-5-
g. Penggunaan Peralatan Kerja.
(3) Bagian 2 Pedoman AHSP sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) huruf b merupakan AHSP Bidang Sumber
Daya Air dengan lingkup:
a. Pekerjaan Pintu Air dan Peralatan Hidromekanik;
b. Bendung;
c. Jaringan Irigasi;
d. Pengaman Sungai;
e. Bendungan dan Embung;
f. Pengaman Pantai;
g. Pengendali Muara Sungai;
h. Infrastruktur Rawa; dan
i. Infrastruktur Air Tanah dan Air Baku.
(4) Bagian 3 Pedoman AHSP sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) huruf c merupakan AHSP Bidang Bina Marga
dengan lingkup:
1. Spesifikasi Umum
a. Divisi 1 – Umum;
b. Divisi 2 – Drainase;
c. Divisi 3 - Pekerjaan Tanah;
d. Divisi 4 - Pelebaran Perkerasan dan Bahu
Jalan;
e. Divisi 5 - Perkerasan Berbutir dan Perkerasan
Beton Semen;
f. Divisi 6 - Perkerasan Aspal;
g. Divisi 7 – Struktur;
h. Divisi 8 - Pengembalian Kondisi dan
Pekerjaan Minor;
i. Divisi 9 - Pekerjaan Harian; dan
j. Divisi 10 - Pekerjaan Pemeliharaan Rutin.
2. Dalam hal diperlukan, dapat menggunakan
Spesifikasi Khusus.
(5) Bagian 4 Pedoman AHSP sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) huruf d merupakan AHSP Bidang Cipta Karya
dengan lingkup:
a. Divisi 1 Design development;
b. Divisi 2 Sitework;
JDIH Kementerian PUPR