudah diberikan oleh guru.
b. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi bersama anggota kelompoknya.
5. Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah
a. Peserta didik dibimbing oleh guru ketika mengevaluasi jawaban dari masing-masing
kelompok.
b. Peserta didik dari kelompok lain memberikan tanggapan berupa kritik, saran, atau
pertanyaan kepada kelompok lainnya.
c. Peserta didik bersama guru menyimpulkan masalah yang diberikan di awal dan juga
penugasan yang diberikan.

Kegiatan Penutup
1. Peserta didik melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan.
2. Peserta didik diberi kesempatan untuk bertanya.
3. Peserta didik bersama guru melakukan evaluasi dan membuat rangkuman/simpulan
dalam pembelajaran yang telah dilaksanakan.
4. Peserta didik diberi umpan balik terhadap proses pembelajaran dan diberi penguatan oleh
guru.
5. Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.
6. Peserta didik diberi apresiasi dan penugasan oleh guru.
7. Peserta didik dan guru menutup kegiatan pembelajaran dengan doa.
K. ASESMEN
1. Sikap (Profil Pelajar Pancasila): Observasi
2. Keterampilan: Praktik berupa presentasi
3. Pengetahuan: Tes tertulis
L. PENGAYAAN DAN REMEDIAL
1. Pengayaan
Pengayaan dilaksanakan ketika hasil asesmen terhadap kompetensi yang diajarkan kepada
peserta didik menunjukkan pencapaian nilai di atas standar yang telah ditetapkan oleh
guru. Bagi peserta didik yang telah mencapai tingkat ketuntasan belajar, mereka akan
mendapatkan kegiatan pembelajaran tambahan yang fokus pada eksplorasi manfaat puisi
rakyat dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
2. Remedial
Peserta didik yang belum mencapai KKTP akan diberikan beberapa kegiatan, sebagai
berikut.
a. Tahapan pembelajaran remedial dilaksanakan melalui tutor sebaya.
b. Peserta didik diberi kesempatan untuk melakukan tes perbaikan.
M. REFLEKSI PESERTA DIDIK DAN GURU
1. Refleksi Peserta Didik
a. Apakah peserta didik mengalami kendala dalam mengerjakan tugas yang diberikan
oleh guru?
b. Apakah ada peserta didik yang tidak fokus saat mengikuti pembelajaran?
c. Apakah peserta didik aktif dalam mengikuti pembelajaran?

2. Refleksi Guru
a. Apakah selama proses pembelajaran peserta didik mengalami kesulitan?
b. Apakah pembelajaran berlangsung sesuai dengan rencana pembelajaran guru?
c. Apakah selama proses pembelajaran guru mengalami kendala?
d. Apakah tujuan pembelajaran sudah tercapai?

Rambah Samo, 5 juli 2025


Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

Animar, [Link]. Animar, [Link].


NIP.197011082006042004 NIP.197011082006042004
LAMPIRAN
I. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

Mata Pelajaran : Bahasa Indoensia

Materi : Puisi Rakyat

Guru : Animar

Kelas VII

Kelompok :

Nama Anggota :

1.
2.
3.
4.
5.

Petunjuk Kerja

1. Buatlah kelompok yang terdiri dari 5 orang.


2. Bacalah syair, pantun, dan gurindam di bawah ini dengan cermat!
3. Diskusikan kriteria pantun, syair, dan gurindam dengan mengisi tabel berikut!

Selamat Mengerjakan •-^•●^ ●•^- -●•^


PUISI 1
Enak rasanya bubur yang hangat
Enak dimakan bersama kerupuk
Hidup memang harus semangat
Janganlah mudah kita terpuruk

PUISI 2 PUISI 3
Apabila kelakuan baik berbudi, Wahai muda kenali dirimu
hidup menjadi indah tak akan Ialah perahu tamsil hidupmu
merugi. Tiadalah berapa lama hidupmu
Ke akhirat jua kekal hidupmu

Tentukanlah kriteria dalam setiap puisi rakyat di atas dengan mengisi tabel berikut!

Jumlah baris Jumlah suku


No Jumlah bait dalam satu kata tiap Pola rima Jenis puisi
bait baris
1.
2.
3.
II. RUBRIK ASESMEN
A. Lembar asesmen non kognitif
Sikap Berdoa Kedisiplinan Kreatif
No. Nama Tidak Tidak Belum
Khusuk Hadir Kreatif
Khusuk Hadir Kreatif
1.
2.
3.
4.
5.

B. Lembar Asesmen Kognitif


1. Lembar soal tes kesiapan belajar ( terlampir )
2. Lembar soal tes formatif ( terlampir )
Tes Awal Kesiapan
Nilai Formatif (kelompok) Nilai
Belajar
No. Nama Formatif
Sangat Sangat
Baik Kurang Baik Kurang (Individu)
Baik Baik
1.
2.
3.
4.
5.

C. Penilaian Sikap
Nama Peserta didik : ………………………………………….
Catatan Perilaku : ………………………………………….
Indikator penilaian sikap dalam pembelajaran ini adalah siswa senantiasa
menunjukkan sikap yang gotong royong, mandiri, kreatif, dan kritis dalam mengikuti
kegiatan pembelajaran.
Aspek Sangat Baik Baik Cukup Kurang
Skor
Sikap 4 3 2 1
Gotong Menunjukan Menunjukan Menunjukan Sama sekali
royong usaha untuk usaha untuk sedikit usaha tidak
aktif aktif untuk aktif menunjukan
bekerjasama bekerjasama bekerjasama usaha untuk
saat saat saat aktif
mengerjakan mengerjakan mengerjakan bekerjasama
tugas dan tugas dan tugas dan saat
bertanggung bertanggung bertanggung mengerjakan
jawab jawab jawab tugas dan
menyelesaikan menyelesaikan menyelesaikan bertanggung
tugas tepat tugas tepat tugas tepat jawab
waktu dan waktu tetapi waktu menyelesaikan
konsisten. belum tetapi belum tugas tepat
konsisten. konsisten. waktu.
Mandiri Menunjukkan Menunjukka n Menunjukkan Sama sekali
usaha untuk usaha untuk sedikit usaha tidak
tidak tidak untuk tidak menunjukkan
bergantung bergantung bergantung usaha untuk
kepada orang kepada orang kepada orang tidak
lain saat lain saat lain saat bergantung
mengerjakan mengerjakan mengerjakan kepada orang
tugas dan tugas dan tugas dan lain saat
bertanggung bertanggung bertanggung mengerjakan
jawab jawab jawab tugas dan
menyelesaikan menyelesaikan menyelesaikan bertanggung
tugas tepat tugas tepat tugas tepat jawab
waktu secara waktu tetapi waktu menyelesaikan
terus menerus belum tetapi belum tugas tepat
dan konsisten. konsisten. konsisten. waktu.
Kreatif Mencetuskan Mencetuskan Mencetuskan Sama sekali
banyak banyak banyak tidak
gagasan, gagasan, gagasan, mencetuskan
jawaban, atau jawaban, atau jawaban, atau banyak
saran dengan saran dengan saran dengan gagasan,
lancar dan lancar namun cukup lancar jawaban, atau
tepat. kurang tepat. namun tidak saran.
tepat.
kritis Selalu Sering Kadang- Tidak pernah
mengajukan mengajukan kadang mengajukan
pertanyaan pertanyaan mengajukan pertanyaan
pada saat pada saat pertanyaan pada saat
pembelajaran pembelajaran pada pembelajaran
berlangsung berlangsung saat berlangsung
dan berani dan berani pembelajaran dan
menanggapi menanggapi berlangsung berani
jawaban jawaban dan menanggapi
teman. teman. berani jawaban
menanggapi teman.
jawaban
teman.

D. Penilaian Diri
No. Refleksi Diri Sudah Bisa Perlu Belajar Lagi
1. Saya dapat memahamai isi puisi
rakyat yang saya baca.
2. Saya dapat mengidentifikasi ciri-
ciri syair.

3. Saya dapat mengidentifikasi ciri-


ciri pantun.
4. Saya dapat mengidentifikasi ciri-
ciri gurindam.

E. Asesmen Formatif
Rubrik Penilaian
Mengidentifikasi Ciri-Ciri Pantun, Syair, dan Gurindam
Aspek yang
No. Indikator Penilaian Skor
Dinilai
1. Ketepatan Peserta didik mengidentifikasi tiga jenis puisi 5
mengidentifikasi rakyat secara tepat.
jenis puisi rakyat Peserta didik mengidentifikasi dua jenis puisi 3
rakyat secara tepat.
Peserta didik mengidentifikasi satu jenis 2
puisi rakyat secara tepat.
2. Ketepatan Peserta didik mengidentifikasi jumlah bait 5
mengidentifikasi dalam tiga puisi rakyat secara tepat.
jumlah bait dalam Peserta didik mengidentifikasi jumlah bait 3
setiap puisi rakyat dalam dua puisi rakyat secara tepat.
Peserta didik mengidentifikasi jumlah bait 2
dalam satu puisi rakyat secara tepat.
3. Ketepatan Peserta didik mengidentifikasi jumlah baris 5
mengidentifikasi dalam tiga bait puisi rakyat secara tepat.
jumlah baris Peserta didik mengidentifikasi jumlah baris 3
dalam setiap bait dalam dua bait puisi rakyat secara tepat.
puisi rakyat Peserta didik mengidentifikasi jumlah baris 2
dalam satu bait puisi rakyat secara tepat.
4. Ketepatan Peserta didik mengidentifikasi jumlah suku 5
mengidentifikasi kata setiap baris dalam tiga bait puisi rakyat
jumlah suku kata secara tepat.
setiap baris dalam Peserta didik mengidentifikasi jumlah suku 3
satu bait puisi kata setiap baris dalam dua bait puisi rakyat
rakyat secara tepat.
Peserta didik mengidentifikasi jumlah suku 2
kata setiap baris dalam satu bait puisi rakyat
secara tepat.

5. Ketepatan Peserta didik mengidentifikasi pola rima 5


mengidentifikasi dalam tiga puisi rakyat secara tepat.
pola rima dalam Peserta didik mengidentifikasi pola rima 3
setiap puisi rakyat dalam dua puisi rakyat secara tepat.
Peserta didik mengidentifikasi pola rima 2
dalam satu puisi rakyat secara tepat.
Jumlah 25
Pedoman Penskoran:
= Jumlah Skor x 4
= 25 x 4
= 100

III. ASESMEN SUMATIF


A. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan menyilang (x) jawaban yang benar!
1. Pernyataan berikut yang merupakan ciri puisi rakyat adalah…
a. Bersifat menceritakan
b. Mengandung nilai moral dan nasihat kehidupan
c. Berasal dari leluhur bangsa lain
d. Menceritakan dongeng kisah masa lalu
2. Di bawah ini yang tidak termasuk puisi rakyat adalah…
a. Gurindam
b. Pantun
c. Fabel
d. Syair
3. Bacalah pantun di bawah ini!
Sari kelapa buah nira
Nira diolah untuk sedekah
Gembira hati tiada terkira
Ibu datang bawa hadiah
Isi atau makna yang sesuai berdasarkan pantun di atas adalah…
a. Berbakti kepada ibu sepanjang hayat
b. Gembira dengan hadiah yang dibawa ibu
c. Selalu membantu ibu kapanpun
d. Jangan mengecewakan ibu
4. Untuk lebih mudah mencari makna kata kita dapat menggunakan…
a. Komik
b. Kitab
c. Buku tulis
d. Kamus
5. Di bawah ini yang merupakan rima akhir pantun adalah…
a. Bersajak a-b-a-b
b. Bersajak a-a-a-a
c. Baris pertama dan kedua berupa isi
d. Baris ketiga dan keempat sebagai sampiran
6. Perhatikan ciri-ciri puisi lama di bawah ini!
1) Bersajak a-a-a-a.
2) Jumlah kata tiap baris bebas.
3) Semua larik adalah isi.
4) Tiap bait terdiri dari 8 sampai 10 suku kata.
Ciri-ciri syair ditandai oleh nomor…
a. (2) dan (3)
b. (1) dan (4)
c. (1) dan (3)
d. (2) dan (4)
7. Bacalah gurindam di bawah ini!
Carilah olehmu sahabat
Yang boleh dijadikan obat
Pesan/amanat gurindam di atas adalah…
a. Carilah sahabat yang bisa membawa kebaikan
b. Carilah sahabat yang membawa obat
c. Carilah sahabat yang berjualan obat
d. Carilah sahabat yang boleh dijadikan obat
8. Perhatikan puisi rakyat di bawah ini!
Jika hendak mengenal orang yang baik perangai
Lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai
Makna kata yang dicetak tebal adalah....
a. Nilai moral
b. Tingkah laku
c. Ciri khas
d. Dalam hati
9. Perhatikan pantun berikut!
Buah cempedak buah durian
Pergi ke pekan naik sepeda
[…]
[…]
Larik yang tepat untuk melengkapi pantun tersebut adalah...
a. Jangan ragu berbuat baik
Senyum saja sudah ibadah
b. Pikir dulu sebelum bertindak
Menyesal kemudian tiada guna
c. Supaya tidak sesal kemudian
Diperlukan selalu sikap waspada
d. Mari kita jalin silaturahmi
Agar kita hidup berada
10. Perhatikan puisi rakyat di bawah ini!
Pohon jati pohon pisang
Tumbuh rimbun menjadi pagar
Berlari adik ke depan gerbang
Melihat ibu membeli [...]
Kata yang tepat untuk melengkapi pantun agar bersajak sama dengan larik pertama adalah…
a. Permen
b. Buah
c. Agar-agar
d. Es krim
11. Perhatikan ilustrasi di bawah ini!
Faras sangat gembira, sepeda yang ia impikan selama ini menjadi kenyataan. Sepeda itu, hadiah
dari Ibu karena ia mendapat peringkat di kelas.
Pantun yang sesuai dengan ilustrasi tersebut adalah.…
a. Kota Jambi kota beradat
Tempat tinggal sanak
saudara Mari kita belajar giat
Supaya kelak tidak sengsara
b. Raja buah si raja pisang
Sedap disantap di kala senja
Riang hati bukan kepalang
Sepeda impian di depan mata
c. Buah duku buah durian
Dibeli ibu di pasar kenari
Senang hati dapat undian
Seperti mimpi siang hari
d. Ke Selat beli ikan selar
Beli juga tempoyak durian
Jika kita rajin belajar
Prestasi tinggi mudah diraih
12. Untuk lebih mudah memahami dan menyimpulkan isi dari pantun yang harus dilakukan
adalah…
a. Membaca larik ke 1 dan 2 saja
b. Membaca larik ke 3 dan 4 kemudian menyimpulkannya
c. Membaca larik ke 3 dan 4 saja
d. Membaca larik ke 1 dan 2 kemudian menyimpulkannya
13. Perhatikan larik-larik pantun berikut!
1) Mendapat kawan senang rasanya
2) Bila dimasak dan dimakan
3) Tentu boleh kita berkenalan
4) Ikan laut enak rasanya
Larik pantun tersebut akan menjadi pantun yang baik bila disusun dengan urutan…
a. 4 – 3 – 2 – 1
b. 1 – 3 – 2 – 4
c. 4 – 2 – 1 – 3
d. 2 – 3 – 1 – 4
14. Bacalah pantun berikut ini!
Bunga wangi bunga melati
Tumbuh dekat pohon kemangi
Kepada yang tua menghormati
Kepada yang muda menyayangi
Isi dari pantun di atas adalah…
a. Kita harus merawat bunga melati yang berbau harum
b. Kita harus menghormati orang tua dan menghargai orang muda
c. Kita harus menyayangi orang tua dan menghormati orang muda
d. Kita harus menghormati orang tua dan menyayangi orang yang lebih muda
15. Bacalah syair di bawah ini!
Inilah gerangan suatu madah
Mengarangkan syair terlalu indah
Membetuli jalan tempat berpindah
Disanalah iktikat diperbetuli sudah
Makna kata yang dicetak tebal adalah...
a. Kata puji-pujian
b. Wadah atau tempat nasi
c. Adat istiadat
d. Nyanyian adat

B. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan tepat!


1. Amatilah gurindam pada kolom berikut!
Gurindam 1 Gurindam 2
Jika hendak mengenal orang yang berilmu, Jika hendak mengenal orang yang berakal,
bertanya dan belajar tiadalah jemu. di dalam dunia mengambil bekal.
Uraikan dengan bahasamu sendiri isi gurindam di atas pada tabel berikut!
Gurindam 1 Gurindam 2

2. Syair, pantun, dan gurindam memiliki ciri khas masing-masing. Menurut kamu apa
yang menjadi persamaan antara syair, pantun, dan gurindam?
3. Perhatikan puisi rakyat berikut!
Akar keladi melilit selasih
Selasih tumbuh di hujung taman
kalungan budi junjungan kasih
Mesra kenangan sepanjang zaman
Identifikasilah ciri-ciri puisi rakyat di atas!
4. Mengapa pada puisi rakyat terdapat nilai moral?
5. Amatilah pantun berikut!
Ikan nila dimakan berang-berang
Katak hijau melompat ke kiri
Jika berada di rantau orang
Baik-baik membawa diri
Tentukan nasihat dan ajakan dari pantun tersebut!

KUNCI JAWABAN
Pilihan Ganda
1. B 6. C 11. B
2. C 7. A 12. B
3. B 8. B 13. C
4. D 9. C 14. D
5. A 10. C 15. A

Uraian
1. Isi gurindam tersebut, sebagai berikut.
Gurindam 1 Gurindam 2
Jika kita hendak menjadi orang yang Jika kita hendak menjadi orang yang penuh
berilmu maka janganlah lelah bertanya dan akal maka kita harus rajin mempersiapkan
belajar. bekal untuk belajar.

2. Pantun, syair, dan gurindam sama-sama memiliki tujuan untuk menyampaikan pengajaran
atau nasihat dan merupakan puisi lama.
3. Ciri-ciri puisi rakyat tersebut adalah, sebagai berikut.
a. Tiap baris terdiri atas 8-12 suku kata.
b. Rima akhir tiap baris adalah a-b-a-b.
c. Baris 1 dan 2 adalah sampiran.
d. Baris 3 dan 4 adalah isi.
4. Pada puisi rakyat terdapat nilai moral karena berasal dari leluhur kita yang masih sarat akan
norma.
5. Sebagai manusia harus pandai-pandai bersikap dan memiliki rasa rendah hati. Apalagi ketika
berada didaerah yang belum pernah disinggahi agar selalu dihargai.

IV. MATERI
A. Pengertian Puisi Rakyat
Puisi rakyat adalah jenis puisi tradisional yang berisi pesan-pesan dan nilai-nilai
warisan leluhur bangsa Indonesia. Puisi rakyat juga merupakan kesusastraan rakyat yang
tertentu bentuknya atau terikat dengan serangkaian aturan baku, seperti jumlah kata dalam
tiap baris, jumlah baris dalam tiap bait, dan pengulangan kata yang bisa di awal atau di akhir
sajak atau yang dikenal dengan sebutan rima. Puisi rakyat berisi nilai-nilai yang berkembang
dalam kehidupan masyarakat.

B. Jenis-Jenis Puisi Rakyat


1. Syair
Syair adalah puisi lama yang tiap bait terdiri atas 4 larik yang berakhir dengan
bunyi yang sama. Syair berasal dari Persia dan dibawa masuk ke Nusantara bersama
dengan masuknya Islam ke Indonesia. Kata atau istilah syair berasal dari bahasa Arab
yaitu syi’ir
atau syu’ur yang berarti “perasaan yang menyadari”, kemudian kata syu’ur berkembang
menjadi syi’ru yang berarti puisi dalam pengetahuan umum.
Ciri-ciri syair:
a. Setiap bait terdiri dari empat baris.
b. Setiap baris terdiri atas 8-14 suku kata.
c. Bersajak a-a-a-a.
d. Semua baris adalah isi.
e. Bahasa yang digunakan biasanya berupa kiasan.
f. Setiap baitnya memberi arti satu kesatuan.
g. Makna di dalam syair ditentukan oleh bait-bait selanjutnya.
h. Syair biasanya berisi mengenai dongeng, cerita, petuah, dan nasihat.
i. Irama dalam syair terjadi pada setiap pertengahan baris.
Contoh syair:
Jauhi semua perbuatan jahat Jauhi
pula perbuatan maksiat Mari kita
segera bertobat
Supaya kita selamat dunia akhirat

Jangan risau dengan cobaan Jangan


bersedih karena kesulitan
Berdoa saja pada Tuhan
Insyaallah Dia kan kabulkan

Ingatlah pada dosamu Ingatlah


akan kelalaianmu Perbaiki
hati dan dirimu
Tuhan pasti kan menyayangimu

2. Pantun
Pantun adalah sesuatu ucapan yang teratur, arahan yang mendidik, dan bentuk
kesantunan. Pantun tersebar hampir diseluruh Indonesia. Fungsi pantun di semua daerah
yaitu untuk mendidik sambil menghibur. Pantun dapat digunakan sebagai sarana
menghibur orang dengan permainan bunyi bahasa, menyindir (menegur bahwa sesuatu
itu kurang baik) secara tidak langsung, atau memberi nasihat. Melalui pantun, terkesan
lebih santun untuk menegur atau menasihati orang secara tidak langsung agar orang yang
kita tuju tidak merasa malu atau dipojokkan.
Ciri-ciri pantun:
a. Tiap bait terdiri atas empat baris.
b. Tiap baris terdiri 8 -12 suku kata.
c. Akhir setiap baris adalah a-b-a-b atau a-a-a-a.
d. Baris 1 dan 2 merupakan sampiran.
e. Baris 3 dan 4 merupakan isi.
Contoh pantun:
Ikan nila dimakan berang-berang
Katak hijau melompat ke kiri
Jika berada di rantau orang
Baik-baik membawa diri

3. Gurindam
Istilah gurindam berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu kirindam berarti
“perumpamaan”. Gurindam adalah susunan sajak yang terdiri dari dua baris. Isi
gurindam berupa nasihat untuk manusia, petuah hidup, dan menjalankan kebaikan.
Gurindam bagi orang dulu sangat penting sehingga dijadikan sebagai warisan budaya
kehidupan, syarat nilai agama, dan moral.
Ciri-ciri gurindam:
a. Terdiri atas dua baris dalam satu bait.
b. Bersajak A-A, B-B, dan seterusnya.
c. Satu kesatuan yang utuh.
d. Tiap baris memiliki 8-12 suku kata.
e. Baris 1 berisi masalah atau sebab.
f. Baris 2 berisi jawaban atau solusi.
g. Gurindam biasanya berupa nasihat, filosofi hidup atau kata-kata mutiara.
Contoh gurindam:
Dengan orang tua hendaknya hormat, supaya
diri dapat selamat.

C. Membandingkan Persamaan dan Perbedaan Pantun, Gurindam dan Syair


1. Persamaan Puisi Rakyat (Pantun, Syair, dan Gurindam)
a. Pantun, syair, dan gurindam merupakan puisi lama.
b. Tujuannya untuk menyampaikan pengajaran atau nasihat.
2. Perbedaan Puisi Rakyat (Pantun, Syair, dan Gurindam)
a. Pantun
1) Menyampaikan nasihat, menyatakan rasa sayang, ajaran budi pekerti, dan moral
untuk kepentingan sosial dan hiburan.
2) Bait terdiri dari 4 baris. Baris 1 dan 2 merupakan sampiran. Baris 3 dan 4
merupakan isi.
3) Bersajak a-b-a-b. Terdiri dari 8-12 suku kata. Pilihan katanya, padat, singkat dan
jelas.
b. Gurindam
1) Untuk menyampaikan nasihat atau kata-kata mutiara.
2) Bait terdiri dari 2 baris. Bait pertama merupakan sebab atau persoalan. Bait
kedua merupakan akibat atau penyelesaian. Isi terletak di larik kedua
3) Bersajak a-a. Terdiri dari 10-12 suku kata.
c. Syair
1) Menyampaikan cerita dan pengajaran serta digunakan dalam kegiatan-kegiatan
yang berunsur keagamaan.
2) Bait terdiri dari 4 baris. Setiap baris mempunyai makna yang berkaitan dengan
baris-baris sebelumnya. Empat baris merupakan satu kesatuan ide. Tidak ada
sampiran maupun isi seperti pantun. Syair perlu dilagukan untuk membentuk
nyanyian.
3) Bersajak a-a-a-a. Terdiri dari 8-14 suku kata.
D. Menyimpulkan Isi Puisi Rakyat
Makna atau isi puisi rakyat dapat dipahami dengan baik jika mengerti kata-kata yang
terkandung dalam puisi tersebut, baik dalam pantun, gurindam, maupun syair. Pembaca
harus menafsirkan arti setiap kata dalam puisi tersebut. Kata-kata dalam puisi sering
bermakna konotasi. Berikut ini beberapa langkah untuk memahami makna puisi rakyat.
1. Menemukan kata kunci dalam setiap baris atau larik karena kata-kata tersebut
merupakan inti baris tersebut.
2. Menguraikan bait puisi ke dalam bentuk prosa atau parafrase.
3. Menafsirkan makna kata.
4. Mengaitkan isi puisi dengan kehidupan nyata.
Contoh menyimpulkan isi puisi rakyat berupa pantun, sebagai berikut.
Air surut memungut bayam Sayur
diisi kedalam kantung Jangan
diikuti tabiat ayam Bertelur
sebiji riuh sekampung
a. Carilah makna kata sulit pada pantun tersebut!
surut : berkurang
tabiat : kelakuan, perangai, tingkah laku sebiji :
satu biji
riuh : sangat ramai
b. Uraikanlah menjadi prosa!
Jangan mengikuti tingkah laku ayam yang saat bertelur walau hanya sebutir suara
ramainya terdengar sekampung.
c. Uraikan dengan bahasa sendiri makna isi pantun tersebut!
Isi pantun menurut bahasa saya sendiri:
Apabila kita mendapat kesuksesan, hendaklah kita tetap rendah hati dan tidak membesar-
besarkannya.
d. Tulislah kembali nasihat dan ajakan yang terdapat dalam pantun!
Nasihat : tidak perlu membesar-besarkan suatu hal yang telah
diperoleh.
Ajakan : bersikap sederhanalah atas segala kebaikan atau keburukan yang diperoleh.
E. Langkah-Langkah Menulis Puisi Rakyat
Berikut ini terdapat langkah-langkah dalam menulis puisi rakyat berupa pantun,
syair, dan gurindam.
a. Gurindam
1) Menentukan pesan gurindam
Ketika seseorang akan membuat gurindam, yang pertama kali harus dilakukan
adalah menentukan pesan atau nasihat yang ingin disampaikan. Nasihat yang
dimaksud dapat berupa agama, pesan kemanusiaan, pesan persatuan, dan lain-lain.
Misalnya pesan kemanusiaan berikut ini.
Berbaktilah pada orang tua
Agar hidupmu bahagia
2) Menciptakan Rima
Setelah menentukan pesan, selanjutnya mencari kata atau kelompok kata yang dapat
disusun menjadi baris-baris gurindam. Kata-kata dalam dua larik tersebut harus
memiliki bunyi akhir yang sama atau berirama. Misalnya akan berpesan
“kalau ingin bertambah ilmu, harus mau belajar” maka dapat disusun menjadi
seperti berikut.
Kalau ingin bertambah ilmu,
banyak belajarlah pada guru.
3) Memodifikasi Gurindam
Gurindam merupakan bentuk puisi lama. Dalam gurindam tersebut banyak
digunakan bahasa Melayu lama yang sulit dipahami. Oleh karena itu, perlu
memodifikasinya agar bermanfaat bagi masyarakat yang hidup pada masa kini.
Berikut ini tahap-tahap modifikasi yang dapat dilakukan.
a) Membaca untuk memahami gurindam yang berbahasa Melayu lama, terutama
yang menggunakan kata-kata sulit (tidak semua kata dalam Bahasa Melayu lama
sulit dipahami).
b) Menemukan kata-kata sulit dalam gurindam tersebut. Kemudian mengartikan
kata-kata sulit itu, misalnya dengan bantuan KBBI (Kamus Besar Bahasa
Indonesia) daring.
c) Mencari padanan kata sulit itu dalam bahasa Indonesia yang mudah dipahami.
d) Memahami pesan yang ingin disampaikan dalam gurindam tersebut.
e) Memodifikasi gurindam dengan memperhatikan pesan yang sama. Artinya,
pesan yang ingin disampaikan sama dengan pesan asli gurindam yang
menggunakan bahasa Melayu lama.
b. Pantun
1) Menentukan tema pantun
Langkah pertama yang harus ditentukan adalah tema pantun. Misalnya memilih tema
cinta, kasih sayang, keagamaan, pengalaman pribadi, atau sindiran.
2) Memilih jenis pantun
Setelah menentukan tema, lanjut dengan memilih jenis pantun. Apakah jenis pantunnya
nasihat, jenaka, atau teka-teki.
3) Mulai menulis isi dan sampiran pantun
Kemudian mulai menulis isi dan sampiran berdasarkan syarat yang ada pada ciri-ciri
pantun. Isi dan sampiran pantun ini wajib menggambarkan tema.
4) Menyusun isi dan sampiran menjadi sebuah pantun
Terakhir, menyusun isi dan sampiran agar menjadi sebuah pantun yang baik dan benar,
serta memiliki kesamaan bunyi atau rima, dan terdiri dari empat baris.
c. Syair
1) Menentukan isi
Ketika hendak membuat syair, yang pertama kali harus dilakukan adalah menentukan
isinya. Apakah mau menyampaikan pesan, gagasan, atau pandangan tentang suatu
peristiwa atau mau mengangkat sebuah kisah.
2) Menentukan pilihan kata
Setelah menentukan isi, selanjutnya adalah mencari kata atau kelompok kata yang dapat
disusun menjadi larik-larik atau baris syair. Pada dasarnya, syair merupakan salah
satu jenis puisi yang kekuatan utamanya ada pada diksi atau pilihan kata yang
digunakan sehingga dalam menuliskan syair tentu harus diperhatikan dengan baik
penggunaan diksinya agar mampu menarik pembaca dan menyampaikan pesan
penulis dengan baik. Jumlah kata juga perlu diperhatikan, tiap barisnya berkisar
antara 7 sampai 12 suku kata dan bunyi akhirnya haruslah sama.
3) Merangkai Kata
Berikutnya, kata-kata yang sudah dipilih haruslah dirangkai sehingga membentuk
larik-larik yang koheren, tidak saling berjauhan atau tidak nyambung.

V. GLOSARIUM
Rima : Persamaan bunyi kata pada larik puisi.
Puisi : Karya sastra yang terikat dengan kaidah.
Bait : Satuan dalam puisi yang terdiri dari beberapa larik.
Larik : Baris pada puisi.

VI. DAFTAR PUSTAKA


Dewayani, Sofie. Dkk.. 2021. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas VII.
Jakarta:Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik
Indonesia.
Subarna, Rakhma .2021. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia SMP Kelas VII . Jakarta:
Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.

Anda mungkin juga menyukai