Penerapan Pancasila dalam Pendidikan
Penerapan Pancasila dalam Pendidikan
COM
5. Makan Sehat dan Bergizi: "Tadi pagi sarapan apa? Makanan apa
yang menurut kalian paling sehat dan bikin badan kita kuat?
Mengapa kita perlu makan makanan yang sehat?"
6. Bermasyarakat: "Pernahkah kalian membantu teman atau tetangga?
Ceritakan pengalaman kalian. Kenapa kita harus rukun dan saling
membantu di lingkungan sekitar kita?"
7. Tidur Cepat: "Siapa yang tadi malam tidurnya tidak terlalu larut
dan bangun pagi dengan ceria? Kenapa tidur cukup itu penting
agar kita bisa semangat belajar dan bermain?"
Tujuan Pembelajaran:
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat:
1. Mengidentifikasi makna sila-sila Pancasila dengan benar.
2. Menjelaskan contoh penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan
sehari- hari di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
3. Menganalisis karakter para perumus Pancasila dan relevansinya
dengan nilai-nilai Pancasila.
4. Menunjukkan sikap bangga menjadi anak Indonesia yang
menjunjung tinggi bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.
5. Mempresentasikan hasil diskusi kelompok mengenai penerapan
Pancasila dengan percaya diri dan kolaboratif.
G. Model Pembelajaran
Model Pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL) dengan pendekatan
Deep Learning
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning:
"Coba pejamkan mata sejenak, bayangkan Indonesia. Apa yang
pertama kali terlintas di pikiran kalian? Bagaimana perasaan kalian
saat memikirkan Indonesia?"
"Apa yang membuat kalian merasa bangga menjadi bagian dari
keluarga, sekolah, atau negara ini?"
Meaningful Learning:
"Menurut kalian, mengapa penting bagi kita untuk belajar tentang
Pancasila? Apa hubungannya dengan kehidupan kita sehari-hari?"
"Jika kalian punya kekuatan super untuk membuat Indonesia
menjadi lebih baik, apa yang akan kalian lakukan? Dan
bagaimana Pancasila bisa membantu kalian mewujudkan itu?"
Joyful Learning:
"Bagaimana cara belajar Pancasila agar terasa seperti
bermain dan menyenangkan?"
"Bagian mana dari lambang negara kita yang paling menarik
perhatian kalian? Mengapa?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran ini dirancang untuk memfasilitasi deep learning
melalui eksplorasi mendalam, interaksi, dan penerapan konsep.
Pendahuluan (15 menit)
1. Pembukaan (5 menit): Guru menyapa peserta didik, memeriksa
kehadiran, dan mengajak berdoa bersama. Guru menyampaikan
tujuan pembelajaran hari ini dengan antusias, mengaitkannya
dengan pentingnya Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
2. Aktivasi Pengetahuan Awal (5 menit): Guru memulai dengan
pertanyaan pemantik mindful learning dan joyful learning untuk
membangkitkan rasa ingin tahu dan keterlibatan emosional siswa.
Misalnya, "Siapa yang tahu lambang negara kita? Apa saja yang
ada di sana?" Guru menunjukkan gambar Garuda Pancasila.
3. Koneksi dengan Kehidupan Nyata (5 menit): Guru menghubungkan
materi dengan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat yang telah
dibahas sebelumnya. "Kira-kira, dari kegiatan kita sehari-hari
seperti beribadah, belajar, atau
[Link]
Tes Tertulis: Soal pilihan ganda atau isian singkat tentang makna
sila-sila Pancasila dan contoh penerapannya.
K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa Pancasila bukanlah sekadar hafalan
sila- sila, melainkan panduan hidup yang relevan dan dapat diterapkan dalam
setiap aspek kehidupan sehari-hari mereka, mulai dari bangun tidur hingga
kembali tidur. Mereka akan merasakan bahwa menjadi anak Indonesia
yang hebat berarti menginternalisasi nilai-nilai Pancasila dalam setiap
tindakan dan ucapan, sehingga tercipta kehidupan yang rukun, adil, dan
harmonis.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik:
1. "Bagian mana dari pembelajaran hari ini yang paling mudah saya
pahami? Mengapa?"
2. "Apa satu hal baru yang saya pelajari tentang Pancasila dan
akan saya terapkan dalam hidup saya?"
[Link]
Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Siswa
Skala 1 Skala 4
Aspek Skala 2 Skala 3
(Kuran (Sanga
Penilaian (Cukup (Baik)
g Baik) t Baik)
Baik)
Skala Skala
Aspek Skala 2 Skala
1 4
Penilaian (Cukup 3
(Kuran (Sanga
Baik) (Baik)
g Baik) t Baik)
Tidak Mengidentif
Mengidentif Mengidentif
Pemaham dapat i kasi
i kasi i kasi
an mengidenti masalah
masalah masalah
Masalah fi kasi dengan
tetapi dengan
masalah sangat
kurang cukup
atau salah jelas dan
jelas. jelas.
interpretasi tepat.
.
Mengaitkan Mengaitka Mengaitkan
Tidak
masalah n masalah masalah
Kesesuaia dapat
dengan sila dengan dengan sila
n Sila mengaitka
Pancasila sila Pancasila
Pancasila n masalah
namun Pancasila secara
dengan
kurang dengan sangat
sila
tepat. cukup tepat.
Pancasila.
tepat.
Solusi
Kualitas Solusi sangat
Solusi Solusi cukup relevan,
Solusi tidak
(Kreativita kurang relevan logis,
relevan
s& relevan dan logis, kreatif,
atau tidak
Penalaran atau ada upaya dan
logis.
Kritis) kurang pemikiran menunjukk
logis. kreatif. an
penalaran
mendalam.
Sangat
Penyampa Tidak Cukup jelas,
Cukup
ian jelas, jelas, percaya
jelas,
Presentasi kurang sedikit diri,
percaya
(Komunika percaya percaya antusias,
diri,
si) diri, tidak diri, kurang dan
terstruktur
terstruktur terstruktur. terstruktur
dengan
. dengan
baik.
sangat
baik.
P. Glosarium
1. Pancasila: Dasar negara Republik Indonesia yang terdiri dari
lima sila sebagai pedoman hidup berbangsa dan bernegara.
2. Deep Learning: Pendekatan pembelajaran yang berfokus pada
pemahaman konsep secara mendalam, bukan hanya menghafal,
sehingga siswa mampu menghubungkan informasi baru dengan
pengetahuan sebelumnya dan menerapkannya dalam berbagai
situasi.
3. Problem-Based Learning (PBL): Model pembelajaran yang
menggunakan masalah dunia nyata sebagai pemicu untuk siswa
belajar, berpikir kritis, memecahkan masalah, dan menguasai
konsep.
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas III SD. Jakarta:
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
2. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia
Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar
dan Menengah.
3. Widowati, E., & Handayani, S. (2018). Pendidikan Pancasila
dan Kewarganegaraan untuk SD/MI Kelas III. Jakarta: Penerbit
Erlangga.
[Link]
Tujuan Pembelajaran:
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat:
1. Mengidentifikasi berbagai jenis aturan yang berlaku di lingkungan
sekolah dan tempat tinggal dengan tepat.
2. Menjelaskan pentingnya mematuhi aturan untuk menciptakan
ketertiban dan kenyamanan bersama.
3. Mengidentifikasi hak dan kewajiban sebagai anggota keluarga dan
warga sekolah.
4. Menunjukkan sikap bertanggung jawab dalam melaksanakan
hak dan kewajiban di lingkungan keluarga dan sekolah.
5. Menyajikan ide-ide tentang cara menerapkan aturan serta
melaksanakan hak dan kewajiban secara seimbang melalui proyek
sederhana.
G. Model Pembelajaran
Model Pembelajaran: Project-Based Learning (PjBL) dengan pendekatan
Deep Learning
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning:
"Coba pejamkan mata sejenak, bayangkan rumah atau sekolah
kita. Apa yang membuat kita merasa nyaman dan aman di
sana? Apa ada sesuatu yang perlu kita lakukan agar rasa
nyaman itu terus ada?"
"Bagaimana perasaanmu ketika melihat sesuatu yang tidak
sesuai aturan, misalnya sampah berserakan di kelas?"
Meaningful Learning:
"Menurut kalian, kenapa sih di rumah atau di sekolah ada
banyak aturan? Apa gunanya aturan-aturan itu bagi kita?"
"Kalau kalian punya keinginan, itu namanya hak. Tapi,
apakah semua keinginan bisa langsung terpenuhi? Apa yang
harus kita lakukan dulu sebelum mendapatkan hak?"
Joyful Learning:
"Andai saja kalian bisa membuat aturan baru di sekolah yang
seru dan bermanfaat, aturan apa yang akan kalian buat? Dan
kenapa?"
"Coba bayangkan kalau kita semua bisa menjadi agen kebaikan
yang selalu menaati aturan. Pasti menyenangkan, kan?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran ini dirancang untuk memfasilitasi deep learning
melalui pengalaman langsung, kolaborasi, dan penciptaan produk.
Pendahuluan (15 menit)
1. Pembukaan (5 menit): Guru menyapa peserta didik dengan ceria,
memeriksa kehadiran, dan mengajak berdoa bersama. Guru
menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dengan antusias,
mengaitkannya dengan pengalaman siswa sehari-hari. "Hari ini
kita akan menjadi detektif aturan dan hak-kewajiban! Seru sekali!"
2. Aktivasi Pengetahuan Awal (5 menit): Guru memulai dengan
pertanyaan pemantik mindful learning dan joyful learning.
"Pernahkah kalian melihat teman yang membuang sampah
sembarangan di kelas? Bagaimana perasaan kalian? Apa yang
seharusnya dilakukan?"
[Link]
K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa aturan, hak, dan kewajiban adalah
bagian tak terpisahkan dari kehidupan bermasyarakat yang harmonis dan
tertib.
Mereka tidak hanya menghafal, tetapi menginternalisasi bahwa dengan
mematuhi aturan, mereka turut menciptakan lingkungan yang nyaman
bagi semua. Serta, dengan melaksanakan kewajiban, mereka secara
otomatis akan mendapatkan hak- haknya. Pemahaman ini akan
membentuk karakter mereka sebagai warga negara yang bertanggung
jawab dan peduli.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik:
1. "Apa satu aturan baru yang saya pahami pentingnya hari ini, dan
bagaimana saya akan mulai menerapkannya?"
2. "Apa satu hak yang saya miliki, dan kewajiban apa yang harus
saya lakukan untuk mendapatkan hak tersebut?"
3. "Bagaimana perasaan saya setelah tahu lebih banyak tentang
aturan, hak, dan kewajiban? Apakah saya merasa lebih mengerti
peran saya di rumah dan sekolah?"
Refleksi Pendidik:
[Link]
Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Siswa
Skala Skala Skala
Skala
Aspek Penilaian 1 2 4
3
(Kuran (Cuku (Sanga
(Baik)
g Baik) p t Baik)
Baik)
Keterlibatan Hanya 1- Beberap Sebagia Semua
[Link]
P. Glosarium
1. Aturan: Tata tertib atau pedoman yang harus ditaati untuk
menciptakan ketertiban dan keteraturan.
2. Hak: Sesuatu yang layak diterima atau dimiliki oleh seseorang.
3. Kewajiban: Sesuatu yang harus dilaksanakan atau dilakukan
sebagai bentuk tanggung jawab.
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas III SD. Jakarta:
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
2. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia
Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar
dan Menengah.
3. Mustofa, A. (2019). Pendidikan Kewarganegaraan: Konsep Dasar
dan Implementasi. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
[Link]
"Anak-anak hebat! Mari kita cek semangat pagi kalian dengan mengingat
7 kebiasaan baik yang bikin kita makin keren! Siap? "
1. Bangun Tidur: "Siapa yang pagi ini bangun tanpa dibangunkan, lalu
langsung melipat selimut dan merapikan bantal gulingnya? Keren!
Kenapa ya, bangun pagi dan rapi itu penting untuk memulai hari?"
2. Beribadah: "Coba ceritakan, ibadah apa yang kalian lakukan tadi
pagi atau sore kemarin? Berdoa juga termasuk ibadah lho!
Bagaimana perasaan kalian setelah beribadah? Ada yang merasa
lebih tenang?"
3. Berolahraga: "Kemarin sore atau pagi ini, ada yang sudah
menggerakkan badannya? Lompat-lompat, jalan cepat, atau main
kejar-kejaran? Kenapa ya, olahraga bikin badan kita kuat dan
pikiran kita segar?"
4. Gemar Belajar: "Apa hal baru yang paling seru kalian pelajari di
sekolah hari ini? Atau, buku apa yang sedang kalian baca di rumah
yang bikin kalian lupa
[Link]
waktu? Kenapa belajar itu bisa membuat kita semakin pintar dan
berwawasan luas?"
5. Makan Sehat dan Bergizi: "Tadi pagi sarapan apa? Makanan apa
yang menurut kalian paling sehat dan bikin energi kalian full
seharian? Mengapa makanan sehat itu seperti bensin untuk
tubuh kita?"
6. Bermasyarakat: "Pernahkah kalian berinteraksi dengan orang yang
berbeda dari kalian? Misalnya, teman yang beda suku, atau
tetangga yang beda agama? Bagaimana rasanya? Kenapa kita
harus bisa hidup rukun dengan siapa saja?"
7. Tidur Cepat: "Siapa yang tadi malam tidurnya tidak terlalu larut dan
bangun pagi ini dengan senyum manis? Kenapa tidur cukup itu
penting agar kita bisa semangat belajar, bermain, dan mengingat
banyak hal baru?"
Tujuan Pembelajaran:
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat:
1. Mengidentifikasi berbagai identitas diri dan anggota keluarga
(nama, hobi, makanan kesukaan, asal daerah) dengan bangga.
2. Membedakan keberagaman identitas teman-teman di lingkungan
sekolah (suku, bahasa, agama, kebiasaan) melalui observasi dan
diskusi.
3. Menjelaskan pentingnya sikap menghargai perbedaan
sebagai wujud penerapan Bhinneka Tunggal Ika.
4. Menunjukkan perilaku toleran dan sikap positif terhadap
perbedaan di lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat.
5. Mempresentasikan hasil identifikasi dan ide-ide untuk
menghargai keberagaman melalui proyek kreatif.
G. Model Pembelajaran
Model Pembelajaran: Inquiry-Based Learning (IBL) dengan pendekatan
Deep Learning
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning:
"Coba pejamkan mata sejenak, bayangkan teman-teman di kelas
kita. Apakah mereka semua sama? Apa yang membuat setiap
teman itu unik dan berbeda?"
"Bagaimana perasaanmu ketika bertemu teman baru yang punya
kebiasaan atau bahasa yang berbeda dari kamu?"
Meaningful Learning:
"Menurut kalian, kenapa ya di Indonesia ada banyak sekali suku,
bahasa, dan agama yang berbeda? Apa yang bisa kita pelajari dari
perbedaan itu?"
"Apakah kita harus sama semua agar bisa berteman baik?
Atau justru perbedaan membuat pertemanan kita jadi lebih
seru?"
Joyful Learning:
"Andai kalian bisa bertukar cerita dengan teman dari suku lain,
cerita apa yang ingin kalian tanyakan tentang budayanya?"
"Bagaimana cara kita merayakan dan menunjukkan bahwa
kita bangga dengan semua perbedaan yang ada di
Indonesia?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran ini dirancang untuk memfasilitasi deep learning
melalui eksplorasi, penemuan, dan ekspresi kreatif tentang keberagaman.
Pendahuluan (15 menit)
1. Pembukaan (5 menit): Guru menyapa peserta didik dengan hangat,
memeriksa kehadiran, dan mengajak berdoa bersama. Guru
menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dengan antusias,
mengaitkannya dengan kekayaan budaya Indonesia. "Hari ini kita
akan menjadi penjelajah keberagaman! Kita akan mencari tahu
betapa indahnya perbedaan di sekitar kita!"
2. Aktivasi Pengetahuan Awal (5 menit): Guru memulai dengan
pertanyaan pemantik mindful learning dan joyful learning. "Coba
lihat teman di sebelahmu. Apakah dia sama persis denganmu?
Apa perbedaannya? Apa yang bikin dia istimewa?"
[Link]
Gambar
3. Koneksi dengan Kehidupan Nyata (5 menit): Guru menghubungkan
materi dengan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat. "Kita sudah bahas
pentingnya bermasyarakat. Nah, salah satu kunci bermasyarakat
yang baik itu adalah menghargai perbedaan lho! Bagaimana
caranya ya?" Ini memicu meaningful learning pada siswa.
K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa keberagaman identitas (suku, bahasa,
agama, kebiasaan) adalah kekayaan bangsa Indonesia, bukan halangan untuk
bersatu. Mereka akan merasakan secara langsung bahwa perbedaan
membuat hidup lebih berwarna dan menarik, serta belajar untuk
menghargai setiap individu dengan segala keunikannya sebagai wujud nyata
dari semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Pemahaman ini akan
menumbuhkan sikap toleransi dan cinta tanah air yang mendalam.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik:
1. "Apa satu hal baru yang saya pelajari tentang diri saya atau teman
saya hari ini yang berhubungan dengan keberagaman?"
2. "Bagaimana perasaan saya ketika melihat atau mendengar
tentang berbagai macam perbedaan di Indonesia? Apakah saya
merasa bangga?"
[Link]
3. "Apa satu sikap yang akan saya lakukan mulai sekarang untuk
menunjukkan bahwa saya menghargai perbedaan orang lain?"
Refleksi Pendidik:
1. "Apakah peserta didik menunjukkan pemahaman tentang makna
Bhinneka Tunggal Ika dan relevansinya dalam kehidupan sehari-
hari mereka?"
2. "Apakah kegiatan pembelajaran berhasil membangkitkan rasa
ingin tahu, empati, dan sikap toleransi pada siswa terhadap
keberagaman?"
3. "Bagaimana saya bisa lebih efektif memfasilitasi siswa untuk
berinteraksi dan belajar dari teman-teman yang memiliki latar
belakang berbeda?"
Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Siswa
Skala 1 Skala 2 Skala 4
Skala 3
Aspek Penilaian (Kuran (Cuku (Sanga
(Baik)
g Baik) p t Baik)
Baik)
Semua
Sebagian anggota
Hanya 1-2 Beberapa
besar aktif
Keterlibatan anggota anggota
anggota terlibat,
Kelompok yang aktif, aktif,
aktif, berdiskusi
(Kolaborasi) kurang interaksi
interaksi dan saling
ada terbatas
cukup menduku
interaksi. .
baik. ng
.
Mengidentif
Tidak dapat Mengidentif ikasi
Mengidentif
mengident ikasi perbedaa
ikasi
if ikasi perbedaa n dengan
Identifikasi perbedaan
perbedaan n dengan sangat
Keberagaman namun
identitas cukup jelas,
kurang
dengan jelas dan spesifik,
spesifik.
jelas. spesifik. dan
beragam.
Menunjukk
Tidak an sikap
Menunjukk
menunjuk Menunjukk menghar
an sikap
Sikap k an sikap an sedikit ga i yang
mengharg
Menghargai/Tol mengharg sikap sangat
a i yang
eransi a i atau mengharg positif,
jelas dan
cenderun a i. empatik,
konsisten.
g dan
mengejek inklusif.
.
Desain Desain
Desain
Desain menarik sangat
Kualitas Proyek tidak
cukup , rapi, menarik,
(Kreativitas & menari
menari dan ada sangat
Estetika) k,
k, rapi. sentuha rapi,
kurang
n kreatif,
rapi.
kreatif. dan
informatif.
Tidak jelas, Cukup jelas, Sangat jelas,
Cukup
Penyampaian kurang percaya percaya
jelas,
Presentasi percaya diri, diri,
sedikit
(Komunikasi) diri, tidak terstruktu antusias,
percay
terstruktu r
a
r.
[Link]
P. Glosarium
1. Bhinneka Tunggal Ika: Semboyan negara Indonesia yang berarti
"Berbeda- beda tetapi tetap satu jua".
2. Identitas: Ciri-ciri atau karakteristik yang membedakan satu
individu atau kelompok dari yang lain (contoh: suku, bahasa,
agama, hobi).
3. Toleransi: Sikap saling menghargai, menghormati, dan menerima
perbedaan tanpa membeda-bedakan.
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas III SD. Jakarta:
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
2. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia
Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar
dan Menengah.
[Link]
"Anak-anak hebat! Mari kita mulai hari ini dengan semangat! Guru mau
tanya, siapa yang sudah melakukan '7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat'
ini? Angkat tangannya yang tinggi ya! "
1. Bangun Tidur: "Siapa yang tadi pagi bangunnya tepat waktu, lalu
langsung merapikan tempat tidurnya sendiri? Hebat! Kenapa ya,
kebiasaan ini penting untuk memulai hari kita?"
2. Beribadah: "Ada yang sudah melakukan ibadah pagi ini? Atau
membaca doa sebelum memulai pelajaran? Bagaimana perasaan
kalian setelah beribadah? Apa hubungannya dengan rasa syukur
kita?"
3. Berolahraga: "Kemarin atau tadi pagi, ada yang sempat
menggerakkan badannya? Misalnya, lari-lari kecil, bersepeda,
atau bermain di halaman? Kenapa olahraga itu penting sekali
untuk tubuh kita?"
[Link]
4. Gemar Belajar: "Apa hal baru yang paling seru kalian pelajari
kemarin atau hari ini? Atau, buku apa yang sedang kalian baca di
rumah? Mengapa kita harus punya semangat tinggi untuk terus
belajar?"
5. Makan Sehat dan Bergizi: "Tadi pagi sarapan apa? Makanan apa
yang menurut kalian paling sehat dan bikin badan kuat
seharian? Mengapa makanan sehat itu 'bensin' terbaik untuk
tubuh kita?"
6. Bermasyarakat: "Pernahkah kalian ikut membersihkan lingkungan
sekitar rumah? Atau membantu teman di sekolah? Mengapa kita
perlu bekerja sama dan peduli dengan lingkungan dan orang lain di
sekitar kita?"
7. Tidur Cepat: "Siapa yang tadi malam tidurnya tidak terlalu larut
dan bangun pagi ini dengan segar dan senyum lebar? Kenapa ya,
tidur cukup itu penting agar kita bisa semangat beraktivitas dan
belajar?"
Tujuan Pembelajaran:
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat:
1. Mengidentifikasi dan menyebutkan tingkatan wilayah tempat
tinggalnya (RT, RW, desa/kelurahan, kecamatan) sebagai bagian
dari NKRI.
2. Menjelaskan pentingnya persatuan dan kesatuan di lingkungan
tempat tinggal dan sekolah dalam menjaga keutuhan NKRI.
3. Menunjukkan contoh sikap kerja sama dalam keberagaman suku,
sosial, dan budaya di lingkungan tempat tinggal dan sekolah.
4. Menyajikan ide-ide tentang cara meningkatkan kerja sama dan
persatuan di lingkungan sekitar melalui proyek sederhana.
5. Merasa bangga menjadi bagian dari wilayah Indonesia dan
memiliki semangat cinta tanah air.
G. Model Pembelajaran
Model Pembelajaran: Discovery Learning dengan pendekatan Deep
Learning
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning:
"Coba pejamkan mata sejenak, bayangkan jalan menuju sekolah
kita. Ada apa saja di sepanjang jalan itu? Siapa saja yang tinggal
di sana?"
"Bagaimana perasaanmu ketika melihat teman-teman di
kelas bermain bersama, meskipun mereka berasal dari
keluarga yang berbeda?"
Meaningful Learning:
"Menurut kalian, apa gunanya ada RT, RW, desa, sampai
kecamatan? Apakah ini penting untuk kehidupan kita sehari-
hari?"
"Kalau di kelas ada yang dari suku berbeda, apakah kita tetap
bisa bermain dan belajar bersama? Kenapa itu penting?"
Joyful Learning:
"Andai kalian bisa jadi 'pemimpin' di lingkungan rumah,
kegiatan seru apa yang akan kalian buat agar semua orang bisa
kerja sama dan rukun?"
"Coba bayangkan kalau semua teman di Indonesia dari berbagai
daerah bisa berkumpul dan bernyanyi bersama. Pasti
menyenangkan, kan?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran ini dirancang untuk memfasilitasi deep learning
melalui eksplorasi, penemuan, dan penerapan konsep persatuan dan kerja
sama dalam konteks NKRI.
Pendahuluan (15 menit)
1. Pembukaan (5 menit): Guru menyapa peserta didik, memeriksa
kehadiran, dan mengajak berdoa bersama. Guru menyampaikan
tujuan pembelajaran hari ini dengan antusias, mengaitkannya
dengan lingkungan sekitar dan persatuan Indonesia. "Hari ini kita
akan menjelajahi lingkungan kita dan menemukan mengapa
penting sekali bagi kita untuk bersatu!"
2. Aktivasi Pengetahuan Awal (5 menit): Guru memulai dengan
pertanyaan pemantik mindful learning dan joyful learning. "Siapa
[Link]
K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa lingkungan tempat tinggal mereka
(RT, RW, desa/kelurahan, kecamatan) adalah bagian tak terpisahkan dari
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Mereka akan merasakan
bahwa meskipun ada keberagaman suku, sosial, dan budaya, kerja sama
dan persatuan adalah kunci untuk menciptakan lingkungan yang aman,
nyaman, dan harmonis.
Pemahaman ini akan menumbuhkan rasa memiliki, bangga menjadi warga
negara Indonesia, dan semangat untuk berkontribusi dalam menjaga
keutuhan NKRI.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik:
1. "Apa satu hal baru yang saya pelajari tentang lingkungan tempat
tinggal saya sebagai bagian dari NKRI?"
2. "Bagaimana perasaan saya ketika melihat orang-orang dari
[Link]
Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Siswa
[Link]
Skala Skala
Aspek Skala 2 Skala
1 4
Penilaian (Cukup 3
(Kuran (Sanga
Baik) (Baik)
g Baik) t Baik)
Sebagian Semua
Keterlibata Hanya 1- Beberap
besar anggota
n 2 anggota a
anggota aktif
Kelompok yang anggota
aktif, terlibat,
(Kolaboras aktif, aktif,
interaksi berdiskusi
i) kurang interaksi
cukup dan saling
ada terbatas
baik. mendukun
interaksi. .
g.
Mengidenti Mengidenti
Tidak fi kasi fi kasi
dapat Mengidenti tingkatan tingkatan
mengidenti fi kasi wilayah wilayah
Identifikasi
fi kasi tingkatan dengan secara
Wilayah &
tingkatan wilayah cukup akurat dan
NKRI
wilayah namun jelas dan memahami
atau kurang mengaitka hubungan
hubungann jelas. n dengan ny a
y a dengan NKRI. dengan
NKRI. NKRI.
Memahami
Memahami
Tidak Memahami secara
pentingny
Pemaham memaha pentingnya mendalam
a dan
an Kerja mi namun dan
memberik
Sama & pentingny kurang memberika
an contoh
Persatuan a kerja dapat n contoh
cukup
sama dan memberika yang kaya
relevan.
persatuan n contoh. dan
. relevan.
Desain
Desain
cukup
Kualitas Desain Desain sangat
menarik,
Proyek tidak menarik, menarik,
isi cukup
(Kreativita menarik, isi relevan isi sangat
relevan
s& isi tidak dan cukup relevan,
Relevansi) namun
relevan mendalam mendalam,
kurang
dengan . dan
mendala
tema. original.
m.
Sangat
Penyampa Tidak Cukup jelas,
Cukup
ian jelas, jelas, percaya
jelas,
Presentasi kurang sedikit diri,
percaya
(Komunika percaya percaya antusias,
diri,
si) diri, tidak diri, kurang dan
terstruktur
terstruktur terstruktur. terstruktur
dengan
. dengan
baik.
sangat
[Link]
baik.
[Link]
P. Glosarium
1. NKRI: Singkatan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia,
nama resmi negara kita.
2. Kerja Sama: Melakukan sesuatu secara bersama-sama untuk
mencapai tujuan yang sama.
3. Persatuan: Keadaan bersatu atau menjadi satu kesatuan, tidak
terpecah belah.
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas III SD. Jakarta:
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
2. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia
Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar
dan Menengah.
3. Tim Penulis. (2018). Pendidikan Kewarganegaraan untuk SD/MI Kelas
3. Jakarta: Penerbit Erlangga.