0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
125 tayangan52 halaman

Cahaya dan Gelombang dalam Fisika SMA

Dokumen ini adalah rencana pembelajaran fisika untuk kelas XI yang berfokus pada gelombang, bunyi, dan cahaya. Materi mencakup pengetahuan esensial, aplikatif, dan humanistik, serta metode pembelajaran yang melibatkan diskusi, eksperimen, dan kolaborasi. Tujuan pembelajaran adalah untuk menganalisis dan menerapkan konsep gelombang dalam konteks nyata, dengan dukungan dari berbagai sumber belajar dan teknologi.

Diunggah oleh

dina
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
125 tayangan52 halaman

Cahaya dan Gelombang dalam Fisika SMA

Dokumen ini adalah rencana pembelajaran fisika untuk kelas XI yang berfokus pada gelombang, bunyi, dan cahaya. Materi mencakup pengetahuan esensial, aplikatif, dan humanistik, serta metode pembelajaran yang melibatkan diskusi, eksperimen, dan kolaborasi. Tujuan pembelajaran adalah untuk menganalisis dan menerapkan konsep gelombang dalam konteks nyata, dengan dukungan dari berbagai sumber belajar dan teknologi.

Diunggah oleh

dina
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM

GELOMBANG , BUNYI DAN CAHAYA


Nama Penyusun : SAYIDAH,[Link].,[Link].
Nama Sekolah : SMAN 1 GRESIK
Tahun Pelajaran : 2025-2026
Jenjang Sekolah : SMA
Mata pelajaran : Fisika
Fase/Kelas : F/XI
Alokasi Waktu : 10 JP

A. IDENTIFIKASI PESERTA DIDIK


Peserta didik memiliki pengetahuan dasar yang bervariasi terkait dengan materi
prasyarat, sehingga asesmen awal masih sangat perlu untuk digunakan dalam memetakan
kemampuan awal atau kesiapan belajar peserta didik.
Peserta didik diharapkan telah memahami konsep dasar fisika seperti gerak harmonik
sederhana, getaran, frekuensi, periode, amplitudo, dan konsep energi. Pemahaman
tentang gelombang secara umum (misalnya, gelombang tali atau gelombang air) akan
sangat membantu sebagai fondasi.
Peserta didik memiliki pengalaman langsung dengan bunyi (mendengar, berbicara, alat
musik) dan cahaya (melihat, cermin, lensa, warna). Ini adalah jembatan penting untuk
menghubungkan konsep abstrak dengan realitas.
B. IDENTIFIKASI MATERI PELAJARAN
1. Pengetahuan Esensial (Esensial Foundational Knowledge)

Pengetahuan esensial mencakup konsep-konsep dasar, prinsip-prinsip, dan teori-teori


fundamental yang menjadi landasan pemahaman suatu topik. Tanpa pemahaman ini,
sulit untuk melanjutkan ke tingkat pengetahuan yang lebih tinggi atau aplikatif.

● Definisi Gelombang: Memahami apa itu gelombang secara umum, jenis-


jenis gelombang (transversal dan longitudinal), dan karakteristik dasarnya
(amplitudo, panjang gelombang, frekuensi, periode, cepat rambat).
● Sifat-sifat Gelombang: Refleksi (pemantulan), Refraksi (pembiasan),
Difraksi (pelenturan), Interferensi (perpaduan), dan Polarisasi (khusus cahaya).

Gelombang Bunyi:

o Sumber Bunyi: Mekanisme pembentukan bunyi (getaran).


o Medium Perambatan Bunyi: Udara, cair, padat, dan perbedaan cepat rambat di
setiap medium.
o Karakteristik Bunyi: Intensitas bunyi, taraf intensitas, frekuensi (nada),
amplitudo (kuat-lemah bunyi).
o Fenomena Bunyi: Efek Doppler, resonansi, pelayangan.

Gelombang Cahaya:

o Spektrum Elektromagnetik: Posisi cahaya tampak dalam spektrum, urutan


panjang gelombang dan frekuensi gelombang elektromagnetik lainnya.
o Sifat Dualisme Cahaya: Cahaya sebagai gelombang dan partikel.
o Teori Dasar Cahaya: Teori Huygens, Teori Maxwell (gelombang
elektromagnetik).
o Pembentukan Bayangan: Pada cermin (datar, cekung, cembung) dan lensa
(cekung, cembung) berdasarkan hukum pemantulan dan pembiasan.

2. Pengetahuan Aplikatif (Applied Knowledge)

Pengetahuan aplikatif melibatkan kemampuan untuk menggunakan konsep,


prinsip, dan teori yang telah dipelajari untuk memecahkan masalah, menganalisis
situasi, atau merancang solusi dalam konteks nyata.

Penerapan Sifat Gelombang dalam Kehidupan Sehari-hari:

o Sonar: Penggunaan gelombang bunyi untuk mengukur kedalaman laut atau


mendeteksi objek bawah air.
o Ultrasonografi (USG): Penggunaan gelombang bunyi frekuensi tinggi untuk
pencitraan organ dalam tubuh.
o Optik: Desain dan penggunaan alat optik seperti kacamata, mikroskop, teleskop,
kamera.
o Serat Optik: Pemanfaatan pantulan sempurna gelombang cahaya untuk transmisi
data.
o Radar: Penggunaan gelombang elektromagnetik untuk mendeteksi keberadaan
dan kecepatan objek.
o Komunikasi Nirkabel: Prinsip gelombang elektromagnetik dalam radio, televisi,
dan telepon seluler.

Perhitungan dan Analisis:

o Menghitung cepat rambat bunyi di berbagai medium.


o Menghitung frekuensi resonansi pada kolom udara atau senar.
o Menentukan posisi, sifat, dan perbesaran bayangan pada cermin dan lensa.
o Menganalisis fenomena Efek Doppler pada sumber bunyi bergerak.
o Menerapkan rumus interferensi celah ganda Young atau difraksi pada kisi.

Pemecahan Masalah Kontekstual: Menyelesaikan soal-soal fisika yang melibatkan


konsep gelombang bunyi dan cahaya dalam skenario dunia nyata (misalnya, menghitung
jarak petir, menentukan kedalaman sumur, merancang sistem pencahayaan).

3. Nilai atau Karakter (Humanistic Knowledge)


Pengetahuan humanistik berkaitan dengan pengembangan nilai-nilai, etika, apresiasi,
dan kesadaran akan dampak ilmu pengetahuan terhadap individu, masyarakat, dan
lingkungan.

● Rasa Ingin Tahu dan Apresiasi: Mengembangkan rasa ingin tahu terhadap fenomena
alam yang melibatkan bunyi dan cahaya (misalnya, pelangi, guntur, gaung).
Mengapresiasi keindahan dan kompleksitas alam semesta melalui pemahaman ilmiah.
● Keterampilan Berpikir Kritis: Mampu mengevaluasi informasi terkait gelombang
bunyi dan cahaya dari berbagai sumber, membedakan antara fakta dan mitos (misalnya,
suara supersonik, efek cahaya tertentu).
● Inovasi dan Kreativitas: Terinspirasi untuk mengembangkan teknologi baru atau
meningkatkan yang sudah ada berdasarkan pemahaman tentang gelombang bunyi dan
cahaya (misalnya, teknologi peredam suara, perangkat pencitraan medis yang lebih baik,
sumber cahaya hemat energi).
● Kesadaran Lingkungan dan Kesehatan: Memahami dampak polusi suara terhadap
kesehatan dan lingkungan, serta pentingnya perlindungan mata dari paparan cahaya
berbahaya (UV).
● Kolaborasi dan Komunikasi: Mengkomunikasikan konsep-konsep kompleks terkait
gelombang bunyi dan cahaya secara efektif kepada orang lain, serta bekerja sama dalam
proyek-proyek ilmiah.
● Etika dalam Aplikasi Teknologi: Mempertimbangkan implikasi etis dari penggunaan
teknologi yang melibatkan gelombang bunyi dan cahaya (misalnya, penggunaan sonar
militer, teknologi pengawasan berbasis cahaya).

C. DIMENSI PROFIL LULUSAN (DPL)

Keimanan dan ketaqwaan Kolaborasi


terhadap Tuhan YME

Kewargaan Kemandirian

Penalaran kritis Kesehatan

Kreativitas Komunikasi

D. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Pada akhir fase F, peserta didik mampu menerapkan konsep dan prinsip vektor kedalam
kinematika dan dinamika gerak, usaha dan energi, fluida, getaran harmonis, gelombang
bunyi dan gelombang cahaya dalam menyelesaikan masalah, serta menerapkan prinsip
dan konsep energi kalor dan termodinamika dengan berbagai perubahannya dalam mesin
kalor. (XI)

E. TOPIK PEMBELAJARAN
Topik pembelajaran kontekstual akan berpusat pada fenomena dan teknologi yang
melibatkan gelombang, bunyi, dan cahaya yang relevan dengan kehidupan sehari-hari
peserta didik.
Contoh topik yang dapat dieksplorasi:
● "Bagaimana Telepon Seluler dan Wi-Fi Bekerja?" (Gelombang elektromagnetik)
● "Mengapa Suara Terkadang Menggema di Ruangan Besar?" (Pemantulan bunyi)
● "Prinsip Kerja Kacamata dan Lensa Kontak" (Pembiasan cahaya)
● "Bagaimana Sonar Membantu Nelayan Menemukan Ikan?" (Gelombang bunyi)
● "Efek Doppler dalam Kehidupan Sehari-hari (Sirine Ambulans)"
● "Mengapa Kita Bisa Melihat Pelangi?" (Dispersi cahaya)
Peserta didik akan memilih atau merancang ide proyek/diskusi yang sesuai dengan minat
mereka dan ketersediaan sumber daya.

.
F. TUJUAN PEMBELAJARAN

Menganalisis besaran-besaran pada gelombang bunyi dan cahaya melalui kegiatan


exploratif , kolaboratif, kreatif berbasis pengalaman nyata serta merancang strategi
belajar secara mandiri yang kreatif dan reflektif untuk memperdalam pemaham materi
gelombang, bunyi dan cahaya

G. PRAKTEK PEDAGOGIS

Model Pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL)

Pendekatan Pembelajaran: Deep Learning


Metode Pembelajaran: Diskusi kelompok, eksperimen, presentasi, studi kasus,
penugasan

H. MITRA PEMBELAJARAN

Guru: Fasilitator dan pembimbing

Siswa: Pembelajar aktif dan kolaborator

Orang Tua/Wali: Mendukung lingkungan belajar di rumah (opsional, tergantung


konteks)

Narasumber (Opsional): Praktisi atau ahli terkait aplikasi gelombang (misal: akustik,
optik, pemain musik dan orchestra sekolah )

I. LINGKUNGAN PEMBELAJARAN

Kelas: Dilengkapi proyektor, papan tulis interaktif (jika ada).

Laboratorium Fisika: Dilengkapi peralatan eksperimen gelombang bunyi dan cahaya.


Lingkungan Digital: Akses internet, platform pembelajaran daring (LMS), simulasi
interaktif.

J. PEMANFAATAN DIGITAL

Simulasi Interaktif: PhET Interactive Simulations (misal: "Gelombang Bunyi",


"Gelombang pada Tali", "Warna dan Cahaya"). Aplikasi FSG dan Aplikasi sound meter

Video Pembelajaran: YouTube atau platform edukasi lainnya.

Sumber Referensi Online: Jurnal ilmiah, artikel, e-book.

Platform Kolaborasi: Google Docs/Slides, Padlet untuk brainstorming,google classroom.

Aplikasi Pengolah Data: Spreadsheet (Google Sheets/Microsoft Excel) untuk analisis data
eksperimen.

K. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Pertemuan 1-3
KEGIATAN PENDAHULUAN
(Kegiatan Awal Bermakna)
waktu 10-15 menit

● Doa; absensi; menyampaikan tujuan pembelajaran;

● Motivasi /menggugah rasa ingin tahu (Berkesadaran & Menyenangkan):


a. Mulai dengan pertanyaan pemantik: "Pernahkah kalian berpikir, mengapa suara petir selalu
terdengar setelah kilat terlihat, padahal kejadiannya bersamaan? Atau mengapa kita bisa
mendengar gema di pegunungan?" Biarkan siswa berbagi pengalaman singkat mereka.
b. Video atau Simulasi Singkat: Putar video pendek atau tunjukkan simulasi interaktif yang
menampilkan fenomena bunyi dalam kehidupan sehari-hari, seperti suara alat musk, gema,
USG, animasi rambatan gelombang bunyi
i. .
c. Brainstorming Awal: Minta siswa untuk mencatat di buku tulis mereka hal-hal yang mereka
ketahui atau ingin ketahui tentang bunyi berdasarkan pengalaman mereka.
● Apersepsi /Mengaitkan dengan Konteks Nyata (Mendalam & Bermakna):
a. Ajak siswa membayangkan situasi darurat: "Bayangkan kalian adalah tim SAR yang harus
mencari korban di bawah reruntuhan. Alat apa yang paling efektif untuk mendeteksi
keberadaan mereka tanpa harus menggali seluruh area?"
b. "Atau, bagaimana para insinyur merancang studio musik agar suara tidak bocor keluar dan
menghasilkan kualitas audio yang optimal?"
c. Tekankan bahwa pemahaman tentang gelombang bunyi sangat relevan dan memiliki
dampak besar dalam berbagai bidang, mulai dari teknologi, kesehatan, hingga mitigasi
bencana.

KEGIATAN INTI
SINTAK DAN PENGALAM BELAJAR
waktu 90-100 menit

● Penyajian Masalah: Guru menyajikan skenario masalah yang kompleks dan


1:
Orientasi otentik. (berkesadaran)
Siswa o Deteksi Kedalaman dan Objek Bawah Air Menggunakan Sonar Kapal Peneliti
pada "Sebuah kapal penelitian oseanografi sedang melakukan survei dasar laut
Masalah untuk mencari bangkai kapal kuno yang hilang. Mereka menggunakan
(Memaha teknologi sonar yang memancarkan gelombang bunyi dan menerima
mi pantulannya. Jika waktu total yang dibutuhkan gelombang bunyi untuk
berkesada dipancarkan hingga diterima kembali adalah 2,4 detik, dan suhu air laut saat
ran, itu adalah 20∘C, bagaimana tim dapat menentukan kedalaman bangkai kapal
bermakna tersebut? Selain itu, bagaimana cara sonar membedakan antara bangkai kapal,
) batu besar, atau kumpulan ikan?"
● Minta siswa secara berkelompok (3-4 orang) untuk membaca skenario,
mengidentifikasi kata kunci, dan merumuskan pertanyaan-pertanyaan
yang perlu dijawab untuk menyelesaikan masalah. Dorong mereka untuk
memunculkan pertanyaan "mengapa" dan "bagaimana". (mindful, joiful )

● Pembentukan Kelompok: Siswa bekerja dalam kelompok kecil yang sudah


ase 2:
Mengorga dibentuk sebelumnya.
nisasikan
● Pembagian Tugas dan Peran: Setiap anggota kelompok memiliki peran (misal:
Siswa pencatat, fasilitator, presenter, pencari informasi).
untuk
Belajar ● Identifikasi Pengetahuan yang Dibutuhkan: Guru memfasilitasi diskusi dalam
(Memaha kelompok untuk mengidentifikasi pengetahuan awal yang mereka miliki dan
mi & pengetahuan baru yang perlu mereka pelajari untuk menyelesaikan masalah
Mengaplik (misalnya, definisi gelombang bunyi, cepat rambat bunyi, pemantulan bunyi, efek
asi Doppler, intensitas bunyi). Guru menyediakan sumber belajar awal (buku teks,
berkesada artikel ilmiah singkat, tautan video edukasi).
ran,
bermakna
,
menggem
birakan )

● Pencarian Informasi Aktif: Siswa secara mandiri dan berkelompok mencari


informasi dari berbagai sumber (buku, internet, modul yang disediakan guru).
Guru berperan sebagai fasilitator yang berkeliling, memberikan bimbingan, dan
ase 3: menjawab pertanyaan yang relevan tanpa memberikan jawaban langsung.
Membimb (berkesadaran, bermakna)
ing
● Eksperimen Sederhana (Opsional, jika memungkinkan):
Penyelidik
an a. Percobaan Cepat Rambat Bunyi: Menggunakan tabung resonansi atau
Individu aplikasi smartphone untuk mengukur cepat rambat bunyi di udara.
maupun b. Percobaan Pemantulan/Penyerapan Bunyi: Membandingkan
Kelompok gema/pantulan suara pada berbagai permukaan (misalnya, dinding
(Mengapli kosong vs. gorden tebal) untuk memahami konsep penyerapan bunyi.
kas ● Diskusi dan Analisis Data: Kelompok berdiskusi untuk menganalisis data dan
informasi yang terkumpul, mengaitkannya dengan prinsip-prinsip fisika gelombang
Berkesadaran,
bunyi. Mereka mencoba menghubungkan konsep-konsep seperti cepat rambat,
bermakna
waktu tempuh, dan jarak.

● Solusi Masalah: Setiap kelompok merumuskan solusi terhadap skenario masalah


Fase 4:
Mengemb yang diberikan. (bermakna)
a. Untuk skenario sonar: Menghitung kedalaman laut menggunakan rumus
angkan s=v×t/2. Menjelaskan bagaimana pantulan bunyi yang berbeda dapat
dan mengindikasikan jenis objek.
Menyajika b. Untuk skenario studio musik: Mendesain tata letak studio dan
n Hasil merekomendasikan bahan insulasi suara berdasarkan prinsip fisika.
Karya
● Presentasi Hasil: Setiap kelompok menyajikan hasil penyelidikan dan solusi
(Mengapli
kasi) mereka di depan kelas. Bentuk presentasi bisa bervariasi (poster, slide show,
demonstrasi sederhana, laporan tertulis).
● Kritik Konstruktif: Kelompok lain memberikan umpan balik dan pertanyaan. Guru
memfasilitasi diskusi untuk memastikan pemahaman yang komprehensif.
● (berkesadaran, bermakna)

● Refleksi Individu dan Kelompok:


ase 5:
Menganali a. Pertanyaan Reflektif Guru: "Apa yang kalian pelajari hari ini? Bagaimana
sis dan proses penyelidikan kelompok kalian membantu kalian memahami konsep
Mengeval gelombang bunyi lebih dalam? Tantangan apa yang kalian hadapi dan
uasi bagaimana kalian mengatasinya? Bagaimana kalian bisa menerapkan
Proses pengetahuan ini di masa depan?"
Pemecaha b. Jurnal Belajar (Opsional): Siswa menulis jurnal singkat tentang apa yang
n Masalah mereka pelajari, kesulitan yang mereka alami, dan bagaimana mereka
(Mereflek berencana untuk meningkatkan pemahaman mereka.
si) ● Umpan Balik Guru: Guru memberikan umpan balik konstruktif terhadap proses
dan hasil kerja kelompok, serta mengklarifikasi miskonsepsi yang mungkin muncul.
Berkesadaran,
bermakna, ● Generalisasi Konsep: Guru membantu siswa menggeneralisasi prinsip-prinsip
menggembirakan gelombang bunyi yang telah mereka pelajari dari masalah spesifik ke konteks yang
lebih luas.

● .

PENUTUP/ REFLEKSI DAN KONFIRMASI


Waktu 15 menit

● Koneksi dengan Tujuan Awal (Bermakna & Berkesadaran):


a. Kembali ke pertanyaan di awal: "Sekarang, setelah kita belajar tentang gelombang bunyi,
bagaimana kita bisa menjelaskan mengapa suara petir selalu terdengar setelah kilat?"
(Perbedaan cepat rambat cahaya dan bunyi).
b. "Bagaimana teknologi USG membantu dokter melihat kondisi janin di dalam kandungan?"
● Menekankan Nilai (Humanistic Knowledge):
a. Diskusikan bagaimana pemahaman tentang gelombang bunyi telah berkontribusi pada
kemajuan teknologi yang membantu kehidupan manusia (medis, komunikasi, eksplorasi).
b. Tekankan pentingnya pemikiran kritis, kolaborasi, dan kreativitas dalam menyelesaikan
masalah fisika dan masalah kehidupan nyata.
● Aplikasi Lanjutan & Tantangan Masa Depan:
a. Guru dapat memberikan tantangan singkat atau pertanyaan esai untuk pekerjaan rumah
yang mendorong siswa untuk berpikir lebih jauh, misalnya: "Bagaimana prinsip gelombang
bunyi dapat digunakan untuk mengembangkan teknologi baru di bidang musik atau akustik
bangunan di masa depan?"
b. Kuis Singkat (Opsional): Untuk mengukur pemahaman konsep dasar.
● Apresiasi: Guru memberikan apresiasi atas partisipasi dan kerja keras siswa.

● Refleksi pencapaian siswa/formatif asesmen, dan refleksi guru untuk mengetahui ketercapaian
proses pembelajaran dan perbaikan.

● Menginformasikan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan pada pertemuan berikutnya.


● Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap semangat belajar
dan diakhiri dengan berdoa.

PERTEMUAN KE-3

KEGIATAN PENDAHULUAN
(Kegiatan Awal Bermakna)
waktu 10-15 menit
 Motivasi dan Pertanyaan Pemantik
Guru memulai dengan menampilkan beberapa gambar atau video menarik yang berhubungan
dengan fenomena cahaya dalam kehidupan sehari-hari (misalnya, pelangi, bayangan di
cermin, sedotan terlihat bengkok di dalam air, fatamorgana).

● Pertanyaan Pemantik:

o "Pernahkah kalian melihat pelangi? Bagaimana pelangi bisa terbentuk?"


o "Ketika kalian bercermin, mengapa bayangan kalian terlihat sama persis
dengan diri kalian?"
o "Mengapa sedotan yang dimasukkan ke dalam gelas berisi air terlihat seolah-
olah patah atau bengkok?"
o "Menurut kalian, apa yang membuat kita bisa melihat benda-benda di sekitar
kita?"

● Dorong siswa untuk berbagi pengalaman pribadi mereka terkait fenomena cahaya ini.
"Bagaimana perasaanmu saat melihat pelangi? Apakah kamu pernah mencoba
membuat bayangan dengan senter dan objek tertentu?"(berkesadaran, menyenangkan
 Brainstorming Awal

● Guru meminta siswa untuk mencatat atau menyebutkan apa yang mereka ketahui
tentang cahaya dan bagaimana cahaya berinteraksi dengan benda.

● Guru dapat menuliskan ide-ide siswa di papan tulis untuk memvisualisasikan


pengetahuan awal mereka.

● Aspek Pengalaman Belajar Memahami: Ini membantu guru mengidentifikasi


konsepsi awal siswa, baik yang benar maupun yang miskonsepsi.
 Apersepsi (bermakna)

● Membangkitkan Rasa Ingin Tahu: Guru menantang siswa dengan sebuah skenario
sederhana. "Bayangkan jika kita tidak bisa melihat bayangan di cermin, atau jika
kacamata tidak bisa membantu orang yang rabun melihat dengan jelas. Bagaimana
dampaknya bagi kehidupan kita?" (berkesadaran)

● Mengaktifkan Pengetahuan Awal (Prior Knowledge): "Siapa yang masih ingat


sifat-sifat dasar cahaya yang pernah kita pelajari di SD atau SMP?" (Misalnya, cahaya
merambat lurus, cahaya dapat dipantulkan, cahaya dapat dibiaskan).
● Membangun Koneksi: "Hari ini kita akan belajar lebih dalam tentang bagaimana
cahaya berperilaku saat bertemu dengan permukaan benda, dan bagaimana
pengetahuan ini sangat penting dalam berbagai teknologi, seperti kacamata, kamera,
dan bahkan teleskop."

● Menyiapkan Mental dan Emosional: "Pembelajaran kita hari ini akan sangat
interaktif dan menyenangkan. Kita akan memecahkan sebuah masalah bersama dan
kalian akan banyak bereksperimen. Siapkah kalian untuk menjadi ilmuwan muda hari
ini?"

KEGIATAN INTI
SINTAK DAN PENGALAM BELAJAR
waktu 60 menit
o Guru menyajikan sebuah masalah otentik dan relevan yang berkaitan dengan
1: pemantulan dan pembiasan. (menyenagkan berkesadara))
Orientasi
o Contoh Masalah:
Siswa
▪ "Seorang desainer interior ingin merancang sebuah cermin besar di lorong sempit
pada
Masalah agar terlihat lebih luas. Bagaimana dia harus menempatkan cermin tersebut?
(Memaha Atau, seorang fotografer ingin mengambil gambar bawah air yang jernih, tetapi
mi dia selalu menghadapi masalah distorsi gambar. Mengapa ini terjadi dan
bagaimana dia bisa mengatasinya?"
▪ Deep Learning yang Berkesadaran: Masalah ini harus cukup kompleks untuk
esadaran, memicu diskusi dan penyelidikan, namun tetap dalam jangkauan pemahaman
bermakna siswa. Kaitkan dengan kehidupan nyata dan dampaknya.
) o Siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil (4-5 orang).

o Guru memfasilitasi diskusi kelompok untuk mengidentifikasi apa yang sudah mereka
ase ketahui tentang masalah tersebut, apa yang perlu mereka ketahui, dan bagaimana
2:
Mengorgamereka akan mencari informasi.
o Setiap kelompok merumuskan pertanyaan-pertanyaan penelitian awal berdasarkan
nisasikan
Siswa masalah yang diberikan.
untuko Contoh Pertanyaan Penelitian:
Belajar
▪ "Apa itu pemantulan cahaya? Apa hukum pemantulan?"
(Memaha
mi ▪ & "Apa itu pembiasan cahaya? Apa hukum Snellius?"
Mengaplik
asi ▪ "Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pemantulan dan pembiasan?"
berkesada
▪ "Bagaimana cara mengaplikasikan prinsip pemantulan untuk membuat ruangan
ran,
bermaknaterlihat lebih luas?"
, ▪ "Bagaimana cahaya berinteraksi dengan air dan mengapa gambar di bawah air bisa
menggemterdistorsi?"
birakan
o ) Guru membagikan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang berisi panduan
eksperimen sederhana atau tautan ke simulasi interaktif (PhET Interactive
Simulations) tentang pemantulan dan pembiasan. (bermakna, berkesadaran)

o Siswa melakukan penyelidikan dan eksperimen sesuai panduan di LKPD atau


ase 3:menggunakan simulasi interaktif. (Bermakna , menyenagkan)
MembimbPengalaman Belajar Menerapkan: Siswa mengamati fenomena, mengumpulkan
o
data, dan mencatat hasil pengamatan mereka. Mereka akan mengidentifikasi pola
ing
dan hubungan antara variabel.
Penyelidik
o Contoh Kegiatan Eksperimen:
an
▪ Pemantulan: Menggunakan cermin datar, senter, dan busur derajat untuk
Individu
mengukur sudut datang dan sudut pantul.
maupun
▪ Pembiasan: Menggunakan balok kaca/akrilik, laser pointer, dan busur derajat untuk
Kelompok
(Mengapli mengamati pembelokan cahaya saat melewati dua medium berbeda. Atau,
mengamati sedotan dalam gelas berisi air dari berbagai sudut.
kasi
Berkesad
aran, ● Guru memfasilitasi dan membimbing siswa, memberikan arahan jika ada
bermakna kesulitan, dan mendorong diskusi antar anggota kelompok

a. Setiap kelompok menganalisis data yang mereka kumpulkan dan menyusun


Fase kesimpulan
4: untuk menjawab pertanyaan penelitian mereka.
Mengemb
b. Siswa membuat presentasi singkat (bisa dalam bentuk poster, slide sederhana, atau
angkan laporan lisan) yang menjelaskan temuan mereka dan solusi untuk masalah awal.
dan c. Deep Learning yang Bermakna: Siswa tidak hanya menghafal konsep, tetapi juga
Menyajika membangun pemahaman mereka sendiri melalui proses penyelidikan.
n [Link]
Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas.
Karya
(Mengapli (Bermakna, menyenangan )
kasi)

Berkesadaran,
bermakna
o Setelah presentasi, guru memimpin diskusi kelas.
ase o 5:Pengalaman Belajar Merefleksi:
Menganali
▪ "Apakah solusi yang ditawarkan setiap kelompok relevan dengan masalah awal?"
sis dan
Mengeval
▪ "Bagaimana kalian mencapai kesimpulan tersebut? Kesulitan apa yang kalian
uasi
hadapi?"
Proses
▪ "Adakah cara lain untuk menyelesaikan masalah ini?"
Pemecaha
n Masalah
▪ "Bagaimana pengetahuan tentang pemantulan dan pembiasan ini dapat diterapkan
(Mereflek
si) dalam kehidupan sehari-hari atau di bidang teknologi?"
o Guru memberikan klarifikasi dan penguatan konsep-konsep kunci (Hukum
Pemantulan, Hukum Snellius, indeks bias, dll.) berdasarkan temuan siswa.
o Guru dapat memberikan contoh aplikasi lebih lanjut dari pemantulan dan
pembiasan (serat optik, periskop, lensa kamera, dll.).

PENUTUP/ REFLEKSI DAN KONFIRMASI


Waktu 15 menit
Refleksi Diri

o Guru meminta siswa secara individu untuk menuliskan atau menyampaikan:


▪ "Apa yang paling menarik dari pelajaran hari ini?"

▪ "Apa konsep baru yang kalian pelajari dan bagaimana kalian memahaminya?"

▪ "Bagaimana perasaan kalian saat melakukan eksperimen atau memecahkan


masalah ini?"
▪ "Bagaimana pembelajaran hari ini mengubah cara pandangmu tentang cahaya atau
fisika?"
o Deep Learning yang Berkesadaran dan Menyenangkan: Mendorong siswa untuk
merefleksikan proses belajar mereka, bukan hanya hasilnya. Ini membantu membangun
kesadaran diri dan menumbuhkan sikap positif terhadap belajar.

Rangkuman dan Penguatan Konsep (5 menit)

o Guru dan siswa bersama-sama merangkum poin-poin penting yang telah dipelajari tentang
pemantulan dan pembiasan cahaya.
o Guru memberikan penguatan terhadap konsep-konsep kunci dan meluruskan miskonsepsi
yang mungkin masih ada.

Tindak Lanjut dan Motivasi (5 menit)

o Guru memberikan tugas rumah yang mendorong eksplorasi lebih lanjut atau aplikasi konsep
dalam kehidupan nyata (misalnya, mencari contoh lain fenomena pemantulan/pembiasan di
rumah, atau merancang alat sederhana menggunakan prinsip cahaya).

Apresiasi: Guru memberikan apresiasi atas partisipasi dan kerja keras siswa.

Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan


pesan dan motivasi tetap semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa

PERTEMUAN KE-4

KEGIATAN PENDAHULUAN
(Kegiatan Awal Bermakna)
waktu 10-15 menit
 Motivasi & Pertanyaan Pemantik (berkesadara)

● Guru memulai dengan menampilkan video atau gambar fenomena alam yang relevan
(misalnya, pelangi yang indah, cahaya yang memantul dari permukaan air, atau layar
LCD pada smartphone).

● Pertanyaan Pemantik: "Pernahkah kalian bertanya-tanya mengapa pelangi selalu


berwarna-warni? Atau mengapa kacamata hitam tertentu bisa mengurangi silau,
sementara yang lain tidak?"

● "Bagaimana cahaya matahari yang kita lihat tampak putih, bisa terurai menjadi
berbagai warna saat melewati tetesan air hujan?"

● "Mengapa layar monitor atau smartphone kita kadang terlihat berbeda saat dilihat dari
sudut pandut pandang tertentu, atau saat kita menggunakan kacamata hitam?"
 Apersepsi & Brainstorming (Mengaktifkan Pengetahuan Awal & Menyiapkan
Mental)

● Guru meminta siswa untuk mengingat kembali konsep-konsep dasar tentang cahaya
sebagai gelombang elektromagnetik dan spektrum cahaya yang telah dipelajari di
kelas sebelumnya.

● Diskusi Singkat: "Apa saja sifat-sifat gelombang cahaya yang kalian ingat?" (Siswa
diharapkan menyebutkan pemantulan, pembiasan, difraksi, interferensi).

● Guru mengaitkan dengan topik baru: "Hari ini, kita akan menjelajahi dua fenomena
menarik lainnya dari cahaya yang sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari, yaitu
dispersi dan polarisasi." (menyenangkan)

● Brainstorming Awal: "Menurut kalian, apa yang dimaksud dengan 'dispersi cahaya'?
Dan bagaimana dengan 'polarisasi'?" (Guru mencatat ide-ide awal siswa di papan
tulis, tanpa menilai benar atau salah, untuk mendorong partisipasi aktif dan
berkesadaran).

KEGIATAN INTI
SINTAK DAN PENGALAM BELAJAR
waktu 60 menit

● Guru menyajikan sebuah masalah otentik dan relevan yang berhubungan dengan
1:
Orientasidispersi dan polarisasi.
o
Siswa Contoh Masalah Dispersi: "Seorang fotografer ingin mengambil gambar pelangi yang
pada paling indah, tetapi ia kesulitan memahami bagaimana pelangi terbentuk dan faktor
Masalah apa saja yang memengaruhinya. Bisakah kita membantunya memahami fenomena
(Memahadispersi cahaya untuk menghasilkan foto pelangi yang sempurna?"
mi o Contoh Masalah Polarisasi: "Sebuah perusahaan manufaktur kacamata hitam ingin
mengembangkan produk baru yang dapat secara efektif mengurangi silau dan
berkesadaran, meningkatkan kejernihan penglihatan bagi pengemudi, terutama saat siang hari.
bermakna ) Mereka ingin kalian menjelaskan prinsip polarisasi cahaya dan bagaimana kacamata
polarisasi bekerja untuk mencapai tujuan ini."

● Siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil (4-5 siswa).


ase 2:
Mengorga
● Setiap kelompok mendapatkan Lembar Kerja Peserta Didik
nisasikan (LKPD)
Siswa yang berisi panduan investigasi masalah, pertanyaan-pertanyaan
untuk pendorong, dan sumber daya awal (misalnya, link simulasi interaktif,
Belajarartikel singkat, atau referensi buku).
(Memaha
mi &
● Guru mendorong siswa untuk mengidentifikasi informasi yang sudah
Mengaplik
asi mereka ketahui dan informasi yang mereka butuhkan untuk
memecahkan masalah. Ini membangun kesadaran akan proses belajar
berkesada
ran, mereka.
bermakna
,
menggem
birakan )

Siswa secara kolaboratif melakukan penelitian dan penyelidikan:


ase 3:
(bermakna, menyenangkan )
Dispersi: Melakukan percobaan sederhana (misalnya, menggunakan
e.
prisma atau gelas berisi air untuk menguraikan cahaya putih),
menggunakan simulasi online (misalnya PhET Interactive
Simulations tentang pelangi), mencari informasi dari buku atau
internet. Mereka diminta untuk menganalisis data dan
Membimb mengidentifikasi variabel-variabel yang mempengaruhi dispersi.
ing
Penyelidik
f. Polarisasi: Melakukan percobaan dengan polaroid (misalnya,
an melihat layar LCD melalui dua polaroid yang diputar), menggunakan
Individu simulasi online, atau mencari informasi tentang aplikasi polarisasi
maupun
dalam kehidupan sehari-hari (LCD, kacamata 3D, fotografi).
Kelompok
(memaha
mi,
● Guru bertindak sebagai fasilitator, memandu kelompok dengan
menerapk pertanyaan-pertanyaan yang memicu pemikiran mendalam, bukan
an ) memberikan jawaban langsung.
a. "Mengapa urutan warna pelangi selalu sama?" (Dispersi)
erkesadar
b. "Bagaimana arah getar gelombang cahaya berubah setelah
an,
bermakna melewati polaroid?" (Polarisasi)
c. "Apa perbedaan antara cahaya terpolarisasi dan tidak
terpolarisasi?" (Polarisasi)

● Siswa didorong untuk mencatat temuan, menguji hipotesis, dan


saling berdiskusi dalam kelompok. Proses ini mendorong deep
learning melalui pemahaman konsep yang mendalam dan aktif.

● Setiap kelompok mengolah data dan informasi yang telah mereka


Fase 4:
Mengemb kumpulkan untuk menyusun solusi atau penjelasan terhadap masalah
angkan yang diberikan.
dan
Menyajika
● Bentuk hasil karya bisa bervariasi:
n Hasil
Karya o Dispersi: Poster ilmiah, presentasi PowerPoint, video
(Mengapli penjelasan singkat, atau model sederhana tentang
kasi) pembentukan pelangi.
Berkesad
aran, o Polarisasi: Laporan hasil eksperimen, infografis tentang
bermakna prinsip kacamata polarisasi, atau demonstrasi penggunaan
polaroid.

● Setiap kelompok mempresentasikan hasil karyanya di depan kelas.


Ini adalah kesempatan bagi siswa untuk menerapkan pemahaman
mereka dan mengkomunikasikan ide-ide secara efektif.
(bermakna)

● Setelah presentasi, guru memfasilitasi diskusi kelas:


ase 5:
Menganali
a. Refleksi: "Apa yang paling sulit dalam memecahkan masalah ini?"
sis dan
Mengeval "Strategi apa yang paling efektif dalam kelompok kalian?"
uasi
Proses b. Koneksi: "Bagaimana konsep dispersi/polarisasi yang kita pelajari
Pemecaha hari ini bisa kalian temukan dalam fenomena lain di kehidupan
n Masalah sehari-hari?"
(Mereflek
si) c. Evaluasi: Guru dan siswa bersama-sama mengevaluasi solusi yang
disajikan oleh setiap kelompok, membahas kelebihan dan
Berkesadaran, kekurangannya, serta memberikan umpan balik konstruktif. Fokus
bermakna, pada pemahaman konseptual yang mendalam dan kemampuan
menggembirakan pemecahan masalah.

● Guru mengarahkan siswa untuk menyimpulkan konsep utama tentang


dispersi dan polarisasi, serta faktor-faktor yang mempengaruhinya.
.
PENUTUP/ REFLEKSI DAN KONFIRMASI
Waktu 15 menit
 Refleksi Diri dan Pembelajaran Bermakna (Pengalaman Belajar Merefleksi)

● Guru meminta siswa secara individu untuk menuliskan satu hal baru yang mereka
pelajari tentang dispersi dan/atau polarisasi, dan bagaimana pengetahuan tersebut
bermakna bagi mereka atau bagaimana mereka bisa menerapkannya di masa
depan.

● Contoh pertanyaan refleksi: "Apa yang paling menarik dari pembelajaran hari ini?
Mengapa penting bagi kita untuk memahami dispersi dan polarisasi cahaya?"
"Bagaimana pembelajaran hari ini mengubah cara pandangmu terhadap cahaya di
sekitarmu?"
 Rangkuman dan Penguatan Konsep

● Guru merangkum poin-poin penting dari pembelajaran hari ini, mengoreksi


miskonsepsi yang mungkin muncul, dan memberikan penguatan konsep secara
menyeluruh.

● Penekanan pada perbedaan dan keterkaitan antara dispersi dan polarisasi.

 Tindak Lanjut

● Guru memberikan tugas penguatan konsep (misalnya, soal-soal latihan atau proyek
kecil yang melibatkan pengamatan fenomena dispersi/polarisasi di rumah).

● Informasi materi pertemuan selanjutnya.

● Mengucapkan salam penutup.

PERTEMUAN KE-5

KEGIATAN PENDAHULUAN
(Kegiatan Awal Bermakna)
waktu 10-15 menit

● Doa; absensi; menyampaikan tujuan pembelajaran;

● Membangkitkan Rasa Penasaran dan Kesadaran (5 menit)

a. Mulailah dengan pertanyaan pancingan: "Pernahkah kalian melihat pelangi


pada genangan air atau pola warna-warni pada CD/DVD lama? Kira-kira
mengapa hal itu bisa terjadi?"
b. Tampilkan fenomena nyata atau video pendek yang relevan (misalnya, pola
interferensi sabun, difraksi cahaya melalui celah sempit pada tirai jendela).
c. Ajak peserta didik untuk merumuskan pertanyaan awal berdasarkan
pengamatan mereka. Misalnya: "Bagaimana cahaya bisa menciptakan pola
seperti itu?" atau "Apa bedanya pola yang dihasilkan oleh air dengan CD?"

● Menjelaskan Tujuan Pembelajaran dan Manfaat (5 menit)

a. Sampaikan tujuan pembelajaran secara jelas: "Hari ini kita akan belajar
tentang bagaimana cahaya berperilaku ketika bertemu dengan benda-benda
atau celah-celah kecil, yaitu melalui fenomena interferensi dan difraksi, serta
bagaimana kita bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari."
b. Tekankan relevansi materi dengan kehidupan sehari-hari dan teknologi
(misalnya, serat optik, hologram, spektrometer). Ini akan membantu
membangun makna bagi peserta didik.

● Apersepsi dan Aktivasi Pengetahuan Awal (5 menit)

a. Review singkat konsep gelombang cahaya dasar (panjang gelombang,


frekuensi, amplitudo).
b. Berikan soal pemantik atau kuis singkat untuk menguji pemahaman awal dan
mengaktifkan skema pengetahuan yang relevan.

KEGIATAN INTI
SINTAK DAN PENGALAM BELAJAR
waktu 60 menit
 Penyajian Masalah Nyata: Guru menyajikan masalah atau studi kasus
1: yang kompleks dan kurang terstruktur, melibatkan fenomena interferensi
Orientasi
atau difraksi. Contoh masalah:
Siswa
pada
● "Bagaimana teknologi layar proyektor atau sistem holografi dapat
Masalah
(Memaha menciptakan gambar 3D yang realistis, dan apa prinsip fisika di
mi baliknya?"

berkesadaran, ● "Seorang insinyur optik ingin merancang filter cahaya yang hanya
bermakna ) meloloskan warna tertentu. Bagaimana prinsip interferensi dapat
digunakan untuk mencapai tujuan ini?"

● "Bagaimana para ilmuwan dapat menggunakan difraksi sinar-X untuk


menentukan struktur kristal suatu materi, dan mengapa ini penting
dalam pengembangan material baru?"
 Identifikasi Masalah: Siswa secara berkelompok diminta untuk
mengidentifikasi apa yang mereka ketahui, apa yang tidak mereka ketahui,
dan apa yang perlu mereka pelajari untuk memecahkan masalah. Guru
memfasilitasi diskusi untuk memastikan pemahaman awal tentang masalah.

1. Pembentukan Kelompok: Siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil (4-5


ase 2: orang).
Mengorga2. Peran dan Tanggung Jawab: Setiap anggota kelompok diberi peran atau tanggung
nisasikan jawab dalam proses pemecahan masalah (misalnya, pencatat, pencari informasi,
Siswa presenter).
untuk 3. Perencanaan Investigasi: Guru membimbing kelompok untuk merencanakan
Belajar strategi investigasi mereka. "Bagaimana kalian akan mencari tahu tentang
(Memaha interferensi dan difraksi untuk menyelesaikan masalah ini?"
mi &
Mengaplik
asi

erkesadar
an,
bermakna
,
menggem
birakan )

 Pengumpulan Informasi (Memahami Konsep Inti):


ase 3:
Membimb● Siswa secara mandiri atau dalam kelompok mengakses berbagai
ing
Penyelidik sumber belajar (buku teks, jurnal ilmiah sederhana, simulasi
an interaktif, video eksperimen, internet) untuk memahami konsep dasar
Individu interferensi (syarat-syarat, interferensi konstruktif-destruktif, celah
maupun ganda Young) dan difraksi (difraksi celah tunggal, kisi difraksi).
Kelompok
(Mengapli
● Fokus pada mengapa konsep-konsep ini bekerja, bukan hanya apa
kasi
itu. Mendorong pertanyaan seperti: "Mengapa ada pola gelap terang?
Apa hubungan antara panjang gelombang dan pola yang terbentuk?"
Berkesadaran,
bermakna
● Penggunaan Simulasi/Eksperimen Virtual: Menggunakan PhET
simulations atau sejenisnya untuk memvisualisasikan bagaimana
perubahan variabel (panjang gelombang, lebar celah, jarak layar)
memengaruhi pola interferensi dan difraksi.
 Diskusi dan Analisis Data (Menerapkan Konsep):

● Dalam kelompok, siswa mendiskusikan temuan mereka, saling


menjelaskan konsep, dan menganalisis data atau informasi yang
relevan dengan masalah.

● Menerapkan rumus dan prinsip interferensi dan difraksi untuk


menganalisis skenario dalam masalah. Contoh: menghitung jarak
antar pita terang, lebar pola difraksi, atau konstanta kisi.

● Penyelesaian Masalah Bagian Demi Bagian: Kelompok mencoba


memecahkan masalah yang disajikan secara bertahap, menggunakan
pemahaman mereka tentang interferensi dan difraksi.
 Fasilitasi Guru: Guru bertindak sebagai fasilitator, memberikan
bimbingan, pertanyaan pancingan, dan sumber daya tambahan tanpa
langsung memberikan jawaban. Guru mendorong siswa untuk berpikir lebih
dalam dan membuat koneksi antar konsep.

 Pengembangan Solusi/Presentasi: Setiap kelompok mengembangkan


Fase
solusi4: atau jawaban atas masalah yang telah diberikan. Ini
bisa berupa:
Mengemb
angkan ● Desain prototipe filter cahaya.
dan
Menyajika
n ● Penjelasan tentang bagaimana holografi bekerja.
Hasil
Karya
● Presentasi tentang prinsip kerja difraksi sinar-X.
(Mengapli
kasi)
● Laporan ilmiah yang menjelaskan fenomena yang diamati.
Berkesadaran,
bermakna  Presentasi Hasil: Kelompok menyajikan hasil kerja mereka di depan
kelas. Mereka harus menjelaskan proses pemikiran mereka, data yang
digunakan, dan bagaimana mereka menerapkan konsep interferensi dan
difraksi untuk mencapai solusi. (berkesadaran, menyenangkan)

● Diskusi dan Umpan Balik: Setelah presentasi setiap kelompok,


ase 5:
Menganalidilakukan sesi tanya jawab dan umpan balik dari guru dan
sis dankelompok lain. Ini adalah kesempatan untuk:
Mengeval
uasi a. Mengkritisi solusi: "Apakah solusi ini sudah optimal? Apa kelebihan
Proses dan kekurangannya?"
Pemecaha
b. Mengeksplorasi alternatif: "Adakah cara lain untuk memecahkan
n Masalah
(Mereflek masalah ini?"
si)
c. Memperdalam pemahaman: "Bisakah kalian jelaskan lebih lanjut
Berkesadaran,
mengapa terjadi..."
bermakna,
menggembirakan ● Refleksi Individu dan Kelompok (Merefleksi):

a. Siswa secara individual dan kelompok merefleksikan proses


pembelajaran mereka. Pertanyaan reflektif:
"Apa yang telah saya pelajari tentang interferensi dan difraksi?"
"Bagaimana saya menggunakan pengetahuan ini untuk memecahkan
masalah?"
"Strategi apa yang paling efektif dalam pemecahan masalah?"
"Kesulitan apa yang saya hadapi, dan bagaimana saya mengatasinya?"
"Bagaimana pemahaman saya tentang interferensi dan difraksi berubah
setelah proses ini?"
"Bagaimana materi ini berhubungan dengan fenomena lain di
kehidupan sehari-hari?"
b. Guru dapat menyediakan jurnal refleksi atau panduan pertanyaan
untuk membantu proses ini.
c. Mengaitkan dengan Konsep yang Lebih Luas: Dorong siswa untuk
merefleksikan bagaimana interferensi dan difraksi merupakan bagian
dari sifat gelombang cahaya yang lebih besar, dan bagaimana
pemahaman ini berkontribusi pada kemajuan teknologi.

● Penguatan Konsep oleh Guru: Guru memberikan rangkuman dan


penguatan konsep-konsep kunci interferensi dan difraksi,
mengoreksi miskonsepsi yang mungkin muncul, dan menghubungkan
kembali materi dengan pertanyaan esensial di awal pembelajaran.

● .

PENUTUP/ REFLEKSI DAN KONFIRMASI


Waktu 15 menit
 Generalisasi dan Penguatan Konsep)

● Guru merangkum poin-poin penting dari pembelajaran interferensi dan difraksi.

● Kaitkan kembali solusi masalah dengan konsep-konsep inti yang telah dibahas.

● Berikan penekanan pada keterkaitan antara teori dan aplikasi praktis.

 Refleksi Individu

● Berikan waktu kepada setiap peserta didik untuk merefleksikan secara individual
melalui jurnal singkat atau lembar refleksi. Pertanyaan refleksi bisa meliputi:
o "Tiga hal baru yang saya pelajari hari ini adalah..."
o "Bagian mana dari materi ini yang masih membingungkan saya?"
o "Bagaimana saya akan menggunakan pengetahuan ini di masa depan?"
o "Apa yang membuat pembelajaran hari ini menyenangkan dan bermakna bagi
saya?"

● Pengumpulan refleksi individu ini memberikan wawasan tentang pemahaman dan


pengalaman belajar setiap peserta didik.
 Tindak Lanjut dan Apresiasi

● Berikan tugas mandiri (misalnya, mencari contoh lain aplikasi interferensi/difraksi


dalam teknologi modern, atau mengerjakan soal latihan).

● Berikan apresiasi atas partisipasi aktif dan kerja keras peserta didik.
● Sampaikan materi untuk pertemuan berikutnya jika ada.

● Refleksi pencapaian siswa/formatif asesmen, dan refleksi guru untuk mengetahui ketercapaian
proses pembelajaran dan perbaikan.

● Menginformasikan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan pada pertemuan berikutnya.

● Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap semangat belajar
dan diakhiri dengan berdoa.

Gresik, 14 Juli 2025

Mengetahui, Guru Mata Pelajaran

Kepala Sekolah

Drs. TOHIR, M.M. Sayidah,[Link].,[Link]..

NIP.19651226 199303 1 009 NIP. 197806262006042019

LAMPIRAN

A. LEMBAR KEGIATAN PESERTA DIDIK (lampiran 1)

LKPD 1

: Penentuan Cepat Rambat Bunyi dengan Tabung Resonansi

Tujuan: Menentukan cepat rambat bunyi di udara menggunakan metode resonansi pada tabung.

Alat dan Bahan:

● Tabung resonansi

● Garpu tala (berbagai frekuensi)

● Gelas ukur besar berisi air

● Meteran
● Palu karet

Prosedur Eksperimen:

1. Siapkan tabung resonansi dan isi air hingga mendekati penuh.


2. Getarkan garpu tala dan dekatkan pada mulut tabung.
3. Perlahan turunkan permukaan air dalam tabung sambil tetap menggetarkan garpu tala hingga
terdengar bunyi paling kuat (resonansi pertama). Catat panjang kolom udara (L1).
4. Lanjutkan menurunkan permukaan air hingga terdengar bunyi paling kuat berikutnya (resonansi
kedua). Catat panjang kolom udara (L2).
5. Ulangi langkah 2-4 untuk garpu tala dengan frekuensi yang berbeda.
6. Hitung panjang gelombang (λ) menggunakan rumus:
o Resonansi pertama: L1=41λ
o Resonansi kedua: L2=43λ
o Atau lebih akurat: =2(L2L1)
7. Hitung cepat rambat bunyi (v) menggunakan rumus: v=f⋅λ

Tabel Pengamatan:
Cepat
Frekuensi Panjang Kolom Panjang Kolom Panjang
Rambat
No Garpu Tala Udara Resonansi Udara Resonansi Gelombang (λ)
Bunyi (v)
(f) 1 (L1) (cm) 2 (L2) (cm) (cm)
(m/s)

...

Pertanyaan Analisis:

1. Berapa nilai rata-rata cepat rambat bunyi yang Anda peroleh?


2. Bandingkan hasil Anda dengan cepat rambat bunyi di udara pada suhu ruangan (sekitar 343 m/s).
Berikan penjelasan jika ada perbedaan signifikan.
3. Faktor-faktor apa saja yang dapat memengaruhi cepat rambat bunyi di udara?
4. Bagaimana aplikasi prinsip resonansi dalam kehidupan sehari-hari?

Kesimpulan: (Tuliskan kesimpulan dari eksperimen Anda)

Contoh LKPD 2: Pembentukan Bayangan pada Lensa Cembung

Tujuan: Menyelidiki pembentukan bayangan pada lensa cembung dan menentukan jarak
fokusnya.

Alat dan Bahan:


● Lensa cembung

● Lilin/sumber cahaya objek

● Layar

● Meteran optik/penggaris

Prosedur Eksperimen:

1. Letakkan lensa cembung pada posisi tetap di meja.


2. Letakkan lilin/sumber cahaya sebagai objek di depan lensa pada berbagai jarak (s).
3. Geser layar di belakang lensa hingga terbentuk bayangan yang jelas dan tajam. Catat jarak
bayangan (s′).
4. Ulangi langkah 2-3 untuk beberapa posisi objek yang berbeda (misal: s>2f, f<s<2f, s<f).
5. Gambarkan diagram sinar untuk setiap kasus.
6. Hitung jarak fokus lensa (f) menggunakan rumus lensa tipis: f1=s1+s′1

Tabel Pengamatan:
Jarak Jarak Jarak
Sifat Bayangan (Nyata/Maya,
No Objek (s) Bayangan (s') Fokus (f)
Tegak/Terbalik, Diperbesar/Diperkecil)
(cm) (cm) (cm)

...

Pertanyaan Analisis:

1. Bagaimana hubungan antara jarak objek, jarak bayangan, dan jarak fokus lensa?
2. Sebutkan dan jelaskan sifat-sifat bayangan yang terbentuk pada lensa cembung.
3. Bandingkan hasil perhitungan jarak fokus lensa dari setiap percobaan. Apakah ada perbedaan?
Mengapa?
4. Bagaimana aplikasi lensa cembung dalam alat optik seperti lup atau kamera?

Kesimpulan: (Tuliskan kesimpulan dari eksperimen Anda)

Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) 3- Difraksi Kisi


Tujuan : menentukan panjang gelombang cahaya merah menggunaka kisi

Alat dan Bahan (Jika Percobaan Dilakukan)

● Laser pointer (merah, hijau, atau biru)


● Kisi difraksi (dengan kerapatan garis yang berbeda, misalnya 100 garis/mm, 300
garis/mm, 600 garis/mm)
● Layar atau dinding sebagai tempat pola difraksi

● Meteran atau penggaris


● Penyangga laser (opsional)
● Ruangan gelap atau minim cahaya

. Teori Singkat

Difraksi kisi adalah kombinasi dari difraksi dan interferensi. Ketika cahaya monokromatik
melewati kisi difraksi (sejumlah besar celah sempit yang berdekatan dan sejajar), setiap celah
bertindak sebagai sumber gelombang sekunder. Gelombang-gelombang ini kemudian
berinterferensi satu sama lain, menghasilkan pola terang dan gelap yang teratur pada layar.

Persamaan Difraksi Kisi:

Untuk maksimum terang (pola terang), berlaku hubungan:

dsinθ=mλ

Di mana:

● d = jarak antar celah (konstanta kisi) = 1/N, dengan N adalah jumlah garis per satuan
panjang (misal, garis/mm)
● θ = sudut difraksi (sudut antara garis normal dari kisi ke maksimum terang orde-m)

● m = orde difraksi (0 untuk maksimum pusat, 1 untuk orde pertama, 2 untuk orde kedua,
dst.)
● λ = panjang gelombang cahaya

Untuk sudut θ yang kecil, kita dapat menggunakan pendekatan:

sintany/L

Di mana:

● y = jarak dari terang pusat ke maksimum terang orde-m pada layar


● L = jarak dari kisi ke layar

Sehingga persamaan menjadi:

d(y/L)=mλ
Prosedur Percobaan (Jika Dilakukan)

1. Siapkan alat dan bahan.


2. Atur laser pointer sehingga cahayanya melewati kisi difraksi. Pastikan cahaya laser tegak
lurus terhadap kisi.
3. Letakkan layar pada jarak tertentu (L) dari kisi difraksi. Catat jarak L tersebut.
4. Nyalakan laser dan amati pola difraksi yang terbentuk pada layar. Anda akan melihat
serangkaian titik-titik terang (maksimum) yang terpisah. Titik terang paling tengah adalah
maksimum orde 0.
5. Ukur jarak (y) dari maksimum terang pusat (orde 0) ke maksimum terang orde pertama
(m=1) di salah satu sisi. Lakukan pengukuran yang sama untuk sisi lainnya dan ambil
rata-ratanya.
6. Ulangi pengukuran untuk maksimum terang orde kedua (m=2), dan seterusnya jika
memungkinkan.
7. Ulangi percobaan dengan kisi difraksi yang berbeda (jika ada) dan/atau ubah jarak L
untuk melihat pengaruhnya terhadap pola difraksi.
8. Catat semua data pengamatan dalam tabel.

Data Pengamatan (Contoh Tabel)

N Konstanta Kisi, N Jarak Kisi- Orde Jarak y (m) (Maksimum ke-m


o. (garis/mm) Layar, L (m) Difraksi, m dari pusat)
1. ... ... 1 ...
2. ... ... 2 ...
3. ... ... 1 ...
4. ... ... 2 ...
... ... ... ... ...
Ekspor ke Spreadsheet

Catatan:
Ubah N dari garis/mm menjadi garis/meter untuk perhitungan d. Jika N garis/mm, maka d=1/N m

Analisis Data

1. Hitung nilai d (jarak antar celah) untuk setiap kisi yang digunakan, dari nilai N yang
tertera pada kisi.
2. Gunakan persamaan d(y/L)=mλ untuk menghitung panjang gelombang (λ) cahaya laser
dari setiap data pengamatan.
3. Hitung rata-rata panjang gelombang yang Anda peroleh.
4. Bandingkan hasil panjang gelombang yang Anda hitung dengan nilai panjang gelombang
laser yang seharusnya (misalnya, laser merah sekitar 650 nm, hijau sekitar 532 nm, biru
sekitar 405 nm).
Diskusi

1. Jelaskan bagaimana pola difraksi kisi terbentuk. Mengapa ada daerah terang dan daerah
gelap?
2. Bagaimana pengaruh perubahan jarak antar kisi (d) terhadap pola difraksi yang
terbentuk? (Misalnya, jika d semakin kecil, apakah jarak antar terang semakin lebar atau
sempit?) Jelaskan berdasarkan persamaan.
3. Bagaimana pengaruh perubahan jarak kisi ke layar (L) terhadap pola difraksi yang
terbentuk?
4. Bagaimana pengaruh perubahan panjang gelombang (λ) cahaya terhadap pola difraksi?
(Jika Anda menggunakan laser dengan warna berbeda, atau diskusikan secara teoritis).
5. Apa saja sumber kesalahan yang mungkin terjadi dalam percobaan ini? Bagaimana cara
meminimalkan kesalahan tersebut?
6. Sebutkan aplikasi difraksi kisi dalam kehidupan sehari-hari atau teknologi.

Kesimpulan

Tuliskan kesimpulan yang Anda peroleh dari kegiatan percobaan dan analisis ini, meliputi:

● Penjelasan singkat mengenai difraksi kisi.


● Faktor-faktor yang mempengaruhi pola difraksi kisi.
● Hasil perhitungan panjang gelombang cahaya dari percobaan Anda.

Evaluasi

1. Sebuah kisi difraksi memiliki 300 garis/mm. Jika kisi disinari cahaya monokromatik dan
menghasilkan orde terang pertama pada sudut 30∘ terhadap normal, berapakah panjang
gelombang cahaya tersebut?
2. Pola difraksi dari suatu kisi memiliki jarak terang pusat ke terang orde kedua sebesar 4
cm. Jika jarak kisi ke layar adalah 1 meter dan konstanta kisi adalah 500 garis/mm,
tentukan panjang gelombang cahaya yang digunakan.

B. INSTRUMEN PENILAIAN (proses)


1. Jenis asesmen
Asesmen awal
a. .Diagnostik non kognitif

Non Kognitif Soal Kunci


Kesejahteraan psikologis dan sosial Bagaimana kabarmu ?
emosi sisiwa Apakah kamu bahagia
hari ini?
Apakah yang kamu pikirkan saat ini?
Aktivitas siswa selama belajar Apakah kamu sudah sarapan?
di rumah Apa yang kalian lakukan jika mendapatkan tugas
dari sekolah?
Apakah kamu belajar jika ada tugas saja?
Gaya belajar, karakter, serta minat Sejauh mana kamu mengerjakan tugas-tugas
siswa yang diberikan?
Adakah materi yang membuatmu
kesulitan? Apakah kamu belajar sambil
mendengar musik?
Apakah kamu suka kesal atau marah-marah jika
ada tugas
yang diberikan?
Kondisi keluarga siswa dan Siapa yang mendampingimu belajar selama di
pergaulan siswa rumah?
Apakah kamu lebih banyak bermain dengan
teman di rumah?

b. Diagnostik kognitif

Diagnostik kognitif (kuis awal )


1. Lebih cepat mana bunyi merambat pada zat cair, padat atau gas ?
2. Jelaskan prinsip pemantulan dan pembaiasan 1
3. Jelaskan proses terjadinya pelangi

B, Asesmen Proses
● Tujuan: Menilai eksplorasi, dokumentasi, dan keterlibatan murid dalam kegiatan
proyek yang mendorong kreativitas dan kerja mandiri.
● Bentuk:
1) Jurnal Proyek Kelompok & Individu:
o Aktivitas harian, tantangan, ide baru, refleksi proses
2) Observasi Guru:
o Keterlibatan murid dalam eksperimen, diskusi, dan pemecahan masalah
3) Produk Eksperimen:
o Grafik, visualisasi, narasi data, dokumentasi foto
4) Galeri Proyek & Gallery Walk:
o Data saling tukar, komentar kritis, refleksi antar kelompok

● Rubrik:

Indikator Skor 3 Skor 2 Skor 1

A T M
eterlib ktif, e i
atan memi r n
Proye mpin l i
k dan i m
memb b /
eri a t
solusi t i
dalam d
tim n a
a k
m
u t
n e
r
p l
a i
s b
i a
f t

M M M
ksplor eranca e e
asi ng dan l n
Eksper melak a g
imen sanaka k i
n s k
eksper a u
imen n t
mandi a i
ri k
a t
n a
n
i p
n a
s
t k
r o
u n
k t
s r
i i
b
e u
k s
s i
p
e e
r k
i s
m p
e l
n o
r
a
t
i
f

L C T
okume engka u i
ntasi p, k d
Belaja reflekt u a
r if, p k
menun
jukkan l l
proses e e
berpik n n
ir g g
k k
a a
p p
,
a
m t
i a
n u
i
m t
i
r d
e a
f k
l
e d
k i
s b
i u
a
t

Penialain akhir

a. Asesmen Akhir
● Tujuan: Menilai pemaknaan konsep gelombang , kemampuan merefleksi diri, serta
ekspresi pembelajaran yang komunikatif dan inspiratif.
● Bentuk:
1) Laporan Praktikum Individu/Kelompok:
o Gelombang stasioner
o Pelayangan bunyi
o Penantulan pembiasan
o Kisi difraksi
2) Refleksi Akhir Murid:
o Apa pemahaman baru saya?
o Strategi belajar saya ke depan?
o Kesadaran tubuh yang saya capai?
3) Presentasi Proyek dan Peer Assessment:
o Diskusi terbuka + voting apresiatif + pujian lintas kelompok
4) Pameran Digital Personal:
o Unggahan proyek di Padlet/blog/TikTok dengan narasi "Cerita Belajarku"
lengkap
Rubrik
Indikator Skor 3 (Tinggi) Skor 2 (Sedang) Skor 1 (Dasar)

M B
emaknaa enjelaska e el
n Konsep n konsep n u
gelomban y m
g secara e m
terperinci b e
mengfgu ut n
nakan k u
mind a nj
map n u
k k
o k
n a
s n
e p
p e
g m
el a
o h
m a
b m
a a
n n
g
s
e
c
ar
a
u
m
u
m

M R
egulasi enyusun e ef
Diri strategi n le
Belajar dan y k
refleksi e si
pembelaj b b
aran yang ut el
konkret ta u
nt m
a m
n e
g n
a d
n al
ta a
n m
p
a
st
ra
te
gi

M T
omunikas enjelaska re id
i Hasil n dan s a
menjawa e k
b nt m
pertanyaa a e
n dengan si n
lugas, te y
jelas, dan r a
menarik b m
at p
a ai
s k
& a
m n
in h
i as
m il
di at
al a
o u
g ti
d
a
k
p
er
c
a
y
a
di
ri

1. Metode dan Bentuk Instrumen


Aspek Bentuk Instrumen
Pengamatan Kinerja Lembar Pengamatan
Tes Tertulis Tes Pilihan Ganda
Diagnostik Non Kognitif
Diagnostik kognitif (kuis awal )
4. Lebih cepat mana bunyi merambat pada zat cair, padat atau gas ?
5. Jelaskan prinsip pemantulan dan pembaiasan 1
6. Jelaskan proses terjadinya pelangi !

Dimensi Profil Lulusan


Aspe
Kriteria Sko
k
r
Penilai
an
Mampu mengidentifikasi dan menganalisis informasi penting terkait
1-4
gelombang bunyi dan cahaya.
Mampu mengevaluasi validitas dan relevansi informasi dari berbagai 1-4
Penalar sumber.
an
Mampu merumuskan argumen yang logis dan berdasarkan bukti untuk
Kritis 1-4
mendukung pendapat tentang gelombang bunyi dan cahay.
Mampu mengidentifikasi bias atau kesalahan dalam informasi tentang
1-4
gelombang bunyi dan cahaya
Berkontribusi aktif dalam diskusi kelompok, mendengarkan pendapat
1-4
anggota lain, dan memberikan umpan balik yang membangun.
Mampu bekerja sama dengan anggota kelompok untuk mencapai
1-4
tujuan bersama.
Kolaboras
i Mampu membagi tugas dan tanggung jawab secara adil dalam 1-4
kelompok.
Mampu menghargai perbedaan pendapat dan mencari solusi yang
1-4
disepakati bersama.
Mampu menghasilkan ide-ide baru dan inovatif untuk mengatasi masalah
1-4
gelombang bunyi dan cahaya .
Mampu mengembangkan solusi yang unik dan orisinal untuk
1-4
tantangan terkait gelombang bunyi dan cahaya .
Kreativita
s Mampu mempertimbangkan perspektif yang berbeda dalam mencari 1-4
solusi.
Mampu mengkomunikasikan ide-ide kreatif secara efektif. 1-4
Mampu menyampaikan informasi tentang gelombang bunyi dan cahaya
1-4
secara jelas, ringkas, dan mudah dipahami.
Mampu menggunakan berbagai media komunikasi (lisan, tulisan, visual)
1-4
untuk menyampaikan pesantentang glombang bunyi dan cahaya
Komunikas
Mampu berinteraksi secara efektif dengan audiens yang berbeda (teman
i 1-4
sebaya, guru, masyarakat umum).
Mampu meyakinkan orang lain tentang pentingnya tindakan terhadap
1-4
polusi cahaya dan suara
Soal pilihan ganda

.Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!


1. Udara pada keadaan normal g=1,4 (gas diatomik), p=1 atm, ρ =1,3 kg/m3.
Tentukanlah cepat rambat gelombang bunyi di udara.
A. 0,30 m/s
B. 0,33 m/s
C. 33 m/s
D. 330 m/s
E. 3300 m/s

2. Dawai piano yang panjangnya 0,5 m dan massanya 10-2 kg ditegangkan sebesar
200 N, maka frekuensi nada dasar piano adalah...
A. 100 Hz
B. 200 Hz
C. 400 Hz
D. 600 Hz
E. 800 Hz

3. Sepotong dawai menghasilkan nada dasar f. Bila dipendekkan lagi 8 cm tanpa


mengubah tegangan, dihasilkan frekuensi 1,25 f. Jika dawai dipendekkan 2 cm lagi,
maka frekuensi yang dihasilkan adalah....
A. 2f
B. 1,5 f
C. 1,33 f
D. 1,24 f
E. f

4. Sebuah pipa organa tertutup mempunyai frekuensi dasar 300 Hz. Pernyatan yang
tidak tepat terkait dengan pipa organa tertutup adalah...
A. bila tekanan udara semakin besar frekuensi dasarnya bertambah besar
B. bila suhu udara sekain besar, frekunesi nada dasarnya bertambah besar
C. frekuensi nada atas kedua terjadi pada frekuensi 900 Hz
D. pipa organa terbuka dengan frekuensi dasar sama mempunya panjang
dua kali pipa organa tertutup
E. jika pipa organa diisi gas, frekuesi dasarnya bertambah besar

5. Pipa organa terbuka A dan tertutup B mempunyai panjang yang sama.


Perbandingan frekuensi nada atas pertama pipa organa A dan B adalah....
A. 1 : 1
B. 2 : 1
C. 2 : 3
D. 3 : 2
E. 4 : 3

6. Pada malam hari kita akan lebih jelas mendengarkan bunyi dari tempat yang
relatif jauh daripada siang hari. Hal ini disebabkan pada malam hari . . . .
A. kerapatan udara lebih rendah daripada siang hari
B. bunyi lebih sedikit dihamburkan
C. bunyi tidak mengalami interferensi
D. pada malam hari lebih tenang
E. tekanan udara lebih rendah
7. Pada jarak 3 meter dari sumber ledakan terdengar bunyi dengan taraf intensitas
50 dB. Pada jarak 30 meter dari sumber ledakan bunyi itu terdengar dengan taraf
intensitas dB
A. 5
B. 20
C. 30
D. 35
E. 45

8. Pada saat cepat rambat bunyi di uadara sebesar 345 m/s, frekuensi dasar pipa
organa tertutup di salah satu ujungnya adalah 220 Hz. Jika nada atas kedua pipa
organa tertutup ini panjang gelombangnya sama dengan nada atas ketiga pipa
organ terbuka kedua ujungnya, maka panjang pipa organa terbuka itu adalah...
A. 37 cm
B. 43 cm
C. 63 cm
D. 75 cm
E. 87 cm

9. Apabila kita hendak menaikkan tinggi nada dari suatu dawai maka dapat dilakukan
dengan cara ....
A. panjang dawai diperbesar
B. panjang dawai diperkecil
C. penampang dawai diperbesar
D. tegangan dawai diperkecil
E. dawai diganti dengan dawai yang lain jenisnya

10. Dalam konvensi tanda pada rumus efek Doppler, bagaimana kecepatan
pendengar (vp) biasanya ditandai?

c. Kecepatan suara berubah tergantung arah gerak


d. Kecepatan pendengar positif jika mendekati sumber dan negatif jika menjauhi
sumber
e. Kecepatan sumber bernilai positif jika mendekati pendengar, dan negatif jika
menjauhi pendengar
[Link] sumber akan berubah jika sumber bergerak
g. Kecepatn pendengar positif jika menjauhi sumber

11. Cahaya datang pada salah satu sisi prisma sama sisi dengan sudut datang 45°. Jika
indeks bias prisma √2, maka sudut deviasinya adalah...

A. 30°
B. 45°
C. 58°
D. 60°
E. 75°

12. Cahaya merupakan gelombang transversal. Hal ini dibuktikan berdasarkan


percobaan yang menunjukkan adanya .…
A. difraksi
B. refraksi
C. polarisasi
D. refleksi
E. interferensi

13. Peristiwa dispersi terjadi saat ...


A. Cahaya polikromatik mengalami pembiasan oleh prisma
B. Cahaya mengalami pemantulan ketika memasuki air
C. Cahaya polikromatik mengalami polarisasi
D. Cahaya polikromatik mengalami pembelokan oleh kisi
E. Cahaya bikromatik mengalami interferensi konstruktif

14. Sebuah celah ganda disinari dengan cahaya yang panjang gelombangnya 640 nm.
Sebuah layar diletakkan 1,5 m dari celah. Jika jarak kedua celah 0,24 mm, jarak
kedua pita terang yang berdekatan adalah ...
A. 4,0 mm
B. 6,0 mm
C. 8,0 mm
D. 9,0 mm
E. 9,6 mm

15. Cahaya terpolarisasi acak dikenakan pada polarisator bersumbu transmisi


vertikal. Cahaya yang keluar dari polarisator dilewatkan analisator dengan arah
sumbu transmisi 60o terhadap sumbu transmisi polarisator. Perbandingan
intensitas cahaya yang keluar dari analisator terhadap intensitas cahaya yang
masuk polarisator adalah ...
A. 100 %
B. 50 %
C. 25 %
D. 12,5 %
E. 6,25 %

16. Pada suatu percobaan interferensi 2 celah yang terpisah sejauh 0,2 mm dengan
sebuah layar ditaruh sejauh 1 m dibelakang celah, frinji terang no. 3 ditemukan
terpisah sejauh 7,5 mm dari frinji terang utama(sentral). Panjang gelombang
yang digunakan adalah ...
A. 5 x 10-10 cm
B. 5 x 10-8 cm
C. 5 x 10-6 cm
D. 5 x 10-5 cm
E. 5 x 10-2 cm
17. Produksi pelangi oleh proses yang terjadi antara cahaya matahari dan tetes –
tetes air hujan disebabkan oleh peristiwa – peristiwa berikut ...
A. Pantulan dan pembiasan
B. Pantulan, pembiasan difraksi
C. Difraksi dan pembiasan
D. Pantulan dan interferensi
E. Hanya pantulan

18. Diinginkan untuk mengurangi pantulan dari suatu permukaan kaca (n = 1,6)
dengan menempelkan lapisan transfaran yang tipis terbuat dari MgF2 (n = 1,38)
pada permukaan kaca itu. Tebal lapisan itu (dalam Å) yang diperlukan agar
diperoleh pantulan minimu, apabila cahaya dengan λ = 500 nm datang secara
normal adalah ...
A. 310
B. 510
C. 910
D. 2.500
E. 10.500

19. Seorang siswa melakukan percobaan


difraksi menggunakan kisi yang
memiliki 300 garis/mm. Pada layar
diperoleh pola terang orde pertama
berjarak 1,8 mm dari terang pusat dan
layar berjarak 30 mm dari kisi.
Pernyataan yang benar berdasarkan
data tersebut adalah...
A. Orde kedua terbentuk pada jarak 9
mm
B. Orde kedua terbentuk pada jarak 18 mm
C. Orde kedua terbentuk pada jarak 36 mm
D. Panjang gelombang yang digunakan 200 nm
E. Panjang gelombang yang digunakan 2000 nm

20. Gambar berikut ini merupakan sketsa lintasan sinar oleh difraksi celah ganda.

S1
T
d = 0,06 mm e
r
a
n
g

p
u
s
a
t

Jika A adalah titik terang orde ke-3 dan panjang gelombang cahaya yang
digunakan adalah 500 mm maka jarak A dari terang pusat adalah ...
A. 9,0 cm
B. 7,5 cm
C. 6,0 cm
D. 5,0 cm
E. 4,5 cm
C. BAHAN BACAAN GURU DAN PESERTA DIDIK

GELOMBANG BUNYI DAN CAHAYA

PETA KONSEP

36
37
GELOMBANG BUNYI
Gelombang Bunyi adalah gelombang yang merambat melalui medium
tertentu. Gelombang bunyi merupakan gelombang mekanik yang
digolongkan sebagai gelombang longitudinal. Gelombang bunyi ini
menghantarkan bunyi ke telinga manusia. Bunyi/ suara dapat terdengar
karena adanya getaran yang menjalar ke telinga pendengar. Lalu bagaimana
cara menentukan cepat rambat
bunyi? Simak uraian berikut.

1. Cepat Rambat Bunyi


Bunyi merupakan gelombang longitudinal yang dapat merambat dalam
medium padat, cair, dan gas. Cepat rambat bunyi tergantung pada sifat-sifat medium
rambat, maka bunyi mempunyai cepat rambat yang dipengaruhi oleh dua faktor yaitu
:
a. Kerapatan partikel medium yang dilalui bunyi. Semakin rapat susunan partikel
medium maka semakin cepat bunyi merambat, sehingga bunyi merambat paling
cepat pada zat padat.
b. Suhu medium, semakin panas suhu medium yang dilalui maka semakin cepat
bunyi merambat.
Cepat rambat bunyi dapat dihitung dengan menggunakan persamaan :
V=λ.f
Keterangan :
v : cepat rambat bunyi
λ : panjang gelombang bunyi
f : frekuensi bunyi
Cepat rambat bunyi tergantung pada mediumnya:

a. Cepat rambat bunyi di dalam medium gas


v = cepat rambat bunyi (m/s)
γ = tetapan Laplace
Mr = massa molekul relatif
R = tetapan gas umum (J/mol K)
T = suhu mutlak (K)

b. Cepat rambat bunyi di dalam medium zat cair

v = cepat rambat bunyi (m/s)


2
B = modulus Bulk (N/m )
𝜌
massa
jenis
zat cair
c. Cepat rambat bunyi di dalam medium zat padat
v = cepat rambat bunyi (m/s)
2
B = modulus Young (N/m )
3
𝜌 = massa jenis zat padat (kg/m )
38
2. Dawai

Ketika Anda memainkan gitar di


bagian depan (dekat leher gitar), pasti bunyinya
nyaring. Itu artinya, semakin pendek jaraknya,
frekuensinya semakin tinggi (berbanding terbalik).
Begitu pula dengan massa jenis, dan luas permukaan
senarnya. Yang dimaksud dengan luas permukaan
senar di sini penampang dari senar / dawai dan
tentu kecil sekali kan penampangnya?Artinya,

Gitar merupakan alat musik yang menggunakan dawai sebagai sumber


bunyinya. Gitar dapat menghasilkan nada-nada yang berbeda dengan jalan menekan
bagian tertentu pada senar itu saat dipetik. Nada yang dihasilkan dengan pola paling
sederhana disebut nada dasar, kemudian secara berturut-turut pola gelombang yang
terbentuk menghasilkan nada atas ke 1, nada atas ke 2, nada atas ke 3 dan seterusnya.
Baca dengan baik uraian tentang nada-nada pada dawai.
Nada Dasar
Nada Dasar terjadi apabila sepanjang dawai terbentuk 1/2 gelombang seperti pada
gambar.
Tali dengan panjang L membentuk ½ λ
Sehingga : L = ½ λ maka λ = 2L
Maka frekuensi nada dasar adalah,
𝒗 Gambar 4. Nada dasar dawai

Nada Atas ke 1

Gambar 5. Nada atas ke 1 dawai


Nada atas ke 1 terjadi apabila sepanjang dawai terbentuk 1 gelombang.
Tali dengan panjang L membentuk 1 λ .
L = 1 λ maka λ = L
Frekuensi nada atas ke 1 adalah,

Nada Atas ke 2
Nada atas ke 2 terjadi apabila sepanjang dawai terbentuk 1 ½ gelombang.
Tali dengan panjang L membentuk 1 ½ λ atau 3/2 λ
39
L = 3/2 λ maka λ = 2/3 L

Gambar 6. Nada atas ke 1 dawai

Frekuensi nada atas ke 2 adalah,


𝟑𝒗
= 𝟐𝑳

Berdasarkan data diatas dapat diambil kesimpulan bahwa frekuensi nada atas ke n

Frekuensi-frekuensi dan seterusnya disebut frekuensi alami atau


frekuensi resonansi.

Perbandingan frekuensi-ferkuensi di atas, yaitu

=𝟏∶ :3

3. Pipa Organa

Adapun sumber bunyi yang menggunakan kolom udara sebagai sumber


getarnya disebut juga pipa organa contohnya pada seruling, terompet, atau piano.
Pipa organa dibagi menjadi pipa organa terbuka dan pipa organa tertutup.

Gambar 7. Seruling dan terompet contoh pipa


organa

a. Pipa organa
40
terbuka Nada dasar

Gambar 8. Nada dasar pipa organa terbuka

Jika sepanjang pipa organa terbentuk 1/2 gelombang , maka nada


yang dihasilkannya disebut nada dasar

L = ½ λ maka λ = 2L

sehingga persamaan frekuensi nada dasar untuk pipa organa terbuka

Nada atas ke 1
Jika sepanjang pipa organa terbentuk 1 gelombang , maka nada yang
dihasilkannya disebut nada atas ke 1

Gambar 9. Nada atas 1 pipaorgana terbuka

Pipa organa dengan panjang L, dimana L = 1 λ maka λ = L


Frekuensi nada atas ke 1 adalah

Nada atas ke 2
Jika sepanjang pipa organa terbentuk 3/2 gelombang , maka nada yang
dihasilkannya disebut nada atas ke 2.

Gambar 10. Nada atas ke 2 pipa organa terbuka


Pipa organa dengan panjang L, dimana L = 3/2 λ maka λ = 2/3 L
Persamaan nada atas ke 2 yaitu
𝟑𝒗
= 𝟐𝑳

Berdasarkan data diatas dapat diambil kesimpulan bahwa frekuensi nada atas
ke n pada pipa organa terbuka dapat ditentukan dengan rumus

41
Perbandingan frekuensi nada-nada yang dihasilkan oleh sumber bunyi berupa
pipa organa terbuka dengan frekuensi nada dasarnya merupakan bilangan bulat
dengan perbandingan
=𝟏∶ :3

b. Pipa organa tertutup


Nada dasar
Jika sepanjang pipa organa terbentuk 1/4 gelombang, maka nada
yang dihasilkannya disebut nada dasar

Gambar 11. Nada dasar pipa organa tertutup

L = ¼ λ maka λ = 4L

Persamaan pipa organa tertutup untuk nada dasar adalah


𝒗

Nada atas ke 1
Jika sepanjang pipa organa terbentuk 3/4 gelombang , maka nada
yang dihasilkannya disebut nada atas ke 1

Gambar 12. Nada atas ke 1 pipa organa tertutup

L = ¾ λ maka λ = 4/3
Persamaan pipa organa tertutup untuk nada atas ke 1 adalah
𝟑𝒗

Berdasarkan data diatas dapat diambil kesimpulan bahwa frekuensi nada atas ke
n pada pipa organa tertutup dapat ditentukan dengan rumus :

Perbandingan frekuensi nada-nada yang dihasilkan oleh sumber bunyi


berupa pipa organa tertutup dengan frekuensi nada dasarnya

42
=𝟏∶ :5

Contoh Soal

Sebuah pipa organa yang terbuka kedua ujungnya memiliki nada dasar
dengan frekuensi sebesar 300 Hz. Tentukan besar frekuensi dari :
a) Nada atas pertama
b) Nada atas kedua
c) Nada atas ketiga

Pembahasan
Perbandingan nada-nada pada pipa organa terbuka memenuhi:
dengan:
fo adalah frekuensi nada dasar
f1 adalah frekuensi nada atas pertama
f2 adalah frtekuensi nada atas kedua
dan seterusnya.
a) Nada atas pertama
(f1) f1 / fo = 2/1
f1 = 2 × fo = 2× 300 Hz = 600 Hz

b) Nada atas kedua


( f2) f2/ fo = 3 / 1
f2 = 3 × fo = 3 × 300 = 900 Hz
c) Nada atas ketiga
( f3) f3/ fo = 4 / 1
f3 = 4 × fo = 3 × 300 = 1200 Hz

4. Intensitas dan Taraf Intensitas


Ketika bel tanda masuk sekolah berdering, pernahkah Anda tidak
mendengarnya dengan jelas? Kira-kira kenapa hal itu bisa terjadi? Anda sudah
pasti bisa menduga bahwa Anda tidak bisa mendengar dengan jelas karena posisi
Anda yang agak jauh dari bel sebagai sumber bunyinya. Sebaliknya jika Anda
berada dekat dengan sumber bunyi, tentu terdengar dengan jelas bahkan kadang
sampai memekakkan telinga. Inilah yang dinamakan dnegan Intensitas Bunyi.

a. Intensitas Bunyi
Intensitas adalah besaran untuk mengukur kenyaringan bunyi. Intensitas bunyi
yaitu energi bunyi yang tiap detik (daya bunyi) yang menembus bidang setiap satuan
luas permukaan secara tegak lurus.
Rumus intensitas bunyi di suatu titik oleh beberapa sumber bunyi

Keterangan :
2
I : Intensitas bunyi (W/m )
P : Energi tiap waktu atau daya (W)
2
A : Luas (m )

b. Taraf Intensitas Bunyi


Yang dimaksud dengan taraf intensitas bunyi adalah logaritma perbandingan

43
antara intensitas bunyi dengan intensitas ambang pendengaran.
keterangan:
TI = taraf intensitas bunyi (dB
decibel) I = intensitas bunyi
2
(watt/m )
Io = intensitas ambang pendengaran
-12 2
(Io= 10 Watt/m )

Jika terdapat beberapa sumber bunyi yang identik maka taraf intensitasnya
menjadi :

+ 10 log 𝑛 keterangan:
n = jumlah sumber bunyi

Efek Dopler
Perhatikan gambar kereta api di atas.
Analogikan kecepatan kereta identik dengan
kecepatan rambat gelombang. Panjang gerbong
kereta api sekitar 12,5 meter. Jika kereta
bergerak dengan kecepatan 72 km/jam = 20 m/s
maka kita dapat identikkan dengan gelombang
sebagai berikut :

λ = 12,5 m
v= 20 m/s Maka frekuensi gelombang adalah
f = v . λ = 20 . 12,5 = 1,6 Hz.
Atau periode gelombang adalah
T = 1/f = 0,625 s.

Ini artinya, tiap gerbong akan melewati kita yang sedang berdiri setiap 0,625 detik.
Efek Dopler adalah peristiwa naik atau turunnya frekuensi gelombang bunyi
yang terdengar penerima bunyi ketika sumber bunyi bergerak mendekat atau
menjauh.
Contoh efek Dopler dapat dilihat pada gambar dibawah. Pada saat sumber suara
diam, kedua penerima mendengar besar frekuensi yang sama. Saat sumber suara
bergerak, salah satu penerima mendengar frekuensi yang lebih besar dari
sebelumnya dan penerima lain mendengar frekuensi yang lebih kecil dari
sebelumnya. Persamaan Efek Doppler adalah :

Keterangan :
fp = frekuensi pendengar (Hz)
fs = frekuensi sumber bunyi
(Hz) vp = kecepatan pendengar
(m/s)
vs = kecepatan sumber bunyi
(m/s) v = cepat rambat udara (340
m/s)

44
Gambar 14. Tanda untuk Efek Doppler
Dalam rumus efek Doppler ada beberapa perjanjian tanda
vs bernilai positif (+) jika sumber bunyi menjauhi
pendengar. vs bernilai negatif (-) jika sumber bunyi mendekati pendengar.
vp bernilai positif (+) jika pendengar mendekati sumber bunyi. vp bernilai
negatif (-) jika pendengar menjauhi sumber bunyi.

GELOMBANG CAHAYA
2. PEMANTULAN
Pemantulan cahaya adalah pembalikan arah cahaya karena mengenai sebuah
permukaan. Pemantulan cahaya dapat terjadi pada permukaan yang mengkilap, salah
satu contohnya adalah cermin.
Hukum pemantulan cahaya yang dikemukakan
oleh Snellius (1591 - 1626). Bunyi hukum
pemantulan cahaya sebagai berikut:
a. Sinar datang, garis normal, dan sinar
pantul terletak pada suatu bidang datar.
b. Besar sudut datang sama dengan
besar sudut pantul.
2. PEMBIASAN

Pembiasan cahaya merupakan peristiwa perubahan arah rambat cahaya ketika


berpindah dari satu medium ke medium lain yang kerapatan optiknya berbeda.
Penyebab terjadinya pembiasan cahaya dibagi menjadi 2 yaitu:
1. Ketika sinar datang dari
medium yang kurang rapat
menuju medium yang lebih
rapat maka sinar datang akan
dibiaskan mendekati garis
normal. Contohnya ketika sinar
datang melalui medium udara
menuju air.
2. Ketika sinar datang dari
medium yang lebih rapat
menuju medium yang kurang
rapat maka sinar datang akan dibiaskan menjauhi garis normal. Contohnya ketika
sinar datang melalui medium air menuju udara.

Pembiasan cahaya dijelaskan menggunakan Hukum Snellius

𝜃𝑟
45
keterangan :
n1 = indeks bias medium 1
𝜃1 = sudut datang
n1 = indeks bias medium 2
𝜃1 = sudut bias
3. DISPERSI

Dispersi adalah peristiwa penguraian


cahaya polikromatik (putih) menjadi cahaya-cahaya
monokromatik (me, ji, ku, hi, bi, ni, u) pada prisma
lewat pembiasan atau pembelokaN

. Hal ini membuktikan bahwa cahaya putih terdiri dari harmonisasi berbagai
cahaya warna dengan berbeda-beda panjang gelombang.

’ ’ ’
Sudut deviasi terkecil disebut deviasi minimum, terjadi jika i = r = i serta i + r = 𝛽.
Besarnya sudut deviasi pada prisma dirumuskan dengan :

= 𝑖 ′ + 𝑟′ − 𝛽 Keterangan :
δm = sudut deviasi minimum

𝛽 = sudut pembias prisma

4. DIFRAKSI
Difraksi cahaya adalah peristiwa pelenturan cahaya yang akan terjadi jika cahaya
melalui celah yang sangat sempit. Kita dapat melihat gejala ini dengan mudah pada
cahaya yang melewati sela jari-jari yang kita rapatkan kemudian kita arahkan pada
sumber cahaya yang jauh, misalnya lampu neon. Atau dengan melihat melalui kisi
tenun kain yang terkena sinar lampu yang cukup jauh.
Celah Tunggal
Difraksi merupakan fenomena penyebaran gelombang elektromagnetik yang
muncul ketika gelombang tersebut melewati sebuah celah sempit. Penyebaran ini
dapat dijelaskan oleh prinsip Huygens, yang mengatakan bahwa setiap bagian dari
celah dapat dianggap sebagai sumber cahaya yang dapat berinterferensi dengan cahaya
dari bagian celah yang lain.

46
Gambar 23. Difraksi pada celah tunggal

Gambar di atas merupakan proses difraksi cahaya ketika melewati celah tunggal.
Ketika cahaya difraksi bergabung, maka ia akan menghasilkan pola terang atau gelap
yang dihasilkan dari interferensi gelombang. Untuk interaksi minimum akan


menghasilkan pola gelap dengan formulasi:
.

47
:
Dengan m merupakan urutan pita gelap. Jika sudut θ memiliki nilai yang kecil

maka rumus di atas akan menjadi:

= 𝒏𝝀
p = jarak antar terang/gelap dengan terang pusat

λ = panjang gelombang

Difraksi pada Kisi

Difraksi cahaya juga terjadi jika cahaya melalui banyak celah sempit
terpisah sejajar satu sama lain dengan jarak konstan. Celah semacam ini disebut
kisi difraksi atau sering disebut dengan kisi.

d = konstanta = 1/N
N = Jumlah celah/kisi
Gambar 24. Difraksi pada kisi

5. INTERFERENSI
Interferensi adalah paduan dua gelombang atau lebih menjadi satu gelombang baru.
Interferensi terjadi jika terpenuhi dua syarat berikut ini.
a. Kedua gelombang cahaya harus koheren, dalam arti bahwa kedua gelombang
cahaya harus memiliki beda fase yang selalu tetap, oleh sebab itu keduanya harus
memiliki frekuensi yang sama.
c. Kedua gelombang cahaya harus memiliki amplitudo yang hampir sama.

Interferensi celah ganda


Pola maksimum atau pola terang terjadi jika beda lintasan optik merupakan
kelipatan setengah bulat panjang gelombang, pada interferensi celah ganda
dirumuskan dalam persamaan :

Pola minimum atau pola gelap terjadi jika beda lintasan optik merupakan
kelipatan setengah bulat panjang gelombang, pada interferensi celah ganda
dirumuskan dalam persamaan :

48
6. POLARISASI
Polarisasi adalah peristwa terserapnya sebagian atau seluruh arah getar
gelombang. Berbeda dengan interferensi dan difraksi yang dapat terjadi baik pada
gelombang transversal maupun longitudinal, polarisasi hanya terjadi pada
gelombang transversal.

Polarisasi karena refleksi


Pemantulan akan menghasilkan cahaya terpolarisasi jika sinar pantul dan sinar
o
biasnya membentuk sudut 90 . Arah getar sinar pantul yang terpolarisasi akan
sejajar dengan bidang pantul. Oleh karena itu sinar pantul tegak lurus sinar bias,
berlaku ip + r
= 90° atau r = 90° – ip . Dengan demikian, berlaku pula

Polarisasi karena absorbsi selektif


Polarisasi jenis ini dapat terjadi dengan bantuan kristal polaroid

Jika cahaya alami tidak terpolarisasi yang jatuh pada polaroid pertama (polarisator)
memiliki intensitas I0, maka cahaya terpolarisasi yang melewati polarisator adalah:
I1 = ½ I0
Cahaya dengan intensitas I1 ini kemudian menuju analisator dan akan keluar dengan
intensitas menjadi:
2 2
I2 = I1 cos θ = ½ I0 cos θ

Polarisasi karena hamburan


Warna biru langit merupakan contoh penerapan hamburan cahaya yang selalu bisa Anda
amati setiap hari. Jika cahaya dilewatkan pada suatu medium, partikel- partikel medium akan
menyerap dan memancarkan kembali sebagian cahaya itu. Penyerapan dan pemancaran
kembali cahaya oleh partikel-partikel medium ini dikenal sebagai fenomena [Link]
peristiwa hamburan, cahaya yang panjang gelombangnya lebih pendek cenderung mengalami
hamburan dengan intensitas yang besar.
Cahaya biru memiliki panjang gelombang lebih
pendek daripada cahaya
merah, maka cahaya itulah
yang lebih banyak
dihamburkan dan warna itulah
yang sampai ke mata

Gambar 28. Warna biru langit

49
D. GLOSARIUM

Gelombang mekanik : gelombang yang membutuhkan medium dalam


perambatannya
Gelombang longitudinal: gelombang yang arah getarnya sejajar dengan arah
rambtannya
Frekuensi : Banyaknya getaran dalam tiap sekon
Intensitas : energi bunyi yang tiap detik (daya bunyi) yang
menembus bidang setiap satuan luas permukaan
secara tegak lurus
Taraf intensitas : logaritma perbandingan antara intensitas bunyi
dengan intensitas ambang pendengaran
Efek Doppler : peristiwa naik atau turunnya frekuensi gelombang
bunyi yang terdengar penerima bunyi ketika sumber
bunyi bergerak mendekat atau menjauh
Gelombang longitudinal: Gelombang yang arah getarnya sejajar dengan arah
rambatannya
Refraksi : perubahan arah rambat cahaya ketika berpindah dari
satu medium ke medium lain karena kerapatan
optiknya berbeda
Dispersi : peristiwapenguraian cahaya polikromatik menjadi
cahaya monokromatik melalui pembiasan atau
pembelokan
Difraksi : pembelokan cahaya ketika melewati celah sempit
Celah tunggal : celah yang sangat kecil untuk dilewati cahaya
Kisi : sebaris celah sempit yang saling berdekatan dalam
jumlah banyak.
Interferensi : paduan dua gelombang atau lebih menjadi satu
gelombang baru ketika memiliki beda fase yang sama
Polarisasi : peristwa terserapnya sebagian atau seluruh arah getar
gelombang.
Refleksi : atau pemantulan adalah pembalikan arah cahaya
karena mengenai sebuah permukaan benda
E. DAFTAR PUSTAKA

Giancoli, D.C. 2005. Physics. New York : Pretice Hall. Inc

Kamajaya, K dan Purnama, W. 2014. Fisika untuk Kelas XII SMA. Bandung : Grafindo
Kangenan, Marthen. 2016. Fisika untuk SMA Kelas XII. Jakarta : Penerbit
Erlangga. Resnick, Halliday and Walker. 2009. Fundamental of physics 6th
edition : John Wiley & Son.
Widodo, Tri. 2009. Fisika : Untuk SMA / MA Kelas X. Jakarta : Pusat Perbukuan,
Departemen Pendidikan Nasional
[Link]
cahaya/ [Link]

50
51
52

Anda mungkin juga menyukai