1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Rasional
1. Latar Belakang Rasional
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai
tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman
penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan
tertentu. Tujuan yang ingin dicapai itu meliputi tujuan pendidikan nasional
serta sesuai dengan kekhasan, kondisi, dan potensi daerah, satuan
pendidikan dan peserta didik. Oleh karena itu kurikulum yang disusun oleh
satuan pendidikan disesuaikan antara kebutuhan dan potensi yang ada di
daerah / sekolah.
Sebagaimana yang telah disebutkan dalam Undang-Undang Nomor
20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional bahwa Kurikulum
adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan
bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman
penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan
tertentu. Berdasarkan pengertian tersebut, ada dua dimensi kurikulum,
yang pertama adalah rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan
bahan pelajaran, sedangkan yang kedua adalah cara yang digunakan untuk
kegiatan pembelajaran.
Kurikulum 2013 dilaksanakan dan diimplementasikan untuk semua
satuan pendidikan dasar dan menengah, merupakan langkah sentral dan
strategis dalam kerangka penguatan karakter menuju bangsa Indonesia
yang madani. Kurikulum 2013 dikembangkan secara komprehensip,
integratif, dinamis, akomodatif, dan antisipatif terhadap berbagai tantangan
pada masa yang akan datang. Kurikulum 2013 didesain berdasarkan pada
budaya dan karakter bangsa, berbasis peradaban, berbasis Lingkungan dan
berbasis pada kompetensi. Dengan demikian Kurikulum 2013 diyakini
mampu mendorong terwujudnya manusia Indonesia yang bermartabat,
beradab, berbudaya, berkarakter, beriman dan bertakwa kepada Tuhan
2
Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri,
dan menjadi warga negara yang demokratis, bertanggung jawab, serta
mampu menghadapi berbagai tantangan yang muncul di masa depan, maka
perlu diperhatikan, dilaksanakan, dan dikembangkan di satuan pendidikan
SMP Negeri 58 Surabaya.
SMP Negeri 58 yang berdiri mulai tahun pelajaran 2016-2017 berada
di wilayah Kecamatan Kenjeran tepatnya berada di Jalan Platuk
Donomulyo Surabaya, berada di sebelah barat sungai Tanah Merah.
Bangunan gedung SMP Negeri 58 berada di sekitar perkampungan Platuk
Donomulyo, sekolah ini berdampingan dengan SDN Sidotopo Wetan V.
Sekolah ini berada di jalan akses menuju Jembatan Suramadu, ditambah
lagi SMP Negeri 58 Surabaya ini dekat dengan Pondok Pesantren Tanah
Kali Kedinding Surabaya yang sudah sangat terkenal keberadaannya.
Sebagai sekolah yang baru berdiri pembangunan gedung SMP
Negeri 58 masih belum 100% tuntas. Fasilitas yang dapat dimanfaatkan
untuk belajar para siswa masih sangat terbatas yaitu hanya 18 (delapan)
kelas sebagai ruang belajar. 1 (satu) ruang sebagai ruang guru. Layanan
pendidikan di SMP Negeri 58 Surabaya masih berlangsung pagi hari
dengan fasilitas belajar yang masih sangat terbatas.
a. Kondisi Nyata
Berdasarkan hasil rapor PMP tahun pelajaran 2018-2019 yang
terdapat dalam tabel 1.1, diperoleh data yang menyatakan bahwa
kualitas pendidikan di SMP Negeri 58 Surabaya perlu ditingkatkan
melalui program-program dalam Standar Nasional Pendidikan.
TABEL 1.1
RAPOR PMP SMP NEGERI 58 SURABAYA
Standar Nasional
2017 2018
Pendidikan
1. Standar Isi 4,17 5,56
2. Standar Proses 6,04 6,64
3
3. Standar Kompetensi
5,91 6,62
Lulusan
4. Standar Pendidik dan
0,00 2,18
Tenaga Kependidikan
5. Standar Sarana dan
1,73 3,94
Prasarana
6. Standar Pengelolaan 5,05 6,24
7. Standar Pembiayaan 3,84 5,42
8. Standar Penilaian
6,16 6,41
Pendidikan
Rata-Rata 4,11 5,38
Beberapa program pendidikan SMP negeri 58 Surabaya dalam
Standar Nasional Pendidikan Nasional antara lain:
1) Standar Isi
Dalam standar isi, beberapa program pendidikan dalam standar
isi antara lain:
Pertama, meningkatkan kepemilikan silabus dengan
peningkatan program pemantauan perangkat pembelajaran serta
melaksanakan kegiatan pemantauan perangkat pembelajaran
dengan menggunakan instrumen yang baku.
4
Kedua, meningkatkan pemahaman tentang komponen silabus
dengan program peningkatan pemahaman tentang komponen
silabus serta melaksanakan kegiatan pemberdayaan MGMP
sekolah.
Ketiga, meningkatkan pemahaman keterkaitan antar komponen
dalam silabus dengan program semua guru melakukan analisis
KI/KD serta melaksanakan kegiatan workshop analisis KI/KD.
Keempat, menyediakan pengembangan silabus dan RPP tiap
mata pelajaran didasarkan pada kondisi karakteristik dan potensi
sekolah.
Kelima, mengembangan dan pengimplementasian kurikulum
2013 sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Nomor 37 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 24 Tahun 2016 Tentang
Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pelajaran Pada Kurikulum
2013 Pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.
2) Standar Proses
Dalam standar proses, beberapa program pendidikan dalam
standar proses diantaranya:
Pertama, meningkatkan ketersediaan dan pemanfaatan buku
teks, buku panduan, sumber belajar lain serta pemanfaatan buku
melalui RKS dan RKAS sehingga memenuhi rasio 1 : 1.
Kedua, melaksanakan pembelajaran yang berkarakter untuk
semua mata pelajaran.
Ketiga, mengimplementasikan pembelajaran Discovery/Inquiry
Learning atau Problem Based Learning/Project Based Learning.
Keenam, mengembangkan dan pengimplementasian
pembelajaran yang terintegrasi lingkungan.
3) Standar Kompetensi Lulusan
5
Dalam standar kompenen lulusan, beberapa program
pendidikan dalam Standar Kompetensi Lulusan antara lain:
Pertama, mengikutsertaan peserta didik dalam lomba akademik
maupun non akademik dilakukan dengan penuh kejujuran,
kedisiplinan, tanggung jawab, pantang menyerah, kreatif, sportif
dan bertanggung jawab.
Kedua, seluruh peserta didik mengimplementasikan IMTAQ
dan lulus 100% dengan ketrampilan yang mumpuni, mandiri, dan
kreatif serta capaian nilai rata-rata Ujian Nasional Berbasis
Komputer ≥ 55.
Ketiga, meningkatkan program yang membentuk karakter
peduli lingkungan sehingg terwujud sekolah adiwiyata.
4) Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Dalam standar pendidik dan kependidikan, program pendidikan
dalam standar pendidik dan tenaga kependidikan antara lain:
Pertama, guru mengimplementasikan etos kerja yang tinggi
dan juga memberikan keteladanan yang baik dalam berbicara,
bersikap dan bertindak.
Kedua, guru mampu menjadi manajer waktu dengan
penggunan waktu secara bermanfaat melului program manajemen
waktu secara dan terus-menerus dan membangun team work.
Ketiga, mengupayakan agar guru memiliki sertifikat
kompetensi dan mempersiapkan guru yang belum bersertifikat
kompetensi.
Keempat, meningkatkan disiplin guru dalam penyiapan
dokumen RPP perlu ditingkatkan dengan diprogramkan penyiapan
dokumen RPP dan mengoptimalkan pemantauan penyiapan RPP.
6
Kelima, meningkatkan penguasaan dan penerapan metode
pembelajaran yang kreatif melalui program pelatihan model
pembelajaran.
Keenam, meningkan kemampuan membangkitkan antusiasme
siswa mengikuti proses belajar dengan program pengembangan
guru sebagai motivator bagi peserta didik serta pelatihan bagi
seluruh peserta didik dalam pengembangan diri.
Ketujuh, meningkatkan kompetensi Tenaga Pendidik dan
Kependidikan melalui kegiatan pelatihan yang terkait dengan
program adiwiyata (lingkungan) dan mengikutsertakan Tenaga
Pendidik dan Kependidikan dalam pengembangan kompetisi
berbasis lingkungan
5) Standar Sarana dan Prasarana
Dalam standar sarana dan prasarana, beberapa program yang
dilakukan sesuai dengan Permendiknas Nomor 24 Tahun 2007
tentang Standar Sarana Prasarana antara lain:
Pertama, meningkatkan pengadaan, penyediaan, penggunaan
dan pengkondisian sarana prasarana untuk kelas yang nyaman
dengan penuh tanggung jawab sehingga seluruh kegiatan belajar
mengajar berjalan dengan baik dan peserta didik mampu belajar
dengan mandiri.
Kedua, meningkatkan pengkondisian dengan pemrograman
kelengkapan tempat bermain/berolahraga.
Ketiga, meningkatkan pengkondisian dan pemrograman
kenyamanan tempat bermain/berolahraga.
Keempat, tersedianya fasilitas IT (Informasi dan Tekhnologi) di
semua lingkungan sekolah.
Kelima, tersedia dan terlaksananya penggunaan sarana dan
prasarana untuk pembelajaran lingkungan hidup (green house,
hutan sekolah, taman,, dll) dan terwujudnya lingkungan sekolah
7
yang bersih, nyaman, sehat dan indah untuk mendukung proses
pembelajaran.
6) Standar Pengelolaan
Dalam standar pengelolaan, program pendidikan dalam standar
pengelolaan antara lain:
Pertama, melaksanakan sosialisasi visi, misi dan tujuan sekolah
kepada semua warga sekolah secara teratur yakni 2 (dua) kali
dalam setahun.
Kedua, meningkatkan pemahaman tentang visi, misi dan tujuan
sekolah kepada seluruh warga sekolah serta menjadikan visi, misi
dan tujuan sekolah sebagai acuan untuk peningkatan mutu
pendidikan di sekolah.
Ketiga, terlaksananya pembelajaran peserta didik secara
terstruktur dan terprogram sesuai dengan kebutuhan.
Keempat, terlaksananya implementasi kemitraan dengan
sekolah atau instansi lain yang sudah memiliki MOU untuk
menunjang kegiatan/ program adiwiyata serta terwujudnya
dokumen adiwiyata untuk menjadi sekolah adiwiyata dari tingkat
kota, propinsi, nasional dan mandiri.
7) Standar Pembiayaan
Dalam standar pembiayaan, beberapa program yang dilakukan
antara lain:
Pertama, peningkatan pengelolaan pembiayaan operasi non
personalia sesuai Permendiknas Nomor 69 Tahun 2009 tentang
Standar Pembiayaan melalui pemrograman besaran biaya operasi
non personalia dihitung berdasarkan standar biaya per sekolah
Kedua, meningkatkan pengaksesan dokumen pengelolaan
pembiayaan sekolah sehingga memiliki kemudahan dalam
mengakses dokumen pengelolaan pembiayaan sekolah.
8
Ketiga, mengimplementasikan penggunaan BOS dan BOPDA
untuk kebutuhan sekolah sesuai peraturan yang berlaku.
Keempat, terlaksananya pembuatan dan pelaporan pertanggung
jawaban BOS dan BOPDA setiap 3 bulan dengan dengan jujur,
disiplin dan bertanggung jawab.
Ketiga, pengimplentasian penggunaan BOS dan BOPDA untuk
kebutuhan sekolah khususnya kegiatan yang terkait dengan
lingkungan.
8) Standar Penilaian Pendidikan
Dalam standar penilaian pendidikan, beberapa program yang
dilakukan antara lain:
Pertama, meningkatkan penilaian secara objektif sesuai
Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007 tentang standar Penilaian
melalui penyediakan pedoman yang jelas untuk pelaksanaan
penilaian peraturan akademik dijadikan sebagai acuan pelaksanaan
penilaian.
Kedua, penetapan KKM tiap mata pelajaran sesuai kriteria
yang berlaku (intake, komplesitas dan daya dukung) dengan jujur
dan bertanggung jawab serta terintegrasi dengan lingkungan hidup.
Ketiga, pengimplementasian penilaian berkelanjutan (Penilaian
Harian, Penilaian Tengah Semester, Penilaian Akhir Semester,
Penilaian Akhir Tahun, Ujian Sekolah Berbasis Komputer, Ujian
Sekolah Berstandar Nasional dan Ujian Nasional Berbasis
Komputer) yang jujur dan disiplin dan bertanggung jawab.
Keempat, pengembangan penilaian dengan memperhatikan
karakter peserta didik (Penilaian Sikap).
Kelima, terwujudnya pelakasanaan uji coba Ujian Nasional
Berbasis Komputer (minimal 2 kali).
Keenam, adanya persiapan dalam rangka penilaian sekolah
terakreditasi.
9
b. Kondisi Ideal
Kondisi ideal sesuai Permendikbud RI nomor 20 tahun 2016
tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah
adalah :
1) Hasil yang diharapkan dalam Ujian Nasional Berbasis Komputer
tahun pelajaran 2019-2020 adalah menghasilkan nilai yang tinggi
dan lulus 100%
2) Hasil yang diharapkan dari peserta didik adalah berkarakter mulia,
memiliki keterampilan yang relevan, dan pengetahuan saling
terkait satu sama lainnya.
3) Dalam dimensi sikap memiliki perilaku yang mencermin sikap
beriman, berakhlak mulia, berilmu, percaya diri, dan bertanggung
jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial
dan alam, dimensi pengetahuan memiliki pengetahuan faktual,
konseptual, dan prosedur dalam ilmu pengetahun, teknologi, seni,
dan budaya dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradapan,dan dimensi keterampilan memiliki
kemampuan pikir dan tindak yang efektif dan kreatif dalam ranah
kongkrit dan abstrak sesuai yang dipelajari di sekolah, dimensi
lingkungan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar, rasa
memiliki, tanggung jawab serta berwawasan sekolah adiwiyata,
hijau, berseri dan bersih.
4) Sarana dan prasarana yang memadai untuk menunjang kegiatan
pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.
5) Terdapat tenaga pendidik dan kependidikan yang layak dan
profesional.
c. Potensi dan Karakteristik Satuan Pendidikan
Upaya untuk mendekatkan pendidikan dengan potensi,
perkembangan, kebutuhan, kepentingan peserta didik, dan lingkungan,
maka SMP Negeri 58 Surabaya melakukan pengembangan Kurikulum.
Penyusunan dokumen kurikulum ini berpedoman pada panduan yang
10
disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan
ketentuan lain yang menyangkut kurikulum dalam UU Sisdiknas No.
20 tahun 2003, PP No.32 tahun 2013 tentang Perubahan atas PP No. 19
tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dan Peraturan
Mendikbud Nomor 68 Tahun 2013 Tentang Kerangka Dasar dan
Struktur kurikulum Sekolah Menengah Pertama/ Madrasah
Tsanawiyah.
Kurikulum 2013 yang untuk selanjutnya disebut Kurikulum SMP
Negeri 58 Surabaya ini disusun untuk mengakomodasi potensi yang
ada di Surabaya Wilayah Utara serta untuk meningkatkan kualitas
satuan pendidikan, baik aspek akademis maupun non akademis,
memelihara budaya daerah, serta menguasai Ilmu pengetahuan dan
teknologi yang dilandasi iman dan taqwa.
2. Dasar Hukum
Satuan pendidikan dasar dan menengah mengembangkan dan
menetapkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah
sesuai kebutuhan satuan pendidikan yang bersangkutan berdasarkan pada:
a. Undang – Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional.
b. Perpres No 87 tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter
(PPK)
c. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005
tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah diubah
dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 dan Peraturan
Pemerintah Nomor 13 tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan
Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan
d. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 58 Tahun 2014 tentang
Kurikulum SMP/MTs
e. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 61 tahun 2014
tentang Kurikulum Tingkat Satuan pendidikan
11
f. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 62 Tahun 2014
tentang Kegiatan Ekstrakurikuler
g. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 63 Tahun 2014
tentang Kepramukaan
h. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015
tentang Gerakan Penumbuhan Budi Pekerti
i. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia
Nomor 20 Tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan
j. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia
Nomor 21 Tahun 2016 tentang Standar Isi
k. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia
Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan.
l. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia
Nomor 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan.
m. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia
Nomor 24 Tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Inti dan
Kompetensi Dasar Pendidikan Dasar dan Menengah.
n. Peraturan Menteri pendidikan dan kebudayaan Nomor 4 Tahun 2018
tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Satuan Pendidikan dan Penilaian
Hasil Belajar oleh Pemerintah
o. Peraturan Menteri pendidikan dan kebudayaan Nomor 15 Tahun 2018
tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas
Sekolah
p. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 35 Tahun 2018
tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan Nomor 58 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Sekolah
Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah;
q. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 37 Tahun 2018
tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan Nomor 24 Tahun 2016 Tentang Kompetensi Inti dan
Kompetensi Dasar Pelajaran Pada kurikulum 2013 Pada Pendidikan
Dasar dan Pendidikan Menengah;
12
r. Peraturan Badan Standar Nasional Pendidikan Nomor :
0047/P/BSNP/XI/2018 tanggal 28 November 2018 Tentang Prosedur
Operasi Standar Penyelenggaraan Ujian Nasional (POS UN) Tahun
Pelajaran 2018/2019;
s. Peraturan Badan Standar Nasional Pendidikan Nomor :
0048/P/BSNP/XI/2018 tanggal 29 November 2018 Tentang Prosedur
Operasi Standar Penyelenggaraan Ujian Sekolah Berstandar Nasional
(POS USBN) Tahun Pelajaran 2018/2019;
t. Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 19 Tahun 2014 tentang
Muatan lokal Bahasa Daerah
u. Perda Kota Surabaya No 16 Tahun 2012 tentang penyelenggaraan
pendidikan
v. Perwali Kota Surabaya No 47 tahun 2013 tentang Penyelenggaraan
dan Pengelolaan Pendidikan.
w. Undang – undang Republik Indonesia No. 32 Tahun 2009 Tentang
Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
x. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia No. 05
Tahun 2013 Tentang Pedoman Pelaksanaan Program Adiwiyata.
B. Visi Sekolah
Dengan menganalisa potensi yang ada di SMP Negeri 58 Surabaya baik
dari segi input peserta didik baru, kompetensi tenaga pendidik, tenaga
kependidikan, lingkungan sekolah, peran serta masyarakat, dan out come/
keberhasilan lulusan SMP Negeri 58 Surabaya serta masyarakat sekitar
sekolah yang religius, sekolah melalui komunikasi dan koordinasi yang
berkesinambungan antar warga sekolah maupun dengan stakeholder,
tersusunlah visi sekolah sebagai berikut :
”RELIGIUS, BERPRESTASI, SERTA BERBUDAYA
LINGKUNGAN”
1. Indikator Visi SMP Negeri 58 Surabaya
13
a. Terwujudnya warga sekolah yang beriman, bertaqwa, berakhlak mulia
dan berbudi luhur dengan mengembangkan sikap dan perilkau religius
baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah.
b. Terwujudnya budaya gemar membaca, rasa ingin tahu, bertoleransi,
bekerjasama, saling menghargai, displin , jujur, kerja keras, kreatif dan
inovatif.
c. Terwujudnya nilai kecerdasan, cinta ilmu dan keingin tahuan peserta
didik dalam bidang akademik maupun non akademik.
d. Terwujudnya suasana pembelajaran yang menantang, menyenangkan,
komunikatif, tanpa takut salah, dan demokratis.
e. Terwujud penanaman kepedulian sosial dan lingkungan, cinta damai,
cinta tanah air, semangat kebangsaan, dan hidup demokratis.
f. Terwujudnya lingkungan sekolah yang bersih, sehat, tertata rapi serta
terbebas dari pencemaran.
g. Terwujudnya lingkungan sekolah yang indah berseri sebagai kawasan
Adiwiyata.
C. Misi Sekolah
1. Mewujudkan warga sekolah yang beriman, bertaqwa, berakhlak mulia dan
berbudi pekerti luhur dengan mengembangkan sikap dan perilaku religius
baik di dalam sekolah maupun diluar sekolah
2. Mewujudkan budaya gemar membaca, rasa ingin tahu, bertoleransi,
bekerjasama, saling menghargai, displin , jujur, kerja keras, kreatif dan
inovatif.
3. Meningkatkan nilai kecerdasan, cinta ilmu dan keingin tahuan peserta
didik dalam bidang akademik maupun non akademik
4. Mewujudkan suasana pembelajaran yang menantang, menyenangkan,
komunikatif, tanpa takut salah, dan demokratis.
5. Mewujudkan nilai kepedulian sosial dan lingkungan, cinta damai, cinta
tanah air, semangat kebangsaan, dan hidup demokratis.
6. Mewujudkan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, tertata rapi serta
terbebas dari pencemaran
14
7. Mewujudkan lingkungan sekolah yang indah berseri sebagai kawasan
Adiwiyata
D. Tujuan Satuan Pendidikan
Mengacu pada visi dan misi sekolah, serta tujuan umum pendidikan dasar,
tujuan sekolah dalam mengembangkan pendidikan ini adalah sebagai berikut
ini:
1. Terpenuhinya perangkat pembelajaran untuk semua mata pelajaran dengan
mempertimbangkan pengembangan nilai religius dan budi pekerti luhur.
2. Terwujudnya budaya gemar membaca, kerjasama, saling menghargai,
disiplin, jujur, kerja keras, kreatif dan inovatif.
3. Terwujudnya peningkatan Prestasi dibidang Akademik dan non-Akademi.
4. Terwujudnya suasana pembelajaran yang menantang, menyenangkan,
komunikatif, tanpa takut salah, dan demokratis.
5. Terwujudnya efisiensi waktu belajar, optimalisasi penggunaan sumber
belajar dilingkungan untuk menghasilkan karya dan prestasi yang
maksimal.
6. Terwujudnya lingkungan sekolah yang memiliki kepedulian sosial dan
lingkungan, cinta damai, cinta tanah air, semangat kebangsaan, serta hidup
demokratis.
7. Terwujudnya lingkungan sekolah yang bersih, sehat, tertata rapi serta
terbebas dari pencemaran.
8. Terwujudnya lingkungan sekolah yang melaksanakan pencegahan,
pengelolaan dan perlindungan terhadap lingkungan.
9. Terwujudnya lingkungan sekolah yang indah berseri sebagai kawasan
Adiwiyata.
15
BAB II
STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM
TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN
Struktur Kurikulum merupakan pola dan susunan mata pelajaran yang
harus ditempuh oleh peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Struktur
kurikulum SMP Negeri 58 Surabaya terdiri atas sejumlah mata pelajaran, beban
belajar, dan kalender pendidikan. Mata pelajaran terdiri atas: Mata pelajaran wajib
diikuti oleh seluruh peserta didik di satu satuan pendidikan pada setiap satuan atau
jenjang pendidikan. Komponen muatan lokal dan pengembangan diri merupakan
bagian integral dari Struktur Kurikulum.
A. Struktur Kurikulum Kelas VII , VIII dan kelas IX
Struktur kurikulum terdiri atas daftar kompetensi inti (KI), daftar
pengelompokkan mata pelajaran dan cakupannya, muatan lokal dan
pengembangan diri sesuai standar isi. Dalam mendukung Kompetensi Inti,
16
capaian pembelajaran mata pelajaran diuraikan menjadi kompetensi-
kompetensi dasar. Pencapaian Kompetensi Inti adalah melalui pembelajaran
kompetensi dasar yang disampaikan melalui mata pelajaran. Rumusannya
dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik peserta didik, kemampuan
awal, serta ciri dari suatu mata pelajaran. Sebagai pendukung pencapaian
Kompetensi Inti, kompetensi dasar dikelompokkan menjadi empat sesuai
dengan rumusan Kompetensi Inti yang didukungnya, yaitu:
1. Kelompok kompetensi dasar sikap spiritual (mendukung KI-1) atau
kelompok 1
2. Kelompok kompetensi dasar sikap sosial (mendukung KI-2) atau
kelompok 2
3. Kelompok kompetensi dasar pengetahuan (mendukung KI-3) atau
kelompok 3
4. Kelompok kompetensi dasar keterampilan (mendukung KI-4).atau
kelompok Kompetensi inti dirancang seiring dengan meningkatnya
usia peserta didik pada kelas tertentu. Melalui kompetensi inti,
integrasi vertikal berbagai kompetensi dasar pada kelas yang berbeda
dapat dijaga. Rumusan kompetensi inti menggunakan notasi sebagai
berikut:
a. Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk kompetensi inti sikap spiritual;
b. Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk kompetensi inti sikap sosial;
c. Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk kompetensi inti pengetahuan; dan
d. Kompetensi Inti-4 (KI-4) untuk kompetensi inti keterampilan.
Uraian tentang Kompetensi Inti untuk jenjang Sekolah Menengah adalah
sebagai berikut :
KOMPETENSI INTI
1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi,
gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin
17
tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan
kejadian tampak mata
4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai,
merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca,
menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah
dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori
Kompetensi dasar dalam kelompok Kompetensi Inti sikap (KI-1 dan KI-2)
bukanlah untuk peserta didik karena kompetensi ini tidak diajarkan, tidak
dihafalkan, dan tidak diujikan, tetapi sebagai pegangan bagi pendidik bahwa
dalam mengajarkan mata pelajaran tersebut ada pesan-pesan sosial dan
spiritual sangat penting yang terkandung dalam materinya. Dengan kata lain,
kompetensi dasar yang berkenaan dengan sikap spiritual (mendukung KI-1)
dan individual-sosial (mendukung KI-2) dikembangkan secara tidak langsung
(indirect teaching) yaitu pada waktu peserta didik belajar tentang pengetahuan
(mendukung KI-3) dan keterampilan (mendukung KI-4).
Untuk memastikan keberlanjutan penguasaan kompetensi, proses
pembelajaran dimulai dari kompetensi pengetahuan, kemudian dilanjutkan
menjadi kompetensi keterampilan, dan berakhir pada pembentukan sikap.
Dengan demikian, proses penyusunan maupun pemahamannya (dan
bagaimana membacanya) dimulai dari Kompetensi Dasar kelompok 3. Hasil
rumusan Kompetensi Dasar kelompok 3 dipergunakan untuk merumuskan
Kompetensi Dasar kelompok 4. Hasil rumusan Kompetensi Dasar kelompok 3
dan 4 dipergunakan untuk merumuskan Kompetensi Dasar kelompok 1 dan 2.
Proses berkesinambungan ini adalah untuk memastikan bahwa pengetahuan
berlanjut ke keterampilan dan bermuara ke sikap sehingga ada keterkaitan erat
yang mendekati linier antara kompetensi dasar pengetahuan, keterampilan,
dan sikap.
Berdasarkan kompetensi inti disusun mata pelajaran dan alokasi waktu
yang sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan. Susunan mata pelajaran
dan alokasi waktu untuk Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah
sebagaimana tabel berikut.
18
Struktur kurikulum SMP Negeri 58 Surabaya sebagai berikut adalah
sebagai berikut:
MATA PELAJARAN VII, VIII dan IX
Kelompok A
1. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 3
2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 3
3. Bahasa Indonesia 6
4. Matematika 5
5. Ilmu Pengetahuan Alam 5
6. Ilmu Pengetahuan Sosial 4
7. Bahasa Inggris 4
Kelompok B
1. Seni Budaya 3
2. Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan 3
3. Prakarya 2
4. Bahasa Jawa 2
JUMLAH 40
Kegiatan Pengembangan Diri : 2*
2. Pramuka
3. Bimbingan Konseling
4. Pencak Silat
5. Futsal
6. Paskibra
7. Tari
8. Basket
9. Baca Tulis Al Quran
19
Kegiatan Pembiasaan :
1. Tadarus Al Qu,an
2. Literasi
3. Jumat Bersih, Sehat, dan Religi**
Keterangan:
Mata pelajaran Kelompok A adalah kelompok mata pelajaran yang
kontennya dikembangkan oleh pusat. Mata pelajaran Kelompok B
yang terdiri atas mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya serta
Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan adalah kelompok mata
pelajaran yang kontennya dikembangkan oleh pusat dan dilengkapi
dengan konten lokal yang dikembangkan oleh pemerintah daerah.
Mata pelajaran Seni Budaya dapat memuat Bahasa Daerah. Seni
Budaya terdiri atas empat aspek, yakni seni rupa, seni musik, seni tari,
dan seni teater. Aspek yang diajarkan adalah seni rupa, music, dan tari
disesuaikan dengan kemampuan guru dan fasilitas yang tersedia di
SMP Negeri 58 Surabaya.
Prakarya terdiri atas 4 (empat) aspek, yakni kerajinan, rekayasa,
budidaya, dan pengolahan. SMP Negeri 58 Surabaya
menyelenggarakan pembelajaran prakarya pada 2 (dua) aspek yaitu
kerajinan, dan pengolahan disesuaikan dengan kemampuan dan potensi
yang dimiliki oleh sekolah.
Bahasa Daerah sebagai muatan lokal diajarkan secara terintegrasi
dengan mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya dan diajarkan secara
terpisah sesuai dengan peraturan daerah yang berlaku yaitu sebanyak 2
jam pelajaran per minggu.
Selain kegiatan intrakurikuler seperti yang tercantum di dalam struktur
kurikulum di atas, terdapat pula kegiatan ekstrakurikuler antara lain
Pramuka (Wajib), Usaha Kesehatan Sekolah, dan Pendidikan
Lingkungan Hidup. Kegiatan pendidikan lingkungan hidup
diintegrasikan dalam tiap mata pelajaran yang dimunculkan dalam
20
indikator, materi, serta penilaian ditambah dengan penerapan berupa
kegiatan Jumat sehat, Jumat bersih, Jumat Gizi, dan Jumat Lingkungan
pada setiap minggu.
Kegiatan ekstrakurikuler (Pengembangan Diri) seperti Pramuka (wajib),
Unit Kesehatan Sekolah, Pencak silat, Paskibra, basket, Futsal, Tari
Tradisional dan Baca Tulis Al Quran serta Pendidikan Lingkungan
Hidup adalah dalam rangka mendukung pembentukan kompetensi
sikap sosial peserta didik, terutamanya adalah sikap peduli.
Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus
diasuh oleh guru. Pengembangan diri bertujuan memberikan
kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan diri sesuai
dengan kebutuhan, bakat dan minat setiap peserta didik sesuai dengan
kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan
dibimbing oleh konselor, guru atau tenaga kependidikan yang dapat
dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan Bimbingan
Konseling berkenaan dengan masalah pribadi dan kehidupan sosial,
pilihan belajar, dan pengembangan karir peserta didik, pembiasaan dan
kurikuler. Kegiatan Bimbingan Konseling diberikan di luar jam
pelajaran per minggu.
Jumlah alokasi waktu jam pembelajaran setiap kelas dalam 1 (satu)
minggu adalah 40 jam pelajaran
2*) Ekivalen 2 jam pelajaran
1. Alokasi Waktu Pembelajaran
Tabel Alokasi Waktu Pembelajaran di SMP Negeri 58 surabaya
JAM PELAJARAN
HARI PUKUL
KELAS VII, VIII dan IX
SENIN 06.30 - 07.10 Pembiasaan
07.10 – 07.50 Upacara Bendera
07.50 - 08.30 II
08.30 - 09.10 III
09.10 - 09.40 istirahat
21
09.40 - 10.20 IV
10.20 - 11.00 V
11.00 - 11.40 VI
11.40 - 12.20 ishoma
12.20 - 13.00 VII
13.00 - 13.40 VIII
13.40 - 14.20 IX
06.30 - 07.10 Pembiasaan
07.10 – 07.50 I
07.50 - 08.30 II
08.30 - 09.10 III
09.10 - 09.40 istirahat
SELASA
09.40 - 10.20 IV
S/D
10.20 - 11.00 V
KAMIS
11.00 - 11.40 VI
11.40 - 12.20 ishoma
12.20 - 13.00 VII
13.00 - 13.40 VIII
13.40 - 14.20 IX
06.30 - 07.10 Pembiasaan
07.10 - 07.50 I
07.50 - 08.30 II
JUM’AT
08.30 - 09.10 III
09.10 - 09.40 Istirahat
09.40 - 10.20 IV
10.20 – 11.00 V
B. Muatan Kurikulum
Muatan kurikulum di SMP yang berbasis pada konsep-konsep terpadu dari
berbagai disiplin ilmu untuk tujuan pendidikan adalah Mata Pelajaran Ilmu
Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Pada hakikatnya
22
IPA dan IPS dikembangkan sebagai mata pelajaran dalam bentuk integrated
sciences dan integrated social studies. Muatan IPA berasal dari disiplin
biologi, fisika, dan kimia, sedangkan muatan IPS berasal dari sejarah,
ekonomi, geografi, dan sosiologi. Kedua mata pelajaran tersebut merupakan
program pendidikan yang berorientasi aplikatif, pengembangan kemampuan
berpikir, kemampuan belajar, rasa ingin tahu, dan pengembangan sikap peduli
dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sosial dan alam serta berintegrasi
dengan Lingkungan Hidup.
Tujuan pendidikan IPS menekankan pada pemahaman tentang bangsa,
semangat kebangsaan, patriotisme, dan aktivitas masyarakat di bidang
ekonomi dalam ruang atau wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Tujuan pendidikan IPA menekankan pada pemahaman tentang lingkungan dan
alam sekitar beserta kekayaan yang dimilikinya yang perlu dilestarikan dan
dijaga dalam perspektif biologi, fisika, dan kimia. Integrasi berbagai konsep
dalam Mata Pelajaran IPA dan IPS menggunakan pendekatan trans-
disciplinarity di mana batas-batas disiplin ilmu tidak lagi tampak secara tegas
dan jelas, karena konsep-konsep disiplin ilmu berbaur dan/atau terkait dengan
permasalahan-permasalahan yang dijumpai di sekitarnya. Kondisi tersebut
memudahkan pembelajaran IPA dan IPS menjadi pembelajaran yang
kontekstual.
Pembelajaran IPA diintegrasikan melalui konten biologi, fisika, dan kimia.
Pengintegrasian dapat dilakukan dengan cara connected, yakni pembelajaran
dilakukan pada konten bidang tertentu (misalnya fisika), kemudian konten
bidang lain yang relevan ikut dibahas. Misalnya saat mempelajari suhu
(konten fisika), pembahasannya dikaitkan dengan upaya makhluk hidup
berdarah panas mempertahankan suhu tubuh (konten biologi), serta senyawa
yang digunakan di dalam sistem AC (konten kimia).
Pembelajaran IPS diintegrasikan melalui konsep ruang, koneksi antar
ruang, dan waktu. Ruang adalah tempat di mana manusia beraktivitas, koneksi
antar ruang menggambarkan mobilitas manusia antara satu tempat ke tempat
lain, dan waktu menggambarkan masa di mana kehidupan manusia itu terjadi.
23
2. Kompetensi Dasar
Kompetensi Dasar dirumuskan untuk mencapai Kompetensi Inti.
Rumusan Kompetensi Dasar dikembangkan dengan memperhatikan
karakteristik dan kemampuan peserta didik, dan kekhasan masing- masing
mata pelajaran. Kompetensi Dasar meliputi empat kelompok sesuai
dengan pengelompokan Kompetensi Inti sebagai berikut:
a. kelompok 1 : kelompok Kompetensi Dasar sikap spiritual dalam
rangka menjabarkan KI-1;
b. kelompok 2 : kelompok Kompetensi Dasar sikap sosial dalam rangka
menjabarkan KI-2;
c. kelompok 3 : kelompok Kompetensi Dasar pengetahuan dalam rangka
menjabarkan KI-3; dan
d. kelompok 4 : kelompok Kompetensi Dasar keterampilan dalam rangka
menjabarkan KI-4.
Pengelompokkan Kompetensi Dasar seperti tersebut di atas adalah
sebagai berikut :
Kompetensi Dasar Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
KELAS VII
Kompetensi Sikap Spiritual, Kompetensi Sikap Sosial,
Kompetensi Pengetahuan, dan Kompetensi Keterampilan secara
keseluruhan dirumuskan sebagai berikut, yaitu siswa mampu:
KOMPETENSI INTI 1 KOMPETENSI INTI 2 (SIKAP
(SIKAP SPIRITUAL) SOSIAL)
1. menghargai dan 2. menunjukkan perilaku
menghayati ajaran jujur, disiplin, tanggung
agama yang dianutnya jawab, peduli (toleran,
gotong royong), santun,
percaya diri dalam
berinteraksi secara efektif
24
dengan lingkungan sosial
dan alam dalam jangkauan
pergaulan dan
keberadaannya
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
1.1. terbiasa membaca al- 2.1. menunjukkan perilaku
Qur’an dengan meyakini semangat menuntut ilmu
bahwa Allah Swt. akan sebagai implementasi Q.S. al-
meninggikan derajat Mujadilah/58: 11, Q.S. ar-
orang yang beriman dan Rahman /55: 33 dan Hadis
berilmu terkait
1.2. terbiasa membaca al- 2.2. menunjukkan perilaku ikhlas,
Qur’an dengan meyakini sabar, dan pemaaf sebagai
bahwa Allah Swt. implementasi pemahaman
mencintai orang-orang Q.S. an- Nisa/4: 146, Q.S. al-
yang ikhlas, sabar, dan Baqarah/2: 153, dan Q.S. Ali
pemaaf Imran/3: 134, dan Hadis
terkait
1.3. meyakini bahwa Allah 2.3. menunjukkan perilaku
Swt. Maha Mengetahui, percaya diri, tekun, teliti, dan
Maha Waspada, Maha kerja keras sebagai
Mendengar, dan Maha implementasi makna al-
Melihat ’Alim, al- Khabir, as-Sami’,
dan al- Bashir
1.4. beriman kepada 2.4. menunjukkan perilaku
malaikat-malaikat Allah disiplin sebagai
Swt. cerminan makna iman
kepada malaikat
1.5. meyakini bahwa 2.5. menunjukkan perilaku
jujur, amanah, dan jujur, amanah, dan
istiqamah adalah istiqamah dalam
perintah agama kehidupan sehari-hari
25
1.6. menyakini bahwa 2.6. menunjukkan perilaku
hormat dan patuh hormat dan patuh kepada
kepada orang tua dan orang tua dan guru, dan
guru, dan berempati berempati terhadap sesama
terhadap sesama adalah dalam kehidupan sehari-hari
perintah agama
1.7. menghayati ajaran 2.7. menunjukkan perilaku
bersuci dari hadas hidup bersih sebagai
kecil dan hadas besar wujud ketentuan bersuci
berdasarkan syariat dari hadas besar
Islam berdasarkan ketentuan
syari’at Islam
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
1.8. menunaikan salat wajib 2.8. menunjukkan perilaku
berjamaah sebagai demokratis sebagai
implementasi implementasi pelaksanaan
pemahaman rukun Islam salat berjemaah
1.9. menunaikan salat Jumat 2.9. menunjukkan perilaku
sebagai implementasi peduli terhadap sesama dan
pemahaman ketaatan lingkungan sebagai
beribadah implementasi pelaksanaan
salat Jumat
1.10. menunaikan salat jamak 2.10. menunjukkan perilaku
qasar ketika bepergian disiplin sebagai
jauh (musafir) sebagai implementasi pelaksanaan
implementasi salat jamak qasar
pemahaman ketaatan
beribadah
1.11. menghayati perjuangan 2.11. meneladani perjuangan Nabi
Nabi Muhammad saw. Muhammad saw. periode
periode Makkah dalam Makkah
menegakkan risalah
26
Allah Swt.
1.12. menghayati perjuangan 2.12. meneladani perjuangan Nabi
Nabi Muhammad saw. Muhammad saw. periode
periode Madinah dalam Madinah
menegakkan risalah
Allah Swt.
1.13. menghayati perjuangan 2.13. meneladani perilaku terpuji
dan kepribadian al- al- Khulafa al-Rasyidun
Khulafa al-Rasyidun
sebagai penerus
perjuangan Nabi
Muhammad saw. dalam
menegakkan risalah
Allah Swt.
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. memahami 4. mencoba, mengolah, dan
pengetahuan (faktual, menyaji dalam ranah konkret
konseptual, dan (menggunakan, mengurai,
prosedural) merangkai, memodifikasi,
berdasarkan rasa ingin dan membuat) dan ranah
tahunya tentang ilmu abstrak (menulis, membaca,
pengetahuan, menghitung, menggambar,
teknologi, seni, budaya dan mengarang) sesuai
terkait fenomena dan dengan yang dipelajari di
kejadian tampak mata sekolah dan sumber lain yang
sama dalam sudut
pandang/teori
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.1. memahami makna Q.S. 4.1.1. membaca Q.S. al-Mujadilah
al- Mujadilah /58: 11, /58: 11 dan Q.S. ar-Rahman
Q.S. ar-Rahman /55: 33 dengan tartil
27
/55: 33 dan Hadis terkait 4.1.2. menunjukkan hafalan Q.S.
tentang menuntut ilmu al- Mujadilah /58: 11, Q.S.
ar-Rahman
/55: 33 dan Hadis terkait
dengan lancar
4.1.3. menyajikan keterkaitan
semangat menuntut ilmu
dengan pesan Q.S. al-
Mujadilah /58: 1 dan Q.S. ar-
Rahman /55: 33
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.2. memahami makna Q.S. 4.2.1. membaca Q.S. an-Nisa/4:
an-Nisa/4: 146, Q.S. al- 146, Q.S. al-Baqarah/2: 153,
Baqarah/2: 153, dan dan Q.S. Ali Imran/3: 134
Q.S. Ali Imran/3: 134 dengan tartil
serta Hadis terkait 4.2.2. menunjukkan hafalan Q.S.
tentang ikhlas, sabar, an- Nisa/4: 146, Q.S. al-
dan pemaaf Baqarah/2: 153, dan Q.S.
Ali Imrān/3: 134 serta
Hadis terkait dengan lancar
4.2.3. menyajikan keterkaitan
ikhlas, sabar, dan pemaaf
dengan pesan
Q.S. an-Nisa/4: 146,
Q.S. al- Baqarah/2:
153, dan Q.S. Ali
Imran/3: 134
3.3. memahami makna al- 4.3. menyajikan contoh perilaku
Asma‘u al- Husna: yang mencerminkan orang
al-’Alim, al-Khabir, as- yang meneladani al-Asma’u
Sami’, dan al-Bashir al-Husna: al- ’Alim, al-
Khabir, as- Sami’, dan al-
28
Bashir
3.4. memahami makna 4.4. menyajikan contoh
iman kepada malaikat perilaku yang
berdasarkan dalil mencerminkan iman
naqli kepada malaikat Allah
Swt.
3.5. memahami makna 4.5. menyajikan makna perilaku
perilaku jujur, amanah, jujur, amanah, dan
dan istiqamah istiqamah
3.6. memahami makna 4.6. menyajikan makna hormat
hormat dan patuh dan patuh kepada orang tua
kepada kedua orang tua dan guru, dan empati
dan guru, dan empati terhadap sesama
terhadap sesama
3.7. memahami ketentuan 4.7. menyajikan cara bersuci dari
bersuci dari hadas besar hadas besar
berdasarkan ketentuan
syari’at Islam
3.8. memahami 4.8. mempraktikkan salat
ketentuan salat berjamaah
berjemaah
3.9. memahami ketentuan salat 4.9. mempraktikkan salat Jumat
Jumat
3.10. memahami ketentuan salat 4.10. mempraktikkan salat jamak
jamak qasar dan qasar
3.11. memahami sejarah 4.11. menyajikan strategi
perjuangan Nabi perjuangan yang dilakukan
Muhammad saw. Nabi Muhammad saw.
periode Makkah periode Makkah
3.12. memahami sejarah 4.12. menyajikan strategi
perjuangan Nabi perjuangan yang dilakukan
Muhammad saw. Nabi Muhammad saw.
29
periode Madinah periode Madinah
3.13. memahami sejarah 4.13. menyajikan strategi
perjuangan dan perjuangan dan kepribadian al-
kepribadian al-Khulafa al- Khulafa al-Rasyidun
Rasyidun
KELAS VIII
Kompetensi Sikap Spiritual, Kompetensi Sikap Sosial,
Kompetensi Pengetahuan, dan Kompetensi Keterampilan secara
keseluruhan dirumuskan sebagai berikut, yaitu siswa mampu:
KOMPETENSI INTI 1 (SIKAP KOMPETENSI INTI 2 (SIKAP
SPIRITUAL) SOSIAL)
1. menghargai dan menghayati 2. menunjukkan perilaku jujur,
ajaran agama yang dianutnya disiplin, tanggung jawab,
peduli (toleran, gotong
royong), santun, percaya diri
dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan
sosial dan alam dalam
jangkauan pergaulan dan
keberadaannya
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
1.1. terbiasa membaca al-Qur’an 2.1. menunjukkan perilaku rendah
dengan meyakini bahwa hati, hemat, dan hidup
rendah hati, hemat, dan hidup sederhana sebagai
sederhana adalah perintah implementasi pemahaman
agama Q.S. al-Furqan/25: 63, Q.S.
al- Isra’/17: 26-27 dan Hadis
terkait
1.2. terbiasa membaca al-Qur’an 2.2. terbiasa mengonsumsi
dengan meyakini bahwa Allah makanan dan minuman yang
memerintahkan untuk halal dan bergizi dalam
30
mengonsumsi makanan dan kehidupan sehari- hari
minuman yang halal dan sebagai implementasi
bergizi pemahaman Q.S. an-
Nahl/16: 114 dan Hadis
terkait
1.3. beriman kepada kitab-kitab 2.3. menunjukkan perilaku
suci yang diturunkan Allah toleran sebagai
Swt. implementasi beriman
kepada kitab-kitab Allah
Swt.
1.4. beriman kepada Rasul Allah 2.4. menunjukkan perilaku
Swt. amanah sebagai implementasi
iman kepada Rasul Allah
Swt.
1.5. meyakini bahwa minuman 2.5. menunjukkan perilaku
keras, judi, dan menghindari minuman keras,
pertengkaran adalah judi, dan pertengkaran dalam
dilarang oleh Allah Swt. kehidupan sehari-hari
1.6. meyakini bahwa perilaku 2.6. menunjukkan perilaku jujur
jujur dan adil adalah ajaran dan adil dalam kehidupan
pokok agama sehari-hari
1.7. menghayati ajaran berbuat 2.7. menunjukkan perilaku
baik, hormat, dan patuh berbuat baik, hormat, dan
kepada orang tua dan guru patuh kepada orang tua dan
adalah perintah agama guru dalam kehidupan
sehari-hari
1.8. meyakini bahwa beramal 2.8. memiliki sikap gemar beramal
saleh dan berbaik sangka saleh dan berbaik sangka
adalah ajaran pokok agama kepada sesama
1.9. melaksanakan salat sunah 2.9. menunjukkan perilaku peduli
berjamaah dan munfarid dan gotong royong sebagai
sebagai perintah agama implementasi pemahaman
31
salat sunah berjamaah dan
munfarid
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
1.10. melaksanakan sujud syukur, 2.10. menunjukkan perilaku tertib
sujud tilawah, dan sujud sebagai implementasi dari
sahwi sebagai perintah agama sujud syukur, sujud tilawah,
dan sujud sahwi
1.11. menjalankan puasa wajib 2.11. menunjukkan perilaku
dan sunah sebagai empati sebagai implementasi
perintah agama puasa wajib dan sunah
1.12. meyakini ketentuan makanan 2.12. menunjukkan perilaku hidup
dan minuman yang halal dan sehat dengan mengonsumsi
haram berdasarkan al-Qur’an makanan dan minuman halal
dan Hadis
1.13. meyakini bahwa pertumbuhan 2.13. menunjukkan perilaku
ilmu pengetahuan pada masa tekun sebagai implementasi
Bani Umayah sebagai bukti dalam meneladani ilmuwan
nyata agama Islam pada masa Bani Umayyah
dilaksanakan dengan benar
1.14. meyakini bahwa pertumbuhan 2.14. menunjukkan perilaku gemar
ilmu pengetahuan pada masa membaca sebagai
Abbasiyah sebagai bukti nyata implementasi dalam
agama Islam dilaksanakan meneladani ilmuwan pada
dengan benar masa Abbasiyah
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. memahami dan menerapkan 4. mengolah, menyaji, dan
pengetahuan (faktual, menalar dalam ranah konkret
konseptual, dan prosedural) (menggunakan, mengurai,
berdasarkan rasa ingin merangkai, memodifikasi, dan
tahunya tentang ilmu membuat) dan ranah abstrak
pengetahuan, teknologi, seni, (menulis, membaca,
32
budaya terkait fenomena dan menghitung, menggambar, dan
kejadian tampak mata mengarang) sesuai dengan
yang dipelajari di sekolah dan
sumber lain yang sama dalam
sudut pandang/teori
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.1. memahami Q.S. al-Furqan/25: 4.1.1. membaca Q.S. al-Furqan/25:
63, 63,
Q.S. al-Isra’/17: 26-27 dan Q.S. al-Isra’/17: 26-27 dengan
Hadis terkait tentang rendah tartil
hati, hemat, dan hidup 4.1.2. menunjukkan hafalan Q.S.
sederhana al- Furqan/25: 63, Q.S. Al-
Isra’/17: 26-27 serta Hadis
terkait dengan lancar
4.1.3. menyajikan keterkaitan
rendah hati, hemat, dan hidup
sederhana dengan pesan Q.S.
al-Furqan/25: 63, Q.S. al-
Isra’/17: 26-27
3.2. memahami Q.S. an- 4.2.1. membaca Q.S. an-
Nahl/16: 114 dan Hadis Nahl/16: 114 terkait
terkait tentang dengan tartil
mengonsumsi makanan dan 4.2.2. menunjukkan hafalan Q.S.
minuman yang halal dan an- Nahl/16: 114 serta
bergizi dalam kehidupan Hadis terkait dengan lancar
sehari-hari
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
4.2.3. menyajikan keterkaitan
mengonsumsi makanan dan
minuman yang halal dan
bergizi dalam kehidupan
sehari-hari dengan pesan Q.S.
33
an-Nahl/16: 114
3.3. memahami makna beriman 4.3. menyajikan dalil naqli
kepada Kitab-kitab Allah Swt. tentang beriman kepada
Kitab-kitab Allah Swt.
3.4. memahami makna beriman 4.4. menyajikan dalil naqli tentang
kepada Rasul Allah Swt. iman kepada Rasul Allah Swt.
3.5. memahami bahaya 4.5. menyajikan dampak
mengonsumsi minuman bahaya mengomsumsi
keras, judi, dan minuman keras, judi, dan
pertengkaran pertengkaran
3.6. memahami cara 4.6. menyajikan cara
menerapkan perilaku menerapkan perilaku
jujur dan adil jujur dan adil
3.7. memahami cara berbuat 4.7. menyajikan cara berbuat
baik, hormat, dan patuh baik, hormat, dan patuh
kepada orang tua dan guru kepada orang tua dan guru
3.8. memahami makna perilaku 4.8. menyajikan contoh perilaku
gemar beramal saleh dan gemar beramal saleh dan
berbaik sangka kepada berbaik sangka kepada
sesama sesama
3.9. memahami tata cara salat 4.9. mempraktikkan salat
sunah berjemaah dan sunah berjamaah dan
munfarid munfarid
3.10. memahami tata cara sujud 4.10. mempraktikkan sujud
syukur, sujud sahwi, dan syukur, sujud sahwi, dan
sujud tilawah sujud tilawah
3.11. memahami tata cara puasa 4.11. menyajikan hikmah
wajib dan sunah pelaksanaan puasa wajib
dan puasa sunah
3.12. memahami ketentuan 4.12. menyajikan hikmah
makanan dan minuman yang mengonsumsi makanan yang
halal dan haram berdasarkan halal dan bergizi sesuai
34
al-Qur’an dan Hadis ketentuan dengan al-Qur’an
dan Hadis
3.13. memahami sejarah 4.13. menyajikan rangkaian
pertumbuhan ilmu sejarah pertumbuhan ilmu
pengetahuan masa Bani pengetahuan pada masa
Umayah Bani Umayah
3.14. memahami sejarah 4.14. menyajikan rangkaian
pertumbuhan ilmu sejarah pertumbuhan ilmu
pengetahuan masa Abbasiyah pengetahuan pada masa
Abbasiyah
KELAS: IX
Kompetensi Sikap Spiritual, Kompetensi Sikap Sosial,
Kompetensi Pengetahuan, dan Kompetensi Keterampilan secara
keseluruhan dirumuskan sebagai berikut, yaitu siswa mampu:
KOMPETENSI INTI 1 (SIKAP KOMPETENSI INTI 2 (SIKAP
SPIRITUAL) SOSIAL)
1. menghargai dan menghayati 2. menunjukkan perilaku jujur,
ajaran agama yang dianutnya disiplin, tanggung jawab,
peduli (toleran, gotong
royong), santun, percaya diri
dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan
sosial dan alam dalam
jangkauan pergaulan dan
keberadaannya
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
1.1. terbiasa membaca al-Qur’an 2.1. menunjukkan perilaku
dengan meyakini bahwa optimis, ikhtiar, dan tawakal
optimis, ikhtiar, dan tawakal sebagai implementasi
adalah perintah agama pemahaman Q.S. az-
Zumar/39: 53, Q.S. an-
35
Najm/53: 39-42, Q.S. Ali
Imran/3: 159 dan Hadis
terkait
1.2. terbiasa membaca al-Qur’an 2.2. menunjukkan perilaku toleran
dengan meyakini bahwa dan menghargai perbedaan
toleransi dan menghargai dalam pergaulan di sekolah
perbedaan adalah perintah dan masyarakat sebagai
agama implementasi pemahaman
Q.S. al-Hujurat/49: 13 dan
Hadis terkait
1.3. beriman kepada hari akhir 2.3. menunjukkan perilaku mawas
diri sebagai implementasi
pemahaman iman kepada hari
akhir
1.4. beriman kepada qadha dan 2.4. menunjukkan perilaku
qadar tawakal kepada Allah Swt
sebagai implementasi
pemahaman iman kepada
qadha dan qadar
1.5. meyakini bahwa jujur dan 2.5. menunjukkan perilaku jujur
menepati janji adalah ajaran dan menepati janji dalam
pokok agama kehidupan sehari-hari
1.6. meyakini bahwa berbakti dan 2.6. menunjukkan perilaku hormat
taat kepada orang tua dan dan taat kepada orang tua dan
guru adalah perintah agama guru dalam kehidupan sehari-
hari
1.7. meyakini bahwa berbakti dan 2.7. menunjukkan perilaku tata
taat tata krama, sopan santun, krama, sopan santun, dan rasa
dan rasa malu adalah ajaran malu
pokok agama
1.8. melaksanakan zakat sesuai 2.8. menunjukkan perilaku taat
dengan ketentuan syari’at dan peduli sebagai hikmah
36
Islam dari ketentuan zakat
1.9. meyakini bahwa ibadah haji 2.9. menunjukkan perilaku
dan umrah adalah perintah menjaga solidaritas umat
Allah Swt. Islam dalam kehidupan
sehari-hari
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
1.10. menjalankan ketentuan syariat 2.10. menunjukkan perilaku peduli
Islam dalam penyembelihan terhadap lingkungan sebagai
hewan implementasi pemahaman
ajaran penyembelihan hewan
1.11. melaksanakan qurban dan 2.11. menunjukkan perilaku empati
aqiqah dan gemar menolong kaum
du’afa sebagai implementasi
pemahaman makna ibadah
qurban dan aqiqah
1.12. meyakini bahwa 2.12. menunjukkan perilaku cinta
berkembangnya Islam di tanah air sebagai implementasi
Nusantara sebagai bukti mempelajari sejarah
Islam rahmatan lil- perkembangan Islam di
al-‘alamin Nusantara
1.13. meyakini bahwa tradisi Islam 2.13. menunjukkan perilaku peduli
Nusantara sebagai bukti ajaran lingkungan sebagai
Islam dapat mengakomodir implementasi mempelajari
nilai- nilai sosial budaya sejarah tradisi Islam
masyarakat Nusantara
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. memahami dan menerapkan 4. mengolah, menyaji, dan
pengetahuan (faktual, menalar dalam ranah konkret
konseptual, dan prosedural) (menggunakan, mengurai,
berdasarkan rasa ingin merangkai, memodifikasi, dan
tahunya tentang ilmu membuat) dan ranah abstrak
37
pengetahuan, teknologi, seni, (menulis, membaca,
budaya terkait fenomena dan menghitung, menggambar, dan
kejadian tampak mata mengarang) sesuai dengan
yang dipelajari di sekolah dan
sumber lain yang sama dalam
sudut pandang/teori
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.1. memahami Q.S. az-Zumar/39: 4.1.1. membaca Q.S. az-Zumar/39:
53, 53,
Q.S. an-Najm/53: 39-42, Q.S. an-Najm/53: 39-42, dan
Q.S. Ali Imrān/3: 159 Q.S. Ali Imran/3: 159 dengan
tentang optimis, ikhtiar, dan tartil
tawakal serta Hadis terkait 4.1.2. menunjukkan hafalan Q.S. az-
Zumar/39: 53, Q.S. an-Najm/53:
39- 42, Q.S. Ali Imran/3: 159
serta Hadis terkait dengan
lancar
4.1.3. menyajikan keterkaitan
optimis, ikhtiar, dan tawakal
dengan pesan
Q.S. az-Zumar/39: 53,
Q.S. an- Najm/53: 39-42,
dan Q.S. Ali Imran/3: 159
3.2. memahami Q.S. al- 4.2.1. membaca Q.S. al-
Hujurat/49: 13 tentang Hujurat/49: 13 dengan
toleransi dan menghargai tartil
perbedaan dan Hadis terkait 4.2.2. menunjukkan hafalan Q.S. al-
Hujurat/ 49: 13 serta Hadis
terkait dengan lancar
4.2.3. menyajikan keterkaitan
toleransi dan menghargai
perbedaan dengan pesan Q.S.
38
al-Hujurat/ 49: 13
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.3. memahami makna iman 4.3. menyajikan dalil naqli yang
kepada Hari Akhir menjelaskan gambaran
berdasarkan pengamatan kejadian hari akhir
terhadap dirinya, alam sekitar,
dan makhluk ciptaanNya
3.4. memahami makna iman 4.4. menyajikan dalil naqli
kepada Qadha dan Qadar tentang adanya Qadha
berdasarkan pengamatan dan Qadar
terhadap dirinya, alam sekitar
dan makhluk ciptaan-Nya
3.5. memahami penerapan jujur 4.5. menyajikan penerapan
dan menepati janji dalam perilaku jujur dan
kehidupan sehari-hari menepati janji dalam
kehidupan sehari-hari
3.6. memahami cara berbakti dan 4.6. menyajikan cara berbakti dan
taat kepada orang tua dan taat kepada orang tua dan
guru guru
3.7. memahami makna tata 4.7. menyajikan contoh perilaku
krama, sopan santun, dan tata krama, sopan-santun,
rasa malu dan rasa malu
3.8. memahami ketentuan zakat 4.8. mempraktikkan ketentuan zakat
3.9. memahami ketentuan ibadah 4.9. mempraktikkan manasik haji
haji dan umrah
3.10. memahami ketentuan 4.10. memperagakan tata cara
penyembelihan hewan dalam penyembelihan hewan
Islam
3.11. memahami ketentuan qurban 4.11. menjalankan pelaksanaan
dan ibadah qurban dan aqiqah di
aqiqah lingkungan sekitar rumah
3.12. memahami sejarah 4.12. menyajikan rangkaian sejarah
39
perkembangan Islam di perkembangan Islam di
Nusantara Nusantara
3.13. memahami sejarah tradisi Islam 4.13. menyajikan sejarah dan
Nusantara perkembangan tradisi Islam
Nusantara
Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar
Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
KELAS: VII
Kompetensi Sikap Spiritual, Kompetensi Sikap Sosial,
Kompetensi Pengetahuan, dan Kompetensi Keterampilan secara
keseluruhan dirumuskan sebagai berikut, yaitu siswa mampu:
KOMPETENSI INTI 1 (SIKAP KOMPETENSI INTI 2 (SIKAP
SPIRITUAL) SOSIAL)
1. menghargai dan menghayati 2. menunjukkan perilaku jujur,
ajaran agama yang dianutnya disiplin, tanggung jawab,
peduli (toleran, gotong
royong), santun, percaya diri
dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan
sosial dan alam dalam
jangkauan pergaulan dan
keberadaannya
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
1.1 menerima bahwa hanya Allah 2.1 bersedia mengampuni orang lain
yang dapat mengampuni dan
menyelamatkan manusia di
dalam Yesus Kristus
1.2 mengakui bahwa pemeliharaan 2.2 turut bertanggung
Allah dan keselamatan berlaku jawab memelihara
bagi seluruh ciptaan termasuk alam
alam
40
1.3 menghayati nilai-nilai 2.3 berperilaku yang sesuai
kristiani mengacu pada dengan nilai-nilai kristiani
Alkitab mengacu pada Alkitab
1.4 menghayati sikap rendah hati, 2.4 bersikap rendah hati, peduli
peduli dan solidaritas terhadap dan solidaritas terhadap
sesama mengacu pada Alkitab sesama mengacu pada
Alkitab
1.5 menerima disiplin sebagai 2.5 menunjukkan sikap disiplin
wujud ketaatan pada Firman sebagai wujud ketaatan pada
Allah firman Tuhan
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. memahami pengetahuan 4. mencoba, mengolah, dan
(faktual, konseptual, dan menyaji dalam ranah konkret
prosedural) berdasarkan rasa (menggunakan, mengurai,
ingin tahunya tentang ilmu merangkai, memodifikasi, dan
pengetahuan, teknologi, seni, membuat) dan ranah abstrak
budaya terkait fenomena dan (menulis, membaca,
kejadian tampak mata menghitung, menggambar, dan
mengarang) sesuai dengan
yang dipelajari di sekolah dan
sumber lain yang sama dalam
sudut pandang/teori
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.1 memahami bahwa Allah 4.1 membuat karya yang
mengampuni dan menunjukkan kesanggupan
menyelamatkan manusia di mengampuni diri sendiri dan
dalam Yesus Kristus sesama
3.2 mencari fakta yang berkaitan 4.2 melakukan berbagai aktivitas
dengan pemeliharaan Allah yang menunjukkan
terus berlangsung bagi manusia keterlibatan aktif dalam
dan alam memelihara alam dan
41
lingkungan hidup
3.3 menganalisis nilai-nilai 4.3 membuat karya yang
Kristiani yang terdapat berkaitan dengan praktik
dalam Alkitab hidup yang mencerminkan
nilai-nilai kristiani
3.4 menganalisis sikap rendah 4.4 membuat proyek yang
hati, peduli dan solidaritas berkaitan dengan sikap
terhadap sesama mengacu rendah hati, peduli, dan
pada Alkitab solidaritas
3.5 memahami manfaat disiplin 4.5 membuat program dalam
bagi remaja Kristen periode tertentu yang
menunjukkan disiplin sebagai
wujud ketaatan pada firman
Allah
KELAS: VIII
Kompetensi Sikap Spiritual, Kompetensi Sikap Sosial,
Kompetensi Pengetahuan, dan Kompetensi Keterampilan secara
keseluruhan dirumuskan sebagai berikut, yaitu siswa mampu:
KOMPETENSI INTI 1 (SIKAP KOMPETENSI INTI 2 (SIKAP
SPIRITUAL) SOSIAL)
1. menghargai dan menghayati 2. menunjukkan perilaku jujur,
ajaran agama yang dianutnya disiplin, tanggung jawab,
peduli (toleran, gotong
royong), santun, percaya diri
dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan
sosial dan alam dalam
jangkauan pergaulan dan
keberadaannya
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
1.1 mensyukuri makna hidup 2.1 menunjukkan sikap hidup
42
beriman dan berpengharapan beriman dan berpengharapan
1.2 menghayati peran Roh Kudus 2.2 mempraktikkan sikap hidup
dalam proses hidup beriman beriman yang dipimpin Roh
Kudus
1.3 mensyukuri hidup sebagai orang 2.3 menunjukkan sikap hidup
beriman sesuai dengan teladan orang beriman sesuai
Yesus dengan teladan Yesus
1.4 menghayati ibadah, doa, 2.4 bersikap setia dalam ibadah,
dan membaca Alkitab doa, dan membaca Alkitab
sebagai wujud hidup orang sebagai wujud hidup orang
beriman beriman
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. memahami dan menerapkan 4. mengolah, menyaji, dan
pengetahuan (faktual, menalar dalam ranah konkret
konseptual, dan prosedural) (menggunakan, mengurai,
berdasarkan rasa ingin tahunya merangkai, memodifikasi, dan
tentang ilmu pengetahuan, membuat) dan ranah abstrak
teknologi, seni, budaya terkait (menulis, membaca,
fenomena dan kejadian tampak menghitung, menggambar, dan
mata mengarang) sesuai dengan
yang dipelajari di sekolah dan
sumber lain yang sama dalam
sudut pandang/teori
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.1 memahami arti sikap hidup 4.1 menyajikan karya yang
beriman dan berpengharapan berkaitan dengan cara hidup
beriman dan
berpengharapan dalam
bentuk tindakan nyata
3.2 menganalisis peran Roh 4.2 menyajikan berbagai contoh
Kudus dalam hidup orang cara hidup orang beriman yang
43
beriman dipimpin Roh Kudus
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.3 memahami makna hidup 4.3 membuat karya yang
beriman sesuai dengan berkaitan dengan sikap hidup
teladan Yesus sebagai orang beriman sesuai
dengan teladan Yesus
3.4 menerapkan kesetiaan dalam 4.4 melakukan kegiatan yang
beribadah, berdoa dan berkaitan dengan kesetiaan
membaca Alkitab sebagai dalam beribadah, berdoa dan
wujud hidup orang beriman membaca Alkitab sebagai
wujud hidup orang beriman
KELAS: IX
Kompetensi Sikap Spiritual, Kompetensi Sikap Sosial,
Kompetensi Pengetahuan, dan Kompetensi Keterampilan secara
keseluruhan dirumuskan sebagai berikut, yaitu siswa mampu:
KOMPETENSI INTI 1 (SIKAP KOMPETENSI INTI 2 (SIKAP
SPIRITUAL) SOSIAL)
1. menghargai dan menghayati 2. menunjukkan perilaku jujur,
ajaran agama yang dianutnya disiplin, tanggung jawab,
peduli (toleran, gotong
royong), santun, percaya diri
dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan
sosial dan alam dalam
jangkauan pergaulan dan
keberadaannya
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
1.1 menghayati karya Allah 2.1 menunjukkan sikap
dalam pertumbuhan menghargai karya Allah
gereja dalam pertumbuhan gereja
1.2 mensyukuri karya Allah 2.2 bersikap sebagai orang yang
44
melalui perubahan-perubahan percaya pada karya Allah
baru yang dihadirkan gereja melalui
di tengah-tengah dunia perubahan-perubahan baru yang
dihadirkan gereja di tengah-
tengah dunia
1.3 mensyukuri teladan Yesus 2.3 meneladani Yesus Kristus
Kristus dalam hal berkarya dalam hal berkarya bagi
bagi manusia dan dunia sesama dan dunia
secara keseluruhan
1.4 menerima berbagai bentuk 2.4 menunjukkan tanggung jawab
pelayanan gereja di tengah terhadap berbagai bentuk
masyarakat pada masa kini pelayanan gereja di tengah
masyarakat pada masa kini
1.5 menerima perannya sebagai 2.5 menunjukkan perilaku
anggota gereja dan masyarakat bertanggung jawab terhadap
perannya sebagai anggota
gereja dan masyarakat
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. memahami dan menerapkan 4. mengolah, menyaji, dan
pengetahuan (faktual, menalar dalam ranah konkret
konseptual, dan prosedural) (menggunakan, mengurai,
berdasarkan rasa ingin tahunya merangkai, memodifikasi, dan
tentang ilmu pengetahuan, membuat) dan ranah abstrak
teknologi, seni, budaya terkait (menulis, membaca,
fenomena dan kejadian tampak menghitung, menggambar, dan
mata mengarang) sesuai dengan
yang dipelajari di sekolah dan
sumber lain yang sama dalam
sudut pandang/teori
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.1 memahami karya Allah 4.1 menelaah karya Allah
45
dalam pertumbuhan dalam pertumbuhan
gereja gereja
3.2 menganalisis karya Allah 4.2 membuat refleksi mengenai
melalui perubahan-perubahan karya Allah melalui
baru yang dihadirkan gereja perubahan- perubahan baru
di tengah-tengah dunia yang dihadirkan gereja di
tengah-tengah dunia
3.3 menerapkan teladan Yesus 4.3 membuat karya yang
Kristus dalam hal berkarya berkaitan dengan menerapkan
bagi sesama dan dunia teladan Yesus Kristus dalam
hal berkarya bagi sesama dan
dunia
3.4 mengkritisi bentuk pelayanan 4.4 membuat karya tentang
gereja di tengah masyarakat berbagai bentuk pelayanan
pada masa kini gereja di tengah masyarakat
pada masa kini
3.5 memahami tindakan konkrit 4.5 membuat proyek yang
yang dilakukan dalam berkaitan dengan berperan
mewujudkan perannya sebagai aktif sebagai anggota
anggota gereja dan masyarakat gereja dan masyarakat
Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar
Pendidikan Agama Katholik dan Budi Pekerti
KELAS: VII
Kompetensi Sikap Spiritual, Kompetensi Sikap Sosial,
Kompetensi Pengetahuan, dan Kompetensi Keterampilan
secara keseluruhan dirumuskan sebagai berikut, yaitu siswa
mampu:
KOMPETENSI INTI 1 (SIKAP KOMPETENSI INTI 2 (SIKAP
SPIRITUAL) SOSIAL)
1. menghargai dan menghayati 2. menunjukkan perilaku jujur,
46
ajaran agama yang dianutnya disiplin, tanggung jawab,
peduli (toleran, gotong
royong), santun, percaya diri
dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan
sosial dan alam dalam
jangkauan pergaulan dan
keberadaannya
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
1. bersyukur karena dirinya 2. percaya diri terhadap keunikan
1 diciptakan sebagai citra Allah 1 diri sebagai citra Allah
1. bersyukur kepada Allah atas 2. bertanggung jawab
2 kemampuan dan keterbatasan 2 mengembangkan kemampuan
yang dimilikinya dan mengatasi keterbatasan
dirinya
1. bersyukur atas dirinya telah 2. santun terhadap perempuan
3 diciptakan sebagai laki-laki 3 dan laki-laki sebagai ciptaan
atau perempuan yang Tuhan yang sederajat
sederajat
1. bersyukur atas anugerah 2. bertanggung jawab dalam
4 seksualitas demi kehidupan 4 mengembangkan seksualitas
bersama yang lebih baik secara benar sebagai
anugerah Allah
1. bersyukur atas peran 2. bertanggung jawab pada
5 keluarga, sekolah, gereja, 5 keluarga, sekolah, gereja dan
dan masyarakat terhadap masyarakat atas peran
pengembangan dirinya mereka terhadap
pengembangan dirinya
1. bersyukur atas peran teman 2. peduli pada peran teman
6 terhadap perkembangan 6 terhadap perkembangan
dirinya dirinya
1. beriman akan Yesus yang 2. jujur dalam meneladani
47
7 telah mengajarkan sifat dan 7 berbagai sifat dan sikap Yesus
sikap yang baik Kristus
1. beriman akan Yesus yang 2. percaya diri dalam
8 memperjuangkan nilai-nilai 8 mewujudkan nilai-nilai
Kerajaan Allah Kerajaan Allah yang
diperjuangan Yesus Kristus
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. memahami pengetahuan 4. mencoba, mengolah, dan
(faktual, konseptual, dan menyaji dalam ranah
prosedural) berdasarkan rasa konkret (menggunakan,
ingin tahunya tentang ilmu mengurai, merangkai,
pengetahuan, teknologi, memodifikasi, dan
seni, budaya terkait membuat) dan ranah abstrak
fenomena dan kejadian (menulis, membaca,
tampak mata menghitung, menggambar,
dan mengarang) sesuai
dengan yang dipelajari di
sekolah dan sumber lain
yang sama dalam sudut
pandang/teori
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3. memahami keunikan diri 4. melakukan aktivitas
1 sebagai citra Allah 1 (misalnya menyusun
doa/membuat
refleksi/membuat puisi) yang
mengungkapkan rasa syukur
atas dirinya sebagai citra
Allah
3. memahami berbagai 4. menyusun rencana dan
2 kemampuan dan keterbatasan 2 melaksanakan kegiatan untuk
dirinya mengembangkan kemampuan
48
dan mengatasi keterbatasan
3. memahami sikap dan 4. melakukan aktivitas (misalnya
3 pandangan masyarakat 3 menyusun
tentang kesederajatan doa/puisi/refleksi/kliping)
perempuan dan laki-laki tentang kesederajatan
perempuan dan laki- laki dalam
hidup sehari-hari
3. memahami berbagai cara 4. melakukan aktivitas (misalnya
4 untuk mengembangkan 4 menyusun
seksualitas sebagai anugerah doa/puisi/refleksi/slogan)
Allah demi kehidupan tentang mengembangkan
bersama seksualitas sebagai anugerah
Allah demi kehidupan
bersama yang lebih baik
3. memahami peran keluarga, 4. melakukan aktivitas (misalnya
5 sekolah, Gereja dan 5 menyusun
masyarakat dalam doa/puisi/refleksi/merencanak
mengembangkan dirinya an suatu kegiatan) yang
mengungkapkan rasa syukur
atas peran keluarga, sekolah,
gereja dan masyarakat
terhadap pengembangan
dirinya
3. memahami peran teman 4. melakukan aktivitas (misalnya
6 terhadap perkembangan 6 menyusun doa/puisi/refleksi)
dirinya yang mengungkapkan rasa
syukur atas peran teman
terhadap perkembangan dirinya
3. memahami berbagai sifat dan 4. merencanakan
7 sikap Yesus Kristus yang patut 7 aktivitas/kegiatan sebagai
diteladani. perwujudan meneladan
berbagai sifat dan sikap Yesus
49
Kristus dalam kehidupan
sehari- hari
3. memahami nilai-nilai Kerajaan 4. melakukan aktivitas (misalnya
8 Allah untuk mengembangkan 8 Menemukan dan menuliskan
hidup bersama ayat- ayat Kitab
Suci/menghias ayat Kitab
Suci/membuat motto) yang
berhubungan dengan nilai-
nilai Kerajaan Allah demi
hidup bersama yang lebih baik
KELAS: VIII
Kompetensi Sikap Spiritual, Kompetensi Sikap Sosial,
Kompetensi Pengetahuan, dan Kompetensi Keterampilan secara
keseluruhan dirumuskan sebagai berikut, yaitu siswa mampu:
KOMPETENSI INTI 1 (SIKAP KOMPETENSI INTI2 (SIKAP
SPIRITUAL) SOSIAL)
1. menghargai dan menghayati 2. menunjukkan perilaku jujur,
ajaran agama yang dianutnya disiplin, tanggung jawab,
peduli (toleran, gotong
royong), santun, percaya diri
dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan
sosial dan alam dalam
jangkauan pergaulan dan
keberadaannya
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
1. beriman akan Yesus Kristus 2. peduli pada sesama agar
1 sebagai Allah yang menjelma 1 kehadirannya dapat dirasakan
menjadi manusia sebagai wujud Allah yang
menjelma menjadi manusia
50
1. bersyukur atas nilai-nilai 2. bertanggung jawab
2 Kerajaan Allah yang 2 mewujudkan nilai-nilai
diwartakan Yesus Kristus Kerajaan Allah melalui
melalui sabda dan tindakan kata-kata dan perbuatan
1. bersyukur atas panggilan dan 2. bertanggung jawab dalam
3 perutusan Yesus Kristus 3 menanggapi panggilan dan
untuk mewartakan Kerajaan perutusan Yesus Kristus untuk
Allah mewartakan Kerajaan Allah
1. bersyukur pada Allah sebagai 2. peduli pada sesama untuk
4 wujud penghayatan akanmakna 4 mewujudkan makna sengsara,
sengsara, wafat, dan wafat, dan kebangkitan Yesus
kebangkitan Yesus Kristus Kristus sebagai puncak
pewartaanNya
1. percaya akan Roh Kudus 2. santun dalam kehidupan
5 sebagai daya hidup Gereja 5 menggereja sebagai wujud
karya Roh Kudus
1. bersyukur atas kehadiran 2. peduli terhadap kegiatan
6 Gereja sebagai Paguyuban 6 Gereja sebagai paguyuban
umat beriman umat beriman
1. bersyukur atas aneka 2. bertanggung jawab untuk
7 pelayanan Gereja 7 terlibat dalam aneka pelayanan
Gereja
1. bersyukur atas kehadiran 2. peduli mewujudkan Gereja
8 Gereja sebagai tanda dan 8 sebagai tanda dan sarana
sarana keselamatan bagi keselamatan bagi semua orang
semua orang
1. bersyukur atas sakramen 2. bertanggung jawab atas
9 inisiasi dalam hidup 9 panggilan dan perutusan
menggereja anggota Gereja sebagai
konsekuensi menerima
sakramen inisiasi
1.10 bersyukur atas sakramen tobat 2.10 disiplin merayakan sakramen
51
sebagai tanda dan sarana tobat sebagai tanda dan sarana
rekonsiliasi antara manusia rekonsiliasi antara manusia
dengan Allah dan sesama dengan Allah dan sesama
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
1.11 bersyukur atas sakramen 2.11 peduli pada orang yang sakit
pengurapan orang sakit
sebagai wujud pendampingan
Gereja terhadap orang yang
menderita sakit
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. memahami pengetahuan 4. mencoba, mengolah, dan
(faktual, konseptual, dan menyaji dalam ranah konkret
prosedural) berdasarkan rasa (menggunakan, mengurai,
ingin tahunya tentang ilmu merangkai, memodifikasi, dan
pengetahuan, teknologi, membuat) dan ranah abstrak
seni, budaya terkait (menulis, membaca,
fenomena dan kejadian menghitung, menggambar, dan
tampak mata mengarang) sesuai dengan
yang dipelajari di sekolah dan
sumber lain yang sama dalam
sudut pandang/teori
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3. memahami ajaran Kitab Suci 4. melakukan aktivitas
1 dan ajaran Gereja tentang 1 (misalnya menceritakan
makna Yesus Kristus sebagai kembali/menyusun doa/puisi)
Allah yang menjelma menjadi yang berkaitan dengan
manusia peristiwa Allah yang
menjelma menjadi manusia
3. memahami tugas Yesus Kristus 4. melakukan aktivitas (misalnya
2 mewartakan Kerajaan Allah 2 menceritakan
melalui sabda dan tindakan pengalaman/refleksi/laporan
52
pengalaman) yang berkaitan
dengan keterlibatan dalam
mewartakan Kerajaan Allah
melalui kata-kata dan
perbuatan
3. memahami panggilan dan 4. melakukan aktivitas (misalnya
3 perutusan Yesus Kristus 3 membuat refleksi/membuat
kepada murid-murid-Nya laporan) yang berkaitan
pada zaman sekarang demi dengan pengalaman
mewujudkan Kerajaan meksanakan panggilan dan
Allah perutusan Yesus Kristus demi
mewujudkan Kerajaan Allah
3. memahami makna peristiwa 4. melakukan aktivitas
4 sengsara, wafat dan 4 (misalnya membuat
kebangkitan Yesus Kristus refleksi/menyusun
sebagai puncak pewartaan- doa/puisi/ibadat) yang
Nya berkaitan dengan makna
peristiwa sengsara, wafat dan
kebangkitan Yesus Kristus
sebagai puncak
pewartaanNya
3. memahami peran Roh Kudus 4. melakukan aktivitas
5 pada gereja perdana dan gereja 5 (misalnya menyusun
masa kini doa/puisi/membuat
refleksi/ibadat) yang
berkaitan dengan peran Roh
Kudus pada Gereja Perdana
dan Gereja masa kini
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3. memahami makna gereja 4. melakukan aktivitas
6 sebagai paguyuban umat 6 (misalnya membuat
beriman refleksi/menyusun
53
doa/puisi/melakukan
wawancara) berkaitan dengan
makna Gereja sebagai
paguyuban umat beriman
3. memahami aneka pelayanan 4. melakukan aktivitas (misalnya
7 gereja 7 aksi sosial/mengikuti kegiatan
lingkungan/menyumbang
dana/menyusun
doa/wawancara) yang
berkaitan dengan aneka
pelayanan Gereja
3. memahami bahwa gereja 4. melakukan aktivitas (misalnya
8 adalah tanda dan sarana 8 aksi sosial/mengikuti kegiatan
keselamatan bagi semua orang lingkungan/menyumbang
dana/menyusun doa) untuk
mewujudkan Gereja sebagai
tanda dan sarana keselamatan
bagi semua orang
3. memahami ajaran gereja 4. melakukan aktivitas (misalnya
9 tentang makna dan 9 mempraktikkan/
konsekuensi sakramen inisisasi mendramatisasikan/membuat
dalam hidup menggereja produk) yang berkaitan
dengan tata cara penerimaan
sakramen inisiasi
3.10 memahami makna sakramen 4.10 melakukan aktivitas (misalnya
tobat sebagai tanda dan sarana mempraktikkan/
rekonsiliasi antara dirinya mendramatisasikan) yang
dengan Allah dan sesama berkaitan dengan tata cara
pengakuan dosa
3.11 memahami makna sakramen 4.11 melakukan aktivitas (misalnya
pengurapan orang sakit mengunjungi/mendoakan/
sebagai sarana gereja untuk menyusun doa) untuk orang
54
mendampingi orang yang yang sakit
sakit
KELAS: IX
Kompetensi Sikap Spiritual, Kompetensi Sikap Sosial,
Kompetensi Pengetahuan, dan Kompetensi Keterampilan secara
keseluruhan dirumuskan sebagai berikut, yaitu siswa mampu:
KOMPETENSI INTI 1 (SIKAP KOMPETENSI INTI 2 (SIKAP
SPIRITUAL) SOSIAL)
1. menghargai dan menghayati 2. menunjukkan perilaku jujur,
ajaran agama yang dianutnya disiplin, tanggung jawab,
peduli (toleran, gotong
royong), santun, percaya diri
dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan
sosial dan alam dalam
jangkauan pergaulan dan
keberadaannya
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
1. beriman pada Allah yang 2. disiplin menjalankan hidup
1 menyelamatkan semua 1 beriman dan beragama sebagai
orang,yang ditanggapi tangggapan atas iman akan
dengan beriman dan Allah yang menyelamatkan
beragama semua orang
1. bersyukur atas Gereja Katolik 2. bertanggung jawab dalam
2 sebagai persekutuan dalam 2 praktik hidup beriman
mewujudkan praktek hidup kristiani
beriman kristiani
1. bersyukur atas hak dan 2. bertanggung jawab dalam
3 kewajiban sebagai umat 3 melaksanakan hak dan
beriman kristiani kewajiban sebagai umat
beriman kristiani
55
1. bersyukur atas pelbagai 2. peduli dalam kehidupan di
4 bentuk pelayanan Gereja di 4 tengah masyarakat
tengah masyarakat
1. bersyukur atas keluhuran 2. peduli terhadap martabat
5 martabat hidup manusia 5 luhur hidup manusia
1. beriman pada Allah yang 2. jujur dan adil dalam bertindak
6 mengajarkan kejujuran dan 6
keadilan
1. bersyukur atas keutuhan alam 2. bertanggung jawab untuk
7 ciptaan 7 memelihara keutuhan alam
ciptaan
1. bersyukur atas persaudaraan 2. toleransi terhadap penganut
8 sejati dengan penganut agama 8 agama dan kepercayaan lain
dan kepercayaan lain
1. bersyukur atas kesempatan 2. percaya diri dalam upaya
9 untuk meraih cita-cita 9 meraih cita-cita
1.10 bersyukur atas Sakramen 2.10 peduli pada Sakramen
Perkawinan dan Sakramen Perkawinan dan Sakramen
Imamat Imamat sebagai panggilan
hidup
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. memahami pengetahuan 4. mengolah, menyaji, dan
(faktual, konseptual, dan menalar dalam ranah konkret
prosedural) berdasarkan rasa (menggunakan, mengurai,
ingin tahunya tentang ilmu merangkai, memodifikasi, dan
pengetahuan, teknologi, membuat) dan ranah abstrak
seni, budaya terkait (menulis, membaca,
fenomena dan kejadian menghitung, menggambar, dan
tampak mata mengarang) sesuai dengan
yang dipelajari di sekolah dan
sumber lain yang sama dalam
56
sudut pandang/teori
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.1 memahami tentang Allah yang 4.1 melakukan aktivitas (misalnya
senantiasa berusaha menyusun doa/menulis
menyelamatkan semua orang, refleksi/membuat
yang ditanggapi dengan slogan/membuat kliping) yang
beriman dan beragama berkaitan dengan beragama
dan beriman
3.2 memahami praktik hidup 4.2 melakukan aktivitas
beriman kristiani dalam (misalnya mengucapkan doa
Gereja Katolik syahadat/menuliskan
refleksi/menyusun
doa/mengikuti kegiatan di
lingkungan) yang berkaitan
dengan praktik hidup
beriman kristiani
3.3 memahami ajaran Gereja dan 4.3 melakukan aktivitas
Kitab Suci tentang hak dan (misalnya membuat
kewajiban umat beriman jurnal/menuliskan
kristiani refleksi/merencanakan
kegiatan) yang berkaitan
dengan kegiatan dalam
hidup menggereja
3.4 memahami latarbelakang 4.4 melakukan aktivitas (misalnya
dan tujuan, serta pelbagai menceritakan
bentuk pelayanan Gereja kembali/malakukan
di tengah masyarakat wawancara/menulis
refleksi/membuat kliping) yang
berkaitan tokoh katolik yang
terlibat aktif dalam kegiatan
kemasyarakatan
3.5 memahami sikap dan 4.5 melakukan aktivitas (misalnya
57
pandangan Gereja tentang menyusun doa/menuliskan
keluhuran martabat hidup refleksi/membuat
manusia slogan/membuat aksi) yang
berkaitan dengan martabat
luhur hidup manusia
3.6 memahami ajaran Gereja 4.6 melakukan aktivitas
tentang kejujuran dan (misalnya membuat
keadilan motto/menuliskan
refleksi/menyusun
doa/membuat kliping) yang
berkaitan dengan kejujuran
dan keadilan
3.7 memahami sikap dan 4.7 melakukan aktivitas (misalnya
pandangan Gereja atas menanam pohon/membuat
berbagai keprihatinan tentang biopori/membuat
keutuhan alam ciptaan dan motto/menuliskan refleksi)
usaha yang dilakukan yang berkaitan dengan
keutuhan alam ciptaan
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3. memahami ajaran Gereja 4. melakukan aktivitas
8 tentang persaudaraan sejati 8 ( misalnya berkunjung ke
dengan penganut agama dan rumah ibadah agama
kepercayaan lain lain/menuliskan
refleksi/melakukan
wawancara pada tokoh agama)
yang berkaitan dengan
persaudaraan sejati dengan
penganut agama dan
kepercayaan lain
3. memahami pandangan 4. melakukan aktivitas
9 masyarakat dan Gereja tentang 9 (misalnya merencanakan
pentingnya cita- cita masa depan/menuliskan
58
refleksi/menyusun doa)
yang berkaitan dengan
upaya meraih cita-cita
3.10 memahami Sakramen 4.10 melakukan aktivitas (misalnya
Perkawinan dan Sakramen menyusun doa untuk
imamat sebagai panggilan imam/menuliskan
hidup refleksi/melakukan
wawancara) yang berkaitan
dengan sakramen perkawinan
dan sakramen imamat
Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
KELAS : VII
KOMPETENSI INTI 1 KOMPETENSI INTI 2 (SIKAP
(SIKAP SPIRITUAL) SOSIAL)
1. Menghargai dan 2. Menunjukkan perilaku jujur,
menghayati ajaran agama disiplin, tanggung jawab,
yang dianutnya peduli (toleran, gotong
royong), santun, dan percaya
diri dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan
sosial dan alam dalam
59
jangkauan
pergaulan dan keberadaannya
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami pengetahuan 4. Mencoba, mengolah, dan
(faktual, konseptual, dan menyaji dalam ranah konkret
prosedural) berdasarkan (menggunakan, mengurai,
rasa ingin tahunya merangkai, memodifikasi, dan
tentang ilmu membuat) dan ranah abstrak
pengetahuan, teknologi, (menulis, membaca,
seni, budaya terkait menghitung, menggambar, dan
fenomena dan kejadian mengarang) sesuai dengan
tampak mata yang dipelajari di sekolah dan
sumber lain yang sama dalam
sudut pandang/teori
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.1 Menganalisis proses 4.1 Menyaji hasil analisis proses
perumusan dan perumusan dan penetapan
penetapan Pancasila Pancasila sebagai Dasar
sebagai Dasar Negara Negara
3.2 Memahami norma- 4.2 Mengampanyekan perilaku
norma yang berlaku sesuai norma-norma yang
dalam kehidupan berlaku dalam kehidupan
bermasyarakat untuk bermasyarakat untuk
mewujudkan mewujudkan keadilan
keadilan
3.3 Menganalisis 4.3 Menjelaskan proses
kesejarahan kesejarahan perumusan
perumusan dan dan pengesahan Undang-
pengesahan undang Dasar Negara
Undang-undang Republik Indonesia Tahun 1945
Dasar Negara
60
Republik Indonesia Tahun
1945
3.4 Mengidentifikasi 4.4 Mendemonstrasikan hasil
keberagaman suku, identifikasi suku, agama,
agama, ras dan ras dan antargolongan
antargolognan dalam dalam bingkai Bhinneka
bingkai Bhinneka Tunggal Ika
Tunggal Ika
3.5 Menganalisis bentuk- 4.5 Menunjukkan bentuk-bentuk
bentuk kerjasama dalam kerjasama di pelbagai bidang
berbagai bidang kehidupan di kehidupan masyarakat
masyarakat
3.6 Mengasosiasikan 4.6 Melaksanakan penelitian
karakteristik daerah sederhana untuk
dalam kerangka mengilustrasikan karakteristik
Negara Kesatuan daerah tempat tinggalnya
Republik Indonesia sebagai bagian utuh dari
Negara Kesatuan Republik
Indonesia berdasarkan
rancangan yang telah
dibuat
KELAS: VIII
KOMPETENSI INTI 1 (SIKAP KOMPETENSI INTI 2 (SIKAP
SPIRITUAL) SOSIAL)
1. Menghargai dan 2. Menunjukkan perilaku jujur,
menghayati ajaran agama disiplin, tanggung jawab,
yang dianutnya peduli (toleran, gotong
royong), santun, dan percaya
diri dalam berinteraksi secara
61
efektif dengan lingkungan
sosial dan alam dalam
jangkauan
pergaulan dan keberadaannya
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
1.1 Bersyukur kepada Tuhan 2.1 Mengembangkan sikap yang
Yang Maha Esa atas mencerminkan nilai-nilai
konsensus nasional luhur Pancasila sebagai
Pancasila sebagai dasar dasar negara dan
negara dan pandangan hidup bangsa
pandangan hidup bangsa
1.2 Menghargai makna, 2.2 Mendukung makna,
kedudukan dan fungsi kedudukan dan fungsi
Undang-Undang Dasar Undang-Undang Dasar
Negara Republik Negara Republik Indonesia
Indonesia Tahun 1945 Tahun 1945, serta peraturan
sebagai bentuk sikap perundangan lainnya sesuai
beriman dan bertakwa dengan Undang- Undang
Dasar Negara Republik
Indonesia 1945
1.3 Bersyukur kepada Tuhan 2.3 Menunjukkan sikap disiplin
yang Maha Esa untuk dalam menerapkan aturan
nilai dan semangat sesuai dengan nilai-nilai
Kebangkitan nasional yang terkandung dalam tata
1908 dalam perjuangan urutan peraturan
kemerdekaan Republik perundanga- undangan
Indonsia nasional
1.4 Mensyukuri nilai dan 2.4 Bertanggung jawab terhadap
semangat Kebangkitan makna dan arti penting
nasional 1908 dalam Kebangkitan nasional 1908
perjuangan kemerdekaan dalam perjuangan
Republik kemerdekaan Republik
62
Indonesia secara tulus. Indonesia
1.5 Menjalankan perilaku 2.5 Mengembangkan sikap
orang beriman sesuai nilai toleransi sesuai nilai dan
dan semangat Sumpah semangat Sumpah Pemuda
Pemuda tahun 1928 dalam tahun 1928 dalam bingkai
bingkai Bhinneka Tunggal Ika
Bhinneka Tunggal Ika
1.6 Mensyukuri 2.6 Menunjukkan sikap gotong
semangat dan royong sebagai wujud nyata
komitmen kolektif semangat dan komitmen
kebangsaan untuk kolektif kebangsaan untuk
memperkuat NKRI memperkuat Negara Kesatuan
yang berketuhanan Republik Indonesia
Yang Maha Esa
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami dan 4. Mengolah, menyaji, dan
menerapkan menalar dalam ranah konkret
pengetahuan (faktual, (menggunakan, mengurai,
konseptual, dan merangkai, memodifikasi, dan
prosedural) berdasarkan membuat) dan ranah abstrak
rasa ingin tahunya (menulis, membaca,
tentang ilmu menghitung, menggambar,
pengetahuan, teknologi, dan mengarang) sesuai
seni, budaya terkait dengan yang dipelajari di
fenomena dan kejadian sekolah dan sumber lain
tampak mata yang sama dalam sudut
pandang/teori
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.1 Menelaah Pancasila 4.1 Menyaji hasil telaah nilai-
sebagai dasar negara nilai Pancasila sebagai dasar
dan pandangan hidup negara dan pandanganhidup
63
bangsa bangsa dalam
kehidupan sehari-hari
3.2 Menelaah makna, 4.2 Menyajikan hasil telaah
kedudukan dan fungsi makna, kedudukan dan
Undang-Undang Dasar fungsi Undang- Undang
Negara Republik Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945, Indonesia Tahun 1945
serta peratuan dalam penerapan
perundangan- undangan kehidupan sehari-hari
lainnya dalam sistem
hukum nasional
3.3 Memahami tata urutan 4.3 Mendemonstrasikan pola
peraturan perundang- pengembangan tata
undangan dalam sistem urutan peraturan
hukum nasional nasional perundang-undangan
di Indonesia dalam sistem hukum
nasional
nasional di Indonesia
3.4 Menganalisa makna dan 4.4 Menyaji hasil penalaran
arti Kebangkitan tentang tokoh kebangkitan
nasional 1908 dalam nasional dalam perjuangan
perjuangan kemerdekaan kemerdekaan Republik
Republik Indonesia
Indonsia
3.5 Memproyeksikan nilai dan 4.5 Mengaitkan hasil proyeksi
semangat Sumpah Pemuda nilai-nilai dan semangat
tahun 1928 dalam bingkai Sumpah Pemuda Tahun 1928
Bhinneka Tunggal Ika dalam bingkai Bhineka
Tunggal Ika dengan
kehidupan
sehari-hari
3.6 Menginterpretasikan 4.6 Mengorganisasikan
64
semangat dan komitmen kegiatan lingkungan yang
kebangsaan kolektif untuk mencerminkan semangat
memperkuat Negara dan komitmen
Kesatuan Republik Indonesia
kebangsaan untuk
dalam kontek
memperkuat
kehidupan siswa
Negara Kesatuan Republik
Indonesia
KELAS: IX
KOMPETENSI INTI 1 (SIKAP KOMPETENSI INTI 2 (SIKAP
SPIRITUAL) SOSIAL)
1. Menghargai dan 2. Menunjukkan perilaku jujur,
menghayati ajaran agama disiplin, tanggung jawab,
yang dianutnya peduli (toleran, gotong
royong), santun, dan percaya
diri dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan
sosial dan alam dalam
jangkauan
pergaulan dan keberadaannya
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
1.1 Mensyukuri perwujudan 2.1 Menunjukkan sikap bangga
Pancasila sebagai Dasar akan tanah air sebagai
Negara yang merupakan perwujudan nilai- nilai
anugerah Tuhan Yang Pancasila sebagai dasar
Maha Esa negara
1.2 Menghargai isi alinea dan 2.2 Melaksanakan isi alinea dan
pokok pikiran yang pokok pikiran yang
terkandung dalam terkandung dalam
Pembukaan Undang- Pembukaan Undang-Undang
Undang Dasar Negara Dasar Negara Republik
Republik Indonesia Indonesia Tahun 1945
65
Tahun
1945 sebagai wujud rasa
syukur kepada Tuhan Yang
Maha Esa
1.3 Bersyukur kepada 2.3 Menunjukkan sikap
Tuhan Yang Maha bertanggung jawab dalam
Esa atas bentuk dan mendukung bentuk dan
kedaulatan Negara kedaulatan Negara
Republik
Indonesia
1.4 Menghormati 2.4 Mengutamakan sikap toleran
keberagaman suku, dalam menghadapi masalah
agama, ras, dan akibat keberagaman
antargolongan (SARA) kehidupan bermasyarakat dan
di masyarakat sebagai cara
pemberian Tuhan Yang pemecahannya
Maha Esa
1.5 Mengapresiasi prinsip 2.5 Menunjukkan sikap peduli
harmoni dalam terhadap masalah-masalah
keberagaman suku, agama, yang muncul dalam bidang
ras, dan antargolongan sosial, budaya, ekonomi, dan
(SARA) sosial, budaya, gender di masyarakat dan
ekonomi, dan gender cara pemecahannya dalam
dalam bingkai Bhinneka bingkai Bhinneka Tunggal
Tunggal Ika sebagai Ika
anugerah Tuhan Yang
Maha Esa
1.6 Menunjukkan perilaku 2.6 Mengutamakan sikap disiplin
orang beriman dalam sebagai warga negara sejalan
mencintai tanah air dengan konsep bela negara
dalam konteks Negara dalam konteks Negara
Kesatuan Republik Kesatuan Republik Indonesia
66
Indonesia
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami dan 4. Mengolah, menyaji, dan
menerapkan menalar dalam ranah konkret
pengetahuan (faktual, (menggunakan, mengurai,
konseptual, dan merangkai, memodifikasi, dan
prosedural) berdasarkan membuat) dan ranah abstrak
rasa ingin tahunya (menulis, membaca,
tentang ilmu menghitung, menggambar,
pengetahuan, teknologi, dan mengarang) sesuai
seni, budaya terkait dengan yang dipelajari di
fenomena dan kejadian sekolah dan sumber lain yang
tampak mata sama dalam sudut
pandang/teori
KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR
DASAR
3.1 Membandingkan antara 4.1 Merancang dan melakukan
peristiwa dan dinamika penelitian sederhana tentang
yang terjadi di peristiwa dan dinamika yang
masyarakat dengan terjadi di masyarakat terkait
praktik ideal Pancasila penerapan Pancasila sebagai
sebagai dasar negara dan dasar negara dan pandangan
pandangan hidup bangsa hidup bangsa
3.2 Mensintesiskan isi alinea 4.2 Menyajikan hasil sintesis isi
dan pokok pikiran yang alinea dan pokok pikiran
terkandung dalam yang terkandung dalam
Pembukaan Undang- Pembukaan Undang-Undang
Undang Dasar Negara Dasar Negara Republik
Republik Indonesia tahun Indonesia
1945 tahun 1945
3.3 Memahami ketentuan 4.3 Memaparkan penerapan
67
tentang bentuk dan tentang bentuk dan
kedaualatan negara kedaualatan negara sesuai
sesuai Undang-Undang Undang-Undang Dasar
Dasar Negara Republik Negara Republik
Indonesia tahun 1945 Indonesia tahun 1945
3.4 Menganalisis prinsip 4.4 Mendemonstrasikan hasil
persatuan dalam analisis prinsip persatuan
keberagaman suku, agama, dalam keberagaman suku,
ras, dan antargolongan agama, ras, dan
(SARA), sosial, budaya, antargolongan (SARA) dalam
ekonomi, dan gender bingkai Bhinneka Tunggal
dalam bingkai Bhinneka Ika
Tunggal Ika
3.5 Menganalisis prinsip 4.5 Menyampaikan hasil analisis
harmoni dalam prinsip harmoni dalam
keberagaman suku, keberagaman suku, agama,
agama, ras, dan ras, dan antargolongan
antargolongan (SARA) (SARA) sosial, budaya,
sosial, budaya, ekonomi, ekonomi, dan gender dalam
dan gender dalam bingkai bingkai Bhinneka Tunggal
Bhinneka Tunggal Ika Ika
3.6 Mengkreasikan konsep 4.6 Mengorganisasikan
cinta tanah air/bela negara kegiatan lingkungan yang
dalam konteks Negara mencerminkan konsep
Kesatuan Republik cinta tanah air dalam
Indonesia konteks kehidupan
sehari-hari
Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar
Bahasa Indonesia
KELAS: VII
68
Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1)
kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4)
keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses pembelajaran
intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.
Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual, yaitu “Menghargai dan
menghayati ajaran agama yang dianutnya”. Adapun rumusan
Kompetensi Sikap Sosial, yaitu “Menunjukkan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, dan percaya
diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan
alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”. Kedua
kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung
(indirect teaching), yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah
dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran serta kebutuhan
dan kondisi peserta didik.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan
sepanjang proses pembelajaran berlangsung dan dapat digunakan
sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta
didik lebih lanjut.
Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan
dirumuskan sebagai berikut.
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami pengetahuan 4. Mencoba, mengolah, dan
(faktual, konseptual, dan menyaji dalam ranah konkret
prosedural) berdasarkan rasa (menggunakan, mengurai,
ingin tahunya tentang ilmu merangkai, memodifikasi, dan
pengetahuan, teknologi, seni, membuat) dan ranah abstrak
budaya terkait fenomena dan (menulis, membaca,
kejadian tampak mata menghitung, menggambar, dan
mengarang) sesuai dengan
yang dipelajari di sekolah dan
sumber lain yang
69
sama dalam sudut pandang/teori
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.1 Mengidentifikasi informasi dalam 4.1 Menjelaskan isi teks deskripsi
teks deskripsi tentang objek (sekolah, objek (tempat wisata, tempat
tempat wisata, tempat bersejarah, dan bersejarah, pentas seni daerah, kain
atau suasana pentas seni daerah) yang tradisional, dll) yang didengar dan
didengar dan dibaca dibaca secara lisan, tulis, dan visual
3.2 Menelaah struktur dan kebahasaan 4.2 Menyajikan data, gagasan, kesan
dari teks deskripsi tentang objek dalam bentuk teks deskripsi tentang
(sekolah, tempat wisata, tempat objek (sekolah, tempat wisata, tempat
bersejarah, dan⁄atau suasana pentas bersejarah, dan⁄atau suasana pentas
seni daerah) yang didengar dan dibaca seni daerah) secara tulis dan lisan
dengan memperhatikan struktur,
kebahasaan baik secara lisan maupun
tulis
3.3 Mengidentifikasi unsur-unsur teks 4.3 Menceritakan kembali isi teks
narasi (cerita imajinasi) yang dibaca narasi (cerita imajinasi) yang didengar
dan didengar dan dibaca secara lisan,
tulis, dan visual
3.4 Menelaah struktur dan kebahasaan 4.4 Menyajikan gagasan kreatif dalam
teks narasi (cerita imajinasi) yang bentuk cerita imajinasi secara lisan dan
dibaca dan didengar tulis dengan memperhatikan struktur,
penggunaan bahasa, atau
aspek lisan
3.5 Mengidentifikasi teks prosedur 4.5 Menyimpulkan isi teks prosedur
tentang cara melakukan sesuatu dan tentang cara memainkan alat musik
cara membuat (cara memainkan alat daerah, tarian daerah, cara membuat
musik/tarian daerah, cara membuat cinderamata, dan/atau kuliner khas
kuliner khas daerah, dll.) dari berbagai daerah) yang dibaca dan didengar
sumber yang dibaca dan didengar
3.6 Menelaah struktur dan aspek 4.6 Menyajikan data rangkaian
kebahasaan teks prosedur tentang cara kegiatan ke dalam bentuk teks
70
melakukan sesuatu dan cara membuat prosedur (tentang cara memainkan alat
(cara memainkan alat musik/tarian musik daerah, tarian daerah, cara
daerah, cara membuat kuliner khas membuat cinderamata, dll) dengan
daerah, dll.) dari berbagai sumber yang memperhatikan struktur, unsur
dibaca dan didengar kebahasaan, dan isi secara
lisan dan tulis
3.7 Mengidentifikasi informasi dari 4.7 Menyimpulkan isi teks laporan
teks laporan hasil observasi berupa hasil observasi berupa buku
buku pengetahuan yang dibaca pengetahuan yang dibaca dan didengar
atau diperdengarkan
3.8 Menelaah struktur, kebahasaan, dan 4.8 Menyajikan rangkuman teks
isi teks laporan hasil observasi yang laporan hasil observasi yang berupa
berupa buku pengetahuan yang dibaca buku pengetahuan secara lisan dan
atau diperdengarkan tulis dengan memperhatikan kaidah
kebahasaan atau aspek lisan
3.9 Menemukan unsur-unsur dari buku 4.9 Membuat peta pikiran/sinopsis
fiksi dan nonfiksi yang dibaca tentang isi buku nonfiksi/buku fiksi
yang dibaca
3.10 Menelaah hubungan unsur-unsur 4.10 Menyajikan tanggapan
dalam buku fiksi dan nonfiksi secaralisan, tulis, dan visualterhadap isi
buku fiksi/nonfiksi yang dibaca
3.11 Mengidentifikasi informasi 4.11 Menyimpulkan isi (kabar,
(kabar, keperluan, permintaan, keperluan, permintaan, dan/atau
dan/atau permohonan) dari surat permohonan) surat pribadi dan
pribadi dan surat dinas yang surat dinas yang dibaca atau
dibaca dan didengar diperdengarkan
3.12 Menelaah unsur-unsur dan 4.12 Menulis surat (pribadi dan dinas)
kebahasaan dari surat pribadi untuk kepentingan resmi dengan
dan surat dinas yang dibaca dan memperhatikan struktur teks,
didengar kebahasaan, dan isi
3.13 Mengidentifikasi informasi 4.13 Menyimpulkan isi puisi rakyat
(pesan, rima, dan pilihan kata) (pantun, syair, dan bentuk puisi
71
dari puisi rakyat (pantun, syair, rakyat setempat) yang disajikan
dan bentuk puisi rakyat setempat) dalam bentuk tulis dan lisan
yang dibaca
dan didengar
3.14 Menelaah struktur dan 4.14 Menelaah struktur dan
kebahasaan puisi rakyat (pantun, kebahasaan puisi rakyat (pantun,
syair, dan bentuk puisi rakyat syair, dan bentuk puisi rakyat
setempat) yang setempat) yang
dibaca dan didengar dibaca dan didengar
3.15 Mengidentifikasi informasi 4.15 Menceritakan kembali isi cerita
tentang fabel/legenda daerah fabel/legenda daerah setempat
setempat yang dibaca/didengar
yang dibaca dan didengar
3.16 Menelaah struktur dan 4.16 Memerankan isi fabel/legenda
kebahasaan fabel/legenda daerah daerah setempat yang dibaca dan
setempat yang dibaca dan didengar
didengar
KELAS: VIII
Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1)
kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4)
keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.
Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual, yaitu “Menghargai dan
menghayati ajaran agama yang dianutnya”. Adapun rumusan
Kompetensi Sikap Sosial, yaitu “Menunjukkan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, dan percaya
diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan
alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”. Kedua
kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung
(indirect teaching), yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah
72
dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran serta kebutuhan
dan kondisi peserta didik.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan
sepanjang proses pembelajaran berlangsung dan dapat digunakan
sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta
didik lebih lanjut.
Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan
dirumuskan sebagai berikut.
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami pengetahuan 4. Mencoba, mengolah, dan
(faktual, konseptual, dan menyaji dalam ranah konkret
prosedural) berdasarkan (menggunakan, mengurai,
rasa ingin tahunya merangkai, memodifikasi,
tentang ilmu dan membuat) dan ranah
pengetahuan, teknologi, abstrak (menulis, membaca,
seni, budaya terkait menghitung, menggambar,
fenomena dan kejadian dan mengarang) sesuai
tampak mata dengan yang dipelajari di
sekolah dan sumber lain
yang sama dalam sudut
pandang/teori
KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR
DASAR
3.1 Mengidentifikasi unsur- 4 Menyimpulkan isi berita
unsur teks berita . (membanggakan dan
(membanggakan dan 1 memotivasi) yang dibaca dan
Memotivasi) yang didengar
didengar dan dibaca
3 Menelaah struktur dan 4 Menyajikan data dan
. kebahasaan teks berita . informasi dalam bentuk
73
2 (membanggakan dan 2 berita secara lisan dan tulis
memotivasi) yang dengan memperhatikan
didengar dan dibaca struktur, kebahasaan, atau
aspek lisan (lafal, intonasi,
mimik, dan kinesik)
3 Mengidentifikasi 4 Menyimpulkan isi iklan,
. informasi teks iklan, . slogan, atau poster
3 slogan, atau poster (yang 3 (membanggakan dan
membuat bangga dan memotivasi) dari berbagai
memotivasi) dari sumber
berbagai sumber yang
dibaca dan didengar
3 Menelaah pola penyajian 4 Menyajikan gagasan, pesan,
. dan kebahasaan teks . dan ajakan dalam bentuk
4 iklan, slogan, atau poster 4 iklan, slogan, atau poster
(yang membuat bangga secara lisan dan tulis
dan memotivasi) dari
berbagai sumber yang
dibaca dan didengar
3 Mengidentifikasi 4 Menyimpulkan isi teks
. informasi teks eksposisi . eksposisi (artikel ilmiah
5 berupa artikel ilmiah 5 populer dari koran dan
populer dari majalah) yang didengar dan
koran/majalah) yang dibaca
didengar dan dibaca
3 Mengidentifikasi 4 Menyajikan gagasan dan
. struktur, unsur . pendapat ke dalam bentuk
6 kebahasaan, dan aspek 6 teks eksposisi artikel ilmiah
lisandalamteks eksposisi populer (lingkungan hidup,
artikel ilmiah populer kondisi sosial, dan/atau
(lingkungan hidup, keragaman budaya, dll)
kondisi sosial, dan/atau secara lisan dan tertulis
74
keragaman budaya, dll) dengan memperhatikan
yang diperdengarkan struktur, unsur kebahasaan,
atau dibaca dan aspek lisan
3 Mengidentifikasi unsur- 4 Menyimpulkan unsur-unsur
. unsur pembangun teks . pembangun dan makna teks
7 puisi yang 7 puisi
diperdengarkan atau yang diperdengarkan atau
dibaca dibaca
3 Menelaah unsur-unsur 4 Menyajikan gagasan,
. pembangun teks puisi . perasaan, dan pendapat dalam
8 (perjuangan, lingkungan 8 bentuk teks puisi secara
hidup, kondisi sosial, dan tulis/lisan dengan
lain-lain) yang memperhatikan unsur-unsur
diperdengarkan atau pembangun puisi
dibaca
3 Mengidentifikasi 4 Meringkas isi teks
. informasi dari teks . eksplanasi yang berupa
9 ekplanasi berupa paparan 9 proses terjadinya suatu
kejadian suatu fenomena fenomena dari beragam
alam yang sumber yang didengar dan
diperdengarkan atau dibaca
dibaca
3.10 Menelaah teks ekplanasi 4.10 Menyajikan informasi dan
berupa paparan kejadian data dalam bentuk teks
suatu fenomena alam eksplanasi proses
yang diperdengarkan atau terjadinya suatu fenomena
dibaca secara lisan dan tulis
dengan memperhatikan
struktur, unsur kebahasaan,
atau aspek lisan
3.11 Mengidentifikasi 4.11 Menceritakan kembali isi
informasi pada teks ulasan teks ulasan tentang kualitas
75
tentang kualitas karya karya (film, cerpen, puisi,
(film, cerpen, puisi, novel, novel, karya seni daerah)
dan yang dibaca atau didengar
karya seni daerah) yang
dibaca atau
diperdengarkan
3.12 Menelaah struktur dan 4.12 Menyajikan tanggapan
kebahasaan teks ulasan tentang kualitas karya
(film, cerpen, puisi, (film, cerpen, puisi, novel,
novel, dan karya seni karya seni daerah, dll.)
daerah) yang dalam bentuk teks ulasan
diperdengarkan dan secara lisan dan tulis
dibaca dengan memperhatikan
struktur, unsur
kebahasaan, atau aspek lisan
3.13 Mengidentifikasi jenis 4.13 Menyimpulkan isi saran,
saran, ajakan, arahan, dan ajakan, arahan,
pertimbangan tentang pertimbangan tentang
berbagai hal positif atas berbagai hal positif
permasalahan aktual dari permasalahan aktual dari
teks persuasi (lingkungan teks persuasi (lingkungan
hidup, kondisi sosial, hidup, kondisi sosial,
dan/atau keragaman dan/atau keragaman
budaya) yang didengar budaya) yang didengar dan
dan dibaca dibaca
3.14 Menelaah struktur dan 4.14 Menyajikan teks persuasi
kebahasaan teks persuasi (saran, ajakan, arahan, dan
yang berupa saran, pertimbangan) secara tulis
ajakan, dan pertimbangan dan lisan dengan
tentang berbagai memperhatikan struktur,
permasalahan aktual kebahasaan, atau aspek
(lingkungan hidup, lisan
76
kondisi sosial, dan/atau
keragaman budaya, dll)
dari berbagai sumber
yang didengar dan dibaca
3.15 Mengidentifikasi unsur- 4.15 Menginterpretasi drama
unsur drama (tradisional (tradisional dan modern)
dan moderen) yang yang dibaca dan
disajikan dalam bentuk ditonton/didengar
pentas atau naskah
3.16 Menelaah karakteristik 4.16 Menyajikan drama dalam
unsur dan kaidah bentuk pentas atau naskah
kebahasaan dalam teks
drama yang berbentuk
naskah atau pentas
3.17 Menggali dan 4.17 Membuat peta
menemukan informasi konsep/garis alur dari
dari buku fiksi dan buku fiksi dan nonfiksi
nonfiksi yang dibaca yang dibaca
3.18 Menelaah unsur buku 4.18 Menyajikan tanggapan
fiksi dan nonfiksi yang terhadap buku fiksi dan
dibaca nonfiksi yang dibaca
secara lisan/tertulis
KELAS: IX
Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1)
kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4)
keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.
Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual, yaitu “Menghargai dan
menghayati ajaran agama yang dianutnya”. Adapun rumusan
Kompetensi Sikap Sosial, yaitu “Menunjukkan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, dan percaya
77
diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan
alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”. Kedua
kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung
(indirect teaching), yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah
dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran serta kebutuhan
dan kondisi peserta didik.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan
sepanjang proses pembelajaran berlangsung dan dapat digunakan
sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta
didik lebih lanjut.
Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan
dirumuskan sebagai berikut :
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami 4. Mencoba, mengolah, dan
pengetahuan (faktual, menyaji dalam ranah
konseptual, dan konkret (menggunakan,
prosedural) mengurai, merangkai,
berdasarkan rasa ingin memodifikasi, dan
tahunya tentang ilmu membuat) dan ranah
pengetahuan, abstrak (menulis, membaca,
teknologi, seni, menghitung, menggambar,
budaya terkait dan mengarang) sesuai
fenomena dan dengan yang dipelajari di
kejadian tampak mata sekolah dan sumber lain
yang
sama dalam sudut
pandang/teori
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3 Mengidentifikasi 4 Menyimpulkan tujuan, bahan/
. informasi dari laporan . alat, langkah, dan hasil dalam
1 percobaan yang dibaca 1 laporan percobaan yang
78
dan didengar didengar dan/atau dibaca
(percobaan sederhana
untuk mendeteksi zat
berbahaya pada
makanan, adanya
vitamin pada makanan, dll)
3 Menelaah struktur dan 4 Menyajikan tujuan, bahan/
. kebahasaan dari teks . alat, langkah, dan hasil dalam
2 laporan percobaan yang 2 laporan percobaan secara
didengar atau dibaca tulis dan lisan dengan
(percobaan sederhana memperhatikan kelengkapan
untuk mendeteksi zat data, struktur, aspek
berbahaya pada makanan, kebahasaan, dan aspek lisan
adanya
vitamin pada makanan, dll)
3 Mengidentifikasi 4 Menyimpulkan gagasan,
. gagasan, pikiran, . pandangan, arahan, atau
3 pandangan, arahan atau 3 pesan dalam pidato
pesan dalam pidato (lingkungan hidup, kondisi
persuasif tentang sosial, dan/atau keragaman
permasalahan aktual budaya) yang didengar
yang didengar dan dan/atau dibaca
dibaca
3 Menelaah struktur dan 4 Menuangkan gagasan,
. ciri kebahasaan pidato . pikiran, arahan atau pesan
4 persuasif tentang 4 dalam pidato (lingkungan
permasalahan aktual hidup, kondisi sosial, dan/atau
yang didengar dan keragaman budaya) secara
dibaca lisan dan/atau tulis dengan
memperhatikan struktur dan
kebahasaan.
3 Mengidentifikasi 4 Menyimpulkan unsur-unsur
79
. unsur pembangun . pembangun karya sastra
5 karya sastra dalam 5 dengan bukti yang
teks cerita pendek mendukung dari cerita
yang dibaca pendek yang dibaca atau
atau didengar didengar
3 Menelaah struktur 4 Mengungkapkan pengalaman
. dan aspek . dan gagasan dalam bentuk
6 kebahasaan cerita 6 cerita pendek dengan
pendek yang dibaca memperhatikan
atau didengar struktur dan kebahasaan
3 Mengidentifikasi 4 Menyimpulkan isi teks
. informasi berupa kritik, . tanggapan berupa kritik,
7 sanggahan, atau pujian 7 sanggahan, atau pujian
dari teks tanggapan (mengenai lingkungan hidup,
(lingkungan hidup, kondisi sosial, dan/atau
kondisi sosial, dan/atau keragaman budaya) yang
keragaman budaya, didengar dan dibaca
dll) yang didengar
dan/atau dibaca
3 Menelaah struktur dan 4 Mengungkapkan kritik,
. kebahasaan dari teks . sanggahan, atau pujian
8 tanggapan (lingkungan 8 dalam bentuk teks
hidup, kondisi sosial, tanggapan secara lisan
dan/atau keragaman dan/atau tulis dengan
budaya, dll) berupa memperhatikan struktur
kritik, sanggahan, atau dan kebahasaan
pujian yang didengar
dan/atau dibaca
3 Mengidentifikasi 4 .9 Menyimpulkan isi gagasan,
. informasi teks diskusi pendapat, argumen yang
9 berupa pendapat pro dan mendukung dan yang kontra
kontra dari serta solusi atas
80
permasalahan aktual permasalahan aktual dalam
yang dibaca dan teks diskusi yang didengar
didengar dan dibaca
3.10 Menelaah pendapat dan 4.10 Menyajikan
argumen yang gagasan/pendapat, argumen
mendukung dan yang yang mendukung dan yang
kontra dalam teks kontra serta solusi atas
diskusi berkaitan permasalahan aktual dalam
dengan permasalahan teks diskusi dengan
aktual yang dibaca dan memperhatikan struktur
didengar dan aspek kebahasaan,
dan aspek lisan (intonasi,
gesture, pelafalan)
3.11 Mengidentifikasi isi 4.11 Menyimpulkan isi
ungkapan simpati, ungkapan simpati,
kepedulian, empati, atau kepedulian, empati atau
perasaan pribadi dari perasaan pribadi dalam
teks cerita inspiratif bentuk cerita inspiratif
yang dibaca dan yang dibaca dan
didengar didengar
3.12 Menelaah struktur, 4.12 Mengungkapkan rasa
kebahasaan, dan isi simpati, empati, kepedulian,
teks cerita inspiratif dan perasaan dalam bentuk
cerita inspiratif dengan
memperhatikan struktur
cerita dan aspek kebahasaan
3.13 Menggali informasi 4.13 Membuat peta konsep/garis
unsur-unsur buku alur dari buku fiksi dan
fiksi dan nonfiksi nonfiksi yang
dibaca
3.14 Menelaah hubungan 4.14 Menyajikan tanggapan
antara unsur- unsur terhadap buku fiksi dan
81
buku fiksi/nonfiksi yang nonfiksi yang dibaca
dibaca
3.15 Menemukan unsur- 4.15 Membuat peta pikiran/
unsur dari buku fiksi rangkuman alur tentang isi
dan nonfiksi yang buku nonfiksi/
dibaca buku fiksi yang dibaca
3.16 Menelaah hubungan 4.16 Menyajikan tanggapan
unsur-unsur dalam terhadap isi buku fiksi
buku fiksi dan nonfiksi yang dibaca
nonfiksi
Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar
Matematika
KELAS: VII
Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1)
kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4)
keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.
Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual yaitu, “Menghargai dan
menghayati ajaran agama yang dianutnya”. Adapun rumusan
Kompetensi Sikap Sosial yaitu, “Menunjukkan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (toleran, gotong royong), santun, dan percaya
diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan
alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”. Kedua
kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung
(indirect teaching), yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah
dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran, serta kebutuhan
dan kondisi peserta didik.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan
sepanjang proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan
sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta
82
didik lebih lanjut.
Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan
dirumuskan sebagai berikut ini.
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami pengetahuan 4. Mencoba, mengolah, dan
(faktual, konseptual, dan menyaji dalam ranah konkret
prosedural) berdasarkan (menggunakan, mengurai,
rasa ingin tahunya tentang merangkai, memodifikasi, dan
ilmu pengetahuan, membuat) dan ranah abstrak
teknologi, seni, budaya (menulis, membaca,
terkait fenomena dan menghitung, menggambar,
kejadian tampak mata dan mengarang) sesuai
dengan yang dipelajari di
sekolah dan sumber lain yang
sama dalam sudut
pandang/teori
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.1 Menjelaskan dan 4.1 Menyelesaikan masalah yang
menentukan urutan berkaitan dengan urutan
pada bilangan bulat beberapa bilangan bulat dan
(positif dan negatif) dan pecahan (biasa,
pecahan (biasa, campuran, desimal, persen)
campuran, desimal,
persen)
3.2 Menjelaskan dan 4.2 Menyelesaikan masalah
melakukan operasi hitung yang berkaitan dengan
bilangan bulat dan operasi hitung bilangan
pecahan dengan bulat dan pecahan
memanfaatkan berbagai
sifat operasi
3.3 Menjelaskan dan 4.3 Menyelesaikan masalah
83
menentukan representasi yang berkaitan dengan
bilangan dalam bentuk bilangan dalam bentuk
bilangan berpangkat bilangan berpangkat bulat
bulat positif dan negatif positif dan negatif
3.4 Menjelaskan himpunan, 4.4 Menyelesaikan masalah
himpunan bagian, kontekstual yang berkaitan
himpunan semesta, dengan himpunan, himpunan
himpunan kosong, bagian, himpunan semesta,
komplemen himpunan, himpunan kosong,
dan melakukan operasi komplemen himpunan dan
biner pada himpunan operasi
menggunakan masalah biner pada himpunan
kontekstual
3.5 Menjelaskan bentuk 4.5 Menyelesaikan masalah
aljabar dan melakukan yang berkaitan dengan
operasi pada bentuk bentuk aljabar dan operasi
aljabar (penjumlahan, pada bentuk aljabar
pengurangan, perkalian,
dan pembagian)
3.6 Menjelaskan persamaan 4.6 Menyelesaikan masalah
dan pertidaksamaan yang berkaitan dengan
linear satu variable dan persamaan dan
penyelesaiannya pertidaksamaan linear satu
variabel
3.7 Menjelaskan rasio 4.7 Menyelesaikan masalah yang
dua besaran berkaitan dengan rasio dua
(satuannya sama dan besaran (satuannya sama dan
berbeda) berbeda)
3.8 Membedakan 4.8 Menyelesaikan masalah
perbandingan senilai dan yang berkaitan dengan
berbalik nilai dengan perbandingan senilai dan
menggunakan tabel data, berbalik nilai
84
grafik, dan persamaan
3.9 Mengenal dan 4.9 Menyelesaikan masalah
menganalisis berbagai berkaitan dengan aritmetika
situasi terkait aritmetika sosial (penjualan, pembelian,
sosial (penjualan, potongan, keuntungan,
pembelian, potongan, kerugian, bunga tunggal,
keuntungan, kerugian, persentase, bruto, neto, tara)
bunga tunggal,
persentase, bruto, neto,
tara)
3.10 Menganalisis hubungan 4.10 Menyelesaikan masalah yang
antar sudut sebagai berkaitan dengan hubungan
akibat dari dua garis antar sudut sebagai akibat dari
sejajar yang dipotong dua garis sejajar yang
oleh garis transversal dipotong oleh garis
transversal
3.11 Mengaitkan rumus 4.11 Menyelesaikan masalah
keliling dan luas untuk kontekstual yang berkaitan
berbagai jenis segiempat dengan luas dan keliling
(persegi, persegipanjang, segiempat (persegi,
belahketupat, persegipanjang, belahketupat,
jajargenjang, trapesium, jajargenjang, trapesium, dan
dan layang-layang) dan layang-layang) dan segitiga
segitiga
3.12 Menganalisis hubungan 4.12 Menyajikan dan menafsirkan
antara data dengan cara data dalam bentuk tabel,
penyajiannya (tabel, diagram garis, diagram
diagram garis, diagram batang, dan diagram lingkaran
batang, dan
diagram lingkaran)
KELAS: VIII
85
Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1)
kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4)
keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.
Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual yaitu, “Menghargai dan
menghayati ajaran agama yang dianutnya”. Adapun rumusan
Kompetensi Sikap Sosial yaitu, “Menunjukkan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (toleran, gotong royong), santun, dan percaya
diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan
alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”. Kedua
kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung
(indirect teaching), yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah
dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran, serta kebutuhan
dan kondisi peserta didik.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan
sepanjang proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan
sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta
didik lebih lanjut.
Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan
dirumuskan sebagai berikut ini.
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami dan 4. Mengolah, menyaji dan
menerapkan menalar dalam ranah
pengetahuan (faktual, konkret (menggunakan,
konseptual, dan mengurai, merangkai,
prosedural) memodifikasi, dan
berdasarkan rasa ingin membuat) dan ranah
tahunya tentang ilmu abstrak (menulis, membaca,
pengetahuan, menghitung, menggambar,
teknologi, seni, budaya dan mengarang) sesuai
terkait fenomena dan dengan yang dipelajari di
86
kejadian tampak mata sekolah dan sumber lain
yang
sama dalam sudut
pandang/teori
KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR
DASAR
3 Membuat generalisasi 4 Menyelesaikan masalah
. dari pola pada barisan . yang berkaitan dengan
1 bilangan dan barisan 1 pola pada barisan bilangan
konfigurasi objek dan barisan konfigurasi
objek
3 Menjelaskan kedudukan 4 Menyelesaikan masalah yang
. titik dalam bidang . berkaitan dengan kedudukan
2 koordinat Kartesius yang 2 titik dalam bidang koordinat
dihubungkan dengan Kartesius
masalah kontekstual
3 Mendeskripsikan dan 4 Menyelesaikan masalah yang
. manyatakan relasi dan . berkaitan dengan relasi dan
3 fungsi dengan 3 fungsi dengan menggunakan
menggunakan berbagai berbagai representasi
representasi (kata-kata,
tabel, grafik, diagram,
dan persamaan)
3 Menganalisis fungsi 4 Menyelesaikan masalah
. linear (sebagai . kontekstual yang berkaitan
4 persamaan garis lurus) 4 dengan fungsi linear sebagai
dan menginterpretasikan persamaan garis lurus
grafiknya yang
dihubungkan dengan
masalah kontekstual
87
3 Menjelaskan sistem 4 Menyelesaikan masalah
. persamaan linear dua . yang berkaitan dengan
5 variabel dan 5 sistem persamaan linear
penyelesaiannya dua variabel
yang dihubungkan
dengan masalah
kontekstual
3 Menjelaskan dan 4 Menyelesaikan masalah yang
. membuktikan . berkaitan dengan teorema
6 teorema Pythagoras 6 Pythagoras dan tripel
dan tripel Pythagoras Pythagoras
3 Menjelaskan sudut 4 Menyelesaikan masalah yang
. pusat, sudut keliling, . berkaitan dengan sudut pusat,
7 panjang busur, dan luas 7 sudut keliling, panjang busur,
juring lingkaran, serta dan luas juring lingkaran,
hubungannya serta
hubungannya
3 Menjelaskan garis 4 Menyelesaikan masalah yang
. singgung persekutuan . berkaitan dengan garis
8 luar dan persekutuan 8 singgung persekutuan luar
dalam dua lingkaran dan dan persekutuan dalam dua
cara lingkaran
melukisnya
3 Membedakan dan 4 Menyelesaikan masalah yang
. menentukan luas . berkaitan dengan luas
9 permukaan dan volume 9 permukaan dan volume
bangun ruang sisi datar bangun ruang sisi datar
(kubus, balok, prisma, (kubus, balok, prima dan
dan limas) limas), serta gabungannya
3.10 Menganalisis data 4.10 Menyajikan dan
berdasarkan distribusi menyelesaikan masalah
data, nilai rata-rata, yang berkaitan dengan
88
median, modus, dan distribusi data, nilai rata-
sebaran data untuk rata, median, modus, dan
mengambil sebaran data untuk
kesimpulan, membuat mengambil kesimpulan,
keputusan, dan membuat keputusan, dan
membuat prediksi membuat prediksi
3.11 Menjelaskan peluang 4.11 Menyelesaikan masalah
empirik dan teoretik yang berkaitan dengan
suatu kejadian dari peluang empirik dan teoretik
suatu percobaan suatu kejadian dari suatu
percobaan
KELAS: IX
Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1)
kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4)
keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.
Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual yaitu, “Menghargai dan
menghayati ajaran agama yang dianutnya”. Adapun rumusan
Kompetensi Sikap Sosial yaitu, “Menunjukkan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (toleran, gotong royong), santun, dan percaya
diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan
alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”. Kedua
kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung
(indirect teaching), yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah
dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran, serta kebutuhan
dan kondisi peserta didik.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan
sepanjang proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan
sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta
didik lebih lanjut.
89
Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan
dirumuskan sebagai berikut ini.
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami dan 4. Mengolah, menyaji, dan
menerapkan menalar dalam ranah
pengetahuan (faktual, konkret (menggunakan,
konseptual, dan mengurai, merangkai,
prosedural) memodifikasi, dan
berdasarkan rasa ingin membuat) dan ranah
tahunya tentang ilmu abstrak (menulis, membaca,
pengetahuan, menghitung, menggambar,
teknologi, seni, budaya dan mengarang) sesuai
terkait fenomena dan dengan yang dipelajari di
kejadian tampak mata sekolah dan sumber lain
yang sama dalam sudut
pandang/teori
KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR
DASAR
3 Menjelaskan dan 4 Menyelesaikan masalah yang
. melakukan operasi . berkaitan dengan sifat-sifat
1 bilangan berpangkat 1 operasi bilangan berpangkat
bilangan rasional dan bulat dan bentuk akar
bentuk akar, serta sifat-
sifatnya
3 Menjelaskan persamaan 4 Menyelesaikan masalah
. kuadrat dan . yang berkaitan dengan
2 karakteristiknya 2 persamaan kuadrat
berdasarkan akar-
akarnya serta cara
penyelesaiannya
90
3 Menjelaskan fungsi 4 Menyajikan fungsi kuadrat
. kuadrat dengan . menggunakan tabel,
3 menggunakan tabel, 3 persamaan,
persamaan, dan grafik dan grafik
3 Menjelaskan 4 Menyajikan dan
. hubungan antara . menyelesaikan masalah
4 koefisien dan 4 kontekstual dengan
diskriminan fungsi menggunakan sifat-sifat
kuadrat dengan fungsi kuadrat
grafiknya
3 Menjelaskan transformasi 4 Menyelesaikan masalah
. geometri (refleksi, . kontekstual yang berkaitan
5 translasi, rotasi, dan 5 dengan transformasi geometri
dilatasi) yang (refleksi, translasi, rotasi, dan
dihubungkan dengan dilatasi)
masalah kontekstual
3 Menjelaskan dan 4 Menyelesaikan masalah yang
. menentukan . berkaitan dengan
6 kesebangunan dan 6 kesebangunan dan
kekongruenan antar kekongruenan antar bangun
bangun datar datar
3 Membuat generalisasi 4 Menyelesaikan masalah
. luas permukaan dan . kontekstual yang berkaitan
7 volume berbagai 7 dengan luas permukaan dan
bangun ruang sisi volume bangun ruang sisi
lengkung (tabung, lengkung (tabung, kerucut,
kerucut, dan bola) dan bola), serta gabungan
beberapa bangun ruang sisi
lengkung
91
Kompetensi Inti dan Komptensi Dasar
Ilmu Pengetahuan Alam
KELAS: VII
Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1)
kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4)
keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.
Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual yaitu “Menghargai dan
menghayati ajaran agama yang dianutnya”. Adapun rumusan
Kompetensi Sikap Sosial yaitu “Menunjukkan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, dan percaya
diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan social dan
alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”. Kedua
kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung
(indirect teaching), yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah
dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran serta kebutuhan
dan kondisi peserta didik.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan
sepanjang proses pembelajaran berlangsung dan dapat digunakan
sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta
didik lebih lanjut.
Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan
dirumuskan sebagai berikut ini.
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami pengetahuan 4. Mencoba, mengolah, dan
(faktual, konseptual, dan menyaji dalam ranah
prosedural) berdasarkan konkret (menggunakan,
rasa ingin tahunya tentang mengurai, merangkai,
ilmu pengetahuan, memodifikasi, dan
teknologi, seni, budaya membuat) dan ranah abstrak
92
terkait fenomena dan (menulis, membaca,
kejadian tampak mata menghitung, menggambar,
dan mengarang) sesuai
dengan yang dipelajari di
sekolah dan sumber lain
yang
sama dalam sudut
pandang/teori
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.1 Menerapkan konsep 4.1 Menyajikan data hasil
pengukuran berbagai pengukuran dengan alat ukur
besaran dengan yang sesuai pada diri sendiri,
menggunakan satuan makhluk hidup lain, dan
standar (baku) benda-benda di sekitar
dengan menggunakan satuan
tak
baku dan satuan baku
3.2 Mengklasifikasikan 4.2 Menyajikan hasil
makhluk hidup dan benda pengklasifikasian makhluk
berdasarkan karakteristik hidup dan benda di
yang diamati lingkungan sekitar
berdasarkan karakteristik
yang diamati
3.3 Menjelaskan konsep 4.3 Menyajikan hasil
campuran dan zat tunggal penyelidikan atau karya
(unsur dan senyawa), sifat tentang sifat larutan,
fisika dan kimia, perubahan fisika dan
perubahan fisika dan perubahan kimia, atau
kimia dalam kehidupan pemisahan campuran
sehari-hari
3.4 Menganalisis konsep 4.4 Melakukan percobaan
93
suhu, pemuaian, kalor, untuk menyelidiki
perpindahan kalor, dan pengaruh kalor terhadap
penerapannya dalam suhu dan wujud benda
kehidupan sehari-hari serta perpindahan kalor
termasuk mekanisme
menjaga kestabilan suhu
tubuh pada manusia dan
hewan
3.5 Menganalisis konsep 4.5 Menyajikan hasil percobaan
energi, berbagai sumber tentang perubahan bentuk
energi, dan perubahan energi, termasuk fotosintesis
bentuk energi dalam
kehidupan sehari-hari
termasuk fotosintesis
3.6 Mengidentifikasi 4.6 Membuat model
sistem organisasi struktur sel
kehidupan mulai dari tumbuhan/hewan
tingkat sel sampai
organisme dan
komposisi utama
penyusun sel
3.7 Menganalisis interaksi 4.7 Menyajikan hasil
antara makhluk hidup pengamatan terhadap
dan lingkungannya serta interaksi makhluk hidup
dinamika populasi dengan lingkungan
akibat sekitarnya
interaksi tersebut
3.8 Menganalisis terjadinya 4.8 Membuat tulisan tentang
pencemaran lingkungan gagasan penyelesaian
dan dampaknya bagi masalah pencemaran di
ekosistem lingkungannya
berdasarkan hasil pengamatan
94
3.9 Menganalisis 4.9 Membuat tulisan tentang
perubahan iklim dan gagasan
dampaknya bagi adaptasi/penanggulangan
ekosistem masalah perubahan iklim
3.10 Menjelaskan lapisan 4.10 Mengomunikasikan upaya
bumi, gunung api, gempa pengurangan resiko dan
bumi, dan tindakan dampak bencana alam serta
pengurangan resiko tindakan penyelamatan diri
sebelum, pada saat, dan pada saat terjadi bencana
pasca bencana sesuai sesuai dengan jenis ancaman
ancaman bencana di bencana di daerahnya
daerahnya
3.11 Menganalisis sistem tata 4.11 Menyajikan karya tentang
surya, rotasi dan revolusi dampak rotasi dan revolusi
bumi, rotasi dan revolusi bumi dan bulan bagi
bulan, serta dampaknya kehidupan di bumi,
bagi kehidupan di bumi berdasarkan hasil
pengamatan
atau penelusuran berbagai
sumber informasi
KELAS:VIII
Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi yaitu, (1)
kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4)
keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.
Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual yaitu “Menghargai dan
menghayati ajaran agama yang dianutnya”. Adapun rumusan
Kompetensi Sikap Sosial yaitu “Menunjukkan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, dan percaya
diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan social dan
alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”. Kedua
95
kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung
(indirect teaching),yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah
dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran serta kebutuhan
dan kondisi peserta didik.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan
sepanjang proses pembelajaran berlangsung dan dapat digunakan
sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta
didik lebih lanjut.
Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan
dirumuskan sebagai berikut ini.
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami dan 4. Mengolah, menyaji, dan
menerapkan pengetahuan menalar dalam ranah
(faktual, konseptual, dan konkret (menggunakan,
prosedural) berdasarkan mengurai, merangkai,
rasa ingin tahunya tentang memodifikasi, dan
ilmu pengetahuan, membuat) dan ranah abstrak
teknologi, seni, budaya (menulis, membaca,
terkait fenomena dan menghitung, menggambar,
kejadian tampak mata dan mengarang) sesuai
dengan yang dipelajari di
sekolah dan sumber lain
yang
sama dalam sudut
pandang/teori
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.1 Menganalisis gerak pada 4.1 Menyajikan karya tentang
makhluk hidup, sistem berbagai gangguan pada
gerak pada manusia, dan sistem gerak, serta upaya
upaya menjaga kesehatan menjaga kesehatan sistem
96
sistem gerak manusia
gerak
3.2 Menganalisis gerak lurus, 4.2 Menyajikan hasil
pengaruh gaya terhadap penyelidikan pengaruh
gerak berdasarkan gaya terhadap gerak
Hukum Newton, dan benda
penerapannya
pada gerak benda dan
gerak makhluk hidup
3.3 Menjelaskan konsep 4.3 Menyajikan hasil
usaha, pesawat sederhana, penyelidikan atau pemecahan
dan penerapannya dalam masalah tentang manfaat
kehidupan sehari-hari penggunaan pesawat
termasuk kerja otot pada sederhana dalam kehidupan
struktur rangka manusia sehari-hari
3.4 Menganalisis 4.4 Menyajikan karya dari
keterkaitan struktur hasil penelusuran
jaringan tumbuhan dan berbagai sumber
fungsinya,
serta teknologi yang informasi tentang teknologi
terinspirasi oleh struktur yang
tumbuhan terinspirasi dari hasil
pengamatan struktur
tumbuhan
3.5 Menganalisis sistem 4.5 Menyajikan hasil
pencernaan pada manusia penyelidikan tentang
dan memahami gangguan pencernaan mekanis dan
yang berhubungan dengan kimiawi
sistem pencernaan, serta
upaya menjaga kesehatan
sistem pencernaan
3.6 Menjelaskan berbagai zat 4.6 Membuat karya tulis tentang
97
aditif dalam makanan dan dampak penyalahgunaan zat
minuman, zat adiktif, serta aditif dan zat adiktif bagi
dampaknya terhadap kesehatan kesehatan
3.7 Menganalisis sistem 4.7 Menyajikan hasil
peredaran darah pada percobaan pengaruh
manusia dan memahami aktivitas (jenis,
gangguan pada sistem intensitas, atau durasi)
peredaran darah, serta pada frekuensi denyut
upaya menjaga kesehatan jantung
sistem peredaran darah
3.8 Menjelaskan tekanan zat 4.8 Menyajikan data hasil
dan penerapannya dalam percobaan untuk menyelidiki
kehidupan sehari-hari, tekanan zat cair pada
termasuk tekanan darah, kedalaman tertentu, gaya
osmosis, dan kapilaritas apung, dan kapilaritas,
jaringan angkut pada misalnya dalam batang
tumbuhan tumbuhan
3.9 Menganalisis sistem 4.9 Menyajikan karya tentang
pernapasan pada upaya menjaga kesehatan
manusia dan memahami sistem pernapasan
gangguan pada sistem
pernapasan, serta upaya
menjaga kesehatan
sistem pernapasan
3.10 Menganalisis sistem 4.10 Membuat karya tentang sistem
ekskresi pada manusia ekskresi pada manusia dan
dan memahami gangguan penerapannya dalam menjaga
pada sistem ekskresi serta kesehatan diri
upaya menjaga kesehatan
sistem ekskresi
3.11 Menganalisis konsep 4.11 Menyajikan hasil percobaan
getaran, gelombang, dan tentang getaran,
98
bunyi dalam kehidupan gelombang, dan bunyi
sehari-hari termasuk
sistem pendengaran
manusia dan
sistem sonar pada hewan
3.12 Menganalisis sifat-sifat 4.12 Menyajikan hasil percobaan
cahaya, pembentukan tentang pembentukan
bayangan pada bidang bayangan pada cermin dan
datar dan lengkung serta lensa
penerapannya untuk
menjelaskan
proses penglihatan
manusia, mata serangga,
dan prinsip kerja alat optik
KELAS: IX
Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi yaitu, (1)
kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4)
keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.
Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual yaitu “Menghargai dan
menghayati ajaran agama yang dianutnya”. Adapun rumusan
Kompetensi Sikap Sosial yaitu “Menunjukkan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, dan percaya
diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan social dan
alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”. Kedua
kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung
(indirect teaching) yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah,
dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran serta kebutuhan
dan kondisi peserta didik.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan
sepanjang proses pembelajaran berlangsung dan dapat digunakan
99
sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta
didik lebih lanjut.
Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan
dirumuskan sebagai berikut ini.
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami dan 4. Mengolah, menyaji, dan
menerapkan pengetahuan menalar dalam ranah
(faktual, konseptual, dan konkret (menggunakan,
prosedural) berdasarkan mengurai, merangkai,
rasa ingin tahunya tentang memodifikasi, dan
ilmu pengetahuan, membuat) dan ranah abstrak
teknologi, seni, budaya (menulis, membaca,
terkait fenomena dan menghitung, menggambar,
kejadian tampak mata dan mengarang) sesuai
dengan yang dipelajari di
sekolah dan sumber lain
yang
sama dalam sudut
pandang/teori
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.1 Menghubungkan sistem 4.1 Menyajikan hasil
reproduksi pada manusia penelusuran informasi dari
dan gangguan pada berbagai sumber terkait
sistem reproduksi dengan kesehatan dan upaya
penerapan pola hidup pencegahan gangguan pada
yang menunjang organ
kesehatan reproduksi reproduksi
3.2 Menganalisis sistem 4.2 Menyajikan karya
perkembangbiakan pada hasil
tumbuhan dan hewan perkembangbiakan
100
serta penerapan teknologi pada tumbuhan
pada sistem reproduksi
tumbuhan dan hewan
3.3 Menerapkan konsep 4.3 Menyajikan hasil
pewarisan sifat dalam penelusuran informasi
pemuliaan dan dari berbagai sumber
kelangsungan makhluk terkait tentang tanaman
hidup dan
hewan hasil pemuliaan
3.4 Menjelaskan konsep 4.4 Menyajikan hasil
listrik statis dan gejalanya pengamatan tentang gejala
dalam kehidupan sehari- listrik statis dalam
hari, termasuk kelistrikan kehidupan sehari-hari
pada sistem saraf dan
hewan yang mengandung
listrik
3.5 Menerapkan konsep 4.5 Menyajikan hasil
rangkaian listrik, energi rancangan dan pengukuran
dan daya listrik, sumber berbagai rangkaian listrik
energi listrik dalam
kehidupan sehari-hari
termasuk sumber energi
listrik alternatif, serta
berbagai upaya
menghemat energi listrik
3.6 Menerapkan konsep 4.6 Membuat karya sederhana
kemagnetan, induksi yang memanfaatkan
elektromagnetik, dan prinsip elektromagnet
pemanfaatan medan dan/atau induksi
magnet dalam elektromagnetik
kehidupan sehari-hari
termasuk
101
pergerakan/navigasi
hewan untuk mencari
makanan dan migrasi
3.7 Menerapkan konsep 4.7 Membuat salah satu produk
bioteknologi dan bioteknologi konvensional
perannya dalam yang ada di lingkungan
kehidupan manusia sekitar
3.8 Menghubungkan konsep 4.8 Menyajikan hasil
partikel materi (atom, penyelidikan tentang sifat
ion,molekul), struktur zat dan pemanfaatan bahan
sederhana dengan sifat dalam kehidupan sehari-
bahan yang digunakan hari
dalam kehidupan sehari-
hari, serta dampak
penggunaannya terhadap
kesehatan manusia
3.9 Menghubungkan sifat 4.9 Menyajikan hasil
fisika dan kimia tanah, penyelidikan tentang sifat-
organisme yang hidup sifat tanah dan pentingnya
dalam tanah, dengan tanah bagi kehidupan
pentingnya tanah untuk
keberlanjutan kehidupan
3.10 Menganalisis proses dan 4.10 Menyajikan karya tentang
produk teknologi ramah proses
lingkungan untuk keberlanjutan dan produk teknologi
kehidupan sederhana yang ramah
lingkungan
Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
KELAS: VII
102
Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1)
kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4)
keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.
Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual yaitu “Menghargai dan
menghayati ajaran agama yang dianutnya”. Adapun rumusan
Kompetensi Sikap Sosial yaitu “Menunjukkan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, dan percaya
diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan
alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”. Kedua
kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung
(indirect teaching), yaitu melalui keteladanan, pembiasaan, dan budaya
sekolah, dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran serta
kebutuhan dan kondisi peserta didik.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan
sepanjang proses pembelajaran berlangsung dan dapat digunakan
sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta
didik lebih lanjut.
Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan
dirumuskan sebagai berikut ini.
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami pengetahuan 4. Mencoba, mengolah, dan
(faktual, konseptual, dan menyaji dalam ranah konkret
prosedural) berdasarkan (menggunakan, mengurai,
rasa ingin tahunya tentang merangkai, memodifikasi, dan
ilmu pengetahuan, membuat) dan ranah abstrak
teknologi, seni, budaya (menulis, membaca,
terkait fenomena dan menghitung, menggambar, dan
kejadian tampak mata. mengarang) sesuai dengan yang
dipelajari di sekolah dan
sumber lain yang sama dalam
103
sudut pandang/teori.
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.1 Memahami konsep ruang 4.1 Menjelaskan konsep ruang
(lokasi, distribusi, potensi, (lokasi, distribusi, potensi,
iklim, bentuk muka bumi, iklim, bentuk muka bumi,
geologis, flora, dan fauna) geologis, flora dan fauna) dan
dan interaksi antarruang di interaksi antarruang di
Indonesia serta Indonesia serta pengaruhnya
pengaruhnya terhadap terhadap kehidupan manusia
kehidupan manusia dalam Indonesia dalam
aspek ekonomi, sosial, aspek ekonomi, sosial, budaya,
budaya, dan pendidikan. dan pendidikan.
3.2 Mengidentifikasi interaksi 4.2 Menyajikan hasil identifikasi
sosial dalam ruang dan tentang interaksi sosial dalam
pengaruhnya terhadap ruang dan pengaruhnya
kehidupan sosial, terhadap kehidupan sosial,
ekonomi, dan budaya ekonomi, dan budaya dalam
dalam nilai dan norma nilai dan norma serta
serta kelembagaan sosial kelembagaan sosial budaya.
budaya.
3.3 Memahami konsep 4.3 Menjelaskan hasil analisis
interaksi antara manusia tentang konsep interaksi antara
dengan ruang sehingga manusia dengan ruang sehingga
menghasilkan berbagai menghasilkan berbagai kegiatan
kegiatan ekonomi ekonomi (produksi, distribusi,
(produksi, distribusi, konsumsi, permintaan, dan
konsumsi, permintaan, penawaran) dan interaksi
dan penawaran) dan antarruang untuk
interaksi antarruang untuk keberlangsungan kehidupan
keberlangsungan ekonomi, sosial, dan budaya
kehidupan ekonomi, Indonesia.
104
sosial, dan budaya
Indonesia.
3.4 Memahami kronologi 4.4 Menguraikan kronologi
perubahan, dan perubahan, dan kesinambungan
kesinambungan dalam dalam kehidupan bangsa
kehidupan bangsa Indonesia pada aspek politik,
Indonesia pada aspek sosial, budaya, geografis, dan
politik, sosial, budaya, pendidikan sejak masa
geografis, dan pendidikan praaksara sampai masa Hindu-
sejak masa praaksara Buddha dan Islam.
sampai masa Hindu-
Buddha dan Islam.
KELAS: VIII
Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1)
kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4)
keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.
Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual yaitu “Menghargai dan
menghayati ajaran agama yang dianutnya”. Adapun rumusan
Kompetensi Sikap Sosial yaitu “Menunjukkan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, dan percaya
diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan
alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”. Kedua
kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung
(indirect teaching), yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya
sekolah; dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran serta
kebutuhan dan kondisi peserta didik.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan
sepanjang proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan
105
sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta
didik lebih lanjut.
Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan
dirumuskan sebagai berikut ini.
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami dan 4. Mengolah, menyaji, dan menalar
menerapkan pengetahuan dalam ranah konkret
(faktual, konseptual, dan (menggunakan, mengurai,
prosedural) berdasarkan merangkai, memodifikasi, dan
rasa ingin tahunya membuat) dan ranah abstrak
tentang ilmu (menulis, membaca,
pengetahuan, teknologi, menghitung, menggambar, dan
seni, dan budaya; terkait mengarang); sesuai dengan
fenomena dan kejadian yang dipelajari di sekolah dan
tampak mata. sumber lain yang sama dalam
sudut
pandang/teori.
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.1 Menelaah perubahan 4.1 Menyajikan hasil telaah tentang
keruangan dan interaksi perubahan keruangan dan
antarruang di Indonesia interaksi antarruang di
dan negara-negara ASEAN Indonesia dan negara- negara
yang diakibatkan oleh ASEAN yang diakibatkan oleh
faktor alam dan manusia faktor alam dan manusia
(teknologi, ekonomi, (teknologi, ekonomi,
pemanfaatan lahan, pemanfaatan lahan, politik) dan
politik) dan pengaruhnya pengaruhnya terhadap
terhadap keberlangsungan keberlangsungan kehidupan
kehidupan ekonomi, sosial,
106
budaya, dan politik. ekonomi,
sosial, budaya, dan politik.
3.2 Menganalisis pengaruh 4.2 Menyajikan hasil analisis
interaksi sosial dalam tentang pengaruh interaksi
ruang yang berbeda sosial dalam ruang yang
terhadap kehidupan berbeda terhadap kehidupan
sosial dan budaya serta sosial dan budaya serta
pengembangan pengembangan kehidupan
kehidupan kebangsaan. kebangsaan.
3.3 Menganalisis keunggulan 4.3 Menyajikan hasil analisis
dan keterbatasan ruang tentang keunggulan dan
dalam permintaan dan keterbatasan ruang dalam
penawaran serta permintaan dan penawaran
teknologi, dan serta teknologi, dan
pengaruhnya terhadap pengaruhnya terhadap interaksi
interaksi antarruang bagi antarruang bagi kegiatan
kegiatan ekonomi, sosial, ekonomi, sosial, budaya, di
dan budaya di Indonesia Indonesia dan negara-negara
dan negara-negara ASEAN.
ASEAN.
3.4 Menganalisis kronologi, 4.4 Menyajikan hasil analisis
perubahan dan kronologi, perubahan dan
kesinambungan ruang kesinambungan ruang
(geografis, politik, (geografis, politik, ekonomi,
ekonomi, pendidikan, pendidikan, sosial, budaya)
sosial, budaya) dari masa dari masa penjajahan sampai
penjajahan sampai tumbuhnya
tumbuhnya semangat semangat kebangsaan.
kebangsaan.
KELAS: IX
107
Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1)
kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4)
keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.
Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual yaitu, “Menghargai dan
menghayati ajaran agama yang dianutnya”. Adapun rumusan
Kompetensi Sikap Sosial yaitu, “Menunjukkan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, dan percaya
diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan
alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”. Kedua
kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung
(indirect teaching), yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya
sekolah, dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran, serta
kebutuhan dan kondisi peserta didik.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan
sepanjang proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan
sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta
didik lebih lanjut.
Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan
dirumuskan sebagai berikut ini.
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami dan 4. Mengolah, menyaji, dan menalar
menerapkan pengetahuan dalam ranah konkret
(faktual, konseptual, dan (menggunakan, mengurai,
prosedural) berdasarkan merangkai, memodifikasi, dan
rasa ingin tahunya tentang membuat) dan ranah abstrak
ilmu pengetahuan, (menulis, membaca,
teknologi, seni, budaya menghitung, menggambar, dan
terkait fenomena dan mengarang) sesuai dengan yang
kejadian tampak mata dipelajari di sekolah dan
sumber lain yang sama dalam
108
sudut
pandang/teori
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.1 Menelaah perubahan 4.1 Menyajikan hasil telaah tentang
keruangan dan interaksi perubahan keruangan dan
antarruang negara-negara interaksi antarruang negara-
Asia dan benua lainnya negara Asia dan benua lainnya
yang diakibatkan faktor yang diakibatkan faktor alam,
alam, manusia dan manusia dan pengaruhnya
pengaruhnya terhadap terhadap keberlangsungan
keberlangsungan kehidupan manusia dalam
kehidupan manusia dalam ekonomi, sosial, pendidikan
ekonomi, sosial, dan politik
pendidikan dan politik
3.2 Menganalisis perubahan 4.2 Menyajikan hasil analisis tentang
kehidupan sosial budaya perubahan kehidupan sosial
Bangsa Indonesia dalam budaya Bangsa Indonesia dalam
menghadapi arus menghadapi arus globalisasi
globalisasi untuk untuk memperkokoh kehidupan
memperkokoh kehidupan kebangsaan
kebangsaan
3.3 Menganalisis 4.3 Menyajikan hasil analisis
ketergantungan antarruang tentang ketergantungan
dilihat dari konsep antarruang dilihat dari konsep
ekonomi (produksi, ekonomi (produksi, distribusi,
distribusi, konsumsi, konsumsi, harga, pasar) dan
harga, pasar) dan pengaruhnya terhadap migrasi
pengaruhnya terhadap penduduk, transportasi,
migrasi penduduk, lembaga sosial dan ekonomi,
transportasi, lembaga pekerjaan, pendidikan, dan
sosial dan ekonomi, kesejahteraan
109
pekerjaan, pendidikan, dan masyarakat
kesejahteraan
masyarakat
3.4 Menganalisis kronologi, 4.4 Menyajikan hasil analisis
perubahan dan kronologi, perubahan dan
kesinambungan ruang kesinambungan ruang
(geografis, politik, (geografis, politik, ekonomi,
ekonomi, pendidikan, pendidikan, sosial, budaya)
sosial, budaya) dari awal dari awal
kemerdekaan kemerdekaan sampai awal
sampai awal reformasi reformasi
Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar
Bahasa Inggris
KELAS: VII
Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu
(1) kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3)
pengetahuan, dan (4) keterampilan. Kompetensi tersebut
dicapai melalui proses pembelajaran intrakurikuler,
kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.
Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual adalah
“Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya”.
Adapun rumusan Kompetensi Sikap Sosial adalah
“Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab,
peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam
dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”. Kedua
kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak
langsung (indirect teaching), yaitu keteladanan, pembiasaan,
dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata
pelajaran serta kebutuhan dan kondisi siswa.
110
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap
dilakukan sepanjang proses pembelajaran berlangsung, dan
dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam
mengembangkan karakter siswa lebih lanjut.
Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi
Keterampilan dirumuskan sebagai berikut, yaitu siswa
mampu:
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. memahami pengetahuan 4. mencoba, mengolah, dan
(faktual, konseptual, dan menyaji dalam ranah
prosedural) berdasarkan konkret (menggunakan,
rasa ingin tahunya mengurai, merangkai,
tentang ilmu memodifikasi, dan
pengetahuan, teknologi, membuat) dan ranah
seni, budaya terkait abstrak (menulis,
fenomena dan kejadian membaca, menghitung,
tampak mata menggambar, dan
mengarang) sesuai dengan
yang dipelajari di sekolah
dan sumber lain yang sama
dalam sudut pandang/teori
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.1 mengidentifikasi fungsi 4.1 menyusun teks interaksi
sosial, struktur teks, dan interpersonal lisan dan
unsur kebahasaan teks tulis sangat pendek dan
interaksi interpersonal sederhana yang melibatkan
lisan dan tulis yang tindakan menyapa,
melibatkan tindakan berpamitan, mengucapkan
menyapa, berpamitan, terimakasih, dan meminta
mengucapkan maaf, dan menanggapinya
terimakasih, dan dengan memperhatikan
111
meminta maaf, serta fungsi sosial, struktur teks,
menanggapinya, sesuai dan unsur kebahasaan
dengan konteks yang benar dan sesuai
penggunaannya konteks
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3 mengidentifikasi fungsi 4. menyusun teks interaksi
. sosial, struktur teks, dan 2 transaksional lisan dan tulis
2 unsur kebahasaan teks sangat pendek dan
interaksi transaksional lisan sederhana yang melibatkan
dan tulis yang melibatkan tindakan memberi dan
tindakan memberi dan meminta informasi terkait
meminta informasi terkait jati diri, pendek dan
jati diri, pendek dan sederhana, dengan
sederhana, sesuai dengan memperhatikan fungsi
konteks penggunaannya. sosial, struktur teks, dan
{Perhatikan unsur unsur kebahasaan yang
kebahasaan dan kosa kata benar dan sesuai konteks
terkait hubungan keluarga;
pronoun (subjective,
objective, possessive)
3 mengidentifikasi fungsi 4. menyusun teks interaksi
. sosial, struktur teks, dan 3 transaksional lisan dan tulis
3 unsur kebahasaan teks sangat pendek dan
interaksi transaksional lisan sederhana yang melibatkan
dan tulis yang melibatkan tindakan memberi dan
tindakan memberi dan meminta informasi terkait
meminta informasi terkait nama hari, bulan, nama
nama hari, bulan, nama waktu dalam hari, waktu
waktu dalam hari, waktu dalam bentuk angka,
dalam bentuk angka, tanggal, dan tahun, dengan
tanggal, dan tahun, sesuai fungsi sosial, struktur teks,
dengan konteks dan unsur kebahasaan yang
112
penggunaannya. benar dan sesuai konteks
(Perhatikan kosa kata
terkait angka kardinal dan
ordinal)
3. mengidentifikasi fungsi 4. menyusun teks interaksi
4 sosial, struktur teks, dan 4 transaksional lisan dan tulis
unsur kebahasaan teks sangat pendek dan
interaksi transaksional lisan sederhana yang melibatkan
dan tulis yang melibatkan tindakan memberi dan
tindakan memberi dan meminta informasi terkait
meminta informasi terkait nama dan jumlah binatang,
nama dan jumlah binatang, benda, dan bangunan publik
benda, dan bangunan yang dekat dengan
publik yang dekat dengan kehidupan siswa sehari-
kehidupan siswa sehari- hari, dengan memperhatikan
hari, sesuai dengan konteks fungsi sosial, struktur teks,
penggunaannya. dan unsur kebahasaan yang
(Perhatikan unsur benar dan sesuai konteks
kebahasaan dan kosa kata
terkait article a dan the,
plural dan singular)
3 mengidentifikasi fungsi 4 menyusun teks interaksi
. sosial, struktur teks, dan . transaksional lisan dan tulis
5 unsur kebahasaan teks 5 sangat pendek dan
interaksi transaksional lisan sederhana yang melibatkan
dan tulis yang melibatkan tindakan memberi dan
tindakan memberi dan meminta informasi terkait
meminta informasi terkait sifat orang, binatang, dan
dengan sifat orang, benda, dengan
binatang, benda sesuai memperhatikan fungsi
dengan konteks sosial, struktur teks dan
penggunaannya. unsur kebahasaan yang
113
(Perhatikan unsur benar dan sesuai konteks
kebahasaan be, adjective)
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3. mengidentifikasi fungsi 4. menyusun teks interaksi
6 sosial, struktur teks, dan 6 transaksional lisan dan tulis
unsur kebahasaan teks sangat pendek dan
interaksi transaksional sederhana yang melibatkan
lisan dan tulis yang tindakan memberi dan
melibatkan tindakan meminta informasi terkait
memberi dan meminta tingkah laku/tindakan/fungsi
informasi terkait dengan orang, binatang, dan benda,
tingkah dengan fungsi sosial,
laku/tindakan/fungsi orang, struktur teks, dan unsur
binatang, benda, sesuai kebahasaan yang benar dan
dengan konteks sesuai konteks
penggunaannya.
(Perhatikan unsur
kebahasaan kalimat
declarative, interogative,
simple present tense)
3 membandingkan fungsi 4.7 teks deskriptif
. sosial, struktur teks, dan 4.7.1 menangkap makna secara
7 unsur kebahasaan beberapa kontekstual terkait fungsi
teks deskriptif lisan dan sosial, struktur teks, dan
tulis dengan memberi dan unsur kebahasaan teks
meminta informasi terkait deskriptif lisan dan tulis,
dengan deskripsi orang, sangat pendek dan
binatang, dan benda, sangat sederhana, terkait orang,
pendek dan sederhana, binatang, dan benda
sesuai dengan konteks 4.7.2 menyusun teks deskriptif
penggunaannya lisan dan tulis, sangat
pendek dan sederhana,
114
terkait orang, binatang, dan
benda, dengan
memperhatikan fungsi
sosial, struktur teks, dan
unsur kebahasaan, secara
benar dan sesuai konteks
3. menafsirkan fungsi sosial 4. menangkap makna secara
8 dan unsur kebahasaan 8 kontekstual terkait dengan
dalam lirik lagu terkait fungsi sosial dan unsur
kehidupan remaja kebahasaan lirik lagu
SMP/MTs terkait kehidupan remaja
SMP/MTs
KELAS: VIII
Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1)
kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan,
dan (4) keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui
proses pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau
ekstrakurikuler.
Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual adalah “Menghargai
dan menghayati ajaran agama yang dianutnya”. Adapun
rumusan Kompetensi Sikap Sosial adalah “Menunjukkan
perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi,
gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan
pergaulan dan keberadaannya”. Kedua kompetensi tersebut
dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect
teaching), yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah
dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran serta
kebutuhan dan kondisi siswa.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap
dilakukan sepanjang proses pembelajaran berlangsung, dan
115
dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam
mengembangkan karakter siswa lebih lanjut.
Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan
dirumuskan sebagai berikut, yaitu siswa mampu:
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. memahami dan 4. mengolah, menyaji, dan
menerapkan pengetahuan menalar dalam ranah
(faktual, konseptual, dan konkret (menggunakan,
prosedural) berdasarkan mengurai, merangkai,
rasa ingin tahunya tentang memodifikasi, dan
ilmu pengetahuan, membuat) dan ranah
teknologi, seni, budaya abstrak (menulis,
terkait fenomena dan membaca, menghitung,
kejadian tampak mata menggambar, dan
mengarang) sesuai dengan
yang dipelajari di sekolah
dan sumber lain yang sama
dalam sudut pandang/teori
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.1 menerapkan fungsi sosial, 4.1 menyusun teks interaksi
struktur teks, dan unsur interpersonal lisan dan tulis
kebahasaan teks interaksi sangat pendek dan
interpersonal lisan dan sederhana yang melibatkan
tulis yang melibatkan tindakan meminta
tindakan meminta perhatian, mengecek
perhatian, mengecek pemahaman, menghargai
pemahaman, menghargai kinerja, serta meminta dan
kinerja, meminta dan mengungkapkan pendapat,
mengungkapkan pendapat, dan menanggapinya dengan
serta menanggapinya, memperhatikan fungsi
116
sesuai dengan konteks sosial, struktur teks, dan
penggunaannya unsur kebahasaan yang
benar dan sesuai konteks
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3 menerapkan fungsi sosial, 4 menyusun teks interaksi
. struktur teks, dan unsur transaksional lisan dan tulis
2 kebahasaan teks interaksi sangat pendek dan sederhana
transaksional lisan dan tulis yang melibatkan tindakan
yang melibatkan tindakan memberi dan meminta
memberi dan meminta informasi terkait kemampuan
informasi terkait dan kemauan, melakukan
kemampuan dan kemauan, suatu tindakan, dengan
melakukan suatu tindakan, memperhatikan fungsi sosial,
sesuai dengan konteks struktur teks, dan unsur
penggunaannya. (Perhatikan kebahasaan yang benar dan
unsur kebahasaan can, will) sesuai konteks
3 menerapkan fungsi sosial, 4 menyusun teks interaksi
. struktur teks, dan unsur transaksional lisan dan tulis
3 kebahasaan teks interaksi sangat pendek dan sederhana
transaksional lisan dan tulis yang melibatkan tindakan
yang melibatkan tindakan memberi dan meminta
memberi dan meminta informasi terkait keharusan,
informasi terkait keharusan, larangan, dan himbauan,
larangan, dan himbauan, dengan memperhatikan fungsi
sesuai dengan konteks sosial, struktur teks, dan unsur
penggunaannya. kebahasaan yang benar dan
(Perhatikan unsur sesuai konteks
kebahasaan must, should)
3 menerapkan fungsi sosial, 4 menyusun teks interaksi
. struktur teks, dan unsur interpersonal lisan dan tulis
4 kebahasaan teks interaksi sangat pendek dan sederhana
117
interpersonal lisan dan tulis yang melibatkan tindakan
yang melibatkan tindakan menyuruh, mengajak, meminta
menyuruh, mengajak, ijin, dan menanggapinya
meminta ijin, serta dengan memperhatikan fungsi
menanggapinya, sesuai sosial, struktur teks, dan unsur
dengan konteks kebahasaan yang benar dan
penggunaannya sesuai konteks
3 membandingkan fungsi 4 menyusun teks khusus dalam
. sosial, struktur teks, dan bentuk greeting card, sangat
5 unsur kebahasaan beberapa pendek dan sederhana, terkait
teks khusus dalam bentuk hari-hari spesial dengan
greeting card, dengan memperhatikan fungsi sosial,
memberi dan meminta struktur teks, dan unsur
informasi terkait dengan kebahasaan, secara benar dan
hari-hari spesial, sesuai sesuai konteks
dengan konteks
penggunaannya
3 menerapkan fungsi sosial, 4 menyusun teks interaksi
. struktur teks, dan unsur transaksional lisan dan tulis
6 kebahasaan teks interaksi sangat pendek dan sederhana
transaksional lisan dan tulis yang melibatkan tindakan
yang melibatkan tindakan memberi dan meminta
memberi dan meminta informasi terkait keberadaan
informasi terkait orang, benda, binatang, dengan
keberadaan orang, benda, memperhatikan fungsi sosial,
binatang, sesuai dengan struktur teks, dan unsur
konteks penggunaannya. kebahasaan yang benar dan
(Perhatikan unsur sesuai konteks
kebahasaan there is/are)
3 menerapkan fungsi sosial, 4 menyusun teks interaksi
. struktur teks, dan unsur transaksional lisan dan tulis
7 kebahasaan teks interaksi sangat pendek dan sederhana
118
transaksional lisan dan tulis yang melibatkan tindakan
yang melibatkan tindakan memberi dan meminta
memberi dan meminta informasi terkait
informasi terkait keadaan/tindakan/
keadaan/tindakan/kegiatan/ kegiatan/kejadian yang
kejadian yang dilakukan/terjadi secara rutin
dilakukan/terjadi secara atau merupakan kebenaran
rutin atau merupakan umum, dengan memperhatikan
kebenaran umum, sesuai fungsi sosial, struktur teks dan
dengan konteks unsur kebahasaan yang benar
penggunaannya. dan sesuai konteks
(Perhatikan unsur
kebahasaan simple present
tense)
3 menerapkan fungsi sosial, 4 menyusun teks interaksi
. struktur teks, dan unsur transaksional lisan dan tulis
8 kebahasaan teks interaksi sangat pendek dan sederhana
transaksional lisan dan tulis yang melibatkan tindakan
yang melibatkan tindakan memberi dan meminta
memberi dan meminta informasi terkait
informasi terkait keadaan/tindakan/kegiatan/kej
keadaan/tindakan/ kegiatan/ adi an yang sedang dilakukan/
kejadian yang sedang berlangsung saat diucapkan,
dilakukan/berlangsung saat dengan memperhatikan fungsi
diucapkan, sesuai dengan sosial, struktur teks, dan unsur
konteks penggunaannya. kebahasaan yang benar dan
(Perhatikan unsur sesuai konteks
kebahasaan present
continuous tense)
3 menerapkan fungsi sosial, 4 menyusun teks interaksi
. struktur teks, dan unsur transaksional lisan dan tulis
9 kebahasaan teks interaksi sangat pendek dan sederhana
119
transaksional lisan dan tulis yang melibatkan tindakan
yang melibatkan tindakan memberi dan meminta
memberi dan meminta informasi terkait perbandingan
informasi terkait jumlah dan sifat orang,
perbandingan jumlah dan binatang, benda, dengan
sifat orang, binatang, benda, memperhatikan fungsi sosial,
sesuai dengan konteks struktur teks, dan unsur
penggunaannya. kebahasaan yang benar dan
(Perhatikan unsur sesuai konteks
kebahasaan degree of
comparison)
3.10 menerapkan fungsi sosial, 4.10 menyusun teks interaksi
struktur teks, dan unsur transaksional lisan dan tulis
kebahasaan teks interaksi sangat pendek dan
transaksional lisan dan sederhana yang melibatkan
tulis yang melibatkan tindakan memberi dan
tindakan memberi dan meminta informasi terkait
meminta informasi terkait keadaan
keadaan/tindakan/kegiatan/ /tindakan/
kejadian yang kegiatan/kejadian yang
dilakukan/terjadi, rutin dilakukan/terjadi, rutin
maupun tidak rutin, atau maupun tidak rutin, atau
menjadi kebenaran umum menjadi kebenaran umum
di waktu lampau, sesuai di waktu lampau, dengan
dengan konteks memperhatikan fungsi
penggunaannya. sosial, struktur teks, dan
(Perhatikan unsur unsur kebahasaan yang
kebahasaan simple past benar dan sesuai konteks
tense)
3.11 membandingkan fungsi 4.11 teks recount
sosial, struktur teks, dan 4.11.1 menangkap makna secara
unsur kebahasaan beberapa kontekstual terkait fungsi
120
teks personal recount lisan sosial, struktur teks, dan
dan tulis dengan memberi unsur kebahasaan teks
dan meminta informasi recount lisan dan tulis,
terkait pengalaman pribadi sangat pendek dan
di waktu lampau, pendek sederhana, terkait
dan sederhana, sesuai pengalaman pribadi di
dengan konteks waktu lampau (personal
penggunaannya recount)
4.11.2 menyusun teks recount
lisan dan tulis, sangat
pendek dan sederhana,
terkait pengalaman
pribadi di waktu lampau
(personal recount),
dengan memperhatikan
fungsi sosial, struktur
teks, dan unsur
kebahasaan, secara benar
dan sesuai konteks
3.12 membandingkan fungsi 4.12 teks pesan singkat dan
sosial, struktur teks, dan pengumuman/pemberi
unsur kebahasaan tahuan (notice)
beberapa teks khusus 4.12.1 menangkap makna secara
dalam bentuk pesan kontekstual terkait
singkat dan pengumuman/ dengan fungsi sosial,
pemberitahuan (notice), struktur teks, dan unsur
dengan memberi dan kebahasaan pesan singkat
meminta informasi terkait dan
kegiatan sekolah, sesuai pengumuman/pemberitah
dengan konteks uan (notice) lisan dan
penggunaannya tulis, sangat pendek dan
sederhana, terkait
121
kegiatan sekolah
4.12.2 menyusun teks khusus
dalam bentuk pesan
singkat dan
pengumuman/pemberita
huan (notice), sangat
pendek dan sederhana,
terkait kegiatan sekolah,
dengan memperhatikan
fungsi sosial, struktur
teks, dan unsur
kebahasaan, secara
benar dan sesuai
konteks
3.13 menafsirkan fungsi sosial 4.13 menangkap makna
dan unsur kebahasaan lirik secara kontekstual
lagu terkait kehidupan terkait fungsi sosial dan
remaja SMP/MTs unsur kebahasaan lirik
lagu terkait kehidupan
remaja SMP/MTs
KELAS: IX
Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1)
kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan,
dan (4) keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui
proses pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau
ekstrakurikuler.
Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual adalah “Menghargai
dan menghayati ajaran agama yang dianutnya”. Adapun
rumusan Kompetensi Sikap Sosial adalah “Menunjukkan
perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi,
gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara
122
efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan
pergaulan dan keberadaannya”. Kedua kompetensi tersebut
dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect
teaching), yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah
dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran serta
kebutuhan dan kondisi siswa.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap
dilakukan sepanjang proses pembelajaran berlangsung, dan
dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam
mengembangkan karakter siswa lebih lanjut.
Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan
dirumuskan sebagai berikut, yaitu siswa mampu:
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. memahami dan 4. mengolah, menyaji, dan
menerapkan pengetahuan menalar dalam ranah
(faktual, konseptual, dan konkret (menggunakan,
prosedural) berdasarkan mengurai, merangkai,
rasa ingin tahunya tentang memodifikasi, dan
ilmu pengetahuan, membuat) dan ranah
teknologi, seni, budaya abstrak (menulis,
terkait fenomena dan membaca, menghitung,
kejadian tampak mata menggambar, dan
mengarang) sesuai dengan
yang dipelajari di sekolah
dan sumber lain yang sama
dalam sudut pandang/teori
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.1 menerapkan fungsi 4.1 menyusun teks interaksi
sosial, struktur teks, dan interpersonal lisan dan tulis
unsur kebahasaan teks sangat pendek dan
123
interaksi interpersonal sederhana yang melibatkan
lisan dan tulis yang tindakan menyatakan
melibatkan tindakan harapan, doa, dan ucapan
menyatakan harapan, selamat atas suatu
doa, dan ucapan selamat kebahagiaan dan prestasi,
atas suatu kebahagiaan dan menanggapinya, dengan
dan prestasi, serta memperhatikan fungsi
menanggapinya, sesuai sosial, struktur teks, dan
dengan konteks unsur kebahasaan yang
penggunaannya benar dan sesuai konteks
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3 menerapkan fungsi sosial, 4. menyusun teks interaksi
. struktur teks, dan unsur 2 transaksional lisan dan tulis
2 kebahasaan teks interaksi sangat pendek dan
transaksional lisan dan sederhana yang melibatkan
tulis yang melibatkan tindakan memberi dan
tindakan memberi dan meminta informasi terkait
meminta informasi terkait maksud, tujuan, persetujuan
maksud, tujuan, melakukan suatu
persetujuan melakukan tindakan/kegiatan, dengan
suatu tindakan/kegiatan, memperhatikan fungsi
sesuai dengan konteks sosial, struktur teks, dan
penggunaannya. unsur kebahasaan yang
(Perhatikan unsur benar dan sesuai konteks
kebahasaan to, in order to,
so that (disagreement)
3 membandingkan fungsi 4. menangkap makna secara
. sosial, struktur teks, dan 3 kontekstual terkait dengan
3 unsur kebahasaan beberapa fungsi sosial, struktur teks,
teks khusus dalam bentuk dan unsur kebahasaan teks
label, dengan meminta dan khusus dalam bentuk label
124
memberi informasi terkait pendek dan sederhana,
obat/makanan/minuman, terkait
sesuai dengan konteks obat/makanan/minuman
penggunaannya
3. membandingkan fungsi 4. menangkap makna secara
4 sosial, struktur teks, dan 4 kontekstual terkait fungsi
unsur kebahasaan beberapa sosial, struktur teks, dan
teks prosedur lisan dan tulis unsur kebahasaan teks
dengan memberi dan prosedur lisan dan tulis,
meminta informasi terkait sangat pendek dan
resep makanan/minuman sederhana, dalam bentuk
dan manual, pendek dan resep dan manual
sederhana, sesuai dengan
konteks penggunaannya
3 menerapkan fungsi sosial, 4 menyusun teks interaksi
. struktur teks, dan unsur . transaksional lisan dan tulis
5 kebahasaan teks interaksi 5 sangat pendek dan
transaksional lisan dan tulis sederhana yang melibatkan
yang melibatkan tindakan tindakan memberi dan
memberi dan meminta meminta informasi terkait
informasi terkait keadaan/tindakan/
keadaan/tindakan/ kegiatan/ kegiatan/kejadian yang
kejadian yang sedang sedang dilakukan/terjadi
dilakukan/terjadi pada saat pada saat ini, waktu
ini, waktu lampau, dan lampau, dan waktu yang
waktu yang akan datang, akan datang, dengan
sesuai dengan konteks memperhatikan fungsi
penggunaannya (perhatikan sosial, struktur teks, dan
unsur kebahasaan present unsur kebahasaan yang
continuous, past continuous, benar dan sesuai konteks
will+continuous)
125
3. menerapkan fungsi sosial, 4. menyusun teks interaksi
6 struktur teks, dan unsur 6 transaksional lisan dan tulis
kebahasaan teks interaksi sangat pendek dan
transaksional lisan dan tulis sederhana yang melibatkan
yang melibatkan tindakan tindakan memberi dan
memberi dan meminta meminta informasi terkait
informasi terkait dengan keadaan/
keadaan/tindakan/ tindakan/kegiatan/ kejadian
kegiatan/ kejadian yang yang sudah/telah
sudah/telah dilakukan/terjadi di waktu
dilakukan/terjadi di waktu lampau dikaitkan dengan
lampau dikaitkan dengan keadaan sekarang, tanpa
keadaan sekarang, tanpa menyebutkan waktu
menyebutkan waktu terjadinya secara spesifik,
terjadinya secara spesifik, dengan memperhatikan
sesuai dengan konteks fungsi sosial, struktur teks,
penggunaannya (perhatikan dan unsur kebahasaan yang
unsur kebahasaan present benar dan sesuai konteks
perfect tense)
3. membandingkan fungsi 4 menangkap makna secara
7 sosial, struktur teks, dan . kontekstual terkait fungsi
unsur kebahasaan beberapa 7 sosial, struktur teks, dan
teks naratif lisan dan tulis unsur kebahasaan teks
dengan memberi dan naratif, lisan dan tulis,
meminta informasi terkait sangat pendek dan
fairy tales, pendek dan sederhana, terkait fairy
sederhana, sesuai dengan tales
konteks penggunaannya
3. menerapkan fungsi sosial, 4. menyusun teks interaksi
8 struktur teks, dan unsur 8 transaksional lisan dan tulis
kebahasaan teks interaksi sangat pendek dan
126
transaksional lisan dan tulis sederhana yang melibatkan
yang melibatkan tindakan tindakan memberi dan
memberi dan meminta meminta informasi terkait
informasi terkait keadaan
keadaan/tindakan/kegiatan/ /tindakan/ kegiatan/
kejadian tanpa perlu kejadian tanpa perlu
menyebutkan pelakunya menyebutkan pelakunya
sesuai dengan konteks dengan memperhatikan
penggunaannya. fungsi sosial, struktur teks
(perhatikan unsur dan unsur kebahasaan yang
kebahasaan passive voice) benar dan sesuai konteks.
(perhatikan unsur
kebahasaan passive voice)
3. membandingkan fungsi 4.9 teks information report
9 sosial, struktur teks, dan 4.9.1 menangkap makna secara
unsur kebahasaan beberapa kontekstual terkait fungsi
teks information report sosial, struktur teks, dan
lisan dan tulis dengan unsur kebahasaan teks
memberi dan meminta information report lisan
informasi terkait mata dan tulis, sangat pendek
pelajaran lain di Kelas IX, dan sederhana, terkait topik
pendek dan sederhana, yang tercakup dalam mata
sesuai dengan konteks pelajaran lain di Kelas IX
penggunaannya
4.9.2 menyusun teks information
report lisan dan tulis,
sangat pendek dan
sederhana, terkait topik
yang tercakup dalam mata
pelajaran lain di Kelas IX,
dengan memperhatikan
fungsi sosial, struktur teks,
127
dan unsur kebahasaan,
secara benar dan sesuai
konteks
3.10 membandingkan fungsi 4.10 menangkap makna secara
sosial, struktur teks, dan kontekstual terkait fungsi
unsur kebahasaan sosial, struktur teks, dan
beberapa teks khusus unsur kebahasaan teks
dalam bentuk iklan khusus dalam bentuk
dengan memberi dan iklan, pendek dan
meminta informasi terkait sederhana, terkait produk
produk dan jasa, sesuai dan jasa
dengan konteks
penggunaannya
3.11 menafsirkan fungsi sosial 4.11 menangkap makna secara
dan unsur kebahasaan lirik kontekstual terkait fungsi
lagu terkait kehidupan sosial dan unsur kebahasaan
remaja SMP/MTs lirik lagu terkait kehidupan
remaja SMP/MTs
Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar
Seni Budaya
KELAS: VII
SENI RUPA
Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1)
kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4)
keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.
Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual adalah “Menghargai dan
menghayati ajaran agama yang dianutnya”. Adapun rumusan
Kompetensi Sikap Sosial adalah “Menunjukkan perilaku jujur,
disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun,
128
percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”.
Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak
langsung (indirect teaching), yaitu keteladanan, pembiasaan, dan
budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran
serta kebutuhan dan kondisi siswa.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan
sepanjang proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan
sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter siswa
lebih lanjut.
Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan
dirumuskan sebagai berikut ini, yaitu siswa mampu :
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. memahami pengetahuan 4. mencoba, mengolah, dan
(faktual, konseptual, dan menyaji dalam ranah
prosedural) berdasarkan konkret (menggunakan,
rasa ingin tahunya mengurai, merangkai,
tentang ilmu memodifikasi, dan
pengetahuan, teknologi, membuat) dan ranah
seni, budaya terkait abstrak (menulis,
fenomena dan kejadian membaca, menghitung,
tampak mata menggambar, dan
mengarang) sesuai dengan
yang dipelajari di sekolah
dan sumber lain yang sama
dalam sudut pandang/teori
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
129
3 memahami unsur, prinsip, 4 menggambar flora, fauna,
. teknik dan prosedur . dan alam benda
1 menggambar flora, fauna 1
dan alam benda dengan
berbagai bahan
3 memahami prinsip dan 4. menggambar gubahan
. prosedur menggambar 2 flora, fauna, dan bentuk
2 gubahan flora, fauna, dan geometrik menjadi ragam
bentuk geometrik menjadi hias
ragam hias
3 memahami prosedur 4. membuat karya dengan
. penerapan ragam hias pada 3 berbagai motif ragam hias
3 bahan buatan pada bahan buatan
3. memahami prosedur 4. membuat karya dengan
4 penerapan ragam hias pada 4 berbagai motif ragam hias
bahan alam pada bahan alam
SENI MUSIK
Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1)
kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4)
keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.
Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual adalah “Menghargai dan
menghayati ajaran agama yang dianutnya”. Adapun rumusan
Kompetensi Sikap Sosial adalah “Menunjukkan perilaku jujur,
disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun,
percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial
dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”. Kedua
kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung
(indirect teaching), yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah
dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran serta kebutuhan
dan kondisi siswa.
130
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan
sepanjang proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan
sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter siswa
lebih lanjut.
Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan dirumuskan
sebagai berikut ini, yaitu siswa mampu :
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. memahami pengetahuan 4. mencoba, mengolah, dan
(faktual, konseptual, dan menyaji dalam ranah
prosedural) berdasarkan konkret (menggunakan,
rasa ingin tahunya mengurai, merangkai,
tentang ilmu memodifikasi, dan
pengetahuan, teknologi, membuat) dan ranah
seni, budaya terkait abstrak (menulis,
fenomena dan kejadian membaca, menghitung,
tampak mata menggambar, dan
mengarang) sesuai dengan
yang dipelajari di sekolah
dan sumber lain yang sama
dalam sudut pandang/teori
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3 memahami konsep dasar 4 menyanyikan lagu dengan
. bernyanyi satu suara secara . satu suara secara
1 berkelompok dalam bentuk 1 berkelompok dalam
unisono bentuk unisono
3 memahami dasar bernyanyi 4. menyanyikan lagu
. dengan dua suara atau lebih 2 dengan dua suara atau
2 secara berkelompok lebih dalam bentuk
kelompok vokal
3 memahami konsep dasar 4. memainkan alat musik
131
. permainan alat musik 3 sederhana secara perorangan
3 sederhana secara
perorangan
3. memahami konsep dasar 4. memainkan ansamble
4 ansamble musik. 4 musik sejenis dan
campuran.
SENI TARI
Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1)
kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4)
keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.
Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual adalah “Menghargai dan
menghayati ajaran agama yang dianutnya”. Adapun rumusan
Kompetensi Sikap Sosial adalah “Menunjukkan perilaku jujur,
disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun,
percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”.
Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak
langsung (indirect teaching), yaitu keteladanan, pembiasaan, dan
budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran
serta kebutuhan dan kondisi siswa.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan
sepanjang proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan
sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter siswa
lebih lanjut.
Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan
dirumuskan sebagai berikut ini, yaitu siswa mampu:
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. memahami pengetahuan 4. mencoba, mengolah, dan
(faktual, konseptual, dan menyaji dalam ranah
prosedural) berdasarkan konkret (menggunakan,
132
rasa ingin tahunya mengurai, merangkai,
tentang ilmu memodifikasi, dan
pengetahuan, teknologi, membuat) dan ranah
seni, budaya terkait abstrak (menulis,
fenomena dan kejadian membaca, menghitung,
tampak mata menggambar, dan
mengarang) sesuai dengan
yang dipelajari di sekolah
dan sumber lain yang sama
dalam sudut pandang/teori
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3 memahami gerak tari 4 memeragakan gerak tari
. berdasarkan unsur ruang . berdasarkan unsur ruang
1 waktu dan tenaga 1 waktu dan tenaga
3 memahami gerak tari 4. memeragakan gerak tari
. berdasarkan ruang waktu 2 berdasarkan ruang waktu
2 dan tenaga sesuai iringan dan tenaga sesuai iringan
3 memahami gerak tari 4. memeragakan gerak tari
. sesuai dengan level dan 3 sesuai dengan level dan pola
3 pola lantai lantai
3. memahami gerak tari 4. memeragakan gerak tari
4 sesuai level, dan pola 4 berdasarkan level dan pola
lantai sesuai iringan lantai sesuai iringan
SENI TEATER
Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1)
kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4)
keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.
Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual adalah “Menghargai dan
menghayati ajaran agama yang dianutnya”. Adapun rumusan
Kompetensi Sikap Sosial adalah “Menunjukkan perilaku jujur,
133
disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun,
percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial
dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”. Kedua
kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung
(indirect teaching), yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah
dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran serta kebutuhan
dan kondisi siswa.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan
sepanjang proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan
sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter siswa
lebih lanjut.
Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan
dirumuskan sebagai berikut ini, yaitu siswa mampu:
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. memahami pengetahuan 4. mencoba, mengolah, dan
(faktual, konseptual, dan menyaji dalam ranah
prosedural) berdasarkan konkret (menggunakan,
rasa ingin tahunya mengurai, merangkai,
tentang ilmu memodifikasi, dan
pengetahuan, teknologi, membuat) dan ranah
seni, budaya terkait abstrak (menulis,
fenomena dan kejadian membaca, menghitung,
tampak mata menggambar, dan
mengarang) sesuai dengan
yang dipelajari di sekolah
dan sumber lain yang sama
dalam sudut pandang/teori
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3 memahami konsep, teknik 4 emeragakan adegan
. dan prosedur dasar seni . fragmen sesuai konsep,
134
1 peran untuk pementasan 1 teknik dan prosedur seni
fragmen peran
3 memahami teknik 4. menyusun naskah sesuai
. menyusun naskah 2 kaidah pementasan fragmen
2 fragmen
3 memahami perancangan 4. merancang pementasan
. pementasan fragmen 3 fragmen sesuai konsep,
3 sesuai konsep, teknik dan teknik dan prosedur
prosedur
3. memahami pementasan 4. mementaskan
4 fragmen sesuai konsep, 4 fragmen sesuai
teknik, dan prosedur konsep, teknik, dan
prosedur
KELAS: VIII
SENI RUPA
Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1)
kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4)
keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.
Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual adalah “Menghargai dan
menghayati ajaran agama yang dianutnya”. Adapun rumusan
Kompetensi Sikap Sosial adalah “Menunjukkan perilaku jujur,
disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun,
percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”.
Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak
langsung (indirect teaching), yaitu keteladanan, pembiasaan, dan
budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran
serta kebutuhan dan kondisi siswa.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan
sepanjang proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan
135
sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter siswa
lebih lanjut.
Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan
dirumuskan sebagai berikut ini, yaitu siswa mampu:
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. memahami dan 4. mengolah, menyaji, dan
menerapkan menalar dalam ranah konkret
pengetahuan (faktual, (menggunakan, mengurai,
konseptual, dan merangkai, memodifikasi,
prosedural) berdasarkan dan membuat) dan ranah
rasa ingin tahunya abstrak (menulis, membaca,
tentang ilmu menghitung, menggambar,
pengetahuan, teknologi, dan mengarang) sesuai
seni, budaya terkait dengan yang dipelajari di
fenomena dan kejadian sekolah dan sumber lain yang
tampak mata sama dalam sudut
pandang/teori
KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR
DASAR
3 memahami unsur, prinsip, 4 menggambar menggunakan
. teknik, dan prosedur . model dengan berbagai
1 menggambar 1 bahan dan teknik
menggunakan model berdasarkan pengamatan
dengan berbagai bahan
3 memahami prosedur 4 menggambar illustrasi
. menggambar illustrasi . dengan teknik manual atau
2 dengan teknik manual 2 digital
atau digital
136
3 memahami prosedur 4 membuat poster dengan
. menggambar poster . berbagai bahan dan teknik
3 dengan berbagai teknik 3
3 memahami prosedur 4 menggambar komik dengan
. menggambar komik . berbagai teknik
4 dengan berbagai teknik 4
SENI MUSIK
Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1)
kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4)
keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.
Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual adalah “Menghargai dan
menghayati ajaran agama yang dianutnya”. Adapun rumusan
Kompetensi Sikap Sosial adalah “Menunjukkan perilaku jujur,
disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun,
percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”.
Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak
langsung (indirect teaching), yaitu keteladanan, pembiasaan, dan
budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran
serta kebutuhan dan kondisi siswa.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan
sepanjang proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan
sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter siswa
lebih lanjut.
Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan
dirumuskan sebagai berikut ini, yaitu siswa mampu:
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. memahami dan 4. mengolah, menyaji, dan
menerapkan menalar dalam ranah konkret
pengetahuan (faktual, (menggunakan, mengurai,
137
konseptual, dan merangkai, memodifikasi,
prosedural) berdasarkan dan membuat) dan ranah
rasa ingin tahunya abstrak (menulis, membaca,
tentang ilmu menghitung, menggambar,
pengetahuan, teknologi, dan mengarang) sesuai
seni, budaya terkait dengan yang dipelajari di
fenomena dan kejadian sekolah dan sumber lain yang
tampak mata sama dalam sudut
pandang/teori
KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR
DASAR
3 memahami teknik 4 menyanyikan lagu-lagu
. dan gaya . daerah yang sesuai
1 menyanyi lagu- 1 dengan teknik dan
lagu daerah gayanya sesuai dialektika
atau intonasi kedaerahan
3 memahami teknik dan 4 menyanyikan lagu-lagu daerah
. gaya lagu daerah . dengan dua suara atau lebih
2 dengan dua suara atau 2 secara berkelompok
lebih secara
berkelompok
3 memahami teknik 4 memainkan salah satu alat
. permainan salah satu alat . musik tradisional secara
3 musik tradisional secara 3 perorangan
perorangan
3 memahami teknik 4 memainkan alat-alat musik
. permainan alat- alat . tradisional secara berkelompok
4 musik tradisional secara 4
berkelompok
SENI TARI
138
Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1)
kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4)
keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.
Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual adalah “Menghargai dan
menghayati ajaran agama yang dianutnya”. Adapun rumusan
Kompetensi Sikap Sosial adalah “Menunjukkan perilaku jujur,
disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun,
percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”.
Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak
langsung (indirect teaching), yaitu keteladanan, pembiasaan, dan
budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran
serta kebutuhan dan kondisi siswa.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan
sepanjang proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan
sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter siswa
lebih lanjut.
Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan
dirumuskan sebagai berikut ini, yaitu siswa mampu:
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. memahami dan 4. mengolah, menyaji, dan
menerapkan menalar dalam ranah konkret
pengetahuan (faktual, (menggunakan, mengurai,
konseptual, dan merangkai, memodifikasi,
prosedural) berdasarkan dan membuat) dan ranah
rasa ingin tahunya abstrak (menulis, membaca,
tentang ilmu menghitung, menggambar,
pengetahuan, teknologi, dan mengarang) sesuai
seni, budaya terkait dengan yang dipelajari di
fenomena dan kejadian sekolah dan sumber lain yang
139
tampak mata sama dalam sudut
pandang/teori
KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR
DASAR
3 memahami keunikan 4 memeragakan keunikan gerak
. gerak tari tradisional . tari tradisional dengan
1 dengan menggunakan 1 menggunakan unsur
unsur pendukung tari pendukung tari
3 memahami tari 4 memeragakan tari
. tradisional dengan . tradisional dengan
2 menggunakan unsur 2 menggunakan unsur
pendukung tari sesuai pendukung tari sesuai
iringan iringan
3 memahami penerapan pola 4 memeragakan cara
. lantai dan unsur . menerapkan gerak tari
3 pendukung gerak tari 3 tradisional berdasarkan pola
tradisional lantai dengan menggunakan
unsur pendukung tari
3 memahami penerapan pola 4 memeragakan tari tradisional
. lantai tari tradisional . berdasarkan pola lantai
4 berdasarkan unsur 4 dengan menggunakan unsur
pendukung tari sesuai pendukung tari sesuai iringan
iringan
SENI TEATER
Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1)
kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4)
keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.
Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual adalah “Menghargai dan
menghayati ajaran agama yang dianutnya”. Adapun rumusan
Kompetensi Sikap Sosial adalah “Menunjukkan perilaku jujur,
140
disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun,
percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial
dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”. Kedua
kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung
(indirect teaching), yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah
dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran serta kebutuhan
dan kondisi siswa.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan
sepanjang proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan
sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter siswa
lebih lanjut.
Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan
dirumuskan sebagai berikut ini, yaitu siswa mampu:
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. memahami dan 4. mengolah, menyaji, dan
menerapkan menalar dalam ranah konkret
pengetahuan (faktual, (menggunakan, mengurai,
konseptual, dan merangkai, memodifikasi,
prosedural) berdasarkan dan membuat) dan ranah
rasa ingin tahunya abstrak (menulis, membaca,
tentang ilmu menghitung, menggambar,
pengetahuan, teknologi, dan mengarang) sesuai
seni, budaya terkait dengan yang dipelajari di
fenomena dan kejadian sekolah dan sumber lain yang
tampak mata sama dalam sudut
pandang/teori
KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR
DASAR
3.1 memahami konsep, teknik 4 meragakan gerak pantomim
141
dan prosedur dasar seni . sesuai konsep, teknik, dan
peran sesuai kaidah 1 prosedur seni peran
pementasan pantomim
3 memahami teknik 4 menyusun naskah sesuai
. menyusun naskah sesuai . kaidah pementasan pantomim
2 kaidah pementasan 2
pantomim
3 Memahami 4 merancang pementasan
. perancangan . pantomim sesuai konsep,
3 pementasan 3 teknik dan prosedur
pantomim sesuai
konsep, teknik dan
prosedur
3 memahami pementasan 4 mementaskan pantomim
. pantomim sesuai konsep, . sesuai konsep, teknik, dan
4 teknik, dan prosedur 4 prosedur
KELAS: IX
SENI RUPA
Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1)
kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4)
keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.
Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual adalah “Menghargai dan
menghayati ajaran agama yang dianutnya”. Adapun rumusan
Kompetensi Sikap Sosial adalah “Menunjukkan perilaku jujur,
disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun,
percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”.
Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak
langsung (indirect teaching), yaitu keteladanan, pembiasaan, dan
142
budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran
serta kebutuhan dan kondisi siswa.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan
sepanjang proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan
sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter siswa
lebih lanjut.
Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan
dirumuskan sebagai berikut ini, yaitu siswa mampu:
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. memahami dan 4. mengolah, menyaji, dan
menerapkan menalar dalam ranah konkret
pengetahuan (faktual, (menggunakan, mengurai,
konseptual, dan merangkai, memodifikasi,
prosedural) berdasarkan dan membuat) dan ranah
rasa ingin tahunya abstrak (menulis, membaca,
tentang ilmu menghitung, menggambar,
pengetahuan, teknologi, dan mengarang) sesuai
seni, budaya terkait dengan yang dipelajari di
fenomena dan kejadian sekolah dan sumber lain yang
tampak mata sama dalam sudut
pandang/teori
KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR
DASAR
3 memahami unsur, prinsip, 4 membuat karya seni lukis
. teknik, dan prosedur . dengan berbagai bahan dan
1 berkarya seni lukis dengan 1 teknik
berbagai bahan
3 memahami prosedur 4 membuat karya seni patung
. berkarya seni patung . dengan berbagai bahan dan
2 dengan berbagai bahan 2 teknik
143
dan teknik
3 memahami prosedur 4 membuat karya seni grafis
. berkarya seni grafis . dengan berbagai bahan dan
3 dengan berbagai bahan 3 teknik
dan teknik
3 memahami prosedur 4 menyelenggarakan pameran
. penyelenggaraan . seni rupa
4 pameran karya seni 4
rupa
SENI MUSIK
Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1)
kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4)
keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.
Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual adalah “Menghargai dan
menghayati ajaran agama yang dianutnya”. Adapun rumusan
Kompetensi Sikap Sosial adalah “Menunjukkan perilaku jujur,
disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun,
percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”.
Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak
langsung (indirect teaching), yaitu keteladanan, pembiasaan, dan
budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran
serta kebutuhan dan kondisi siswa.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan
sepanjang proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan
sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter siswa
lebih lanjut.
Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan
dirumuskan sebagai berikut ini, yaitu siswa mampu:
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
144
3. memahami dan 4. mengolah, menyaji, dan
menerapkan menalar dalam ranah konkret
pengetahuan (faktual, (menggunakan, mengurai,
konseptual, dan merangkai, memodifikasi,
prosedural) berdasarkan dan membuat) dan ranah
rasa ingin tahunya abstrak (menulis, membaca,
tentang ilmu menghitung, menggambar,
pengetahuan, teknologi, dan mengarang) sesuai
seni, budaya terkait dengan yang dipelajari di
fenomena dan kejadian sekolah dan sumber lain yang
tampak mata sama dalam sudut
pandang/teori
KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR
DASAR
3 memahami teknik 4 mengembangkan ornamentasi
. pengembangan . ritmis maupun melodis lagu
1 ornamentasi melodis dan 1 dalam bentuk vokal
ritmis lagu dalam bentuk solo/tunggal
vokal solo/tunggal
3 memahami teknik 4 mengembangkan
. pengembangan . ornamentasi ritmis maupun
2 ornamentasi ritmis 2 melodis lagu dalam bentuk
maupun melodis lagu kelompok vokal
dalam bentuk kelompok
vokal
3 memahami konsep, 4 memainkan karya-karya
. bentuk, dan ciri-ciri . musik populer dengan vokal
3 musik populer 3 dan atau alat musik secara
individual
3 memahami pertunjukan 4 menampilkan hasil
. musik populer . pengembangan ornamentasi
4 4 ritmis maupun melodis musik
145
populer dalam bentuk
ansambel
SENI TARI
Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1)
kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4)
keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.
Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual adalah “Menghargai dan
menghayati ajaran agama yang dianutnya”. Adapun rumusan
Kompetensi Sikap Sosial adalah “Menunjukkan perilaku jujur,
disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun,
percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”.
Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak
langsung (indirect teaching), yaitu keteladanan, pembiasaan, dan
budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran
serta kebutuhan dan kondisi siswa.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan
sepanjang proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan
sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter siswa
lebih lanjut.
Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan
dirumuskan sebagai berikut ini, yaitu siswa mampu:
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. memahami dan 4. mengolah, menyaji, dan
menerapkan pengetahuan menalar dalam ranah
(faktual, konseptual, dan konkret (menggunakan,
prosedural) berdasarkan mengurai, merangkai,
rasa ingin tahunya tentang memodifikasi, dan
ilmu pengetahuan, membuat) dan ranah
teknologi, seni, budaya abstrak (menulis,
146
terkait fenomena dan membaca, menghitung,
kejadian tampak mata menggambar, dan
mengarang) sesuai dengan
yang dipelajari di sekolah
dan sumber lain yang sama
dalam sudut pandang/teori
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3 memahami keunikan 4 memeragakan keunikan
. gerak tari kreasi . gerak tari kreasi
1 berdasarkan unsur 1 berdasarkan unsur
pendukung tari pendukung tari
3 memahami tari kreasi 4. memeragakan tari kreasi
. dengan menggunakan 2 dengan menggunakan
2 unsur pendukung tari unsur pendukung tari
sesuai iringan sesuai iringan
3 memahami penerapan pola 4. memeragakan cara
. lantai dan unsur pendukung 3 menerapkan gerak tari
3 gerak tari kreasi kreasi berdasarkan pola
lantai dengan menggunakan
unsur pendukung tari
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.4 memahami penerapan 4.4 memeragakan tari kreasi
pola lantai tari kreasi berdasarkan pola lantai
berdasarkan unsur dengan menggunakan
pendukung tari sesuai unsur pendukung tari
iringan sesuai iringan
SENI TEATER
Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1)
kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4)
147
keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.
Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual adalah “Menghargai dan
menghayati ajaran agama yang dianutnya”. Adapun rumusan
Kompetensi Sikap Sosial adalah “Menunjukkan perilaku jujur,
disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun,
percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”.
Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak
langsung (indirect teaching), yaitu keteladanan, pembiasaan, dan
budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran
serta kebutuhan dan kondisi siswa.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan
sepanjang proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan
sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter siswa
lebih lanjut.
Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan
dirumuskan sebagai berikut ini, yaitu siswa mampu:
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. memahami dan 4. mengolah, menyaji, dan
menerapkan menalar dalam ranah
pengetahuan (faktual, konkret (menggunakan,
konseptual, dan mengurai, merangkai,
prosedural) berdasarkan memodifikasi, dan
rasa ingin tahunya membuat) dan ranah
tentang ilmu abstrak (menulis, membaca,
pengetahuan, teknologi, menghitung, menggambar,
seni, budaya terkait dan mengarang) sesuai
fenomena dan kejadian dengan yang dipelajari di
tampak mata sekolah dan sumber lain
yang sama dalam sudut
148
pandang/teori
KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR
DASAR
3 memahami konsep, 4 memeragakan adegan drama
. teknik dan prosedur . musikal dan/atau operet
1 dasar seni peran sesuai 1 sesuai konsep, teknik dan
kaidah pementasan prosedur seni peran
drama musikal dan atau
operet
3 memahami teknik 4 menyusun naskah sesuai
. menyusun naskah sesuai . kaidah pementasan drama
2 kaidah pementasan drama 2 musikal dan/atau operet
musikal dan atau operet
3 memahami perancangan 4 merancang pementasan
. pementasan drama . drama musikal dan atau
3 musikal dan atau operet 3 operet sesuai konsep,
sesuai konsep, teknik, teknik, dan prosedur
dan prosedur
3 memahami 4 mementaskan drama musikal
. pementasan drama . dan/atau operet sesuai
4 musikal dan atau 4 konsep, teknik, dan prosedur
operet sesuai konsep,
teknik dan prosedur
Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar
Pendidikan Jasmani, Olahraga, Dan Kesehatan
KELAS: VII
Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1)
kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4)
149
keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.
Rumusan kompetensi sikap spiritual yaitu, “Menghargai dan
menghayati ajaran agama yang dianutnya”. Adapun rumusan
kompetensi sikap sosial yaitu, “Menunjukkan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, dan percaya
diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan
alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”. Kedua
kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung
(indirect teaching), yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah
dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran, serta kebutuhan
dan kondisi peserta didik.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan
sepanjang proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan
sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta
didik lebih lanjut.
Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan
dirumuskan sebagai berikut ini.
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami 4. Mencoba, mengolah, dan
pengetahuan (faktual, menyaji dalam ranah konkret
konseptual, dan (menggunakan, mengurai,
prosedural) merangkai, memodifikasi,
berdasarkan rasa ingin dan membuat) dan ranah
tahunya tentang ilmu abstrak (menulis, membaca,
pengetahuan, menghitung, menggambar,
teknologi, seni, budaya dan mengarang) sesuai
terkait fenomena dan dengan yang dipelajari di
kejadian tampak mata sekolah dan sumber lain yang
sama dalam sudut
pandang/teori
150
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.1 Memahami gerak spesifik 4.1 Mempraktikkan gerak spesifik
dalam berbagai permainan bola dalam berbagai permainan bola
besar sederhana dan atau besar sederhana dan atau tradisional
tradisional*)
3.2 Memahami gerak spesifik 4.2 Mempraktikkan gerak spesifik
dalam berbagai permainan bola dalam berbagai permainan bola
kecil sederhana dan atau kecil sederhana dan atau tradisional.
tradisional. *) *)
3.3 Memahami gerak spesifik 4.3 Mempraktikkan gerak
jalan, lari, lompat, dan spesifik jalan, lari, lompat,
lempar dalam berbagai dan lempar dalam berbagai
permainan sederhana dan permainan sederhana dan atau
atau tradisional. *) tradisional. *)
3.4 Memahami gerak 4.4 Mempraktikkan gerak
spesifik seni spesifik seni beladiri. **)
beladiri. **)
3.5 Memahami konsep 4.5 Mempraktikkan latihan
latihan peningkatan peningkatan derajat
derajat kebugaran kebugaran jasmani yang
jasmani yang terkait terkait dengan kesehatan
dengan kesehatan (daya (daya tahan, kekuatan,
tahan, kekuatan, komposisi tubuh, dan
komposisi tubuh, dan kelenturan) dan pengukuran
kelenturan) dan hasilnya
pengukuran hasilnya
3.6 Memahami berbagai 4.6 Mempraktikkan berbagai
keterampilan dasar keterampilan dasar spesifik
spesifik senam lantai senam lantai
3.7 Memahami variasi dan 4.7 Mempraktikkan variasi dan
kombinasi gerak kombinasi gerak berbentuk
151
berbentuk rangkaian rangkaian langkah dan
langkah dan ayunan ayunan lengan mengikuti
lengan mengikuti irama irama (ketukan) tanpa/dengan
(ketukan) tanpa/dengan musik sebagai pembentuk
musik sebagai pembentuk gerak pemanasan dalam
gerak pemanasan dalam aktivitas gerak berirama
aktivitas gerak berirama
3.8 Memahami gerak spesifik 4.8 Mempraktikkan konsep gerak
salah satu gaya renang spesifik salah satu gaya
dengan koordinasi yang renang dengan koordinasi
baik. ***) yang baik. ***)
3.9 Memahami perkembangan 4.9 Memaparkan perkembangan
tubuh remaja yang meliputi tubuh remaja yang meliputi
perubahan fisik sekunder dan perubahan fisik sekunder dan
mental. mental.
3.10 Memahami pola makan 4.10 Memaparkan pola makan
sehat, bergizi dan sehat, bergizi dan seimbang
seimbang serta serta pengaruhnya terhadap
pengaruhnya terhadap kesehatan.
kesehatan.
KELAS: VIII
Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1)
kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4)
keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.
Rumusan kompetensi sikap spiritual yaitu, “Menghargai dan
menghayati ajaran agama yang dianutnya”. Adapun rumusan
kompetensi sikap sosial yaitu, “Menunjukkan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, dan percaya
diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan
alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”. Kedua
152
kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung
(indirect teaching), yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah
dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran, serta kebutuhan
dan kondisi peserta didik.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan
sepanjang proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan
sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta
didik lebih lanjut.
Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan
dirumuskan sebagai berikut ini.
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami dan 4. Mengolah, menyaji, dan
menerapkan menalar dalam ranah konkret
pengetahuan (faktual, (menggunakan, mengurai,
konseptual, dan merangkai, memodifikasi,
prosedural) berdasarkan dan membuat) dan ranah
rasa ingin tahunya abstrak (menulis, membaca,
tentang ilmu menghitung, menggambar,
pengetahuan, teknologi, dan mengarang) sesuai
seni, budaya terkait dengan yang dipelajari di
fenomena dan kejadian sekolah dan sumber lain yang
tampak mata sama
dalam sudut pandang/teori
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.1 Memahami variasi 4.1 Mempraktikkan variasi gerak
gerak spesifik dalam spesifik dalam berbagai
berbagai permainan permainan bola besar
bola besar sederhana sederhana dan atau
dan atau tradisional tradisional
3.2 Memahami variasi gerak 4.2 Mempraktikkan variasi gerak
153
spesifik dalam berbagai spesifik dalam berbagai
permainan bola kecil permainan bola kecil
sederhana dan atau sederhana dan atau
tradisional tradisional
3.3 Memahami variasi 4.3 Mempraktikkan variasi
gerak spesifik jalan, gerak spesifik jalan, lari,
lari, lompat, dan lompat, dan lempar dalam
lempar dalam berbagai permainan
berbagai permainan sederhana dan atau
sederhana dan atau tradisional
tradisional
3.4 Memahami variasi 4.4 Mempraktikkan variasi
gerak spesifik seni gerak spesifik seni
beladiri beladiri
3.5 Memahami konsep 4.5 Mempraktikkan latihan
latihan peningkatan peningkatan derajat
derajat kebugaran kebugaran jasmani yang
jasmani yang terkait terkait dengan
dengan keterampilan keterampilan (kecepatan,
(kecepatan, kelincahan, keseimbanga,
kelincahan, dan koordinasi) serta
keseimbanga, dan pengukuran hasilnya
koordinasi) serta
pengukuran hasilnya
3.6 Memahami kombinasi 4.6 Mempraktikkan kombinasi
keterampilan berbentuk keterampilan berbentuk
rangkaian gerak rangkaian gerak sederhana
sederhana dalam dalam aktivitas spesifik
aktivitas spesifik senam senam lantai
lantai
3.7 Memahami variasi dan 4.7 Mempraktikkan prosedur
kombinasi gerak variasi dan kombinasi gerak
154
berbentuk rangkaian berbentuk rangkaian
langkah dan ayunan langkah dan ayunan lengan
lengan mengikuti irama mengikuti irama (ketukan)
(ketukan) tanpa/dengan tanpa/dengan musik sebagai
musik sebagai pembentuk gerak
pembentuk gerak pemanasan dan inti latihan
pemanasan dan inti dalam aktivitas gerak
latihan dalam aktivitas berirama
gerak berirama
3.8 Memahami gerak 4.8 Mempraktikkan gerak spesifik
spesifik salah satu gaya salah satu gaya renang dalam
renang dalam permainan permainan air dengan atau
air dengan atau tanpa alat tanpa alat ***)
***)
3.9 Memahami perlunya 4.9 Memaparkan perlunya
pencegahan terhadap pencegahan terhadap “bahaya
“bahaya pergaulan pergaulan bebas”
bebas”
3.10 Memahami cara 4.10 Memaparkan cara menjaga
menjaga keselamatan keselamatan diri dan orang
diri dan orang lain di lain di jalan raya
jalan raya
KELAS: IX
Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1)
kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4)
keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.
Rumusan kompetensi sikap spiritual yaitu, “Menghargai dan
menghayati ajaran agama yang dianutnya”. Adapun rumusan
kompetensi sikap sosial yaitu, “Menunjukkan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, dan percaya
155
diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan
alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”. Kedua
kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung
(indirect teaching), yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah
dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran, serta kebutuhan
dan kondisi peserta didik.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan
sepanjang proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan
sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta
didik lebih lanjut.
Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan
dirumuskan sebagai berikut ini.
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami dan 4. Mengolah, menyaji, dan
menerapkan menalar dalam ranah
pengetahuan (faktual, konkret (menggunakan,
konseptual, dan mengurai, merangkai,
prosedural) berdasarkan memodifikasi, dan
rasa ingin tahunya membuat) dan ranah
tentang ilmu abstrak (menulis,
pengetahuan, teknologi, membaca, menghitung,
seni, budaya terkait menggambar, dan
fenomena dan kejadian mengarang) sesuai dengan
tampak mata yang dipelajari di sekolah
dan sumber lain yang sama
dalam sudut pandang/teori
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.1 Memahami variasi dan 4.1 Mempraktikkan variasi
kombinasi gerak dan kombinasigerak
spesifik dalam spesifik dalam berbagai
156
berbagai permainan permainan bola besar
bola besar sederhana sederhana dan atau tradisional
dan atau tradisional
3.2 Memahami kombinasi 4.2 Mempraktikkan variasi
gerak spesifik dalam dan kombinasi gerak
berbagai permainan bola spesifik dalam berbagai
kecil sederhana dan atau permainan bola kecil
tradisional. *) sederhana dan atau
tradisional. *)
3.3 Memahami kombinasi 4.3 Mempraktikkan kombinasi
gerak spesifik jalan, lari, gerak spesifik jalan, lari,
lompat, dan lempar dalam lompat, dan lempar dalam
berbagai permainan berbagai permainan
sederhana dan atau sederhana dan atau
tradisional. *) tradisional. *)
3.4 Memahami variasi dan 4.4 Mempraktikkan
kombinasi gerak variasidan kombinasi
spesifik seni beladiri. gerak spesifik seni
**) beladiri. **)
3.5 Memahami penyusunan 4.5 Mempraktikkan penyusunan
program pengembangan program pengembangan
komponen kebugaran komponen kebugaran
jasmani terkait dengan jasmani terkait dengan
kesehatan dan kesehatan dan keterampilan
keterampilan secara secara
sederhana sederhana.
3.6 Memahami kombinasi 4.6 Mempraktikkan kombinasi
keterampilan berbentuk keterampilan berbentuk
rangkaian gerak rangkaian gerak sederhana
sederhana secara secara konsisten, tepat, dan
konsisten, tepat, dan terkontrol dalam aktivitas
terkontrol dalam aktivitas spesifik senam lantai
157
spesifik senam lantai
3.7 Memahami variasi dan 4.7 Mempraktikkan variasi dan
kombinasi gerak kombinasi gerak berbentuk
berbentuk rangkaian rangkaian langkah dan
langkah dan ayunan ayunan lengan mengikuti
lengan mengikuti irama irama (ketukan)
(ketukan) tanpa/dengan tanpa/dengan musik sebagai
musik sebagai pembentuk pembentuk gerak
gerak pemanasan, inti pemanasan, inti
latihan, dan pendinginan latihan, dan pendinginan
dalam aktivitas gerak dalam aktivitas gerak
berirama berirama
3.8 Memahami gerak spesifik 4.8 Mempraktikkan gerak
salah satu gaya renang spesifik salah satu gaya
dalam bentuk perlombaan renang dalam bentuk
***) perlombaan ***)
3.9 Memahami tindakan 4.9 Memaparkan tindakan
P3K pada kejadian P3K pada kejadian
darurat, baik pada darurat, baik pada diri
diri sendiri maupun sendiri maupun orang lain
orang lain
3.10 Memahami peran aktivitas 4.10 Memaparkan peran aktivitas
fisik terhadap pencegahan fisik terhadap pencegahan
penyakit penyakit
Keterangan:
*) Untuk kompetensi dasar permainan bola besar dan
permainan bola kecil dapat dipilih sesuai dengan
sarana prasarana yang tersedia. (Dan dipastikan Guru
tidak mengajarkan pada salah satu pembelajaran yang
diminati oleh gurunya melainkan diminati oleh
siswanya agar siswa tidak terpaksa dan PJOK menjadi
momok bagi siswanya)
158
**) Pembelajaran aktifitas beladiri selain pencaksilat dapat
juga aktifitas beladiri lainnya (karate, yudo, taekondo,
dll) disesuaikan dengan situasi dan kondisi sekolah.
Olahraga beladiri pencaksilat mulai diajarkan pada
kelas IV dikarenakan karakterisrtik psikis anak kelas
I. II dan III belum cukup untuk menerima aktifitas
pembelajaran beladiri.
***) Pembelajaran aktifitas air boleh dilaksanakan sesuai
dengan kondisi, jikalau tidak bisa dilaksanakan
digantikan dengan aktifitas fisik lainnya yang terdapat
di lingkup materi.
Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar
Prakarya
KELAS: VII
KERAJINAN
Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1)
kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4)
keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.
Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual adalah “Menghargai dan
menghayati ajaran agama yang dianutnya”. Adapun rumusan
Kompetensi Sikap Sosial adalah “Menunjukan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, dan percaya
diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan
alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”. Kedua
kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung
(indirect teaching), yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah
dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran, serta kebutuhan
dan kondisi siswa.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan
sepanjang proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan
159
sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter siswa
lebih lanjut.
Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan
dirumuskan sebagai berikut, yaitu siswa mampu:
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. memahami pengetahuan 4. mencoba, mengolah, dan
(faktual, konseptual, dan menyaji dalam ranah
prosedural) berdasarkan konkret (menggunakan,
rasa ingin tahunya mengurai, merangkai,
tentang ilmu memodifikasi, dan
pengetahuan, teknologi, membuat) dan ranah abstrak
seni, budaya terkait (menulis, membaca,
fenomena dan kejadian menghitung, menggambar,
tampak mata dan mengarang) sesuai
dengan yang dipelajari di
sekolah dan sumber lain
yang sama dalam sudut
pandang/teori
KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR
DASAR
3.1 memahami 4.1 memilih jenis bahan dan
pengetahuan tentang teknik pengolahan serat/tekstil
jenis, sifat, karakter, yang sesuai dengan potensi
dan teknik pengolahan daerah setempat (misalnya
serat dan tekstil rumput/ ilalang, kapas, bulu
domba, kulit kayu, kain, tali
plastik dan lain-lain)
3.2 memahami pengetahuan 4.2 merancang, membuat, dan
tentang prinsip menyajikan produk kerajinan
perancangan, pembuatan, dari bahan serat/tekstil yang
160
dan penyajian produk kreatif dan inovatif, sesuai
kerajinan dari bahan serat dengan potensi daerah
dan tekstil yang kreatif setempat (misalnya
dan inovatif rumput/ilalang, kapas, bulu
domba, kulit kayu, kain, tali
plastik dan
lain-lain)
3.3 memahami 4.3 memilih jenis bahan dan
pengetahuan tentang teknik pengolahan kertas
jenis, sifat, karakter, dan plastik lembaran
dan teknik pengolahan yang sesuai dengan
kertas dan plastik potensi daerah setempat
lembaran
3.4 memahami pengetahuan 4.4 merancang, membuat, dan
tentang prinsip menyajikan produk
perancangan, pembuatan kerajinan dari bahan kertas
dan penyajian produk dan plastik lembaran yang
kerajinan dari bahan kreatif dan inovatif, sesuai
kertas dan plastik dengan potensi daerah
lembaran yang kreatif dan setempat
inovatif
REKAYASA
Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1)
kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4)
keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.
Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual adalah “Menghargai dan
menghayati ajaran agama yang dianutnya”. Adapun rumusan
Kompetensi Sikap Sosial adalah “Menunjukan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, dan percaya
diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan
alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”. Kedua
161
kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung
(indirect teaching), yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah
dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran, serta kebutuhan
dan kondisi siswa.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan
sepanjang proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan
sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter siswa
lebih lanjut.
Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan
dirumuskan sebagai berikut, yaitu siswa mampu:
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. memahami pengetahuan 4. mencoba, mengolah, dan
(faktual, konseptual, dan menyaji dalam ranah konkret
prosedural) berdasarkan (menggunakan, mengurai,
rasa ingin tahunya tentang merangkai, memodifikasi, dan
ilmu pengetahuan, membuat) dan ranah abstrak
teknologi, seni, budaya (menulis, membaca,
terkait fenomena dan menghitung, menggambar, dan
kejadian tampak mata mengarang) sesuai dengan
yang dipelajari di sekolah dan
sumber lain yang sama dalam
sudut pandang/teori
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.1 memahami wawasan 4.1 membuat sketsa dan gambar
teknologi, teknik dari suatu rancangan
perkembangan produk
teknologi,
keselamatan kerja,
sketsa, dan gambar
teknik
162
3.2 memahami jenis, 4.2 membuat produk sederhana
karakteristik, kekuatan menggunakan peralatan kerja
bahan, serta peralatan sesuai dengan jenis,
kerja pengolahnya karakteristik, dan kekuatan
bahan
3.3 memahami jenis-jenis 4.3 memanipulasi jenis-jenis dan
dan fungsi teknologi fungsi teknologi konstruksi
konstruksi
3.4 memahami sistem, 4.4 membuat produk teknologi
jenis, serta konstruksi dengan
karakteristik memanfaatkan potensi yang
persambungan dan ada di lingkungan sekitar
penguatan pada
konstruksi
BUDIDAYA
Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1)
kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4)
keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.
Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual adalah “Menghargai dan
menghayati ajaran agama yang dianutnya”. Adapun rumusan
Kompetensi Sikap Sosial adalah “Menunjukan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, dan percaya
diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan
alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”. Kedua
kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung
(indirect teaching), yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah
dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran, serta kebutuhan
dan kondisi siswa.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan
sepanjang proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan
163
sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter siswa
lebih lanjut.
Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan
dirumuskan sebagai berikut, yaitu siswa mampu:
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. memahami pengetahuan 4. mencoba, mengolah, dan
(faktual, konseptual, dan menyaji dalam ranah
prosedural) berdasarkan rasa konkret (menggunakan,
ingin tahunya tentang ilmu mengurai, merangkai,
pengetahuan, teknologi, memodifikasi, dan
seni, budaya terkait membuat) dan ranah abstrak
fenomena dan kejadian (menulis, membaca,
tampak mata menghitung, menggambar,
dan mengarang) sesuai
dengan yang dipelajari di
sekolah dan sumber lain
yang sama dalam sudut
pandang/teori
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.1 memahami komoditas 4.1 menentukan komoditas
tanaman sayuran yang tanaman sayuran yang
dapat dikembangkan sesuai akan dibudidayakan
kebutuhan wilayah sesuai kebutuhan wilayah
setempat
3.2 memahami tahapan 4.2 mempraktikkan tahapan
budidaya tanaman budidaya tanaman
sayuran sayuran
3.3 memahami komoditas 4.3 menentukan komoditas
tanaman obat yang dapat tanaman obat yang akan
dikembangkan sesuai dibudidayakan sesuai
164
kebutuhan wilayah kebutuhan wilayah
setempat
3.4 memahami tahapan 4.4 mempraktikkan tahapan
budidaya tanaman budidaya tanaman obat
obat
PENGOLAHAN
Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1)
kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4)
keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.
Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual adalah “Menghargai dan
menghayati ajaran agama yang dianutnya”. Adapun rumusan
Kompetensi Sikap Sosial adalah “Menunjukan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, dan percaya
diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan
alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”. Kedua
kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung
(indirect teaching), yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah
dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran, serta kebutuhan
dan kondisi siswa.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan
sepanjang proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan
sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter siswa
lebih lanjut.
Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan
dirumuskan sebagai berikut, yaitu siswa mampu:
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. memahami pengetahuan 4. mencoba, mengolah, dan
(faktual, konseptual, dan menyaji dalam ranah
prosedural) berdasarkan rasa konkret (menggunakan,
ingin tahunya tentang ilmu mengurai, merangkai,
165
pengetahuan, teknologi, memodifikasi, dan
seni, budaya terkait membuat) dan ranah abstrak
fenomena dan kejadian (menulis, membaca,
tampak mata menghitung, menggambar,
dan mengarang) sesuai
dengan yang dipelajari di
sekolah dan sumber lain
yang sama dalam sudut
pandang/teori
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.1 memahami rancangan 4.1 mengolah bahan pangan
pembuatan, penyajian dan buah segar menjadi
pengemasan bahan pangan makanan dan minuman
buah segar menjadi sesuai pengetahuan
makanan dan minuman rancangan dan bahan yang
yang ada di wilayah ada di wilayah setempat
setempat
3.2 memahami rancangan 4.2 mengolah, menyaji, dan
pembuatan, penyajian dan mengemas bahan hasil
pengemasan bahan hasil samping buah menjadi
samping buah menjadi produk pangan yang ada di
produk pangan yang ada di wilayah setempat
wilayah setempat
3.3 memahami rancangan 4.3 mengolah, menyaji, dan
pengolahan , penyajian dan mengemas bahan pangan
pengemasan bahan pangan sayuran menjadi makanan
sayuran menjadi makanan dan minuman kesehatan
dan minuman kesehatan yang ada di wilayah
yang ada di wilayah setempat
setempat
3.4 memahami rancangan 4.4 mengolah, menyaji dan
166
pengolahan, penyajian, dan mengemas bahan hasil
pengemasan bahan hasil samping sayuran menjadi
samping sayuran menjadi produk pangan yang ada di
produk pangan yang ada di wilayah setempat
wilayah setempat
KELAS: VIII
KERAJINAN
Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu
(1) kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3)
pengetahuan, dan (4) keterampilan. Kompetensi tersebut
dicapai melalui proses pembelajaran intrakurikuler,
kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.
Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual adalah
“Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya”.
Adapun rumusan Kompetensi Sikap Sosial adalah
“Menunjukan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli
(toleransi, gotong royong), santun, dan percaya diri dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan
alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”.
Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak
langsung (indirect teaching), yaitu keteladanan, pembiasaan,
dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata
pelajaran, serta kebutuhan dan kondisi siswa.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap
dilakukan sepanjang proses pembelajaran berlangsung, dan
dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam
mengembangkan karakter siswa lebih lanjut.
Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi
Keterampilan dirumuskan sebagai berikut, yaitu siswa
mampu:
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
167
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. memahami dan 4. mengolah, menyaji, dan
menerapkan pengetahuan menalar dalam ranah
(faktual, konseptual, dan konkret (menggunakan,
prosedural) berdasarkan mengurai, merangkai,
rasa ingin tahunya tentang memodifikasi, dan
ilmu pengetahuan, membuat) dan ranah abstrak
teknologi, seni, budaya (menulis, membaca,
terkait fenomena dan menghitung, menggambar,
kejadian tampak mata dan mengarang) sesuai
dengan yang dipelajari di
sekolah dan sumber lain
yang sama dalam sudut
pandang/teori
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.1 memahami pengetahuan 4.1 memilih jenis bahan dan
tentang jenis, sifat, teknik pengolahan bahan
karakter dan teknik lunak yang sesuai dengan
pengolahan bahan lunak potensi daerah setempat
(misalnya tanah liat, getah, (misalnya tanah liat, getah,
lilin, clay polimer, clay lilin, clay polimer, clay
tepung, plastisin, parafin, tepung, plastisin, parafin,
gips dan lain-lain) gips dan lain-lain)
3.2 memahami pengetahuan 4.2 perancangan, pembuatan
tentang prinsip dan penyajian produk
perancangan, pembuatan, kerajinan dari bahan lunak
dan penyajian produk yang kreatif dan inovatif,
kerajinan dari bahan lunak sesuai dengan potensi
yang kreatif dan inovatif daerah setempat (misalnya
tanah liat, getah, lilin, clay
polimer, clay tepung,
168
plastisin, parafin, gips dan
lain-lain)
3.3 memahami pengetahuan 4.3 memilih jenis bahan dan
tentang jenis, sifat, teknik pengolahan kerang,
karakter dan teknik kaca, keramik dan botol
pengolahan kerang, kaca, plastik yang sesuai dengan
keramik dan botol plastik potensi daerah setempat
3.4 memahami pengetahuan 4.4 perancangan,
tentang prinsip pembuatan, dan
perancangan, pembuatan penyajian produk
dan penyajian produk kerajinan dari kerang,
kerajinan dari kerang, kaca, kaca, keramik dan botol
keramik dan botol plastik plastik yang kreatif dan
yang kreatif dan inovatif inovatif sesuai dengan
potensi daerah setempat
REKAYASA
Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu
(1) kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3)
pengetahuan, dan (4) keterampilan. Kompetensi tersebut
dicapai melalui proses pembelajaran intrakurikuler,
kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.
Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual adalah
“Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya”.
Adapun rumusan Kompetensi Sikap Sosial adalah
“Menunjukan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli
(toleransi, gotong royong), santun, dan percaya diri dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan
alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”.
Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak
langsung (indirect teaching), yaitu keteladanan, pembiasaan,
dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata
pelajaran, serta kebutuhan dan kondisi siswa.
169
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap
dilakukan sepanjang proses pembelajaran berlangsung, dan
dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam
mengembangkan karakter siswa lebih lanjut.
Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi
Keterampilan dirumuskan sebagai berikut, yaitu siswa
mampu:
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. memahami dan 4. mengolah, menyaji, dan
menerapkan pengetahuan menalar dalam ranah
(faktual, konseptual, dan konkret (menggunakan,
prosedural) berdasarkan mengurai, merangkai,
rasa ingin tahunya tentang memodifikasi, dan
ilmu pengetahuan, membuat) dan ranah abstrak
teknologi, seni, budaya (menulis, membaca,
terkait fenomena dan menghitung, menggambar,
kejadian tampak mata dan mengarang) sesuai
dengan yang dipelajari di
sekolah dan sumber lain
yang sama dalam sudut
pandang/teori
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.1 memahami perkembangan, 4.1 memanipulasi sistem
peralatan, dan media teknologi informasi
pengantar teknologi dan komunikasi
informasi dan komunikasi
3.2 memahami penerapan 4.2 membuat produk teknologi
jenis, karakteristik, dan informasi dan komunikasi
istilah-istilah teknologi dengan menggunakan
informasi dan komunikasi bahan-bahan yang tersedia
170
di sekitarnya
3.3 memahami sumber dan 4.3 memanipulasi sistem
permasalahan air serta penjernih air
perkembangan peralatan
penjernih air
3.4 memahami penerapan 4.4 membuat alat penjernih air
sistem penyaringan air dengan memanfaatkan
alami dan buatan potensi yang ada di
lingkungan sekitar
BUDIDAYA
Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1)
kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4)
keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.
Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual adalah “Menghargai dan
menghayati ajaran agama yang dianutnya”. Adapun rumusan
Kompetensi Sikap Sosial adalah “Menunjukan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, dan percaya
diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan
alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”. Kedua
kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung
(indirect teaching), yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah
dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran, serta kebutuhan
dan kondisi siswa.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan
sepanjang proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan
sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter siswa
lebih lanjut.
Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan
dirumuskan sebagai berikut, yaitu siswa mampu:
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
171
3. memahami dan 4. mengolah, menyaji, dan
menerapkan pengetahuan menalar dalam ranah
(faktual, konseptual, dan konkret (menggunakan,
prosedural) berdasarkan mengurai, merangkai,
rasa ingin tahunya tentang memodifikasi, dan
ilmu pengetahuan, membuat) dan ranah abstrak
teknologi, seni, budaya (menulis, membaca,
terkait fenomena dan menghitung, menggambar,
kejadian tampak mata dan mengarang) sesuai
dengan yang dipelajari di
sekolah dan sumber lain
yang sama dalam sudut
pandang/teori
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.1 memahami komoditas 4.1 menentukan komoditas
ternak kesayangan ternak kesayangan
(kelinci, hamster, burung, (kelinci, hamster, burung,
ayam hias, reptil, kucing, ayam hias, reptil, kucing,
dan lain-lain) yang dapat dan lain-lain) yang dapat
dikembangkan sesuai dikembangkan sesuai
kebutuhan wilayah kebutuhan wilayah
setempat setempat
3.2 memahami kebutuhan dan 4.2 mempersiapkan sarana
karakteristik sarana dan dan peralatan budidaya
peralatan budidaya ternak ternak kesayangan
kesayangan (kelinci, (kelinci, hamster, burung,
hamster, burung, ayam ayam hias, reptil, kucing,
hias, reptil, kucing, dan dan lain-lain)
lain-lain)
3.3 memahami tahapan 4.3 mempraktikkan tahapan
budidaya ternak kesayangan budidaya ternak kesayangan
172
(kelinci, hamster, burung, (kelinci, hamster, burung,
ayam hias, reptil, kucing, ayam hias, reptil, kucing,
dan lain-lain) dan lain-lain)
3.4 menganalisis komoditas 4.4 menerapkan komoditas
satwa harapan (jangkrik, satwa harapan (jangkrik,
kroto, ulat sutra, cacing, kroto, ulat sutra, cacing,
bekicot, dan lain-lain) yang bekicot, dan lain-lain) yang
dapat dikembangkan sesuai dapat dikembangkan sesuai
kebutuhan wilayah kebutuhan wilayah
setempat setempat
3.5 memahami kebutuhan dan 4.5 menentukan sarana dan
karakteristik sarana dan peralatan ternak satwa
peralatan budidaya satwa harapan (jangkrik, kroto,
harapan (jangkrik, kroto, ulat sutra, cacing, bekicot,
ulat sutra, cacing, bekicot, dan lain-lain)
dan lain-lain)
3.6 memahami tahapan 4.6 mempraktikkan budidaya
budidaya satwa harapan satwa harapan (jangkrik,
(jangkrik, kroto, ulat sutra, kroto, ulat sutra, cacing,
cacing, bekicot, dan lain- bekicot, dan lain-lain)
lain)
PENGOLAHAN
Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1)
kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4)
keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.
Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual adalah “Menghargai dan
menghayati ajaran agama yang dianutnya”. Adapun rumusan
Kompetensi Sikap Sosial adalah “Menunjukan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, dan percaya
diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan
alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”. Kedua
173
kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung
(indirect teaching), yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah
dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran, serta kebutuhan
dan kondisi siswa.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan
sepanjang proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan
sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter siswa
lebih lanjut.
Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan
dirumuskan sebagai berikut, yaitu siswa mampu:
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. memahami dan menerapkan 4. mengolah, menyaji, dan menalar
pengetahuan (faktual, dalam ranah konkret
konseptual, dan prosedural) (menggunakan, mengurai,
berdasarkan rasa ingin tahunya merangkai, memodifikasi, dan
tentang ilmu pengetahuan, membuat) dan ranah abstrak
teknologi, seni, budaya terkait (menulis, membaca, menghitung,
fenomena dan kejadian tampak menggambar, dan mengarang)
mata sesuai dengan yang dipelajari di
sekolah dan sumber lain yang
sama dalam sudut pandang/teori
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.1 menganalisis rancangan 4.1 mengolah, menyaji dan
pembuatan, penyajian dan mengemas bahan pangan serealia,
pengemasan bahan pangan kacang- kacangan dan umbi yang
serealia, kacang-kacangan dan ada di wilayah setempat menjadi
umbi menjadi makanan dan atau makanan dan atau minuman
minuman yang ada wilayah sesuai rancangan
setempat
3.2 menganalisis rancangan 4.2 mengolah, menyaji dan
pembuatan, penyajian, dan mengemas bahan pangan
174
pengemasan bahan pangan serealia, kacang- kacangan dan
serealia, kacang-kacangan, dan umbi yang ada di wilayah
umbi yang ada di wilayah setempat menjadi bahan pangan
setempat menjadi produk pangan setengah jadi
setengah jadi
3.3 menganalisis rancangan 4.3 mengolah, menyaji dan
pembuatan, penyajian, dan mengemas bahan pangan
pengemasan bahan pangan setengah jadi dari bahan
setengah jadi dari bahan serealia, serealia, kacang-kacangan, dan
kacang-kacangan, dan umbi yang umbi yang ada di wilayah
ada di wilayah setempat menjadi setempat menjadi produk
produk pangan jadi (siap pangan jadi (siap konsumsi)
konsumsi)
3.4 memahami rancangan pembuatan, 4.4 membuat, menyaji dan
penyajian dan pengemasan bahan mengemas bahan hasil samping
hasil samping pengolahan pengolahan serealia, kacang-
serealia, kacang-kacangan dan kacangan dan umbi menjadi
umbi menjadi produk pangan produk pangan yang ada wilayah
yang ada wilayah setempat setempat
KELAS IX
KERAJINAN
Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1)
kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4)
keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.
Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual adalah “Menghargai dan
menghayati ajaran agama yang dianutnya”. Adapun rumusan
Kompetensi Sikap Sosial adalah “Menunjukan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, dan percaya
diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan
alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”. Kedua
175
kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung
(indirect teaching), yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah
dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran, serta kebutuhan
dan kondisi siswa.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan
sepanjang proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan
sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta
didik lebih lanjut.
Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan
dirumuskan sebagai berikut, yaitu siswa mampu:
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. memahami dan 4. mengolah, menyaji, dan
menerapkan pengetahuan menalar dalam ranah
(faktual, konseptual, dan konkret (menggunakan,
prosedural) berdasarkan mengurai, merangkai,
rasa ingin tahunya tentang memodifikasi, dan
ilmu pengetahuan, membuat) dan ranah abstrak
teknologi, seni, budaya (menulis, membaca,
terkait fenomena dan menghitung, menggambar,
kejadian tampak mata dan mengarang) sesuai
dengan yang dipelajari di
sekolah dan sumber lain
yang sama dalam sudut
pandang/teori
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.1 memahami pengetahuan 4.1 memilih jenis bahan dan
tentang jenis, sifat, teknik pengolahan bahan
karakter, dan teknik kayu (misalnya ranting,
pengolahan bahan kayu papan, dan balok), bambu,
(misalnya ranting, papan, dan atau rotan yang sesuai
176
dan balok), bambu, dan dengan potensi daerah
atau rotan setempat
3.2 menganalisis prinsip 4.2 merancang, membuat, dan
perancangan, pembuatan, menyajikan produk
dan penyajian produk kerajinan dari bahan kayu,
kerajinan dari bahan kayu, bambu, dan atau rotan yang
bambu, dan atau rotan kreatif dan inovatif sesuai
yang kreatif dan inovatif dengan potensi daerah
setempat
3.3 memahami pengetahuan 4.3 memilih jenis bahan dan
tentang jenis, sifat, teknik pengolahan bahan
karakter, dan teknik logam, batu, dan atau
pengolahan bahan logam, plastik yang sesuai dengan
batu, dan atau plastik potensi daerah setempat
3.4 menganalisis prinsip 4.4 merancang, membuat, dan
perancangan, pembuatan, menyajikan produk
dan penyajian produk kerajinan dari bahan logam,
kerajinan dari bahan batu, dan atau plastik yang
logam, batu, dan atau kreatif dan inovatif sesuai
plastik yang kreatif dan dengan potensi daerah
inovatif setempat
REKAYASA
Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1)
kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4)
keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.
Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual adalah “Menghargai dan
menghayati ajaran agama yang dianutnya”. Adapun rumusan
Kompetensi Sikap Sosial adalah “Menunjukan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, dan percaya
diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan
alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”. Kedua
177
kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung
(indirect teaching), yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah
dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran, serta kebutuhan
dan kondisi siswa.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan
sepanjang proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan
sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter siswa
lebih lanjut.
Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan
dirumuskan sebagai berikut, yaitu siswa mampu:
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. memahami dan 4. mengolah, menyaji, dan
menerapkan menalar dalam ranah konkret
pengetahuan (faktual, (menggunakan, mengurai,
konseptual, dan merangkai, memodifikasi, dan
prosedural) berdasarkan membuat) dan ranah abstrak
rasa ingin tahunya (menulis, membaca,
tentang ilmu menghitung, menggambar, dan
pengetahuan, teknologi, mengarang) sesuai dengan
seni, budaya terkait yang dipelajari di sekolah dan
fenomena dan kejadian sumber lain yang sama dalam
tampak mata sudut pandang/teori
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.1 menganalisis prinsip 4.1 membuat desain konstruksi
kelistrikan dan sistem instalasi listrik rumah tangga
instalasi listrik rumah
tangga
3.2 menganalisis instalasi 4.2 membuat instalasi listrik
listrik rumah tangga rumah tangga
3.3 menganalisis dasar- 4.3 memanipulasi sistem
dasar sistem pengendali
178
elektronika analog,
elektronika digital,
dan sistem pengendali
3.4 menganalisis 4.3 membuat alat pengendali
penerapan sistem elektronik
pengendali
elektronik.
BUDIDAYA
Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1)
kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4)
keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.
Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual adalah “Menghargai dan
menghayati ajaran agama yang dianutnya”. Adapun rumusan
Kompetensi Sikap Sosial adalah “Menunjukan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, dan percaya
diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan
alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”. Kedua
kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung
(indirect teaching), yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah
dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran, serta kebutuhan
dan kondisi siswa.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan
sepanjang proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan
sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter siswa
lebih lanjut.
Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan
dirumuskan sebagai berikut, yaitu siswa mampu:
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. memahami dan 4. mengolah, menyaji, dan
179
menerapkan menalar dalam ranah konkret
pengetahuan (faktual, (menggunakan, mengurai,
konseptual, dan merangkai, memodifikasi, dan
prosedural) berdasarkan membuat) dan ranah abstrak
rasa ingin tahunya (menulis, membaca,
tentang ilmu menghitung, menggambar,
pengetahuan, teknologi, dan mengarang) sesuai dengan
seni, budaya terkait yang dipelajari di sekolah dan
fenomena dan kejadian sumber lain yang sama dalam
tampak mata sudut pandang/teori
KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR
DASAR
3 memahami komoditas 4.1 menentukan komoditas ikan
. ikan konsumsi yang dapat konsumsi yang dapat
1 dikembangkan sesuai dikembangkan sesuai
kebutuhan wilayah kebutuhan wilayah setempat
setempat
3 memahami sarana dan 4.2 menyiapkan sarana dan
. peralatan untuk budidaya peralatan untuk budidaya
2 ikan konsumsi ikan konsumsi
3 memahami tahapan 4.3 mempraktikkan
. budidaya budidaya
3 (pembesaran) ikan (pembesaran) ikan
konsumsi konsumsi
3 memahami komoditas 4.4 menentukan komoditas ikan
. ikan hias yang dapat hias yang dapat
4 dikembangkan sesuai dikembangkan sesuai
kebutuhan wilayah kebutuhan wilayah
setempat setempat
3 memahami sarana dan 4.5 mengembangkan sarana dan
. peralatan untuk budidaya peralatan untuk budidaya
5 ikan hias ikan hias
180
3 memahami tahapan 4.6 mempraktikkan
. budidaya budidaya
6 (pembesaran) ikan (pembesaran) ikan
hias hias
PENGOLAHAN
Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1)
kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4)
keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.
Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual adalah “Menghargai dan
menghayati ajaran agama yang dianutnya”. Adapun rumusan
Kompetensi Sikap Sosial adalah “Menunjukan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, dan percaya
diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan
alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”. Kedua
kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung
(indirect teaching), yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah
dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran, serta kebutuhan
dan kondisi siswa.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan
sepanjang proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan
sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter siswa
lebih lanjut.
Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan
dirumuskan sebagai berikut, yaitu siswa mampu:
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. memahami dan 4. mengolah, menyaji, dan
menerapkan menalar dalam ranah konkret
pengetahuan (faktual, (menggunakan, mengurai,
konseptual, dan merangkai, memodifikasi, dan
prosedural) berdasarkan membuat) dan ranah abstrak
181
rasa ingin tahunya (menulis, membaca,
tentang ilmu menghitung, menggambar, dan
pengetahuan, teknologi, mengarang) sesuai dengan
seni, budaya terkait yang dipelajari di sekolah dan
fenomena dan kejadian sumber lain yang sama dalam
tampak mata sudut pandang/teori
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.1 memahami pengetahuan 4.1 m engolah bahan pangan hasil
tentang prinsip peternakan (daging, telur,
perancangan, pembuatan, susu) dan perikanan (ikan,
penyajian, dan udang, cumi, rumput laut)
pengemasan hasil yang ada di wilayah setempat
peternakan (daging, telur, menjadi makanan serta
susu) dan perikanan (ikan, menyajikan atau melakukan
udang, cumi, rumput laut) pengemasan
menjadi makanan yang
ada di wilayah setempat
3.2 menganalisis prinsip 4.2 membuat bahan pangan
perancangan, pembuatan, setengah jadi dari bahan
penyajian, dan pangan hasil peternakan
pengemasan bahan (daging, telur, susu) dan
pangan hasil peternakan perikanan (ikan, udang, cumi,
(daging, telur, susu) dan rumput laut) yang ada di
perikanan (ikan, udang, wilayah setempat serta
cumi, rumput laut) menyajikan atau melakukan
menjadi produk pangan pengemasan
setengah jadi yang ada di
wilayah setempat
3.3 menganalisis prinsip 4.3 membuat bahan pangan
perancangan, pembuatan, setengah jadi dari hasil
penyajian, dan peternakan (daging,telur,
pengemasan bahan susu) dan perikanan (ikan,
182
pangan setengah jadi dari udang,cumi, rumput laut)
hasil peternakan (daging, menjadi produk pangan jadi
telur, susu) dan perikanan (siap konsumsi) serta
(ikan, udang, cumi, menyajikan atau melakukan
rumput laut) menjadi pengemasan
produk pangan jadi (siap
konsumsi) yang ada di
wilayah setempat
3.4 menganalisis rancangan 4.4 mengolah bahan hasil samping
pembuatan, penyajian, dari pengolahan hasil
dan pengemasan bahan peternakan (daging, telur,
hasil samping dari susu) dan perikanan
pengolahan hasil
KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR
DASAR
peternakan (daging, telur, (ikan, udang, cumi, rumput
susu) dan perikanan laut) yang ada di wilayah
(ikan, udang, cumi, setempat menjadi produk
rumput laut) menjadi pangan serta menyajikan atau
produk pangan yang ada melakukan pengemasan
di wilayah setempat
C. PROGRAM MUATAN LOKAL
1. Jenis dan strategi pelaksanaan muatan lokal yang dilaksanakan sesuai
dengan kebijakan daerah
Muatan Lokal adalah suatu program pendidikan dan pengajaran yang
dimaksudkan untuk menyesuaikan isi dan penyampaiannya dengan kondisi
masyarakat di daerahnya. Jika ditelaah lebih dalam, pengertian muatan
lokal ada dua yakni isi dan media program pendidikan, isi yang dimaksud
adalah isi materi pembelajarannya sedangkan media adalah cara
penyampaian pembelajarannya.
183
Muatan Lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan
kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah,
termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan
ke dalam mata pelajaran yang ada. Substansi mata pelajaran muatan lokal
ditentukan oleh satuan pendidikan, tidak terbatas pada mata pelajaran
keterampilan. Muatan lokal merupakan bagian dari struktur dan muatan
kurikulum yang terdapat pada Standar Isi di dalam kurikulum tingkat
satuan pendidikan. Keberadaan mata pelajaran muatan lokal merupakan
bentuk penyelenggaraan pendidikan yang tidak terpusat, sebagai upaya
agar penyelenggaraan pendidikan di masing-masing daerah lebih
meningkat relevansinya terhadap keadaan dan kebutuhan daerah yang
bersangkutan. Hal ini sejalan dengan upaya peningkatan mutu pendidikan
nasional sehingga keberadaan kurikulum muatan lokal mendukung dan
melengkapi kurikulum nasional. Muatan lokal merupakan mata pelajaran,
sehingga satuan pendidikan harus mengembangkan Standar Kompetensi
dan Kompetensi Dasar untuk setiap jenis muatan lokal yang
diselenggarakan. Satuan pendidikan dapat menyelenggarakan satu mata
pelajaran muatan lokal setiap semester. Ini berarti bahawa dalam satu
tahun satuan pendidikan dapat menyelenggarakan dua mata pelajaran
muatan lokal.
Kurikulum muatan lokal merupakan satu kesatuan dari kurikulum
nasional jadi masuknya muatan lokal tidak berarti mengubah kurikulum
yang sudah ada, artinya ditinjau dari bidang studi yang telah ada dalam
kurikulum nasional tetap digunakan dan dijadikan rujukan dalam
memasukkan bahan pengajaran muatan lokal. Dengan demilkian sifat dari
muatan lokal adalah memperkaya dan mengembangkan pokok bahasan
dalam bidang studi sesuai lingkungan alam sosial budaya masyarakat
setempat. Oleh sebab itu isi program pendidikan muatan lokal bisa berupa
bahan pengajaran dari masyarakat setempat, bisa juga media dan strategi
untuk memajukan dan mengembangkan daerah tersebut yang berdampak
baik bagi perkembangan pendidikan nasional.
184
2. Tujuan Muatan Lokal.
Tujuan pendidikan nasional dan tujuan lembaga pendidikan tetap
jadi kerangka acuan bagi pelaksanaan Muatan Lokal, maka dari itu isinya
tidak tidak mengubah esensi pendidikan nasional. Muatan lokal merupakan
pengaya kurikulum nasional, dengan demikian tujuannya adalah
memperkaya dan memperluas pendidikan nasional namun tidak boleh
bertentangan dengan tujuan pendidikan nasional.
Tujuan utama masuknya muatan lokal dalam kurikulum nasional
hanya untuk menyelaraskan materi yang diberikan kepada siswa sesuai
dengan kondisi lingkungannya, mengoptimalkan sekaligus menanamkan
nilai budaya daerah tersebut kepada siswa dengan harapan budaya dan
perkembangan daerah tersebut akan maju dan berdampak positif bagi
kemajuan perkembangan pendidikan nasional. Selengkapnya, tujuan
diadakannya muatan lokal adalah sebagai berikut:
a. Mengenal dan menjadi lebih akrab dengan lingkungan alam, sosial, dan
budayanya,
b. Memiliki bekal kemampuan dan keterampilan serta pengetahuan
mengenai daerahnya yang berguna bagi dirinya maupun lingkungan
masyarakat pada umumnya,
c. Memiliki sikap dan perilaku yang selaras dengan
nilai-nilai/aturanaturan yang berlaku di daerahnya, serta melestarikan
dan mengembangkan nilai-nilai luhur budaya setempat dalam rangka
menunjang pembangunan nasional.
Tentunya muatan lokal mempunyai persyaratan agar menjadi
kesatuan dalam kurikulum nasional, yaitu:
a. Kekhasan lingkungan alam dan budayanya
b. Menunjang pembangunan daerah tersebut dan pembangunan nasional
tentunya
c. Sesuai dengan kemampuan peserta didik
d. Disetujui dan didukung oleh pemerintah setempat atau masyarakat
dalam seluruh aspek program tersebut
185
e. Tersedianya tenaga pengelola (tenaga kependidikan) pelaksana dan
sumber lainnya
f. Dapat dilaksanakan dan dikembangkan secara baik oleh para pengelola
g. Sesuai dengan kemajuan dan inovasi pendidikan, kebutuhan masyarakat
dan minat pesertadidik.
3. Jenis dan Strategi Pelaksanaan Muatan Lokal yang Dilaksanakan
sesuai dengan Kebutuhan Peserta Didik dan Karakteristik Sekolah
Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan
kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah,
termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak sesuai apabila menjadi
bagian dari mata pelajaran lain dan atau terlalu banyak sehingga harus
menjadi mata pelajaran tersendiri. Peserta didik di SMP Negeri 58
Surabaya merupakan masyarakat yang heterogen dengan beranekaragam
bahasa yang digunakan. Berdasarkan Peraturan Gubernur Jawa Timur
No.19 Tahun 2014 tentang Mata Pelajaran Bahasa Daerah sebagai Muatan
Lokal wajib di sekolah, maka Muatan Lokal yang dipilih SMP Negeri 58
Surabaya adalah bahasa Jawa dengan menekankan pada penggunaan
Bahasa Jawa sebagai sarana lisan dan tulis. Beberapa lomba yang diikuti
untuk mengasah kemampuan peserta didik dalam berbahasa Jawa adalah
dengan lomba geguritan, dan lomba macapat.
Penerapan penggunaan Bahasa Jawa diterapkan dengan baik dan
lancar, karena peserta didik wajib menggunakan Bahasa Jawa dengan
benar dan bertata krama setiap hari Selasa , “Angleluri Anggara Basa
Jawa” di SMP Negeri 58 Surabaya.
4. Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) Bahasa Jawa
Pelaksanaan Program Muatan Lokal Bahasa Jawa disesuaikan
dengan jam mata pelajaran bahasa jawa pada jadwal yang
terlampir,sedangkan pelaksanaan sehari-hari dilakukan pada hari Selasa
dimana seluruh warga sekolah menggunakan bahasa jawa.
186
Kompetensi inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) Bahasa Daerah
kelas VII, kelas VIII, kelas IX terdapat dalam tabel 2.46, tabel 2.47, dan
tabel 2.48. Adapun Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD)
yang dimaksud adalah sebagai berikut:
KELAS VII
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
3. memahami dan 3.1. Memahami teks hasil observasi,
menerapkan tanggapan deskriptif, dan eksposisi dalam
pengetahuan (faktual, bentuk informasi atau berita secara lisan
konseptual, dan dan tulis.
prosedural) berdasarkan 3.2. Memahami struktur teks, dan unsur
rasa ingin tahunya kebahasaan dari teks lisan dan tulis untuk
tentang ilmu menceritakan pengalaman pribadi, profil
pengetahuan, teknologi, tokoh , kegiatan, atau peristiwa
seni, budaya terkait 3.3. Memahami struktur teks, unsur
fenomena dan kejadian kebahasaan, dan pesan moral dari teks
tampak mata lisan dan tulis yang berupa fiksi (wayang/
cerkak/folklor/ topѐng ḍhâlâng).
3.4. Memahami struktur teks, unsur
kebahasaan, dan pesan moral puisi secara
lisan dan tulis
3.5. Memahami struktur teks, unsur
kebahasaan, dan pesan moral lagu
tembang macapat dan kreasi secara lisan
dan tulis
3.6. Memahami kaidah penulisan teks berupa
kalimat sederhana dengan aksara Jawa./
carakan Madhurâ.
4. mengolah, menyaji, dan 4.1. Menelaah dan menyunting teks hasil
menalar dalam ranah observasi, tanggapan deskriptif, dan
konkret (menggunakan, eksposisi dalam bentuk informasi atau
187
mengurai, merangkai, berita secara lisan dan tulis
memodifikasi, dan 4.2. Menceritakan pengalaman pribadi, profil
membuat) dan ranah tokoh, kegiatan, atau peristiwa dengan
abstrak (menulis, menggunakan tata krama
membaca, menghitung, 4.3. Mengapresiasi teks fiksi (wayang/cerkak/
menggambar, dan folklor/topèng ḍhâlâng) sesuai konteks
mengarang) sesuai secara lisan dan tulis.
dengan yang dipelajari 4.4. Melagukan dan mengungkapkan pesan
di sekolah dan sumber tembang macapat danlagu kreasi
lain yang sama dalam 4.5. Mengapresiasi secara lisan dan tulis teks
sudut pandang/teori puisi
4.6. Membaca dan menulis kalimat sederhana
dengan aksara Jawa./ carakan Madhurâ
KELAS VIII
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
3. memahami dan 3.1. Mengidentifikasi, memahami dan
menerapkan menganalisis struktur teks, unsur
pengetahuan (faktual, kebahasaan, dan pesan moral cerita fiksi
konseptual, dan (wayang/ cerkak/folklor/ topèng ḍhâlâng)
prosedural) berdasarkan secara lisan dan tulis.
rasa ingin tahunya 3.2. Memahami struktur dan unsur kebahasaan
tentang ilmu dalam teks sesuai ragam bahasa dan gaya
pengetahuan, teknologi, berbahasa (basa rinengga /lalongèt)
seni, budaya terkait 3.3. Memahami kaidah dalam kegiatan
fenomena dan kejadian wawancara, dialog, dan diskusi sesuai
tampak mata dengan tatakrama
3.4. Memahami struktur teks, unsur
kebahasaan dalam menulis berbagai jenis
surat, iklan, dan reklame sesuai konteks.
4. mengolah, menyaji, dan 4.1. Mengapresiasi cerita fiksi (wayang/
menalar dalam ranah cerkak/ folklor/ topèng ḍhâlâng) secara
188
konkret (menggunakan, lisan dan tulis
mengurai, merangkai, 4.2. Menulis berbagai bentuk kalimat dengan
memodifikasi, dan menggunakan ragam bahasa dan gaya
membuat) dan ranah berbahasa (basa rinengga /lalonget)
abstrak (menulis, 4.3. Melakukan wawancara, dialog, dan diskusi
membaca, menghitung, sesuai dengan tatakrama
menggambar, dan 4.4. Menulis berbagai jenis surat, iklan, dan
mengarang) sesuai reklame sesuai dengan kaidah dan konteks
dengan yang dipelajari
di sekolah dan sumber
lain yang sama dalam
sudut pandang/teori
KELAS IX
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
3. memahami dan 3.1. Memahami teks hasil observasi dalam
menerapkan bentuk laporan
pengetahuan (faktual, 3.2. Memahami struktur teks, unsur
konseptual, dan kebahasaan, dan pesan moral dari teks
prosedural) berdasarkan drama tradisional (wayang/ topèng
rasa ingin tahunya ḍhâlâng/ kethoprak /ludruk).
tentang ilmu 3.3. Memahami struktur teks, dan unsur
pengetahuan, teknologi, kebahasaan dari teks pidato dan teks
seni, budaya terkait pewara.
fenomena dan kejadian 3.4. Memahami struktur teks, unsur
tampak mata kebahasaan, dan pesan moral dari teks
drama modern.
3.5. Memahami struktur teks, kaidah, dan
unsur kebahasaan dalam menulis laporan
kegiatan
4. mengolah, menyaji, dan 4.1. Menyusun teks hasil observa-si dalam
menalar dalam ranah bentuk laporan.
189
konkret (menggunakan, 4.2. Melakukan kegiatan bermain peran drama
mengurai, merangkai, tradisional (wayang/ topèng ḍhâlâng/
memodifikasi, dan kethoprak/ ludruk).
membuat) dan ranah 4.3. Berpidato atau menjadi pewara pada
abstrak (menulis, suatu kegiatan sekolah sesuai konteks.
membaca, menghitung, 4.4. Melakukan kegiatan bermain peran drama
menggambar, dan modern.
mengarang) sesuai 4.5. Menulis laporan kegiatan sesuai kaidah
dengan yang dipelajari
di sekolah dan sumber
lain yang sama dalam
sudut pandang/teori
5. Jenis Dan Strategi Pelaksanaan Program Muatan Lokal
Menurut Peraturan Gubernur Nomor 19 Tahun 2014 Tentang Muatan lokal
Bahasa Daerah, secara umum pembelajaran Bahasa Jawa bertujuan agar
peserta didik menghargai dan membanggakan Bahasa Jawa baik sebagai
bahasa keseharian maupun sebagai aset budaya daerah. Di samping itu, peserta
didik diharapkan memiliki kemampuan untuk turut serta mengembangkan dan
melestarikan aset budaya tersebut serta mampu bersikap sesuai dengan tata
krama kehidupan Jawa.
Dalam pelaksanaan pembelajaran berupaya mengembangkan kompetensi
berbahasa Jawa baik lisan maupun tertulis dalam upaya melestarikan nilai-
nilai budaya Jawa dalam wujud komunikasi dan apresiasi sastra. Disamping
itu, menumbuh kembangkan kepribadian yang berbudi pekerti yang luhur,
menumbuh kembangkan kepribadian yang berperilaku sesuai dengan adat
istiadat, tata krama saat berinteraksi dengan lingkungannya, menumbuh
kembangkan sikap hormat terhadap orang tua, orang yang lebih tua, guru,
sesama siswa, dan lingkungan sekitarnya.
Pelaksanaan Program Muatan Lokal Bahasa Jawa disesuaikan dengan jam
mata pelajaran bahasa jawa pada jadwal yang terlampir,sedangkan
190
pelaksanaan sehari-hari dilakukan pada hari selasa dimana seluruh warga
sekolah menggunakan bahasa jawa.
D. PENGEMBANGAN DIRI
1. Pelayanan Bimbingan dan Konseling
Bimbingan dan Konseling memberikan fasilitas layanan kepada
peserta didik baik secara individu maupun kelompok dalam hal
menghadapi dan mengatasi masalah–masalah yang terkait dangan
kehidupan pribadi, kemampuan belajar, dan perencanaan pengembangan
karir.
Tujuannya memberikan bimbingan kepada peserta didik untuk
dapat memahami dan menyadari potensi dan kepribadiannya agar secara
mandiri dapat mengatasi persoalan–persoalan yang dihadapi menyangkut
masalah pribadi, masalah belajar, dan masalah pengembangan karir untuk
masa depannya.
Pelaksanaan proses layanan melalui kegiatan konseling di ruang
Bimbingan dan Konseling serta tatap muka di kelas dengan alokasi waktu
1 x 40 menit dalam satu minggu. Di samping layanan melalui kegiatan
konseling, dapat dilaksanakan juga layanan, terutama untuk peserta didik
yang membutuhkan.
2. Kegiatan Ekstrakurikuler
a. Bidang Wawasan Kebangsaan
1) Pramuka
Kegiatan kepramukaan diselenggarakan melalui kegiatan
ekstrakurikuler bertujuan untuk wadah pengembangan nilai–nilai
kepribadian, kebangsaan, budi pekerti luhur, kewiraan, dan
keterampilan bagi peserta didik agar terbentuk sikap dan karakter
yang cerdas, berani, bertanggung jawab, jujur, disiplin, setia
kawan, terampil, dan mandiri serta memiliki semangat kebangsaan.
Proses pembelajarannya diselenggarakan di lingkungan
sekolah maupun di luar sekolah dalam bentuk latihan rutin,
191
mengikuti even–even di luar seperti kegiatan lomba kepramukaan,
penjelajahan, out bound dan sebagainya. Dalam kegiatan lomba
kepramukaan ditargetkan pencapaian prestasi minimal tingkat Kota
Surabaya.
Tujuan
Kepramukaan bertujuan untuk melatih siswa agar terampil
dan mandiri, menanamkan sikap peduli terhadap orang lain,
melatih agar mampu bekerja sama dengan orang lain, menanamkan
sikap disiplin, menumbuhkan rasa percaya diri. Ketrampilan yang
dikembangkan:
Keterampilan personal
Keterampilan social
Keterampilan vokasional sederhana
Ruang lingkup
Ujian SKU Penggalang rakit
Melipat & mengibarkan bendera pusaka
Sejarah Merah Putih
Karyaku (membuat tali peluit)
Teknologi tepat guna
Cara berkemah
Tanda – tanda alam
2) Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra)
Tujuan
Pasukan pengibar bendera bertujuan untuk melatih siswa
agar disiplin, cinta tanah air, menghargai jasa–jasa para pahlawan,
terampil dan mandiri, menanamkan sikap peduli terhadap orang
lain, melatih agar mampu bekerja sama dengan orang lain,
menanamkan sikap disiplin, menumbuhkan rasa percaya diri.
Ruang lingkup
Orientasi
Gerakan Ditempat
Gerakan Pindah Tempat
192
Gerakan Berjalan
Gerakan Formasi
Materi Kelas
Mengikuti lomba – lomba
Evaluasi
b. Pembinaan Prestasi Akademik
1) Olympiade Sains
Tujuan
Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan sikap ilmiah,
kejujuran dalam gejala alam yang ditemui dalam dengan kepekaan
yang tinggi berdasarkan metode yang sistematis, objektif, rasional,
dan berprosedur. Sehingga kegiatan tersebut dapat memberikan
kompetensi pengembangan diri dalam kehidupan.
Ruang lingkup
Orientasi
Kemampuan dasar menulis
Ruang lingkup jurnalistik atau lahan jurnalistik adalah bidang
kerja jurnalistik, mulai dari sumber karya jurnalistik, berita
sampai pada penjelasan masalah hangat. Ruang lingkup
jurnalistik ini dapat berlaku baik untuk jurnalistik cetak
maupun elektronik, termasuk di dalam jurnalistik penyiaran
radio dan televisi
Evaluasi
c. Bidang Olah raga
Penyaluran minat dan bakat peserta didik di bidang olah raga,
sekolah menyediakan program layanan pada beberapa cabang olah
raga melalui kegiatan ekstra kurikuler menuju pada pencapaian
prestasi kejuaraan minimal di tingkat Kota Surabaya. Pelaksanaan
pembelajarannya diselenggarakan di lingkungan sekolah dengan
193
memanfaatkan fasilitas yang tersedia dibawah bimbingan guru
olahraga maupun tenaga pelatih dari luar.
Program kerja ekstrakurikuler ini diantaranya seleksi
anggota, latihan rutin, pertandingan persahabatan, mengikuti
kejuaraan/kompetisi. Cabang-cabang olah raga yang diselenggarakan
pembinaannya meliputi basket, pencak silat, futsal.
1) Basket
Tujuan
untuk menampung peserta didik yang berbakat di bidang
olahraga basket
Ruang lingkup
Orientasi
Fundamental (Endurance, kekuatan, kelincahan, cepat,
power, imbang, tepat koordinasi)
Teknik (drill, dreable, pasing, shoting, pivot, reabond)
Taktik (ovence, devence, game)
2) Futsal
Tujuan
Untuk menjadi wadah bagi peserta didik yang memiliki
minat dan bakat dalam olahraga futsal.
Ruang lingkup
Orientasi
Fisik (daya tahan, kekuatan, kecepatan, kelenturan, power,
stamina, keseimbangan, koordinasi)
Teknik (Dribbling, Passing, Controlling, Keeping, Shooting,
Heading)
Taktik (Menyerang, Bertahan, Menyerang dan Bertahan, tes
evaluasi)
3) Bola volley
194
Tujuan
Untuk menjadi wadah bagi peserta didik yang memiliki
minat dan bakat dalam olahraga.
Ruang lingkup
Orientasi
Fisik (daya tahan, kekuatan, kecepatan, kelenturan, power,
stamina, keseimbangan, koordinasi)
Teknik (Dribbling, Passing, Controlling, Keeping, Shooting,
Heading)
Taktik (Menyerang, Bertahan, Menyerang dan Bertahan )
Tes Evaluasi
4) Pencak silat
Tujuan
untuk menjadi wadah bagi peserta didik yang memiliki
minat dan bakat dalam olahraga Pencak silat.
Ruang lingkup
Orientasi
Fisik (daya tahan, kekuatan, kecepatan, kelenturan, power,
stamina, keseimbangan, koordinasi)
Teknik (Dribbling, Passing, Controlling, Keeping,
Shooting, Heading )
Taktik (Menyerang, Bertahan, Menyerang dan Bertahan )
tes evaluasi
d. Bidang Seni
1) Seni tari
Tujuan
Untuk wadah bagi peserta didik yang memiliki minat dan bakat
dalam bidang seni tari.
Ruang lingkup
Orientasi
Teknik dasar gerkan
195
Penguasaan tari saman
Penguasaan tari tari sparkling
Penguasaan tari tari remo bolet
Evaluasi
e. Bidang Ketaqwaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Baca Tulis Al – qur’an
Tujuan
Untuk menampung peserta didik yang berbakat di bidang
Ketaqwaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Untuk membentuk peserta didik terampil membaca Al-Qur’an
Ruang Lingkup
Orientasi
Pengenalan huruf
Tartil
Iq’ro
Tadjuid
Evaluasi
f. Kegiatan Rutin
Kegiatan rutin di SMP Negeri 58 Surabaya meliputi:
1) Upacara Bendera
Tujuan
Menanamkan kebiasaan bersikap dan berperilaku tertib, disiplin,
dan bertanggung jawab.
Membina dan mengembangkan rasa percaya diri dan bergotong
royong.
Menanamkan rasa cinta dan bangga sebagai warga Negara
Kesatuan Republik Indonesia.
Menanamkan rasa cinta dan bangga terhadap falsafah dan
lambang kebesaran Negara Republik Indonesia.
196
Menanamkan kesadaran diri sebagai generasi muda penerus
cita- cita bangsa.
Pelaksanaan Pembelajaran
Rutin : Setiap hari Senin jam pertama
Insidental :
Setiap even peringatan Hari Besar Nasional antara lain Peringatan
Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tgl 17
Agustus, Peringatan Hari Sumpah Pemuda tgl 28 Oktober, Peringatan
Hari pahlawan tgl 10 Nopember, Peringatan Hari Guru tgl 29
Nopember, Peringatan Hari Pendidikan Nasional tgl 2 Mei dan
Peringatan Hari Kebangkitan Nasional tgl 20 Mei.
Fasilitas Pendukung :
Lapangan Upacara
Bendera Merah Putih
Peraturan dan Tata Urutan Upacara Bendera
Teks Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945
Teks Pancasila
Teks Lagu Kebangsaan dan Lagu-Lagu nasional
Teks Proklamasi Kemerdekaan (untuk upacara setiap tgl 17
Agustus)
Teks Sumpah Pemuda (untuk upacara setiap tgl 28 Oktober)
Teks Sambutan Khusus (untuk upacara peringatan HBN yang
lain) Teks Doa, Teks Janji Pelajar
Perlengkapan pendukung lainnya.
Fasilitator semua guru di bawah koordinasi guru Pembina
upacara.
Penilaian penilaian secara kualitatif deskriptif menggunakan
teknik observasi.
2) Ibadah/Doa
Tujuan
Membina dan mengembangkan penghayatan dan
pengamalan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
197
menurut keyakinan peserta didik masing-masing sesuai tahap
perkembangan usianya.
Pelaksanaan Pembelajaran:
a) Rutin
Peserta didik yang beragama Islam melaksanakan sholat
dhuhur secara berjamaah
Peserta didik yang beragama Islam melaksanakan sholat
Jumat di Mushola Sekolah.
Peserta Didik yang beragama Islam melaksanakan sholat
Dhuha berjamaah setiap hari Jumat di Musholla sekolah
Untuk peserta didik yang beragama selain Islam kegiatan
ibadah bersama diatur secara khusus oleh kelompok masing-
masing.
Doa bersama diikuti oleh semua peserta didik pada saat awal
dan akhir kegiatan pembelajaran. Teks doa dibacakan secara
terpusat dari ruang guru.
b) Insidental
Ibadah dan doa bersama dilaksanakan pada acara-acara
ritual peringatan Hari Besar Agama sesuai dengan agama yang
dianut peserta didik masing-masing.
Fasilitas
Untuk pemeluk agama Islam menggunakan mushola beserta
perlengkapannya.
Untuk pemeluk non Islam tempat dan fasilitas diatur
menurut keperluan.
Fasilitator semua guru di bawah koordinasi guru agama.
Penilaian penilaian secara kualitatif menggunakan teknik
observasi.
3) Kegiatan Kepedulian Sosial
198
Tujuan menanamkan kepekaan dan kepedulian terhadap
masalah-masalah yang terjadi di masyarakat dimulai dari
lingkungan masyarakat sekolah tempat peserta didik belajar.
Pelaksanaan Pembelajaran kegiatan Pembelajaran
dilaksanakan dalam bentuk:
a) Membantu meringankan beban biaya pendidikan teman di
sekolah yang mengalami kesulitan ekonomi sehingga terancam
putus sekolah.
b) Kunjungan dan pemberian bantuan kepada teman sekolah/
keluarganya yang mengalami musibah (sakit, meninggal dunia,
atau musibah lain)
c) Menghimpun sumbangan suka rela dalam berbagai bentuk yang
relevan dan pantas untuk disumbangkan kepada masyarakat
yang mengalami bencana.
d) Malaksanakan kegiatan aksi, baik secara spontan maupun
terprogram melalui OSIS dalam berbagai bentuk yang
mencerminkan sikap gotong royong dan kesetiakawanan.
Fasilitas memiliki sarana prasarana yang relevan.
Fasilitator semua guru di bawah koordinasi urusan kesiswaan dan
humas.
4) Kegiatan Peduli Lingkungan
Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin untuk melatih dan
membiasakan peserta didik bersikap peka dan peduli terhadap
kelestarian lingkungan belajar yang bersih, aman, tertib indah, dan
nyaman.
Bentuk kegiatan pembelajarannya terpadu dengan semua
kegiatan di sekolah setiap saat, dipandu dan dibimbing oleh semua
tenaga pendidik dengan berpedoman tata tertib sekolah dan
dimotori oleh OSIS. Penilaian secara kualitatif menggunakan
teknik observasi deskriptif.
199
5) Entrepreneurship
Tujuan:
Memberi pelatihan agar semua siswa berjiwa wira usaha serta
trampil dalam mengolah bahan yg ada di sekolah untuk
dipasarkan.
Mengembangkan kreatifitas dan inovasi siswa.
Menambah pengalaman bagi siswa.
Ruang lingkup:
Pengolahan ikan bandeng menjadi abon bandeng, bakso
bandeng dan pangsit bandeng, krupuk bandeng
Pengolahan tanaman Toga (jae, kunyit,laos, kencur, kunci,
binahong)
Pengolahan tanaman lidah buaya menjadi juice daun lidah
buaya.
6) Kegiatan Spontan
Kegiatan ini dilaksanakan bersama–sama dengan semua
kegiatan di sekolah setiap saat berupa pembiasaan memungut
sampah lima biji selama lima menit yang dikenal dengan
PUSALIMA , saling tegur sapa dan saling hormat kepada semua
warga dan tamu sekolah dengan mengucap salam sesuai norma
yang berlaku.
Di samping itu, peserta didik perlu dipandu untuk memiliki
kebiasaan hidup tertib bersih, sehat dan aman dengan cara antara
lain:
Selalu tertib dan disiplin dalam belajar dan memanfaatkan
waktu
Membuang sampah pada tempatnya
Menjaga kebersihan semua perlengkapan belajar
Membiasakan diri berpola hidup sehat
Tidak merokok dan tidak mengkonsumsi bahan/obat terlarang
200
Ikut aktif berpartisipasi dalam pencegahan terhadap gangguan
keamanan
Pelaksanaan kegiatan ini dimotori oleh OSIS, dipandu semua
tenaga pendidik dan berpedoman pada peraturan tata tertib sekolah.
7) Kegiatan Keteladanan
Kegiatan ini terintegrasi dalam semua kegiatan sekolah
setiap saat yang merupakan implementasi dari tata cara dan budi
pekerti yang diwujudkan antara lain dengan:
Selalu berpikiran positif terhadap suatu permasalahan
Selalu beusaha untuk bersikap, bertindak, dan bertutur secara
santun
Selalu bersikap jujur dan terbuka
Selalu besikap ramah penuh keakraban menurut batas norma
pergaulan
Selalu menggunakan bahasa yang baik dan cermat
Selalu berusaha untuk tidak bersikap “Over acting” dalam
pergaulan
Membiasakan diri untuk selalu rukun dan bergotong royong
dalam pergaulan
Selalu berusaha menambah wawasan dan pengetahuan melalui
kegemaran membaca
Pelaksanaan kegiatan ini dipandu dan diteladani oleh semua
tenaga pendidik, dimotori OSIS dengan berpedoman peraturan tata
tertib sekolah.
E. Pengaturan Beban Belajar
Pengaturan beban belajar berdasarkan sistem paket, yaitu sistem
penyelenggaraan program pendidikan yang setiap peserta didik diwajibkan
mengikuti seluruh program pembelajaran dan beban belajar untuk setiap mata
pelajaran dinyatakan dalam satuan jam pelajaran.
201
a. Tiga komponen beban belajar, yaitu: (1) tatap muka; (2) penugasan
terstruktur; (3) kegiatan mandiri tidak terstruktur, yang dimaksudkan untuk
mencapai standar kompetensi lulusan dengan memperhatikan tingkat
perkembangan peserta didik.
b. Kegiatan tatap muka adalah kegiatan pembelajaran yang berupa proses
interaksi antara peserta didik dan pendidik. Beban belajar kegiatan tatap
muka, berlangsung selama 40 menit.
c. Penugasan terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang berupa
pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik, untuk mencapai
standar kompetensi. Waktu penyelesaian tugas terstruktur ditentukan oleh
pendidik. Penugasan terstruktur termasuk kegiatan perbaikan, pengayaan,
dan percepatan
d. Kegiatan mandiri tidak terstruktur, adalah kegiatan pembelajaran yang
berupa pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik untuk
mencapai standar kompetensi. Waktu penyelesaiannya diatur sendiri oleh
peserta didik.
e. Waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur
dilaksanakan maksimum 50 % dari jumlah waktu kegiatan tatap muka dari
mata pelajaran.
f. Jumlah jam pembelajaran dalam satu minggu menurut Struktur
Kurikulum pada standar isi:
Kelas VII, VIII, DAN kelas IX adalah 38 jam pelajaran
berdasarkan Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur
Nomor 045.2/4340/103.07/2013 tentang Pembelajaran Bahasa Daerah,
maka SMP Negeri 58 Surabaya menambahkan 2 jam pelajaran Bahasa
Daerah di kelas VII , kelas VIII dan kelas IX sehingga pembelajaran di
kelas VII , kelas VIII dan kelas IX 40 jam pelajaran dalam satu minggu.
Tabel Pengaturan Beban Belajar SMP Negeri 58 Surabaya:
Satuan Jam Jumlah Jam Minggu Efektif Jumlah Jam
Kelas Pembelajaran Jam Pelajaran / Pertahun Pembelajaran Per
Tatap Muka Minggu Pelajaran Tahun
VII 40 menit 40 jam 38 minggu 1520 jam
202
pelajaran
VIII 40 menit 40 jam 38 minggu 1520 jam
pelajaran
IX 40 menit 40 jam 38 minggu 1520
F. Ketuntasan Belajar
Beban belajar merupakan keseluruhan kegiatan yang harus diikuti peserta
didik dalam satu minggu, satu semester, dan satu tahun pembelajaran.
1. Beban belajar di SMP dinyatakan dalam jam pelajaran per minggu. Beban
belajar satu minggu adalah minimal 40 jam pelajaran.
2. Beban belajar di Kelas VII, VIII, dan kelas IX dalam satu semester paling
sedikit 18 minggu efektif.
1. Kriterian Ketuntasan Minimal (KKM)
Ketuntasan belajar setiap indikator yang telah ditetapkan dalam suatu
kompetensi dasar berkisar antara 0 – 100%. Kriteria Ideal Ketuntasan
untuk masing-masing indikator 80%.. SMP Negeri 58 Surabaya
menentukan kriteria ketuntasan minimal dengan mempertimbangkan
tingkat kemampuan rata-rata peserta didik serta kemampuan sumber daya
pendukung dalam penyelenggaraan pembelajaran.
2. Mekanisme Penentuan KKM adalah sebagai berikut :
a. Menetapkan KKM setiap indikator pencapaian dengan menggunakan
criteria analisis yaitu kompleksitas, daya dukung, dan intake siswa;
b. Menetapkan kriteria ketuntasan minimal setiap kompetensi dasar
(KD) yang merupakan rata-rata dari indikator yang terdapat dalam
kompetensi dasar tersebut;
c. Menetapkan kriteria ketuntasan minimal setiap Kompetensi Inti (KI)
yang merupakan rata-rata KKM kompetensi dasar (KD) yang terdapat
dalam standar kompetensi tersebut
d. Menetapkan kriteria ketuntasan minimal mata pelajaran (MP) yang
merupakan rata-rata dari semua KKM standar kompetensi yang
203
terdapat dalam satu tahun pembelajaran, dan dicantumkan dalam
Laporan Hasil Belajar (LHB/Rapor) peserta didik .
Tabel 5
Kriteria Ketuntasan Minimal
No Komponen
VII , VIII dan IX
Mata Pelajaran Kelompok A KI 3-4 KI 1-2
1 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 80 B
2 PendidikanPancasila Kewarganegaraan 80 B
3 Bahasa Indonesia 80 B
4 Matematika 78 B
5 Ilmu Pengetahuan Alam 78 B
6 Ilmu Pengetahuan Sosial 80 B
7 Bahasa Inggris 78 B
Mata Pelajaran Kelompok B
8 Seni Budaya 80 B
9 Pendidikan Jasmani Olah Raga dan Kesehatan 80 B
10 Prakarya 80 B
11 Bahasa dan Sastra Daerah 80 B
3. Prosedur Penentuan KKM adalah sebagai berikut :
a. Kepala SMP dan Wakil kepala SMP bidang akademik/kurikulum
melakukan penetapan KKM sesuai mekanisme yang telah dirumuskan
oleh PP nomor 19 tahun 2005, Permendiknas nomor 20 tahun 2007,
Panduan Penyusunan KTSP (BSNP) dan Panduan Penetapan KKM
(Dit. PSMP).
b. Kepala SMP membuat perencanaan dan jadwal kegiatan penetapan
Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dengan menugaskan wakil
kurikulum untuk menyusun perencanaan dan penetapan KKM dan
memberi arahan teknis tentang penetapan KKM serta menetapkan
mekanisme yang digunakan dalam penetapan KKM.
204
c. Kepala SMP bersama wakil kepala SMP bidang akademik/kurikulum
memeriksa KKM yang telah ditetapkan oleh guru/MGMP dan
memberikan masukan jika diperlukan perbaikan.
d. Kepala SMP menandatangani dokumen penetapan KKM setiap mata
pelajaran
e. Wakil kepala SMP bidang akademik/kurikulum menggandakan,
menyimpan arsip (sebagai bagian dari dokumen KTSP) dan
mendistribusikan dokumen penetapan KKM per mata pelajaran kepada
seluruh guru sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan, dan pihak
lain yang memerlukan.
f. Kepala SMP, wakil kepala SMP dan guru mata pelajaran
mensosialisasikan hasil penetapan KKM kepada orang tua dan peserta
didik.
Upaya sekolah dalam meningkatkan KKM untuk mencapai
KKM ideal (100%). Satuan Pendidikan secara bertahap dan terus
menerus berusaha meningkatkan kriteria ketuntasan belajar minimal
untuk mencapai kriteria ketuntasan belajar ideal.
SMP Negeri 58 Surabaya sebagai satuan pendidikan berupaya
semaksimal mungkin untuk mencapai dan melampaui KKM yang
ditetapkan. Keberhasilan pencapaian KKM merupakan salah satu tolok
ukur kinerja satuan pendidikan dalam menyelenggarakan program
pendidikan.
Upaya yang dilakukan oleh satuan pendidikan adalah :
a. Meningkatkan SDM guru dan peserta didik.
b. Sekolah memberikan kesempatan kepada para guru sebagai pelaksana
pendidikan untuk mengikuti pelatihan atau workshop dan seminar –
seminar yang berkaitan erat dengan peningkatan mutu pendidikan
c. Mengembangkan Metode Pembelajaran yang Aktif. Inovatif, Kreatif,
Menyenangkan, Gembira dan Berbobot (Paikem Gembrot)
d. Menggunakan media pembelajaran secara efektif dan efisien sesuai
dengan situasi dan kondisi peserta didik
205
e. Mengadakan kegiatan Bimbingan Materi Ujian Nasional (BMUN)
dalam rangka membantu meningkatkan pemahaman siswa pada mata
pelajaran UN
f. Menambah bahan-bahan bacaan di perpustakaan serta melengkapi
sarana prasarana yang mendukung dalam pembelajaran .
g. Memotivasi dan mengirimkan peserta didik untuk mengikuti kompetisi
baik bidang akademis maupun non akademis ( Olimpiade MIPA,
O2SN, OSN FLS2N, DBL ).
4. Remidial dan Pengayaan
Pada umumnya, dalam setiap pembelajaran ditemukan tiga kelompok
siswa ditinjau dari hasil belajarnya, yaitu kelompok dengan hasil belajar
tinggi, sedang, dan rendah. Berkaitan dengan hal tersebut maka diperlukan
penanganan yang bijaksana kepada ketiga kelompok tersebut. Dalam hal
ini kelompok tinggi dan sedang dapat diberikan pengayaan, sedangkan
kelompok rendah diberikan remedial.
Pembelajaran remedial pada hakikatnya adalah pemberian bantuan
bagi peserta didik yang mengalami kesulitan atau kelambatan belajar
(Direktorat PSMA, 2010). Pemberian pembelajaran remedial meliputi dua
langkah pokok, yaitu :
a. mendiagnosis kesulitan belajar, dan
b. memberikan perlakuan (treatment) pembelajaran remedial. Teknik
yang dapat digunakan untuk mendiagnosis kesulitan belajar antara
lain: tes prasyarat (prasyarat pengetahuan, prasyarat keterampilan), tes
diagnostik, wawancara, dan pengamatan.
Bentuk-bentuk kesulitan belajar peserta didik adalah:
a. Kesulitan belajar ringan biasanya dijumpai pada peserta didik yang
kurang perhatian saat mengikuti pembelajaran;
b. Kesulitan belajar sedang dijumpai pada peserta didik yang mengalami
gangguan belajar yang berasal dari luar diri peserta didik, misalnya
faktor keluarga, lingkungan tempat tinggal, pergaulan,
206
c. Kesulitan belajar berat dijumpai pada peserta didik yang mengalami
ketunaan pada diri mereka, misalnya tuna rungu, tuna netra, dan tuna
daksa.
Bentuk pelaksanaan pembelajaran remedial :
a. Pemberian pembelajaran ulang dengan metode dan media yang
berbeda jika jumlah peserta yang mengikuti remedial lebih dari 50%;
b. Pemberian bimbingan secara khusus, misalnya bimbingan perorangan
jika jumlah peserta didik yang mengikuti remedial maksimal 20%;
c. Pemberian tugas-tugas kelompok jika jumlah peserta yang mengikuti
remedial lebih dari 20 % tetapi kurang dari 50%; dan
d. Pemanfaatan tutor sebaya.
Semua pembelajaran remedial diakhiri dengan tes ulang. Dalam hal
ini pembelajaran remedial dan tes ulang dilaksanakan di luar jam tatap
muka.
Secara umum pengayaan dapat diartikan sebagai pengalaman atau
kegiatan peserta didik yang melampaui persyaratan minimal yang
ditentukan oleh kurikulum dan tidak semua peserta didik dapat
melakukannya. Teknik yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi
kemampuan berlebih peserta didik dapat dilakukan antara lain melalui: tes
IQ, tes inventori, wawancara, dan pengamatan.
Penilaian hasil belajar pada kegiatan remedial adalah untuk mencapai
ketuntasan sesuai dengan KKM. Oleh karena itu hasil dari kegiatan
remedial tidak boleh melebihi nilai KKM yang telah ditetapkan.
Sedangkan hasil penilian kegiatan pengayaan, tentu tidak sama dengan
kegiatan pembelajaran biasa, tetapi cukup dalam bentuk portofolio, dan
harus dihargai sebagai nilai tambah (lebih) dari peserta didik yang normal.
Pemberian nilai tambah atau nilai lebih dapat berupa perbaikan nilai hasil
belajar.
Berkaitan dengan hal tersebut, maka untuk kegiatan remedial
menggunakan beberapa teknik diantaranya:
a. Pembelajaran secara klasikal,
b. pembelajaran kelompok,
207
c. pembelajaran toturial,
d. pemberian tugas rumah, dan
e. evaluasi untuk mengetahui keberhasilan kegiatan remidial dimaksud.
Pembelajaran Pengayaan hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
a. Identifikasi kemampuan belajar berdasarkan jenis serta tingkat
kelebihan belajar peserta didik misal belajar lebih cepat, menyimpan
informasi lebih mudah, keingintahuan lebih tinggi, berpikir mandiri,
superior dan berpikir abstrak, memiliki banyak minat;
b. Identifikasi kemampuan berlebih peserta didik dapat dilakukan antara
lain melalui: tes IQ, tes inventori, wawancara, pengamatan,
c. Pelaksanaan Pembelajaran Pengayaan dapat dilakukan dengan cara
1) Belajar kelompok,
2) Belajar mandiri,
3) Pembelajaran berbasis tema, dan
4) Pemadatan Kurikulum.
Pemberian pembelajaran remedial dan pengayaan dilaksanakan
hanya untuk kompetensi/materi yang belum diketahui peserta didik.
Dengan demikian tersedia waktu bagi peserta didik untuk memperoleh
kompetensi/materi baru, atau bekerja dalam proyek secara mandiri sesuai
dengan kapasitas maupun kapabilitas masing-masing. Pembelajaran
pengayaan dapat pula dikaitkan dengan kegiatan penugasan terstruktur dan
kegiatan mandiri tidak terstruktur.
Sedangkan kegiatan pengayaan menggunakan beberapa teknik,
diantaranya a) pemberian tugas secara kelompok, b) pemberian tugas
mandiri, c) pemanfaatan siswa sebagai tutor sebaya, dan d) pemberian
tugas menganalisis suatu permasalahan sesuai dengan konteks yang dikaji.
Mekanisme pelaksanaan remidial secara teknik menggunakan
langkah-langkah, sebagai berikut: 1) menganalisis hasil evaluasi belajar
siswa setelah selesai 1 KD tertentu, 2) menentukan ketuntasan siswa dan
nilai rerata secara individual maupun klasikal, 3) menetapkan teknik
remedial dan/atau pengayaan yang akan diterapkan, 4) melakukan
evaluasi/penilaian untuk mengetahui keberhasilan tindakan remedial dan
208
pengayaan, dan 5) menganalisis hasil evaluasi remedial dan/atau
pengayaan serta menentukan tindakan berikutnya, 6) pelaksanaan kegiatan
remedial maksimal dilaksanakan sebanyak 3 kali dan/atau dihentikan pada
saat ketuntasan klasikal mencapai minimal 85%.
G. Kenaikkan Kelas
1. Kriteria Kenaikan Kelas
Siswa SMP dinyatakan naik kelas apabila memenuhi syarat:
a. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran dalam dua semester pada
tahun pelajaran yang diikuti.
b. Deskripsi sikap sekurang-kurangnya BAIK sesuai dengan kriteria yang
ditetapkan oleh satuan pendidikan.
c. Nilai ekstrakurikuler pendidikan kepramukaan minimal BAIK.
d. Tidak memiliki LEBIH DARI dua mata pelajaran yang masing-masing
nilai kompetensi pengetahuan dan/atau kompetensi keterampilannya di
bawah KBM/KKM. Karena ketuntasan belajar yang dimaksud pada
kenaikan kelas adalah ketuntasan dalam konteks kurun waktu belajar 1
(satu) tahun, apabila ada mata pelajaran yang tidak mencapai KBM/KKM
pada semester ganjil atau genap, nilai mata pelajaran dihitung dari rerata
nilai semester ganjil dan genap pada tahun pelajaran tersebut. Sebagai
contoh, nilai mata pelajaran Bahasa Inggris siswa X pada semester ganjil
kelas VIII adalah 56 (KBM/KKM 60). Nilai siswa tersebut pada mata
pelajaran yang sama pada semester genap di kelas yang sama adalah 70.
Rerata nilai siswa tersebut adalah (56+70):2 = 63. Dengan KBM/KKM
60, siswa X tersebut dinyatakan tuntas pada mata pelajaran Bahasa
Inggris.
e. Ketuntasan belajar minimal sekurang-kurangnya 80. Satuan pendidikan
dapat menetapkan KBM/KKM lebih dari 80 sesuai dengan
memperhatikan kemampuan awal siswa, kerumitan kompetensi, dan
keadaan sumber daya pendidikan di satuan pendidikan tersebut.
f. Seorang siswa naik kelas atau tidak didasarkan pada hasil rapat pleno
dewan guru dengan mempertimbangkan kebijakan sekolah, seperti
209
minimal kehadiran, ketaatan pada tata tertib, dan peraturan lainnya yang
berlaku di sekolah tersebut.
2. Pelaksanaan Peniaian Hasil Belajar
a. Sumber nilai laporan Hasil Belajar peserta didik
Nilai laporan hasil belajar peserta didik merupakan kumulasi dari
pencapaian belajar peserta didik yang diukur melalui Penilaian Harian
( PH ), Penilaian Tengah Semester ( PTS ), dan Penilaian Akhir
Semester ( PAS ) dengan berbagai macam teknik dan instrumen
penilaian yang relevan. Pencapaian Belajar yang dimaksud meliputi
penguasaan peserta didik dalam semua Standar Kompetensi ( KD )
pada masing - masing mata pelajaran. Dengan kata lain, penilaian
dilakukan untuk setiap KD pada semua SK pada masing-masing mata
pelajaran melalui berbagaai bentuk penilaian.
b. Penghitungan nilai laporan hasil belajar peserta didik.
Nilai laporan hasil belajar peserta didik merupakan rata-rata Penilaian
Harian (PH), Penilaian Tengah Semester (PTS), dan Penilaian Akhir
Semester (PAS). Adapun bobot PH, PTS dan PAS adalah sama.
Penghitungan nilai laporan hasil belajar peserta didik sebagai berikut
Nilai PH, PTS, dan PAS bobotnya = 2 : 1 : 1
Contoh perhitungan nilai :
Nilai Harian 1,2, dan 3 = 85, 80, 86
Rata-rata harian = 83,6
Nilai Tengah Semester = 88
Nilai Kenaikan Kelas = 80
Nilai Laporan Hasil Belajar Peserta Didik
= { (2 x 83,6) + (1 x 88 ) + ( 1 x 84 ) } : 4
= ( 167,2 + 88 + 84 ) : 4 = 339,2 : 4 = 84,7 dibulatkan 85
Semua nilai mata pelajaran dinyatakan dengan skala 0 – 100 . peserta
didik yang belum mencapai KKM akan diberi Pembelajaran dan
Penilaian Remidial sehingga mencapai Ketuntasan . bila dalam waktu
tersedia (hingga akhir semester) yang bersangkutan belum juga
210
mencapai KKM, pencapaian nilai tertinggi yang ia peroleh yang
dimasukkan ke dalam laporan hasil belajar peserta didik. Sedangkan
bagi peserta didik yang telah melampaui KKM (mencapai 90%) akan
diberikan pengayaan dengan tujuan untuk pengembangan
pengetahuan.
3. Mekanisme dan Prosedur pelaporan hasil belajar peserta didik.
Pelaporan hasil belajar (Raport) peserta didik diserahkan tiap akhir
semester kepada orang tua/wali murid dengan memperhatikan rambu-
rambu yang disusun oleh direktorat teknis terkait
a. Program Remedial (Perbaikan)
1) Remedial wajib diikuti oleh peserta didik yang belum mencapai
KKM dalam setiap kompetensi dasar
2) Kegiatan remedial dilaksanakan di luar jam pembelajaran.
3) Kegiatan remedial meliputi remedial pembelajaran dan remedial
penilaian.
4) Penilaian dalam program remedial dapat berupa tes maupun non
tes.
5) Kesempatan mengikuti kegiatan remedial dibatasi maksimal 2 kali.
6) Nilai remedial maksimum sama dengan nilai KKM.
b. Program Pengayaan
1) Pengayaan boleh diikuti oleh peserta didik yang telah mencapai
KKM dalam setiap kompetensi dasar.
2) Kegiatan pengayaan dilaksanakan di luar jam pembelajaran.
3) Penilaian dalam program pengayaan dapat berupa tes maupun
nontes.
4) Nilai pengayaan yang lebih tinggi dari nilai sebelumnya dapat
digunakan.
H. Kelulusan
1. Kriteria
Sesuai Kriteria kelulusan berdasar pada ketentuan yang berlaku pada
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2018
211
tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Pemerintah melalui Ujian Nasional
dan Penilaian oleh Satuan Pendidikan melalui Ujian Sekolah peserta didik
dinyatakan lulus berdasarkan rapat dewan guru dengan menggunakan
kriteria sebagai berikut:
a. Menyelesaikan program seluruh pembelajaran dari kelas VII sampai
dengan kelas IX
b. Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh
mata pelajaran kelompok mata pelajaran Agama dan Akhlak mulia,
kelompok Kewarganegaraan dan Kepribadian, kelompok mata
pelajaran Estetika dan kelompok mata pelajaran Jasmani, Olah Raga
dan Kesehatan.
c. Lulus Ujian Sekolah untuk kelompok mata pelajaran Ilmu
Pengetahuan dan Teknologi
d. Lulus Ujian Nasional
2. Pelaksanaan Ujian Nasional dan Ujian Sekolah Berbasis Komputer
Ruang UNBK Panitia UN Tingkat Satuan Pendidikan menetapkan
ruang UNBK dengan persyaratan sebagai berikut.
a. Ruang ujian aman dan layak untuk pelaksanaan UNBK;
b. Sekolah/Madrasah pelaksana UNBK menetapkan pembagian sesi
untuk setiap peserta ujian beserta komputer client yang akan digunakan
selama ujian.
c. Penetapan proktor, pengawas, dan teknisi UNBK;
1) setiap server ditangani oleh seorang proktor;
2) setiap 20 (dua puluh) peserta diawasi oleh satu pengawas; dan
3) Setiap sekolah/madrasah pelaksana UNBK ditangani minimal satu
orang teknisi dan setiap teknisi menangani sebanyak-banyaknya
dua ruang UNBK atau 40 (empat puluh) komputer client;
d. Setiap ruang UNBK ditempel pengumuman yang bertuliskan
”DILARANG MASUK RUANGAN SELAIN PESERTA UJIAN,
PENGAWAS, PROKTOR, ATAU TEKNISI. TIDAK
212
DIPERKENANKAN MEMBAWA ALAT KOMUNIKASI
DAN/ATAU KAMERA DALAM RUANG UJIAN.”
e. Setiap ruang ujian dilengkapi denah tempat duduk peserta ujian dengan
diserta foto peserta yang ditempel di pintu masuk ruang ujian;
f. Setiap ruang ujian memiliki pencahayaan dan ventilasi yang cukup;
g. Gambar atau alat peraga yang berkaitan dengan materi UN dikeluarkan
dari ruang ujian;
h. Tempat duduk peserta UNBK diatur sebagai berikut.
1) Satu komputer untuk satu orang peserta ujian untuk satu sesi ujian;
2) Jarak antara komputer yang satu dengan komputer yang lain disusun
agar antarpeserta tidak dapat saling melihat layar komputer dan
berkomunikasi; dan
3) Penempatan peserta ujian sesuai dengan nomor peserta untuk setiap
sesi ujian;
i. Ruang, perangkat komputer, nomor peserta untuk setiap sesi ujian
sudah dipersiapkan paling lambat 1 (satu) hari sebelum UN dimulai.
3. Target Kelulusan
Target Kelulusan yang akan dicapai SMP Negeri 58 Surabaya adalah
100%.
Program Peningkatan Kualitas Kelulusan
Program SMP Negeri 58 Surabaya tahun pelajaran 2019/2020
dalam peningkatan kualitas kelulusan. Kegiatan Peningkatan Kualitas
Lulusan meliputi:
1) Quality Improvement
Sasaran : seluruh siswa kelas IX
Pelaksanaan : terintegrasi pada KBM Bahasa Inggris, Bahasa
Indonesia, Matematika dan IPA masing-masing
1 jam pelajaran
2) Refresh
Sasaran : Seluruh siswa kelas IX
Pelaksanaan : Semester Gasal dan Genap Sabtu, 07.00 – 10.00
213
September 2019 s.d 31 Maret 2020
3) Peer Learning (PL) /Pembelajaran Sebaya
Sasaran : Seluruh siswa kelas IX berkelompok @ 4-5 anak dan
didampingi wali kelas.
Pelaksanaan : semua siswa kelas IX setiap hari Jumat pk. 07.00-08.00
(setelah istighosah) mulai bulan September 2019 s.d 15
April 2020
4) Centralized Learning ( CL )/Pembelajaran Terpusat
Sasaran : Seluruh siswa Kelas IX
Materi : Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika,
IPA
Pelaksanaan : 17 Maret s.d. 12 April 2020
5) TRY OUT
a) Sasaran : peserta didik kelas IX
Materi : Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika,
IPA
Pelaksanaan :
Setelah 1 paket Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika
dan IPA refresh dilaksanakan
Penugasan melalui jaringan internet (try out on line)
b) Sasaran : peserta didik kelas VII, VIII
Materi : Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika,
IPA
Pelaksanaan :
Penugasan melalui jaringan internet (try out on line)
Program Pasca Ujian Nasional
Program Pasca Ujian Nasional sebagai antisipasi bagi siswa yang
belum lulus ujian nasional adalah merekomendasikan peserta didik
mengikuti program paket B dengan bimbingan oleh guru pengajar, guru
BK dan wali kelas.
214
I. Pendidikan Kecakapan Hidup dan Pendidikan Berbasis Keunggulan
Lokal dan Global
Pendidikan Kecakapan Hidup di SMP Negeri 58 Surabaya
dilaksanakan secara integral dalam pendidikan/ pembelajaran semua mata
pelajaran. Pendidikan Kecakapan Hidup dilakukan dengan memberikan
pembelajaran pengolahan bahan bahan yang sudah tidak dipakai menjadi
bahan yang dapat dimanfaatkan lagi. Kecakapan yang merupakan kecakapan
dasar yang penting dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan anak
dan remaja, yang terdiri dari:
a. Pengambilan keputusan (decision making)
b. Pemecahan masalah (problem solving)
c. Berpikir kritis (critical thinking)
d. Berpikir kreatif (creative thinking)
e. Berkomunikasi efektif (effective communication)
f. Membina hubungan antar pribadi (interpersonal relationship)
g. Kesadaran diri (self awareness)
h. Berempati (emphaty)
i. Mengatasi emosi (emotional management)
j. Mengatasi stress (stress management)
Kecakapan-kecakapan tersebut merupakan wujud dari
“kompetensi/kemampuan psikososial” dari seseorang yaitu kemampuan yang
diperlukan untuk berinteraksi dan beradaptasi dengan orang lain, dan
masyarakat/lingkungan di mana ia berada. Maksud dan Tujuan Pendidikan
Kecakapan Hidup adalah :
(1) Maksud Pendidikan Kecakapan Hidup adalah :
Adalah memberikan berbagai kegiatan yang bertujuan untuk melaksanakan
pendidikan dalam mengembangkan :
a. Kemampuan psikososial seseorang untuk mengatasi berbagai tuntutan
dan tantangan hidup sehari-hari
b. Kemampuan seseorang untuk mempertahankan kesejahteraan mentalnya
dengan baik melalui kemampuannya untuk beradaptasi dengan orang
lain, budaya, dan lingkungannya
215
(2) Tujuan Pendidikan Kecakapan Hidup adalah
(a) Tujuan Umum
Untuk memberdayakan guru dan pembina/pengelola. pendidikan
lainnya agar mereka dapat membuat peserta didik mampu
mengembangkan berbagai kecakapan yang diperlukan dalam
kehidupannya
Mengembangkan pola berpikir dan bertindak, sehingga peserta
didik mampu/dapat berperilaku hidup sehat, baik secara fisik,
mental maupun sosial dalam kehidupan sehari-hari guna
meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraannya.
(b) Tujuan Khusus
Guru memiliki pengetahuan dan kecakapan untuk meramu dan
mengolah berbagai topik pelajaran secara menarik dalam rangka
pengembangan kecakapan hidup.
Peserta didik (anak) memiliki pengetahuan dan kecakapan yang
dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Bila diberikan kepada orang tua mereka akan mampu memberikan
bimbingan dan arahan serta dorongan kepada anak-anaknya untuk
selalu berperilaku hidup sehat dan mandiri.
Dalam upaya peningkatan kesehatan, pendidikan kecakapan hidup
atau Life Skils Education diisi atau bermuatan dengan berbagai pengetahuan
atau pendidikan kesehatan, dan hal ini dapat pula dilakukan dengan
subtansi-subtansi yang lain, yang pada dasarnya akan memberi perubahan
pada masalah-masalah lingkungan dan sosial yang mempengaruhi derajat
kesehatan serta perkembangan anak dan remaja.
Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global
a) Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global dikembangkan pada
semua mata pelajaran dan muatan lokal yang dilakukan dengan cara
mengembangkan pembelajaran dengan memperhatikan, menyesuaikan,
dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
216
b) Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global lebih difokuskan pada
bidang akademis adalah mata pelajaran MIPA dan Bahasa Inggris,
sedangkan bidang non akademik yaitu melalui ekstra kurikuler dalam
cabang kegiatan Pramuka, Pencak silat, dan lain lain.
c) Sekolah memberi keleluasaan kepada peserta didik untuk mengikuti
pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global dari satuan pendidikan
formal yang lain dan atau non formal yang sudah memperoleh akreditasi.
d) Strategi pelaksanaan kegiatan pendidikan berbasis keunggulan lokal dan
global adalah sebagai berikut :
(1) Khusus mata pelajaran Matematika, IPA, dan Bahasa Inggris yaitu
diadakan kegiatan Tutor Sebaya, latihan mengerjakan soal-soal,
pembahasan dan pemantapan materi secara rutin seminggu 4 (empat)
kali, sering mengikuti kejuaraan atau lomba yang diadakan di
Surabaya maupun di Jawa Timur.
Harapannya adalah juara ( OSN ) olimpiade tingkat Surabaya, Jawa
Timur maupun Nasional dan memperoleh nilai ujian nasional yang
maksimal.
Dalam kegiatan Pramuka diadakan latihan rutin seminggu 1 ( satu )
kali, mendatangkan Pembina yang handal, pembinaan yang intensif
baik mental, kedisiplinan, maupun kepribadian, melatih dan
menerapkan ketrampilan secara optimal.
J. Mutasi Peserta Didik
Pasal 20
4. Perpindahan peserta didik antarsekolah dalam satu daerah kabupaten/kota,
antarkabupaten/kota dalam satu daerah propinsi, atau antar propinsi
dilaksanakan atas dasar persetujuan kepala sekolah asal dan kepala sekolah
yang dituju.
5. Dalam hal terdapat perpindahan peserta didik sebagaimana dimaksud pada
ayat (1), maka Sekolah yang bersangkutan wajib memperbaharui Data
Pokok Pendidikan (Dapodik).
217
6. Perpindahan peserta didik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2)
wajib memenuhi ketentuan persyaratan PPDB, sistem zonasi, dan
Rombongan Belajar yang diatur dalam Peraturan Menteri ini.
Pasal 21
1. Peserta didik pendidikan dasar dan menengah setara SMP di negara lain
dapat diterima di SMP di Indonesia setelah menunjukan:
a. ijazah atau dokumen lain yang membuktikan bahwa yang peserta didik
yang bersangkutan telah menyelesaikan pendidikan jenjang sebelumnya;
dan
b. lulus tes kelayakan dan penempatan yang diselenggarakan sekolah yang
dituju.
Pasal 22
(2) Peserta didik jalur nonformal dan informal dapat diterima di SMP atau
bentuk lain yang sederajat tidak pada awal kelas 7 (tujuh) setelah memenuhi
persyaratan:
a. lulus ujian kesetaraan Paket A; dan
b. lulus tes kelayakan dan penempatan yang diselenggarakan oleh SMP atau
bentuk lain yang sederajat yang bersangkutan;
(4) Sekolah menentukan syarat dalam tes kelayakan dan penempatan
perpindahan peserta didik jalur nonformal dan informal ke Sekolah yang
bersangkutan.
(5) Dalam hal terdapat perpindahan peserta didik dari satuan pendidikan
nonformal atau informal ke Sekolah sebagaimana dimaksud pada
ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) maka Sekolah yang bersangkutan wajib
memperbaharui Dapodik.
BAB III
KALENDER PENDIDIKAN
218
Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan
pembelajaran peserta didik selama satu tahun pelajaran yang mencakup permulaan
tahun pelajaran, minggu efektif belajar, hari efektif dan hari libur. Permulaan
tahun pelajaran adalah waktu dimulainya kegiatan pembelajaran pada awal tahun
pelajaran pada SMP Negeri 58 Surabaya.
Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk
setiap tahun pelajaran pada SMP Negeri 58 Surabaya. Hari efektif adalah jumlah
jam pembelajaran setiap minggu, meliputi jumlah jam pembelajaran untuk setiap
mata pelajaran termasuk muatan lokal, ditambah jumlah jam untuk kegiatan
pengembangan diri.
Waktu libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan
pembelajaran pada SMP Negeri 58 Surabaya. Waktu libur dapat berbentuk jeda
tengah semester, jeda antar semester, libur akhir tahun pelajaran, libur hari besar
keagamaan, hari libur umum termasuk hari-hari besar nasional dan hari libur
khusus.
A. Pengaturan Permulaan Tahun Pelajaran
Pada permulaan tahun pelajaran adalah waktu dimulai kegiatan
pembelajaran pada awal tahun pelajaran bagi setiap satuan pendidikan.
Minggu Efektif Belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk
setiap tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan. Hari Efektif Sekolah
adalah jumlah jam pembelajaran setiap minggu untuk seluruh mata pelajaran,
termasuk muatan lokal. Kegiatan Tengah Semester adalah kegiatan yang
dilakukan pada pertengahan semester yaitu setelah pelaksanaan pembelajaran
selama 3 bulan. Libur Hari Raya dan Libur Umum adalah libur pada saat
adanya peringatan hari – hari besar agama dan Nasional. Libur Semester
adalah libur yang dilaksanakan setelah proses pembelajaran selama satu
semester berakhir. Hari Belajar Efektif Fakultatif adalah kegiatan
pembelajaran yang dilaksanakan pada bulan romadhon yaitu berupa kegiatan
keagamaan.
B. Penetapan Kalender Pendidikan
219
1. Permulaan tahun pelajaran adalah bulan Juli setiap tahun dan berakhir
bulan juni tahun berikutnya.
2. Hari libur sekolah ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan
Nasional dan /atau Menteri Agama. Terkait dengan Hari Raya Keagamaan,
Kepala Daerah Tingkat Kabupaten/ Kota, dan / atau organisasi
penyelenggara pendidikan dapat menetapkan hari libur khusus.
3. Pemerintah Pusat/Propinsi/Kabupaten/Kota dapat menetapkan hari libur
serentak untuk satuan-satuan pendidikan.
4. Kalender Pendidikan untuk setiap satuan pendidikan disusun oleh masing-
masing satuan pendidikan berdasarkan alokasi waktu sebagaimana tersebut
pada dokumen Standar Isi ini dengan memperhatikan ketentuan dari
pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
5. Hari Belajar Efektif adalah hari belajar yang betul-betul digunakan untuk
kegiatan pembelajaran sesuai dengan tuntutan kurikulum.
6. Jumlah Hari Efektif Sekolah dalam 1 tahun pelajaran adalah 249 hari
belajar yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran sesuai dengan
kurikulum yang berlaku.
7. Jam Belajar Efektif adalah jam belajar yang digunakan untuk proses
pembelajaran sesuai tuntutan kurikulum. Jumlah jam pembelajaran efektif
setiap minggu untuk kelas VII, VIII, IX adalah 40 jam tatap muka
pelajaran dengan alokasi waktu 40 menit per jam pelajaran.
Sesuai dengan acuan penetapan Kalender Pendidikan, maka SMP NEGERI 58
SURABAYA berdasarkan :
1. Keputusan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Jawa
Timur.
2. Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya.
3. Program Kegiatan SMP NEGERI 58 SURABAYA.
C. Uraian tentang Minggu Efektif belajar dan Waktu Libur
1. Minggu Efektif Belajar
Minggu efektif belajar di SMP Negeri 58 Surabaya ditetapkan selama 45
minggu efektif untuk kelas VII, VIII. Dan kelas IX atau maksimal 249 hari
220
efektif dalam satu tahun pelajaran. Dengan rincian, minggu efektif belajar
dalam satu semester gasal berlangsung selama 19 minggu efektif atau
maksimal 125 hari efektif, dan semester genap 19 minggu efektif atau
maksimal 124 hari efektif.
2. Waktu Pembelajaran Efektif
Jumlah pembelajaran efektif di SMP Negeri 58 Surabaya ditetapkan
sebanyak 40 (empat puluh) jam efektif setiap minggu untuk kelas VII,
VIII, dan kelas IX. Jumlah ini meliputi jumlah jam pembelajaran untuk
seluruh mata pelajaran dan muatan lokal sebagaimana terinci dalam
struktur kurikulum yang telah dideskripsikan pada bagian struktur dan
muatan kurikulum.
3. Waktu Libur
Waktu libur SMP Negeri 58 Surabaya meliputi (1) libur jeda antar
semester (libur semester gasal), (2) libur akhir tahun pelajaran, (3) libur
hari - hari keagamaan, (4) libur umum dan libur hari – hari besar nasional,
(5) libur khusus.
a. Libur jeda antar semester (libur semester gasal)
Libur jeda antar semester (libur semester gasal) berlangsung selama 2
(dua) minggu pada minggu ke 4 dan 5 bulan Desember .
Hari pertama semester genap dimulai pada awal minggu pertama
Januari
b. Libur akhir tahun pelajaran
Libur akhir tahun pelajaran berlangsung selama 3 (tiga) minggu
dimulai pada akhir minggu bulan Juni dan berakhir pada minggu kedua
bulan Juli.
c. Libur hari–hari keagamaan
Libur hari–hari keagamaan meliputi : Isra’ Mi’raj, Awal Ramadan,
sekitar Idul Fitri, Idul Adha, Natal, 1 Muharam, Maulid Nabi, Imlek,
Nyepi, Wafat Isa Almasih, Kenaikan Isa Almasih, Waisak.
Berlangsungnya libur hari – hari kagamaan sesuai dengan ketetapan
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia. Jumlah libur hari–hari
221
keagamaan dalam satu tahun pelajaran maksimal 2 (dua) minggu atau
14 hari kalender.
d. Libur umum dan libur hari–hari besar nasional
Hari–hari Minggu, HUT RI, Tahun Baru Masehi (dan sesuai peraturan
pemerintah yang ditetapkan). Jumlah libur umum dan libur hari–hari
besar nasional dalam satu tahun pelajaran maksimal 2 (dua) minggu
atau 14 hari kalender.
e. Libur khusus
Libur khusus diperuntukkan bagi siswa kelas VII dan VIII, dan kelas
IX karena sekolah secara keseluruhan dimanfaatkan untuk pelaksanaan
Ujian Nasional (4 hari) dan Ujian sekolah (7 hari).
Tabel Alokasi Waktu
No
Kegiatan Alokasi Waktu Keterangan
.
1 Minggu Efektif 45 minggu Semester gasal 21 minggu
Belajar (22 minggu ≤ Semester genap 24 minggu
107 he/smst atau Hari pertama KBM pada
≤ 220 minggu ke 3 bulan juli
he/thn pelajaran) Hari terakhir KBM pada akhir
Juni
2 Libur antar 2 Minggu Minggu ke 4 dan 5 bulan
semester Desember
(libur semester Awal semester genap, minggu
gasal) ke – 1 Januari
3 Libur akhir tahun 3 Minggu Minggu ke – 4 bulan Juni dan
pelajaran ke – 1,2 bulan Juli
4 Hari libur 2 Minggu Natal, Nyepi, Wafat Isa
keagamaan Almasih, Paskah, 1 Muharam,
Isra’ Mi’raj, Maulid Nabi
Muhammad, Idul Adha, Imlek,
Awal Puasa, dan sekitar hari
Raya Idul Fitri & Waisak
222
5 Hari libur umum / 2 Minggu Disesuaikan dengan peraturan
Nasional pemerintah (HUT RI, Tahun
Baru dll)
6 Hari Libur 1 Minggu Ujian Sekolah (7 hari)
Khusus Ujian Nasional (4 hari)
Jumlah = 55 minggu Jumlah minggu dalam 1 tahun
BAB IV
PENUTUP
223
Dokumen Kurikulum 2013 ini merupakan dokumen kurikulum yang
disusun oleh satuan pendidikan / sekolah berdasarkan kompetensi nyata yang ada
di sekolah dengan melibatkan seluruh komponen yang ada di sekolah baik Kepala
Sekolah, Komite, Konselor, Guru Mata pelajaran yang mengacu pada visi, misi
dan tujuan sekolah dengan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik.
Proses Penyusunan Dokumen Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dan
Kurikulum 2013 SMP Negeri 58 Surabaya melalui tahapan yang cukup panjang
dan melibatkan seluruh tenaga pendidik di sekolah ini. Dimulai dari pemahaman
konsep diteruskan dengan diskusi - diskusi yang menampung masukan dan saran
dari warga sekolah dan kalangan Stoke Holder konsultasi kepada Dinas
Pendidikan Kota Surabaya (Pengawas) dan pemahaman dari semua dokumen
rujukan dari BSNP, akhirnya membuahkan hasil berupa Dokumen Kurikulum
2013 SMP Negeri 58 Surabaya.
A. SIMPULAN
1. Secara garis besar kurikulum ini memuat jangkauan kedepan yang tergambar
dalam visi, misi dan tujuan sekolah yang merupakan cita – cita warga
sekolah untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan yang diharapkan
berimbas pada peningkatan kualitas kompetensi kelulusan yang cerdas,
terampil, beriman, dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa berpijak
pada budaya bangsa.
2. Agar layanan kepada peserta didik dapat lebih efektif, kurikulum ini
mengamanatkan kepada sekolah untuk menyelenggarakan program
pendidikan dengan perencanaan secara matang, maka dalam pelaksanaan
kurikulum sangat diperlukan suatu pengorganisasian pada seluruh
komponennya. Dalam proses pengorganisasian ini akan berhubungan erat
dengan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengontrolan.
B. SARAN
Kiranya perlu disadari bahwa sebuah kurikulum masih sebatas
perencanaan di atas kertas, meskipun memiliki peran yang sangat vital sebagai
224
pedoman dan petunjuk arah bagi penyelenggaraan pendidikan di SMP Negeri
58 yang lebih penting adalah komitmen dan dedikasi warga sekolah untuk
menindaklanjuti dalam bentuk kegiatan nyata secara terarah, terprogram, dan
berkelanjutan. Hal ini akan terwujud jika ada peran serta dari seluruh warga
sekolah yang digerakkan melalui manajemen berbasis sekolah.
Semoga Allah Swt meridhoinya. Amiin