0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan17 halaman

Budidaya dan Manfaat Tanaman Nilam

Dokumen ini membahas budidaya pohon nilam dan pemanfaatannya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, khususnya di Kabupaten Tasikmalaya. Tujuannya adalah untuk meningkatkan mutu minyak nilam, pendapatan petani, dan pengetahuan tentang budidaya serta penyulingan. Selain itu, dokumen ini menjelaskan teknik budidaya, pemeliharaan, dan penanggulangan hama serta penyakit pada tanaman nilam.

Diunggah oleh

mediaserang9
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan17 halaman

Budidaya dan Manfaat Tanaman Nilam

Dokumen ini membahas budidaya pohon nilam dan pemanfaatannya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, khususnya di Kabupaten Tasikmalaya. Tujuannya adalah untuk meningkatkan mutu minyak nilam, pendapatan petani, dan pengetahuan tentang budidaya serta penyulingan. Selain itu, dokumen ini menjelaskan teknik budidaya, pemeliharaan, dan penanggulangan hama serta penyakit pada tanaman nilam.

Diunggah oleh

mediaserang9
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Summary Project

Budidaya Pohon Nilam & Pemanfaatannya


BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Dengan diberlakukannya Otonomi Daerah pada tanggal 1 Januari 2001, maka Pemerintah
Daerah berkewajiban untuk menciptakan lapangan kerja yang seluas-luasnya dengan menggali
potensi daerah secara optimum yang memberikan peningkatan nilai tambah cukup signifikan
kepada masyarakat, serta memberikan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), untuk
kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Salah satu upaya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat Kabupaten Tasikmalaya melalui
pembangunan agrobisnis yang diarahkan pada upaya peningkatan sumberdaya secara optimal
untuk membentuk sikap kemandirian guna mengembangkan usaha yang efisien, produktif dan
berdaya saing.
Pembudidayaan tanaman nilam serta pembangunan pabrik penyulingan di daerah merupakan
alternatif untuk meningkatkan pendapatan masyarakat petani serta untuk menggalakan ekspor
non migas.
Usaha untuk meningkatkan produksi minyak nilam dengan cara pengembangan tanaman nilam
terbuka lebar. Hal ini ditunjang juga oleh semakin banyaknya permintaan konsumen akan
minyak nilam, karena semakin berkembangnya industri kosmetika dan parfum (wangi-wangian)
baik di luar maupun di dalam negeri.

2. Maksud dan Tujuan


a. Meningkatkan mutu minyak nilam hasil industri petani agar memenuhi persyaratan
ekspor, sehingga mempunyai nilai ekonomis yang tinggi.
b. Meningkatkan penghasilan para petani agar bisa hidup layak, dengan adanya
peningkatan mutu dan hasil rendemennya yang baik.
c. Menambah dan meningkatkan pengetahuan petani mengenai budidaya tanaman nilam
dan pengetahuan proses penyulingan (destilasi) daun nilam yang baik, sekaligus
menambah income perkapita.

3. Lokasi
Pengembangan budidaya tanam pohon nilam tersebar di kecamatan dan desa di wilayah yang
disesuaikan dengan kondisi ketinggian tanah yang menjadi persyaratan pertumbuhan pohon
nilam. Untuk pembangunan pabrik/penyulingan minyak nilam direncanakan pada lokasi/sentra
produksi yang tingkat produksi dan lahan perkebunan terluas.
BAB II
TINJAUAN UMUM
TANAMAN NILAM DAN MINYAK NILAM

Nilam yang sering disebut Pogostemon patchoulli Pelet atau dilem wangi (Jawa), merupakan
tanaman yang belum banyak dikenal oleh masyarakat. Nilam banyak ditanam orang untuk
diambil minyaknya. Minyak nilam merupakan salah satu dari beberapa jenis minyak atsiri.
Minyak ini banyak digunakan oleh industri kosmetika dan banyak dicari konsumen dari luar
negeri.
Minyak atsiri atau dikenal orang dengan nama minyak eteris atau minyak terbang (essential oil,
volatile) dihasilkan oleh tanaman tertentu. Minyak tersebut mudah menguap pada suhu kamar
tanpa mengalami dekomposisi, mempunyai rasa getir, berbau wangi sesuai dengan bau
tanaman penghasilnya. Minyak tersebut pada umumnya larut dalam pelarut organik dan tidak
larut dalam air. Pada tanaman minyak atsiri mempunyai 3 (tiga) fungsi yaitu : membantu proses
penyerbukan beberapa jenis serangga atau hewan, mencegah kerusakan tanaman oleh
serangga, dan sebagai makanan cadangan bagi tanaman. Minyak atsiri pada industri banyak
digunakan sebagai bahan pembuat kosmetik, parfum, antiseptik, dan lain-lain. Minyak atsiri
sendiri merupakan salah satu hasil proses metabolisme pada tanaman, yang terbentuk karena
reaksi berbagai persenyawaan kimia dengan adanya air.
Tanaman yang menghasilkan minyak atsiri diperkirakan berjumlah 150 – 200 species tanaman,
antara lain yang termasuk dalam famili Pinanceae, Labrate, Compositoe, Lauraceae, Mytaceae,
dan Umbelliferaceae. Minyak atsiri ini dapat bersumber dari setiap bagian tanaman yaitu daun,
bunga, buah, biji, batang, kulit, dan akar. Untuk tanaman nilam, minyak atsirinya banyak
diambil dari daunnya.
Minyak nilam memberikan sumbangan yang paling besar dalam menghasilkan devisa negara
diantara minyak atsiri lainnya. Kebutuhan minyak atsiri dunia untuk keperluan industri
kosmetik, setiap tahunnya mencapai 2.000 ton. Sementara kemampuan pasokan minyak atsiri
sampai saat ini baru terpenuhi kurang dari 5% (lima persen) saja. Padahal untuk memenuhi
kebutuhan industri lokal saja, diperlukan tidak kurang 300 – 400 ton per tahun. Melihat dari
data-data di atas tadi jelas budidaya nilam maupun proses produksi minyak nilam/minyak atsiri
menunjukkan prospek yang cukup menggembirakan. Namun pada tahun-tahun terakhir ini
ekspor Indonesia dari minyak nilam menunjukan kecenderungan yang menurun. Adapun
penyebab penurunan tersebut adalah kemampuan produksi Indonesia akan minyak nilam yang
terbatas (terbatas luas areal tanamannya dan kualitas minyaknya masih rendah).
Mutu minyak nilam bergantung pada proses destilasinya. Destilasi uap dengan menggunakan
pembangkit uap yang letaknya terpisah dari ketel penyulingan merupakan cara destilasi minyak
nilam yang paling baik. Daun nilam mengandung komponen yang bertitik didih tinggi yang
merupakan komponen yang paling bernilai dalam menentukan mutu minyak, maka perlu
memperpanjang waktu destilasi. Waktu destilasi yang baik berkisar antara 12 – 36 jam
tergantung pada tekanan dan jumlah uap yang digunakan. Destilasi uap yang digunakan dalam
penyulingan daun nilam dari daerah-daerah petani nilam yang sudah ada masih sangat
sederhana.
Untuk memperoleh hasil minyak dengan mutu yang optimal, perlu dirancang sistem
pembangkit uap dan perangkat destilasi uap yang lebih baik. Hal ini membutuhkan dana yang
sangat besar dan di luar kemampuan para penyuling. Dalam usaha meningkatkan mutu minyak
nilam hasil industri petani agar memenuhi persyaratan ekspor, sehingga mempunyai nilai
ekonomis yang tinggi, maka perlu perbaikan distribusi uap dalam ketel. Hal ini dilakukan
dengan cara menambah pipa-pipa uap yang terbuat dari pipa stainless steel, selain itu dinding
ketel yang terbuat dari besi juga perlu dilapisi dengan lembaran stainless steel. Perbaikan
sistem pendingin dengan memperpanjang koil pendingin, diikuti dengan pembuatan saluran
destilat ke dalam ketel yang berguna untuk menyalurkan kembali destilat ke dalam ketel
sehingga rendemen proses penyulingan dapat meningkat.
BAB III
BUDIDAYA TANAMAN NILAM

1. Panduan Dasar Budidaya Tanaman Nilam


Jenis Tanaman Nilam
1. Pogostemon Cablin Benth Bent Nama lainnya pogostemon patchouli atau pogostemon
metha. Jenis ini sering juga disebut nilam Aceh dan diusahakan secara komersial. Nilai jenis
ini jarang berbunga, oleh karena itu kandungan minyaknya tinggi yaitu 2,5 – 5 %, banyak
diminati di pasaran.
2. Pogostemon heyneanus Sering juga dinamakan nilam jawa atau nilam hutan. Jenis ini sering
berbunga, karena itu kandungan minyaknya rendah yaitu 0,5 – 1,5%. Kurang diminati di
pasaran
3. Pogostemon hortensis Disebut juga nilam sabun. Jenis ini hanya terdapat di Banten.
Kandungan minyaknya 0,5 – 1,5%. Komposisi minyak yang dihasilkan jelek, sehingga untuk
jenis nilam ini kurang mendapatkan pasaran dalam perdagangan.

Data Botani Tanaman Nilam


Tanaman nilam merupakan jenis tanaman dengan ciri-ciri sebagai berikut :
Akar : Serabut
Bentuk daun : Bulat dan lonjong
Batang : Berkayu dengan diameter 10 – 20 mm.
Sistem percabangan banyak dan bertingkat mengelilingi batang antara (3-5 cabang pertingkat).
Setelah tanaman berumur 6 bulan, tingginya dapat mencapai 1 meter dengan radius cabang
selebar lebih kurang 60 cm.

Ekologi Tanaman Nilam


Tanaman nilam termasuk tanaman yang mudah tumbuh seperti herba lainnya. Untuk
memperoleh produksi yang tinggi, maka dalam pengelolaannya perlu memperhatikan beberapa
hal. Pengelolaan ini juga bertujuan agar produksi yang dilakukan dapat optimal dan
menguntungkan.

Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain :


- Tanaman nilam dapat tumbuh di dataran rendah maupun pada dataran tinggi yang
mempunyai ketinggian 2.200 meter di atas permukaan laut, dan berproduksi tinggi pada
ketinggian tempat 10 – 400 meter di atas permukaan laut.
- Curah hujan yang diperlukan bagi pertumbuhan tanaman nilam berkisar antara 2.500-3.500
mm/tahun dan merata sepanjang tahun.
- Sedangkan suhu yang baik untuk tanaman ini adalah 24 0C – 28 0C dengan kelembaban
lebih dari 75%.
- Agar pertumbuhan optimal, tanaman nilam memerlukan intensitas penyinaran matahari
yang cukup.
- Tanah yang subur dan gembur serta kaya akan humus sangat diperlukan oleh tanaman
nilam.
- Pada tanah yang kandungan airnya tinggi, perlu dilakukan sistem drainase yang baik dan
insentif.

Cara Penanaman Nilam


Ada 2 cara penanaman nilam, yaitu penanaman langsung dan tidak langsung. Penanaman
langsung ialah menanam stek nilam langsung di areal pertanaman. Cara ini hanya sesuai untuk
penanaman nilam di lahan sempit. Sedang untuk areal yang luas sebaiknya menggunakan cara
penanaman tidak langsung. Karena dengan cara ini kemungkinan bibit hidup lebih besar,
sehingga jumlah bibit yang diperlukan tidak terlalu banyak.
Stek dapat langsung ditanam di kebun yang sudah diolah tanahnya. Namun yang lebih bagus
adalah stek ditanam dahulu di bedeng persemaian supaya akar telah terbentuk sebelum
tanaman dipindah ke kebun pembesaran.
Stek ditaman dalam posisi miring, bersudut 450 sedalam 10 cm, dengan jarak tanam 10 x 10
cm. Setelah 3 – 4 minggu, tanaman sudah mempunyai cukup akar, tunasnya sudah tumbuh dan
berdaun.
Sebelum bibit ditanam, kebun sudah disiapkan sedemikian rupa agar penanaman mengikuti
cara yang dianjurkan.

Penanaman
Tanaman nilam membutuhkan tanah yang lembab pada masa pertumbuhannya, oleh karena itu
penanaman sangat baik dilakukan pada awal musim hujan. Di areal miring atau berlereng,
waktu penanaman harus disesuaikan dengan intensitas tinggi, sebaiknya tanaman sudah
mampu menahan tanah. Dengan demikian tidak terjadi erosi, hujan deras sesaat setelah
penanaman juha bisa sia-sia.
Waktu tanam juga harus diatur sedemikian rupa sehingga waktu panen dari satu areal dapat
dilakukan secara bertahap. Cara demikian bukan hanya dapat menjamin kelangsungan
penyulingan yang kontinue, tetapi dapat juga mencegah agar tanah tidak erosi.

Penanaman secara tidak langsung


Bibit stek setelah dicabut dari persemaian pasti telah berakar. Bila akarnya terlalu panjang
sebaiknya dipotong, sebab dalam penanaman nanti akar panjang ini akan berlipat-lipat. Dan
lipatan-lipatan akar ini dalam tanah bisa terserang penyakit busuk akar. Setiap lubang akar
ditanami 1 – 2 bibit stek.

Penanaman secara langsung


Untuk setiap lubang tanam diperlukan 2 – 3 stek. Stek sebanyak ini dimaksudkan untuk
menjaga kemungkinan ada stek yang mati. Kebutuhan stek yang banyak inilah, maka cara ini
tidak disarankan diterapkan di perkebunan.

Jarak Tanam
Jarak tanam nilam bervariasi sesuai dengan tingkat kesuburan tanah.
Dataran rendah yang tanahnya subur, jarak tanam 100 x 100 cm, sedangkan pada tanah yang
kandungan liatnya tinggi, jarak tanamnya 50 x 100 cm.
Pada tanah lipatit, jarak tanamnya 50 x 50 cm.
Pada tanah berbukit dengan mengikuti garis contour adalah 50 x 100 cm atau 30 x 100 cm.

2. Pemeliharaan
Dalam usaha budidaya nilam, pemeliharaan merupakan salah satu faktor yang penting. Hal ini
untuk diperhatikan agar usaha untuk mencapai hasil yang optimal dari tanaman dapat tercapai.
Adapun pemeliharaan tanaman nilam antara lain meliputi :

Pemupukan
Pemupukan sangat penting untuk diperhatikan. Karena hasil yang diharapkan dari tanaman
nilam adalah daun dan batangnya, maka faktor kesuburan tanaman merupakan suatu hal
yang perlu diusahakan pertumbuhan vegetatif tanaman dapat semaksimal mungkin. Untuk
pertumbuhan yang maksimal perlu dilakukan pemupukan, baik dalam bentuk pupuk organik
seperti pupuk kandang, kompos dan pupuk hijau, maupun untuk pupuk anorganik seperti
Fertab. Cara pemberian pupuk tanaman nilam biasanya dilakukan dengan cara dibenamkan
sedalam 10 – 15 cm di sekitar pangkal tanaman nilam. Adapun jumlah pemberian pupuk
maupun macamnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

DOSIS PUPUK FERTAB UNTUK TANAMAN NILAM


Jenis Dosis/Kg/Ha/x
Keterangan
Pupuk pemupukan
Fertab 90 Pupuk PMLT Fertab adalah pupuk yang
mengandung unsur hara makro dan
unsur hara mikro. Oleh karena itu perlu
dipakai dalam pemupukan nilam untuk
mempercepat pertunasan dan menyerap
kandungan minyak dari beberapa unsur
hara yang ada di dalam tanah.

Penyulaman
Penyulaman adalah mengganti tanaman yang mati atan tanaman yang tertekan
pertumbuhannya. Pekerjaan ini dikerjakan kurang lebih satu bulan setelah penanaman,
karena pada waktu itu telah diketahui bibit yang mati atau pertumbuhannya kurang normal.
Sehingga dengan dilakukannya penyulaman akan didapatkan pertumbuhan tanaman yang
seragam.

Penyiangan
Setelah tanaman berumur 2 bulan atau saat tanaman mencapai tinggi 20-30 cm dan
mempunyai cabang bertingkat dengan radius 20 cm, areal pertanaman perlu disiangi.
Penyiangan selanjutnya dilakukan secara periodik, yaitu setiap tiga bulan sekali.

Pemangkasan
Setelah tanaman nilam berumur 3 bulan, tanaman ini telah membentuk perdu yang rimbun
dan saling menutupi satu sama lain. Untuk itu perlu dilakukan pekerjaan penjarangan dan
pemangkasan. Tujuannya adalah agar sinar matahari dapat menyinari seluruh bagian
tanaman, sehingga proses fotosintesa dapat berlangsung dengan sempurna. Disamping itu
sinar matahari juga dapat berfungsi untuk menghindari tanaman dari serangan hama dan
penyakit.
Daun yang banyak mengandung minyak adalah tiga pasang daun yang termuda, sehingga
kita harus dapat menciptakan daun muda ini sebanyak mungkin dengan cara melakukan
pemangkasan.

Pembumbunan
Cara ini sebagai suatu sistem pemindahan vegetasi tanpa pemindahan areal tanaman.
Pembumbunan biasanya dilakukan setelah panen. Adapun caranya adalah seagai berikut :
Cabang-cabang yang ditinggalkan sesudah panen dan letaknya dengan tanah ditimbun
dengan tanah dekat ujungnya setinggi 10-15 cm. Sedangkan cabang-cabang yang letaknya
jauh dari tanah dipatahkan dibagian ujungnya, tetapi tidak terputus dari barangnya, sesudah
itu bagian yang patah ditimbun dengan tanah. Dengan pembumbunan ini, maka akan
terbentuk rumpun tanaman nilam yang padat dengan anaknya.

3. Penanggulangan Hama dan Penyakit


Dalam usaha meningkatkan produksi, maka perlindungan terhadap serangan hama dan
penyakit mempunyai peranan yang sangat penting dan menjadi bagian yang tidak dapat
dipisahkan dari usaha tani. Hal ini penting karena usaha pengendalian hama dan penyakit
memberikan jaminan bahwa produksi yang diharapkan dari penggunaan bibit yang baik
(varietas unggul), pemupukan, pengairan, dan perbaikan cara bercocok tanam dapat diatasi.
Hama dan penyakit yang biasa menyerang tanaman nilam antara lain serangga perusak daun,
nemtoda, penyakit buduk, gejala lodoh, busuk batang, kua batang dan gejala defisiensi. Adapun
serangan hama dan penyakit erat sekali hubungannya dengan faktor keberhasilan kebun, cara
penanaman, cara pemanenan, serta keadaan tanah dan iklim.
Cara untuk mengatasi serangan hama dan penyakit antara lain dengan cara bercocok tanam
yang baik, pengendalian secara mekanik pada serangan seawal mungkin, serta pengendalian
dengan cara kimiawi yaitu menggunakan insektisida sesuai dengan anjuran penggunaannya.

Adapun spesifikasi dari hama-hama tersebut adalah sebagai berikut :

Ulat penggulung daun


Ulat penggulung daun merupakan jenis hama yang dapat digolongkan hama perusak daun.
Belalang (Orthoptera)
Tanda-tanda serangan :
- Daun nilam dimakannya, yang kadang-kadangan menyebabkan tanaman menjadi
gundul.
- Pada tingkat serangan berat, batangpun dimakannya sehingga tanaman menjadi mati.
- Criket pemakan daun (Grylldae)
Tanda-tanda serangan :
- Hama ini memakan daun yang masih muda, sehingga daun menjadi berlubang-lubang.
- Pada keadaan kritis, criket juga menyerang daun yang tua.
- Criket tidak mematikan tanaman, tetapi dapat menurunkan produksi.
Cara penanggulangan hama :
Untuk menekan dan memberantas berbagai hama yang menyerang tanaman nilam dapat
dilakukan tindakan sebagai berikut :

- Bercocok tanam yang baik.


Bercocok tanam yang baik dapat menaikkan produksi disamping itu dapat pula mengurangi
serangan hama tanaman. Pemakaian jarak tanam yang teratur dan menjaga kebersihan dari
rerumputan/tanaman pengganggu lainnya sangat membantu dalam mencegah serangan hama.
Disamping pergiliran tanaman dan penanaman serempak tak kalah pentingnya, karena cara ini
dapat memutuskan siklus hidup hama dan sekaligus menurunkan populasinya.

- Penanggulangan secara mekanik


Penanggulanga secara mekanik dilakukan pada serangan awal (gejala serangan), yaitu dengan
mencari dan mengumpulkan hama perusak daun pada bagian tanaman atau ditempat
persembunyian lainnya, kemudian dimusnahkan dengan membakarnya.

- Penanggulangan secara kimiawi


Penanggulangan secara kimiawi dilakukan apabila penanggulangan cara lain tidak
memungkinkan, mengingat areal yang luas dan terbatasnya tenaga kerja. Penanggulangan
dengan cara ini dilakukan dengan menggunakan pestisida. Penyakit yang sering ditemukan
pada tanaman nilam adalah penyakit budok (hopropep) yang disebabkan oleh virus.

4. Panen dan Pasca Panen


Tanaman nilam yang tumbuh dan terpelihara dengan baik, sudah dapat dipanen pada umur 6
sampai 8 bulan setelah penanaman. Pemanenan dilakukan dengan memangkas atau memotong
cabang-cabang, ranting-ranting dan daun-daun tanaman nilam. Sebaiknya pada setiap panen
dibiarkan satu cabang tumbuh untuk mempercepat tumbuhnya tunas baru.
Untuk teknis pemanenan atau pemetikan daun nilam sebaiknya dilakukan pada saat bagi hari
atau dapat juga dilakukan menjelang malam hari. Satu hal yang perlu untuk diperhatikan bahwa
pemetikan daun jangan dilakukan pada siang hari. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga daun
agar tetap mengandung minyak atsiri yang tinggi.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penanganan pasca panen :

- Alat Panen
Alat yang digunakan untuk panenan tanaman nilam adalah sabit, gunting, atau parang yang
tajam. Yang harus diperhatikan adalah kebersihan dari alat-alat tersebut.

- Cara Panen
Pada panen pertama, bagian yang boleh dipangkas dari tanaman nilam adalah cabang-cabang
dari tingkat dua ke atas, sedangkan cabang-cabang dari tingkat pertama ditinggalkan. Setelah
selesai pemanenan pertama, pekerjaan selanjutnya adalah pembumbunan atau menumbut
cabang pertama tadi. Pembumbunan cabang tersebut sistem pemindahan vegetasi tanpa
pemindahan areal.
- Perlakuan daun nilam sebelum disuling
Pamanenan daun-daun nilam dipotong-potong sepanjang 3-5 cm, kemudian dijemur di bawah
sinar matahari. Cara menjemur hasil panenan yang baik adalah dengan menggelarnya di atas
tikar atau tempat lainnya atau juga di lantai semen yang bersih dan bebas dari daun tanaman
lain. Penjemuran dilakukan selama 4 jam (10.00 – 14.00). Setelah dijemur dianginkan di tempat
yang sejuk/teduh (dalam ruangan) dengan tebal lapisan 50 cm. Lapisan ini harus dibalik 2-3 kali
sehari selama 3-4 hari, sehingga diperoleh kadar air bahan 15%. Setelah itu sudah dapat dimulai
disuling.
Hindarilah pengeringan yang terlalu cepat atau terlalu lambat. Pengeringan yang terlalu cepat
dapat menyebabkan daun terlalu rapuh dan sulit untuk disuling. Sedangkan pengeringan yang
terlalu lambat menyebabkan daun menjadi lembab dan mudah diserang jamur, akhirnya
rendemen atau mutu minyak yang dihasilkan akan menurun.
BAB IV
ASPEK EKONOMI DAN KEUANGAN

Minyak nilam yang dihasilkan ini tidak dipergunakan untuk keperluan lokal, tetapi untuk ekspor
biaya penyuling menjual hasilnya ke agen-agen eksportir yang ada di kota kecamatan.
Selanjutnya eksportir melakukan pengetesan terhadap warna, bau, dan kelarutan dalam
alkohol. Cara pengetesan yang paling sederharna adalah membakar kertas sigaret yang telah
ditetesi minyak nilam. Cara yang lebih modern lagi adalah dengan menggunakan alat baume,
yaitu untuk menentukan derajat Baurmenya.
Standar mutu minyak nilam ini masih belum seragam untuk seluruh dunia. Masing-masing
negara baik penghasil maupun pengimpor menentukan standar mutu minyak nilam sendiri:
standar minyak nilam Indonesia telah ditetapkan oleh Direktorat Standarisasi dan
Pengembangan Mutu, Departemen Perdagangan.

Suatu hal yang menguntungkan dari minyak nilam adalah sampai saat ini belum ada sintetiknya.
Negara tujuan ekspor adalah Singapura, India, USA, Uni Kingdom, Belandan dan Prancis.
Secara klinis minyak atsiri, sampai saat ini belum bisa diganti dengan minyak sintesis. Sehingga
penanaman pohon nilam, memiliki prospek yang sangat baik untuk jangka waktu cukup lama.
Karena komoditas perkebunan ini, selain untuk memenuhi industri komestik domestik, juga
sangat dibutuhkan industri dunia. Padahal tanaman ini hanya tumbuh baik di daerah tropis
yang salah satu diantaranya ialah Indonesia.

1. Analisis Usaha Budidaya Tanaman Nilam


Analisis usaha, untuk luasan per 1 hektar Dengan lahan sewa :
Biaya Produksi
- Sewa lahan 1 Ha per Tahun Rp. 15.000.000,-
- Bibit 30.000 pohon @ Rp. 3000,-/pohon Rp. 90.000.000 ,-
- Biaya pengolahan tanah Per 1 Hektar Rp. 5.000.000,-
- Biaya Gaji Karyawan 2 Org x @ Rp. 3.000.000,- Rp. 6.000.000,-
- Pemupukan : Fertab 90 Kg x @ Rp. 10.000,- Rp. 900.000,-
- Biaya overhead Rp. 5.845.000,-
Total Biaya Produksi per 1 Hektar Rp.122.745.000,-

Nilai Produksi
Dari lahan 1 hektar minimal menghasilkan 20 ton daun nilam basah atau 5 ton daun nilam
kering dengan harga jual Rp.10.000,-/Kg basah.
Hasil nilam dapat bervariasi tergantung pada berbagai faktor seperti kondisi tanah, cuaca,
perawatan tanaman, dan varietas nilam yang ditanam.

Pendapatan
- Hasil Panen Pertama 20.000 Kg x Rp. 10,000,- Rp. 200.000.000,-
- Biaya produksi panen pertama Rp. 122.745.000,-
Keuntungan bersih panen pertama Rp. 77.255.000,-
Biaya produksi periode ke-2 (jarak 3 bulan setelah panen ke-1)
Biaya produksi ke-2
- Bibit 30.000 pohon @ Rp. 3000,-/pohon Rp. 90.000.000 ,-
- Biaya pengolahan tanah Per 1 Hektar Rp. 5.000.000,-
- Biaya Gaji Karyawan 2 Org x @ Rp. 3.000.000,- Rp. 6.000.000,-
- Pemupukan : Fertab 90 Kg x @ Rp. 10000,- Rp. 900.000,-
- Biaya overhead Rp. 5.845.000,-
Total Biaya Produksi per 1 Hektar Rp.107.745.000,-

Pendapatan :
- Hasil Panen kedua 20.000 Kg x Rp. 10,000,- Rp. 200.000.000,-
- Biaya produksi panen kedua Rp. 107.745.000,-
Keuntungan bersih panen kedua Rp. 92.255.000,-

Biaya produksi periode ke-3 (jarak 3 bulan setelah panen ke-2)


Biaya produksi ke-3
- Bibit 30.000 pohon @ Rp. 3000,-/pohon Rp. 90.000.000 ,-
- Biaya pengolahan tanah Per 1 Hektar Rp. 5.000.000,-
- Biaya Gaji Karyawan 2 Org x @ Rp. 3.000.000,- Rp. 6.000.000,-
- Pemupukan : Fertab 90 Kg x @ Rp. 10000,- Rp. 900.000,-
- Biaya overhead Rp. 5.845.000,-
Total Biaya Produksi per 1 Hektar Rp.107.745.000,-

Pendapatan :
- Hasil Panen ketiga 20.000 Kg x Rp. 10,000,- Rp. 200.000.000,-
- Biaya produksi panen ketiga Rp. 107.745.000,-
Keuntungan bersih panen kedua Rp. 92.255.000,-

Biaya produksi periode ke-4 (jarak 3 bulan setelah panen ke-3)


Biaya produksi ke-4
- Bibit 30.000 pohon @ Rp. 3000,-/pohon Rp. 90.000.000 ,-
- Biaya pengolahan tanah Per 1 Hektar Rp. 5.000.000,-
- Biaya Gaji Karyawan 2 Org x @ Rp. 3.000.000,- Rp. 6.000.000,-
- Pemupukan : Fertab 90 Kg x @ Rp. 10000,- Rp. 900.000,-
- Biaya overhead Rp. 5.845.000,-
Total Biaya Produksi per 1 Hektar Rp.107.745.000,-

Pendapatan :
- Hasil Panen ketiga 20.000 Kg x Rp. 10,000,- Rp. 200.000.000,-
- Biaya produksi panen ketiga Rp. 107.745.000,-
Keuntungan bersih panen kedua Rp. 92.255.000,
Jumlah keuntungan bersih panen pertama sampai ke empat (selama 1 tahun) sebesar Rp.
354.490.500, atau rata-rata per bulan Rp. 29.540.875,-

2. Analisa Usaha Pembangunan Pabrik Penyulingan Minyak Nilam


a. Investasi :
1. Tanah : seluas 1000 M2 Rp. [Link],--
Bangunan :
1. Kantor Rp. 90.000.000,-
2. Peralatan Kantor Rp. 50.000.000,-
3. Tempat destilasi Rp. 450.000.000,-
4. Gudang Rp. 300.000.000,-
5. Lantai jemur Rp. 150.000.000,-
6. Sarana PLN 3.300 watt Rp. 3.391.000,-
7. Genset Rp. 25.000.000,-
Jumlah Rp. [Link],-

b. Pembuatan 1 (satu) unit perangkat alat destilasi dengan kapasitas 1 ton sekali proses senilai
Rp. 800.000.000,-
Terdiri dari :
1. Tangki air Cadangan
2. Pompa 3 buah
3. Tangki bahan bakar
4. Boiler 1000 liter
5. Regulator
6. Tangki distilasi
7. Separator
8. Chiller
9. Colling tower
10. Pipa-pipa
11. Cerobong boiler
12. Sertifikat Satu lumsum

Total Jumlah biaya investasi adalah


Rp. [Link],- + Rp. 800.000.000,-= Rp. 2. 868.391.000,-
Kesimpulan :
Budidaya pohon nilam dengan luasan 20 Ha bisa didapat minimal 400 Ton Daun Nilam Basah
dalam sekali panen/ 3 bulan. Hasil nilam dapat bervariasi tergantung pada berbagai faktor
seperti kondisi tanah, cuaca, perawatan tanaman, dan varietas nilam yang ditanam.

Nilai Ekonomi :
1. Dengan lahan seluas 20 Ha dalam 1 tahun pemanenan bisa dilakukan 4 kali dengan hasil
minimal 1.600.000 Kg.
2. Biaya operasinal dan biaya produksi selama 1 tahun adalah Rp. [Link],- atau Rp.
258.447.500,- per Bulan
3. Pendapat kotor dalam 1 tahun untuk budidaya pohon nilam adalah 1.600.000 Kg x
Rp.10.000,- = [Link],- atau Rp. [Link] per bulan
4. Pendapatan bersih Rp. [Link] – Rp. [Link] = Rp. 12. 898.630.000,- atau
sebesar Rp. [Link],-per bulan

Perkiraan penghasilan destilasi minyak Nilam


Destilasi/Penyulingan Minyak nilam dari hasil panen lahan sendiri dengan luasan sebesar 20 Ha
dalam 1 bulan/ 4 kali pemanenan adalah 1.600.000 kg daun nilam basah atau sama dengan
320.000 Kg daun nilam kering setelah di jemur , dan dari 320.000 Kg daun nilam kering bisa
dapat sebayak 9.600 Kg minyak nilam destilasi.

Dalam pengolahan daun nilam, dari satu kali penyulingan untuk mendapatkan 1 ton daun nilam
kering memerlukan 5 ton daun nilam basah, dengan biaya produksi :
- Biaya proses penyulinganuntuk 1Ton Nilam Kering Rp. 2.000.000,-
Jumlah biaya produksi Rp. 2.000.000,-

Hasil penyulingan dari 1 ton daun nilam kering menghasilkan minyak sebanyak 30 kg waktu
yang diperlukan satu kali penyulingan selama 6 jam.
Hasil penjualan @ Rp. 2.150.000,- x 9.600 kg Rp. [Link],-
Pengeluaran per bulan :
- Biaya produksi 320 x Rp. 3.000.000,- Rp. 960.000.000,-
- Packing Rp. 16.400.000,-
- Listrik dan telepon Rp. 5.500.000,-
- Lain-lain Rp. 17.200.000,-
Jumlah Rp. 999.100.000,-

Analisa keuntungan per bulan :


- Hasil penjualan Rp. [Link],-
- Pengeluaran Rp. 999.100.000,-
Laba Rp. [Link],-
RENCANA ANGGARAN BIAYA
BUDIDAYA POHON NILAM

No Deskripsi Qty Satuan Harga Satuan Jumlah


1 Sewa lahan 20 Ha Rp 15.000.000 Rp 300.000.000
2 Bibit Pohon Nilam 400.000 Btg Rp 3.000 Rp [Link]
3 Pematangan lahan 20 Ha Rp 5.000.000 Rp 100.000.000
4 Pembuatan sumur gali 20 Lubang Rp 5.000.000 Rp 100.000.000
5 Gubug tunggu 20 unit Rp 3.000.000 Rp 60.000.000
6 Anggaran koordinasi 1 Ls Rp 15.000.000 Rp 15.000.000
7 Anggaran operasional 1 ls Rp 2.000.000 Rp 2.000.000
8 Pupuk Fertab 1.800 Kg Rp 10.000 Rp 18.000.000
9 Tabung semprot 40 unit Rp 600.000 Rp 24.000.000
10 Cangkul 80 unit Rp 150.000 Rp 12.000.000
11 Kendaraan OPS 1 unit Rp 200.000.000 Rp 200.000.000
12 Over head 1 ls Rp 100.650.000 Rp 101.550.000
Jumlah Rp [Link]

RENCANA ANGGARAN BIAYA


DESTILASI MINYAK NILAM
No Deskripsi Qty Satuan Harga Satuan Jumlah
1 Tanah Lokasi 1.000 m2 Rp 1.000.000 Rp [Link]
2 Bangunan Kantor 30 m2 Rp 3.000.000 Rp 90.000.000
3 Gudang 200 m2 Rp 1.500.000 Rp 300.000.000
4 Lantai Jemur 300 m2 Rp 500.000 Rp 150.000.000
5 Listrik 3300 Va 1 Ls Rp 3.391.000 Rp 3.391.000
6 Genset 1 Unit Rp 25.000.000 Rp 25.000.000
7 Peralatan Kantor 1 Ls Rp 50.000.000 Rp 50.000.000
8 Mesin Destilasi Kap. 1 Ton 1 Unit Rp 800.000.000 Rp 800.000.000
9 Ruang Destilasi 300 m2 Rp 1.500.000 Rp 450.000.000
10 overhead 1 Ls
Jumlah Rp [Link]
Lampiran Gambar :

Anda mungkin juga menyukai