4
BAB 2
DASAR TEORI
2.1 Register Geser
Register geser adalah suatu rangkaian digital mendasarkan kepada flip-
flop dengan cara penyambungan tertentu, sehingga setiap bit yang disimpan
akan dikeluaran Q digeser ke flip-flop berikutnya. Pergeseran bit ini terjadi pada
setiap pulsa clock. Pulsa-pulsa clock tersebut dikirim ke semua flip-flop dalam
register, sehingga operasinya berjalan secara sinkron. Flip-flop jenis apapun
yang operasinya sesuai (terpicu tepian), dapat dipakai. Register merupakan blok
logika yang sangat penting dalam kebanyakan sistem digital. Register sering
digunakan untuk menyimpan (sementara) data biner yang sedang dikodekan.
Maka register membentuk suatu kaitan yang sangat penting antara sistem digital
utama dan kanal-kanal keluaran. Agar lebih praktis para pembuat IC membuat
register geser dalam bentuk IC. Register geser mempunyai empat tipe dasar
yaitu :
2.1.1 Serial Input Serial Output (SISO)
Pada tipe ini data dimasukkan bit demi bit mulai dari flip-flop yang paling
ujung dan digeser sampai semuanya terisi. Pergeseran data diatur oleh sinyal
clock tiap kali data dimasukkan satu persatu. Cara menyimpan data secara
sejajar, semua bagian register atau masing-masing flip-flop akan dimuati pada
saat yang bersamaan. Seperti yang terlihat pada gambar 2.1 dimana pada
gambar tersebut register geser menggunakan flip-flop tipe D.
5
Gambar 2.1 Logika Register Geser tipe SISO
Tegangan logika masukan diumpankan ke dalam register geser pada setiap
pulsa clock, dan dapat beubah pada waktu diantara pulsa-pulsa clock. Sesudah
sejumlah pulsa clock yang sama dengan jumlah flip-flop dalam register, pada
keluaran akan terdapat bit yang sama dengan bit yang pertama kali masuk.
Register SISO dapat bertindak sebagai tundaan waktu, dengan data dikeluaran
tertunda selama beberapa pulsa clock (sama dengan jumlah flip-flop).
2.1.2 Paralel Input Paralel Output (PIPO)
Register geser PIPO pada gambar 2.2 dibawah ini menggunakan flip-flop
tipe D. Pada cara ini semua bagian register atau masing-masing flip-flop diisi
pada saat yang bersamaan atau output masing-masing flip-flop akan merespon
sesuai data pada saat yang sama setelah diberikan sinyal input kontrol, dan
biasanya menggunakan terminal set atau reset bukan dengan pemberian clock.
6
A B C D
Paralel input
Gambar 2.2 Logika Register Geser tipe PIPO
2.1.3 Paralel Input Serial Output (PISO)
Register ini memungkinkan kita dapat mengirim data secara paralel
melalui satu saluran dengan output serial seperti yang terlihat pada gambar 2.3
dibawah ini.
Paralel input
Gambar 2.3 Logika Register Geser tipe PISO
7
Jenis flip-flop yang digunakan adalah J-K flip-flop atau flip-flop yang dilengkapi
dengan input preset. Pemasukan data dilakukan melalui input Preset. Data
kemudian digeser satu bit ketika diberikan pulsa clock. Hal ini memungkinkan
data yang disajikan dalam bentuk paralel (beberapa saluran pada saat yang
sama) dapat diubah menjadi bentuk serial (bit demi bit) untuk dikirimkan melalui
satu saluran.
A B C D E F
Gambar 2.4 Rangkaian dasar geser kiri / kanan
Pada gambar 2.4 diatas memperlihatkan bagaimana operasi pergeseran
ke kiri dan ke kanan dapat dikendalikan. C merupakan sinyal kendali, bilamana C
tinggi (berlogika 1), Dengan demikian rangkaian bertindak sebagai register geser
ke kanan. Sedangkan untuk rangkaian register geser kiri bekerja sebaliknya, C
harus rendah (berlogika 0). Setiap tepi positif dari pulsa pendetak akan
menggeser bit-bit yang tersimpan satu posisi ke kiri maupun ke kanan.
8
2.1.4 Seri Input Paralel Output (SIPO)
Register serial input paralel output (SIPO) merupakan kebalikan dari
register PISO, jika seperti yang terlihat pada gambar 2.4 dibawah ini.
Gambar 2.5. Logika register geser tipe SIPO
Pada tipe ini, data disajikan satu bit pada satu saat lalu digeser masuk pada
setiap pulsa clock. Sesudah seperangkat pulsa clock lengkap, register menjadi
penuh dan kandungannya dapat dibaca diterminal Q atau dikeluarkan melalui
seperangkat saluran paralel. Dalam pengertian ini, dikeluarkan berarti bahwa bit-
bit tersebut dapat dipakai untuk mengoperasikan gerbang atau rangkaian lain,
sementara registernya sendiri tidak mengalami perubahan karena tindakan ini.
Dengan menggunakan register SIPO, bit-bit data yang sudah dikirimkan secara
berurutan dari sebuah saluran dapat dikumpulkan hingga membentuk satu ‘kata’
dari beberapa bit.
2.2 Struktur IC 74LS194
IC register geser 74194 merupakan IC register universal karena dapat
dipakai secara luas. Terdiri atas register–register geser dua arah yang telah
dirancang untuk memenuhi semua sifat yang diharapkan dari register geser.
Rangkaiannya terdiri atas 46 setara gerbang, mempunyai masukan paralel,
9
keluaran paralel, masukan seri geser ke kiri dan geser ke kanan., masukan
kendali mode-operasi, dan garis hapus penolak langsung. Register mempunyai
empat mode operasi yang berbeda, yaitu:
1. Beban Paralel (seluruh sisi).
2. Geser ke kanan (dalam arah QA menuju QD).
3. Geser ke kiri (dalam arah QD menuju QA).
4. Detak terhalang (tidak mengerjakan sesuatu)
Gambar 2.6 Konfigurasi pin IC 74194
IC ini memiliki 10 pin masukan yang terdiri atas sebuah sinyal pendetak
(clock), sebuah sinyal kendali Reset (clear), dua buah sinyal kendali mode
operasi pergeseran kanan dan kiri secara paralel (S0 dan S1), dua buah sinyal
kendali mode operasi pergeseran kanan dan kiri secara serial (D SR dan DSL),
masukan data selebar 4 bit (D0 sampai D3) , dan memiliki 4 pin keluaran data
(Q0 sampai Q3). Salah satu kelebihan utama dari IC 74194 ini adalah
terdapatnya bagian masukan seri untuk berkerja sebagai pergeseran kiri dan
kanan, dan mode operasi ditentukan oleh keadaan digital dari mode masukan
sinyal kendali (S0 dan S1). Masukan sinyal kendali S0 dan S1 adalah sinyal
10
kendali yang menentukan jenis operasi yang dapat mengatur masukan data yang
harus dijalankan dengan pulsa biner.
Tabel 2.1 Tabel kebenaran IC 74194
INPUT OUTPUT
MODE SERI PARALEL
HAPUS DETAK QA QB QC QD
S1 S0 LEFT RIGHT A B C D
L X X X X X X X X X L L L L
H X X L X X X X X X QA0 QB0 QC0 QD0
H H H X X a b c d a b c d
H L H X H X X X X H QAN QBN QCN
H L H X L X X X X L QAN QBN QCN
H H L H X X X X X QBN QCN QDN H
H H L L X X X X X QBN QCN QDN L
H L L X X X X X X X QA0 QB0 QC0 QD0
H = Tingkat tinggi
L = Tingkat rendah
X = Sembarang ( sembarang masukan, termasuk transisi)
= Transisi dari taraf rendah ke tinggi
a,b,c,d = Taraf status stasioner di jalan masukan A,B,C,D
QAO, QB0, QC0, QD0 = taraf QA, QB, QC, QD sebelum terjadi kondisi jalan
masukan status stasioner yang ditunjukkan.
QAN, QBN, QCN,QDN = Taraf QA, QB, QC,QD sebelum transisi lonceng
paling akhir.
11
Dari tabel 2.1 diatas dapat dilihat bahwa, jika masukan sinyal kendali
Reset (Master Reset) diberi masukan pulsa 0 atau dibuat dalam keadaan rendah
maka akan menghapus keadaan Q0 sampai Q3, apapun masukan register dan
apapun keadaan keluaran Q0 sampai Q3 baik itu 0 atau 1 akan menjadi 0. sinyal
kendali reset bekerja secara asinkron atau tak serempak dengan sinyal
pendetak, artinya sewaktu-waktu sinyal reset aktif langsung ditanggapi oleh
register tanpa memperhatikan keadaan dari sinyal pendetak. IC 74194 memiliki
empat kemungkinan mode operasi, adapun empat mode operasi tertera dalam
tabel 2.2 dibawah ini.
Tabel 2.2 Mode operasi 74194
Mode Operasi S1 S0
Menahan (Hold) 0 0
Geser kiri 1 0
Geser Kanan 0 1
Pengisian Paralel 1 1
Sinyal kendali mode kontrol S0 dan S1 menentukan jenis atau model
(mode) kerja dari register, apakah geser kanan atau geser kiri, dan menahannya.
Sinyal kendali S0 dan S1 bekerja secara sinkron, artinya menyesuaikan dengan
sinyal pendetak atau lebih tepatnya tepi naik sinyal pendetak. Dengan
mengkombinasikan keadaan S0 dan S1 akan kita dapat berbagai macam jenis
pengoprasiaan dari register. Contohnya jika S0 dan S1 keduanya tinggi (High)
masukan data akan ditempatkan secara paralel pada D0 sampai D3. Register
kemudian akan mengisi paralel secara sinkron dengan tepi pulsa pendetak
(clock) positif pertama. Contoh yang lainnya, jika S0 dan S1 diberi pulsa 0 atau 1
12
secara bergantian maka data 4 bit dapat digeser ke kanan atau ke kiri.
Bergesernya data ke kanan atau ke kiri seiring dengan tepi naik sinyal pendetak.
Setiap kali sinyal pendetak menghasilkan satu pulsa maka posisi akan bergeser
satu dan seterusnya.
2.3 IC 555
IC 555 digunakan secara luas pada timer IC, rangkaian yang dapat
beroperasi pada dua mode yaitu monostabil (satu keadaan stabil) atau astabil
(tidak mempunyai keadaan stabil). Pada mode monostabil, dapat menghasilkan
waktu tunda yang akurat dari mikrodetik sampai jam. Pada mode astabil dapat
menghasilkan gelombang kotak dengan siklus aktif variable. Multivibrator adalah
suatu rangkaian yang terdiri atas dua buah piranti aktif dengan keluaran yang
saling berhubungan dengan masukan yang lain. Umpan balik positif yang
dihasilkan menyebabkan piranti yang satu harus di cut off, sedangkan piranti
yang lain dipaksa melakukan penghantaran. Multivibrator dikelompokkan
kedalam bistabil, monostabil dan astabil.
Pada operasi monostabil timer 555 mempunyai tegangan keluaran
rendah yang tidak dapat ditentukan. Saat IC 555 menerima trigger pada
tegangan keluaran akan berubah dari rendah ke tinggi. Keluaran akan tetap
tinggi untuk sementara waktu, dan akan kembali ke keadaan rendah setelah
waktu tunda. Keluaran akan tetap pada kondisi rendah sampai terdapat trigger
berikutnya.
Multivibrator adalah rangkaian dua keadaan yang mempunyai nol, satu,
atau dua keadaan stabil. Saat timer 555 digunakan pada mode monostabil,
kadang-kadang disebut multivibator monostabil karena hanya mempunyai satu
13
keadaan stabil. Multivibrator itu stabil pada keadaan rendah sampai menerima
trigger yang menyebabkan keluaran berubah ke keadaan tinggi. Akan tetapi
keadaan tinggi adalah bukan keadaan stabil karena keluaran akan
mengembalikan ke keadaan rendah pada saat pulsa terakhir. Saat beroperasi
pada mode monostabil 555 sering dianggap sebagai multivibrator one-shot
karena akan menghasilkan hanya satu pulsa pada setiap masukan trigger.
Durasi dari pulsa keluaran ini dapat dikontrol secara presis dengan resistor dan
kapasitor eksternal.
Gambar 2.7 IC 555
Timer 555 adalah IC 8 pin yang mempunyai kira-kira 2 lusin komponen
yang dihubungkan, seperti dioda, current mirror, dan transistor. Pin 1 terhubung
dengan ground, dan pin 8 dihubungkan dengan sumber tegangan positif. Timer
555 akan bekerja pada sumber tegangan antara +4,5 dan +18 v. Trigger masuk
ke dalam pin 2, dan keluar diambil dari pin 3. pin-pin lain yang tidak termasuk
disebutkan disini dihubungkan denga komponen eksternal yang menentukan
lebar pulsa keluaran. Pin 6 dihubungkan dengan koparator atas. Tegangan pada
pin 6 disebut dengan threshold. Tegangan ini berasal dari komponen eksternal
yang tak terlihat. Saat tegangan threshold lebih besar daripada UTP, komparator
atas akan mempunyai keluaran tinggi. Pin 4 digunakan untuk mereset tegangan
keluaran menjadi nol. Pin 5 digunakan untuk mengendalikan frekuensi keluaran
saat timer 555 digunakan pada mode astabil. Pada banyak aplikasi, dua pin
14
tersebut dibuat non aktif dengan cara berikut : pin 4 dihubungkan dengan +Vcc
dan pin 5 di bypass-kan ke ground melalui kapasitor.
Gambar 2.8 Rangkaian Clock IC555
. IC 555 dapat diaplikasikan untuk pembangkit pulsa sebagai contoh
untuk membuat multivibrator astabil. Multivibrator astabil dapat menghasilkan
aliran aliran pulsa yang kontinyu, berbentuk segi empat yang dapat berada pada
dua keadaan. Akan tetapi keadaan kedua pulsa-pulsa yang dihasilkan tidak
berada pada keadaan stabil, Kapasitor C mengisi muatan melalui tahanan R1
dan R2, sedangkan pengosongan muatan hanya melalui tahanan R2. Dalam
mode ini, tegangan kapasitor dalam melakukan pengisian dan pengosongan
berada diantara 1/3 dan 2/3 Vcc. kapasitor mengisi muatan melalui R1 dan R2
tegangan naik secara eksponensial dengan tetapan waktu τ = ( R1 + R2 ) C.
Maka rumus frekuensinya adalah :
F = 1/T
1
=
0.6932(R1+2R2)C
1.44
=
(R1+2R2)C