0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
21 tayangan4 halaman

Manfaat dan Ciri Pohon Jamblang

Jamblang (Syzygium cumini) adalah pohon buah dari suku jambu-jambuan yang dikenal dengan berbagai nama lokal di Indonesia dan luar negeri. Pohon ini dapat tumbuh di berbagai habitat tropis dan subtropis, serta memiliki banyak kegunaan, termasuk sebagai makanan, obat tradisional, dan bahan bangunan. Buahnya kaya akan vitamin dan memiliki potensi sebagai alat kontrasepsi serta dalam pengobatan diabetes.

Diunggah oleh

Ida
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
21 tayangan4 halaman

Manfaat dan Ciri Pohon Jamblang

Jamblang (Syzygium cumini) adalah pohon buah dari suku jambu-jambuan yang dikenal dengan berbagai nama lokal di Indonesia dan luar negeri. Pohon ini dapat tumbuh di berbagai habitat tropis dan subtropis, serta memiliki banyak kegunaan, termasuk sebagai makanan, obat tradisional, dan bahan bangunan. Buahnya kaya akan vitamin dan memiliki potensi sebagai alat kontrasepsi serta dalam pengobatan diabetes.

Diunggah oleh

Ida
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Jamblang,[5] jambu keling[6] atau duwet[7] (Syzygium cumini) adalah sejenis

pohon buah dari suku jambu-jambuan (Myrtaceae). Tumbuhan


berbuah sepat masam ini dikenal pula dengan berbagai nama seperti jambee
kleng (Aceh), jambu kling, nunang[8] (Gayo), jambu koliong (Riau), jambu
kalang (Min.), jambulang, jambulan, jombulan, jumblang (aneka nama lokal
di Sulut), jambulan (Flores), jambula (Ternate), jamblang (Btw., Sd.). Juga jambu
juwat, jiwat, jiwat padi (Ind., juwet atau duwet (Jw.), juwet, jujutan (Bl.), juwet atau jowet
(Lombok), dhuwak, dhalas (Md.), duwe (Bima), Rappo - Rappo (Selayar), Caloppeng
(Soppeng) dan lain-lain.[9]

Dalam pelbagai bahasa asing buah ini dikenal sebagai jambulan,


jambulana (Malaysia), duhat (Filipina), jambul, jamun, atau Java plum (Ingg.), dan lain-
lain. Nama ilmiahnya adalah Syzygium cumini.

Pemerian botanis
[sunting | sunting sumber]

Buah jamblang biji jamblang


Pohon yang kokoh, berkayu, diameter 10–30 m, berwarna putih kotor, dan tidak
menggugurkan daun.[3] Kadang-kadang berbatang bengkok, tinggi hingga 20 m, dan
gemang mencapai 90 cm. Bercabang rendah dan bertajuk bulat atau tidak beraturan.

Daun-daunnya terletak berhadapan, bertangkai 1–3,5 cm. Helaian daun bundar telur
terbalik agak jorong sampai jorong lonjong, 5–25 × 2–10 cm, pangkalnya lebar
berbentuk pasak atau membundar, ujung tumpul atau agak melancip, bertepi rata,
menjangat tebal dengan tepi yang tipis, dan agak tembus pandang. Hijau tua berkilat di
sebelah atas, daun jamblang agak berbau terpentin apabila diremas. Daun yang muda
berwarna merah jambu. Pertulangannya menyirip.[3]

Karangan bunga dalam malai atau malai rata, renggang, hingga tiga kali bercabang;
umumnya muncul pada cabang-cabang yang tak berdaun. Bunga kecil, duduk rapat-
rapat, 3–8 kuntum di tiap ujung tangkai, berbau harum. Daun kelopak
bentuk lonceng melebar atau corong, tinggi 4–6 mm, kuning sampai keunguan. Daun
mahkota bundar dan lepas-lepas, 3 mm, putih abu-abu sampai merah jambu, mudah
gugur. Benang sari banyak, 4–7 mm; putik 6–7 mm.

Buah buni[4] berbentuk lonjong sampai bulat telur, sering agak bengkok, 1–5 cm,
bermahkota cuping kelopak, dengan kulit tipis licin mengilap, merah tua sampai ungu
kehitaman, kadang-kadang putih. Sering dalam gerombolan besar. Daging buah putih,
kuning kelabu sampai agak merah ungu, hampir tak berbau, dengan banyak sari buah,
sepat masam sampai masam manis. Biji lonjong, sampai 3,5 cm.[10][11] Buahnya ada yang
tak berbiji, ada juga yang berbiji dengan batas jumlah 5.[4]

Persebaran dan habitat


[sunting | sunting sumber]

Jamblang dapat ditemui di baik dibudidayakan/liar di Asia tropis dan Australia. Pohon
jamblang mempunyai daerah persebaran alaminya di Himalaya bagian
subtropis, India, Sri Lanka, Malaysia, dan Australia. Saat ini telah ditanam diseluruh
kawasan tropika dan subtropika.[4] Di Pulau Jawa, tumbuh liar di hutan jati dan
dibudidayakan sebagai pohon buah di pekarangan, dari dataran rendah[2] hingga
500 mdpl.[12] Walaupun demikian, ia dapat tumbuh pada ketinggian 1800 mdpl. Curah
hujan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan yang bagus adalah lebih dari 1000 mm per
tahun dengan musim kering yang nyata. Jamblang tumbuh di dataran banjir. Jenis ini
toleran terhadap kekeringan dan dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah yang tidak
subur, lahan basah, dan tanah yang berdrainase bagus (tanah lempung, tanah liat
berkapur, tanah berpasir, dan tanah-tanah berkapur). Umumnya, jamblang diperbanyak
dengan biji, namun kultivar-kultivar yang unggul bisa diperbanyak dengan cangkok.[4]

Kegunaan
[sunting | sunting sumber]
Bunga jamblang
Buah jamblang biasa dimakan segar. Di India dan Filipina, seperti juga kebiasaan di
beberapa daerah di Indonesia, buah jamblang yang masak dicampur dengan
sedikit garam dan kadang-kadang ditambahi gula, lalu dikocok di dalam wadah tertutup
(biasanya dua mangkuk ditangkupkan) sehingga lunak dan berkurang sepatnya. Buah
ini dapat mengurangi noda di gigi. Buah yang kaya vitamin A dan C ini juga dapat
dijadikan sari buah, jeli atau anggur. Di Filipina, anggur jamblang diusahakan secara
komersial.[10]

Kayunya dapat digunakan untuk bahan bangunan, meskipun tidak istimewa dan agak
mudah pecah. Kayu ini cukup kuat, tahan air dan serangan serangga; sekalipun agak
sukar dikerjakan. Yang terlebih sering ialah digunakan sebagai kayu bakar. Kulit
kayunya menghasilkan zat penyamak (tanin) dan dimanfaatkan untuk mewarnai (ubar)
jala. Kepingan kecil pepagan ini juga kadang-kadang dibubuhkan untuk menghambat
keasaman tuak. Daunnya kerap digunakan sebagai pakan ternak.

Jamblang bersifat sejuk, aromatik, dan bersifat astringen kuat. Biji bisa juga untuk
mengobati strikhnina (strychnine), yaitu sejenis penawar racun yang spesifik, dan
mengobati pengobatan limpa.[2] Hasil penelitian di India menunjukkan bahwa buah
jamblang berpotensi sebagai alat kontrasepsi untuk laki-laki. Kemudian, hasil penelitian
juga menunjukkan biji, daun, dan pepagan jamblang dapat menurunkan diabetes, yang
dipertegas lagi dengan percobaan binatang yang menunjukkan tumbuhan ini
mencegah katarak akibat diabetes.[2] Jamblang mengandung minyak atsiri, jambosin,
asam organik, triterpenoid, dan resin yang mengandung asam elagat, dan tanin.
Praktisi Ayurweda menunjukkan bahwa daging buah menurunkan darah selama 30
menit, bijinya menurunkan gula darah dalam waktu 24 jam, dan hasil maksimum
pencapaian efek hipoglikemik dalam waktu 10 hari.[2]

Beberapa bagian tumbuhan juga dipergunakan sebagai bahan obat, tradisional maupun
modern. Kulit batang, daun, buah dan bijinya acapkali digunakan sebagai obat kencing
manis, murus (diare), dan beberapa penyakit lain. Bahkan simplisia dari kulit batang
(dikenal sebagai Syzygii cortex) dan biji jamblang (disebut Syzygii semen) dahulu
dianjurkan sebagai sediaan apotek yang tidak wajib. Di samping tanin, bahan aktif yang
dikandungnya antara lain adalah glukosida yambolin (jamboline).[9][13] Oleh pengobat
tradisional di Amerika Selatan, jamblang bersama ceremai belanda untuk mengurangi
kerusakan jantung dan hati penderita kanker yang mendapat kemoterapi doxorubicin
(doksorubisin).[2] Jamblang dan Eugenia caryophyllata mengandung senyawa yang
dapat mengaktifkan enzim S-transferase di hati. Pada percobaan, enzim tersebut dapat
menurunkan kejadian kanker lambung hingga 80%. Sebagian wilayah di Asia
Tenggara menggunakan akar jamblang untuk mengobati epilepsi.[2] Di Dataran Tinggi
Gayo, jamblang yang sering disebut nunang digunakan untuk mengobati menceret.[8]

Pohon jamblang juga sering ditanam sebagai pohon peneduh di pekarangan dan
perkebunan (misalnya untuk meneduhi tanaman kopi), atau sebagai penahan angin
(wind break). Bunga-bunganya baik sebagai pakan lebah madu.

Lihat pula

Anda mungkin juga menyukai