-1-
BAB IX. RANCANGAN KONTRAK
I. SURAT PERJANJIAN
CONTOH 1 - PENYEDIA TUNGGAL
SURAT PERJANJIAN
Kontrak Harga Satuan
Paket Pekerjaan Konstruksi
Pembangunan Pengaman Pantai Sekodi Kab. Bengkalis
Nomor : ........................ [diisi nomor Kontrak]
SURAT PERJANJIAN ini berikut semua lampirannya adalah Kontrak Kerja
Konstruksi Harga Satuan, yang selanjutnya disebut “Kontrak” dibuat dan
ditandatangani di ........... pada hari .......... tanggal ….... bulan .................
tahun .............. [tanggal, bulan dan tahun diisi dengan huruf], berdasarkan
Surat Penetapan Pemenang Nomor.…… tanggal ……., Surat Penunjukan
Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) Nomor ……. tanggal ……., [jika kontrak tahun
jamak ditambahkan surat persetujuan pejabat yang berwenang, misal: “dan
Surat Menteri Keuangan (untuk sumber dana APBN) Nomor ..... tanggal.....
perihal .....”], antara:
Nama : YUFENDRI, ST
NIP : 19700329 199403 1 001
Jabatan : Pejabat Pembuat Komitmen
Berkedudukan di : Dinas PUPRPKPP Jl. Jl. SM Amin No.9A,
Simpang Baru, Kec. Tampan, Kota
Pekanbaru, Riau 28292
-2-
*)
yang bertindak untuk dan atas nama Pemerintah Provinsi riau c.q. Dinas
Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan
Pertanahan berdasarkan Surat Keputusan ……. Nomor ……. tanggal …….
tentang ……. [SK pengangkatan PA/KPA/ Pejabat Penandatangan Kontrak]
[jika ditandatangani oleh Pejabat Penandatangan Kontrak ditambahkan surat
tugas dari PA/KPA] selanjutnya disebut “Pejabat Penandatangan Kontrak”,
dengan:
Nama : ………….. [nama wakli Penyedia]
Jabatan : ………….. [sesuai akta notaris]
Berkedudukan di : ………….. [alamat Penyedia]
Akta Notaris Nomor : ………….. [sesuai akta notaris]
Tanggal : ………….. [tanggal penerbitan akta]
Notaris : ………….. [nama notaris penerbit akta]
yang bertindak untuk dan atas nama ………….. [nama badan usaha]
selanjutnya disebut “Penyedia”.
Dan dengan memperhatikan:
1. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi
sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020
tentang Cipta Kerja;
2. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Buku III tentang Perikatan);
3. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2020 tentang Peraturan
Pelaksanaan Undang – Undang Nomor 2 tahun 2017 tentang Jasa
Konstruksi sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah
Nomor 14 Tahun 2021 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 22
Tahun 2020 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang – Undang Nomor 2
tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi;
4. Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan
Barang/Jasa Pemerintah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan
Presiden Nomor 12 Tahun 2021 tentang Perubahan Peraturan Presiden
Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah;
-3-
5. Peraturan Presiden Nomor 17 Tahun 2019 tentang Pengadaan
Barang/Jasa Pemerintah untuk Percepatan Pembangunan Kesejahteraan
di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat;
*) Disesuaikan dengan nama K/L/PD
PARA PIHAK MENERANGKAN TERLEBIH DAHULU BAHWA:
(a) telah dilakukan proses pemilihan Penyedia yang telah sesuai dengan
Dokumen Pemilihan;
(b) Pejabat Penandatangan Kontrak telah menunjuk Penyedia menjadi pihak
dalam Kontrak ini melalui Surat Penunjukan Penyediaan Barang/Jasa
(SPPBJ) untuk melaksanakan Pekerjaan Konstruksi Pembangunan
Pengaman Pantai Sekodi Kab. Bengkalis, sebagaimana diterangkan
dalam dokumen Kontrak ini selanjutnya disebut “Pekerjaan Konstruksi”;
(c) Penyedia telah menyatakan kepada Pejabat yang Penandatangan Kontrak,
memiliki keahlian profesional, tenaga kerja konstruksi, dan sumber daya
teknis, serta telah menyetujui untuk melaksanakan Pekerjaan Konstruksi
sesuai dengan persyaratan dan ketentuan dalam Kontrak ini;
(d) Pejabat Penandatangan Kontrak dan Penyedia menyatakan memiliki
kewenangan untuk menandatangani Kontrak ini, dan mengikat pihak yang
diwakili;
(e) Pejabat Penandatangan Kontrak dan Penyedia mengakui dan menyatakan
bahwa sehubungan dengan penandatanganan Kontrak ini masing-masing
pihak :
1) telah dan senantiasa diberikan kesempatan untuk didampingi oleh
advokat;
2) menandatangani Kontrak ini setelah meneliti secara patut;
3) telah membaca dan memahami secara penuh ketentuan Kontrak ini;
4) telah mendapatkan kesempatan yang memadai untuk memeriksa dan
mengkonfirmasikan semua ketentuan dalam Kontrak ini beserta
semua fakta dan kondisi yang terkait.
-4-
Maka oleh karena itu, Pejabat Penandatangan Kontrak dan Penyedia dengan
ini bersepakat dan menyetujui untuk membuat perjanjian pelaksanaan paket
Pekerjaan Konstruksi Pembangunan Pengaman Pantai Sekodi Kab.
Bengkalis dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut.
Pasal 1
ISTILAH DAN UNGKAPAN
Peristilahan dan ungkapan dalam Surat Perjanjian ini memiliki arti dan makna
yang sama seperti yang tercantum dalam lampiran Surat Perjanjian ini.
Pasal 2
RUANG LINGKUP PEKERJAAN UTAMA
Ruang lingkup pekerjaan utama terdiri dari:
1. Pembangunan Pengaman Pantai Sekodi Kab. Bengkalis sepanjang 170 M’
2. ................
3. dst.
[Catatan: ruang lingkup pekerjaan utama diisi dengan output dari pekerjaan
tersebut sesuai dengan dokumen identifikasi kebutuhan dalam Renstra]
Pasal 3
HARGA KONTRAK, SUMBER PEMBIAYAAN DAN PEMBAYARAN
(1) Harga Kontrak termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang diperoleh
berdasarkan total harga penawaran terkoreksi sebagaimana tercantum
dalam Daftar Kuantitas dan Harga adalah sebesar Rp. ……….. (………..
ditulis dalam huruf ……..) dengan kode akun kegiatan ……….;
(2) Kontrak ini dibiayai dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD)
Provinsi Riau Tahun Anggaran 2022;
-5-
(3) Pembayaran untuk kontrak ini dilakukan ke Bank ..... rekening
nomor : ............. atas nama Penyedia : ............... .
[Catatan : untuk kontrak tahun jamak agar dicantumkan rincian pendanaan
untuk masing-masing Tahun Anggarannya]
Pasal 4
DOKUMEN KONTRAK
(1) Kelengkapan dokumen-dokumen berikut merupakan satu kesatuan dan
bagian yang tidak terpisahkan dari Kontrak ini terdiri dari adendum
Kontrak (apabila ada), Surat Perjanjian, Surat Penawaran, Daftar
Kuantitas dan Harga, Syarat-Syarat Umum Kontrak, Syarat-Syarat
Khusus Kontrak beserta lampiranya berupa lampiran A (daftar harga
satuan timpang, subkontraktor, personel manajerial, dan peralatan utama),
lampiran B (Rencana Keselamatan Konstruksi), spesifikasi teknis,
gambar-gambar, dan dokumen lainnya seperti: Surat Penunjukan
Penyedia Barang/Jasa, Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan, jaminan-jaminan,
Berita Acara Rapat Persiapan Penandatanganan Kontrak, Berita Acara
Rapat Persiapan Pelaksanaan Kontrak.
(2) Jika terjadi pertentangan antara ketentuan dalam suatu dokumen dengan
ketentuan dalam dokumen yang lain maka yang berlaku adalah ketentuan
dalam dokumen yang lebih tinggi berdasarkan urutan hierarki sebagai
berikut:
a. adendum Kontrak (apabila ada);
b. Surat Perjanjian;
c. Surat Penawaran;
d. Syarat-Syarat Khusus Kontrak;
e. Syarat-Syarat Umum Kontrak;
f. spesifikasi teknis dan gambar;
g. Daftar Kuantitas dan Harga (Daftar Kuantitas dan Harga Hasil
Negosiasi apabila ada negosiasi); dan
-6-
h. Daftar Kuantitas dan Harga (Daftar Kuantitas dan Harga Terkoreksi
apabila ada koreksi aritmatik).
Pasal 5
MASA KONTRAK
(1) Masa Kontrak adalah jangka waktu berlakunya Kontrak ini terhitung sejak
tanggal penandatangananan Kontrak sampai dengan Tanggal Penyerahan
Akhir Pekerjaan;
(2) Masa Pelaksanaan ditentukan dalam Syarat-Syarat Khusus Kontrak,
dihitung sejak Tanggal Mulai Kerja yang tercantum dalam SPMK sampai
dengan Tanggal Penyerahan Pertama Pekerjaan selama 270 (Dua ratus
tujuh puluh) hari kalender;
(3) Masa Pemeliharaan ditentukan dalam Syarat-Syarat Khusus Kontrak
dihitung sejak Tanggal Penyerahan Pertama Pekerjaan sampai dengan
Tanggal Penyerahan Akhir Pekerjaan selama 180 (seratus delapan puluh)
hari kalender.
Dengan demikian, Pejabat Penandatangan Kontrak dan Penyedia telah
bersepakat untuk menandatangani Kontrak ini pada tanggal tersebut di atas
dan melaksanakan Kontrak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan di Republik Indonesia dan dibuat dalam 2 (dua) rangkap, masing-
masing dibubuhi dengan meterai, mempunyai kekuatan hukum yang sama dan
mengikat bagi para pihak, rangkap yang lain dapat diperbanyak sesuai
kebutuhan tanpa dibubuhi meterai.
Untuk dan atas nama Untuk dan atas nama
Penyedia............. [diisi nama badan Pejabat Penandatangan Kontrak
usaha] Pejabat Pembuat Komitmen
[tanda tangan dan cap (jika salinan
-7-
asli ini untuk Pejabat yang berwenang
untuk menandatangani Kontrak maka
rekatkan meterai Rp10.000,00)]
YUFENDRI, ST
NIP. 19700329 199403 1 001
[nama lengkap]
[jabatan]
-8-
CONTOH 2 - PENYEDIA KSO
SURAT PERJANJIAN
Kontrak Harga Satuan
Paket Pekerjaan Konstruksi
Pembangunan Pengaman Pantai Sekodi Kab. Bengkalis
Nomor : ........................ [diisi nomor Kontrak]
SURAT PERJANJIAN ini berikut semua lampirannya adalah Kontrak Kerja
Konstruksi Harga Satuan, yang selanjutnya disebut “Kontrak” dibuat dan
ditandatangani di ........... pada hari .......... tanggal ….... bulan .................
tahun .............. [tanggal, bulan dan tahun diisi dengan huruf], berdasarkan
Surat Penetapan Pemenang Nomor.…… tanggal ……., Surat Penunjukan
Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) Nomor ……. tanggal ……., [jika kontrak tahun
jamak ditambahkan surat persetujuan pejabat yang berwenang, misal: “dan
Surat Menteri Keuangan (untuk sumber dana APBN) Nomor ..... tanggal .....
perihal .....”], antara:
Nama : YUFENDRI, ST
NIP : 19700329 199403 1 001
Jabatan : Pejabat Pembuat Komitmen
Berkedudukan di : Dinas PUPRPKPP Jl. Jl. SM Amin No.9A,
Simpang Baru, Kec. Tampan, Kota
Pekanbaru, Riau 28292
yang bertindak untuk dan atas nama*) Pemerintah Provinsi Riau c.q. Dinas
Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan
Pertanahan berdasarkan Surat Keputusan ……. Nomor ……. tanggal …….
tentang ……. [SK pengangkatan PA/KPA/ Pejabat Penandatangan Kontrak]
[jika ditandatangani oleh Pejabat Penandatangan Kontrak ditambahkan surat
-9-
tugas dari PA/KPA] selanjutnya disebut “Pejabat Penandatangan Kontrak”,
dengan :
Nama : ………….. [nama wakil KSO]
Jabatan : ………….. [sesuai surat perjanjian KSO]
Berkedudukan di : ………….. [alamat wakil KSO]
yang bertindak untuk dan atas nama ..................... [nama badan usaha KSO]
sebagai badan usaha Kerja Sama Operasi (KSO) yang beranggotakan sebagai
berikut:
1. ......................[nama Penyedia 1];
2. ......................[nama Penyedia 2];
3. ......................[nama Penyedia 3].
yang masing-masing anggotanya bertanggungjawab secara tanggung renteng
atas semua kewajiban terhadap Pejabat Penandatangan Kontrak
sebagaimana diatur dalam Kontrak ini berdasarkan surat Perjanjian Kerja
Sama Operasi (KSO) Nomor ................ tanggal ........... selanjutnya disebut
“Penyedia”.
Dan dengan memperhatikan:
1. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi
sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020
tentang Cipta Kerja;
2. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Buku III tentang Perikatan);
3. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2020 tentang Peraturan
Pelaksanaan Undang – Undang Nomor 2 tahun 2017 tentang Jasa
Konstruksi sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah
Nomor 14 Tahun 2021 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 22
Tahun 2020 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang – Undang Nomor 2
tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi;
- 10 -
4. Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan
Barang/Jasa Pemerintah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan
Presiden Nomor 12 Tahun 2021 tentang Perubahan Peraturan Presiden
Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah;
5. Peraturan Presiden Nomor 17 Tahun 2019 tentang Pengadaan
Barang/Jasa Pemerintah untuk Percepatan Pembangunan Kesejahteraan
di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat;
*) Disesuaikan dengan nama K/L/PD
PARA PIHAK MENERANGKAN TERLEBIH DAHULU BAHWA:
(a) telah dilakukan proses pemilihan Penyedia yang telah sesuai dengan
Dokumen Pemilihan;
(b) Pejabat Penandatangan Kontrak telah menunjuk Penyedia menjadi pihak
dalam Kontrak ini melalui Surat Penunjukan Penyediaan Barang/Jasa
(SPPBJ) untuk melaksanakan Pekerjaan Konstruksi Pembangunan
Pengaman Pantai Sekodi Kab. Bengkalis sebagaimana diterangkan dalam
dokumen Kontrak ini selanjutnya disebut “Pekerjaan Konstruksi”;
(c) Penyedia telah menyatakan kepada Pejabat Penandatangan Kontrak,
memiliki keahlian profesional, tenaga kerja konstruksi, dan sumber daya
teknis, serta telah menyetujui untuk melaksanakan Pekerjaan Konstruksi
sesuai dengan persyaratan dan ketentuan dalam Kontrak ini;
(d) Pejabat
(e) Kontrak dan Penyedia menyatakan memiliki kewenangan untuk
menandatangani Kontrak ini, dan mengikat pihak yang diwakili;
(f) Pejabat yang berwenang untuk menandatangani Kontrak dan Penyedia
mengakui dan menyatakan bahwa sehubungan dengan Penandatanganan
Kontrak ini masing-masing pihak :
1) telah dan senantiasa diberikan kesempatan untuk didampingi oleh
advokat;
- 11 -
2) menandatangani Kontrak ini setelah meneliti secara patut;
3) telah membaca dan memahami secara penuh ketentuan Kontrak ini;
4) telah mendapatkan kesempatan yang memadai untuk memeriksa dan
mengkonfirmasikan semua ketentuan dalam Kontrak ini beserta
semua fakta dan kondisi yang terkait.
Maka oleh karena itu, Pejabat yang berwenang untuk menandatangani
Kontrak dan Penyedia dengan ini bersepakat dan menyetujui untuk membuat
perjanjian pelaksanaan paket Pekerjaan Konstruksi Pembangunan Pengaman
Pantai Sekodi Kab. Bengkalis dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut.
Pasal 1
ISTILAH DAN UNGKAPAN
Peristilahan dan ungkapan dalam Surat Perjanjian ini memiliki arti dan makna
yang sama seperti yang tercantum dalam lampiran Surat Perjanjian ini.
Pasal 2
RUANG LINGKUP PEKERJAAN UTAMA
Ruang lingkup pekerjaan utama terdiri dari:
1. Pembangunan Pengaman Pantai Sekodi Kab. Bengkalis sepanjang 170 M’
2. ................
3. dst.
[Catatan: ruang lingkup pekerjaan utama diisi dengan output dari pekerjaan
tersebut sesuai dengan dokumen identifikasi kebutuhan dalam Renstra]
Pasal 3
HARGA KONTRAK, SUMBER PEMBIAYAAN DAN PEMBAYARAN
- 12 -
(1) Harga Kontrak termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang diperoleh
berdasarkan total harga penawaran terkoreksi sebagaimana tercantum
dalam Daftar Kuantitas dan Harga adalah sebesar Rp. ……….. (………..
ditulis dalam huruf ……..) dengan kode akun kegiatan ……….;
(2) Kontrak ini dibiayai dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD)
Provinsi Riau Tahun Anggaran 2022;
(3) Pembayaran untuk kontrak ini dilakukan ke Bank ..... rekening
nomor : ............. atas nama Penyedia : ............... .
[Catatan: untuk kontrak tahun jamak agar dicantumkan rincian pendanaan
untuk masing-masing Tahun Anggarannya]
Pasal 4
DOKUMEN KONTRAK
(1) Kelengkapan dokumen-dokumen berikut merupakan satu kesatuan dan
bagian yang tidak terpisahkan dari Kontrak ini terdiri dari adendum
Kontrak (apabila ada), Surat Perjanjian, Surat Penawaran, Daftar
Kuantitas dan Harga, Syarat-Syarat Umum Kontrak, Syarat-Syarat
Khusus Kontrak beserta lampiranya berupa lampiran A (daftar harga
satuan timpang, subkontraktor, personel manajerial, dan peralatan utama),
lampiran B (Rencana Keselamatan Konstruksi), spesifikasi teknis,
gambar-gambar, dan dokumen lainnya seperti: Surat Penunjukan
Penyedia Barang/Jasa, Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan, jaminan-jaminan,
Berita Acara Rapat Persiapan Penandatanganan Kontrak, Berita Acara
Rapat Persiapan Pelaksanaan Kontrak.
(2) Jika terjadi pertentangan antara ketentuan dalam suatu dokumen dengan
ketentuan dalam dokumen yang lain maka yang berlaku adalah ketentuan
dalam dokumen yang lebih tinggi berdasarkan urutan hierarki sebagai
berikut:
a. adendum Kontrak (apabila ada);
b. Surat Perjanjian;
c. Surat Penawaran;
- 13 -
d. Syarat-Syarat Khusus Kontrak;
e. Syarat-Syarat Umum Kontrak;
f. spesifikasi teknis dan gambar;
g. Daftar Kuantitas dan Harga (Daftar Kuantitas dan Harga Hasil
Negosisasi apabila ada negosiasi); dan
h. Daftar Kuantitas dan Harga (Daftar Kuantitas dan Harga Terkoreksi
apabila ada koreksi aritmatik).
Pasal 5
MASA KONTRAK
(1) Masa Kontrak adalah jangka waktu berlakunya Kontrak ini terhitung sejak
tanggal penandatangananan Kontrak sampai dengan Tanggal Penyerahan
Akhir Pekerjaan;
(2) Masa Pelaksanaan ditentukan dalam Syarat-Syarat Khusus Kontrak,
dihitung sejak Tanggal Mulai Kerja yang tercantum dalam SPMK sampai
dengan Tanggal Penyerahan Pertama Pekerjaan selama 270 (Dua ratus
tujuh puluh) hari kalender;
(3) Masa Pemeliharaan ditentukan dalam Syarat-Syarat Khusus Kontrak
dihitung sejak Tanggal Penyerahan Pertama Pekerjaan sampai dengan
Tanggal Penyerahan Akhir Pekerjaan selama 180 (seratus delapan puluh)
hari kalender.
Dengan demikian, Pejabat yang berwenang untuk menandatangani Kontrak
dan Penyedia telah bersepakat untuk menandatangani Kontrak ini pada
tanggal tersebut di atas dan melaksanakan Kontrak sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan di Republik Indonesia dan dibuat dalam 2
(dua) rangkap, masing-masing dibubuhi dengan meterai, mempunyai
kekuatan hukum yang sama dan mengikat bagi para pihak, rangkap yang lain
dapat diperbanyak sesuai kebutuhan tanpa dibubuhi meterai.
- 14 -
Untuk dan atas nama Untuk dan atas nama
Penyedia............. [diisi nama KSO] Pejabat Penandatangan Kontrak
Pejabat Pembuat Komitmen
[tanda tangan dan cap (jika salinan
asli ini untuk Pejabat yang berwenang
untuk menandatangani Kontrak maka
rekatkan meterai Rp10.000,00)]
YUFENDRI, ST
[nama lengkap] NIP. 19700329 199403 1 001
[jabatan]
- 15 -
II. SYARAT-SYARAT UMUM KONTRAK
SYARAT-SYARAT UMUM KONTRAK
A. KETENTUAN UMUM
1. Definisi Istilah-istilah yang digunakan dalam Syarat-
Syarat Umum Kontrak selanjutnya disebut SSUK
harus mempunyai arti atau tafsiran seperti yang
dimaksudkan sebagai berikut.
1.1 Aparat Pengawas Intern Pemerintah yang
selanjutnya disingkat APIP adalah aparat
yang melakukan pengawasan melalui
audit, reviu, pemantauan, evaluasi, dan
kegiatan pengawasan lain terhadap
penyelenggaraan tugas dan fungsi
Pemerintah.
1.2 Bagian pekerjaan yang disubkontrakan
adalah bagian pekerjaan utama atau
bagian pekerjaan bukan utama yang
ditetapkan sebagaimana tercantum dalam
Dokumen Pemilihan yang pelaksanaanya
diserahkan kepada Penyedia lain
(subkontraktor) dan disetujui terlebih
dahulu oleh Pejabat yang berwenang
untuk menandatangani Kontrak.
1.3 Daftar Kuantitas dan Harga adalah daftar
kuantitas yang telah diisi harga satuan
dan jumlah biaya keseluruhannya yang
merupakan bagian dari penawaran.
1.4 Direksi Lapangan adalah tenaga/tim
pendukung yang dibentuk/ditetapkan oleh
Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak, terdiri dari 1
(satu) orang atau lebih, untuk mengelola
administrasi Kontrak dan mengendalikan
pelaksanaan pekerjaan.
- 16 -
1.5 Harga Kontrak adalah total harga
pelaksanaan pekerjaan yang tercantum
dalam Kontrak.
1.6 Harga Perkiraan Sendiri yang selanjutnya
disingkat HPS adalah perkiraan harga
barang/jasa yang ditetapkan oleh Pejabat
Penandatangan Kontrak yang telah
memperhitungkan biaya tidak langsung,
keuntungan dan Pajak Pertambahan Nilai.
1.7 Harga Satuan Pekerjaan yang selanjutnya
disingkat HSP adalah harga satu jenis
pekerjaan tertentu per satu satuan
tertentu.
1.8 Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan adalah
kerangka waktu yang sudah terinci
berdasarkan Masa Pelaksanaan, setelah
dilaksanakan pemeriksaan lapangan
bersama dan disepakati dalam rapat
persiapan pelaksanaan Kontrak.
1.9 Keadaan Kahar adalah suatu keadaan
yang terjadi di luar kehendak para pihak
dalam Kontrak dan tidak dapat
diperkirakan sebelumnya, sehingga
kewajiban yang ditentukan dalam Kontrak
menjadi tidak dapat dipenuhi.
1.10 Kegagalan Bangunan adalah suatu
keadaan keruntuhan bangunan dan/atau
tidak berfungsinya bangunan setelah
penyerahan akhir hasil Jasa Konstruksi.
1.11 Kerja Sama Operasi yang selanjutnya
disingkat KSO adalah kerja sama usaha
antar Penyedia yang masing-masing
pihak mempunyai hak, kewajiban dan
tanggung jawab yang jelas berdasarkan
perjanjian tertulis.
1.12 Kontrak Kerja Konstruksi selanjutnya
- 17 -
disebut Kontrak adalah keseluruhan
dokumen yang mengatur hubungan hukum
antara Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak dengan
Penyedia dalam pelaksanaan jasa
konsultansi konstruksi atau pekerjaan
konstruksi.
1.13 Kontrak Harga Satuan adalah Kontrak
dengan harga satuan yang tetap untuk
setiap satuan atau unsur pekerjaan
dengan spesifikasi teknis tertentu atas
penyelesaian seluruh pekerjaan dalam
batas waktu yang telah ditetapkan,
volume atau kuantitas pekerjaanya masih
bersifat perkiraan pada saat Kontrak
ditandatangani, pembayaran berdasarkan
hasil pengukuran bersama atas realisasi
volume pekerjaan dan nilai akhir Kontrak
ditetapkan setelah seluruh pekerjaan
diselesaikan.
1.14 Kuasa Pengguna Anggaran pada
pelaksanaan APBN yang selanjutnya
disingkat KPA adalah pejabat yang
memperoleh kuasa dari PA untuk
melaksanakan sebagian kewenangan dan
tanggung jawab Penggunaan Anggaran
pada Kementerian Negara/Lembaga yang
bersangkutan.
1.15 Kuasa Pengguna Anggaran pada
Pelaksanaan APBD yang selanjutnya
disebut KPA, adalah pejabat yang diberi
kuasa untuk melaksanakan sebagian
kewenangan PA dalam melaksanakan
sebagian tugas dan fungsi perangkat
daerah
1.16 Masa Kontrak adalah jangka waktu
berlakunya Kontrak ini terhitung sejak
- 18 -
tanggal penandatangananan Kontrak
sampai dengan Tanggal Penyerahan Akhir
Pekerjaan.
1.17 Masa Pelaksanaan adalah jangka waktu
untuk melaksanakan seluruh pekerjaan
terhitung sejak Tanggal Mulai Kerja
sampai dengan Tanggal Penyerahan
Pertama Pekerjaan.
1.18 Masa Pemeliharaan adalah jangka waktu
untuk melaksanakan kewajiban
pemeliharaan oleh Penyedia, terhitung
sejak Tanggal Penyerahan Pertama
Pekerjaan sampai dengan Tanggal
Penyerahan Akhir Pekerjaan.
1.19 Mata Pembayaran Utama adalah mata
pembayaran yang pokok dan penting yang
nilai bobot kumulatifnya minimal 80%
(delapan puluh persen) dari seluruh nilai
pekerjaan, dihitung mulai dari mata
pembayaran yang nilai bobotnya terbesar.
1.20 Metode Pelaksanaan Pekerjaan adalah
metode yang menggambarkan
penguasaan penyelesaian pekerjaan yang
sistematis dari awal sampai akhir meliputi
tahapan/urutan pekerjaan utama dan
uraian/cara kerja dari masing-masing
jenis kegiatan pekerjaan utama yang
dapat dipertanggung jawabkan secara
teknis.
1.21 Pejabat Pembuat Komitmen yang
selanjutnya disingkat Pejabat
Penandatangan Kontrak adalah pejabat
yang diberi kewenangan oleh PA/KPA
untuk mengambil keputusan dan/atau
melakukan tindakan yang dapat
mengakibatkan pengeluaran anggaran
- 19 -
belanja negara.
1.22 Pekerjaan Konstruksi adalah keseluruhan
atau sebagian kegiatan yang meliputi
pembangunan, pengoperasian,
pemeliharaan, pembongkaran, dan
pembangunan kembali suatu bangunan.
1.23 Pekerjaan Utama adalah rangkaian
kegiatan dalam suatu penyelenggaraan
pekerjaan konstruksi yang memiliki
pengaruh terbesar dalam mengakibatkan
terjadinya keterlambatan penyelesaian
pekerjaan konstruksi dan secara langsung
menunjang terwujudnya dan berfungsinya
suatu konstruksi sesuai peruntukannya
sebagaimana tercantum dalam rancangan
kontrak.
1.24 Pelaku Usaha adalah badan usaha atau
perseorangan yang melakukan usaha
dan/atau kegiatan pada bidang tertentu.
1.25 Pengawas Pekerjaan adalah tim
pendukung/badan usaha yang
ditunjuk/ditetapkan oleh Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani
Kontrak yang bertugas untuk mengawasi
pelaksanaan pekerjaan.
1.26 Pengguna Anggaran yang selanjutnya
disingkat PA adalah pejabat pemegang
kewenangan penggunaan anggaran
Kementerian Negara/Lembaga/Perangkat
Daerah.
1.27 Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak adalah pemilik
atau pemberi pekerjaan yang
menggunakan layanan Jasa Konstruksi
yang dapat berupa Pengguna Anggaran,
Kuasa Pengguna Anggaran, atau Pejabat
- 20 -
Pembuat Komitmen.
1.28 Penyedia adalah Pelaku Usaha yang
menyediakan barang/jasa berdasarkan
Kontrak.
1.29 Personel Manajerial adalah tenaga ahli
atau tenaga teknis yang ditempatkan
sesuai penugasan pada organisasi
pelaksanaan pekerjaan.
1.30 Sanksi Daftar Hitam adalah sanksi yang
diberikan kepada Peserta
pemilihan/Penyedia berupa larangan
mengikuti Pengadaan Barang/Jasa di
seluruh Kementerian/Lembaga dalam
jangka waktu tertentu.
1.31 Subkontraktor adalah Penyedia yang
mengadakan perjanjian kerja tertulis
dengan Penyedia penanggung jawab
Kontrak, untuk melaksanakan sebagian
pekerjaan (subkontrak).
1.32 Surat Jaminan yang selanjutnya disebut
Jaminan adalah jaminan tertulis yang
dikeluarkan oleh Bank Umum/Perusahaan
Penjaminan/Perusahaan
Asuransi/lembaga keuangan khusus yang
menjalankan usaha di bidang pembiayaan,
penjaminan, dan asuransi untuk
mendorong ekspor Indonesia.
1.33 Surat Perintah Mulai Kerja yang
selanjutnya disingkat SPMK adalah surat
yang diterbitkan oleh Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani
Kontrak kepada Penyedia untuk memulai
melaksanakan pekerjaan.
1.34 Tanggal Mulai Kerja adalah tanggal yang
dinyatakan pada SPMK yang diterbitkan
oleh Pejabat yang berwenang untuk
- 21 -
menandatangani Kontrak untuk memulai
melaksanakan pekerjaan.
1.35 Tanggal Penyerahan Pertama Pekerjaan
adalah tanggal serah terima pertama
pekerjaan selesai (Provisional Hand
Over/PHO) dinyatakan dalam Berita Acara
Serah Terima Pertama Pekerjaan yang
diterbitkan oleh Pejabat yang berwenang
untuk menandatangani Kontrak.
1.36 Tanggal Penyerahan Akhir Pekerjaan
adalah tanggal serah terima akhir
pekerjaan selesai (Final Hand Over/FHO)
dinyatakan dalam Berita Acara Serah
Terima Akhir Pekerjaan yang diterbitkan
oleh Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak.
1.37 Tenaga Kerja Konstruksi adalah tenaga
kerja yang bekerja di sektor konstruksi
yang meliputi ahli, teknisi atau analis, dan
operator.
2. Penerapan SSUK diterapkan secara luas dalam pelaksanaan
Pekerjaan Konstruksi ini tetapi tidak dapat
bertentangan dengan ketentuan-ketentuan
dalam Dokumen Kontrak lain yang lebih tinggi
berdasarkan urutan hierarki dalam Surat
Perjanjian.
3. Bahasa dan Hukum 3.1 Bahasa Kontrak harus dalam bahasa
Indonesia.
3.2 Dalam hal Kontrak dilakukan dengan
pihak asing harus dibuat dalam bahasa
Indonesia dan bahasa Inggris. Dalam hal
terjadi perselisihan dengan pihak asing
digunakan Kontrak dalam bahasa
Indonesia.
3.3 Hukum yang digunakan adalah hukum
yang berlaku di Indonesia.
- 22 -
4. Korespondensi 4.1 Semua korespondensi dapat berbentuk
surat, e-mail dan/atau faksimili dengan
alamat tujuan para pihak yang tercantum
dalam SSKK.
4.2 Semua pemberitahuan, permohonan, atau
persetujuan berdasarkan Kontrak ini harus
dibuat secara tertulis dalam Bahasa
Indonesia, dan dianggap telah
diberitahukan jika telah disampaikan
secara langsung kepada Wakil Sah Para
Pihak dalam SSKK, atau jika disampaikan
melalui surat tercatat dan/atau faksimili
ditujukan ke alamat yang tercantum dalam
SSKK.
5. Wakil Sah Para Pihak 5.1 Setiap tindakan yang disyaratkan atau
diperbolehkan untuk dilakukan, dan setiap
dokumen yang disyaratkan atau
diperbolehkan untuk dibuat berdasarkan
Kontrak ini oleh Pejabat yang berwenang
untuk menandatangani Kontrak atau
Penyedia hanya dapat dilakukan atau
dibuat oleh Wakil Sah Para Pihak atau
pejabat yang disebutkan dalam SSKK
kecuali untuk melakukan perubahan
kontrak.
5.2 Kewenangan Wakil Sah Para Pihak diatur
dalam Surat Keputusan dari Para Pihak
dan harus disampaikan kepada masing-
masing pihak.
5.3 Dalam hal Direksi Lapangan diangkat dan
ditunjuk menjadi Wakil Sah Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani
Kontrak, maka selain melaksanakan
pengelolaan administrasi kontrak dan
pengendalian pelaksanaan pekerjaan,
Direksi Lapangan juga melaksanakan
pendelegasian sesuai dengan pelimpahan
- 23 -
dari Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak.
6. Larangan Korupsi, 6.1 Berdasarkan etika pengadaan barang/jasa
Kolusi dan/atau pemerintah, para pihak dilarang untuk :
Nepotisme, 1) menawarkan, menerima atau
Penyalahgunaan menjanjikan untuk memberi atau
Wewenang serta menerima hadiah atau imbalan berupa
Penipuan apa saja atau melakukan tindakan
lainnya untuk mempengaruhi siapapun
yang diketahui atau patut dapat diduga
berkaitan dengan pengadaan ini;
2) mendorong terjadinya persaingan tidak
sehat; dan/atau
3) membuat dan/atau menyampaikan
secara tidak benar dokumen dan/atau
keterangan lain yang disyaratkan untuk
penyusunan dan pelaksanaan Kontrak
ini.
6.2 Penyedia menjamin bahwa yang
bersangkutan termasuk semua anggota
KSO (apabila berbentuk KSO) dan
subkontraktornya (jika ada) tidak pernah
dan tidak akan melakukan tindakan yang
dilarang pada pasal 6.1 di atas.
6.3 Penyedia yang menurut penilaian Pejabat
yang berwenang untuk menandatangani
Kontrak terbukti melakukan larangan-
larangan di atas dapat dikenakan sanksi-
sanksi administratif oleh Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani
Kontrak sebagai berikut:
1) pemutusan Kontrak;
2) Jaminan Pelaksanaan dicairkan dan
disetorkan sebagaimana ditetapkan
dalam SSKK;
3) sisa uang muka harus dilunasi oleh
- 24 -
Penyedia atau Jaminan Uang Muka
dicairkan dan disetorkan sebagaimana
ditetapkan dalam SSKK; dan
4) pengenaan Sanksi Daftar Hitam.
6.4 Pengenaan sanksi administratif di atas
dilaporkan oleh Pejabat yang berwenang
untuk menandatangani Kontrak kepada
PA/KPA.
6.5 Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak yang terlibat
dalam korupsi, kolusi, dan/atau nepotisme
dan penipuan dikenakan sanksi
berdasarkan ketentuan peraturan
perundang-undangan.
7. Asal Material/Bahan 7.1 Penyedia harus menyampaikan asal
material/bahan yang terdiri dari rincian
komponen dalam negeri dan komponen
impor selama pelaksanaan pekerjaan
kepada Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak.
7.2 Asal material/bahan merupakan tempat
material/bahan diperoleh, antara lain
tempat material/bahan ditambang,
tumbuh, atau diproduksi.
7.3 Kendaraan yang digunakan untuk
pengiriman dan pengangkutan
material/bahan mematuhi peraturan
perundangan terkait beban dan dimensi
kendaraan.
8. Pembukuan Penyedia diharapkan untuk melakukan
pencatatan keuangan yang akurat dan
sistematis sehubungan dengan pelaksanaan
pekerjaan ini berdasarkan standar akuntansi
yang berlaku.
9. Perpajakan Penyedia, Subkontraktor (jika ada), dan Tenaga
Kerja Konstruksi yang bersangkutan
- 25 -
berkewajiban untuk membayar semua pajak,
bea, retribusi, dan pungutan lain yang
dibebankan oleh peraturan perpajakan atas
pelaksanaan Kontrak ini. Semua pengeluaran
perpajakan ini dianggap telah termasuk dalam
Harga Kontrak.
10. Pengalihan Seluruh 10.1 Pengalihan seluruh Kontrak hanya
Kontrak diperbolehkan dalam hal pergantian nama
Penyedia, baik sebagai akibat peleburan
(merger) maupun akibat lainnya.
10.2 Jika ketentuan di atas dilanggar maka
Kontrak diputuskan sepihak oleh Pejabat
yang berwenang untuk menandatangani
Kontrak dan Penyedia dikenakan sanksi
sebagaimana diatur dalam pasal 44.2.
11. Pengabaian Jika terjadi pengabaian oleh satu pihak terhadap
pelanggaran ketentuan tertentu Kontrak oleh
pihak yang lain maka pengabaian tersebut tidak
menjadi pengabaian yang terus-menerus selama
Masa Kontrak atau seketika menjadi pengabaian
terhadap pelanggaran ketentuan yang lain.
Pengabaian hanya dapat mengikat jika dapat
dibuktikan secara tertulis dan ditandatangani
oleh Wakil Sah Pihak yang melakukan
pengabaian.
12. Penyedia Mandiri Penyedia berdasarkan Kontrak ini bertanggung
jawab penuh terhadap Tenaga Kerja Konstruki
dan subkontraktornya (jika ada) serta pekerjaan
yang dilakukan oleh mereka.
13. KSO KSO memberi kuasa kepada salah satu anggota
yang disebut dalam Surat Perjanjian untuk
bertindak atas nama KSO dalam pelaksanaan
hak dan kewajiban terhadap Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani Kontrak
berdasarkan Kontrak ini.
14. Pengawasan 14.1 Pejabat yang berwenang untuk
- 26 -
Pelaksanaan menandatangani Kontrak menetapkan
Pekerjaan Pengawas Pekerjaan untuk melakukan
pengawasan pelaksanaan pekerjaan
sesuai Kontrak ini. Pengawas Pekerjaan
dapat berasal dari personel Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani
Kontrak (Direksi Teknis) atau Penyedia
Jasa Pengawasan (Konsultan Pengawas).
14.2 Dalam melaksanakan kewajibannya,
Pengawas Pekerjaan bertindak
profesional. Jika tercantum dalam SSKK,
Pengawas Pekerjaan yang berasal dari
Personel Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak dapat bertindak
sebagai Wakil Sah Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani
Kontrak.
15. Tugas dan 15.1 Semua gambar dan rencana kerja yang
Wewenang digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan
Pengawas Pekerjaan sesuai Kontrak, untuk pekerjaan
permanen maupun pekerjaan sementara
mendapatkan persetujuan dari Pengawas
Pekerjaan sesuai pelimpahan wewenang
dari Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak.
15.2 Jika dalam pelaksanaan pekerjaan ini
diperlukan terlebih dahulu ada pekerjaan
sementara yang tidak tercantum dalam
Daftar Kuantitas dan Harga di dalam
Kontrak maka Penyedia berkewajiban
untuk menyerahkan spesifikasi dan
gambar usulan pekerjaan sementara
tersebut untuk mendapatkan pernyataan
tidak berkeberatan (no objection) untuk
dilaksanakan dari Pengawas Pekerjaan.
Pernyataan tidak berkeberatan atas
rencana pekerjaan sementara ini tidak
- 27 -
melepaskan Penyedia dari tanggung
jawabnya sesuai Kontrak.
15.3 Pengawas Pekerjaan melaksanakan tugas
dan wewenang paling sedikit meliputi:
1) mengevaluasi dan menyetujui rencana
mutu pekerjaan konstruksi Penyedia
Jasa pelaksana konstruksi;
2) memberikan ijin dimulainya setiap
tahapan pekerjaan;
3) memeriksa dan menyetujui kemajuan
pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi
sesuai dengan ketentuan dalam
Kontrak;
4) memeriksa dan menilai mutu dan
keselamatan konstruksi terhadap hasil
akhir pekerjaan;
5) menghentikan setiap pekerjaan yang
tidak memenuhi persyaratan;
6) bertanggungjawab terhadap hasil
pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi
sesuai tugas dan tanggungjawabnya;
7) memberikan laporan secara periodik
kepada Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak sesuai
dengan ketentuan dalam Kontrak.
15.4 Dalam hal Pengawas Pekerjaan
melaksanakan tugas dan wewenang
sebagaimana yang dimaksud pada pasal
15.3 yang akan mempengaruhi ketentuan
atau persyaratan dalam kontrak maka
Pengawas Pekerjaan terlebih dahulu
mendapatkan persetujuan dari Pejabat
yang berwenang untuk menandatangani
Kontrak.
15.5 Penyedia berkewajiban untuk
melaksanakan perintah Pengawas
- 28 -
Pekerjaan yang sesuai dengan
kewenangan Pengawas Pekerjaan dalam
Kontrak ini.
16. Penemuan- Penyedia wajib memberitahukan kepada Pejabat
penemuan yang berwenang untuk menandatangani Kontrak
dan kepada pihak yang berwenang semua
penemuan benda/barang yang mempunyai nilai
sejarah atau penemuan kekayaan di lokasi
pekerjaan yang menurut peraturan perundang-
undangan dikuasai oleh negara.
17. Akses ke Lokasi 17.1 Penyedia berkewajiban untuk menjamin
Kerja akses Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak, Wakil Sah
Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak, Pengawas
Pekerjaan dan/atau pihak yang mendapat
izin dari Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak ke lokasi kerja
dan lokasi lainnya dimana pekerjaan ini
sedang atau akan dilaksanakan.
17.2 Penyedia harus dianggap telah menerima
kelayakan dan ketersediaan jalur akses
menuju lapangan dan Penyedia harus
berupaya menjaga setiap jalan atau
jembatan dari kerusakan akibat
penggunaan/lalu lintas Penyedia atau
akibat personel Penyedia, maka:
a. Penyedia harus bertanggung jawab
atas pemeliharaan yang mungkin
diperlukan akibat pengunaan jalur
akses;
b. Penyedia harus menyediakan rambu
atau petunjuk sepanjang jalur akses,
dan mendapatkan perizinan yang
mungkin disyaratkan oleh otoritas
terkait untuk penggunaan jalur, rambu,
dan petunjuk;
- 29 -
c. biaya karena ketidak layakan atau
tidak tersedianya jalur akses untuk
digunakan oleh Penyedia, harus
ditanggung Penyedia; dan
d. Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak tidak
bertanggung jawab atas klaim yang
mungkin timbul akibat penggunaan
jalur akses.
17.3 Dalam hal untuk menjamin ketersediaan
jalan akses tersebut membutuhkan biaya
yang lebih besar dari biaya umum
(overhead) dalam Penawaran Penyedia,
maka Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak dapat
mengalokasikan biaya untuk penyediaan
jalur akses tersebut di dalam Harga
Kontrak.
17.4 Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak tidak
bertanggung jawab atas klaim yang
mungkin timbul selain penggunaan jalur
akses tersebut.
B. PELAKSANAAN, PENYELESAIAN, ADENDUM DAN PEMUTUSAN KONTRAK
18. Masa Kontrak Kontrak ini berlaku efektif sejak
penandatangananan Surat Perjanjian oleh Para
Pihak sampai dengan Tanggal Penyerahan Akhir
Pekerjaan dan hak dan kewajiban Para Pihak
yang terdapat dalam Kontrak sudah terpenuhi.
B.1 Pelaksanaan Pekerjaan
19. Penyerahan Lokasi 19.1 Sebelum penyerahan lokasi kerja,
Kerja dan Personel dilakukan peninjauan lapangan bersama
oleh para pihak.
19.2 Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak berkewajiban
- 30 -
untuk menyerahkan lokasi kerja sesuai
dengan kebutuhan Penyedia yang
tercantum dalam rencana penyerahan
lokasi kerja yang telah disepakati oleh
para pihak dalam Rapat Persiapan
Penandatangananan Kontrak, untuk
melaksanakan pekerjaan tanpa ada
hambatan kepada Penyedia sebelum
SPMK diterbitkan.
19.3 Hasil peninjauan dan penyerahan
dituangkan dalam Berita Acara
Penyerahan Lokasi Kerja.
19.4 Jika dalam peninjauan lapangan bersama
ditemukan hal-hal yang dapat
mengakibatkan perubahan isi Kontrak
maka perubahan tersebut harus
dituangkan dalam Berita Acara
Penyerahan Lokasi Kerja yang selanjutnya
akan dituangkan dalam addendum
kontrak.
19.5 Jika Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak tidak dapat
menyerahkan lokasi kerja sesuai
kebutuhan Penyedia yang untuk mulai
bekerja pada Tanggal Mulai Kerja untuk
melaksanakan pekerjaan dan terbukti
merupakan suatu hambatan yang
disebabkan oleh Pejabat yang berwenang
untuk menandatangani Kontrak, maka
kondisi ini ditetapkan sebagai Peristiwa
Kompensasi.
19.6 Penyedia menyerahkan Personel dengan
memenuhi ketentuan sebagai berikut:
19.6.1 bukti sertifikat kompetensi:
1) personel manajerial pada Pekerjaan
Konstruksi; atau
- 31 -
2) personel inti pada Jasa Konsultansi
Konstruksi;
19.6.2 bukti sertifikat kompetensi
sebagaimana dimaksud dalam huruf b
dilaksanakan tanpa menghadirkan
personel yang bersangkutan;
19.6.3 perubahan jangka waktu
pelaksanaan pekerjaan dikarenakan
jadwal pelaksanaan pekerjaan yang
ditetapkan sebelumnya akan melewati
batas tahun anggaran;
19.6.4 melakukan sertifikasi bagi operator,
teknisi, atau analis yang belum
bersertifikat pada saat pelaksanaan
pekerjaan; dan
19.6.5 pelaksanaan alih
pengalaman/keahlian bidang
konstruksi melalui sistem kerja
praktik/magang, membahas paling
sedikit terkait jumlah peserta, durasi
pelaksanaan, dan jenis keahlian.
Apabila Penyedia tidak dapat
menunjukan bukti sertifikat maka
Pejabat Penandatangan Kontrak
meminta Penyedia untuk mengganti
personel yang memenuhi persyaratan
yang sudah ditentukan. Penggantian
personel harus dilakukan dalam jangka
waktu mobilisasi dan sesuai dengan
kesepakatan.
20. Surat Perintah Mulai 20.1 Pejabat yang berwenang untuk
Kerja (SPMK) menandatangani Kontrak menerbitkan
SPMK paling lambat 14 (empat belas) hari
kerja sejak tanggal penandatangananan
Kontrak atau 14 (empat belas) hari kerja
sejak penyerahan lokasi kerja pertama
- 32 -
kali.
20.2 Dalam SPMK dicantumkan seluruh lingkup
pekerjaan dan Tanggal Mulai Kerja.
21. Rencana Mutu 21.1 Penyedia berkewajiban untuk
Pekerjaan Konstruksi mempresentasikan dan menyerahkan
(RMPK) RMPK sebagai penjaminan dan
pengendalian mutu pelaksanaan
pekerjaan pada rapat persiapan
pelaksanaan Kontrak, kemudian dibahas
dan disetujui oleh Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani
Kontrak .
21.2 RMPK disusun paling sedikit berisi:
a. Rencana Pelaksanaan Pekerjaan (Work
Method Statement );
b. Rencana Pemeriksaan dan
Pengujian/Inspection and Test Plan
(ITP);
c. Pengendalian Subkontraktor dan
Pemasok.
21.3 Penyedia wajib menerapkan dan
mengendalikan pelaksanaan RMPK secara
konsisten untuk mencapai mutu yang
dipersyaratkan pada pelaksanaan
pekerjaan ini.
21.4 RMPK dapat direvisi sesuai dengan
kondisi pekerjaan.
21.5 Penyedia berkewajiban untuk
memutakhirkan RMPK jika terjadi
Adendum Kontrak dan/atau Peristiwa
Kompensasi.
21.6 Pemutakhiran RMPK harus menunjukan
perkembangan kemajuan setiap pekerjaan
dan dampaknya terhadap penjadwalan
sisa pekerjaan, termasuk perubahan
terhadap urutan pekerjaan. Pemutakhiran
- 33 -
RMPK harus mendapatkan persetujuan
Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak .
21.7 Persetujuan Pejabat yang berwenang
untuk menandatangani Kontrak terhadap
RMPK tidak mengubah kewajiban
kontraktual Penyedia.
22. Rencana 22.1 Penyedia berkewajiban untuk
Keselamatan mempresentasikan dan menyerahkan RKK
Konstruksi (RKK) pada saat rapat persiapan pelaksanaan
Kontrak, kemudian pelaksanaan RKK
dibahas dan disetujui oleh Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani
Kontrak.
22.2 Para Pihak wajib menerapkan dan
mengendalikan pelaksanaan RKK secara
konsisten.
22.3 RKK menjadi bagian dari Dokumen
Kontrak.
22.4 Penyedia berkewajiban untuk
memutakhirkan RKK sesuai dengan
kondisi pekerjaan, jika terjadi perubahan
maka dituangkan dalam adendum
Kontrak.
22.5 Pemutakhiran RKK harus mendapat
persetujuan Pejabat yang berwenang
untuk menandatangani Kontrak.
22.6 Persetujuan Pejabat yang berwenang
untuk menandatangani Kontrak terhadap
pelaksanaan RKK tidak mengubah
kewajiban kontraktual Penyedia.
23. Rapat Persiapan 23.1 Paling lambat 7 (tujuh) hari kalender sejak
Pelaksanaan Kontrak diterbitkannya SPMK dan sebelum
pelaksanaan pekerjaan, Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani
Kontrak bersama dengan Penyedia, unsur
- 34 -
perancangan, dan unsur pengawasan,
harus sudah menyelenggarakan rapat
persiapan pelaksanaan kontrak.
23.2 Beberapa hal yang dibahas dan disepakati
dalam rapat persiapan pelaksanaan
kontrak meliputi:
a. Penerapan SMKK:
1) RKK;
2) RMPK;
3) Rencana Kerja Pengelolaan dan
Pemantauan Lingkungan (RKPPL)
(apabila ada); dan
4) Rencana Manajemen Lalu Lintas
(RMLL) (apabila ada);
b. Rencana Kerja;
c. organisasi kerja;
d. tata cara pengaturan pelaksanaan
pekerjaan termasuk permohonan
persetujuan memulai pekerjaan;
e. jadwal pelaksanaan pekerjaan, yang
diikuti uraian tentang metode kerja
yang memperhatikan Keselamatan
Konstruksi; dan
f. hal-hal lain yang dianggap perlu.
23.3 Hasil rapat persiapan pelaksanaan
Kontrak dituangkan dalam Berita Acara
Rapat Persiapan Pelaksanaan Kontrak.
Apabila dalam rapat persiapan
pelaksanaan kontrak mengakibatkan
perubahan isi Kontrak, maka harus
dituangkan dalam adendum Kontrak.
23.4 Pada tahapan rapat persiapan
pelaksanaan Kontrak, PA/KPA dapat
membentuk Pejabat/Panitia Peneliti
Pelaksanaan Kontrak.
24. Mobilisasi 24.1 Mobilisasi paling lambat harus sudah
- 35 -
mulai dilaksanakan dalam waktu 30 (tiga
puluh) hari kalender sejak diterbitkan
SPMK, atau sesuai kebutuhan dan
Rencana Kerja yang disepakati saat
Rapat Persiapan Pelaksanaan Kontrak.
24.2 Mobilisasi dilakukan sesuai dengan
lingkup pekerjaan, yaitu :
a. mendatangkan peralatan-peralatan
terkait yang diperlukan dalam
pelaksanaan pekerjaan, termasuk
instalasi alat;
b. mempersiapkan fasilitas seperti
kantor, rumah, gedung laboratorium,
bengkel, gudang, dan sebagainya;
dan/atau
c. mendatangkan Tenaga Kerja
Konstruksi.
24.3 Mobilisasi peralatan dan kendaraan yang
digunakan mematuhi peraturan
perundangan terkait beban dan dimensi
kendaraan.
24.4 Mobilisasi peralatan dan Tenaga Kerja
Konstruksi dapat dilakukan secara
bertahap sesuai dengan kebutuhan.
25. Pengukuran 25.1 Pada tahap awal pelaksanaan Kontrak,
/Pemeriksaan Pejabat yang berwenang untuk
Bersama menandatangani Kontrak dan Pengawas
Pekerjaan bersama-sama dengan
Penyedia melakukan pengukuran dan
pemeriksaan detail terhadap kondisi
lokasi pekerjaan untuk setiap rencana
mata pembayaran, Tenaga Kerja
Konstruksi, dan Peralatan Utama (Mutual
Check 0%).
25.2 Hasil pemeriksaan bersama dituangkan
dalam Berita Acara. Apabila dalam
- 36 -
pengukuran/pemeriksaan bersama
mengakibatkan perubahan isi Kontrak,
maka harus dituangkan dalam adendum
Kontrak.
25.3 Tindak lanjut hasil pemeriksaan bersama
Tenaga Kerja Konstruksi dan/atau
Peralatan Utama mengikuti ketentuan
pasal 67 dan 68.
26. Penggunaan 26.1 Dalam pelaksanaan pekerjaan ini,
Produksi Dalam Penyedia berkewajiban mengutamakan
Negeri material/bahan produksi dalam negeri dan
tenaga kerja Indonesia untuk pekerjaan
yang dilaksanakan di Indonesia sesuai
dengan yang disampaikan pada saat
penawaran.
26.2 Dalam pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi,
bahan baku, Tenaga Kerja Konstruksi, dan
perangkat lunak yang digunakan mengacu
kepada dokumen:
a. formulir rekapitulasi perhitungan
Tingkat Komponen Dalam Negeri
(TKDN), untuk Penyedia yang
mendapat preferensi harga; dan
b. daftar barang yang diimpor, untuk
barang yang diimpor.
26.3 Apabila dalam pelaksanaan pekerjaan
ditemukan ketidaksesuaian dengan
dokumen pada pasal 26.2, maka akan
dikenakan sanksi sesuai peraturan
perundangan yang berlaku.
B.2 Pengendalian Waktu
27. Masa Pelaksanaan 27.1 Kecuali Kontrak diputuskan lebih awal,
Penyedia berkewajiban untuk memulai
pelaksanaan pekerjaan pada Tanggal
Mulai Kerja, dan melaksanakan pekerjaan
sesuai dengan RMPK, serta
- 37 -
menyelesaikan pekerjaan paling lambat
selama Masa Pelaksanaan yang
dinyatakan dalam SSKK.
27.2 Apabila Penyedia berpendapat tidak
dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai
Masa Pelaksanaan karena di luar
pengendaliannya yang dapat dibuktikan
demikian, dan Penyedia telah melaporkan
kejadian tersebut kepada Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani
Kontrak, dengan disertai bukti-bukti yang
dapat disetujui Pejabat yang berwenang
untuk menandatangani Kontrak, maka
Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak dapat
memberlakukan Peristiwa Kompensasi
dan melakukan penjadwalan kembali
pelaksanaan tugas Penyedia dengan
membuat adendum Kontrak.
27.3 Jika pekerjaan tidak selesai sesuai Masa
Pelaksanaan bukan akibat Keadaan Kahar
atau Peristiwa Kompensasi atau karena
kesalahan atau kelalaian Penyedia maka
Penyedia dikenakan denda.
27.4 Apabila diberlakukan serah terima
sebagian pekerjaan (secara parsial), Masa
Pelaksanaan dibuat berdasarkan bagian
pekerjaan tersebut sesuai dengan SSKK.
27.5 Bagian pekerjaan pada pasal 27.4 adalah
bagian pekerjaan yang telah ditetapkan
dalam Dokumen Pemilihan.
28. Penundaan Oleh Pengawas Pekerjaan dapat memerintahkan
Pegawas Pekerjaan secara tertulis Penyedia untuk menunda
pelaksanaan pekerjaan. Setiap perintah
penundaan ini harus mendapatkan persetujuan
dari Pejabat yang berwenang untuk
- 38 -
menandatangani Kontrak.
29. Rapat Pemantauan 29.1 Pengawas Pekerjaan atau Penyedia dapat
menyelenggarakan rapat pemantauan,
dan meminta satu sama lain untuk
menghadiri rapat tersebut. Rapat
pemantauan diselenggarakan untuk
membahas perkembangan pekerjaan dan
perencanaaan atas sisa pekerjaan serta
untuk menindaklanjuti peringatan dini.
29.2 Hasil rapat pemantauan akan dituangkan
oleh Pengawas Pekerjaan dalam berita
acara rapat, dan rekamannya diserahkan
kepada Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak dan pihak-pihak
yang menghadiri rapat.
29.3 Mengenai hal-hal dalam rapat yang perlu
diputuskan, Pengawas Pekerjaan dapat
memutuskan baik dalam rapat atau
setelah rapat melalui pernyataan tertulis
kepada semua pihak yang menghadiri
rapat.
30. Peringatan Dini 30.1 Penyedia berkewajiban untuk
memperingatkan sedini mungkin
Pengawas Pekerjaan atas peristiwa atau
kondisi tertentu yang dapat
mempengaruhi mutu pekerjaan,
menaikkan Harga Kontrak atau menunda
penyelesaian pekerjaan. Pengawas
Pekerjaan dapat memerintahkan Penyedia
untuk menyampaikan secara tertulis
perkiraan dampak peristiwa atau kondisi
tersebut di atas terhadap Harga Kontrak
dan Masa Pelaksanaan. Pernyataan
perkiraan ini harus sesegera mungkin
disampaikan oleh Penyedia.
30.2 Penyedia berkewajiban untuk bekerja
sama dengan Pengawas Pekerjaan untuk
- 39 -
mencegah atau mengurangi dampak
peristiwa atau kondisi tersebut.
31. Keterlambatan 31.1 Apabila Penyedia terlambat melaksanakan
Pelaksanaan pekerjaan sesuai jadwal, maka Pejabat
Pekerjaan dan yang berwenang untuk menandatangani
Kontrak Kritis Kontrak harus memberikan peringatan
secara tertulis atau memberlakukan
ketentuan kontrak kritis.
31.2 Kontrak dinyatakan kritis apabila:
a. Dalam periode I (rencana fisik
pelaksanaan 0% - 70% dari Kontrak),
selisih keterlambatan antara realisasi
fisik pelaksanaan dengan rencana
lebih besar 10%
b. Dalam periode II (rencana fisik
pelaksanaan 70% - 100% dari
Kontrak), selisih keterlambatan antara
realisasi fisik pelaksanaan dengan
rencana lebih besar 5%;
c. Dalam periode II (rencana fisik
pelaksanaan 70% - 100% dari
Kontrak), selisih keterlambatan antara
realisasi fisik pelaksanaan dengan
rencana pelaksanaan kurang dari 5%
dan akan melampaui tahun anggaran
berjalan.
31.3 Penanganan kontrak kritis dilakukan
dengan rapat pembuktian (show cause
meeting/SCM)
a. Pada saat Kontrak dinyatakan kritis,
Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak berdasarkan
laporan dari Pengawas Pekerjaan
memberikan peringatan secara tertulis
kepada Penyedia dan selanjutnya
Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak
- 40 -
menyelenggarakan Rapat Pembuktian
(SCM) Tahap I.
b. Dalam SCM Tahap I, Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani
Kontrak, Pengawas Pekerjaan dan
Penyedia membahas dan menyepakati
besaran kemajuan fisik yang harus
dicapai oleh Penyedia dalam periode
waktu tertentu (uji coba pertama) yang
dituangkan dalam Berita Acara SCM
Tahap I.
c. Apabila Penyedia gagal pada uji coba
pertama, maka Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani
Kontrak menerbitkan Surat Peringatan
Kontrak Kritis I dan harus
diselenggarakan SCM Tahap II yang
membahas dan menyepakati besaran
kemajuan fisik yang harus dicapai oleh
Penyedia dalam waktu tertentu (uji
coba kedua) yang dituangkan dalam
Berita Acara SCM Tahap II.
d. Apabila Penyedia gagal pada uji coba
kedua, maka Pejabat yang berwenang
untuk menandatangani Kontrak
menerbitkan Surat Peringatan Kontrak
Kritis II dan harus diselenggarakan
SCM Tahap III yang membahas dan
menyepakati besaran kemajuan fisik
yang harus dicapai oleh Penyedia
dalam waktu tertentu (uji coba ketiga)
yang dituangkan dalam Berita Acara
SCM Tahap III.
e. Apabila Penyedia gagal pada uji coba
ketiga, maka Pejabat yang berwenang
untuk menandatangani Kontrak
menerbitkan Surat Peringatan Kontrak
Kritis III dan Pejabat yang berwenang
- 41 -
untuk menandatangani Kontrak dapat
melakukan pemutusan Kontrak secara
sepihak dengan mengesampingkan
Pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-
Undang Hukum Perdata.
f. Apabila uji coba berhasil, namun pada
pelaksanaan pekerjaan selanjutnya
Kontrak dinyatakan kritis lagi maka
berlaku ketentuan SCM dari awal.
32. Pemberian 32.1 Dalam hal diperkirakan Penyedia gagal
Kesempatan menyelesaikan pekerjaan sampai Masa
Pelaksanaan berakhir, namun Pejabat
yang berwenang untuk menandatangani
Kontrak menilai bahwa Penyedia mampu
menyelesaikan pekerjaan, Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani
Kontrak dapat memberikan kesempatan
kepada Penyedia untuk menyelesaikan
pekerjaan.
32.2 Hasil penilaian menjadi dasar bagi
Pejabat Penandatangan Kontrak untuk:
a. Memberikan kesempatan kepada
Penyedia untuk menyelesaikan
pekerjaannya dengan ketentuan
sebagai berikut:
1) Pemberian kesempatan kepada
Penyedia menyelesaikan pekerjaan
sampai dengan 50 (lima puluh) hari
kalender.
2) Dalam hal setelah diberikan
kesempatan sebagaimana angka 1
diatas, Penyedia masih belum dapat
menyelesaikan pekerjaan, Pejabat
Penandatangan Kontrak dapat:
- 42 -
a) Memberikan kesempatan kedua
untuk penyelesaian sisa
pekerjaan dengan jangka waktu
sesuai kebutuhan; atau
b) Melakukan pemutusan Kontrak
dalam hal Penyedia dinilai tidak
akan sanggup menyelesaikan
pekerjaannya.
3) Pemberian kesempatan kepada
Penyedia sebagaimana dimaksud
pada angka 1) dan angka 2) huruf
a), dituangkan dalam adendum
kontrak yang didalamnya mengatur
pengenaan sanksi denda
keterlambatan kepada Penyedia
dan perpanjangan masa berlaku
Jaminan Pelaksanaan (apabila ada).
4) Pemberian kesempatan kepada
Penyedia untuk menyelesaikan
pekerjaan dapat melampaui tahun
anggaran.
b. Tidak memberikan kesempatan kepada
Penyedia dan dilanjutkan dengan
pemutusan kontrak serta pengenaan
sanksi administratif dalam hal antara
lain:
1) Penyedia dinilai tidak dapat
menyelesaikan pekerjaan;
2) Pekerjaan yang harus segera
dipenuhi dan tidak dapat ditunda;
atau
3) Penyedia menyatakan tidak
sanggup menyelesaikan pekerjaan.
32.3 Pemberian kesempatan kepada Penyedia
untuk menyelesaikan pekerjaan dimuat
- 43 -
dalam adendum Kontrak yang didalamnya
mengatur:
1) waktu pemberian kesempatan
penyelesaian pekerjaan;
2) pengenaan sanksi denda
keterlambatan kepada Penyedia;
3) perpanjangan masa berlaku Jaminan
Pelaksanaan; dan
4) sumber dana untuk membiayai
penyelesaian sisa pekerjaan yang
akan dilanjutkan ke Tahun Anggaran
berikutnya dari DIPA Tahun Anggaran
berikutnya, apabila pemberian
kesempatan melampaui Tahun
Anggaran.
B.3 Penyelesaian Kontrak
33. Serah Terima 33.1 Setelah pekerjaan dan/atau bagian
Pekerjaan pekerjaan selesai, sesuai dengan
ketentuan dalam Kontrak, Penyedia
mengajukan permintaan secara tertulis
kepada Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak untuk serah
terima pertama pekerjaan.
33.2 Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak memerintahkan
Pengawas Pekerjaan untuk melakukan
pemeriksaan dan/atau pengujian
terhadap hasil pekerjaan.
33.3 Pemeriksaan dan/atau pengujian
dilakukan terhadap kesesuaian hasil
pekerjaan terhadap kriteria/spesifikasi
yang tercantum dalam Kontrak.
33.4 Hasil pemeriksaan dan/atau pengujian
dari Pengawas Pekerjaan disampaikan
- 44 -
kepada Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak, apabila dalam
pemeriksaan hasil pekerjaan tidak sesuai
dengan ketentuan yang tercantum dalam
Kontrak dan/atau cacat hasil pekerjaan,
Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak memerintahkan
Penyedia untuk memperbaiki dan/atau
melengkapi kekurangan pekerjaan.
33.5 Apabila dalam pemeriksaan dan/atau
pengujian hasil pekerjaan telah sesuai
dengan ketentuan yang tercantum dalam
Kontrak maka Pejabat yang berwenang
untuk menandatangani Kontrak dan
Penyedia menandatangani Berita Acara
Serah Terima Pertama Pekerjaan.
33.6 Pembayaran dilakukan sebesar 95%
(sembilan puluh lima persen) dari Harga
Kontrak, sedangkan yang 5% (lima
persen) merupakan retensi selama masa
pemeliharaan, atau pembayaran dilakukan
sebesar 100% (seratus persen) dari Harga
Kontrak dan Penyedia harus menyerahkan
Jaminan Pemeliharaan sebesar 5% (lima
persen) dari Harga Kontrak.
33.7 Penyedia wajib memelihara hasil
pekerjaan selama Masa Pemeliharaan
sehingga kondisi tetap seperti pada saat
penyerahan pertama pekerjaan.
33.8 Masa Pemeliharaan paling singkat untuk
pekerjaan permanen selama 6 (enam)
bulan, sedangkan untuk pekerjaan semi
permanen selama 3 (tiga) bulan dan
dapat melampaui Tahun Anggaran.
Lamanya Masa Pemeliharaan ditetapkan
dalam SSKK.
33.9 Setelah Masa Pemeliharaan berakhir,
- 45 -
Penyedia mengajukan permintaan secara
tertulis kepada Pejabat yang berwenang
untuk menandatangani Kontrak untuk
penyerahan akhir pekerjaan.
33.10 Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak setelah
menerima pegajuan sebagaimana pasal
33.9 memerintahkan Pengawas Pekerjaan
untuk melakukan pemeriksaan (dan
pengujian apabila diperlukan) terhadap
hasil pekerjaan.
33.11 Apabila dalam pemeriksaan hasil
pekerjaan, Penyedia telah melaksanakan
semua kewajibannya selama Masa
Pemeliharaan dengan baik dan telah
sesuai dengan ketentuan yang tercantum
dalam Kontrak maka Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani
Kontrak dan Penyedia menandatangani
Berita Acara Serah Terima Akhir
Pekerjaan.
33.12 Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak wajib
melakukan pembayaran sisa Harga
Kontrak yang belum dibayar atau
mengembalikan Jaminan Pemeliharaan.
33.13 Apabila Penyedia tidak melaksanakan
kewajiban pemeliharaan sebagaimana
mestinya, maka Kontrak dapat diputuskan
sepihak oleh Pejabat yang berwenang
untuk menandatangani Kontrak dan
Penyedia dikenakan sanksi sebagaimana
diatur dalam pasal 44.3.
33.14 Serah terima pekerjaan dapat dilakukan
perbagian pekerjaan (secara parsial) yang
ketentuannya ditetapkan dalam SSKK.
- 46 -
33.15 Bagian pekerjaan yang dapat dilakukan
serah terima pekerjaan sebagian atau
secara parsial yaitu:
a. bagian pekerjaan yang tidak
tergantung satu sama lain; dan
b. bagian pekerjaan yang fungsinya tidak
terkait satu sama lain dalam
pencapaian kinerja pekerjaan.
33.16 Dalam hal dilakukan serah terima
pekerjaan secara parsial, maka cara
pembayaran, ketentuan denda dan
kewajiban pemeliharaan tersebut di atas
disesuaikan.
33.17 Kewajiban pemeliharaan diperhitungkan
setelah serah terima pertama pekerjaan
untuk bagian pekerjaan (PHO parsial)
tersebut dilaksanakan sampai Masa
Pemeliharaan bagian pekerjaan tersebut
berakhir sebagaimana yang tercantum
dalam SSKK.
33.18 Serah terima pertama pekerjaan untuk
bagian pekerjaan (PHO parsial)
dituangkan dalam Berita Acara.
34. Pengambilalihan Pejabat yang berwenang untuk menandatangani
Kontrak akan mengambil alih lokasi dan hasil
pekerjaan dalam jangka waktu tertentu setelah
dikeluarkan surat keterangan
selesai/pengakhiran pekerjaan.
35. Gambar As Built dan 35.1 Penyedia diwajibkan menyerahkan kepada
Pedoman Pejabat yang berwenang untuk
Pengoperasian dan menandatangani Kontrak Gambar As-
Perawatan/ built dan pedoman pengoperasian dan
Pemeliharaan perawatan/pemeliharaan sesuai dengan
SSKK.
35.2 Apabila Penyedia tidak memberikan
pedoman pengoperasian dan
- 47 -
perawatan/pemeliharaan, Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani
Kontrak berhak menahan uang retensi
atau Jaminan Pemeliharaan.
B.4 Adendum
36. Perubahan Kontrak 36.1 Kontrak hanya dapat diubah melalui
adendum Kontrak.
36.2 Perubahan Kontrak dapat dilaksanakan
apabila disetujui oleh para pihak, yang
diakibatkan beberapa hal berikut meliputi:
1) perubahan pekerjaan;
2) perubahan Harga Kontrak;
3) perubahan jadwal pelaksanaan
pekerjaan dan/atau Masa
Pelaksanaan;
4) perubahan personel manajerial
dan/atau peralatan utama; dan/atau
5) perubahan Kontrak yang disebabkan
masalah administrasi.
36.3 Untuk kepentingan perubahan Kontrak,
Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak dapat meminta
pertimbangan dari Pengawas Pekerjaan
dan Pejabat/Panitia Peneliti Pelaksanaan
Kontrak.
36.4 Pejabat/Panitia Peneliti Pelaksanaan
Kontrak meneliti kelayakan perubahan
kontrak
37. Perubahan Pekerjaan 37.1 Dalam hal terdapat perbedaan antara
kondisi lapangan pada saat pelaksanaan
dengan gambar dan/atau spesifikasi
teknis yang ditentukan dalam dokumen
Kontrak, Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak bersama
Penyedia dapat melakukan perubahan
pekerjaan, yang meliputi:
- 48 -
a. menambah atau mengurangi volume
yang tercantum dalam Kontrak;
b. menambah dan/atau mengurangi jenis
kegiatan/pekerjaan;
c. mengubah spesifikasi teknis dan/atau
gambar pekerjaan; dan/atau
d. mengubah jadwal pelaksanaan
pekerjaan.
37.2 Dalam hal tidak terjadi perubahan kondisi
lapangan seperti yang dimaksud pada
pasal 37.1 namun ada perintah perubahan
dari Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak, Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani
Kontrak bersama Penyedia dapat
menyepakati perubahan pekerjaan yang
meliputi:
a. menambah dan/atau mengurangi jenis
kegiatan/pekerjaan;
b. mengubah spesifikasi teknis dan/atau
gambar pekerjaan; dan/atau
c. mengubah jadwal pelaksanaan
pekerjaan.
37.3 Perintah perubahan pekerjaan dibuat oleh
Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak secara tertulis
kepada Penyedia kemudian dilanjutkan
dengan negosiasi teknis dan harga
dengan tetap mengacu pada ketentuan
yang tercantum dalam Kontrak awal.
37.4 Hasil negosiasi tersebut dituangkan dalam
Berita Acara sebagai dasar penyusunan
adendum Kontrak.
37.5 Dalam hal perubahan pekerjaan
sebagaimana dimaksud pada pasal 37.1
dan 37.2 mengakibatkan penambahan
Harga Kontrak, perubahan Kontrak
- 49 -
dilaksanakan dengan ketentuan
penambahan Harga Kontrak akhir tidak
melebihi 10% (sepuluh persen) dari harga
yang tercantum dalam Kontrak awal dan
tersedianya anggaran.
38. Perubahan Harga 38.1 Perubahan Harga Kontrak dapat
diakibatkan oleh:
1) perubahan pekerjaan;
2) penyesuaian harga; dan/atau
3) Peristiwa Kompensasi.
38.2 Apabila kuantitas mata pembayaran
utama yang akan dilaksanakan berubah
akibat perubahan pekerjaan lebih dari
10% (sepuluh persen) dari kuantitas awal,
maka pembayaran volume selanjutnya
dengan menggunakan harga satuan yang
disesuaikan dengan negosiasi.
38.3 Apabila dari hasil evaluasi penawaran
terdapat harga satuan timpang, maka
harga satuan timpang tersebut hanya
berlaku untuk kuantitas pekerjaan yang
tercantum dalam Dokumen Pemilihan.
Untuk kuantitas pekerjaan tambahan
digunakan harga satuan berdasarkan hasil
negosiasi.
38.4 Apabila ada daftar mata pembayaran
yang masuk kategori harga satuan
timpang, maka dicantumkan dalam
Lampiran A SSKK.
38.5 Apabila diperlukan mata pembayaran
baru, maka Penyedia jasa harus
menyerahkan rincian harga satuannya
kepada Pejabat Penandatangan Kontrak.
Penentuan harga satuan mata
pembayaran baru dilakukan dengan
negosiasi.
- 50 -
38.6 Ketentuan penggunaan rumusan
penyesuaian harga adalah sebagai
berikut:
a) harga yang tercantum dalam Kontrak
dapat berubah akibat adanya
penyesuaian harga sesuai dengan
peraturan yang berlaku.
b) penyesuaian harga diberlakukan pada
Kontrak Tahun Jamak dengan yang
masa pelaksanaannya lebih dari 18
(delapan belas) bulan;
c) penyesuaian harga satuan
diberlakukan mulai bulan ke-13 (tiga
belas) sejak pelaksanaan pekerjaan;
d) penyesuaian harga satuan berlaku bagi
seluruh kegiatan/mata pembayaran,
kecuali komponen keuntungan, biaya
tidak langsung (overhead cost) dan
harga satuan timpang sebagaimana
tercantum dalam penawaran;
e) penyesuaian harga satuan
diberlakukan sesuai dengan jadwal
pelaksanaan yang tercantum dalam
Kontrak awal/adendum Kontrak;
f) penyesuaian harga satuan bagi
komponen pekerjaan yang berasal dari
luar negeri, menggunakan indeks
penyesuaian harga dari negara asal
barang tersebut;
g) jenis pekerjaan baru dengan harga
satuan baru sebagai akibat adanya
adendum Kontrak dapat diberikan
penyesuaian harga mulai bulan ke-13
(tiga belas) sejak adendum Kontrak
tersebut ditandatangani;
h) indeks yang digunakan dalam
pelaksanaan Kontrak terlambat
disebabkan oleh kesalahan Penyedia
- 51 -
adalah indeks terendah antara jadwal
Kontrak dan realisasi pekerjaan;
i) jenis pekerjaan yang lebih cepat
pelaksanaannya diberlakukan
penyesuaian harga berdasarkan indeks
harga pada saat pelaksanaan.
38.7 Ketentuan lebih lanjut terkait
penyesuaian harga diatur dalam SSKK.
38.8 Ketentuan ganti rugi akibat Peristiwa
Kompensasi mengacu pada pasal
Peristiwa Kompensasi.
39. Perubahan Jadwal 39.1 Perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan
Pelaksanaan dapat diakibatkan oleh:
Pekerjaan dan/atau 1) perubahan pekerjaan;
Masa Pelaksanaan 2) perpanjangan Masa Pelaksanaan;
dan/atau
3) Peristiwa Kompensasi.
39.2 Perpanjangan Masa Pelaksanaan dapat
diberikan oleh Pejabat yang berwenang
untuk menandatangani Kontrak atas
pertimbangan yang layak dan wajar untuk
hal-hal sebagai berikut:
a. perubahan pekerjaan;
b. Peristiwa Kompensasi; dan/atau
c. Keadaan Kahar.
39.3 Masa Pelaksanaan dapat diperpanjang
paling kurang sama dengan waktu
terhentinya Kontrak akibat Keadaan
Kahar atau waktu yang diperlukan untuk
menyelesaikan pekerjaan akibat dari
ketentuan pada pasal 39.2 huruf a atau b.
39.4 Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak dapat
menyetujui perpanjangan Masa
Pelaksanaan atas Kontrak setelah
- 52 -
melakukan penelitian terhadap usulan
tertulis yang diajukan oleh Penyedia
dalam jangka waktu sesuai pertimbangan
yang wajar setelah Penyedia meminta
perpanjangan. Jika Penyedia lalai untuk
memberikan peringatan dini atas
keterlambatan atau tidak dapat bekerja
sama untuk mencegah keterlambatan
sesegera mungkin, maka keterlambatan
seperti ini tidak dapat dijadikan alasan
untuk memperpanjang Masa Pelaksanaan.
39.5 Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak berdasarkan
pertimbangan Pengawas Pekerjaan dan
Panitia Peneliti Pelaksanaan Kontrak
harus telah menetapkan ada tidaknya
perpanjangan dan untuk berapa lama.
39.6 Persetujuan perubahan jadwal
pelaksanaan dan/atau perpanjangan
Masa Pelaksanaan dituangkan dalam
Adendum Kontrak.
39.7 Jika terjadi Peristiwa Kompensasi
sehingga penyelesaian pekerjaan akan
melampaui Masa Pelaksanaan maka
Penyedia berhak untuk meminta
perpanjangan Masa Pelaksanaan
berdasarkan data penunjang. Pejabat
yang berwenang untuk menandatangani
Kontrak berdasarkan pertimbangan
Pengawas Pekerjaan memperpanjang
Masa Pelaksanaan secara tertulis.
Perpanjangan Masa Pelaksanaan harus
dilakukan melalui adendum Kontrak.
40. Perubahan personel 40.1 Jika Pejabat yang berwenang untuk
manajerial dan/atau menandatangani Kontrak menilai bahwa
peralatan utama Personel Manajerial :
- 53 -
1. tidak mampu atau tidak dapat
melakukan pekerjaan dengan baik;
2. tidak menerapkan prosedur SMKK;
dan/atau
3. mengabaikan pekerjaan yang menjadi
tugasnya;
maka Penyedia berkewajiban untuk
menyediakan pengganti dan menjamin
Personel Manajerial tersebut
meninggalkan lokasi kerja dalam waktu 7
(tujuh) hari kalender sejak diminta oleh
Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak
40.2 Jika Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak menilai bahwa
Peralatan Utama :
1. tidak dapat berfungsi sesuai dengan
spesifikasi peralatan; dan/atau
2. tidak sesuai peraturan perundangan
terkait beban dan dimensi kendaraan.
maka Penyedia berkewajiban untuk
menyediakan pengganti dan menjamin
peralatan utama tersebut meninggalkan
lokasi kerja dalam waktu 7 (tujuh) hari
kalender sejak diminta oleh Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani
Kontrak
40.3 Dalam hal penggantian Personel
Manajerial dan/atau Peralatan Utama
perlu dilakukan, maka Penyedia
berkewajiban untuk menyediakan
pengganti dengan kualifikasi yang setara
atau lebih baik dari tenaga kerja
konstruksi dan/atau peralatan yang
digantikan tanpa biaya tambahan apapun.
40.4 Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak dapat
- 54 -
menyetujui penempatan/penggantian
Personel Manajerial dan/atau Peralatan
Utama menurut kualifikasi yang
dibutuhkan setelah mendapat
rekomendasi dari Pengawas Pekerjaan.
40.5 Perubahan Personel Manajerial dan/atau
Peralatan Utama harus mendapat
persetujuan terlebih dahulu dari Pejabat
yang berwenang untuk menandatangani
Kontrak dan dituangkan dalam adendum
kontrak.
40.6 Biaya mobilisasi/demobilisasi yang timbul
akibat perubahan Personel Manajerial
dan/atau Peralatan Utama menjadi
tanggung jawab Penyedia.
B.5 Keadaan Kahar
41. Keadaan Kahar 41.1 Contoh Keadaan Kahar tidak terbatas
pada: bencana alam, bencana non alam,
bencana sosial, pemogokan, kebakaran,
kondisi cuaca ekstrim, dan gangguan
industri lainnya.
41.2 Tidak termasuk Keadaan Kahar adalah
hal-hal merugikan yang disebabkan oleh
perbuatan atau kelalaian para pihak.
41.3 Dalam hal terjadi keadaan kahar, Pejabat
yang berwenang untuk menandatangani
Kontrak atau Penyedia memberitahukan
tentang terjadinya Keadaan Kahar kepada
salah satu pihak secara tertulis dengan
ketentuan :
a. dalam waktu paling lambat 14 (empat
belas) hari kalender sejak menyadari
atau seharusnya menyadari atas
kejadian atau terjadinya Keadaan
Kahar
- 55 -
b. menyertakan bukti keadaan kahar; dan
c. menyerahkan hasil identifikasi
kewajiban dan kinerja pelaksanaan
yang terhambat dan/atau akan
terhambat akibat Keadaan Kahar
tersebut.
41.4 Bukti Keadaan Kahar dapat berupa :
1) pernyataan yang diterbitkan oleh
pihak/instansi yang berwenang sesuai
ketentuan peraturan perundang-
undangan; dan/atau
2) foto/video dokumentasi Keadaan
Kahar yang telah diverifikasi
kebenarannya.
41.5 Hasil identifikasi kewajiban dan kinerja
pelaksanaan dapat berupa:
a. Foto/video dokumentasi pekerjaan
yang terdampak;
b. Kurva S pekerjaan; dan
c. Dokumen pendukung lainnya (apabila
ada).
41.6 Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak meminta
Pengawas Pekerjaan untuk melakukan
penelitian terhadap penyampaian
pemberitahuan Keadaan Kahardan dan
bukti serta hasil identifikasi sebagaimana
dimaksud pada pasal 41.4 dan pasal 41.5
41.7 Dalam hal Keadaan Kahar terbukti,
kegagalan salah satu Pihak untuk
memenuhi kewajibannya yang ditentukan
dalam Kontrak bukan merupakan cidera
janji atau wanprestasi apabila telah
dilakukan sesuai pada pasal 41.3.
Kewajiban yang dimaksud adalah hanya
kewajiban dan kinerja pelaksanaan
- 56 -
terhadap pekerjaan/bagian pekerjaan
yang terdampak dan/atau akan
terdampak akibat dari Keadaan Kahar.
41.8 Dalam hal terjadi Keadaan Kahar,
Pelaksanaan pekerjaan dapat dihentikan.
Penghentian Pekerjaan karena Keadaan
Kahar dapat bersifat
a. sementara hingga Keadaan Kahar
berakhir apabila akibat Keadaan Kahar
masih memungkinkan
dilanjutkan/diselesaikannya pekerjaan;
b. permanen apabila akibat Keadaan
Kahar tidak memungkinkan
dilanjutkan/diselesaikannya pekerjaan.
c. sebagian apabila Keadaan Kahar
hanya berdampak pada bagian
Pekerjaan; dan/atau
d. seluruhnya apabila Keadaan Kahar
berdampak terhadap keseluruhan
Pekerjaan;
41.9 Penghentian Pekerjaan akibat keadaan
kahar sesuai pasal 41.8 dilakukan secara
tertulis oleh Pejabat yang berwenang
untuk menandatangani Kontrak dengan
disertai alasan penghentian pekerjaan dan
dituangkan dalam perubahan Rencana
Kerja Penyedia
41.10 Dalam hal penghentian pekerjaan
mencakup seluruh pekerjaan (baik
sementara ataupun permanen) karena
Keadaan Kahar, maka:
a. Kontrak dihentikan sementara hingga
keadaan kahar berakhir; atau
b. Kontrak dihentikan permanen apabila
akibat Keadaan Kahar tidak
memungkinkan
dilanjutkan/diselesaikannya pekerjaan.
- 57 -
41.11 Penghentian kontrak sebagaimana pasal
41.10 dilakukan melalui perintah tertulis
oleh Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak dengan disertai
alasan penghentian kontrak dan
dituangkan dalam adendum kontrak.
41.12 Dalam hal pelaksanaan Kontrak
dilanjutkan, para pihak dapat melakukan
perubahan Kontrak. Masa Pelaksanaan
dapat diperpanjang sekurang-kurangnya
sama dengan jangka waktu terhentinya
Kontrak akibat Keadan Kahar.
Perpanjangan Masa Pelaksanaan dapat
melewati Tahun Anggaran.
41.13 Selama masa Keadaan Kahar, jika Pejabat
yang berwenang untuk menandatangani
Kontrak memerintahkan secara tertulis
kepada Penyedia untuk sedapat mungkin
meneruskan pekerjaan, maka Penyedia
berhak untuk menerima pembayaran
sebagaimana ditentukan dalam Kontrak
dan mendapat penggantian biaya yang
wajar sesuai dengan kondisi yang telah
dikeluarkan untuk bekerja dalam Keadaan
Kahar. Penggantian biaya ini harus diatur
dalam suatu adendum Kontrak.
41.14 Dalam hal pelaksanaan Kontrak
dihentikan permanen, para pihak
melakukan pengakhiran kontrak dan
menyelesaikan hak dan kewajiban sesuai
Kontrak. Penyedia berhak untuk menerima
pembayaran sesuai dengan prestasi atau
kemajuan hasil pekerjaan yang telah
dicapai setelah dilakukan
pengukuran/pemeriksaan bersama atau
berdasarkan hasil audit.
- 58 -
B.6 Penghentian, Pemutusan, dan Berakhirnya Kontrak
42. Penghentian Kontrak Penghentian Kontrak dapat dilakukan karena
terjadi Keadaan Kahar sebagaimana dimaksud
pada pasal 41.
43. Pemutusan Kontrak 43.1 Pemutusan Kontrak dapat dilakukan oleh
Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak atau Penyedia.
43.2 Pemutusan kontrak dilakukan dengan
terlebih dahulu memberikan surat
peringatan dari salah satu pihak ke pihak
yang lain yang melakukan tindakan
wanprestasi kecuali telah ada putusan
pidana.
43.3 Surat peringatan diberikan 3 (tiga) kali
kecuali pelanggaran tersebut berdampak
terhadap kerugian atas konstruksi, jiwa
manusia, keselamatan publik, dan
lingkungan dan ditindaklanjuti dengan
surat pernyataan wanprestasi dari pihak
yang dirugikan
43.4 Pemutusan kontrak dilakukan sekurang-
kurangnya 14 (empat belas) hari kalender
setelah Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak/Penyedia
menyampaikan pemberitahuan rencana
Pemutusan Kontrak secara tertulis
kepada Penyedia/Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani
Kontrak.
43.5 Dalam hal dilakukan pemutusan Kontrak
oleh salah satu pihak maka Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani
Kontrak membayar kepada Penyedia
sesuai dengan pencapaian prestasi
pekerjaan yang telah diterima oleh
Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak dikurangi denda
- 59 -
yang harus dibayar Penyedia (apabila
ada), serta Penyedia menyerahkan semua
hasil pelaksanaan kepada Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani
Kontrak dan selanjutnya menjadi hak milik
Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak.
44. Pemutusan Kontrak 44.1 Mengesampingkan Pasal 1266 dan 1267
oleh Pejabat yang Kitab Undang-Undang Hukum Perdata,
berwenang untuk Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani menandatangani Kontrak dapat
Kontrak melakukan pemutusan Kontrak apabila:
a. Penyedia terbukti melakukan KKN,
kecurangan dan/atau pemalsuan
dalam proses pengadaan yang
diputuskan oleh Instansi yang
berwenang;
b. pengaduan tentang penyimpangan
prosedur, dugaan KKN dan/atau
pelanggaran persaingan sehat dalam
pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa
dinyatakan benar oleh Instansi yang
berwenang;
c. Penyedia berada dalam keadaan pailit
yang diputuskan oleh pengadilan;
d. Penyedia terbukti dikenakan Sanksi
Daftar Hitam sebelum
penandatanganan Kontrak;
e. Penyedia gagal memperbaiki kinerja;
f. Penyedia tidak mempertahankan
berlakunya Jaminan Pelaksanaan;
g. Penyedia lalai/cidera janji dalam
melaksanakan kewajibannya dan tidak
memperbaiki kelalaiannya dalam
jangka waktu yang telah ditetapkan;
- 60 -
h. berdasarkan penelitian Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani
Kontrak, Penyedia tidak akan mampu
menyelesaikan keseluruhan pekerjaan
walaupun diberikan kesempatan untuk
menyelesaikan pekerjaan;
i. Penyedia tidak dapat menyelesaikan
pekerjaan setelah diberikan
kesempatan menyelesaikan pekerjaan;
j. Penyedia menghentikan pekerjaan
selama 28 (dua puluh delapan) hari
kalender dan penghentian ini tidak
tercantum dalam jadwal pelaksanaan
pekerjaan serta tanpa persetujuan
pengawas pekerjaan; atau
k. Penyedia mengalihkan seluruh Kontrak
bukan dikarenakan pergantian nama
Penyedia.
44.2 Dalam hal pemutusan Kontrak dilakukan
pada Masa Pelaksanaan karena kesalahan
Penyedia, maka:
1) Jaminan Pelaksanaan terlebih dahulu
dicairkan sebelum pemutusan kontrak;
2) sisa uang muka harus dilunasi oleh
Penyedia atau Jaminan Uang Muka
terlebih dahulu dicairkan (apabila
diberikan);
3) Penyedia membayar denda (apabila
ada); dan
4) Penyedia dikenakan Sanksi Daftar
Hitam
44.3 Dalam hal pemutusan Kontrak dilakukan
pada Masa Pemeliharaan karena
kesalahan Penyedia, maka:
1) Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak berhak untuk
- 61 -
tidak membayar retensi atau terlebih
dahulu mencairkan Jaminan
Pemeliharaan sebelum pemutusan
Kontrak untuk membiayai
perbaikan/pemeliharaan; dan
2) Penyedia dikenakan sanksi Daftar
Hitam.
44.4 Dalam hal terdapat nilai sisa penggunaan
uang retensi atau uang pencairan
Jaminan Pemeliharaan untuk membiayai
pembiayaan/pemeliharaan maka Pejabat
yang berwenang untuk menandatangani
Kontrak wajib menyetorkan sebagaimana
ditetapkan dalam SSKK.
44.5 Pencairan Jaminan sebagaimana
dimaksud pasal 44.2 dan pasal 44.4
disertai dengan:
a. bukti kesalahan penyedia sesuai
dengan ketentuan Kontrak; dan
b. dokumen pendukung.
44.6 Pencairan jaminan sebagaimana
dimaksud pada pasal 44.2 di atas,
dicairkan dan disetorkan sesuai ketentuan
dalam SSKK
45. Pemutusan Kontrak Mengesampingkan Pasal 1266 dan 1267 Kitab
oleh Penyedia Undang-Undang Hukum Perdata, Penyedia
dapat melakukan pemutusan Kontrak apabila:
1) Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak menyetujui
Pengawas Pekerjaan untuk memerintahkan
Penyedia menunda pelaksanaan pekerjaan
yang bukan disebabkan oleh kesalahan
Penyedia, dan perintah penundaan tersebut
tidak ditarik selama 28 (dua puluh delapan)
hari kalender;
- 62 -
2) Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak tidak menerbitkan
Surat Permintaan Pembayaran (SPP) untuk
pembayaran tagihan angsuran sesuai dengan
yang disepakati sebagaimana tercantum
dalam SSKK.
46. Pengakhiran 46.1 Para Pihak dapat menyepakati
Pekerjaan pengakhiran pekerjaan dalam hal terjadi:
1) penyimpangan prosedur yang
diakibatkan bukan oleh kesalahan para
pihak;
2) pelaksanaan kontrak tidak dapat
dilanjutkan akibat keadaan kahar; atau
3) ruang lingkup kontrak sudah terwujud.
46.2 Pengakhiran pekerjaan sesuai pasal 46.1
dituangkan dalam addendum final yang
berisi perubahan akhir dari Kontrak.
47. Berakhirnya Kontrak 47.1 Pengakhiran pelaksanaan Kontrak
dilakukan berdasarkan kesepakatan para
pihak.
47.2 Kontrak berakhir apabila telah dilakukan
pengakhiran pekerjaan dan hak dan
kewajiban para pihak yang terdapat
dalam Kontrak sudah terpenuhi.
47.3 Terpenuhinya hak dan kewajiban para
pihak sebagaimana dimaksud pada pasal
47.2 adalah terkait dengan pembayaran
yang seharusnya dilakukan akibat dari
pelaksanaan kontrak.
48. Peninggalan Semua bahan, perlengkapan, peralatan, hasil
pekerjaan sementara yang masih berada di
lokasi kerja setelah pemutusan Kontrak akibat
kelalaian atau kesalahan Penyedia, dapat
- 63 -
dimanfaatkan sepenuhnya oleh Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani Kontrak
tanpa kewajiban perawatan/pemeliharaan.
Pengambilan kembali semua peninggalan
tersebut oleh Penyedia hanya dapat dilakukan
setelah mempertimbangkan kepentingan Pejabat
yang berwenang untuk menandatangani
Kontrak.
C. HAK DAN KEWAJIBAN PENYEDIA
49. Hak dan Kewajiban Hak-hak yang dimiliki serta kewajiban-
Penyedia kewajiban yang harus dilaksanakan oleh
Penyedia dalam melaksanakan Kontrak,
meliputi :
a. menerima pembayaran untuk pelaksanaan
pekerjaan sesuai dengan harga dan
ketentuan yang telah ditetapkan dalam
Kontrak;
b. meminta fasilitas-fasilitas dalam bentuk
sarana dan prasarana dari Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani Kontrak
untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan
sesuai ketentuan Kontrak;
c. melaporkan pelaksanaan pekerjaan secara
periodik kepada Pejabat yang berwenang
untuk menandatangani Kontrak;
d. melaksanakan, menyelesaikan dan
menyerahkan pekerjaan sesuai dengan
jadwal pelaksanaan pekerjaan dan ketentuan
yang telah ditetapkan dalam Kontrak;
e. melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan
secara cermat, akurat dan penuh tanggung
jawab dengan menyediakan tenaga kerja,
bahan-bahan, peralatan, angkutan ke atau
dari lapangan, dan segala pekerjaan
permanen maupun sementara yang
diperlukan untuk pelaksanaan, penyelesaian
- 64 -
dan perbaikan pekerjaan yang dirinci dalam
Kontrak;
f. memberikan keterangan-keterangan yang
diperlukan untuk pemeriksaan pelaksanaan
yang dilakukan Pejabat yang berwenang
untuk menandatangani Kontrak;
g. mengambil langkah-langkah yang memadai
dalam rangka memberi perlindungan kepada
setiap orang yang berada di tempat kerja
maupun masyarakat dan lingkungan sekitar
yang berhubungan dengan pemindahan
bahan baku, penggunaan peralatan kerja
konstruksi dan proses produksi;
h. melaksanakan semua perintah Pengawas
Pekerjaan yang sesuai dengan kewenangan
Pengawas Pekerjaan dalam Kontrak ini;
i. hak dan kewajiban lain yang timbul akibat
lingkup pekerjaan ditentukan di SSKK.
50. Penggunaan Penyedia tidak diperkenankan menggunakan
Dokumen-Dokumen dan menginformasikan dokumen Kontrak atau
Kontrak dan dokumen lainnya yang berhubungan dengan
Informasi Kontrak untuk kepentingan pihak lain, misalnya
spesifikasi teknis dan/atau gambar-gambar,
serta informasi lain yang berkaitan dengan
Kontrak, kecuali dengan izin tertulis dari Pejabat
yang berwenang untuk menandatangani Kontrak
sesuai ketentuan peraturan perundang-
undangan.
51. Hak Kekayaan Penyedia wajib melindungi Pejabat yang
Intelektual berwenang untuk menandatangani Kontrak dari
segala tuntutan atau klaim dari pihak ketiga
yang disebabkan penggunaan atau atas
pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual oleh
Penyedia.
- 65 -
52. Penanggungan Risiko 52.1 Penyedia berkewajiban untuk melindungi,
membebaskan, dan menanggung tanpa
batas Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak beserta
instansinya terhadap semua bentuk
tuntutan, tanggung jawab, kewajiban,
kehilangan, kerugian, denda, gugatan atau
tuntutan hukum, proses pemeriksaan
hukum, dan biaya yang dikenakan
terhadap Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak beserta
instansinya (kecuali kerugian yang
mendasari tuntutan tersebut disebabkan
kesalahan atau kelalaian berat Pejabat
yang berwenang untuk menandatangani
Kontrak) sehubungan dengan klaim yang
timbul dari hal-hal berikut terhitung sejak
Tanggal Mulai Kerja sampai dengan
Tanggal Penyerahan Akhir Pekerjaan :
a. kehilangan atau kerusakan peralatan
dan harta benda Penyedia,
Subkontraktor (jika ada), dan tenaga
kerja konstruksi;
b. cidera tubuh, sakit atau kematian
tenaga kerja konstruksi;
c. kehilangan atau kerusakan harta
benda, dan cidera tubuh, sakit atau
kematian pihak ketiga.
52.2 Terhitung sejak Tanggal Mulai Kerja
sampai dengan Tanggal Penyerahan Akhir
Pekerjaan, semua risiko kehilangan atau
kerusakan hasil pekerjaan ini, bahan dan
perlengkapan merupakan risiko Penyedia,
kecuali kerugian atau kerusakan tersebut
diakibatkan oleh kesalahan atau kelalaian
Pejabat yang berwenang untuk
- 66 -
menandatangani Kontrak.
52.3 Pertanggungan asuransi yang dimiliki oleh
Penyedia tidak membatasi kewajiban
penanggungan dalam pasal ini. Dalam hal
pertanggungan asuransi tidak mencukupi
maka biaya yang timbul dan/atau selisih
biaya tetap ditanggung oleh Penyedia.
52.4 Kehilangan atau kerusakan terhadap hasil
pekerjaan atau bahan yang menyatu
dengan hasil pekerjaan sejak Tanggal
Mulai Kerja sampai dengan Tanggal
Penyerahan Akhir Pekerjaan harus diganti
atau diperbaiki oleh Penyedia atas
tanggungannya sendiri jika kehilangan
atau kerusakan tersebut terjadi akibat
tindakan atau kelalaian Penyedia.
53. Perlindungan Tenaga 53.1 Penyedia dan Subkontraktor berkewajiban
Kerja atas biaya sendiri untuk mengikutsertakan
Tenaga Kerja Konstruksinya pada
program Badan Penyelenggara Jaminan
Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan serta
melunasi kewajiban pembayaran BPJS
tersebut sebagaimana diatur dalam
peraturan perundang-undangan.
53.2 Penyedia berkewajiban untuk mematuhi
dan memerintahkan Tenaga Kerja
Konstruksinya untuk mematuhi peraturan
keselamatan konstruksi kerja. Pada waktu
pelaksanaan pekerjaan, Penyedia beserta
Tenaga Kerja Konstruksinya dianggap
telah membaca dan memahami peraturan
keselamatan konstruksi kerja tersebut.
53.3 Penyedia berkewajiban untuk
menyediakan kepada setiap Tenaga Kerja
Konstruksinya (termasuk Tenaga Kerja
- 67 -
Konstruksi Subkontraktor, jika ada)
perlengkapan keselamatan kerja yang
sesuai dan memadai.
53.4 Tanpa mengurangi kewajiban Penyedia
untuk melaporkan kecelakaan
berdasarkan hukum yang berlaku,
Penyedia wajib melaporkan kepada
Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak mengenai setiap
kecelakaan yang timbul sehubungan
dengan pelaksanaan Kontrak ini dalam
waktu 24 (dua puluh empat) jam setelah
kejadian.
54. Pemeliharaan Penyedia berkewajiban untuk mengambil
Lingkungan langkah-langkah yang memadai untuk
melindungi lingkungan baik di dalam maupun di
luar tempat kerja dan membatasi gangguan
lingkungan terhadap pihak ketiga dan harta
bendanya sehubungan dengan pelaksanaan
Kontrak ini, sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan yang mengatur mengenai
pengelolaan lingkungan hidup.
55. Asuransi 55.1 Apabila disyaratkan, Penyedia wajib
menyediakan asuransi sejak SPMK
sampai dengan Tanggal Penyerahan Akhir
Pekerjaan untuk
pekerjaan/barang/peralatan yang
mempunyai risiko tinggi terhadap:
a. terjadinya kecelakaan dalam
pelaksanaan pekerjaan atas:
i. segala risiko terhadap
kecelakaan;
ii. kerusakan akibat kecelakaan.
b. kehilangan; dan/atau
c. serta risiko lain yang tidak dapat
- 68 -
diduga.
55.2 Penyedia wajib menyediakan asuransi
bagi pihak ketiga sebagai akibat
kecelakaan di lokasi kerja.
55.3 Besarnya asuransi sudah diperhitungkan
dalam penawaran dan termasuk dalam
Harga Kontrak.
56. Tindakan Penyedia 56.1 Penyedia berkewajiban untuk
yang Mensyaratkan mendapatkan lebih dahulu persetujuan
Persetujuan Pejabat tertulis Pejabat yang berwenang untuk
yang berwenang menandatangani Kontrak sebelum
untuk melakukan tindakan-tindakan berikut:
menandatangani a. mensubkontrakkan sebagian pekerjaan
Kontrak atau yang belum tercantum dalam Lampiran
Pengawas Pekerjaan A SSKK;
b. menunjuk Personel Manajerial yang
namanya tidak tercantum dalam
Lampiran A SSKK;
c. mengubah atau memutakhirkan
dokumen penerapan SMKK;
d. tindakan lain selain yang diatur dalam
SSUK.
56.2 Penyedia berkewajiban untuk
mendapatkan lebih dahulu persetujuan
tertulis Pengawas Pekerjaan sebelum
melakukan tindakan-tindakan berikut:
a. melaksanakan setiap tahapan
pekerjaan berdasarkan rencana kerja
dan metode kerja;
b. mengubah syarat dan ketentuan polis
asuransi;
c. mengubah Personel Manajerial
dan/atau Peralatan Utama;
d. tindakan lain selain yang diatur dalam
- 69 -
SSUK.
56.3 Tindakan lain dalam pasal 56.1 huruf d
dan 56.2 huruf d dituangkan dalam SSKK
57. Laporan Hasil 57.1 Pemeriksaan pekerjaan dilakukan selama
Pekerjaan pelaksanaan Kontrak untuk menetapkan
volume pekerjaan atau kegiatan yang
telah dilaksanakan guna pembayaran hasil
pekerjaan. Hasil pemeriksaan pekerjaan
dituangkan dalam laporan kemajuan hasil
pekerjaan.
57.2 Untuk kepentingan pengendalian dan
pengawasan pelaksanaan pekerjaan,
seluruh aktivitas kegiatan pekerjaan
dilokasi pekerjaan dicatat sebagai bahan
laporan harian pekerjaan yang berisi
rencana dan realisasi pekerjaan harian.
57.3 Laporan harian berisi:
a. jenis dan kuantitas bahan yang berada
di lokasi pekerjaan;
b. penempatan tenaga kerja konstruksi
untuk tiap macam tugasnya;
c. jenis, jumlah dan kondisi peralatan;
d. jenis dan kuantitas pekerjaan yang
dilaksanakan;
e. keadaan cuaca termasuk hujan, banjir
dan peristiwa alam lainnya yang
berpengaruh terhadap kelancaran
pekerjaan; dan
f. catatan-catatan lain yang berkenaan
dengan pelaksanaan pekerjaan.
57.4 Laporan mingguan terdiri dari rangkuman
laporan harian dan berisi hasil kemajuan
fisik pekerjaan dalam periode satu
minggu, serta hal-hal penting yang perlu
- 70 -
ditonjolkan.
57.5 Laporan bulanan terdiri dari rangkuman
laporan mingguan dan berisi hasil
kemajuan fisik pekerjaan dalam periode
satu bulan, serta hal-hal penting yang
perlu ditonjolkan.
57.6 Untuk merekam kegiatan pelaksanaan
pekerjaan konstruksi, Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani
Kontrak dan Penyedia membuat foto-foto
dokumentasi dan video pelaksanaan
pekerjaan di lokasi pekerjaan sesuai
kebutuhan.
57.7 Laporan hasil pekerjaan dibuat oleh
Penyedia, diperiksa oleh Pengawas
Pekerjaan, dan disetujui oleh Pejabat
yang berwenang untuk menandatangani
Kontrak.
58. Kepemilikan Semua rancangan, gambar, spesifikasi, desain,
Dokumen laporan, dan/atau dokumen-dokumen lain serta
piranti lunak yang dipersiapkan oleh Penyedia
berdasarkan Kontrak ini sepenuhnya merupakan
hak milik Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak. Penyedia paling
lambat pada waktu pemutusan atau penghentian
atau akhir Masa Kontrak berkewajiban untuk
menyerahkan semua dokumen dan piranti lunak
tersebut beserta daftar rinciannya kepada
Pejabat yang berwenang untuk menandatangani
Kontrak. Penyedia dapat menyimpan 1 (satu)
buah salinan tiap dokumen dan piranti lunak
tersebut. Pembatasan (jika ada) mengenai
penggunaan dokumen dan piranti lunak tersebut
di atas di kemudian hari diatur dalam SSKK.
- 71 -
59. Kerjasama Antara 59.1 Persyaratan pekerjaan yang
Penyedia dan disubkontrakkan harus memperhatikan:
Subkontraktor 59.1.1 Dalam hal nilai pagu
anggaran di atas
Rp25.000.000.000,00 (dua puluh
lima miliar rupiah), jenis pekerjaan
yang wajib disubkontrakkan
dicantumkan dalam dokumen
pemilihan berdasarkan penetapan
Pejabat Penandatangan Kontrak
dalam dokumen persiapan
pengadaan; dan
59.1.2 Bagian pekerjaan yang wajib
disubkontrakkan yaitu:
1) Sebagian pekerjaan utama yang
disubkontrakkan kepada penyedia
jasa spesialis, dengan ketentuan:
a) Paling banyak 2 (dua)
pekerjaan;
b) Pekerjaan sebagaimana
dimaksud pada huruf a)
sesuai dengan subklasifikasi
SBU;
2) Sebagian pekerjaan yang bukan
pekerjaan utama kepada sub
penyedia jasa usaha kualifikasi
kecil dengan ketentuan:
a) Paling banyak 2 (dua)
pekerjaan;
b) Pekerjaan sebagaimana
dimaksud pada huruf a) tidak
mensyaratkan subklasifikasi
SBU.
59.2 Penyedia tetap bertanggung jawab atas
bagian pekerjaan yang disubkontrakkan
- 72 -
tersebut.
59.3 Subkontraktor dilarang mengalihkan atau
mensubkontrakkan pekerjaan.
59.4 Penyedia Usaha Kecil tidak boleh
mensubkontrakkan pekerjaan kepada
pihak lain.
59.5 Penyedia Usaha Non Kecil yang
melakukan kerjasama dengan
Subkontraktor hanya boleh melaksanakan
sesuai dengan daftar bagian pekerjaan
yang disubkontrakkan (apabila ada) yang
dituangkan dalam Lampiran A SSKK.
59.6 Lampiran A SSKK (Daftar Pekerjaan yang
Disubkontrakkan dan Subkontraktor) tidak
boleh diubah kecuali atas persetujuan
tertulis dari Pejabat yang berwenang
untuk menandatangani Kontrak dan
dituangkan dalam adendum Kontrak.
59.7 Pelaksanaan Kerjasama Antara Penyedia
dan Subkontraktor diawasi oleh Pengawas
Pekerjaan dan Penyedia melaporkan
secara periodik kepada Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani
Kontrak.
59.8 Apabila Penyedia melanggar ketentuan
sebagaimana diatur pada pasal 59.4 atau
59.5 maka akan dikenakan denda senilai
pekerjaan yang disubkontrakkan tersebut.
60. Penyedia Lain Penyedia berkewajiban untuk bekerjasama dan
menggunakan lokasi kerja termasuk jalan akses
bersama-sama dengan Penyedia Lain (jika ada)
dan pihak-pihak lainnya yang berkepentingan
atas lokasi kerja. Jika dipandang perlu, Pejabat
yang berwenang untuk menandatangani Kontrak
dapat memberikan jadwal kerja Penyedia Lain di
- 73 -
lokasi kerja.
61. Alih Dalam hal pelaksanaan paket pekerjaan
Pengalaman/Keahlia konstruksi dengan nilai pagu anggaran di atas
n Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah),
Penyedia memenuhi ketentuan alih
pengalaman/keahlian bidang konstruksi melalui
sistem kerja praktek/magang sesuai dengan
jumlah peserta, durasi pelaksanaan, dan jenis
keahlian yang disepakati pada saat Rapat
Persiapan Penandatanganan Kontrak.
62. Pembayaran Denda Penyedia berkewajiban untuk membayar sanksi
finansial berupa denda sebagai akibat
wanprestasi atau cidera janji terhadap
kewajiban-kewajiban Penyedia dalam Kontrak
ini. Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak mengenakan denda
dengan memotong angsuran pembayaran
prestasi pekerjaan Penyedia. Pembayaran denda
tidak mengurangi tanggung jawab kontraktual
Penyedia.
63. Jaminan 63.1 Jaminan yang digunakan dalam
pelaksanaan Kontrak ini dapat berupa
bank garansi atau surety bond. Jaminan
bersifat tidak bersyarat, mudah dicairkan,
dan harus dicairkan oleh penerbit jaminan
paling lambat 14 (empat belas) hari kerja
setelah surat perintah pencairan dari
Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak atau pihak yang
diberi kuasa oleh Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani
Kontrak diterima.
63.2 Penerbit Jaminan selain Bank Umum
- 74 -
harus telah ditetapkan/mendapat
rekomendasi dari Otoritas Jasa Keuangan
(OJK)
63.3 Penggunaan Jaminan Pelaksanaan,
Jaminan Uang Muka dan Jaminan
Pemeliharaan sebagai berikut:
a. Bank Umum;
b. Perusahaan Asuransi;
c. Perusahaan Penjaminan; atau
d. lembaga keuangan khusus yang
menjalankan usaha di bidang
pembiayaan, penjaminan, dan asuransi
untuk mendorong ekspor Indonesia
sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan di bidang
lembaga pembiayaan ekspor Indonesia.
63.4 Jaminan Pelaksanaan diberikan kepada
Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak setelah
diterbitkannya Surat Penunjukan Penyedia
Barang/Jasa (SPPBJ) sebelum dilakukan
Penandatanganan Kontrak dengan besar:
a. 5% (lima persen) dari Harga Kontrak;
atau
b. 5% (lima persen) dari nilai HPS untuk
harga penawaran atau penawaran
terkoreksi di bawah 80% (delapan
puluh persen) nilai HPS.
63.5 Masa berlakunya Jaminan Pelaksanaan
paling kurang sejak tanggal
penandatangananan Kontrak sampai
dengan Tanggal Penyerahan Pertama
Pekerjaan (Provisional Hand Over/PHO).
63.6 Jaminan Pelaksanaan dikembalikan
setelah pekerjaan dinyatakan selesai
- 75 -
100% (seratus persen) dan diganti dengan
Jaminan Pemeliharaan atau menahan
uang retensi sebesar 5% (lima persen)
dari Harga Kontrak;
63.7 Jaminan Uang Muka diberikan kepada
Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak dalam rangka
pengambilan uang muka yang
besarannya paling kurang sama dengan
besarnya uang muka yang diterima
Penyedia.
63.8 Nilai Jaminan Uang Muka dapat dikurangi
secara proporsional sesuai dengan sisa
uang muka yang diterima.
63.9 Masa berlakunya Jaminan Uang Muka
paling kurang sejak tanggal persetujuan
pemberian uang muka sampai dengan
Tanggal Penyerahan Pertama Pekerjaan
(PHO).
63.10 Jaminan Pemeliharaan diberikan kepada
Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak setelah
pekerjaan dinyatakan selesai 100%
(seratus persen).
63.11 Pengembalian Jaminan Pemeliharan
dilakukan paling lambat 14 (empat belas)
hari kerja setelah Masa Pemeliharaan
selesai dan pekerjaan diterima dengan
baik sesuai dengan ketentuan Kontrak.
63.12 Masa berlaku Jaminan Pemeliharaan
paling kurang sejak Tanggal Penyerahan
Pertama Pekerjaan sampai dengan
Tanggal Penyerahan Akhir Pekerjaan
(Final Hand Over/FHO).
- 76 -
D. HAK DAN KEWAJIBAN PEJABAT YANG BERWENANG UNTUK
MENANDATANGANI KONTRAK
64. Hak dan Kewajiban Hak-hak yang dimiliki serta kewajiban-
Pejabat yang kewajiban yang harus dilaksanakan oleh Pejabat
berwenang untuk yang berwenang untuk menandatangani Kontrak
menandatangani dalam melaksanakan Kontrak, meliputi :
Kontrak a. mengawasi dan memeriksa pekerjaan yang
dilaksanakan oleh Penyedia;
b. menerima laporan-laporan secara periodik
mengenai pelaksanaan pekerjaan yang
dilaksanakan oleh Penyedia;
c. menerima hasil pekerjaan sesuai dengan
jadwal penyerahan pekerjaan dan ketentuan
yang telah ditetapkan dalam Kontrak.
d. membayar pekerjaan sesuai dengan harga
yang tercantum dalam Kontrak yang telah
ditetapkan kepada Penyedia;
e. memberikan fasilitas berupa sarana dan
prasarana yang dibutuhkan oleh Penyedia
untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan
sesuai ketentuan Kontrak; dan
f. menilai kinerja Penyedia.
65. Fasilitas Pejabat yang berwenang untuk menandatangani
Kontrak dapat memberikan fasilitas berupa
sarana dan prasarana atau kemudahan lainnya
(jika ada) yang tercantum dalam SSKK untuk
kelancaran pelaksanan pekerjaan ini.
66. Peristiwa 66.1 Peristiwa Kompensasi dapat diberikan
Kompensasi kepada Penyedia yaitu:
a. Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak mengubah
jadwal pekerjaan yang dapat
mempengaruhi pelaksanaan pekerjaan;
b. keterlambatan pembayaran kepada
Penyedia;
- 77 -
c. Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak tidak
memberikan gambar-gambar,
spesifikasi dan/atau instruksi sesuai
jadwal yang dibutuhkan;
d. Penyedia belum bisa masuk ke lokasi
sesuai jadwal dalam kontrak;
e. Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak
menginstruksikan kepada pihak
Penyedia untuk melakukan pengujian
tambahan yang setelah dilaksanakan
pengujian ternyata tidak ditemukan
kerusakan/kegagalan/penyimpangan;
f. Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak
memerintahkan penundaan
pelaksanaan pekerjaan;
g. Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak
memerintahkan untuk mengatasi
kondisi tertentu yang tidak dapat
diduga sebelumnya yang
disebabkan/tidak disebabkan oleh
Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak; atau
h. ketentuan lain dalam SSKK.
66.2 Jika Peristiwa Kompensasi
mengakibatkan pengeluaran tambahan
dan/atau keterlambatan penyelesaian
pekerjaan maka Pejabat yang berwenang
untuk menandatangani Kontrak
berkewajiban untuk membayar ganti rugi
dan/atau memberikan perpanjangan Masa
Pelaksanaan.
66.3 Ganti rugi akibat Peristiwa Kompensasi
hanya dapat dibayarkan jika berdasarkan
data penunjang dan perhitungan
- 78 -
kompensasi yang diajukan oleh Penyedia
kepada Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak, dapat
dibuktikan kerugian nyata.
66.4 Perpanjangan Masa Pelaksanaan hanya
dapat diberikan jika berdasarkan data
penunjang dan perhitungan kompensasi
yang diajukan oleh Penyedia kepada
Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak, dapat
dibuktikan perlunya tambahan waktu
akibat Peristiwa Kompensasi.
66.5 Penyedia tidak berhak atas ganti rugi
dan/atau perpanjangan Masa
Pelaksanaan jika Penyedia gagal atau lalai
untuk memberikan peringatan dini dalam
mengantisipasi atau mengatasi dampak
Peristiwa Kompensasi.
E. TENAGA KERJA KONSTRUKSI DAN/ATAU PERALATAN PENYEDIA
67. Tenaga Kerja 67.1 Setiap Tenaga Kerja Konstruksi yang
Konstruksi bekerja pada pekerjaan ini wajib memiliki
sertifikat kompetensi kerja.
67.2 Tenaga Kerja Konstruksi selain Personel
Manajerial yang bekerja/akan bekerja
pada pekerjaan ini dan belum memiliki
sertifikat kompetensi kerja, maka
Penyedia wajib memastikan dipenuhinya
persyaratan sertifikat kompetensi kerja
sepanjang Masa Pelaksanaan.
68. Personel Manajerial 68.1 Personel Manajerial yang ditempatkan
dan/atau Peralatan dan dipekerjakan harus sesuai dengan
Utama yang tercantum dalam Lampiran A SSKK.
68.2 Peralatan Utama yang ditempatkan dan
digunakan untuk pelaksanaan pekerjaan
adalah peralatan yang laik dan harus
sesuai dengan yang tercantum dalam
- 79 -
Lampiran A SSKK.
68.3 Personel Manajerial berkewajiban untuk
menjaga kerahasiaan pekerjaannya. Jika
diperlukan oleh Pejabat yang berwenang
untuk menandatangani Kontrak, Personel
Manajerial dapat sewaktu-waktu
disyaratkan untuk menjaga kerahasiaan
pekerjaan di bawah sumpah.
F. PEMBAYARAN KEPADA PENYEDIA
69. Harga Kontrak 69.1 Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak membayar
kepada Penyedia atas pelaksanaan
pekerjaan dalam Kontrak sebesar Harga
Kontrak.
69.2 Harga Kontrak telah memperhitungkan
meliputi :
1) beban pajak;
2) keuntungan dan biaya overhead (biaya
umum);
3) biaya pelaksanaan pekerjaan; dan
4) biaya penerapan SMKK.
69.3 Rincian Harga Kontrak sesuai dengan
rincian yang tercantum dalam Daftar
Kuantitas dan Harga.
69.4 Besaran Harga Kontrak sesuai dengan
penawaran yang sebagaimana yang telah
diubah terakhir kali sesuai dengan
ketentuan dalam Kontrak.
70. Pembayaran 70.1 Uang Muka
a. Uang muka dibayar untuk membiayai
mobilisasi peralatan/tenaga kerja
konstruksi, pembayaran uang tanda
jadi kepada pemasok bahan/material
- 80 -
dan/atau untuk persiapan teknis lain.
b. Untuk usaha non kecil, uang muka
dapat diberikan paling tinggi 20% (dua
puluh persen) dari Harga Kontrak.
c. Untuk Kontrak Tahun Jamak, uang
muka dapat diberikan paling tinggi
15% (lima belas persen) dari Harga
Kontrak.
d. Besaran uang muka ditentukan dalam
SSKK dan dibayar setelah Penyedia
menyerahkan Jaminan Uang Muka
paling sedikit sebesar uang muka yang
diterima.
e. Dalam hal diberikan uang muka, maka
Penyedia harus mengajukan
permohonan pengambilan uang muka
secara tertulis kepada Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani
Kontrak disertai dengan rencana
penggunaan uang muka untuk
melaksanakan pekerjaan sesuai
Kontrak dan rencana
pengembaliannya.
f. Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak harus
mengajukan Surat Permintaan
Pembayaran (SPP) kepada Pejabat
Penandatangananan Surat Perintah
Membayar (PPSPM) untuk
permohonan tersebut pada huruf f,
paling lambat 7 (tujuh) hari kerja
setelah Jaminan Uang Muka diterima.
g. Pengembalian uang muka harus
diperhitungkan berangsur-angsur
secara proporsional pada setiap
pembayaran prestasi pekerjaan dan
paling lambat harus lunas pada saat
- 81 -
pekerjaan mencapai prestasi 100%
(seratus persen).
70.2 Prestasi pekerjaan
Pembayaran prestasi hasil pekerjaan yang
disepakati dilakukan oleh Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani
Kontrak, dengan ketentuan:
a. Penyedia telah mengajukan tagihan
disertai laporan kemajuan hasil
pekerjaan;
b. pembayaran dilakukan tidak boleh
melebihi kemajuan hasil pekerjaan
yang telah dicapai dan diterima oleh
Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak;
c. pembayaran dilakukan terhadap
pekerjaan yang sudah terpasang;
d. pembayaran dilakukan dengan sistem
bulanan atau sistem termin sesuai
ketentuan dalam SSKK;
e. pembayaran harus memperhitungkan:
1) angsuran uang muka;
2) peralatan dan/atau bahan yang
menjadi bagian permanen dari
hasil pekerjaan yang akan
diserahterimakan (material on
site) yang sudah dibayar
sebelumnya;
3) denda (apabila ada);
4) pajak; dan/atau
5) uang retensi.
f. untuk Kontrak yang mempunyai
subkontrak, permintaan pembayaran
harus dilengkapi bukti pembayaran
kepada seluruh Subkontraktor sesuai
dengan prestasi pekerjaan.
Pembayaran kepada Subkontraktor
- 82 -
dilakukan sesuai prestasi pekerjaan
yang selesai dilaksanakan oleh
Subkontraktor tanpa harus menunggu
pembayaran terlebih dahulu dari
Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak;
g. pembayaran terakhir hanya dilakukan
setelah pekerjaan selesai 100%
(seratus persen) dan Berita Acara
Serah Terima Pertama Pekerjaan
ditandatangani oleh Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani
Kontrak dan Penyedia;
h. Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak dalam kurun
waktu 7 (tujuh) hari kerja setelah
pengajuan permintaan pembayaran
dari Penyedia diterima harus sudah
mengajukan Surat Permintaan
Pembayaran kepada Pejabat
Penandatanganan Surat Perintah
Membayar (PPSPM);
i. apabila terdapat ketidaksesuaian
dalam perhitungan angsuran, tidak
akan menjadi alasan untuk menunda
pembayaran. Pejabat yang berwenang
untuk menandatangani Kontrak dapat
meminta Penyedia untuk
menyampaikan perhitungan prestasi
sementara dengan mengesampingkan
hal-hal yang sedang menjadi
perselisihan.
70.3 Material on Site
Bahan dan/atau peralatan yang menjadi
bagian dari hasil pekerjaan memenuhi
ketentuan:
a. bahan dan/atau peralatan yang
- 83 -
menjadi bagian permanen dari hasil
pekerjaan
b. bahan dan/atau peralatan yang belum
dilakukan uji fungsi (commisioning),
serta merupakan bagian dari
pekerjaan utama harus memenuhi
ketentuan sebagai berikut:
(1) berada di lokasi pekerjaan
sebagaimana tercantum dalam
Kontrak dan perubahannya;
(2) memiliki sertifikat uji mutu dari
pabrikan/produsen;
(3) bersertifikat garansi dari
produsen/agen resmi yang
ditunjuk oleh produsen;
(4) disetujui oleh Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani
Kontrak sesuai dengan capaian
fisik yang diterima;
(5) dilarang dipindahkan dari area
lokasi pekerjaan dan/atau
dipindah-tangankan oleh pihak
manapun; dan
(6) keamanan penyimpanan dan risiko
kerusakan sebelum
diserahterimakan secara satu
kesatuan fungsi merupakan
tanggung jawab Penyedia.
c. sertifikat uji mutu dan sertifikat
garansi tidak diperlukan dalam hal
peralatan dan/atau bahan
dibuat/dirakit oleh Penyedia;
d. besaran yang akan dibayarkan dari
material on site (maksimal sampai
dengan 70%) dari Harga Satuan
Pekerjaan (HSP);
e. besaran nilai pembayaran dan jenis
- 84 -
material on site dicantumkan di dalam
SSKK.
70.4 Denda dan Ganti Rugi
a. Denda merupakan sanksi finansial
yang dikenakan kepada Penyedia,
antara lain: denda keterlambatan
dalam penyelesaian pelaksanaan
pekerjaan, denda keterlambatan
dalam perbaikan Cacat Mutu, denda
terkait pelanggaran ketentuan
subkontrak.
b. Ganti rugi merupakan sanksi finansial
yang dikenakan kepada Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani
Kontrak maupun Penyedia karena
terjadinya cidera janji/wanprestasi.
Besarnya sanksi ganti rugi adalah
sebesar nilai kerugian yang
ditimbulkan.
c. Besarnya denda keterlambatan yang
dikenakan kepada Penyedia atas
keterlambatan penyelesaian pekerjaan
adalah:
1) 1‰ (satu perseribu) dari harga
bagian Kontrak yang tercantum
dalam Kontrak (sebelum PPN);
atau
2) 1‰ (satu perseribu) dari Harga
Kontrak (sebelum PPN);
sesuai yang ditetapkan dalam SSKK.
d. Besaran denda cacat mutu sebesar
1‰ (satu perseribu) per hari
keterlambatan perbaikan dari nilai
biaya perbaikan pekerjaan yang
ditemukan cacat mutu.
e. Besaran denda pelanggaran
subkontrak sebesar nilai pekerjaan
- 85 -
subkontrak yang disubkontrakkan
tidak sesuai ketentuan.
f. Besarnya ganti rugi sebagai akibat
Peristiwa Kompensasi yang dibayar
oleh Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak atas
keterlambatan pembayaran adalah
sebesar bunga dari nilai tagihan yang
terlambat dibayar, berdasarkan
tingkat suku bunga yang berlaku pada
saat itu menurut ketetapan Bank
Indonesia, sepanjang telah diputuskan
oleh lembaga yang berwenang;
g. Pembayaran denda dan/atau ganti
rugi diperhitungkan dalam
pembayaran prestasi pekerjaan.
h. Ganti rugi kepada Penyedia dapat
mengubah Harga Kontrak setelah
dituangkan dalam adendum kontrak.
i. Pembayaran ganti rugi dilakukan oleh
Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak, apabila
Penyedia telah mengajukan tagihan
disertai perhitungan dan data-data.
71. Hari Kerja 71.1 Orang hari standar atau satu hari orang
bekerja adalah 8 (delapan) jam, terdiri
atas 7 (tujuh) jam kerja (efektif) dan 1
(satu) jam istirahat.
71.2 Penyedia tidak diperkenankan melakukan
pekerjaan apapun di lokasi kerja pada
waktu yang secara ketentuan peraturan
perundang-undangan dinyatakan sebagai
hari libur atau di luar jam kerja normal,
kecuali:
a. dinyatakan lain di dalam Kontrak;
b. Pejabat yang berwenang untuk
- 86 -
menandatangani Kontrak memberikan
izin; atau
c. pekerjaan tidak dapat ditunda, atau
untuk keselamatan/perlindungan
masyarakat, dimana Penyedia harus
segera memberitahukan urgensi
pekerjaan tersebut kepada Pengawas
Pekerjaan dan Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani
Kontrak.
71.3 Semua pekerja dibayar selama hari kerja
dan datanya disimpan oleh Penyedia.
Daftar pembayaran masing-masing
pekerja dapat diperiksa oleh Pejabat
Penandatangan Kontrak.
71.4 Untuk pekerjaan yang dilakukan di luar
hari kerja efektif dan jam kerja normal
harus mengikuti ketentuan Menteri yang
membidangi ketenagakerjaan.
71.5 Pelaksanaan pekerjaan di luar hari kerja
efektif dan/atau jam kerja normal harus
diawasi oleh Pengawas Pekerjaan.
72. Perhitungan Akhir 72.1 Pembayaran angsuran prestasi pekerjaan
terakhir dilakukan setelah pekerjaan
selesai 100% (seratus persen) dan berita
acara serah terima pertama pekerjaan
telah ditandatangani oleh kedua pihak.
72.2 Sebelum pembayaran terakhir dilakukan,
Penyedia berkewajiban untuk
menyerahkan kepada Pengawas
Pekerjaan rincian perhitungan nilai
tagihan terakhir yang jatuh tempo.
Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak berdasarkan
hasil penelitian tagihan oleh Pengawas
- 87 -
Pekerjaan berkewajiban untuk
menerbitkan SPP untuk pembayaran
tagihan angsuran terakhir paling lambat 7
(tujuh) hari kerja terhitung sejak tagihan
dan dokumen penunjang dinyatakan
lengkap dan diterima oleh Pengawas
Pekerjaan.
73. Penangguhan 73.1 Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak dapat
menangguhkan pembayaran setiap
angsuran prestasi pekerjaan Penyedia jika
Penyedia gagal atau lalai memenuhi
kewajiban kontraktualnya, termasuk
penyerahan setiap Hasil Pekerjaan sesuai
dengan waktu yang telah ditetapkan.
73.2 Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak secara tertulis
memberitahukan kepada Penyedia
tentang penangguhan hak pembayaran,
disertai alasan-alasan yang jelas
mengenai penangguhan tersebut.
Penyedia diberi kesempatan untuk
memperbaiki dalam jangka waktu
tertentu.
73.3 Pembayaran yang ditangguhkan harus
disesuaikan dengan proporsi kegagalan
atau kelalaian Penyedia.
73.4 Jika dipandang perlu oleh Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani
Kontrak, penangguhan pembayaran akibat
keterlambatan penyerahan pekerjaan
dapat dilakukan bersamaan dengan
pengenaan denda kepada Penyedia.
- 88 -
G. PENGAWASAN MUTU
74. Pengawasan dan Pejabat yang berwenang untuk menandatangani
Pemeriksaan Kontrak berwenang melakukan pengawasan dan
pemeriksaan terhadap pelaksanaan pekerjaan
yang dilaksanakan oleh Penyedia. Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani Kontrak
dapat memerintahkan kepada pihak ketiga untuk
melakukan pengawasan dan pemeriksaan atas
semua pelaksanaan pekerjaan yang
dilaksanakan oleh Penyedia.
75. Penilaian Pekerjaan 75.1 Pejabat yang berwenang untuk
Sementara oleh menandatangani Kontrak dalam Masa
Pejabat yang Pelaksanaan pekerjaan dapat melakukan
berwenang untuk penilaian sementara atas hasil pekerjaan
menandatangani yang dilakukan oleh Penyedia.
Kontrak 75.2 Penilaian atas hasil pekerjaan dilakukan
terhadap mutu dan kemajuan fisik
pekerjaan.
76. Pemeriksaan dan 76.1 Pejabat yang berwenang untuk
Pengujian Cacat menandatangani Kontrak atau Pengawas
Mutu Pekerjaan akan memeriksa setiap hasil
pekerjaan dan memberitahukan Penyedia
secara tertulis atas setiap Cacat Mutu
yang ditemukan. Pejabat yang berwenang
untuk menandatangani Kontrak atau
Pengawas Pekerjaan dapat
memerintahkan Penyedia untuk
menemukan dan mengungkapkan Cacat
Mutu , serta menguji hasil pekerjaan yang
dianggap oleh Pejabat yang berwenang
untuk menandatangani Kontrak atau
Pengawas Pekerjaan mengandung Cacat
Mutu . Penyedia bertanggung jawab atas
perbaikan Cacat Mutu selama Masa
- 89 -
Kontrak.
76.2 Jika Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak atau Pengawas
Pekerjaan memerintahkan Penyedia untuk
melakukan pengujian Cacat Mutu yang
tidak tercantum dalam Spesifikasi Teknis
dan Gambar, dan hasil uji coba
menunjukkan adanya cacat mutu maka
Penyedia berkewajiban untuk
menanggung biaya pengujian tersebut.
Jika tidak ditemukan adanya Cacat Mutu
maka uji coba tersebut dianggap sebagai
Peristiwa Kompensasi.
77. Perbaikan Cacat 77.1 Pejabat yang berwenang untuk
Mutu menandatangani Kontrak atau Pengawas
Pekerjaan akan menyampaikan
pemberitahuan Cacat Mutu kepada
Penyedia segera setelah ditemukan Cacat
Mutu tersebut. Penyedia bertanggung
jawab atas Cacat Mutu selama Masa
Kontrak.
77.2 Terhadap pemberitahuan Cacat Mutu
tersebut, Penyedia berkewajiban untuk
memperbaiki Cacat Mutu dalam jangka
waktu yang ditetapkan dalam
pemberitahuan.
77.3 Jika Penyedia tidak memperbaiki Cacat
Mutu dalam jangka waktu yang ditentukan
maka Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak, berdasarkan
pertimbangan Pengawas Pekerjaan,
berhak untuk secara langsung atau
melalui pihak ketiga yang ditunjuk oleh
Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak melakukan
perbaikan tersebut. Penyedia segera
- 90 -
setelah menerima klaim Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani
Kontrak secara tertulis berkewajiban
untuk mengganti biaya perbaikan
tersebut. Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak dapat
memperoleh penggantian biaya dengan
memotong pembayaran atas tagihan
Penyedia yang jatuh tempo (jika ada) atau
uang retensi atau pencairan Jaminan
Pemeliharaan atau jika tidak ada maka
biaya penggantian akan diperhitungkan
sebagai utang Penyedia kepada Pejabat
yang berwenang untuk menandatangani
Kontrak yang telah jatuh tempo.
77.4 Dalam hal cacat mutu ditemukan oleh
Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak selama masa
pelaksanaan maka penyedia wajib
memperbaiki cacat mutu tersebut dan
Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak tidak melakukan
pembayaran pekerjaan sebelum cacat
mutu tersebut selesai diperbaiki.
77.5 Dalam hal cacat mutu ditemukan oleh
Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak selama masa
pemeliharaan maka penyedia wajib
memperbaiki cacat mutu tersebut dalam
jangka waktu yang ditentukan dan
mengenakan denda keterlambatan untuk
setiap keterlambatan perbaikan Cacat
Mutu.
77.6 Penyedia yang tidak melaksanakan
perbaikan cacat mutu sewaktu masa
pemeliharaan dapat diputus kontrak dan
dikenakan sanksi daftar hitam.
- 91 -
77.7 Jangka waktu perbaikan cacat mutu
sesuai dengan perkiraan waktu yang
diperlukan untuk perbaikan dan
ditetapkan oleh Pejabat yang berwenang
untuk menandatangani Kontrak.
77.8 Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak dapat
memperpanjang Masa Pemeliharaan
dalam hal jangka waktu perbaikan cacat
mutu akan melampaui Masa
Pemeliharaan.
78. Kegagalan Bangunan 78.1 Kegagalan Bangunan terhitung sejak
Tanggal Penyerahan Akhir Pekerjaan
78.2 Penyedia bertanggung jawab atas
Kegagalan Bangunan selama Umur
Konstruksi yang tercantum dalam SSKK
tetapi tidak lebih dari 10 (sepuluh) tahun,
dan dalam SSKK agar dicantumkan lama
pertanggungan terhadap Kegagalan
Bangunan yang ditetapkan apabila
rencana Umur Konstruksi kurang dari 10
(sepuluh) tahun.
78.3 Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak
bertanggungjawab atas Kegagalan
Bangunan yang terjadi setelah jangka
waktu yang ditetapkan dalam SSKK.
78.4 Penyedia berkewajiban untuk melindungi,
membebaskan, dan menanggung tanpa
batas Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak beserta
instansinya terhadap semua bentuk
tuntutan, tanggung jawab, kewajiban,
kehilangan, kerugian, denda, gugatan atau
tuntutan hukum, proses pemeriksaan
- 92 -
hukum, dan biaya yang dikenakan
terhadap Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak beserta
instansinya (kecuali kerugian yang
mendasari tuntutan tersebut disebabkan
kesalahan atau kelalaian Pejabat yang
berwenang untuk menandatangani
Kontrak) sehubungan dengan klaim
kehilangan atau kerusakan harta benda,
dan cidera tubuh, sakit atau kematian
pihak ketiga yang timbul dari Kegagalan
Bangunan.
78.5 Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak maupun
Penyedia berkewajiban untuk menyimpan
dan memelihara semua dokumen yang
digunakan dan terkait dengan
pelaksanaan ini selama Umur Konstruksi
yang tercantum dalam SSKK tetapi tidak
lebih dari 10 (sepuluh) tahun.
H. PENYELESAIAN PERSELISIHAN
79. Penyelesaian 79.1 Para Pihak berkewajiban untuk berupaya
Perselisihan/Sengket sungguh-sungguh menyelesaikan secara
a damai semua perselisihan yang timbul
dari atau berhubungan dengan Kontrak ini
atau interpretasinya selama atau setelah
pelaksanaan pekerjaan ini dengan prinsip
dasar musyawarah untuk mencapai
kemufakatan.
79.2 Dalam hal musyawarah para pihak
sebagaimana dimaksud pada pasal 79.1
tidak dapat mencapai suatu kemufakatan,
maka penyelesaian perselisihan atau
sengketa antara para pihak ditempuh
melalui tahapan mediasi, konsiliasi, dan
arbitrase.
- 93 -
79.3 Selain ketentuan pada pasal 79.2
penyelesaian perselisihan/sengketa para
pihak dapat dilakukan melalui:
a. layanan penyelesaian sengketa
Kontrak;
b. dewan sengketa konstruksi; atau
c. Pengadilan.
79.4 Dalam hal pilihan yang digunakan dewan
sengketa untuk menggantikan mediasi
dan konsiliasi maka nama anggota dewan
sengketa yang dipilih dan ditetapkan oleh
para pihak sebelum penandatanganan
kontrak.
80. Itikad Baik 80.1 Para pihak bertindak berdasarkan asas
saling percaya yang disesuaikan dengan
hak-hak yang terdapat dalam Kontrak.
80.2 Para pihak setuju untuk melaksanakan
perjanjian dengan jujur tanpa
menonjolkan kepentingan masing-masing
pihak. Apabila selama Kontrak, salah satu
pihak merasa dirugikan, maka diupayakan
tindakan yang terbaik untuk mengatasi
keadaan tersebut.
III. SYARAT-SYARAT KHUSUS KONTRAK KONTRAK
Pasal Ketentuan Data
dalam
SSUK
- 94 -
4.1 & Koresponde Alamat Para Pihak sebagai berikut:
4.2 nsi
Satuan Kerja Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak : ............... [diisi nama
satuan kerja Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak]
Nama : YUFENDRI, ST.
Alamat : Jalan SM. Amin No.92, Simpang
Baru, Tampan, Kota Pekanbaru
Website : [Link]
E-mail : .......... [diisi eamail Pejabat yang
berwenang untuk
menandatangani Kontrak]
Faksimili : .......... [diisi nomor faksimili
Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak]
Penyedia : ........................ [diisi nama badan
usaha/nama KSO]
Nama : .......... [diisi nama yang ttd surat
perjanjian]
Alamat : .......... [diisi alamat Penyedia]
E-mail : .......... [diisi email Penyedia]
Faksimili : .......... [diisi nomor faksimili
Penyedia]
4.2 & Wakil Sah Wakil Sah Para Pihak sebagai berikut:
5.1 Para Pihak
Untuk Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak:
Nama : YUFENDRI, ST
Jabatan Pejabat Pembuat Komitmen
Berdasarkan Surat Keputusan
Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak ……
nomor .…. tanggal
Untuk Penyedia:
Nama : .......... [diisi nama yang ditunjuk
- 95 -
menjadi Wakil Sah Penyedia]
Berdasarkan Surat
Keputusan …… nomor .….
tanggal ……. [diisi nomor dan
tanggal SK pengangkatan Wakil
Sah Penyedia]
6.3.b & Pencairan Jaminan dicairkan dan disetorkan
6.3.c Jaminan pada ..................... [diisi nama kantor Kas Negara]
44.4 &
44.6
27.1 Masa Masa Pelaksanaan selama 270 (Dua ratus tujuh
Pelaksanaan puluh) hari kalender terhitung sejak Tanggal
Mulai Kerja yang tercantum dalam SPMK.
27.4 Masa 1. Masa Pelaksanaan bagian pekerjaan Kontrak
Pelaksanaan Paket Pekerjaan Pembangunan Pantai Sekodi
untuk Serah Kab. Bengkalis selama 270 (Dua ratus tujuh
Pekerjaan puluh) hari kalender terhitung sejak Tanggal
Mulai Kerja yang tercantum dalam SPMK.
2. Masa Pelaksanaan bagian pekerjaan (bagian
Kontrak) …………… [diisi bagian
pekerjaannya] selama ......... [diisi jumlah hari
kalender dalam angka dan huruf] hari
kalender terhitung sejak Tanggal Mulai Kerja
yang tercantum dalam SPMK.
3. Dst.
Catatan:
Ketentuan di atas diisi apabila diberlakukan serah
terima sebagian pekerjaan (secara parsial) sesuai
dengan yang dicantumkan dalam dokumen
pemilihan (rancangan kontrak)
33.8 Masa Masa Pemeliharaan berlaku selama 180 (Seratus
Pemeliharaa delapan puluh) hari kalender terhitung sejak
- 96 -
n Tanggal Penyerahan Pertama Pekerjaan (PHO).
33.19 Serah Dalam Kontrak ini diberlakukan serah terima
Terima pekerjaan sebagian atau secara parsial untuk
Pekerjaan bagian kontrak sebagai berikut:
1. ............
2. ............
3. Dst
[diisi bagian pekerjaan yang akan dilakukan serah
terima sebagian pekerjaan (secara parsial sesuai
dengan yang dicantumkan dalam dokumen
pemilihan (rancangan kontrak)
33.22 Masa 1. Masa Pemeliharaan bagian pekerjaan (bagian
Pemeliharaa Kontrak)…………… [diisi bagian
n untuk pekerjaannya] selama ......... [diisi jumlah hari
Serah kalender dalam angka dan huruf] hari
Terima kalender terhitung sejak tanggal penyerahan
Sebagian pertama bagian pekerjaan …………… [diisi
Pekerjaan bagian pekerjaannya].
(Bagian 2. Masa Pemeliharaan bagian pekerjaan (bagian
Kontrak) Kontrak) …………… [diisi bagian
pekerjaannya] selama ......... [diisi jumlah hari
kalender dalam angka dan huruf] hari
kalender terhitung sejak tanggal penyerahan
pertama bagian pekerjaan …………… [diisi
bagian pekerjaannya].
3. Dst.
Catatan:
Ketentuan di atas diisi apabila diberlakukan serah
terima sebagian pekerjaan (secara parsial) dan
sudah ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan.
35.1 Gambar As Gambar ”As built” diserahkan paling lambat .....
Built dan (...... dalam huruf .........)
- 97 -
Pedoman
Pengoperasi dan/atau pedoman pengoperasian dan
an dan perawatan/pemeliharaan harus diserahkan paling
Perawatan/ lambat ..... (...... dalam huruf .........) hari kalender
Pemeliharaa setelah Tanggal Penyerahan Pertama Pekerjaan.
n
38.7 Penyesuaian Penyesuaian harga …………….. [dipilih:
Harga diberikan/tidak diberikan] dalam hal diberikan
maka rumusannya sebagai berikut:
Hn = Ho
(a+[Link]/Bo+[Link]/Co+[Link]/Do+.....)
Hn = Harga Satuan pada saat pekerjaan
dilaksanakan;
Ho = Harga Satuan pada saat harga
penawaran;
A = Koefisien tetap yang terdiri atas
keuntungan dan overhead, dalam
hal penawaran tidak
mencantumkan besaran komponen
keuntungan dan overhead maka a =
0,15
b, c, = Koefisien komponen kontrak seperti
d tenaga kerja, bahan, alat kerja, dsb;
Penjumlahan a+b+c+d+....dst adalah
1,00
Bn, = Indeks harga komponen pada
Cn, b u l a n saat pekerjaan dilaksanakan
Dn
Bo, = Indeks harga komponen pada bulan
Co, penyampaian penawaran.
Do
Rumusan tersebut diatas memperhatikan hal-hal
sebagai berikut:
a) Penetapan koefisien bahan, tenaga kerja, alat
kerja, bahan bakar, dan sebagainya
ditetapkan seperti contoh sebagai berikut:
- 98 -
KoefisienKomponen
Pekerjaan
a. b. c. d. a+b+c+d
Timbunan 0,15 …. …. …. 1,00
Galian 0,15 …. …. …. 1,00
Galian 0,15 …. …. …. 1,00
dengan
alat
Beton 0,15 …. …. …. 1,00
Betonbertu 0,15 …. …. …. 1,00
lang
b) Koefisien komponen kontrak ditetapkan oleh
Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak dari perbandingan
antara harga bahan, tenaga kerja, alat kerja,
dan sebagainya (apabila ada) terhadap Harga
Satuan dari pembobotan HPS dan
dicantumkan dalam Dokumen Pemilihan
(Rancangan Kontrak).
c) Indeks harga yang digunakan bersumber dari
penerbitan BPS.
d) Dalam hal indeks harga tidak dimuat dalam
penerbitan BPS, digunakan indeks harga yang
dikeluarkan oleh instansi teknis.
e) Rumusan penyesuaian Harga Kontrak
ditetapkan sebagai berikut:
Pn = (Hn1xV1)+(Hn2xV2)+(Hn3xV3)+....
dst
Pn = Harga Kontrak setelah dilakukan
penyesuaian Harga Satuan;
Hn = Harga Satuan baru setiap jenis
komponen pekerjaan setelah
dilakukan penyesuaian harga
menggunakan rumusan
penyesuaian Harga Satuan;
V = Volume setiap jenis komponen
pekerjaan yang dilaksanakan.
f) Pembayaran penyesuaian harga dilakukan
- 99 -
oleh Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak, apabila Penyedia
telah mengajukan tagihan disertai
perhitungan beserta data-data dan telah
dilakukan audit sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan.
g) Penyedia dapat mengajukan tagihan secara
berkala paling cepat 6 (enam) bulan setelah
pekerjaan yang diberikan penyesuaian harga
tersebut dilaksanakan.
h) Pembayaran penyesuaian harga dilakukan
oleh Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak, apabila Penyedia
telah mengajukan tagihan disertai
perhitungan beserta data-data dan telah
dilakukan audit sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan.
45.b Pembayaran Batas akhir waktu yang disepakati untuk
Tagihan penerbitan SPP oleh Pejabat yang berwenang
untuk menandatangani Kontrak untuk
pembayaran tagihan angsuran adalah ........... (......
dalam huruf .........) hari kerja terhitung sejak
tagihan dan kelengkapan dokumen penunjang
yang tidak diperselisihkan diterima oleh Pejabat
yang berwenang untuk menandatangani Kontrak .
49.(i) Hak dan Hak dan kewajiban Penyedia :
Kewajiban 1. ……….
Penyedia 2. ……….
3. Dst
[diisi hak dan kewajiban Penyedia yang timbul
akibat lingkup pekerjaan selain yang sudah
tercantum dalam SSUK]
56.3 Tindakan Tindakan lain oleh Penyedia yang memerlukan
- 100 -
Penyedia persetujuan Pejabat yang berwenang untuk
yang menandatangani Kontrak adalah ....................
Mensyaratka [diisi selain yang sudah tercantum dalam SSUK,
n apabila ada]
Persetujuan
Pejabat
yang
berwenang
untuk
menandatan
gani Kontrak
56.3 Tindakan Tindakan lain oleh Penyedia yang memerlukan
Penyedia persetujuan Pengawas Pekerjaan
yang adalah .................... [diisi selain yang sudah
Mensyaratka tercantum dalam SSUK, apabila ada]
n
Persetujuan
Pengawas
Pekerjaan
58 Kepemilikan Penyedia diperbolehkan menggunakan salinan
Dokumen dokumen dan piranti lunak yang dihasilkan dari
Pekerjaan Konstruksi ini dengan pembatasan
sebagai berikut: .................... [diisi
batasan/ketentuan yang dibolehkan dalam
penggunaannya, misalnya: untuk penelitian/riset
setelah mendapat persetujuan tertulis dari
Pejabat yang berwenang untuk menandatangani
Kontrak]
65 Fasilitas Pejabat yang berwenang untuk menandatangani
Kontrak akan memberikan fasilitas
berupa : .................... [diisi fasilitas milik Pejabat
yang berwenang untuk menandatangani Kontrak
yang akan diberikan kepada Penyedia untuk
kelancaran pelaksanan pekerjaan ini (apabila
ada)]
- 101 -
66.1.(h) Peristiwa Termasuk Peristiwa Kompensasi yang dapat
Kompensasi diberikan kepada Penyedia adalah .....................
[diisi apabila ada Peristiwa Kompensasi lain,
selain yang telah tertuang dalam SSUK]
70.1.(e) Besaran Uang muka diberikan paling tinggi sebesar 30%
Uang Muka (tiga puluh persen) dari Harga Kontrak.
70.2.(d) Pembayaran Pembayaran prestasi pekerjaan dilakukan dengan
Prestasi cara : Termin
Pekerjaan
Dokumen penunjang yang disyaratkan untuk
mengajukan tagihan pembayaran prestasi
pekerjaan :
1. Laporan harian, mingguan progress Kemajuan
Pekerjaan
2. Buck up Data dan Foto Dokumentasi
3. Dst
[diisi dokumen yang disyaratkan]
70.3.(e) Pembayaran Penentuan dan besaran pembayaran untuk bahan
Bahan dan/atau peralatan yang menjadi bagian
dan/atau permanen dari pekerjaan utama (material on site),
Peralatan ditetapkan sebagai berikut:
1. ....[diisi bahan/peralatan].... dibayar .......% dari
harga satuan pekerjaan;
2. ....[diisi bahan/peralatan].... dibayar .......% dari
harga satuan pekerjaan;
3. ..............dst.
[contoh yang termasuk material on site peralatan:
eskalator, lift, pompa air stationer, turbin,
peralatan elektromekanik;
bahan fabrikasi: sheet pile, geosintetik,
- 102 -
konduktor, tower, insulator,wiremesh pabrikasi
bahan jadi: beton pracetak]
[contoh yang tidak termasuk material on site:
pasir, batu, semen, aspal, besi tulangan]
70.4.(c) Denda akibat Untuk pekerjaan ini besar denda keterlambatan
Keterlambata untuk setiap hari keterlambatan adalah 1/1000
n (satu perseribu) dari Harga Kontrak yang
tercantum dalam Kontrak (sebelum PPN) [diisi
dengan memilih salah satu dari Harga Kontrak
atau harga Bagian Kontrak yang tercantum dalam
Kontrak dan belum diserahterimakan apabila
ditetapkan serah terima pekerjaan secara parsial]
78.2 Umur a. Bangunan Hasil Pekerjaan memiliki Umur
Konstruksi Konstruksi selama 10 (sepuluh) tahun sejak
dan Tanggal Penyerahan Akhir Pekerjaan.
Pertanggung [diisi sesuai dengan yang tertuang dalam
an terhadap dokumen perancangan]
Kegagalan b. Pertanggungan terhadap Kegagalan Bangunan
Bangunan ditetapkan selama 5 (lima) tahun sejak
Tanggal Penyerahan Akhir Pekerjaan.
[diisi sesuai dengan umur rencana pada huruf
a apabila umur konstruksinya tidak lebih dari
10 (sepuluh) tahun]