MECHANIC DEVELOPMENT SECTION - MTBU
MeCA AID
EGI D155A-2
COMPETENCY ROMOVE & INSTALL
COMPONENT ELECTRIC SYSTEM
I. STRUCTURE & FUNCTION
NO SUBJECT STRUCTURE FUNCTION CARA/PRINSIP KERJA TROUBLE ANALYZE
Salah satu system electric unit yang berfungsi memberikan putaran awal no start
memberikan putaran awal pada engine agar pada engine (cranking shorted circuit
bisa dihidupkan rpm) supaya engine bisa disconnection
Cranking rpm (putaran awal engine sebagai dihidupkan
syarat menghidupkan engine, : 200-300rpm)
Komponen utamanya terdiri dari: battery,
Starting starting motor, safety relay, starting switch,
1
system battery relay
Sytem 24 volts
salah satu system electric unit yang berfungsi mengatur pengisian no charge
me”re-charge” (mengatur pengisian kembali kembali / recharging ke shorted circuit
pada battery setelah digunakan / dischagre) battery setelah digunakan disconnection
kompnen utamanya terdiri dari: battery, / discharging
alternator dan regulator, starting switch, mengatur supply tegangan
battrey relay ke sistem kelistrikan pada
Charging charging voltage: 27.5 – 29 Volts saat engine sudah hidup
2
system
salah satu sistem kelistrikan di unit yang mengatur sistem blown fuse
berfungsi mengatur penerangan untuk kerja penerangan yang blown lamp filament
maupun standar kesalamatan unit digunakan untuk kerja shorted circuit
komponen utamanya : battery, switch, fuse, maupun standar disconnection
Lighting lampu-lampu, relay, wiring keselamatan unit
3
system
Created by Ek@st
Created on 9/17/2006 2:17:00 PM
Revisi : 0 Page 1 of 5
MECHANIC DEVELOPMENT SECTION - MTBU
panel / layar tempat operator mengkontrol / Memberi peringatan Secara keseluruhan dikontorl oleh EVMS Shorted circuit
memonitor kerja dari system-system di unit kepada operator bila (electronic vehicle control system) Disconnection
Terletak pada sebelah kanan operator, di terjadi ketidaknormalan Microcomputer yang terpasang pada bagian Crack
dalam cabin, diposisikan sedemikan ruap pada system gauge dan monitor, memproses signal dari Broken
sehingga mudah terlihat operator Menampilkan kondisi unit dari setiap sensor dan menampilkannya ke Panel buram
Berisi : (1) Monitor, yang memberikan panel. Prinsip kerja: Lampu mati/ putus
peringatan kepada operator saat terjadi 1. ON semua gauge hidup selama 3
ketidaknormalan pada unit.(2). Service meter detik
4 Monitor panel dan gauge, yang menampilkan kondisi unit 2. CHECK setelah gauge hidup, jika
Terdapat microcomputer pada bagian monitor terdapat ketidaknormalan, check item
dan bagian gauge. akan berkedip dan warning lamp akan
Tampilannya dalam bentuk LCD (liquid cristal nyala pada waktu yang bersamaan
display) 3. CAUTION memberikan peringatan
Item yang tampil monitor dan gauge al: kepada operator bila terjadi ketidak
coolant level, battery charge level, engine oil normalan pada saat engine sudah
pressure, preheating, water temperature, TC dihidupkan (lampu warning berkedip
oil temperature, fuel level, service meter dan buzzer akan hidup
component kelistrikan yang berfungsi Mensensor kerja suatu inductive sensor/speed sensor shorted
medeteksi kerja dari suatu system system (tekanan / membaca putaran gear dan disconnection
contoh : gerakan mekanikal / controller dalam bentuk frequency jammed
inductive sensor / speed sensor temperature/ kemiringan, oil temperature sensor mendeteksi leaking
oil temperature sensor dll) dan mengirimkan suhu merubah resistance-nya worn
fill switch signal electric ke controller controller dalam bentuk voltage yang crack
accelerator sensor / monitor panel bervariatif broken
flow switch fill switch mendeteksi tekanan rusting
steering angle sensor controller dalam bentuk signal ON/OFF
pressure sensor accelerator sensor mendeteksi
level sensor pergerakan pedal merubah
resistance-nya controller dalam
bentuk voltage yang bervariatif
flow switch mendeteksi aliran
Sensor,
5 controller dalam bentuk signal ON/OFF
switches
angle sensor mendeteksi kemiringan
unit merubah resistance-nya
controller dalam bentuk voltage yang
bervariatif
pressure sensor mendeteksi tekanan
controller dalam bentuk voltage
yang bervariatif atau ON/OFF
level sensor mendeteksi ketinggian
suatu permukaan fluide controller
dalam bentuk voltage yang bervariatif
atau ON/OFF
Created by Ek@st
Created on 9/17/2006 2:17:00 PM
Revisi : 0 Page 2 of 5
MECHANIC DEVELOPMENT SECTION - MTBU
II. TECHNICAL TERM
Normally Open Switch switch yang normalnya (kondisi tidak diaktifkan) selalu terbuka / tidak berhubungan antar terminalnya
1 NO Switch
Contoh: TM Safety Neutral Switch, Back-up alarm Switch, Pin puller switch, Ripper selector switch
Normally Closed Switch switch yang normalnya (kondisi tidak diaktifkan) selalu berhubungan antar terminalnya
2 NC Switch
Contoh:
Switch yang berfungsi mencegah unit bisa distart pada saat lever transmission tidak pada kondisi neutral (untuk alasan keselamatan)
3 Neutral swicth
Pada D155 terletak pada cover TM control valve, dan akan aktif jika tersentuh TM lever (linkage-nya) pada saat posisi neutral (type NO switch)
4 Sensor switch Lihat keterangan structure & function
Komponen electric yang mampu menghasilkan suara, sebagai alat kontrol/peringatan/warning bila terjadi kondisi yang tidak normal.
5 Buzzer (warning buzzer)
Pada D155 terletak di bagian belakang operator seat
Valve yang bekerjanya berdasarkan arus listrik
Ada dua jenis solenoid :
6 Solenoid
1. proportional solenoid valve (bergeraknya valve tergantung besar kecilnya arus yang masuk)
2. constant solenoid valve (bergeraknya valve hanya membuka dan menutup penuh)
suatu bentuk rangkaian elektrik dimana susunan komponen-komponennya disusun secara berurutan
contoh : susunan battery pada lampu senter, battery pada alat berat
7 Series Circuit sifat : arus yang mengalir sama pada setiap bebannya, bila putus pada salah satu bebannya maka secara
keseluruhan rangkaian akan mati
suatu bentuk rangkaian elektrik dimana susunan komponen-komponennya disusun secara berjajar
contoh : rangkaian listrik pada rumah tangga, circuit listrik otomotif
8 Parallel Circuit sifat : tegangan yang mengalir sama pada setiap bebannya, bila terputus pada salah satu bebannya, rangkaian
masih bisa hidup
Sensor/alat pendeteksi ketinggian suatu permukaan fluida. Mis: water level sensor
Ada dua model sensing method-nya:
1. contact type sensor pada saat level cukup, maka contact “ON”, jika level turun maka contat “OFF”. Cont: water level sensor
9 Level sensor
2. resistance type sensor biasanya menggunakan pelampung untuk mendeteksi permukaan levelnya dan pergerakan pelampung tersebut
akan mengatur/menentukan nilai resistansi dari variable resistance yang selanjutnya akan dikirimkan ke monitor panel dalam bentul signal,
selanjutnya oleh monitor panel dirubah dalam bentuk gauge dengan range/skala tertentu. Cont : fuel level sensor
10 Female connector Konektor (alat penyambung/penghubung kabel yang dapat di lepas-pasang dengan mudah) yang berbentuk lubang.
11 Male connector Male conn: konektor (alat penyambung yang dapat di lepas-pasang dengan mudah) yang berbentuk pin.
III. TOOLS
NO SUBJECT FUNGSI/DESCRIPTION APLIKASI SATUAN
Alat untuk mengukur berat jenis suatu fluida mengukur BJ electrolite
1 Hydrotester
mengukur BJ air
Alat untuk mempermudah pengecheckan sistem electric (component, semua sistem/rangkaian Satuan tergantung apa yang
continuitas, hambatan dll) elektrik diukur (Ampere, Ohm, Volts)
Mempermudah mengidentifikasi terminal / pin positition
2 Hardness checker Mempermudah pengecheckan /pengetesan wiring harness
Dengan alat kita tidak perlu melepas komponen atau rangkaian untuk
melakukan pemeriksaan / pengukuran (mempermudah trouble shooting)
Created by Ek@st
Created on 9/17/2006 2:17:00 PM
Revisi : 0 Page 3 of 5
MECHANIC DEVELOPMENT SECTION - MTBU
Alat untuk menyolder (menyambungkan rangkaian electric dengan PCB, terminal-teminal small
3 Electric solder
menggunakan metode pemanasan/pengelasan/patri) elect. componnent)
4 Multi tester Alat untuk mengukur Arus, Tegangan, hambatan pada sistem elektrik Semua sistem electric Ampere, Volt, Ohm
III. PART RECOMENDATION
NO SUBJECT DESCRIPTION CONTOH
Electric system connection Part-part yang dibutuhkan untuk melakukan proses pekerjaan remove & install connector- Connector, grommet, scone, contact cleaner,
1
Part connector dari componen elektric timah solder,
IV. TESTING, INSPECTION, TROUBLE SHOOTING (dapat dilihat dan dijelaskan dengan Service Manual)
Pastikan linkage (Cable) terpasang dengan benar dulu, pada saat posisi N (neutral)
Pastikan pada sat seperti itu switch tertekan sejauh 1.5 mm (switch type NO), jadi pada saat posisi lever tidak neutral, switch kondisi off/ tidak
1 Neutral Switch
berhubungan (terminal C dari Starting switch dan C pada safety reay)
Lihat SM hal. 20-112
Sambil melihat starting system circuit, pengechekan dari kemungkinan faktor termudah dulu, seperti: fuse, pada saat on battery relay aktif atau
tidak? Battery cukup tegangannya atau tidak?)
Metode pengecekan dari hilir ke hulu (dari starting motor ke battery)
2 Engine tidak bisa start
Check apakah ada arus pada c starting motor saat starting switch posisi start, bila ada st. motor problem, bila tidak check safety relay
Safety relay problem (short / putus), atau selalu ada arus dari alternator ke safety relay
Starting switch problem (shorted, putus)
Berarti engine bisa berputar tetapi tidak mau hidup, kemungkinan penyebab:
Cranking rpm / starting speed tidak tercapai (min:150 rpm) battery drop voltage
Kegagalan dalam sistem-sistem di engine:
1. fuel syetem (supply fuel terhambat, atau kemasukan udara) filter/strainer buntu, hose bobor, feed pump rusak, dll
2. air intake dan exhaust system (buntu/tersumbat)
3. lubricating system (karena pelumasan gagal, putaran engine berat / cenderung jammed)
3 Engine tidak bisa hidup
4. sistem pre-heating tidak bekerja (pada cuaca dingin)
Panas berlebihan yaitu: tidak seimbangnya antara panas yang ditimbulkan oleh engine (lebih besar) dengan kapasitas pendinginan
Kemungkinan penyebab overheating: (terangkan sambil melihat circuit cooling system):
Kekurangan air radiator (bisa karena kebocoran di mana saja dalam system)
Radiator fin buntu menghambat aliran udara sehingga proses radiasi kurang
Radiator core buntu aliran/flow air terganggu, sehingga air yang panas tidak bisa didinginkan (sirkulasi)
Water pump problem (internal leakage besar, impeller slip, shaft patah)
Water temperature too
4 Oil cooler over heating pada oil yang tinggi justru membuat coolant turut menjadi panas
high (over heating)
Kebuntuan pada water manifold, engine water jacket
Thermostat jammed tertutup air tidak dialirkan ke radiator
Fan problem belt kendor/putus, blade terbalik, blade bengkok,
Pengoperasian yang salah (beroperasi pada beban penuh dalam waktu yang lama)
Kemungkinan kesalahan pada electric system (gauge / sensor rusak, wiring shorted)
Akibat yang terjadi komponen-komponen menjadi tidak tahan (meleleh, pecah, dsb)
Created by Ek@st
Created on 9/17/2006 2:17:00 PM
Revisi : 0 Page 4 of 5
MECHANIC DEVELOPMENT SECTION - MTBU
Kekurangan oil relief/regulator valve terlalu rendah (patah/kendor spring), filter/screen buntu, oilkurang, intrnal/eksternal leakage besar,
kelebihan oil scavenging pump tidak bekerja, regulator pressure terlalu tinggi,
Torque Converter
5 secara electric sensor/gauge rusak, shorted circuit
temperature too high
Mis operation memaksakan unit / stall terlalu lama / pemilihan gear yang tidak tepat
Sambil melihat charging system circuit, cara pengechekan: engine dihidupkan, gunakan voltmeter ukur tegangan yang keluar dari terminal B dan
R alternator (standard : 27.5 s.d 29 volts)
Lakukan pemeriksaan dari kemungkinan yang termudah dulu. Seperti :
1. belt tension (kendor/putus)
Charging system tidak 2. terminal connection pada rangkaian charging system (kendor/putus)
6
berfungsi 3. regulator problem (shorted / putus)
4. alternator brush aus
5. field coil terbakar/ shorted
6. rectifier bridge putus/terbakar
7. alternator bearing jammed
Starting system tidak
7 (Lihat engine tidak bisa di start)
berfungsi
Lihat SM hal. 20-239
kerusakan pada monitor panel
Monitor panel tidak
8 disconnection pada circuit
berfungsi
fuse blown
shorted circuit
CRITICAL POINT SAAT MENGERJAKAN KETRAMPILAN
Perhatikan prosedure keselamatan :
terhadap alat ganjal, lock out, danger tag, attachment diturunkan ke tanah,
terhadap manusia gunakan APD (helmet, gloves, goggles)
terhadap lingkungan oil pan untuk menampung ceceran oil
sebelum menentukan skala pada multitester, pastikan kita tahu dulu kira-kira berapa besarnya tegangan/arus yang hendak diukur
pastikan release pressure / matikan engine sebelum melakukan pengukuran pressure / memasang alat ukur/ plug
sebelum memasang coupler pastikan check point bersih dari kotoran
saat melakukan pengukuran, pastikan system dalam kondisi temperature kerja
jaga kebersihan terhadap alat, menusia, dan lingkungan
Created by Ek@st
Created on 9/17/2006 2:17:00 PM
Revisi : 0 Page 5 of 5