0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
37 tayangan9 halaman

Program Literasi Membaca dan Menulis SMPN 132

Program Bimbingan Membaca Kritis dan Menulis di SMPN 132 Jakarta bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi peserta didik melalui berbagai kegiatan membaca dan menulis yang terstruktur. Kegiatan ini meliputi kunjungan ke perpustakaan, pembuatan karya dari buku bacaan, dan klub literasi, serta berfokus pada pengembangan keterampilan berpikir kritis. Dengan program ini, diharapkan siswa dapat berpartisipasi aktif dalam masyarakat informasi dan meningkatkan daya saing bangsa.

Diunggah oleh

Ayu Lestarii
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
37 tayangan9 halaman

Program Literasi Membaca dan Menulis SMPN 132

Program Bimbingan Membaca Kritis dan Menulis di SMPN 132 Jakarta bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi peserta didik melalui berbagai kegiatan membaca dan menulis yang terstruktur. Kegiatan ini meliputi kunjungan ke perpustakaan, pembuatan karya dari buku bacaan, dan klub literasi, serta berfokus pada pengembangan keterampilan berpikir kritis. Dengan program ini, diharapkan siswa dapat berpartisipasi aktif dalam masyarakat informasi dan meningkatkan daya saing bangsa.

Diunggah oleh

Ayu Lestarii
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROGRAM KERJA BIMBINGAN MEMBACA KRITIS DAN MENULIS

SMPN 132 JAKARTA


TAHUN PELAJARAN 2023/2024

PEMERINTAH PROPINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA


DINAS PENDIDIKAN
SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) NEGERI 132
Jl. Tawangmangu No. 2 Kedaung Kaliangke Cengkareng Jakarta Barat 11710
KATA PENGANTAR

Deklarasi yang difasilitasi oleh UNESCO, menyebutkan bahwa literasi informasi terkait
pula dengan kemampuan untuk mengidentifikasi, menentukan, menemukan, mengevaluasi,
menciptakan secara efektif dan terorganisasi, menggunakan dan mengomunikasikan informasi
untuk mengatasi berbagai persoalan (UNESCO, 2013). Kemampuan-kemampuan itu harus
dimiliki tiap individu sebagai syarat untuk berpartisipasi dalam masyarakat informasi, hal itu
bagian dari hak dasar manusia menyangkut pembelajaran sepanjang hayat.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 tentang


Penumbuhan Budi Pekerti mengamanatkan pelaksanaan kegiatan pembiasaan harian, mingguan,
bulanan dan semesteran. Salah satu pembiasaan yang harus dilakukan adalah menggunakan 15
menit sebelum waktu pembelajaran untuk membaca buku selain buku pelajaran serta adanya
penghargaan terhadap peserta didik yang gemar membaca. Kegiatan gemar membaca sangat
terkait dengan literasi sekolah. Literasi menjadi sarana siswa dalam mengenal, memahami, dan
menerapkan ilmu yang didapatkannya di bangku sekolah. Dengan kemajuan teknologi informasi
mengakibatkan arus informasi begitu cepat dan menjadi tantangan bagi sekolah untuk
memanfaatkan internet bukan hanya sebagai sumber informasi, tetapi juga sebagai sarana
mengingkatkan kemampuan literasi.

Program Bimbingan Membaca Kritis dan Menulis ini disusun untuk memberikan acuan
pokok kepada semua pemangku kepentingan yang terkait dengan pelaksanaan literasi di SMPN
132 Jakarta Dengan terbitnya panduan ini, diharapkan memberi kejelasan dan kemudahan semua
pihak dalam melaksanakan berbagai perencanaan kegiatan, kerja sama dan memadukan program
secara sinergis. Dengan program yang disusun oleh berbagai pihak diharapkan akan
meningkatkan kemampuan literasi peserta didik SMPN 132 Jakarta, yang sekaligus akan
meningkatkan perannya dalam kemajuan bangsa Indonesia.

Jakarta, 2023

Tim Perpustakaan
BAB I

PENDAHULUAN

A. PENDAHULUAN

Keterampilan membaca merupakan aspek penting dalam pengembangan kemampuan


berpikir setiap individu. Melalui aktivitas membaca, pembaca dapat memperoleh pengetahuan
yang kelak dapat digunakan untuk meningkatkan kapasitas berpikirnya. Proses membaca pada
dasarnya merupakan aktivitas berpikir (Burns, Roe, dan Ross, 1996). Membaca melibatkan
aktivitas memahami, menginterpretasi, dan menilai informasi serta memberikan respons
terhadap beragam bacaan. Beragam aktivitas membaca tersebut melibatkan proses berpikir.
Para ahli di bidang membaca membagi aktivitas membaca dalam beberapa jenjang berbeda
berdasarkan intensitas proses berpikir yang dilibatkan. Jenjang membaca dibagi dalam empat
tingkatan, yakni (1) membaca literal, (2) membaca interpretatif, (3) membaca kritis, dan (4)
membaca kreatif (Turner, 1979; Burns, Betty, dan Ross, 1996; dan Nurhadi, 2009). Tingkatan
membaca literal merupakan level membaca paling dasar. Proses membaca pada level ini
berorientasi menemukan informasi yang dinyatakan secara eksplisit di dalam bacaan.
Tingkatan membaca interpretatif melibatkan kemampuan memperoleh informasi yang
diimplikasikan dari pernyataan antarbaris. Dalam proses membaca, pembaca dituntut menarik
inferensi dari pernyataan-pernyataan yang dikemukakan dalam bacaan. Tingkatan membaca
kritis melibatkan kemampuan memperoleh informasi melalui proses berpikir kritis. Dalam
membaca kritis, pembaca dituntut menganalisis, menyintesis, dan mengevaluasi isi bacaan.

Membaca kritis (critical reading) merupakan keterampilan membaca untuk


memperoleh informasi, menganalisis, menyintesis, dan mengevaluasi suatu [Link]
kritis adalah cara membaca dengan memahami bacaan secara mendalam, baik informasi
tersurat maupun [Link] juga diartikan bahwa membaca kritis adalah proses memahami
makna bacaan secara mendalam, baik isi teks maupun maksud penulis. Pada tahap bacaan
kritis, pembaca dituntut untuk menerapkan proses berpikir analitik, sintetik, dan evaluatif.

Menulis adalah suatu kegiatan berkomunikasi yang berupa sebuah penyampaian pesan
yang berisi informasi secara tertulis dengan menggunakan bahasa tulis sebagai media tempat
menuangkan atau mengungkapkan sebuah gagasan dan pikiran yang dimilikinya. Kegiatan
menulis melibatkan beberapa unsur yaitu penulis sebagai penyampaian pesan, isi tulisan,
saluran atau media, dan pembaca. Menulis adalah sebuah proses kreatif untuk menuangkan
gagasan dan pikiran dalam bentuk sebuah bahasa tulis dalam tujuan, seperti memberitahu,
menghibur, dan meyakinkan
Rendahnya literasi membaca tersebut akan berpengaruh pada daya saing bangsa dalam
persaingan global. Hal ini memberikan penguatan bahwa pembiasaan wajib baca sangat penting
diterapkan dalam pendidikan di Indonesia, karena wajib baca mempunyai tujuan yang sangat luas
dan mendasar yakni: a) membentuk budi pekerti luhur; b) mengembangkan rasa cinta membaca;
c) merangsang tumbuhnya kegiatan membaca di luar sekolah; d) menambah pengetahuan dan
pengalaman; e) meningkatkan intelektual; f) meningkatkan kreativitas; g) meningkatkan
kemampuan literasi tinggi.

B. TUJUAN KEGIATAN MEMBACA KRITIS DAN MENULIS

1. Memahami tujuan penulis/pengarang (Memberikan sebuah informasi kepada pembaca,

2. Menghibur pembaca, Meyakinkan pembaca, Mengajak pembaca)

3. Memanfaatkan kemampuan membaca pemahaman dengan berpikir kritis, Memahami


organisasi tulisan dan bacaan, organisasi tulisan mendasar (Pendahuluan, Isi, penutup)

4. Memberikan penilaian terhadap penyajian penulis dan pengarang, dan segi segi yang
dinilai adalah informasi logika, bahasa, kualifikasi dan sumber informasi.

5. Menerapkan prisip kritis terhadap bacaan.

C. PELAKSANAAN KEGIATAN MEMBACA KRITIS DAN MENULIS

Prinsip kegiatan Membaca Kritis dan Menulis sekolah merupakan pedoman yang mendasari
gerakan literasi sekolah.

Adapun prinsip literasi sekolah adalah sebagai berikut:

1. Literasi sekolah harus disesuaikan dengan perkembangan peserta didik berdasarkan


karakteristiknya.

2. Pelaksanaannya harus berimbang dengan berbagai jenis/ragam teks serta memperhatikan


hal-hal yang dibutuhkan peserta didik.

3. Berlangsung secara terintegrasi dan menyeluruh untuk semua kurikulum.

4. Literasi sekolah harus dijalankan secara berkelanjutan.

5. Literasi harus disertai kegiatan kecakapan dalam berkomunikasi secara lisan.

6. Dilakukan dengan mempertimbangkan keberagaman.


Kegiatan Membaca Kritis dan Menulis di SMPN 132 Jakarta mencakup beberapa kegiatan
yaitu :

a.) Membuat Jadwal Kunjungan di Perpustakaan (Terlampir)

Kegiatan ini bertujuan memanfaatkan perpustakaan untuk menumbuhkan kegemaran


membaca.

1) Pengelola perpustakaan memberikan jadwal kunjung ke perpustakaan kepada setiap


guru mata pelajaran.

2) Sesuai dengan jadwal, setiap guru mata pelajaran membawa murid satu kelas untuk
berkunjung ke perpustakaan.

b.) Membuat Hasil Karya dari Buku Bacaan

Kegiatan ini menghasilkan bukti Karya berupa Resensi Buku, Sinopsis, dan juga hasil
penilaian dari sebuah karya.

c.) Klub Literasi (Ekstrakurikuler KIR)

Murid-murid yang tergabung dalam klub ini melakukan berbagai aktivitas literasi, di
antaranya bedah buku, pelatihan menulis, pameran buku, kontes membaca,dll

d.) Mempublikasikan Karya Peserta Didik di Mading Sekolah

Hasil karya dari Membaca Kritis dan Menulis berupa Penilaian, Resensi buku dan juga
Sinopsis di publikasikan di Mading sekolah agar menarik minat pembaca.

Kegiatan Membaca Kritis dan Menulis di SMPN 132 Jakarta telah berjalan dengan
baik sesuai dengan Visi dan Misi. Kegiatan ini dikelola oleh TIM Perpustakaan yang
merupakan gabungan dari Guru-guru Bahasa dan Guru-guru Bidang lainnya. Pepustakaan
yang merupakan pusat dari literasi sekolah dimanfaatkan oleh siswa dalam melaksanakan
kegiatan literasi dan numerasi sekolah.
BAB II
ISI

Tahapan Membaca Kritis dan Menulis

Tahapan Hasil Tahapan

1. Buat pertanyaan dari Buku Pelajaran apabila ada


materi yang belum dipahami
Buat Pertanyaan
2. Dari Kegiatan Membaca Kritis dan Menulis peserta
didik dapat membuat Konsep dari sebuah buku.

1. Beberapa siswa dari masing-masing kelas memiliki


minat dan bakat dalam bidang literasi.

2. Peserta didik memilih Buku yang akan di Baca dan


Ambil Pelajaran
dituangkan didalam bacaan sesuai dengan Mata
Pelajaran

1. Murid mampu menuangkan ide/ gagasan mereka


dalam bentuk tulisan yang menarik dan kreatif.

2. Murid memiliki keterampilan dalam menulis jurnal


harian dan resensi buku.
Ambil Informasi
3. Murid memiliki kebiasaan positif membaca buku
sehingga kemampuan membaca mereka meningkat.

4. Murid mampu menghasilkan karya-karya yang dapat


dipublikasikan dalam sebuah buku atau media sosial.

1. Hasil karya peserta didik bisa di pajang di Mading


sekolah atau di sudut – sudut sekolah agar
Jabarkan Rencana
menumbuhkan minat baca dari peserta didik

2. Memberikan materi mengenai literasi kepada murid


(membaca, menulis, literasi digital, dsb).

3. Memberikan materi-materi tentang dasar-dasar


menulis dan contoh tulisan sederhana (puisi, pantun,
resensi buku, jurnal harian, cerpen, essay, cerita
monolog, karya ilmiah dll

Pelaksanaan 1. Perpustakaan membuat Jadwal Kunjungan setiap


kelas sesuai dengan Mata Pelajaran yang dipilih

2. Wali Kelas mengkoordinasikan Jadwal ke kelas nya


masing – masing

3. Setiap Minggu nya Bimbingan Membaca Kritis dan


Menulis terdapat 1 Kelas dan didampingi oleh
Bapak/Ibu guru setiap Mata Pelajaran

4. Setiap kelas yang mendapatkan Jadwal Bimbingan


Membaca Kritis dan Menulis dapat memilih Buku
yang akan dibaca dan di ulas sesuai dengan Mata
Pelajaran yang terdapat di Jadwal Kunjungan
Perpustakaan

5. Setelah Peserta Didik memilih Buku, diharapkan


Membaca buku dengan seksama agar mendapatkan
Informasi yang bermanfaat

6. Lalu Peserta didik melanjutkan tugas membaca


Kritis dengan menulis Kembali apa yang sudah
dibaca atau membuat Kesimpulan yang ada di buku
tersebut

7. Ketika hasil rangkuman dari buku yang sudah


dibaca, peserta didik dapat memindahkan hasil
tersebut secara digital.

8. Guru Mata Pelajaran membimbing peserta didik


untuk menggunakan aplikasi digital seperti Power
Point, Canva dll

9. Setelah selesai Peserta didik dapat mengumpulkan


hasil karya tersebut kepada Guru yang bersangkutan

10. Guru Mata Pelajaran dapat menilai dan memilih hasil


karya terbaik yang akan dipilih untuk di tampilan.
BAB III

KESIMPULAN

Membaca kritis merupakan salah satu keterampilan yang dibutuhkan saat ini. Di era

teknologi informasi yang berkembang dengan cepat, keterampilan membaca kritis dibutuhkan

untuk memahami, menginterpretasi, dan menilai informasi serta memberikan respons kritis

terhadap beragam bacaan. Melalui aktivitas membaca kritis, pembaca dapat memperoleh

pengetahuan yang kelak dapat digunakan untuk meningkatkan kapasitas berpikirnya sekaligus

menjadikan pembaca yang berdaya.

Penyelenggaraan kegiatan Bimbingan Membaca Kritis dan Menulis di SMPN 132 Jakarta

ini, dimaksudkan untuk memberikan ruang bagi setiap pihak terkait untuk mengetahui

tanggung jawab, peran yang diharapkan, serta optimalisasi implementasi bersinergi dengan

pihak lainnya agar kegiatan bimbingan SMPN 132 Jakarta dapat dilaksanakan dan mencapai

hasil yang diharapkan bersama.

Oleh karena itu, sesuai dengan tujuan, yaitu agar tercipta masyarakat Indonesia yang

gemar membaca, maka sangat dimungkinkan, bahkan dianjurkan bagi setiap pihak yang akan

melaksanakan juga menggunakan referensi lainnya yang relevan untuk memperkaya

implementasi di SMPN 132 Jakarta.


Akhirnya hanya kepada allah SWT sajalah apa yang direncanakan dalam program ini

dapat tercapai dengan maksimal seraya memohon semoga allah SWT senantiasa

melimpahkan rahmat, hidayah serta inayahnya kepada kita semua, Amin.

Anda mungkin juga menyukai