Cahaya dan Gelombang dalam Fisika SMA
Cahaya dan Gelombang dalam Fisika SMA
Gelombang Bunyi:
Gelombang Cahaya:
● Rasa Ingin Tahu dan Apresiasi: Mengembangkan rasa ingin tahu terhadap fenomena
alam yang melibatkan bunyi dan cahaya (misalnya, pelangi, guntur, gaung).
Mengapresiasi keindahan dan kompleksitas alam semesta melalui pemahaman ilmiah.
● Keterampilan Berpikir Kritis: Mampu mengevaluasi informasi terkait gelombang
bunyi dan cahaya dari berbagai sumber, membedakan antara fakta dan mitos (misalnya,
suara supersonik, efek cahaya tertentu).
● Inovasi dan Kreativitas: Terinspirasi untuk mengembangkan teknologi baru atau
meningkatkan yang sudah ada berdasarkan pemahaman tentang gelombang bunyi dan
cahaya (misalnya, teknologi peredam suara, perangkat pencitraan medis yang lebih baik,
sumber cahaya hemat energi).
● Kesadaran Lingkungan dan Kesehatan: Memahami dampak polusi suara terhadap
kesehatan dan lingkungan, serta pentingnya perlindungan mata dari paparan cahaya
berbahaya (UV).
● Kolaborasi dan Komunikasi: Mengkomunikasikan konsep-konsep kompleks terkait
gelombang bunyi dan cahaya secara efektif kepada orang lain, serta bekerja sama dalam
proyek-proyek ilmiah.
● Etika dalam Aplikasi Teknologi: Mempertimbangkan implikasi etis dari penggunaan
teknologi yang melibatkan gelombang bunyi dan cahaya (misalnya, penggunaan sonar
militer, teknologi pengawasan berbasis cahaya).
Kewargaan Kemandirian
Kreativitas Komunikasi
D. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Pada akhir fase F, peserta didik mampu menerapkan konsep dan prinsip vektor kedalam
kinematika dan dinamika gerak, usaha dan energi, fluida, getaran harmonis, gelombang
bunyi dan gelombang cahaya dalam menyelesaikan masalah, serta menerapkan prinsip
dan konsep energi kalor dan termodinamika dengan berbagai perubahannya dalam mesin
kalor. (XI)
E. TOPIK PEMBELAJARAN
Topik pembelajaran kontekstual akan berpusat pada fenomena dan teknologi yang
melibatkan gelombang, bunyi, dan cahaya yang relevan dengan kehidupan sehari-hari
peserta didik.
Contoh topik yang dapat dieksplorasi:
● "Bagaimana Telepon Seluler dan Wi-Fi Bekerja?" (Gelombang elektromagnetik)
● "Mengapa Suara Terkadang Menggema di Ruangan Besar?" (Pemantulan bunyi)
● "Prinsip Kerja Kacamata dan Lensa Kontak" (Pembiasan cahaya)
● "Bagaimana Sonar Membantu Nelayan Menemukan Ikan?" (Gelombang bunyi)
● "Efek Doppler dalam Kehidupan Sehari-hari (Sirine Ambulans)"
● "Mengapa Kita Bisa Melihat Pelangi?" (Dispersi cahaya)
Peserta didik akan memilih atau merancang ide proyek/diskusi yang sesuai dengan minat
mereka dan ketersediaan sumber daya.
.
F. TUJUAN PEMBELAJARAN
G. PRAKTEK PEDAGOGIS
H. MITRA PEMBELAJARAN
Narasumber (Opsional): Praktisi atau ahli terkait aplikasi gelombang (misal: akustik,
optik, pemain musik dan orchestra sekolah )
I. LINGKUNGAN PEMBELAJARAN
J. PEMANFAATAN DIGITAL
Aplikasi Pengolah Data: Spreadsheet (Google Sheets/Microsoft Excel) untuk analisis data
eksperimen.
K. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Pertemuan 1-3
KEGIATAN PENDAHULUAN
(Kegiatan Awal Bermakna)
waktu 10-15 menit
KEGIATAN INTI
SINTAK DAN PENGALAM BELAJAR
waktu 90-100 menit
● .
● Refleksi pencapaian siswa/formatif asesmen, dan refleksi guru untuk mengetahui ketercapaian
proses pembelajaran dan perbaikan.
PERTEMUAN KE-3
KEGIATAN PENDAHULUAN
(Kegiatan Awal Bermakna)
waktu 10-15 menit
Motivasi dan Pertanyaan Pemantik
Guru memulai dengan menampilkan beberapa gambar atau video menarik yang berhubungan
dengan fenomena cahaya dalam kehidupan sehari-hari (misalnya, pelangi, bayangan di
cermin, sedotan terlihat bengkok di dalam air, fatamorgana).
● Pertanyaan Pemantik:
● Dorong siswa untuk berbagi pengalaman pribadi mereka terkait fenomena cahaya ini.
"Bagaimana perasaanmu saat melihat pelangi? Apakah kamu pernah mencoba
membuat bayangan dengan senter dan objek tertentu?"(berkesadaran, menyenangkan
Brainstorming Awal
● Guru meminta siswa untuk mencatat atau menyebutkan apa yang mereka ketahui
tentang cahaya dan bagaimana cahaya berinteraksi dengan benda.
● Membangkitkan Rasa Ingin Tahu: Guru menantang siswa dengan sebuah skenario
sederhana. "Bayangkan jika kita tidak bisa melihat bayangan di cermin, atau jika
kacamata tidak bisa membantu orang yang rabun melihat dengan jelas. Bagaimana
dampaknya bagi kehidupan kita?" (berkesadaran)
● Menyiapkan Mental dan Emosional: "Pembelajaran kita hari ini akan sangat
interaktif dan menyenangkan. Kita akan memecahkan sebuah masalah bersama dan
kalian akan banyak bereksperimen. Siapkah kalian untuk menjadi ilmuwan muda hari
ini?"
KEGIATAN INTI
SINTAK DAN PENGALAM BELAJAR
waktu 60 menit
o Guru menyajikan sebuah masalah otentik dan relevan yang berkaitan dengan
1: pemantulan dan pembiasan. (menyenagkan berkesadara))
Orientasi
o Contoh Masalah:
Siswa
▪ "Seorang desainer interior ingin merancang sebuah cermin besar di lorong sempit
pada
Masalah agar terlihat lebih luas. Bagaimana dia harus menempatkan cermin tersebut?
(Memaha Atau, seorang fotografer ingin mengambil gambar bawah air yang jernih, tetapi
mi dia selalu menghadapi masalah distorsi gambar. Mengapa ini terjadi dan
bagaimana dia bisa mengatasinya?"
▪ Deep Learning yang Berkesadaran: Masalah ini harus cukup kompleks untuk
esadaran, memicu diskusi dan penyelidikan, namun tetap dalam jangkauan pemahaman
bermakna siswa. Kaitkan dengan kehidupan nyata dan dampaknya.
) o Siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil (4-5 orang).
o Guru memfasilitasi diskusi kelompok untuk mengidentifikasi apa yang sudah mereka
ase ketahui tentang masalah tersebut, apa yang perlu mereka ketahui, dan bagaimana
2:
Mengorgamereka akan mencari informasi.
o Setiap kelompok merumuskan pertanyaan-pertanyaan penelitian awal berdasarkan
nisasikan
Siswa masalah yang diberikan.
untuko Contoh Pertanyaan Penelitian:
Belajar
▪ "Apa itu pemantulan cahaya? Apa hukum pemantulan?"
(Memaha
mi ▪ & "Apa itu pembiasan cahaya? Apa hukum Snellius?"
Mengaplik
asi ▪ "Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pemantulan dan pembiasan?"
berkesada
▪ "Bagaimana cara mengaplikasikan prinsip pemantulan untuk membuat ruangan
ran,
bermaknaterlihat lebih luas?"
, ▪ "Bagaimana cahaya berinteraksi dengan air dan mengapa gambar di bawah air bisa
menggemterdistorsi?"
birakan
o ) Guru membagikan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang berisi panduan
eksperimen sederhana atau tautan ke simulasi interaktif (PhET Interactive
Simulations) tentang pemantulan dan pembiasan. (bermakna, berkesadaran)
Berkesadaran,
bermakna
o Setelah presentasi, guru memimpin diskusi kelas.
ase o 5:Pengalaman Belajar Merefleksi:
Menganali
▪ "Apakah solusi yang ditawarkan setiap kelompok relevan dengan masalah awal?"
sis dan
Mengeval
▪ "Bagaimana kalian mencapai kesimpulan tersebut? Kesulitan apa yang kalian
uasi
hadapi?"
Proses
▪ "Adakah cara lain untuk menyelesaikan masalah ini?"
Pemecaha
n Masalah
▪ "Bagaimana pengetahuan tentang pemantulan dan pembiasan ini dapat diterapkan
(Mereflek
si) dalam kehidupan sehari-hari atau di bidang teknologi?"
o Guru memberikan klarifikasi dan penguatan konsep-konsep kunci (Hukum
Pemantulan, Hukum Snellius, indeks bias, dll.) berdasarkan temuan siswa.
o Guru dapat memberikan contoh aplikasi lebih lanjut dari pemantulan dan
pembiasan (serat optik, periskop, lensa kamera, dll.).
▪ "Apa konsep baru yang kalian pelajari dan bagaimana kalian memahaminya?"
o Guru dan siswa bersama-sama merangkum poin-poin penting yang telah dipelajari tentang
pemantulan dan pembiasan cahaya.
o Guru memberikan penguatan terhadap konsep-konsep kunci dan meluruskan miskonsepsi
yang mungkin masih ada.
o Guru memberikan tugas rumah yang mendorong eksplorasi lebih lanjut atau aplikasi konsep
dalam kehidupan nyata (misalnya, mencari contoh lain fenomena pemantulan/pembiasan di
rumah, atau merancang alat sederhana menggunakan prinsip cahaya).
Apresiasi: Guru memberikan apresiasi atas partisipasi dan kerja keras siswa.
PERTEMUAN KE-4
KEGIATAN PENDAHULUAN
(Kegiatan Awal Bermakna)
waktu 10-15 menit
Motivasi & Pertanyaan Pemantik (berkesadara)
● Guru memulai dengan menampilkan video atau gambar fenomena alam yang relevan
(misalnya, pelangi yang indah, cahaya yang memantul dari permukaan air, atau layar
LCD pada smartphone).
● "Bagaimana cahaya matahari yang kita lihat tampak putih, bisa terurai menjadi
berbagai warna saat melewati tetesan air hujan?"
● "Mengapa layar monitor atau smartphone kita kadang terlihat berbeda saat dilihat dari
sudut pandut pandang tertentu, atau saat kita menggunakan kacamata hitam?"
Apersepsi & Brainstorming (Mengaktifkan Pengetahuan Awal & Menyiapkan
Mental)
● Guru meminta siswa untuk mengingat kembali konsep-konsep dasar tentang cahaya
sebagai gelombang elektromagnetik dan spektrum cahaya yang telah dipelajari di
kelas sebelumnya.
● Diskusi Singkat: "Apa saja sifat-sifat gelombang cahaya yang kalian ingat?" (Siswa
diharapkan menyebutkan pemantulan, pembiasan, difraksi, interferensi).
● Guru mengaitkan dengan topik baru: "Hari ini, kita akan menjelajahi dua fenomena
menarik lainnya dari cahaya yang sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari, yaitu
dispersi dan polarisasi." (menyenangkan)
● Brainstorming Awal: "Menurut kalian, apa yang dimaksud dengan 'dispersi cahaya'?
Dan bagaimana dengan 'polarisasi'?" (Guru mencatat ide-ide awal siswa di papan
tulis, tanpa menilai benar atau salah, untuk mendorong partisipasi aktif dan
berkesadaran).
KEGIATAN INTI
SINTAK DAN PENGALAM BELAJAR
waktu 60 menit
● Guru menyajikan sebuah masalah otentik dan relevan yang berhubungan dengan
1:
Orientasidispersi dan polarisasi.
o
Siswa Contoh Masalah Dispersi: "Seorang fotografer ingin mengambil gambar pelangi yang
pada paling indah, tetapi ia kesulitan memahami bagaimana pelangi terbentuk dan faktor
Masalah apa saja yang memengaruhinya. Bisakah kita membantunya memahami fenomena
(Memahadispersi cahaya untuk menghasilkan foto pelangi yang sempurna?"
mi o Contoh Masalah Polarisasi: "Sebuah perusahaan manufaktur kacamata hitam ingin
mengembangkan produk baru yang dapat secara efektif mengurangi silau dan
berkesadaran, meningkatkan kejernihan penglihatan bagi pengemudi, terutama saat siang hari.
bermakna ) Mereka ingin kalian menjelaskan prinsip polarisasi cahaya dan bagaimana kacamata
polarisasi bekerja untuk mencapai tujuan ini."
● Guru meminta siswa secara individu untuk menuliskan satu hal baru yang mereka
pelajari tentang dispersi dan/atau polarisasi, dan bagaimana pengetahuan tersebut
bermakna bagi mereka atau bagaimana mereka bisa menerapkannya di masa
depan.
● Contoh pertanyaan refleksi: "Apa yang paling menarik dari pembelajaran hari ini?
Mengapa penting bagi kita untuk memahami dispersi dan polarisasi cahaya?"
"Bagaimana pembelajaran hari ini mengubah cara pandangmu terhadap cahaya di
sekitarmu?"
Rangkuman dan Penguatan Konsep
Tindak Lanjut
● Guru memberikan tugas penguatan konsep (misalnya, soal-soal latihan atau proyek
kecil yang melibatkan pengamatan fenomena dispersi/polarisasi di rumah).
PERTEMUAN KE-5
KEGIATAN PENDAHULUAN
(Kegiatan Awal Bermakna)
waktu 10-15 menit
a. Sampaikan tujuan pembelajaran secara jelas: "Hari ini kita akan belajar
tentang bagaimana cahaya berperilaku ketika bertemu dengan benda-benda
atau celah-celah kecil, yaitu melalui fenomena interferensi dan difraksi, serta
bagaimana kita bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari."
b. Tekankan relevansi materi dengan kehidupan sehari-hari dan teknologi
(misalnya, serat optik, hologram, spektrometer). Ini akan membantu
membangun makna bagi peserta didik.
KEGIATAN INTI
SINTAK DAN PENGALAM BELAJAR
waktu 60 menit
Penyajian Masalah Nyata: Guru menyajikan masalah atau studi kasus
1: yang kompleks dan kurang terstruktur, melibatkan fenomena interferensi
Orientasi
atau difraksi. Contoh masalah:
Siswa
pada
● "Bagaimana teknologi layar proyektor atau sistem holografi dapat
Masalah
(Memaha menciptakan gambar 3D yang realistis, dan apa prinsip fisika di
mi baliknya?"
berkesadaran, ● "Seorang insinyur optik ingin merancang filter cahaya yang hanya
bermakna ) meloloskan warna tertentu. Bagaimana prinsip interferensi dapat
digunakan untuk mencapai tujuan ini?"
erkesadar
an,
bermakna
,
menggem
birakan )
● .
● Kaitkan kembali solusi masalah dengan konsep-konsep inti yang telah dibahas.
Refleksi Individu
● Berikan waktu kepada setiap peserta didik untuk merefleksikan secara individual
melalui jurnal singkat atau lembar refleksi. Pertanyaan refleksi bisa meliputi:
o "Tiga hal baru yang saya pelajari hari ini adalah..."
o "Bagian mana dari materi ini yang masih membingungkan saya?"
o "Bagaimana saya akan menggunakan pengetahuan ini di masa depan?"
o "Apa yang membuat pembelajaran hari ini menyenangkan dan bermakna bagi
saya?"
● Berikan apresiasi atas partisipasi aktif dan kerja keras peserta didik.
● Sampaikan materi untuk pertemuan berikutnya jika ada.
● Refleksi pencapaian siswa/formatif asesmen, dan refleksi guru untuk mengetahui ketercapaian
proses pembelajaran dan perbaikan.
● Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap semangat belajar
dan diakhiri dengan berdoa.
Kepala Sekolah
LAMPIRAN
LKPD 1
Tujuan: Menentukan cepat rambat bunyi di udara menggunakan metode resonansi pada tabung.
● Tabung resonansi
● Meteran
● Palu karet
Prosedur Eksperimen:
Tabel Pengamatan:
Cepat
Frekuensi Panjang Kolom Panjang Kolom Panjang
Rambat
No Garpu Tala Udara Resonansi Udara Resonansi Gelombang (λ)
Bunyi (v)
(f) 1 (L1) (cm) 2 (L2) (cm) (cm)
(m/s)
...
Pertanyaan Analisis:
Tujuan: Menyelidiki pembentukan bayangan pada lensa cembung dan menentukan jarak
fokusnya.
● Layar
● Meteran optik/penggaris
Prosedur Eksperimen:
Tabel Pengamatan:
Jarak Jarak Jarak
Sifat Bayangan (Nyata/Maya,
No Objek (s) Bayangan (s') Fokus (f)
Tegak/Terbalik, Diperbesar/Diperkecil)
(cm) (cm) (cm)
...
Pertanyaan Analisis:
1. Bagaimana hubungan antara jarak objek, jarak bayangan, dan jarak fokus lensa?
2. Sebutkan dan jelaskan sifat-sifat bayangan yang terbentuk pada lensa cembung.
3. Bandingkan hasil perhitungan jarak fokus lensa dari setiap percobaan. Apakah ada perbedaan?
Mengapa?
4. Bagaimana aplikasi lensa cembung dalam alat optik seperti lup atau kamera?
. Teori Singkat
Difraksi kisi adalah kombinasi dari difraksi dan interferensi. Ketika cahaya monokromatik
melewati kisi difraksi (sejumlah besar celah sempit yang berdekatan dan sejajar), setiap celah
bertindak sebagai sumber gelombang sekunder. Gelombang-gelombang ini kemudian
berinterferensi satu sama lain, menghasilkan pola terang dan gelap yang teratur pada layar.
dsinθ=mλ
Di mana:
● d = jarak antar celah (konstanta kisi) = 1/N, dengan N adalah jumlah garis per satuan
panjang (misal, garis/mm)
● θ = sudut difraksi (sudut antara garis normal dari kisi ke maksimum terang orde-m)
● m = orde difraksi (0 untuk maksimum pusat, 1 untuk orde pertama, 2 untuk orde kedua,
dst.)
● λ = panjang gelombang cahaya
sintany/L
Di mana:
d(y/L)=mλ
Prosedur Percobaan (Jika Dilakukan)
Catatan:
Ubah N dari garis/mm menjadi garis/meter untuk perhitungan d. Jika N garis/mm, maka d=1/N m
Analisis Data
1. Hitung nilai d (jarak antar celah) untuk setiap kisi yang digunakan, dari nilai N yang
tertera pada kisi.
2. Gunakan persamaan d(y/L)=mλ untuk menghitung panjang gelombang (λ) cahaya laser
dari setiap data pengamatan.
3. Hitung rata-rata panjang gelombang yang Anda peroleh.
4. Bandingkan hasil panjang gelombang yang Anda hitung dengan nilai panjang gelombang
laser yang seharusnya (misalnya, laser merah sekitar 650 nm, hijau sekitar 532 nm, biru
sekitar 405 nm).
Diskusi
1. Jelaskan bagaimana pola difraksi kisi terbentuk. Mengapa ada daerah terang dan daerah
gelap?
2. Bagaimana pengaruh perubahan jarak antar kisi (d) terhadap pola difraksi yang
terbentuk? (Misalnya, jika d semakin kecil, apakah jarak antar terang semakin lebar atau
sempit?) Jelaskan berdasarkan persamaan.
3. Bagaimana pengaruh perubahan jarak kisi ke layar (L) terhadap pola difraksi yang
terbentuk?
4. Bagaimana pengaruh perubahan panjang gelombang (λ) cahaya terhadap pola difraksi?
(Jika Anda menggunakan laser dengan warna berbeda, atau diskusikan secara teoritis).
5. Apa saja sumber kesalahan yang mungkin terjadi dalam percobaan ini? Bagaimana cara
meminimalkan kesalahan tersebut?
6. Sebutkan aplikasi difraksi kisi dalam kehidupan sehari-hari atau teknologi.
Kesimpulan
Tuliskan kesimpulan yang Anda peroleh dari kegiatan percobaan dan analisis ini, meliputi:
Evaluasi
1. Sebuah kisi difraksi memiliki 300 garis/mm. Jika kisi disinari cahaya monokromatik dan
menghasilkan orde terang pertama pada sudut 30∘ terhadap normal, berapakah panjang
gelombang cahaya tersebut?
2. Pola difraksi dari suatu kisi memiliki jarak terang pusat ke terang orde kedua sebesar 4
cm. Jika jarak kisi ke layar adalah 1 meter dan konstanta kisi adalah 500 garis/mm,
tentukan panjang gelombang cahaya yang digunakan.
b. Diagnostik kognitif
B, Asesmen Proses
● Tujuan: Menilai eksplorasi, dokumentasi, dan keterlibatan murid dalam kegiatan
proyek yang mendorong kreativitas dan kerja mandiri.
● Bentuk:
1) Jurnal Proyek Kelompok & Individu:
o Aktivitas harian, tantangan, ide baru, refleksi proses
2) Observasi Guru:
o Keterlibatan murid dalam eksperimen, diskusi, dan pemecahan masalah
3) Produk Eksperimen:
o Grafik, visualisasi, narasi data, dokumentasi foto
4) Galeri Proyek & Gallery Walk:
o Data saling tukar, komentar kritis, refleksi antar kelompok
● Rubrik:
A T M
eterlib ktif, e i
atan memi r n
Proye mpin l i
k dan i m
memb b /
eri a t
solusi t i
dalam d
tim n a
a k
m
u t
n e
r
p l
a i
s b
i a
f t
M M M
ksplor eranca e e
asi ng dan l n
Eksper melak a g
imen sanaka k i
n s k
eksper a u
imen n t
mandi a i
ri k
a t
n a
n
i p
n a
s
t k
r o
u n
k t
s r
i i
b
e u
k s
s i
p
e e
r k
i s
m p
e l
n o
r
a
t
i
f
L C T
okume engka u i
ntasi p, k d
Belaja reflekt u a
r if, p k
menun
jukkan l l
proses e e
berpik n n
ir g g
k k
a a
p p
,
a
m t
i a
n u
i
m t
i
r d
e a
f k
l
e d
k i
s b
i u
a
t
Penialain akhir
a. Asesmen Akhir
● Tujuan: Menilai pemaknaan konsep gelombang , kemampuan merefleksi diri, serta
ekspresi pembelajaran yang komunikatif dan inspiratif.
● Bentuk:
1) Laporan Praktikum Individu/Kelompok:
o Gelombang stasioner
o Pelayangan bunyi
o Penantulan pembiasan
o Kisi difraksi
2) Refleksi Akhir Murid:
o Apa pemahaman baru saya?
o Strategi belajar saya ke depan?
o Kesadaran tubuh yang saya capai?
3) Presentasi Proyek dan Peer Assessment:
o Diskusi terbuka + voting apresiatif + pujian lintas kelompok
4) Pameran Digital Personal:
o Unggahan proyek di Padlet/blog/TikTok dengan narasi "Cerita Belajarku"
lengkap
Rubrik
Indikator Skor 3 (Tinggi) Skor 2 (Sedang) Skor 1 (Dasar)
M B
emaknaa enjelaska e el
n Konsep n konsep n u
gelomban y m
g secara e m
terperinci b e
mengfgu ut n
nakan k u
mind a nj
map n u
k k
o k
n a
s n
e p
p e
g m
el a
o h
m a
b m
a a
n n
g
s
e
c
ar
a
u
m
u
m
M R
egulasi enyusun e ef
Diri strategi n le
Belajar dan y k
refleksi e si
pembelaj b b
aran yang ut el
konkret ta u
nt m
a m
n e
g n
a d
n al
ta a
n m
p
a
st
ra
te
gi
M T
omunikas enjelaska re id
i Hasil n dan s a
menjawa e k
b nt m
pertanyaa a e
n dengan si n
lugas, te y
jelas, dan r a
menarik b m
at p
a ai
s k
& a
m n
in h
i as
m il
di at
al a
o u
g ti
d
a
k
p
er
c
a
y
a
di
ri
2. Dawai piano yang panjangnya 0,5 m dan massanya 10-2 kg ditegangkan sebesar
200 N, maka frekuensi nada dasar piano adalah...
A. 100 Hz
B. 200 Hz
C. 400 Hz
D. 600 Hz
E. 800 Hz
4. Sebuah pipa organa tertutup mempunyai frekuensi dasar 300 Hz. Pernyatan yang
tidak tepat terkait dengan pipa organa tertutup adalah...
A. bila tekanan udara semakin besar frekuensi dasarnya bertambah besar
B. bila suhu udara sekain besar, frekunesi nada dasarnya bertambah besar
C. frekuensi nada atas kedua terjadi pada frekuensi 900 Hz
D. pipa organa terbuka dengan frekuensi dasar sama mempunya panjang
dua kali pipa organa tertutup
E. jika pipa organa diisi gas, frekuesi dasarnya bertambah besar
6. Pada malam hari kita akan lebih jelas mendengarkan bunyi dari tempat yang
relatif jauh daripada siang hari. Hal ini disebabkan pada malam hari . . . .
A. kerapatan udara lebih rendah daripada siang hari
B. bunyi lebih sedikit dihamburkan
C. bunyi tidak mengalami interferensi
D. pada malam hari lebih tenang
E. tekanan udara lebih rendah
7. Pada jarak 3 meter dari sumber ledakan terdengar bunyi dengan taraf intensitas
50 dB. Pada jarak 30 meter dari sumber ledakan bunyi itu terdengar dengan taraf
intensitas dB
A. 5
B. 20
C. 30
D. 35
E. 45
8. Pada saat cepat rambat bunyi di uadara sebesar 345 m/s, frekuensi dasar pipa
organa tertutup di salah satu ujungnya adalah 220 Hz. Jika nada atas kedua pipa
organa tertutup ini panjang gelombangnya sama dengan nada atas ketiga pipa
organ terbuka kedua ujungnya, maka panjang pipa organa terbuka itu adalah...
A. 37 cm
B. 43 cm
C. 63 cm
D. 75 cm
E. 87 cm
9. Apabila kita hendak menaikkan tinggi nada dari suatu dawai maka dapat dilakukan
dengan cara ....
A. panjang dawai diperbesar
B. panjang dawai diperkecil
C. penampang dawai diperbesar
D. tegangan dawai diperkecil
E. dawai diganti dengan dawai yang lain jenisnya
10. Dalam konvensi tanda pada rumus efek Doppler, bagaimana kecepatan
pendengar (vp) biasanya ditandai?
11. Cahaya datang pada salah satu sisi prisma sama sisi dengan sudut datang 45°. Jika
indeks bias prisma √2, maka sudut deviasinya adalah...
A. 30°
B. 45°
C. 58°
D. 60°
E. 75°
14. Sebuah celah ganda disinari dengan cahaya yang panjang gelombangnya 640 nm.
Sebuah layar diletakkan 1,5 m dari celah. Jika jarak kedua celah 0,24 mm, jarak
kedua pita terang yang berdekatan adalah ...
A. 4,0 mm
B. 6,0 mm
C. 8,0 mm
D. 9,0 mm
E. 9,6 mm
16. Pada suatu percobaan interferensi 2 celah yang terpisah sejauh 0,2 mm dengan
sebuah layar ditaruh sejauh 1 m dibelakang celah, frinji terang no. 3 ditemukan
terpisah sejauh 7,5 mm dari frinji terang utama(sentral). Panjang gelombang
yang digunakan adalah ...
A. 5 x 10-10 cm
B. 5 x 10-8 cm
C. 5 x 10-6 cm
D. 5 x 10-5 cm
E. 5 x 10-2 cm
17. Produksi pelangi oleh proses yang terjadi antara cahaya matahari dan tetes –
tetes air hujan disebabkan oleh peristiwa – peristiwa berikut ...
A. Pantulan dan pembiasan
B. Pantulan, pembiasan difraksi
C. Difraksi dan pembiasan
D. Pantulan dan interferensi
E. Hanya pantulan
18. Diinginkan untuk mengurangi pantulan dari suatu permukaan kaca (n = 1,6)
dengan menempelkan lapisan transfaran yang tipis terbuat dari MgF2 (n = 1,38)
pada permukaan kaca itu. Tebal lapisan itu (dalam Å) yang diperlukan agar
diperoleh pantulan minimu, apabila cahaya dengan λ = 500 nm datang secara
normal adalah ...
A. 310
B. 510
C. 910
D. 2.500
E. 10.500
20. Gambar berikut ini merupakan sketsa lintasan sinar oleh difraksi celah ganda.
S1
T
d = 0,06 mm e
r
a
n
g
p
u
s
a
t
Jika A adalah titik terang orde ke-3 dan panjang gelombang cahaya yang
digunakan adalah 500 mm maka jarak A dari terang pusat adalah ...
A. 9,0 cm
B. 7,5 cm
C. 6,0 cm
D. 5,0 cm
E. 4,5 cm
C. BAHAN BACAAN GURU DAN PESERTA DIDIK
PETA KONSEP
36
37
GELOMBANG BUNYI
Gelombang Bunyi adalah gelombang yang merambat melalui medium
tertentu. Gelombang bunyi merupakan gelombang mekanik yang
digolongkan sebagai gelombang longitudinal. Gelombang bunyi ini
menghantarkan bunyi ke telinga manusia. Bunyi/ suara dapat terdengar
karena adanya getaran yang menjalar ke telinga pendengar. Lalu bagaimana
cara menentukan cepat rambat
bunyi? Simak uraian berikut.
Nada Atas ke 1
Nada Atas ke 2
Nada atas ke 2 terjadi apabila sepanjang dawai terbentuk 1 ½ gelombang.
Tali dengan panjang L membentuk 1 ½ λ atau 3/2 λ
39
L = 3/2 λ maka λ = 2/3 L
Berdasarkan data diatas dapat diambil kesimpulan bahwa frekuensi nada atas ke n
=𝟏∶ :3
3. Pipa Organa
a. Pipa organa
40
terbuka Nada dasar
L = ½ λ maka λ = 2L
Nada atas ke 1
Jika sepanjang pipa organa terbentuk 1 gelombang , maka nada yang
dihasilkannya disebut nada atas ke 1
Nada atas ke 2
Jika sepanjang pipa organa terbentuk 3/2 gelombang , maka nada yang
dihasilkannya disebut nada atas ke 2.
Berdasarkan data diatas dapat diambil kesimpulan bahwa frekuensi nada atas
ke n pada pipa organa terbuka dapat ditentukan dengan rumus
41
Perbandingan frekuensi nada-nada yang dihasilkan oleh sumber bunyi berupa
pipa organa terbuka dengan frekuensi nada dasarnya merupakan bilangan bulat
dengan perbandingan
=𝟏∶ :3
L = ¼ λ maka λ = 4L
Nada atas ke 1
Jika sepanjang pipa organa terbentuk 3/4 gelombang , maka nada
yang dihasilkannya disebut nada atas ke 1
L = ¾ λ maka λ = 4/3
Persamaan pipa organa tertutup untuk nada atas ke 1 adalah
𝟑𝒗
Berdasarkan data diatas dapat diambil kesimpulan bahwa frekuensi nada atas ke
n pada pipa organa tertutup dapat ditentukan dengan rumus :
42
=𝟏∶ :5
Contoh Soal
Sebuah pipa organa yang terbuka kedua ujungnya memiliki nada dasar
dengan frekuensi sebesar 300 Hz. Tentukan besar frekuensi dari :
a) Nada atas pertama
b) Nada atas kedua
c) Nada atas ketiga
Pembahasan
Perbandingan nada-nada pada pipa organa terbuka memenuhi:
dengan:
fo adalah frekuensi nada dasar
f1 adalah frekuensi nada atas pertama
f2 adalah frtekuensi nada atas kedua
dan seterusnya.
a) Nada atas pertama
(f1) f1 / fo = 2/1
f1 = 2 × fo = 2× 300 Hz = 600 Hz
a. Intensitas Bunyi
Intensitas adalah besaran untuk mengukur kenyaringan bunyi. Intensitas bunyi
yaitu energi bunyi yang tiap detik (daya bunyi) yang menembus bidang setiap satuan
luas permukaan secara tegak lurus.
Rumus intensitas bunyi di suatu titik oleh beberapa sumber bunyi
Keterangan :
2
I : Intensitas bunyi (W/m )
P : Energi tiap waktu atau daya (W)
2
A : Luas (m )
43
antara intensitas bunyi dengan intensitas ambang pendengaran.
keterangan:
TI = taraf intensitas bunyi (dB
decibel) I = intensitas bunyi
2
(watt/m )
Io = intensitas ambang pendengaran
-12 2
(Io= 10 Watt/m )
Jika terdapat beberapa sumber bunyi yang identik maka taraf intensitasnya
menjadi :
+ 10 log 𝑛 keterangan:
n = jumlah sumber bunyi
Efek Dopler
Perhatikan gambar kereta api di atas.
Analogikan kecepatan kereta identik dengan
kecepatan rambat gelombang. Panjang gerbong
kereta api sekitar 12,5 meter. Jika kereta
bergerak dengan kecepatan 72 km/jam = 20 m/s
maka kita dapat identikkan dengan gelombang
sebagai berikut :
λ = 12,5 m
v= 20 m/s Maka frekuensi gelombang adalah
f = v . λ = 20 . 12,5 = 1,6 Hz.
Atau periode gelombang adalah
T = 1/f = 0,625 s.
Ini artinya, tiap gerbong akan melewati kita yang sedang berdiri setiap 0,625 detik.
Efek Dopler adalah peristiwa naik atau turunnya frekuensi gelombang bunyi
yang terdengar penerima bunyi ketika sumber bunyi bergerak mendekat atau
menjauh.
Contoh efek Dopler dapat dilihat pada gambar dibawah. Pada saat sumber suara
diam, kedua penerima mendengar besar frekuensi yang sama. Saat sumber suara
bergerak, salah satu penerima mendengar frekuensi yang lebih besar dari
sebelumnya dan penerima lain mendengar frekuensi yang lebih kecil dari
sebelumnya. Persamaan Efek Doppler adalah :
Keterangan :
fp = frekuensi pendengar (Hz)
fs = frekuensi sumber bunyi
(Hz) vp = kecepatan pendengar
(m/s)
vs = kecepatan sumber bunyi
(m/s) v = cepat rambat udara (340
m/s)
44
Gambar 14. Tanda untuk Efek Doppler
Dalam rumus efek Doppler ada beberapa perjanjian tanda
vs bernilai positif (+) jika sumber bunyi menjauhi
pendengar. vs bernilai negatif (-) jika sumber bunyi mendekati pendengar.
vp bernilai positif (+) jika pendengar mendekati sumber bunyi. vp bernilai
negatif (-) jika pendengar menjauhi sumber bunyi.
GELOMBANG CAHAYA
2. PEMANTULAN
Pemantulan cahaya adalah pembalikan arah cahaya karena mengenai sebuah
permukaan. Pemantulan cahaya dapat terjadi pada permukaan yang mengkilap, salah
satu contohnya adalah cermin.
Hukum pemantulan cahaya yang dikemukakan
oleh Snellius (1591 - 1626). Bunyi hukum
pemantulan cahaya sebagai berikut:
a. Sinar datang, garis normal, dan sinar
pantul terletak pada suatu bidang datar.
b. Besar sudut datang sama dengan
besar sudut pantul.
2. PEMBIASAN
𝜃𝑟
45
keterangan :
n1 = indeks bias medium 1
𝜃1 = sudut datang
n1 = indeks bias medium 2
𝜃1 = sudut bias
3. DISPERSI
. Hal ini membuktikan bahwa cahaya putih terdiri dari harmonisasi berbagai
cahaya warna dengan berbeda-beda panjang gelombang.
’ ’ ’
Sudut deviasi terkecil disebut deviasi minimum, terjadi jika i = r = i serta i + r = 𝛽.
Besarnya sudut deviasi pada prisma dirumuskan dengan :
= 𝑖 ′ + 𝑟′ − 𝛽 Keterangan :
δm = sudut deviasi minimum
’
𝛽 = sudut pembias prisma
4. DIFRAKSI
Difraksi cahaya adalah peristiwa pelenturan cahaya yang akan terjadi jika cahaya
melalui celah yang sangat sempit. Kita dapat melihat gejala ini dengan mudah pada
cahaya yang melewati sela jari-jari yang kita rapatkan kemudian kita arahkan pada
sumber cahaya yang jauh, misalnya lampu neon. Atau dengan melihat melalui kisi
tenun kain yang terkena sinar lampu yang cukup jauh.
Celah Tunggal
Difraksi merupakan fenomena penyebaran gelombang elektromagnetik yang
muncul ketika gelombang tersebut melewati sebuah celah sempit. Penyebaran ini
dapat dijelaskan oleh prinsip Huygens, yang mengatakan bahwa setiap bagian dari
celah dapat dianggap sebagai sumber cahaya yang dapat berinterferensi dengan cahaya
dari bagian celah yang lain.
46
Gambar 23. Difraksi pada celah tunggal
Gambar di atas merupakan proses difraksi cahaya ketika melewati celah tunggal.
Ketika cahaya difraksi bergabung, maka ia akan menghasilkan pola terang atau gelap
yang dihasilkan dari interferensi gelombang. Untuk interaksi minimum akan
nλ
menghasilkan pola gelap dengan formulasi:
.
47
:
Dengan m merupakan urutan pita gelap. Jika sudut θ memiliki nilai yang kecil
= 𝒏𝝀
p = jarak antar terang/gelap dengan terang pusat
λ = panjang gelombang
Difraksi cahaya juga terjadi jika cahaya melalui banyak celah sempit
terpisah sejajar satu sama lain dengan jarak konstan. Celah semacam ini disebut
kisi difraksi atau sering disebut dengan kisi.
d = konstanta = 1/N
N = Jumlah celah/kisi
Gambar 24. Difraksi pada kisi
5. INTERFERENSI
Interferensi adalah paduan dua gelombang atau lebih menjadi satu gelombang baru.
Interferensi terjadi jika terpenuhi dua syarat berikut ini.
a. Kedua gelombang cahaya harus koheren, dalam arti bahwa kedua gelombang
cahaya harus memiliki beda fase yang selalu tetap, oleh sebab itu keduanya harus
memiliki frekuensi yang sama.
c. Kedua gelombang cahaya harus memiliki amplitudo yang hampir sama.
Pola minimum atau pola gelap terjadi jika beda lintasan optik merupakan
kelipatan setengah bulat panjang gelombang, pada interferensi celah ganda
dirumuskan dalam persamaan :
48
6. POLARISASI
Polarisasi adalah peristwa terserapnya sebagian atau seluruh arah getar
gelombang. Berbeda dengan interferensi dan difraksi yang dapat terjadi baik pada
gelombang transversal maupun longitudinal, polarisasi hanya terjadi pada
gelombang transversal.
Jika cahaya alami tidak terpolarisasi yang jatuh pada polaroid pertama (polarisator)
memiliki intensitas I0, maka cahaya terpolarisasi yang melewati polarisator adalah:
I1 = ½ I0
Cahaya dengan intensitas I1 ini kemudian menuju analisator dan akan keluar dengan
intensitas menjadi:
2 2
I2 = I1 cos θ = ½ I0 cos θ
49
D. GLOSARIUM
Kamajaya, K dan Purnama, W. 2014. Fisika untuk Kelas XII SMA. Bandung : Grafindo
Kangenan, Marthen. 2016. Fisika untuk SMA Kelas XII. Jakarta : Penerbit
Erlangga. Resnick, Halliday and Walker. 2009. Fundamental of physics 6th
edition : John Wiley & Son.
Widodo, Tri. 2009. Fisika : Untuk SMA / MA Kelas X. Jakarta : Pusat Perbukuan,
Departemen Pendidikan Nasional
[Link]
cahaya/ [Link]
50
51
52