0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan57 halaman

Modul Ajar Deep Learning Seni Rupa

Modul ajar ini dirancang untuk pembelajaran seni rupa di kelas 2 SD dengan fokus pada unsur rupa seperti garis dan bentuk. Melalui pendekatan deep learning dan model pembelajaran berbasis proyek, siswa diajak untuk mengamati, berkolaborasi, dan menciptakan karya seni yang mencerminkan pemahaman mereka tentang unsur-unsur tersebut. Selain itu, modul ini juga mencakup tujuan pembelajaran, kegiatan, dan metode asesmen untuk mengevaluasi pemahaman siswa.

Diunggah oleh

nandahandayani85
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan57 halaman

Modul Ajar Deep Learning Seni Rupa

Modul ajar ini dirancang untuk pembelajaran seni rupa di kelas 2 SD dengan fokus pada unsur rupa seperti garis dan bentuk. Melalui pendekatan deep learning dan model pembelajaran berbasis proyek, siswa diajak untuk mengamati, berkolaborasi, dan menciptakan karya seni yang mencerminkan pemahaman mereka tentang unsur-unsur tersebut. Selain itu, modul ini juga mencakup tujuan pembelajaran, kegiatan, dan metode asesmen untuk mengevaluasi pemahaman siswa.

Diunggah oleh

nandahandayani85
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR DEEP LEARNING

SENI RUPA

A. Identitas Penulis
 Nama Penyusun: Nanda Handayani, [Link]
 Satuan Pendidikan: SDIT Almarhamah Langsa
 Tahun Ajaran: 2025/2026
 Mata Pelajaran: SENI RUPA
 Fase: A
 Kelas/Semester: 2/1
 Alokasi Waktu: 18 JP

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


[ ] Kreativitas: Peserta didik mampu menghasilkan ide-ide baru dan
orisinal dalam berkarya seni.

[ ] Kolaborasi: Peserta didik dapat bekerja sama dengan teman dalam


proses penciptaan seni.

[ ] Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis dan


mengevaluasi unsur- unsur rupa dalam karya seni.

[ ] Komunikasi: Peserta didik dapat mengemukakan ide dan perasaan


mereka melalui karya seni dan diskusi.

[ ] Kemandirian: Peserta didik mampu merencanakan dan


melaksanakan tugas seni secara mandiri.

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Guru dapat menanyakan pelaksanaan 7 kegiatan anak Indonesia hebat
melalui percakapan santai di awal pembelajaran atau pada saat refleksi.
Contoh pertanyaan yang bisa diajukan:
 Bangun Tidur: "Anak-anak, siapa yang tadi pagi bangunnya tepat
waktu dan langsung merapikan tempat tidurnya?"
 Beribadah: "Setelah bangun tidur, ada yang langsung beribadah?
Ibadah apa yang kalian lakukan?"
 Berolahraga: "Tadi pagi ada yang sempat bergerak atau berolahraga
ringan? Bagaimana perasaan kalian setelahnya?"
 Gemar Belajar: "Apakah kalian suka belajar hal baru di rumah?
Apa yang paling seru kalian pelajari kemarin?"
 Makan Sehat dan Bergizi: "Siapa yang tadi pagi sarapan makanan
sehat? Makanan apa yang membuat tubuhmu jadi kuat?"
 Bermasyarakat: "Apakah kalian pernah membantu ayah atau ibu di
rumah? Atau membantu teman yang kesusahan?"
 Tidur Cepat: "Tadi malam siapa yang tidurnya tidak terlalu larut?
Kenapa tidur cepat itu penting?"

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran


 Capaian Pembelajaran:
o ELEMEN: Mengalami (Experiencing)
o Peserta didik memahami unsur rupa di lingkungan
sekitarnya dan menyimpulkan hasil pemahaman atas
dua unsur rupa.
 Tujuan Pembelajaran:
o Mengidentifikasi minimal dua unsur rupa (misalnya, garis
dan bentuk) yang terdapat di lingkungan sekitar dengan
tepat.
o Mengelompokkan benda-benda berdasarkan unsur rupa yang
dominan (garis lurus, garis lengkung, bentuk geometris,
bentuk non-geometris) dengan benar.
o Mengkomunikasikan hasil pengamatan tentang unsur
rupa yang ditemukan dalam karya sederhana.
o Menyajikan hasil eksplorasi unsur rupa dalam bentuk
gambar atau kolase sederhana dengan percaya diri.
o Mengapresiasi keberagaman unsur rupa yang ada di
lingkungan sekitar.

E. Sarana dan Prasarana


1. Benda-benda di sekitar kelas atau lingkungan sekolah yang
memiliki unsur rupa menonjol (misalnya, meja, kursi, daun, batu,
dll.).
2. Alat tulis dan gambar (pensil, spidol, krayon, pensil warna).
3. Kertas gambar atau buku sketsa.
4. Media presentasi (papan tulis/flipchart, proyektor jika tersedia).
5. Aneka bahan bekas/daur ulang (kardus, koran, kain perca,
sedotan) untuk eksplorasi bentuk dan tekstur.

F. Target Peserta Didik


 Peserta didik reguler/tipikal: Peserta didik umum tanpa kesulitan
belajar yang berarti.
 Jumlah peserta didik: Maksimal 28 peserta didik.

G. Model Pembelajaran
Pendekatan: Deep Learning
Model Pembelajaran: Project-Based Learning (PBL)

Metode: Observasi, Diskusi Kelompok, Eksplorasi, Praktik Langsung,


Presentasi.

Model PBL dipilih karena sangat mendukung pendekatan deep learning,


di mana peserta didik tidak hanya menghafal informasi, tetapi benar-
benar mendalami dan mengaplikasikan pengetahuan melalui proyek
nyata.

H. Pertanyaan Pemantik
 Mindful Learning: "Coba pejamkan mata sejenak, lalu bayangkan
benda- benda yang ada di sekitar kita. Apa saja bentuk yang
paling sering kalian lihat?"
 Meaningful Learning: "Menurut kalian, kenapa kita perlu tahu
tentang garis, bentuk, atau warna dalam benda-benda di sekitar
kita? Apa gunanya dalam kehidupan sehari-hari?"
 Joyful Learning: "Jika kalian diminta untuk menggambar 'rumah
impian' kalian, garis dan bentuk apa yang akan kalian gunakan agar
rumah itu terlihat unik dan menarik?"

I. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran ini dirancang untuk mempromosikan aktivitas,
kreativitas, dan kolaborasi siswa melalui pengalaman belajar yang
bermakna dan menyenangkan, dengan fokus pada pendekatan deep
learning.
Pendahuluan (± 30 menit)
1. Pembukaan dan Salam (5 menit): Guru menyambut peserta didik
dengan ceria, mengajak berdoa bersama, dan mengecek
kehadiran.
2. Apersepsi (10 menit): Guru mengajukan pertanyaan pemantik
(Mindful, Meaningful, Joyful Learning) untuk menarik perhatian
siswa dan mengaitkan materi dengan pengalaman mereka.
Misalnya, "Coba lihat meja ini, bentuk apa yang kalian lihat?
Bagaimana dengan garis-garisnya?"
3. Pengenalan Topik (10 menit): Guru menjelaskan bahwa hari ini kita
akan menjelajahi unsur rupa seperti garis dan bentuk yang ada di
sekitar kita. Guru dapat menunjukkan beberapa contoh gambar
atau benda sederhana yang memiliki garis dan bentuk yang
jelas.
4. Motivasi (5 menit): Guru menjelaskan manfaat memahami unsur rupa
dalam menciptakan karya seni dan mengamati dunia. "Dengan
mengenal garis dan bentuk, kita bisa membuat gambar yang lebih
bagus dan melihat keindahan di sekitar kita!"

Inti (± 14 JP / 630 menit)


1. Eksplorasi Lingkungan (Observasi) (2 JP):
o Peserta didik diajak berkeliling di area sekolah (kelas,
taman, koridor) untuk mengamati berbagai benda.
o Guru memandu mereka untuk mencari benda-benda yang
memiliki garis lurus, garis lengkung, bentuk segitiga,
lingkaran, persegi, atau bentuk bebas lainnya.
o Peserta didik diminta untuk mencatat atau menggambar
sketsa sederhana benda-benda yang mereka temukan
beserta unsur rupa dominannya di buku catatan.
o Kegiatan Bermakna dan Menyenangkan: Guru dapat
memberikan "misi rahasia" untuk menemukan benda dengan
ciri tertentu, misalnya "Cari 5 benda yang punya garis
lengkung!"
2. Diskusi Kelompok Kecil (Kolaborasi) (3 JP):
o Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil (3-4
orang).
o Setiap kelompok berbagi hasil pengamatan mereka. Mereka
berdiskusi tentang unsur rupa yang mereka temukan dan
mencoba mengelompokkannya.
o Guru berkeliling, membimbing diskusi, dan mengajukan
pertanyaan seperti, "Menurut kelompokmu, kenapa benda ini
punya bentuk seperti ini?" atau "Apa bedanya garis lurus dan
garis lengkung?"
o Kegiatan Melatih Kolaborasi: Setiap anggota kelompok
harus berkontribusi dalam diskusi dan saling
mendengarkan ide.
3. Eksplorasi Media dan Teknik (Kreativitas & Praktik) (5 JP):
o Peserta didik diajak untuk bereksperimen dengan berbagai
media (pensil, krayon, spidol) untuk membuat berbagai jenis
garis (tebal, tipis, putus-putus, bergelombang) dan bentuk
dasar.
o Guru memberikan contoh dan panduan, namun
mendorong siswa untuk mencoba ide-ide mereka sendiri.
o Peserta didik kemudian diajak membuat kolase sederhana
menggunakan kertas bekas atau bahan daur ulang,
dengan fokus pada penggunaan berbagai bentuk.
o Kegiatan Aktif dan Kreatif: Guru bisa menugaskan mereka
membuat "monster bentuk" dari kertas, atau "pemandangan
garis" dari benang.
4. Penyimpulan Konsep (Penalaran Kritis) (2 JP):
o Guru memfasilitasi diskusi kelas besar untuk
menyimpulkan pemahaman tentang garis dan
bentuk.
o Peserta didik diminta untuk menjelaskan dengan kata-kata
sendiri apa itu garis dan bentuk, serta memberikan contoh
benda-benda di sekitar mereka yang mengandung unsur-
unsur tersebut.
o Guru menguatkan konsep dengan menunjukkan contoh-
contoh karya seni yang menonjolkan garis dan bentuk.
5. Proyek "Dunia Garis dan Bentukku" (Produk Akhir) (2 JP):
o Setiap peserta didik membuat sebuah karya seni (gambar
atau kolase) yang menunjukkan pemahaman mereka tentang
minimal dua unsur rupa (misalnya, garis dan bentuk).
o Mereka bebas memilih tema, namun harus mampu
menjelaskan bagaimana mereka menggunakan garis
dan bentuk dalam karya mereka.
o Kegiatan Aktif, Kreatif, dan Bermakna: Proyek ini memberikan
kesempatan bagi siswa untuk menerapkan semua yang
telah mereka pelajari secara mandiri dan dengan cara yang
sesuai dengan minat mereka.

Penutup (± 30 menit)
1. Presentasi dan Apresiasi (15 menit): Beberapa perwakilan peserta
didik mempresentasikan karya mereka di depan kelas,
menjelaskan unsur rupa yang mereka gunakan. Peserta didik
lain memberikan apresiasi.
2. Refleksi Diri (10 menit): Guru memandu peserta didik untuk
melakukan refleksi tentang pembelajaran hari ini (sesuai
bagian M).
3. Kesimpulan dan Informasi Lanjut (5 menit): Guru merangkum
pembelajaran dan memberikan motivasi untuk terus mengamati
dan berkreasi. Guru juga menyampaikan informasi mengenai
materi selanjutnya.
4. Salam Penutup: Guru menutup pelajaran dengan salam.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif


Asesmen Formatif
1. Observasi Guru: Mengamati keaktifan peserta didik selama
diskusi kelompok, eksplorasi, dan praktik langsung.
Mencatat partisipasi, pemahaman konsep, dan
kemampuan kolaborasi.
2. Jurnal Belajar Peserta Didik: Peserta didik menuliskan atau
menggambar apa yang mereka pelajari tentang garis dan bentuk,
serta apa yang mereka rasakan selama pembelajaran.
3. Tanya Jawab Singkat: Guru mengajukan pertanyaan lisan secara
acak kepada peserta didik untuk mengecek pemahaman mereka
tentang unsur rupa.
Asesmen Sumatif
1. Penilaian Karya "Dunia Garis dan Bentukku": Penilaian berdasarkan
rubrik yang berfokus pada:
o Penggunaan unsur rupa (garis dan bentuk) yang sesuai.
o Kreativitas dan orisinalitas ide.
o Kerapian dan usaha dalam berkarya.
o Kemampuan menjelaskan konsep dalam karya.
2. Presentasi Hasil Karya: Penilaian kemampuan peserta didik
dalam menjelaskan karya mereka dan menjawab
pertanyaan.

K. Pemahaman Bermakna
Memahami unsur rupa seperti garis dan bentuk tidak hanya membuat
kita pandai menggambar, tetapi juga membantu kita melihat keindahan
dan pola di dunia sekitar. Setiap benda, dari daun kecil hingga gedung
tinggi, tersusun dari berbagai garis dan bentuk. Pengetahuan ini melatih
sensitivitas visual kita dan mendorong kita untuk berpikir kreatif dalam
memecahkan masalah atau menciptakan sesuatu
yang baru. Ini adalah dasar untuk mengapresiasi seni dan bahkan
memahami bagaimana alam semesta bekerja.

L. Materi Bahan Ajar


Unsur rupa adalah bagian-bagian paling dasar yang membentuk sebuah
karya seni. Dua unsur rupa yang penting untuk kita pelajari adalah garis
dan bentuk. Garis adalah goresan atau jejak yang dihasilkan dari alat
gambar. Garis bisa lurus seperti penggaris, lengkung seperti pelangi, zig-
zag seperti petir, atau bahkan putus-putus seperti jalanan. Garis bisa
tipis, tebal, pendek, atau panjang.
Selain garis, ada juga bentuk. Bentuk adalah wujud dari sebuah benda,
baik itu benda dua dimensi (seperti gambar) maupun tiga dimensi
(seperti patung). Bentuk bisa berupa bentuk geometris seperti lingkaran,
persegi, atau segitiga yang memiliki aturan dan sisi yang jelas. Ada juga
bentuk non-geometris atau bentuk bebas yang tidak memiliki aturan
khusus, seperti bentuk awan, bentuk daun, atau bentuk batu yang tidak
beraturan.
Memahami garis dan bentuk membantu kita mengamati dunia dengan
lebih cermat. Ketika kita melihat sebuah rumah, kita bisa melihat garis-
garis lurus pada dindingnya dan bentuk persegi pada jendelanya. Ketika
kita melihat pohon, kita bisa melihat garis-garis melengkung pada
dahannya dan bentuk-bentuk bebas pada daunnya.
Dengan mengenal unsur-unsur ini, kita jadi lebih peka terhadap
keindahan di sekitar kita dan bisa menggunakannya untuk menciptakan
karya seni kita sendiri.

M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. Apa hal baru yang kalian pelajari tentang garis dan bentuk hari ini?
2. Bagian kegiatan mana yang paling kalian sukai dan mengapa?
3. Apakah ada kesulitan yang kalian alami saat membuat
karya seni? Bagaimana kalian mengatasinya?
Refleksi Pendidik
1. Apakah semua peserta didik terlibat aktif dalam pembelajaran?
Jika tidak, bagaimana cara meningkatkan partisipasi mereka di
pertemuan berikutnya?
2. Apakah tujuan pembelajaran tercapai dengan baik? Jika belum,
bagian mana yang perlu diperbaiki?
3. Strategi pembelajaran apa yang paling efektif dalam membantu
peserta didik memahami konsep garis dan bentuk?

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)


Judul: Petualangan Garis dan Bentuk di Sekitarku!
Nama Kelompok:

Anggota
Kelompok:
Tujuan Kegiatan:
 Mengidentifikasi berbagai jenis garis dan bentuk pada benda-benda
di sekitar.
 Berkolaborasi dengan teman untuk mengelompokkan benda
berdasarkan unsur rupa.
 Menggambar atau membuat kolase sederhana menggunakan
garis dan bentuk yang ditemukan.
Langkah Kegiatan:
1. Eksplorasi Garis dan Bentuk!
o Bersama kelompokmu, carilah 5 benda di dalam kelas atau di
halaman sekolah yang memiliki garis lurus. Gambarlah
benda-benda itu di kolom di bawah ini.
o Kemudian, carilah 5 benda yang memiliki garis lengkung.
Gambarlah juga benda-benda itu.
o Terakhir, carilah 5 benda yang memiliki bentuk lingkaran,
persegi, atau segitiga. Gambarlah benda-benda tersebut.

Benda Benda dengan


Benda dengan Bentuk Geometris
dengan Garis
(Lingkaran/Persegi/Segitiga)
Garis Lengkung
Lurus
(Gambar (Gambar
(Gambar benda 1)
benda benda
1) 1)
(Gambar (Gambar
(Gambar benda 2)
benda benda
2) 2)
(Gambar (Gambar
(Gambar benda 3)
benda benda
3) 3)
(Gambar (Gambar
(Gambar benda 4)
benda benda
4) 4)
(Gambar (Gambar
(Gambar benda 5)
benda benda
5) 5)
2. Diskusikan Bersama!
o Diskusikan dengan teman kelompokmu:
 Mengapa benda A memiliki garis lurus, sedangkan
benda B memiliki garis lengkung?
 Apa perbedaan antara bentuk lingkaran dan bentuk
persegi?
 Adakah benda yang kalian temukan memiliki lebih
dari satu jenis garis atau bentuk? Sebutkan!
3. Karya Kolase "Dunia Garis dan Bentukku"!
o Bersama kelompokmu, buatlah sebuah kolase sederhana
dari kertas bekas atau bahan daur ulang yang menunjukkan
pemahamanmu tentang garis dan bentuk. Kalian bisa
membuat pemandangan,
binatang, atau benda apa saja yang kalian sukai! Gunakan
gunting untuk memotong berbagai bentuk dan garis dari
kertas.
o Tempelkan karyamu di lembar kerja ini atau di kertas lain
yang sudah disiapkan.

Rubrik Penilaian Analitik (Untuk Tugas Diskusi Kelompok dan


Presentasi Siswa)
Nama
Kelompok:

Tanggal
Penilaian:

Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sanga (Sanga
Penilaian (Kurang (Cukup (Baik)
t t Baik)
) )
Kurang
)
A.
Diskusi
Kelompo
k

Hampir
Semua Semua
semua
Hanya 1 anggota anggota
1. 2 anggota anggota
anggota aktif sangat
Partisipas i aktif, berparti
yang berparti aktif
Aktif lainnya si pasi,
aktif si pasi dan
Anggota pasif. namun
berbicar dalam member
ada
a diskusi. ik an ide
yang
. orisinal.
kurang.
Ide relevan Ide sangat
dan relevan,
Ide yang
Ide yang Ide cukup dikemba orisinal,
disampai
disamp relevan n gkan dan
2. k an
ai kan dan dengan menduk
Kualitas kurang
sangat mulai baik, u ng
Ide/Kontri relevan
terbatas dikemba menunju diskusi
busi atau
dan n gkan k kan secara
kurang
tidak dengan pemaha signifika
dikemba
relevan. baik. m an. n
n gkan.
.

Tidak Kadang Cukup Mendeng Mendeng


3.
menden menden menden arkan arkan
Kemamp
g arkan g arkan, g arkan dengan dengan
uan
atau namun dan baik dan saksam
Menden
sering sulit meresp mampu a,
g arkan
memoto merespo o ns, merespo memba
&
n n n n gun
ide
Skala Skala
Aspek Skala 2 Skala Skala 4
1 5
Penilaian (Kurang 3 (Baik)
(Sanga (Sanga
) (Cukup
t t Baik)
)
Kurang
)
Meresp g s ide namun s ide teman,
o ns pembic orang belum tema dan
ar aan. lain. konsiste n. member
n ik an
. umpan
balik
konstruk
ti f.

B.
Presenta
si Hasil
Karya

Penjelas
Penjelas
an
an
Penjelas Penjelas sangat
Penjelas cukup
1. an a n jelas, jelas,
a n tidak jelas
Kejelasa kurang lengkap, rinci,
jelas dan namun
n jelas dan dan dan
sulit ada
Penjelas banyak mudah menunju
dipaham bagian
a n yang dipaham k kan
i. yang
Konsep tidak i. pemaha
kurang
relevan. man
lengkap.
mendala
m.
Karya
tidak Penggun
2. Penggun Penggun
menunju Penggun aan
Penggu aan aan
k kan a an garis/bent
n aan garis/be garis/be
pemaha garis/ben uk cukup
Unsur nt uk nt uk
man t uk terlihat,
Rupa jelas dan sangat
yang masih namun
dalam bervaria kreatif
jelas kurang belum
Karya si dan
tentang konsiste variatif.
. inovatif.
garis/be n.
nt uk.
Cukup Sangat
Present
3. kompak, Cukup kompak
a si Kurang
Kekomp namun kompak , semua
didomin kompak,
a kan & ada dan anggot
a si 1 terlihat
Kolabor bagian terkoordi a
orang, beberap
a si yang n asi berkont
tidak a
dalam kurang dengan ri busi
ada anggota
Present terkoord baik. aktif
kerja tidak
a si siap.
i nasi. dan
sama.
terkoor
di nasi.
Skala Skala
Aspek Skala 2 Skala Skala 4
1 5
Penilaian (Kurang 3 (Baik)
(Sanga (Sanga
) (Cukup
t t Baik)
)
Kurang
)
Sangat
Menunju Percaya percaya
4. Cukup
k kan Kurang diri dan diri,
Keperca percay
keragua percaya mampu antusias
y aan a diri,
n dan diri, menyam , dan
Diri sesekal
kurang sering p aikan mampu
dalam i
percaya melihat dengan menarik
Present meliha
diri. catatan. lancar. perhatia
a si t
n
catata
audiens.
n.

O. Pengayaan dan Remedial


Pengayaan
 Bagi peserta didik yang telah menguasai materi, dapat diberikan
tugas tambahan untuk menciptakan karya seni dengan tema bebas
yang lebih kompleks, dengan penekanan pada penggunaan tekstur
atau warna sebagai unsur rupa tambahan.
 Peserta didik dapat diajak untuk mencari dan mendiskusikan
berbagai jenis karya seni dari seniman terkenal yang
menonjolkan penggunaan garis dan bentuk.
 Menjadi "mentor" bagi teman-teman yang masih kesulitan.
Remedial
 Memberikan bimbingan individual atau kelompok kecil kepada
peserta didik yang masih kesulitan mengidentifikasi atau
menggunakan unsur rupa.
 Memberikan lembar kerja tambahan dengan contoh-contoh garis
dan bentuk yang lebih sederhana.
 Mengajak peserta didik melakukan observasi ulang terhadap
benda-benda konkret dengan panduan langsung dari guru.

P. Bahan Bacaan
Pendidik
1. Gardner, H. (2006). Five Minds for the Future. Harvard Business
School Press. (Untuk memahami konsep pembelajaran
mendalam)
2. Kemendikbudristek. (2022). Panduan Pembelajaran dan Asesmen
Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.
(Untuk panduan kurikulum merdeka)
3. Efland, A. (2002). Art and Cognition: Integrating the Visual Arts in
the Curriculum. Teachers College Press.
Peserta Didik
1. Buku cerita bergambar yang menonjolkan berbagai bentuk dan garis
(contoh:
The Dot oleh Peter H. Reynolds).
2. Buku-buku aktivitas menggambar dan mewarnai yang fokus
pada bentuk dasar.
3. Ensiklopedia anak-anak tentang seni rupa dan benda-benda di sekitar
kita.

Q. Glosarium
1. Deep Learning: Pendekatan pembelajaran yang berfokus pada
pemahaman konsep secara mendalam dan kemampuan
menerapkan pengetahuan dalam berbagai konteks, bukan sekadar
menghafal.
2. Unsur Rupa: Elemen-elemen dasar yang membentuk sebuah
karya seni visual, seperti garis, bentuk, warna, tekstur, ruang,
dan gelap terang.
3. Kolase: Teknik seni rupa dengan menempelkan berbagai
potongan bahan (kertas, kain, foto, dll.) pada satu permukaan
untuk menciptakan komposisi baru.

R. Daftar Pustaka
1. Kemendikbudristek. (2021). Profil Pelajar Pancasila. Jakarta:
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
2. Kemendikbudristek. (2022). Buku Panduan Guru Seni Rupa Kelas II
Sekolah Dasar. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset,
dan Teknologi.
3. Wiggins, G., & McTighe, J. (2005). Understanding by Design.
Association for Supervision and Curriculum Development.

Diketahui oleh : Langsa, 14 Juli


2025
Kepala Sekolah SDIT Almarhamah Guru Kelas II

(Irma Lestari, [Link] ) (Nanda Handayani,


[Link])
MODUL AJAR DEEP LEARNING
SENI RUPA

A. Identitas Penulis
 Nama Penyusun: Nanda Handayani, [Link]
 Satuan Pendidikan: SDIT Almarhamah
 Tahun Ajaran: 2025/2026
 Mata Pelajaran: SENI RUPA
 Fase: A
 Kelas/Semester: 2/1
 Alokasi Waktu: 18 JP

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


[ ] Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis dan
mengevaluasi karya seni rupa secara objektif.

[ ] Kreativitas: Peserta didik mampu menghasilkan ide-ide orisinal dalam


penciptaan karya seni.

[ ] Kolaborasi: Peserta didik dapat bekerja sama dalam sesi kritik dan
apresiasi karya seni.

[ ] Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan pendapat dan


penilaian terhadap karya seni dengan jelas.

[ ] Kemandirian: Peserta didik mampu menilai karyanya sendiri dan


membuat keputusan artistik secara mandiri.

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Guru dapat menanyakan pelaksanaan 7 kegiatan anak Indonesia hebat
melalui percakapan di awal pembelajaran untuk membangun kedekatan
dan kebiasaan baik:
 Bangun tidur: "Anak-anak, siapa yang tadi pagi bangun tepat
waktu dan langsung merasa segar?"
 Beribadah: "Sebelum berangkat ke sekolah, ibadah apa
yang kalian lakukan? Apa kalian merasa tenang
setelahnya?"
 Berolahraga: "Ada yang sudah berolahraga ringan atau bergerak
tadi pagi? Kenapa kita perlu membuat badan kita sehat?"
 Gemar Belajar: "Di rumah, kalian paling suka belajar tentang apa?
Apa yang membuat kalian penasaran?"
 Makan sehat dan Bergizi: "Siapa yang tadi pagi sarapan makanan
sehat? Makanan apa yang membuat kalian bersemangat?"
 Bermasyarakat: "Apakah kalian pernah membantu teman atau
orang tua di rumah? Contohnya apa?"
 Tidur Cepat: "Semalam ada yang tidurnya tidak larut malam?
Kenapa tidur cukup itu penting untuk belajar?"

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran


 Capaian Pembelajaran (CP):
o ELEMEN: Merefleksikan (Reflecting)
o Peserta didik menilai karya dan penciptaan karya seni
rupa dengan menggunakan kosa kata sehari-hari.
 Tujuan Pembelajaran (TP):
o Mendeskripsikan perasaan dan kesan pribadi terhadap
sebuah karya seni rupa sederhana menggunakan kosakata
sehari-hari.
o Mengidentifikasi unsur rupa (garis, bentuk, warna) yang
dominan dalam sebuah karya seni dan
menggunakannya sebagai dasar penilaian.
o Memberikan penilaian yang konstruktif (masukan positif)
kepada karya seni teman sebaya.
o Menjelaskan proses kreatif dalam penciptaan karya seninya
sendiri.
o Melakukan refleksi diri terhadap karya yang telah
dibuat dan menentukan area yang bisa diperbaiki.

E. Sarana dan Prasarana


1. Contoh-contoh karya seni rupa sederhana (gambar, lukisan anak-
anak, atau karya seni lokal).
2. Alat dan bahan untuk berkarya (kertas, pensil warna, krayon, spidol,
cat air).
3. Lembar kerja penilaian dan refleksi.
4. Papan pajangan atau area khusus untuk "Galeri Seni Mini".
5. Kamera atau telepon seluler untuk mendokumentasikan karya
(opsional).

F. Target Peserta Didik


Peserta didik reguler/tipikal: Peserta didik umum tanpa kesulitan belajar
yang berarti.

G. Model Pembelajaran
Pendekatan: Deep Learning (Fokus pada pemahaman dan evaluasi
mendalam)

Model Pembelajaran: Inquiry-Based Learning (Pembelajaran Berbasis


Inkuiri) dan Critique and Appreciation (Kritik dan Apresiasi)
Metode: Observasi, Tanya Jawab, Diskusi Kelompok, Kritik Seni Sebaya,
Presentasi.
Model ini dipilih untuk mendorong peserta didik mendalami makna di balik
sebuah karya seni dan melatih mereka untuk berpikir kritis dan
berkomunikasi secara efektif.

H. Pertanyaan Pemantik
 Mindful Learning: "Ketika kalian melihat sebuah gambar, apa hal
pertama yang kalian perhatikan? Apakah gambar itu membuat
kalian merasa senang, sedih, atau bersemangat?"
 Meaningful Learning: "Menurut kalian, kenapa sebuah karya seni itu
penting? Apa yang bisa kita pelajari dari melihat gambar buatan
orang lain?"
 Joyful Learning: "Jika kalian diminta memberikan hadiah berupa
gambar kepada teman, kira-kira gambar seperti apa yang akan
membuat teman kalian tersenyum?"

I. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran ini dirancang untuk memfokuskan siswa pada
kegiatan merefleksikan dan menilai karya seni rupa, mendorong aktivitas,
kreativitas, dan kolaborasi melalui pendekatan deep learning.
Pendahuluan (± 30 menit)
1. Pembukaan dan Kegiatan Rutin (5 menit): Guru menyapa peserta
didik, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran. Guru juga
menanyakan tentang 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat (sesuai
bagian C) sebagai rutinitas positif.
2. Apersepsi dan Pertanyaan Pemantik (15 menit): Guru menampilkan
beberapa gambar sederhana atau karya seni yang berbeda
(misalnya, lukisan pemandangan, gambar abstrak). Guru
mengajukan pertanyaan pemantik (Mindful Learning, Meaningful
Learning, Joyful Learning) untuk membuka diskusi tentang
bagaimana kita merasakan dan menilai sebuah karya seni.
3. Pengenalan Topik (10 menit): Guru menjelaskan bahwa kita akan
belajar bagaimana "membaca" sebuah karya seni. "Hari ini, kita
akan menjadi kritikus seni cilik! Kita akan belajar bagaimana
memberikan pendapat tentang sebuah karya seni dengan cara yang
baik dan sopan." Guru menjelaskan tujuan pembelajaran
(merefleksikan dan menilai karya).

Inti (± 17 JP / 765 menit)


1. Eksplorasi Perasaan dalam Karya Seni (2 JP):
o Guru menunjukkan berbagai gambar yang
menggambarkan emosi berbeda (senang, sedih, berani).
o Peserta didik diminta mendeskripsikan perasaan yang
muncul saat melihat gambar tersebut menggunakan
kosakata sederhana.
o Kegiatan Bermakna dan Menyenangkan: Peserta didik
bermain "tebak perasaan" dari gambar yang ditampilkan.
2. Mengenali Unsur Rupa dalam Penilaian (3 JP):
o Guru mengulas unsur rupa dasar (garis, bentuk, warna,
tekstur).
o Peserta didik diberikan lembar kerja untuk menganalisis
karya sederhana. Mereka menandai di mana mereka
melihat garis lurus, warna cerah, atau bentuk aneh.
o Melatih Penalaran Kritis: Peserta didik diajak berdiskusi,
"Menurutmu, kenapa pelukis ini menggunakan garis
melengkung di sini? Apa hasilnya?"
3. Menciptakan Karya Seni (4 JP):
o Peserta didik secara mandiri menciptakan satu karya seni
(misalnya, menggambar "Dunia Impianku" atau "Binatang
Kesayanganku") dengan fokus pada penggunaan unsur
rupa yang telah dipelajari.
o Melatih Kreativitas dan Kemandirian: Proses penciptaan ini
adalah persiapan untuk sesi refleksi dan penilaian.
4. Galeri Mini dan Kritik Sebaya (Peer Critique) (6 JP):
o Karya seni peserta didik dipajang di kelas (Galeri Mini).
o Peserta didik berkelompok untuk "Gallery Walk"
(berkeliling melihat karya teman).
o Mereka menggunakan LKPD untuk memberikan masukan
positif kepada karya teman. Guru menekankan pentingnya
memberikan penilaian yang konstruktif ("Saya suka warna ini
karena terlihat cerah" atau "Garis ini rapi sekali").
o Melatih Kolaborasi dan Komunikasi: Ini adalah inti dari
kegiatan deep learning, di mana siswa belajar
memberikan dan menerima umpan balik yang bermakna.
5. Refleksi Diri dan Diskusi (2 JP):
o Peserta didik kembali ke karya mereka sendiri dan membaca
komentar dari teman-teman.
o Mereka diminta menuliskan refleksi: apa yang mereka sukai
dari karya mereka, apa yang paling sulit, dan apa yang akan
mereka perbaiki di karya berikutnya.
o Guru memfasilitasi diskusi kelas tentang pentingnya
merefleksikan proses kreatif.

Penutup (± 30 menit)
1. Presentasi dan Apresiasi (15 menit): Beberapa peserta didik secara
sukarela mempresentasikan karya mereka dan menjelaskan
proses refleksi mereka. Guru memberikan apresiasi.
2. Refleksi Akhir (10 menit): Guru memimpin diskusi tentang apa
yang telah dipelajari tentang merefleksikan karya seni dan
bagaimana hal itu dapat membantu mereka dalam kehidupan
sehari-hari (sesuai bagian M).
3. Penutup dan Motivasi (5 menit): Guru memberikan kesimpulan
dan memotivasi peserta didik untuk terus berkarya dan
menghargai seni.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif


Asesmen Formatif
1. Observasi Proses Diskusi: Guru mengamati kemampuan
peserta didik dalam memberikan penilaian terhadap karya
teman dan menggunakan kosakata yang tepat.
2. Jurnal Refleksi Harian: Catatan singkat siswa tentang apa yang
mereka pelajari mengenai kritik seni.
Asesmen Sumatif
1. Penilaian Proses Kritik Sebaya: Menggunakan Rubrik Penilaian
Analitik (Bagian N) untuk menilai kemampuan siswa dalam
memberikan umpan balik yang konstruktif dan berkomunikasi.
2. Penilaian Refleksi Diri: Berdasarkan catatan refleksi siswa
terhadap karya mereka sendiri.

K. Pemahaman Bermakna
Merefleksikan dan menilai karya seni rupa tidak hanya tentang "suka" atau
"tidak suka," tetapi tentang memahami dan mengkomunikasikan alasan di
balik penilaian tersebut. Ini membantu peserta didik mengembangkan
kemampuan berpikir kritis, memahami perasaan orang lain melalui karya
seni, dan menghargai upaya kreatif.
Kemampuan ini juga dapat diterapkan dalam mengevaluasi pekerjaan
mereka sendiri di berbagai mata pelajaran.

L. Materi Bahan Ajar


Merefleksikan karya seni adalah kegiatan penting untuk memahami sebuah
karya dengan lebih mendalam. Saat kita merefleksikan sebuah gambar,
kita mencoba memahami apa yang ingin disampaikan oleh pembuat
gambar, bagaimana perasaan kita saat melihatnya, dan apa saja yang
membuat gambar itu menarik. Kita bisa menggunakan kosakata sehari-hari
seperti "rapi," "indah," "unik," "ceria," "menarik," atau "sedih" untuk
menggambarkan perasaan dan penilaian kita terhadap karya tersebut.

Dalam merefleksikan sebuah karya, kita juga perlu memperhatikan unsur-


unsur rupa yang digunakan. Misalnya, apakah lukisan tersebut
menggunakan banyak garis yang kuat, atau apakah warnanya sangat
cerah? Memperhatikan detail seperti ini membantu kita memberikan
penilaian yang lebih baik. Ketika kita bisa menjelaskan "mengapa" kita
menyukai sebuah karya, kita menunjukkan pemahaman yang lebih dalam
tentang seni.

Merefleksikan juga berarti menilai karya yang kita buat sendiri. Ini adalah
bagian dari proses kreatif. Setelah selesai menggambar, kita bisa melihat
kembali karya kita dan bertanya: "Apakah saya sudah menggunakan garis
dan warna dengan baik? Apa yang bisa saya perbaiki di gambar
berikutnya?" Proses ini melatih kita untuk lebih teliti dan berani menerima
masukan, baik dari diri sendiri maupun dari teman.

M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. Apakah saya bisa menjelaskan apa yang saya suka dari karya teman?
2. Bagaimana perasaan saya ketika teman memberikan masukan
untuk karya saya?
3. Apa yang akan saya lakukan berbeda saat membuat karya seni
berikutnya berdasarkan refleksi hari ini?
Refleksi Pendidik
1. Apakah peserta didik mampu menggunakan kosakata
sederhana untuk menilai karya seni?
2. Apakah suasana diskusi kritik sebaya berjalan positif dan konstruktif?
3. Apakah saya sudah memberikan ruang yang cukup bagi peserta
didik untuk merefleksikan karya mereka sendiri?

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)


Judul: Saya adalah Kritikus Seni Cilik!
Nama Peserta Didik:
Tujuan Kegiatan:
 Mengamati karya seni dan memberikan penilaian yang baik.
 Menjelaskan alasan penilaianmu dengan kosakata sehari-hari.
Langkah Kegiatan:
1. Amati karya seni temanmu (atau karya seni yang ditampilkan
guru) dengan seksama.
2. Gunakan kolom di bawah ini untuk menuliskan atau
menggambar perasaanmu saat melihat karya tersebut.
3. Berikan penilaianmu dengan sopan dan jelaskan mengapa kamu
memberikan penilaian tersebut.
Lembar Kerja Pengamatan Karya Seni
Nama Penilaian saya terhadap karya
Perasaan saat
Karya/Pembu ini (lingkari): Menarik / Biasa
melihat
at Karya saja / Tidak menarik
karya

Alasan Penilaian:

(Contoh: "Saya suka lukisan ini karena warnanya sangat cerah dan
membuat saya merasa senang. Garisnya juga sangat rapi.")

Rubrik Penilaian Analitik (Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi


Siswa)
Tema: Merefleksikan dan Menilai Karya Seni Rupa
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sanga (Sanga
Penilaian (Kurang (Cukup (Baik)
t t Baik)
) )
Kurang
)
A.
Kemamp
uan
Mereflek
sikan &
Menilai

Menggun
Menggun Menggun
Hanya Menggun akan
akan akan
1. menggu akan kosakat
beberap kosakat
Penggun n akan kosakat a yang
a kata, a yang
aan "suka/ti a yang kaya,
tapi cukup
Kosakat d ak variatif deskripti
kurang relevan
a suka" dan f, dan
relevan dengan
Penilaia tanpa relevan. mendala
dengan karya.
n alasan. m.
karya.
Memberi
Tidak Alasan
Memberik kan
dapat Alasan cukup
2. an alasan
membe kurang jelas,
Kualitas alasan yang
ri kan jelas namun
Alasan yang sangat
alasan atau masih
Penilaian jelas jelas,
yang tidak sederha
berdasar rinci,
logis. relevan. n a.
k an dan
unsur logis.
rupa.
Memberik Memberik
Memberi Memberi
Cenderun g an an
kan kan
3. Sikap pasif masuka masukan
masuka masuka
Saat atau n yang yang
n n yang
Member sulit sopan, sopan
negatif konstruk
i memberi namun dan
atau ti f dan
Masuka k an kurang konstruk
tidak inspiratif
n masuka spesifik. tif
sopan. .
n. .
B.
Presenta si
&
Komunik
asi

Sulit Kurang Cukup Menyamp Sangat


1.
dimeng jelas jelas aikan jelas,
Kejelasan
er ti dan dalam dala pendapa terstruk
m t tu
Skala Skala
Aspek Skala 2 Skala Skala
1 5
Penilaian (Kurang 3 4
(Sanga (Sanga
) (Cukup (Baik)
t t Baik)
)
Kurang
)
Penyam tidak menyamp menyamp dengan r, dan
p aian terstruk aikan aikan jelas meyakin
tu r. pendapat. pendapat. dan k an.
lancar.
Sangat
Sangat percaya
Cukup Percaya
gugup Kurang diri dan
2. percaya diri dan
dan percaya mampu
Keperca diri antusias
tidak diri, berinter
y aan dalam saat
berani ragu- a ksi
Diri presenta berbicar
berbicar ragu. baik
s i. a.
a dengan
. audiens.

O. Pengayaan dan Remedial


Pengayaan
 Bagi peserta didik yang sudah mahir merefleksikan, mereka dapat
diberikan tugas tambahan untuk mengkritik karya seni yang lebih
kompleks (misalnya, lukisan yang lebih abstrak) dan mencari tahu
makna di balik karya tersebut.
 Mengajak peserta didik membuat jurnal apresiasi seni, di mana
mereka mencatat dan merefleksikan karya seni yang mereka
temui di kehidupan sehari-hari (misalnya, desain baju, mainan,
atau bangunan).
Remedial
 Memberikan bimbingan individual atau kelompok kecil untuk
melatih peserta didik dalam menggunakan kosakata penilaian
yang tepat.
 Mengajak peserta didik untuk berdiskusi dengan guru
mengenai karya mereka secara langsung (satu-satu) untuk
membantu mereka mengidentifikasi kelebihan dan
kekurangan karya mereka.
 Memberikan contoh kalimat-kalimat sederhana untuk memulai proses
refleksi.

P. Bahan Bacaan
Pendidik
1. Kemendikbudristek. (2022). Panduan Pembelajaran dan Asesmen
Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.
(Bagian tentang asesmen formatif dan sumatif dalam konteks
refleksi).
2. Gardner, H. (1983). Frames of Mind: The Theory of Multiple Intelligences.
Basic Books. (Untuk memahami kecerdasan spasial dan
intrapersonal dalam seni).
3. Eisner, E. W. (2002). The Arts and the Creation of Mind. Yale
University Press.
Peserta Didik
1. Buku cerita bergambar yang menceritakan tentang perasaan
dan ekspresi seni.
2. Buku-buku aktivitas menggambar yang mengajak anak untuk
berpikir tentang karya mereka.
3. Kumpulan gambar atau foto karya seni sederhana yang bisa
dianalisis bersama.

Q. Glosarium
1. Merefleksikan: Proses berpikir kembali dan merenungkan
pengalaman atau karya yang telah dibuat untuk memahami
makna atau meningkatkan pemahaman.
2. Apresiasi Seni: Kegiatan menghargai, menikmati, dan
memahami karya seni.
3. Kritik Konstruktif: Penilaian atau masukan yang diberikan dengan
tujuan membangun atau memperbaiki, disampaikan dengan cara
yang positif dan sopan.

R. Daftar Pustaka
1. Kemendikbudristek. (2021). Profil Pelajar Pancasila. Jakarta:
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
2. Kemendikbudristek. (2022). Buku Panduan Guru Seni Rupa Kelas II
Sekolah Dasar. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset,
dan Teknologi.
3. Wiggins, G., & McTighe, J. (2005). Understanding by Design.
Association for Supervision and Curriculum Development.

Diketahui oleh : Langsa, 14 Juli


2025
Kepala Sekolah SDIT Almarhamah Guru Kelas II

(Irma Lestari, [Link] ) (Nanda Handayani,


[Link])
MODUL AJAR DEEP LEARNING
SENI RUPA

A. Identitas Penulis
 Nama Penyusun: Nanda Handayani, [Link]
 Satuan Pendidikan: SDIT Almarhamah
 Tahun Ajaran: 2025/2026
 Mata Pelajaran: SENI RUPA
 Fase: A
 Kelas/Semester: 2/1
 Alokasi Waktu: 18 JP

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


[ ] Kreativitas: Peserta didik mampu menghasilkan gagasan orisinal dan
mewujudkannya dalam karya seni.
[ ] Penalaran Kritis: Peserta didik mampu mengidentifikasi dan memilih
alat serta
bahan yang sesuai untuk karyanya.
[ ] Kolaborasi: Peserta didik dapat berbagi ide dan bekerja sama dalam
eksplorasi bahan.
[ ] Kemandirian: Peserta didik mampu merencanakan dan melaksanakan
proses
berkarya seni secara mandiri.
[ ] Komunikasi: Peserta didik mampu menjelaskan gagasan dan proses
berkarya seninya.

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Guru dapat menanyakan pelaksanaan 7 kegiatan anak Indonesia hebat
sebagai pembuka percakapan santai di awal pembelajaran:
 Bangun Tidur: "Siapa tadi pagi bangunnya langsung semangat
dan siap belajar?"
 Beribadah: "Sebelum ke sekolah, apakah kalian sudah
beribadah? Bagaimana perasaan kalian setelahnya?"
 Berolahraga: "Ada yang sudah bergerak atau berolahraga ringan
pagi ini? Apa manfaatnya untuk tubuh kita?"
 Gemar Belajar: "Kemarin, apa hal baru yang paling menarik
yang kalian pelajari di rumah?"
 Makan Sehat dan Bergizi: "Apa menu sarapan sehat kalian hari ini?
Kenapa makanan sehat itu penting?"
 Bermasyarakat: "Apakah kalian pernah membantu ayah
atau ibu mengerjakan sesuatu di rumah? Apa yang kalian
bantu?"
 Tidur Cepat: "Tadi malam, siapa yang tidurnya cukup dan tidak
terlalu larut? Kenapa tidur yang cukup itu baik?"
D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran
 Capaian Pembelajaran (CP):
o ELEMEN: Berpikir dan bekerja secara artistik (Thinking and
working artistically)
o Peserta didik menggunakan pengalaman visualnya sebagai
sumber gagasan dalam berkarya. Peserta didik
mengeksplorasi alat dan bahan dasar yang tersedia di
lingkungan sekitar.
 Tujuan Pembelajaran (TP):
o Mengidentifikasi minimal tiga benda atau objek dari
pengalaman visual pribadi yang dapat menjadi sumber
gagasan untuk karya seni.
o Mengeksplorasi minimal dua jenis alat dan bahan dasar yang
berbeda (misalnya, pensil warna dan krayon, atau daun
kering dan ranting) yang tersedia di lingkungan sekitar.
o Mengaplikasikan penggunaan alat dan bahan yang
dieksplorasi untuk menciptakan karya seni sederhana yang
terinspirasi dari pengalaman visualnya.
o Menjelaskan keterkaitan antara pengalaman visual dengan
gagasan dalam karyanya.
o Menunjukkan sikap kreatif dan berani mencoba dalam
bereksplorasi alat dan bahan.

E. Sarana dan Prasarana


1. Berbagai alat tulis dan gambar (pensil, spidol, krayon, pensil warna).
2. Aneka bahan alam/bekas dari lingkungan sekitar (daun kering,
ranting kecil, batu kerikil, kardus bekas, koran, kain perca).
3. Kertas gambar atau buku sketsa.
4. Contoh-contoh karya seni yang dibuat dari bahan alam/bekas.
5. Media presentasi (papan tulis/flipchart, proyektor jika tersedia).

F. Target Peserta Didik


Peserta didik reguler/tipikal: Peserta didik umum tanpa kesulitan belajar
yang berarti.

G. Model Pembelajaran
Pendekatan: Deep Learning (Fokus pada eksplorasi mendalam, pemikiran
artistik, dan penggunaan pengalaman visual sebagai inspirasi)
Model Pembelajaran: Inquiry-Based Learning (Pembelajaran Berbasis
Inkuiri) dan Experiential Learning (Pembelajaran Berbasis Pengalaman)
Metode: Observasi, Eksplorasi, Eksperimen, Diskusi Kelompok, Praktik
Langsung, Presentasi.
Model ini dipilih untuk mendorong peserta didik secara aktif menemukan
dan memahami bagaimana pengalaman visual dapat diubah menjadi
gagasan artistik, serta bereksperimen langsung dengan berbagai alat dan
bahan.

H. Pertanyaan Pemantik
1. Mindful Learning: "Coba pejamkan mata sejenak, bayangkan
apa yang kalian lihat di perjalanan ke sekolah tadi. Benda apa
yang paling menarik perhatianmu?"
2. Meaningful Learning: "Menurut kalian, kenapa kita bisa membuat
gambar atau karya seni dari apa yang kita lihat di sekitar kita?
Apa gunanya benda- benda sederhana itu?"
3. Joyful Learning: "Jika kalian bisa mengubah daun kering menjadi
sebuah karya seni, kalian akan membuat apa? Kenapa?"

I. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran ini dirancang untuk mengembangkan
kemampuan berpikir dan bekerja secara artistik siswa, mempromosikan
aktivitas, kreativitas, dan kolaborasi melalui pengalaman belajar yang
bermakna dan menyenangkan dengan pendekatan deep learning.
Pendahuluan (± 30 menit)
 Pembukaan dan Salam (5 menit): Guru menyambut peserta didik
dengan ceria, mengajak berdoa bersama, dan mengecek
kehadiran. Guru juga menanyakan tentang 7 Kegiatan Anak
Indonesia Hebat untuk membangun kebiasaan positif dan
kedekatan.
 Apersepsi (10 menit): Guru menampilkan beberapa gambar
sederhana atau video singkat tentang anak-anak yang berkarya
seni dari bahan alam atau benda-benda di sekitar mereka. Guru
mengajukan pertanyaan pemantik (Mindful Learning, Meaningful
Learning, Joyful Learning) untuk menggugah rasa ingin tahu siswa
dan mengaitkan pembelajaran dengan pengalaman visual mereka.
 Pengenalan Topik (10 menit): Guru menjelaskan bahwa hari ini kita
akan menjadi seniman cilik yang akan menggunakan "mata
seniman" untuk melihat benda-benda di sekitar kita sebagai sumber
ide dan bahan untuk berkarya. "Kita akan belajar bagaimana benda
biasa bisa jadi luar biasa di tangan kita!"
 Motivasi (5 menit): Guru menjelaskan pentingnya berani
mencoba dan bereksperimen dengan berbagai bahan. "Tidak
ada yang salah saat kita bereksplorasi. Yang penting adalah
kita berani mencoba ide baru!"

Inti (± 17 JP / 765 menit)


 Eksplorasi Pengalaman Visual (Observasi) (3 JP):
o Peserta didik diajak berkeliling di lingkungan sekolah (taman,
halaman, koridor).
o Guru membimbing mereka untuk mengamati berbagai
benda (daun, bunga, batu, bentuk awan, bentuk pohon,
pola lantai).
o Peserta didik diminta mencatat atau menggambar sketsa
sederhana tentang apa yang mereka lihat dan menarik bagi
mereka sebagai calon gagasan karya seni.
o Kegiatan Bermakna: Siswa diajak bermain "detektif visual"
untuk menemukan objek-objek unik di lingkungan.
 Diskusi Gagasan dari Pengalaman Visual (Penalaran Kritis &
Komunikasi) (2 JP):
o Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil (3-4
orang).
o Setiap kelompok berbagi hasil pengamatan dan gagasan
mereka. "Benda apa yang paling membuatmu ingin
menggambar atau membuat sesuatu?"
o Guru berkeliling, membimbing diskusi, dan membantu siswa
menghubungkan pengalaman visual mereka dengan potensi
gagasan karya seni.
o Melatih Kolaborasi: Siswa belajar mendengarkan dan
menghargai ide teman.
 Eksplorasi Alat dan Bahan dari Lingkungan Sekitar (Eksperimen
& Kreativitas) (5 JP):
o Guru menyiapkan berbagai stasiun dengan alat dan bahan
berbeda (Stasiun Pensil Warna, Stasiun Krayon, Stasiun
Kolase Daun, Stasiun Bentuk Kardus, dll.).
o Peserta didik secara bergiliran atau berkelompok kecil
mengunjungi stasiun-stasiun ini untuk mencoba berbagai
teknik dan merasakan tekstur serta potensi dari setiap
bahan.
o Kegiatan Aktif dan Menyenangkan: Guru bisa memberikan
tantangan, misalnya "Buat garis paling tebal dengan
krayon!" atau "Buat kolase wajah dari daun!"
 Perencanaan Karya Seni (Kemandirian & Penalaran Kritis) (3 JP):
o Setiap peserta didik memilih satu gagasan dari
pengalaman visual mereka (misalnya, "pohon di halaman
sekolah" atau "bentuk awan yang lucu").
o Mereka memilih alat dan bahan yang paling sesuai dari hasil
eksplorasi mereka untuk mewujudkan gagasan tersebut.
o Peserta didik membuat sketsa atau rencana sederhana
untuk karya mereka.
o Melatih Kemandirian: Siswa membuat keputusan artistik
tentang bahan dan desain.
 Penciptaan Karya Seni "Pengalaman Visualku" (Praktik Langsung &
Kreativitas) (4 JP):
o Peserta didik mulai menciptakan karya seni mereka
berdasarkan gagasan dan perencanaan yang telah
dibuat.
o Guru membimbing dan memberikan bantuan teknis jika
diperlukan, namun mendorong siswa untuk bereksperimen
dan menemukan solusi sendiri.
o Kegiatan Bermakna dan Aktif: Ini adalah puncak dari proses
berpikir dan bekerja secara artistik, di mana siswa
mengaplikasikan semua yang telah mereka pelajari.

Penutup (± 30 menit)
1. Presentasi dan Berbagi Karya (15 menit): Beberapa perwakilan
peserta didik mempresentasikan karya mereka di depan kelas.
Mereka menjelaskan "Apa yang menginspirasimu?" dan "Bahan
apa yang kamu gunakan?"
2. Refleksi Diri (10 menit): Guru memandu peserta didik untuk
melakukan refleksi tentang pembelajaran hari ini (sesuai bagian
M), fokus pada proses menemukan ide dan menggunakan bahan.
3. Kesimpulan dan Informasi Lanjut (5 menit): Guru merangkum
pembelajaran dan memberikan motivasi untuk terus mengamati
dunia dengan "mata seniman". Guru juga menyampaikan informasi
mengenai materi selanjutnya.
4. Salam Penutup: Guru menutup pelajaran dengan salam.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif


Asesmen Formatif
1. Observasi Guru: Mengamati keaktifan peserta didik selama
eksplorasi bahan, diskusi kelompok, dan proses perencanaan
karya. Mencatat kemampuan mereka dalam mengidentifikasi
gagasan visual dan memilih bahan.
2. Jurnal Eksplorasi Bahan: Peserta didik mencatat atau menggambar
singkat bahan-bahan yang mereka eksplorasi dan kesan mereka
terhadap bahan tersebut.
3. Tanya Jawab Singkat: Guru mengajukan pertanyaan lisan untuk
mengecek pemahaman tentang sumber gagasan visual dan
potensi bahan.
Asesmen Sumatif
1. Penilaian Karya "Pengalaman Visualku": Penilaian berdasarkan
rubrik yang berfokus pada:
1. Keterkaitan gagasan dengan pengalaman visual.
2. Eksplorasi dan penggunaan alat/bahan yang beragam.
3. Kreativitas dan orisinalitas karya.
4. Kerapian dan usaha dalam berkarya.
2. Presentasi Proses Berkarya: Penilaian kemampuan peserta didik
dalam menjelaskan gagasan, pilihan bahan, dan proses
pembuatan karya mereka.

K. Pemahaman Bermakna
Belajar berpikir dan bekerja secara artistik berarti kita menyadari bahwa
inspirasi seni ada di mana-mana, bahkan pada benda-benda sederhana di
sekitar kita. Kita tidak perlu mencari jauh-jauh untuk menemukan ide atau
bahan. Dengan mata yang jeli dan pikiran yang kreatif, kita bisa
mengubah daun kering menjadi sayap peri atau kardus bekas menjadi
rumah impian. Ini melatih kita untuk peka terhadap
lingkungan, berani bereksperimen, dan percaya diri dengan ide-ide
sendiri, yang semuanya adalah kemampuan penting tidak hanya
dalam seni, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

L. Materi Bahan Ajar


Berpikir dan bekerja secara artistik adalah tentang bagaimana kita
menggunakan mata dan pikiran kita untuk menciptakan sesuatu yang
indah. Mata kita adalah "kamera" yang merekam banyak hal setiap hari.
Kita melihat pohon yang tinggi, bunga yang berwarna-warni, awan yang
berbentuk lucu, atau bahkan pola-pola pada keramik lantai. Semua yang
kita lihat dan alami ini bisa menjadi sumber gagasan atau ide untuk
membuat karya seni. Contohnya, jika kita melihat kupu-kupu yang indah,
kita bisa menggambar kupu-kupu, atau membuat kolase kupu-kupu dari
daun-daun kering.
Selain gagasan, kita juga memerlukan alat dan bahan untuk berkarya.
Yang hebatnya, kita tidak selalu perlu membeli alat dan bahan yang
mahal. Banyak sekali alat dan bahan dasar yang bisa kita temukan di
lingkungan sekitar kita. Pensil, krayon, spidol, kertas, itu sudah biasa.
Tapi bagaimana dengan daun kering, ranting kecil, batu kerikil, kardus
bekas, koran bekas, atau bahkan kain perca? Semua itu bisa kita
gunakan untuk menciptakan karya seni yang unik dan menarik. Kuncinya
adalah berani mencoba dan mengeksplorasi bagaimana setiap bahan bisa
digunakan.
Saat kita mengeksplorasi alat dan bahan, kita belajar banyak hal baru.
Kita jadi tahu kalau pensil bisa membuat garis tipis, krayon bisa membuat
warna tebal, dan daun kering bisa memberi tekstur kasar. Dengan
mencoba-coba berbagai bahan, kita jadi lebih kreatif dan bisa
menemukan cara baru untuk menyampaikan ide kita melalui seni. Jadi,
mulai sekarang, lihatlah sekelilingmu dengan "mata seniman", dan kamu
akan menemukan banyak sekali harta karun untuk berkarya!

M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. Apa ide paling menarik yang saya dapatkan dari melihat
benda-benda di sekitar hari ini?
2. Bahan apa yang paling saya suka gunakan, dan kenapa? Apakah
ada bahan yang sulit saya gunakan?
3. Apakah saya sudah berani mencoba ide baru saat berkarya? Apa
yang saya pelajari dari percobaan itu?
Refleksi Pendidik
1. Apakah peserta didik mampu mengidentifikasi sumber gagasan
visual dari lingkungan sekitar dengan baik?
2. Apakah eksplorasi alat dan bahan berjalan efektif dan mendorong
kreativitas siswa?
3. Bagaimana cara saya dapat lebih mendorong peserta didik
untuk berani bereksperimen dengan berbagai media di
pertemuan selanjutnya?
N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)
Judul: Detektif Seni: Ide dan Bahan dari Sekitarku!
Nama Peserta Didik:
Tujuan Kegiatan:
1. Menemukan ide-ide seni dari apa yang kamu lihat.
2. Mengeksplorasi berbagai bahan yang ada di sekitarmu.
3. Membuat karya seni dari ide dan bahan yang kamu temukan.
Langkah Kegiatan:
1. Melihat dengan "Mata Seniman"!
1. Ajak matamu berkeliling di dalam atau di luar kelas. Cari 3
benda atau pemandangan yang menarik hatimu dan
membuatmu ingin menggambar atau membuat sesuatu.
2. Gambarkan di sini:

Benda/Pemandangan Benda/Pemandangan Benda/Pemandangan


Menarik 1 Menarik 2 Menarik 3

(Gambar sketsa) (Gambar sketsa) (Gambar sketsa)


3. Dari 3 gambar di atas, mana yang paling ingin kamu
jadikan karya seni? Lingkari!
2. Eksplorasi Bahan Ajaib!
1. Di meja bahan, ada banyak benda menarik! Coba
pegang dan rasakan: pensil warna, krayon, daun
kering, kertas bekas.
2. Tuliskan atau gambarkan 2 bahan yang paling kamu suka dan
kenapa:
1. Bahan 1: Kenapa suka?

2. Bahan 2: Kenapa suka?

3. Karya Seniku dari Pengalaman Visual!


1. Sekarang, gunakan idemu dari nomor 1 dan bahan pilihanmu
dari nomor 2 untuk membuat sebuah karya seni! Kamu bisa
menggambar, menempel, atau kombinasikan keduanya!
Gunakan kertas yang sudah disediakan.
2. Judul Karyaku:
3. Apa yang ingin kamu ceritakan dari karyamu ini?:

Rubrik Penilaian Analitik (Untuk Tugas Diskusi Kelompok dan


Presentasi Siswa)
Tema: Berpikir dan Bekerja Secara Artistik
Aspek Skala 1 Skala 5
Skala 2 Skala 3 Skala 4
Penilai (Sanga (Sanga
(Kurang (Cukup (Baik)
an t t Baik)
) )
Kurang
)
A.
Sumbe r
Gagasa
n&
Penggu
naan
Bahan

1.
Keterkai Gagasan Gagasan Gagasan
Gagasan tidak Gagasan
tan kurang cukup sangat
jelas atau jelas
Gagas jelas terkait, kuat
tidak terkait
an kaitanny namun dan
terkait dengan
denga a belum orisinal
pengalama pengala
n dengan tergamb dari
n visual. m an
Pengal pengala a r kuat. pengala
visual.
a man m an m an
Visual visual. visual.
Sangat
Menggun Menggun kreatif
2. Menggun
Hanya akan 2 akan dalam
Eksplor akan 2-3
mengguna jenis lebih mengek
asi & jenis
k an 1 bahan, dari 3 s plorasi
Pengg bahan
jenis namun jenis dan
u naan dengan
bahan, kurang bahan menggu
Alat/B eksplora
tidak ada berekspl dengan n akan
a han si
eksplorasi. o rasi. eksplora beraga
cukup.
s i baik. m
bahan.
Sangat
3.
Cukup Berani berani
Kebera Tidak berani Berani
mencob mencob dan
nian mencoba mencob
a, a inovatif
Menco hal baru, a
namun ide/tekni dalam
ba hanya ide/tekni
masih k baru mencob
(Ekspe meniru. k baru
ragu- dengan a
ri men) sesekali.
ragu. antusias. ide/tekn
ik baru.
B.
Proses &
Produk
Berkar
ya
Aspek Skala Skala
Skala 2 Skala Skala
Penilai 1 5
(Kurang 3 4
an (Sanga (Sanga
) (Cukup (Baik)
t t Baik)
)
Kurang
)
Sangat
Membut Cukup Cukup
1. Sangat mandiri
u hkan mandiri, mandiri
Proses bergantun dan
banyak sesekali dalam
Berkar g pada proaktif
bimbing butuh menyele
ya bantuan dalam
an bimbing s aikan
Mandir guru/tema proses
untuk a n. karya.
i n. berkary
memula
a.
i.
Sangat
2. rapi,
Kurang Rapi
Kualita Cukup detail,
Sangat rapi dan dan
s rapi dan dan
tidak rapi kurang menunju
Visual menunju menunju
dan kurang menunju k kan
Karya k kan k kan
usaha. k kan usaha
(Kerapi usaha. usaha
usaha. yang
an & maksim
baik.
Usaha) al
.
Penjelas
3. Penjelas Penjelas Penjelas an
Tidak bisa
Penjel an an an gagasan
menjelask
a san gagasan gagasan gagasan / proses
an
Gagas / proses / proses / proses sangat
gagasan/pr
an& kurang cukup jelas jelas
o sesnya.
Proses jelas. jelas. dan dan
runtut. mendala
m.

O. Pengayaan dan Remedial


Pengayaan
1. Bagi peserta didik yang telah mahir, mereka dapat ditantang
untuk membuat karya seni 3 dimensi dari bahan alam atau bahan
bekas.
2. Mengajak peserta didik membuat jurnal inspirasi, di mana mereka
secara rutin mencatat dan menggambar benda-benda menarik
yang mereka temui di lingkungan rumah dan sekolah.
3. Menugaskan peserta didik untuk mencari tahu tentang
seniman yang menggunakan bahan daur ulang dalam
karyanya.
Remedial
1. Memberikan bimbingan individual atau kelompok kecil untuk
membantu peserta didik dalam mengidentifikasi sumber gagasan
visual dari pengalaman sehari-hari.
2. Menyediakan pilihan bahan yang lebih sedikit dan sederhana untuk
eksplorasi bagi peserta didik yang masih kesulitan.
3. Mengulang kembali kegiatan observasi langsung di
lingkungan sekitar dengan pendampingan yang lebih
intensif.

P. Bahan Bacaan
Pendidik
 Efland, A. D. (2002). Art and Cognition: Integrating the Visual Arts in
the Curriculum. Teachers College Press.
 Kemendikbudristek. (2022). Buku Panduan Guru Seni Rupa Kelas II
Sekolah Dasar. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset,
dan Teknologi.
 Kolb, D. A. (1984). Experiential Learning: Experience as the Source
of Learning and Development. Prentice-Hall.
Peserta Didik
 Buku cerita bergambar yang menunjukkan anak-anak berkreasi
dari benda- benda sekitar.
 Buku-buku aktivitas seni yang mengajak anak untuk
bereksperimen dengan berbagai bahan.
 Majalah anak-anak tentang daur ulang dan kerajinan tangan.

Q. Glosarium
 Pengalaman Visual: Segala sesuatu yang kita lihat atau tangkap
oleh mata, yang kemudian dapat menjadi sumber ide atau
inspirasi.
 Eksplorasi: Kegiatan mencoba atau menjelajahi sesuatu secara
mendalam untuk menemukan potensi atau karakteristiknya.
 Karya 3 Dimensi: Karya seni yang memiliki panjang, lebar,
dan tinggi (volume), contohnya patung atau kerajinan
tangan.

R. Daftar Pustaka
1. Kemendikbudristek. (2021). Profil Pelajar Pancasila. Jakarta:
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
2. Kemendikbudristek. (2022). Modul Ajar Seni Rupa Fase A.
Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan
Teknologi.
3. Wiggins, G., & McTighe, J. (2005). Understanding by Design.
Association for Supervision and Curriculum Development.

Diketahui oleh : Langsa, 14 Juli


2025
Kepala Sekolah SDIT Almarhamah Guru Kelas II
(Irma Lestari, [Link] ) (Nanda Handayani,
[Link])
MODUL AJAR DEEP LEARNING
SENI RUPA

A. Identitas Penulis
 Nama Penyusun: Nanda Handayani, [Link]
 Satuan Pendidikan: SDIT Almarhamah
 Tahun Ajaran: 2025/2026
 Mata Pelajaran: SENI RUPA
 Fase: A
 Kelas/Semester: 2/2
 Alokasi Waktu: 18 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


Centang dimensi yang sesuai:
 [✓] Kreativitas
 [✓] Kolaborasi
 [✓] Komunikasi
 [✓] Kemandirian
 [✓] Penalaran Kritis
 [ ] Keimanan dan Ketakwaan
 [ ] Kewargaan
 [ ] Kesehatan

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Guru dapat menanyakan tentang pelaksanaan 7 kegiatan Anak
Indonesia Hebat melalui percakapan santai dan interaktif di awal
pembelajaran atau pada momen yang sesuai. Berikut adalah contoh
cara guru menanyakan:

"Anak-anak hebat, sebelum kita mulai belajar seni hari ini, Ibu/Bapak mau
tahu nih, siapa di sini yang tadi pagi Bangun tidur langsung semangat?
Angkat tangan! (Memberi kesempatan anak-anak mengangkat tangan).
Wah, hebat! Lalu, siapa yang sudah Beribadah pagi ini? (Memberi waktu
anak-anak merespons). Bagus sekali! Nah, siapa yang sudah Berolahraga
atau bergerak di rumah? Mungkin peregangan sebentar atau lari-lari
kecil? (Guru bisa mencontohkan gerakan). Luar biasa!
Sekarang, siapa yang kemarin malam sudah Gemar Belajar? Mungkin
membaca buku cerita atau membantu orang tua belajar? (Memberi
waktu). Keren! Kalau soal makan, siapa yang tadi pagi sudah Makan sehat
dan Bergizi? Sarapan apa tadi? (Minta beberapa anak menceritakan).
Enak sekali kedengarannya!
Terakhir, siapa yang di rumah suka Bermasyarakat? Mungkin membantu
orang tua, bermain dengan adik, atau menyapa tetangga? (Memberi
waktu). Hebat sekali! Dan yang paling penting, siapa yang tadi malam
sudah Tidur Cepat agar bangun pagi ini segar? (Memberi waktu). Itu
tandanya anak-anak hebat sudah siap belajar dengan semangat!"
Guru juga bisa menggunakan stiker, tabel ceklis personal, atau "bintang
kebaikan" untuk mengapresiasi anak-anak yang sudah melakukan
kegiatan tersebut secara konsisten. Pendekatan ini membuat anak
merasa diapresiasi dan termotivasi untuk terus melakukan kebiasaan
positif.

D. Capaian dan Tujuan


Pembelajaran
Capaian Pembelajaran:
 ELEMEN: Berdampak (Impacting)

Peserta didik memberikan respons terhadap kejadian sehari-hari


dan keadaan lingkungan sekitar melalui karya seni rupa yang
memberi dampak positif bagi dirinya.

Tujuan Pembelajaran:

Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat:

1. Mengidentifikasi berbagai kejadian sehari-hari atau fenomena


lingkungan sekitar yang menarik perhatian mereka.
2. Mengekspresikan perasaan dan ide terkait kejadian atau fenomena
tersebut melalui media seni rupa dengan eksplorasi bentuk, warna,
dan tekstur.
3. Menciptakan karya seni rupa yang merefleksikan pemahaman
mereka terhadap suatu isu atau pengalaman.
4. Menjelaskan potensi dampak positif dari karya seni rupa yang
mereka hasilkan bagi diri sendiri atau orang lain.
5. Berdiskusi dan memberikan umpan balik konstruktif terhadap
karya seni rupa teman untuk mengembangkan apresiasi dan
pemahaman.
6. Memamerkan karya seni rupa mereka dan mengkomunikasikan
pesan yang ingin disampaikan.

E. Sarana dan Prasarana


1. Proyektor/Papan Tulis Interaktif
2. Alat dan Bahan Seni Rupa (Pensil warna, krayon, cat air, kertas
gambar, gunting, lem, media daur ulang seperti kardus bekas,
botol plastik)
3. Contoh karya seni rupa yang berdampak (gambar/video)
4. Speaker/audio untuk musik latar (opsional)
5. Sudut pajang karya siswa
F. Target Peserta Didik
 Peserta didik reguler/tipikal: Umumnya, tidak ada kesulitan dalam
mencerna dan memahami materi ajar.

G. Model Pembelajaran
Model Pembelajaran: Project-Based Learning (PBL) dengan pendekatan
Deep Learning

Metode Pembelajaran: Diskusi, Eksplorasi, Demonstrasi, Presentasi,


Bermain Peran (opsional untuk stimulasi ide).

Pendekatan deep learning dalam PBL akan mendorong siswa untuk:


 Mengembangkan Pengetahuan Mendalam (Deep Knowledge):
Melalui riset sederhana dan eksplorasi konsep seni rupa terkait
respons terhadap lingkungan.
 Berpikir Kritis (Critical Thinking): Menganalisis isu atau
kejadian, merencanakan ide karya seni, dan mengevaluasi
hasil.
 Berkomunikasi Efektif (Effective Communication): Mempresentasikan
ide dan karya, serta berdiskusi dengan teman.
 Berinovasi dan Berkreasi (Innovation and Creativity): Menciptakan
solusi artistik yang unik dan bermakna.
 Berkolaborasi (Collaboration): Bekerja sama dalam kelompok,
berbagi ide, dan saling mendukung.
 Mengembangkan Karakter (Character): Bertanggung jawab,
menghargai proses, dan peduli terhadap lingkungan.

H. Pertanyaan Pemantik
 Mindful Learning: "Coba pejamkan mata sejenak, hirup napas dalam-
dalam, dan rasakan apa yang ada di sekitar kita. Suara apa yang
kamu dengar? Aroma apa yang kamu cium? Apa yang kamu
rasakan saat ini? Bagaimana perasaanmu tentang lingkungan di
sekitar kita?"
 Meaningful Learning: "Menurutmu, bisakah sebuah gambar atau
patung kecil membuat orang lain berpikir atau bahkan melakukan
sesuatu yang baik? Pernahkah kamu melihat karya seni yang
membuatmu merasa senang, sedih, atau ingin berubah? Contohnya
apa?"
 Joyful Learning: "Apa ya kira-kira yang paling seru kalau kita bisa
membuat sesuatu yang keren dari barang-barang bekas, lalu karya
kita itu bisa bikin teman-teman jadi senyum atau mikir hal baik?
Kira-kira, karya seni apa yang paling ingin kamu buat kalau bisa
membuat perubahan kecil di sekitarmu?"

I. Kegiatan Pembelajaran (18 JP)


Pendahuluan (Estimasi 2 JP)
1. Pembukaan (15 menit): Guru menyapa peserta didik dengan
hangat, mengajak berdoa, dan melakukan ice breaking ringan
yang melibatkan gerakan tubuh atau tebak-tebakan tentang
benda-benda di sekitar.
Mengaitkan dengan "7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat" melalui
pertanyaan pemantik santai.
2. Apersepsi (20 menit):
o Guru menunjukkan beberapa contoh karya seni rupa yang
memberikan dampak atau pesan tertentu (misalnya, gambar
tentang kebersihan lingkungan, patung kecil dari barang daur
ulang yang indah).
o Guru bertanya: "Apa yang kamu rasakan saat melihat
gambar/karya ini? Pesan apa yang ingin disampaikan oleh
pembuatnya?"
o Guru mengaitkan dengan pengalaman siswa: "Pernahkah
kamu melihat sesuatu di sekitar kita (misalnya, sampah
berserakan, bunga yang mekar indah, teman yang bersedih)
dan kamu ingin menceritakan atau mengubahnya lewat
gambar atau bentuk?"
3. Motivasi dan Orientasi Masalah (35 menit):
o Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: "Hari ini kita akan
belajar bagaimana kita bisa menjadi pahlawan kecil lewat
karya seni. Kita akan membuat karya seni yang tidak hanya
indah, tapi juga bisa membuat diri kita dan orang lain merasa
senang, berpikir, atau bahkan melakukan kebaikan!"
o Guru memberikan stimulus berupa cerita pendek atau
video singkat tentang sebuah isu sederhana di lingkungan
sekitar (misalnya, pentingnya menjaga kebersihan,
indahnya persahabatan, atau keajaiban alam).
o Guru memantik diskusi: "Dari cerita/video tadi, hal baik apa
yang bisa kita lakukan? Bagaimana kalau kita mencoba
membuat sesuatu yang bisa mengingatkan kita dan teman-
teman untuk melakukan hal baik itu?"
Kegiatan Inti (Estimasi 14 JP)
Pertemuan 1-2: Eksplorasi Ide dan Perencanaan (4 JP)
1. Identifikasi Masalah/Topik (60 menit):
o Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil (3-4 anak).
o Setiap kelompok diajak mengamati lingkungan sekitar (di
dalam kelas, halaman sekolah jika memungkinkan, atau
melalui gambar/video) dan mengidentifikasi satu kejadian
atau fenomena yang menarik perhatian mereka dan ingin
mereka respons melalui seni. Contoh: sampah berserakan,
bunga di taman, teman yang membantu.
o Guru membimbing diskusi agar setiap kelompok dapat
menentukan "pesan" atau "dampak positif" apa yang ingin
disampaikan melalui karya seni mereka.
o Kegiatan melatih penalaran kritis: Setiap kelompok
mempresentasikan singkat isu yang dipilih dan alasan
mengapa isu tersebut penting bagi mereka.
2. Brainstorming Ide dan Media (90 menit):
o Setiap kelompok berdiskusi ide-ide kreatif tentang bentuk
karya seni rupa yang akan mereka buat (misalnya, poster,
patung mini, kolase, diorama sederhana).
o Guru memperkenalkan berbagai alat dan bahan yang
tersedia (termasuk barang bekas) dan
mendemonstrasikan teknik dasar penggunaannya.
o Kegiatan melatih kreativitas dan kolaborasi: Setiap kelompok
menggambar sketsa awal karya mereka, menentukan bahan
yang akan digunakan, dan membagi tugas dalam kelompok.
Guru berkeliling memberikan bimbingan dan masukan.
o Time Allocation: Diskusi dan sketsa awal.
Pertemuan 3-6: Proses Berkarya (8 JP)
1. Penciptaan Karya Seni (240 menit):
o Peserta didik mulai menciptakan karya seni mereka sesuai
dengan rencana.
o Guru bertindak sebagai fasilitator, memberikan
dukungan, saran teknis, dan mendorong eksplorasi.
o Kegiatan melatih kemandirian: Setiap anak aktif dalam
proses pembuatan, namun tetap berkolaborasi dalam
kelompok.
o Kegiatan bermakna dan menyenangkan: Guru dapat
memutarkan musik instrumental yang menenangkan atau
memotivasi selama proses berkarya. Guru memberikan
apresiasi verbal yang positif untuk setiap usaha dan ide yang
muncul.
o Fokus pada proses eksplorasi dan ekspresi, bukan hanya
hasil akhir. Dorong siswa untuk mencoba hal baru dengan
bahan-bahan yang berbeda.
o Time Allocation: Proses pembuatan karya seni secara
berkelompok, dengan bimbingan individu dari guru.
Pertemuan 7-8: Refleksi dan Presentasi (2 JP)
1. Penyelesaian dan Finalisasi (30 menit):
o Kelompok menyelesaikan karya mereka, memastikan
pesan atau dampak positif yang ingin disampaikan
terlihat jelas.
o Guru membantu jika ada kesulitan teknis.
2. Presentasi dan Diskusi (60 menit):
o Setiap kelompok mempresentasikan karya mereka di depan
kelas.
o Kegiatan melatih komunikasi efektif: Setiap anggota
kelompok menjelaskan:
 Judul karyanya.
 Kejadian/fenomena yang direpons.
 Pesan/dampak positif yang ingin disampaikan.
 Proses pembuatannya dan peran masing-masing
anggota.
o Kelompok lain memberikan pertanyaan dan umpan balik
konstruktif (dipandu guru). Contoh: "Menurutmu, pesan
apa yang ingin disampaikan dari karya ini? Bagian mana
yang paling kamu sukai?"
o Time Allocation: Persiapan presentasi dan presentasi kelompok.
Penutup (Estimasi 2 JP)
1. Refleksi dan Apresiasi (30 menit):
o Guru mengajak seluruh peserta didik untuk melakukan
refleksi singkat tentang pembelajaran hari ini: "Apa yang
kalian pelajari hari ini? Perasaan apa yang muncul saat
membuat karya ini? Hal baik apa yang bisa kita ambil dari
proses ini?"
o Guru memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada
seluruh peserta didik atas usaha, kreativitas, dan kolaborasi
mereka.
o Kegiatan Bermakna: Peserta didik memilih satu karya seni
yang paling menginspirasi mereka dan menuliskan satu
kalimat pendek tentang mengapa karya itu berdampak
bagi mereka.
2. Penguatan Konsep (15 menit): Guru menyimpulkan pentingnya
seni rupa sebagai media ekspresi dan penyampai pesan positif.
Menekankan bahwa setiap karya seni, sekecil apapun, bisa
membawa dampak.
3. Penugasan/Tindak Lanjut (15 menit): Guru memberikan tantangan
kecil, misalnya, mengamati hal-hal baik di rumah atau di jalan dan
menuliskannya dalam jurnal sederhana.
4. Doa dan Salam (10 menit): Guru menutup pembelajaran dengan
doa dan salam.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif


Asesmen Formatif:
 Observasi Selama Proses Pembelajaran:
o Pengamatan partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi
kelompok.
o Pengamatan kreativitas dan eksplorasi saat berkarya.
o Pengamatan kolaborasi antar anggota kelompok.
o Pengamatan kemampuan mengidentifikasi isu atau fenomena.
 Penilaian Diskusi Kelompok: Guru mencatat poin-poin
penting dari presentasi awal kelompok (isu, ide).
 Sketsa Awal/Rencana Karya: Penilaian terhadap ide, konsep,
dan kesesuaian dengan tujuan dampak positif.
 Umpan Balik Lisan: Guru memberikan umpan balik langsung selama
proses pembuatan karya.
Asesmen Sumatif:
 Penilaian Proyek Karya Seni Rupa:
o Kesesuaian dengan Tema/Pesan: Sejauh mana karya
merepresentasikan isu yang dipilih dan dampak positif
yang ingin disampaikan.
o Kreativitas dan Orisinalitas: Keunikan ide dan eksplorasi
bentuk, warna, tekstur.
o Teknik dan Kerapian: Penggunaan alat dan bahan yang tepat
serta kerapian hasil karya.
o Dampak/Pesan yang Tersampaikan: Sejauh mana karya
memiliki potensi untuk memberikan dampak positif bagi
yang melihatnya.
 Penilaian Presentasi Kelompok: (Menggunakan Rubrik Penilaian
Analitik di bagian LKPD)
o Kejelasan Penyampaian: Mampu menjelaskan ide, proses,
dan pesan karya dengan jelas.
o Kepercayaan Diri: Kemampuan berbicara di depan kelas.
o Kerja Sama Tim: Keterlibatan setiap anggota dalam presentasi.
o Kemampuan Menjawab Pertanyaan: Mampu merespons
pertanyaan dari guru atau teman.

K. Pemahaman Bermakna
 Seni rupa bukan hanya tentang membuat gambar atau bentuk
yang indah, tetapi juga tentang bagaimana kita bisa
menggunakan kreativitas kita untuk menyampaikan pesan dan
memberikan dampak positif pada diri sendiri dan lingkungan
sekitar.
 Setiap orang memiliki kekuatan untuk mengubah hal-hal kecil di
sekitarnya menjadi lebih baik, dan seni adalah salah satu cara
yang sangat menyenangkan untuk melakukannya.

L. Materi Bahan Ajar


Mengenal Seni Rupa dan Lingkungan Sekitar

Seni rupa adalah cara kita mengungkapkan ide, perasaan, dan apa yang
kita lihat di sekitar kita menggunakan berbagai bentuk, warna, dan
tekstur. Kita bisa menggambar, mewarnai, membuat patung kecil, atau
bahkan menyusun benda- benda menjadi sesuatu yang baru. Lingkungan
sekitar kita, seperti rumah, sekolah, taman, atau bahkan kejadian sehari-
hari seperti hujan atau melihat sampah, bisa menjadi sumber ide yang
luar biasa untuk membuat karya seni. Dengan seni, kita bisa
menceritakan apa yang kita rasakan tentang hal-hal ini.

Seni yang Memberi Dampak Positif

Karya seni yang kita buat bisa memiliki "dampak positif". Artinya, karya
kita bisa membuat orang yang melihatnya merasa senang, berpikir
tentang hal baik, atau bahkan terinspirasi untuk melakukan sesuatu yang
berguna. Misalnya, kita bisa membuat gambar yang mengajak teman-
teman untuk membuang sampah pada tempatnya, atau patung kecil dari
botol bekas yang mengingatkan kita untuk menjaga kebersihan sungai.
Karya seni yang berdampak adalah karya yang tidak hanya indah, tetapi
juga punya "pesan kebaikan".

Proses Membuat Karya Seni Berdampak

Untuk membuat karya seni yang berdampak, kita bisa mulai dengan
mengamati lingkungan sekitar dan menemukan hal yang ingin kita
sampaikan. Lalu, kita bisa mencari ide dan merencanakan karya kita:
akan pakai bahan apa? Bentuknya seperti apa? Pesan apa yang mau kita
tunjukkan? Setelah itu, kita bisa mulai berkreasi menggunakan alat dan
bahan yang ada, seperti pensil warna, cat air, atau bahkan barang-
barang bekas. Ingat, proses berkarya itu penting dan menyenangkan,
karena di situlah kita belajar berkreasi dan menyampaikan ide kita!

M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik:
1. Apa bagian yang paling menyenangkan dari kegiatan membuat
karya seni yang berdampak ini?
2. Hal baru apa yang kamu pelajari tentang seni rupa atau tentang
lingkungan sekitarmu?
3. Apakah karyamu sudah berhasil menyampaikan pesan yang
ingin kamu sampaikan? Mengapa/mengapa tidak?
Refleksi Pendidik:
1. Apakah peserta didik menunjukkan pemahaman yang
mendalam tentang bagaimana seni dapat memberikan
dampak?
2. Apakah strategi pembelajaran yang digunakan (PBL dan deep
learning) efektif dalam mendorong kreativitas, kolaborasi, dan
pemikiran kritis?
3. Bagian mana dari kegiatan ini yang perlu ditingkatkan atau
dimodifikasi untuk pembelajaran selanjutnya?

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)


LKPD: Karya Seni Berdampak Positif
Nama Kelompok:

Anggota

Kelompok: 1.
2.
3.
4.
Petunjuk:
1. Amati lingkungan di sekitarmu (di kelas, di rumah, atau dari
gambar/video yang ditunjukkan guru).
2. Diskusikan dalam kelompok:
o Kejadian/fenomena apa yang menarik perhatianmu? (Contoh:
sampah berserakan, bunga layu, teman yang sedang
membantu, indahnya pemandangan).
o Pesan baik apa yang ingin kamu sampaikan
tentang kejadian/fenomena itu melalui karya
seni?
3. Tuliskan idemu di bawah ini:

1. Kejadian/Fenomena yang Diamati:

(Contoh: Banyak sampah plastik di selokan)

2. Pesan Baik yang Ingin Disampaikan Melalui

Karya Seni: (Contoh: Ayo jaga kebersihan


lingkungan dari sampah!)
3. Ide Karya Seni (Bentuk dan Bahan):

(Contoh: Membuat patung kecil dari botol plastik bekas berbentuk hewan
laut yang terjerat sampah, atau poster ajakan membuang sampah pada
tempatnya.)

4. Gambarlah sketsa awal karyamu di sini:

[Kotak kosong untuk menggambar sketsa]

Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Siswa
Tema: Karya Seni Berdampak Positif
Aspek Skala 1 Skala 5
Skala 2 Skala 3 Skala 4
Penilai (Sanga (Sanga
(Kurang (Cukup (Baik)
an t t Baik)
) )
Kurang
)
A.
Diskusi
Kelomp
ok

Tidak Sangat
Kurang Mampu
mampu Cukup jelas jelas
1. jelas mengide
mengide mengide dan
Identifik asi dalam n tifikasi
n tifikasi n tifikasi relevan
Isu/Pesa mengide isu dan
isu atau isu dan dalam
n n tifikasi pesan
pesan pesan. mengide
isu atau dengan
yang n tifikasi
pesan. jelas.
jelas. isu dan
pesan.
Tidak ada
Kerja sama Sangat
kerja Aktif
kurang, Cukup aktif
sama, berkolab
2. beberap kolabora berkolab
hanya o rasi,
Kolabor a ti f, ada o rasi
satu saling
asi Tim anggota pembagi dan
anggota menduk
tidak an berkontr
yang u ng.
terlibat. tugas. ib usi
aktif.
penuh.
Ide orisinal
Ide dan Ide
Ide tidak kurang Ide cukup relevan, sangat
3.
orisinal orisinal orisinal menunju orisinal
Kreativit as
atau atau dan k kan ,
Ide
tidak kurang relevan. kreativit inovati
relevan. releva as f, dan
n. . releva
n.
Aspek Skala Skala
Skala 2 Skala Skala
Penilai 1 5
(Kurang 3 4
an (Sanga (Sanga
) (Cukup (Baik)
t t Baik)
)
Kurang
)
B.
Present
asi
Kelomp
ok

Penyam
p aian Penyam
1. Penyam cukup Penyam p aian
Penyam
Kejelasa p aian jelas, p aian sangat
p aian
n tidak namun jelas jelas,
kurang
Penyam jelas ada dan terstrukt
jelas.
paian dan sulit bagian mudah ur
dipaham yang dipaham , dan
i. kurang. i. persuasi
f.
Cukup
Kurang Percaya
Tidak percaya Sangat
2. percay diri,
percaya diri, percaya
Keperca a diri, berbicar
diri, sulit namun diri dan
yaan sering a
berbicar masih komunik
Diri ragu- dengan
a di ada at if.
ragu. cukup
depan. keragua
mantap.
n.
Penjelas
Penjelas Penjelas
an
3. a n tidak Penjelas Penjelas an
sangat
Kesesu sesuai an an sesuai
sesuai
aian Isi dengan kurang cukup dengan
dan
dengan karya sesuai sesuai karya
mampu
Karya yang dengan dengan yang
menjelas
dibuat. karya. karya. ditampil
k an
ka n.
makna
karya.
4. Sangat
Tidak Cukup
Kemam Kurang Mampu mahir
mampu mampu
puan mampu menjawa menjawa
menjawa menjawa
Menjaw menjawa b b
b b
ab b pertanya pertanya
pertanya pertanya
Pertany pertanya an a n dan
a n. an
aan a n. dengan berargu
dengan
baik. m
bantuan.
entasi.
Skala Likert:
 1 = Sangat Kurang
 2 = Kurang
 3 = Cukup
 4 = Baik
 5 = Sangat Baik

O. Pengayaan dan Remedial


Pengayaan:
 Bagi peserta didik yang telah mencapai ketuntasan, dapat
diberikan tantangan tambahan untuk membuat karya seni rupa
yang lebih kompleks atau menggunakan teknik yang lebih
variatif.
 Mengajak peserta didik untuk meneliti lebih lanjut tentang
seniman-seniman yang karyanya memberikan dampak sosial atau
lingkungan.
 Membuat proyek mini "pameran seni berdampak" di lingkungan
sekolah.
Remedial:
 Bagi peserta didik yang belum mencapai ketuntasan, guru akan
memberikan bimbingan individual atau kelompok kecil untuk
memahami konsep dan mengulang proses pembuatan karya seni
dengan fokus pada aspek yang belum dikuasai.
 Menyediakan contoh-contoh karya yang lebih sederhana dan
membimbing langkah demi langkah.
 Memberikan kesempatan untuk merevisi karya atau membuat
karya baru dengan bimbingan lebih intensif.

P. Bahan Bacaan
Untuk Pendidik:
1. Purwanto, B. (2010). Pendidikan Seni Rupa di SD. Jakarta:
Universitas Terbuka.
2. Glazer, S. M. (1998). The Creative Classroom: Ideas for the 21st
Century. Allyn & Bacon.
3. Fullan, M. (2013). Stratosphere: Integrating Technology, Pedagogy,
and Change Knowledge. Pearson. (Membahas Deep Learning secara
umum)
Untuk Peserta Didik:
1. Buku cerita bergambar tentang lingkungan atau kebaikan.
2. Buku-buku aktivitas seni rupa untuk anak.
3. Majalah anak-anak yang menampilkan karya seni atau cerita
inspiratif.

Q. Glosarium
1. Dampak Positif: Pengaruh atau hasil yang baik dan menguntungkan.
2. Eksplorasi: Kegiatan mencari tahu atau menjelajahi
sesuatu untuk menemukan hal baru.
3. Kolaborasi: Kerja sama dengan orang lain untuk mencapai tujuan
bersama.
R. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Profil Pelajar
Pancasila. Jakarta: Kemendikbud. (Sebagai referensi umum,
meskipun dimensi yang diminta berbeda)
2. Tim Penyusun. (2022). Panduan Pembelajaran dan Asesmen
Kurikulum Merdeka. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Pembelajaran.
(Referensi umum untuk penyusunan modul ajar)
3. National Research Council. (2012). A Framework for K-12 Science
Education: Practices, Crosscutting Concepts, and Core Ideas. The National
Academies Press. (Konsep deep learning sering diadaptasi dari
kerangka kerja ini, meskipun untuk konteks yang lebih luas).

Anda mungkin juga menyukai