0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
196 tayangan98 halaman

Modul Ajar IPAS Kelas 5: Sistem Organ

Modul Ajar IPAS ini dirancang untuk siswa kelas 5 SD, berfokus pada sistem organ tubuh manusia dan cara menjaga kesehatannya. Pembelajaran melibatkan berbagai kegiatan interaktif seperti diskusi, eksperimen, dan proyek kampanye kesehatan, dengan tujuan agar siswa memahami fungsi organ dan pentingnya gaya hidup sehat. Metode pembelajaran yang digunakan adalah Problem-Based Learning dengan pendekatan Deep Learning, serta penilaian formatif dan sumatif untuk mengukur pemahaman siswa.

Diunggah oleh

kistikanisa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
196 tayangan98 halaman

Modul Ajar IPAS Kelas 5: Sistem Organ

Modul Ajar IPAS ini dirancang untuk siswa kelas 5 SD, berfokus pada sistem organ tubuh manusia dan cara menjaga kesehatannya. Pembelajaran melibatkan berbagai kegiatan interaktif seperti diskusi, eksperimen, dan proyek kampanye kesehatan, dengan tujuan agar siswa memahami fungsi organ dan pentingnya gaya hidup sehat. Metode pembelajaran yang digunakan adalah Problem-Based Learning dengan pendekatan Deep Learning, serta penilaian formatif dan sumatif untuk mengukur pemahaman siswa.

Diunggah oleh

kistikanisa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

[Link].

COM

Modul Ajar IPAS


Sistem Organ Tubuh Manusia dan Cara Menjaga Kesehatannya
A. Identitas Penulis
• Nama Penyusun: Umar Tholib
• Satuan Pendidikan: SDN Karangsari 02
• Tahun Ajaran: 2025/2026
• Mata Pelajaran: IPAS
• Fase: C
• Kelas/Semester: 5/1
• Alokasi Waktu: 16 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


Pilihlah dimensi yang paling sesuai untuk kegiatan pembelajaran ini dengan
memberi tanda centang:

✅ Keimanan dan Ketakwaan

✅ Penalaran Kritis

✅ Kreativitas

✅ Kolaborasi

✅ Kemandirian

✅ Kesehatan

✅ Komunikasi

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Berikut adalah cara guru menanyakan tentang pelaksanaan 7 Kegiatan Anak
Indonesia Hebat kepada peserta didik:

"Anak-anak hebat, sebelum kita mulai pelajaran hari ini, Ibu/Bapak ingin tahu, siapa
yang tadi pagi sudah melakukan '7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat'?"
1. Bangun tidur: "Siapa yang tadi pagi bangunnya segar dan langsung
merapikan tempat tidurnya? Angkat tangan!"
2. Beribadah: "Setelah bangun, siapa yang langsung menjalankan ibadah
sesuai keyakinannya? Sholat subuh, berdoa, atau ibadah lainnya?"
3. Berolahraga: "Ada yang sempat berolahraga ringan pagi ini? Misalnya
peregangan, lari-lari kecil, atau bantu orang tua di rumah?"
[Link]

4. Gemar Belajar: "Nah, sebelum berangkat sekolah, siapa yang tadi sempat
membuka buku atau membaca sesuatu? Atau mungkin sudah
mempersiapkan alat tulisnya?"
5. Makan Sehat dan Bergizi: "Saat sarapan tadi, apa saja yang kalian makan?
Apakah ada nasi, lauk pauk, sayur, atau buah? Siapa yang sarapan makanan
sehat?"
6. Bermasyarakat: "Di rumah, apakah kalian membantu orang tua atau
saudara? Atau mungkin menyapa tetangga saat berangkat sekolah tadi?"
7. Tidur Cepat: "Tadi malam, siapa yang tidurnya tidak terlalu larut dan bangun
pagi ini dengan semangat?"

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran


• Capaian Pembelajaran: Peserta didik memahami sistem organ tubuh
manusia yang dikaitkan dengan cara menjaga kesehatan tubuhnya.
• Tujuan Pembelajaran:
1. Peserta didik mampu mengidentifikasi dan menjelaskan fungsi
utama setidaknya tiga sistem organ penting dalam tubuh manusia
(misalnya pencernaan, pernapasan, dan peredaran darah) dengan
tepat.
2. Peserta didik mampu menganalisis hubungan antara pola hidup sehat
(makanan, olahraga, istirahat) dengan kesehatan sistem organ tubuh.
3. Peserta didik mampu merumuskan cara-cara praktis dan kreatif untuk
menjaga kesehatan sistem organ tubuh sehari-hari.
4. Peserta didik mampu mengomunikasikan informasi tentang sistem
organ tubuh dan cara menjaga kesehatannya kepada orang lain
secara jelas dan sistematis.
5. Peserta didik mampu berkolaborasi dalam kelompok untuk
menyelesaikan masalah terkait kesehatan organ tubuh dan mencari
solusi inovatif.

E. Sarana dan Prasarana


1. Buku paket IPAS Kelas 5
2. Laptop dan proyektor
3. Papan tulis/Whiteboard dan spidol
4. Model/Poster sistem organ tubuh manusia
5. Alat dan bahan untuk percobaan sederhana (misal: botol bekas, balon,
sedotan untuk simulasi pernapasan)

F. Target Peserta Didik


• Peserta didik reguler/tipikal

G. Model Pembelajaran
[Link]

• Model Pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL) dengan pendekatan


Deep Learning.
• Metode Pembelajaran: Diskusi kelompok, presentasi, proyek, tanya jawab,
demonstrasi, dan permainan edukasi.

H. Pertanyaan Pemantik
• Mindful Learning: "Coba pejamkan mata kalian sebentar, rasakan detak
jantungmu, rasakan napasmu yang keluar masuk. Pernahkah kalian terpikir,
bagaimana semua bagian tubuhmu bekerja sama setiap saat tanpa perlu kita
suruh?"
• Meaningful Learning: "Apa jadinya jika salah satu bagian penting di dalam
tubuh kita, misalnya jantung atau paru-paru, tidak bisa bekerja dengan baik?
Mengapa penting sekali bagi kita untuk menjaga kesehatan organ-organ
tersebut?"
• Joyful Learning: "Jika tubuh kita adalah sebuah tim sepak bola, organ mana
yang menjadi striker, gelandang, atau kiper? Mengapa?"

I. Kegiatan Pembelajaran
Alokasi Waktu Total: 16 JP (8 Pertemuan @ 2 JP)
Pertemuan 1-2: Mengenal Sistem Pencernaan dan Cara Kerjanya (4 JP)
• Pendahuluan (15 menit)
o Guru menyapa dan mengecek kehadiran.
o Guru menanyakan "7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat".
o Guru memberikan pertanyaan pemantik "Mindful Learning" dan "Joyful
Learning".
o Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: memahami sistem
pencernaan.
• Inti (60 menit)
o Mengaktifkan Pengetahuan Awal: Siswa diminta menuliskan
makanan favorit dan membayangkan perjalanan makanan tersebut
dalam tubuh. (Aktif)
o Observasi & Eksplorasi: Menayangkan video animasi tentang sistem
pencernaan. Siswa diminta mencatat organ-organ yang terlibat.
Gambar Human Digestive System Gut Gastrointestinal Tract
(Bermakna, Menyenangkan)
o Diskusi Kelompok: Siswa dibagi kelompok, masing-masing diberikan
gambar organ pencernaan dan diminta mengurutkannya serta
menjelaskan fungsinya. (Kolaboratif, Aktif, Kreatif)
o Demonstrasi Sederhana: Guru mendemonstrasikan proses
pencernaan mekanis dengan menghancurkan biskuit (makanan) dalam
kantong plastik (lambung) dan menambahkan air (enzim).
(Menyenangkan)
o Penyelesaian Masalah: Guru memberikan kasus: "Seseorang sering
sakit perut dan sembelit. Apa kira-kira penyebabnya dan bagaimana
cara mengatasinya?" Siswa berdiskusi. (Penalaran Kritis, Bermakna)
• Penutup (15 menit)
[Link]

o Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya. (Komunikasi)


o Guru dan siswa menyimpulkan proses pencernaan dan pentingnya
makanan sehat.
o Guru memberikan tugas mencari informasi tentang penyakit pada
sistem pencernaan.
Pertemuan 3-4: Menjelajahi Sistem Pernapasan dan Peredarah Darah (4 JP)
• Pendahuluan (15 menit)
o Guru menanyakan kembali "7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat".
o Guru memberikan pertanyaan pemantik "Meaningful Learning".
o Mengingatkan kembali tentang pentingnya kesehatan dan mengaitkan
dengan sistem pernapasan dan peredaran darah.
• Inti (60 menit)
o Eksperimen "Paru-paru dalam Botol": Siswa membuat model
sederhana paru-paru dari botol bekas, balon, dan sedotan untuk
memahami mekanisme pernapasan. (Aktif, Kreatif, Bermakna,
Menyenangkan)
o Presentasi Informasi: Guru menyajikan informasi tentang sistem
peredaran darah (jantung, pembuluh darah, darah) melalui gambar dan
penjelasan interaktif. (Bermakna)
o Simulasi Gerak Jantung: Siswa diminta menempelkan tangan di dada
dan merasakan detak jantung setelah melakukan aktivitas ringan.
(Mindful Learning)
o Diskusi Kasus: Guru memberikan kasus: "Mengapa orang yang
kurang olahraga cenderung mudah lelah? Apa hubungannya dengan
sistem peredaran darah?" (Penalaran Kritis)
• Penutup (15 menit)
o Setiap kelompok berbagi hasil eksperimen dan pemahaman mereka.
o Guru merangkum pentingnya udara bersih dan olahraga bagi sistem
pernapasan dan peredaran darah.
o Tugas: Membuat poster sederhana tentang cara menjaga kesehatan
paru-paru atau jantung. (Kreativitas)
Pertemuan 5-6: Keterkaitan Antar Sistem Organ dan Gaya Hidup Sehat (4 JP)
• Pendahuluan (15 menit)
o Guru mereview materi sebelumnya.
o Guru meminta siswa berbagi pengalaman dalam membuat poster.
• Inti (60 menit)
o Analisis Interkoneksi: Siswa diminta membentuk kelompok dan
menganalisis bagaimana sistem pencernaan, pernapasan, dan
peredaran darah saling berhubungan (misalnya, bagaimana nutrisi dari
pencernaan diangkut oleh peredaran darah, oksigen dari pernapasan
juga diangkut oleh peredaran darah ke seluruh tubuh). (Kolaborasi,
Penalaran Kritis)
o Studi Kasus "Gaya Hidup Tidak Sehat": Guru memberikan beberapa
skenario gaya hidup tidak sehat (misalnya, sering makan junk food,
kurang tidur, jarang olahraga). Setiap kelompok diminta
[Link]

mengidentifikasi potensi dampak buruknya pada organ tubuh.


(Bermakna)
o Brainstorming Solusi: Setiap kelompok mempresentasikan skenario
dan dampak buruknya, kemudian kelompok lain memberikan ide-ide
solusi gaya hidup sehat. (Komunikasi, Kreativitas)
o "Kontrak Kesehatan Pribadi": Setiap siswa diminta membuat
"kontrak" pribadi berisi 3-5 komitmen untuk menjaga kesehatan organ
tubuhnya. (Kemandirian, Bermakna)
• Penutup (15 menit)
o Guru dan siswa merefleksikan pentingnya gaya hidup sehat secara
holistik.
o Guru mengapresiasi "kontrak kesehatan pribadi" siswa.
Pertemuan 7-8: Proyek "Kampanye Kesehatan Organ Tubuh" (4 JP)
• Pendahuluan (15 menit)
o Guru membuka pelajaran dengan semangat dan motivasi untuk
menjadi "duta kesehatan".
• Inti (60 menit)
o Perencanaan Proyek: Siswa dalam kelompok merencanakan
"Kampanye Kesehatan Organ Tubuh" (bisa berupa presentasi di depan
kelas, membuat leaflet edukasi, video pendek, atau drama singkat).
Tema kampanye harus fokus pada cara menjaga kesehatan organ
tubuh. (Kolaborasi, Kreativitas)
o Pelaksanaan Proyek: Siswa bekerja sama menyiapkan materi
kampanye. Guru berperan sebagai fasilitator, memberikan bimbingan
dan umpan balik. (Aktif, Kolaboratif, Kreatif)
o Latihan Presentasi/Demo: Siswa berlatih menyampaikan ide
kampanye mereka. (Komunikasi)
• Penutup (15 menit)
o Setiap kelompok mempresentasikan hasil proyek mereka.
(Komunikasi, Menyenangkan)
o Guru memberikan apresiasi dan penguatan.
o Pujian untuk usaha keras siswa dan dampak positif dari kampanye
mereka.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif


• Asesmen Formatif:
o Diskusi Kelompok: Penilaian partisipasi dan kontribusi dalam diskusi
serta kemampuan menjawab pertanyaan.
o Observasi: Pengamatan guru terhadap keaktifan, kreativitas, dan
kolaborasi siswa selama kegiatan pembelajaran, termasuk saat
membuat model atau poster.
o Refleksi Diri: Jurnal singkat siswa tentang pemahaman mereka
setelah setiap topik.
o Latihan Soal Singkat: Soal pilihan ganda atau isian singkat setelah
materi per sistem organ.
[Link]

o Presentasi Singkat: Penilaian kemampuan presentasi hasil diskusi


kelompok.
• Asesmen Sumatif:
o Tes Tertulis: Soal uraian atau pilihan ganda yang mencakup
pemahaman sistem organ dan cara menjaga kesehatannya.
o Proyek "Kampanye Kesehatan Organ Tubuh": Penilaian produk dan
proses pembuatan kampanye, termasuk kreativitas, kejelasan pesan,
dan kerjasama tim. (Menggunakan rubrik penilaian analitik terlampir).
o Presentasi Akhir Proyek: Penilaian kemampuan siswa dalam
mempresentasikan hasil proyek.

K. Pemahaman Bermakna
Memahami sistem organ tubuh manusia bukan hanya tentang menghafal nama-
nama organ, tetapi juga tentang menyadari betapa luar biasanya tubuh kita bekerja
dan betapa pentingnya menjaga setiap bagiannya. Pemahaman ini akan
menumbuhkan kesadaran bahwa kesehatan adalah harta yang tak ternilai, yang
harus dijaga melalui kebiasaan sehari-hari yang baik. Dengan memahami cara kerja
organ, siswa akan lebih termotivasi untuk mengadopsi gaya hidup sehat dan
bertanggung jawab atas kesehatan diri sendiri dan orang di sekitarnya. Mereka akan
memahami bahwa setiap pilihan yang mereka buat dalam makanan, aktivitas, dan
istirahat memiliki dampak langsung pada fungsi organ dan kualitas hidup mereka.

L. Materi Bahan Ajar


Tubuh manusia adalah sebuah sistem yang sangat kompleks dan menakjubkan,
terdiri dari berbagai organ yang bekerja sama untuk menjaga kehidupan. Beberapa
sistem organ utama yang penting untuk dipahami di antaranya adalah sistem
pencernaan, pernapasan, dan peredaran darah. Sistem pencernaan berfungsi
mengubah makanan menjadi energi dan nutrisi yang dibutuhkan tubuh, dimulai dari
mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, hingga anus. Nutrisi yang
diserap kemudian diedarkan ke seluruh tubuh.
Sistem pernapasan bertanggung jawab untuk mengambil oksigen dari udara dan
mengeluarkan karbon dioksida dari tubuh. Proses ini melibatkan hidung,
tenggorokan, batang tenggorokan (trakea), dan paru-paru, di mana pertukaran gas
terjadi. Sementara itu, sistem peredaran darah adalah sistem transportasi dalam
tubuh yang membawa oksigen, nutrisi, hormon, dan zat penting lainnya ke seluruh
sel, serta mengangkut limbah untuk dikeluarkan. Jantung, pembuluh darah (arteri,
vena, kapiler), dan darah adalah komponen utama dari sistem peredaran darah ini.
Menjaga kesehatan ketiga sistem organ ini sangatlah penting agar tubuh dapat
berfungsi optimal. Kebiasaan makan sehat, berolahraga secara teratur, cukup
istirahat, minum air yang cukup, dan menghindari kebiasaan buruk seperti merokok
adalah kunci utama dalam menjaga agar organ-organ tubuh tetap sehat dan bekerja
dengan baik. Kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan organ sejak dini akan
membentuk kebiasaan hidup sehat yang berkelanjutan.

M. Refleksi
• Refleksi Peserta Didik:
[Link]

1. Apa bagian paling menarik dari pelajaran hari ini? Mengapa?


2. Apa satu hal baru yang kalian pelajari tentang tubuhmu dan
bagaimana kamu akan menerapkannya dalam hidupmu sehari-hari?
3. Apakah ada bagian dari pelajaran yang masih sulit kamu pahami?
• Refleksi Pendidik:
1. Apakah semua tujuan pembelajaran tercapai dengan baik? Jika belum,
bagian mana yang perlu diperbaiki?
2. Apakah kegiatan pembelajaran sudah melibatkan siswa secara aktif,
kreatif, dan kolaboratif?
3. Bagaimana cara saya dapat membuat pembelajaran ini lebih
bermakna dan menyenangkan di pertemuan berikutnya?

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)


LKPD 1: Jelajah Sistem Organ Tubuhku
Tujuan: Mengidentifikasi organ-organ penting pada sistem pencernaan,
pernapasan, dan peredaran darah serta fungsinya.
Petunjuk:
1. Bekerjalah dalam kelompok (3-4 orang).
2. Amati gambar sistem organ tubuh manusia yang disediakan guru.
Gambar Human organs, the placement of human organs in the body. Human
anatomy.
3. Diskusikan dengan kelompokmu:
o Tuliskan nama-nama organ yang kamu kenal pada sistem pencernaan,
pernapasan, dan peredaran darah.
o Jelaskan secara singkat fungsi dari setiap organ tersebut.
o Menurut kelompokmu, apa yang akan terjadi jika salah satu organ
tersebut tidak berfungsi dengan baik?
4. Persiapkan hasil diskusi kalian untuk dipresentasikan di depan kelas.

Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Siswa
Tema: Sistem Organ Tubuh Manusia dan Cara Menjaga Kesehatannya
Aspek Skala 1 Skala 2 Skala 3 Skala 4
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik) (Sangat Baik)

I. Isi/Materi
Diskusi
Kelompok

Menunjukk Memahami Memahami


A. Memahami
an sedikit beberapa sebagian
Pemahama semua organ
pemahama organ dan besar
n Konsep dan fungsinya
n tentang fungsinya, organ dan
[Link]

Aspek Skala 1 Skala 2 Skala 3 Skala 4


Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik) (Sangat Baik)

organ dan namun ada fungsinya dengan sangat


fungsinya. kekeliruan. dengan akurat.
benar.

Mampu
menganali
Tidak Mampu
Mampu sis
mampu menganalisis
menganalisis masalah
menganali masalah
masalah dengan
B. Analisis sis secara
sederhana cukup baik
Masalah masalah mendalam dan
namun dan
terkait menunjukkan
kurang menemuka
kesehatan keterkaitan
mendalam. n
organ. yang kompleks.
beberapa
hubungan.

Tidak Memberika
Memberikan
dapat n solusi Memberikan
beberapa
memberika yang solusi yang
C. solusi namun
n solusi relevan sangat relevan,
Solusi/Ide kurang
atau ide dan cukup inovatif, dan
inovatif/prakti
yang kreatif/prak praktis.
s.
relevan. tis.

II.
Kolaborasi
Kelompok

Sebagian
Semua
Hanya 1-2 Sebagian besar
anggota aktif
D. anggota anggota anggota
dan
Partisipasi yang aktif berpartisipasi aktif
memberikan
Anggota berpartisip , namun ada berpartisip
kontribusi yang
asi. yang pasif. asi dalam
berarti.
diskusi.

Anggota
Sering
Kerjasama bekerja
terjadi Anggota
kurang sama
E. konflik/tida bekerja sama
optimal, dengan
Kerjasama k ada dengan sangat
masih ada cukup baik
Tim pembagian efektif, saling
tumpang dan
tugas mendukung.
tindih tugas. berbagi
jelas.
tugas.
[Link]

Aspek Skala 1 Skala 2 Skala 3 Skala 4


Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik) (Sangat Baik)

Cukup
mengharg
Menolak Sangat
ai
atau Kurang menghargai,
pendapat
mengabaik menghargai mendengarkan,
F. Toleransi yang
an pendapat dan
Pendapat berbeda
pendapat yang mempertimban
dan
anggota berbeda. gkan semua
mencoba
lain. pendapat.
memahami
.

III.
Presentasi
Siswa

Cukup jelas
G. Sulit namun Jelas dan
Sangat jelas,
Kejelasan dipahami, kadang terstruktur,
terstruktur, dan
Penyampaia tidak masih mudah
mudah diikuti.
n terstruktur. membingung dipahami.
kan.

Mengguna Menggunaka
Mengguna Menggunakan
kan n bahasa
H. kan bahasa yang
bahasa yang cukup
Penggunaa bahasa sangat baik,
yang baik, namun
n Bahasa yang baik persuasif, dan
kurang ada
dan lugas. lugas.
tepat/baku. kesalahan.

Mengguna
Tidak
Menggunaka kan media Menggunakan
mengguna
n media yang media yang
I. Kreativitas kan media
namun cukup sangat
Media/Tamp atau
kurang menarik menarik,
ilan tampilan
menarik/efekt dan inovatif, dan
yang
if. membantu efektif.
menarik.
presentasi.

Menguasai
Cukup materi Sangat
Tidak
J. menguasai, dengan menguasai
menguasai
Penguasaan namun baik dan materi, percaya
materi saat
Materi sering ragu- menjawab diri, dan
presentasi.
ragu. pertanyaan argumentatif.
.
[Link]

Skala Likert untuk Kuantifikasi:


• Skala 1 = Sangat Tidak Setuju / Sangat Kurang
• Skala 2 = Tidak Setuju / Kurang
• Skala 3 = Netral / Cukup
• Skala 4 = Setuju / Baik
• Skala 5 = Sangat Setuju / Sangat Baik

O. Pengayaan dan Remedial


• Pengayaan:
o Bagi peserta didik yang telah mencapai ketuntasan, dapat ditugaskan
untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang sistem organ lain
(misal: sistem saraf, sistem rangka) atau penyakit-penyakit yang lebih
kompleks pada sistem organ yang telah dipelajari.
o Membuat mini-book atau infografis tentang "Panduan Menjaga
Kesehatan Organ Tubuh untuk Anak Seusianku".
o Menjadi tutor sebaya bagi teman-temannya yang kesulitan.
• Remedial:
o Bagi peserta didik yang belum mencapai ketuntasan, guru dapat
memberikan bimbingan individual atau kelompok kecil.
o Menyediakan lembar kerja tambahan dengan soal-soal latihan yang
lebih fokus pada bagian yang belum dikuasai.
o Menggunakan media pembelajaran yang berbeda (misalnya video
edukasi lain, penjelasan ulang dengan analogi yang lebih sederhana).
o Mengulang kembali bagian materi yang belum dipahami dengan
metode yang berbeda.

P. Glosarium
1. Organ: Bagian tubuh yang memiliki fungsi khusus, seperti jantung, paru-paru,
atau lambung.
2. Sistem Organ: Kumpulan organ yang bekerja sama untuk melakukan fungsi
tertentu dalam tubuh, contohnya sistem pencernaan.
3. Metabolisme: Proses kimia dalam tubuh yang mengubah makanan menjadi
energi dan zat yang dibutuhkan untuk kehidupan.

Q. Daftar Pustaka
1. [Link] sumber referensi para pendidik indonesia
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru Ilmu
Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat
Kurikulum dan Perbukuan.
3. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa Ilmu
Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat
Kurikulum dan Perbukuan.
[Link]

4. Prasetyo, Y. (2018). Anatomi dan Fisiologi Tubuh Manusia. Yogyakarta: CV


Budi Utama.
[Link]

Modul Ajar IPAS


Hubungan Antarkomponen Biotik dan Abiotik Serta Pengaruhnya terhadap
Ekosistem
A. Identitas Penulis
• Nama Penyusun: Umar Tholib
• Satuan Pendidikan: SDN Karangsari 02
• Tahun Ajaran: 2025/2026
• Mata Pelajaran: IPAS
• Fase: C
• Kelas/Semester: 5/1
• Alokasi Waktu: 16 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


Pilihlah dimensi yang paling sesuai untuk kegiatan pembelajaran ini dengan
memberi tanda centang:

✅ Keimanan dan Ketakwaan

✅ Kewargaan

✅ Penalaran Kritis

✅ Kreativitas

✅ Kolaborasi

✅ Kemandirian

✅ Komunikasi

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Berikut adalah cara guru menanyakan tentang pelaksanaan 7 Kegiatan Anak
Indonesia Hebat kepada peserta didik:

"Anak-anak hebat, sebelum kita mulai petualangan belajar hari ini, Ibu/Bapak ingin
tahu, siapa yang tadi pagi sudah melakukan '7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat'?"
1. Bangun tidur: "Siapa yang tadi pagi bangunnya segar dan langsung siap-
siap untuk sekolah? Angkat tangan!"
2. Beribadah: "Setelah bangun, siapa yang langsung menjalankan ibadah
sesuai keyakinannya? Sholat, berdoa, atau ibadah lainnya?"
3. Berolahraga: "Ada yang sempat bergerak pagi ini? Misalnya peregangan,
jalan kaki ke sekolah, atau membantu orang tua di rumah?"
[Link]

4. Gemar Belajar: "Nah, sebelum berangkat sekolah, siapa yang tadi sempat
melihat-lihat buku pelajaran atau mencari tahu sesuatu yang baru?"
5. Makan Sehat dan Bergizi: "Saat sarapan tadi, apa saja yang kalian makan?
Apakah ada nasi, lauk pauk, sayur, atau buah? Siapa yang sarapan dengan
makanan yang membuat tubuh kuat?"
6. Bermasyarakat: "Di rumah, apakah kalian membantu orang tua atau
saudara? Atau mungkin menyapa tetangga saat berangkat sekolah tadi?"
7. Tidur Cepat: "Tadi malam, siapa yang tidurnya tidak terlalu larut dan bangun
pagi ini dengan semangat penuh untuk belajar?"

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran


• Capaian Pembelajaran: Peserta didik memahami hubungan antar komponen
biotik dan abiotik serta pengaruhnya terhadap ekosistem.
• Tujuan Pembelajaran:
1. Peserta didik mampu mengidentifikasi komponen biotik (makhluk
hidup) dan abiotik (benda tak hidup) dalam suatu ekosistem dengan
benar.
2. Peserta didik mampu menjelaskan peran masing-masing komponen
biotik dan abiotik dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
3. Peserta didik mampu menganalisis dampak perubahan pada salah
satu komponen (biotik atau abiotik) terhadap komponen lain dan
keseluruhan ekosistem.
4. Peserta didik mampu merancang dan menyajikan model sederhana
ekosistem serta menjelaskan interaksi di dalamnya.
5. Peserta didik mampu mengembangkan ide-ide kreatif untuk menjaga
kelestarian ekosistem di lingkungan sekitar.

E. Sarana dan Prasarana


1. Buku paket IPAS Kelas 5
2. Laptop dan proyektor
3. Peralatan untuk proyek mini ekosistem (stoples/akuarium kecil, tanah, air, biji-
bijian, batu kecil, pasir, lumut, dll.)
4. Papan tulis/Whiteboard dan spidol
5. Kamera/ponsel untuk dokumentasi proyek

F. Target Peserta Didik


• Peserta didik reguler/tipikal

G. Model Pembelajaran
• Model Pembelajaran: Project-Based Learning (PjBL) dengan pendekatan
Deep Learning.
• Metode Pembelajaran: Observasi, diskusi kelompok, simulasi, proyek,
presentasi, dan eksplorasi lingkungan.
[Link]

H. Pertanyaan Pemantik
• Mindful Learning: "Coba bayangkan dirimu sedang berada di sebuah taman.
Apa saja yang kalian lihat dan rasakan? Adakah makhluk hidup di sana? Apa
saja benda tak hidup yang ada? Bisakah mereka hidup sendiri-sendiri?"
• Meaningful Learning: "Menurutmu, apa jadinya jika semua pohon di hutan
ditebang? Atau jika air di danau tiba-tiba mengering? Apa dampaknya bagi
makhluk hidup yang tinggal di sana?"
• Joyful Learning: "Jika kita diminta menciptakan dunia baru, apa saja yang
harus ada agar makhluk hidup bisa tinggal dengan nyaman? Siapa yang akan
menjadi 'penguasa' dan 'penjaga' di dunia itu?"

I. Kegiatan Pembelajaran
Alokasi Waktu Total: 16 JP (8 Pertemuan @ 2 JP)
Pertemuan 1-2: Mengenal Komponen Biotik dan Abiotik dalam Ekosistem (4
JP)
• Pendahuluan (15 menit)
o Guru menyapa dan mengecek kehadiran.
o Guru menanyakan "7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat".
o Guru memberikan pertanyaan pemantik "Mindful Learning" dan "Joyful
Learning".
o Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: mengidentifikasi
komponen ekosistem.
• Inti (60 menit)
o Eksplorasi Lingkungan Sekolah: Siswa diajak mengamati lingkungan
sekitar sekolah (taman, halaman). Masing-masing siswa diminta
mencatat 5 contoh makhluk hidup (biotik) dan 5 contoh benda tak
hidup (abiotik) yang mereka temukan. (Aktif, Bermakna)
o Diskusi Kelas: Siswa berbagi temuan mereka. Guru memfasilitasi
diskusi untuk mengkategorikan benda-benda tersebut ke dalam
kelompok biotik dan abiotik. (Komunikasi, Kolaborasi)
o Permainan "Tebak Aku": Guru menyiapkan kartu berisi gambar-
gambar komponen biotik dan abiotik. Siswa menebak kategori dan
fungsinya. (Menyenangkan)
o Membangun Pemahaman Konsep: Guru menjelaskan definisi
ekosistem, komponen biotik (produsen, konsumen, pengurai), dan
abiotik (cahaya matahari, air, tanah, udara, suhu). (Bermakna)
• Penutup (15 menit)
o Guru meminta siswa membuat peta konsep sederhana tentang
komponen biotik dan abiotik. (Kreatif)
o Guru memberikan tugas rumah: mencari contoh ekosistem lain
(misalnya, kolam, hutan, sawah) dan mengidentifikasi komponennya.
Pertemuan 3-4: Interaksi Antarkomponen Ekosistem (4 JP)
• Pendahuluan (15 menit)
o Guru menanyakan kembali "7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat".
[Link]

o Guru memberikan pertanyaan pemantik "Meaningful Learning".


o Review materi sebelumnya: komponen biotik dan abiotik.
• Inti (60 menit)
o Analisis Rantai Makanan Sederhana: Guru menunjukkan gambar
rantai makanan (misalnya, padi-tikus-ular-elang). Siswa diminta
menganalisis peran masing-masing makhluk hidup dan bagaimana
mereka saling bergantung. (Penalaran Kritis, Bermakna)
Gambar Diagram showing food web in the rainforest
o Studi Kasus "Perubahan Lingkungan": Guru memberikan skenario:
"Jika musim kemarau sangat panjang, apa yang akan terjadi pada
tumbuhan di sawah? Apa dampaknya bagi tikus dan ular?" Siswa
berdiskusi dalam kelompok. (Penalaran Kritis, Kolaborasi)
o Simulasi "Jaring-jaring Makanan Manusia": Siswa secara
berkelompok menggambarkan jaring-jaring makanan yang melibatkan
manusia (misalnya, dari sayuran, hewan ternak, dsb.). (Kreatif,
Kolaborasi)
o Presentasi Kelompok: Setiap kelompok mempresentasikan hasil
analisis dan jaring-jaring makanan mereka. (Komunikasi)
• Penutup (15 menit)
o Guru merangkum pentingnya keseimbangan ekosistem dan interaksi
antar komponen.
o Pengumuman proyek: Membuat mini ekosistem sederhana (misalnya,
ekosistem akuatik di stoples). Siswa diminta membawa alat dan bahan
di pertemuan berikutnya. (Kemandirian)
Pertemuan 5-6: Proyek "Ekosistem Mini Buatanku" (4 JP)
• Pendahuluan (15 menit)
o Guru membuka pelajaran dengan semangat untuk menjadi "pencipta
ekosistem mini".
o Mengingatkan kembali tujuan proyek dan kriteria keberhasilan.
• Inti (60 menit)
o Perencanaan Proyek: Siswa dalam kelompok kecil merencanakan
detail ekosistem mini yang akan mereka buat (komponen biotik dan
abiotik yang akan dimasukkan, bagaimana interaksinya diharapkan
terjadi). Mereka membuat sketsa atau daftar bahan. (Kolaborasi,
Kreatif)
o Pembuatan Ekosistem Mini: Siswa secara mandiri atau berkelompok
membuat ekosistem mini mereka di dalam wadah transparan
(stoples/akuarium kecil). Guru membimbing dan memberikan bantuan
jika diperlukan. (Aktif, Kreatif, Kemandirian, Menyenangkan)
o Observasi Awal: Siswa mencatat komponen yang dimasukkan dan
membuat hipotesis tentang apa yang akan terjadi dalam ekosistem
mereka selama beberapa hari ke depan. (Penalaran Kritis)
• Penutup (15 menit)
o Setiap kelompok menunjukkan ekosistem mini mereka dan
menjelaskan komponen yang ada.
o Guru memberikan penguatan dan apresiasi atas kreativitas siswa.
[Link]

o Tugas: Mengamati dan mencatat perubahan yang terjadi pada


ekosistem mini mereka setiap hari.
Pertemuan 7-8: Presentasi Proyek dan Refleksi Pelestarian Ekosistem (4 JP)
• Pendahuluan (15 menit)
o Guru menanyakan pengalaman siswa selama mengamati ekosistem
mini.
o Mengingatkan tentang pentingnya presentasi dan berbagi
pengetahuan.
• Inti (60 menit)
o Presentasi Proyek "Ekosistem Mini Buatanku": Setiap kelompok
mempresentasikan ekosistem mini mereka, menjelaskan komponen
biotik dan abiotik, interaksi yang terjadi, dan perubahan yang mereka
amati. (Komunikasi, Kreatif)
o Diskusi "Dampak Manusia pada Ekosistem": Guru memfasilitasi
diskusi tentang bagaimana aktivitas manusia (misalnya, membuang
sampah sembarangan, penebangan hutan, polusi) dapat memengaruhi
keseimbangan ekosistem. (Bermakna, Penalaran Kritis)
o Brainstorming Solusi: Siswa secara berkelompok berdiskusi tentang
cara-cara sederhana yang dapat mereka lakukan untuk menjaga
kelestarian ekosistem di lingkungan sekitar mereka. (Kolaborasi,
Kreativitas)
• Penutup (15 menit)
o Guru dan siswa menyimpulkan pentingnya menjaga ekosistem.
o Setiap siswa membuat komitmen pribadi tentang satu tindakan kecil
yang akan mereka lakukan untuk menjaga lingkungan. (Kemandirian,
Kewargaan)
o Guru memberikan apresiasi atas seluruh proses pembelajaran dan
hasil proyek siswa.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif


• Asesmen Formatif:
o Observasi Guru: Pengamatan keaktifan, partisipasi, dan kolaborasi
siswa selama diskusi, eksplorasi, dan pembuatan proyek.
o Diskusi Kelompok: Penilaian terhadap kualitas ide dan argumen yang
disampaikan.
o Catatan Lapangan/Jurnal: Penilaian terhadap hasil observasi siswa di
lingkungan sekolah dan ekosistem mini.
o Peta Konsep/Sketsa Proyek: Penilaian pemahaman awal dan
perencanaan siswa.
o Tanya Jawab Lisan: Untuk mengecek pemahaman konsep dasar.
• Asesmen Sumatif:
o Tes Tertulis: Soal pilihan ganda dan uraian yang menguji pemahaman
tentang komponen ekosistem, interaksi, dan dampaknya.
o Proyek "Ekosistem Mini Buatanku": Penilaian produk (kualitas
ekosistem mini, kelengkapan komponen, keberlanjutan) dan proses
[Link]

(perencanaan, kerjasama, observasi). (Menggunakan rubrik penilaian


analitik terlampir).
o Presentasi Proyek: Penilaian kemampuan siswa dalam menjelaskan
ekosistemnya, interaksi di dalamnya, dan solusi pelestarian.

K. Pemahaman Bermakna
Ekosistem adalah sebuah kesatuan hidup yang kompleks, di mana setiap makhluk
hidup (biotik) dan benda tak hidup (abiotik) memiliki peran yang saling terkait.
Memahami interaksi ini berarti menyadari bahwa setiap elemen, sekecil apa pun,
memiliki dampaknya sendiri terhadap keseimbangan alam. Misalnya,
keberadaan cahaya matahari, air, dan tanah sangat vital bagi pertumbuhan
tumbuhan sebagai produsen; sementara hewan sebagai konsumen bergantung
pada tumbuhan atau hewan lain untuk makan. Perubahan pada satu komponen,
seperti polusi air atau penebangan pohon, dapat memicu efek berantai yang
merugikan seluruh ekosistem. Dengan pemahaman ini, siswa akan lebih sadar akan
tanggung jawab mereka sebagai bagian dari ekosistem dan tergerak untuk menjaga
kelestarian lingkungan demi keberlanjutan hidup semua makhluk.

L. Materi Bahan Ajar


Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik
antara makhluk hidup (komponen biotik) dan benda tak hidup (komponen abiotik) di
suatu tempat. Komponen biotik meliputi semua makhluk hidup, seperti tumbuhan
(sebagai produsen yang menghasilkan makanan), hewan (sebagai konsumen yang
memakan produsen atau konsumen lain), dan mikroorganisme seperti bakteri dan
jamur (sebagai pengurai yang menguraikan sisa-sisa makhluk hidup). Hubungan
antara makhluk hidup ini membentuk rantai makanan dan jaring-jaring makanan
yang kompleks, menunjukkan bagaimana energi berpindah dari satu organisme ke
organisme lain.
Di sisi lain, komponen abiotik adalah benda-benda tak hidup yang sangat
memengaruhi kelangsungan hidup komponen biotik. Contohnya adalah cahaya
matahari sebagai sumber energi utama, air yang esensial untuk semua makhluk
hidup, tanah sebagai media tumbuh dan tempat tinggal, udara yang mengandung
oksigen untuk bernapas, serta suhu dan kelembaban yang menentukan jenis
makhluk hidup yang dapat bertahan di suatu ekosistem. Interaksi antara biotik dan
abiotik sangat penting; misalnya, tumbuhan membutuhkan cahaya matahari, air, dan
tanah untuk berfotosintesis, dan oksigen yang mereka hasilkan penting bagi hewan.
Keseimbangan ekosistem sangat penting untuk menjaga kehidupan di Bumi. Setiap
perubahan pada salah satu komponen, baik biotik maupun abiotik, dapat
memengaruhi seluruh sistem. Misalnya, jika hutan ditebang (perubahan abiotik pada
tempat tinggal dan biotik pada tumbuhan), maka hewan-hewan yang tinggal di
dalamnya akan kehilangan tempat tinggal dan sumber makanan, yang bisa
menyebabkan kepunahan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami
interaksi ini dan berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan agar
ekosistem tetap seimbang dan sehat.

M. Refleksi
[Link]

• Refleksi Peserta Didik:


1. Apa hal paling menarik yang kalian pelajari tentang hubungan antara
makhluk hidup dan lingkungan?
2. Bagaimana proyek ekosistem mini membantumu memahami pelajaran
ini lebih dalam?
3. Apa satu tindakan kecil yang akan kamu lakukan di rumah atau
sekolah untuk menjaga lingkungan agar ekosistem tetap lestari?
• Refleksi Pendidik:
1. Apakah kegiatan proyek mampu memicu kreativitas dan kolaborasi
maksimal dari peserta didik?
2. Bagaimana saya bisa lebih efektif dalam memfasilitasi diskusi yang
mendalam tentang dampak perubahan ekosistem?
3. Apakah ada materi atau konsep yang perlu saya jelaskan ulang atau
perkuat di pertemuan berikutnya?

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)


LKPD 1: Ekosistem di Sekitarku
Tujuan: Mengidentifikasi dan mengkategorikan komponen biotik dan abiotik dalam
ekosistem.
Petunjuk:
1. Amati gambar ekosistem berikut (misalnya, gambar sawah, hutan, atau
kolam).
Gambar Lake ecosystem. Zonation in lake water infographic. Pond or river
freshwater zones diagram with text for education.
2. Isi tabel di bawah ini dengan komponen biotik dan abiotik yang kamu temukan
dalam gambar.

Komponen
Komponen
Biotik Peran/Fungsi Peran/Fungsi
No. Abiotik (Benda
(Makhluk Singkat Singkat
Tak Hidup)
Hidup)

1.

2.

3.

4.

5.
3. Diskusikan dengan teman kelompokmu: Mengapa komponen biotik dan
abiotik ini saling membutuhkan? Berikan contohnya!

Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Siswa
[Link]

Tema: Hubungan Antarkomponen Biotik dan Abiotik serta Pengaruhnya terhadap


Ekosistem
Aspek Skala 1 Skala 2 Skala 3 Skala 4
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik) (Sangat Baik)

I. Isi/Materi
Diskusi
Kelompok

Menunjukk Memahami
Memahami Memahami
an sedikit sebagian
A. beberapa semua konsep
pemahama besar
Pemahama konsep, dengan sangat
n tentang konsep
n Konsep namun ada akurat dan
biotik/abioti dengan
kekeliruan. mendalam.
k. benar.

Mampu
Mampu
Tidak menganali
Mampu menganalisis
mampu sis
menganalisis interaksi
menganali interaksi
B. Analisis interaksi secara
sis dengan
Interaksi sederhana mendalam dan
interaksi cukup baik
namun menunjukkan
antar dan
kurang jelas. keterkaitan
komponen. memberika
kompleks.
n contoh.

Tidak Memberika
Memberikan Memberikan
dapat n ide
beberapa ide ide pelestarian
memberika pelestarian
C. Ide namun yang sangat
n ide yang
Pelestarian kurang relevan,
pelestarian relevan
inovatif/prakti inovatif, dan
yang dan cukup
s. praktis.
relevan. kreatif.

II.
Kolaborasi
Kelompok

Sebagian
Semua
Hanya 1-2 Sebagian besar
anggota aktif
D. anggota anggota anggota
dan
Partisipasi yang aktif berpartisipasi aktif
memberikan
Anggota berpartisip , namun ada berpartisip
kontribusi yang
asi. yang pasif. asi dalam
berarti.
diskusi.
[Link]

Aspek Skala 1 Skala 2 Skala 3 Skala 4


Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik) (Sangat Baik)

Anggota
Sering
Kerjasama bekerja
terjadi Anggota
kurang sama
E. konflik/tida bekerja sama
optimal, dengan
Kerjasama k ada dengan sangat
masih ada cukup baik
Tim pembagian efektif, saling
tumpang dan
tugas mendukung.
tindih tugas. berbagi
jelas.
tugas.

Cukup
mengharg
Menolak Sangat
ai
atau Kurang menghargai,
pendapat
mengabaik menghargai mendengarkan,
F. Toleransi yang
an pendapat dan
Pendapat berbeda
pendapat yang mempertimban
dan
anggota berbeda. gkan semua
mencoba
lain. pendapat.
memahami
.

III.
Presentasi
Siswa

Cukup jelas
G. Sulit namun Jelas dan
Sangat jelas,
Kejelasan dipahami, kadang terstruktur,
terstruktur, dan
Penyampaia tidak masih mudah
mudah diikuti.
n terstruktur. membingung dipahami.
kan.

Mengguna Menggunaka
Mengguna Menggunakan
kan n bahasa
H. kan bahasa yang
bahasa yang cukup
Penggunaa bahasa sangat baik,
yang baik, namun
n Bahasa yang baik persuasif, dan
kurang ada
dan lugas. lugas.
tepat/baku. kesalahan.

Tidak
Menggunaka Mengguna Menggunakan
mengguna
n media kan media media yang
I. Kreativitas kan media
namun yang sangat
Media/Tamp atau
kurang cukup menarik,
ilan tampilan
menarik/efekt menarik inovatif, dan
yang
if. dan efektif.
menarik.
[Link]

Aspek Skala 1 Skala 2 Skala 3 Skala 4


Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik) (Sangat Baik)

membantu
presentasi.

Menguasai
Cukup materi Sangat
Tidak
J. menguasai, dengan menguasai
menguasai
Penguasaan namun baik dan materi, percaya
materi saat
Materi sering ragu- menjawab diri, dan
presentasi.
ragu. pertanyaan argumentatif.
.
Skala Likert untuk Kuantifikasi:
• Skala 1 = Sangat Tidak Setuju / Sangat Kurang
• Skala 2 = Tidak Setuju / Kurang
• Skala 3 = Netral / Cukup
• Skala 4 = Setuju / Baik
• Skala 5 = Sangat Setuju / Sangat Baik

O. Pengayaan dan Remedial


• Pengayaan:
o Bagi peserta didik yang telah mencapai ketuntasan, dapat ditugaskan
untuk meneliti lebih lanjut tentang jenis-jenis ekosistem lain (misalnya,
ekosistem gurun, laut, tundra) atau dampak perubahan iklim terhadap
ekosistem.
o Membuat poster digital atau video pendek tentang kampanye
pelestarian ekosistem di lingkungan sekitar.
o Menjadi "ahli" yang membantu kelompok lain dalam mengidentifikasi
interaksi pada ekosistem mini.
• Remedial:
o Bagi peserta didik yang belum mencapai ketuntasan, guru dapat
memberikan bimbingan individual atau kelompok kecil.
o Menyediakan lembar kerja tambahan dengan contoh-contoh ekosistem
yang lebih sederhana untuk dianalisis.
o Menggunakan media visual tambahan (video edukasi, infografis) untuk
memperjelas konsep komponen biotik dan abiotik serta interaksinya.
o Mendorong siswa untuk mengamati ekosistem kecil di rumah
(misalnya, di pot bunga atau genangan air) dan mencatat
komponennya.

P. Glosarium
[Link]

1. Biotik: Komponen hidup dalam ekosistem, seperti tumbuhan, hewan, dan


mikroorganisme.
2. Abiotik: Komponen tak hidup dalam ekosistem, seperti cahaya matahari, air,
tanah, dan udara.
3. Ekosistem: Hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan lingkungannya
dalam suatu wilayah.

Q. Daftar Pustaka
1. [Link] sumber referensi para pendidik indonesia
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru Ilmu
Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat
Kurikulum dan Perbukuan.
3. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa Ilmu
Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat
Kurikulum dan Perbukuan.
4. Widodo, P., & Pujiastuti, R. (2019). Ilmu Pengetahuan Alam dan Lingkungan
untuk Sekolah Dasar Kelas V. Jakarta: Erlangga.
[Link]

Modul Ajar IPAS


Siklus Air dan Kaitannya dengan Upaya Menjaga Ketersediaan Air
A. Identitas Penulis
• Nama Penyusun: Umar Tholib
• Satuan Pendidikan: SDN Karangsari 02
• Tahun Ajaran: 2025/2026
• Mata Pelajaran: IPAS
• Fase: C
• Kelas/Semester: 5/1
• Alokasi Waktu: 16 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


Pilihlah dimensi yang paling sesuai untuk kegiatan pembelajaran ini dengan
memberi tanda centang:

✅ Keimanan dan Ketakwaan

✅ Kewargaan

✅ Penalaran Kritis

✅ Kreativitas

✅ Kolaborasi

✅ Kemandirian

✅ Komunikasi

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Berikut adalah cara guru menanyakan tentang pelaksanaan 7 Kegiatan Anak
Indonesia Hebat kepada peserta didik:

"Anak-anak hebat, sebelum kita mulai menjelajahi petualangan air hari ini, Ibu/Bapak
ingin tahu, siapa yang tadi pagi sudah melakukan '7 Kegiatan Anak Indonesia
Hebat'?"
1. Bangun tidur: "Siapa yang tadi pagi bangunnya segar dan langsung siap-
siap untuk sekolah? Angkat tangan!"
2. Beribadah: "Setelah bangun, siapa yang langsung menjalankan ibadah
sesuai keyakinannya? Sholat, berdoa, atau ibadah lainnya?"
3. Berolahraga: "Ada yang sempat bergerak pagi ini? Misalnya peregangan,
jalan kaki ke sekolah, atau membantu orang tua di rumah?"
[Link]

4. Gemar Belajar: "Nah, sebelum berangkat sekolah, siapa yang tadi sempat
melihat-lihat buku pelajaran atau mencari tahu sesuatu yang baru?"
5. Makan Sehat dan Bergizi: "Saat sarapan tadi, apa saja yang kalian makan?
Apakah ada nasi, lauk pauk, sayur, atau buah? Siapa yang sarapan dengan
makanan yang membuat tubuh kuat?"
6. Bermasyarakat: "Di rumah, apakah kalian membantu orang tua atau
saudara? Atau mungkin menyapa tetangga saat berangkat sekolah tadi?"
7. Tidur Cepat: "Tadi malam, siapa yang tidurnya tidak terlalu larut dan bangun
pagi ini dengan semangat penuh untuk belajar?"

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran


• Capaian Pembelajaran: Peserta didik memahami siklus air dan kaitannya
dengan upaya menjaga ketersediaan air.
• Tujuan Pembelajaran:
1. Peserta didik mampu mengidentifikasi tahapan-tahapan dalam siklus
air dengan benar.
2. Peserta didik mampu menjelaskan pentingnya air bagi kehidupan dan
dampaknya jika ketersediaan air berkurang.
3. Peserta didik mampu menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi
ketersediaan air bersih di lingkungan sekitar.
4. Peserta didik mampu merancang dan melakukan percobaan
sederhana untuk mensimulasikan salah satu tahapan siklus air.
5. Peserta didik mampu mengomunikasikan ide-ide kreatif upaya
menjaga ketersediaan air dan hemat air dalam kehidupan sehari-hari.
6. Peserta didik mampu berkolaborasi dalam kelompok untuk mencari
solusi masalah ketersediaan air.

E. Sarana dan Prasarana


1. Buku paket IPAS Kelas 5
2. Laptop dan proyektor
3. Alat dan bahan percobaan siklus air mini (toples/mangkok, plastik bening, air,
tanah/kerikil, tanaman kecil)
4. Papan tulis/Whiteboard dan spidol
5. Video edukasi tentang siklus air

F. Target Peserta Didik


• Peserta didik reguler/tipikal

G. Model Pembelajaran
• Model Pembelajaran: Discovery Learning dan Project-Based Learning
(PjBL) dengan pendekatan Deep Learning.
• Metode Pembelajaran: Eksperimen, observasi, diskusi kelompok, presentasi,
simulasi, dan proyek.
[Link]

H. Pertanyaan Pemantik
• Mindful Learning: "Coba rasakan air yang kalian minum setiap hari. Dari
mana air itu berasal? Mengapa air selalu ada, meskipun kita
menggunakannya terus-menerus?"
• Meaningful Learning: "Apa jadinya jika di dunia ini tiba-tiba tidak ada air
bersih lagi? Bisakah kita hidup tanpanya? Mengapa penting sekali bagi kita
untuk menjaga air?"
• Joyful Learning: "Jika air bisa berbicara, apa ya kira-kira pesannya kepada
kita tentang perjalanannya setiap hari?"

I. Kegiatan Pembelajaran
Alokasi Waktu Total: 16 JP (8 Pertemuan @ 2 JP)
Pertemuan 1-2: Mengenal Perjalanan Air: Siklus Air (4 JP)
• Pendahuluan (15 menit)
o Guru menyapa dan mengecek kehadiran.
o Guru menanyakan "7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat".
o Guru memberikan pertanyaan pemantik "Mindful Learning" dan "Joyful
Learning".
o Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: memahami proses
siklus air.
• Inti (60 menit)
o Membayangkan Perjalanan Air: Siswa diminta memejamkan mata
dan membayangkan perjalanan setetes air dari laut hingga menjadi
awan, lalu turun sebagai hujan. (Aktif, Bermakna)
o Video Animasi Siklus Air: Menayangkan video animasi edukatif
tentang siklus air (evaporasi, kondensasi, presipitasi, koleksi). Siswa
diminta mencatat tahapan-tahapan penting.
Gambar The water cycle diagram for science education
(Menyenangkan)
o Diskusi Kelompok: Siswa dibagi kelompok, masing-masing diberikan
kartu bergambar tahapan siklus air dan diminta mengurutkannya serta
menjelaskan secara singkat prosesnya. (Kolaborasi, Kreatif)
o Simulasi Sederhana: Guru melakukan simulasi sederhana penguapan
air menggunakan air panas dan tutup panci dingin untuk menunjukkan
kondensasi. (Bermakna, Menyenangkan)
• Penutup (15 menit)
o Setiap kelompok mempresentasikan urutan siklus air dan
penjelasannya. (Komunikasi)
o Guru dan siswa menyimpulkan tahapan siklus air.
o Guru memberikan tugas rumah: mencari contoh-contoh pemanfaatan
air dalam kehidupan sehari-hari.
Pertemuan 3-4: Pentingnya Air dan Tantangan Ketersediaannya (4 JP)
• Pendahuluan (15 menit)
o Guru menanyakan kembali "7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat".
[Link]

o Guru memberikan pertanyaan pemantik "Meaningful Learning".


o Mengingatkan kembali siklus air dan mengaitkannya dengan
keberadaan air di bumi.
• Inti (60 menit)
o Curah Pendapat "Pentingnya Air": Siswa menyebutkan berbagai
fungsi air bagi makhluk hidup dan kehidupan manusia (minum, mandi,
memasak, pertanian, industri). Guru menuliskan di papan. (Aktif,
Bermakna)
o Studi Kasus "Krisis Air": Guru menunjukkan gambar atau video
tentang daerah yang mengalami kekeringan atau kesulitan air bersih.
Siswa berdiskusi dalam kelompok: "Apa dampaknya bagi masyarakat
di sana? Apa penyebabnya?" (Penalaran Kritis, Bermakna)
o Identifikasi Sumber Air: Siswa mengidentifikasi sumber-sumber air
bersih di lingkungan mereka (sumur, PDAM, mata air, sungai).
o Diskusi Faktor Pencemaran: Guru memfasilitasi diskusi tentang
faktor-faktor yang menyebabkan air tercemar dan berkurangnya
ketersediaan air bersih (sampah, limbah, penebangan hutan).
(Penalaran Kritis)
• Penutup (15 menit)
o Setiap kelompok berbagi hasil diskusinya.
o Guru merangkum pentingnya air dan ancaman terhadap
ketersediaannya.
o Pengumuman proyek: Membuat "Miniatur Siklus Air" di pertemuan
berikutnya. Siswa diminta membawa alat dan bahan. (Kemandirian)
Pertemuan 5-6: Proyek "Miniatur Siklus Airku" (4 JP)
• Pendahuluan (15 menit)
o Guru membuka pelajaran dengan semangat untuk menjadi "ilmuwan
air".
o Mengingatkan kembali tujuan proyek dan kriteria keberhasilan.
• Inti (60 menit)
o Perencanaan Proyek: Siswa dalam kelompok merencanakan desain
"Miniatur Siklus Air" mereka (misalnya, menggunakan toples, air,
tanah, tanaman kecil, plastik bening sebagai penutup). Mereka
membuat sketsa atau daftar bahan. (Kolaborasi, Kreatif)
o Pembuatan Miniatur: Siswa secara mandiri atau berkelompok
membuat miniatur siklus air mereka. Guru membimbing dan
memberikan bantuan jika diperlukan. Mereka mengamati proses
penguapan dan kondensasi di dalam toples. (Aktif, Kreatif,
Kemandirian, Menyenangkan)
o Pencatatan Observasi: Siswa mencatat komponen yang dimasukkan
dan membuat hipotesis tentang apa yang akan terjadi dalam miniatur
mereka selama beberapa hari ke depan. (Penalaran Kritis)
• Penutup (15 menit)
o Setiap kelompok menunjukkan miniatur siklus air mereka dan
menjelaskan komponen yang ada.
o Guru memberikan penguatan dan apresiasi atas kreativitas siswa.
[Link]

o Tugas: Mengamati dan mencatat perubahan yang terjadi pada miniatur


mereka setiap hari, terutama terbentuknya tetesan air di bagian atas
plastik.
Pertemuan 7-8: Kampanye Hemat Air dan Pelestarian Sumber Air (4 JP)
• Pendahuluan (15 menit)
o Guru menanyakan pengalaman siswa selama mengamati miniatur
siklus air dan hasil pengamatan mereka.
o Mengingatkan tentang pentingnya tindakan nyata untuk menjaga air.
• Inti (60 menit)
o Presentasi Proyek "Miniatur Siklus Airku": Setiap kelompok
mempresentasikan miniatur siklus air mereka, menjelaskan proses
yang terjadi di dalamnya, dan hasil observasi mereka. (Komunikasi,
Kreatif)
o Brainstorming "Aksi Hemat Air": Siswa secara berkelompok
berdiskusi tentang cara-cara sederhana dan kreatif untuk menghemat
air di rumah dan di sekolah. Guru mencatat ide-ide di papan tulis.
(Kolaborasi, Kreatif)
o Merancang Poster/Slogan Kampanye: Setiap kelompok merancang
poster atau slogan kampanye tentang hemat air dan menjaga
ketersediaan air. (Kreatif, Komunikasi)
o Pameran Mini/Presentasi Poster: Poster atau slogan dipamerkan dan
setiap kelompok mempresentasikan pesan kampanye mereka.
(Komunikasi, Menyenangkan)
• Penutup (15 menit)
o Guru dan siswa menyimpulkan pentingnya menjaga siklus air dan
ketersediaan air bersih.
o Setiap siswa membuat komitmen pribadi tentang satu tindakan kecil
yang akan mereka lakukan untuk menghemat air. (Kemandirian,
Kewargaan)
o Guru memberikan apresiasi atas seluruh proses pembelajaran dan
hasil proyek siswa.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif


• Asesmen Formatif:
o Observasi Guru: Pengamatan keaktifan, partisipasi, dan kolaborasi
siswa selama diskusi, eksperimen, dan pembuatan proyek.
o Diskusi Kelompok: Penilaian terhadap kualitas ide dan argumen yang
disampaikan, serta pemahaman tahapan siklus air.
o Jurnal Observasi Proyek: Penilaian terhadap catatan observasi
perubahan pada miniatur siklus air.
o Peta Konsep/Sketsa Proyek: Penilaian pemahaman awal dan
perencanaan siswa.
o Tanya Jawab Lisan: Untuk mengecek pemahaman konsep dasar.
• Asesmen Sumatif:
[Link]

o Tes Tertulis: Soal pilihan ganda dan uraian yang menguji pemahaman
tentang siklus air, pentingnya air, serta upaya menjaga ketersediaan
air.
o Proyek "Miniatur Siklus Airku": Penilaian produk (keberhasilan
miniatur mensimulasikan siklus air, kelengkapan komponen) dan
proses (perencanaan, kerjasama, observasi). (Menggunakan rubrik
penilaian analitik terlampir).
o Presentasi Proyek dan Kampanye: Penilaian kemampuan siswa
dalam menjelaskan proses di miniatur, menyampaikan ide hemat air,
dan kreativitas kampanye.

K. Pemahaman Bermakna
Air adalah sumber daya yang tak terpisahkan dari kehidupan di Bumi. Memahami
siklus air berarti kita menyadari bahwa air tidak pernah habis, melainkan terus
bergerak dan berubah bentuk. Namun, ketersediaan air bersih sangat bergantung
pada bagaimana kita menjaga lingkungan. Polusi, penggundulan hutan, dan
pemborosan air dapat mengganggu siklus alami ini dan mengurangi jumlah air
bersih yang dapat kita gunakan. Dengan memahami perjalanan air dan faktor-faktor
yang memengaruhinya, siswa akan mengembangkan kesadaran bahwa setiap
tetes air itu berharga dan memiliki tanggung jawab untuk menjaga ketersediaannya
demi masa depan. Pemahaman ini akan mendorong mereka untuk mengadopsi
perilaku hemat air dan peduli terhadap lingkungan.

L. Materi Bahan Ajar


Siklus air, atau siklus hidrologi, adalah pergerakan air di Bumi secara terus-menerus
melalui berbagai tahapan. Proses ini dimulai dengan evaporasi (penguapan), di
mana air dari lautan, danau, sungai, dan tanah berubah menjadi uap air karena
panas matahari. Tumbuhan juga ikut berkontribusi melalui transpirasi. Uap air ini
kemudian naik ke atmosfer dan mengalami kondensasi, yaitu perubahan uap air
menjadi titik-titik air kecil atau kristal es yang membentuk awan. Ketika awan jenuh,
titik-titik air atau kristal es akan jatuh kembali ke Bumi dalam bentuk presipitasi
(curah hujan), bisa berupa hujan, salju, atau es.
Air yang jatuh sebagai presipitasi kemudian akan mengalami koleksi. Sebagian air
akan meresap ke dalam tanah menjadi air tanah, sebagian mengalir di permukaan
sebagai aliran permukaan (runoff) menuju sungai dan danau, dan sebagian lagi
langsung kembali ke lautan. Air yang terkumpul di sungai, danau, dan lautan ini
kemudian akan menguap kembali, memulai siklus baru. Siklus ini sangat penting
karena memastikan ketersediaan air di berbagai tempat di Bumi, meskipun jumlah
air secara keseluruhan tetap konstan.
Meskipun air terus bersirkulasi, ketersediaan air bersih yang siap digunakan
seringkali menjadi masalah. Kegiatan manusia seperti pencemaran air oleh limbah
industri dan rumah tangga, pembuangan sampah sembarangan, serta
penggundulan hutan yang mengurangi daya serap air tanah, dapat mengganggu
siklus air dan mengurangi jumlah air bersih yang layak konsumsi. Oleh karena itu,
penting bagi kita untuk berupaya menjaga kualitas air, menghemat penggunaan air,
dan melestarikan lingkungan agar siklus air dapat berjalan dengan baik dan
ketersediaan air bersih untuk kehidupan tetap terjamin.
[Link]

M. Refleksi
• Refleksi Peserta Didik:
1. Apa bagian paling menarik saat membuat miniatur siklus air?
Mengapa?
2. Apa satu hal baru yang kalian pelajari tentang air dan bagaimana
kalian akan menghemat air mulai sekarang?
3. Apakah ada bagian dari pelajaran ini yang masih membuatmu
bingung?
• Refleksi Pendidik:
1. Apakah semua tahapan siklus air dapat dipahami dengan baik oleh
peserta didik? Bagian mana yang perlu penekanan lebih?
2. Apakah proyek miniatur siklus air mampu meningkatkan pemahaman
dan kreativitas siswa?
3. Bagaimana cara saya bisa lebih mendorong siswa untuk mengambil
tindakan nyata dalam menjaga ketersediaan air?

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)


LKPD 1: Jejak Perjalanan Setetes Air
Tujuan: Mengidentifikasi tahapan-tahapan siklus air dan menjelaskan prosesnya.
Petunjuk:
1. Amati gambar siklus air berikut.
Gambar Water cycle diagram with simple rain circulation explanation outline
concept
2. Tuliskan nama tahapan siklus air pada kotak yang tersedia di gambar.
3. Jelaskan secara singkat apa yang terjadi pada setiap tahapan siklus air
tersebut.
4. Mengapa siklus air sangat penting bagi kehidupan di Bumi? Diskusikan
dengan kelompokmu!

Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Siswa
Tema: Siklus Air dan Upaya Menjaga Ketersediaan Air
Aspek Skala 1 Skala 2 Skala 3 Skala 4
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik) (Sangat Baik)

I. Isi/Materi
Diskusi
Kelompok

Menunjukk Memahami Memahami Memahami


A.
an sedikit beberapa sebagian semua tahapan
Pemahama
pemahama tahapan, besar siklus air
[Link]

Aspek Skala 1 Skala 2 Skala 3 Skala 4


Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik) (Sangat Baik)

n Konsep n tentang namun ada tahapan dengan sangat


Siklus Air tahapan kekeliruan. dengan akurat.
siklus air. benar.

Mampu
menganali
Tidak Mampu sis Mampu
mampu menganalisis masalah menganalisis
menganali masalah dengan masalah
B. Analisis
sis sederhana cukup baik secara
Masalah Air
masalah namun dan mendalam dan
ketersedia kurang menemuka menunjukkan
an air. mendalam. n berbagai faktor.
beberapa
penyebab.

Tidak Memberika Memberikan


Memberikan
dapat n ide ide
beberapa ide
C. Ide memberika solusi/upay solusi/upaya
namun
Solusi/Upay n ide a yang yang sangat
kurang
a solusi/upay relevan relevan,
inovatif/prakti
a yang dan cukup inovatif, dan
s.
relevan. kreatif. praktis.

II.
Kolaborasi
Kelompok

Sebagian
Semua
Hanya 1-2 Sebagian besar
anggota aktif
D. anggota anggota anggota
dan
Partisipasi yang aktif berpartisipasi aktif
memberikan
Anggota berpartisip , namun ada berpartisip
kontribusi yang
asi. yang pasif. asi dalam
berarti.
diskusi.

Anggota
Sering
Kerjasama bekerja
terjadi Anggota
kurang sama
E. konflik/tida bekerja sama
optimal, dengan
Kerjasama k ada dengan sangat
masih ada cukup baik
Tim pembagian efektif, saling
tumpang dan
tugas mendukung.
tindih tugas. berbagi
jelas.
tugas.
[Link]

Aspek Skala 1 Skala 2 Skala 3 Skala 4


Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik) (Sangat Baik)

Cukup
mengharg
Menolak Sangat
ai
atau Kurang menghargai,
pendapat
mengabaik menghargai mendengarkan,
F. Toleransi yang
an pendapat dan
Pendapat berbeda
pendapat yang mempertimban
dan
anggota berbeda. gkan semua
mencoba
lain. pendapat.
memahami
.

III.
Presentasi
Siswa

Cukup jelas
G. Sulit namun Jelas dan
Sangat jelas,
Kejelasan dipahami, kadang terstruktur,
terstruktur, dan
Penyampaia tidak masih mudah
mudah diikuti.
n terstruktur. membingung dipahami.
kan.

Mengguna Menggunaka
Mengguna Menggunakan
kan n bahasa
H. kan bahasa yang
bahasa yang cukup
Penggunaa bahasa sangat baik,
yang baik, namun
n Bahasa yang baik persuasif, dan
kurang ada
dan lugas. lugas.
tepat/baku. kesalahan.

Mengguna
Tidak
Menggunaka kan media Menggunakan
mengguna
n media yang media yang
I. Kreativitas kan media
namun cukup sangat
Media/Tamp atau
kurang menarik menarik,
ilan tampilan
menarik/efekt dan inovatif, dan
yang
if. membantu efektif.
menarik.
presentasi.

Menguasai
Cukup materi Sangat
Tidak
J. menguasai, dengan menguasai
menguasai
Penguasaan namun baik dan materi, percaya
materi saat
Materi sering ragu- menjawab diri, dan
presentasi.
ragu. pertanyaan argumentatif.
.
[Link]

Skala Likert untuk Kuantifikasi:


• Skala 1 = Sangat Tidak Setuju / Sangat Kurang
• Skala 2 = Tidak Setuju / Kurang
• Skala 3 = Netral / Cukup
• Skala 4 = Setuju / Baik
• Skala 5 = Sangat Setuju / Sangat Baik

O. Pengayaan dan Remedial


• Pengayaan:
o Bagi peserta didik yang telah mencapai ketuntasan, dapat ditugaskan
untuk meneliti lebih lanjut tentang teknologi pengolahan air bersih atau
cara-cara inovatif untuk menghemat air di daerah kering.
o Membuat video pendek atau drama tentang pentingnya menghemat air
dan dampaknya jika air bersih langka.
o Menjadi "duta air" di sekolah, memberikan informasi dan ajakan hemat
air kepada warga sekolah.
• Remedial:
o Bagi peserta didik yang belum mencapai ketuntasan, guru dapat
memberikan bimbingan individual atau kelompok kecil.
o Menyediakan lembar kerja tambahan dengan diagram siklus air yang
lebih sederhana untuk dilengkapi.
o Menggunakan media visual interaktif (aplikasi/game edukasi) untuk
memperkuat pemahaman tahapan siklus air.
o Mengulang kembali percobaan miniatur siklus air dengan
pendampingan lebih intensif.

P. Glosarium
1. Evaporasi: Proses penguapan air menjadi uap air.
2. Kondensasi: Proses perubahan uap air menjadi titik-titik air atau awan.
3. Presipitasi: Proses jatuhnya air dari atmosfer ke Bumi (contoh: hujan).

Q. Daftar Pustaka
1. [Link] sumber referensi para pendidik indonesia
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru Ilmu
Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat
Kurikulum dan Perbukuan.
3. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa Ilmu
Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat
Kurikulum dan Perbukuan.
4. Suratmo, M. (2017). Pendidikan Lingkungan Hidup untuk Sekolah Dasar
Kelas V. Jakarta: Erlangga.
[Link]

Tentu, Pak Umar! Ini dia Modul Ajar IPAS untuk kelas 5 SD dengan pendekatan
deep learning yang berfokus pada fenomena gelombang bunyi dan cahaya dalam
kehidupan sehari-hari. Modul ini dirancang untuk melatih siswa agar aktif, kreatif,
dan kolaboratif, serta menjadikan pembelajaran bermakna dan menyenangkan. 🔊💡

Modul Ajar IPAS


Fenomena Gelombang Bunyi dan Cahaya dalam Kehidupan Sehari-hari
A. Identitas Penulis
• Nama Penyusun: Umar Tholib
• Satuan Pendidikan: SDN Karangsari 02
• Tahun Ajaran: 2025/2026
• Mata Pelajaran: IPAS
• Fase: C
• Kelas/Semester: 5/1
• Alokasi Waktu: 16 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


Pilihlah dimensi yang paling sesuai untuk kegiatan pembelajaran ini dengan
memberi tanda centang:

✅ Keimanan dan Ketakwaan

✅ Penalaran Kritis

✅ Kreativitas

✅ Kolaborasi

✅ Kemandirian

✅ Kesehatan

✅ Komunikasi

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Berikut adalah cara guru menanyakan tentang pelaksanaan 7 Kegiatan Anak
Indonesia Hebat kepada peserta didik:

"Anak-anak hebat, sebelum kita mulai petualangan mengamati bunyi dan cahaya
hari ini, Ibu/Bapak ingin tahu, siapa yang tadi pagi sudah melakukan '7 Kegiatan
Anak Indonesia Hebat'?"
1. Bangun tidur: "Siapa yang tadi pagi bangunnya segar dan langsung siap-
siap untuk sekolah? Angkat tangan!"
[Link]

2. Beribadah: "Setelah bangun, siapa yang langsung menjalankan ibadah


sesuai keyakinannya? Sholat, berdoa, atau ibadah lainnya?"
3. Berolahraga: "Ada yang sempat bergerak pagi ini? Misalnya peregangan,
jalan kaki ke sekolah, atau membantu orang tua di rumah?"
4. Gemar Belajar: "Nah, sebelum berangkat sekolah, siapa yang tadi sempat
melihat-lihat buku pelajaran atau mencari tahu sesuatu yang baru?"
5. Makan Sehat dan Bergizi: "Saat sarapan tadi, apa saja yang kalian makan?
Apakah ada nasi, lauk pauk, sayur, atau buah? Siapa yang sarapan dengan
makanan yang membuat tubuh kuat?"
6. Bermasyarakat: "Di rumah, apakah kalian membantu orang tua atau
saudara? Atau mungkin menyapa tetangga saat berangkat sekolah tadi?"
7. Tidur Cepat: "Tadi malam, siapa yang tidurnya tidak terlalu larut dan bangun
pagi ini dengan semangat penuh untuk belajar?"

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran


• Capaian Pembelajaran: Peserta didik memahami fenomena gelombang
bunyi dan cahaya dalam kehidupan sehari-hari.
• Tujuan Pembelajaran:
1. Peserta didik mampu mengidentifikasi sumber bunyi dan sifat-sifat
bunyi (merambat melalui medium, dipantulkan, diserap) dengan
percobaan sederhana.
2. Peserta didik mampu menjelaskan manfaat dan bahaya bunyi dalam
kehidupan sehari-hari.
3. Peserta didik mampu mengidentifikasi sumber cahaya dan sifat-sifat
cahaya (merambat lurus, dapat dipantulkan, dibiaskan, diuraikan)
melalui percobaan.
4. Peserta didik mampu menjelaskan fenomena terkait cahaya
(bayangan, pelangi, cermin, lensa) dan manfaatnya dalam kehidupan.
5. Peserta didik mampu merancang dan melakukan percobaan
sederhana terkait bunyi atau cahaya dengan alat yang tersedia.
6. Peserta didik mampu mengomunikasikan hasil pengamatan dan
kesimpulan percobaan secara lisan maupun tertulis.

E. Sarana dan Prasarana


1. Buku paket IPAS Kelas 5
2. Laptop dan proyektor
3. Alat dan bahan percobaan bunyi (garpu tala, benang, kaleng, karet gelang,
drum/gendang kecil, gelas berisi air)
4. Alat dan bahan percobaan cahaya (senter, cermin datar, prisma, gelas berisi
air, pensil, kertas karton)
5. Ruangan gelap atau tirai gelap untuk percobaan cahaya

F. Target Peserta Didik


• Peserta didik reguler/tipikal
[Link]

G. Model Pembelajaran
• Model Pembelajaran: Discovery Learning dan Inquiry-Based Learning
dengan pendekatan Deep Learning.
• Metode Pembelajaran: Eksperimen, observasi, diskusi kelompok, presentasi,
simulasi, dan demonstrasi.

H. Pertanyaan Pemantik
• Mindful Learning: "Coba pejamkan mata kalian sebentar. Suara apa saja
yang bisa kalian dengar di sekitar sini? Dan jika kita melihat sekeliling, dari
mana datangnya cahaya yang membuat kita bisa melihat benda-benda ini?"
• Meaningful Learning: "Apa jadinya kalau di dunia ini tiba-tiba tidak ada bunyi
sama sekali? Atau kalau tidak ada cahaya sama sekali? Bagaimana kita bisa
berinteraksi atau melihat?"
• Joyful Learning: "Menurutmu, bagaimana bunyi musik bisa sampai ke
telinga kita? Dan mengapa pelangi bisa muncul setelah hujan? Apa rahasia di
baliknya?"

I. Kegiatan Pembelajaran
Alokasi Waktu Total: 16 JP (8 Pertemuan @ 2 JP)
Pertemuan 1-2: Mengenal Bunyi: Sumber dan Perambatannya (4 JP)
• Pendahuluan (15 menit)
o Guru menyapa dan mengecek kehadiran.
o Guru menanyakan "7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat".
o Guru memberikan pertanyaan pemantik "Mindful Learning" dan "Joyful
Learning".
o Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: memahami sumber
dan sifat bunyi.
• Inti (60 menit)
o Eksplorasi Suara: Siswa diminta membuat berbagai bunyi
menggunakan benda-benda di sekitar mereka (meja, pensil, tangan).
Guru bertanya: "Bagaimana bunyi itu bisa muncul?" (Aktif,
Menyenangkan)
o Percobaan "Gelas Bergetar": Guru mendemonstrasikan garpu tala
yang dimasukkan ke air atau mengikat benang pada kaleng, lalu
berbicara melalui kaleng. Siswa mengamati getaran. (Bermakna, Aktif)
o Diskusi Kelompok: Siswa dibagi kelompok. Setiap kelompok
melakukan percobaan sederhana tentang perambatan bunyi melalui
medium padat (meja), cair (air dalam ember), dan gas (udara). Mereka
mencatat hasil pengamatan. (Kolaborasi, Penalaran Kritis)
o Presentasi Hasil: Setiap kelompok mempresentasikan hasil
percobaan dan kesimpulan mereka tentang sumber bunyi dan
bagaimana bunyi merambat. (Komunikasi)
• Penutup (15 menit)
[Link]

o Guru dan siswa menyimpulkan bahwa bunyi berasal dari benda


bergetar dan merambat melalui medium.
o Guru memberikan tugas rumah: mencari contoh alat musik yang
menghasilkan bunyi dari getaran.
Pertemuan 3-4: Sifat Bunyi: Pemantulan, Penyerapan, dan Pemanfaatan (4 JP)
• Pendahuluan (15 menit)
o Guru menanyakan kembali "7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat".
o Guru memberikan pertanyaan pemantik "Meaningful Learning".
o Mengulang kembali bahwa bunyi adalah getaran yang merambat.
• Inti (60 menit)
o Percobaan "Pantulan Bunyi": Siswa melakukan percobaan
memantulkan bunyi (misalnya, berteriak di depan dinding atau
tumpukan buku dan di ruangan kosong) untuk merasakan gema. (Aktif,
Bermakna)
o Identifikasi Bahan Penyerap Bunyi: Guru menunjukkan berbagai
jenis bahan (busa, kain, karton, keramik). Siswa berdiskusi, mana yang
kira-kira menyerap bunyi dan mana yang memantulkan. (Penalaran
Kritis)
o Video Aplikasi Bunyi: Menayangkan video tentang pemanfaatan
bunyi (sonar kapal, USG medis, konser musik) dan bahaya kebisingan.
(Bermakna)
o Diskusi Kasus: Siswa berdiskusi: "Mengapa dinding studio rekaman
dibuat dari bahan khusus? Mengapa mendengar musik terlalu keras
bisa merusak telinga?" (Penalaran Kritis, Kolaborasi)
• Penutup (15 menit)
o Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya.
o Guru merangkum sifat-sifat bunyi (pemantulan, penyerapan) dan
pentingnya menjaga kesehatan telinga.
o Tugas: Membuat daftar benda di rumah yang berfungsi sebagai
pemantul atau penyerap bunyi.
Pertemuan 5-6: Menjelajahi Cahaya: Sumber dan Sifatnya (4 JP)
• Pendahuluan (15 menit)
o Guru membuka pelajaran dengan memadamkan lampu sejenak, lalu
menyalakannya kembali. "Apa yang terjadi? Mengapa kita bisa
melihat?"
o Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: memahami sumber dan
sifat cahaya.
• Inti (60 menit)
o Eksplorasi Sumber Cahaya: Siswa mengidentifikasi berbagai sumber
cahaya (matahari, lampu, api) dan membedakan cahaya alami dan
buatan. (Aktif)
o Percobaan "Cahaya Merambat Lurus": Siswa menggunakan senter
dan beberapa karton berlubang untuk membuktikan cahaya merambat
lurus. (Bermakna, Aktif, Kreatif)
[Link]

o Percobaan "Cahaya Dipantulkan": Siswa melakukan percobaan


dengan senter dan cermin datar untuk mengamati pantulan cahaya.
Guru menjelaskan hukum pemantulan. (Bermakna)
o Percobaan "Cahaya Dibiaskan": Siswa mengamati pensil yang
terlihat patah di dalam gelas berisi air, atau melihat benda di dasar
kolam terlihat lebih dangkal. Guru menjelaskan pembiasan. (Penalaran
Kritis, Menyenangkan)
• Penutup (15 menit)
o Setiap kelompok mempresentasikan hasil percobaan dan kesimpulan
tentang sifat-sifat cahaya.
o Guru dan siswa menyimpulkan sifat cahaya.
o Tugas: Membuat daftar benda di rumah yang memanfaatkan sifat
pantulan atau pembiasan cahaya.
Pertemuan 7-8: Fenomena Cahaya dan Pemanfaatannya (4 JP)
• Pendahuluan (15 menit)
o Guru menanyakan pengalaman siswa selama mencoba percobaan
cahaya.
o Mengingatkan kembali sifat-sifat cahaya.
• Inti (60 menit)
o Demonstrasi "Pembentukan Bayangan": Guru menggunakan senter
dan benda padat untuk menunjukkan bagaimana bayangan terbentuk.
Siswa diajak berkreasi dengan bayangan. (Menyenangkan, Kreatif)
o Percobaan "Penguraian Cahaya" (Pelangi): Jika memungkinkan,
siswa menggunakan prisma atau CD/DVD untuk melihat penguraian
cahaya putih menjadi spektrum warna (pelangi). (Bermakna,
Menyenangkan)
Gambar
o Diskusi Kelompok "Manfaat Cahaya": Siswa berdiskusi tentang
manfaat cahaya dalam kehidupan sehari-hari (penerangan,
komunikasi, kamera, optik) dan pentingnya melindungi mata.
(Kolaborasi, Penalaran Kritis)
o Proyek Mini "Kreasi Bunyi/Cahaya": Setiap kelompok memilih untuk
membuat proyek sederhana yang memanfaatkan salah satu sifat bunyi
atau cahaya (misal: telepon mainan dari benang, periskop sederhana,
alat musik sederhana, atau senter dari botol bekas). (Kreatif,
Kolaborasi, Kemandirian)
• Penutup (15 menit)
o Setiap kelompok mempresentasikan proyek mini mereka. (Komunikasi,
Menyenangkan)
o Guru dan siswa merefleksikan pentingnya memahami bunyi dan
cahaya dalam kehidupan.
o Guru memberikan apresiasi atas seluruh proses pembelajaran dan
hasil proyek siswa.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif


• Asesmen Formatif:
[Link]

o Observasi Guru: Pengamatan keaktifan, partisipasi, dan kolaborasi


siswa selama diskusi dan percobaan.
o Jurnal Pengamatan Percobaan: Penilaian terhadap catatan hasil
percobaan siswa.
o Diskusi Kelompok: Penilaian terhadap kualitas ide dan argumen yang
disampaikan, serta pemahaman konsep.
o Tanya Jawab Lisan: Untuk mengecek pemahaman konsep dasar.
o Presentasi Singkat: Penilaian kemampuan presentasi hasil
percobaan.
• Asesmen Sumatif:
o Tes Tertulis: Soal pilihan ganda dan uraian yang menguji pemahaman
tentang sumber, sifat, manfaat, dan bahaya bunyi serta cahaya.
o Proyek Mini "Kreasi Bunyi/Cahaya": Penilaian produk (kreativitas,
fungsi alat) dan proses (perencanaan, kerjasama, aplikasi konsep).
(Menggunakan rubrik penilaian analitik terlampir).
o Presentasi Proyek: Penilaian kemampuan siswa dalam menjelaskan
proyek mereka dan mengaitkannya dengan konsep bunyi/cahaya.

K. Pemahaman Bermakna
Bunyi dan cahaya adalah dua fenomena gelombang yang sangat fundamental dan
ada di sekeliling kita setiap saat. Memahami sifat-sifatnya berarti kita menyadari
bahwa dunia ini penuh dengan keajaiban yang bisa dijelaskan oleh ilmu
pengetahuan. Dari suara burung yang merdu hingga warna-warni pelangi yang
indah, semuanya bekerja berdasarkan prinsip-prinsip fisika. Pemahaman ini akan
menumbuhkan rasa ingin tahu yang mendalam tentang bagaimana alam semesta
bekerja dan mendorong siswa untuk mengamati serta menganalisis fenomena di
sekitar mereka. Mereka akan menyadari bahwa indra pendengaran dan penglihatan
mereka bekerja karena adanya interaksi dengan gelombang bunyi dan cahaya, serta
pentingnya menjaga kedua indra ini dari potensi bahaya.

L. Materi Bahan Ajar


Bunyi adalah gelombang yang dihasilkan oleh benda yang bergetar. Getaran ini
merambat melalui medium perantara, seperti udara, air, atau benda padat, sebelum
akhirnya sampai ke telinga kita dan diinterpretasikan sebagai suara. Bunyi tidak
dapat merambat di ruang hampa. Sifat-sifat bunyi antara lain dapat dipantulkan
(menghasilkan gema atau gaung saat mengenai permukaan keras) dan dapat
diserap (saat mengenai permukaan yang lunak, seperti busa atau kain). Pemantulan
dan penyerapan bunyi ini banyak dimanfaatkan dalam kehidupan, misalnya pada
studio musik agar suara tidak memantul terlalu banyak, atau pada alat sonar untuk
mendeteksi keberadaan benda di bawah laut.
Di sisi lain, cahaya adalah bentuk energi yang bergerak dalam bentuk gelombang
elektromagnetik dan dapat dilihat oleh mata manusia. Cahaya merambat lurus dari
sumbernya ke segala arah. Matahari adalah sumber cahaya alami terbesar,
sedangkan lampu dan api adalah sumber cahaya buatan. Cahaya memiliki beberapa
sifat penting, di antaranya dapat dipantulkan (seperti saat kita melihat bayangan di
cermin), dapat dibiaskan (saat cahaya melewati dua medium yang berbeda
kerapatannya, seperti pensil yang terlihat bengkok di air), dan dapat diuraikan
[Link]

(cahaya putih dapat terurai menjadi warna-warna pelangi saat melewati prisma atau
tetesan air).
Pemahaman tentang bunyi dan cahaya sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari.
Kita menggunakan bunyi untuk berkomunikasi, mendengarkan musik, dan sebagai
peringatan (misalnya klakson kendaraan). Cahaya memungkinkan kita untuk
melihat, membaca, dan melakukan berbagai aktivitas. Berbagai teknologi seperti
kamera, kacamata, teleskop, hingga teknologi serat optik yang digunakan untuk
internet, semuanya bekerja berdasarkan prinsip-prinsip cahaya. Oleh karena itu,
mempelajari bunyi dan cahaya membantu kita memahami dunia di sekitar kita
dengan lebih baik dan memanfaatkan fenomena alam untuk kemajuan teknologi.

M. Refleksi
• Refleksi Peserta Didik:
1. Percobaan mana yang paling membuatmu takjub hari ini? Mengapa?
2. Apa satu hal baru yang kalian pelajari tentang bunyi atau cahaya yang
belum pernah kalian tahu sebelumnya?
3. Bagaimana pembelajaran hari ini membuatmu lebih menghargai indra
pendengaran dan penglihatanmu?
• Refleksi Pendidik:
1. Apakah semua konsep tentang bunyi dan cahaya dapat dipahami
dengan baik oleh peserta didik? Bagian mana yang masih menjadi
tantangan?
2. Apakah kegiatan percobaan berhasil memicu rasa ingin tahu dan
kreativitas siswa?
3. Bagaimana cara saya bisa lebih mengintegrasikan teknologi atau
contoh nyata yang lebih relevan dengan kehidupan siswa untuk materi
ini?

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)


LKPD 1: Eksperimen Bunyi dan Cahaya
Tujuan: Melakukan percobaan sederhana dan mengamati sifat-sifat bunyi dan
cahaya.
Petunjuk:
1. Bekerjalah dalam kelompok (3-4 orang).
2. Lakukan salah satu percobaan di bawah ini (pilih salah satu atau sesuai
arahan guru):
o Percobaan Bunyi (Telepon Kaleng): Siapkan 2 kaleng bekas dan
benang panjang. Buat lubang kecil di dasar kaleng. Masukkan benang
melalui lubang dan ikat agar tidak lepas. Regangkan benang kuat-kuat.
Salah satu berbicara, yang lain mendengarkan.
o Percobaan Cahaya (Periskop Sederhana): Siapkan karton tebal dan
2 cermin kecil. Buat bentuk periskop sederhana dengan menempelkan
cermin pada sudut 45 derajat di kedua ujung karton sehingga bisa
melihat di balik penghalang.
[Link]

3. Tuliskan hasil pengamatan kalian:


o Apa yang terjadi pada percobaanmu? (Jelaskan dengan detail)
o Sifat bunyi/cahaya apa yang terbukti dari percobaan ini?
o Bagaimana prinsip percobaan ini dapat dimanfaatkan dalam kehidupan
sehari-hari?
4. Persiapkan hasil pengamatan dan kesimpulan kelompokmu untuk
dipresentasikan di depan kelas.

Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Siswa
Tema: Fenomena Gelombang Bunyi dan Cahaya dalam Kehidupan Sehari-hari
Skala 4
Aspek Skala 1 Skala 2 Skala 3
(Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Baik)

I. Isi/Materi
Diskusi
Kelompok

Memahami
Menunjukka Memahami
Memahami semua
n sedikit sebagian
A. beberapa konsep
pemahaman besar
Pemahaman konsep, dengan
tentang konsep
Konsep namun ada sangat
bunyi/cahay dengan
kekeliruan. akurat dan
a. benar.
mendalam.

Mampu Mampu
Tidak Mampu
menganalisi menganalisis
mampu menganalis
s hasil hasil secara
B. Analisis menganalisi is hasil
dengan mendalam
Hasil s hasil sederhana
cukup baik dan
Percobaan percobaan namun
dan menjelaskan
dengan kurang
mengaitkan keterkaitann
benar. mendalam.
konsep. ya.

Memberikan
Memberikan
Tidak dapat Memberika ide
ide
memberikan n beberapa pemanfaatan
C. Ide pemanfaata
ide ide namun /solusi yang
Pemanfaatan n/solusi
pemanfaata kurang sangat
/Solusi yang relevan
n/solusi inovatif/pra relevan,
dan cukup
relevan. ktis. inovatif, dan
kreatif.
praktis.
[Link]

Skala 4
Aspek Skala 1 Skala 2 Skala 3
(Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Baik)

II.
Kolaborasi
Kelompok

Sebagian Sebagian Semua


Hanya 1-2
anggota besar anggota aktif
anggota
D. Partisipasi berpartisip anggota aktif dan
yang aktif
Anggota asi, namun berpartisipas memberikan
berpartisipas
ada yang i dalam kontribusi
i.
pasif. diskusi. yang berarti.

Kerjasama Anggota Anggota


Sering
kurang bekerja bekerja
terjadi
E. optimal, sama sama
konflik/tidak
Kerjasama masih ada dengan dengan
ada
Tim tumpang cukup baik sangat
pembagian
tindih dan berbagi efektif, saling
tugas jelas.
tugas. tugas. mendukung.

Sangat
Cukup
menghargai,
Menolak Kurang menghargai
mendengark
atau mengharga pendapat
F. Toleransi an, dan
mengabaika i pendapat yang
Pendapat mempertimb
n pendapat yang berbeda dan
angkan
anggota lain. berbeda. mencoba
semua
memahami.
pendapat.

III.
Presentasi
Siswa

Cukup
jelas
Sulit Jelas dan Sangat jelas,
G. Kejelasan namun
dipahami, terstruktur, terstruktur,
Penyampaia kadang
tidak mudah dan mudah
n masih
terstruktur. dipahami. diikuti.
membingu
ngkan.

Menggunaka Mengguna Menggunaka Menggunaka


H.
n bahasa kan n bahasa n bahasa
Penggunaan
yang kurang bahasa yang baik yang sangat
Bahasa
tepat/baku. yang cukup dan lugas. baik,
[Link]

Skala 4
Aspek Skala 1 Skala 2 Skala 3
(Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Baik)

baik, persuasif,
namun ada dan lugas.
kesalahan.

Tidak Mengguna Menggunaka Menggunaka


menggunaka kan media n media n media
I. Kreativitas
n media atau namun yang cukup yang sangat
Media/Tampi
tampilan kurang menarik dan menarik,
lan
yang menarik/ef membantu inovatif, dan
menarik. ektif. presentasi. efektif.

Menguasai Sangat
Cukup
Tidak materi menguasai
J. menguasai
menguasai dengan baik materi,
Penguasaan , namun
materi saat dan percaya diri,
Materi sering
presentasi. menjawab dan
ragu-ragu.
pertanyaan. argumentatif.
Skala Likert untuk Kuantifikasi:
• Skala 1 = Sangat Tidak Setuju / Sangat Kurang
• Skala 2 = Tidak Setuju / Kurang
• Skala 3 = Netral / Cukup
• Skala 4 = Setuju / Baik
• Skala 5 = Sangat Setuju / Sangat Baik

O. Pengayaan dan Remedial


• Pengayaan:
o Bagi peserta didik yang telah mencapai ketuntasan, dapat ditugaskan
untuk meneliti lebih lanjut tentang jenis-jenis gelombang lain (misalnya,
gelombang radio, gelombang mikro) atau teknologi canggih yang
memanfaatkan bunyi dan cahaya (misalnya, laser, fiber optik).
o Membuat komik atau infografis tentang "Petualangan Gelombang
Bunyi dan Cahaya".
o Menjadi "ahli" yang membantu teman-temannya dalam memahami
konsep atau melakukan percobaan.
• Remedial:
o Bagi peserta didik yang belum mencapai ketuntasan, guru dapat
memberikan bimbingan individual atau kelompok kecil.
o Menyediakan lembar kerja tambahan dengan gambar-gambar yang
lebih jelas dan pertanyaan yang lebih terfokus.
[Link]

o Menggunakan video edukasi interaktif atau simulasi online yang lebih


sederhana untuk menjelaskan konsep.
o Mengulang kembali percobaan sederhana dengan pendampingan
langsung dari guru atau teman sebaya.

P. Glosarium
1. Gelombang: Getaran yang merambat dan membawa energi.
2. Medium: Zat perantara tempat gelombang merambat (misalnya, udara, air,
padat).
3. Refraksi: Pembiasan cahaya saat melewati dua medium yang berbeda
kerapatannya.

Q. Daftar Pustaka
1. [Link] sumber referensi para pendidik indonesia
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru Ilmu
Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat
Kurikulum dan Perbukuan.
3. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa Ilmu
Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat
Kurikulum dan Perbukuan.
4. Suprihono, A. (2018). Sains untuk Anak-Anak: Bunyi dan Cahaya. Bandung:
Elex Media Komputindo.
[Link]

Modul Ajar IPAS


Upaya Penghematan Energi dan Pemanfaatan Sumber Energi Alternatif
sebagai Mitigasi Perubahan Iklim
A. Identitas Penulis
• Nama Penyusun: Umar Tholib
• Satuan Pendidikan: SDN Karangsari 02
• Tahun Ajaran: 2025/2026
• Mata Pelajaran: IPAS
• Fase: C
• Kelas/Semester: 5/1
• Alokasi Waktu: 12 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


Pilihlah dimensi yang paling sesuai untuk kegiatan pembelajaran ini dengan
memberi tanda centang:

✅ Keimanan dan Ketakwaan

✅ Kewargaan

✅ Penalaran Kritis

✅ Kreativitas

✅ Kolaborasi

✅ Kemandirian

✅ Komunikasi

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Berikut adalah cara guru menanyakan tentang pelaksanaan 7 Kegiatan Anak
Indonesia Hebat kepada peserta didik:

"Anak-anak hebat, sebelum kita mulai petualangan menghemat energi hari ini,
Ibu/Bapak ingin tahu, siapa yang tadi pagi sudah melakukan '7 Kegiatan Anak
Indonesia Hebat'?"
1. Bangun tidur: "Siapa yang tadi pagi bangunnya segar dan langsung siap-
siap untuk sekolah? Angkat tangan!"
2. Beribadah: "Setelah bangun, siapa yang langsung menjalankan ibadah
sesuai keyakinannya? Sholat, berdoa, atau ibadah lainnya?"
[Link]

3. Berolahraga: "Ada yang sempat bergerak pagi ini? Misalnya peregangan,


jalan kaki ke sekolah, atau membantu orang tua di rumah?"
4. Gemar Belajar: "Nah, sebelum berangkat sekolah, siapa yang tadi sempat
melihat-lihat buku pelajaran atau mencari tahu sesuatu yang baru?"
5. Makan Sehat dan Bergizi: "Saat sarapan tadi, apa saja yang kalian makan?
Apakah ada nasi, lauk pauk, sayur, atau buah? Siapa yang sarapan dengan
makanan yang membuat tubuh kuat?"
6. Bermasyarakat: "Di rumah, apakah kalian membantu orang tua atau
saudara? Atau mungkin menyapa tetangga saat berangkat sekolah tadi?"
7. Tidur Cepat: "Tadi malam, siapa yang tidurnya tidak terlalu larut dan bangun
pagi ini dengan semangat penuh untuk belajar?"

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran


• Capaian Pembelajaran: Peserta didik memahami upaya penghematan
energi serta pemanfaatan sumber energi alternatif dari sumber daya yang ada
di sekitarnya sebagai upaya mitigasi perubahan iklim.
• Tujuan Pembelajaran:
1. Peserta didik mampu mengidentifikasi berbagai jenis energi yang
digunakan dalam kehidupan sehari-hari (listrik, bahan bakar fosil, dll.)
dan dampaknya.
2. Peserta didik mampu menganalisis pentingnya penghematan energi
sebagai upaya mitigasi perubahan iklim.
3. Peserta didik mampu mengidentifikasi potensi sumber energi
alternatif yang ada di lingkungan sekitar (surya, angin, air, biomassa)
dengan benar.
4. Peserta didik mampu merancang dan membuat model sederhana
pemanfaatan energi alternatif dari bahan yang mudah didapat.
5. Peserta didik mampu mengomunikasikan ide dan tindakan konkret
dalam menghemat energi serta memanfaatkan energi alternatif di
lingkungan sekolah dan rumah.
6. Peserta didik mampu berkolaborasi dalam kelompok untuk
menyelesaikan masalah terkait krisis energi dan perubahan iklim.

E. Sarana dan Prasarana


1. Buku paket IPAS Kelas 5
2. Laptop dan proyektor
3. Berbagai contoh alat rumah tangga yang menggunakan energi
(gambar/demonstrasi)
4. Alat dan bahan untuk proyek model energi alternatif (botol bekas, kincir angin
mainan, panel surya mini/mainana, dll.)
5. Poster/Infografis tentang perubahan iklim dan energi alternatif

F. Target Peserta Didik


• Peserta didik reguler/tipikal
[Link]

G. Model Pembelajaran
• Model Pembelajaran: Project-Based Learning (PjBL) dan Inquiry-Based
Learning dengan pendekatan Deep Learning.
• Metode Pembelajaran: Observasi, diskusi kelompok, proyek, demonstrasi,
studi kasus, dan presentasi.

H. Pertanyaan Pemantik
• Mindful Learning: "Coba perhatikan sekelilingmu. Benda apa saja di kelas ini
yang membutuhkan energi untuk bisa menyala atau bergerak? Dari mana
energi itu berasal?"
• Meaningful Learning: "Apa jadinya kalau listrik di rumah kita tiba-tiba padam
berjam-jam? Atau kalau kendaraan tidak bisa bergerak karena kehabisan
bahan bakar? Mengapa penting sekali bagi kita untuk menggunakan energi
dengan bijak?"
• Joyful Learning: "Jika kita bisa menciptakan sumber energi baru yang tidak
pernah habis dan tidak merusak Bumi, seperti apa ya bentuknya? Dan
bagaimana kita bisa membuatnya?"

I. Kegiatan Pembelajaran
Alokasi Waktu Total: 12 JP (6 Pertemuan @ 2 JP)
Pertemuan 1-2: Mengenal Berbagai Sumber Energi dan Dampaknya (4 JP)
• Pendahuluan (15 menit)
o Guru menyapa dan mengecek kehadiran.
o Guru menanyakan "7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat".
o Guru memberikan pertanyaan pemantik "Mindful Learning".
o Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: mengidentifikasi
jenis dan dampak penggunaan energi.
• Inti (60 menit)
o Inventarisasi Energi di Sekitar: Siswa diminta mencatat 5-7 alat di
rumah atau sekolah yang menggunakan energi (misalnya, lampu,
kipas, TV, motor, kompor). Mereka diminta menebak jenis energi yang
digunakan. (Aktif, Bermakna)
o Diskusi "Energi Kita dan Asalnya": Guru memfasilitasi diskusi
tentang sumber energi yang umum digunakan (listrik dari PLN, bensin
untuk kendaraan, gas untuk kompor). Guru menjelaskan bahwa
sebagian besar berasal dari bahan bakar fosil (minyak bumi, batu bara,
gas alam). (Komunikasi, Penalaran Kritis)
o Video Dampak Penggunaan Energi: Menayangkan video singkat
tentang dampak pembakaran bahan bakar fosil terhadap lingkungan
(polusi udara, pemanasan global, perubahan iklim). (Bermakna)
o Studi Kasus "Perubahan Iklim": Guru bertanya, "Pernahkah kalian
merasa cuaca semakin panas, atau hujan jadi tidak menentu? Itu salah
satu tanda perubahan iklim. Apa hubungannya dengan energi yang
kita pakai?" (Penalaran Kritis, Kolaborasi)
[Link]

• Penutup (15 menit)


o Setiap kelompok berbagi temuan dan kesimpulan awal tentang
dampak energi.
o Guru merangkum jenis-jenis energi dan dampak penggunaannya.
o Guru memberikan tugas rumah: mencari tahu cara orang tuanya
menghemat listrik di rumah.
Pertemuan 3-4: Upaya Penghematan Energi (4 JP)
• Pendahuluan (15 menit)
o Guru menanyakan kembali "7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat".
o Guru memberikan pertanyaan pemantik "Meaningful Learning".
o Review dampak penggunaan energi dan mengaitkannya dengan
perlunya penghematan.
• Inti (60 menit)
o Brainstorming "Aksi Hemat Energi": Siswa secara berkelompok
berdiskusi tentang tindakan-tindakan sederhana yang bisa dilakukan di
rumah dan sekolah untuk menghemat energi (mematikan lampu/kipas
jika tidak digunakan, mencabut charger, jalan kaki/naik sepeda).
(Kolaborasi, Kreatif)
o Analisis Tagihan Listrik (Opsional): Jika memungkinkan, guru
menunjukkan contoh tagihan listrik dan mengajak siswa
mengidentifikasi konsumsi energi. (Bermakna, Penalaran Kritis)
o Permainan "Detektif Energi": Siswa diajak berkeliling sekolah dan
mencari tahu adakah perilaku pemborosan energi yang terjadi. Mereka
mencatat dan merumuskan saran. (Aktif, Menyenangkan)
o Membuat Poster Hemat Energi: Setiap kelompok merancang poster
berisi tips hemat energi yang mudah dipahami teman-teman. (Kreatif,
Komunikasi)
• Penutup (15 menit)
o Setiap kelompok mempresentasikan poster dan ide hemat energinya.
o Guru merangkum berbagai cara penghematan energi dan
mengapresiasi ide siswa.
o Pengumuman proyek: Membuat model sederhana energi alternatif.
Siswa diminta membawa alat dan bahan. (Kemandirian)
Pertemuan 5-6: Pemanfaatan Sumber Energi Alternatif (4 JP)
• Pendahuluan (15 menit)
o Guru membuka pelajaran dengan cerita tentang masa depan tanpa
polusi dan dengan energi bersih.
o Mengingatkan kembali dampak energi fosil dan mengapa kita butuh
alternatif.
• Inti (60 menit)
o Eksplorasi Sumber Energi Alternatif: Guru memperkenalkan
berbagai sumber energi alternatif (surya, angin, air, biomassa) melalui
gambar/video. Guru bertanya: "Manakah yang paling mungkin kita
manfaatkan di sekitar kita?" (Bermakna)
Gambar
[Link]

o Proyek "Model Energi Alternatifku": Siswa dalam kelompok


merencanakan dan membuat model sederhana pemanfaatan energi
alternatif (misalnya, kincir angin dari botol bekas, mobil tenaga surya
mainan sederhana, atau kompor tenaga surya dari kardus). Guru
membimbing. (Aktif, Kreatif, Kolaborasi, Menyenangkan)
o Uji Coba Model: Siswa mencoba menguji model yang mereka buat
dan mengamati prinsip kerjanya. (Penalaran Kritis)
o Diskusi "Manfaat Energi Alternatif": Siswa berdiskusi tentang
manfaat energi alternatif bagi lingkungan dan masa depan.
(Kolaborasi)
• Penutup (15 menit)
o Setiap kelompok mempresentasikan model mereka dan menjelaskan
prinsip kerjanya. (Komunikasi)
o Guru dan siswa menyimpulkan pentingnya pengembangan energi
alternatif.
o Guru memberikan apresiasi atas kreativitas dan usaha siswa dalam
proyek.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif


• Asesmen Formatif:
o Observasi Guru: Pengamatan keaktifan, partisipasi, dan kolaborasi
siswa selama diskusi, eksplorasi, dan pembuatan proyek.
o Diskusi Kelompok: Penilaian terhadap kualitas ide dan argumen yang
disampaikan.
o Poster Hemat Energi: Penilaian kreativitas, kejelasan pesan, dan
pemahaman konsep.
o Tanya Jawab Lisan: Untuk mengecek pemahaman konsep dasar.
• Asesmen Sumatif:
o Tes Tertulis: Soal pilihan ganda dan uraian yang menguji pemahaman
tentang jenis energi, dampak, upaya penghematan, dan energi
alternatif.
o Proyek "Model Energi Alternatifku": Penilaian produk (fungsi,
kreativitas, keterkaitan dengan prinsip energi) dan proses
(perencanaan, kerjasama, aplikasi konsep). (Menggunakan rubrik
penilaian analitik terlampir).
o Presentasi Proyek: Penilaian kemampuan siswa dalam menjelaskan
model dan pemahamannya tentang energi alternatif.

K. Pemahaman Bermakna
Energi adalah penggerak utama kehidupan modern kita, namun sebagian besar
energi yang kita gunakan berasal dari sumber daya yang terbatas dan menghasilkan
polusi yang mempercepat perubahan iklim. Memahami energi berarti menyadari
bahwa setiap tindakan kecil dalam menggunakan energi memiliki dampak
besar bagi Bumi dan masa depan kita. Dari mematikan lampu yang tidak terpakai
hingga memanfaatkan energi matahari, setiap upaya penghematan dan peralihan ke
energi bersih adalah langkah nyata dalam menjaga planet ini. Pemahaman ini akan
menumbuhkan kesadaran bahwa kita semua memiliki peran dalam menjaga
[Link]

keberlanjutan energi dan mitigasi perubahan iklim, serta mendorong tanggung jawab
kolektif untuk masa depan yang lebih hijau.

L. Materi Bahan Ajar


Energi adalah kemampuan untuk melakukan usaha atau kerja, dan sangat vital bagi
kehidupan manusia. Dalam kehidupan sehari-hari, kita banyak menggunakan
berbagai jenis energi, mulai dari energi listrik untuk menyalakan lampu dan
peralatan elektronik, energi kimia dari bahan bakar fosil seperti bensin untuk
kendaraan, hingga energi panas dari gas untuk memasak. Sebagian besar energi
yang kita gunakan saat ini berasal dari bahan bakar fosil (minyak bumi, batu bara,
gas alam) yang terbentuk dari sisa-sisa organisme purba. Namun, pembakaran
bahan bakar fosil menghasilkan gas rumah kaca yang memerangkap panas di
atmosfer, menyebabkan pemanasan global dan perubahan iklim, yang
berdampak pada cuaca ekstrem, kenaikan permukaan air laut, dan masalah
lingkungan lainnya.
Melihat dampak negatif dan sifat sumber energi fosil yang terbatas, penghematan
energi menjadi sangat penting. Penghematan energi berarti menggunakan energi
secara efisien dan mengurangi pemborosan. Contoh sederhana dalam kehidupan
sehari-hari adalah mematikan lampu dan alat elektronik saat tidak digunakan,
memilih peralatan listrik yang hemat energi, mengurangi penggunaan kendaraan
bermotor dengan berjalan kaki atau bersepeda, serta menggunakan air panas
secukupnya. Upaya penghematan ini bukan hanya mengurangi biaya, tetapi juga
secara signifikan membantu mengurangi emisi gas rumah kaca dan memperlambat
laju perubahan iklim.
Selain penghematan, pengembangan dan pemanfaatan energi alternatif atau
energi terbarukan juga menjadi solusi penting. Energi alternatif adalah sumber
energi yang tidak akan habis dan lebih ramah lingkungan. Contohnya adalah energi
surya (dari matahari menggunakan panel surya), energi angin (menggunakan
turbin angin), energi air (dari aliran air seperti PLTA), dan biomassa (dari bahan
organik). Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan energi alternatif
karena letaknya di garis khatulistiwa yang kaya sinar matahari, serta memiliki
banyak sungai dan potensi angin. Memanfaatkan energi alternatif merupakan
langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan
mewujudkan masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

M. Refleksi
• Refleksi Peserta Didik:
1. Apa satu ide paling menarik yang kalian dapatkan tentang cara
menghemat energi atau memanfaatkan energi alternatif?
2. Apa tantangan terbesar saat membuat model energi alternatifmu, dan
bagaimana kalian mengatasinya?
3. Bagaimana pembelajaran ini membuatmu merasa lebih bertanggung
jawab terhadap lingkungan dan penggunaan energi?
• Refleksi Pendidik:
1. Apakah siswa menunjukkan pemahaman yang mendalam tentang
hubungan antara penggunaan energi, perubahan iklim, dan solusi yang
ada?
[Link]

2. Apakah proyek model energi alternatif berhasil memicu kreativitas dan


pemikiran kritis siswa?
3. Bagaimana cara saya bisa lebih memperkuat kesadaran dan tindakan
nyata siswa dalam penghematan energi dan energi alternatif di luar
kelas?

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)


LKPD 1: Jejak Energi di Rumahku
Tujuan: Mengidentifikasi penggunaan energi di rumah dan merumuskan upaya
penghematan.
Petunjuk:
1. Amati kegiatan sehari-hari di rumahmu selama satu hari penuh.
2. Isi tabel berikut dengan jenis alat, fungsinya, dan jenis energi yang
digunakan.
3. Berikan tanda centang (✓) pada kolom "Hemat" jika keluarga Anda sudah
melakukan upaya penghematan, atau tanda silang (×) jika belum.
Upaya
Penghema Hem Ide
Nama Jenis
N tan yang at Penghema
Alat/Kegia Fungsi Ener
o. Sudah tan (Jika
tan gi (✓/×)
Dilakukan Belum)
(Jika Ada)

Mematikan
Penerang Listri
1. Lampu jika tidak
an k
dipakai

Listri
2. Televisi Hiburan
k

Pendingi Listri
3. Kulkas
n k

Sepeda
Transport Bens
4. Motor/Mo
asi in
bil

Kompor
5. Memasak Gas
Gas
4. Berdasarkan tabel di atas, diskusikan dengan kelompokmu: Mengapa kita
harus menghemat energi? Apa dampaknya jika kita boros energi?

Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Siswa
Tema: Upaya Penghematan Energi dan Pemanfaatan Sumber Energi Alternatif
[Link]

Aspek Skala 1 Skala 2 Skala 3 Skala 4


Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik) (Sangat Baik)

I. Isi/Materi
Diskusi
Kelompok

Menunjukk Memahami
Memahami Memahami
A. an sedikit sebagian
beberapa semua konsep
Pemahama pemahama besar
konsep, dengan sangat
n Konsep n tentang konsep
namun ada akurat dan
Energi jenis/damp dengan
kekeliruan. mendalam.
ak energi. benar.

Tidak Mampu
mampu Mampu menganali Mampu
menganali menganalisis sis menganalisis
B. Analisis sis dampak dampak dampak secara
Masalah dampak sederhana dengan mendalam dan
Lingkungan energi namun cukup baik menjelaskan
terhadap kurang dan keterkaitan
lingkungan mendalam. mengaitka kompleks.
. n konsep.

Tidak Memberika Memberikan


Memberikan
dapat n ide ide
C. Ide beberapa ide
memberika solusi/upay solusi/upaya
Solusi namun
n ide a yang yang sangat
(Hemat & kurang
solusi/upay relevan relevan,
Alternatif) inovatif/prakti
a yang dan cukup inovatif, dan
s.
relevan. kreatif. praktis.

II.
Kolaborasi
Kelompok

Sebagian
Semua
Hanya 1-2 Sebagian besar
anggota aktif
D. anggota anggota anggota
dan
Partisipasi yang aktif berpartisipasi aktif
memberikan
Anggota berpartisip , namun ada berpartisip
kontribusi yang
asi. yang pasif. asi dalam
berarti.
diskusi.

Sering Kerjasama Anggota


E. Anggota
terjadi kurang bekerja
Kerjasama bekerja sama
konflik/tida optimal, sama
Tim dengan sangat
k ada masih ada dengan
[Link]

Aspek Skala 1 Skala 2 Skala 3 Skala 4


Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik) (Sangat Baik)

pembagian tumpang cukup baik efektif, saling


tugas tindih tugas. dan mendukung.
jelas. berbagi
tugas.

Cukup
mengharg
Menolak Sangat
ai
atau Kurang menghargai,
pendapat
mengabaik menghargai mendengarkan,
F. Toleransi yang
an pendapat dan
Pendapat berbeda
pendapat yang mempertimban
dan
anggota berbeda. gkan semua
mencoba
lain. pendapat.
memahami
.

III.
Presentasi
Siswa

Cukup jelas
G. Sulit namun Jelas dan
Sangat jelas,
Kejelasan dipahami, kadang terstruktur,
terstruktur, dan
Penyampaia tidak masih mudah
mudah diikuti.
n terstruktur. membingung dipahami.
kan.

Mengguna Menggunaka
Mengguna Menggunakan
kan n bahasa
H. kan bahasa yang
bahasa yang cukup
Penggunaa bahasa sangat baik,
yang baik, namun
n Bahasa yang baik persuasif, dan
kurang ada
dan lugas. lugas.
tepat/baku. kesalahan.

Mengguna
Tidak
Menggunaka kan media Menggunakan
mengguna
n media yang media yang
I. Kreativitas kan media
namun cukup sangat
Media/Tamp atau
kurang menarik menarik,
ilan tampilan
menarik/efekt dan inovatif, dan
yang
if. membantu efektif.
menarik.
presentasi.
[Link]

Aspek Skala 1 Skala 2 Skala 3 Skala 4


Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik) (Sangat Baik)

Menguasai
Cukup materi Sangat
Tidak
J. menguasai, dengan menguasai
menguasai
Penguasaan namun baik dan materi, percaya
materi saat
Materi sering ragu- menjawab diri, dan
presentasi.
ragu. pertanyaan argumentatif.
.
Skala Likert untuk Kuantifikasi:
• Skala 1 = Sangat Tidak Setuju / Sangat Kurang
• Skala 2 = Tidak Setuju / Kurang
• Skala 3 = Netral / Cukup
• Skala 4 = Setuju / Baik
• Skala 5 = Sangat Setuju / Sangat Baik

O. Pengayaan dan Remedial


• Pengayaan:
o Bagi peserta didik yang telah mencapai ketuntasan, dapat ditugaskan
untuk meneliti lebih lanjut tentang energi nuklir atau teknologi energi
terbarukan yang lebih kompleks (misalnya, panas bumi, gelombang
laut).
o Membuat video pendek atau kampanye media sosial tentang "Gerakan
Hemat Energi Sekolahku".
o Merancang simulasi sederhana kota masa depan yang menggunakan
100% energi terbarukan.
• Remedial:
o Bagi peserta didik yang belum mencapai ketuntasan, guru dapat
memberikan bimbingan individual atau kelompok kecil.
o Menyediakan lembar kerja tambahan dengan contoh-contoh yang lebih
konkret dan pertanyaan yang lebih terstruktur.
o Menggunakan video edukasi atau infografis sederhana tentang jenis-
jenis energi dan cara penghematannya.
o Mengulang kembali pembuatan model energi alternatif dengan
pendampingan langsung dari guru.

P. Glosarium
1. Energi: Kemampuan untuk melakukan kerja, seperti listrik, panas, atau gerak.
2. Bahan Bakar Fosil: Sumber energi dari sisa organisme purba (minyak bumi,
batu bara, gas alam).
[Link]

3. Energi Alternatif: Sumber energi terbarukan dan ramah lingkungan (surya,


angin, air).

Q. Daftar Pustaka
1. [Link] sumber referensi para pendidik indonesia
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru Ilmu
Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat
Kurikulum dan Perbukuan.
3. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa Ilmu
Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat
Kurikulum dan Perbukuan.
4. Adiputra, I. G. S. (2019). Energi dan Perubahan Iklim: Pemahaman Dasar
untuk Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.
[Link]

Modul Ajar IPAS


Sistem Tata Surya dan Kaitannya dengan Rotasi dan Revolusi Bumi
A. Identitas Penulis
• Nama Penyusun: Umar Tholib
• Satuan Pendidikan: SDN Karangsari 02
• Tahun Ajaran: 2025/2026
• Mata Pelajaran: IPAS
• Fase: C
• Kelas/Semester: 5/1
• Alokasi Waktu: 12 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


Pilihlah dimensi yang paling sesuai untuk kegiatan pembelajaran ini dengan
memberi tanda centang:

✅ Keimanan dan Ketakwaan

✅ Penalaran Kritis

✅ Kreativitas

✅ Kolaborasi

✅ Kemandirian

✅ Komunikasi

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Berikut adalah cara guru menanyakan tentang pelaksanaan 7 Kegiatan Anak
Indonesia Hebat kepada peserta didik:

"Anak-anak hebat, sebelum kita mulai menjelajahi luar angkasa hari ini, Ibu/Bapak
ingin tahu, siapa yang tadi pagi sudah melakukan '7 Kegiatan Anak Indonesia
Hebat'?"
1. Bangun tidur: "Siapa yang tadi pagi bangunnya segar dan langsung siap-
siap untuk sekolah? Angkat tangan!"
2. Beribadah: "Setelah bangun, siapa yang langsung menjalankan ibadah
sesuai keyakinannya? Sholat, berdoa, atau ibadah lainnya?"
3. Berolahraga: "Ada yang sempat bergerak pagi ini? Misalnya peregangan,
jalan kaki ke sekolah, atau membantu orang tua di rumah?"
4. Gemar Belajar: "Nah, sebelum berangkat sekolah, siapa yang tadi sempat
melihat-lihat buku pelajaran atau mencari tahu sesuatu yang baru?"
[Link]

5. Makan Sehat dan Bergizi: "Saat sarapan tadi, apa saja yang kalian makan?
Apakah ada nasi, lauk pauk, sayur, atau buah? Siapa yang sarapan dengan
makanan yang membuat tubuh kuat?"
6. Bermasyarakat: "Di rumah, apakah kalian membantu orang tua atau
saudara? Atau mungkin menyapa tetangga saat berangkat sekolah tadi?"
7. Tidur Cepat: "Tadi malam, siapa yang tidurnya tidak terlalu larut dan bangun
pagi ini dengan semangat penuh untuk belajar?"

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran


• Capaian Pembelajaran: Peserta didik memahami sistem tata surya dan
kaitannya dengan rotasi dan revolusi bumi.
• Tujuan Pembelajaran:
1. Peserta didik mampu mengidentifikasi komponen-komponen utama
sistem tata surya (Matahari, planet, benda langit lainnya) dengan
benar.
2. Peserta didik mampu menjelaskan konsep rotasi Bumi dan
dampaknya (terjadinya siang dan malam) melalui simulasi sederhana.
3. Peserta didik mampu menjelaskan konsep revolusi Bumi dan
dampaknya (perubahan musim, perbedaan lama siang dan malam)
melalui simulasi sederhana.
4. Peserta didik mampu menganalisis hubungan antara pergerakan
Bumi dan Bulan dengan fenomena alam (gerhana Matahari, gerhana
Bulan).
5. Peserta didik mampu merancang dan membuat model sederhana
sistem tata surya atau simulasi gerak Bumi.
6. Peserta didik mampu mengomunikasikan informasi tentang tata
surya dan pergerakan Bumi secara lisan maupun tertulis.

E. Sarana dan Prasarana


1. Buku paket IPAS Kelas 5
2. Laptop dan proyektor
3. Video atau animasi tentang tata surya, rotasi, dan revolusi Bumi
4. Bola dunia (globe), senter, bola kecil (sebagai Bulan)
5. Kertas karton, spidol, gunting, benang untuk membuat model tata surya

F. Target Peserta Didik


• Peserta didik reguler/tipikal

G. Model Pembelajaran
• Model Pembelajaran: Inquiry-Based Learning dan Project-Based
Learning (PjBL) dengan pendekatan Deep Learning.
• Metode Pembelajaran: Observasi, simulasi, eksperimen sederhana, diskusi
kelompok, presentasi, dan proyek.
[Link]

H. Pertanyaan Pemantik
• Mindful Learning: "Coba lihat ke langit saat siang dan malam. Apa yang
kalian lihat? Apakah benda-benda di langit selalu berada di tempat yang
sama? Mengapa Matahari muncul dan terbenam?"
• Meaningful Learning: "Jika Bumi tidak berputar, apa yang akan terjadi?
Bisakah kita hidup jika selamanya siang atau selamanya malam? Mengapa
penting bagi kita untuk memahami bagaimana Bumi bergerak?"
• Joyful Learning: "Jika kita bisa bepergian ke luar angkasa dan mengunjungi
setiap planet, planet mana yang paling ingin kalian kunjungi dan mengapa?
Apa yang akan kalian lakukan di sana?"

I. Kegiatan Pembelajaran
Alokasi Waktu Total: 12 JP (6 Pertemuan @ 2 JP)
Pertemuan 1-2: Mengenal Tata Surya dan Rotasi Bumi (4 JP)
• Pendahuluan (15 menit)
o Guru menyapa dan mengecek kehadiran.
o Guru menanyakan "7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat".
o Guru memberikan pertanyaan pemantik "Mindful Learning" dan "Joyful
Learning".
o Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: mengidentifikasi
komponen tata surya dan memahami rotasi Bumi.
• Inti (60 menit)
o Video Jelajah Tata Surya: Menayangkan video animasi tentang
sistem tata surya, memperkenalkan Matahari dan planet-planet. Siswa
diminta mencatat nama-nama planet dan urutannya.
Gambar Solar system planets in order from the sun, vector infographic
(Menyenangkan, Bermakna)
o Diskusi "Siapa di Tata Surya Kita?": Siswa dibagi kelompok.
Masing-masing kelompok mendapatkan kartu berisi gambar benda-
benda langit. Mereka diminta mengelompokkan mana yang planet,
bintang, atau benda langit lainnya dan berdiskusi singkat tentang ciri-
cirinya. (Kolaborasi, Kreatif)
o Simulasi Rotasi Bumi: Guru menggunakan globe dan senter untuk
mendemonstrasikan rotasi Bumi (putaran pada porosnya) dan
menjelaskan bagaimana rotasi ini menyebabkan terjadinya siang dan
malam. Siswa secara bergantian melakukan simulasi ini. (Aktif,
Bermakna)
o Pencatatan Hasil Simulasi: Siswa mencatat hasil pengamatan
mereka dari simulasi dan menyimpulkan hubungan antara rotasi Bumi
dengan siang dan malam. (Penalaran Kritis)
• Penutup (15 menit)
o Setiap kelompok mempresentasikan urutan planet dan pemahaman
mereka tentang rotasi Bumi. (Komunikasi)
o Guru dan siswa menyimpulkan konsep rotasi Bumi.
[Link]

o Guru memberikan tugas rumah: mengamati waktu terbit dan


terbenamnya Matahari selama beberapa hari.
Pertemuan 3-4: Revolusi Bumi dan Dampaknya (4 JP)
• Pendahuluan (15 menit)
o Guru menanyakan kembali "7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat".
o Guru memberikan pertanyaan pemantik "Meaningful Learning".
o Review materi rotasi Bumi dan mengaitkannya dengan pergerakan
Bumi yang lain.
• Inti (60 menit)
o Simulasi Revolusi Bumi: Guru kembali menggunakan globe dan
senter. Kali ini, guru atau satu siswa memegang senter (sebagai
Matahari), dan siswa lain membawa globe untuk mengelilingi senter.
Guru menjelaskan bahwa ini adalah revolusi Bumi (gerak Bumi
mengelilingi Matahari). (Aktif, Bermakna)
o Diskusi Dampak Revolusi: Melalui simulasi, guru menjelaskan
bagaimana kemiringan poros Bumi saat berevolusi menyebabkan
perubahan musim dan perbedaan lama siang dan malam di berbagai
belahan Bumi. Siswa berdiskusi dalam kelompok. (Penalaran Kritis,
Kolaborasi)
o Video Fenomena Musiman: Menayangkan video singkat tentang
perubahan musim di berbagai negara atau perbedaan lama
siang/malam. (Menyenangkan)
o Studi Kasus "Perubahan Cuaca di Indonesia": Guru bertanya,
"Indonesia tidak punya 4 musim, tapi kenapa kadang ada musim hujan
sangat panjang atau kemarau sangat kering? Apa hubungannya
dengan pergerakan Bumi dan Matahari?" (Penalaran Kritis)
• Penutup (15 menit)
o Setiap kelompok berbagi hasil diskusinya.
o Guru merangkum konsep revolusi Bumi dan dampaknya.
o Pengumuman proyek: Membuat model tata surya sederhana atau
simulasi gerak Bumi-Bulan-Matahari di pertemuan berikutnya. Siswa
diminta membawa alat dan bahan. (Kemandirian)
Pertemuan 5-6: Interaksi Bumi, Bulan, Matahari dan Proyek Model (4 JP)
• Pendahuluan (15 menit)
o Guru membuka pelajaran dengan semangat untuk menjadi "ilmuwan
tata surya".
o Mengingatkan kembali pergerakan Bumi (rotasi dan revolusi).
• Inti (60 menit)
o Simulasi Gerhana: Guru menggunakan senter (Matahari), globe
(Bumi), dan bola kecil (Bulan) untuk mendemonstrasikan bagaimana
gerhana Matahari dan gerhana Bulan terjadi akibat posisi ketiganya.
(Aktif, Bermakna)
o Diskusi "Mengapa Gerhana Tidak Setiap Bulan?": Siswa berdiskusi
mengapa gerhana tidak terjadi setiap bulan meskipun Bulan
mengelilingi Bumi dan Bumi mengelilingi Matahari. (Penalaran Kritis)
[Link]

o Perencanaan Proyek "Model Tata Surya/Simulasi Gerak": Siswa


dalam kelompok merencanakan desain model tata surya sederhana
atau alat simulasi gerak Bumi-Bulan-Matahari. Mereka membuat
sketsa atau daftar bahan. (Kolaborasi, Kreatif)
o Pembuatan Proyek: Siswa secara mandiri atau berkelompok
membuat model/alat simulasi mereka. Guru membimbing dan
memberikan bantuan jika diperlukan. (Aktif, Kreatif, Kemandirian,
Menyenangkan)
• Penutup (15 menit)
o Setiap kelompok menunjukkan model/alat simulasi mereka.
o Guru memberikan penguatan dan apresiasi atas kreativitas siswa.
o Tugas: Mempersiapkan presentasi proyek di pertemuan berikutnya.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif


• Asesmen Formatif:
o Observasi Guru: Pengamatan keaktifan, partisipasi, dan kolaborasi
siswa selama diskusi dan simulasi.
o Catatan Hasil Simulasi: Penilaian terhadap pemahaman siswa
tentang rotasi dan revolusi.
o Diskusi Kelompok: Penilaian terhadap kualitas ide dan argumen yang
disampaikan, serta pemahaman konsep.
o Tanya Jawab Lisan: Untuk mengecek pemahaman konsep dasar.
o Sketsa Proyek: Penilaian perencanaan dan pemahaman konsep awal.
• Asesmen Sumatif:
o Tes Tertulis: Soal pilihan ganda dan uraian yang menguji pemahaman
tentang komponen tata surya, rotasi dan revolusi Bumi, serta
fenomena gerhana.
o Proyek "Model Tata Surya/Simulasi Gerak": Penilaian produk
(kreativitas, akurasi model, fungsi simulasi) dan proses (perencanaan,
kerjasama, aplikasi konsep). (Menggunakan rubrik penilaian analitik
terlampir).
o Presentasi Proyek: Penilaian kemampuan siswa dalam menjelaskan
model mereka dan konsep yang terkait.

K. Pemahaman Bermakna
Sistem tata surya kita adalah bagian dari alam semesta yang sangat luas, dan Bumi
adalah salah satu planet yang bergerak di dalamnya. Memahami rotasi dan revolusi
Bumi berarti kita menyadari bahwa peristiwa sehari-hari seperti siang dan
malam, serta perubahan musim, adalah hasil dari gerakan teratur dan
menakjubkan di alam semesta. Ini menunjukkan betapa teraturnya ciptaan Tuhan
dan bagaimana setiap gerakan memiliki dampaknya sendiri. Pemahaman ini akan
menumbuhkan rasa kagum akan alam semesta, memicu rasa ingin tahu ilmiah, dan
membantu siswa memahami pentingnya waktu serta penanggalan yang terkait
dengan pergerakan benda-benda langit. Mereka akan menyadari betapa kecilnya
kita di alam semesta namun memiliki peran besar dalam menjaga Bumi.
[Link]

L. Materi Bahan Ajar


Sistem tata surya adalah kumpulan benda langit yang terdiri dari Matahari sebagai
pusatnya, planet-planet, satelit alami (seperti Bulan), asteroid, komet, dan benda-
benda kecil lainnya yang bergerak mengelilingi Matahari. Matahari adalah bintang
pusat yang sangat besar dan panas, menjadi sumber energi utama bagi seluruh
planet. Planet-planet di tata surya kita, dari yang terdekat hingga terjauh dari
Matahari, adalah Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan
Neptunus. Setiap planet memiliki ciri khasnya masing-masing, dan mereka semua
bergerak dalam orbitnya mengelilingi Matahari.
Bumi, tempat kita tinggal, melakukan dua gerakan utama secara bersamaan, yaitu
rotasi dan revolusi. Rotasi adalah gerakan Bumi berputar pada porosnya sendiri.
Bumi berotasi sekali dalam waktu sekitar 24 jam, dan gerakan inilah yang
menyebabkan terjadinya siang dan malam. Bagian Bumi yang menghadap
Matahari akan mengalami siang, sedangkan bagian yang membelakangi Matahari
akan mengalami malam. Gerakan rotasi ini juga menyebabkan terjadinya perbedaan
waktu di berbagai belahan dunia, gerak semu harian Matahari, dan perubahan arah
angin.
Selain rotasi, Bumi juga melakukan revolusi, yaitu bergerak mengelilingi Matahari
dalam lintasan elips yang disebut orbit. Bumi membutuhkan waktu sekitar 365¼ hari
(satu tahun) untuk menyelesaikan satu kali revolusi. Gerakan revolusi Bumi, yang
diiringi dengan kemiringan sumbu Bumi, menyebabkan terjadinya perubahan
musim di berbagai belahan dunia (musim panas, musim gugur, musim dingin,
musim semi) dan perbedaan lama siang dan malam sepanjang tahun. Interaksi
antara pergerakan Bumi, Bulan, dan Matahari juga bisa menyebabkan fenomena
alam seperti gerhana Matahari (saat Bulan berada di antara Matahari dan Bumi)
dan gerhana Bulan (saat Bumi berada di antara Matahari dan Bulan).

M. Refleksi
• Refleksi Peserta Didik:
1. Bagian mana dari pelajaran tata surya ini yang paling membuatmu
takjub? Mengapa?
2. Apa satu hal baru yang kalian pelajari tentang Bumi dan
pergerakannya yang belum pernah kalian tahu sebelumnya?
3. Bagaimana pembelajaran ini membuatmu lebih memahami pentingnya
waktu dan mengapa ada siang dan malam?
• Refleksi Pendidik:
1. Apakah konsep rotasi dan revolusi Bumi dapat dipahami dengan baik
oleh peserta didik melalui simulasi? Bagian mana yang perlu
diperjelas?
2. Apakah proyek model tata surya/simulasi gerak berhasil memicu
kreativitas dan pemikiran kritis siswa?
3. Bagaimana cara saya bisa lebih mengintegrasikan pengamatan langit
malam (jika memungkinkan) atau kunjungan ke planetarium
(virtual/nyata) untuk memperkaya pengalaman belajar siswa?
[Link]

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)


LKPD 1: Eksperimen Gerak Bumi dan Bulan
Tujuan: Mensimulasikan gerak rotasi Bumi, revolusi Bumi, dan gerhana.
Alat dan Bahan:
• 1 buah senter (sebagai Matahari)
• 1 buah bola dunia/globe (sebagai Bumi)
• 1 buah bola kecil (sebagai Bulan)
Petunjuk:
1. Percobaan 1: Rotasi Bumi
o Pegang globe. Putar globe pada porosnya (dari barat ke timur).
o Arahkan senter ke salah satu sisi globe.
oAmati: Bagian globe mana yang terang dan mana yang gelap?
Bagaimana ini menjelaskan terjadinya siang dan malam?
2. Percobaan 2: Revolusi Bumi
o Satu teman memegang senter tetap di tengah.
o Satu teman memegang globe dan mengelilingi senter.
oAmati: Apakah ada perubahan pencahayaan pada globe saat
mengelilingi senter? Apa kaitannya dengan musim?
3. Percobaan 3: Gerhana (Opsional/Demonstrasi Guru)
o Atur posisi senter (Matahari), globe (Bumi), dan bola kecil (Bulan)
sehingga:
Gerhana Matahari: Bola kecil berada di antara senter dan
§
globe.
§ Gerhana Bulan: Globe berada di antara senter dan bola kecil.
o Amati: Apa yang terjadi pada cahaya senter yang mengenai
globe/bola kecil saat gerhana?
4. Diskusikan dengan kelompokmu dan jawablah pertanyaan berikut:
o Jelaskan perbedaan antara rotasi dan revolusi Bumi!
o Apa dampak utama dari rotasi Bumi?
o Apa dampak utama dari revolusi Bumi?

Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Siswa
Tema: Sistem Tata Surya dan Kaitannya dengan Rotasi dan Revolusi Bumi
Aspek Skala 1 Skala 2 Skala 3 Skala 4
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik) (Sangat Baik)

I. Isi/Materi
Diskusi
Kelompok

A. Menunjukk Memahami Memahami Memahami


Pemahama an sedikit beberapa sebagian semua
n pemahama komponen, besar komponen
[Link]

Aspek Skala 1 Skala 2 Skala 3 Skala 4


Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik) (Sangat Baik)

Komponen n tentang namun ada komponen dengan sangat


Tata Surya komponen kekeliruan. dengan akurat dan
tata surya. benar. mendalam.

Tidak Memahami
mampu Memahami Memahami konsep rotasi
B. menjelask konsep rotasi konsep secara
Pemahama an konsep namun rotasi dan mendalam dan
n Rotasi rotasi Bumi penjelasanny dampakny menjelaskan
Bumi dan a kurang a dengan dampaknya
dampakny jelas. baik. secara
a. komprehensif.

Tidak Memahami
Memahami Memahami
mampu konsep revolusi
konsep konsep
C. menjelask secara
revolusi revolusi
Pemahama an konsep mendalam dan
namun dan
n Revolusi revolusi menjelaskan
penjelasanny dampakny
Bumi Bumi dan dampaknya
a kurang a dengan
dampakny secara
jelas. baik.
a. komprehensif.

Mampu
menganali
Mampu
sis
Tidak Mampu menganalisis
gerhana
mampu menganalisis gerhana secara
dengan
D. Analisis menganali gerhana mendalam dan
cukup baik
Gerhana sis sederhana menjelaskan
dan
penyebab namun posisi benda
mengaitka
gerhana. kurang jelas. langit dengan
n posisi
akurat.
benda
langit.

II.
Kolaborasi
Kelompok

Sebagian
Semua
Hanya 1-2 Sebagian besar
anggota aktif
E. anggota anggota anggota
dan
Partisipasi yang aktif berpartisipasi aktif
memberikan
Anggota berpartisip , namun ada berpartisip
kontribusi yang
asi. yang pasif. asi dalam
berarti.
diskusi.
[Link]

Aspek Skala 1 Skala 2 Skala 3 Skala 4


Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik) (Sangat Baik)

Anggota
Sering
Kerjasama bekerja
terjadi Anggota
kurang sama
F. konflik/tida bekerja sama
optimal, dengan
Kerjasama k ada dengan sangat
masih ada cukup baik
Tim pembagian efektif, saling
tumpang dan
tugas mendukung.
tindih tugas. berbagi
jelas.
tugas.

Cukup
mengharg
Menolak Sangat
ai
atau Kurang menghargai,
pendapat
mengabaik menghargai mendengarkan,
G. Toleransi yang
an pendapat dan
Pendapat berbeda
pendapat yang mempertimban
dan
anggota berbeda. gkan semua
mencoba
lain. pendapat.
memahami
.

III.
Presentasi
Siswa

Cukup jelas
H. Sulit namun Jelas dan
Sangat jelas,
Kejelasan dipahami, kadang terstruktur,
terstruktur, dan
Penyampaia tidak masih mudah
mudah diikuti.
n terstruktur. membingung dipahami.
kan.

Mengguna Menggunaka
Mengguna Menggunakan
kan n bahasa
I. kan bahasa yang
bahasa yang cukup
Penggunaa bahasa sangat baik,
yang baik, namun
n Bahasa yang baik persuasif, dan
kurang ada
dan lugas. lugas.
tepat/baku. kesalahan.

Tidak
Menggunaka Mengguna Menggunakan
mengguna
J. n media kan media media yang
kan media
Kreativitas namun yang sangat
atau
Media/Tamp kurang cukup menarik,
tampilan
ilan menarik/efekt menarik inovatif, dan
yang
if. dan efektif.
menarik.
[Link]

Aspek Skala 1 Skala 2 Skala 3 Skala 4


Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik) (Sangat Baik)

membantu
presentasi.

Menguasai
Cukup materi Sangat
Tidak
K. menguasai, dengan menguasai
menguasai
Penguasaan namun baik dan materi, percaya
materi saat
Materi sering ragu- menjawab diri, dan
presentasi.
ragu. pertanyaan argumentatif.
.
Skala Likert untuk Kuantifikasi:
• Skala 1 = Sangat Tidak Setuju / Sangat Kurang
• Skala 2 = Tidak Setuju / Kurang
• Skala 3 = Netral / Cukup
• Skala 4 = Setuju / Baik
• Skala 5 = Sangat Setuju / Sangat Baik

O. Pengayaan dan Remedial


• Pengayaan:
o Bagi peserta didik yang telah mencapai ketuntasan, dapat ditugaskan
untuk meneliti lebih lanjut tentang planet-planet lain di tata surya (ciri-
ciri, satelitnya), atau fenomena langit lainnya seperti komet, asteroid,
atau galaksi.
o Membuat poster infografis yang lebih detail tentang salah satu planet.
o Menjadi "pemandu wisata luar angkasa" bagi teman-teman yang
membutuhkan bantuan.
• Remedial:
o Bagi peserta didik yang belum mencapai ketuntasan, guru dapat
memberikan bimbingan individual atau kelompok kecil.
o Menyediakan lembar kerja tambahan dengan gambar-gambar yang
lebih jelas dan pertanyaan yang lebih sederhana untuk diisi.
o Menggunakan video edukasi atau simulasi online yang lebih interaktif
dan sederhana tentang rotasi dan revolusi Bumi.
o Mengulang kembali simulasi gerak Bumi dengan pendampingan
langsung dari guru.

P. Glosarium
[Link]

1. Rotasi: Gerakan benda berputar pada porosnya sendiri (misalnya, Bumi


berputar pada porosnya).
2. Revolusi: Gerakan benda mengelilingi benda lain dalam lintasan tertentu
(misalnya, Bumi mengelilingi Matahari).
3. Orbit: Lintasan elips yang dilalui benda langit saat mengelilingi benda lain.

Q. Daftar Pustaka
1. [Link] sumber referensi para pendidik indonesia
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru Ilmu
Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat
Kurikulum dan Perbukuan.
3. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa Ilmu
Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat
Kurikulum dan Perbukuan.
4. Sulistyowati, I. (2020). Pengantar Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa.
Yogyakarta: Deepublish.
[Link]

Modul Ajar IPAS


Letak dan Kondisi Geografis Negara Indonesia melalui Peta
Konvensional/Digital
A. Identitas Penulis
• Nama Penyusun: Umar Tholib
• Satuan Pendidikan: SDN Karangsari 02
• Tahun Ajaran: 2025/2026
• Mata Pelajaran: IPAS
• Fase: C
• Kelas/Semester: 5/2
• Alokasi Waktu: 12 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


Pilihlah dimensi yang paling sesuai untuk kegiatan pembelajaran ini dengan
memberi tanda centang:

✅ Keimanan dan Ketakwaan

✅ Kewargaan

✅ Penalaran Kritis

✅ Kreativitas

✅ Kolaborasi

✅ Kemandirian

✅ Komunikasi

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Berikut adalah cara guru menanyakan tentang pelaksanaan 7 Kegiatan Anak
Indonesia Hebat kepada peserta didik:

"Anak-anak hebat, sebelum kita mulai menjelajahi peta Indonesia hari ini, Ibu/Bapak
ingin tahu, siapa yang tadi pagi sudah melakukan '7 Kegiatan Anak Indonesia
Hebat'?"
1. Bangun tidur: "Siapa yang tadi pagi bangunnya segar dan langsung siap-
siap untuk sekolah? Angkat tangan!"
2. Beribadah: "Setelah bangun, siapa yang langsung menjalankan ibadah
sesuai keyakinannya? Sholat, berdoa, atau ibadah lainnya?"
[Link]

3. Berolahraga: "Ada yang sempat bergerak pagi ini? Misalnya peregangan,


jalan kaki ke sekolah, atau membantu orang tua di rumah?"
4. Gemar Belajar: "Nah, sebelum berangkat sekolah, siapa yang tadi sempat
melihat-lihat buku pelajaran atau mencari tahu sesuatu yang baru?"
5. Makan Sehat dan Bergizi: "Saat sarapan tadi, apa saja yang kalian makan?
Apakah ada nasi, lauk pauk, sayur, atau buah? Siapa yang sarapan dengan
makanan yang membuat tubuh kuat?"
6. Bermasyarakat: "Di rumah, apakah kalian membantu orang tua atau
saudara? Atau mungkin menyapa tetangga saat berangkat sekolah tadi?"
7. Tidur Cepat: "Tadi malam, siapa yang tidurnya tidak terlalu larut dan bangun
pagi ini dengan semangat penuh untuk belajar?"

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran


• Capaian Pembelajaran: Peserta didik memahami letak dan kondisi geografis
negara Indonesia melalui peta konvensional/digital.
• Tujuan Pembelajaran:
1. Peserta didik mampu mengidentifikasi komponen-komponen peta
(judul, skala, legenda, arah mata angin) dengan benar.
2. Peserta didik mampu menunjukkan letak geografis Indonesia (letak
lintang dan bujur) pada peta konvensional/digital.
3. Peserta didik mampu menjelaskan kondisi geografis Indonesia
sebagai negara kepulauan, maritim, dan agraris.
4. Peserta didik mampu menganalisis dampak letak dan kondisi
geografis Indonesia terhadap kehidupan masyarakat (ekonomi, sosial,
budaya, potensi sumber daya alam).
5. Peserta didik mampu menggunakan peta digital (misalnya Google
Maps) untuk mencari informasi lokasi dan rute.
6. Peserta didik mampu menyajikan informasi tentang potensi daerah
berdasarkan letak geografisnya dalam bentuk sederhana
(poster/presentasi).

E. Sarana dan Prasarana


1. Buku paket IPAS Kelas 5
2. Laptop, proyektor, dan akses internet
3. Peta fisik Indonesia (peta dinding) dan globe
4. Gawai/smartphone (jika memungkinkan) untuk akses peta digital
5. Kertas karton, spidol warna, alat tulis

F. Target Peserta Didik


• Peserta didik reguler/tipikal

G. Model Pembelajaran
[Link]

• Model Pembelajaran: Discovery Learning dan Inquiry-Based Learning


dengan pendekatan Deep Learning.
• Metode Pembelajaran: Observasi peta, eksplorasi digital, diskusi kelompok,
presentasi, studi kasus, dan proyek sederhana.

H. Pertanyaan Pemantik
• Mindful Learning: "Coba bayangkan kamu sedang terbang tinggi di atas
Indonesia. Pulau-pulau apa saja yang kamu lihat? Bentuknya seperti apa ya?"
• Meaningful Learning: "Mengapa Indonesia disebut negara kepulauan? Apa
untungnya punya banyak pulau? Apa tantangannya?"
• Joyful Learning: "Jika kamu adalah penjelajah yang akan menjelajahi
Indonesia, pulau mana yang paling ingin kamu kunjungi pertama kali dan
mengapa? Apa saja yang akan kamu cari di sana?"

I. Kegiatan Pembelajaran
Alokasi Waktu Total: 12 JP (6 Pertemuan @ 2 JP)
Pertemuan 1-2: Mengenal Peta dan Letak Geografis Indonesia (4 JP)
• Pendahuluan (15 menit)
o Guru menyapa dan mengecek kehadiran.
o Guru menanyakan "7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat".
o Guru memberikan pertanyaan pemantik "Mindful Learning" dan "Joyful
Learning".
o Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: memahami peta dan
letak geografis Indonesia.
• Inti (60 menit)
o Eksplorasi Peta Fisik: Guru menunjukkan peta dinding Indonesia.
Siswa diminta mengidentifikasi komponen-komponen peta (judul,
skala, legenda, arah mata angin). Guru menjelaskan fungsi masing-
masing. (Aktif, Bermakna)
o Menemukan Letak Indonesia: Siswa secara berkelompok diminta
mencari letak geografis Indonesia (lintang dan bujur) pada peta, serta
menyebutkan batas-batas wilayahnya (samudra dan benua).
(Kolaborasi, Penalaran Kritis)
o Perkenalan Peta Digital: Guru menunjukkan contoh penggunaan peta
digital (misalnya Google Maps) di laptop/proyektor. Guru menjelaskan
perbedaan dan persamaan dengan peta konvensional.
(Menyenangkan)
o Latihan Peta Digital: Jika memungkinkan, siswa menggunakan gawai
atau komputer untuk mencari lokasi sekolah, rumah, atau tempat
wisata terdekat menggunakan peta digital. (Aktif, Kreatif, Kemandirian)
• Penutup (15 menit)
o Setiap kelompok berbagi temuan mereka tentang letak Indonesia dan
pengalaman menggunakan peta digital. (Komunikasi)
o Guru dan siswa menyimpulkan pentingnya peta dan bagaimana peta
membantu kita memahami lokasi.
[Link]

o Guru memberikan tugas rumah: mencari tahu nama 5 pulau besar di


Indonesia.
Pertemuan 3-4: Kondisi Geografis: Kepulauan, Maritim, dan Agraris (4 JP)
• Pendahuluan (15 menit)
o Guru menanyakan kembali "7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat".
o Guru memberikan pertanyaan pemantik "Meaningful Learning".
o Review letak geografis Indonesia dan mengaitkannya dengan kondisi
fisiknya.
• Inti (60 menit)
o Diskusi "Negara Kepulauan": Siswa mengamati peta lagi. Guru
bertanya: "Mengapa Indonesia disebut negara kepulauan? Berapa
banyak pulaunya?" Diskusikan manfaat dan tantangan sebagai negara
kepulauan (keragaman budaya, transportasi laut, dll.). (Kolaborasi,
Penalaran Kritis)
o Studi Kasus "Negara Maritim": Guru menunjukkan gambar/video
tentang aktivitas di laut Indonesia (nelayan, pelabuhan, pariwisata
bahari). Siswa berdiskusi: "Mengapa Indonesia disebut negara
maritim? Apa saja kekayaan laut kita?" (Bermakna)
o Studi Kasus "Negara Agraris": Guru menunjukkan gambar/video
tentang lahan pertanian, perkebunan, dan peternakan di Indonesia.
Siswa berdiskusi: "Mengapa Indonesia disebut negara agraris? Hasil
pertanian apa saja yang terkenal?" (Bermakna)
o Identifikasi Potensi Daerah: Siswa dalam kelompok mengidentifikasi
potensi sumber daya alam (pertanian, perikanan, tambang) dari salah
satu pulau besar di Indonesia melalui buku atau sumber digital.
(Kemandirian, Penalaran Kritis)
• Penutup (15 menit)
o Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya.
o Guru merangkum kondisi geografis Indonesia sebagai negara
kepulauan, maritim, dan agraris.
o Pengumuman proyek: Membuat poster/presentasi mini tentang potensi
daerah berdasarkan kondisi geografis. Siswa diminta membawa alat
dan bahan.
Pertemuan 5-6: Dampak Kondisi Geografis dan Presentasi Proyek (4 JP)
• Pendahuluan (15 menit)
o Guru membuka pelajaran dengan semangat untuk menjadi "peneliti
potensi daerah".
o Mengingatkan kembali kondisi geografis Indonesia.
• Inti (60 menit)
o Diskusi "Dampak Geografis": Guru memfasilitasi diskusi tentang
dampak letak dan kondisi geografis Indonesia terhadap:
§ Ekonomi: perdagangan, pariwisata, pertanian, perikanan.
§ Sosial Budaya: keragaman suku, bahasa, adat istiadat.
§ Iklim: dua musim (hujan dan kemarau).
§ Potensi Bencana: gempa, tsunami (jika ada waktu). (Penalaran
Kritis, Kolaborasi)
[Link]

o Perencanaan Proyek "Potensi Daerahku": Siswa dalam kelompok


merancang poster atau presentasi mini tentang potensi alam dan
budaya di daerah tertentu di Indonesia, berdasarkan letak
geografisnya. (Kreatif, Kolaborasi)
o Pembuatan Proyek: Siswa secara mandiri atau berkelompok
membuat poster atau slide presentasi mereka. Guru membimbing.
(Aktif, Kreatif, Kemandirian)
o Latihan Presentasi: Siswa berlatih presentasi dalam kelompok kecil.
• Penutup (15 menit)
o Setiap kelompok mempresentasikan proyek mereka di depan kelas.
(Komunikasi, Menyenangkan)
o Guru dan siswa merefleksikan betapa kayanya Indonesia berkat
kondisi geografisnya.
o Guru memberikan apresiasi atas seluruh proses pembelajaran dan
hasil proyek siswa.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif


• Asesmen Formatif:
o Observasi Guru: Pengamatan keaktifan, partisipasi, dan kolaborasi
siswa selama diskusi dan eksplorasi peta.
o Latihan Peta Digital: Penilaian kemampuan siswa menggunakan
aplikasi peta digital.
o Diskusi Kelompok: Penilaian terhadap kualitas ide dan argumen yang
disampaikan, serta pemahaman konsep.
o Tanya Jawab Lisan: Untuk mengecek pemahaman konsep dasar.
• Asesmen Sumatif:
o Tes Tertulis: Soal pilihan ganda dan uraian yang menguji pemahaman
tentang komponen peta, letak geografis, kondisi geografis, dan
dampaknya.
o Proyek "Potensi Daerahku" (Poster/Presentasi): Penilaian produk
(kreativitas, kelengkapan informasi, relevansi dengan tema) dan
proses (perencanaan, kerjasama, penyampaian). (Menggunakan rubrik
penilaian analitik terlampir).
o Presentasi Proyek: Penilaian kemampuan siswa dalam
menyampaikan informasi secara jelas dan menarik.

K. Pemahaman Bermakna
Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terletak di posisi
strategis. Memahami letak dan kondisi geografis Indonesia berarti kita menyadari
bahwa kekayaan alam dan keragaman budaya yang kita miliki adalah anugerah
yang tak ternilai dari Tuhan dan juga hasil dari posisi unik negara kita di dunia.
Dari pegunungan yang subur hingga lautan yang kaya, setiap aspek geografis
membentuk identitas dan potensi bangsa. Pemahaman ini akan menumbuhkan rasa
cinta tanah air, bangga menjadi bagian dari Indonesia, serta mendorong kesadaran
akan tanggung jawab untuk menjaga dan memanfaatkan sumber daya alam dengan
bijak demi keberlanjutan. Ini juga akan membuka wawasan tentang pentingnya
peran Indonesia dalam konteks global.
[Link]

L. Materi Bahan Ajar


Indonesia adalah sebuah negara kepulauan yang terletak di Asia Tenggara, di
antara dua benua yaitu Benua Asia dan Benua Australia, serta di antara dua
samudra yaitu Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Letak ini disebut sebagai letak
geografis. Secara astronomis, Indonesia terletak antara 6∘ LU - 11∘ LS dan 95∘ BT
- 141∘ BT. Posisi strategis ini menjadikan Indonesia sebagai jalur perdagangan dan
pelayaran internasional yang penting, sekaligus memiliki iklim tropis dengan curah
hujan tinggi karena dilalui oleh garis khatulistiwa. Kondisi geografis ini memberikan
Indonesia kekayaan sumber daya alam yang melimpah, baik di darat maupun di laut.
Sebagai negara kepulauan, Indonesia terdiri dari ribuan pulau besar dan kecil,
dengan pulau-pulau utama seperti Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan
Papua. Jumlah pulau yang sangat banyak ini membentuk karakteristik Indonesia
yang unik, yaitu memiliki keanekaragaman suku, bahasa, adat istiadat, dan budaya
yang sangat tinggi. Selain itu, dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia,
Indonesia juga dikenal sebagai negara maritim. Wilayah perairan Indonesia yang
luas menyimpan potensi kelautan yang luar biasa, mulai dari hasil perikanan yang
melimpah, keindahan bawah laut untuk pariwisata, hingga sumber daya mineral di
dasar laut. Hal ini juga berarti transportasi laut menjadi sangat vital untuk
menghubungkan antar pulau.
Di sisi lain, Indonesia juga dikenal sebagai negara agraris karena sebagian besar
penduduknya bermata pencarian di sektor pertanian dan memiliki lahan subur yang
luas. Kesuburan tanah ini didukung oleh iklim tropis dan keberadaan gunung berapi
yang menghasilkan tanah vulkanik yang kaya mineral. Berbagai jenis tanaman
pangan, perkebunan, dan kehutanan tumbuh subur di Indonesia, menjadikan negara
ini sebagai salah satu produsen komoditas pertanian penting di dunia. Kondisi
geografis yang beragam ini membawa dampak positif dan juga tantangan, seperti
potensi bencana alam geologis (gempa bumi, gunung meletus) yang harus
diwaspadai, namun juga kekayaan sumber daya yang tak terbatas untuk
kesejahteraan bangsa.

M. Refleksi
• Refleksi Peserta Didik:
1. Apa yang paling membuatmu bangga menjadi warga negara Indonesia
setelah mempelajari letak dan kondisi geografisnya?
2. Apa satu tantangan terbesar yang dihadapi Indonesia karena kondisi
geografisnya, dan bagaimana kita bisa membantu mengatasinya?
3. Bagaimana pembelajaran ini mengubah caramu melihat peta atau
aplikasi peta di ponselmu?
• Refleksi Pendidik:
1. Apakah siswa dapat mengidentifikasi dan menjelaskan letak serta
kondisi geografis Indonesia dengan baik? Konsep mana yang perlu
diperdalam?
2. Apakah penggunaan peta digital dan proyek mini berhasil memicu
minat dan kreativitas siswa?
[Link]

3. Bagaimana cara saya bisa lebih mengintegrasikan informasi tentang


kearifan lokal atau isu-isu lingkungan terkait geografi Indonesia dalam
pembelajaran selanjutnya?

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)


LKPD 1: Eksplorasi Peta Indonesia
Tujuan: Mengidentifikasi komponen peta dan menentukan letak geografis Indonesia.
Alat dan Bahan:
• Peta fisik Indonesia
• Alat tulis
Petunjuk:
1. Amati peta fisik Indonesia yang disediakan guru.
2. Identifikasi komponen peta:
o Tuliskan Judul Peta: .............................................
o Sebutkan Skala Peta: .............................................
o Sebutkan 3 simbol yang ada di Legenda Peta dan artinya:
1. ............................................. (Artinya:
.............................................)
2. ............................................. (Artinya:
.............................................)
3. ............................................. (Artinya:
.............................................)
o Gambarkan Arah Mata Angin yang ada di peta:
Gambar Creative vector illustration of wind rose magnetic compass
isolated on transparent background. Art design for global travel,
tourism, exploration. Concept graphic element for navigation,
orientation
3. Tentukan Letak Geografis Indonesia:
o Tuliskan Batas Utara Indonesia: .............................................
o Tuliskan Batas Selatan Indonesia: .............................................
o Tuliskan Batas Barat Indonesia: .............................................
o Tuliskan Batas Timur Indonesia: .............................................
4. Diskusikan dengan kelompokmu: Mengapa penting bagi kita untuk
memahami cara membaca peta?

Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Siswa
Tema: Letak dan Kondisi Geografis Negara Indonesia
Aspek Skala 1 Skala 2 Skala 3 Skala 4
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik) (Sangat Baik)

I. Isi/Materi
Diskusi
Kelompok
[Link]

Aspek Skala 1 Skala 2 Skala 3 Skala 4


Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik) (Sangat Baik)

Memahami
Menunjukka Memahami
A. Memahami semua
n sedikit sebagian
Pemahama beberapa komponen
pemahama besar
n komponen, peta dengan
n tentang komponen
Komponen namun ada sangat akurat
komponen dengan
Peta kekeliruan. dan
peta. benar.
mendalam.

Tidak Mampu Mampu


Mampu
B. mampu mengidentifi mengidentifi
mengidentifika
Identifikasi mengidentifi kasi kasi
si letak/batas
Letak kasi sebagian letak/batas
dengan sangat
Geografis letak/batas namun ada dengan
akurat.
Indonesia. kekeliruan. cukup baik.

Menjelaska
Tidak Menjelaskan n kondisi Menjelaskan
C. mampu beberapa geografis kondisi
Pemahama menjelaska kondisi (kepulauan, geografis
n Kondisi n kondisi namun maritim, secara
Geografis geografis kurang agraris) komprehensif
Indonesia. mendalam. dengan dan detail.
baik.

Mampu
Mampu Mampu
Tidak menganalisi
menganalisi menganalisis
D. Analisis mampu s dampak
s dampak dampak
Dampak menganalisi dengan
sederhana secara
Geografis s dampak cukup baik
namun mendalam dan
geografis. dan
kurang jelas. beragam.
relevan.

II.
Kolaborasi
Kelompok

Sebagian
Semua
Hanya 1-2 Sebagian besar
anggota aktif
E. anggota anggota anggota
dan
Partisipasi yang aktif berpartisipas aktif
memberikan
Anggota berpartisipa i, namun ada berpartisipa
kontribusi
si. yang pasif. si dalam
yang berarti.
diskusi.
[Link]

Aspek Skala 1 Skala 2 Skala 3 Skala 4


Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik) (Sangat Baik)

Anggota
Sering Kerjasama
bekerja Anggota
terjadi kurang
F. sama bekerja sama
konflik/tidak optimal,
Kerjasama dengan dengan sangat
ada masih ada
Tim cukup baik efektif, saling
pembagian tumpang
dan berbagi mendukung.
tugas jelas. tindih tugas.
tugas.

Cukup
Menolak Sangat
menghargai
atau Kurang menghargai,
pendapat
G. mengabaik menghargai mendengarka
yang
Toleransi an pendapat n, dan
berbeda
Pendapat pendapat yang mempertimban
dan
anggota berbeda. gkan semua
mencoba
lain. pendapat.
memahami.

III.
Presentasi
Siswa

Cukup jelas
H. Sulit namun Jelas dan Sangat jelas,
Kejelasan dipahami, kadang terstruktur, terstruktur,
Penyampai tidak masih mudah dan mudah
an terstruktur. membingung dipahami. diikuti.
kan.

Menggunaka
Menggunak Menggunakan
n bahasa Menggunak
I. an bahasa bahasa yang
yang cukup an bahasa
Penggunaa yang sangat baik,
baik, namun yang baik
n Bahasa kurang persuasif, dan
ada dan lugas.
tepat/baku. lugas.
kesalahan.

Tidak Menggunak
Menggunaka Menggunakan
menggunak an media
J. n media media yang
an media yang cukup
Kreativitas namun sangat
atau menarik
Media/Tam kurang menarik,
tampilan dan
pilan menarik/efek inovatif, dan
yang membantu
tif. efektif.
menarik. presentasi.
[Link]

Aspek Skala 1 Skala 2 Skala 3 Skala 4


Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik) (Sangat Baik)

Menguasai Sangat
Cukup
Tidak materi menguasai
K. menguasai,
menguasai dengan materi,
Penguasaa namun
materi saat baik dan percaya diri,
n Materi sering ragu-
presentasi. menjawab dan
ragu.
pertanyaan. argumentatif.
Skala Likert untuk Kuantifikasi:
• Skala 1 = Sangat Tidak Setuju / Sangat Kurang
• Skala 2 = Tidak Setuju / Kurang
• Skala 3 = Netral / Cukup
• Skala 4 = Setuju / Baik
• Skala 5 = Sangat Setuju / Sangat Baik

O. Pengayaan dan Remedial


• Pengayaan:
o Bagi peserta didik yang telah mencapai ketuntasan, dapat ditugaskan
untuk meneliti lebih lanjut tentang provinsi-provinsi di Indonesia, ikon-
ikon khas daerah (makanan, tarian, pakaian adat), atau potensi
pariwisata yang belum dieksplorasi.
o Membuat presentasi digital lebih rinci menggunakan aplikasi presentasi
(misalnya Google Slides) tentang satu provinsi pilihan.
o Menjadi "pemandu peta" bagi teman-teman yang membutuhkan
bantuan.
• Remedial:
o Bagi peserta didik yang belum mencapai ketuntasan, guru dapat
memberikan bimbingan individual atau kelompok kecil.
o Menyediakan lembar kerja tambahan dengan gambar-gambar peta
yang lebih sederhana dan pertanyaan yang lebih terfokus.
o Menggunakan video edukasi sederhana tentang komponen peta dan
letak geografis.
o Mengulang kembali latihan penggunaan peta digital dengan
pendampingan langsung dari guru.

P. Glosarium
1. Geografis: Berkaitan dengan ciri-ciri permukaan bumi, iklim, dan populasi
suatu daerah.
2. Kepulauan: Gugusan pulau-pulau yang membentuk suatu negara.
3. Maritim: Berhubungan dengan laut, pelayaran, atau perniagaan di laut.
[Link]

Q. Daftar Pustaka
1. [Link] sumber referensi para pendidik indonesia
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru Ilmu
Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat
Kurikulum dan Perbukuan.
3. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa Ilmu
Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat
Kurikulum dan Perbukuan.
4. Widodo, B. (2019). Geografi Indonesia untuk Sekolah Dasar. Surakarta:
Mediatama.
[Link]

Modul Ajar IPAS


Sejarah Perjuangan Para Pahlawan di Lingkungan Sekitar Tempat Tinggal
A. Identitas Penulis
• Nama Penyusun: Umar Tholib
• Satuan Pendidikan: SDN Karangsari 02
• Tahun Ajaran: 2025/2026
• Mata Pelajaran: IPAS
• Fase: C
• Kelas/Semester: 5/2
• Alokasi Waktu: 12 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


Pilihlah dimensi yang paling sesuai untuk kegiatan pembelajaran ini dengan
memberi tanda centang:

✅ Keimanan dan Ketakwaan

✅ Kewargaan

✅ Penalaran Kritis

✅ Kreativitas

✅ Kolaborasi

✅ Kemandirian

✅ Komunikasi

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Berikut adalah cara guru menanyakan tentang pelaksanaan 7 Kegiatan Anak
Indonesia Hebat kepada peserta didik:

"Anak-anak hebat, sebelum kita mulai menjelajahi kisah-kisah pahlawan di sekitar


kita, Ibu/Bapak ingin tahu, siapa yang tadi pagi sudah melakukan '7 Kegiatan Anak
Indonesia Hebat'?"
1. Bangun tidur: "Siapa yang tadi pagi bangunnya segar dan langsung siap-
siap untuk sekolah? Angkat tangan!"
2. Beribadah: "Setelah bangun, siapa yang langsung menjalankan ibadah
sesuai keyakinannya? Sholat, berdoa, atau ibadah lainnya?"
3. Berolahraga: "Ada yang sempat bergerak pagi ini? Misalnya peregangan,
jalan kaki ke sekolah, atau membantu orang tua di rumah?"
[Link]

4. Gemar Belajar: "Nah, sebelum berangkat sekolah, siapa yang tadi sempat
melihat-lihat buku pelajaran atau mencari tahu sesuatu yang baru?"
5. Makan Sehat dan Bergizi: "Saat sarapan tadi, apa saja yang kalian makan?
Apakah ada nasi, lauk pauk, sayur, atau buah? Siapa yang sarapan dengan
makanan yang membuat tubuh kuat?"
6. Bermasyarakat: "Di rumah, apakah kalian membantu orang tua atau
saudara? Atau mungkin menyapa tetangga saat berangkat sekolah tadi?"
7. Tidur Cepat: "Tadi malam, siapa yang tidurnya tidak terlalu larut dan bangun
pagi ini dengan semangat penuh untuk belajar?"

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran


• Capaian Pembelajaran: Peserta didik memahami sejarah perjuangan para
pahlawan di lingkungan sekitar tempat tinggalnya.
• Tujuan Pembelajaran:
1. Peserta didik mampu mengidentifikasi tokoh-tokoh pahlawan lokal (di
daerah Jember dan sekitarnya) yang berjuang melawan penjajah
dengan benar.
2. Peserta didik mampu menjelaskan bentuk-bentuk perjuangan yang
dilakukan para pahlawan lokal tersebut.
3. Peserta didik mampu menganalisis dampak perjuangan pahlawan
lokal terhadap kondisi masyarakat saat itu dan kemerdekaan
Indonesia.
4. Peserta didik mampu mengumpulkan informasi dari berbagai sumber
(wawancara, buku, internet) tentang sejarah perjuangan di lingkungan
sekitarnya.
5. Peserta didik mampu menyajikan hasil penelusuran sejarah
perjuangan pahlawan lokal dalam bentuk kreatif (peta pahlawan, komik
sejarah, drama singkat).
6. Peserta didik mampu menunjukkan sikap nasionalisme dan
patriotisme dengan meneladani nilai-nilai perjuangan pahlawan dalam
kehidupan sehari-hari.

E. Sarana dan Prasarana


1. Buku paket IPAS Kelas 5
2. Laptop, proyektor, dan akses internet
3. Peta wilayah Jember atau Jawa Timur
4. Alat dan bahan untuk proyek (kertas karton, spidol warna, alat tulis, bahan
daur ulang untuk diorama)
5. Narasumber lokal (sesepuh/sejarawan lokal/veteran, jika memungkinkan)

F. Target Peserta Didik


• Peserta didik reguler/tipikal

G. Model Pembelajaran
[Link]

• Model Pembelajaran: Project-Based Learning (PjBL) dan Inquiry-Based


Learning dengan pendekatan Deep Learning.
• Metode Pembelajaran: Observasi, wawancara (simulasi/nyata), diskusi
kelompok, presentasi, studi kasus, dan proyek kreatif.

H. Pertanyaan Pemantik
• Mindful Learning: "Coba pejamkan mata kalian sebentar dan bayangkan.
Pernahkah kalian melihat nama jalan atau monumen di sekitar sekolah atau
rumahmu yang namanya diambil dari nama pahlawan? Siapa ya kira-kira
mereka?"
• Meaningful Learning: "Menurutmu, mengapa para pahlawan itu rela
berjuang bahkan mengorbankan nyawa mereka? Apa yang mereka
perjuangkan?"
• Joyful Learning: "Jika kamu bisa kembali ke masa lalu dan bertemu dengan
salah satu pahlawan di daerah kita, siapa yang ingin kamu temui dan
pertanyaan apa yang akan kamu ajukan kepadanya?"

I. Kegiatan Pembelajaran
Alokasi Waktu Total: 12 JP (6 Pertemuan @ 2 JP)
Pertemuan 1-2: Mengenal Konsep Pahlawan dan Perjuangan di Lingkungan
Sekitar (4 JP)
• Pendahuluan (15 menit)
o Guru menyapa dan mengecek kehadiran.
o Guru menanyakan "7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat".
o Guru memberikan pertanyaan pemantik "Mindful Learning" dan
"Meaningful Learning".
o Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: memahami makna
pahlawan dan perjuangan.
• Inti (60 menit)
o Diskusi Awal "Siapa Itu Pahlawan?": Guru mengajak siswa
berdiskusi tentang arti pahlawan. "Apakah pahlawan itu harus
mengangkat senjata? Adakah pahlawan di sekitar kita saat ini?" Guru
mengarahkan pada pahlawan kemerdekaan. (Komunikasi, Penalaran
Kritis)
o Eksplorasi Nama Jalan/Monumen: Guru meminta siswa
menyebutkan nama jalan atau monumen pahlawan yang ada di sekitar
sekolah atau rumah mereka (khususnya di Jember dan sekitarnya).
Guru menunjukkan lokasinya di peta Jember. (Aktif, Bermakna)
o Video Singkat Sejarah Lokal (jika ada): Menayangkan video pendek
atau beberapa gambar tentang perjuangan di Jember atau Jawa Timur
bagian timur pada masa penjajahan. (Menyenangkan, Bermakna)
o Pencarian Informasi Awal: Siswa secara berkelompok diminta
mencari informasi awal (dari buku atau internet jika tersedia) tentang
salah satu tokoh pahlawan lokal di Jember (misalnya: Letkol Moch.
Sroedji, Kolonel Singosari, atau tokoh pejuang lain yang dikenal di
[Link]

Jember). Mereka mencari tahu siapa dia dan bagaimana


perjuangannya secara umum. (Kolaborasi, Kemandirian)
• Penutup (15 menit)
o Setiap kelompok berbagi temuan awal mereka. (Komunikasi)
o Guru merangkum pentingnya mengenal pahlawan lokal dan peran
mereka.
o Guru memberikan tugas rumah: bertanya kepada orang tua/kakek-
nenek tentang kisah perjuangan di daerah mereka.
Pertemuan 3-4: Menggali Kisah Perjuangan Pahlawan Lokal (4 JP)
• Pendahuluan (15 menit)
o Guru menanyakan kembali "7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat".
o Guru memberikan pertanyaan pemantik "Joyful Learning".
o Review tugas rumah dan kaitannya dengan materi hari ini.
• Inti (60 menit)
o Sesi Narasumber (opsional/simulasi): Jika memungkinkan,
mengundang sesepuh/veteran/sejarawan lokal untuk berbagi kisah
perjuangan di Jember. Jika tidak, guru bisa membacakan kisah
perjuangan pahlawan lokal yang relevan. Siswa diberikan kesempatan
untuk bertanya. (Bermakna, Aktif)
o Studi Kasus Perjuangan Pahlawan Lokal: Guru menyajikan
beberapa studi kasus (berbentuk teks singkat atau gambar) tentang
bentuk-bentuk perjuangan para pahlawan di Jember atau daerah
sekitar (misalnya, pertempuran, strategi gerilya, peran dalam
organisasi). (Penalaran Kritis)
o Diskusi Kelompok "Bentuk Perjuangan Pahlawan": Siswa dalam
kelompok menganalisis bentuk perjuangan dari studi kasus yang
diberikan (misalnya, pertempuran di Tanggul, perjuangan gerilya di
Kalibaru, atau peran tokoh di masa revolusi fisik di Jember). Mereka
mendiskusikan mengapa bentuk perjuangan itu penting dan
bagaimana dampaknya. (Kolaborasi, Penalaran Kritis)
o Menuliskan Jejak Perjuangan: Setiap kelompok membuat poin-poin
penting tentang kisah dan bentuk perjuangan dari pahlawan lokal yang
mereka telusuri, termasuk tempat-tempat bersejarah terkait perjuangan
tersebut di Jember. (Kreatif)
• Penutup (15 menit)
o Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya.
o Guru merangkum berbagai bentuk perjuangan dan mengaitkannya
dengan nilai-nilai kepahlawanan.
o Pengumuman proyek: Membuat proyek kreatif tentang perjuangan
pahlawan lokal. Siswa diminta mempersiapkan ide dan bahan.
Pertemuan 5-6: Proyek Kreatif dan Presentasi (4 JP)
• Pendahuluan (15 menit)
o Guru membuka pelajaran dengan semangat untuk menjadi "seniman
sejarah".
o Mengingatkan kembali pentingnya meneladani perjuangan pahlawan.
[Link]

• Inti (60 menit)


o Perencanaan Proyek Kreatif: Siswa dalam kelompok memilih salah
satu bentuk proyek (peta pahlawan, komik sejarah, diorama
pertempuran, drama singkat) tentang perjuangan pahlawan di Jember.
Mereka membuat rencana detail (sketsa, dialog, daftar bahan).
(Kolaborasi, Kreatif)
o Pembuatan Proyek: Siswa secara mandiri atau berkelompok
membuat proyek mereka. Guru membimbing dan memberikan bantuan
jika diperlukan, memastikan proyek relevan dengan data yang sudah
dikumpulkan. (Aktif, Kreatif, Kemandirian, Menyenangkan)
o Latihan Presentasi/Pementasan: Siswa berlatih presentasi atau
pementasan proyek mereka dalam kelompok kecil.
• Penutup (15 menit)
o Setiap kelompok mempresentasikan atau menampilkan proyek mereka
di depan kelas. (Komunikasi, Menyenangkan)
o Guru dan siswa merefleksikan nilai-nilai perjuangan pahlawan dan
bagaimana mereka bisa diterapkan di masa kini.
o Guru memberikan apresiasi atas seluruh proses pembelajaran dan
hasil proyek siswa.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif


• Asesmen Formatif:
o Observasi Guru: Pengamatan keaktifan, partisipasi, dan kolaborasi
siswa selama diskusi dan pencarian informasi.
o Catatan Hasil Wawancara/Pencarian Informasi: Penilaian terhadap
kelengkapan dan relevansi informasi yang dikumpulkan siswa.
o Diskusi Kelompok: Penilaian terhadap kualitas ide dan argumen yang
disampaikan, serta pemahaman konsep.
o Tanya Jawab Lisan: Untuk mengecek pemahaman konsep dasar dan
tokoh pahlawan lokal.
o Sketsa/Rancangan Proyek: Penilaian perencanaan dan pemahaman
konsep awal.
• Asesmen Sumatif:
o Tes Tertulis: Soal pilihan ganda dan uraian yang menguji pemahaman
tentang tokoh pahlawan lokal, bentuk perjuangan, dan dampaknya.
o Proyek Kreatif "Kisah Pahlawan Lokal": Penilaian produk
(kreativitas, akurasi informasi, estetika) dan proses (perencanaan,
kerjasama, aplikasi konsep). (Menggunakan rubrik penilaian analitik
terlampir).
o Presentasi/Penampilan Proyek: Penilaian kemampuan siswa dalam
menyampaikan informasi secara jelas, menarik, dan menjiwai
semangat kepahlawanan.

K. Pemahaman Bermakna
Sejarah perjuangan pahlawan di lingkungan sekitar kita bukanlah sekadar cerita
usang di masa lalu, melainkan cerminan dari semangat, pengorbanan, dan nilai-nilai
luhur yang membentuk bangsa ini. Memahami kisah mereka berarti kita menyadari
[Link]

bahwa kemerdekaan yang kita nikmati saat ini adalah buah dari pengorbanan
dan kegigihan para leluhur, bahkan di daerah tempat kita tinggal. Ini
menumbuhkan rasa syukur, bangga akan identitas lokal dan nasional, serta
memupuk semangat patriotisme. Peserta didik akan belajar tentang keberanian,
persatuan, dan ketulusan hati yang dapat diteladani dalam kehidupan sehari-hari,
serta memahami bahwa menjadi pahlawan di masa kini adalah dengan berkontribusi
positif bagi lingkungan dan bangsa.

L. Materi Bahan Ajar


Sejarah perjuangan bangsa Indonesia untuk mencapai kemerdekaan tidak hanya
terjadi di kota-kota besar, tetapi juga di setiap pelosok negeri, termasuk di
lingkungan sekitar tempat tinggal kita. Perjuangan melawan penjajah dilakukan oleh
banyak tokoh lokal yang mungkin namanya tidak sepopuler pahlawan nasional,
namun peran dan pengorbanan mereka sangatlah besar dalam mempertahankan
daerahnya. Di wilayah Jember, Jawa Timur, misalnya, terdapat beberapa tokoh
pejuang yang gigih melawan penjajahan, seperti Letkol Moch. Sroedji yang
merupakan komandan sektor pertahanan dan memimpin pasukan dalam berbagai
pertempuran sengit melawan Belanda, serta tokoh-tokoh lain yang bergerilya di
daerah tapal kuda Jawa Timur. Mereka berjuang dengan berbagai cara, mulai dari
pertempuran fisik, perlawanan diplomasi, hingga pergerakan bawah tanah.
Bentuk-bentuk perjuangan para pahlawan lokal ini sangat beragam, disesuaikan
dengan kondisi dan strategi yang memungkinkan. Ada yang memimpin perlawanan
bersenjata dengan taktik gerilya di hutan atau perkebunan, ada yang mengorganisir
rakyat untuk melakukan perlawanan non-fisik, dan ada pula yang berperan dalam
mengumpulkan informasi atau logistik untuk mendukung perjuangan. Mereka
menggunakan segala sumber daya yang ada di sekitar mereka untuk melawan
kekuatan penjajah yang lebih modern dan lengkap. Misalnya, pasukan gerilya sering
memanfaatkan medan alam yang sulit untuk melakukan serangan mendadak dan
kemudian bersembunyi. Perjuangan ini sering kali melibatkan seluruh lapisan
masyarakat, menunjukkan semangat persatuan dan kebersamaan dalam
menghadapi musuh.

Perjuangan para pahlawan di lingkungan sekitar memiliki dampak yang sangat


besar, baik bagi daerah tersebut maupun bagi kemerdekaan Indonesia secara
keseluruhan. Mereka berhasil mempertahankan wilayah dari serangan musuh,
mengganggu logistik dan strategi penjajah, serta menjaga semangat perlawanan
rakyat agar tidak padam. Meskipun beberapa pertempuran mungkin tidak selalu
berakhir dengan kemenangan militer, namun semangat juang dan pengorbanan
mereka menjadi inspirasi bagi perjuangan di daerah lain. Kisah-kisah ini
menunjukkan bahwa kemerdekaan Indonesia adalah hasil dari perjuangan kolektif
yang melibatkan seluruh rakyat, dari Sabang sampai Merauke, termasuk pahlawan-
pahlawan di lingkungan sekitar kita yang telah berjuang dengan gigih demi tanah air.

M. Refleksi
• Refleksi Peserta Didik:
1. Siapa pahlawan lokal dari Jember yang kisahnya paling
menginspirasimu? Mengapa?
[Link]

2. Apa satu nilai perjuangan yang paling ingin kamu terapkan dalam
kehidupan sehari-harimu sebagai bentuk penghargaan kepada
pahlawan?
3. Bagaimana pembelajaran tentang pahlawan lokal ini membuatmu
merasa lebih mencintai daerah tempat tinggalmu?
• Refleksi Pendidik:
1. Apakah siswa menunjukkan pemahaman yang mendalam tentang
perjuangan pahlawan lokal dan relevansinya dengan kehidupan saat
ini?
2. Apakah proyek kreatif berhasil memicu minat siswa untuk menggali
dan menyajikan sejarah lokal?
3. Bagaimana cara saya bisa lebih melibatkan komunitas lokal (misalnya,
museum mini, kunjungan ke situs sejarah) untuk memperkaya
pengalaman belajar siswa?

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)


LKPD 1: Jejak Pahlawan di Daerahku
Tujuan: Mengumpulkan informasi tentang pahlawan lokal dan bentuk
perjuangannya.
Petunjuk:
1. Bekerjalah dalam kelompok (3-4 orang).
2. Pilih satu tokoh pahlawan lokal dari Jember atau daerah sekitarnya (sesuai
arahan guru atau hasil diskusi).
3. Carilah informasi tentang pahlawan tersebut dari buku, internet, atau dengan
bertanya kepada orang tua/narasumber (jika memungkinkan).
4. Isi tabel berikut dengan informasi yang kalian temukan:

Keterangan (Isikan hasil


No. Informasi yang Dicari
pencarianmu)

1. Nama Lengkap Pahlawan

Asal Daerah (tempat


2.
tinggal/basis perjuangan)

Tahun berapa (perkiraan) dia


3. Masa Perjuangan
berjuang?

(Contoh: pertempuran, gerilya,


4. Bentuk Perjuangan diplomasi, mengumpulkan rakyat,
dll.)

Dampak/Hasil Perjuangan (bagi Apa yang berhasil dicapai dari


5.
daerah/kemerdekaan) perjuangannya?
[Link]

Keterangan (Isikan hasil


No. Informasi yang Dicari
pencarianmu)

(Contoh: keberanian, pantang


6. Nilai-nilai Keteladanan menyerah, persatuan, cinta tanah
air)

(Contoh: monumen, makam,


Tempat Bersejarah terkait
7. tempat pertempuran yang dikenal
Pahlawan (jika ada)
di Jember)
5. Berdasarkan informasi di atas, diskusikan dengan kelompokmu: Mengapa
penting bagi kita untuk mengenang dan meneladani para pahlawan ini?

Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Siswa
Tema: Sejarah Perjuangan Pahlawan di Lingkungan Sekitar
Aspek Skala 1 Skala 2 Skala 3 Skala 4
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik) (Sangat Baik)

I. Isi/Materi
Diskusi
Kelompok

Mengidentifi
Hanya kasi nama Mengidentifika
A. Mengidentifik
menyebutk dan si nama dan
Identifikasi asi nama
an nama, informasi informasi
Tokoh dan sedikit
kurang penting lengkap serta
Pahlawan informasi.
detail. dengan relevan.
baik.

Tidak Menjelaskan
Menjelaska Menjelaskan
B. mampu sebagian
n bentuk bentuk
Pemahama menjelask bentuk
perjuangan perjuangan
n Bentuk an bentuk perjuangan
dengan secara rinci
Perjuangan perjuanga namun
cukup jelas. dan akurat.
n. kurang jelas.

Tidak
Menganalisis
mampu Menganalisi Menganalisis
dampak
C. Analisis menganali s dampak dampak
sederhana
Dampak sis dengan secara
namun
Perjuangan dampak cukup baik mendalam dan
kurang
perjuanga dan relevan. komprehensif.
mendalam.
n.
[Link]

Aspek Skala 1 Skala 2 Skala 3 Skala 4


Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik) (Sangat Baik)

Mengumpulk Mengumpul Mengumpulka


Informasi
D. an sebagian kan n informasi
tidak
Pengumpul informasi, informasi yang sangat
lengkap
an ada yang yang cukup lengkap,
atau tidak
Informasi kurang lengkap dan akurat, dan
relevan.
akurat. relevan. beragam.

II.
Kolaborasi
Kelompok

Sebagian
Semua
Hanya 1-2 Sebagian besar
anggota aktif
E. anggota anggota anggota
dan
Partisipasi yang aktif berpartisipas aktif
memberikan
Anggota berpartisip i, namun ada berpartisipa
kontribusi yang
asi. yang pasif. si dalam
berarti.
diskusi.

Sering Anggota
Kerjasama
terjadi bekerja Anggota
kurang
F. konflik/tida sama bekerja sama
optimal,
Kerjasama k ada dengan dengan sangat
masih ada
Tim pembagia cukup baik efektif, saling
tumpang
n tugas dan berbagi mendukung.
tindih tugas.
jelas. tugas.

Cukup
Menolak Sangat
menghargai
atau Kurang menghargai,
pendapat
mengabaik menghargai mendengarkan
G. Toleransi yang
an pendapat , dan
Pendapat berbeda
pendapat yang mempertimban
dan
anggota berbeda. gkan semua
mencoba
lain. pendapat.
memahami.

III.
Presentasi
Siswa

H. Sulit Cukup jelas Jelas dan


Sangat jelas,
Kejelasan dipahami, namun terstruktur,
terstruktur, dan
Penyampai tidak kadang mudah
mudah diikuti.
an terstruktur. masih dipahami.
[Link]

Aspek Skala 1 Skala 2 Skala 3 Skala 4


Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik) (Sangat Baik)

membingung
kan.

Mengguna
Menggunaka
kan Menggunakan
n bahasa Menggunak
I. bahasa bahasa yang
yang cukup an bahasa
Penggunaa yang sangat baik,
baik, namun yang baik
n Bahasa kurang persuasif, dan
ada dan lugas.
tepat/baku lugas.
kesalahan.
.

Tidak
Menggunaka Menggunak Menggunakan
mengguna
J. n media an media media yang
kan media
Kreativitas namun yang cukup sangat
atau
Media/Tam kurang menarik dan menarik,
tampilan
pilan menarik/efek membantu inovatif, dan
yang
tif. presentasi. efektif.
menarik.

Menguasai Sangat
Tidak Cukup
materi menguasai
K. menguasai menguasai,
dengan baik materi,
Penguasaa materi namun
dan percaya diri,
n Materi saat sering ragu-
menjawab dan
presentasi. ragu.
pertanyaan. argumentatif.
Skala Likert untuk Kuantifikasi:
• Skala 1 = Sangat Tidak Setuju / Sangat Kurang
• Skala 2 = Tidak Setuju / Kurang
• Skala 3 = Netral / Cukup
• Skala 4 = Setuju / Baik
• Skala 5 = Sangat Setuju / Sangat Baik

O. Pengayaan dan Remedial


• Pengayaan:
o Bagi peserta didik yang telah mencapai ketuntasan, dapat ditugaskan
untuk meneliti lebih lanjut tentang situs-situs bersejarah di Jember
terkait perjuangan pahlawan dan membuat brosur informatif tentang
situs tersebut.
o Membuat silsilah keluarga dan bertanya apakah ada anggota keluarga
yang terlibat dalam perjuangan kemerdekaan.
[Link]

o Menulis surat imajiner kepada seorang pahlawan lokal, mengucapkan


terima kasih dan berjanji akan meneruskan nilai-nilai perjuangannya.
• Remedial:
o Bagi peserta didik yang belum mencapai ketuntasan, guru dapat
memberikan bimbingan individual atau kelompok kecil.
o Menyediakan teks bacaan yang lebih sederhana atau video animasi
singkat tentang perjuangan pahlawan.
o Membuat mind map sederhana tentang tokoh pahlawan dan bentuk
perjuangannya dengan bantuan guru.
o Mengulang kembali kegiatan wawancara (simulasi) dengan panduan
pertanyaan yang lebih spesifik.

P. Glosarium
1. Pahlawan: Orang yang berjuang dengan berani untuk kebaikan negara atau
masyarakat.
2. Gerilya: Strategi perang dengan serangan mendadak dan sembunyi.
3. Patriotisme: Sikap cinta tanah air dan rela berkorban untuk bangsa.

Q. Daftar Pustaka
1. [Link] sumber referensi para pendidik indonesia
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru Ilmu
Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat
Kurikulum dan Perbukuan.
3. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa Ilmu
Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat
Kurikulum dan Perbukuan.
4. Tim Penulis. (2017). Sejarah Perjuangan Jember di Era Kemerdekaan.
Jember: Dinas Pendidikan Kabupaten Jember (atau referensi lokal terkait).
[Link]

Modul Ajar IPAS


Kegiatan Ekonomi Masyarakat dan Ekonomi Kreatif di Lingkungan Sekitar
A. Identitas Penulis
• Nama Penyusun: Umar Tholib
• Satuan Pendidikan: SDN Karangsari 02
• Tahun Ajaran: 2025/2026
• Mata Pelajaran: IPAS
• Fase: C
• Kelas/Semester: 5/2
• Alokasi Waktu: 12 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


Pilihlah dimensi yang paling sesuai untuk kegiatan pembelajaran ini dengan
memberi tanda centang:

✅ Keimanan dan Ketakwaan

✅ Kewargaan

✅ Penalaran Kritis

✅ Kreativitas

✅ Kolaborasi

✅ Kemandirian

✅ Komunikasi

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Berikut adalah cara guru menanyakan tentang pelaksanaan 7 Kegiatan Anak
Indonesia Hebat kepada peserta didik:

"Anak-anak hebat, sebelum kita mulai menjelajahi berbagai kegiatan ekonomi di


sekitar kita, Ibu/Bapak ingin tahu, siapa yang tadi pagi sudah melakukan '7 Kegiatan
Anak Indonesia Hebat'?"
1. Bangun tidur: "Siapa yang tadi pagi bangunnya segar dan langsung siap-
siap untuk sekolah? Angkat tangan!"
2. Beribadah: "Setelah bangun, siapa yang langsung menjalankan ibadah
sesuai keyakinannya? Sholat, berdoa, atau ibadah lainnya?"
3. Berolahraga: "Ada yang sempat bergerak pagi ini? Misalnya peregangan,
jalan kaki ke sekolah, atau membantu orang tua di rumah?"
[Link]

4. Gemar Belajar: "Nah, sebelum berangkat sekolah, siapa yang tadi sempat
melihat-lihat buku pelajaran atau mencari tahu sesuatu yang baru?"
5. Makan Sehat dan Bergizi: "Saat sarapan tadi, apa saja yang kalian makan?
Apakah ada nasi, lauk pauk, sayur, atau buah? Siapa yang sarapan dengan
makanan yang membuat tubuh kuat?"
6. Bermasyarakat: "Di rumah, apakah kalian membantu orang tua atau
saudara? Atau mungkin menyapa tetangga saat berangkat sekolah tadi?"
7. Tidur Cepat: "Tadi malam, siapa yang tidurnya tidak terlalu larut dan bangun
pagi ini dengan semangat penuh untuk belajar?"

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran


• Capaian Pembelajaran: Peserta didik memahami kegiatan ekonomi
masyarakat dan ekonomi kreatif di lingkungan sekitar.
• Tujuan Pembelajaran:
1. Peserta didik mampu mengidentifikasi jenis-jenis kegiatan ekonomi
yang ada di lingkungan sekitar (produksi, distribusi, konsumsi) dengan
contoh yang tepat.
2. Peserta didik mampu menjelaskan pengertian dan ciri-ciri ekonomi
kreatif.
3. Peserta didik mampu memberi contoh berbagai bentuk ekonomi
kreatif yang ada atau dapat dikembangkan di lingkungan sekitar.
4. Peserta didik mampu menganalisis hubungan antara kondisi
geografis/sumber daya lokal dengan jenis kegiatan ekonomi yang
berkembang di suatu daerah.
5. Peserta didik mampu merancang ide sederhana produk atau jasa
ekonomi kreatif yang sesuai dengan potensi lingkungan sekitar.
6. Peserta didik mampu mengomunikasikan hasil observasi dan ide
ekonomi kreatif mereka secara lisan maupun tertulis.

E. Sarana dan Prasarana


1. Buku paket IPAS Kelas 5
2. Laptop, proyektor, dan akses internet
3. Contoh produk lokal atau hasil kerajinan masyarakat Jember
4. Kertas karton, spidol warna, alat tulis, bahan daur ulang (untuk prototipe
produk kreatif)
5. Video/gambar tentang berbagai jenis pekerjaan dan ekonomi kreatif.

F. Target Peserta Didik


• Peserta didik reguler/tipikal

G. Model Pembelajaran
• Model Pembelajaran: Project-Based Learning (PjBL) dan Contextual
Teaching and Learning (CTL) dengan pendekatan Deep Learning.
[Link]

• Metode Pembelajaran: Observasi lingkungan, wawancara (simulasi/nyata),


diskusi kelompok, presentasi, studi kasus, dan proyek pembuatan
prototipe/ide produk.

H. Pertanyaan Pemantik
• Mindful Learning: "Coba perhatikan, siapa saja orang dewasa di sekitarmu
yang pergi bekerja setiap hari? Mereka melakukan pekerjaan apa ya?
Mengapa mereka bekerja?"
• Meaningful Learning: "Mengapa kita membutuhkan berbagai jenis pekerjaan
dan kegiatan ekonomi? Apa yang akan terjadi jika tidak ada orang yang
berjualan atau memproduksi barang?"
• Joyful Learning: "Jika kamu sudah besar nanti, pekerjaan apa yang paling
ingin kamu lakukan? Atau, kalau kamu bisa menciptakan sesuatu yang baru
dan bermanfaat untuk orang lain, apa itu?"

I. Kegiatan Pembelajaran
Alokasi Waktu Total: 12 JP (6 Pertemuan @ 2 JP)
Pertemuan 1-2: Mengenal Kegiatan Ekonomi Masyarakat (4 JP)
• Pendahuluan (15 menit)
o Guru menyapa dan mengecek kehadiran.
o Guru menanyakan "7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat".
o Guru memberikan pertanyaan pemantik "Mindful Learning" dan
"Meaningful Learning".
o Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: mengidentifikasi
jenis-jenis kegiatan ekonomi.
• Inti (60 menit)
o Diskusi Awal "Pekerjaan di Sekitarku": Guru mengajak siswa
berdiskusi tentang berbagai jenis pekerjaan yang mereka lihat di
lingkungan sekitar sekolah atau rumah. (Contoh: petani, pedagang,
guru, dokter, tukang ojek, dll.). (Komunikasi, Bermakna)
o Video Jenis-jenis Kegiatan Ekonomi: Menayangkan video singkat
tentang kegiatan produksi (pembuatan barang), distribusi
(penyaluran barang), dan konsumsi (penggunaan barang/jasa). Guru
menjelaskan pengertian masing-masing dengan contoh konkret.
(Menyenangkan, Bermakna)
o Simulasi Peran Ekonomi: Siswa dibagi kelompok dan diberikan
skenario sederhana (misal: membuat keripik singkong, menjualnya,
dan memakannya). Setiap anggota kelompok memainkan peran
sebagai produsen, distributor, atau konsumen. (Aktif, Kolaborasi)
o Observasi Lingkungan (Gambar/Video): Guru menunjukkan gambar
atau video kegiatan ekonomi di Jember (misal: perkebunan kopi, pabrik
cerutu, pasar tradisional, toko UMKM). Siswa diminta mengidentifikasi
jenis kegiatan ekonomi yang terlihat. (Penalaran Kritis)
• Penutup (15 menit)
o Setiap kelompok mempresentasikan hasil simulasi dan observasi
mereka. (Komunikasi)
[Link]

o Guru dan siswa menyimpulkan jenis-jenis kegiatan ekonomi dan


pentingnya saling ketergantungan.
o Guru memberikan tugas rumah: mewawancarai satu orang dewasa di
rumah tentang pekerjaannya dan apa yang diproduksi/dijual/dilayani.
Pertemuan 3-4: Menjelajahi Ekonomi Kreatif (4 JP)
• Pendahuluan (15 menit)
o Guru menanyakan kembali "7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat".
o Guru memberikan pertanyaan pemantik "Joyful Learning".
o Review tugas rumah tentang pekerjaan dan mengaitkannya dengan
ide-ide kreatif.
• Inti (60 menit)
o Brainstorming "Ide Kreatif": Guru memulai dengan pertanyaan:
"Menurut kalian, bagaimana caranya menjual sesuatu yang unik dan
berbeda dari yang lain? Apa itu ide kreatif?" (Kreativitas)
o Video Ekonomi Kreatif: Menayangkan video tentang contoh-contoh
ekonomi kreatif yang sukses (misal: seniman yang membuat kerajinan
dari barang bekas, YouTuber kuliner, desainer baju batik modern, dll.).
Fokus pada ide baru, nilai tambah, dan kekhasan. (Menyenangkan,
Bermakna)
o Diskusi "Ekonomi Kreatif di Jember": Siswa dibagi kelompok.
Mereka berdiskusi tentang potensi ekonomi kreatif di Jember,
misalnya: kerajinan batik, kopi Jember dengan kemasan unik, fashion
(Jember Fashion Carnaval), kuliner khas, atau seni pertunjukan.
(Kolaborasi, Penalaran Kritis)
o Analisis Potensi Lingkungan: Setiap kelompok memilih satu jenis
potensi di lingkungan sekitar mereka (misal: hasil pertanian, limbah,
keahlian masyarakat) dan mendiskusikan bagaimana itu bisa diolah
menjadi produk atau jasa ekonomi kreatif. (Penalaran Kritis,
Kemandirian)
• Penutup (15 menit)
o Setiap kelompok berbagi ide-ide potensi ekonomi kreatif yang mereka
diskusikan.
o Guru merangkum konsep ekonomi kreatif dan mendorong siswa untuk
berpikir "out of the box".
o Pengumuman proyek: Merancang ide produk/jasa ekonomi kreatif di
pertemuan berikutnya. Siswa diminta membawa alat dan bahan yang
mendukung idenya (gambar, bahan daur ulang, dll.).
Pertemuan 5-6: Merancang Ide Ekonomi Kreatif dan Presentasi (4 JP)
• Pendahuluan (15 menit)
o Guru membuka pelajaran dengan semangat menjadi "inovator muda".
o Mengingatkan kembali konsep ekonomi kreatif.
• Inti (60 menit)
o Perencanaan Proyek "Ide Kreatifku": Siswa dalam kelompok
merancang ide produk atau jasa ekonomi kreatif. Mereka membuat
sketsa, deskripsi produk, target pasar sederhana, dan nama
[Link]

produk/jasa. Mereka bisa membuat prototipe sederhana dari bahan


daur ulang. (Kolaborasi, Kreatif, Kemandirian)
o Pembuatan Produk/Presentasi Ide: Siswa secara mandiri atau
berkelompok membuat produk prototipe atau poster/slide presentasi
tentang ide ekonomi kreatif mereka. Guru membimbing dan
memberikan masukan. (Aktif, Kreatif, Kemandirian, Menyenangkan)
o Latihan Presentasi: Siswa berlatih mempresentasikan ide mereka
dalam kelompok kecil, menjelaskan mengapa ide tersebut unik dan
bermanfaat.
• Penutup (15 menit)
o Setiap kelompok mempresentasikan ide produk/jasa ekonomi kreatif
mereka di depan kelas. Mereka boleh memamerkan prototipe yang
dibuat. (Komunikasi, Menyenangkan)
o Guru dan siswa memberikan apresiasi dan masukan positif.
o Guru memberikan penguatan tentang potensi diri dalam menciptakan
nilai ekonomi dan pentingnya kolaborasi.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif


• Asesmen Formatif:
o Observasi Guru: Pengamatan keaktifan, partisipasi, dan kolaborasi
siswa selama diskusi, simulasi, dan observasi.
o Catatan Hasil Wawancara/Diskusi Kelompok: Penilaian terhadap
pemahaman siswa tentang jenis kegiatan ekonomi.
o Laporan Observasi Lingkungan (Sederhana): Penilaian terhadap
kemampuan siswa mengidentifikasi kegiatan ekonomi di lingkungan.
o Tanya Jawab Lisan: Untuk mengecek pemahaman konsep ekonomi
kreatif.
o Sketsa/Rancangan Ide Produk: Penilaian perencanaan ide kreatif.
• Asesmen Sumatif:
o Tes Tertulis: Soal pilihan ganda dan uraian yang menguji pemahaman
tentang jenis kegiatan ekonomi, ekonomi kreatif, dan contoh
penerapannya.
o Proyek "Ide Kreatifku" (Prototipe/Poster Ide): Penilaian produk/ide
(kreativitas, orisinalitas, relevansi dengan potensi lokal, deskripsi yang
jelas) dan proses (perencanaan, kerjasama, aplikasi konsep).
(Menggunakan rubrik penilaian analitik terlampir).
o Presentasi Proyek: Penilaian kemampuan siswa dalam menjelaskan
ide mereka secara jelas, menarik, dan percaya diri.

K. Pemahaman Bermakna
Kegiatan ekonomi adalah roda penggerak kehidupan masyarakat yang saling terkait
satu sama lain, dan di era modern ini, ekonomi kreatif menjadi kunci untuk
menciptakan nilai tambah dari ide-ide unik dan potensi lokal. Memahami
kegiatan ekonomi berarti kita menyadari bahwa setiap individu, termasuk kita,
memiliki peran dalam sistem ekonomi, baik sebagai produsen, distributor, maupun
konsumen. Ini menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kemandirian,
kreativitas, dan kolaborasi dalam menciptakan peluang dan memajukan
[Link]

kesejahteraan. Siswa akan belajar bahwa dengan ide-ide baru dan memanfaatkan
sumber daya di sekitar, mereka bisa menjadi bagian dari solusi untuk menciptakan
kehidupan yang lebih baik, bahkan dari hal-hal yang sederhana. Ini akan mendorong
mereka untuk melihat lingkungan sekitar dengan sudut pandang yang lebih inovatif.

L. Materi Bahan Ajar


Kegiatan ekonomi adalah segala aktivitas yang dilakukan manusia untuk memenuhi
kebutuhan hidupnya. Secara umum, kegiatan ekonomi dibagi menjadi tiga jenis
utama: produksi, distribusi, dan konsumsi. Produksi adalah kegiatan
menghasilkan barang atau jasa, seperti petani yang menanam padi atau pengrajin
yang membuat batik. Distribusi adalah kegiatan menyalurkan barang atau jasa dari
produsen ke konsumen, contohnya pedagang di pasar atau jasa pengiriman barang.
Sedangkan konsumsi adalah kegiatan menggunakan atau menghabiskan barang
dan jasa untuk memenuhi kebutuhan, misalnya saat kita makan nasi atau
menggunakan jasa tukang cukur. Di lingkungan sekitar kita, seperti di Jember, kita
bisa melihat berbagai kegiatan ekonomi ini, mulai dari pertanian kopi, perkebunan
tembakau, industri cerutu, hingga pasar tradisional dan toko-toko kelontong.
Selain kegiatan ekonomi konvensional, saat ini berkembang pesat pula yang disebut
ekonomi kreatif. Ekonomi kreatif adalah konsep ekonomi baru yang mengandalkan
ide, kreativitas, dan bakat individu sebagai aset utamanya untuk menghasilkan nilai
tambah ekonomi. Ini berarti menciptakan sesuatu yang baru, unik, dan memiliki nilai
jual dari ide-ide orisinal, bukan hanya mengandalkan sumber daya alam semata.
Contoh ekonomi kreatif di Jember sangat beragam, seperti pengembangan produk
kopi Jember dengan branding dan kemasan yang unik, industri fesyen yang
mengolah batik lokal menjadi busana modern, hingga kuliner khas yang dikemas
secara menarik.
Ekonomi kreatif memiliki ciri khas seperti berorientasi pada ide dan inovasi, memiliki
nilai tambah yang tinggi, bersifat berkelanjutan, dan seringkali memanfaatkan
teknologi digital. Keberadaan ekonomi kreatif ini sangat penting untuk mendorong
pertumbuhan ekonomi lokal, membuka lapangan kerja baru, serta meningkatkan
daya saing daerah. Dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam yang
melimpah dan kekayaan budaya yang beragam, masyarakat dapat mengembangkan
ide-ide unik menjadi produk atau jasa yang memiliki daya tarik tinggi. Ini
menunjukkan bahwa ekonomi tidak hanya tentang pekerjaan yang sudah ada, tetapi
juga tentang bagaimana kita bisa menciptakan peluang baru dari kreativitas dan
inovasi untuk mencapai kemajuan bersama.

M. Refleksi
• Refleksi Peserta Didik:
1. Dari semua jenis pekerjaan yang kita bahas, pekerjaan apa yang
paling membuatmu penasaran atau ingin kamu pelajari lebih dalam?
Mengapa?
2. Apa satu ide ekonomi kreatif yang paling ingin kamu wujudkan jika
kamu punya kesempatan? Bagaimana kamu akan memulainya?
3. Bagaimana pembelajaran ini membuatmu lebih memahami bahwa
setiap orang memiliki peran penting dalam kehidupan ekonomi di
sekitar kita?
[Link]

• Refleksi Pendidik:
1. Apakah siswa dapat mengidentifikasi jenis kegiatan ekonomi dan
memahami konsep ekonomi kreatif dengan baik? Bagian mana yang
perlu diperkuat?
2. Apakah proyek ide kreatif berhasil memicu pemikiran inovatif dan
kolaborasi siswa?
3. Bagaimana cara saya bisa lebih mengintegrasikan kunjungan
lapangan (virtual/nyata) ke UMKM lokal atau sesi berbagi dari pelaku
ekonomi kreatif untuk memperkaya pengalaman belajar siswa?

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)


LKPD 1: Peta Pekerjaan dan Potensi Kreatif di Lingkunganku
Tujuan: Mengidentifikasi kegiatan ekonomi dan ide ekonomi kreatif di lingkungan
sekitar.
Petunjuk:
1. Bekerjalah dalam kelompok (3-4 orang).
2. Amati lingkungan sekitar sekolah atau rumahmu (bisa melalui observasi
langsung jika memungkinkan, atau melalui diskusi kelompok berdasarkan
pengalaman).
3. Isi tabel berikut dengan jenis pekerjaan/kegiatan ekonomi yang kalian
temukan atau ketahui di lingkungan Jember, dan berikan contohnya.

Jenis Kegiatan Contoh Pekerjaan/Usaha (di Deskripsi


No.
Ekonomi Jember/Sekitar) Singkat

1. Produksi

2. Distribusi

3. Konsumsi
4. Sekarang, diskusikan potensi apa saja yang ada di lingkungan Jember
(misalnya hasil pertanian, kerajinan, kebudayaan) yang bisa dikembangkan
menjadi ide ekonomi kreatif.
5. Pilihlah satu ide ekonomi kreatif terbaik dari kelompokmu dan jelaskan di
bawah ini:
o Nama Ide Produk/Jasa Kreatif:
..............................................................
o Dari Potensi Apa: ............................................................................
o Bagaimana Cara Membuatnya/Melakukannya:
..........................................
o Mengapa Ide Ini Unik dan Bermanfaat:
....................................................

Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Siswa
Tema: Kegiatan Ekonomi Masyarakat dan Ekonomi Kreatif
[Link]

Aspek Skala 1 Skala 2 Skala 3 Skala 4


Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik) (Sangat Baik)

I. Isi/Materi
Diskusi
Kelompok

Mengidentifika
Mengidentifi
si jenis
Tidak Mengidentifi kasi jenis
A. kegiatan
mampu kasi kegiatan
Pemahama ekonomi
mengidentifi sebagian ekonomi
n Jenis secara akurat
kasi jenis jenis namun dengan
Kegiatan dan
kegiatan kurang contoh
Ekonomi memberikan
ekonomi. contoh. yang
contoh
relevan.
beragam.

Memahami
Memahami Memahami konsep
Tidak
konsep konsep ekonomi
B. mampu
dasar ekonomi kreatif secara
Pemahama menjelaska
namun kreatif dan mendalam dan
n Ekonomi n konsep
penjelasann ciri-cirinya mampu
Kreatif ekonomi
ya kurang dengan memberikan
kreatif.
jelas. baik. contoh
relevan.

Ide cukup
Ide tidak Ide sangat
relevan, Ide relevan,
C. Ide relevan relevan,
namun cukup
Ekonomi dengan orisinal,
kurang unik orisinal, dan
Kreatif potensi inovatif, dan
atau deskripsi
Lokal lokal/kurang deskripsi
deskripsi cukup jelas.
orisinal. sangat jelas.
kurang.

Tidak Mampu Mampu


Mampu
D. Analisis mampu mengaitkan menganalisis
menganalisi
Hubungan mengaitkan sederhana, hubungan
s hubungan
Ekonomi & ekonomi namun secara
dengan
Lingkungan dengan kurang mendalam dan
cukup baik.
lingkungan. mendalam. komprehensif.

II.
Kolaborasi
Kelompok
[Link]

Aspek Skala 1 Skala 2 Skala 3 Skala 4


Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik) (Sangat Baik)

Sebagian
Semua
Hanya 1-2 Sebagian besar
anggota aktif
E. anggota anggota anggota
dan
Partisipasi yang aktif berpartisipas aktif
memberikan
Anggota berpartisipa i, namun ada berpartisipa
kontribusi
si. yang pasif. si dalam
yang berarti.
diskusi.

Anggota
Sering Kerjasama
bekerja Anggota
terjadi kurang
F. sama bekerja sama
konflik/tidak optimal,
Kerjasama dengan dengan sangat
ada masih ada
Tim cukup baik efektif, saling
pembagian tumpang
dan berbagi mendukung.
tugas jelas. tindih tugas.
tugas.

Cukup
Menolak Sangat
menghargai
atau Kurang menghargai,
pendapat
G. mengabaik menghargai mendengarka
yang
Toleransi an pendapat n, dan
berbeda
Pendapat pendapat yang mempertimban
dan
anggota berbeda. gkan semua
mencoba
lain. pendapat.
memahami.

III.
Presentasi
Siswa

Cukup jelas
H. Sulit namun Jelas dan Sangat jelas,
Kejelasan dipahami, kadang terstruktur, terstruktur,
Penyampai tidak masih mudah dan mudah
an terstruktur. membingung dipahami. diikuti.
kan.

Menggunaka
Menggunak Menggunakan
n bahasa Menggunak
I. an bahasa bahasa yang
yang cukup an bahasa
Penggunaa yang sangat baik,
baik, namun yang baik
n Bahasa kurang persuasif, dan
ada dan lugas.
tepat/baku. lugas.
kesalahan.

J. Tidak Menggunaka Menggunak Menggunakan


Kreativitas menggunak n media an media media yang
[Link]

Aspek Skala 1 Skala 2 Skala 3 Skala 4


Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik) (Sangat Baik)

Media/Tam an media namun yang cukup sangat


pilan atau kurang menarik menarik,
tampilan menarik/efek dan inovatif, dan
yang tif. membantu efektif.
menarik. presentasi.

Menguasai Sangat
Cukup
Tidak materi menguasai
K. menguasai,
menguasai dengan materi,
Penguasaa namun
materi saat baik dan percaya diri,
n Materi sering ragu-
presentasi. menjawab dan
ragu.
pertanyaan. argumentatif.
Skala Likert untuk Kuantifikasi:
• Skala 1 = Sangat Tidak Setuju / Sangat Kurang
• Skala 2 = Tidak Setuju / Kurang
• Skala 3 = Netral / Cukup
• Skala 4 = Setuju / Baik
• Skala 5 = Sangat Setuju / Sangat Baik

O. Pengayaan dan Remedial


• Pengayaan:
o Bagi peserta didik yang telah mencapai ketuntasan, dapat ditugaskan
untuk meneliti lebih lanjut tentang "rantai pasok" dari suatu produk di
Jember (misal: dari biji kopi hingga secangkir kopi).
o Membuat mini-business plan sederhana untuk ide ekonomi kreatif
mereka.
o Mengidentifikasi dan menuliskan profil singkat tentang 3-5 pelaku
ekonomi kreatif lokal di Jember.
• Remedial:
o Bagi peserta didik yang belum mencapai ketuntasan, guru dapat
memberikan bimbingan individual atau kelompok kecil.
o Menyediakan teks bacaan yang lebih sederhana atau video animasi
singkat tentang jenis-jenis kegiatan ekonomi.
o Membuat mind map sederhana tentang produksi, distribusi, dan
konsumsi dengan contoh yang mudah dipahami.
o Mengulang kembali kegiatan observasi (gambar/video) dengan fokus
pada identifikasi kegiatan ekonomi yang lebih jelas.

P. Glosarium
1. Ekonomi: Ilmu tentang cara manusia memenuhi kebutuhan hidupnya.
2. Produksi: Kegiatan menghasilkan barang atau jasa.
[Link]

3. Ekonomi Kreatif: Kegiatan ekonomi yang mengandalkan ide dan kreativitas


sebagai aset utama.

Q. Daftar Pustaka
1. [Link] sumber referensi para pendidik indonesia
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru Ilmu
Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat
Kurikulum dan Perbukuan.
3. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa Ilmu
Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat
Kurikulum dan Perbukusan.
4. Rifai, M. A., & Hartanto, D. (2018). Ekonomi Kreatif: Inovasi dan
Pemberdayaan Masyarakat. Yogyakarta: Andi Offset.

Anda mungkin juga menyukai