Integrasi Gerak dalam PJOK SD
Integrasi Gerak dalam PJOK SD
COM
A. Identitas Penulis
• Nama Penyusun: Umar Tholib
• Satuan Pendidikan: SDN Karangsari 02
• Tahun Ajaran: 2025/2026
• Mata Pelajaran: PJOK
• Fase: A
• Kelas/Semester: 2/1
• Alokasi Waktu: 18 JP (Jam Pelajaran)
B. 8 Dimensi Profil Kelulusan
Pilih dimensi profil kelulusan yang relevan:
• [✓] Kesehatan: Peserta didik memiliki pemahaman dan kesadaran akan
pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental melalui aktivitas fisik.
• [✓] Kemandirian: Peserta didik mampu melakukan gerakan dasar secara
mandiri dan bertanggung jawab atas kesehatan diri.
• [✓] Kolaborasi: Peserta didik mampu bekerja sama dalam aktivitas fisik
kelompok.
• [✓] Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan ide dan perasaan
terkait aktivitas fisik dengan jelas.
• [✓] Kreativitas: Peserta didik mampu mengeksplorasi berbagai variasi
gerakan dan memecahkan masalah gerak.
• [ ] Keimanan dan Ketakwaan
• [ ] Kewargaan
• [ ] Penalaran Kritis
"Anak-anak hebat, sebelum kita mulai pelajaran, Ibu/Bapak ingin tahu, siapa yang
pagi ini sudah melakukan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat?
1. Bangun Tidur: "Siapa yang tadi pagi bangun tidur sendiri tanpa dibangunkan
orang tua?"
2. Beribadah: "Siapa yang sudah melakukan ibadah pagi ini? Misalnya sholat,
berdoa, atau ibadah lainnya?"
3. Berolahraga: "Ada yang tadi pagi sudah bergerak, olahraga kecil, atau
membantu orang tua? Angkat tangan!"
4. Gemar Belajar: "Sebelum ke sekolah, siapa yang sudah membaca buku atau
mengulang pelajaran sebentar?"
[Link]
5. Makan Sehat dan Bergizi: "Nah, penting sekali sarapan ya! Siapa yang pagi
ini sudah sarapan makanan sehat dan bergizi?"
6. Bermasyarakat: "Di rumah, apakah kalian sudah membantu ibu/bapak
membersihkan rumah atau berinteraksi dengan tetangga? Ceritakan!"
7. Tidur Cepat: "Semalam, siapa yang tidur lebih awal dan bangun dengan
badan segar?"
Melalui pertanyaan-pertanyaan ini, guru dapat memicu kesadaran peserta didik
tentang kebiasaan positif dan mengintegrasikannya dengan nilai-nilai PJOK.
Tujuan Pembelajaran
Melalui pembelajaran ini, peserta didik diharapkan mampu:
1. Mengidentifikasi berbagai jenis gerak lokomotor (berjalan, berlari,
melompat), non-lokomotor (membungkuk, meregang), dan manipulatif
(melempar, menangkap, menendang) secara mandiri.
2. Mempraktikkan keterampilan gerak lokomotor, non-lokomotor, dan
manipulatif dengan koordinasi dan keseimbangan yang baik.
3. Menerapkan keterampilan gerak fundamental dalam berbagai permainan
sederhana dan situasi gerak yang berbeda.
4. Mengeksplorasi berbagai variasi cara menggerakkan tubuh dan
memanipulasi objek.
5. Menyimpulkan efektivitas penggunaan bagian tubuh dan ruang dalam
melakukan gerakan.
6. Menunjukkan sikap kolaboratif dan sportif saat beraktivitas fisik bersama
teman.
7. Menjelaskan pentingnya menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh melalui
aktivitas fisik.
G. Model Pembelajaran
Model Pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL) atau Pembelajaran Berbasis
Masalah, dipadukan dengan pendekatan Deep Learning.
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning (Pembelajaran Penuh Perhatian)
• "Apa yang kalian rasakan saat tubuhmu bergerak? Apakah ada bagian tubuh
yang terasa lebih kuat atau lebih lentur?"
• "Coba pejamkan mata sejenak dan bayangkan gerakan yang paling kalian
suka. Bagaimana rasanya?"
Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)
• "Mengapa kita perlu belajar bergerak dengan baik? Apa manfaatnya bagi
kehidupan kita sehari-hari?"
• "Kapan saja kita menggunakan gerakan berjalan, berlari, atau melompat
dalam keseharian kita?"
Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)
• "Permainan apa yang paling kalian sukai yang melibatkan banyak gerakan?
Mengapa kalian menyukainya?"
• "Gerakan apa yang paling membuatmu merasa senang dan bersemangat?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran ini dirancang untuk melatih siswa aktif, kreatif, dan
kolaboratif, serta menciptakan pengalaman belajar yang bermakna dan
menyenangkan dengan alokasi waktu 18 JP.
Misalnya, "Siapa yang pagi ini sudah merasa bugar dan siap bergerak? Apa
rahasianya?"
3. Penyampaian Tujuan Pembelajaran (5 menit): Guru menyampaikan tujuan
pembelajaran dengan bahasa yang mudah dipahami oleh peserta didik,
menekankan mengapa materi ini penting dan bermanfaat bagi mereka. "Hari
ini kita akan belajar berbagai macam gerakan yang bisa membuat tubuh kita
sehat dan kuat, dan bagaimana kita bisa menggunakannya dalam permainan
yang seru!"
Kegiatan Inti (60-70 menit per JP)
Kegiatan inti akan dibagi dalam beberapa pertemuan (total 18 JP) untuk mendalami
setiap jenis gerak fundamental.
Fase 1: Orientasi pada Masalah dan Eksplorasi Gerak (Minggu 1-2: Gerak
Lokomotor)
• Pemberian Masalah Kontekstual (15 menit): Guru memberikan
skenario/masalah sederhana yang melibatkan gerak lokomotor, misalnya
"Bayangkan kita ingin bermain 'Bentengan' di lapangan. Gerakan apa saja
yang akan kita butuhkan untuk bisa menang?"
• Eksplorasi Bebas (20 menit): Peserta didik diajak untuk mengeksplorasi
berbagai cara berjalan, berlari, dan melompat secara bebas di area yang
telah ditentukan. Guru mengamati dan memberikan dorongan positif. "Coba
bergerak seperti kelinci! Sekarang seperti kura-kura!"
• Diskusi Kelompok (15 menit): Peserta didik dibagi dalam kelompok kecil
untuk mendiskusikan variasi gerakan yang mereka temukan dan mana yang
paling efektif untuk skenario yang diberikan. Guru berkeliling memberikan
bimbingan.
• Presentasi dan Demonstrasi (10 menit): Setiap kelompok
mendemonstrasikan variasi gerakan mereka dan menjelaskan alasannya.
Fase 2: Pembelajaran Konsep dan Latihan Terbimbing (Minggu 3-4: Gerak Non-
Lokomotor dan Manipulatif)
• Pengenalan Konsep (15 menit): Guru menjelaskan konsep gerak non-
lokomotor (misalnya, membungkuk untuk mengambil bola) dan manipulatif
(melempar, menangkap, menendang) dengan demonstrasi yang jelas.
• Latihan Stasiun (30 menit): Peserta didik bergerak ke beberapa stasiun
latihan.
o Stasiun 1 (Non-Lokomotor): Latihan membungkuk, meregang,
memutar tubuh dengan panduan guru.
o Stasiun 2 (Manipulatif - Melempar/Menangkap): Berpasangan
melempar dan menangkap bola plastik/karet. Guru menekankan fokus
mata dan posisi tangan.
o Stasiun 3 (Manipulatif - Menendang): Menendang bola ke sasaran
(kardus atau kun).
• Permainan Sederhana (25 menit): Mengintegrasikan gerak non-lokomotor
dan manipulatif dalam permainan, misalnya "Oper Bola Berantai" (melatih
membungkuk, memutar, melempar) atau "Tendang Sasaran" (melatih
menendang).
Fase 3: Pengembangan Keterampilan dan Pemecahan Masalah (Minggu 5-6:
Aplikasi dalam Permainan Kompleks)
• Desain Permainan (20 menit): Dalam kelompok, peserta didik diminta untuk
mendesain sebuah permainan sederhana yang menggabungkan gerak
[Link]
K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa gerakan adalah bahasa tubuh yang penting
untuk kesehatan dan interaksi sosial. Dengan menguasai gerak fundamental,
mereka tidak hanya menjadi lebih kuat dan terampil, tetapi juga dapat berpartisipasi
aktif dalam berbagai permainan dan aktivitas sehari-hari, serta menjaga tubuh tetap
[Link]
sehat sepanjang hidup. Pemahaman ini juga mencakup kesadaran bahwa setiap
gerakan memiliki tujuan dan dapat dieksplorasi dengan kreatif.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. "Gerakan apa yang paling membuatku merasa senang dan mengapa?"
2. "Apa yang paling sulit bagiku hari ini, dan bagaimana aku bisa
memperbaikinya?"
3. "Bagaimana aku akan menggunakan gerakan yang sudah kupelajari di rumah
atau di permainan lain?"
Refleksi Pendidik
1. "Apakah tujuan pembelajaran tercapai dengan efektif? Bagian mana yang
perlu ditingkatkan?"
2. "Bagaimana saya dapat memfasilitasi setiap peserta didik agar lebih aktif dan
terlibat dalam pembelajaran?"
3. "Strategi pembelajaran apa yang paling berhasil dalam menciptakan mindful,
meaningful, and joyful learning?"
1. .........................
2. .........................
3. .........................
4. .........................
Tugas Diskusi Kelompok dan Desain Permainan:
Bayangkan kalian adalah perancang permainan hebat!
1. Diskusikan bersama kelompokmu, permainan apa yang paling kalian sukai di
sekolah atau di rumah.
2. Identifikasi gerakan apa saja yang paling banyak digunakan dalam
permainan tersebut (misalnya, berlari, melompat, melempar, menangkap,
membungkuk). Tuliskan di kolom bawah ini:
Gerak
Gerak Gerak Non-
Nama Manipulatif
Lokomotor Lokomotor (contoh:
Permainan (contoh:
(contoh: berlari) membungkuk)
melempar)
Skala Likert:
• 1 = Sangat Kurang
• 2 = Kurang
• 3 = Cukup
[Link]
• 4 = Baik
• 5 = Sangat Baik
A. Partisipasi
1. Keaktifan menyampaikan ide
Diskusi
dan masukan
Kelompok
2. Mendengarkan dan
menghargai pendapat teman
3. Berkontribusi dalam
pengambilan keputusan
kelompok
4. Kelengkapan penggunaan
jenis gerak (lokomotor, non-
lokomotor, manipulatif)
3. Kemampuan
mendemonstrasikan gerakan
dalam permainan
D. Kerjasama
1. Pembagian tugas yang adil
Tim
• Bagi peserta didik yang telah menguasai gerak fundamental dengan baik,
guru dapat memberikan tantangan lebih seperti:
o Menciptakan kombinasi gerakan yang lebih kompleks.
o Menjadi "mentor cilik" untuk teman-teman yang masih kesulitan.
o Mencari informasi tentang olahraga yang menggunakan gerak
fundamental yang mereka pelajari.
o Mendesain rintangan mini di lapangan dan mengundang teman untuk
mencoba.
Remedial
• Bagi peserta didik yang masih kesulitan, guru dapat:
o Memberikan bimbingan personal atau kelompok kecil.
o Mengulang latihan gerak dasar dengan fokus pada aspek yang masih
sulit.
o Menggunakan media atau alat bantu yang lebih sederhana.
o Memberikan pengulangan dan praktik yang lebih sering dalam konteks
permainan yang lebih santai.
P. Bahan Bacaan
Pendidik
1. Sugiyanto. (2010). Pendidikan Jasmani Adaptif. Jakarta: Direktorat Jenderal
Olahraga.
2. Pusat Kurikulum dan Perbukuan. (2021). Panduan Pembelajaran dan
Asesmen Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK). Jakarta:
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
3. Webinar atau artikel tentang Deep Learning dalam konteks pendidikan dasar.
Peserta Didik
1. Buku teks PJOK Kelas 2 SD yang relevan.
2. Buku cerita bergambar tentang petualangan yang melibatkan gerakan aktif.
3. Video pendek atau animasi tentang pentingnya bergerak dan olahraga yang
disesuaikan untuk anak-anak.
Q. Glosarium
1. Deep Learning: Pendekatan pembelajaran yang mendorong pemahaman
konsep secara mendalam, bukan hanya menghafal fakta, serta
mengembangkan keterampilan abad ke-21 seperti berpikir kritis, kreativitas,
dan kolaborasi.
2. Gerak Fundamental: Gerakan dasar yang menjadi pondasi bagi gerakan
yang lebih kompleks, meliputi lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif.
3. Lokomotor: Gerakan yang menyebabkan tubuh berpindah tempat (contoh:
berjalan, berlari, melompat).
[Link]
R. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2018). Buku Guru Pendidikan
Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan Kelas II. Jakarta: Pusat Kurikulum dan
Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.
2. Waseso, P. (2017). Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Anak Sekolah Dasar.
Jakarta: Rineka Cipta.
3. Tomlinson, C. A. (2017). How to Differentiate Instruction in Academically
Diverse Classrooms. ASCD.
[Link]
"Halo anak-anak hebat! Sebelum kita mulai bergerak, Ibu/Bapak ingin tahu, siapa
yang pagi ini sudah menjadi Anak Indonesia Hebat dengan melakukan hal-hal ini?
Angkat tangan ya!
1. Bangun Tidur: "Siapa yang tadi pagi bangun tidur dengan semangat, tanpa
perlu dibangunkan berkali-kali?"
2. Beribadah: "Siapa yang sudah melakukan ibadah pagi ini? Misalnya sholat,
berdoa, atau kegiatan spiritual lainnya sesuai keyakinan kalian?"
3. Berolahraga: "Ada yang tadi pagi sudah bergerak, entah itu membantu orang
tua, jalan pagi, atau melakukan sedikit peregangan? Olahraga itu penting
lho!"
[Link]
Peserta didik mentaati dan menerapkan peraturan untuk mengembangkan fair play
di dalam berbagai aktivitas jasmani. Peserta didik menerapkan strategi kolaborasi
ketika berpartisipasi dalam aktivitas jasmani.
Tujuan Pembelajaran
Melalui pembelajaran ini, peserta didik diharapkan mampu:
1. Menjelaskan pentingnya mematuhi peraturan dalam berbagai aktivitas
jasmani.
2. Mengidentifikasi contoh-contoh perilaku fair play (jujur, sportif, tidak curang)
dalam permainan.
3. Menerapkan peraturan permainan sederhana secara konsisten saat
berpartisipasi.
4. Menganalisis dampak dari tidak mematuhi peraturan dalam suatu
permainan.
5. Menunjukkan sikap kolaboratif dengan teman saat melakukan aktivitas
kelompok.
6. Mengembangkan strategi sederhana untuk bekerja sama dalam tim
(misalnya, berbagi tugas, berkomunikasi).
7. Berkomunikasi secara efektif dengan teman dan guru selama aktivitas
jasmani.
8. Menyimpulkan manfaat fair play dan kolaborasi untuk mencapai tujuan
bersama dalam permainan.
G. Model Pembelajaran
Model Pembelajaran: Project-Based Learning (PjBL) atau Pembelajaran Berbasis
Proyek, dipadukan dengan pendekatan Deep Learning.
Pendekatan Deep Learning: Fokus pada pemahaman mendalam tentang konsep fair
play dan kolaborasi melalui pengalaman nyata, mendorong peserta didik untuk
berpikir kritis tentang dampak tindakan mereka, mengembangkan empati, dan
menerapkan pengetahuan dalam situasi baru. Hal ini juga mendorong
pengembangan keterampilan 4C (Komunikasi, Kolaborasi, Berpikir Kritis,
Kreativitas).
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning (Pembelajaran Penuh Perhatian)
• "Apa yang kamu rasakan saat bermain bersama teman? Apakah kamu
memerhatikan bagaimana temanmu bermain?"
• "Bagaimana perasaanmu jika ada teman yang tidak mengikuti aturan main?"
Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)
• "Mengapa kita perlu ada aturan dalam setiap permainan? Apa yang akan
terjadi jika tidak ada aturan?"
• "Mengapa bekerja sama itu penting saat kita bermain dalam kelompok?"
Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)
• "Permainan apa yang paling menyenangkan bagimu ketika semua teman
bermain dengan jujur dan bekerja sama?"
• "Bagaimana cara kita bisa membuat permainan kita lebih seru dan adil untuk
semua?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran ini dirancang untuk melatih siswa aktif, kreatif, dan
kolaboratif, serta menciptakan pengalaman belajar yang bermakna dan
menyenangkan dengan alokasi waktu 18 JP.
K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa aturan dan kerjasama adalah kunci untuk
menciptakan pengalaman bermain dan beraktivitas yang menyenangkan, adil,
dan bermanfaat bagi semua. Dengan menerapkan fair play dan kolaborasi, mereka
belajar menjadi individu yang bertanggung jawab, sportif, dan mampu bekerja sama
untuk mencapai tujuan bersama, tidak hanya dalam PJOK tetapi juga dalam
kehidupan sehari-hari. Mereka akan menyadari bahwa bermain tidak hanya tentang
menang, tetapi tentang proses yang jujur dan interaksi yang positif.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. "Apa yang aku pelajari hari ini tentang bermain adil dan bekerja sama?"
2. "Gerakan apa yang paling menantang bagiku saat bermain bersama teman,
dan bagaimana aku mengatasinya?"
3. "Bagaimana aku akan menerapkan sikap fair play dan kolaborasi ini di luar
pelajaran PJOK?"
Refleksi Pendidik
1. "Apakah peserta didik menunjukkan pemahaman yang mendalam tentang
pentingnya aturan dan kolaborasi? Bagaimana saya bisa mengukur ini lebih
baik?"
2. "Bagaimana saya dapat menciptakan lebih banyak kesempatan bagi peserta
didik untuk mempraktikkan fair play dan strategi kolaborasi secara mandiri?"
[Link]
Skala Likert:
• 1 = Sangat Kurang
• 2 = Kurang
• 3 = Cukup
• 4 = Baik
• 5 = Sangat Baik
1. Keaktifan dalam
A. Partisipasi
menyampaikan ide dan
Diskusi Kelompok
masukan
2. Mendengarkan dan
menghargai pendapat teman
3. Berkontribusi dalam
pengambilan keputusan
kelompok
2. Relevansi strategi
kolaborasi yang direncanakan
3. Kreativitas dalam
memodifikasi permainan
untuk fair play dan kolaborasi
C. Pelaksanaan
1. Kejelasan penyampaian
dan Presentasi
dan demonstrasi permainan
Proyek
3. Konsistensi dalam
menerapkan fair play dan
kolaborasi saat demonstrasi
[Link]
1. Kemampuan
D. Refleksi dan
mengidentifikasi manfaat
Pemahaman
aturan dan fair play
2. Kemampuan
mengidentifikasi manfaat
kolaborasi
P. Bahan Bacaan
Pendidik
1. Pusat Kurikulum dan Perbukuan. (2021). Panduan Pembelajaran dan
Asesmen Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK). Jakarta:
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
2. Fisher, R. (2005). Teaching Children to Think. Cheltenham: Nelson Thornes.
(Tentang pengembangan berpikir kritis)
3. Artikel atau jurnal terkait pendekatan Project-Based Learning dan Deep
Learning dalam pendidikan dasar.
Peserta Didik
[Link]
Q. Glosarium
1. Fair Play: Sikap jujur, sportif, dan adil dalam permainan atau olahraga.
2. Kolaborasi: Proses bekerja sama dengan orang lain untuk mencapai tujuan
bersama.
3. Proyek: Tugas atau aktivitas yang melibatkan penyelidikan mendalam,
pemecahan masalah, dan menghasilkan suatu produk.
R. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2018). Buku Guru Pendidikan
Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan Kelas II. Jakarta: Pusat Kurikulum dan
Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.
2. Dewantara, K. H. (1961). Pendidikan. Jakarta: Balai Pustaka. (Konsep
pendidikan yang relevan dengan pengembangan karakter)
3. Larmer, J., Mergendoller, J., & Boss, S. (2015). Setting the Standard for
Project Based Learning: A Proven Approach to Rigorous Classroom
Instruction. ASCD.
[Link]
"Anak-anak hebat, sebelum kita mulai beraktivitas hari ini, Ibu/Bapak ingin tahu,
siapa yang sudah melakukan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat pagi ini? Mari kita
cek bersama!
1. Bangun Tidur: "Siapa yang pagi ini bangun tidur sendiri dengan semangat,
tanpa harus dibangunkan berulang kali?"
2. Beribadah: "Siapa yang sudah melakukan ibadah pagi ini? Ingat, beribadah
itu penting untuk hati dan pikiran kita."
[Link]
3. Berolahraga: "Ada yang sudah bergerak atau berolahraga ringan pagi ini?
Misalnya, membantu Ibu menyapu atau berjalan kaki ke sekolah? Angkat
tangan!"
4. Gemar Belajar: "Sebelum berangkat, siapa yang sudah membuka buku atau
belajar sesuatu yang baru? Belajar itu seru, lho!"
5. Makan Sehat dan Bergizi: "Nah, ini penting! Siapa yang sudah sarapan
makanan sehat dan bergizi untuk mengisi energi agar kuat beraktivitas?"
6. Bermasyarakat: "Apakah kalian sudah menyapa tetangga atau membantu
anggota keluarga di rumah pagi ini? Berinteraksi dengan orang lain itu
menyenangkan!"
7. Tidur Cepat: "Semalam, siapa yang tidur lebih awal dan cukup, sehingga
pagi ini badan terasa segar dan siap untuk belajar dan bermain?"
Melalui pertanyaan-pertanyaan ini, guru dapat memicu kesadaran peserta didik
tentang kebiasaan positif dan mengintegrasikannya dengan nilai-nilai pentingnya
aktivitas fisik dalam kehidupan sehari-hari.
Tujuan Pembelajaran
Melalui pembelajaran ini, peserta didik diharapkan mampu:
1. Mengidentifikasi berbagai jenis aktivitas jasmani sederhana yang dapat
dilakukan sehari-hari (misalnya, bermain lompat tali, berlari, bersepeda,
menari).
2. Mempraktikkan partisipasi aktif dalam setidaknya tiga jenis aktivitas jasmani
sederhana dengan antusias.
3. Mengeksplorasi manfaat fisik (misalnya, membuat badan kuat, tidak mudah
sakit), mental (misalnya, membuat hati senang, mengurangi stres), dan sosial
(misalnya, bermain bersama teman) dari aktivitas jasmani.
4. Menyimpulkan hubungan antara aktivitas jasmani yang teratur dengan
kesehatan dan kebugaran tubuh.
5. Mengomunikasikan manfaat aktivitas jasmani kepada orang lain dengan
bahasa sederhana.
6. Mengembangkan ide-ide kreatif untuk variasi aktivitas jasmani yang
menyenangkan.
7. Menunjukkan sikap positif dan motivasi intrinsik untuk bergaya hidup aktif.
4. Alat kebersihan sederhana (lap, sapu kecil - untuk aktivitas bersih-bersih aktif)
5. Area lapangan/halaman sekolah yang aman dan bersih
G. Model Pembelajaran
Model Pembelajaran: Inquiry-Based Learning (Pembelajaran Berbasis Inkuiri),
dipadukan dengan pendekatan Deep Learning.
Pendekatan Deep Learning: Mendorong peserta didik untuk aktif menyelidiki dan
menemukan sendiri manfaat aktivitas jasmani melalui pengalaman langsung,
mengaitkan pengetahuan baru dengan kehidupan nyata, serta mengembangkan
keterampilan berpikir kritis, kreativitas dalam bergerak, dan kesadaran akan
kesehatan diri.
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning (Pembelajaran Penuh Perhatian)
• "Apa yang tubuhmu rasakan setelah kamu bergerak atau berlari? Apakah ada
perbedaan saat kamu diam?"
• "Coba pejamkan mata sejenak, dan rasakan detak jantungmu setelah kamu
melompat-lompat kecil. Bagaimana rasanya?"
Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)
• "Menurutmu, mengapa kita perlu banyak bergerak dan tidak hanya duduk
diam?"
• "Apa manfaatnya jika tubuh kita sehat dan bugar? Bisakah kita melakukan
banyak hal jika badan kita sakit?"
Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)
• "Aktivitas apa yang paling membuatmu merasa senang dan bersemangat
saat bergerak?"
• "Bagaimana cara agar kita bisa selalu senang saat berolahraga atau
beraktivitas?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran ini dirancang untuk melatih siswa aktif, kreatif, dan
kolaboratif, serta menciptakan pengalaman belajar yang bermakna dan
menyenangkan dengan alokasi waktu 18 JP.
[Link]
Fase 1: Orientasi dan Perumusan Masalah (Minggu 1-2: Mengenal Aktivitas Fisik)
• Stimulasi dan Observasi (15 menit): Guru menayangkan gambar atau video
singkat tentang berbagai aktivitas jasmani anak-anak (bermain di taman,
menari, bersepeda). Peserta didik diminta mengamati dan menyebutkan
aktivitas apa saja yang mereka lihat.
• Perumusan Pertanyaan Inkuiri (20 menit): Guru memfasilitasi diskusi untuk
merumuskan pertanyaan kunci. "Mengapa anak-anak itu bergerak? Apa yang
mereka dapatkan dari bergerak?" Guru membimbing menuju pertanyaan
seperti: "Apa saja aktivitas yang bisa membuat badan kita sehat?" dan
"Mengapa tubuh kita perlu bergerak?"
• Eksplorasi Awal (25 menit): Peserta didik diajak mencoba berbagai aktivitas
jasmani sederhana secara bergiliran di beberapa pos (misalnya: pos lompat
tali, pos lari zig-zag, pos menari bebas mengikuti musik). Guru mengamati
partisipasi dan ekspresi peserta didik.
• Diskusi Awal (10 menit): Peserta didik berbagi pengalaman mereka dari
eksplorasi awal. "Aktivitas mana yang paling kamu sukai? Bagaimana
perasaanmu setelah bergerak?"
Fase 2: Pengumpulan Data dan Eksperimen (Minggu 3-4: Menjelajahi Manfaat Fisik
& Mental)
• Eksperimen Sederhana (20 menit): Peserta didik dibagi kelompok. Setiap
kelompok melakukan eksperimen sederhana untuk merasakan manfaat fisik.
o Eksperimen 1: Lari di tempat selama 1 menit, lalu rasakan detak
jantung dan napas. Bandingkan dengan saat istirahat.
o Eksperimen 2: Lakukan gerakan peregangan, lalu rasakan kelenturan
tubuh.
• Pengamatan Diri (15 menit): Peserta didik mengisi lembar pengamatan diri
sederhana tentang apa yang mereka rasakan (misalnya: "Jantungku berdetak
lebih cepat," "Badanku jadi hangat," "Aku merasa lebih bersemangat").
[Link]
K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa bergerak dan beraktivitas fisik secara
teratur adalah kunci untuk memiliki tubuh yang sehat, pikiran yang jernih, dan
hati yang gembira. Mereka tidak hanya akan mengetahui manfaatnya, tetapi juga
merasakannya secara langsung, sehingga termotivasi untuk menjadikan gaya hidup
aktif sebagai kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari. Pemahaman ini akan
menumbuhkan kesadaran diri tentang pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. "Aktivitas fisik apa yang paling aku sukai hari ini, dan mengapa aku
menyukainya?"
2. "Apa yang aku rasakan di tubuhku setelah banyak bergerak? Apakah aku
merasa lebih segar atau lelah?"
3. "Bagaimana aku akan menerapkan apa yang aku pelajari hari ini agar
tubuhku tetap sehat di rumah?"
[Link]
Refleksi Pendidik
1. "Apakah peserta didik menunjukkan peningkatan dalam partisipasi aktif dan
pemahaman tentang manfaat aktivitas jasmani?"
2. "Strategi atau aktivitas mana yang paling efektif dalam memotivasi peserta
didik untuk mengeksplorasi dan merasakan manfaat gerak?"
3. "Bagaimana saya bisa lebih memfasilitasi setiap peserta didik agar dapat
menemukan cara bergerak yang paling menyenangkan bagi mereka?"
Mari kita menjadi penemu gerakan! Bersama kelompokmu, ciptakan sebuah urutan
gerakan pendek atau permainan sederhana yang kalian suka dan bisa membuat
tubuh sehat.
Skala Likert:
• 1 = Sangat Kurang
• 2 = Kurang
• 3 = Cukup
• 4 = Baik
• 5 = Sangat Baik
2. Mendengarkan dan
menghargai pendapat teman
3. Berkontribusi dalam
pengambilan keputusan
kelompok
B. Desain Proyek
1. Kreativitas dan keunikan
"Karya Cipta
urutan gerakan/permainan
Gerakku"
2. Kejelasan deskripsi
gerakan/cara bermain
3. Kemampuan
mengidentifikasi dan
menjelaskan manfaat (fisik,
mental, sosial)
C. Presentasi dan
1. Kejelasan penyampaian dan
Demonstrasi
penggunaan bahasa
Proyek
3. Antusiasme dan
kepercayaan diri dalam
mendemonstrasikan gerakan
[Link]
1. Kemampuan menunjukkan
D. Refleksi dan
pemahaman tentang
Pemahaman
pentingnya gaya hidup aktif
P. Bahan Bacaan
Pendidik
1. Pusat Kurikulum dan Perbukuan. (2021). Panduan Pembelajaran dan
Asesmen Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK). Jakarta:
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
2. OECD. (2018). The Future of Education and Skills: Education 2030. Paris:
OECD Publishing. (Konsep deep learning dalam konteks pendidikan abad 21)
[Link]
3. Artikel atau jurnal terkait Inquiry-Based Learning dan promosi gaya hidup aktif
pada anak usia dini.
Peserta Didik
1. Buku teks PJOK Kelas 2 SD yang relevan.
2. Buku cerita bergambar tentang petualangan yang melibatkan aktivitas fisik
atau olahraga.
3. Video animasi atau lagu anak-anak tentang pentingnya bergerak dan
menjaga kesehatan.
Q. Glosarium
1. Gaya Hidup Aktif: Pola hidup yang melibatkan partisipasi rutin dalam
berbagai aktivitas fisik untuk menjaga kesehatan dan kebugaran.
2. Inkuiri: Proses mencari dan menemukan pengetahuan melalui penyelidikan,
pertanyaan, dan eksplorasi.
3. Manfaat Fisik: Dampak positif aktivitas jasmani terhadap kesehatan tubuh,
seperti kekuatan otot, kebugaran jantung, dan kelenturan.
R. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2018). Buku Guru Pendidikan
Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan Kelas II. Jakarta: Pusat Kurikulum dan
Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.
2. National Association for Sport and Physical Education (NASPE). (2014).
National Standards for K-12 Physical Education. Reston, VA: SHAPE
America. (Referensi standar internasional untuk PJOK)
3. Waseso, P. (2017). Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Anak Sekolah Dasar.
Jakarta: Rineka Cipta.
[Link]
A. Identitas Penulis
• Nama Penyusun: Umar Tholib
• Satuan Pendidikan: SDN Karangsari 02
• Tahun Ajaran: 2025/2026
• Mata Pelajaran: PJOK
• Fase: A
• Kelas/Semester: 2/2
• Alokasi Waktu: 18 JP (Jam Pelajaran)
"Halo anak-anak hebat! 🌟 Sebelum kita memulai petualangan belajar hari ini,
Ibu/Bapak ingin tahu, siapa yang pagi ini sudah menjadi Anak Indonesia Hebat
dengan melakukan hal-hal ini? Angkat tangan tinggi-tinggi ya!
1. Bangun Tidur: "Siapa yang pagi ini bangun tidur sendiri dengan semangat,
tanpa perlu dibangunkan berkali-kali oleh Bunda atau Ayah?"
2. Beribadah: "Siapa yang sudah melakukan ibadah pagi ini? Ingat, beribadah
itu penting untuk menenangkan hati dan pikiran kita."
[Link]
3. Berolahraga: "Ada yang sudah bergerak atau berolahraga ringan pagi ini?
Misalnya, membantu Ibu menyapu atau berjalan kaki ke sekolah? Keren
sekali!"
4. Gemar Belajar: "Sebelum berangkat, siapa yang sudah membuka buku atau
mencari tahu hal baru? Semangat belajarnya top!"
5. Makan Sehat dan Bergizi: "Nah, ini penting! Siapa yang sudah sarapan
makanan sehat dan bergizi agar energik dan siap belajar serta bermain?"
6. Bermasyarakat: "Apakah kalian sudah menyapa tetangga atau membantu
anggota keluarga di rumah pagi ini? Peduli sesama itu indah!"
7. Tidur Cepat: "Semalam, siapa yang tidur lebih awal dan cukup, sehingga
pagi ini badan terasa segar dan siap untuk belajar dan bermain?"
Melalui pertanyaan-pertanyaan ini, guru dapat memicu kesadaran peserta didik
tentang kebiasaan positif yang mendukung gaya hidup sehat dan aman, serta
mengintegrasikannya dengan nilai-nilai penting dalam kehidupan sehari-hari.
Peserta didik mengenali gaya hidup aktif dan sehat, manfaat komponen makanan
bergizi seimbang dan informasi gizi pada produk makanan yang berdampak pada
kesehatan, situasi dan potensi yang berisiko terhadap kesehatan dan keselamatan
dan strategi mencari bantuan kepada orang dewasa terpercaya.
Tujuan Pembelajaran
Melalui pembelajaran ini, peserta didik diharapkan mampu:
1. Mengidentifikasi ciri-ciri gaya hidup aktif dan sehat (misalnya, cukup tidur,
makan bergizi, rajin berolahraga).
2. Mengelompokkan jenis-jenis makanan ke dalam kategori makanan bergizi
seimbang (makanan pokok, lauk-pauk, sayur, buah).
3. Menganalisis informasi gizi sederhana pada kemasan produk makanan
(misalnya, tanggal kedaluwarsa, bahan-bahan sederhana yang dikenali) yang
berdampak pada kesehatan.
4. Menjelaskan manfaat mengonsumsi makanan bergizi seimbang bagi tubuh.
5. Mengidentifikasi situasi dan potensi yang berisiko terhadap kesehatan dan
keselamatan di lingkungan sekitar (misalnya, bermain di tempat berbahaya,
makanan basi, orang asing).
6. Mempraktikkan strategi dasar mencari bantuan kepada orang dewasa
terpercaya saat menghadapi situasi berisiko.
7. Mengomunikasikan pentingnya menjaga kesehatan dan keselamatan diri
dengan bahasa yang mudah dipahami.
8. Membuat pilihan sederhana untuk menerapkan gaya hidup sehat dalam
keseharian.
G. Model Pembelajaran
Model Pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL) atau Pembelajaran Berbasis
Masalah, dipadukan dengan pendekatan Deep Learning.
Metode: Diskusi kasus, studi kasus mini, simulasi, bermain peran, proyek mini,
refleksi.
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning (Pembelajaran Penuh Perhatian)
• "Apa yang kamu rasakan di tubuhmu setelah sarapan pagi ini? Apakah
badanmu terasa lebih berenergi?" 🤔
• "Coba pejamkan mata sejenak, dan bayangkan makanan kesukaanmu.
Apakah makanan itu membuat badanmu kuat atau justru cepat lelah?"
Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)
• "Mengapa kita harus makan makanan yang sehat? Apa yang akan terjadi
kalau kita makan sembarangan?" 🍎
• "Selain makan dan olahraga, apa lagi yang bisa kita lakukan agar badan kita
selalu sehat dan tidak mudah sakit?"
• "Bagaimana cara kita tahu kalau suatu makanan aman untuk dimakan? Dan
bagaimana jika ada orang asing yang tiba-tiba memberimu sesuatu?" 🚫
Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)
• "Makanan sehat apa yang paling kamu sukai? Kenapa kamu suka?" 😄
[Link]
I. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran ini dirancang untuk melatih siswa aktif, kreatif, dan
kolaboratif, serta menciptakan pengalaman belajar yang bermakna dan
menyenangkan dengan alokasi waktu 18 JP.
Fase 1: Orientasi pada Masalah & Identifikasi Gaya Hidup Sehat (Minggu 1-2:
Makanan Bergizi Seimbang)
• Pemberian Studi Kasus Mini (15 menit): Guru menampilkan gambar "Piring
Makanku" (gambar piring dengan makanan lengkap: nasi, ayam/ikan, sayur,
buah) dan "Piring Temanku" (gambar piring dengan makanan kurang sehat:
mie instan, permen).
Gambar
Guru bertanya: "Menurut kalian, piring mana yang membuat badan lebih
sehat? Kenapa?"
• Diskusi Kelompok (20 menit): Peserta didik dibagi dalam kelompok kecil.
Masing-masing kelompok mendiskusikan "Piring Makanku" dan "Piring
Temanku", mengidentifikasi makanan sehat dan tidak sehat, serta
memprediksi dampaknya. Guru memfasilitasi diskusi.
• "Belanja Sehat" (25 menit): Guru menyiapkan kartu bergambar berbagai
jenis makanan (nasi, roti, ayam, telur, tempe, tahu, brokoli, wortel, apel,
pisang, permen, keripik, minuman bersoda). Peserta didik diminta memilih
makanan untuk sarapan/makan siang yang paling sehat dan
menempelkannya di "Piringku Sehat". Guru menjelaskan konsep gizi
seimbang (makanan pokok, lauk-pauk, sayur, buah).
• Refleksi Awal (10 menit): Peserta didik membagikan pilihan makanan
mereka dan menjelaskan alasannya.
[Link]
Fase 2: Pemecahan Masalah & Analisis Risiko (Minggu 3-4: Informasi Gizi & Situasi
Berisiko)
• Eksplorasi Kemasan Makanan (20 menit): Guru membawa beberapa
kemasan makanan ringan/minuman. Dalam kelompok, peserta didik diminta
mencari informasi sederhana pada kemasan (misalnya, tanggal kedaluwarsa,
nama makanan, gambar). Guru menekankan pentingnya membaca tanggal
kedaluwarsa.
• Studi Kasus Risiko Kesehatan (15 menit): Guru memberikan gambar atau
cerita pendek tentang situasi berisiko terkait makanan (misalnya, anak makan
jajanan yang jatuh ke tanah, makan makanan basi). Peserta didik berdiskusi
tentang bahaya dan cara menghindarinya.
• Simulasi "Bahaya di Sekitar Kita" (20 menit): Guru menampilkan kartu
situasi berisiko di lingkungan (misalnya, bermain pisau, bermain di pinggir
jalan, memegang benda tajam, orang asing menawarkan permen). Peserta
didik diminta mengidentifikasi bahaya dan berdiskusi bagaimana
menghindarinya.
• Diskusi Strategi Mencari Bantuan (15 menit): Guru membimbing diskusi
tentang pentingnya mencari bantuan kepada orang dewasa terpercaya
(orang tua, guru, satpam sekolah, tetangga yang dikenal) jika menghadapi
situasi berisiko atau merasa tidak aman.
Fase 3: Pembuatan Solusi & Presentasi (Minggu 5-6: Kampanye Gaya Hidup Sehat
& Aman)
• Proyek Mini "Pahlawan Kesehatan dan Keamanan" (30 menit): Dalam
kelompok, peserta didik merancang sebuah "Kampanye Mini" tentang gaya
hidup sehat dan aman. Produk kampanye bisa berupa poster sederhana,
nyanyian pendek, drama singkat, atau yel-yel. Tema kampanye bisa fokus
pada:
o Pentingnya makan sehat
o Bahaya makanan basi/tidak higienis
o Cara menghindari bahaya di jalan/lingkungan
o Pentingnya mencari bantuan orang dewasa
• Praktik dan Persiapan Presentasi (20 menit): Setiap kelompok melatih
presentasi atau penampilan kampanye mereka. Guru memberikan bimbingan.
• Presentasi Kampanye (20 menit): Setiap kelompok mempresentasikan
"Kampanye Mini Pahlawan Kesehatan dan Keamanan" mereka kepada kelas.
Kelompok lain memberikan apresiasi dan masukan.
Penutup (15 menit per JP)
1. Refleksi Diri dan Kelompok (5 menit): Guru membimbing peserta didik
merefleksikan pembelajaran hari itu. "Apa yang paling penting yang kamu
pelajari tentang menjaga kesehatan dan keselamatan? Bagaimana kamu
akan melakukannya mulai sekarang?"
2. Umpan Balik dan Penguatan Konsep (5 menit): Guru memberikan umpan
balik positif dan menguatkan kembali konsep pentingnya gaya hidup sehat
dan kemampuan menjaga diri dari risiko.
3. Doa dan Salam Penutup (5 menit): Guru menutup pelajaran dengan doa
dan salam, serta mengingatkan peserta didik untuk selalu menjaga kesehatan
dan berhati-hati di mana pun mereka berada.
[Link]
K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa memilih gaya hidup sehat dan aman adalah
tanggung jawab pribadi yang akan membawa kebaikan bagi diri sendiri dan
orang lain. Mereka akan menyadari bahwa setiap pilihan makanan dan tindakan
yang mereka ambil memiliki dampak langsung pada kesehatan dan keselamatan
mereka. Dengan pengetahuan ini, mereka akan menjadi agen perubahan kecil
yang mampu membuat keputusan cerdas untuk menjaga diri mereka tetap sehat,
kuat, dan aman dari berbagai risiko di sekitar.
Terakhir, kita juga harus selalu waspada terhadap situasi dan potensi yang
berisiko terhadap kesehatan dan keselamatan kita. Misalnya, bermain di jalan
raya itu berbahaya, atau menerima makanan/minuman dari orang yang tidak kita
kenal. Kita harus selalu berhati-hati dan jika merasa tidak aman atau ada bahaya,
segera mencari bantuan kepada orang dewasa terpercaya seperti Ayah, Bunda,
guru, atau paman dan bibi yang kita kenal baik. Ingat, keselamatan kita adalah yang
utama!
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. "Apa satu hal penting yang akan aku lakukan mulai hari ini untuk menjaga
kesehatan tubuhku?" 💪
2. "Situasi berbahaya apa yang paling harus aku waspadai, dan kepada siapa
aku akan meminta bantuan?"
3. "Bagaimana perasaanmu setelah tahu cara memilih makanan sehat dan
menjaga diri agar tetap aman?"
Refleksi Pendidik
1. "Apakah peserta didik menunjukkan pemahaman yang lebih mendalam
tentang keterkaitan antara pilihan makanan/tindakan dengan kesehatan dan
keselamatan mereka?"
2. "Metode pembelajaran apa yang paling efektif dalam menumbuhkan
kesadaran dan kemampuan peserta didik untuk membuat pilihan sehat dan
aman?"
3. "Bagaimana saya dapat lebih mengintegrasikan konsep ini ke dalam
kehidupan sehari-hari peserta didik, tidak hanya di pelajaran PJOK?"
Skala Likert:
• 1 = Sangat Kurang
• 2 = Kurang
• 3 = Cukup
• 4 = Baik
• 5 = Sangat Baik
2. Mendengarkan dan
menghargai pendapat teman
3. Berkontribusi dalam
pengambilan keputusan
kelompok
C. Presentasi
1. Kejelasan penyampaian dan
dan Demonstrasi
penggunaan bahasa
Proyek
3. Antusiasme dan
kepercayaan diri dalam
menyajikan kampanye
1. Kemampuan
D. Pemahaman
mengidentifikasi makanan
Konsep
bergizi seimbang
2. Kemampuan
mengidentifikasi situasi berisiko
dan cara mencari bantuan
P. Bahan Bacaan
Pendidik
1. Pusat Kurikulum dan Perbukuan. (2021). Panduan Pembelajaran dan
Asesmen Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK). Jakarta:
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
2. WHO. (2020). Global Strategy on Diet, Physical Activity and Health.
(Dokumen terkait promosi gizi dan aktivitas fisik).
3. Artikel atau jurnal terkait pendidikan kesehatan dan keselamatan anak usia
dini.
Peserta Didik
1. Buku teks PJOK Kelas 2 SD yang relevan.
2. Buku cerita bergambar tentang petualangan menjaga kesehatan atau
keselamatan (misalnya, tentang pahlawan yang makan sehat, atau anak yang
berani mencari bantuan).
3. Video animasi edukasi tentang gizi seimbang atau tips aman di rumah/jalan.
Q. Glosarium
1. Gizi Seimbang: Susunan hidangan lengkap yang mengandung zat gizi dalam
jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh.
2. Situasi Berisiko: Keadaan atau kondisi yang memiliki potensi bahaya dan
dapat mengancam kesehatan atau keselamatan.
3. Orang Dewasa Terpercaya: Orang dewasa yang dikenal baik dan dapat
diandalkan untuk meminta bantuan atau perlindungan (misalnya orang tua,
guru, keluarga dekat).
[Link]
R. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2018). Buku Guru Pendidikan
Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan Kelas II. Jakarta: Pusat Kurikulum dan
Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.
2. Setiati, S. (2019). Gizi dan Kesehatan Masyarakat. Yogyakarta: Nuha Medika.
3. Slamet, R. (2020). Pendidikan Keselamatan Anak Usia Dini. Jakarta:
Kencana.